Arsip

Posts Tagged ‘Yu Hae-jin’

Luck-Key

Hyung-wook () adalah seorang pembunuh bayaran kelas wahid. Suatu hari, ia pergi ke tempat pemandian umum dan jatuh terpeleset hingga kepalanya terbentur lantai. Jae-sung () adalah pengangguran yang bermimpi jadi aktor. Merasa putus asa dengan hidupnya yang melarat, ia berniat untuk bunuh diri. Ia berada di pemandian yang sama ketika insiden yang menimpa Hyung-wook, dan tanpa sengaja melihat jam mahal Hyung-wook yang membuatnya berpikir kalau Hyung-wook adalah orang kaya.

Luck Key (3)

Tergoda untuk menikmati hidup sebelum mati, diam-diam Jae-sung menukar kunci loker Hyung-wook dengan kuncinya dan benar saja, ternyata loker Hyung-wook berisi banyak sekali uang. Jae-sung pun menjadi kaya mendadak. Ketika merasa terusik karena sudah mengambil yang bukan miliknya dan berniat mengembalikan pada Hyung-wook, ternyata diketahui kalau Hyung-wook mengalami amnesia dan tak ingat siapa dirinya. Alih-alih, ia dikenal sebagai Jae-sung, sesuai dengan identitas yang tertinggal di loker.

Luck Key

Lagi-lagi, Jae-sung tergoda untuk memanfaatkan keadaan ini. Ia pun berpura-pura jadi Hyung-wook, termasuk tinggal di apartemennya. Di sisi lain, Hyung-wook yang kemudian tinggal di kosan kumuh Jae-sung karena mengira dirinya adalah Jae-sung. Untunglah, ada petugas medis rumah sakit, Ri-na (), yang kemudian membantunya. Tanpa ingatan yang tersisa, Hyung-wook mempelajari hal-hal yang menjadi catatan Jae-sung dan kemudian tahu kalau impiannya adalah jadi aktor dan secara rutin, ikut sebagai figuran di berbagai kegiatan syuting. Selain itu, ia juga memiliki keahlian bawaan menggunakan pisau, yang kemudian membuatnya dikagumi ketika bekerja di restoran milik keluarga Ri-na.

Luck Key (2)

Di sisi lain, Jae-sung yang menjalani hidup sebagai Hyung-wook, merasa bingung ketika mendapati apartemen mewah Hyung-wook yang penuh CCTV dan perlengkapaan-perlengkapan aneh. Dari salah satu CCTV, ia kemudian mengenal Eun-joo ( ), tetangga apartemennya yang selalu dalam pengawasan. Tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi, Jae-sung pun menjalin komunikasi dengan Eun-joo.

Luck Key (5)

Hehe, cerita yang cukup unik, mengetengahkan tukar identitas yang agak tak biasa. Apalagi, film ini memang disajikan dalam genre komedi. Karakter-karakternya lovable dan castnya juga solid. , meski lebih sering jadi 2nd lead, tapi ternyata cukup karismatis kok jadi pemeran utama. juga cukup patut diacungi jempol. Karena nggak baca sinopsisnya, saya sempat pangling lho kalau ternyata dia yang memerankan sosok Jae-sung yang looser dan shabby. Aktris juga bermain bagus sebagai Ri-na yang charming dan bisa membangun chemistry yang baik dengan Yu. Sementara cukup pas lah. Selain itu juga ada aktris dan Lee Dong-hwi, yang meski cuma jadi semacam karakter dari cerita lapis dua, tapi menurut saya keberadaannya notable dan signifikan dalam membangun cerita.

Luck Key (4)

Ada beberapa bagian yang menurut saya agak ‘bolong’ secara logika, seperti bagian Jae-sung yang rasanya terlalu ‘lugu’ sehingga butuh waktu lama untuk mulai curiga sama Hyung-wook padahal kondisi rumahnya saja sudah aneh. Dan menurut saya, dia juga ‘jahat’ karena nggak pernah terlihat memantau keadaan Hyung-wook.Tapi overall, film ini cukup well made dan ceritanya menyenangkan.

Catatan: merupakan remake dari film Jepang “Key of Life” (2012)

Cast:
– Hyung-wook
– Jae-sung
– Ri-na
– Eun-joo
– aktris
– aktor
Jo Han-chul – Il-sung
Choi Dae-sung – sutradara

Judul: Luck-Key/ Lukki
Sutradara: Lee Gye-byeok
Penulis: Kenji Uchida, Jang Yoon-mi
Rilis: 13 Oktober 2016
Durasi: 112 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Iklan

1987: When The Day Comes

Berlatar tahun 1987, ketika gerakan pro demokrasi sedang gencar memprotes pemerintahan otoriter yang sedang berkuasa. Salah seorang aktivis mahasiswa, Park Jong-chul (), meninggal setelah mengalami integorasi dan penyiksaan oleh militer. Demi menyelamatkan muka pemerintah, kematian Jong-chul pun direkayasa. Ia dinyatakan tewas karena serangan jantung. Park Cheo-won () adalah pejabat tinggi yang ditugasi mengurus kasus ini. Selain itu, juga ada pengacara Choi Hwan ( ) yang diminta bantuan. Sebenarnya, Choi adalah orang yang menjunjung tinggi profesi, hanya saja tak bisa berbuat banyak karena tekanan orang-orang di sekelilingnya.

1987

1987 (2)

Namun begitu, kematian Jong-chul menyisakan banyak keganjilan yang menimbulkan kecurigaan. Kalau sudah begini, tentu para jurnalis yang kemudian ambil bagian. Yoon Sang-nam adalah seorang reporter handal yang kemudian berhasil mendapat informasi terkait kematian Jong-chul. Tentu saja, ketika media sudah bicara, para elit pun kelabakan. Berbagai cara ditempuh untuk mengamankan posisi mereka.

 

1987 (3)

Di sisi lain, diam-diam gerakan pro demokrasi semakin menguat. Ada Han Byeong-yong (), seorang sipir penjara yang membantu perjuangan dengan diam-diam menjadi kurir antara aktivis yang dipenjara dan tokoh aktivis yang sedang dicari-cari pemerintah, Kim Jung-nam (). Dalam pekerjaannya, Han sering meminta tolong keponakannya, Yeon-hee (), yang seorang mahasiswi baru. Yeon-hee awalnya apatis dengan aktivisme, tapi kemudian terusik setelah bertemu dengan Lee Han-yeol (), seorang aktivis mahasiswa di kampusnya.

1987 (4)

1987 (8)

Lagi, sebuah film yang menjajikan salah satu fase penuh gejolak dalam sejarah pemerintahan Korea (film sejenis adalah May, ). Bagus sih menurut saya, karena dengan film-film semacam ini, artinya ada upaya menolak lupa orang Korea tentang sejarah kelam negrinya. Hal yang mungkin bisa ditiru para sineas Indonesia, karena seingat saya, film tentang sejarah yang digarap dengan bagus dan kritis, sejauh ini kok kayaknya belum ada. Film ini sendiri disajikan dengan apik, sinematografi yang meyakinkan (saya sampai merinding melihat aksi demonya), plot yang cukup smooth dan rapi serta ensemble cast yang solid. Sepadan dengan nama-nama besar jajaran castnya, bahkan yang sekedar cameo pun punya peran penting dalam membangun cerita di film ini. Mulai dari , , , , , , …dan juga aktris muda yang menurut saya, penampilannya cukup stellar di sini. Dan tentu saja, cerita film ini sendiri memang cukup penting bagi orang Korea. Layaklah kalau kemudian film ini diganjar Daesang (penghargaan tertinggi) di Baeksang beberapa waktu lalu.

Cast:
– Park Cheo-won
– Choi Hwan
– Han Byeong-yong
– Yeon-hee
– Det. Jo Han-kyung
– Reporter Yoon Sang-nam
Kim Eui-sung – Lee Boo-young
Kim Jong-soo – Park Jung-ki
Oh Dal-su – jurnalis
Ko Chang-seok – jurnalis
Moon Sung-geun – Jang Se-dong
Woo Hyeon – Kang Min-chang
Jo Woo-jin – Pamannya Jong-chul
– Kim Jung-nam

Cameo:
– ibunya Yeon-hee
– Lee Han-yeol
– Park Jong-chul

Judul: 1987: When The Day Comes
Sutradara:
Penulis: Kim Kyung-chan
Rilis: 27 Desember 2017
Durasi: 129 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Award:
Baeksang Art Awards 2018:
– Grand Prize (Daesang)
– Best Screenplay
– Best Actor ()
– Best Supporting Actor ()

 

K-Variety: Three Meals A Day

Setelah melihat , saya jadi penasaran dengan program-programnya PD yang lain, yang ternyata lumayan banyak. Tapi bagusnya, konsep acaranya PD Na ini episodenya pendek-pendek saja, sehingga cukup enak mengikutinya. Saya coba melihat beberapa edisi Over Flower-nya, yakni Grandpa Over Flowers. Tapi karena edisinya sudah agak lama, dan castnya saya juga tak familiar (selain , yang lain adalah para aktor senior karena memang judulnya aja grandpa, meski juga ada guest star dan Choi Ji-woo di beberapa episode), saya hanya nonton sekilas-sekilas saja. Dari sini kemudian saya mulai familiar dengan sosok , yang kemudian menjadi semacam ‘ikon’nya acara-acara PD Na. Jika kebanyakan acara variety castingnya adalah orang-orang yang pandai melucu, tidak demikian dengan castnya PD Na. Karakter unik lah yang menjadi daya tarik utama. Dan sepertinya memenuhi kriteria itu. ini memang karakternya cukup unik: sinis, bermulut pedas, penggerutu tapi sebenarnya sosok yang baik dan caring. Dan perpaduan sifat ini, ternyata menjadi menarik ketika ditampilkan di variety show. Dan ini juga hal lain yang menjadi kekhasan sekaligus keunggulan acara variety ala PD Na, karena terasa nggak fake. Humor-humornya adalah hal-hal sehari-hari yang realistis dan biasa, hanya saja kadang jadi sedikit membosankan.

3MAD_Gochang Village2

Acara PD Na yang lain yang kemudian saya coba tonton adalah Three Meals A Day, dibagi dua edisi: tiga edisi farm dan dua edisi fishing village. LSJ di-cast yang edisi farming. Di season pertama, castnya bersama -nya 2PM. Saya sendiri tak tahu alasan di-castingnya di sana, tapi menurut saya, ia kurang cocok dipasangkan dengan Lee Seo-jin. Karakternya cukup ‘nice’ tapi juga tidak terlalu menarik. Di sisi lain, karakternya juga cenderung kaku dan nggak pandai melucu. Soal masak memasak, keduanya juga just so-so. Karenanya, acaranya kemudian jadi sering terasa ‘krik-krik’ banget kalau pas nggak ada bintang tamunya. Yah, meski konon memang tema acara ini menekankan pada upaya ‘menyediakan makanan 3 kali sehari di tengah lingkungan yang apa adanya’, tetap saja rasanya tidak cukup menarik. Acaranya hanya begitu-begitu saja dari waktu ke waktu. Kalau pas ada bintang tamu yang karakternya menarik, baru agak menarik. Seingat saya waktu itu, acara baru terasa ‘hidup’ waktu muncul Kim Kwang-gyu yang kemudian ternyata dijadikan cast utama di season ke-2. Tapi sepertinya juga nggak terlalu banyak menolong. Karenanya, konon rating season ini cukup rendah.

3MAD3_1_0

Usai edisi farming pertama, PD Na membuat edisi fishing village. Konsepnya sama, usaha menyediakan makanan tapi dari hasil laut. Castnya juga lagi-lagi unik, karena melibatkan sosok-sosok yang di ‘luar’ dunia variety show, yakni dua aktor yang cukup veteran: dan . Konon yang edisi ini ratingnya jauh lebih bagus karena chemistry dua castnya yang pas: pinter mancing dan pinter masak (yang kemudian dijuluki Chajumma) ditambah kemudian. Selain itu, bintang tamunya juga cukup jor-joran. Saya nonton beberapa episode, tapi tetap kurang bisa menikmatinya. PD Na memang menyebut kalau 3MAD memang semacam boring entertainment yang bisa memberi efek healing, karena menyajikan hal-hal keseharian yang ‘sederhana’, hanya saja, saya pribadi lebih sering menemukan kesan boring daripada healingnya ketika nonton acara ini.

3MAD4_11_1

Karenanya, ketika membaca kalau PD Na kembali membuat 3MAD season 3 fishing village, saya nggak terlalu berminat untuk menontonnya. Apalagi, saya baca kalau acara ini bahkan nggak ada bintang tamunya. Bayangan saya, paling juga nggak akan terlalu jauh beda dengan season pertama ( – Taecyeon). Saya baru penasaran di season 4 (yang mulai mengundang bintang tamu) dan salah satu bintang tamunya adalah . Seperti beberapa kali saya tulis di blog ini, kalau LJH adalah salah satu aktor favorit. Di sisi lain, dia jarang tampil di acara variety, karenanya, melihatnya tampil di acara PD Na menjadi hal yang tak boleh dilewatkan. Tapi dari sinilah saya kemudian benar-benar mulai menikmati 3MAD (terutama season 3 & 4), justru bukan karena LJH (atau juga bintang tamunya), melainkan karena 3 cast utamanya: , dan .

3MAD3_9_21

Ketika sebelumnya mendengar bahwa cast baru untuk 3MAD (Fishing Village 3), yang akan mendampingi adalah dan , saya nggak terlalu antusias. Eric adalah salah satu aktor drama yang cukup saya sukai (selain wajahnya yang memang ganteng, saya juga suka dengan karakter-karakternya di drama yang keren). Meski begitu, awalnya saya agak underestimate dengan keterlibatan dia di variety show. Saya pernah nonton dia sebelumnya jadi bintang tami di Running Man, dan meski saya menyukai aksinya bersama timnya (Shinhwa), tapi saya merasa kalau dia terlalu ‘tenang’, agak canggung, pemalu dan terlalu pendiam untuk sebuah acara variety show. (saya cuma lihat dia di drama), juga sepertinya bukan sosok yang pandai melucu. Karenanya, saya benar-benar nggak berpikir kalau mereka akan jadi tim yang menarik. Tapi ya itu tadi, setelah melihat ketiganya, saya benar-benar dibuat surprise dengan chemistry mereka yang ternyata bagus banget. Momen-momen mereka tanpa bintang tamu menurut saya justru menjadi bagian yang paling menarik. Karena itulah, saya kemudian memutuskan untuk nonton season sebelumnya yang memang tanpa bintang tamu itu, yang ternyata kemudian mengubah pandangan saya tentang season ini.

 

 

Di antara seri 3MAD yang pernah dibuat dan sudah saya tonton, menurut saya season 3 ini adalah yang terbaik (dan saya baca di internet, komen PD Na dan timnya juga mengaku sangat puas dengan season kali ini karena hasilnya di atas ekspektasi. Di tambah lagi, dari segi rating juga cukup tinggi, sekitar 12 %). Di season kali ini, chemistry castnya benar-benar terasa sempurna, bagian masak memasaknya sangat menarik, dan konsep acaranya yang bertema healing dari perjuangan menyediakan makanan dari lingkungan sekitar yang terbatas, juga sangat dapat. Hampir semua bahan-bahan makanannya adalah yang didapat di sekeliling mereka dan didapat dengan kerja yang cukup melelahkan. Proses memasaknya juga dengan peralatan yang sangat apa adanya: dengan tungku kayu bakar yang perlu perjuangan ‘berdarah-darah’ untuk menyalakan apinya. Sungguh, bagi yang pernah merasakan caranya membuat api di tungku tahu lah bagaimana rasanya. Selain karena untuk menyalakan apinya butuh perjuangan keras, asapnya juga akan membuat mata pedih bukan main. Belum lagi bau sangitnya yang lengket di mana-mana. Karenanya, saya cukup salut dengan castnya–yang notabene adalah para selebriti yang identik dengan kehidupan yang mewah dan wangi– tapi ternyata bisa survive dengan semua itu.

 

 

3MAD3_3_2

Eric yang beneran bisa masak dan masakannya bikin ngiler 😛

Di 3MAD-3MAD sebelumnya, saya tak pernah tertarik dengan acara masak memasaknya yang begitu-begitu saja, tapi di Season 3 ini, acara memasak menjadi salah satu bagian terpenting. Dengan kemampuan memasak Eric, acara masak memasaknya menjadi sangat menarik. Eric benar-benar bisa memasak dan caranya memperlakukan makanan benar-benar terasa art, sehingga menjadi tontonan yang menarik. Masakannya juga konon selalu lezat (dan kelihatannya memang begitu). yang terkenal blak-blakan dan sarkastis saja tak henti memuji dan mengagumi kemampuan Eric. Kyun-sang yang memang doyan makan selalu makan dengan lahap. PD Na dan kru juga diperlihatkan sering nggak tahan untuk tak mencicipi makanan buatan Eric dan komentarnya selalu membuat saya pengin ikut mencicipinya. Bagusnya lagi, meski terkesan cukup wah, tapi menu-menu masakan Eric sebenarnya cukup sederhana dan mudah dipraktekkan. Karena bahan-bahannya memang apa yang didapat dari yang ada di sekitar.

3MAD3_8_22

Yah, bisa dibilang Eric memang golden castnya PD Na di sini. Dia adalah paket lengkap: visual yang cakep, pinter masak, pinter mancing, capable hampir di semua hal, karakternya unik (nggak heran kalau dia dijuluki 4D), dan yang jelas punya chemistry yang sangat bagus dengan Seo-jin dan  Kyun-sang. Dia menjadi semacam katalisator bagi Seo-jin dan Kyun-sang sehingga interaksi mereka benar-benar manis dan kompak. Meski pendiam dan kalem, tapi Eric punya sisi hangat yang menyenangkan. Dan agaknya karakter ini sangat cocok dengan yang biasanya bossy. Alih-alih, ia justru dengan senang hati membantu Eric dan jadi kapten yang bertanggung jawab. Sementara si maknae yang memang berkarakter hangat, juga tak perlu waktu lama untuk ngeblend, terutama sama Eric. Momen-momen ketika mereka bertiga duduk bareng dan mengobrolkan hal-hal remeh temeh dengan santai menurut saya adalah salah satu bagian terbaik dari acara ini (konon bahkan banyak obrolan yang nggak bisa ditayangkan karena obrolan mereka yang terlalu dekat dan personal, haha).

3MAD3_9_6

Ohya, bagi penggemar kucing, season kali ini juga dilengkapi dengan interaksi dengan Koong dan Mong, dua kucingnya Kyun-sang yang lucu-lucu, sehingga menjadi pelengkap konsep healing di acara ini. Satu-satunya ‘kekurangan’ dari season ini adalah kekurang beruntungan mereka dalam hal mancing. Eric yang dikenal cukup pintar mancing, nyaris nggak pernah dapat ikan (hasil pancingannya bahkan beberapa kali cuma bintang laut dan ikan kembung yang jadi olok-olok, haha). Sebaliknya, Kyun-sang yang baru diajari Eric, justru lebih sering dapat ikan, meski juga hasilnya nggak seberapa. Nggak tahu, apa memang ikannya di sana nggak terlalu banyak atau memang mereka yang kurang beruntung.

3MAD3_11_29

Bersyukur banget karena kemudian PD Na kembali meng-cast ke-3 nya di season ke 4. Hanya saja, sedikit berbeda dengan season sebelumnya, yang murni fishing, di season 4, konsepnya perpaduan antara fishing sama farming. Jackson, kambing yang jadi peliharaan Seo-jin di season pertama didatangkan bersama anak cucunya dan dibuatkan semacam ranch untuk diperah susunya dan kemudian dibagikan ke orang-orang desa. Konsep ‘bagi-bagi susu’ ini menurut saya cukup brilian karena menambah nilai lebih pada acara ini, yakni membangun interaksi dengan orang-orang sekitar. Di season ini, fasilitasnya juga sedikit lebih mewah, karena ada kulkas, oven (tanah), kipas angin, dan juga mobil untuk mobilisasi. … Meski menurut saya tetap berat karena apinya masih api tungku, ditambah lagi syutingnya pas musim panas yang pastinya panas banget.

3MAD4_1_1

Hal lain, season kali ini juga selalu ada bintang tamunya di tiap episode. Dan seperti saya tulis di awal , kalau tadinya saya penasaran sama Lee Je-hoon, tapi setelah melihat keseluruhan season ini, bintang tamu yang menarik menurut saya adalah sama gengnya Eric di Shinhwa: Minwoo-Andy.

jadi bintang tamu di episode 1-3. Dan melihatnya disini, cukup merubah impresi saya sama dia yang selama ini agak kurang sreg karena aktingnya yang menurut saya just so-so. Dan yah, inilah menariknya melihat aktor/aktris di drama dan di variety show yang seringkali menjadi dua hal yang berbeda. Seleb yang menarik di dunia drama/film kadang belum tentu punya karakter asli yang sama menariknya. Demikian juga sebaliknya. Mereka yang nggak terlalu menarik ketika berakting, ternyata karakter aslinya justru sangat lovable. Dan menurut saya adalah salah satunya. Karena karakter aslinya ini ternyata sangat menyenangkan. Saya nggak menyangka kalau ternyata ia bisa begitu easy going, apalagi dengan seorang . Usut punya usut mereka ternyata pernah main drama bareng sebelumnya. Meski begitu, hubungan dan ini benar-benar sangat cair. Bahkan  Seo-jin Choi Ji-woo yang sering disebut-sebut memiliki chemistry yang kuat, menurut saya hubungannya tak secair dengan . bahkan dengan cuek dan santai meledek  Seo-jin yang ditanggapi dengan reaksi yang sama oleh Seo-jin. Hubungan Ji-min dengan Eric juga asyik, ada kesan kalau  mengagumi Eric (who’s not?? :)). Cara bicara Ji-min ke Eric selalu agak-agak manja. Saya kemudian baca kalau keduanya pernah main drama bareng (Wolf) dan mengalami kecelakaan waktu syuting dimana Eric mencoba menyelamatkan Han Ji-min dari mobil stunt. Kabarnya, Eric yang kemudian luka cukup parah karena hal itu. Jadi ya, bisa dipahami bagaimana perasaan ke Eric. Mungkin bukan dalam artian romantis, tapi lebih ke abang-adik. Dengan Kyun-sang yang baru dikenalnya, ia juga ramah dan hangat.

Han Ji-min juga terlihat banget nggak jaim. Ia cuek cuci piring atau bantu masak, santai ngobrol dengan orang desa, jalan-jalan menikmati suasana.. semuanya terlihat alami. Nggak heran kalau saya baca di sebuah artikel, komen penulis scriptnya bilang kalau adalah guest star terbaik.

3MAD4_1

Minwoo dan Andy adalah bintang tamu terbaik berikutnya dan sangat tepat diundang di episode-episode terakhir (episode 10-11). Dari sini pula, saya jadi ‘kenal’ dengan Shinhwa. Jadi, meski sudah lama saya memfavoritkan Eric karena dramanya, tapi saya tak pernah merasa tertarik untuk ngulik-ulik informasi terkait kehidupannya sebagai anakbboyband. Saya selalu agak underestimate dengan dunia boyband-boyband-an. Tapi kedatangan Minwoo dan Andy merubah persepsi saya. Tanpa perlu banyak bicara atau penjelasan, terlihat sekali kalau Eric sangat dekat dengan kedua temannya itu. Mereka terlihat begitu nyaman satu sama lain dan bahkan nggak risih memperlihatkan perhatian satu sama lain (saya agak kaget waktu Eric bahkan nyium Andy waktu hendak tidur, yang ternyata saya tahu kemudian adalah hal biasa bagi Shinhwa). Tidak hanya itu, karena teman-temannya Eric ini ternyata karakternyata juga asyik banget. Mereka langsung membaur dengan dan Kyun-sang. Bahkan kelihatan kalau  Seo-jin kagum sama Min-woo yang memang friendly banget. Dan seolah memang memang takdir dari persahabatan indah mereka, sebuah kebetulan menambah highlite episode ini karena Minwoo lah yang pertamakali mencetak rekor berhasil mancing ikan ‘black porgy’ yang sebelumnya begitu diimpikan Eric (dan juga jadi obsesi tim 3MAD-3MAD sebelumnya). Selebrasi geng Shinhwa juga terasa gold banget. Kyun-sang aja sampai bercanda menobatkan diri sebagai Shinhwachangjo, julukan untuk fans-nya Shinhwa. Haha

3MAD4_6

Untuk bintang tamu yang lain, just so-so, termasuk yang awalnya menjadi alasan utama ketertarikan saya nonton 3MAD ini. Jika adalah seleb yang karakter aslinya lebih menarik daripada karakternya di dunia akting, maka bisa dibilang adalah sebaliknya. Meski kemampuan aktingnya saya kagumi, tapi ternyata karakter aslinya nggak terlalu menarik untuk acara variety. Dia cenderung pendiam, canggung, agak cupu dan nggak pandai melucu. Hanya saja, bagusnya Je-hoon ini dia mau membaur dengan yang lain, meski sebenarnya dia nggak kenal dekat sama satupun dari ke-3 castnya. Sikapnya yang ‘nice’, nggak jaim, cenderung polos dan positif, membuatnya segera diterima dan menjadi akrab dengan yang lain. Meski mengaku nggak bisa renang, dia ikut saja nyebur dan main air di laut dan sedikit gila-gilaan sama yang lain. Karenanya, edisi main-main di laut ketika dia jadi bintang tamu, menurut saya adalah yang paling terlihaat menyenangkan.

3MAD4_12_1

Bintang tamu lain adalah (AoA) dan Lee Jong-suk. Kedatangan terasa canggung sejak dari awal. Nggak tahu juga sih sebenarnya bintang tamu itu diundang karena memang di cast sama PD-nya atau sebenarnya permintaan agensi bintang yang bersangkutan buat promo? Asumsi saya, dua-duanya. Jimin dan MinDy kayaknya memang diundang sama PD Na, mungkin Je-hoon juga, karena dia sebuah artikel saya baca kalau dia memang minta diundang untuk tampil di acaranya PD Na, meski mungkin ada unsur promosi juga karena menjelang filmnya rilis. Demikian juga Lee Jong-suk, antara diundang karena ada Kyun-sang dan juga karena promo drama barunya. Sementara Seolhyun, sepertinya murni disuruh tampil di sini buat promo film terbarunya. Dan karenanya, Seolhyun terlihat sangat tidak nyaman, pun dengan ketiga castnya yang juga jadi canggung. Bisa dipahami sih selain perbedaan jenis kelamin, secara usia, gap mereka jauh banget (apalagi Lee Seo-jin yang kayak bapaknya) dan juga nggak penah terlibat kerja bareng sebelumnya. Karakter Seolhyun juga cenderung pemalu dan introvert. Untunglah, ketiga cast utamanya terlihat sangat pengertian dan berusaha keras membuat suasana yang lebih nyaman. Dan karakter sebenarnya juga cukup nice.

3MAD4_7_2

Kehadiran juga nggak terlalu menarik. Bahkan menurut saya menjadi bintang tamu yang paling membosankan. Episode kedatangannya menarik karena inisiatif camera prank-nya Kyun-sang yang cukup lucu (letak lucunya juga bukan karena Jon-suknya, tapi justru pada Eric dan Seo-jin yang harus berakting dan beberapakali nyaris keceplosan). Sementara selebihnya, nggak terlalu menarik. Karena memang yang dikenal baik cuma Kyun-sang, Jong-suk jadi terlihat terlalu ‘nempel’ sama Kyun-sang sehingga kesannya kurang bisa membaur dengan yang lain dan jadinya malah nggak asyik. Contoh kecil yang kelihatan banget adalah ketika mereka main di laut. Berbeda dengan Je-hoon yang mau mencoba banyak hal dan berusaha ngblend sama yang lain, Jong-suk malah cuma sibuk ngobrol sama Kyun-sang di atas kapal sementara Eric dan Seojin yang asyik main air. Moment ngobrol santai barengnya juga nggak ada karena dia cuma nempelin Kyun-sang kesana kemari. Yah, katanya sih karakternya dia memang pemalu banget, tapi menurut saya seharusnya tetap saja dia bisa sedikit berusaha untuk berbaur dengan yang lain, apalagi castnya juga sama-sama cowok.

Selain pas bintang tamunya dan duo MinDy, menurut saya, sebenarnya best momentnya season ini tetap ketika cuma ada ketiga cast utamanya. Bromance mereka kerasa banget dan bagaimana mereka terlihat begitu nyaman satu sama lain. Salah satu bagian terbaik misalnya ketika mereka bertiga bikin pizza yang melihatnya saja bikin saya ngiler itu. Juga ketika Eric sama Seo-jin bermobil dan mancing cuma berdua karena Kyun-sang datang belakangan. Untuk dua orang dengan karakter yang cenderung ‘kaku’ dalam berinteraksi sosial, melihat bagaimana keduanya begitu santai mengobrol atau bahkan cuma saling diam berdua dengan begitu nyaman, menurut saya menunjukkan bagaimana Eric sama Seo-jin ini memang bener-benar berteman baik di kehidupan nyata.

3MAD4_b

Dibanding 3MAD sebelumnya, season 4 ini memang terasa paling ‘ringan’ dan konsepnya berkesan ‘having fun’ banget untuk para castnya. Fasilitasnya cenderung lebih mewah dan castnya juga nggak perlu terlalu kerja keras cari bahan makanan (kebanyakan menunya adalah daging yang dibeli). Nggak tahu sih, mungkin karena season sebelumnya yang bisa dibilang sukses, sepertinya Na PD sedang ingin ‘berbaik hati’ dan kasih ‘bonus’ sama para castnya, terutama Lee Seo-jin yang memang katanya paling senang kalau ada bintang tamunya. Selain itu, di ending season sebelumnya, Lee Seojin bilang kalau ia ingin acaranya seperti liburan musim panas yang menyenangkan bareng teman-teman. Memang jadinya agak ‘meleset’ dari konsep 3MAD sebelumnya yang terasa solid banget, dan mungkin juga itu sebabnya ratingnya konon malah lebih rendah dari season sebelumnya (meski penurunannya tak signifikan).

3MAD3_9_15

Saya baca beberapa artikel di internet, kalau tim produksi acara ini memang puas banget dan salah satu asisten PD-nya bahkan bilang kalau pengin kerja bareng cast yang sama hingga 10 tahun lagi. Hmm, nggak tahu sih apa PD Na beneran bakal ngajak kerja bareng mereka lagi karena dia terkenal sebagai PD yang predictable, melainkan lebih senang mencoba konsep yang baru. Karenanya, agak sulit membayangkan dia akan men cast mereka bertiga lagi di program yang sama. Apalagi, mengingat kalau tokoh utama acara varietynya selalu adalah Lee Seo-jin. Sementara pada dua season ini, tidak bisa dipungkuri kalau sosok Eric terasa lebih menonjol dalam segala hal. Tapi ya nggak tahu juga, mungkin karena melihat chemistry mereka bertiga yang bagus, PD Na justru bakal bikin program lagi dan lagi untuk mereka dengan konsep yang berbeda. Ya, semoga saja!

List Episode Three Meals A Day:
1. Three Meals a Day: Jeongseon Village 1
Tayang: 17 Otober 17 – 26 Desember , 2014
Episode: 11
Cast: , (plus bintang tamu: Youn Yuh-jung, Choi Hwa-jung, Shin Goo, Baek Il-seob, Kim Kwang-kyu, Kim Ji-ho, Ryu Seung-soo, Go Ara, Son Ho-jun, Choi Ji-woo, Lee Soon-jae, Kim Yeong-cheol, Lee Seung-gi )

2. Three Meals a Day: Fishing Village 1 (Manjae Island)
Tayang: 23 Januari –20 Maret, 2015
Episode: 9
Cast: , , (kemudian digantikan Jang Keun-suk) (bintang tamu: Jung Woo, Choo Sung-hoon)

3. Three Meals a Day: Jeongseon Village 2
Tayang: 15 Mei – 11 September 2015
Episode: 18
Rating: sekitar 5-8%
Cast: , , Kim Kwang-kyu (bintang tamu: Park Shin-hye, Ji Sung, BoA, Yoo Hae-jin, Kim Ha-neul, Choi Ji-woo, , Hong Seok-cheon, Lee Sun-kyun)

4. Three Meals a Day: Fishing Village 2 (Manjae Island)
Tayang: 9 Oktober – 11 Desember 2015
Rating: sekitar 10-13%
Cast: , , (bintang tamu: Park Hyung-sik, Lee Jin-wook, Yoon Kye-sang)

5. Three Meals a Day: Gochang Village
Tayang: 1 Juli – 16 September 2016
Episode: 10
Rating: sekitar 9-12 %
Cast: , , , Nam Joo-hyuk

6. Three Meals a Day: Fishing Village 3 (Deukryang Island)
Tayang: 14 Oktober – 30 December 30, 2016
Episode: 12
Rating: sekitar 9-12%
Cast: , ,

6. Three Meals a Day: Sea Ranch
Tayang: 4 Agustus – 20 Oktober 2017
Episode: 12
Rating: sekitar 8-11 %
Cast: , , (bintang tamu: Han Ji-min, , , , Lee Min-woo & Andy “Shinhwa”

 

Confidental Assignment

Januari 14, 2018 Tinggalkan komentar

Im Chul-ryung () dan Cha Ki-sung () adalah anggota tentara pasukan khusus Korea Utara. Suatu hari, Ki-sung serakah tiba-tiba menembaki orang-orang dan melarikan diri ke Korea Selatan untuk membangun bisnis narkoba. Chul-ryung yang istrinya yang juga tentara dan ikut dibunuh Ki-sung, ditugaskan untuk mencari dan menangkap Ki-sung. Untuk misinya ini, ia harus bekerja sama dengan kepolisian Korsel. Detektif yang ditugaskan untuk menjadi partner Chul-ryung adalah Kang Jin-tae ().

Confidental Assignment

Confidental Assignment1

Jin-tae adalah polisi yang tak terlalu punya reputasi, tapi seorang yang bertanggung jawab dan merupakan ayah serta suami yang baik. Di rumahnya, ia juga tinggal bersam adik iparnya, Min-young yang pengangguran. Meski menjadi partner Chul-ryung dan Jin-tae sebenarnya ditugaskan untuk menjadi mata-mata satu sama lain, mengingat hubungan kedua negara yang memang penuh curiga. Namun, semakin ke sini, yang namanya sama-sama orang baik, justru mereka mulai bersimpati satu sama lain. Berdua, mereka pun bahu membahu Ki-sung, si public enemy.

Confidental Assignment4

 

Saya penasaran sama film ini karena beberapa waktu lalu, film ini mendapat penghargaan di acara award di Korea sono untuk kategori Best Supporting Actor (Kim Ju-hyeok). Sementara untuk ceritanya sendiri, sebenarnya saya sudah agak underestimate di awal. Sekilas baca sinopsisnya, tentang agen-agenan yang melibatkan Korut dan Korsel, rasanya menjadi tema yang terlalu sering diangkat dalam perfilman Korea. Selain itu, saya juga nggak terlalu suka dengan . Well, dia aktor dengan akting yang cukup bagus dan pilihan proyeknya juga lumayan. Di masalalu, bahkan saya sempet begitu terpesona dengan penampilannya di drama dan World Within. Hanya saja, belakangan, saya merasa bosan saja melihat dia . Entah karena kemampuan akting dia yang memang seperti itu, atau memang karakter yang dimainkannya cenderung mirip-mirip, tapi rasanya tidak ada sesuatu yang ‘wah’ dalam aktingnya. Pun di film ini. Tak heran jika kemudian yang jadi si jahat Ki-sung justru lebih mencuri scene. Termasuk juga , yang memang selalu impresif dengan karakter antiheronya. Ahya, ada juga yang jadi anggota gangster dan aktingnya cukup membuat saya agak pangling.

Confidental Assignment3

Dari segi cerita, seperti dugaan saya, juga nggak ada yang terlalu baru. Cenderung mengulang dari film dengan tema yang sama. Bahkan menurut saya kualitas ceritanya hanyalah sekelas cerita ‘drama seri’ , dengan penokohan yang cenderung ‘one man show’, dimana tokoh utamanya nyaris ‘sempurna’: cakep, dingin, jago berantem, nggak kenal takut, pembela kebenaran, disukai cewek cantik… Kehadiran sosok Jin-tae bersama keluarganya sedikit memberi warna, tapi juga rasanya terlalu umum. Demikian juga penambahan sosok Min-young (), yang dimainkan sama Yoona, yang menurut saya lebih sebagai pemanis saja. Yah, akting lumayan, tapi menurut saya juga nggak istimewa. Tapi mungkin karena memang popularitasnya sebagai idol, bisa dipahami lah kalau ia tetap dipuja-puji. Sosok Ki-sung juga digambarkan terlalu dua dimensi, tanpa ada latar belakang yang jelas, jahatnya minta ampun. Untunglah, mampu memberi ‘nyawa’ pada karakternya sehingga tetap terasa ‘manusiawi’ lewat ekspresi-ekspresinya.
Bukan film yang mengesankan.

Note:
Aktor meninggal dunia pada 30 Oktober 2017 lalu,  karena kecelakaan mobil, selang beberapa hari setelah ia mendapat penghargaan di film ini. Selain sedang berada di salah satu puncak karirnya, ia juga sedang dalam proses hendak menikahi kekasihnya, aktris.. Lee Yo-young. Hmm, sedih ya… Hidup manusia meman tak ada yang tahu…

Cast:
– Im Chul-ryung
– Kang Jin-tae
– Cha Ki-sung
– istrinya Jin-tae
– Park Min-young
Park Min-ha – Kang Yeon-a (anakanya Jin-tae)
Lee Hae-young – Detektif Pyo
– Park Myung-ho

Judul: Confidental Assignment/ Cooperation/ Gongjo
Sutradara: Kim Sung-hoon
Penulis: Yoon Hyun-ho, Hwang Jo-yoon
Rilis: 18 Januari 2017
Durasi: 125 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/bahasa; Korea Selatan

Award:
The Seoul Awards 2017 :
– Best Supporting Actor ()
– Best Popular Actress ()

Baeksang Art Awards 2017:
– Most Popular Actress ()

Taxi Driver

November 11, 2017 Tinggalkan komentar

Berlatar tahun 1980.
Kim Man-seob () adalah seorang supir taksi yang tinggal bersama putri semata wayangnya. Istrinya sudah meninggal. Penghasilannya tak menentu. Suatu hari, ia mendengar tentang kedatangan seorang bule, Peter, yang hendak menyewa taksi ke Gwangju dengan bayaran besar. Tanpa babibu, ia menyerobot temannya untuk mengantar Peter demi iming-iming bayaran besar. Peter ternyata adalah seorang jurnalis asal Jerman yang sedang menyamar. Ia ingin menyusup ke Gwangju demi meliput kekerasan yang terjadi di sana.

Taxi Driver

Gwangju sedang kacau balau. Warganya berdemonstrasi menentang pemerintahan yang otoriter. Militer menembaki warga sipil. Akses ke Gwangju ditutup sehingga nyaris tak ada pemberitaan yang memadai bagi orang luar.

Taxi Driver-2

Setelah dengan susah payah, Kim akhirnya berhasil membawa Peter sampai di Gwangju. Di sana, mereka bertemu para mahasiswa ikut demonstrasi, di antaranya adalah Jae-sik (), yang kemudian bertindak sebagai penerjemah karena kemampuan Bahasa Inggrisnya. Kim yang tujuan awalnya semata untuk mendapatkan bayaran besar, akhirnya mau tak mau ikut terjebak dan terlibat dalam kekacauan yang mengerikan. Melihat kesewangan-wenangan itu, hatinya kemudian ikut terpanggil. Bersama kenalan barunya sesama supir taksi, Tae-sool (), Man-seob kemudian berusaha ikut membantu Peter.

Taxi Driver-4

Taxi Driver-5

Film ini disebut-sebut sebagai salah satu film terlaris Korea. Dan saya pun paham kenapa. Ceritanya terasa heroik tapi juga tidak terkesan one man show. Dan yang jelas, pastilah relevansi bagi sejarah Korea mengingat film ini didasarkan pada kisah nyata. Ddidukung pula dengan jajaran cast yang solid. yang memang pakarnya tokoh anti hero dalam film-film Korea, bermain bagus seperti biasa. Begitu juga dengan yang selalu stellar sebagai pemain pendukung. Aktor pendatang baru juga cukup lovable, meski ( mungkin akrena karakternya) menurut saya sih aktingnya dia di sini agak forgettable. Satu hal yang agak mengusik saya adalah adegan heroisme para supir taksi yang menurut saya digambarkan agak berlebihan. Tapi overall, bagus dan seru kok.

Note:
– Film ini konon berdasarkan kisah nyata dari kisah reporter Jerman, Jurgen Hinzpeter yang meliput kekerasan Gwangju pada bulan Mei 1980. Seperti di film ini, ia menyewa taksi yang dikemudikan oleh sopir bersama Kim Sa-bok. Meski sosok Kim Sa-bok sendiri tak persis seperti yang digambarkan dalam film ini karena memang tak ada informasi yang jelas. Setelah situasi membaik, Jurgen sempat berusaha mencari keberadaan Sa-bok tapi ternyata tak ketemu. Setelah pemutaran film ini, konon baru terungkap identitas asli Kim Sa-bok. Kim Sa-bok ternyata sudah meninggal, empat tahun setelah kejadian Gwangju karena sakit. Jurgen sendiri meninggal tahun 2015. Seperti dalam closing film ini, disebutkan kalau Jurgen ingin sekali bisa bertemu lagi dengan Sa-bok. Hmm, sedih ya 😦

Cast:
– Kim Man-seob
Thomas Kretschmann – Peter
– Hwang Tae-sool
– Koo Tae-sik
Park Hyuk-kwon – Reproter Choi
Choi Gwi-hwa – kepala militer
Uhm Tae-goo – Tentara penjaga
Jeon Hye-jin – ibunya Sang-goo
Ko Chang-seok – ayahnya Sang-goo

Judul: Taxi Driver/ Taeksi Woonjunsa
Sutradara:
Penulis: Uhm Yoo-na, Jo Seul-ye
Produser: Seo Kang-ho, Yoon Se-young, Park Eun-kyung
Sinematografi: Ko Nak-sun
Rilis: 2 Agustus 2017
Durasi: 137 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2017:
Best Film
Nominasi: Best Director, Best Actor ()

The Seoul Awards 2017: Best Actor (), Nominasi Best Film

The King and the Clown

September 28, 2016 Tinggalkan komentar

Jang-sang  () dan Gong-gil () adalah dua pemain opera jalanan. Keduanya kompak dan saling melengkapi. Jang-sang punya banyak ide, kuat dan pemberani. Sementara Gong-gi memiliki wajah dan gaya yang feminin, sehingga sering diganggu para lelaki hidung belang.

the-king-n-the-clown3

Suatu hari, mereka pergi ke Seoul, bertemu dengan pementas lain yang kemudian menjadi teman satu tim yang kompak. Mereka melakukan pementasan di jalan-jalan, mengangkat cerita satir tentang raja dengan humor-humor vulgar yang sangat disukai rakyat jelata. Hingga suatu hari, pejabat kerajaan yang melihat aksi mereka dan merasa berang karena dianggap sudah melakukan penghinaan terhadap raja. Mereka pun ditangkap dan dihukum. Tapi Jang-sang kemudian mengajukan tantangan, agar diijinkan pentas di depan raja untuk membuktikan apakah benar mereka seperti yang dituduhkan.

Pentas di depan raja pun disetujui. Awalnya, raja merasa berang dengan pentas rakyat jelata ini. Tapi kemudian menemukan sisi lucu dari cerita yang dipentaskan dan menyukainya. Mereka pun kemudian diijinkan tinggal di istana dan melakukan pentas setiap raja meminta.

the-king-n-the-clown

Cerita-cerita yang mereka tampilkan, ternyata memiliki banyak keterkaitan emosi dengan raja dan hal ini, kemudian membangkitkan emosi raja. Raja yang selama ini dikendalikan oleh para menterinya dan merasa dibawah bayang-bayang kebesaran ayahnya, menemukan amarahnya dan berubah menjadi bengis. Tidak hanya itu, karena raja kemudian jatuh cinta pada Gong-gil yang cantik. Hal yang kemudian menimbulkan kecemburan permaisuri dan kemarahan para menteri. ossung yang selama ini bermain opera hanya untuk mencari uang, mau tak mau akhirnya terlibat dalam gelapnya kehidupan politik istana.

Sebenarnya, ini kali kedua saya nonton film ini. Pertama kali, bertahun-tahun lalu, ketika baru rilis. Waktu itu, saya masih belum mengikuti perfilman Korea dan juga belum familiar dengan aktor-aktornya. Waktu itu, saya agak ogah-ogahan menonton film ini karena merasa agak risih melihat yang sangat cantik di sini. Waktu itu, dia belum seterkenal sekarang dan saya berpikir kalau he’s just a pretty boy. Dan yah, sekarang, setelah melihat beberapa akting , persepsi saya pun berubah. Meski tidak sampai ngefans, tapi saya cukup mengapresiasi kemampuannya dalam berakting. Dia bukan cuma aktor berwajah cantik, tapi juga memiliki kemampuan akting yang bagus. Dan di beberapa drama yang dia bintangi, dia ternyata bisa memerankan karakter-karakter yang sangat manly.

king-n-clown-poster

Film ini bisa dibilang merupakan akting breakthrough-nya dia dan saya pun memtuskan untuk menontonnya lagi. Bukan hanya akting yang menarik di sini, tapi cerita film ini juga menarik. Penggarapannya juga menarik, dengan sinematografi, musik dan plot yang rapi. Dan satu hal yang saya suka dari film ini, karena meskipun ceritanya melibatkan tentang lust dan kebengisan, tapi disajikan dengan tidak vulgar.

Cast:
– Jang-sang
– Gong-gil
Jung Jin-young – Raja Yeonsan
Kang Sung-yeon – Jang Nok-su (permaisuri)
– Yuk-gab
Jung Suk-yong – Chil-duk
Lee Seung-hoon – Pal Bok
Jang Hang-seon – Cheo-sin
Choi Il-hwa – Sung-joon
Yun Ju-Sang – Sung Hee-Ahn

Judul: The King and the Clown/Wang-ui namja (왕의남자)
Sutradara:
Penulis: Choi Suk-Hwan, Kim Tae-Woong
Produser: Jung Jin-Won, Jang Won-Suk,
Sinematografi: Ji Kil-Woong
Rilis: 29 Desember  2005
Durasi: 119 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Veteran

April 4, 2016 Tinggalkan komentar

Seo Do-cheol () adalah seorang detektif yang tak punya rasa takut dan tak tahan melihat ketidakadilan. Bersama timnya yang solid: Tim Leader Oh (), Miss Bong dan Det.Yoon, ia selalu menjadi “kompor” untuk tak menyerah pada apapun.

vtr53

vtr2

Jo Tae-oh () adalah seorang chaebol tamak berwatak bengis dan sewenang-wenang. Ia memiliki harta dan kuasa, hal yang membuatnya seolah tak tersentuh hukum. Ketika ayahnya jatuh sakit, Tae-oh yang ditugaskan untuk mengendalikan perusahaan dengan bantuan kaki tangannya yang setia, Choi ( ). Suatu hari, ketika ada pegawai perusahaannya protes, ia menanggapinya dengan menghajar si pegawai sampai sekarat. Do-cheol yang mencium kejahatan Tae-oh, tak bisa tinggal diam. Dengan segala daya upaya, ia bertekad untuk menangkap Tae-oh.

vtr78

Yoo Ah-in yang berperan jadi si antagonis Jo Tae-oh

Veteran adalah satu satu film yang dinominasikan dalam beberapa ajang penghargaan film di Korea Selatan dan saya pun maklum karena setelah menontonnya, saya benar-benar ingin bertepuk tangan. Cerita tentang kriminal dan polisi-polisian bisa dibilang salah satu mainstream-nya film Korea, tapi menurut saya film ini jauh dari repitisi yang membosankan dan saya pikir hal itu tak lepas dari racikan yang pas dari sutradara yang karya-karyanya selama ini memang selalu yahud, . Ia dengan lihai memadukan aksi, drama dan komedi dengan begitu pas, hal yang mengingatkan saya pada salah satu film awalnya, (tapi di sini terkesan lebih matang).

vtrr3

Good acting of Yu Hae-jin

Rumusnya sebenarnya cukup klise dan sederhana: pertarungan antara si baik dan si jahat, cerita yang sekilas mirip dengan cerita film ala superhero. Biasanya saya merasa annoying dengna sosok one man hero, tapi sosok Do-cheol yang jadi hero di sini, bukanlah sosok superhero yang super. Dia detektif biasa, seorang family man dengan kehidupan rumah tangga yang sederhana, bertampang biasa saja dan cenderung ceroboh. Satu hal yang dimilikinya hanyalah kemuakan pada kesewenang-wenangan dna ketiadaan rasa takut. Sosok yang mungkin ada di sekitar kita, sosok impulsif yang bisa memberi pembakar semangat dan keberanian pada orang sekitar. Melihat kegeraman Do-cheol saya sebagai penonton juga merasa ikut geram dan ingin ikut melakukan sesuatu bersamanya untuk mengalahkan Tae-oh.

vtr8

Love this bromance

Di awal saya sempat agak cemas, kalau-kalau kesimpulan film ini sesuatu yang nihil, khas film-film serius. Tapi untunglah, Ryu sepertinya cukup dermawan untuk memuaskan hati penontonnya dengan ending yang terasa menyenangkan.

vr67

love this team

Ohya, selain nominasi film terbaik, film ini juga mendapat nominasi untuk katergori aktor terbaik/aktor pendukung terbaik (, , , ) yang memang bermain bagus di sini. Semua pemeran di film ini bermain dengan sangat baik, , seperti biasa, selalu nge-bland dengan karakter apapun yang diperankannya. Tak terkecuali di sini, sebagai Do-cheol yang seolah tak pernah kehabisan energi. Lalu ada , yang jadi kaki tangan Tae-oh dan menurut saya memberikan salah satu penampilan terbaiknya. Yu meski selalu sebagai pemeran pendukung, tapi sellau menunjukkan kulaitas akting yang tidak main-main. Selama ini saya terbiasa melihat akting dia sebagai sosok yang komikal (didukung dengan wajahnya), dan di sini dia bertransformasi sebagai pengawal bos, berjas dan berpenampilan necis dengan ekspresi wajah yang multidimensi: pennjilat, jahat, licik, tapi juga ketidak berdayaan sebagai si anak buah yang harus bersedia melakukan apa saja untuk si bos. Meski sebagai kaki tangan, tapi kita bsia melihat kalau sebenarnya ia punya kendali atas Tae-oh. Dan tentu yang menjadi pembicaraan adalah yang seolah menjadi gebrakan dalam karirnya sebagai aktor selama ini. Seperti aktor generasinya yang dikenal sebagai pangeran drama yang cenderung identik dengan kesan ‘flower boy’ (meski menurut saya Yoo tak ‘secantik’ teman-teman seangkatannya), agaknya ingin menunjukkan totalitasnya sebagai seorang aktor di sini dengan mengambil peran antagonis, meski menurut saya aktingnya di sini tidak luar biasa, tapi not bad lah.

Well, salah satu film yang mengesankan.

Cast:
– Det. Seo Do-cheol
– Jo Tae-oh
– Direktur Choi
– Tim Leader Oh
Jang Yoon-Ju- Miss Bong

Kim Shi-hoo – Det. Yoon
Oh Dae-hwan – Det. Wang
– Manajer Jeon
-Supir Truk Bae
Song Young-chang – Kepala Jo
– Joo-yeon
Yu In-young – Da-hye
Park So-dam – artis
Lee Dong-hwi – Yoon Hong-ryul
Bae Sung-woo – penjual mobil
Cheon Ho-jin
Um Tae-go – bodiguard Jo Tae-oh
Jang So-Yeon – Istri Sopir

Judul: Veteran/ Beterang (베테랑)
Sutradara/Penulis:
Produser: Jo Sung-Min, Kang Hye-Jung
Sinematografi: Choi Young-Hwan
Rilis: 5 Agustus 2015
Durasi: 123 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Toronto International Film Festival 2015 – Vanguard *North American Premiere
– Busan International Film Festival 2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Awards:
Korean Association of Film Critics Awards 2015:
– Best Director

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best Director
– Nominasi: Best Film, Best Actor (), Best Supporting Actress (Jin Kyung), Best Screenplay, Best Cinematography & Lighting, Best Music, Best Technical Award

Daejong Film Awards 2015:
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Actor (), Best Supporting Actor (Yu Hae-jin), Best Supporting Actress (Jang Yoon-ju), Best New Actress ((Jang Yoon-ju)

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar