Arsip

Posts Tagged ‘Sol Kyung-gu’

1987: When The Day Comes

Berlatar tahun 1987, ketika gerakan pro demokrasi sedang gencar memprotes pemerintahan otoriter yang sedang berkuasa. Salah seorang aktivis mahasiswa, Park Jong-chul (), meninggal setelah mengalami integorasi dan penyiksaan oleh militer. Demi menyelamatkan muka pemerintah, kematian Jong-chul pun direkayasa. Ia dinyatakan tewas karena serangan jantung. Park Cheo-won () adalah pejabat tinggi yang ditugasi mengurus kasus ini. Selain itu, juga ada pengacara Choi Hwan ( ) yang diminta bantuan. Sebenarnya, Choi adalah orang yang menjunjung tinggi profesi, hanya saja tak bisa berbuat banyak karena tekanan orang-orang di sekelilingnya.

1987

1987 (2)

Namun begitu, kematian Jong-chul menyisakan banyak keganjilan yang menimbulkan kecurigaan. Kalau sudah begini, tentu para jurnalis yang kemudian ambil bagian. Yoon Sang-nam adalah seorang reporter handal yang kemudian berhasil mendapat informasi terkait kematian Jong-chul. Tentu saja, ketika media sudah bicara, para elit pun kelabakan. Berbagai cara ditempuh untuk mengamankan posisi mereka.

 

1987 (3)

Di sisi lain, diam-diam gerakan pro demokrasi semakin menguat. Ada Han Byeong-yong (), seorang sipir penjara yang membantu perjuangan dengan diam-diam menjadi kurir antara aktivis yang dipenjara dan tokoh aktivis yang sedang dicari-cari pemerintah, Kim Jung-nam (). Dalam pekerjaannya, Han sering meminta tolong keponakannya, Yeon-hee (), yang seorang mahasiswi baru. Yeon-hee awalnya apatis dengan aktivisme, tapi kemudian terusik setelah bertemu dengan Lee Han-yeol (), seorang aktivis mahasiswa di kampusnya.

1987 (4)

1987 (8)

Lagi, sebuah film yang menjajikan salah satu fase penuh gejolak dalam sejarah pemerintahan Korea (film sejenis adalah May, ). Bagus sih menurut saya, karena dengan film-film semacam ini, artinya ada upaya menolak lupa orang Korea tentang sejarah kelam negrinya. Hal yang mungkin bisa ditiru para sineas Indonesia, karena seingat saya, film tentang sejarah yang digarap dengan bagus dan kritis, sejauh ini kok kayaknya belum ada. Film ini sendiri disajikan dengan apik, sinematografi yang meyakinkan (saya sampai merinding melihat aksi demonya), plot yang cukup smooth dan rapi serta ensemble cast yang solid. Sepadan dengan nama-nama besar jajaran castnya, bahkan yang sekedar cameo pun punya peran penting dalam membangun cerita di film ini. Mulai dari , , , , , , …dan juga aktris muda yang menurut saya, penampilannya cukup stellar di sini. Dan tentu saja, cerita film ini sendiri memang cukup penting bagi orang Korea. Layaklah kalau kemudian film ini diganjar Daesang (penghargaan tertinggi) di Baeksang beberapa waktu lalu.

Cast:
– Park Cheo-won
– Choi Hwan
– Han Byeong-yong
– Yeon-hee
– Det. Jo Han-kyung
– Reporter Yoon Sang-nam
Kim Eui-sung – Lee Boo-young
Kim Jong-soo – Park Jung-ki
Oh Dal-su – jurnalis
Ko Chang-seok – jurnalis
Moon Sung-geun – Jang Se-dong
Woo Hyeon – Kang Min-chang
Jo Woo-jin – Pamannya Jong-chul
– Kim Jung-nam

Cameo:
– ibunya Yeon-hee
– Lee Han-yeol
– Park Jong-chul

Judul: 1987: When The Day Comes
Sutradara:
Penulis: Kim Kyung-chan
Rilis: 27 Desember 2017
Durasi: 129 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Award:
Baeksang Art Awards 2018:
– Grand Prize (Daesang)
– Best Screenplay
– Best Actor ()
– Best Supporting Actor ()

 

Iklan

The Merciless

November 5, 2017 Tinggalkan komentar

Han Jae-ho () adalah seorang kriminil papan atas yang sedang dipenjara. Ia merupakan anak buah mafia besar, Ko (), yang sedang dalam incaran polisi. Untuk menghancurkan Ko, pihak kepolisian kemudian mengirim mata-mata yang menyamar ke penjara untuk mendekati Jae-ho. Dialah Hyun-soo (), seorang polisi muda yang cenderung lugu dan sedang kesusahan karena ibunya sakit parah. Demi dijanjikan akan dibantu pengobatan ibunya, Hyun-soo pun akhirnya menerima tawaran itu.

the merciless

the merciless-2

Setelah beberapa aksi, Hyun-soo akhirnya berhasil mendapat simpati Jae-ho dan menjadi kaki tangannya di penjara. Ketika sang ibu tiba-tiba meninggal, Hyun-soo yang berpikir bahwa Jae-ho adalah satu-satunya orang yang peduli kepadanya, mulai berubah haluan. Ia mempercayai Jae-ho dan mengakui penyamarannya. Di sisi lain, Jae-ho yang awalnya berniat ‘mengerjai’ Hyun-soo, mulai jatuh simpati pada karakter Hyun-soo yang tulus. Ketika mereka keluar dari penjara, mereka pun membangun sekutu untuk menghancurkan Ko. Di sisi lain, pihak kepolisian yang mulai melihat perubahan Hyun-soo, mulai curiga dan berusaha mengendalikannya.

the merciless4

the merciless3

Menonton film ini, tak urung membuat saya membandingkan dengan film yang sudah saya tonton sebelumnya, The Prison. Bagaimanapun ceritanya terasa sangat mirip: berlatar penjara, penyamaran, jalinan bromance yang diwarnai pengkhianatan.. Heran juga sih kenapa sineas Korea ini kadang kok kayak menyontek ide satu sama lain. Tapi jangan khawatir kok, karena kedua film ini tetap punya kekhasannya masing-masing. Keduanya menurut saya bukan film yang sangat mengesankan, tapi kalau disuruh memilih, saya lebih menyukai The Merciless. Karakter-karakternya terasa lebih simpatik dan logika ceritanya juga lebih jelas.

the merciless5

Soal akting, tentu tak perlu dipertanyakan lagi. dengan baik memerankan karakter Jae-ho yang multilayered. Bengis, kejam tapi juga tetap memiliki sisi simpatik. Dan pemilihan juga terasa pas. Didukung dengan tampanya yang ‘imut’ ia memang cocok sebagai si maknae yang berkarakter ‘manis’ tapi di sisi lain, juga mampu menampilkan karakter yang lebih dalam. Satu hal yang kurang saya suka dari film ini adalah eksekusi endingnya. Tapi yah, mungkin karena sesuai judulnya: The Merciless…

Cast:
– Han Jae-ho
– Jo Hyun-soo
– Ko Byung-gab
Jeon Hye-jin – Chun In-sook
– Ko Byung-chul
Jang In-sub – Min-chul
Kim Sung-oh – Jung Seung-pil
Choi Byung-mo – Kapten Choi
Kim Ji-hoon – Jung-sik

Judul: The Merciless/ Robber: Bad Men’s World/ Boolhandang: Nabbeun Nomdeului Sesang
Sutradara/Penulis: Byun Sung-hyun
Produser: Lee Jin-hee, Yoon Ji-woon, Park Ji-sung, Ahn Eun-mi
Sinematografi: Jo Hyung-rae
Rilis: Mei 2017 (Cannes FF)
Durasi: 120 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
The Seoul Awards 2017:
– Best Popular Actor ()
Daejong Film Awards 2017:
– Best Actor ()
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Supporting Actor (), Best Supporting Actress (Jeon Hye-jin),

 

 

My Dictator

September 29, 2016 Tinggalkan komentar

Korea Selatan, berlatar tahun 1972. Kim Sung-geun () adalah pemain teater yang buruk. Ia tidak pernah punya kepercayaan diri ketika tampil di panggung. Padahal, teater adalah satu-satunya tempat ia mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istrinya.

my-dictator_poster

Suatu hari, ia mendapat undangan casting dari orang yang mengaku sebagai profesor Huh. Usai casting, ia justru dipukuli hingga babak belur dan dipaksa untuk mengaku sebagai komunis. Karena tak punya pilihan, ia pun akhirnya terpaksa membuat pengakuan. Dan ia pun dinyatakan lulus casting.

my-dictator2

Di bawah pengawasan agen mata-mata, ia disuruh berlatih untuk memerankan tokoh Korea Utara, Kim Il-sung. Bersama dengannya adalah Profesor Huh sang sutradara dan seorang pemuda yang bertindak sebagai penulis. Selama pelatihan, Kim diminta mempelajari paham-paham komunis dan kehidupan Kim Il-sung. Tidak hanya itu, agar perannya benar-benar seperti Kim Il-sung, ia diminta merubah penampilan dan menambah berat badan. Perlahan, Kim pun mulai kesulitan membedakan antara akting dan realita. Ia mulai benar-benar merasa bahwa dirinya Kim Il-sung. Sayangnya, pentas yang dijannjikan batal dan Kim dilepas begitu saja. Frustrasi, Kim pun menenggelamkan diri dalam dunia Kim Il-sung yang dibangunnya. Sosoknya yang semula adalah seorang ayah penyayang, berubah menjadi keras ala diktator.
my-dictator4
Tahun 1994, Kim Tae-shik ( ) adalah putra Kim yang sudah dewasa. Karena tak tahan dengan kegilaan ayahnya, ia sudah lama meninggalkan ayahnya yang sekarang sakit-sakitan. Usahanya sebagai penjual MLM sedang dikejar-kejar hutang. Untuk melunasi hutangnya, ia berniat menjual rumah milik ayahnya yang sedang diincar pengusaha properti. Demi untuk mendapatkan segel ayahnya, Tae-sik pun kemudian merawat ayahnya. Tapi itu adalah hal yang sulit karena ayahnya masih saja hidup dalam dunia Kim Il-sung yang dibangunnya.
my-dictator8
Berhubung saya tidak punya korelasi sejarah dengan cerita film ini, jujur saya agak bingung dengan maksud cerita film ini. Bahwa Sung-geun adalah sebagai korban dari diktatorisme yang berbeda? Ceritanya menurut saya terlalu personal dan membuat saya bertanya-tanya apa ini terinspirasi dari kisah nyata?
my-dictator3
Terlepas dari kebingungan itu, film sendiri digarap dengan bagus dengan jajaran cast yang bagus pula. Sebagai pemeran utama ada sebagai Kim Sung-geun yang ‘kerasukan’ Kim Il-sung, dan terlihat effortless sebagai Tae-sik. Patut diacungi jempol juga akting aktris pendatang baru, sebagai Ye-jung, yang menurut saya terlihat percaya diri beradu akting dengan aktor sekelas Park Hae-il.

Cast:
– Kim Sung-geun
– Kim Tae-sik
Yoon Je-Moon – Kepala Seksi Oh
Lee Byung-Joon – Profesor Heo
– Yeo-jung
– Penagih Utang Baek
– aktor
Lee Kyu-Hyung – Chul-Joo
Son Sang-Gyeong – Deongchi (big man)
Lee Joon-Hyuk – Ki-Chul
Son Young-Soon – ibunya Sung-Geun

Judul: My Dictator/ Naui Dogjaeja (나의 독재자)
Sutradara: Lee Hae-Jun
Penulis: Lee Hae-Jun, Park Chul-Hyun
Produser: Jung Doo-Hwan, Kim Moo-Ryung
Sinematografi: Kim Byung-Seo
Rilis: 30 Oktober 2014
Durasi: 128 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Cruel Winter Blues

Januari 8, 2015 Tinggalkan komentar

Shim Jae-moon (), seorang gangster. Ia ingin membalas dendam atas kematian karibnya, Min-jae ( ), yang dibunuh oleh seorang gangster bernama Dae-sik. Untuk itu, ia kemudian mempekerjakan Chi-guk, seorang anak muda berhati lembut mantan atlet taekwondo. Berdua, mereka pergi ke kampung halaman Dae-sik dan menyewa sebuah rumah tua.

Jae-mon yang mempekerjakan Chi-guk, seorang pemuda lugu

Jae-mon yang mempekerjakan Chi-guk, seorang pemuda lugu

Hal pertama yang mereka lakukan adalah menyelidiki rumah tinggal Dae-sik. Mereka pun kemudian bertemu ibu Dae-sik (), seorang perempuan tua yang tinggal sendirian dan mengelola kedai makan. Selain Dae-sik, ia juga mempunyai seorang anak yang bekerja di kapal di Alaska dan dikabarkan hilang.

Bertemu ibu Daesik yang penyayang

Bertemu ibu Daesik yang penyayang

Niat awal ingin mengintai, Jae-moon justru mendapat perlakuan yang sangat baik dari Ibu Dae-sik yang memperlakukannya bak anak sendiri. Di sisi lain, Dae-sik yang sebenarnya punya sisi lembut, juga merasa luluh dengan kasih sayang sang Ibu. Namun, dendam tetap harus dibalaskan, bukan?

Film gangster yang dibalut banyak drama

Film gangster yang dibalut banyak drama

Meski bergenre gangster-gangsteran, tapi menurut saya film ini sangat kuat dramanya yang saya pikir dirangkai dengan baik. Hubungan seperti ibu-anak antara Jae-moon dan ibunya Dae-sik terasa mengharukan, juga hubungan (hampir) sebagai abang-adik dengan Chi-guk, sedikit romansa dengan gadis setempat, dan keramahan orang-orang kampung, seolah memberikan nuansa hangat pada latarnya, musim dingin di daerah pinggiran. Tapi seperti judulnya, “Cruel Winter Blues”, siap-siap saja dengan endingnya, ya 🙂
cruel winter
Cast:
– Shim Jae-moon
Jo Han-Sun – Moon Chi-guk
 – ibunya Dae-sik
Yoon Je-Moon – Min Dae-sik
Oh Yong     – Park Sang-geun
 – Lee Min-jae
Shim Yi-Young – Jo Mi-ryung
Kim Jun-Bae – Won-ki

Judul: Cruel Winter Blues/ Yeolhyeolnama (열혈남아)
Sutradara/ Penulis:
Produser: Cha Seung-Jae, Kim Min-Hee
Sinematografi: Kim Dong-Cheon
Rilis: 9 November 2006
Durasi: 118 menit
Studio: Sidus Pictures
Distributor: CJ Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Peppermint Candy

Desember 20, 2014 Tinggalkan komentar

Reuni tahun 1998, di pinggir sungai Han. Salah satu anggota reuni, Kim Hyung-ho () datang dan bertingkah seperti orang frustasi. Ia berteriak-teriak, masuk ke sungai dan bahkan kemudian naik ke atas rel dan siap bunuh diri. Ada apa dengan Kim Hyung-ho? Kenapa dia terlihat begitu sedih dan frustrasi seperti itu?
ppi
Perlahan, cerita pun akan bergerak ke belakang. Beberapa bulan sebelumnya. Kim tinggal di tempat yang menyedihkan, terpisah dari keluarganya, berhenti dari pekerjaannya sebagai polisi. Lalu seorang lelaki datang padanya, mengatakan agar ia bertemu dengan istrinya, cinta pertama Kim, Yun Nu-sim ( )yang sedang koma. Kim datang membawakan permen Peppermint yang konon ia simpan ketika Nusim mengiriminya sewaktu ia sedang wajib militer.

Yong-ho dan istrinya yang tak bahagia

Yong-ho dan istrinya yang tak bahagia

Cerita kembali bergerak ke belakang. Digambarkan bahwa Kim dulunya adalah seorang polisi. Ia terlihat tak menyukai pekerjaannya dan tak bahagia dengan pernikahannya. Ia sering kasar dengan istrinya () dan terlihat seenaknya saja selingkuh dengan perempuan-perempuan. Ia juga selalu menyebut-nyebut tentang gadis yang menjadi cinta pertamanya. Sebuah cerita romance? Tunggu dulu. Karena cerita akan terus mundur. Ketika Kim masih sangat muda dan hanyalah seorang pemuda berhati lembut yang mencintai seorang hingga sebuah kejadian brutal dan mengerikan ketika ia menjalani wajib militer pada tahun 1980, mengubahnya. Meninggalkan luka bernanah sepanjang hidupnya dan perlahan, menghancurkannya.

Yong-ho yang tiba-tiba memutuskan kekasihnya

Yong-ho yang tiba-tiba memutuskan kekasihnya

Another  movie yang lagi-lagi berkutat dengan tragedi. Di sini, dia mengangkat isu tentang peristiwa tragis di tahun 1980 (Pembantaian Gwangju) melalui sesosok individu. Melalui film ini, Lee sepertinya ingin menggambarkan bahwa dalam peristiwa keji tersebut, korbannya tidak hanya penduduk sipil, tapi juga para “pelaku” nya, para tentara yang hanya sekadar melakukan perintah. Dan semua orang pun tahu siapa yang harus dibenci dan dihujat dari segala kekejian itu.

Yah, seandainya saja waktu bisa berputar balik...

Yah, seandainya saja waktu bisa berputar balik…

Sebuah film dengan cerita yang terasa menohok, disajikan dengan alur yang tak biasa ala . Recommended.

Cast:
 – Kim Yong-ho
 – Yoon Su-nim
 – Hong-ja (istrinya Yong-ho)
Ko Seo-Hee – Kyeong-a (cewek di Kunsan)
Seo Jung – Ms Ri, (sekretaris)
 Yoo Yeon-Soo – Det. Lee
 Park Ji-Yeon – Jung Sun-Yi
 Kim Kyung-Ik – Park Myung-Shik

Judul: Peppermint Candy/ Bakha satang (박하사탕)
Sutradara/ Penulis:
Asisten Sutradara: Byun Seung-Wook
Rilis: 1 Januari 2000
Durasi: 127 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 Film Festivals
-Taipei Golden Horse Film Festival 2011 – Filmmakers in Focus – A Tribute to
– Focus on Asia-Fukuoka International Film Festival 2013 –  Retrospective

Awards:
– Grand Bell Awards, South Korea 2000: Best Film, Best Director, Best Supporting Actress – Kim Yeo-jin, Best Screenplay – , Best New Actor –
– Baeksang Arts Awards 2000:Best New Actor –
– Blue Dragon Film Awards: Best Actor – ,     Best Screenplay –
– Gijón International Film Festival 2000: Nominasi Best Feature
– Bratislava International Film Festival 2000: Best Actor     (), Special Jury Prize (), Nominasi Grand Prix ( )
Karlovy Vary International Film Festival 2000: Don Quijote Award ( ), Netpac Award – Special Mention (For the original approach to modern South Korean history through the life of one individual), Special Prize of the Jury, dan nominasi Crystal Globe

(sumber: wikipedia dan imdb.com)

Cold Eyes

Desember 4, 2014 Tinggalkan komentar

Yoon-joo (), seorang gadis cerdas yang menjadi anggota baru di Kepolisian Korea bagian kriminal. Bersama teman-temannya, mereka melakukan misi untuk menangkap seorang penjahat lihai, James (). Sebuah pekerjaan yang tak mudah dan melelahkan dan kadang juga harus mengesampingkan emosi pribadi.
PDVD_029
Another criminal movie. Tapi film ini sendiri tak punya sebuah cerita yang bulat seperti umumnya film tentang kriminal. Alih-alih, ini adalah film tentang kerja para detektif itu sendiri yang diceritakan dengan detail ketika melakukan sebuah misi. Mulai dari intai mengintai, samar menyamar dan jika sudah waktunya, melakukan gerak cepat.

Jung Woo-sung yang tumben-tumbenan main jadi antagonis

Jung Woo-sung yang tumben-tumbenan main jadi antagonis

Tidak ada one man hero di sini karena keberhasilan sebuah misi adalah hasil kerjsama tim yang solid. Di sini digambarkan bagaimana sistem kerja mereka yang harus selalu kompak, sistematis dan sigap dalam segala situasi. Keren lah pokoknya. Sekilas, kesannya adalah film yang kering ya? Tapi sang sutradara ternyata cukup lihai membuatnya menjadi tontonan visual dengan gambar-gambar cepat yang tidak membosankan dan enak dinikmati.
PDVD_023
Cast:
 – Kepala Detektif Hwang
 – James, si penjahat
 – Ha Yoon-joo
Jin Kyung – Kepala Departemen Lee
Lee Junho – Detektif Daramjwi (“Squirrel”)
Kim Byung-ok – misterius broker
Simon Yam – target

Judul: Cold Eyes/Gamsijadeul (감시자들)
Sutradara: Jo Ui-seok, Kim Byung-seo
Produser: Lee Yu-jin
Penulis: Jo Ui-seok (berdasar “Eye in the SkyYau Nai-Hoi & Au Kin-Yee)
Musik: Dalparan, Jang Young-gyu
Sinematografi: Kim Byung-seo, Yeo Kyung-bo
Editing: Shin Min-kyung
Produksi: Zip Cinema
Distributor: Next Entertainment World
Rilis: 3 Juli 2013
Durasi: 118 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:

Buil Film Awards 2013:
– Best Actress –
Korean Association of Film Critics Awards 2013:
– Nominasi Best Actress –
Blue Dragon Film Awards 2013:
– Best Actress –
– Nominasi: Best Supporting Actor – , Best Cinematography, Best Lighting, Best Music, Technical Award

Asia Pacific Film Festival 2013:
Nominasi: Best Editing – Shin Min-kyung
Asian Film Awards 2014:
– Best Editor – Shin Min-kyung
– Nominasi Best Actress –  Best Supporting Actor – , Best Cinematography

Baeksang Arts Awards 2014:
– Best Supporting Actress – Jin Kyung
– Nominasi: Best Director, Best Actor  (), Most Popular Actor (Film)  (), Most Popular Actress (Film)  ()

Hope

Agustus 9, 2014 Tinggalkan komentar

So-won ( ), gadis kecil 9 tahun. Cantik dan cerdas. Ibunya mengelola warung kecil di bagian depan rumah, sedangkan ayahnya bekerja di pabrik. Kedua orang tuanya kadang terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, tapi masih juga memiliki waktu bersamanya. Tak ada yang khusus dari keluarga mereka, seperti kebanyakan keluarga modern kelas menengah ke bawah umumnya.

Hope (2)

Suatu pagi berhujan, So-won berangkat ke sekolah sendirian seperti biasa. Teman-temannya kebanyakan laki-laki sehingga tak akrab. Di sebuah lorong sepi, tiba-tiba muncul seorang lelaki berwajah menjijikkan yang mengatakan ingin menumpang payungnya. Di tempat lain, kedua orang tuanya masih disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.
hope
Beberapa waktu kemudian, So-won sudah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan babak belur dan anusnya mengalami terluka parah. Kita pun segera tahu apa yang terjadi. Ayah dan Ibu So-won sangat terpukul mengetahui hal itu. Merasa bersalah pada diri sendiri. Merasa marah dan sedih. Polisi pun segera mengusut pelaku.
hope3
Tapi ini bukan cerita thriller tentang seorang penjahat keji dan aksi balas dendam, seperti kebanyakan cerita tentang film seperti ini. Cerita akan lebih fokus pada korban, So-won dan keluarganya. Bagaimana So-won kecil bisa menjalani hidup normal setelah kejadian mengerikan itu? Di sinilah peran keluarga dan orang-orang sekeliling sangat diperlukan.

hope2

So-won hanyalah contoh, kita tentu sering mendengar cerita yang mirip ini di banyak tempat. Dan film ini seolah ingin mengajak penonton melihat contoh bagaimana seharusnya kita berlaku ketika menghadapi masalah semacam ini. Tidak ada kesan menggurui, tapi bisa jadi sebuah pelajaran berharga. Sebuah film yang membuat merinding, miris sekaligus erharu. Sungguh sebuah film yang sangat layak ditonton oleh siapapun!

Note:

So-won dalam Bahasa Korea juga berarti “Hope/Wish”

Cast:
– Dong-hoon (ayah So-won)
– Mi-hee (ibu So-won)
– So-won
– Psikiatris Jung-sook

Kim Sang-Ho – Gwang-sik
– Ibunya Yong-suk
Yang Jin-Sung – Polisi Do-kyung
Kim Do-Yeob – Yong-suk (temannya So-won)

Judul: Hope/ Wish / Sowon (소원)
Sutradara: Lee Joon-Ik
Penulis: Kim Ji-Hye, Jo Joong-Hoon
Produser: Byn Bong-Hyun, Sung Chang-Yun
Sinematografi: Kim Tae-Kyoung
Rilis: 2 Oktober 2013
Durasi: 123 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
– PaekSang Arts Awards 2014:
Best Actor ()
Best Screenplay (Kim Ji-Hye), (Jo Joong-Hoon)
– Korean Association of Film Critics Awards 2013:
Best Actress ()
– Blue Dragon Film Awards 2013:
Best Film
Best Supporting Actress ( )
Best Screenplay (Kim Ji-Hye, Jo Joong-Hoon)

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar