Archive

Posts Tagged ‘Ryo Kase’

About Her Brother

September 25, 2016 Tinggalkan komentar

Ginko Takano (),  seorang single mother yang mengelola toko obat, Takano Pharmacy bersama putri tunggalnya yang cantik, Koharu (). Selain itu, tinggal juga bersamanya ibu mertuanya yang sudah mulai pikun, Kinuo.

about-her-brother4

Yu Aoi yang selalu cantik

Koharu akhirnya menikah dengan seorang dokter dari keluarga terpandang. Sebuah pernikahan yang terlihat sangat ideal. Di hari pernikahan, sekonyong-konyong datang Tetsuro (), paman Koharu , yang sudah lama menghilang entah kemana. Di masa kanak-kanak, Tetsuro adalah paman kesayangan Koharu, tapi ketika dewasa, ia sadar bahwa sifat pamannya alih-alih menyenangkan, tapi menyebalkan. Tetsuro adalah si trouble maker, kelakuannya selalu kekanakan. Dan tak urung, kedatangannya justru merusak acara karena berbagai tingkah memalukan yang ia lakukan ketika mabuk. Hal yang tentu saja, membuat keluarga mempelai pria berang.
about-her-brother6
Tidak hanya itu, karena banyak lagi kelakuan Tetsuro yang menyebalkan. Meski begitu, bagaimanapun kelakuannya, sebagai keluarga, Ginko dan Koharu selalu menyayangi Tetsuro.
about-her-brother2
Yah, meski judulnya “About Her Brother”, tapi sebenarnya tokoh utama ini adalah Ginko, si kakak, seorang perempuan yang begitu sabar dan tough. Bisa dibilang, film ini memang berbau feminis, tapi tenang saja, karena semuanya disajikan dengan begitu lembut dan hangat. Meski saya kurang suka pada bagian-bagian akhir yang menurut saya agak berlama-lama bermellow-mellow.
about-her-brother_poster
Untuk cast, semuanya bermain apik baik itu pemeran Ginko maupun Tetsuro dan tentu saja, yang menurut saya selalu bersinar. Salut lah untuk aktris satu ini karena tidak hanya cantik banget, tapi juga lovable dan berakting bagus.

Cast:
– Ginko Takano
– Tetsuro Endo
– Koharu Takano
– Toru Nakata
Nenji Kobayashi – Shohei Tanno
Haruko Kato – Takano Kinuo (Nenek)
Yuriko Ishida – Chiaki Komiyama (perawat)
Takashi Sasano – Maruyama
Fumiyo Kohinata – Susumu Komiyama (pemilik rumah lansia)
Leo Morimoto – Endo

Judul: About Her Brother / Younger Brother  (Ototo/おとうと)
Sutradara:
Penulis: , Emiko Hiramatsu
Produser: Hiroshi Fukasawa, Kenichi Tamura
Sinematografi: Masashi Chikamori
Rilis: 30 Januari 2010
Durasi: 126 menit
Produksi/Distributor: Shochiku
Negara/Bahasa: Jepang

Film Festival:
– Berlin International Film Festival  2010 – Competition
– Hawaii International Film Festival  2010- Spotlight on Japan *Hawaii Premiere
–  Mumbai Film Festival 2010 – Celebration of Japanese Cinema
– Sao Paulo International Film Festival 2010

Award:
Nikkan Sports Film Awards 2010 : Best Supporting Actress” ()

Our Little Sister

Hal yang membuat saya penasaran sama film ini terutama adalah karena film ini dinobatkan sebagai film terbaik di ajang penghargaan film Japan Academy Prize 2016, dinominasikan di hampir semua kategori penghargaan dan juga diputar di ajang festival bergengsi dunia, Cannes.
our little sister_poster2
Our Little Sisters bercerita tentang 3 orang perempuan kakak beradik. Sachi, si anak tertua yang berkarakter dewasa dan serius; Yoshino (), si anak kedua yang cenderung lebih bebas dan si bungsu Chika ( ), yang tipikal anak terakhir, agak manja dan kekanakan. Bertiga, mereka tinggal di rumah tua keluarga mereka. Orang tua mereka sudah lama bercerai. Sang ibu memilih hidup terpisah di kota lain, dan sang ayah tinggal bersama keluarga barunya juga di kota lain dan nyaris tak pernah berkomunikasi.
diary8
Suatu hari, mereka mendapat kabar bahwa ayah mereka  meninggal dan ketiganya pun datang pada hari pemakaman. Mereka bertemu dengan Suzu, adik tiri mereka yang terlihat tidak bahagia dengan ibu tirinya. Mereka pun kemudian memutuskan untuk mengajak Suzu tinggal bersama. Di sisi lain, Suzu, meski senang bisa tinggal bersama kakak-kakak perempuannya, diam-diam didera rasa bersalah karena ibunya lah yang dulu menyebabkan perceraian orang tua Sachi cs.
diary35
Sebuah film yang terasa sangat manis bertema keluarga. Seperti khas film Jepang lainnya, kekuatan film ini menurut saya adalah pada kemampuan mengetengahkan emosi yang paling tipis sekalipun.  Di balik senyum dan tawa, jelas terlihat bahwa ada riak-riak emosi yang terasa realistis dalam kehidupan sehari-hari. Dibalut dalam gambar-gambar musim semi yang indah tapi juga tidak indah permai. Semuanya digambarkan dengan pas dan bersahaja. Dan tentu saja, tak lepas dari akting yang oke dari para cast utamanya.

diary98

Sebenarnya, saya mengharapkan sedikit hal yang lebih emosional atau konflik yang lebih meletup karena menurut saya karakter-karakter film ini terasa terlalu manis yang membuat saya bertanya-tanya, adakah orang semanis mereka?Yang selalu akur dan bersikap manis antar suadara? tidakkah akan lebih realistis kalau hubungan mereka melibatkan pertengkaran-pertengkaran kecil, sedikit iri dengki yang menurut saya jamak terjadi antar saudara perempuan, juga terkait kedatangan Suzu sebagai orang baru di keluarga mereka. Tapi di atas semua itu, ini adalah salah satu film yang layak untuk ditonton.

Cast:
Haruka Ayase – Sachi Kouda
– Yoshino Kouda
– Chika Kouda
Suzu Hirose – Suzu Asano

Shinobu Otake – Miyako Sasaki
Shinichi Tsutsumi – Dokter Kazuya Shiina
Midoriko Kimura – Hideko Takano
– Fumiyo Kikuchi (bibi)
Kentaro Sakaguchi – Tomoaki Fujii (teman kerja Yoshino)
-Minami Sakashita
Takafumi Ikeda – Sanzo Hamada (bosnya Chika)
Ryohei Suzuki – Dokter Yasuyuki Inoue
Oshiro Maeda – Futa Ozaki (teman cowoknya Suzu)
Jun Fubuki – Sachiko Nomiya (pemilik kedai)
Lily Franky – Senichi Fukuda

Judul: Our Little Sister / Sea Town Diary / Umimachi Diary (海街diary)
Sutradara: Hirokazu Koreeda
Penulis: Akimi Yoshida (manga), Hirokazu Koreeda
Produser: Kaoru Matsuzaki, Hijiri Taguchi
Sinematografi: Mikiya Takimoto
Rilis: 13 Juni 2015
Durasi: 126 menit
Distributor: Toho, Gaga Corporation
Negara/ Bahasa; Jepang

Film Festival:
– Cannes Film Festival 2015 – Competition *World Premiere
– New Horizons International Film Festival 2015 – Panorama
– Toronto International Film Festival 2015 – Masters *North American Premiere
– Busan International Film Festival 2015 – Gala Presentation
– Tokyo International Film Festival 2015 – Japan Now

Awards
Japan Academy Prize 2016:
Picture of the Year
Director of the Year (Hirokazu Koreeda)
Rookie of the Year (Suzu Hirose)
Outstanding Achievement in Cinematography (Mikiya Takimoto)
Outstanding Achievement in Lighting Direction (Norikiyo Fujii)

Nominasi: Outstanding Performance by an Actress in a Leading Role (Haruka Ayase), Screenplay of the Year, Outstanding Performance by an Actress in a Leading Role (), Outstanding Achievement in Music, Outstanding Achievement in Art Direction, Outstanding Achievement in Sound Recording,

My Darling of the Mountains

Oktober 31, 2014 Tinggalkan komentar

Fuku ( ) dan Toku ( ), dua orang buta yang bekerja di sebuah pemandian air panas. Toku lelaki yang ceria dengan penciuman yang tajam, sementara Fuku sedikit gegabah.
md2
Suatu hari, seorang perempuan cantik dari Tokyo()  meminta Toku untuk memijatnya dan Toku diam-diam jatuh cinta pada si perempuan. Namun perempuan itu terlihat misterius dan tertutup. Di sisi penginapan sedang dihebohkan dengan pencurian barang-barang milik tamu.
md7
Lalu ada juga seorang lelaki gagah yang datang bersama keponakannya, seorang bocah lelaki dan kemudian berkenalan dengan si perempuan. Ketika si lelaki terlihat akrab dengan si perempuan, Toku merasa cemburu.
mdg
Film bertema cinta? Bisa dibilang begitu. Tapi ini bukan film tentang cinta yang biasa, kok. Alurnya mengalir rapi dan tenang, setenang suasana di sekitar pemandian air panas yang begitu hijau dan asri, dengan gemericik air dari sungai berair jernih yang mengalir, pepohonan yang rimbun, juga penginapan-penginapan yang estetis. Ditambah lagi latar film ini adalah suatu masa ketika orang-orang Jepang masih mengenakan kimono. Benar-benar sangat terasa ‘Jepang.’

Note:
Konon film ini merupakan remake dari film tahun 1938 dengan judul “Anma to Onna” aka “The Masseurs and a Woman” yang disutradarai oleh Hiroshi Shimizu (sumber: asianwiki.com)

Cast:
– Tokuichi
– Fukuichi
– Michiho Misawa (Perempuan dari Tokyo)
Shinichi Tsutsumi – Shintaro Omura
Ryohei Hirota – Kenichi Omura
Tomokazu Miura – Jun Kujiraya (pemilik penginapan)

Judul: My Darling of the Mountains/ Yama no Anata: Tokuichi no Koi (山のあなた 徳市の恋 / 山のあなた 〜徳市の恋〜)
Sutradara:
Penulis: Hiroshi Shimizu
Produser: Kaoru Matsuzaki, Hiroyuki Taniguchi, Kazutoshi Wadakura
Sinematografi: Hiroshi Machida
Rilis: 24 Mei 2008
Durasi: 94 menit
Distributor: Toho
Negara/ Bahasa: Jepang

Film Festival:
– Pusan International Film Festival 2008 – A Window on Asian Cinema
– Hawaii International Film Festival 2008

Outrage

Desember 30, 2010 Tinggalkan komentar

Jika di film-film Barat ada mafia, di Jepang ada Yakuza. Secara sederhana, keduanya bisa diartikan sama, bandit. Meski jika ditelusuri masing-masing memiliki akar budaya yang rumit dari sekedar bandit.

Saya tertarik nonton Outrage karena ada nama Takeshi Kitano yang jadi sutradara (sekaligus penulis dan editor) film ini. Meski berkali-kali tak mampu menahan jerit histeris sembari menutup mata, tapi saya suka Zatoichi,  salah satu film besutan Kitano. Ketika nonton Outrage, sedikit banyak saya berharap mendapatkan kepuasan yang sama seperti ketika nonton film Kitano sebelumnya.

outrage

Sejak awal film, nuansa maskulin sudah terasa kental dan saya pun segera menebak, well, tak akan ada drama di sini. It’s all about yakuza world. Dalam dunia semacam itu, kuasa adalah segalanya. Sebuah nilai moral yang bagi saya yang awam, sulit untuk bisa diterima (film-film Kitano banyak yang mengekspresikan nihilisme).

Cerita dimulai ketika Mr. Chairman, si ketua Sannokai, kelompok yakuza di Kanto memberi perintah pada orang kepercayaannya, Kato dan tangan kanannya, Ikemoto untuk mendekati Murase, yang tak mau tunduk pada Sannokai. Untuk pekerjaan ini, Ikemoto kemudian meminta bantuan Otomo, yang kemudian menyuruh anak-anak buahnya (Mizuno) menyelesaikan urusan dengan Murase. Dalam dunia yakuza, yang namanya menyelesaikan tentu saja dengan pistol dan darah. Tapi tentu saja, tak pernah ada yang benar-benar selesai ketika darah sudah tertumpah.

outrage-2

Well, seperti Zatoichi, saya lagi-lagi tak tahan menjerit dan menutup mata ketika nonton Outrage. Meski adegan kekerasannya tak terlalu frontal, tapi tetap saja membuat saya histeris. Dan meski cerita dan gambar mengalir dengan rapi dan tenang dari awal hingga akhir, saya tak menemukan sesuatu yang sangat istimewa dalam film ini tapi juga tetap enak ditonton.

Cast:
, Ôtomo
Kippei Shiina, Mizuno
, Ishihara
Tomokazu Miura, Katô
Jun Kunimura, Ikemoto
Tetta Sugimoto, Osawa
Takashi Tsukamoto, Iizuka
Hideo Nakano, Kimura
Renji Ishibashi, Murase
Fumiyo Kohinata, Detective Kataoka
Sôichirô Kitamura, Mr Chairman

Sutradara:
Produser : Masayuki Mori, Tokio Yoshida
Penulis :
Musik : Keiichi Suzuki
Rilis : Cannes, May, 2010
Durasi : 109 menit
Judul lain : Autoreiji

Awards:
– Kompetisi di FF Cannes 2010 kategori Palme d’Or
– 2010 (6th) Fantastic Fest
– 2010 (15th) Pusan International Film Festival
– 2010 (43rd) Sitges Film Festival

– 2010 (19th) Philadelphia Film Festival

– 2010 (7th) Hong Kong Asian Film Festival –

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar