Arsip

Posts Tagged ‘Yoo Yeon-seok’

K-Variety: Youth Over Flowers

April 5, 2018 Tinggalkan komentar

Bisa dibilang, saya adalah Korea-mania. Sejak awal booming drama Korea di awal tahun 2000an, saya sudah mulai menjadi salah satu penggemarnya. Demikian juga dengan film-filmnya. Karena memang cukup mudah mengaksesnya (rental CD :P), saya hampir selalu update. Meski begitu, butuh waktu yang lama bagi saya untuk kemudian menyukai variety show Korea–yang sebenarnya juga sama populernya dengan drama atau film mereka. . Dulu-dulu, saya tak pernah terlalu berminat pada K-variety show. Waktu itu, saya berpikir kalau variety show itu cuma acara konyol-konyolan yang kadang slapstick atau banyak direkayasa. Selain itu, kalau saya baca-baca sekilas, kebanyakan variety show Korea episodenya panjang-panjang, hingga ratusan. Cast-nya kebanyakan juga melibatkan seleb-seleb yang tak familiar bagi saya, sebagian besar para idol yang tak saya gemari. Hingga sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, saya mulai menononton variety show Youth Over Flowers-nya PD Na yang terkenal itu. YOF yang pertama kali saya tonton adalah edisi Iceland. Itu juga lebih karena saya penasaran dengan castnya yang merupakan para aktor drama dan cukup saya favoritin: , , (plus Lee Sang-hoon). Acaranya bagus, dan kemudian saya browsing acaranya PD Na yang lain dan jadi penasaran sama YOF sebelumnya, yang kebetulan castnya juga saya ‘kenal’ (terutama ). Berikut daftar YOF yang saya tonton:

1. Laos Trip
Cast: , ,
Tayang: tvN, 1 September – 10 Oktober 2014 (6 episode)
Rating: rata-rata 5%

yoflao

Trip ini terdiri dari 3 orang bintang : , dan Baro. Mungkin akan lebih seru kalau seluruh cast utamanya seperti Jung Woo dan Kim Sung-kyun juga ikutan. Tapi mungkin karena ketidakcocokan jadwal sehingga dua yang lain tidak bisa ikut. Pun trip ini dibuat setelah beberapa waktu usai tayang karena konon cukup sulit mencari jadwal senggang para castnya. Yah, agaknya kesuksesan seri Reply yang mereka bintangi mengantarkan mereka menjadi semakin populer.

Laos Trip diawali dengan acara hidden camera untuk ketiga cast. Mereka dibohongi untuk membuat semacam video promo tvN dan juga dibohongi kalau besoknya mereka bakal ada syuting CF ke luar negeri segala macam. Dan dua jam sebelum keberangkatan, PD Na, baru mengungkap kebenarannya. Jelas saja, semua keki dibuatnya tapi cukup surprise kecuali yang terbengong-bengong kaget. Dan begitulah proses ‘penculikan’ itu dimulai.

Senangnya menonton variety show seperti ini karena jadi bisa melihat sifat asli seorang aktor di balik layar. Meski kadang hal ini juga berisiko membuyarkan imaji tentang sosok yang mereka perankan di drama. Di sini, tampak deh karakter ketiga cast-nya yang cukup berbeda dari yang selama ini terlihat di TV. misalnya. Saya selalu menyukai akting Yoo. Melihat karakter-karakter yang diperankannya, saya mengira dia adalah sosok yang introvert dan ‘bersih.’ Ternyata, baru ketahuan kalau dia sosok yang cukup ramai ( meski memiliki sisi jaim), percaya diri, sangat well organized tapi juga memiliki jiwa adventerous dan sepertinya juga agak playboy. Dia satu-satunya yang memiliki pengalaman sebagai traveller dan terlihat begitu antusias menikmati perjalanan. Dia terlihat menikmati saja berbelanja di pasar tradisional, menikmati jajanan pinggir jalan, jalan bolak-balik di panas terik cuma buat cari penginapan dan menikmati apa saja atraksi wisata yang ada. Pokoknya, dia ini jenis traveler yang enjoy everything dan sekaligus teman yang care.

Berkebalikan sama Yeon-seok, konon tak pernah bepergian keluar negri dan naik pesawat jauh. Satu-satunya tempat ia bepergian jauh itu cuma Pulau Jeju. Pokoknya, kesannya ‘ndeso’ banget lah si Ho-jon ini, hehe. Belum lagi karakternya yang terkesan cuek habis. Di awal, dia terlihat ogah-ogahan dan kurang menikmati perjalanan (kayaknya dia punya persepsi kurang menyenangkan karena bepergian ke negara yang kurang maju). Salut juga karena Yeon-seok sepertinya begitu sabar menghadapi sikapnya. Konon, keduanya memang bersahabat baik di kehidupan nyata. Dan sifat keduanya yang bertolak belakang, sepertinya membuat mereka saling melengkapi. Meskipun sifat Ho-jon ini cenderung asal, tapi terkesan juga kalau dia itu teman yang lucu, hangat dan menyenangkan.

yoflao1

 

Terakhir adalah cast yang paling muda, . Saya selalu berpikir bahwa idol, anak boyband pula adalah sosok yang cenderung jaim dan pastilah sibuk mengurusi penampilan. Tapi meruntuhkan persepsi saya. Dia cukup peduli dengan gaya tapi tidak sampai berlebihan. Karakternya khas anak muda banget, yang masih belum banyak pikiran. Agak childish tapi tidak sampai annoying. Seperti Yeon-seok dia juga sangat antusias pada hal-hal baru. Dia selalu ceria dan menjadi mood maker perjalanan.

Perjalanannya sendiri cukup seru. Kebetulan saya punya planning ke Laos sudah dari dulu-dulu dan belum kesampaian dan menonton acara ini sedikit memberi saya gambaran tempat-tempat wisata di sana dan membuat saya semakin ingin kesana. Di atas semua itu, ketiganya menunjukkan bromance yang nyata dan menyenangkan. Meski bisa dibilang Yeon-seok yang kemudian dijulik Mommy Yeon-seok paling kerepotan mulai dari mengurus keuangan dan hampir semua rencana perjalanan tapi dia terlihat enjoy karena selalu ingin menyenangkan orang lain ( I can feel him), dan teman-temannya juga oke saja dengan segala keputusannya. Meski kesannya memang jadi ketergantungan banget sama Yeon-seok.

2. Iceland Trip
Cast: Jung Sang-hoon, , ,
Tayang: tvN, 1 Januari – 1 Februari 2016 (7 episode)
Rating: 6,7% – 8,5%

yof Iceland_3.jpg

Seperti saya tulis di atas, ini adalah variety show Korea dan juga seri YOF pertama yang saya ikuti. Perjalanan ini dimulai oleh tiga cast terlebih dahulu, karena Kang Ha-neul, si maknae, sedang ada acara dan sedianya akan menyusul kemudian.

Berbeda dengan seri sebelumnya(Laos) yang pernah main drama bareng, cast kali ini terhubung dengan cara yang berbeda-beda. Sang-hoon ( saya baru kenal dia di acara ini, walaupun ternyata wajahnya cukup familiar sebagai supporting actor di beberapa drama) ini ternyata adalah sahabat baiknya Jung-seok dan sama-sama aktor musikal. Mereka telah melewati masa-masa sulit bersama (mereka pernah tinggal bareng) dalam membangun karir sebagai aktor, sehingga bisa dibilang persahabatan mereka erat banget. Dan memang, kelihatan banget kalau mereka berdua kompak dan saling melengkapi. Sementara terhubung karena pernah main drama bareng (You’re The Best Lee Soon-shin) dan mereka sebaya (sama-sama kelahiran 1980). Di awal-awal terasa sih, kalau ini kayak ‘orang ketiga’ bagi Jung-seok dan dan Sang-hoon. Tapi tidak sampai kaku, karena Jung woo ini orangnya terkesan sangat carefree, hangat dan terbuka. Terakhir, terhubung lewat Jung-seok karena pernah satu panggung di musikal dan lewat karena membintangi film yang sama ( ).

yoficeland.jpg

Meski proses persahabatan mereka berbeda-beda, tapi keempatnya langsung nyambung dan menjadi teman perjalanan yang kompak karena karakter mereka yang bisa dibilang mirip: sama-sama humble dan punya passion yang sama pada akting.

Sang-hoon yang secara usia memang paling senior, bertindak sebagai leadernya. Sikapnya cenderung tidak banyak basa-basi, tapi selalu bersikap sebagai seorang kakak tertua yang bijaksana dan penuh tanggung jawab. Dia juga yang paling pede dan penuh ide kreatif membuat suasana penuh humor dan tawa.

Jung-seok karakternya tak jauh berbeda dengan karakternya di layar; kalem, agak penggugup, cenderung penuh kendali tapi juga memiliki sisi hangat dan lembut yang membuat orang nyaman. Sementara , adalah jenis orang yang dengan mudah berbaur dengan siapa saja. Meski sikapnya cenderung asal (mirip karakternya di ), tapi dia memiliki sisi care pada orang-orang di sekilingnya. Sering tertangkap kamera, dia tanpa canggung memeluk atau merangkul hangat siapa saja di dekatnya. Dan bagaimana ia seperti tanpa sadar memberikan perhatian-perhatian kecil pada rekannya.

Terakhir, . Meski yang paling muda dan bisa dibilang gap usianya cukup jauh (10 tahunan), tapi dia terlihat dengan mudah membaur dengan para hyungs. Sebagai sosok generasi 90-an, Ha-neul ini memang terkesan mature baik dari segi perawakan maupun sikap. Dia adalah maknae yang sangat manis. Berbeda dengan Baro yang meletup-letup, Ha-neul lebih terkontrol dan selalu berusaha tidak menyinggung para hyung. Dia adalah jenis orang yang tak bisa mengatakan ‘tidak.’ Mungkin cenderung membosankan untuk orang semuda dia, tapi tentu saja tak ada yang salah memiliki karakter yang manis bukan? Ha-neul terlihat lebih nyaman dengan Jung-seok dan Jung Woo sementara dengan Sang-hoon terlihat lebih berjarak, mungkin karena gap usainya terlalu jauh dan juga karakter Sang-hoon yang cenderung blak-blakan.

yof_iceland.jpg

Tapi di atas semua itu, chemistry bromancenya juga terasa kuat. Berbeda dengan Laos Trip, tak ada karakter yang terlalu menonjol di sini. Semuanya kompak dan saling mengisi, mungkin karena sama-sama sudah berusia matang (kecuali Ha-neul). Karena memiliki latar belakang profesi yang sama, mereka memilki selera humor yang sama dan passion yang sama. Joke-joke mereka selalu nyambung. Persahabatan mereka terasa natural dan karakter-karakternya terasa sangat down to earth. Mereka terlihat sekali memilki passion sebagai aktor dalam arti sebenarnya, sebagai pekerja seni, bukan selebriti sehingga gaya hidup dan pemikiran mereka juga terlihat jauh dari glamour. Merela selalu mentertawakan kebodohan-kebodohan mereka dan karena pernah merasakan hidup susah, mereka terlihat menikmati hidup ngirit tanpa pernah mengeluh…. Perjalanan mereka terasa sangat bernyawa. Penuh humor dan tawa.

Dan pemilihan tempatnya ? Awalnya saya tak habis pikir kenapa Iceland jadi pilihan? Apa menariknya coba, negeri di dekat kutub yang pastilah dingin bukan main. Tapi melihat acara ini, membuat saya memandang Iceland dengan cara berbeda. Ternyata di Islandia juga ada kehidupan yang hangat dan semarak. tempat-tempat wisata yang meski dingin tapi indah permai. Dan tentu saja, Aurora Borealis yang menakjubkan. Menonton acara ini membuat saya jadi ingin mengunjungi Islandia suatu saat nanti. Semoga saja.

3. Africa Trip
Cast: , , , ,
Tayang: tvN, 19 Februari – 1 April 2016 (7 episode)
Rating: rata-rata 8 %

yofafrika

Lagi-lagi, trip kali ini tak terlalu lengkap karena salah satu cast , Lee Dong-hwi tak bisa ikut (karena sibuk syuting). Agak disayangkan karena melihat sifat badut Dong-hwi, pastilah tambah ramai dan seru kalau dia ikut. Di antara trip Over Flowers, ini adalah rombongan trip paling muda meski tak bisa dibilang sangat muda juga karena Jun-yeol dan Jae-hong sudah berumur 30 tahun.

Tim diculik ketika mereka sedang rekreasi bersama tim Reply di Phuket, kecuali Bo-gum yang pulang duluan karena ada acara di Korea. Ryu Jun-yeol yang ternyata memang suka traveling dan punya planning ke Afrika, terlihat paling surprise. Sementara Kyung-po yang memang sedang sedikit berkasus menangis karena terharu. Jae-hong kelihatan pasrah saja dan Bo-gum juga antusias.

Maka dimulailah perjalanan ke Namibia bertiga, sementara Bo-gum menyusul kemudian. Melihat perjalanan mereka, banyak yang komen kalau cast nya punya karakter yang mirip banget sama karakter mereka di Reply, terutama Bo-gum. Dia yang paling muda dan terkenal paling santun dan baik dan karenanya, dicintai oleh semua hyung. Aslinya dia memang mirip karakter Taek di Reply yang terlihat rapuh dan tak bisa melakukan apa-apa. Dia bahkan ketinggalan pesawat dan beberapa kali dia nabrak ketika mencoba menyetir. Di tambah lagi sifatnya yang culun dan mudah banget tersentuh. Dia adalah jenis orang yang akan sangat mudah memuji orang dengan tulus dan menangis terharu hanya karena hal-hal kecil . Tapi salut-nya, Bo-gum cukup berani melakukan hal-hal menantang seperti bungee jumping, rafting, mobil-mobilan di gurun yang panas terik… Di satu sisi kadang dia terlihat manly tapi di sisi lain kadang agak terlihat sissy (konon dia punya latar belakang hidup yang kurang mengenakkan karena ayahnya bangkrut dan ibunya sudah meninggal sejak ia kecil).

Dan leader dari perjalanan ini adalah yang memang sudah berpengalaman travelling. Di antara semua cast over flowers, sepertinya Ryu ini yang paling capable. Tidak seperti Yeon-seok yang perfeksionis, Jun-yeol lebih santai dan terlihat sangat menikmati semua perjalanan ala backpacker sejati. Pokoknya dia itu terkesan anak muda kekinian banget, yang suka petualang dan jiwa leadernya kelihatan. Wajar kalau kemudian Bo-gum tampak begitu mengaguminya. Kepribadiannya juga terlihat sangat nice. Dia tanpa sungkan mengobrol dengan orang baru dan sesekali terlihat dia ngobrol akrab dengan kru juga. Kesannya humble dan nggak sok seleb (yah, bagaimanapun dia baru banget jadi aktor terkenal). Dia juga cukup filosofis dalam memaknai perjalanan seperti moment-moment ketika dia ingin sendirian menikmati keindahan alam.

Jae-hong terihat cukup enjoy dengan perjalanan ini meski dengan segala keterbasannya. Dia tak punya pengalaman travelling dan juga tak terlalu suka bertualang. Selain itu, karena badannya yang tambun, ia juga agak susah gerak dan terlihat muduah kelelahan. Meski begitu, ia tak pernah mengeluh dan selalu tertawa. Sepertinya sih dia lebih menikmati kebersamaan dengan teman-temannya bukannya petualangannya. Karenanya, dia nyaris tak pernah berani mencoba hal-hal baru.

Kyung-po agak jauh dari yang saya bayangkan karena selama ini saya pikir dia tipikal pretty boy. Ternyata gayanya sangat cuek dalam berpakaian. Dengan cuek dia pakai tank top cewek warna ungu dan sepertinya tak risau kalau kulitnya menjadi gelap terbakar matahari. Tapi di antara semua, ada kesan si Kyung-po agak kurang ngeblend. Sesekali terlihat dia memisahkan diri atau sibuk dengan ponselnya ketika yang lain bercanda. Belakangan di ending acara dia memang cerita kalau dia merasa punya beban (dia sedang diberitakan memiliki skandal saat itu). Belum lagi tugas mengatur keuangan yang sepertinya cukup sulit dia lakukan (di hari terkahir mereka kehabisan uang).

yofafrika1.jpg

Tapi secara umum, chemsitry bromance mereka meski tak sekuat Iceland terlihat cukup kompak. Bisa dipahami juga sih karena mereka rata-rata baru kenal di casting Reply (kecuali Jun-yeol dan Jae-hong yang katanya sudah lama temenan). Alam Afrika juga terlihat indah permai dan lagi-lagi membuat saya ingin berkunjung kesana. Meski entah bagaimana, mungkin karena udara yang panas dan perjalanan darat yang panjang, yang membuat krunya mungkin juga kelelahan, sehingga beberapa bagian terasa membosankan karena berisi perjalanan belaka dan suasana kemping masak masakan yang diulang-ulang. Para castnya mungkin juga tidak terlalu pandai melucu sehingga sepertinya kurang footage-nya.

Acara ini juga mendapat kritik karena ada adegan ketika castnya berenang di kolam sambil melempar-lempat underwear dan sarapan cuma pakai piyama… Hal yang dianggap netizen kurang sopan. Yah, memang ada kesan tim ini terkesan ceroboh dalam beberapa hal, hal yang mungkin wajar mengingat usia mereka yang bisa dibilang masih cukup muda (Ryu dan Jae-hong meski sudah 30-an, tapi memang secara karakter masih ‘anak muda’sekali). Selain itu, tim ini juga terlihat terlalu sadar kamera yang sibuk selfie di sana sini dan berpose di depan kamera nyaris setiap saat. Berbeda dengan Iceland atau Laos yang terlihat natural (mungkin karena generasinya beda; generasi gadget).

Catatan:
Selain, edisi di atas, ada dua seri YOF yang lain:
Peru Trip. Merupakan edisi pertama. Saya belum nonton karena nggak nemu linknya dan juga sudah agak terlalu lama. Castnya: Yoon Sang, You Hee-yeol, Lee Juck . Edisi ini tayang Agustus – September 2014, dengan rating rata-rata 4%: )
Australia Trip. Saya juga belum nonton edisi ini dan belum berminat. Saya nggak terlalu suka sama castnya, boyband Winner (Kim Jin-woo, Lee Seung-hoon, Song Min-ho, Kang Seung-yoon) dan nggak tahu juga kenapa PD Na mengcast idol semua. Saya baca-baca di internet, juga nggak banyak ulasan tentang edisi ini dan ratingnya juga nggak terlalu bagus. Malah paling rendah dibanding edisi-edisi sebelumnya. Edisi ini
tayang: November 2017 – Januari 2018) , rata-rata ratingnya cuma sekitar 2 %.

Ke depan, semoga Na PD, akan kembali membuat edisi Over Flowers dengan cast-cast yang tak kalah kerennya. Cast impian saya, my fave actor, , karena di kehidupan nyata dia sepertinya orang yang lucu dan asyik. Mungkin castnya bareng teman-temannya yang sama-sama di seperti (di kehidupan nyata mereka BFF), (mereka juga sepertinya juga berteman baik karena sama-sama di musikal) … hmm, sebenarnya nggak harus YOF deh, apapun itu, saya benar-benar berharap Jo bakal tampil di salah satu variety-nya PD Na, cuma bintang tamu sekalipun nggak apa-apa deh. Hopefully…hehe 🙂

 

Iklan

A Quiet Dream

Maret 26, 2018 Tinggalkan komentar

Tiga orang orang sahabat: Ik-june (), Jong-Bin () dan Jung-bum. Tak terlalu jelas apa pekerjaan mereka, tapi mereka selalu luntang-lantung bertiga dan sehari-hari, nongkrong di kedai kecil milik Yeri (). Yeri berasal dari Korut yang datang ke Korsel untuk menemui ayah kandungnya. Sialnya, ketika Yeri datang, ayahnya itu jatuh sakit dan ia pun kemudian terbebani tanggung jawab untuk merawatnya. Ketabahan dan keuletan Yeri inilah yang agaknya membuat si tiga sahabat menggaguminya. Yeri sendiri sepertinya juga sangat senang dengan perhatian dan uluran persahabtan dari trio ini. Mereka sering menghabiskan waktu menyenangkan bersama. Sedikit riak muncul ketika Yeri menunjukkan sedikit perhatian lebih pada Ikjune dan meski tetap bersahabat, diam-diam ketiga sahabat ini bersaing untuk mendapatkan perhatian Yeri. Hingga suatu malam, tiba-tiba muncul seorang lelaki tampan () yang membuat Yeri menari dan mengikutinya pergi.

A Quiet Dream

A Quiet Dream3

Sejak mendengar kabar pembuatan film ini, saya sudah tak sabar untuk menontonnya. Castnya membuat saya penasaran. adalah aktris yang selalu lovable dan bisa dibilang, salah satu aktris film Korea terbaik saat ini dan cast lainnya adalah tiga sutradara muda yang terkenal dengan film-filmnya bagus., selain pernah menyutradarai film juga dikenal sebagai aktor yang selalu jadi pencuri scene sekecil apapun perannya. adalah nama dibalik film-film yang sukses baik dari segi kualitas maupun komersil (beberapa filmnya yang terkenal adalah , ... Demikian juga dengan Park Jung-bum (filmnya antara lain adalah If You Were Me 6 dan The Journals of Musan. Ia juga tercatat jadi astrada di film keren, Poetry). Sementara , sang sutradara juga dikenal dengan film-filmnya yang cukup berkesan (antara lain Ing… dan ). Komposisi cast dan sutradara yang bisa dibilang ‘unik’, dan karenanya jadi bikin saya penasaran.

A Quiet Dream1

A Quiet Dream5

Dari judulnya dan kemudian baca sinopsisnya, saya sudah menduga kalau kemungkinan film ini akan menjadi film art yang agak-agak absurd dan mungkin karakter-karakternya agak ‘gila’. Karenanya, saya tak terlalu berekstpetasi pada ceritanya. Karenanya, saya cukup surprise ketika menonton film ini dan ternyata filmnya nggak absurd-absurd amat. Karakter-karakternya terasa realistis, demikian juga dengan ceritanya. Bromance persahabatan trio luntang-lantung dapat chemistrynya, demikian juga persahabatan mereka dengan Yeri. Ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang satu orang yang diperebutkan tiga lelaki, saya sempat agak heran kenapa Han Yeri yang dipilih jadi aktris utamanya. Pyshicly, tidak bisa dikategorikan sebagai aktris yang bisa disebut cantik dan membuat lelaki tergila-gila. Tapi karakternya disajikan dengan sedemikian rupa, sehingga menjadi masuk akal ketika disukai oleh mereka. Dan cerita bagaimana para lelaki ini menyukai Yeri juga terasa manis dan subtle.

A Quiet Dream9

A Quiet Dream0

Fimnya sendiri memang bernuansa indie, dengan cerita yang tidak muluk-muluk, karakter-karakter yang sederhana serta sinematografi yang jauh dari kesan wah. Meski begitu terasa solid dan digarap dengan sentuhan art yang kuat. Melihat cast serta sutradaranya, saya merasa kalau film ini memang dibuat hanya untuk ‘bersenang-senang’ (saya yakin sutradara dan para castnya–yang notabene juga adalah para sutradara–adalah para sahabat di kehidupan nyata) tapi ya karena memang dibuat oleh sutradara sungguhan, tetap terasa sinematografisnya t dengan gambar-gambar hitam putih yang meninggalkan kesan cukup kuat usai menonton film ini.

Cast:
– Ye-Ri
– Ik-June
-Jong-Bin
Park Jung-Bum – Jung-Bum
Lee Joo-Young – Joo-Young

– Min-A
– lelaki bermotor
Jo Dal-Hwan – preman
– Taehoon

Judul: A Quiet Dream /Chunmong (춘몽)
Sutradara/Penulis:
Produser: , Jo Hyun-Jung
Sinematografi: Jo Young-Sik
Rilis: 13 Oktober 2016
Durasi: 101 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Love, Lies

Mei 18, 2016 2 komentar

Korea Selatan, berlatar tahun ’40an, ketika Jepang masih berkuasa. Jung Soo-yool () adalah putri dari seorang gisaeng terkenal dan bertekad untuk menjadi penyanyi joengak terkenal. Di rumah pelatihan gisaeng tempatnya tumbuh, ia bertemu dengan Seo Yeon-hee) (, seorang anak yang dijual oleh orang tuanya untuk menjadi gisaeng. Keduanya kemudian tumbuh bersama dan menjadi sahabat hingga dewasa.
ll24
Menjelang akhir penjajahan Jepang, jaman mulai berubah. Lagu-lagu pop mulai populer menggantikan lagu-lagu tradisional.
llj
Kim Yon-woo () adalah seorang penulis lagu pop terkenal yang baru pulang dari Jepang. Ia adalah teman masa kecil So-yool dan kemudian menjadi kekasihnya. Yon-woo memiliki semangat revolusioner, untuk menciptakan lagu pop karena menurutnya lagu pop lebih membumi, bisa didengar oleh semua lapisan masyarakat, sementara lagu tradisional hanya sebagai hiburan oleh orang-orang berduit. Ketika mengetahui bahwa Yeon-hee memiliki karakter vokal untuk menyanyikan lagu-lagu pop, Yon-woo pun menawari Yeon-hee untuk menyanyikan lagu-lagu ciptaannya dan kemudian membuat rekaman.
ll22
Tentu saja, hal itu membuat So-yool cemburu berat. Ia mulai dihinggapi cemburu  pada Yeon-hee. Apalagi kemudian Yon-woo ternyata mulai jatuh cinta pada Yeon-hee dan sebaliknya. Di tengah iri hati dan dendam  karena merasa dikhianati, So-yool kemudian ‘menjual’ diri pada seorang komandan Jepang yang bersedia membantunya mewujudkan ambisinya.
llo
Tiga cast utamanya, , dan adalah faktor utama yang membuat saya penasaran sama film ini. Bagaimana tidak, ketiganya adalah aktor muda berbakat dan berimej high class di dunia sinema Korea. Di atas kertas, ketiganya juga terlihat sangat cocok jika dipasangkan. Premis ceritanya juga terdengar cukup menarik, tentang cinta dan pengkhianatan yang dilatari dunia musik tahun ’40an. Sayangnya, ekspektasi saya tak sepenuhnya terpenuhi.
ll23
Di awal, sebenarnya cerita terlihat cukup solid tapi semakin ke belakang, menjadi agak membingungkan. Rasanya agak aneh ketika tiba-tiba Yoon-woo meninggalkan So-yool dan justru jatuh cinta pada Yeon-hee. Pun agak aneh karena Yeon-hee yang demikian dekat dengan So-yool seolah tanpa rasa bersalah ketika bersama Yoon-woo. Saya sendiri tak keberatan dengan cerita cinta segitiga, dan juga tak keberatan ketika akhirnya Yoon-woo pindah ke lain hati pada Yeon-hee. Tapi sayangnya, cerita pada bagian ini tidak ekplorasi dengan lebih mendalam.
ll90
Alangkah akan lebih masuk akal misalnya, jika diceritakan bagaimana momen-momen kebersamaan Yeon-hee dan Yoon-woo bukan hanya sekadar kerjasama dalam membuat musik, tapi bahwa mereka memiliki kesamaan pemikiran. Hal ini juga terkait dengan kurang dieksplorenya karakter Yeon-hee dewasa. Padahal, menurut saya karakternya bisa menjadi lebih menarik. Diceritakan di awal bahwa Yeon-hee kecil berasal dari keluarga miskin, ia dijual ayahnya dan ia adalah anak yang berwatak keras.  Seharusnya, latar belakang semacam itu bisa menjadi latar pembentuk watak Yeon-hee dewasa dan hal itu bisa menjadi ‘penghubung’ kecocokan pemikiran dengan Yoon-woo yang cenderung revolusioner. Tapi sayangnya, ekplorasi karakter Yeon-hee di sini sedikit sekali. Padahal lagi, menurut saya aktris , si pemeran Yeon-hee juga cukup potensial untuk memainkan karakter yang lebih kompleks.  Seharusnya,menurut saya film ini adalah tentang tiga tokoh utama, tapi yang kemudian mendapat eksplorasi karakter lengkap hanya tokoh Jung So-yool. Sungguh sangat disayangkan.


Hal kedua, yang juga agak mengusik kenikmatan saya menonton film ini adalah musiknya. Seperti yang sudah sering saya tulis, saya selalu menyukai film tentang musik, apalagi musik tradisional. Tapi sayangnya juga, musik yang diperdengarkan di sini tidak terlalu wah. Mungkin hal ini juga terkait dengan para pemainnya yang memang tidak memiliki kemampuan musikal yang memadai. Untuk hal ini, karena memiliki tema mirip yang baru juga baru rilis beberapa waktu lalu, saya jadi membandingkan dengan film yang lain, , yang menurut saya, musiknya digarap dengan bagus dan dimainkan oleh para aktornya dengan bagus pula (para aktornya kebanyakan berlatar musikal). Sementara di film ini, para aktor tertuama dan , selama ini bisa dibilang pure aktor. Karenanya, ketika menyanyi, meski cukup bagus, tapi rasanya tidak sampai luar biasa sehingga rasanya tidak cukup menjadi alasan orang begitu kagum padanya seperti cerita di film. Saya tak keberatan dengan pemilihan sebagai pemeran Seo Yeon-hee di sini, tapi mungkin akan lebih menarik jika castnya adalah aktris yang benar-benar memiliki suara bagus (berlatar belakang penyanyi mungkin?) atau jika tidak, menggunakan pengisi vokal yang memang benar-benar bersuara bagus.
ll55
Tapi di atas semua kekurangan film ini, film ini tetap layak tonton. Sinematografinya digarap dengan apik dengan warna-warni cerah dan suasana oldies yang menyegarkan mata.

Cast:
– Jung So-yool
– Kim Yoon-woo
– Seo Yeon-hee

Park Sung-Woong – Komandan Jepang
– San-wol (ibu gisaeng)
Lee Han-wi – Manajer Gisaeng
– Kim Ok-hyang
Cha Ji-yeon – Lee Nan-young

Judul: Love, Lies/ Haeuhhwa (해어화)
Sutradara:
Penulis: Ha Young-Joon, Jeon Yun-Su, Song Hye-Jin
Produser: Park Sun-Jin
Sinematografi: : Jo Eun-Soo
Rilis: 13 April 2016
Durasi: 120 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Mood of the Day

Soo-jung (), seorang perempuan karier yang ditugaskan oleh kantornya untuk mengurus kontrak kerjasama dengan pemain basket muda terkenal, Kang Jin-chul. Ia harus pergi ke Busan untuk melakukan sebuah presentasi.
mod7
Kim Jae-hyun (), adalah manajernya Kang Jin-chul. Demi karir basketnya, Jae-hyun ingin Jin-chul pergi ke AS, tapi di saat krusial, Jin-chul justru menghilang entah kemana. Jae-hyun pun mencari Jin-chul ke Busan, kampung halamannya.

mod56b

Di dalam KTX Seoul-Busan kedua orang ini bertemu. Dan duduk sebangku pula. Jae-hyun yang berwajah tampan adalah seorang playboy. Ia terbiasa dengan hubungan one night stand.  Bermodal tampang dan kepandaian bicara, Jae-hyun pun merayu Soo-jung. Tapi Soo-jung adalah seorang gadis tough yang tak mudah dirayu. Alih-alih terbujuk, ia dibuat kesal oleh sikap agresif Jae-hyun. Namun demi pekerjaan (bertemu Jin-chul), Soo-jung kemudian mau tak mau mengikuti Jae-hyun. Dalam perjalanan singkat ini, mereka berkesempatan mengenal pribadi satu sama lain dan menemukan hal-hal yang menarik. Di balik sifatnya yang menyebalkan, Soo-jung sadar kalau ternyata Jae-hyun adalah seorang lelaki yang baik. Dan endingnya…. bisa ditebaklah.

mod1

mod6

Yah, it’s about romance. Mungkin premisenya sekilas mirip dengan film romance semacam Before Sunrise/Before Sunset, tapi juga tidak seintens dua film itu, tapi cukup manis lah. Plotnya mengalir lancar dan tidak membosankan dan kekuatan terbesarnya menurut saya adalah chemistry kedua pemain utamanya. bermain apik sebagai Bae Soo-jung, si ordinary girl yang menarik. Dan juga cocok sebagai si playboy (he’s very good looking here :P). Tadinya saya pikir karakternya bukanlah sosok yang simpatik, tapi ternyata tidak kok. Dengan karakternya, bisa dipahami kalau banyak cewek-cewek yang kemudian ‘rela’ menjalin hubungan singkat dengannya. Yah, sebuah film yang cukup romantis dan menghibur.

mood of the day poster

Cast:
– Bae Soo-jung
– Kim Jae-hyun

Jo Jae-Yun – Senior Kang
– Asisten Manajer Hong
– Kang Jin-Chul
Lee Yeon-Doo – Bo-Kyung
Lee Un-Jung – Byung-Hee
Ga Deuk-Hi – Yoon-Joo
Lizzy – Song-Yi
In Gyo-Jin – Dong-Wook

Judul: Mood of the Day/Keunalui Bonwigi (그날의 분위기)
Sutradara: Jo Kyu-Jang
Penulis: Min So-Yeon, Jo Kyu-Jang
Produser: Choi Jin
Sinematografi: Yoo Eok
Rilis: 14 Januari 2016
Durasi: 103 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Perfect Proposal

Februari 26, 2016 Tinggalkan komentar

Ini adalah salah satu film yang penayangannya saya tunggu-tunggu sejak kabar pembuatannya. Saya tak sabar melihat dua aktor yang cukup saya favoritin, & beradu akting. Untunglah, meski hampir mustahil tayang di bioskop di negeri ini, film-film Korea selalu mudah dicari di internet.

ppf5

Adegan awal film ini mengambil latar di Macau. Ji-yeon (), seorang gadis Korea yang bekerja sebagai pelayan di sebuah bar. Dulunya ia datang ke Macau untuk mengelola sebuah biro perjalanan wisata bersama temannya, tapi temannya dengan menggunakan namanya berutang kemana-mana. Ji-yeon pun dibelit utang dan bekerja serabutan.

ppf4 ppf6

Suatu hari, temannya memberi tahu ada orang Korea tua kaya raya, Kim Seok-koo () yang tengah mencari perawat pribadi. Ji-yeon pun kemudian melamar. Di sana, ia bertemu dengan Sung-yeol (), seorang lelaki tampan dan mempesona yang menawarkan sebuah kesepakatan. Sung-yeol adalah anak Kim, dari selingkuhannya. Sung-yeol merasa sakit hati karena tidak mendapatkan pengakuan dan warisan yang cukup dari ayahnya dan kemudian meminta Ji-yeon untuk membantunya. Sung-yeol meminta Ji-yeon untuk merayu Kim tua agar mau menjadikannya istri dan memberikannya warisan. Tapi Pak Kim bukanlah orang yang mudah dirayu dan di sisi lain, Ji-yeon tak bisa menyembunyikan ketertarikannya pada Sung-yeol.

ppf8

Tapi, well, jangan mengira bahwa ini adalah tentang kisah cinta terlarang semacam Dangerous Liaisons . Pada pertengahan, cerita kemudian akan bergerak ke arah yang berbeda. Sejak awal, saya sebenarnya sudah mengantisipasikan bahwa film ini pastilah bukan akan menjadi film romance yang biasa, tapi saya juga tak menduga bahwa ceritanya akan seperti itu dan jujur, saya agak kecewa.

ppf23

Film sendiri lebih banyak dilihat dari sudut pandang Ji-yeon yang karakternya cenderung lugu dan polos, yang saya pikir adalah karakter yang sangat cocok dimainkan oleh (meski tadinya saya berharap karakternya di siini lebih sebagai semacam perempuan penggoda). Sementara sosok Sung-yeol yang lebih complicated justru hanya dilihat sekilas-kilas. Juga terkait perasaannya pada Ji-yeon. Tentu saja, tak ada masalah dengan akting Yoo Yeon-seok yang memang sudah sering memainkan baik karakter antagonis maupun protagonis dengan sama baiknya. Masalahnya lebih pada alur ceritanya, saya rasa. Perubahan sosok Sung-yeol dari begitu mempesona menjadi jahat, rasanya agak terlalu mendadak. Juga sosok Kim tua yang menurut saya potensial untuk lebih digarap: kenapa dia tak menyukai Sung-yeol dan memberikan warisannya? Dia digambarkan sebagai sosok yang memulai dari bawah dan keluarganya habis dalam kecelakaan tragis. Sayangnya, kedalaman sosoknya tak banyak dieksplore sang sutradara. Yah, agak disayangkan memang karena film ini melibatkan aktor-aktor dengan kemampuan akting mumpuni. Selain dan , masih ada nama & serta idol-aktris pendatang baru yang menurut saya cukup mencuri scene, .

ppf00

Yah, meski saya agak kecewa dengan film ini karena sudah berekpektasi banyak di awal, tapi film ini tak bisa dibilang buruk juga, saya pikir. Bolehlah jadi tontonan di waktu senggang.

Note:
Film ini diadaptasi dari novel penulis Perancis, Catherine Arley yang berjudul “La Femme de paille” yang dipubilkasikan tahun 1956. Sebelumnya, Amerika juga pernah mengadaptasinya dengan judul “Woman of Straw” pada tahun 1964 dibintangi oleh Gina Lollobrigida dan Sean Connery (sumber: Asianwiki.com)

Cast:
– Ji-yeon
– Sung-yeol
– Kim Seok-koo

Park Chul-min – Kapten
– Hye-jin
– Yoo-mi
Mahbub Alam – krus kapal

Judul: Perfect Proposal / Secret Temptation/ Eunmilhan Yoohok (은밀한 유혹)
Sutradara: Yoon Jae-Koo
Penulis: Catherine Arley (novel), Yoon Jae-Koo
Produser: No Jae-Hoon
Rilis: 4 Juni 2015
Durasi: 110 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Beauty Inside

Januari 26, 2016 2 komentar

Apa rasanya jika setiap bangun tidur wajahmu berubah menjadi orang lain? Itulah yang dialami oleh Woo-jin, sejak ia berumur 18 tahun. Setiap hari, wajahnya terus berubah: jelek, tampan, cantik, menjadi perempuan, menjadi laki-laki, menjadi anak-anak, remaja, orang dewasa, orang tua… menjadi orang korea, orang jepang, orang bule… Hal ini membuat Woo-jin tumbuh menjadi sosok pendiam dan penyendiri. Dibantu teman baiknya, Saeng-bok, ia membuat aneka perabot kayu yang kemudian menjadi terkenal.


Suatu hari, Woo-jin yang berwajah om-om, mengunjungi sebuah toko perabot yang menjual hasil karyanya dan bertemu salah satu karyawannya yang cantik dan baik hati, Yi-soo (. Pun ketika di hari lain Woo-jin datang dengan wajah berbeda, kebaikan Yi-soo tetap tak berubah. Woo-jin pun jatuh cinta pada Yi-soo. Ketika ia mendapatkan wujud menjadi seorang pemuda tampan, ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya. Yi-soo berusaha menerima segala keanehan Woo-jin.


Namun, tentu saja, bukan hal yang mudah bersama seseorang yang wajahnya terus berubah setiap hari. Seolah ia berkencan dengan orang yang berwajah asing.


Well, di awal, waktu membaca rilis film ini saya sempat merasa agak underestimate melihat begitu banyak aktor terkenal yang memerankan Woo-jin. Ada kekhawatiran bahwa ini hanya akan menjadi film yang menjual aktor/aktris berwajah rupawan. Selain juga, bagi saya, selalu agak dilematis melihat beberapa aktor yang saya sukai bermain dalam satu film karena bingung harus lebih menyukai siapa. Tapi untunglah, sang sutradara sepertinya cukup paham psikologis penonton, karena segala sesuatu dalam film ini dikemas dengan sangat proporsional. Aktor-aktor terbaik dan lovable mendapat porsi terbaik (, , , , , , , …) sehingga saya merasa bisa menyukai mereka semua secara bersamaan. Dan yang memerankan sosok Yi-soo juga patut diacungi jempol karena mampu membangun chemistry yang bagus dengan sosok Woo-jin yang diperankan begitu banyak aktor.

bink

Good acting of Han Hyo-joo

bin43
Meski saya tak terlalu paham soal hal-hal teknis perfilman, tapi saya menyukai cerita, alur, warna dan latar yang menjadi setting film ini.  Toko kayu yang terasa sophiscated, alur yang lembut tapi solid… dan cerita tentang cinta sejati yang indah. Recommended!

Cast:
– Yi-soo
– Woo-jin
Do Ji-Han- Woo-jin
Bae Sung-Woo – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Kim Sang-Ho – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Lee Jae-Joon   – Woo-jin
Kim Min-Jae  – Woo-jin
– Woo-jin
Jo Dal-Hwan  – Woo-jin
– Woo-jin
Hong Da-Mi –  Woo-jin
–  Woo-jin
Kim Hee-Won  – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Kim Ju-hyeok – Woo-jin
– Woo-jin

Shin Dong-Mi – bosnya Yi-Soo
Moon Sook – Woo- Ibunya Jin
Lee Dong-Hwi – Sang-Baek (teman Woo-jin)
Lee Mi-Do – Eun-Soo (kakaknya Yi-soo)
Choi Yong-Min – ayahnya Yi-soo
– ayah Woo-jin
Kim Tae-Hyun – ayah Woo-jin (dulu)
Son Sung-Chan – Woo-Jin

Judul: The Beauty Inside/ Byooti Insaideu (뷰티 인사이드)
Sutradara: Baek Jong-Yeol
Penulis: Kim Sun-Jung, Park Jung-Ye
Produser: Park Tae-Joon
Sinematografi: Kim Tae-Kyung
Rilis: 20 Agustus 2015
Durasi: 127 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2015:
– Best New Director (Baek Jong-Yeol)
– Nominasi: Best Actress (),

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best Film Editing
– Nominasi: Best Actress (), Best Cinematography & Lighting,

Warm and Cozy

Desember 13, 2015 Tinggalkan komentar

Sejak mendengar kabar rilisnya, drama ini adalah salah satu most anticipated drama bagi saya. Tak lain dan tak bukan tentu karena dua cast utamanya yang terdengar menjanjikan dan juga dua aktor yang cukup favorit bagi saya: dan . Saya sudah melihat akting mereka di beberapa film dan drama dan tidak pernah mengecewakan. Ditambah lagi, konon penulis drama ini adalah Hong bersaudara yang juga terkenal dengan drama-drama ngehits seperti Full House. Dengan antusias, saya pun ‘memantau’ drama ini di internet dari waktu ke waktu. Hal yang justru membuat antusiasme saya terus menyurut. Review episode per episode, ternyata tidak terlalu positif. Meski begitu, ketika akhirnya ada kesempatan, saya tetap menyempatkan diri untuk menontonnya.
PDVD_103

PDVD_002
Warm & Cozy mengambil latar di Pulau Jeju. Berkisah tentang Baek Geon-woo ( ), seorang anak orang kaya yang ogah-ogahan membuka kafe bernama Mendorrong Tottot (konon artinya “Warm & Cozy” dalam dialek Jeju). Goen-woo sendiri tidak pernah serius mengelola kafenya. Meskipun pintar memasak, tapi ia hanya menyajikan menu yang ia suka saja dan memasak kalau ia mood. Selebihnya, ia lebih senang bermalas-malasan. Bisa dipahami kalau kafenya nyaris tak pernah didatangi pelanggan. Ditambah lagi, Geon-woo juga tidak pandai bergaul dengan masyarakat sekitar.

PDVD_080
Jeong-joo () adalah seorang gadis pekerja keras. Ketika mendapat masalah di tempat kerjanya, ia memutuskan untuk pergi ke Jeju, bermimpi untuk berinvestasi membuka kafe. Namun ternyata, adiknya yang ia serahi tugas mencarikan tempat yang strategis justru menipunya dan membelikannya rumah bobrok (hmm, agak mirip-mirip rumus cerita Full House ya?). Ia kemudian bertemu dengan Geon-woo, yang sebenarnya sudah dikenalnya ketika SMA dulu. Geon-woo, karena tak sengaja menemukan botol obat kanker stadium akhir yang sebenarnya berisi permen milik Jeong-joo, merasa kasihan pada Jeong-joo dan akhirnya membuat kontrak untuk meminjamkan kafenya pada Jeong-joo. Jeong-joo tentu saja menerima dengan senang hati. Dan di bawah Jeong-joo, kafe berjalan dengan baik dan mulai ramai dikunjungi orang.

PDVD_097

The hateful Ji-won. Akting yang buruk 😦

PDVD_078

Wook, walikota yang canggung dan baik hati

Dan yah, bisa ditebak rumus ceritanya kan? Bahwa Geon-woo dan Jeong-joo kemudian akan saling jatuh cinta. Konflik yang mewarnai hubungan mereka adalah adanya orang ketiga, Ji-won. Dia ini semacam cewek obsesinya Geon-woo. Padahal, Ji-won ini matre dan mengincar hyung-nya Geon-woo yang merupakan pemilik resort. Dan disinilah saya pikir bolong terbesar drama ini. Ji-won digambarkan sebagai cewek yang jahat yang sebenarnya sama sekali nggak worthed untuk dikejar-kejar, sehingga rasanya agak nggak logis kalau Geon-woo bisa begitu tergila-gila padanya dan membuatnya kadang mengabaikan Jeong-joo. Ditambah lagi, akting pemeran Ji-won ini benar-benar payah, kaku dan karakternya juga terkesan satu dimensi. Konflik cinta segita pun menjadi terasa agak dipaksakan. Ditambah lagi, secara garis besar cerita drama ini juga terasa begitu-begitu saja.

PDVD_079

The lovable hyung 🙂

PDVD_084

The charming yet loyal, Poong San

Tapi diatas semua kelemahannya, sebenarnya drama ini  masih layak untuk dinikmati kok. Kedua pemain utamanya, dan bermain bagus dan terlihat menunjukkan chemistry yang kuat. Karakter keduanya terasa menyenangkan. Selain itu, karakter-karakter di sekitar mereka juga terasa menyenangkan dan dimainkan dengan sangat baik oleh para aktornya. Ada si hyung () yang melakukan hal-hal konyol karena jatuh cinta mati pada seorang perempuan penyelam. Si Nuna yang angkuh tapi sebenarnya penyayang. Lalu ada si walikota, Wook(), si bujangan tua  yang baik hati dan canggung, yang naksir Jeong-joo dengan cara yang menggelikan. Poong San, si asisten chef yang setia dan charming. Penyajian drama yang ringan dan lucu juga membuat drama ini terasa menghibur, plus latar Pulau Jeju yang cerah ceria.

PDVD_000

Kang So-ra & Yoo Yeon-seok, the best thing of this drama

Cast:
– Baek Geon-woo
– Lee Jeong-joo

– Song Jung-geun (hyung)
– Hwang Wook (walikota)
Lee Han-Wi – Kong Jung-bae
Seo Yi-an – Mok Ji-won
Kim Hee-jung – Kim Hae-sil
Ok Ji-young – Cha Hee-ra (nuna)
Jin Young – Jung Poong-san
Kim Mi-jin – Boo Mi-ra
Samuel Okyere – Sam
Cho Jae-sung – Jin Tae-yong (ayahnya Geon-woo)
– cameo pemilik kafe
Seohyun – cameo (keponakannya Wook)
Lee Wee-hyang – Ibunya Geon-woo
– cameo pacarnya Ji-won
– cameo adiknya Jung-joo

Judul: Warm and Cozy / Maendorong Ttottot (맨도롱 또똣)
Sutradara: Park Hong-Kyun
Penulis: Hong Mi-Ran, Hong Jung-Eun
Tayang: MBC, 13 Mei – 2 Juli 2015
Episode: 16
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar