Arsip

Posts Tagged ‘Yoo Yeon-seok’

Love, Lies

Mei 18, 2016 2 komentar

Korea Selatan, berlatar tahun ’40an, ketika Jepang masih berkuasa. Jung Soo-yool () adalah putri dari seorang gisaeng terkenal dan bertekad untuk menjadi penyanyi joengak terkenal. Di rumah pelatihan gisaeng tempatnya tumbuh, ia bertemu dengan Seo Yeon-hee) (, seorang anak yang dijual oleh orang tuanya untuk menjadi gisaeng. Keduanya kemudian tumbuh bersama dan menjadi sahabat hingga dewasa.
ll24
Menjelang akhir penjajahan Jepang, jaman mulai berubah. Lagu-lagu pop mulai populer menggantikan lagu-lagu tradisional.
llj
Kim Yon-woo () adalah seorang penulis lagu pop terkenal yang baru pulang dari Jepang. Ia adalah teman masa kecil So-yool dan kemudian menjadi kekasihnya. Yon-woo memiliki semangat revolusioner, untuk menciptakan lagu pop karena menurutnya lagu pop lebih membumi, bisa didengar oleh semua lapisan masyarakat, sementara lagu tradisional hanya sebagai hiburan oleh orang-orang berduit. Ketika mengetahui bahwa Yeon-hee memiliki karakter vokal untuk menyanyikan lagu-lagu pop, Yon-woo pun menawari Yeon-hee untuk menyanyikan lagu-lagu ciptaannya dan kemudian membuat rekaman.
ll22
Tentu saja, hal itu membuat So-yool cemburu berat. Ia mulai dihinggapi cemburu  pada Yeon-hee. Apalagi kemudian Yon-woo ternyata mulai jatuh cinta pada Yeon-hee dan sebaliknya. Di tengah iri hati dan dendam  karena merasa dikhianati, So-yool kemudian ‘menjual’ diri pada seorang komandan Jepang yang bersedia membantunya mewujudkan ambisinya.
llo
Tiga cast utamanya, , dan adalah faktor utama yang membuat saya penasaran sama film ini. Bagaimana tidak, ketiganya adalah aktor muda berbakat dan berimej high class di dunia sinema Korea. Di atas kertas, ketiganya juga terlihat sangat cocok jika dipasangkan. Premis ceritanya juga terdengar cukup menarik, tentang cinta dan pengkhianatan yang dilatari dunia musik tahun ’40an. Sayangnya, ekspektasi saya tak sepenuhnya terpenuhi.
ll23
Di awal, sebenarnya cerita terlihat cukup solid tapi semakin ke belakang, menjadi agak membingungkan. Rasanya agak aneh ketika tiba-tiba Yoon-woo meninggalkan So-yool dan justru jatuh cinta pada Yeon-hee. Pun agak aneh karena Yeon-hee yang demikian dekat dengan So-yool seolah tanpa rasa bersalah ketika bersama Yoon-woo. Saya sendiri tak keberatan dengan cerita cinta segitiga, dan juga tak keberatan ketika akhirnya Yoon-woo pindah ke lain hati pada Yeon-hee. Tapi sayangnya, cerita pada bagian ini tidak ekplorasi dengan lebih mendalam.
ll90
Alangkah akan lebih masuk akal misalnya, jika diceritakan bagaimana momen-momen kebersamaan Yeon-hee dan Yoon-woo bukan hanya sekadar kerjasama dalam membuat musik, tapi bahwa mereka memiliki kesamaan pemikiran. Hal ini juga terkait dengan kurang dieksplorenya karakter Yeon-hee dewasa. Padahal, menurut saya karakternya bisa menjadi lebih menarik. Diceritakan di awal bahwa Yeon-hee kecil berasal dari keluarga miskin, ia dijual ayahnya dan ia adalah anak yang berwatak keras.  Seharusnya, latar belakang semacam itu bisa menjadi latar pembentuk watak Yeon-hee dewasa dan hal itu bisa menjadi ‘penghubung’ kecocokan pemikiran dengan Yoon-woo yang cenderung revolusioner. Tapi sayangnya, ekplorasi karakter Yeon-hee di sini sedikit sekali. Padahal lagi, menurut saya aktris , si pemeran Yeon-hee juga cukup potensial untuk memainkan karakter yang lebih kompleks.  Seharusnya,menurut saya film ini adalah tentang tiga tokoh utama, tapi yang kemudian mendapat eksplorasi karakter lengkap hanya tokoh Jung So-yool. Sungguh sangat disayangkan.


Hal kedua, yang juga agak mengusik kenikmatan saya menonton film ini adalah musiknya. Seperti yang sudah sering saya tulis, saya selalu menyukai film tentang musik, apalagi musik tradisional. Tapi sayangnya juga, musik yang diperdengarkan di sini tidak terlalu wah. Mungkin hal ini juga terkait dengan para pemainnya yang memang tidak memiliki kemampuan musikal yang memadai. Untuk hal ini, karena memiliki tema mirip yang baru juga baru rilis beberapa waktu lalu, saya jadi membandingkan dengan film yang lain, , yang menurut saya, musiknya digarap dengan bagus dan dimainkan oleh para aktornya dengan bagus pula (para aktornya kebanyakan berlatar musikal). Sementara di film ini, para aktor tertuama dan , selama ini bisa dibilang pure aktor. Karenanya, ketika menyanyi, meski cukup bagus, tapi rasanya tidak sampai luar biasa sehingga rasanya tidak cukup menjadi alasan orang begitu kagum padanya seperti cerita di film. Saya tak keberatan dengan pemilihan sebagai pemeran Seo Yeon-hee di sini, tapi mungkin akan lebih menarik jika castnya adalah aktris yang benar-benar memiliki suara bagus (berlatar belakang penyanyi mungkin?) atau jika tidak, menggunakan pengisi vokal yang memang benar-benar bersuara bagus.
ll55
Tapi di atas semua kekurangan film ini, film ini tetap layak tonton. Sinematografinya digarap dengan apik dengan warna-warni cerah dan suasana oldies yang menyegarkan mata.

Cast:
– Jung So-yool
– Kim Yoon-woo
– Seo Yeon-hee

Park Sung-Woong – Komandan Jepang
– San-wol (ibu gisaeng)
Lee Han-wi – Manajer Gisaeng
– Kim Ok-hyang
Cha Ji-yeon – Lee Nan-young

Judul: Love, Lies/ Haeuhhwa (해어화)
Sutradara:
Penulis: Ha Young-Joon, Jeon Yun-Su, Song Hye-Jin
Produser: Park Sun-Jin
Sinematografi: : Jo Eun-Soo
Rilis: 13 April 2016
Durasi: 120 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

Mood of the Day

Soo-jung (), seorang perempuan karier yang ditugaskan oleh kantornya untuk mengurus kontrak kerjasama dengan pemain basket muda terkenal, Kang Jin-chul. Ia harus pergi ke Busan untuk melakukan sebuah presentasi.
mod7
Kim Jae-hyun (), adalah manajernya Kang Jin-chul. Demi karir basketnya, Jae-hyun ingin Jin-chul pergi ke AS, tapi di saat krusial, Jin-chul justru menghilang entah kemana. Jae-hyun pun mencari Jin-chul ke Busan, kampung halamannya.

mod56b

Di dalam KTX Seoul-Busan kedua orang ini bertemu. Dan duduk sebangku pula. Jae-hyun yang berwajah tampan adalah seorang playboy. Ia terbiasa dengan hubungan one night stand.  Bermodal tampang dan kepandaian bicara, Jae-hyun pun merayu Soo-jung. Tapi Soo-jung adalah seorang gadis tough yang tak mudah dirayu. Alih-alih terbujuk, ia dibuat kesal oleh sikap agresif Jae-hyun. Namun demi pekerjaan (bertemu Jin-chul), Soo-jung kemudian mau tak mau mengikuti Jae-hyun. Dalam perjalanan singkat ini, mereka berkesempatan mengenal pribadi satu sama lain dan menemukan hal-hal yang menarik. Di balik sifatnya yang menyebalkan, Soo-jung sadar kalau ternyata Jae-hyun adalah seorang lelaki yang baik. Dan endingnya…. bisa ditebaklah.

mod1

mod6

Yah, it’s about romance. Mungkin premisenya sekilas mirip dengan film romance semacam Before Sunrise/Before Sunset, tapi juga tidak seintens dua film itu, tapi cukup manis lah. Plotnya mengalir lancar dan tidak membosankan dan kekuatan terbesarnya menurut saya adalah chemistry kedua pemain utamanya. bermain apik sebagai Bae Soo-jung, si ordinary girl yang menarik. Dan juga cocok sebagai si playboy (he’s very good looking here :P). Tadinya saya pikir karakternya bukanlah sosok yang simpatik, tapi ternyata tidak kok. Dengan karakternya, bisa dipahami kalau banyak cewek-cewek yang kemudian ‘rela’ menjalin hubungan singkat dengannya. Yah, sebuah film yang cukup romantis dan menghibur.

mood of the day poster

Cast:
– Bae Soo-jung
– Kim Jae-hyun

Jo Jae-Yun – Senior Kang
– Asisten Manajer Hong
– Kang Jin-Chul
Lee Yeon-Doo – Bo-Kyung
Lee Un-Jung – Byung-Hee
Ga Deuk-Hi – Yoon-Joo
Lizzy – Song-Yi
In Gyo-Jin – Dong-Wook

Judul: Mood of the Day/Keunalui Bonwigi (그날의 분위기)
Sutradara: Jo Kyu-Jang
Penulis: Min So-Yeon, Jo Kyu-Jang
Produser: Choi Jin
Sinematografi: Yoo Eok
Rilis: 14 Januari 2016
Durasi: 103 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Perfect Proposal

Februari 26, 2016 Tinggalkan komentar

Ini adalah salah satu film yang penayangannya saya tunggu-tunggu sejak kabar pembuatannya. Saya tak sabar melihat dua aktor yang cukup saya favoritin, & beradu akting. Untunglah, meski hampir mustahil tayang di bioskop di negeri ini, film-film Korea selalu mudah dicari di internet.

ppf5

Adegan awal film ini mengambil latar di Macau. Ji-yeon (), seorang gadis Korea yang bekerja sebagai pelayan di sebuah bar. Dulunya ia datang ke Macau untuk mengelola sebuah biro perjalanan wisata bersama temannya, tapi temannya dengan menggunakan namanya berutang kemana-mana. Ji-yeon pun dibelit utang dan bekerja serabutan.

ppf4 ppf6

Suatu hari, temannya memberi tahu ada orang Korea tua kaya raya, Kim Seok-koo () yang tengah mencari perawat pribadi. Ji-yeon pun kemudian melamar. Di sana, ia bertemu dengan Sung-yeol (), seorang lelaki tampan dan mempesona yang menawarkan sebuah kesepakatan. Sung-yeol adalah anak Kim, dari selingkuhannya. Sung-yeol merasa sakit hati karena tidak mendapatkan pengakuan dan warisan yang cukup dari ayahnya dan kemudian meminta Ji-yeon untuk membantunya. Sung-yeol meminta Ji-yeon untuk merayu Kim tua agar mau menjadikannya istri dan memberikannya warisan. Tapi Pak Kim bukanlah orang yang mudah dirayu dan di sisi lain, Ji-yeon tak bisa menyembunyikan ketertarikannya pada Sung-yeol.

ppf8

Tapi, well, jangan mengira bahwa ini adalah tentang kisah cinta terlarang semacam Dangerous Liaisons . Pada pertengahan, cerita kemudian akan bergerak ke arah yang berbeda. Sejak awal, saya sebenarnya sudah mengantisipasikan bahwa film ini pastilah bukan akan menjadi film romance yang biasa, tapi saya juga tak menduga bahwa ceritanya akan seperti itu dan jujur, saya agak kecewa.

ppf23

Film sendiri lebih banyak dilihat dari sudut pandang Ji-yeon yang karakternya cenderung lugu dan polos, yang saya pikir adalah karakter yang sangat cocok dimainkan oleh (meski tadinya saya berharap karakternya di siini lebih sebagai semacam perempuan penggoda). Sementara sosok Sung-yeol yang lebih complicated justru hanya dilihat sekilas-kilas. Juga terkait perasaannya pada Ji-yeon. Tentu saja, tak ada masalah dengan akting Yoo Yeon-seok yang memang sudah sering memainkan baik karakter antagonis maupun protagonis dengan sama baiknya. Masalahnya lebih pada alur ceritanya, saya rasa. Perubahan sosok Sung-yeol dari begitu mempesona menjadi jahat, rasanya agak terlalu mendadak. Juga sosok Kim tua yang menurut saya potensial untuk lebih digarap: kenapa dia tak menyukai Sung-yeol dan memberikan warisannya? Dia digambarkan sebagai sosok yang memulai dari bawah dan keluarganya habis dalam kecelakaan tragis. Sayangnya, kedalaman sosoknya tak banyak dieksplore sang sutradara. Yah, agak disayangkan memang karena film ini melibatkan aktor-aktor dengan kemampuan akting mumpuni. Selain dan , masih ada nama & serta idol-aktris pendatang baru yang menurut saya cukup mencuri scene, .

ppf00

Yah, meski saya agak kecewa dengan film ini karena sudah berekpektasi banyak di awal, tapi film ini tak bisa dibilang buruk juga, saya pikir. Bolehlah jadi tontonan di waktu senggang.

Note:
Film ini diadaptasi dari novel penulis Perancis, Catherine Arley yang berjudul “La Femme de paille” yang dipubilkasikan tahun 1956. Sebelumnya, Amerika juga pernah mengadaptasinya dengan judul “Woman of Straw” pada tahun 1964 dibintangi oleh Gina Lollobrigida dan Sean Connery (sumber: Asianwiki.com)

Cast:
– Ji-yeon
– Sung-yeol
– Kim Seok-koo

Park Chul-min – Kapten
– Hye-jin
– Yoo-mi
Mahbub Alam – krus kapal

Judul: Perfect Proposal / Secret Temptation/ Eunmilhan Yoohok (은밀한 유혹)
Sutradara: Yoon Jae-Koo
Penulis: Catherine Arley (novel), Yoon Jae-Koo
Produser: No Jae-Hoon
Rilis: 4 Juni 2015
Durasi: 110 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Beauty Inside

Januari 26, 2016 2 komentar

Apa rasanya jika setiap bangun tidur wajahmu berubah menjadi orang lain? Itulah yang dialami oleh Woo-jin, sejak ia berumur 18 tahun. Setiap hari, wajahnya terus berubah: jelek, tampan, cantik, menjadi perempuan, menjadi laki-laki, menjadi anak-anak, remaja, orang dewasa, orang tua… menjadi orang korea, orang jepang, orang bule… Hal ini membuat Woo-jin tumbuh menjadi sosok pendiam dan penyendiri. Dibantu teman baiknya, Saeng-bok, ia membuat aneka perabot kayu yang kemudian menjadi terkenal.


Suatu hari, Woo-jin yang berwajah om-om, mengunjungi sebuah toko perabot yang menjual hasil karyanya dan bertemu salah satu karyawannya yang cantik dan baik hati, Yi-soo (. Pun ketika di hari lain Woo-jin datang dengan wajah berbeda, kebaikan Yi-soo tetap tak berubah. Woo-jin pun jatuh cinta pada Yi-soo. Ketika ia mendapatkan wujud menjadi seorang pemuda tampan, ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya. Yi-soo berusaha menerima segala keanehan Woo-jin.


Namun, tentu saja, bukan hal yang mudah bersama seseorang yang wajahnya terus berubah setiap hari. Seolah ia berkencan dengan orang yang berwajah asing.


Well, di awal, waktu membaca rilis film ini saya sempat merasa agak underestimate melihat begitu banyak aktor terkenal yang memerankan Woo-jin. Ada kekhawatiran bahwa ini hanya akan menjadi film yang menjual aktor/aktris berwajah rupawan. Selain juga, bagi saya, selalu agak dilematis melihat beberapa aktor yang saya sukai bermain dalam satu film karena bingung harus lebih menyukai siapa. Tapi untunglah, sang sutradara sepertinya cukup paham psikologis penonton, karena segala sesuatu dalam film ini dikemas dengan sangat proporsional. Aktor-aktor terbaik dan lovable mendapat porsi terbaik (, , , , , , , …) sehingga saya merasa bisa menyukai mereka semua secara bersamaan. Dan yang memerankan sosok Yi-soo juga patut diacungi jempol karena mampu membangun chemistry yang bagus dengan sosok Woo-jin yang diperankan begitu banyak aktor.

bink

Good acting of Han Hyo-joo

bin43
Meski saya tak terlalu paham soal hal-hal teknis perfilman, tapi saya menyukai cerita, alur, warna dan latar yang menjadi setting film ini.  Toko kayu yang terasa sophiscated, alur yang lembut tapi solid… dan cerita tentang cinta sejati yang indah. Recommended!

Cast:
– Yi-soo
– Woo-jin
Do Ji-Han- Woo-jin
Bae Sung-Woo – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Kim Sang-Ho – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Lee Jae-Joon   – Woo-jin
Kim Min-Jae  – Woo-jin
– Woo-jin
Jo Dal-Hwan  – Woo-jin
– Woo-jin
Hong Da-Mi –  Woo-jin
–  Woo-jin
Kim Hee-Won  – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Kim Ju-hyeok – Woo-jin
– Woo-jin

Shin Dong-Mi – bosnya Yi-Soo
Moon Sook – Woo- Ibunya Jin
Lee Dong-Hwi – Sang-Baek (teman Woo-jin)
Lee Mi-Do – Eun-Soo (kakaknya Yi-soo)
Choi Yong-Min – ayahnya Yi-soo
– ayah Woo-jin
Kim Tae-Hyun – ayah Woo-jin (dulu)
Son Sung-Chan – Woo-Jin

Judul: The Beauty Inside/ Byooti Insaideu (뷰티 인사이드)
Sutradara: Baek Jong-Yeol
Penulis: Kim Sun-Jung, Park Jung-Ye
Produser: Park Tae-Joon
Sinematografi: Kim Tae-Kyung
Rilis: 20 Agustus 2015
Durasi: 127 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2015:
– Best New Director (Baek Jong-Yeol)
– Nominasi: Best Actress (),

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best Film Editing
– Nominasi: Best Actress (), Best Cinematography & Lighting,

Warm and Cozy

Desember 13, 2015 Tinggalkan komentar

Sejak mendengar kabar rilisnya, drama ini adalah salah satu most anticipated drama bagi saya. Tak lain dan tak bukan tentu karena dua cast utamanya yang terdengar menjanjikan dan juga dua aktor yang cukup favorit bagi saya: dan . Saya sudah melihat akting mereka di beberapa film dan drama dan tidak pernah mengecewakan. Ditambah lagi, konon penulis drama ini adalah Hong bersaudara yang juga terkenal dengan drama-drama ngehits seperti Full House. Dengan antusias, saya pun ‘memantau’ drama ini di internet dari waktu ke waktu. Hal yang justru membuat antusiasme saya terus menyurut. Review episode per episode, ternyata tidak terlalu positif. Meski begitu, ketika akhirnya ada kesempatan, saya tetap menyempatkan diri untuk menontonnya.
PDVD_103

PDVD_002
Warm & Cozy mengambil latar di Pulau Jeju. Berkisah tentang Baek Geon-woo ( ), seorang anak orang kaya yang ogah-ogahan membuka kafe bernama Mendorrong Tottot (konon artinya “Warm & Cozy” dalam dialek Jeju). Goen-woo sendiri tidak pernah serius mengelola kafenya. Meskipun pintar memasak, tapi ia hanya menyajikan menu yang ia suka saja dan memasak kalau ia mood. Selebihnya, ia lebih senang bermalas-malasan. Bisa dipahami kalau kafenya nyaris tak pernah didatangi pelanggan. Ditambah lagi, Geon-woo juga tidak pandai bergaul dengan masyarakat sekitar.

PDVD_080
Jeong-joo () adalah seorang gadis pekerja keras. Ketika mendapat masalah di tempat kerjanya, ia memutuskan untuk pergi ke Jeju, bermimpi untuk berinvestasi membuka kafe. Namun ternyata, adiknya yang ia serahi tugas mencarikan tempat yang strategis justru menipunya dan membelikannya rumah bobrok (hmm, agak mirip-mirip rumus cerita Full House ya?). Ia kemudian bertemu dengan Geon-woo, yang sebenarnya sudah dikenalnya ketika SMA dulu. Geon-woo, karena tak sengaja menemukan botol obat kanker stadium akhir yang sebenarnya berisi permen milik Jeong-joo, merasa kasihan pada Jeong-joo dan akhirnya membuat kontrak untuk meminjamkan kafenya pada Jeong-joo. Jeong-joo tentu saja menerima dengan senang hati. Dan di bawah Jeong-joo, kafe berjalan dengan baik dan mulai ramai dikunjungi orang.

PDVD_097

The hateful Ji-won. Akting yang buruk 😦

PDVD_078

Wook, walikota yang canggung dan baik hati

Dan yah, bisa ditebak rumus ceritanya kan? Bahwa Geon-woo dan Jeong-joo kemudian akan saling jatuh cinta. Konflik yang mewarnai hubungan mereka adalah adanya orang ketiga, Ji-won. Dia ini semacam cewek obsesinya Geon-woo. Padahal, Ji-won ini matre dan mengincar hyung-nya Geon-woo yang merupakan pemilik resort. Dan disinilah saya pikir bolong terbesar drama ini. Ji-won digambarkan sebagai cewek yang jahat yang sebenarnya sama sekali nggak worthed untuk dikejar-kejar, sehingga rasanya agak nggak logis kalau Geon-woo bisa begitu tergila-gila padanya dan membuatnya kadang mengabaikan Jeong-joo. Ditambah lagi, akting pemeran Ji-won ini benar-benar payah, kaku dan karakternya juga terkesan satu dimensi. Konflik cinta segita pun menjadi terasa agak dipaksakan. Ditambah lagi, secara garis besar cerita drama ini juga terasa begitu-begitu saja.

PDVD_079

The lovable hyung 🙂

PDVD_084

The charming yet loyal, Poong San

Tapi diatas semua kelemahannya, sebenarnya drama ini  masih layak untuk dinikmati kok. Kedua pemain utamanya, dan bermain bagus dan terlihat menunjukkan chemistry yang kuat. Karakter keduanya terasa menyenangkan. Selain itu, karakter-karakter di sekitar mereka juga terasa menyenangkan dan dimainkan dengan sangat baik oleh para aktornya. Ada si hyung () yang melakukan hal-hal konyol karena jatuh cinta mati pada seorang perempuan penyelam. Si Nuna yang angkuh tapi sebenarnya penyayang. Lalu ada si walikota, Wook(), si bujangan tua  yang baik hati dan canggung, yang naksir Jeong-joo dengan cara yang menggelikan. Poong San, si asisten chef yang setia dan charming. Penyajian drama yang ringan dan lucu juga membuat drama ini terasa menghibur, plus latar Pulau Jeju yang cerah ceria.

PDVD_000

Kang So-ra & Yoo Yeon-seok, the best thing of this drama

Cast:
– Baek Geon-woo
– Lee Jeong-joo

– Song Jung-geun (hyung)
– Hwang Wook (walikota)
Lee Han-Wi – Kong Jung-bae
Seo Yi-an – Mok Ji-won
Kim Hee-jung – Kim Hae-sil
Ok Ji-young – Cha Hee-ra (nuna)
Jin Young – Jung Poong-san
Kim Mi-jin – Boo Mi-ra
Samuel Okyere – Sam
Cho Jae-sung – Jin Tae-yong (ayahnya Geon-woo)
– cameo pemilik kafe
Seohyun – cameo (keponakannya Wook)
Lee Wee-hyang – Ibunya Geon-woo
– cameo pacarnya Ji-won
– cameo adiknya Jung-joo

Judul: Warm and Cozy / Maendorong Ttottot (맨도롱 또똣)
Sutradara: Park Hong-Kyun
Penulis: Hong Mi-Ran, Hong Jung-Eun
Tayang: MBC, 13 Mei – 2 Juli 2015
Episode: 16
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

The Royal Tailor

April 12, 2015 Tinggalkan komentar

Dol-seok ( ) adalah penjahit istana. Selama ini, ia lah yang bertugas membuatkan pakaian untuk raja dan ratu. Karenanya,ia menempati posisi elit di istana. Hingga suatu hari muncul, Kong Jin (), penjahit rendahan yang biasa menjahitkan baju-baju untuk para gisaeng. Awalnya, Kon Jin hanya diminta untuk menambal baju kerajaan yang rusak, namun karena keahliannya, ia pun kemudian diminta membuat baju untuk kerajaan. Desainnya yang modern dan penuh warna kemudian menjadi tren. Dol Seok pun mulai dihinggapi iri hati dan cemburu. Apalagi, kemudian Kong Jin berhasil menjalin kedekatan dengan sang Ratu () yang  kesepian.

Dol-seok si penjahit utama kerajaan

Dol-seok si penjahit utama kerajaan

Di kerajaan sendiri juga sedang terjadi konflik. Sang Raja ( ) menjadi raja seolah hanya boneka saja. Keputusan-keputusannya selalu dikendalikan orang-orang sekelilingnya, termasuk dalam hal pemilihan permaisuri.

Ceritanya sendiri menurut saya cukup menarik. Meski film berlatar jaman kerajaan adalah sesuatu yang sering diangkat dalam film Korea, tapi tema desainer adalah sesuatu yang sedikit berbeda. Konvensional vs modern memang seringkali akan menimbulkan crash di awal-awal dan film ini mampu mengetengahkannya dengan baik. Apalagi didukung para aktor yang bermain apik. Di sini, ada 4 aktor yang bermain dengan solid.

Akting yang solid dari para aktor

Akting yang solid dari para aktor

Pertama, ada sebagai si penjahit tua Dol-seok, yang konvensional dan memiliki sisi gelap. Sebagai aktor senior, akting tentu tak perlu diragukan. Kedua, ada  yang memerankan Kong Jin, mewakili sosok pembaharu yang nyeni dan modern. Dan  memperlihatkan akting yang maksimal di sini.

rtgnu

Ketiga, , sebagai Raja yang dipaksa menjadi “keras” oleh tekanan dan keadaan. Seperti biasa,  berhasil memerankannya dengan sangat baik. Yah, salut untuk aktor satu ini karena selalu bisa memainkan sosok nice guy atau bad boy dengan sama baiknya. Berikutnya, ada  sebagai Pan Soo. Meski karakternya tak terlalu penting tapi berkat akting Ma, bisa memberi warna dan tambahan nyawa pada cerita.

Yoo Yeon-seok yang selalu mampu memerankan karakter antagonis & pratagonis sama baiknya

Yoo Yeon-seok yang selalu mampu memerankan karakter antagonis & pratagonis sama baiknya

Untuk si heroine, ada nama. Hmm, jujur, sejak awal saya underestimate dengan dia. Menurut saya, kehadirannya di sini lebih sebagai penambah nilai jual film. Di antara jajaran aktor utamanya, dia adalah satu-satunya pemeran yang dikenal lebih karena semacam idol dan bukan karena kemampuan aktingnya. Dan yah jujur, di sini saya merasa kurang bisa menikmati aktingnya. Sebenarnya dia bukan aktris yang buruk, tapi juga tidak bisa dibilang mengagumkan. Di antara para aktor yang memang solid, aktingnya jadi terlihat paling lemah. Dia seolah kesulitan keluar dari karakternya yang biasa, pun di film ini. Ekspresi-ekspresinya adalah ekspresi mellow-yellow yang sudah berulangkali ia tampilkan dalam drama-drama yang ia bintangi dan sosoknya juga terasa kurang anggun sebagai ratu (saya pikir  akan lebih cocok untuk peran semacam ini). Justru saya lebih mengapresiasi akting , yang meski perannya tak terlalu signifikan,tapi mampu mencuri scene sebagai selir Soui yang ambisius.

Park Shin-hye yang menurut saya aktingnya paling biasa :(

Park Shin-hye yang menurut saya aktingnya paling biasa 😦

Lee Yu-bi yang sebagai Soui yang ambisius

Lee Yu-bi yang sebagai Soui yang ambisius

Hal lain yang juga sedikit mengganggu bagi saya adalah cerita romance-nya, antara Kong Jin dan sang Ratu yang menurut saya agak  cengeng. Tapi secara keseluruhan, lumayan kok 🙂

Cast:
 – Dol Seok
– Kong Jin
– Raja
– Ratu
– Selir Soui

– Pan Soo
Shin So-yul – Wol Hyang
Bae Sung-woo – Je Jo
Jo Dal-hwan – Dae-gil

Judul: The Royal Tailor/ Sanguiwon (상의원)
Sutradara: Lee Won-Suk
Produser: Yun Chang-Suk
Sinematografi: Kim Ji-Young
Rilis: 24 Desember 2014
Durasi: 127 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Good Actors: Popularitas Yang (Agak) Terlambat (2)

Januari 26, 2015 Tinggalkan komentar

*
Sebenarnya, Yoo mengawali karir di film yang sangat berkualitas ” ” garapan sutradara kawakan, . Tapi mungkin karena perannya yang memang tak terlalu signifikan (sebagai versi muda ), sehingga ia seolah ‘dilupakan.’ Meski masih aktif di dunia akting, tapi seringkali ia mendapat peran-peran yang sama tak signifikannya. Saya baru ngeh dengan Yoo ketika menonton . Disana, dia berperan sebagai cowok overacting dan bergaya OKB yang menyebalkan. Meski saya tak bersimpati pada karakternya, tapi aktingnya cukup meninggalkan kesan.

Yoo Yeon-seok

Yoo Yeon-seok

Popularitasnya melambung ketika ia dipercaya memerankan the nice guy, Chilbongie di drama ” “, karakter yang membuat penonton “jatuh cinta”. Saya mencoba menonton beberapa film yang melibatkan dia, seperti Re-ecountern dimana dia berperan sebagai lelaki yang kacau karena kehilangan dan yah, he’s good. Belakangan, dengan semakin populernya dirinya, tentu semakin banyak kesempatan baginya untuk membuktikan kemampuan beraktingnya.

Yeah, he's kinda a pretty boy

Yeah, he’s kinda a pretty boy

Sejauh ini sih saya lihat dia cukup selektif memilih peran, yang kebanyakan adalah film-film berkualitas. Dengan wajahnya yang bisa dikategorikan “pretty boy” tentu tak sulit baginya untuk mendapatkan popularitas, dan saya harap, hal itu tidak lantas membuatnya tidak selektif dalam memilih peran-perannya. Sebenarnya sejauh ini belum melihat perannya yang benar-benar “full” karena selama ini dia memang seringkali tidak menjadi pemeran utama. Dan semoga, ke depan dia benar-benar bisa membuktikan kalau he’s good actor. Hope so 🙂

Nama: (nama asli Ahn Yeon-Seok)
Lahir: 11 April 1984
TB: 183 cm

Film: (2003),  (2010), Moscow (2011), Hoya (2012),  (2012), Two Wedding and A Funeral (2012), Horror Stories (2012),  (2012), Born To Sing (2013),  (2013),  (2014), Secret Temptation (2014), The Royal Taylor (2014), In the Mood for Love (2015), Beauty Inside (2015)

Drama: General Hospital 2 (2008-2009), Dream (2009), Posessed (2009), Pure Pumpkin Flower (2010), Late Night Hospital (2011), Tasty Life (2012, Mom is Acting Up (2012),  (2013),  (2013)

 
Saya ngeh sama   di drama yang sebenarnya membuat saya sebal karena ceritanya yang mengecewakan: Fashion King. Karakternya tidak terlalu simpatik, sebagai 2nd man yang angkuh, namun dari situ saya melihat bahwa dia memainkan karakternya dengan baik. Aktingnya yang lain, saya lihat dia di , sebagai  versi muda (kalau dilihatlihat memang agak mirip deh, hihi), sosok pemuda sederhana yang cupu. Dan yah, he’s good. Sebenarnya saya kurang bisa menyukainya, lebih karena fisik (entah bagaimana saya kurang menyukai wajahnya) tapi kemudian setelah melihat film-filmnya yang lain, , My Papparotti dan terutama  yang menurut saya dia berakting sangat gemilang, saya pun ‘jatuh cinta’ dengan aktingnya. Belakangan, aktingnya di drama Secret Door juga mendapat banyak apresiasi (saya belum sempat nonton).

Lee Je-hoon

Lee Je-hoon

Dia mampu menyelami karakter-karakter yang diperankannya, yang cukup variatif, dengan sangat baik.

Lee yang baru selesai menjalani wajib militer beberapa waktu lalu

Lee yang baru selesai menjalani wajib militer beberapa waktu lalu

Nama: .

Lahir 4 Juli 1984.
Film:  Detective Hong Gil-Dong  (2015), My Paparotti (2013), An Ethics Lesson (2013) , Ghost Sweepers (2012),  (2012),  (2011),  (2011), Finding Mr. Destiny (2010), Be With Me (2010), The Influence (2010), Just Friends?, The Pit and the Pendulum (2009), Small Town Rivals (2007), Marrying the Mafia 3, (2006), (2006)

Drama: Secret Door (2014), Fashion King (2012), Three Sisters (2010)

 Awards:
– Drama Awards 2014:Best Actor & Ten Star Award (“Secret Door“)
– KOFRA Film Awards Ceremony 2012: Best New Actor ( )
– Blue Dragon Film Awards : Best New Actor ( )
– Critics Choice Awards 2011: Best New Actor (“)
– Daejong Film Awards 2011: Best New Actor ( )

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar