Arsip

Posts Tagged ‘Lee Byung-hun’

The Age of Shadows

Berlatar tahun 20an, ketika Korea masih di bawah penjajahan Jepang. Lee Jung-Chool () adalah mantan pejuang kemerdekaan, tapi sekarang justru bekerja sebagai polisi Jepang. Ia ditugaskan untuk menggagalkan aksi sebuah kelompok pejuang kemerdekaan di bawah pimpinan Kim Woo-jin ().
The Age of Shadows_1

The Age of Shadows_5
Dengan menyembunyikan identitas masing-masing, tapi sebenarnya juga mengetahui identitas masing-masing, Jung-chool dan Woo-jin kemudian menjalin ‘persahabatan.’ Jung-chool yang secara nurani masih bersimpati pada perjuangan, kemudian membantu Woo-jin dan kelompoknya. Namun ada rekannya, Hashimoto, yang menaruh curiga dan terobsesi untuk menangkap Kim Woo-jin.
The Age of Shadows_2

The Age of Shadows_4
Setelah era gangster dan crime, agaknya film bertema kolonialisme Jepang sedang menjadi tren perfilman Korea. Mungkin ini  menyusul film bertema serupa yang sangat sukses sebelumnya, . Dan sekilas, memang napas film ini sedikit mirip dengan . Demikian juga dengan sinematografinya. Jujur sih, mungkin karena saya bukan orang Korea, dan film ini agak berbau nasionalisme, sehingga rasanya tidak punya keterikatan khusus pada ceritanya. Saya menonton film ini lebih karena jajaran cast-nya, terutama yang seolah selalu menjadi jaminan film bagus. Apalagi kemudian untuk film ini, dia diganjar sebagai aktor terbaik (haha, aneh rasanya karena sepertinya setiap tahun dia mendapat penghargaan serupa).

Selain itu, juga ada nama-nama yang cukup familiar seperti , , dan . Dan memang harus diakui sih, Song memang bermain bagus (selalu sih) di sini. Ia mampu menampilkan sosok Lee Jung-chool yang terkesan pengecut tapi juga penuh dilema. Sementara untuk , bermain bagus juga, hanya saja, entah kenapa, kurang karismatis. Bahkan rasanya jauh lebih karismatis dengan sosok yang diperankan dan yang secara peran di sini, sebenarnya mendapat porsi lebih kecil. Saya nggak tahu, tapi sepertinya karakter-karakter serius tidak terlalu membuat akting bersinar (saya sudah melihat akting yang sama di film-filmnya yang lain). Berbeda ketika dia berperan dalam film atau drama romantis. Sementara , biasa saja seperti biasa, he. Akting lainnya yang cukup mencuri scene adalah Um Tae-goo, sebagai Hashimoto yang ambisius.

Cast:
– Lee Jung-Chool
– Kim Woo-Jin
– Yun Gye-Soon
Um Tae-Goo –  Hashimoto
Shingo Tsurumi – Higashi
– Jung Chae-san
– Jo Hwe-ryung
Heo Sung-Tae – Ha Il-soo
Kim Dong-Young – Heo Chul-joo
– Joo Dong-sung
– Kim Ja-ok
Go Joon – Shim Sang-do
Kwon Soo-Hyun – Sun-gil
Choi Yu-Hwa – Kim Sa-hee
Foster Burden – Ludvik

Judul:The Age of Shadows / Secret Agent / Miljung (밀정)
Sutradara: Kim Jee-Woon
Penulis: Lee Ji-Min, Park Jong-Dae, Kim Jee-Woon
Produser: Kim Jee-Woon, Choi Jae-Won, Choi Jung-Hwa
Sinematografi: Kim Ji-Yong, Kim Jae-Hong
Rilis: 7 September  2016
Durasi: 140 menit
Distributor: Warner Bros.
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 Awards
– Daejong Film Awards 2016: Best Supporting Actor (Um Tae-Goo), Best Art Design (Jo Hwa-Sung)
– BaekSang Arts Awards  2017: – Best Director (Kim Jee-Woon), Best Actor ()

Inside Men

April 26, 2016 Tinggalkan komentar

Ahn Sang-goo () adalah seorang gangster. Ia menjalin hubungan ala hyungnim-dongsaeng dengan seorang jurnalis senior yang licik, Lee Kang-hee. Sang-goo selalu berpikir bahwa hubungannya dengan Kang-hee adalah hubungan timbal balik yang menguntungkan dan percaya bahwa Kang-hee memberi perlindungan untuknya.

Good acting of Lee Byung-hoon!

Good acting of Lee Byung-hoon!

Lee Kang-hee () diam-diam menjalin hubungan dengan dua orang pengusaha, Jang Pil-woo ()dan Presiden Oh. Ketika kedua perusahaan ini bermasalah secara hukum, Kang-hee diam-diam ikut terlibat.

Tiga lelaki 'terhormat' yang culas dan licik

Tiga lelaki ‘terhormat’ yang culas dan licik

Woo Jang-hoon () adalah seorang pengacara yang ambisius dan bermulut kasar. Ia berasal dari latar belakang keluarga orang biasa dan tidak punya beking siapa-siapa. Dengan idealismenya, Jang-hoon ingin menunjukkan bahwa ia mampu meraih posisi dalam karir pengacaranya meski dengan segala keterbatasan itu. Ia pun berambisi menangani kasus Pil-woo-Oh. Berpikir bahwa Sang-goo bisa membantunya menemukan bukti-bukti, Jang-hoon pun menawarkan kerjasama. Siapa sangka, hal itu justru menjadi semacam bumerang bagi Sang-goo karena ternyata Kang-hee yang ia percaya akan selalu di pihaknya ternyata seorang penjahat licik yang hanya memanfaatkannya.

Finally, Jo Seung-woo! :P

Finally, Jo Seung-woo! 😛

Bersama, dua orang dengan latar belakang yang kontras ini pun kemudian bekerjasama untuk menjatuhkan Kang-hee dan kroninya.

imn657

Seperti saya sering tulis sebelum-sebelumnya, film gangster atau crime sebenarnya sama sekali bukan genre favorit saya. Tapi apa boleh buat, karena pemain utamanya adalah pemain favorit saya, , yang semakin kesini semakin perlu ekstra kesabaran menunggunya bermain film (karena belakangan ia cenderung lebih memilih konsen di musikal daripada film/drama), jadilah saya penasaran setengah mati dengan film ini. Meski saya selalu yakin bahwa Jo akan selalu menampilkan permainan terbaiknya, tapi saya juga tak ingin terlalu banyak berekspektasi karena di atas kertas, cerita film ini terkesan tidak terlalu berbeda dengan cerita film bergenre sama yang sudah-sudah. Dan selain Jo, juga ada nama yang membuat saya berpikir bahwa Jo mungkin hanya akan menjadi 2nd lead. Tapi setelah menonton film ini, saya merasa cukup puas. Soal akting, jangan ditanya deh. Keduanya bermain apik dan menunjukkan chemistry bromance yang pas. Meski begitu, harus saya akui, mungkin karena faktor senioritas dan juga karakter yang lebih kompleks, memang terlihat sedikit lebih mencurei scene. Selain itu, juga ada aktor senior, dan yang juga bermain apik sebagai para antagonis. Mungkin hanya perasaan saya, tapi saya merasa sisa chemistry hangat guru-murid antara dan di film mereka sebelumnya, , ketika keduanya harus satu scene di sini. Dan itu terasa menyenangkan.

Seperti reunian Tazza :)

Seperti reunian Tazza 🙂

Sementara dari segi cerita. meski bukan hal yang baru, tapi tetap menarik. Setelah menonton film ini, membuat saya tercenung. Bahwa serignkali, penjahat yang paling jahat dan menjijikkan bukanlah mereka yang secara kasat mata terlihat sebagai penjahat seperti preman, mafia dsb, tapi justru orang-orang yang terlihat terhormat, bersih dan berkuasa. Well, good movie. Recommended!

Cast:
– Ahn San-goo
– Woo Jang-hoon

– Lee Kang-hee
– Jang Pil-woo
Kim Hong-Fa – Presiden Oh
Jo Jae-Yun – Kepala Seksi Bang
Bae Sung-Woo – park Jong-pal
– Reporter Goh
Jo Woo-Jin – Direktur Jo
Lee El – Joo Eun-hye
Jeong Man-Sik – Kepala Prosecutor

Judul: Inside Men/ Naeboojadeul (내부자들)
Sutradara: Woo Min-Ho
Penulis: Yoon Tae-Ho (original comic), Woo Min-Ho
Produser: Lee Min-Soo, Park Chul-Soo, Choi Jin-Ho, Lee Dong-Ho, Won Young-Sik
Sinematografi: Goh Nak-Sun
Rilis: November 19, 2015
Durasi: 130 min.
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Memories of the Sword

Maret 6, 2016 Tinggalkan komentar

Di masalalu, ada tiga pendekar pedang yang terkenal. Seol-rang (), Deok-ki ( ) dan Poong-chun (). Mereka bersama-sama memiliki idealisme untuk menegakkan keadilan. Namun semua itu hancur ketika Deok-ki berkhianat dengan membunuh Poong-chun. Seol-rang yang merupakan kekasih Deok-ki, dihadapkan pada pilihan dilematis ketika diminta untuk membunuh putri Poong-chun yang masih bayi, Seol-hee. Hubungan cinta keduanya pun kandas. Deok-ki yang berubah nama menjadi Yoo-baek, menjadi pejabat istana yang haus kekuassaan. Sementara Seol-rang didera rasa bersalah, menjadi buta dan hidup mengasingkan diri sembari membesarkan seorang anak yang disebutnya sebagai Seol-hee ().

Memories of the Sword5

Deok-ki berambisi untuk merebut istana Muryung. Ia pun menggunakan segala cara termasuk membunuh temannya sendiri, Jon-bok ( ), untuk mencapai keinginannya. Di sisi lain, tiba-tiba muncul seorang pendekar muda perempuan yang mengingatkannya pada Seol-rang. Jauh-jauh hari, Seol-rang memang sudah mengingatkannya, bahwa suatu hari nanti ia akan tewas dibunuh oleh Seol-hee yang ia aku masih hidup. Tapi benarkah?

Memories of the Sword4Memories of the Sword

Well, sebuah film yang mencoba memadukan silat dan drama. Mirip-mirip film-film wuxia China seperti Hero atau House of Flying Daggers…. Dan saya selalu memiliki ketertarikan tersendiri dengan film-film semacam ini. Selain karena gambar-gambarnya yang indah, juga selalu ada dramanya. Meski sebenarnya dramanya tak jauh-jauh dari cinta dan kekausaan, sebenarnya. Meski saya sudah menduga endingnya seperti apa, film ini cukup rapi menyajikan plotnya sehingga tetap enak diikuti hingga akhir.

Memories of the Sword2Memories of the Sword3

Bagi penggemar film silat mungkin film ini agak terlalu cengeng, tapi overall, saya menyukainya. Apalagi didukung aktor-aktor Korea terbaik. Di jajaran senior, ada , , Lee Kyoung-young dan yang selalu berakting maksimal. Sementara untuk aktor muda, ada Juga dan . sendiri, meski pendatang baru memang langsung melejit dengan film-filmnya yang qualified dan kemampuan aktingnya juga patut diacungi jempol. Hanya saja sedikit mengusik saya, karena sebelumnya saya nonton Kim di Coin Locker Girl dan karakter yang dimainkannya berikut jalan cerita karakternya dari kedua film ini agak mirip (anak yang berseteru dengan ibunya). Tapi tidak sampai mengganggu kok. Sementara ? Well, seperti aktor jebolan boyband lainnya, saya agak underestimate dengannya, tapi setelah melihat aktingnya di  dan juga di film ini, untuk kesekian kalinya harus saya akui bahwa idol-idol Korea ini memang tidak bisa diremehkan karena beberapa dari mereka, selain tampang oke, juga punya bakat akting yang oke. Silakan tonton.

Cast:
– Yoo-baek/ Deok-ki
– Wol-so/Seol-rang
– Seol-hee
– Yool
– Guru
– Jon-bok
– Poong-chun
Kim Soo-Ahn – Goo-seul
Moon Sung-Geun – Lee Ui-myung
Kim Young-Min – Raja
Sung Yoo-Bin – Gamcho

Judul: Memories of the Sword/ Female Warrior: Memory of Sword/ Hyubnyeo, Kalui Kieok (녀, 칼의 기억)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Choi A-Reum
Produser: Lee Dae-Hee, Kim Hyun-Chul, Jung Geum-Ja, Kim Joo-Kyung
Sinematografi: Kim Byung-Seo
Rilis: 13 Agustus 2015
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Masquerade

Juli 10, 2014 Tinggalkan komentar

Raja Gwanghae ( ) merasa paranoid dengan kekuasaannya. Ia selalu merasa curiga bahwa ada orang yang akan membunuhnya. Ia pun memerintahkan sekretarisnya yang setia, Heo Gyun () untuk mencari seseorang yang mirip dirinya dan menggantikannya pada waktu-waktu tertentu.

masquaerade

Orang itu adalah Ha-sun ( ), seorang pelawak di rumah Gisaeng. Awalnya hanya pada malam hari saja. Tapi kemudian hal menjadi semakin rumit ketika kemudian Sang Raja kolaps secara tiba-tiba. Heo Gyun yang tak ingin membuat kerajaan chaos, sementara proses penyembuhan raja berlangsung,menyuruh Ha-sun benar-benar mengambil peran Sang Raja. Dan tentu saja, Ha-sun yang hanya seorang pelawak di rumah Gisaeng cukup kesulitan. Sehingga berbagai hal-hal konyol pun terjadi.
Masquerade5
Namun kemudian, seiring waktu, Ha-sun menemukan berbagai ketidak adilan yang terjadi dalam kerajaan dan merasa tergugah. Sementara itu Heo Gyun yang selama ini cukup kesulitan mewujudkan ide-idenya tentang keadilan, juga menjadi terbantu dengan ‘Raja’ yang notabene memang hampir sepenuhnya di bawah pengarahannya.

Tapi tentu saja, ini tak berlangsung selamanya. Sifat raja yang berubah menimbulkan banyak tanya dan para politikus licik pun mulai melakukan penyelidikan. Di sisi lain, Raja sebenarnya juga sudah siuman.

Heo Gyun yang adil dan bijaksana

Heo Gyun yang adil dan bijaksana

Saya penasaran sama film ini awalnya lebih karena sematan film terbaik di Baeksang Awards dan Daejong Film Awards. Dan mungkin gelar itu tak berlebihan karena Masquerade adalah salah satu film Korea yang terkesan ‘wah’ dengan tata sinematografi berlatar Korea jaman kerajaan yang cukup meyakinkan. Dan ceritanya sendiri juga cukup menarik. Awalnya saya pikir ini akan menjadi seperti film ‘I am King’nya Ju Ji-hoon, tapi ternyata Masquerade lebih serius. Meski ke tengah, menurut saya ceritanya sedikit ‘berlebihan’, maksud saya, lebih ke penokohan Ha-sun. Di situ digambarkan bahwa semakin ke sini, Ha-sun semakin mampu beradaptasi menjadi Raja dan bahkan mengambil keputusan-keputusan sendiri. Hal yang menurut saya agak berlebihan mengingat latar belakangnya yang ‘hanya’ seorang biasa, pelawak pula dan kejadian itu sangat singkat, sekitar 15 hari. Apalagi digambarkan di awal kalau Ha-sun bukanlah sosok yang cukup cerdas, jadi perubahan karakternya kemudian terasa terlalu drastis. Tak ada yang salah dengan akting , hanya saja mungkin scriptnya seperti itu.

Han Hyo-jo yang anggun sebagai permaisuri

Han Hyo-jo yang anggun sebagai permaisuri

Lalu ada  sebagai Ratu yang cantik dan anggun dan saya pikir, dia  yang memang sudah terbiasa untuk peran-peran seperti itu, membawakannya dengan baik meski juga tak terlalu istimewa. Mungkin juga karena scriptnya yang sedemikian rupa yang membuat tak terlalu banyak adegan yang melibatkan dirinya.

Masquerade4

Karakter terbaik menurut saya adalah si sekretaris kerajaan, Seo Gyeon, yang dibawakan dengan sangat baik oleh . Aneh bahwa selama ini saya sudah nonton banyak film-filmnya  tapi baru kali merasa ‘ngeh’dengan dirinya sebagai salah seorang aktor papan atas Korea. Yah, dia adalah Yoon-goo, si bapak retarded di , si lelaki flamboyan di All About My Wife, si kepala pasukan bengis Manchu di War of the Arrows…dan banyak lagi film-filmnya yang menampilkan kualitas aktingnya yang prima. Yah tak seperti rekan seangkatannya ( Song Kang-ho, Choi Min-sik…yang nyaris selalu menjadi pemeran utama, dia memang sepertinya tak ‘keberatan’ dengan peran-peran pembantu. Tapi mungkin justru itulah sisi lain kualitas seorang aktor, karena apapun perannya ia sepertinya selalu menunjukkan penampilan terbaiknya. Salut.

Pada akhirnya, ini adalah sebuah tontonan yang cukup layak untuk dinikmati.

Note:
– Konon cerita film ini didasarkan pada karya penulis Amrik, Mark Twain’s “The Prince & The Pauper”
– Konon aktor Jung Jae-Young yang sedianya akan memerankan tokoh Raja Gwanghae/ Ha-sun, tapi karena jadwal yang bentrok, kemudian mengundurkan diri dan digantikan .

Cast:
– Raja Gwanghae/ Ha-sun
– Heo Gyun
– Ratu
Kim Myung-Gon – Park Choong-seo
Kim In-Kwon – Pengawal Do
– Sa-wol (dayang istana)
Jang Gwang – Kasim Jo

Judul: Masquerade/ Ghwanghae, Man Became A King/ Gwanghae, Wangyidoen Namja (광해, 왕이 된 남자)
Sutradara:
Penulis: Hwang Jo-Yoon
Produser: Jung Ji-Hoon, Kim Bo-Yeon
Sinematografi: Lee Tae-Yoon
Rilis: 13  September 2012
Durasi: 131 menit
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan
    
 Awards
PaekSang Arts Awards 2013:
– Best Film
– Best Director
Blue Dragon Film Awards 2012:
– Best Art Design
Korean Association of Film Critics Awards 2012:
– Best Technical Achievement
Daejong Film Awards 2012:
– Best Film
– Best Director
– Best Actor ( )
– Best Supporting Actor ()
– Best Screenplay
– Best Cinematography
– Best Visual Effects
– Best Costume Design
– Best Art Design
– Best Music
– Best Sound Effects
– Best Lighting
– Best Editing
– Best Production
– Popularity Award ( )

A Bittersweet Life

Sun-woo () bekerja untuk seorang gangster. Ia adalah anak buah yang patuh dan karenanya, disayangi bosnya. Hal yang kemudian menimbulkan iri hati dari temannya.

Bittersweet

Sun-woo hidup sendirian dan kesepian. Lalu hatinya mulai terusik ketika bosnya menugasinya mengawasi pacarnya yang masih muda, Hee-soo (). Ia mendapati bahwa Hee-soo punya pacar lain, tapi Sun-woo memutuskan untuk tak memberitahu bosnya. Ketika bosnya tahu bahwa Sun-woo berbohong, ia pun berang. Sun-woo diberi pilihan, mengaku bersalah atau dihajar habis-habisan. Dan Sun-woo memilih yang kedua.

Bittersweet2

Another gangster movie. Salah satu jenis film yang cukup banyak jadi sentral cerita film-film Korea. Apa disana memang banyak gangster semacam itu?? Tadinya, saya pikir ini adalah film romantis di dunia gangster, ternyata saya salah. Bisa dibilang, ini film murni tentang gangster. Jika ada unsur romance-nya, itu pun mengambil porsi yang sedikit sekali. Dan bisa dibayangkan, seperti umumnya film gangster, film ini didominasi adegan kekerasan yang kadang membuat saya harus menutup mata tak sanggup melihatnya. Meskipun sebenarnya cerita utamanya bukan tentang kekerasan, tapi jujur, saya jadi tak bisa menikmatinya.

A Bittersweet Life

Cast:
– Sun-woo
– Hee-soo
Kim Young-Chul – Mr Kang
– Presiden Baek
Kim Roe-Ha – Moon-suk
– Min-gi
– Oh Moo-sung

Judul: A Bittersweet Life/ Dalkomhan Insaeng (달콤한 인생)
Sutradara: Kim Jee-Woon
Penulis: Kim Jee-Woon
Produser: Lee Yoo-Jin, Oh Jung-Wan
Sinemotagrafi: Kim Ji-Yong
Rilis: 1April 2005
Durasi: 120 menit
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Slatan

Awards;
Critics Choice Awards 2005: Best Actor – Best Music

Horse Doctor

Juli 23, 2013 2 komentar

Hmm, rasanya sudah cukup lama tak menonton drama seri Korea. Habis ceritanya hampir-hampir sama dan ada kecenderungan drama-drama sekarang makin panjang serinya jadi merasa tak punya cukup energi untuk menonton.

Lalu saya membaca sinopsis drama ini: Horse Doctor. Dari segi cerita sih seperti bukan hal yang baru, tapi cast-nya membuat saya penasaran ingin menonton. Yang pertama, tentu  si Dokter Baek! Saya sudah sering menyebut di tulisan saya,  kalau he’s my fave actor. Dan Horse Doctor adalah drama seri pertamanya. Saya pikir, aktor sekelas dia nggak akan ambil peran remeh temeh di sebuah drama seri.

Lalu pasangannya adalah . Well, meski bukan favorit, tapi beberapa karakter yang diperankannya cukup menarik. Ditambah Lee Sang-woo sebagai ‘the 2nd man’. Jadinya, saya cukup berharap dari drama ini. Meski dari awal sudah miris dengan jumlah episodenya: 50! Satu-satunya drama panjang yang sanggup saya ikuti sejauh ini cuma Jewel in The Palace. Tapi demi mengobati rasa penasaran, saya berusaha ‘mengerahkan’ energi saya untuk menonton drama ini.

hd6

Kisah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dari persahabatan tiga orang pelajar medis. Yi Myungwon, seorang anak dokter kuda yang berbakat jadi dokter dan akhirnya mendapat kesempatan itu. Kang Dojun, seorang putra bangsawan yang pintar dan baik hati. Lalu satu-satunya cewek, Jang Inju, perawat yang penuh dedikasi. Bertiga, mereka tekun mempelajari ilmu kesehatan dan membangun mimpi-mimpi untuk mengabdikan diri untuk menolong orang-orang sakit.

hd

Tapi kehidupan istana yang penuh intrik, akhirnya menghancurkan persahabatan mereka. Yi, terdesak oleh keadaan, melakukan pengkhianatan yang berujung dengan dijatuhkannya hukuman pada Dojun sebagai kambing hitam. Dihari itu, istri Dojun melahirkan dengan bantuan Inju. Jika bayi itu laki-laki, maka ia harus dibunuh. Sementara jika perempuan akan dijadikan budak. Ternyata yang lahir adalah bayi laki-laki. Demi menyelamatkan bayi itu, seorang budak yang pernah ditolong Dojun dan merasa berutangbudi,menukar bayi perempuannya dengan bayi laki-laki itu yang kelak, atas pesan ayahnya, diberi nama Kwanghyon.

Kim So-eun yang tampil gemilang sebagai Sokhwee

Kim So-eun yang tampil gemilang sebagai Sokhwee

Setelah melewati masa kecil yang penuh drama dan beberapakali nyaris terbunuh, Kwanghyon akhirnya ‘terdampar’ di sebuah peternakan kuda. Diasuh dua lelaki perawat kuda yang menyayanginya. Disana, ia juga belajar menjadi perawat kuda . Keahlian yang kemudian akan membawanya ke istana, menjadi bekalnya untuk menjadi dokter yang mumpuni. Latar belakangnya yang gelap, akan menjadi rintangan baginya meraih mimpi-mimpi. Karena ia harus berhadapan dengan Yi Myongwan yg telah menjadi salah satu dokter nomor satu di kerajaan dan kini telah menjelma menjadi lelaki tamak yang haus kekuasaan.

Lee Sang-woo yang jadi 2nd man

Lee Sang-woo yang jadi 2nd man

Cinta, tentu saja ada. Seperti semua drama tentang ‘anak yang ditukar’ tentu sudah bisa diduga perjodohan keduanya. Yups, si bayi perempuan yang ditukar, Jinyong, akan menjadi perawat di istana, dianggap sebagai anak Dojun dan dibebaskan dari status budak.

Horse Doctor

Horse Doctor

Cinta, intrik, dan perjuangan anak manusia dalam meraih mimpinya. Saya pikir, semua bagian cerita diramu dan disajikan dengan porsi yang pas. Akting para pemainnya juga semuanya diperankan dengan pas. Didukung sinematografi yang menurut saya cukup sempurna untuk drama jenis ini. Tapi seperti saya bilang, secara garis besar, cerita drama ini bukan sesuatu yang baru. Bagi saya yang sudah menonton Jewel in the Palace misalnya, terus berpikir bahwa beberapa bagian cerita drama ini mirip dengan Jewel. Tapi tenang saja, masih ada beberapa bagian drama yang menyajikan kejutan kok. Setting dunia kedokteran Korea jaman dulu, juga menjadi daya tarik tersendiri bagi drama ini. Apalagi drama-drama Korea, selalu punya setting yang kuat dan solid.

Cast:
 – Baek Kwang-hyon
 – Kang Jin-yeong
 – Lee Sung-ha
Son Chang-min – Lee Myung-hwan
Yoo Sun – Jang In-ju

Kim So-eun – Putri Sook-whee
Jo Bo-ah – Seo Eun-seo (janda)
Han Sang-jin – Raja Hyunjong
Lee Soon-jae – Dokter Ko
Kim Chang-wan – Jung Sung-jo
Jeon No-min – Kang Do-jun
Choi Soo-rin – Joo In-ok (pemilik restoran)
Kim Hye-sun – Permaisuri
Lee Hee-do – Choo Ki-bae (ayah angkat Kwang-hyon)
Maeng Sang-hun – Oh Jang-park (chef)
Ahn Sang-tae – Ja-bong (temannya Kwang-hyon)
Eom Hyeon-Kyeong – Ka-yong

Judul Lain: The King’s Doctor/ Maui (마의)
Sutradara: Lee Byung-Hoon
Penulis: Kim Yi-Young
Tayang: MBC, October 1, 2012 – March 25, 2013 
Episode: 50
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
MBC Drama Awards  2012 – Grand Prize ()
Best Actor (special project) –
Excellent Actor (special project) –  Lee Sang-Woo
Best New Actress – Kim So-Eun

Bungee Jumping Of Their Own

Juli 30, 2012 2 komentar

Cerita diawali dengan In-woo () di masa muda. Ketika dia masih mahasiswa. Hujan turun. Saat dia membawa payung,seorang cewek, Tae-hee ( ), nebeng bersamanya. In-woo jatuh cinta. Gayung bersambut. Dalam sekejap, mereka pun dimabuk cinta dan berjanji untuk mencintai selamanya.

Bungee_Jumping_of_Their_Own

Cerita melompat ke masakini. In-woo jadi guru di sebuah sekolah menengah. Karakternya yang menyenangkan membuatnya disenangi murid-muridnya. Termasuk Lim Hyeon-bin, cowok manis di kelasnya. Hingga berita pun menyebar, In-woo gay dan menyukai Hyeon-bin…

What kind of story? Saya pun mengernyitkan kening dibuatnya. Apa hubungannya dengan cerita di awal? Ide reinkarnasi terasa nggak masuk akal bagi saya. Apa sebenarnya yang dimaksudkan si penulis cerita? Apakah perubahan orientasi seksual In-woo berhubungan dengan ketakbahagiaannya setelah berpisah dengan Tae-hee?

bunge jumping of their own

Hmm, mungkin saya yang terlalu awam sehingga nggak memahami maksud cerita film ini… Saya baca beberapa referensi dan rata-rata komentarnya adalah kalau film ini bagus. Terlepas dari soal sinematografi etc, jujur, saya nggak terlalu paham  dimana letak ‘keistimewaan’ film ini 😦

Judul Lain: Beonjijeompeureul hada (번지점프를 하다)
Sutradara: Kim Dae-Seung
Penulis: Ko Eun-Nim
Produser: Choi Nak-Kwon
Sinematografi: Lee Hu-Kon
Rilis: 3 Februari, 2001
Durasi: 101 Menit

Cast:
 – Seo In-woo
 – In Tae-hee
Yeo Hyeon-soo – Lim Hyeon-bin
Hong Soo-hyun – Yeo Hye-su
Lee Beom-soo – Lee Dae-guen

Awards:
Blue Dragon Film Awards 2001:
– Best Script
– Best New Director

Baeksang Art Awards 2001:
– Best Script
– Best New Actor

Note:

lee eun ju

 (lahir 16 November 1980) meninggal karena bunuh diri pada 22 Februari 2005. Film-filmnya yang notable selain Bungee Jumping, adalah If It Snows on Christmas (1998), Lover’s Concerto (2002), Taegukgi (2004), The Scarlett Letter (2004). Hmmm, ini menambah daftar artis Korea yang meninggal karena bunuh diri. Sad ya? 😦

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar