Arsip

Posts Tagged ‘Seon Ye-jin’

The Last Princess

Desember 3, 2016 Tinggalkan komentar

Kekaisaran Korea yang sedang diambang keruntuhan ketika Jepang menginvasi Korea. Raja diracun dan keluarga kerajaan sebagian dikirim ke Jepang, termasuk  Putri Dok-hye (/ ). Putri Dok-hye adalah seorang yang nasionalis, tapi tak bisa melawan perintah itu. Pun ketika kemudian dia berada di Jepang dan tak pernah bisa kembali ke Korea.
the-last-princess1
Ia kemudian bertemu Kim Jang-han (), yang menjadi pengawalnya. Jang-han sebenarnya adalah lelaki yang ditunangkan kepadanya semasa di Korea dulu, namun karena keadaan politik yang tak menentu, mereka tak pernah jadi menikah. Kim sebenarnya adalah pejuang kemerdekaan yang menyamar sebagai tentara Jepang. Bersama teman-temannya sesama pejuang, mereka membangun gerakan pemberontakan bawah tanah. Dok-hye yang mengetahu hal ini, kemudian melibatkan diri.
the-last-princess3
Sayang, ketika pemberontakan akhirnya diletuskan, mereka gagal. Putri Dok-hye dan keluarganya yang sedianya akan dibawa ke Shanghai, tertangkap di perjalanan. Ia kemudian terpaksa menikah dengan lelaki Jepang yang dijodohkan untuknya, tapi tetap selalu menyimpan harapan untuk kembali ke tanah air.
the-last-princess7

the-last-princess5
Tahun 1945, Perang Dunia 2 berakhir dan Jepang menyerah. Dok-hye berniat kembali ke Korea. Tapi karena alasan pemulihan politik, ia dilarang masuk ke Korea. Setelah itu, kabar berita tentang Dok-hye pun ‘menghilang.’
the-last-princess10
Tahun ’61, Jang-han yang telah menjadi jurnalis dan terus mencari jejak keberadaan Dok-hye akhirnya menemukannya. Ia pun menjemput Deokhye diJepang dan kemudian memulihkan kewarganegaraannya. Setelah 30 tahun, sang putri akhirnya bisa kembali ke tanah airnya.
the-last-princess13

the-last-princess14
Dari judulnya, saya tadinya mengira ini adalah sejenis film romance. Meski saya yakin, bukan romance sembarangan karena cast utamanya adalah yang bisa dibilang nyaris selalu main di film serius. Yah, bisa dibilang juga sih film ini berbau romance, tapi bukan disitu cerita besarnya, yang lebih mengangkat isu nasionalisme. Apalagi, konon cerita film ini terinspirasi dari kisah nyata. Cerita dan alurnya enak diikuti dan castnya juga bermain dengan bagus. Mungkin tidak sesolid , tapi worthed to watch lah.

Cast:
– Putri Deokhye
– Kim Jang-han
Yoon Je-Moon – Han Taek-soo
– Bok-soon
Jung Sang-Hoon – Bok-dong
Park Ju-mi – Selir Gwin Yang (ibunya Deokhye)
Park Soo-young – Kim Young-chin
– Kim Hwang-jin
– Takeyuki
– Raja Gojong
– Lee Woo
– Kim Bong-guk
Lee Chae-Eun – Jung-hye
– Princess Deokhye (muda)
Shin Rin-Ah – Princess Deokhye (anak-anak
Yeo Hoi-Hyeon – Kim Jang Han (muda)
Lee Hyo-Je – Kim Jang Han (anak-anak)

Judu: The Last Princess  / Princess Deokhye/ Deokhyeongjoo (덕혜옹주)
Sutradara:
Penulis: Kwon Bi-Young (novel)
Rilis: 3Agustus 2016
Durasi: 127 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea-Jepang

Iklan

Spellbound

September 20, 2016 Tinggalkan komentar

Yeo-ri () adalah seorang cewek yang bisa melihat hantu. Hal ini membuatnya menjadi orang yang sangat tertutup dan membuatnya tak memiliki kehidupan sosial.
spellbound3
Ma Jo-goo () adalah seorang pesulap. Ia terkesan dengan sikap ‘horor’ Yeo-ri ketika melihat pertunjukan sulapnya. Tanpa tahu latar belakang kehidupan Yeo-ri, Jo-goo mengajak Yeo-ri bergabung di tim sulapnya.

spellbound

Seiring waktu, Jo-goo pun semakin memahami Yeo-ri dan mulai jatuh cinta kepadanya. Di sisi lain, Yeo-ri belajar tentang kehidupan di luar hantu-hantu dari Jo-goo.
spellbound4
Yah, ceritanya sih bisa dibilang standar. Tapi gabungan antara horor dan romance membuat film ini cukup unik. Dan konon, bahkan sempat jadi salah satu film yang box office di Korea sono. Yah, lumayan lah. Apalagi kedua cast utamanya, dan mampu membangun chemistry dengan baik.

Cast:
– Kang Yeo-ri
– Ma Jo-goo
Park Chul-Min – Pil-dong
Kim Hyun-Sook – Min-jung
Lee Mi-Do – Yoo-jin

Judul: Spellbound / Eerie Romance/ Ossakhan Yeonae (오싹한 연애)
Sutradara/Penulis: Hwang In-Ho
Produser: Ahn Young-Jin, Ahn Sang-Hoon, Lee Won-Tae
Sinematografi: Lee Doo-Man
Rilis: 1 Desember 2011
Durasi: 114 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Pirates

Desember 21, 2014 Tinggalkan komentar

Jang Sa-jung (), seorang prajurit kerajaan yang suka bertindak semaunya. Tak setuju dengan kebijakan kerajaan, ia memutuskan membelot dan kemudian membentuk kelompok bandit di hutan. Anggotanya hanya beberapa orang, itupun dipenuhi orang-orang setengah ‘gila’, seperti dirinya. Ketika kerajaan mengadakan sayembara menangkap paus yang telah menelan stempel kerajaan, mereka pun melakukan segala cara untuk melakukannya.

Kim Nam-gil yang jadi penyamun yang sedikit sableng ala Jack Sparrow

Kim Nam-gil yang jadi penyamun yang sedikit sableng ala Jack Sparrow

So-ma () adalah pemimpin bajak laut, Black Crow. Ia adalah bajak laut yang kejam dan haus kekuasaan. Dalam hal ini, ia bertentangan pendapat dengan Yeo-wol (), bajak laut perempuan yang tak setuju dengan kekedan kemudian bersama pengikutnya, membentuk kelompok bajak laut tersendiri. Hal yang membuat So-ma berang dan berniat untuk menghancurkannya. Di sisi lain, Yeo-wol bersahabat dengan para paus.

Son Ye-jin, si kepala bajak laut perempuan. Hmm, boleh juga aktingnya

Son Ye-jin, si kepala bajak laut perempuan. Hmm, boleh juga aktingnya

Empat kelompok ini pun kemudian akan bertemu di lautan, saling serang dan berebut kekuasaan.

Lee Kyoung-young yang selalu total

Lee Kyoung-young yang selalu total

Pirates of the Carribean versi Korea? Hihi…yah,mungkin bisa dibilang begitu. Tidak bisa disamakan tentu saja, tapi karakter Sa-jung yang agak ‘gila’ adalah karakter yang mau tak mau mengingatkan saya pada si Kapten sableng, Jack Sparrow, meski tentu saja perbandingannya cukup jauuuh. Dan hal ini, terus terang agak mengganggu karena saya cukup mengidolakan Jack Sparrow 😦

Ada idol "Sulli" yang jadi pemanis

Ada idol “Sulli” yang jadi pemanis

Ceritanya sendiri begitu-begitu saja, dan sepertinya memang film ini lebih ingin menonjolkan kecanggihan sinematografi, visual effect bla-bla, yang menurut saya, cukup berhasil. Action dan adegan-adegan peperangan di lautan, terlihat cukup meyakinkan. Untuk kesekian kalinya, saya harus mengakui kalau industri perfilman Korea Selatan agaknya memang semakin digarap dengan serius. Tapi bagi yang mementingkan cerita, film ini terasa agak kering. Afterall, lumayanlah.
prt2
Cast:
 – Jang Sa-jung
– Yeo-wol
Yoo Hae-jin – Cheol-bong
 – So-ma
 – Han Sang-jil
 – Mo Heung-gap
Park Chul-min – Biksu
Jo Hee-bong -Oh Man-ho
 – Heuk-myo
 – Jeong Do-jeon

Judul: The Pirates/Haejeok: Badaro Gan Sanjeok (해적: 바다로 간 산적)
Sutradara: Lee Seok-hoon
Produser: Im Young-ho, Chun Sung-il
Penulis: Chun Sung-il, Choi Yi-young
Musik: Hwang Sang-jun
Sinematografi: Kim Young-ho
Distributor: Lotte Entertainment
Rilis: 6 Agustus 2014
Durasi: 130 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Grand Bell Awards 2014:
– Best Actress (), )
– Best Supporting Actor (Yoo Hae-jin)
– Nominasi: Best Cinematography, Best Art Direction, Best Costume Design, Best Lightiing, Techincal Award

Busan Film Critics Awards 2014:
– Best Actor ()

Lover’s Concerto

September 7, 2012 Tinggalkan komentar

Ji-hwan ()sehari-hari bekerja sambilan di sebuah kafe. Hobinya, fotografi. Saat sedang mencobai kameranya, lensanya menangkap seraut wajah cantik di balik pintu. Beberapa waktu kemudian, seorang cewek tomboy masuk, mengajak temannya, si cewek cantik. Merasa jatuh cinta pada pandangan pertama, ketika si gadis pergi, ia nekad mengejar dan ngajak kenalan. Si cantik bernama Soo-in (), sedangkan temannya yang tomboy bernama Kyung-hee ().

Lovers Concerto

Soo-in dan Kyung-hee adalah sahabat yang tak terpisahkan. Soo-in yang anak mami sangat tergantung pada Kyung-hee yang  periang. Awalnya, Soo-in dan Kyung-hee iseng saja jalan sama Ji-hwan. Tapi perlahan, cinta tumbuh di hati Soo-in dan Kyung-hee pada Ji-hwan. Ji-hwan sendiri, menikmati kebersamaan mereka bertiga. Meski belakangan, ia sadar ia mulai jatuh cinta sungguhan pada Kyung-hee. Hubungan pun menjadi rumit di antara mereka bertiga.

Lovers-Concerto_8

Another classic romance story. Sebenarnya, saya cukup penasaran bagaimana mereka bertiga akan menyelesaikan persoalan cinta mereka dan berharap sebuah penyelesaian yang lebih ‘berbeda’ Tapi agaknya si penulis cerita juga cukup pusing  bagaimana menyelesaikan kisah cinta semacam ini, jadilah ending-nya terkesan terlalu biasa 😦

Cast:
 – Ji-hwan
 – Soo-in
 – Kyung-hee
Park Yong-woo – Cheol-hyeon
Sa Kang – Min-young
 – Ji-yoon (adiknya Ji-hwan)
Kim Nam-jin – Suk-jin
Shin Seung-hwan – Min-sik

Judul Lain: Yeonae Soseol (연애소설)
Sutradara:
Penulis:
Produser: Han Sang-Gu
Sinematografi:  Jin Young-hwan
Rilis: August 15, 2002
Durasi: 106 Min.
Bahasa: Korea
Negara: Korea Selatan

Crazy First Love

September 4, 2012 Tinggalkan komentar

Tae-il () dan Il-mae () bersahabat sejak kecil. Bisa dibilang sejak bayi malah, karena ibu Ilmae meninggal ketika Il-mae masih kecil, ibu Tae-il lah yang membantu merawat Il-mae. Ketika duduk di bangku sekolah menengah, Tae-il mengungkapkan cintanya yang menggebu pada Il-mae. Apalagi, ayah Il-mae, Pak Joo (), yang merupakan guru di sekolah mereka, memang pernah berjanji akan menikahkan Il-mae dengan Tae-il.

Crazy First Love

Di sekolah, Tae-il adalah troublemaker. Ia akan melakukan apa saja supaya Pak Joo menerimanya jadi kekasih Il-mae.Tentu saja Pak Joo tak setuju memberikan putrinya ke Tae-il yang seperti itu. Ia pun kemudian mensyaratkan, jika Tae-il benar-benar ingin mempersunting Il-mae kelak, dia harus meningkatkan prestasinya. Belajar sampai hidung mimisan, haha. Demi cintanya, Tae-il setuju. Pun ketika kemudian syarat dinaikkan hingga ia diterima di universitas ternama jurusan hukum, lalu hingga ia lulus bar exam. Ia juga setuju bahwa sampai detik yang dijanjikan, ia tak akan ‘menyentuh’ Il-mae, bahkan sekedar ciuman. Namun perjuangan Tae-il makin berat karena ternyata Il-mae mulai ‘merayunya’ untuk menyentuhnya. Hihi.

Crazy-First-Love_35

Tidak hanya itu, karena kemudian ketika waktu yang ditunggu-tunggu tiba, giliran Il-mae yang menolak menikah dengan Tae-il, hal yang membuat Tae-il dan Pak Joo kalang kabut. Kenapa? Hehe, tonton sendiri ya.

Ini salah satu film Korea yang ‘agak gila’, maksudnya dengan tokoh-tokoh dan penceritaan yang agak-agak komikal, sedikit mirip-mirip gaya peceritaan film-film komedi Jepang. Meski begitu, tenang saja, karena pada akhirnya akan menjadi lebih serius. Saya sendiri cukup dibuat terpingkal-pingkal melihat karakter annoying Tae-il yang dibawakan dengan sangat baik (dengar gaya bicaranya saja sudah pengin ngakak :D). Film yang menghibur, meski di ending-nya cerita akan jadi lebih mellow 😦

Cast:
– Son Tae-il
 – Joo Il-mae
 – Joo Young-dal (ayah Il-mae)

Judul Lain: Rally for Love, Cheotsarang sasu gwolgidaehoe
Sutradara: Oh Jong-Rok
Penulis: Oh Jong-Rok, Park Kye-Ok, Kim Kyu-Wan
Produser: Jan Sung-Koo, Yang Hyun-Chan, Yoon Jung-Ran, Won Hyeun-Jae, Lee Kwon-Il
Sinematografi:Jung Kwang-Suk
Rilis: June 27, 2003
Durasi: 108 Min.
Bahasa: Korea
Negara:Korea Selatan

The Classic

November 8, 2010 1 komentar

Saya penasaran nonton film ini sejak lama. Apalagi tahu kalau yang jadi bintang utamanya . Cari-cari di rental nggak nemu. Pas di lapak CD saya nemu versi combo-nya, saya merasa senang akhirnya nemu. Tapi begitu diputar…lho, kok? Ternyata isinya beda dan nggak ada di dalamnya. Yaah…:(

Karena masih penasaran juga, akhirnya saya nyoba nonton lewat streaming video. Kalau lagi aksesnya lancar sih bisa lumayan cepat tapi kalau sudah lambat (dan ini yang paling sering terjadi) leletnya bikin emosi. Dibutuhkan kesabaran seekstra-ekstranya.

berkisah tentang dua kisah cinta dua generasi, ibu dan putrinya, Ji-hae dan Joo-hee. Joo-hee adalah ibu Ji-hae dan keduanya dimainkan aktris yang sama, . Kisah sang Ibu, Joo-hee, merupakan flashback  yang diceritakan lewat tumpukan surat yang dibaca oleh Ji-hae.

fullsizephoto117326

Berawal dari Joo-hee muda yang sedang berlibur ke tempat kakek-neneknya di desa dan kemudian bertemu Joon-ha (, pemuda sebaya yang juga tengah berlibur ke sana. Joo-hee dan Joon-haa kemudian menghabiskan waktu bersama, meski kemudian kena marah karena mereka kemalaman gara-gara terdampar di seberang danau.

Meskipun hanya liburan yang singkat, tapi cukup untuk menumbuhkan cinta yang dalam di antara Joo-hee dan Joon-haa. Ketika kembali ke kota, mereka masih saling berhubungan. Tapi Tae-soo (, sahabat Joon-haa meminta Joon-haa menuliskan surat untukseorang gadis yang akan dijodohkan orangtuanya. Dan gadis itu ternyata adalah Joo-hee. Tapi demi persahabatannya, Joon-haa merahasiakan hubungannya dengan Joo-hee.

photo193

Akhirnya, Tae-soo tahu kalau Joon-haa sama Joo-hee itu saling suka dan ia pun mengalah meski sebenarnya ia juga suka sama Joo-hee. Ia mengatakan hal ini pada ayahnya, tapi ayahnya malah memukulinya. Tae-soo berniat bunuh diri dengan gantung diri, tapi gaga (aksi gantung diri Tae-soo saya pikir cukup masuk akal dan nggak terlalu lebay, dia bukan mau mati karena patah hati, tapi saya pikir karena tekanan ayahnya). Melihat bahwa hubungannya dengan Joo-hee nyaris tak mungkin, akhirnya Joon-haa yang memilih mengundurkan diri.

photo759

Kisah yang kedua, Ji-hae di masa sekarang. Di mana ia mengalami kisah yang hampir-hampir mirip dengan ibunya. Ia menyukai temannya temannya, Sang-min (. Temannya, Su-kyeong juga menyukai Sang-min. Kisah Ji-hae dan Sang-min sendiri cuma jadi semacam selingan dari kisah masa lalu ibunya. Dan memang sepertinya jadi nggak terlalu penting.

Meski ceritanya agak klise (baca: klasik, dan agaknya dari situlah judulnya diambil), tapi alurnya cukup terasa orisinal sehingga tak membosankan dan masuk akal. Dan casting-nya? Made me love more 🙂 Dia terlihat keren banget di sini. Diadigambarkan bukan sosok yang sangat sempurna, dia seorang anak sekolahan biasa yang sering kena hukum karena agak bengal, juga ketakutan lihat ‘hantu’. Tapi justru di situlah letak ke-kerenan dia. He’s just ordinary boy yang punya cinta tulus sama kekasihnya.

photo758

Dan ? Dia cukup ‘klasik’ untuk jadi gadis klasik. Cuma saya kesulitan membedakan antara ia jadi Joo-hee dan Ji-hae. Yang agak menganggu justru akting Jo In-sung yang jadi Sang-min. Selain gambar yang enak dilihat, musiknya pun keren. Saya paling suka lagu dari Nuh eh ge nan naeh ge nun ( I am yours, you are mine), (lagu ini diputar waktu hujan-hujanan).

Cast:
, Ji-hae/ Joo-hee
, Joon-ha
, Sang-min
, Tae-su
Lee Soo-in, Su-kyeong

Sutradara: 
Penulis : 
Musik : Jo Yeong-wook
Rilis : Januari, 2003
Durasi : 127 menit

Awards:
– Nominasi di  Hong Kong Film Awards untuk kategori Best Asian Film 2004
– 2003 40th Daejong sang Awards: Best New Actress
– 2003 39th PaekSang Arts Awards: Best New Actress
– 2003 24th Blue Dragon Film Awards -Most Favourite Star
– 2004 9th Moscow International Love Movie Awards: Best Couple

Personal Taste/ Personal Preference

Oktober 31, 2010 Tinggalkan komentar

Hal yang saya benci dari nonton drama Korea, nggak bisa berhenti sebelum selesai. Melelahkan sekali kadang-kadang tapi juga sangat nyandu.

Waktu awal-awal keluar drama ini dan si Abang penjual CD lapak menawarkannya, saya sama sekali nggak tertarik meski dia berpromo bagus. Baru setelah beberapa lama, baca sinopsisnya di internet, katanya bagus dan penasaran pengin nonton. Untung, di lapak-lapak masih banyak. Jadi memutuskan untuk beli. Karena takut mengecewakan, saya mutusin beli yang versi combo-nya. Cuma modal 5000 perak untuk satu keping. Yah, meski kualitasnya memang nggak terlalu bagus, tapi lumayan lah. Sungguh hiburan yang maha murah.

Lee Min-ho as Jin-ho, hmm...

Lee Min-ho as Jin-ho, hmm…

Personal Taste tentu saja, seperti umumnya drama Korea, mostly about love. Tokoh utamanya, Kae in sama Jin ho yang dimainin sama Lee Min Ho dan Son Yeo Jin. Ceritanya sih gampang ditebak karena rumus drama Korea mirip-mirip, tapi seperti biasa juga, drama Korea selalu diperkuat sama setting-nya yang macem-macem. Di Personal Taste, yang jadi setting adalah dunia kearsitekturan. Dan bagusnya, juga terasa cukup meyakinkan.

Karena mengalami masalah keuangan dengan perusahaannya, Jin-ho berniat mengerjakan sebuah proyek museum.  Ia mendapat informasi bahwa pemilik museum jatuh cinta pada Rumah Sang Go Jae dan pernah meminta Prof. Park, ayah Kae-in, untuk membuat design semacam itu tapi entah kenapa, ditolak. Jin-ho pun ingin lebih tahu tentang Song Go Jae. Arsiteknya, Prof. Park membangun rumah itu untuk isteri yang dipujanya, tapi isterinya meninggal, dan sejak itu ia hidup dan mengajar di luar negeri. Hanya putri tunggalnya yang tinggal di Sang Go Jae, Park Kae-in.

The messy Kae-in

The messy Kae-in

Cara untuk mengetahui lebih banyak tentang rumah itu adalah dengan tinggal di dalamnya. Dan beberapa kebetulan pun terjadi. Kae-in sedang dalam masalah keuangan (oh, c’mon, kenapa kebetulannya  klise banget begitu sih?). Ia berniat menyewakan sebagian rumahnya dan…bisa ditebak. Yup, Jin-ho lah si penyewa rumah itu. Kae-in menerima Jin-ho karena mengira Jin-ho adalah gay (setelah melihatnya di berbagai insiden yang mengindikasikan dia adalah gay). Dan Jin-ho yang memang berkepentingan untuk tinggal di rumah Kae-in, agak memanfaatkan anggapan itu supaya bisa tinggal di rumah Kae-in.

Kae-in sendiri adalah perempuan di ujung 20-an dan punya masalah dengan kehidupan cintanya. Ia baru diputusin sama pacarnya, Chang-ryul yang menikah sama sahabatnya sendiri, In-hee. Kehidupan pribadinya juga berantakan. Ia tinggal sendirian di rumahnya, karena ibunya meninggal dan ayahnya lebih memilih tinggal di luar negeri.

taste8_part5_2

Bisa ditebak juga, apa yang terjadi setelah Jin-ho dan Kae-in tinggal serumah. Benih-benih suka mulai bersemi. Jin-ho yang nggak pernah pacaran karena terlalu serius bekerja, jatuh simpati sama Kae-in yang lugu tapi tulus.  Tapi kemudian rasa suka itu susah untuk diungkapkan, karena jika Jin-ho ingin mengungkapkan perasaannya,rahasianya akan terbongkar dan ia takut Kae in justru tak akan menerimanya. Di satu sisi, ia juga berpikir bahwa Kae in masih suka sama pacar lamanya. Kae in sendiri bingung sama perasaannya karena merasa bertepuk sebelah tangan. Ia berpikir, Jin-ho benar-benar gay dan nggak bakal menaruh perhatian sama dia.

Drama diperumit dengan persoalan hubungan Kae-in dengan ayahnya, pacar Kae-in yang ingin balik lagi, teman Kae-in, In-hee,  yang selalu ingin merebut pacar Kae-in, ibu Jin ho yang nggak setuju Jin ho pacaran sama Kae-in karena Kae-in pernah pacaran sama Chang-ryul (ayah Chang-ryul merebut perusahaan milik ayah Jin-ho) …ya begitulah drama Korea.

Soal casting-nya sendiri, lumayanlah. , mungkin karena jam terbangnya sudah banyak aktingnya memang cukup meyakinkan jadi Kae-in yang berantakan dan agak lugu. Sementara , meski saya merasa masih ada yang kurang (saya pikir, dia dipasangkan di sini karena dia lagi naik daun), not bad lah. Meski saya merasa, chemistry di antara dua tokoh utama ini terasa kurang.

Untuk yang jadi si antagonis, ini adalah prototype antagonis sinetron. Berwajah cantik tapi judes dan licik. Dan Si Chang-ryul? Ya ampun…pantaslah Kae-in milih Jin-ho. Karakternya memang enggak banget. Anak mama yang plin-plan dan menyebalkan, belum lagi pilihan bajunya yang bikin sakit mata. Saya, pikir, sutradaranya agak keterlaluan menjadikan dia jadi begitu tak menarik seperti itu. Dan Ibu Jin-ho yang agak mengada-ada karena tiba-tiba begitu benci sama Kae-in hanya karena tahu dia pernah pacaran sama Chang-ryul.

photo119221-2

Satu hal lagi, agaknya isu-isu sex before married  sedang jadi trenn di drama-drama Korea. Juga isu homoseksualitas. Isu percintaan dengan cowok lebih muda dan cewek lebih tua. Agaknya, isu-isu semacam itu, semakin terbuka untuk dibicarakan. Mungkin kesannya sedikit tabu, tapi saya pikir, memang begitulah yang sedang berkembang di masyarakat dan kita nggak perlu munafik dengan cara menutup-nutupinya.

Well, Personal Taste memang nggak istimewa. Cerita intinya begitu-begitu saja. Tapi yah, lumayanlah untuk hiburan. Selain cerita yang ringan, romantis habis, tambahan humor, juga pemainnya enak dilihat (well, sebenarnya entah bagaimana saya kurang suka sama Lee Min-ho, tapi tetap saja dia enak dilihat 😛 ).  Saya juga sedikit lega karena nggak ada twist si A anak siapa, si B anak siapa, apa si A dan si B kakak adik, yang banyak jadi cerita drama Korea. Cukup recommended-lah!

Cast:
, Park Kae-in
, Jeon Jin-ho
Kim Ji-suk, Han Chang-ryul
Wang Ji-hye, Kim In-hee
Jung Sung-hwa, Noh Sang-jun

Jo Eun-ji, Lee Young Sun
Ryu Seung-ryeong, Choi Do-bin
Choi Eun-seo, Na Hye-mi
, Kim Tae-hoon

Sutradara: 
Penulis : Lee Sae-in (novel), Park Hye-kyung (screenwriter)
Rilis : Maret 2010

Episode : 16

 

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar