Arsip

Posts Tagged ‘Kim Yun-seok’

1987: When The Day Comes

Berlatar tahun 1987, ketika gerakan pro demokrasi sedang gencar memprotes pemerintahan otoriter yang sedang berkuasa. Salah seorang aktivis mahasiswa, Park Jong-chul (), meninggal setelah mengalami integorasi dan penyiksaan oleh militer. Demi menyelamatkan muka pemerintah, kematian Jong-chul pun direkayasa. Ia dinyatakan tewas karena serangan jantung. Park Cheo-won () adalah pejabat tinggi yang ditugasi mengurus kasus ini. Selain itu, juga ada pengacara Choi Hwan ( ) yang diminta bantuan. Sebenarnya, Choi adalah orang yang menjunjung tinggi profesi, hanya saja tak bisa berbuat banyak karena tekanan orang-orang di sekelilingnya.

1987

1987 (2)

Namun begitu, kematian Jong-chul menyisakan banyak keganjilan yang menimbulkan kecurigaan. Kalau sudah begini, tentu para jurnalis yang kemudian ambil bagian. Yoon Sang-nam adalah seorang reporter handal yang kemudian berhasil mendapat informasi terkait kematian Jong-chul. Tentu saja, ketika media sudah bicara, para elit pun kelabakan. Berbagai cara ditempuh untuk mengamankan posisi mereka.

 

1987 (3)

Di sisi lain, diam-diam gerakan pro demokrasi semakin menguat. Ada Han Byeong-yong (), seorang sipir penjara yang membantu perjuangan dengan diam-diam menjadi kurir antara aktivis yang dipenjara dan tokoh aktivis yang sedang dicari-cari pemerintah, Kim Jung-nam (). Dalam pekerjaannya, Han sering meminta tolong keponakannya, Yeon-hee (), yang seorang mahasiswi baru. Yeon-hee awalnya apatis dengan aktivisme, tapi kemudian terusik setelah bertemu dengan Lee Han-yeol (), seorang aktivis mahasiswa di kampusnya.

1987 (4)

1987 (8)

Lagi, sebuah film yang menjajikan salah satu fase penuh gejolak dalam sejarah pemerintahan Korea (film sejenis adalah May, ). Bagus sih menurut saya, karena dengan film-film semacam ini, artinya ada upaya menolak lupa orang Korea tentang sejarah kelam negrinya. Hal yang mungkin bisa ditiru para sineas Indonesia, karena seingat saya, film tentang sejarah yang digarap dengan bagus dan kritis, sejauh ini kok kayaknya belum ada. Film ini sendiri disajikan dengan apik, sinematografi yang meyakinkan (saya sampai merinding melihat aksi demonya), plot yang cukup smooth dan rapi serta ensemble cast yang solid. Sepadan dengan nama-nama besar jajaran castnya, bahkan yang sekedar cameo pun punya peran penting dalam membangun cerita di film ini. Mulai dari , , , , , , …dan juga aktris muda yang menurut saya, penampilannya cukup stellar di sini. Dan tentu saja, cerita film ini sendiri memang cukup penting bagi orang Korea. Layaklah kalau kemudian film ini diganjar Daesang (penghargaan tertinggi) di Baeksang beberapa waktu lalu.

Cast:
– Park Cheo-won
– Choi Hwan
– Han Byeong-yong
– Yeon-hee
– Det. Jo Han-kyung
– Reporter Yoon Sang-nam
Kim Eui-sung – Lee Boo-young
Kim Jong-soo – Park Jung-ki
Oh Dal-su – jurnalis
Ko Chang-seok – jurnalis
Moon Sung-geun – Jang Se-dong
Woo Hyeon – Kang Min-chang
Jo Woo-jin – Pamannya Jong-chul
– Kim Jung-nam

Cameo:
– ibunya Yeon-hee
– Lee Han-yeol
– Park Jong-chul

Judul: 1987: When The Day Comes
Sutradara:
Penulis: Kim Kyung-chan
Rilis: 27 Desember 2017
Durasi: 129 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Award:
Baeksang Art Awards 2018:
– Grand Prize (Daesang)
– Best Screenplay
– Best Actor ()
– Best Supporting Actor ()

 

Iklan

Baeksang Art Awards 2018

Salah satu ajang penghargaan perfilman terbesar Korea kembali digelar: Baeksang Art Awards. Berbeda dengan beberapa penghargaan film Korea yang biasanya digelar di penghujung tahun, Baeksang memang biasa digelar menjelang pertengahan tahun. Ya nggak apa-apa sih, cuma karena beberapa nominasinya biasanya nggak jauh-jauh dari penghargaan lain yang sudah digelar sebelumnya, kadang jadi nggak terlalu surprise lagi karena kadang juga pemenangnnya hampir sama saja. Bedanya sih, Baeksang ini penghargaannya nggak cuma untuk kategori film, tapi juga acara TV. Jadi memang kayaknya lebih besar dan bergengsi.

 

IMG_20180504_205406

Big YES buat Jo Seung-woo. So happy for him 🙂

Dan Baeksang tahun ini, cukup saya nantikan karena aktor favorit saya *ehm* , masuk nominasi sebagai Best Actor untuk perannya di drama . Dan saya cukup berharap dia menang, karena memang menurut saya dia layak menang. Apalagi jika dibandingkan nominasi lain, menurut saya dia cukup unggul. Di kategori ini, dia bersaing dengan (Money Flower), Kim Sang-joong (Rebel: Thief Who Stole the People), Cheon Ho-jin (My Golden Life) dan (Fight for My Way). Selain dan Fight for My Way, saya belum nonton drama yang lain, jadi nggak bisa komentar. Tapi mengingat kalau mereka adalah aktor-aktor senior, saya pikir mereka memang layak dapat nominasi ini. Yang agak membuat saya mengerutkan kening adalah masuknya nama . Aktingnya cukup bagus, tapi juga rasanya nggak ada yang istimewa, belum lagi dramanya sendiri yang juga biasa banget. Ada aktor lain yang main lebih bagus dan juga dramanya lebih berkualitas ( di Live Up Your Name, misalnya).

IMG_20180504_205419

Seneng lihat foto ini. Jo bareng Om Kim, hehe

Tapi yah, sudahlah. Yang jelas saya senang banget karena ternyata benar-benar menang. Dan dia juga kelihatan senang banget. Bisa dipahami lah, karena ini adalah penghargaan Baeksang pertama dia untuk kategori drama. Dan tentu saja ini mengagumkan, karena artinya, dia adalah aktor yang pernah dapat Best Actor Baeksang di dua kategori sekaligus: Film dan TV. Ohya, jangan lupa juga dia juga adalah Best Actor di ajang musikal. Dan mungkin juga dia satu-satunya aktor Korea yang pernah dapat penghargaan Best Actor di 3 bidang sekaligus: film, drama, musikal. Sepengetahuan saya sih, kayaknya belum ada aktor Korea lain yang sukses di tiga bidang sekaligus seperti dirinya. Aktor besar seperti Song Kang-ho, misalnya, meski langganan dapat award untuk film, tapi memang hanya konsen di film dan nggak pernah main drama. Beberapa aktor yang sukses di drama seperti Jisung atau , karirnya di film nggak terlalu mengesankan. Demikian juga dengan mereka yang berlatar musikal seperti Jo Jung-suk, Jo Woon, Ji Chang-wook, meski sukses di drama tapi nggak terlalu sukses di musikal. Big applause lah buat . Dan sebagai penggemarnya, saya berdoa, ke depan dia akan sukses terus. Apalagi tahun ini, film dan dramanya akan tayang. Semoga saja, dua proyeknya ini juga akan sukses besar.

Untuk pemenang kategori lain, saya nggak terlalu care sih. Hehe. Tapi menurut saya sudah pas lah, karena ternyata pemenangnya memang aktor/aktris yang memang kemampuan aktingnya nggak diragukan lagi. Kategori Best Actress dramanya adalah , yang memang sudah masuk kategori aktris veteran. Untuk kategori supporting aktor/aktrisnya adalah () dan (Should We Kiss First). Untuk Best New Actornya ada Yang Se-Jong (Temperature of Love) dan Heo Yool (Mother).

Untuk kategori film, Best Actor diraih sama dan Best Actressnya . Khusus untuk , melihatnya berdiri satu berdampingan dengan sama-sama dapat penghargaan untuk Best Actor, saya merasa senang. Keduanya berteman baik di kehidupan nyata (mungkin seperti hyung-dongsaeng), dan kemudian sama-sama dapat penghargaan seperti itu, pasti rasanya cukup istimewa.

IMG_20180504_205308

Ho Yeol, aktris cilik yang dapat penghargaan pendatang baru terbaik. Keren ya,

Kategori Best Supporting Actor diraih aktor yang juga veteran, (1987: When The Day Comes) dan () untuk Best Supporting Actress. Saya sudah lihat aktingnya di sana, dan memang penampilannya cukup stellar dan membuat saya jadi agak membandingkannya dengan aktris yang juga main disana. jauh lebih populer dan jam terbangnya juga cukup tinggi (secara usia juga lebih tua 6 tahun), tapi agaknya dia memang masih perlu banyak belajar untuk jadi aktris yang bagus.

Best New Actor diraih Koo Gyo-Hwan (Jane) dan Best New Actress diraih (). Yah, agaknya tahun ini adalah rising yearnya Choi , karena dia menyabet gelar ini di hampir semua ajang penghargaan film. Dan menurut saya memang sangat layak, karena penampilannya memang bagus banget di sana.

IMG_20180504_205322

Jung Hae-in yang lagi naik daun.

Kategori Most Popular Actor diraih sama aktor pendatang baru, . Karena drama romantisnya bareng aktris papan atas , aktor satu ini mendadak populer banget akhir-akhir ini, dan digadang bakal jadi next Hallyu Star seperti atau . Dengan berbekal tampang yang cakep, karakter romantis di drama yang ngehits, agaknya memang membuatnya banyak disukai fans. Saya sendiri kadang agak sinis sama aktor-aktor dengan label most popular, karena menurut saya kualitas seorang aktor dibuktikan dari seberapa bagus ia berkarya bukan cuma karena cakep dan populer. Untuk Most Popular Actress diraih sama. Yah, saya sudah sering baca kritik terkait aktingnya yang payah, tapi tetap saja, sepertinya banyak sekali fans yang tetap suka sama dia. Mungkin karena posisinya sebagai idol dan juga wajahnya yang dianggap cantik.

IMG_20180504_205334

yang langganan penghargaan paling populer.

Untuk Grand Prize kategori film diraih oleh film “1987: When The Day Comes” dan untuk kategori drama, diraih , yang memang juga sangat layak meraihnya. Meski secara rating nggak tinggi-tinggi amat (sekitar 7%, sebenarnya cukup tinggi untuk TV kabel, tapi sebagai perbandingan, Goblin kalau nggak salah ratingnya sampai 18%  ), tapi impact drama ini memang cukup fenomenal. Banyak orang memperbincangkannya dan memuji-mujinya (bahkan drama ini masuk Best Drama di media Amerika). Dan ya memang layak diapresiasi karena dari semua segi drama ini nyaris sempurna. Berbeda misalnya dengan beberapa drama yang juga pernah dapat Daesang seperti DoTs atau Goblin. Meski populernya minta ampun dan ratingnya juga tinggi, kedua drama ini memiliki lubang disana-sini. Kategori Best Drama diraih Mother dan Best Film diraih .

Sedikit catatan, untuk kategori TV, mayoritas pemenang dan nominasinya adalah dari TV kabel, karena memang belakangan, TV-TV kabel lah yang memproduksi drama-drama bagus dengan cast yang bagus pula. Dan harusnya sih hal ini jadi refleksi stasiun TV-TV besar untuk menghasilkan karya lebih bagus kalau nggak mau ditinggal penontonnya. Bahkan masuknya drama Fight My Way dan juga aktor di kategori nominasi Best Drama dan Best Actor saja menurut saya nggak layak, karena sebenarnya ada drama dan aktor yang lebih bagus. Tapi ya, mungkin sebagai bonus lah biar KBS nggak malu-malu amat, haha.

Overall, chukae untuk semua pemenang!

Daftar pemenang dan nominasi:
Kategori Film:
Grand Prize (Daesang): “1987: When The Day Comes”

Best Film: “ / 1987: When The Day Comes/ / / (

Best Director ( )/ Yang Woo-Seok (Steel Rain)/ Jang Joon-Hwan (1987: When The Day Comes)/ ( ()/ Hwang Dong-Hyuk ()

Best Screenplay: Kim Kyung-Chan (1987: When The Day Comes)/ ()/ Uhm Yoo-Na ( (/ Yang Woo-Seok & Jung Ha-Yong (Steel Rain)/ Hwang Sung-Goo ()

Best Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ ()/ (Steel Rain)

– Best Actress: ()/ ()/ ()/ (Be with You)/ ()

– Best Supporting Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ Jo Woo-Jin (Steel Rain)/ ()

– Best Supporting Actress: ()/ Yum Hye-Ran ()/ (Warriors of the Dawn)/ ()/ ()

– Best New Director: ()/ (The Running Actress)/ Shin Joon (Yongsoon)/ Cho Hyun-Hoon (Jane)/ Jeon Go-Woon (Microhabitat)

– Best New Actor: Koo Gyo-Hwan (Jane)/ Kim Sung-Kyu ()/ ()/ Lee Ga-Sub (The Seeds of Violence)/ Heo Sung-Tae ()

– Best New Actress: ()/ Nana (The Swindlers)/ (Yongsoon)/ ()/ Lee Joo-Young (Jane)

Kategori TV:
– Grand Prize (Daesang):

Best Drama: Mother (tvN)/ Misty (JTBC)/ Fight for My Way (KBS2)/ My Golden Life (KBS2)

Best Director: Kim Yun-Cheol (The Lady in Dignity)/ Kim Cheol-Kyu (Mother)/ Mo Wan-Il (Misty)/ ()/ ()

Best Screenplay: ()/ Baek Mi-Kyeong (The Lady in Dignity)/ Im Sang-Choon (Fight for My Way)/ Jung Bo-Hoon ()/ Jung Seo-Kyoung (Mother)

– Best Actor: () / Kim Sang-Joong (Rebel: Thief Who Stole the People)/ (Fight for My Way)/ (Money Flower)/ Cheon Ho-Jin (My Golden Life)

Best Actress: (Misty)/ Kim Sun-A (The Lady in Dignity)/ Kim Hee-Seon (The Lady in Dignity)/ (My Golden Life)/ (Mother)

– Best Supporting Actor: ()/ Bong Tae-Gyu (Return)/ Ahn Jae-Hong (Fight for My Way)/ (), Jung Sang-Hoon (The Lady in Dignity)

– Best Supporting Actress: (Should We Kiss First)/ Na Young-Hee (My Golden Life)/ (Avengers Social Club)/ Song Ha-Yoon (Fight for My Way)/ Jeon Hye-Jin (Misty)

– Best New Actor: Yang Se-Jong (Temperature of Love)/ Kim Jung-Hyun (School 2017)/ ()/ Woo Do-Hwan (Save Me)/ ()

Best New Actress: Heo Yool (Mother)/ Dasom (Unni Is Alive)/ Kim Se-Jeong (School 2017)/ Seo Eun-Su (My Golden Life)/ Won Jin-A (Rain or Shine)

Most Popular Actor & Actress: &

Plus-plus:

Masih dari Baeksang, ada hal yang kurang menyenangkan terjadi. Gara-gara hal remeh temeh: posisi foto. dikritik netizen gegara foto di tengah barisan paling depan. Padahal dia cuma dapat penghargaan kategori populer yang nggak terlalu bergengsi. Sementara dan   yang dapat Best Actor/Actress saja berdiri di samping dan yang paling parah tentu yang bahkan berdiri di barisan kedua. Saya pribadi, sebelum kontroversi ini muncul, juga agak-agak nggak nyaman sih lihat posisi yang nyempil di belakang, padahal dia kan pemenang Best Actor Film dan juga adalah aktor yang jauh lebih senior kemanna-mana? Secara, posisi senior-juniornya orang Korea kan terkenal kental banget. Dan ternyata memang kemudian hal ini menyulut reaksi publik.

JHI pun kemudian dibanding-bandingkan sama aktor yang juga dapat penghargaan Most Popular sebelumnya, dan ketika disuruh foto di barisan paling depan bareng Jun Ji-hyun yang dapat Best Actress dan juga lawannya main di drama, ia malah sibuk nyari posisi di belakang (saya lihat videonya dan cukup lucu melihat bagaimana seperti nyari posisi yang bener-bener bisa membuatnya nggak narik perhatian). Perbandingan lainnya , yang jadi pasangannya JHI untuk kategori Most Popular. Dalam sesi foto ini dia  langsung ambil posisi di belakang yang agak nyempil. Meski saya nggak terlalusuka dia ketika berakting, tapi kayaknya dia memang punya nice personality dan mungkin hal itu pula yang membuatnya dicintai fansnya.

IMG_20180505_152717

Yah, sebenarnya kasus yang nggak penting sih, tapi memang agak menjadi persoalan karena berkaitan dengan imej, hal yang cukup penting bagi seorang public figure. Apalagi, belakangan ini memang lagi populer-populernya dan sepertinya juga jor-joran dipromo-in buat jadi bintang papan atas, dan dengan munculnya kasus ini, jadi agak ironis melihatnya. Baru juga mau populer, eh, kesandung kasus. Saya pribadi, bukan fansnya JHI jadi nggak tahu gimana-gimananya dia. Akting dia yang saya lihat cuma di dan menurut saya cukup bagus, meski nggak stellar. Saya baca, aktingnya di drama terbarunya, Pretty Noona juga nggak hebat-hebat amat, tapi menjadi populer karena berpasangan sama aktris besar .Dari segi face, dia memang cukup menarik: tinggi, cakep dan enak dilihat.

Dengan adanya kontroversi ini, saya juga jadi agak-agak heran kenapa dia melakukan hal itu. Konon sih karena dia di suruh sama staf. Nggak tahu, apa karena karena terburu-buru, jadi stafnya nyuruh dia cepat-cepat ambil posisi atau stafnya pengin promosiin dia yang memang lagi naik daun. Jika yang kedua, menurut saya agak aneh sih, karena stafnya kan juga orang Korea yang seharusnya tahu kalau posisi di tengah itu seharusnya bukan buat dia.

Terus lagi, JHI sendiri. Meski mungkin memang beneran di suruh di tengah, tapi masa iya dia begitu ‘polos’nya nggak tahu kalau posisi itu nggak cocok buat dia? Dia orang Korea tulen dan juga sudah cukup lama menekuni dunia akting (sekitar 6 tahun), secara usia juga sudah cukup matang (30 tahun) dan karenanya, seharusnya cukup tahu unggah-ungguh semacam itu. Banyak fans dia yang bela kalau hal itu terjadi karena suasananya cukup crowded sehingga mungkin dia nggak nyadar posisinya. Bukan bermaksud jadi hater sih, tapi kalau saya lihat cuplikan videonya sebelum sesi foto itu, sebenarnya suasananya nggak riuh-riuh amat. Dia termasuk yang berdiri di tempatnya sejak awal, dan kelihatan mager aja di posisinya sementara yang lain-lain sibuk ngatur posisi di belakang. Nggak noleh kiri kanan untuk melihat dimana posisi dia. Dia pasti tahulah kalau ada yang berdiri pas di belakang dia dan juga di samping, tapi kayaknya nggak ada tuh inisiatif dia nawarin atau seenggaknya bungkuk kanan kiri kasih hormat ke senior kek (sedikit membandingkan dengan sesi foto pas cuma , dan dengan gerakan sopan meminta untuk berdiri di tengah-tengah, padahal kelihatannya mereka cukup akrab lho). Entah karena JHI ini memang orangnya nggak peka atau mungkin terlalu bingung dengan situasinya (mungkin dia masih bingung karena mendadak jadi orang terkenal). Tapi tetap terasa aneh sih, karena kayaknya, orang-orang di sekitarnya juga ngeh dengan situasi itu dan kayak saling berbagi pandang gitu di belakang sementara JHI kelihatan tenang-tenang saja.

Whataver, ini cuma masalah kecil sih. Dan semoga saja ini jadi pelajaran buat dia karena kalau nggak, mungkin bisa ngefek ke karirnya ke depan. Popularitas itu biasanya hanya sekejap mata, karena bakal ada bintang-bintang baru yang menggantikannya. Dan untuk jadi aktor yang bisa bertahan bertahan di industri semacam itu, kayaknya juga nggak cukup cuma modal kemampuan akting belaka, tapi juga karakter personal yang membuat orang-orang di sekitarnya bakal nyaman kerja bareng.

The Fortress

April 9, 2018 Tinggalkan komentar

Korea berlatar jaman Joseon, dimana kerajaan sedang terancam oleh serangan dari Dinsati Qing. Raja Injo () bersama dengan pengawal dan pasukannya, kemudian bersembunyi di benteng pegunungan Namhansanseong. Mereka terisolasi dari dunia luar, didera musim dingin yang parah dan kekurangan bahan makanan.

The Fortress (7)

Choi Myung-kil () dan Kim Sang-hun  ( ) adalah dua mentrinya yang setia dan berdedikasi. Keduanya memikirkan cara terbaik bagaimana caranya menghadapi Qing dan pasukannya. Choi berpendapat bahwa cara terbaik adalah melalui jalan diplomasi, sementara Kim sebaliknya, berpendapat bahwa Joseon tidak boleh jatuh harga dirinya dengan menunjukkan kemampuanya berperang. Tapi Dinasti Qing terlalu kuat dan kondisi pasukan Joseon lebih lemah. Film diakhiri dengan kekalahan Raja Injo yang kemudian harus takluk pada Qing.

The Fortress (5)

Berhubung saya bukan orang Korea, menonton film-film bertema sejarah, sebenarnya seringkali tidak terlalu menarik. Apalagi, film sejarahnya Korea ini bisa dibilang ceritanya begitu-begitu saja, sudah terlalu sering diulang-ulang baik dalam bentuk film mapun drama. Hanya saja, saya penasaran sama film ini karena ingin melihat akting para pemainnya. Jajaran cast film ini memang bisa dibilang sangat jor-joran, karena pemainnya adalah A-lister aktor filmnya Korea: , , , , ... benar-benar wah, kan? (Ohya, ada juga , aktor muda yang selalu memiliki soft spot bagi saya. Mungkin karena dia adalah aktor yang bisa dibilang underdog untuk generasinya, dan saya senang melihatnya selalu terlibat dalam film-film berkualitas bersama aktor-aktor besar). Terkait dengan akting, semua menunjukkan kualitas akting mereka yang memang tak perlu lagi diragukan di sini. Meski mungkin karena memang pengkarakterannya sedemikian rupa, tak ada penampilang yang terlalu stellar.

The Fortress (8)

Secara umum, film ini adalah film yang grande. Selain jajaran castnya, sinematografi dan blablanya juga digarap dengan tidak main-main. Setting jaman Joseon dan suasana perang serta dinginnya musim dingin di pegunungan, ditampilkan dengan sangat apik. Kesan kolosalnya dapat. Hanya saja, alurnya terasa lamban dan liat serta tidak mudah dicerna sehingga membuat film ini agak membosankan. Dan bisa dipahami juga ketika kemudian konon angka penjualannya di bioskop cukup mengecewakan (kalau nggak salah film ini kalah sama film , yang secara produksi bisa dibilang berkebalikan dari film ini: aktor nggak terlalu terkenal dan produksi rendah). Yeah, that’s industry. Tapi di atas semua itu, menurut saya film ini tetap layak untuk ditonton,kok.

Cast:
– Choi Myung-kil
– Kim Sang-il
– Raja Injo
– Seo Nal-shwe
– Lee Shi-baek
Joo woo-jin – Jung Myung-soo
Song Young-chang – Kim Ryu
– Chil Bok
Heo Sung-tae – Yonggol
Kim Pub-lae – Khan
Jo A-in – Naru (bocah kecil)

Judul: The Fortress / Namhansanseong
Sutradara: Hwang Dong-hyuk
Penulis: Kim Hoon (novel), Hwang Dong-hyuk
Sinematografi: Kim Ji-yong
Rilis: 3 Oktober 2017
Durasi: 139 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Award:
Blue Dragon Film Awards 2018
– Best screenplay

Will You Be There

Juli 17, 2017 1 komentar

Han Soo-hyun()  adalah seorang dokter bedah anak. Ia menderita kanker paru-paru dan kemungkinan umurnya tak lagi panjang. Satu hal yang selalu disesalinya sejak 30 tahun terakhir hidupnya adalah kematian kekasihnya, Yeon-ah. Ia merasa dirinya lah yang menjadi penyebab kematian itu dan berharap bisa memutar balik waktu.

Will You Be There

Will You Be There_15

Suatu hari, dalam perjalanan nya ke Kamboja, ia bertemu seorang kakek tua buta yang memberinya 9 butir pil misterius. Pil itu, ternyata bisa membuatnya melakukan perjalanan waktu. Ia kembali ke tahun 1985 dan bertemu dirinya versi muda (), ketika Yeon-ah masih hidup dan menjadi kekasihnya.

Will You Be There_13

Will You Be There_1

Yeon-ah adalah seorang instruktur lumba-lumba di sebuah taman hiburan. Ia cantik, ceria, dan sangat mencintai Soo-hyun. Ia berharap bisa menikah dengan Soo-hyun. Soo-hyun adalah seorang dokter muda yang gila kerja. Kehidupan orang tuanya yang tak bahagia–ayahnya seorang maniak depresif yang sering memukul ibunya–membuat Soo-hyun merasa ragu dengan kehidupan rumah tangga. Meski begitu, ia juga sangat mencintai Yeon-ah.

Will You Be There_5

Will You Be There_6

Soo-hyun tua kemudian menceritakan tentang kematian Yeon-ah. Soo-hyun muda merasa marah dan ingin menyelamatkan Yeon-ah dari kematian. Masalahnya, masa depan akan berubah jika masalalu berubah. Soo-hyeon tua sekarang memiliki seorang putri yang sangat dicintainya, Soo-ah (), yang merupakan anak dari perempuan yang ditemuinya setelah kematian Yeon-ah. Jika Yeon-ah tetap hidup, Soo-ah akan lenyap. Satu-satunya cara adalah menyelamatkan Yeon-ah, tapi kemudian berpisah dengannya. Sebuah pilihan yang sangat sulit, karena Soo-hyeon nyaris tak bisa hidup tanpa Yeon-ah.

Will You Be There_12

Hmm, yah, lagi-lagi film bertema perjalanan waktu. Saya tak terlalu antusias, karena sebelumnya sudah menonton film dengan tema sejenis, , dan juga drama-drama dengan tema sejenis. Meski begitu, saya cukup penasaran karena cast film ini adalah dua aktor yang cukup saya apresiasi: dan . Cerita film sendiri bisa dibilang cukup ‘ringan’ karena ‘hanya’ soal cinta, tapi juga tidak menye-menye. Alur film juga cukup cair dan mudah dicerna. Karakter-karakternya menarik dan masing-masing aktor berperan dengan baik, termasuk aktris pendatang baru, Chae Seo-jin (saya baru lihat aktingnya di sini dan ternyata dia adik aktris ). Bahkan yang sempat membuat saya ‘meringis’ melihat aktingnya di drama Introverted Boss, cukup smooth di sini. Hanya saja, saya kok merasa Soo-hyun muda dan Soo-hyun tua adalah dua orang yang berbeda. Mungkin lebih karena ceritanya, bukan karena akting pemainnya. Konsep perjalanan waktunya sebenarnya cukup masuk akal, tapi bagian endingnya membuat kening saya agak berkerut.

Will You Be There_10

Tentu saja, saya berharap bahwa endingnya adalah ending yang bahagia, karena seperti itulah seharusnya ‘inti’ dari perjalanan waktu: merubah masa depan menjadi lebih baik. Hanya saja, saya kok merasa sedikit tidak masuk akal. Maaf, spoiler, ketika Tae-ho kembali ke masalalu dan menemui Soo-hyun, bagaimana hal itu kemudian berefek pada masa depan kematian Soo-hyun? Padahal Tae-ho tak melakukan apa-apa dan kematian Soo-hyun disebabkan karena penyakitnya, bukan karena dirinya.

 

Selain itu, reuni Soo-hyun dengan Yeon-ah rasanya juga menjadi terlalu lambat, kenapa harus menunggu Soo-hyun menua? . Ketika Tae-ho menemui Soo-hyun muda, berarti seharusnya hubungan Soo-hyun dan Tae-ho di masalalu sudah kembali membaik. Dan seharusnya Tae-ho membantu Soo-hyun memperbaiki hubungannya dengan Yeon-ah, mungkin setelah Soo-ah lahir?
Well, di atas semua itu, film ini lumayan enak dinikmati kok. Menurut saya juga terasa lebih enjoyable dari .

Note:
Didasarkan pada novel Perancis, “Seras-tu la?” tulisan Guillaume Musso (2006)
Cast:
– Han Soo-hyun tua
– Han Soo-hyun muda
Chae Seo-jin – Yeon-ah
Kim Sang-ho – Tae-ho tua
– Soo-ah
An Se-ha – Tae-ho muda
Kim Ho-jung – Hye-won
Park Hee-von – Hye-won muda
Kim Hyo-jin – Illeana
Kim Sung-ryoung – Yean-ah tua
Kim Kwang-gyu – tukang pos

Judul: Will You Be There?/ Dangshin Geogi Iteojoorraeyo
Sutradara: Hong Ji-young
Penulis : Gullaume Musso (novel), Hong Ji-young
Produser: Park Sun-hye, Min Kyu-dong, Min Jin-soo
Sinematografi: Park Hong-yeol
Rilis: 14 Desember 2016
Durasi: 111 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Classified File

Desember 7, 2016 Tinggalkan komentar

Busan tahun 1978. Eun-joo, seorang bocah perempuan anak pengusaha perikanan diculik dan penculik minta uang tebusan. Setelah pencarian berhari-hari tak ketemu, sang ibu dan sang bibi pergi ke sana kemari untuk mencari pertolongan, termasuk pergi ke dukun dan tukang ramal. Salah satu peramal yang mereka datangi adalah Guru Kim (), murid seorang biksu terkenal yang memutuskan ‘turun gunung’ karena  merasa tak cocok prinsip dengan gurunya. Kim satu-satunya yang meramalkan bahwa Eun-joo masih hidup hal yang membuat si ibu dan si bibi percaya. Termasuk anjuran Kim untuk mencari pertolongan pada seorang detektif karena memiliki unsur yang dianggap bisa menyelamatkannya.
the-classified-file
Detektif Kong Gil-yong () adalah detektif yang sebenarnya punya banyak prestasi, tapi karena sifatnya yang terlalu idealis dan slengekan, membuatnya tidak disukai teman-temannya sehingga tidak pernah mendapat kenaikan jabatan. Awalnya, ia tidak terlalu berminat untuk membantu mencari Eun-joo karena wilayah kerjanya berbeda, tapi atas desakan keluarga dan juga hati nuraninya, ia akhirnya setuju membantu. Dan meski ia sempat meremehkan Guru Kim yang dianggap tidak rasional, akhirnya mereka bekerja sama.
the-classified-file3

the-classified-file1
Namun proses penculikan itu cukup rumit. Si pelaku terlalu banyak tingkah. Belum lagi tim internal kepolisian yang tidak kompak dan sibuk memanfaatkan kasus itu sebagai ajang cari muka, yang justru membuat kacau proses penyelidikan. Lee pun dengan idealismenya dan tidak tahan dengan cara kerja timnya, dengan dibantu Guru Kim akhirnya melakukan penyelidikan sendiri dan.. berhasil. Tapi dasar teman-temannya tak tahu malu, mereka sibuk mengklaim keberhasilan itu sebagai hasil kerja mereka dan akhirnya naik jabatan. Sementara Kang dan Kim yang sudah bekerja keras terlupakan.
the-classified-file5
Yah, lagi-lagi soal penculikan anak-anak. Tema yang familiar sekali dalam film Korea. Tapi ya, film thriller selalu menarik karena misteri yang membuat penasaran. Dan saya pikir, film ini mampu menjaga ceritanya dengan baik sehingga membuat penonton ingin terus mengikutinya. Satu hal yang berbeda dari film ini dibanding film tentang penculikan yang sudah ada, karena tema besarnya bukan pada penculikan itu, tapi pada orang yang bekerja untuk mengungkap dan menangkap si penculik. Di tambah lagi, cerita film ini konon memang berdasarkan kisah nyata.  Dan dalam kehidupan nyata, kita memang bisa mendapati kisah yang mirip seperti ini, tentang orang-orang penjilat yang sibuk cari muka dan orang-orang baik yang justru tersingkir. Untunglah, karena juga film ini berdasar kisah nyata, Tuhan tidak tidur dan orang-orang seperti Kang  dan Kim akhirnya bisa memetik buah dari apa yang mereka tanam.
the-classified-file4
Sebuah cerita tentang kebajikan yang diramu dengan bagus. Soal sinematografi blabla, sebagai awam saya melihatnya sih cukup bagus, menggambarkan situasi di tahun 70-an dengan baik. Dari segi akting, semuanya juga bermain dengan baik. bermain bagus sebagai Kang, si detektif pembangkang, meski menurut saya kok karakter yang dimainkannya mirip-mirip ya dengan film-film dia sebelumnya. Akting bagus lainnya adalah sebagai Guru Kim terlihat humble dan tulus. Salut sih untuk ahjussi satu ini karena selalu bisa memberi sentuhan berbeda pada karakter-karakter yang dimainkannya.
Overall, recommended.

Note:
Film ini konon didasarkan pada kisah nyata, penculikan seorang putri orang kaya di Busan yang terjadi pada tahun 1978 dan 1979.

Cast:
– Kong Gil-yong
– Kim Joong-san
Lee Jung-Eun – ibunya Eun-joo
– bibinya Eun-joo
Jung Ho-Bin – Seo Jung-hak
Song Young-Chang – ayahnya Eun-Joo
Hwang Chae-Won – Eun-Joo
Lee Hyo-Je – Kong Sung-Han (anaknya Gil-yong)
Jin Sun-Mi – istrinya Kim Joong-San
Lee Hyo-Je – Sung-Han

Judul: The Classified File / Keukbisoosa
Sutradara:
Penulis: Han Dae-Duk,
Produser: Yoo Joo-Young, Kim Byoung-In
Sinematografi: Ki Se-Hoon
Rilis: 18 Juni 2015
Durasi: 108 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

South Bound

Juli 24, 2016 Tinggalkan komentar

Choi Hae-kab () adalah seorang ‘kiri’. Ia selalu apatis terhadap segala sesuatu yang berbau pemerintah dan tak pernah takut untuk berbeda. Julukannya adalah Choi Guevara. Ia menikah dengan An Bong-hee yang selalu seideologi dengannya. Juga seorang bapak dari tiga orang anak: Choi Min-ju (), Choi Na-ra dan Choi Na-rae. Setelah rumahnya disita, ia dan keluarganya pindah ke kampung halamannya di sebuah pulau kecil, Deul, yang sedang dalam sengketa.

South_Bound_2

Choi si Pembangkang

Kim Ha-soo, adalah orang sekampung halamannya yang sudah sukses jadi anggota dewan. Dan khas orang sukses yang lupa daratan, ia menjadi politisi yang tamak. Ha-soo berniat hendak menjual pulau kepada investor. Orang-orang pulau disuruh pindah dan hanya beberapa yang tersisa. Tentu bukan Choi namanya kalau mau saja disuruh pindah. Dengan kenekadan dan kekeras-kepalaannya serta dukungan keluarga dan segelintir orang yang peduli, ia berusaha untuk menentang proyek Ha-soo dan menolak penggusuran. Menambah seru cerita adalah dengan adanya dua orang agen rahasia yang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik Hae-kap karena ideologi kirinya.


Ambisius, bisa dibilang demikian karena film ini mengangkat isu berbau sosialisme dan aktivisme. Tapi tenang saja film ini dikemas dengan begitu cair dan dipenuhi unsur komedik yang membuatnya terasa ringan dan menghibur, tapi tetap mengharukan dan berisi dengan pesan moral yang jelas. Di samping itu, karakter-karakternya juga menyenangkan. Jika biasanya sosok martir digambarkan berjuang dalam kesendirian, tidak dengan sosok Choi yang selalu didukung penuh oleh keluarganya yang begitu pengertian dan lovable. Menyenangkan rasanya melihat istri Choi yang tak pernah mengeluh meski hidup kekurangan alih-alih selalu percaya pada Choi. Pun anak-anak Choi yang menikmati saja apapun keputusan ayahnya.

South_Bound_1

Love this family 😀

Mungkin agak terkesan terlalu manis, tapi sebenarnya juga tidak karena sosok-sosok keluarga Choi cukup realistis. Tentu semua itu tak lepas dari akting para pemerannya. seperti biasa, bermain dengan apik sebagai si rebel Choi. Selain itu juga ada nama , Oh Yeon-su, dan juga aktor cilik Baek Seung-hwan (Choi Na-ra) dan Park Sa-rang (Choi Na-rae). Semuanya memerankan karakternya dengan pas. Worth to watch!
South_Bound_6
Note:
Merupakan remake dari film Jepang (tahun 2007) dengan judul yang sama.

Cast:
– Choi Hae-kab
Oh Yeon-Su – An Bong-hee
Baek Seung-Hwan – Choi Na-ra
Park Sa-Rang – Choi Na-rae
– Choi Min-joo

– Man-deok
Joo Jin-mo – Agen 1
Jung Moon-sung – Agen 2
– Guru Kim
Jeon Su-ji – Guru Oh
Lee Do-kyung – Kim Ha-soo
Song Sam-dong – Polisi Kwon
– Ra Mi-ran (cameo)
– anggota klub (cameo)

Judul: South Bound/ Namjjeukeuro Twieo (남쪽으로 튀어)
Sutradara: Yim Soonrye
Penulis: Hideo Okuda (novel), Lee Gye-Byeok, Na Hyeon, Choi Moon-Suk, Kim Yun-Seok
Produser: Kim Bo-Ram
Siinematografi: Jo Yong Gyu
Rilis: 7 Februari 2013
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

pics credit to asianwiki.com

The Priests

Maret 18, 2016 Tinggalkan komentar

Saya tak pernah suka dengan genre film horor atau misteri. Tapi berhubung pemain utamanya adalah aktor favorit, , saya pun penasaran dengan film ini. Bagaimanapun, selama ini Kang adalah aktor yang selektif dengan film-film berkualitas. Jadi, meskipun genrenya seperti ini, saya yakin ini juga bukan film ‘sembarangan.’ Apalagi kemudian saya menemukan nama aktor qualified lain di daftar cast-nya, .

the priest_poster

Seperti judulnya, film ini memang mengambil latar di lingkungan para pendeta. Yong-shin, seorang siswi SMA mengalami kecelakaan, tertabrak mobil suatu malam dan kemudian mengalami penyakit yang aneh. Pendeta Kim (), yang kenal baik dengan Yong-shin, yakin bahwa Yong-shin kerasukan. Ia pun berniat untuk melakukan ritual eksorsis. Untuk itu, dia merekrut asisten, mahasiswa seminari yang tak lulus-lulus, Choi (), yang menyimpan trauma masalalu. Berdua, mereka berusaha menyelamatkan Yong-shin. Tapi praktik eksorsis adalah sesuatu yang dianggap menyalahi gereja, sehingga mereka harus melakukannya diam-diam. Selain itu, roh jahat yang merasuki tubuh Yong-sin juga kuat

the priests

the priest2

Hmm, sulit untuk berkomentar pada film semacam ini karena ya itu tadi, saya tak pernah cukup menyukai jenis film seperti ini yang menurut saya, ceritanya tidak masuk akal. Tapi secara sinematografi blabala, film ini sepertinya cukup digarap dengana baik. Dan yah untuk akting, semuanya bermain dengan pas. Saya melihat ini semacam ‘refreshing’ atau variasi peran dari atau yang selama ini hampir selalu main di film-film serius.

The priest5
So, bagi yang tak keberatan dengan genre film semacam ini, silakan ditonton.

Cast:
m – Pendeta Kim
– Choi
Park So-Dam – Young-sin
Kim Eui-Sung – Kepala Pendeta
Son Jong-Hak – Monsignor
Lee Ho-jae – Pendeta Jung
Kim Byung-ok – Prof. Park

Judul: The Priests/ Black Priests/ Geomeun Sajedeul (검은 사제들)
Sutradara/Penulis: Jang Jae-Hyun
Produser: Baek Ji-Sun, Song Dae-Chan, Oh Hyo-Jin, Lee Yoo-Jin
Sinematografi: Go Nak-Sun
Rilis: 5 November 2015
Durasi: 108 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar