Arsip

Posts Tagged ‘Kim Yun-seok’

The Classified File

Desember 7, 2016 Tinggalkan komentar

Busan tahun 1978. Eun-joo, seorang bocah perempuan anak pengusaha perikanan diculik dan penculik minta uang tebusan. Setelah pencarian berhari-hari tak ketemu, sang ibu dan sang bibi pergi ke sana kemari untuk mencari pertolongan, termasuk pergi ke dukun dan tukang ramal. Salah satu peramal yang mereka datangi adalah Guru Kim (), murid seorang biksu terkenal yang memutuskan ‘turun gunung’ karena  merasa tak cocok prinsip dengan gurunya. Kim satu-satunya yang meramalkan bahwa Eun-joo masih hidup hal yang membuat si ibu dan si bibi percaya. Termasuk anjuran Kim untuk mencari pertolongan pada seorang detektif karena memiliki unsur yang dianggap bisa menyelamatkannya.
the-classified-file
Detektif Kong Gil-yong () adalah detektif yang sebenarnya punya banyak prestasi, tapi karena sifatnya yang terlalu idealis dan slengekan, membuatnya tidak disukai teman-temannya sehingga tidak pernah mendapat kenaikan jabatan. Awalnya, ia tidak terlalu berminat untuk membantu mencari Eun-joo karena wilayah kerjanya berbeda, tapi atas desakan keluarga dan juga hati nuraninya, ia akhirnya setuju membantu. Dan meski ia sempat meremehkan Guru Kim yang dianggap tidak rasional, akhirnya mereka bekerja sama.
the-classified-file3

the-classified-file1
Namun proses penculikan itu cukup rumit. Si pelaku terlalu banyak tingkah. Belum lagi tim internal kepolisian yang tidak kompak dan sibuk memanfaatkan kasus itu sebagai ajang cari muka, yang justru membuat kacau proses penyelidikan. Lee pun dengan idealismenya dan tidak tahan dengan cara kerja timnya, dengan dibantu Guru Kim akhirnya melakukan penyelidikan sendiri dan.. berhasil. Tapi dasar teman-temannya tak tahu malu, mereka sibuk mengklaim keberhasilan itu sebagai hasil kerja mereka dan akhirnya naik jabatan. Sementara Kang dan Kim yang sudah bekerja keras terlupakan.
the-classified-file5
Yah, lagi-lagi soal penculikan anak-anak. Tema yang familiar sekali dalam film Korea. Tapi ya, film thriller selalu menarik karena misteri yang membuat penasaran. Dan saya pikir, film ini mampu menjaga ceritanya dengan baik sehingga membuat penonton ingin terus mengikutinya. Satu hal yang berbeda dari film ini dibanding film tentang penculikan yang sudah ada, karena tema besarnya bukan pada penculikan itu, tapi pada orang yang bekerja untuk mengungkap dan menangkap si penculik. Di tambah lagi, cerita film ini konon memang berdasarkan kisah nyata.  Dan dalam kehidupan nyata, kita memang bisa mendapati kisah yang mirip seperti ini, tentang orang-orang penjilat yang sibuk cari muka dan orang-orang baik yang justru tersingkir. Untunglah, karena juga film ini berdasar kisah nyata, Tuhan tidak tidur dan orang-orang seperti Kang  dan Kim akhirnya bisa memetik buah dari apa yang mereka tanam.
the-classified-file4
Sebuah cerita tentang kebajikan yang diramu dengan bagus. Soal sinematografi blabla, sebagai awam saya melihatnya sih cukup bagus, menggambarkan situasi di tahun 70-an dengan baik. Dari segi akting, semuanya juga bermain dengan baik. bermain bagus sebagai Kang, si detektif pembangkang, meski menurut saya kok karakter yang dimainkannya mirip-mirip ya dengan film-film dia sebelumnya. Akting bagus lainnya adalah sebagai Guru Kim terlihat humble dan tulus. Salut sih untuk ahjussi satu ini karena selalu bisa memberi sentuhan berbeda pada karakter-karakter yang dimainkannya.
Overall, recommended.

Note:
Film ini konon didasarkan pada kisah nyata, penculikan seorang putri orang kaya di Busan yang terjadi pada tahun 1978 dan 1979.

Cast:
– Kong Gil-yong
– Kim Joong-san
Lee Jung-Eun – ibunya Eun-joo
– bibinya Eun-joo
Jung Ho-Bin – Seo Jung-hak
Song Young-Chang – ayahnya Eun-Joo
Hwang Chae-Won – Eun-Joo
Lee Hyo-Je – Kong Sung-Han (anaknya Gil-yong)
Jin Sun-Mi – istrinya Kim Joong-San
Lee Hyo-Je – Sung-Han

Judul: The Classified File / Keukbisoosa
Sutradara:
Penulis: Han Dae-Duk,
Produser: Yoo Joo-Young, Kim Byoung-In
Sinematografi: Ki Se-Hoon
Rilis: 18 Juni 2015
Durasi: 108 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

South Bound

Juli 24, 2016 Tinggalkan komentar

Choi Hae-kab () adalah seorang ‘kiri’. Ia selalu apatis terhadap segala sesuatu yang berbau pemerintah dan tak pernah takut untuk berbeda. Julukannya adalah Choi Guevara. Ia menikah dengan An Bong-hee yang selalu seideologi dengannya. Juga seorang bapak dari tiga orang anak: Choi Min-ju (), Choi Na-ra dan Choi Na-rae. Setelah rumahnya disita, ia dan keluarganya pindah ke kampung halamannya di sebuah pulau kecil, Deul, yang sedang dalam sengketa.

South_Bound_2

Choi si Pembangkang

Kim Ha-soo, adalah orang sekampung halamannya yang sudah sukses jadi anggota dewan. Dan khas orang sukses yang lupa daratan, ia menjadi politisi yang tamak. Ha-soo berniat hendak menjual pulau kepada investor. Orang-orang pulau disuruh pindah dan hanya beberapa yang tersisa. Tentu bukan Choi namanya kalau mau saja disuruh pindah. Dengan kenekadan dan kekeras-kepalaannya serta dukungan keluarga dan segelintir orang yang peduli, ia berusaha untuk menentang proyek Ha-soo dan menolak penggusuran. Menambah seru cerita adalah dengan adanya dua orang agen rahasia yang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik Hae-kap karena ideologi kirinya.


Ambisius, bisa dibilang demikian karena film ini mengangkat isu berbau sosialisme dan aktivisme. Tapi tenang saja film ini dikemas dengan begitu cair dan dipenuhi unsur komedik yang membuatnya terasa ringan dan menghibur, tapi tetap mengharukan dan berisi dengan pesan moral yang jelas. Di samping itu, karakter-karakternya juga menyenangkan. Jika biasanya sosok martir digambarkan berjuang dalam kesendirian, tidak dengan sosok Choi yang selalu didukung penuh oleh keluarganya yang begitu pengertian dan lovable. Menyenangkan rasanya melihat istri Choi yang tak pernah mengeluh meski hidup kekurangan alih-alih selalu percaya pada Choi. Pun anak-anak Choi yang menikmati saja apapun keputusan ayahnya.

South_Bound_1

Love this family 😀

Mungkin agak terkesan terlalu manis, tapi sebenarnya juga tidak karena sosok-sosok keluarga Choi cukup realistis. Tentu semua itu tak lepas dari akting para pemerannya. seperti biasa, bermain dengan apik sebagai si rebel Choi. Selain itu juga ada nama , Oh Yeon-su, dan juga aktor cilik Baek Seung-hwan (Choi Na-ra) dan Park Sa-rang (Choi Na-rae). Semuanya memerankan karakternya dengan pas. Worth to watch!
South_Bound_6
Note:
Merupakan remake dari film Jepang (tahun 2007) dengan judul yang sama.

Cast:
– Choi Hae-kab
Oh Yeon-Su – An Bong-hee
Baek Seung-Hwan – Choi Na-ra
Park Sa-Rang – Choi Na-rae
– Choi Min-joo

– Man-deok
Joo Jin-mo – Agen 1
Jung Moon-sung – Agen 2
– Guru Kim
Jeon Su-ji – Guru Oh
Lee Do-kyung – Kim Ha-soo
Song Sam-dong – Polisi Kwon
– Ra Mi-ran (cameo)
– anggota klub (cameo)

Judul: South Bound/ Namjjeukeuro Twieo (남쪽으로 튀어)
Sutradara: Yim Soonrye
Penulis: Hideo Okuda (novel), Lee Gye-Byeok, Na Hyeon, Choi Moon-Suk, Kim Yun-Seok
Produser: Kim Bo-Ram
Siinematografi: Jo Yong Gyu
Rilis: 7 Februari 2013
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

pics credit to asianwiki.com

The Priests

Maret 18, 2016 Tinggalkan komentar

Saya tak pernah suka dengan genre film horor atau misteri. Tapi berhubung pemain utamanya adalah aktor favorit, , saya pun penasaran dengan film ini. Bagaimanapun, selama ini Kang adalah aktor yang selektif dengan film-film berkualitas. Jadi, meskipun genrenya seperti ini, saya yakin ini juga bukan film ‘sembarangan.’ Apalagi kemudian saya menemukan nama aktor qualified lain di daftar cast-nya, .

the priest_poster

Seperti judulnya, film ini memang mengambil latar di lingkungan para pendeta. Yong-shin, seorang siswi SMA mengalami kecelakaan, tertabrak mobil suatu malam dan kemudian mengalami penyakit yang aneh. Pendeta Kim (), yang kenal baik dengan Yong-shin, yakin bahwa Yong-shin kerasukan. Ia pun berniat untuk melakukan ritual eksorsis. Untuk itu, dia merekrut asisten, mahasiswa seminari yang tak lulus-lulus, Choi (), yang menyimpan trauma masalalu. Berdua, mereka berusaha menyelamatkan Yong-shin. Tapi praktik eksorsis adalah sesuatu yang dianggap menyalahi gereja, sehingga mereka harus melakukannya diam-diam. Selain itu, roh jahat yang merasuki tubuh Yong-sin juga kuat

the priests

the priest2

Hmm, sulit untuk berkomentar pada film semacam ini karena ya itu tadi, saya tak pernah cukup menyukai jenis film seperti ini yang menurut saya, ceritanya tidak masuk akal. Tapi secara sinematografi blabala, film ini sepertinya cukup digarap dengana baik. Dan yah untuk akting, semuanya bermain dengan pas. Saya melihat ini semacam ‘refreshing’ atau variasi peran dari atau yang selama ini hampir selalu main di film-film serius.

The priest5
So, bagi yang tak keberatan dengan genre film semacam ini, silakan ditonton.

Cast:
m – Pendeta Kim
– Choi
Park So-Dam – Young-sin
Kim Eui-Sung – Kepala Pendeta
Son Jong-Hak – Monsignor
Lee Ho-jae – Pendeta Jung
Kim Byung-ok – Prof. Park

Judul: The Priests/ Black Priests/ Geomeun Sajedeul (검은 사제들)
Sutradara/Penulis: Jang Jae-Hyun
Produser: Baek Ji-Sun, Song Dae-Chan, Oh Hyo-Jin, Lee Yoo-Jin
Sinematografi: Go Nak-Sun
Rilis: 5 November 2015
Durasi: 108 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Woochi

Korea di masa Dinasti Chosun. Jeon Woo-chi () adalah seorang penyihir dengan mengandalkan kertas mantra. Slengekan dan sedikit belagak. Bersama teman baiknya, Chorangyi ()–yang sebenarnya adalah seekor anjing dan terobsesi ingin menjadi manusia dengan mengikuti Woo-chi–mereka berusaha untuk mencari belati perunggu demi mengalahkan si Iblis berdarah hijau. Namun si Iblis ternyata sudah merasuk pada sosok yang sangat dihormati, Hwadam. () Tidak hanya itu, Hwadam pun berhasil mengelabui 3 dewa Tao untuk memasukkan Woo-chi dan Chorangyi ke dalam gambar.

Woochi, si penyihir cengengesan

Woochi, si penyihir cengengesan

Ratusan tahun kemudian, adalah masa sekarang. Iblis kembali berkeliaran dan tiga dewa pun mengeluarkan Woo-chi dan Chorangyi dari gambar untuk melawan si Iblis. Pertarungan pun kembali dimulai. Dan menjadi makin seru karena Hwadam memperalat sosok In-kyung () reinkarnasi si Janda Bangsawan yang ditaksir Woo-chi di masalalu.

Hwadam, si penhyihir jahat

Hwadam, si penhyihir jahat

Sebuah film yang berusaha memadukan dongeng ( Jeon Woo Chi adalah dongeng rakyat Korea), fantasi, mesin waktu dan aksi ala superhero. Hasilnya? Sama sekali nggak buruk, kok.  Dan alih-alih mengegangkan, justru pertarungan-pertarungannya terasa jenaka dan menghibur.Di tambah lagi, akting prima dari para aktor utamanya.

Tiga Dewa Tao yang konyol :D

Tiga Dewa Tao yang konyol 😀

Campuran antara aksi dan fantasi

Campuran antara aksi dan fantasi

Tentu saja, hal ini tak bisa dilepaskan dari para pemerannya yang terasa solid dan kompak. Dan walaupun ada nuansa superhero, tapi saya senang karena tidak ada one man hero di sini. Semuanya saling kerjasama dalam memerangi si Iblis dan tentu saja, persahabatan Chorangyi yang menyenangkan 😀

Cast:
– Jeon Woo-chi
– Seo In-kyung
– Hwadam
– gurunya Woochi
– Chorangyi
– artis
Joo Jin-Mo – Dewa “peramal”
Kim Sang-Ho – Dewa “pendeta”
Song Young-Chang – Dewa “biksu”

Judul: Woochi/ Jeon Woo Chi (전우치)
Sutradara/ Penulis:
Produser: Eugene Lee, Katherine Kim, Lee Tae-Hun
Sinematografi: Choi Young-Hwan
Rilis: 23 Desember 2009
Durasi: 120 menit
Produksi: Zip Cinema
Distributor: CJ Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Critics Choice Awards 2010: Best Cinematography

Film Festival:
– Udine Far East Film  2010 *International Festival Premiere
– Puchon International Fantastic Film Festival 2010 – World Fantastic Cinema
– New York Korean Film Festival  2010
– Fantastic Fest  2010
– Sitges Film Festival 2010 – Casa Àsia
– Hawaii International Film Festival 2010 – Spotlight on Korea *Hawaii Premiere

Haemoo

Maret 27, 2015 Tinggalkan komentar

Korea tahun 1998. Kang ( ), adalah kapten kapal penangkap ikan dengan 5 anak buah, Dong-sik () anak muda yang cenderung lugu dan lembut, Wan-ho si penjaga mesin yang kebapakan, Chang-wook pemuda yang terobsesi untuk having sex, Ha-young yang agresif dan Kyung-koo yang family man.
hm0
Di tengah krisis ekonomi, didera banyak hutang dan nyaris bangkrut, pemilik kapal berniat menjual kapal yang dikomandoi Kang. Namun Kang, yang tak punya harapan lain selain di kapal, berusaha bertahan. Ia pun berubah haluan dengan menerima pekerjaan ilegal: menyelundupkan imigran gelap yang hendak masuk ke Korea Selatan. Meski merasa berat, para anak buahnya menerima pekerjaan itu demi mencari nafkah.
hmw
Klien pertama mereka adalah segerombolan imigran dari China keturunan Korea yang hendak mencari penghidupan yang lebih baik di Korea Selatan. Di antara mereka adalah seorang perempuan muda bernama Hong-mae ( ) yang terjatuh dan nyaris tenggelam ketika menaiki kapal. Dong-sik yang menolongnya kemudian jatuh cinta kepadanya. Di sisi lain, Wan-ho juga blingasatan karena ada perempuan di kapalnya.
hmbc
Tapi ini bukanlah semata cerita tentang cinta, karena film kemudian akan fokus pada kehidupan di atas kapal penyelundup itu, mengarungi lautan yang kadang disergap kabut. Kang dan anak buahnya yang tak punya pengalaman apa-apa soal menyelundupkan manusia harus berusaha tegas ketika didebat para imigran yang merasa diperlakukan tak manusiawi. Lalu bagaimana juga mereka harus menghindari para petugas patroli.

Hingga… sebuah horor mengerikan terjadi dan Kang pun harus mengambil keputusan logis, demi bertahan hidup.

Sejak awal, meskipun menyodorkan dua nama aktor muda yang bisa membuat berekspektasi (terutama  tentu saja, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pangeran drama), tapi saya sudah menduga bahwa ini pastilah bukan film drama semanis gulali. Apalagi film ini melibatkan nama  (, , ) dan , yang terkenal dengan film-film serius dan cenderung gelap. Dan yah, memang demikianlah film ini. Seperti judulnya, Sea Fog.
hmq
Film ini mencoba menggambarkan kehidupan para kelas pekerja yang keras dan bagaimana mereka kadang dipaksa oleh keadaan untuk membuat keputusan-keputusan ‘kejam’ dan terkesan ‘jahat’ demi bertahan hidup. Mungkin agak sedikit annoying dengan tingkah para ABK (terutama Chang-woo) yang seperti maniak. Tapi saya pikir hal itu bisa dipahami, karena mereka, para lelaki ini, harus menghabiskan hampir seluruh waktunya di laut dengan kehidupan yang begitu-begitu saja yang pastinya sangat menjemukan. Ke-harsh-an film akan diimbangi dengan cinta yang lembut antara Hong-mae dan Dong-sik dan saya pikir, proporsinya cukup pas.

Dari segi akting,  yang berperan sebagai Dong-sik, mendapat banyak apresiasi berkat perannya di sini. Bagi yang sudah sering melihat aktingnya di layar kaca (harus saya akui dia memang cukup berbakat), sebenarnya akting dia di sini tidak bisa dibilang sangat istimewa. Namun saya cukup mengapresiasi pilihannya untuk mulai terjun ke dunia layar lebar dan dimulai dari film yang berkelas seperti ini. Saya pikir itu adalah langkah lanjutan yang bagus untuk karir dia di dunia akting. Yah, dunia drama Korea tidaklah buruk, tapi seringkali terlalu banyak pengulangan dan tak jarang justru membuat seorang aktor terjebak pada peran yang begitu-begitu saja. (sebagai contoh, Lee Min-ho, misalnya). Kenyataan bahwa  mengawali terjun ke dunia entertainment dari panggung idol, menambah apresiasi saya.

Debut Park Yoo-chun di layar lebar. Not bad :)

Debut Park Yoo-chun di layar lebar. Not bad 🙂

Untuk aktor lain; , tentu tak ada yang perlu diragukan dengan kemampuan aktingnya yang memang bisa dibilang spesialis peran-peran ‘gelap’ seperti ini. Sementara ? Yah, setelah melihat aktingnya yang mengesankan di film , saya merasa dia akan selalu cocok berperan di jenis film apa saja dan berharap ke depan dia akan lebih banyak mendapat peran utama.

Note:
Saya baca di internet, konon, awalnya  yang ditawari untuk memerankan Dong-sik, tapi dia nggak bisa karena sedang wajib militer. Tentu saya  cukup bagus, tapi saya bisa membayangkan kalau  yang memerankan karakter Dong-sik sepertinya akan sangat pas juga dan rasanya lebih cocok dengan yang sama-sama punya wajah innocent. Hihi.., belum rejeki dia lah 🙂

Cast:
 – Kapten Kang
 – Dong-Sik
 – Hong-mae

Lee Hee-joon – Chang-wook
Moon Sung-geun – Wan-ho
Kim Sang-ho – Ho-young
Yoo Seung-mok – Kyung-koo

Jung In-Gi – Oh-Nam (imigran)
Jo Kyung-Sook – Yool-Nyeo (imigran)
Gu Ji-bong – pemilik kapal
Kwon Byung-gil – Det. Noh
Park Moo-young – istri Kang
Ye Soo-jung – ibunya Dong-sik
Yoon Je-moon – Polisi Laut Kim
Kim Young-woong – Gil-soo

Judul: Haemoo / Sea Fog (해무)
Sutradara: Shim Sung-Bo
Penulis: Shim Sung-Bo,
Produser:
Rilis: 13 Agustus 2014
Durasi: 111 menit
Distributor: Next Entertainment World
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
Blue Dragon Film Awards  2014:
– Best New Actor ()
– Best Art Design

Daejong Film Awards 2014:
– Best New Actor ()

Korean Association of Film Critics Awards 2014:
– Best New Actor ()

Film festival:
– Toronto International Film Festival  2014 – Gala Presentations *International Premiere
– Vancouver International Film Festival  2014 – Dragons and Tigers
– Fantastic Fest 2014 *U.S. Premiere
– San Sebastian International Film Festival  2014 – Official Selection
– Busan International Film Festival 2014 – Korean Cinema Today: Panorama
– Hawaii International Film Festival 2014 – Spotlight on Korea *Hawaii Premiere
– Marrakech International Film Festival 2014 – Films in Competition

Tazza: The Hidden Card

Januari 9, 2015 Tinggalkan komentar

Sebenarnya, saya tak pernah terlalu suka dengan film tentang judi-judian, tapi karena sudah pernah nonton prekuelnya, , (lebih karena  daripada karena benar-benar tertarik dengan filmnya), ditambah juga embel-embel beberapa penghargaan film ini, saya pun penasaran menontonnya.
tazza 2
Bisa dibilang, film ini memang kelanjutan dari Tazza yang pertama. Tokoh utamanya, Dae-gil () adalah keponakannya Go-ni yang juga tergila-gila sama judi kartu (hwatu), bahkan sejak kecil. Karena sebuah kasus, ia kemudian melarikan diri dari kampung halamannya ke Seoul, juga meninggalkan kekasihnya, Heo Mi-na ( ). Dibantu teman sekampungnya, ia kemudian bekerja pada seorang bos judi, Kko-jang ( ) yang hangat dan karismatik. Setelah latihan beberapa waktu, Dae-gil pun dijadikan penjudi profesional. Di tempat itu, ia bertemu Pres. Woo (, janda kaya yang cantik dan seksi dan kemudian jatuh cinta.

T.O.P yang jadi Dae-gil, keponakannya Go-ni

T.O.P yang jadi Dae-gil, keponakannya Go-ni

Kko-jang kemudian menyiapkan taruhan dengan mangsa besar yang harus dihadapi adalah Pres. Woo, dengan tujuan menghabisi uangnya. Dae-gil pun memperingatkan Woo, namun siapa sangka kalau ternyata Woo adalah bagian dari komplotan yang berusaha menjatuhkan Kko-jang dibawah pimpinan Jo Dang-sik ( ).

Lee Kyoung-young yang sebagai si bos

Lee Kyoung-young yang sebagai si bos

Kembali terpuruk, Dae-gil kemudian bertemu Kwang-ryeok () temannya Go-ni dan belajar menjadi pemain hwatu dengan membaca ekspresi lawan. Lewat Kwang-ryeok, juga diceritakan sekilas, tentang nasib Go-ni yang sudah mendapatkan kartu ‘tangan dewa (god hand)’ dan kemudian meninggalkan meja judi selamanya. Dan bahwa masih ada satu raja judi yang berkeliaran, Aw-kwi () (dia adalah trio ‘dewa’ hwatu bersama gurunya Go-ni). Dae-gil pun kemudian terobsesi mendapatkan tangan dewa dan mengalahkan Jo Dang-sik dan juga Aw-gwi.

Aw-kwi, satu-satunya raja hwatu yang masih berkeliaran

Aw-kwi, satu-satunya raja hwatu yang masih berkeliaran

Hmmm…saya cukup kesulitan memberikan penilaian pada film-film semacam ini karena memang nggak menguasai temanya (judi kartu). Dibandingkan Tazza pertama, film ini lebih banyak ‘drama’nya terutama romance-nya. Dae-gil terkesan lebih ‘romantis’ dibanding Go-ni. Saya sebenarnya cukup suka dengan sentuhan romantis pada film-film yang terkesan sangat cowok semacam ini, tapi entah kenapa, menurut saya di sini agak terlalu berlebihan sehingga memberi kesan ‘cengeng’. Dan tadinya saya mengharapkan semacam twist di belakang karena ke ujung, cerita jadi agak membosankan dengan ending yang mudah dibayangkan. Sayangnya,  ternyata cerita berakhir dengan ‘mudah’ nyaris tanpa kejutan.

Lee Ha-nui yang main bagus sebagai Pres. Woo

Lee Ha-nui yang main bagus sebagai Pres. Woo

Dari segi para pemain, film ini memasang cukup banyak nama besar. , meskipun beraltar idol, tapi saya cukup ‘percaya’ setelah melihat debutnya yang mengesankan di  film bertema perang, dan saya pikir di sini ia cukup lumayan sebagai Dae-gil yang memiliki karakter nyaris ‘tulus’, karakter yang sebenarnya kurang cocok untuk seorang penjudi. Karakter Dae-gil tidak sekarismatis dan ‘segila judi’ Go-ni, tapi akting lumayanlah.

Sebagai pasangannya, adalah . Hmm, jujur setelah melihat akting dia di beberapa drama yang mengecewakan (Fashion King, ), saya agak ilfil sama dia dan tak habis pikir, dengan kemampuan aktingnya yang buruk, kenapa dia masih saja dipercaya sebagai aktris utama?  Karakternya di film ini sebagai Heo Mi-na sendiri bukan karakter yang kuat sehingga tidak ada yang terlalu menonjol dari aktingnya.  Meski begitu, pada beberapa bagian  terlihat cukup berusaha untuk “berakting” meski menurut saya dia masih belum bisa keluar dari sosok mellow-yellow-drama andalannya yang membosankan itu.

Hmm, Shin Se-kyung??

Hmm, Shin Se-kyung??

Pada barisan berikutnya ada  (dia yang jadi chef ex-nya Lee Sun-gyun di drama seri Pasta) yang jadi Presd. Woo yang cantik dan seksi. Sosoknya yang agak bitchy, pahit, tapi juga memiliki sisi rapuh menjadi salah satu nyawa film ini dan saya pikir tak lepas dari akting gemilangnya . Sayang, perannya tak terlalu signigikan di film ini sehingga tak terlalu banyak scene yang melibatkan dia.

Selanjutnya ada dua aktor kawakan  sebagai Kko-jang dan sebagai Ah-hwi dan yah, tak perlu dipertanyakan karisma dua orang ini. Sekecil apapun peran mereka, tapi sebagai aktor profesional, agaknya mereka selalu maksimal. Salut. Ada juga  sebagai Jo Dang-sik dan (agaknya ini adalah tahun ‘film judi’ baginya selain  ),
tzav
Ohya, pada bagian agak diujung, juga dimunculan sosok  sebagai cameo muridnya Aw-kwi. Dari caranya bertatapan ketika berselisih jalan dengan Dae-gil, saya curiga kalau dia akan dilibatkan di next Tazza? Who knows? Hehe..

Yeo Jin-goo yang jadi cameo

Yeo Jin-goo yang jadi cameo

Jujur, saya sendiri lebih bisa menikmati Tazza pertama yang terkesan lebih ‘rapi’ dan lebih “all out untuk judi” dan gambar-gambar yang lebih ‘warm’. Mungkin karena beda sutradaranya, jadi ya beda gaya penyutradaannya (film ini disutradarai sama  , dia yang menyutradarai film yang mendapat banyak apresiasi, ). Namun ini juga bukan film yang buruk, kok, apalagi yang suka dengan tema  judi kartu, layak untuk ditonton.

Cast:
 – Ham Dae-gil
 – Heo Mi-na
 – Aw-kwi
 – Ko Kwang-ryeok (temannya Go-ni)
– President Woo
 – Jang Dong-sik
– Kko-jang
 – Heo Gwang-chul
Oh Jung-se – Dir. Seo
Par Hyo-joo – asisten manajer
Ko Su-hee – Madame Song
Lee Dong-hwi- Jja-ri
 – cameo (muridnya Aw-kwi)

Judul: Tazza: The Hidden Card / Tajja: Shinui Son (타짜-신의 손)
Sutradara:  
Rilis: 3 September 3, 2014
Durasi: 147 menit
Distributor: Lotte Entertainment, Sidus Pictures
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
Daejong Film Awards (Grand Bell Awards) 2014:
– Nominasi Best Director
– Nominasi Best New Actress ()

Blue Dragon Film Awards 2014:
– Nominasi Best Supporting Actress ()
– Nominasi Best Editing
– Nominasi Best Music
– Popular Star Award ()

The Yellow Sea

November 21, 2014 Tinggalkan komentar

 

Gu-nam () adalah seorang  Joseonjok, orang Korea yang tinggal dan menjadi warga negara China. Ia hidup miskin dan sehari-hari ia bekerja sebagai seorang sopir taksi. Ia merasa kalut ditinggal istrinya yang bekerja di Korea Selatan dan tak ada kabar. Rindu dan prasangka bercampur karena sang istri tak berkabar. Hendak menyusul, ia tak punya uang. Hingga ia mendapat tawaran dari ketua gangster setempat, Myun Jung-bak (). Ia akan memberi Gu-nam sejumlah uang dan menjemput istrinya jika ia mau melakukan sebuah pekerjaan: membunuh orang yang bernama Kim Seung-hyun!
yl4
Gu-nam pun kemudian menyanggupi tawaran itu. Ia pergi ke Seoul dan diberi waktu 10 hari. Di antara hari-hari mengintai calon mangsa, ia mencari istrinya dan ternyata cukup sulit. Di sisi lain, ternyata ada juga yang menginginkan kematian Kim Seung-hyun dan Gu-nam pun akhirnya terjebak di tengah pertikaian dua mafia besar. Harapan untuk kembali ke China pun menjadi rumit.
ylk
Sebuah film yang cukup “keras” dengan adegan kekerasan yang cukup intens ala film gangster-gangsteran. Tak ada yang baru kecuali ceritanya tentang orang-orang Korea yang hidup miskin di China dan sepertinya mendapat diskriminasi ketika kembali ke Korea. Cukup bagus bagi yang suka film gangster-gangsteran.
yl9
Note:
Film ini mengambil tokoh orang Korea di China. Konon, populasi orang Korea (termasuk keturunannya) memang cukup banyak dan jumlah terbanyak populasi orang Korea yang tinggal di luar negaranya. Mereka dikenal sebagai Chaoxianzu dalam Bahasa China atau Joseonjok bagi orang Korea. Jumlah mereka sekitar 1,8 juta pada tahun 2010 dan jumlah terbesar menempati Perfektur Yanbian di timur laut China. Mereka bermigrasi ke China pada tahun 1860-1945, akibat dari bencana dan kelaparan yang melanda Korea masa itu. Di susul kemudian dikuasainya Korea oleh Jepang pada masa penjajahan Jepang. Ketika perang berakhir, ada yang kembali tapi banyak juga yang tinggal dan mereka mendapat kewarganegaraan China. Meski begitu, mereka masih mempertahankan bahasa Korea sebagai bahasa ibu mereka dengan berbagai budayanya. Meski begitu, konon mereka merasa nyaman dengan identitas kewarganegaraan China mereka dan kemudian menimbulkan konflik bagi orang Korea asli yang mengharapkan nasionalisme Kekorea-an mereka. Dengan munculnya Korea Selatan sebagai salah satu negara maju saat ini, sepertinya membuat banyak orang Korea di luar Korea tergiur untuk mencari pekerjaan yang menjanjikan ke Korea Selatan, seperti yang digambarkan di film ini. (sumber: wikipedia.org)

Cast:
 – Gu-nam
 -Myun Jung-hak
Jo Sung-ha – Tae-won
Lee Chul-min – Choi Sung-nam
Kwak Do-won – Prof. Kim Seung-hyun
Lim Ye-won – istrinya Kim
Tak Sung-eun – istrinya Gu-nam
Jung Man-sik – Detektif

Judul: The Yellow Sea/  Hwang hae (황해)
Sutradara:
Screenplay:
Musik: Youngkyu Jang, Byung-hoon Lee
Cinematografi: Lee Sung-jae
Produksi: Fox International Productions, Popcorn Films
Distributor: Bounty Films/Eureka UK, Bounty Films
Rilis: 22 Desember 2010
Durasi: 140 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Asian Film Awards 2011:
– “Best Actor” ()
PaekSang Arts Awards 2011:
– “Best Actor” ()
Puchon International Fantastic Film Festival 2011:
– “Best Director”
Sitges Film Festival 2011:
– “Best Director”
Daejong Film Awards 2011:
– “Best Supporting Actor” (Jo Sung-Ha)
– “Best Costume Design”
Critics Choice Awards 2011:
– “Best Actor” ()
Blue Dragon Film Awards 2011:
– Best Lighting

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar