Arsip

Posts Tagged ‘Lee Sun-gyun’

My Ahjussi

Setelah dua dramanya yang ngehits dan , nama seolah kemudian menjadi jaminan dengan produksi drama berkualitas dan cukup saya nantikan karyanya. Karenanya, ketika mendengar kabar tentang pembuatan drama ini, saya cukup antusias. Apalagi, di sini ia akan berkolaborasi dengan penulis drama yang juga  ngehits, dari drama . Bisa dibilang ini adalah paket combo.

My-Ahjussi

Meski begitu, di awal, cukup banyak yang meragukan drama ini.
Pertama, tentu dari segi ceritanya yang akan melibatkan hubungan antara lelaki paruh baya (ahjussi) dan gadis muda. Bayangan kalau drama ini akan melibatkan hubungan (kemungkinan besar romance) dengan gap usia yang jauh memang terdengar masih kurang sreg di telinga sebagian orang (padahal di kehidupan nyata banyak banget kisah cinta begitu). Apalagi, ketika hendak rilis drama ini, bertepatan dengan munculnya skandal pelecehan seksual oleh beberapa aktor senior Korea (termasuk Oh Dal-su yang terlibat di drama ini). Kedua, ketika castnya diumumkan. saya kira adalah pilihan yang sangat pas, tapi ? Banyak yang berpendapat kalau tampangnya terlalu imut-imut layaknya gadis belasan tahun dan karenanya akan semakin mempelihatkan gap usia dengan ahjussi-nya. Sebenarnya saya termasuk yang agak underestimate dengan dicastnya dia. Dari segi usia sih nggak masalah, karena toh kenyatannya dia sudah cukup dewasa (dia kelahiran 1993), tapi dari segi akting saya meragukannya. Dia cukup bisa berakting tapi juga tidak bisa dibilang impresif. Padahal saya yakin kalau karakter drama ini membutuhkan kemampuan akting yang bagus. Tapi lagi, sutradaranya kan yang selama ini terbukti tak pernah mengecewakan dengan pilihan castnya. Dan oke, saya pun kemudian berusaha percaya sepenuhnya pada sang sutradara.

My Ahjussi (4)

Park Dong-hoon,  Ahjussi yang sedang mengalami middle age man crisis

My Ahjussi (14)

Ahjussi di drama ini adalah Park Dong-hoon (), seorang lelaki 40an yang sedang mengalami titik kritis dalam hidupnya. Dong-hoon bekerja sebagai insinyur teknik rekayasa bangunan di sebuah perusahaan besar. Ia ahli di bidangnya dan mencintai pekerjaannya, hanya saja karena sikapnya yang selalu jujur dan tak ambisius, karirnya kurang bagus. Ia bahkan harus menjadi bawahan juniornya yang ambisius, Do Joon-young ( ). Hal yang menimbulkan olok-olok di antara rekan kerjanya karena ia dianggap tidak capable. Hal yang membuatnya merasa tidak lagi nyaman bekerja. Padahal, di rumah ia adalah kebanggaan keluarga, karena dianggap sebagai satu-satunya yang sukses. Abangnya, Park Sang-hoon (), adalah pengangguran karena dipensiunkan dini dari tempatnya bekerja.  Adiknya, Park Ki-hoon (), seorang sutradara film yang sudah menyerah pada dunia film, dan hanya bermalas-malasan di rumah. Tak ingin mengecewakan ibunya (), Dong-hoon pun berusaha bertahan dengan ketidaknyamanannya. Hubungannya dengan istrinya, juga tak bisa cair. Istrinya, Kang Yoon-hee ( ) adalah pengacara sukses, perempuan modern yang menginginkan kehidupan keluarga yang lebih individual, dan karenanya, merasa kesal dengan sikap Dong-hoon yang masih asangat terikat dengan keluarganya. Jenuh dengan hubungannya, diam-diam istrinya berselingkuh dan parahnya, selingkuhnya sama Joon-young pula.

My Ahjussi (1)

Lee Ji-an yang tumbuh di lingkungan yang pahit

My Ahjussi (8)

Lee Ji-an () adalah pegawai kontrak di tempat Dong-hoon. Karakternya dingin dan cenderung misterius. Ia nyaris tak pernah bicara pada siapapun. Kenyataannya, ia menyimpan rahasia kehidupan yang menyedihkan. Ia hanya tinggal dengan neneknya yang bisu dan harus menanggung hutang pada lintah darat yang setiap saat datang untuk menyiksanya. Diketahui kemudian, kalau di masalalu, Ji-an pernah membunuh orang, ayah Ki-yong karena memukuli neneknya. Tak sengaja, Ji-an mengetahui perselingkuhan istri Dong-hoong dengan Do-yoon dan juga tahu ambisi Do-yoon untuk menyingkirkan Dong-hoon. Berpikir bisa mendapatkan banyak uang, Ji-an kemudian menawarkan diri untuk membantu Do-yoon menyingkirkan Dong-hoon. Ia memasang alat penyadap di ponsel Dong-hoon dan mengetahui hampir semua halyang dilakukan Dong-hoon. Kesendirian, kesepian dan kebaik hati Dong-hoon justru membuat Ji-an tersentuh dan diam-diam menyukai Dong-hoon. Di sisi lain, Dong-hoon yang tanpa sengaja mulai mengetahui sisi gelap Ji-an, merasa jatuh simpati kepadanya. Dan begitulah, dua orang dengan luka ini menemukan penyembuhan dari kesedihan yang mereka alami.

My Ahjussi (3)

My Ahjussi (7)

Ketika membaca di awal kalau drama ini katanya akan menjadi semacam cerita healing, saya berpikir kalau ceritanya akan lebih seperti slice of life yang realistis ala . Tapi ternyata sejak episode pertama, ceritanya sudah terasa gelap dan intense banget. Terutama kehidupan Lee Ji-an yang seperti film gangster. Kehidupan di sekitar Park Dong-hoon dengan intrik-intrik perusahaannya juga terasa berat. Tapi yah, di sinilah saya rasa sang sutradara dan penulis cerita ini membuktikan diri kalau drama ini nggak cuma sekedar drama dengan cerita yang overdramatic seperti umumnya drama-drama yang sudah ada. Meski terasa gelap dan berat, tapi disajikan dengan begitu intense sehingga kita yang nonton mau nggak mau ikut dibawa menyelami emosi karakter-karakternya yang begitu dalam. Kesakitan, kesepian dan kesendirian mereka terasa begitu real. Dan meski ceritanya cukup berat, tapi tetap selalu ada sisi hangat dan seperti yang dijanjikan di awal, fokus drama ini memang tetap pada healingnya, yang menurut saya mampu dipadukan dengan keseluruhan cerita dengan pas. Karakter-karakternya begitu hidup dan solid membangun satu kesatuan cerita.

My Ahjussi (21)

My Ahjussi (17)

, tentu tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Belum lagi suara beratnya yang memang benar-benar bisa jadi healing, hehe (beneran, saya betah dengerin dia ngomong berlama-lama). Dan , ternyata bisa menjawab keraguan banyak orang, termasuk saya. Dia mampu menjelmakan diri jadi Lee Ji-an yang dingin, keras, tapi juga begitu rapuh dan menyedihkan. Cast lainnya juga solid karena memang melibatkan aktor-aktor ‘sungguhan’ (kebanyakan adalah aktor senior) mulai dari , , , , Oh Na-ra… Masing-masing karakternya juga mendapat eksplorasi yang memadai. Cerita yang cukup membuat saya sesak adalah kisah cinta Jung-hee dan kekasihnya yang jadi biksu. Saya merasa sedih melihat Jung-hee yang nggak bisa move on (mungkin lebih baik dikhianati atau ditinggal mati kekasih daripada ditinggal jadi biksu), dan juga sedih melihat keka yang diceritakan mennjadi biksu karena merasa lelah dengan kehidupan duniawi (sad :()…

My Ahjussi (15)

My Ahjussi (23)

Bukan drama dengan tema humanisme yang terasa universal seperti atau (atau juga ), karena cerita drama ini memang terasa lebih spesifik. Tapi sebagai sebuah tontonan, menurut saya drama ini cukup sempurna dan rasanya tak berlebihkan kalau menjadi salah satu drama terbaik tahun ini.

Cast:
– Park Dong-hoon
– Lee Ji-an
– Byeon Yo-soon (ibunya Dong-hoon)
– Park Sang-hoon
– Park Ki-hoon
– Kang Yoon-hee (istrinya Dong-hoon)

Oh Na-ra – Jung-hee
Park Hae-joon – Gyeomduk
Nara – Choi Yoo-ra
– Do Joon-young
Jang Ki-young – Lee Kwang-il
Ahn Seung-kyoon – Ki-beom (temannya Ji-an)
Son Sook – Lee Bong-ae (neneknya Ji-an)
Lee Young-suk – Choon-dae (kakek pengumpul sampah)
Shin Goo – CEO Jang
Jeon Kuk-hwan – Eksekutif Dir. Vang
Jung Hae-kyun – Park Dong-voon
Jung Jae-sung – Dir. Yoon
Seo Hyun-woo – Kepala seksi Song
Chae Dong-hyun – Asst. Manajer Kim
Kim Min-seok – Hyung-kyu
Ryu Sun-young – Jung Chae-ryung
Jung Young-joo – Jo Ae-ryun(istrinya sang-hoon)

Judul: My Mister/My Ahjussi/ Naui Ahjussi
Sutradara:
Penulis:
Tayang: tvN, 21 Maret – 17 Mei 2018
Episode: 16

Iklan

The King’s Case Note

Agustus 24, 2017 1 komentar

Sejak dengar tentang berita pembuatan film ini, saya sudah menantikannya. Ceritanya terdengar lucu, tentang detektif di jaman kerajaan, dan pemain utamanya adalah . + komedi adalah sepaket yang terdengar menarik. Waktu itu, siapa yang akan menjadi lawan mainnya. Tapi ketika kemudian saya mendengar nama . saya pikir itu adalah cast yang tepat. Menjadi karakter ‘bego-bego’, ‘tertindas’ dan lucu adalah spesialisasinya Ahn (sama seperti karibnya, ). Karenanya, saya cukup berekspektasi ketika akhirnya film ini tayang. Sayang, setelah tayang, sepertinya film ini tak banyak dibahas dan ‘sepinya’ film dari omongan adalah salah satu tanda bahwa film tersebut kurang sukses. Meski begitu, saya tetap bertekad untuk menontonnya.

King Case_4

 

Film dimulai dengan hari pertama Yi-seo () yang dajak Raja Yejong () untuk menjadi ‘partner in crime’nya, berkat kemampuannya di bidang sejarah. Raja adalah seorang yang pintar dan sangat suka main detektif-detektifan. Alih-alih menyerahkan kasus kriminal pada bawahannya, ia lebih senang menyelidikinya sendiri. Dan kala itu, sedang terjadi sebuah kasus yang melibatkan perong-rongan kekuasaan terhadapnya yang tampak-tampaknya dikendalikan oleh salah seorang rivalnya, Kim Gun-hee.

King Case_3

King Case_1

Yi-seo nyaris menyerah karena Raja memberinya tugas-tugas sulit dan berbahaya. Meski begitu, raja juga adalah orang yang baik dan menyenangkan dan tak ada alasan bagi Yi-seo untuk tak setia kepadanya. Berdua, dengan segala keunikan dua orang ini, mereka kemudian menjadi duo detektif dan berusaha membongkar aktivitas makar di istana. Dan interaksi dua orang ini lah yang kemudian menjadi nyawa utama film ini, bahkan menurut saya jauh lebih menarik daripada ceritanya sendiri.

King Case_2

 

Cerita kriminalnya rasanya terlalu standar dalam film bergenre kerajaan. Twistnya juga tidak terlalu mengejutkan (siapa pelaku utamanya rasanya sudah bisa ditebak sejak awal). Dan saya pun memahami kenapa film ini kemudian kurang sukses di negaranya sono. Usai menonton film ini, saya hanya meringis: segitu doang? Saya yang menonton film  ini untuk melihat kelucuan dari duo detektif antik, merasa kurang terpuaskan. Menurut saya, justru akan lebih menarik kalau film ini lebih fokus pada cerita yang lebih mengeksplorasi aksi detektif-detektifan alih-alih kasus makar yang rasanya terlalu standar film jenis ini.

King Case_6

Seperti dugaaan saya, dan bermain apik dan effortless, chemistry keduanya juga terbangun sangat baik. Bahkan rasanya saya lebih senang kalau film ini isinya lebih banyak tentang interaksi dua orang ini dengan segala kekonyolannya. Hehe. Whatever, film ini tidak buruk-buruk amat kok. Dan hal terbaik dari film ini, selain bromancenya Raja & Yi-seong yang lucu, juga adalah suara super empuknya yang sangat-sangat enak didengar. Hmm, yah memang terkenal sebagai salah satu aktor dengan suara terbaik dan saya sangat setuju dengan hal itu. Dan di film ini, dengan aksen Raja-nya, suaranya benar-benar enak didengar 🙂

Note:
Berdasarkan komik dengan judul yang sama, ditulis oleh Heo Yoon-mi dan diterbitkan di majalah Wink dari tahun 2012-2013

Cast:
– Raja Yejong
– Yoon Yi-seo
– Nam Gun-hee
Jo Jin-mo – Jikjehak
Kyung Soo-jin – Sun-hwa
Jung Hae-in – Heuk-woon
Jang Young-nim – Soobin
Kim Hong-fa – Perdadna Menteri
Uhm Ji-sung – Pangeran Ja-sung
Kang Chan-hee – Raja (muda)
– Putra Mahkota Uikyung

Judul: The King’s Case Note/ Imgeumnimui Saguncoocheob
Sutradara: Moon Hyung-sung
Penulis: Heo Yoon-mi (komik)
Produser: Yoon Hong-joon, Choi A-rang
Sinematografi: Kim Dong-young
Rilis: 26 April 2017′
Durasi: 114 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

The Advocate: A Missing Body

Juni 16, 2017 Tinggalkan komentar

Byeon Ho-sung () adalah seorang pengacara yang terkenal sering berhasil menangani kasus-kasus rumit. Suatu hari, ia dihadapkan pada sebuah kasus pembunuhan yang rumit, dimana tidak ditemukan bukti apapun dari kasus tersebut. Ia kemudian harus berkolaborasi dengan jaksa Jin Sun-mi () , hoobae sekaligus mantan pacarnya. Tentu saja, sebuah kolaborasi yang kurang menyenangkan.

The Advocate

The Advocate3

Tapi karena memang tema film ini adalah crime, tentu cerita cinta hanya jadi selingan saja. Cerita film kemudian akan mengupas misteri di seputar kasus pembunuhan tersebut. Poin utama film-film dengan tema semacam ini tentulah pada bagaimana menguak misterinya dan saya pikir, film ini cukup berhasil membawa penasaran penonton hingga klimaks di penghujung film.

The Advocate2

Bukan sebuah film yang terlalu mengesankan, tapi lumayanlah. Apalagi ada dan yang menunjukkan chemistry cukup bagus.

Cast:;
– Byeon Ho-sung
– Jin Sun-mi
Lim Won-hae – Park
Jang Hyung-sung – CEO Moon Ji-hoon
Kim Yoon-hye – Han Min-jung
Choi Jae-woong – Kim Jung-wan

Judul: The Advocate: A Missing Body / Angry Lawyer / Sungnan Byeonhosa (성난 변호사)
Sutradara: Huh Jong-ho
Penulis: Lee Kong-Joo, Choi Kwan-Young, Huh Jong-Ho
Produser: So Yoon-Sung, Lim Sang-Jin, Park Ji-Sung, Kim Hyun-Jung
Sinematografi: Kim Ji-Yong
Rilis: 8 Oktober 2015
Durasi: 117 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Helpless

Desember 31, 2015 Tinggalkan komentar

Mun-ho (sedang dalam perjalanan ke rumah orangtuanya bersama tunangannya, Seon-young (), untuk mengabarkan rencana pernikahan mereka sebulan lagi.
pHRvc
Di tengah jalan, Mun-ho berhenti untuk membeli kopi dan meninggalkan Seon-young di dalam mobil sendirian. Ketika ia kembali, Seon-young sudah tak ada. Juga tidak bisa dihubungi. Panik, Mun-ho pun mencari keberadaan Seon-young dan mendapatkan fakta bahwa ia tidak benar-benar mengenal siapa sebenarnya Seon-young.
hlps0
Dibantu temannya seorang mantan detektif yang handal, Jong-geun, ia pun berusaha keras menguak misteri keberadaan Seon-young.
hlps7n
Misteri, lagilagi misteri. Sebenarnya bukan jenis film favorit, tapi juga selalu menarik untuk diikuti karena bikin penasaran. Seperti yang saya bilang sudah-sudah, misteri agaknya memang salah satu genre favorit film-film Korea dan meski sudah seringkali dibuat, mereka seolah tak pernah kehabisan cerita. Di film ini, untuk memberi sentuhan sedikit berbeda, selain misteri, sang penulis juga memberi sedikit bumbu romance.


Letak menarik dari film semacam ini adalah tentang bagaimana penyajian misterinya dan saya pikir, film ini berhasil membuat penonton penasaran dari awal sampai akhir. Didukung pula oleh jajaran pemeran handal: , dan Cho Seong-ha.

Cast:
– Jang Mun-ho
– Kang Seon-young
Cho Seong-Ha – Kim Jong-geun

Song Ha-Yoon – Han-na
Cha Soo-Yeon – Kang Sun-young
Choi Deok-Mun – Det. Ha Sung-sik
Lee Hee-Joon – mantan suami Seon-young

Judul: Helpless / Hwacha (화차)
Sutradara: Byun Young-Joo
Penulis: Miyuki Miyabe (novel), Byun Young-Joo
Produser: Shin Hye-Eun, Oh Ki-Min
Sinematografi: Kim Dong-Young
Rilis: 8 Maret 2012
Durasi: 117 menit
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
Baeksang Arts Awards 2012:
– Best Director (Byun Young-joo)

Film Festivals

– Karlovy Vary International Film Festival – 2012 – Another View *International Premiere
– Vancouver International Film Festival 2012 – Dragons and Tigers
– Busan International Film Festival  2012 – Korean Cinema Today – Panorama
– BFI London Film Festival 2012 – Films in Thrill
– Korean Film Festival In Paris 2012 – Landscape

All About My Wife

Jung-in () dan Doo-hyun ()  bertemu di Jepang ketika tengah terjadi gempa. Dalam waktu singkat, mereka saling jatuh cinta, pacaran dan menikah. Sekarang, sudah tujuh tahun sejak mereka menikah.Doo-hyun mulai merasa lelah dan terganggu dengan sikap Jung-in yang selebor, dominan dan bermulut pedas. Ia berpikir untuk bercerai, tapi tak pernah berani mengungkapkannya. Ketika ada peluang dari kantor untuk pindah kerja ke Pyeongchang, dengan segera ia mengajukan diri, berpikir bahwa ia bisa ‘melarikan diri’ dari Jung-in. Namun, tentu saja, Jung-in tak bisa ditinggalkan begitu saja dan tanpa banyak pertimbangan, menyusulnya.
aw3aw90u
Di tempat baru ini, bertetangga dengan mereka adalah Sung-ki (), seorang lelaki yang dijuluki Casanova karena kemampuannya menjerat para perempuan. Merasa lelah jadi rebutan para perempuan, Sung-ki berniat berhenti menjadi perayu. Namun Doo-hyun kemudian meminta Sung-ki untuk merayu Jung-in. Namun ketika Sung-ki dan Jung-in menjadi semakin dekat dan Doo-hyun pun kalang kabut.

Penampilan gemilang dari Lim Soo-jung

Penampilan gemilang dari Lim Soo-jung

Sung-ki si Cassanova. Ryoo Seung-ryong is just so funny :D

Sung-ki si Cassanova. Ryoo Seung-ryong is just so funny 😀

Haha, sebuah film komedi romantis yang tidak hanya menghibur, tapi juga ‘berisi.’ Di awal, saya sempat berpikir ini adalah tentang perselingkuhan dan semacamnya. Tapi ternyata bukan. Ini adalah tentang bagaimana sebuah pasangan menghadapi dan mempertahankan sebuah hubungan. Masalah seperti yang dialami Jung-in dan Dong-hyun mungkin adalah masalah klasik yang dialami banyak pasangan di luar sana. Ketika ‘cinta’ menjadi terasa abstrak setelah sekian lama bersama dan digantikan oleh rasa jenuh, maka jalan terbaik adalah bagaimana keduanya sebaiknya berkomunikasi untuk kemudian saling intropeksi dan berefleksi. Mungkin ‘mundur’ sejenak dan memikirkan lagi alasan ketika memutuskan untuk menjalani hidup bersama.
all about my wife
Selain ceritanya yang bagus, film ini juga didukung oleh akting keren dari tiga aktor utamanya. , yang selama ini identik dengan peran-peran melonkolis, mampu memerankan sosok Jung-in dengan sangat baik. Dan ? Rasanya dia tak pernah gagal dengan ekspresi-ekspresinya yang terkesan effortless. Lalu, tentu saja  si playboy karismatis. Lewat sosoknya sebagai Sung-ki yang romantis dan agak ‘gila,’ rasanya menjadi masuk akal kenapa dia digilai para perempuan :D. Recommended.

Cast:
 – Jung-in
 -Dong-hyun
 – Sung-ki

– Choi
Kim Ji-Young – Song
Kim Jung-Tae – Kwang-sik
 – Dr. Na (atasannya Dong-hyun)
Kim Do-Young – istrinya Dr Na
Jung Sung-Hwa – pengantar koran

Judul: All About My Wife / All Of My Wife/ Nae Anaeui Modeun Geot (내 아내의 모든 것)
Sutradara: Min Kyu-Dong
Penulis: Heo Sung-Hye, Min Kyu-Dong
Produser: Park Joon-Ho, Min Jin-Soo, Lee Yoo-Jin
Sinematografi: Kim Dong-Young
Rilis: 17 Mei 2012
Durasi: 121 menit
Produksi: Soo Film, Zip Cinema
Distributor: Next Entertainment World
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
Blue Dragon Film Awards 2012:
– Best Actress ()
– Best Supporting Actor ()

KOFRA Film Awards Ceremony 2012:
– Best Supporting Actor ()

Film Festival:
– New York Asian Film Festival 2012
– Korean Film Festival in Australia 2012 – K-Comedy
– Hawaii International Film Festival 2012 – Gala Presentations *Hawaii Premiere
– San Diego Asian Film Festival 2012 *Asia Pop!
– Udine Far East Film 2013 *Italian Premiere
– Korean Film Festival In Paris 2013 – Landscape

A Hard Day

Desember 28, 2014 Tinggalkan komentar

Ko Gun-soo (), seorang detektif. Suatu malam, ia tiba-tiba harus meninggalkan prosesi pemakaman ibunya karena ada masalah di kantornya. Dalam keadaan terburu-buru, di jalanan yang agak gelap, ia menabrak sesuatu. Ketika dicek, ternyata sesosok tubuh bersimbah darah yang sudah mati. Panik, Gun-soo pun kemudian membawa mayat tersebut dan diam-diam memasukkannya ke dalam peti mati ibunya!
a hard day
Serem? Hihi, tenang saja. Ini bukan film horor atau semacam thriller karena cerita film kemudian lebih akan fokus ke hal-hal yang berbau kriminal. Diketahui kemudian kalau ternyata si orang mati adalah seorang buron yang sedang dicari-cari, dan Gun-soo kemudian akan diteror penelepon misterius yang ternyata mengetahui aksinya. Film kemudian tak akan berlama-lama menyimpan misteri, karena si penelepon ternyata tak lain adalah juga seorang polisi bernama Park Chang-min ( ). Kenapa? Ada apa hubungan apa antar Park dan si buron?
hdes

hdrt
Tadinya saya agak-agak underestimate sama film ini karena aktor utamanya adalah . Sebenarnya dia adalah salah satu aktor favorit, hanya saja, saya pikir dia akan kurang cocok berperan di film-film seperti ini. Namun, ternyata ceritanya sendiri sedemikian rupa dan tentu saja Lee bermain effortless seperti biasa. Meski kriminal, tapi gaya penceritaan film ini terasa ‘ringan’, alurnya cepat dan tak bertele-tele. Meski temanya sendiri terbilang berat (hmm, apa sebusuk itu dunia kepolisian?), tapi terasa mudah dicerna.

Cast:
– Ko Gun-soo
 – Park Chang-min
Jeong Man-Sik – Det. Choi

Shin Jung-Keun – Kepala Skuad Detektif
Kim Dong-Young – Detektif Do
Joo Suk-Tae – Detektif Nam
Heo Jung-Eun – Min-A
Shin Dong-Mi – adiknya Ko Gun-Soo
Kim Gang-Hyun – Young-Chul (adik ipar Gun-soo)

Judul: A Hard Day / Take It to the End / Kkeutkkaji Ganda (끝까지 간다)
Sutradara: Kim Sung-Hoon
Penulis: Kim Sung-Hoon, Lee Hae-Jun, Choi Kwan-Young, Jang Hang-Jun
Produser: Jang Won-Suk. Cha Ji-Hyun. Lee Dong-Yoon
Sinematografi: Kim Tae-Sung
Premiere: 19 May 2014 (Director’s Fortnight Cannes)
Rilis: 29 Mei 2014
Durasi: 111 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Film Festival:
– Cannes Film Festival 2014 – Director’s Fortnight (Quinzaine des Realisateurs) *World Premiere
– Toronto International Film Festival 2014 – City to City *North American Premiere
– Busan International Film Festival  2014 – Korean Cinema Today: Panorama
– Sitges Film Festival 2014 – Official Fantàstic Òrbita\
– BFI London Film Festival  2014 – Thrill Gala
– Hawaii International Film Festival  2014 – Spotlight on Korea *U.S. Premiere

Awards
Daejong Film Awards 2014:
– Best Director (Kim Sung-Hoon)
– Best Technical Award
– Best Cinematography

Nobody’s Daughter Haewon

Desember 16, 2014 Tinggalkan komentar

Haewon (Jung Eun-chae), seorang gadis cantik, mahasiswa yang ingin menekuni akting. Setelah lima tahun, ia akhirnya bertemu ibunya. Tapi itu hanya pertemuan singkat, karena esok harinya, ibunya agar segera pergi ke Kanada dan tinggal di sana. Dalam perjalanan makan siang, ia bertemu artis Jane Birkin dan kemudian terlibat obrolan kecil dan si artis mengatakan kalau ia mirip anaknya, Charlotte Gainsbourg yang membuat Haewon senang.

Jane Birkin yang jadi cameo

Jane Birkin yang jadi cameo

Merasa sedih selepas kepergian ibunya, Hae-won menghubungi mantan kekasihnya, Lee Seong-joon (), seorang profesor di universitasnya dan juga seorang sutradara film. Ternyata sang mantan masih mau datang dan mereka pun kemudian menghabiskan waktu bersama. Kenyataannya mereka masih sama-sama suka, tapi Lee sudah berkeluarga, sudah punya anak pula. Lee merasa bersalah dengan keluarganya, juga tak nyaman karena statusnya yang profesor, tapi ia juga tak bisa menyangkal kalau masih begitu mencintai Hae-won.

Hae-won dan ibunya

Hae-won dan ibunya

Seperti judulnya: Nobody’s Daughter Haewon, film ini ingin menggambarkan sosok Haewon, seorang gadis yang berpikiran bebas dan ‘berbeda’. Hal yang membuatnya tak disukai dan menjadi omongan teman-temannya.

Hae-won dan kekasih gelapnya

Hae-won dan kekasih gelapnya

Sosok Hae-won adalah sosok-sosok yang jamak kita temui di sekitar kita. Sosok yang membuat kita memandang sinis dan membicarakan dirinya di belakang. Pribadi yang terkesan menyebalkan. Tapi seperti Hae-won, mungkin sebenarnya mereka juga adalah ‘manusia biasa’ dengan masalah-masalahnya sendiri.

Suasana canggung yang khas Hong Sang-soo

Suasana canggung yang khas Hong Sang-soo

Meskipun dipenuhi ide tentang keinginan-keinginan bebasnya, diperlihatkan bagaimana Hae-won pada dasarnya adalah pribadi yang kesepian (temannya mengira dia anak orang kaya yang sombong, kenyataannya dia bahkan jarang bertemu ibunya), agak naif dan tak bahagia. Ketika ia bertemu seorang profesor dari Amerika yang mengatakan ingin mengajaknya menikah misalnya, Hae-won kemudian membanggakan diri pada temannya bahwa dia akan menikah (saya yakin itu hanya semacam omong besar belaka, untuk membuat iri sang teman yang tampak bahagia dengan perselingkuhanya. Kadang kita melakukan hal seperti ini kan: omong besar agar tak terlihat menyedihkan?).
nbx
Film khas , dengan karakter-karakter realistis dan cerita tanpa konflik yang meletup-letup. Lagi-lagi Hong menampilkan karakter yang “anomali” sosok yang mungkin ada di sekitar kita. Sosok yang tidak kita sukai karena pikiran-pikiran atau sikapnya yang terlihat berbeda. Tapi melalui karakter Hae-won, Hong seolah ingin memeperlihatkan bahwa orang-orang seperti itu, mungkin adalah orang-orang yang tak seburuk kelihatannya dan sebenarnya mungkin justru patut diberi simpati.

Cast:
Jung Eun-chae – Haewon
 – Lee Seong-joon
Kim Ja-ok – Jin-joo (ibunya Haewon)
Kim Eui-seong – Joong-won (professor dari San Diego)
Ye Ji-won – Yeon-joo (temannya Haewon)
Yoo Jun-sang – Joong-sik (pacarnya Yeon-joo)
Gi Ju-bong – Hoo-won (pendaki gunung)
 – Dong-joo (penjual buku)
Jane Birkin – cameo

Judul: Nobody’s Daughter Haewon/Nugu-ui ttal-do anin Haewon
Sutradara/ Penulis:
Produser: Kim Kyeong-hee,
Narasi: Jung Eun-chae
Musik: Jeong Yong-jin
Sinematografi: Kim Hyeong-goo, Park Hong-yeol
Editing: Hahm Seong-won, Son Yeon-ji
Produksi: Jeonwonsa Films
Distributor: Jeonwonsa Films, JoseE Films
Rilis: 15 Februari 2013 (Berlinale)
Durasi: 90 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:

Baeksang Arts Awards 2013:
– Nominasi Best New Actress (Jung Eun-chae)
Buil Film Awards 2013:
– Best New Actress – Jung Eun-chae
– Nominasi: Best Film, Best Actress  (Jung Eun-chae), Best Music
Korean Association of Film Critics Awards 2013:
– Best New Actress – Jung Eun-chae
Blue Dragon Film Awards 2013:
– Nominasi Best New Actress – Jung Eun-chae
Busan Film Critics Awards 2013:
– Best New Actress –Jung Eun-chae
KOFRA Film Awards 2014:
– Best New Actress –Jung Eun-chae
Wildflower Film Awards 2014:
– Best Actress – Jung Eun-chae

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar