Arsip

Posts Tagged ‘Lee Byung-hun’

The Fortress

April 9, 2018 Tinggalkan komentar

Korea berlatar jaman Joseon, dimana kerajaan sedang terancam oleh serangan dari Dinsati Qing. Raja Injo () bersama dengan pengawal dan pasukannya, kemudian bersembunyi di benteng pegunungan Namhansanseong. Mereka terisolasi dari dunia luar, didera musim dingin yang parah dan kekurangan bahan makanan.

The Fortress (7)

Choi Myung-kil () dan Kim Sang-hun  ( ) adalah dua mentrinya yang setia dan berdedikasi. Keduanya memikirkan cara terbaik bagaimana caranya menghadapi Qing dan pasukannya. Choi berpendapat bahwa cara terbaik adalah melalui jalan diplomasi, sementara Kim sebaliknya, berpendapat bahwa Joseon tidak boleh jatuh harga dirinya dengan menunjukkan kemampuanya berperang. Tapi Dinasti Qing terlalu kuat dan kondisi pasukan Joseon lebih lemah. Film diakhiri dengan kekalahan Raja Injo yang kemudian harus takluk pada Qing.

The Fortress (5)

Berhubung saya bukan orang Korea, menonton film-film bertema sejarah, sebenarnya seringkali tidak terlalu menarik. Apalagi, film sejarahnya Korea ini bisa dibilang ceritanya begitu-begitu saja, sudah terlalu sering diulang-ulang baik dalam bentuk film mapun drama. Hanya saja, saya penasaran sama film ini karena ingin melihat akting para pemainnya. Jajaran cast film ini memang bisa dibilang sangat jor-joran, karena pemainnya adalah A-lister aktor filmnya Korea: , , , , ... benar-benar wah, kan? (Ohya, ada juga , aktor muda yang selalu memiliki soft spot bagi saya. Mungkin karena dia adalah aktor yang bisa dibilang underdog untuk generasinya, dan saya senang melihatnya selalu terlibat dalam film-film berkualitas bersama aktor-aktor besar). Terkait dengan akting, semua menunjukkan kualitas akting mereka yang memang tak perlu lagi diragukan di sini. Meski mungkin karena memang pengkarakterannya sedemikian rupa, tak ada penampilang yang terlalu stellar.

The Fortress (8)

Secara umum, film ini adalah film yang grande. Selain jajaran castnya, sinematografi dan blablanya juga digarap dengan tidak main-main. Setting jaman Joseon dan suasana perang serta dinginnya musim dingin di pegunungan, ditampilkan dengan sangat apik. Kesan kolosalnya dapat. Hanya saja, alurnya terasa lamban dan liat serta tidak mudah dicerna sehingga membuat film ini agak membosankan. Dan bisa dipahami juga ketika kemudian konon angka penjualannya di bioskop cukup mengecewakan (kalau nggak salah film ini kalah sama film , yang secara produksi bisa dibilang berkebalikan dari film ini: aktor nggak terlalu terkenal dan produksi rendah). Yeah, that’s industry. Tapi di atas semua itu, menurut saya film ini tetap layak untuk ditonton,kok.

Cast:
– Choi Myung-kil
– Kim Sang-il
– Raja Injo
– Seo Nal-shwe
– Lee Shi-baek
Joo woo-jin – Jung Myung-soo
Song Young-chang – Kim Ryu
– Chil Bok
Heo Sung-tae – Yonggol
Kim Pub-lae – Khan
Jo A-in – Naru (bocah kecil)

Judul: The Fortress / Namhansanseong
Sutradara: Hwang Dong-hyuk
Penulis: Kim Hoon (novel), Hwang Dong-hyuk
Sinematografi: Kim Ji-yong
Rilis: 3 Oktober 2017
Durasi: 139 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Award:
Blue Dragon Film Awards 2018
– Best screenplay

Iklan

A Single Rider

November 10, 2017 Tinggalkan komentar

Kang Jae-hoon()  adalah seorang pengusaha yang sedang mengalami kebangkrutan. Istri () dan anaknya tinggal di Australia. Di tengah keadaan putus asa, ia mendapati dirinya mengunjungi anak dan istrinya. Tapi ketika didapatinya sang istri tampak bahagia dan menjalin kedekatan dengan seorang lelaki bule beranak satu tetangganya, Jae-hoon merasa tak cukup berani menampakkan diri di depan mereka.

videoplayback.mp4_000803414

 

Dalam keadaan bingung dan sedih, ia luntang lantung ke sana kemari, hingga ia bertemu dengan seorang gadis muda yang sedang backpackeran ke Australia sendirian, Oh Ji-na (). Karena kepolosannya, Gi-na kemudian ditipu sekelompok geng anak muda Korea yang tinggal di Australia. Kedua orang ini yang sedang putus asa ini, kemudian berbagi kebingungan bersama.

videoplayback.mp4_005194006

Penasaran sama film ini karena castnya, dan . Ditambah lagi latarnya yang luar negeri. Jarang-jarang film Korea mengambil setting di luar negeri, Australia pula.Cerita dan plot film ini sendiri bernuansa indie, hal yang cenderung irit konflik. Biasanya sih saya asyik-asyik saya mengikuti film dengan cerita seperti itu, tapi nggak tahu kenapa, film ini cukup membosankan, terutama setelah sampai di tengah-tengah dan rasanya tak ada perkembangan cerita yang berarti.

videoplayback.mp4_005298979

Namun begitu, tidak buruk kok, meski menurut saya, kekuatan film ini lebih pada aktor utamanya, yang mampu membawa cerita yang biasa menjadi terasa berbobot. Sementara untuk sosok sendiri, kurang terlihat, tapi menurut saya lebih pada karakternya. Aktris muda juga bermain baik, meski menurut saya pada beberapa bagian aktingnya kadang terlihat kurang meyakinkan.

Cast:
– Kang Jae-hoon
– Soo-jin
– Ji-na

Judul: A Single Rider
Sutradara/Penulis: Lee Joo-young
Rilis: 22 Februari 2017
Durasi:97 menit
Distributor: Warner Bross
Negara/Bahasa: Korea Selatan-Australia/ Korea-Inggris

The Harmonium in My Memory

September 7, 2017 Tinggalkan komentar

Berlatar tahun ’60-an. Su-ha () adalah seorang pemuda kota yang ditugaskan untuk menjadi guru di sebuah desa di pedalaman Korea. Salah satu muridnya adalah Hong-yeon (), seorang remaja 17 tahun yang sebagaimana umumnya remaja pedesaan kala itu, sikapnya masih kekanakan.

harmonium in my memory-2

harmonium in my memory-5

Jeon Do-yeon yang begitu meyakinkan berakting sebagai gadis desa belia. Padahal usia aslinya sudah 27 tahun lho

Tapi kedatangan Su-ha ternyata membuat Hong-yeon yang mulai puber, diam-diam jatuh cinta. Su-ha tentu saja, tak menyadari hal itu dan menganggap Hong-yeon muridnya semata. Di sisi lain ia justru jatuh cinta dengan guru baru yang lain, Eun-hee, yang cantik, dewasa, dan memiliki ketertarikan pada musik yang sama seperti dirinya.

harmonium in my memory-6

Ketika kemudian diketahui bahwa Eun-hee ternyata sudah punya tunangan, di tengah kondisi patah hati Su-ha, Hong-yeon dengan segala kepolosannya, memberi penghiburan pada Su-ha.

harmonium in my memory-9

Sudah lama ingin nonton film ini, karena sering disebut-sebut dalam ulasan tentang film Korea sebagai salah satu film yang dianggap klasik. Dan setelah menonton film ini saya pun paham. Ceritanya sendiri bisa dibilang ‘sederhana’ apalagi memang diangkat dari novel semioutobiografi. Tapi setting dan latar film ini benar-benar terasa klasik, mengetengahkan kehidupan pedesaan Korea, terutama kehidupan sekolah yang begitu apa-adanya khas orang-orang desa yang polos dan lugu, seperti seoklah sambil bawa adik, sekolah tanpa mandi… hihi, terasa lucu dan nostalgis.

harmonium in my memory-11

Dan untuk akting, jangan ditanya. Bahwa sekarang disebut-sebut sebagai aktris terbaik Korea saya rasa benar adanya. Dan ia sudah menunjukkan kemampuan aktingnya sejak masih muda, terutama di film ini. Bayangkan saja, usianya 27 tahun (ia lahir tahun 1973. dan di tahun yang sama ia bahkan main film dewasa, Happy End), kala membintangi film ini, tapi ia begitu pas membawakan sosok Hong-yeon, remaja 17 tahun yang polos dengan begitu meyakinkan. Two thumbs up deh dengan aktris satu iini. Di sisi lain, juga bermain apik sebagai si guru kota yang tampan dan baik hati. Film yang terasa hangat dan nostalgis.

Cast:
– Hong-yeon
– Kang Su-ha
Lee Mi-yeon – Yang Eun-hee

Seo Hye-rin – Guru Yu
Cho Eun-sook- Shin Chun-ha
Song Ok-suk – ibunya Hong-yeon
Kim Jae-in – Nanhee

Judul: The Harmonium in My Memory/ Nae maeumui pungguem
Sutradara: Lee Young-jae
Penulis: Lee Young Jae, Ha Keum-chan (novel), Oh Eun-hee
Rilis: 27 Maret 1999
Durasi: 143 menit
Negara/Bahasa; Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Film Award 1999: Best Actress (n)
Grand Bell Awards 1999: Director’s Cut ()

 

Master

Juli 20, 2017 Tinggalkan komentar

Presiden Jin () adalah seorang penipu yang membangun sebuah perusahaan bernama Won Network. Tak main-main, tipuannya dalam skala besar-besaran, melalui investasi palsu. Bermodal kelihaian bicara dan bermuka dua, ia justru dipuja-puja. Dalam melakukan penipuannya, ia dibantu si ahli IT, Park Jang-goon (), pemuda oportunis dan perempuan berwajah dingin, Kim Eom-ma () yang bertindak layaknya seorang eom-ma.

Master

Master-5

Kim Jae-myung () adalah seorang detektif jenius. Ia sudah mengendus modus penipuan Jin dan berusaha keras untuk menangkapnya. Bersama rekannya, polisi wanita pemberani, Shin Gemma (), ia menyiapkan segala hal untuk meringkus Jin. Jae-myung pun kemudian mendekati Jang-goon. Jang-goon yang sebenarnya juga sudah muak dengan Jin dan ingin mendapatkan keuntungan sendiri, akhirnya mau diajak bekerjasama.

Master-10

Master-2

Tapi Jin terlalu licin. Ia bahkan kemudian melarikan diri ke Filipina dan pura-pura mati. Tapi bukan Jae-myung namanya kalau menyerah dan kehabisan akal. Dengan kejeniusannya, ia dibantu Jang-goon dan Gemma, akhirnya berhasil menjebak Jin

Master-9

Master-11

Cast utamanya sangat menjanjikan. Hal itu pula yang membuat saya penasaran sama film ini. Meski kemudian agak menyurut karena pada ajang penghargaan lalu, film ini tak disebut-sebut, kecuali untuk kategori aktor terbaiknya (). Semuanya bermain bagus, tapi menurut saya Lee memang yang paling menonjol. Ia mampu menunjukkan sosok si penipu ulung yang licik, serakah, tapi juga seolah memiliki konflik batin. Kang terlihat keren sebagai si detektif jenius. Tapi sosoknya rasanya terlalu sempurna, sementara Woobin terlihat bodoh dan ceroboh. Padahal saya baca kalau posisinya juga sebagai si jenius. Sosok lain yang juga cukup keren adalah sebagai si polisi wanita pemberani. Sementara dari segi cerita sendiri, tidak ada yang terlalu mengejutkan. Tidak buruk, tapi juga terkesan biasa saja.

Cast:
– Presiden Jin
– Kim Jae-myung
– Park Jang-goon
– Shin Gemma
– Kim Eom-ma
Jung Won-joong – atasannya Jae-myung

Judul : Master
Sutradara: Cho Ui-seok
Penulis: Cho Ui-seok, Kim Hun-duk
Produser : Baek Ji-sun, Lee Yoo-jin
Sinematofrafi: Yoo Eok, Kim Jung-woo
Rilis: 21 Desember 2016
Durasi: 143 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selata/Korea

The Age of Shadows

Berlatar tahun 20an, ketika Korea masih di bawah penjajahan Jepang. Lee Jung-Chool () adalah mantan pejuang kemerdekaan, tapi sekarang justru bekerja sebagai polisi Jepang. Ia ditugaskan untuk menggagalkan aksi sebuah kelompok pejuang kemerdekaan di bawah pimpinan Kim Woo-jin ().
The Age of Shadows_1

The Age of Shadows_5
Dengan menyembunyikan identitas masing-masing, tapi sebenarnya juga mengetahui identitas masing-masing, Jung-chool dan Woo-jin kemudian menjalin ‘persahabatan.’ Jung-chool yang secara nurani masih bersimpati pada perjuangan, kemudian membantu Woo-jin dan kelompoknya. Namun ada rekannya, Hashimoto, yang menaruh curiga dan terobsesi untuk menangkap Kim Woo-jin.
The Age of Shadows_2

The Age of Shadows_4
Setelah era gangster dan crime, agaknya film bertema kolonialisme Jepang sedang menjadi tren perfilman Korea. Mungkin ini  menyusul film bertema serupa yang sangat sukses sebelumnya, . Dan sekilas, memang napas film ini sedikit mirip dengan . Demikian juga dengan sinematografinya. Jujur sih, mungkin karena saya bukan orang Korea, dan film ini agak berbau nasionalisme, sehingga rasanya tidak punya keterikatan khusus pada ceritanya. Saya menonton film ini lebih karena jajaran cast-nya, terutama yang seolah selalu menjadi jaminan film bagus. Apalagi kemudian untuk film ini, dia diganjar sebagai aktor terbaik (haha, aneh rasanya karena sepertinya setiap tahun dia mendapat penghargaan serupa).

Selain itu, juga ada nama-nama yang cukup familiar seperti , , dan . Dan memang harus diakui sih, Song memang bermain bagus (selalu sih) di sini. Ia mampu menampilkan sosok Lee Jung-chool yang terkesan pengecut tapi juga penuh dilema. Sementara untuk , bermain bagus juga, hanya saja, entah kenapa, kurang karismatis. Bahkan rasanya jauh lebih karismatis dengan sosok yang diperankan dan yang secara peran di sini, sebenarnya mendapat porsi lebih kecil. Saya nggak tahu, tapi sepertinya karakter-karakter serius tidak terlalu membuat akting bersinar (saya sudah melihat akting yang sama di film-filmnya yang lain). Berbeda ketika dia berperan dalam film atau drama romantis. Sementara , biasa saja seperti biasa, he. Akting lainnya yang cukup mencuri scene adalah Um Tae-goo, sebagai Hashimoto yang ambisius.

Cast:
– Lee Jung-Chool
– Kim Woo-Jin
– Yun Gye-Soon
Um Tae-Goo –  Hashimoto
Shingo Tsurumi – Higashi
– Jung Chae-san
– Jo Hwe-ryung
Heo Sung-Tae – Ha Il-soo
Kim Dong-Young – Heo Chul-joo
– Joo Dong-sung
– Kim Ja-ok
Go Joon – Shim Sang-do
Kwon Soo-Hyun – Sun-gil
Choi Yu-Hwa – Kim Sa-hee
Foster Burden – Ludvik

Judul:The Age of Shadows / Secret Agent / Miljung (밀정)
Sutradara: Kim Jee-Woon
Penulis: Lee Ji-Min, Park Jong-Dae, Kim Jee-Woon
Produser: Kim Jee-Woon, Choi Jae-Won, Choi Jung-Hwa
Sinematografi: Kim Ji-Yong, Kim Jae-Hong
Rilis: 7 September  2016
Durasi: 140 menit
Distributor: Warner Bros.
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 Awards
– Daejong Film Awards 2016: Best Supporting Actor (Um Tae-Goo), Best Art Design (Jo Hwa-Sung)
– BaekSang Arts Awards  2017: – Best Director (Kim Jee-Woon), Best Actor ()

Inside Men

April 26, 2016 Tinggalkan komentar

Ahn Sang-goo () adalah seorang gangster. Ia menjalin hubungan ala hyungnim-dongsaeng dengan seorang jurnalis senior yang licik, Lee Kang-hee. Sang-goo selalu berpikir bahwa hubungannya dengan Kang-hee adalah hubungan timbal balik yang menguntungkan dan percaya bahwa Kang-hee memberi perlindungan untuknya.

Good acting of Lee Byung-hoon!

Good acting of Lee Byung-hoon!

Lee Kang-hee () diam-diam menjalin hubungan dengan dua orang pengusaha, Jang Pil-woo ()dan Presiden Oh. Ketika kedua perusahaan ini bermasalah secara hukum, Kang-hee diam-diam ikut terlibat.

Tiga lelaki 'terhormat' yang culas dan licik

Tiga lelaki ‘terhormat’ yang culas dan licik

Woo Jang-hoon () adalah seorang pengacara yang ambisius dan bermulut kasar. Ia berasal dari latar belakang keluarga orang biasa dan tidak punya beking siapa-siapa. Dengan idealismenya, Jang-hoon ingin menunjukkan bahwa ia mampu meraih posisi dalam karir pengacaranya meski dengan segala keterbatasan itu. Ia pun berambisi menangani kasus Pil-woo-Oh. Berpikir bahwa Sang-goo bisa membantunya menemukan bukti-bukti, Jang-hoon pun menawarkan kerjasama. Siapa sangka, hal itu justru menjadi semacam bumerang bagi Sang-goo karena ternyata Kang-hee yang ia percaya akan selalu di pihaknya ternyata seorang penjahat licik yang hanya memanfaatkannya.

Finally, Jo Seung-woo! :P

Finally, Jo Seung-woo! 😛

Bersama, dua orang dengan latar belakang yang kontras ini pun kemudian bekerjasama untuk menjatuhkan Kang-hee dan kroninya.

imn657

Seperti saya sering tulis sebelum-sebelumnya, film gangster atau crime sebenarnya sama sekali bukan genre favorit saya. Tapi apa boleh buat, karena pemain utamanya adalah pemain favorit saya, , yang semakin kesini semakin perlu ekstra kesabaran menunggunya bermain film (karena belakangan ia cenderung lebih memilih konsen di musikal daripada film/drama), jadilah saya penasaran setengah mati dengan film ini. Meski saya selalu yakin bahwa Jo akan selalu menampilkan permainan terbaiknya, tapi saya juga tak ingin terlalu banyak berekspektasi karena di atas kertas, cerita film ini terkesan tidak terlalu berbeda dengan cerita film bergenre sama yang sudah-sudah. Dan selain Jo, juga ada nama yang membuat saya berpikir bahwa Jo mungkin hanya akan menjadi 2nd lead. Tapi setelah menonton film ini, saya merasa cukup puas. Soal akting, jangan ditanya deh. Keduanya bermain apik dan menunjukkan chemistry bromance yang pas. Meski begitu, harus saya akui, mungkin karena faktor senioritas dan juga karakter yang lebih kompleks, memang terlihat sedikit lebih mencurei scene. Selain itu, juga ada aktor senior, dan yang juga bermain apik sebagai para antagonis. Mungkin hanya perasaan saya, tapi saya merasa sisa chemistry hangat guru-murid antara dan di film mereka sebelumnya, , ketika keduanya harus satu scene di sini. Dan itu terasa menyenangkan.

Seperti reunian Tazza :)

Seperti reunian Tazza 🙂

Sementara dari segi cerita. meski bukan hal yang baru, tapi tetap menarik. Setelah menonton film ini, membuat saya tercenung. Bahwa serignkali, penjahat yang paling jahat dan menjijikkan bukanlah mereka yang secara kasat mata terlihat sebagai penjahat seperti preman, mafia dsb, tapi justru orang-orang yang terlihat terhormat, bersih dan berkuasa. Well, good movie. Recommended!

Cast:
– Ahn San-goo
– Woo Jang-hoon

– Lee Kang-hee
– Jang Pil-woo
Kim Hong-Fa – Presiden Oh
Jo Jae-Yun – Kepala Seksi Bang
Bae Sung-Woo – park Jong-pal
– Reporter Goh
Jo Woo-Jin – Direktur Jo
Lee El – Joo Eun-hye
Jeong Man-Sik – Kepala Prosecutor

Judul: Inside Men/ Naeboojadeul (내부자들)
Sutradara: Woo Min-Ho
Penulis: Yoon Tae-Ho (original comic), Woo Min-Ho
Produser: Lee Min-Soo, Park Chul-Soo, Choi Jin-Ho, Lee Dong-Ho, Won Young-Sik
Sinematografi: Goh Nak-Sun
Rilis: November 19, 2015
Durasi: 130 min.
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Memories of the Sword

Maret 6, 2016 Tinggalkan komentar

Di masalalu, ada tiga pendekar pedang yang terkenal. Seol-rang (), Deok-ki ( ) dan Poong-chun (). Mereka bersama-sama memiliki idealisme untuk menegakkan keadilan. Namun semua itu hancur ketika Deok-ki berkhianat dengan membunuh Poong-chun. Seol-rang yang merupakan kekasih Deok-ki, dihadapkan pada pilihan dilematis ketika diminta untuk membunuh putri Poong-chun yang masih bayi, Seol-hee. Hubungan cinta keduanya pun kandas. Deok-ki yang berubah nama menjadi Yoo-baek, menjadi pejabat istana yang haus kekuassaan. Sementara Seol-rang didera rasa bersalah, menjadi buta dan hidup mengasingkan diri sembari membesarkan seorang anak yang disebutnya sebagai Seol-hee ().

Memories of the Sword5

Deok-ki berambisi untuk merebut istana Muryung. Ia pun menggunakan segala cara termasuk membunuh temannya sendiri, Jon-bok ( ), untuk mencapai keinginannya. Di sisi lain, tiba-tiba muncul seorang pendekar muda perempuan yang mengingatkannya pada Seol-rang. Jauh-jauh hari, Seol-rang memang sudah mengingatkannya, bahwa suatu hari nanti ia akan tewas dibunuh oleh Seol-hee yang ia aku masih hidup. Tapi benarkah?

Memories of the Sword4Memories of the Sword

Well, sebuah film yang mencoba memadukan silat dan drama. Mirip-mirip film-film wuxia China seperti Hero atau House of Flying Daggers…. Dan saya selalu memiliki ketertarikan tersendiri dengan film-film semacam ini. Selain karena gambar-gambarnya yang indah, juga selalu ada dramanya. Meski sebenarnya dramanya tak jauh-jauh dari cinta dan kekausaan, sebenarnya. Meski saya sudah menduga endingnya seperti apa, film ini cukup rapi menyajikan plotnya sehingga tetap enak diikuti hingga akhir.

Memories of the Sword2Memories of the Sword3

Bagi penggemar film silat mungkin film ini agak terlalu cengeng, tapi overall, saya menyukainya. Apalagi didukung aktor-aktor Korea terbaik. Di jajaran senior, ada , , Lee Kyoung-young dan yang selalu berakting maksimal. Sementara untuk aktor muda, ada Juga dan . sendiri, meski pendatang baru memang langsung melejit dengan film-filmnya yang qualified dan kemampuan aktingnya juga patut diacungi jempol. Hanya saja sedikit mengusik saya, karena sebelumnya saya nonton Kim di Coin Locker Girl dan karakter yang dimainkannya berikut jalan cerita karakternya dari kedua film ini agak mirip (anak yang berseteru dengan ibunya). Tapi tidak sampai mengganggu kok. Sementara ? Well, seperti aktor jebolan boyband lainnya, saya agak underestimate dengannya, tapi setelah melihat aktingnya di  dan juga di film ini, untuk kesekian kalinya harus saya akui bahwa idol-idol Korea ini memang tidak bisa diremehkan karena beberapa dari mereka, selain tampang oke, juga punya bakat akting yang oke. Silakan tonton.

Cast:
– Yoo-baek/ Deok-ki
– Wol-so/Seol-rang
– Seol-hee
– Yool
– Guru
– Jon-bok
– Poong-chun
Kim Soo-Ahn – Goo-seul
Moon Sung-Geun – Lee Ui-myung
Kim Young-Min – Raja
Sung Yoo-Bin – Gamcho

Judul: Memories of the Sword/ Female Warrior: Memory of Sword/ Hyubnyeo, Kalui Kieok (녀, 칼의 기억)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Choi A-Reum
Produser: Lee Dae-Hee, Kim Hyun-Chul, Jung Geum-Ja, Kim Joo-Kyung
Sinematografi: Kim Byung-Seo
Rilis: 13 Agustus 2015
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar