Arsip

Posts Tagged ‘Yu Hae-jin’

The King and the Clown

September 28, 2016 Tinggalkan komentar

Jang-sang  () dan Gong-gil () adalah dua pemain opera jalanan. Keduanya kompak dan saling melengkapi. Jang-sang punya banyak ide, kuat dan pemberani. Sementara Gong-gi memiliki wajah dan gaya yang feminin, sehingga sering diganggu para lelaki hidung belang.

the-king-n-the-clown3

Suatu hari, mereka pergi ke Seoul, bertemu dengan pementas lain yang kemudian menjadi teman satu tim yang kompak. Mereka melakukan pementasan di jalan-jalan, mengangkat cerita satir tentang raja dengan humor-humor vulgar yang sangat disukai rakyat jelata. Hingga suatu hari, pejabat kerajaan yang melihat aksi mereka dan merasa berang karena dianggap sudah melakukan penghinaan terhadap raja. Mereka pun ditangkap dan dihukum. Tapi Jang-sang kemudian mengajukan tantangan, agar diijinkan pentas di depan raja untuk membuktikan apakah benar mereka seperti yang dituduhkan.

Pentas di depan raja pun disetujui. Awalnya, raja merasa berang dengan pentas rakyat jelata ini. Tapi kemudian menemukan sisi lucu dari cerita yang dipentaskan dan menyukainya. Mereka pun kemudian diijinkan tinggal di istana dan melakukan pentas setiap raja meminta.

the-king-n-the-clown

Cerita-cerita yang mereka tampilkan, ternyata memiliki banyak keterkaitan emosi dengan raja dan hal ini, kemudian membangkitkan emosi raja. Raja yang selama ini dikendalikan oleh para menterinya dan merasa dibawah bayang-bayang kebesaran ayahnya, menemukan amarahnya dan berubah menjadi bengis. Tidak hanya itu, karena raja kemudian jatuh cinta pada Gong-gil yang cantik. Hal yang kemudian menimbulkan kecemburan permaisuri dan kemarahan para menteri. ossung yang selama ini bermain opera hanya untuk mencari uang, mau tak mau akhirnya terlibat dalam gelapnya kehidupan politik istana.

Sebenarnya, ini kali kedua saya nonton film ini. Pertama kali, bertahun-tahun lalu, ketika baru rilis. Waktu itu, saya masih belum mengikuti perfilman Korea dan juga belum familiar dengan aktor-aktornya. Waktu itu, saya agak ogah-ogahan menonton film ini karena merasa agak risih melihat yang sangat cantik di sini. Waktu itu, dia belum seterkenal sekarang dan saya berpikir kalau he’s just a pretty boy. Dan yah, sekarang, setelah melihat beberapa akting , persepsi saya pun berubah. Meski tidak sampai ngefans, tapi saya cukup mengapresiasi kemampuannya dalam berakting. Dia bukan cuma aktor berwajah cantik, tapi juga memiliki kemampuan akting yang bagus. Dan di beberapa drama yang dia bintangi, dia ternyata bisa memerankan karakter-karakter yang sangat manly.

king-n-clown-poster

Film ini bisa dibilang merupakan akting breakthrough-nya dia dan saya pun memtuskan untuk menontonnya lagi. Bukan hanya akting yang menarik di sini, tapi cerita film ini juga menarik. Penggarapannya juga menarik, dengan sinematografi, musik dan plot yang rapi. Dan satu hal yang saya suka dari film ini, karena meskipun ceritanya melibatkan tentang lust dan kebengisan, tapi disajikan dengan tidak vulgar.

Cast:
– Jang-sang
– Gong-gil
Jung Jin-young – Raja Yeonsan
Kang Sung-yeon – Jang Nok-su (permaisuri)
– Yuk-gab
Jung Suk-yong – Chil-duk
Lee Seung-hoon – Pal Bok
Jang Hang-seon – Cheo-sin
Choi Il-hwa – Sung-joon
Yun Ju-Sang – Sung Hee-Ahn

Judul: The King and the Clown/Wang-ui namja (왕의남자)
Sutradara:
Penulis: Choi Suk-Hwan, Kim Tae-Woong
Produser: Jung Jin-Won, Jang Won-Suk,
Sinematografi: Ji Kil-Woong
Rilis: 29 Desember  2005
Durasi: 119 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

Veteran

April 4, 2016 Tinggalkan komentar

Seo Do-cheol () adalah seorang detektif yang tak punya rasa takut dan tak tahan melihat ketidakadilan. Bersama timnya yang solid: Tim Leader Oh (), Miss Bong dan Det.Yoon, ia selalu menjadi “kompor” untuk tak menyerah pada apapun.

vtr53

vtr2

Jo Tae-oh () adalah seorang chaebol tamak berwatak bengis dan sewenang-wenang. Ia memiliki harta dan kuasa, hal yang membuatnya seolah tak tersentuh hukum. Ketika ayahnya jatuh sakit, Tae-oh yang ditugaskan untuk mengendalikan perusahaan dengan bantuan kaki tangannya yang setia, Choi ( ). Suatu hari, ketika ada pegawai perusahaannya protes, ia menanggapinya dengan menghajar si pegawai sampai sekarat. Do-cheol yang mencium kejahatan Tae-oh, tak bisa tinggal diam. Dengan segala daya upaya, ia bertekad untuk menangkap Tae-oh.

vtr78

Yoo Ah-in yang berperan jadi si antagonis Jo Tae-oh

Veteran adalah satu satu film yang dinominasikan dalam beberapa ajang penghargaan film di Korea Selatan dan saya pun maklum karena setelah menontonnya, saya benar-benar ingin bertepuk tangan. Cerita tentang kriminal dan polisi-polisian bisa dibilang salah satu mainstream-nya film Korea, tapi menurut saya film ini jauh dari repitisi yang membosankan dan saya pikir hal itu tak lepas dari racikan yang pas dari sutradara yang karya-karyanya selama ini memang selalu yahud, . Ia dengan lihai memadukan aksi, drama dan komedi dengan begitu pas, hal yang mengingatkan saya pada salah satu film awalnya, (tapi di sini terkesan lebih matang).

vtrr3

Good acting of Yu Hae-jin

Rumusnya sebenarnya cukup klise dan sederhana: pertarungan antara si baik dan si jahat, cerita yang sekilas mirip dengan cerita film ala superhero. Biasanya saya merasa annoying dengna sosok one man hero, tapi sosok Do-cheol yang jadi hero di sini, bukanlah sosok superhero yang super. Dia detektif biasa, seorang family man dengan kehidupan rumah tangga yang sederhana, bertampang biasa saja dan cenderung ceroboh. Satu hal yang dimilikinya hanyalah kemuakan pada kesewenang-wenangan dna ketiadaan rasa takut. Sosok yang mungkin ada di sekitar kita, sosok impulsif yang bisa memberi pembakar semangat dan keberanian pada orang sekitar. Melihat kegeraman Do-cheol saya sebagai penonton juga merasa ikut geram dan ingin ikut melakukan sesuatu bersamanya untuk mengalahkan Tae-oh.

vtr8

Love this bromance

Di awal saya sempat agak cemas, kalau-kalau kesimpulan film ini sesuatu yang nihil, khas film-film serius. Tapi untunglah, Ryu sepertinya cukup dermawan untuk memuaskan hati penontonnya dengan ending yang terasa menyenangkan.

vr67

love this team

Ohya, selain nominasi film terbaik, film ini juga mendapat nominasi untuk katergori aktor terbaik/aktor pendukung terbaik (, , , ) yang memang bermain bagus di sini. Semua pemeran di film ini bermain dengan sangat baik, , seperti biasa, selalu nge-bland dengan karakter apapun yang diperankannya. Tak terkecuali di sini, sebagai Do-cheol yang seolah tak pernah kehabisan energi. Lalu ada , yang jadi kaki tangan Tae-oh dan menurut saya memberikan salah satu penampilan terbaiknya. Yu meski selalu sebagai pemeran pendukung, tapi sellau menunjukkan kulaitas akting yang tidak main-main. Selama ini saya terbiasa melihat akting dia sebagai sosok yang komikal (didukung dengan wajahnya), dan di sini dia bertransformasi sebagai pengawal bos, berjas dan berpenampilan necis dengan ekspresi wajah yang multidimensi: pennjilat, jahat, licik, tapi juga ketidak berdayaan sebagai si anak buah yang harus bersedia melakukan apa saja untuk si bos. Meski sebagai kaki tangan, tapi kita bsia melihat kalau sebenarnya ia punya kendali atas Tae-oh. Dan tentu yang menjadi pembicaraan adalah yang seolah menjadi gebrakan dalam karirnya sebagai aktor selama ini. Seperti aktor generasinya yang dikenal sebagai pangeran drama yang cenderung identik dengan kesan ‘flower boy’ (meski menurut saya Yoo tak ‘secantik’ teman-teman seangkatannya), agaknya ingin menunjukkan totalitasnya sebagai seorang aktor di sini dengan mengambil peran antagonis, meski menurut saya aktingnya di sini tidak luar biasa, tapi not bad lah.

Well, salah satu film yang mengesankan.

Cast:
– Det. Seo Do-cheol
– Jo Tae-oh
– Direktur Choi
– Tim Leader Oh
Jang Yoon-Ju- Miss Bong

Kim Shi-hoo – Det. Yoon
Oh Dae-hwan – Det. Wang
– Manajer Jeon
-Supir Truk Bae
Song Young-chang – Kepala Jo
– Joo-yeon
Yu In-young – Da-hye
Park So-dam – artis
Lee Dong-hwi – Yoon Hong-ryul
Bae Sung-woo – penjual mobil
Cheon Ho-jin
Um Tae-go – bodiguard Jo Tae-oh
Jang So-Yeon – Istri Sopir

Judul: Veteran/ Beterang (베테랑)
Sutradara/Penulis:
Produser: Jo Sung-Min, Kang Hye-Jung
Sinematografi: Choi Young-Hwan
Rilis: 5 Agustus 2015
Durasi: 123 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Toronto International Film Festival 2015 – Vanguard *North American Premiere
– Busan International Film Festival 2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Awards:
Korean Association of Film Critics Awards 2015:
– Best Director

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best Director
– Nominasi: Best Film, Best Actor (), Best Supporting Actress (Jin Kyung), Best Screenplay, Best Cinematography & Lighting, Best Music, Best Technical Award

Daejong Film Awards 2015:
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Actor (), Best Supporting Actor (Yu Hae-jin), Best Supporting Actress (Jang Yoon-ju), Best New Actress ((Jang Yoon-ju)

Moss

Agustus 9, 2015 Tinggalkan komentar

Cerita berawal pada tahun 70-an. Di sebuah desa, ada seorang lelaki bernama Ryu Mok-hyeon, yang membawa aliran religius. Melalui ajaran-ajarannya, ia mampu merebut hati warga desa. Hal ini membuat Cheon Yang-deok, seorang detektif di kepolisian, merasa gusar. Ketika ia menangkap Ryu, akhirnya ia tahu ‘rahasia’ Ryu dan memanfaatkannya.

mss86Beberapa tahun kemudian. Mok-hyeon tiba-tiba meninggal. Yang-deok telah menjadi kepala desa dibantu beberapa anak buahnya, para berandal yang sudah tobat: Deok-chun, Seok-man dan Seong-kyu, serta seorang perempuan pemilik toko, Young-ji.

mssd
Ryu Hae-guk adalah anak Mok-hyeon. Ia datang dari Seoul untuk menguburkan ayahnya. Ketika ia berniat menyelidiki kematian ayahnya, Yong-deok  tampak gusar dan enggan menerimanya. Hae-guk pun penasaran dan berusaha melakukan penyelidikan sendiri dengan dukungan rekannya, Min-wook, seorang hakim terkenal.
msse
Dari sini, teka-teki pun dimulai. Siapa sebenarnya ayahnya? Benarkah ayahnya dibunuh? Kenapa orang-orang di bawah Yong-deok  begitu misterius? Teka-teki yang akan menjadi nyawa utama film ini.

Berbeda dari film-film bertema misteri,sekilas film ini terasa ‘wajar’ saja dengan adegan-adegan yang terasa ‘tidak misterius.’ Dan mungkin di sinilah letak menariknya film ini, karena hal seperti itulah yang membuat penonton semakin penasaran. Meski begitu, menurut saya ada beberapa bagian yang terasa terlalu verbal dan terkesan terlalu berlama-lama. Tapi tenang saja, karena ada twist yang cukup mengejutkan di penghujung cerita.

Cast:
Park Hae-Il – Ryu Hae-guk
Jung Jae-Young – Cheon Yong-deok (Kepala Desa)
Yu Jun-Sang – Park Min-wook (pengacara)
Yoo-Sun    – Lee Young-ji (pemilik toko)
Yu Hae-Jin – Kim Deok-chun (si bodoh, kaki tangannya Yang-deok)
Kim Sang-Ho – Jeon Seok-man
Kim Jun-Bae – Ha Seong-kyu
Heo Jun-Ho – Ryu Mok-Hyeon (ayahnya Hae-guk)

Judul: Moss/ Iggi (이끼)
Sutradara: Kang Woo-Suk
Penulis: Ji Woo Chung
Produser: Jung Sun-Young
Sinematografi: Kim Sung-Bok, Kim Yong Hong
Rilis: 15 Juli 2010
Durasi: 163 menit
Produksi: Cinema Service
Distributor: CJ Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2010:
– Best Director
– Best Cinematography
– Best Art Design (Jo Sung-Won)
– Best Sound Effects (Oh Se-Jin, Kim Suk-Jin)

Korean Film Awards 2010:
– Best Supporting Actor (Yu Hae-Jin)

Blue Dragon Film Awards 2010:
– Best Director
– Best Actor (Jeong Jae-Yeong)
– Best Supporting Actor (Yu Hae-Jin)

Film Festival:
– Pusan International Film Festival 2010: Korean Cinema Today: Panorama
– Tokyo International Film Festival 2010 – Film Panorama of Middle Asia-East *International Premiere
– The London Korean Film Festival 2012 (10th) New York Korean Film Festival – February 24-26, 2012

Woochi

Korea di masa Dinasti Chosun. Jeon Woo-chi () adalah seorang penyihir dengan mengandalkan kertas mantra. Slengekan dan sedikit belagak. Bersama teman baiknya, Chorangyi ()–yang sebenarnya adalah seekor anjing dan terobsesi ingin menjadi manusia dengan mengikuti Woo-chi–mereka berusaha untuk mencari belati perunggu demi mengalahkan si Iblis berdarah hijau. Namun si Iblis ternyata sudah merasuk pada sosok yang sangat dihormati, Hwadam. () Tidak hanya itu, Hwadam pun berhasil mengelabui 3 dewa Tao untuk memasukkan Woo-chi dan Chorangyi ke dalam gambar.

Woochi, si penyihir cengengesan

Woochi, si penyihir cengengesan

Ratusan tahun kemudian, adalah masa sekarang. Iblis kembali berkeliaran dan tiga dewa pun mengeluarkan Woo-chi dan Chorangyi dari gambar untuk melawan si Iblis. Pertarungan pun kembali dimulai. Dan menjadi makin seru karena Hwadam memperalat sosok In-kyung () reinkarnasi si Janda Bangsawan yang ditaksir Woo-chi di masalalu.

Hwadam, si penhyihir jahat

Hwadam, si penhyihir jahat

Sebuah film yang berusaha memadukan dongeng ( Jeon Woo Chi adalah dongeng rakyat Korea), fantasi, mesin waktu dan aksi ala superhero. Hasilnya? Sama sekali nggak buruk, kok.  Dan alih-alih mengegangkan, justru pertarungan-pertarungannya terasa jenaka dan menghibur.Di tambah lagi, akting prima dari para aktor utamanya.

Tiga Dewa Tao yang konyol :D

Tiga Dewa Tao yang konyol 😀

Campuran antara aksi dan fantasi

Campuran antara aksi dan fantasi

Tentu saja, hal ini tak bisa dilepaskan dari para pemerannya yang terasa solid dan kompak. Dan walaupun ada nuansa superhero, tapi saya senang karena tidak ada one man hero di sini. Semuanya saling kerjasama dalam memerangi si Iblis dan tentu saja, persahabatan Chorangyi yang menyenangkan 😀

Cast:
– Jeon Woo-chi
– Seo In-kyung
– Hwadam
– gurunya Woochi
– Chorangyi
– artis
Joo Jin-Mo – Dewa “peramal”
Kim Sang-Ho – Dewa “pendeta”
Song Young-Chang – Dewa “biksu”

Judul: Woochi/ Jeon Woo Chi (전우치)
Sutradara/ Penulis:
Produser: Eugene Lee, Katherine Kim, Lee Tae-Hun
Sinematografi: Choi Young-Hwan
Rilis: 23 Desember 2009
Durasi: 120 menit
Produksi: Zip Cinema
Distributor: CJ Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Critics Choice Awards 2010: Best Cinematography

Film Festival:
– Udine Far East Film  2010 *International Festival Premiere
– Puchon International Fantastic Film Festival 2010 – World Fantastic Cinema
– New York Korean Film Festival  2010
– Fantastic Fest  2010
– Sitges Film Festival 2010 – Casa Àsia
– Hawaii International Film Festival 2010 – Spotlight on Korea *Hawaii Premiere

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar