Archive

Posts Tagged ‘Oguri Shun’

Lupin the Third

Bagaimana kalau F4 dari versi berbagai negara dipertemukan dalam satu film? Sutradara Ryuhei Kitamura membuatnya menjadi nyata di film; Lupin The Third. Di film ini, ‘mantan’ personil F4 dari Jepang, Taiwan dan Korea Selatan berkumpul. Ada (Hanazawa Rui/Hua Ce Lei versi Jepang), Jerry Yan (Dao Ming Se Taiwan) dan Kim Jun (Song Woo-bin/ Siemen versi Korea). Masih kurang satu lagi memang, tapi bagi para penggemar / Hana Yori Dango/ Boys Over Flower, cukup mampu membuat penasaran, termasuk saya, he.

Lupin si pencuri

Lupin si pencuri

Lupin III  () adalah keturunan dari Lupin si pendiri The Works, sebuah organisasi pencuri. Kerjaan mereka, tentu saja mencuri. Tapi prinsip mereka hanya mencuri barang-barang mahal milik the have yang tamak.

Jerry Yan aka Dao Ming Tse.

Jerry Yan aka Dao Ming Tse.

Satu geng dengan Lupin adalah teman baiknya, Daisuke; si cantik Fujiko (); Michael yang keturunan China dan Pierre si ahli komputer. Belakangan, juga bergabung si Pendekar Pedang, Ishikawa Gaemon dan Zenigata () si interpol. Mereka berusaha untuk mengambil alih perhiasan “Crimson Heart of Cleopatra” yang dianggap sebagai benda yang akan membuat pemiliknya bisa mengontrol dunia. Dan untuk itu, mereka harus berhadapan dengan kelompok lain yang sama kuatnya di bawah pimpinan Pramuk.

another F4 from Korea, Kim Jun

another F4 from Korea, Kim Jun

Di sisi lain, di tim sendiri, mereka mengalami konflik. Karena kesalahpahaman, Michael sempat membelot dan bekerjasama dengan Pramuk, hingga membuatnya kena tipu.

Bagi yang sudah nonton pernah menonton versi animenya, mungkin sudah familiar dengan ceritanya. Saya sendiri baru ini kenal Lupin dan alasan saya lebih karena pemainnya. Film sendiri sepenuhnya menggunakan formula film komersil. Gabungan 3 aktor yang pernah dipuja ‘dunia’ pastilah bertujuan menaikkan nilai jual. Soal akting, saya tak bisa terlalu banyak berkomentar. , mungkin karena didapuk sebagai pemeran utama dan juga film ini adalah film negaranya (Jepang), saya pikir yang paling menguasai scene. Sementara untuk Jerry dan Kim, sebagai aktor yang bermain di luar negeranya pastilah ada beban tersendiri tapi saya pikir mereka cukup paslah meski tidak bisa dibilang impresif.

Reunian F4 :)

Reunian F4 🙂

Sebenarnya saya berharap akan lebih banyak adegan trio F4 ini bersama, tapi sepertinya tidak begitu. Meski satu tim, tapi mereka tidak akn sering terlihat bersama. Dan satu hal yang agak menggangu saya adalah penokohan Pierre. Oke, perannya di sini adalah sebagai ahli komputer dan karenanya berada di belakang layar, tapi saya pikir dia tetap memegang peranan penting di tim. Anehnya sering dihilangkan begitu saja dan kemudian muncul lagi di adegan berikutnya, pun pas di akhir. Menurut saya ini agak mengganggu cerita.

Yah, dari segi cerita film ini memang tak bisa dibilang kuat, karena film semacam ini memang akan lebih menonjolkan aksi dipadu dengan kecanggihan teknologi. Bagi yang suka nonton film jenis ini, tentu ini adalah film yang menarik. Dan juga bagi penggemar F4, lumayanlah buat mengobati kangen 🙂

Note:
– Berdasarkan manga  “Lupin Sansei” yang ditulis Monkey Punch (dipublikasikan sejak 10 Agustus 1967 – 22 Mei 1969 oleh Mingguan  Manga Action).
– Film mengambil lokasi di Jepang, Thailand, Hong Kong, Singapore & Pilipina.

Cast:
    – Lupin III
 – Fujiko Mine
Gou Ayano – Gaemon Ishikawa (Pendekar Pedang)
 – Koichi Zenigata (interpol)
Tetsuji Tamayama – Daisuke Jigen
Kim Jun – Pierre
Jerry Yan – Michael Lee

Vithaya Pansringarm – Naron
Rhatha Phongam – Miss Vee
Thanayong Wongtrakul – Royal
Nirut Sirichanya – Pramuk
Nick Tate -Dawson
Yoshiyuki Yamaguchi – Jiro
Yuka Nakayama – Maria
Kazutaka Yoshino – Sabre

Judul: Lupin the Third/ Rupan Sansei (ルパン三世)
Sutradara: Ryuhei Kitamura
Penulis: Monkey Punch (manga)
Rilis: 30 Agustus 2014
Distributor: Toho
Bahasa/ Negara: Jepang

Crows Zero

November 14, 2011 2 komentar

Genji () adalah murid baru di Suzuran, sekolah menengah cowok yang diisi para preman. Ia masuk kesana karena ingin menunjukkan pada ayahnya, seorang yakuza, bahwa ia bisa jadi penerusnya. Genji terobsesi untuk menjadi penguasa Suzuran. Yang terberat adalah Serizawa () . Dan Genji harus mencari pengikut untuk bisa mengalahkan Serizawa. Sebagai murid baru, tentu saja ia harus berusaha keras.

Genji yang ingin menjadi penguasa Suzuran

Genji yang ingin menjadi penguasa Suzuran

Sekutu pertamanya adalah Ken, seorang anggota yakuza yang teman-temannya berhasil dikalahkan Genji di hari pertama masuk sekolah. Entah kenapa Ken yang semula berniat balas dendam sama Genji malah ‘jatuh cinta’ sama Genji. Mereka pun bersahabat (mungkin Ken merasa terharu oleh kepolosan Genji yang menganggapnya sebagai senior yang harus dihormati padahal dirinya hanya yakuza kelas teri di kelompoknya). Bahkan Genji minta saran-saran sama Ken bagaimana cara menguasai kelas. Sebuah tips konyol tapi ternyata berhasil yang membuat Genji benar-benar menghormati Ken. Genji pun berhasil menakhlukan ketua kelas,Chuta Tamura.

Serizawa

Serizawa

Sekutu yang ketiga adalah Makise. Ia ketua kelas C yang sebenarnya tak seberapa tapi tak pernah mau takhluk sama Serizawa. Kelemahannya, perempuan. Genji pun berusaha mencarikan cewek untuk diajak kencan. Tapi kencan ini akhirnya berantakan. Meski begitu, Makise nggak bisa marah sama Genji apalagi setelah Genji menangis karena ditingalin cewek yang ditaksirnya.  Dengan kekuatan kecil yang mereka punya, mereka terus memikirkan cara untuk menguasai Suzuran. Mengalahkan Rindaman.

Meski berdarah-darah tapi bukan cuma soal perkelahian

Meski berdarah-darah tapi bukan cuma soal perkelahian

Seperti kebanyakan film jepang, adegan-adegannya terasa komikal. Terutama adegan-adegan perkelahiannya yang jadi terkesan sangat kasar. Tapi well, it’s not just about geng-geng-an para pemuda tanggung di sebuah sekolah. Ada persahabatan dan usaha pencarian jati diri dari anak-anak muda untuk memperlihatkan ‘seberapa hebat dirinya’ dan karakter masing-masing tokoh terasa kuat.

Cast:
, Genji Takiya
, Tamao Serizawa
Meisa Kuroki, Ruka Aizawa
Kyosuke Yabe, Ken Katagiri
Kenta Kiritani, Tokio Tatsukawa
Suzunosuke Tanaka, Chuta
Sousuke Takaoka, Izaki Shun
Goro Kishitani, Hideo Takiya
Fumaki Motoki, Rinda Man

Sutradara:
Produser: Mataichiro Yamamoto
Penulis Manga: Hiroshi Takahashi
Screenplay: Shogo Muto
Musik: Naoki Otsubo, The Street Beats (band)
Sinematografi: Takumi Furuya
Editing: Shuichi Kakesu, Tomoki Nagasaka
Rilis: Jepang, October, 2007
Durasi: 129 min.

Note:

Sepertinya, menyusul kesuksesan Crows Zero, kemudian dibuat sekuelnya, Crows Zero II (2009), dimana bintang2nya masih sama. Kalau menurut saya sih ceritanya agak lebih banyak ke berantemnya dan pesannya kurang digarap. Di lapak CD, saya juga nemu Crows Zero 3 (kalau nggak salah malah sampai 4 atau 5?), tapi saya lihat cast-nya sih beda dan saya pun tak tertarik untuk nonton. Kalau menurut saya sih, Crows Zero pertama tetap yang terbaik 🙂

Hanazakari no Kimitachi e (Hanakimi)

Oktober 17, 2011 Tinggalkan komentar

Dulu, waktu pas baru rilisnya drama ini, nggak terlalu tertarik untuk nonton. Waktu itu saya nggak terlalu familiar sama cast dorama yang anak-anak muda. Maklum, referensi dorama saya kala itu cuma dari yang ditayangin di tivi dan kebanyakan dibintangi sama yang agak senior macam Takuya Kimura.

hanazakari_no_kimitachi_edit

Lalu kadang saya iseng kalau pas akses internet nyari-nyari referensi drama Asia yang dianggap the best. Dan Hanakimi masuk sebagai salah satunya. Sayangnya, waktu saya cari-cari di lapak sudah susah. Pernah saya dapat tinggal satu-satunya, eh sampai rumah saya putar nggak jalan. Untung sih masih bisa dikembaliin. Tapi tetep saja kecewa karena nggak jadi nonton. Waktu saya coba pesan sama si abang di lapak, dia bilang susah karena sudah agak lama.Yang ada sih Hanakimi versi Taiwan. Hmmm…:(

hanakimi3

Daripada terus penasaran saya coba nonton lewat internet (hal yang paling menyebalkan bagi saya karena akses internet saya lelet banget). Dari durasi per episode yang cuma sekitar 1 jam bisa jadi 3 jam. Tapi demi mengobati rasa penasaran, ya saya nekat-nekatin saja. Mungkin butuh waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Saya lupa.

Cerita Hanakimi sendiri ‘drama banget.’ Seorang cewek yang nyamar jadi cowok dan masuk sekolahan cowok. Adalah Ashiya Mizuki  () yang bela-belain pindah dari Amerika cuma demi, Sano Izumi (), seorang atlet lompat tinggi. Tidak hanya itu, dia juga rela nyamar jadi cowok demi bisa masuk sekolah khusus cowok, Osaka Gakuen.

hanakimi2

Masalahnya memang cukup masuk akal (meski bagi saya tetap nggak masuk akal seseorang sampai rela nyamar jadi cowok 🙂 ), Sano yang dulu atlet berprestasi itu nggak mau lompat tinggi lagi sejak sebuah kejadian di Amerika. Yups, waktu itu Sano ketemu Ashiya yang lagi diganggu preman dan dia nyelamatin Ashiya hingga kakinya terluka.

Ashiya berpikir bahwa berhentinya Sano dari lompat tinggi karena lukanya dan ia pun merasa sangat bersalah. Dengan kenaifannya, dia pengin deketin Sano dan mengembalikan semangat Sano (hei,memang siapa dia ? 🙂 )

Maka dimulailah hari-hari penuh warna Ashiya di Osaka Gakuen yang penuh dengan cowok-cowok ‘gila’ yang terbagi dalam 3 asrama. Ada asrama untuk murid yang suka beladiri diketuai oleh Tennouji Megumi (Ishigaku Yuma), asrama yang suka olahraga diketuai oleh Nanba Minami (Mizushima Hiro), dan murid-murid yang suka seni di ketuai oleh Himejima Masao (Kyou Nobuo). Ketiga ketua ini lebih dikenal dengan nama Sakura Comittee.

Para penghuni Osaka Gakuen

Para penghuni Osaka Gakuen

Sudah pasti, Ashiya bakal satu asrama sama Sano, satu kamar pula. Dan dia mulai ‘sok care‘ hal yang bikin Sano yang suka menyendiri sebel. Tentu nggak seru juga kalau nggak ada orang ketiganya, Nakatsu (), yang kemudian mengira dirinya gay 🙂

Kelucuan-kelucuan komikal terus mewarnai episode demi episode. Hal yang sebenarnya kurang saya suka karena terkesan nggak nyata. Tapi itu lah khas dorama Jepang (heran juga Orang Jepang ini kalau bikin film atau dorama, kalau nggak komikal ya terlalu muram). Meski begitu, perut saya cukup dibuat sakit karena terus tertawa, apalagi kalau para Sakura Comittee sudah beraksi 😀

hanakimi_edit

Tapi itu juga membuat saya terus berpikir, kok bisa sih Sano yang ‘normal’ tahan hidup di tengah ‘orang-orang aneh’ begitu? Saya pikir, karakter Sano dan orang-orang disekelilingnya jadi terlalu jomplang.

Whatever, ini adalah dorama yang sangat menghibur. Meski setelah nonton, saya nggak akan masukin dalam list ‘best drama ever’ saya 😦

Cast:
, Ashiya Mizuki
, Sano Izumi
, Nakatsu Shuichi
Ishigaki Yuma, Tennoji Megumi
Mizushima Hiro, Nanba Minami
Kyo Nobou, Himejima Masao
Iwasa Mayuko, Hanayashiki Hibari
Kurose Manami, Imaike Komari

Episode: 12
Periode Tayang: 2007-Juli-03 sampai 2007-Sep-18 (Fuji TV)
Sutradara: Matsuda Hidetomo, Tsuzuki Junichi, Sato Genta
Penulis: Muto Shogo, Yamaura Masahiro (screenwriter), Nakajo Hisaya (manga)
Produser: Goto Hiroyuki (Fuji TV), Moriyasu Aya (Kyodo TV)

Awards:
54th Television Drama Academy Awards: Best Drama
54th Television Drama Academy Awards: Best Actress – Horikita Maki
54th Television Drama Academy Awards: Best Supporting Actor – Ikuta Toma
TVnavi Magazine 2007 Drama Awards: Best Supporting Actor – Oguri Shun

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar