Arsip

Posts Tagged ‘Kim Tae-woo’

Woman on the Beach

Joong-rae (), adalah seorang sutradara film. Suatu hari, ia mengajak teman sekaligus koleganya, Chang-wook (), menemaninya pergi ke pantai untuk menyelesaikan naskah. Chang-wook sudah menikah, tapi ia mau pergi asal bisa mengajak pacarnya, Moon-sook (). Jung-rae pun setuju.

woman on the beach1

Bertiga, mereka pergi ke pantai. Moon-sook adalah perempuan cantik dan menarik. Joong-rae pun kemudian mencoba menarik perhatian Moon-sook dan Moon-sook yang sepertinya menyadari posisinya sebagai selingkuhan Chang-wook, menerima sinyal-sinyal Joong-rae. Tapi ketika hubungan mereka sudah semakin dalam, Joong-rae kemudian bersikap aneh dan dingin pada Mansook. Mereka pun kemudian kembali ke Seoul dan Moon-sook menelan kecewa.

woman on the beach2

woman on the beach3

Dua hari kemudian, Joong-rae kembali ke pantai karena tak bisa melupakan Moon-sook. Di sana kemudian ia bertemu dua orang perempuan yang salah satunya berwajah mirip Mansook. Sun-hee. Joong-rae pun melakukan pedekate pada Sun-hee. Sun-hee sedang dalam proses pereceraian dengan suaminya, dan menerima ajakan Joong-rae. Ketika sedang berduaan Moon-sook datang dan ingin kembali pada Joong-rae. Diketahui kemudian kalau Joong-rae mempunyai hubungan yang traumatis dengan mantan istrinya. Sebelum menikah, mantan istrinya ternyata selingkuh dengan sahabatnya. Karenanya, Joong-rae selalu gagal ketika ingin membangun hubungan baru.

woman on the beach5

Joong-rae dan Moon-sook kembali bersama. Moon-sook menemani Joongrae yang sedang menyelesaikan naskahnya. Tapi kemudian hubungan mereka diwarnai pertengkaran karena Moon-sook tahu kalau Joongrae sudah tidur bersama Sun-hee. Di tengah suasana yang tidak mengenakan karena bertengkar dengan Moon-sook, Joong-rae justru mendapat inspirasi dan berhasil menyelesaikan naskahnya. Tapi ia dan Moon-sook kembali bertengkar dan Joong-rae memutuskan kembali ke Seoul.

woman on the beach6

Moon-sook tinggal di hotel sendirian, merenung semalaman. Keesokan harinya, ia bangun dengan wajah cerah di wajahnya. Ia mengembalikan dompet Sun-hee yang tertinggal di kamar Joong-rae. Joong-rae menelponnya, meminta maaf dan menyatakan bahwa ia mencintai Moon-sook. Moon-sook hanya tersenyum menanggapi ucapan Joong-rae dan mengatakan bahwa ia tak terlalu suka lelaki Korea.

Film ditutup dengan adegan Moon-sook meninggalkan pantai dengan wajah sumringah.

woman on the beach8

Hmm, yah, sebenarnya saya tidak bisa dikatakan menggemari film-film , tapi anehnya, saya selalu tertarik untuk menonton film-filmnya. Meski tema-nya mirip-mirip, tapi tetap enak diikuti. Ceritanya terasa lugas, tidak bermanis-manis, tapi kadang juga terkesan absurd. Di sini, lagi-lagi ia mengetengahkan cerita tentang rumitnya hubungan antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam budaya Korea yang misoginis. Seperti biasa, tokoh-tokohnya tak jauh-jauh dari sutradara film yang berkepribadian rumit, flamboyan dan maskulin. Tapi satu hal yang selalu menarik dari film-film Hong adalah, meski sosok para lelaki digambarkan dominan, tapi pada akhirnya, si perempuan lah yang ‘menang’.

Note:
Menonton film-film Hong tak urung membuat saya berpikir bahwa tokoh-tokoh utamanya adalah personifikasi dirinya. Belakangan, Hong diketahui menjalin hubungan dengan aktris , padahal dia masih berstatus sebagai seorang suami. Dan yah, saya kemudian membayangkan bahwa memang pemikiran Hong tentang perempuan dan hubungan sepertinya memang seperti tokoh-tokoh dalam film-filmnya. Terlepas dari setuju tidak setuju, tapi kadang seperti itulah kehidupan para seniman dengan pikiran-pikiran ‘absurd’nya.

Cast:
– Sutradara Kim Joong-rae
– Won Chang-wook
– Kim Moon-Sook
Song Seon-Mi – Choi Sun-Hee
Choi Ban-Ya – temannya Sun-hee

Judul:Woman on the Beach /Haebyeonui Yeoin (해변의 여인)
Sutradara/Penulis:
Astradara: Lee Kwang-Kuk
Rilis: 31 Agustus 2006
Durasi: 127 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Memories of the Sword

Maret 6, 2016 Tinggalkan komentar

Di masalalu, ada tiga pendekar pedang yang terkenal. Seol-rang (), Deok-ki ( ) dan Poong-chun (). Mereka bersama-sama memiliki idealisme untuk menegakkan keadilan. Namun semua itu hancur ketika Deok-ki berkhianat dengan membunuh Poong-chun. Seol-rang yang merupakan kekasih Deok-ki, dihadapkan pada pilihan dilematis ketika diminta untuk membunuh putri Poong-chun yang masih bayi, Seol-hee. Hubungan cinta keduanya pun kandas. Deok-ki yang berubah nama menjadi Yoo-baek, menjadi pejabat istana yang haus kekuassaan. Sementara Seol-rang didera rasa bersalah, menjadi buta dan hidup mengasingkan diri sembari membesarkan seorang anak yang disebutnya sebagai Seol-hee ().

Memories of the Sword5

Deok-ki berambisi untuk merebut istana Muryung. Ia pun menggunakan segala cara termasuk membunuh temannya sendiri, Jon-bok ( ), untuk mencapai keinginannya. Di sisi lain, tiba-tiba muncul seorang pendekar muda perempuan yang mengingatkannya pada Seol-rang. Jauh-jauh hari, Seol-rang memang sudah mengingatkannya, bahwa suatu hari nanti ia akan tewas dibunuh oleh Seol-hee yang ia aku masih hidup. Tapi benarkah?

Memories of the Sword4Memories of the Sword

Well, sebuah film yang mencoba memadukan silat dan drama. Mirip-mirip film-film wuxia China seperti Hero atau House of Flying Daggers…. Dan saya selalu memiliki ketertarikan tersendiri dengan film-film semacam ini. Selain karena gambar-gambarnya yang indah, juga selalu ada dramanya. Meski sebenarnya dramanya tak jauh-jauh dari cinta dan kekausaan, sebenarnya. Meski saya sudah menduga endingnya seperti apa, film ini cukup rapi menyajikan plotnya sehingga tetap enak diikuti hingga akhir.

Memories of the Sword2Memories of the Sword3

Bagi penggemar film silat mungkin film ini agak terlalu cengeng, tapi overall, saya menyukainya. Apalagi didukung aktor-aktor Korea terbaik. Di jajaran senior, ada , , Lee Kyoung-young dan yang selalu berakting maksimal. Sementara untuk aktor muda, ada Juga dan . sendiri, meski pendatang baru memang langsung melejit dengan film-filmnya yang qualified dan kemampuan aktingnya juga patut diacungi jempol. Hanya saja sedikit mengusik saya, karena sebelumnya saya nonton Kim di Coin Locker Girl dan karakter yang dimainkannya berikut jalan cerita karakternya dari kedua film ini agak mirip (anak yang berseteru dengan ibunya). Tapi tidak sampai mengganggu kok. Sementara ? Well, seperti aktor jebolan boyband lainnya, saya agak underestimate dengannya, tapi setelah melihat aktingnya di  dan juga di film ini, untuk kesekian kalinya harus saya akui bahwa idol-idol Korea ini memang tidak bisa diremehkan karena beberapa dari mereka, selain tampang oke, juga punya bakat akting yang oke. Silakan tonton.

Cast:
– Yoo-baek/ Deok-ki
– Wol-so/Seol-rang
– Seol-hee
– Yool
– Guru
– Jon-bok
– Poong-chun
Kim Soo-Ahn – Goo-seul
Moon Sung-Geun – Lee Ui-myung
Kim Young-Min – Raja
Sung Yoo-Bin – Gamcho

Judul: Memories of the Sword/ Female Warrior: Memory of Sword/ Hyubnyeo, Kalui Kieok (녀, 칼의 기억)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Choi A-Reum
Produser: Lee Dae-Hee, Kim Hyun-Chul, Jung Geum-Ja, Kim Joo-Kyung
Sinematografi: Kim Byung-Seo
Rilis: 13 Agustus 2015
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Quick

Maret 10, 2015 Tinggalkan komentar

Han Ki-soo ((), seorang pemuda yang suka motor-motoran. Beberapa tahun yang lalu ia memutuskan pacarnya, Choon-sim tanpa sebab yang jelas dan membuat Choon-sim nangis bombay.
qck3

qck2
Sekarang Ki-soo bekerja sebagai petugas pengantar barang sementara Choon-sim sudah sukses jadi anggota girl band dan ganti nama jadi Ah-rom. Suatu hari, Ki-soo diminta mengantarkan barang oleh klien yang misterius. Dalam perjalanan, Choon-sim yang hendak manggung, mencegatnya minta boncengan. Siapa sangka barang yang harus diantarkannya ternyata adalah… bom! Dan Ki-soo juga tidak bisa melarikan diri karena bom juga dipasang di helm yang kemudian dikenakan Choon-sim. Berdua, mereka pun harus berkejar-kejaran dengan waktu mengantarkan paket tersebut.
qck45
Di sisi lain, mereka juga dikejar-kejar oleh polisi dibawah Kim Myung-sik (), teman sekaligus bebuyutan Ki-soo dalam memperebutkan Choon-sim.

Aksi-aksi komediknya lumayan

Aksi-aksi komediknya lumayan

Sebuah film aksi yang mengetengahkan kebut-kebutan, kejar-kejaran, letusan bom… visual efek yang menegangkan lah. Tapi menjadi tidak terlalu menegangkan karena disisipi adegan-adegan komedik dari para pemainnya dan juga sedikit romance. Bagi saya sendiri, ide ceritanya agak terlalu “kejam” sih, karena usaha untuk menyelematkan diri di sini tapi berarti menyebabkan kematian banyak orang. Meski dalam kehidupan nyata, mungkin kita juga akan melakukan hal seperti itu kalau jadi Ki-soo, tapi ini kan film seharusnya sang penulis cerita bisa memikirkan pemecahan yang lebih menyenangkan lah. Whatever, kalau suka film aksi semacam ini silakan tonton 🙂

quick

Cast:
– Han Ki-soo
Gang Ye-Won – Choon-sim/ Ah-rom
 – Kim Myung-sik

Ko Chang-Seok – Detektif Seo
 – Jung In-hyuk
Joo Jin-Mo Ketua Kim
 – Kim Joo-chul
Song Jae-Ho – Kwak Han-soo
 – Park Dal-yong
 – Junichi Watanabe

Judul: Quick/ Qwik (퀵)
Sutradara:
Penulis: Park Soo-Jin
Produser: Yoon Je-Kyun
Sinematografi: Kim Young-Ho
Rilis: 21 Juli 2011
Durasi: 115 menit
Produksi: JK Film, CJ Entertainment
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

The Coast Guard

Januari 20, 2015 Tinggalkan komentar

Bagi saya, film-film  adalah film-film yang “aneh”. Dalam artian, film-filmnya bukan jenis yang akan saya sukai, tapi saya selalu penasaran untuk menontonnya. Termasuk film ini.
the coast guard
Film ini berkisah tentang pasukan tentara yang ditugaskan di perbatasan Korsel-Korut. Salah satu dari tentara itu adalah Prajurit Kang ( ), yang sejak awal terlihat memiliki emosi yang tak stabil. Ia memiliki pengabdian yang nyaris membabi buta pada pekerjaannya dan obsesinya adalah menangkap mata-mata.
cg
Hingga suatu malam, ketika sedang berjaga, ia melihat bayangan di kegelapan dan tanpa pikir panjang, langsung mengokang senjata. Siapa sangka, ternyata yang ia tembak adalah penduduk sipil, sepasang insan yang sedang mabuk dan memadu berahi. Sang lelaki, Yan-gil, tewas seketika dan kekasihnya, Mi-young, menjadi gila.
cg4
Kang dirundung rasa bersalah. Emosinya menjadi semakin tak stabil. Ketika ia membuat semakin banyak kekacauan, akhirnya diberhentikan dan tentu saja, ia tak terima dan melakukan segala cara untuk mengacau. Para tentara yang memiliki tugas “besar” mengamankan negara pun kemudian justru akan serius dan kewalahan menangani seorang tentara gila. Sebuah pekerjaan yang konyol, tentu saja.
cg45
Hihi, khas film  yang keras dan ‘gila’. Agak berbeda dengan film-film Kim lainnya dengan dialog yang ngirit, film ini terkesan sangat berisik. Tokoh utamanya, Kang, bukan sosok pendiam seperti tokoh-tokoh utama  yang lain. Saya baca di internet, banyak kritik negatif terkait film ini terkait dengan plot dan logika cerita. Tapi menurut saya film ini tetap menyisakan perenungan setelah menontonnya.

cg0

Mungkin ini adalah salah satu kritik tentang keberadaan militer yang kadang pongah dan berlagak melakukan hal besar padahal nggak jelas fungsinya (agaknya militer dimana-mana sama saja, ya?). Dan ujung-ujungnya cuma melakukan hal-hal konyol. Mungkin juga kritik atas perseteruan Korut-Korsel yang dalam film ini sering diperlihatkan dalam peta di lapangan permainan bola voli para tentara. Perseteruan dua negara itu, juga sama konyolnya. Tak ubahnya perang dengan teman sendiri (di sini diwakili sosok Kang) atau juga dengan para penduduk sipil.

Cast:
 – Kang
Park Ji-a – Mi-young
Kim Jung-hak –  Kim
 – Cheol-gu
Jeong Jin– So Cho-jang
Kim Ku-Taek – Sergeant Jang
– Private Jo
 – Private Seo

Sutradara/Penulis:
Produser: Kim Dong-joo, Lee Seung-jae
Sinematografi: Baek Dong-hyeon
Editing: Kim Seon-min
Distributor: Korea Pictures, Cineclick Asia
Rilis: 22 November 2002
Durasi: 94 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Karlovy Vary International Film Festival 2003
– FIPRESCI Prize – (For the strong and innovative depiction of the illusion of power which destroys humanity)
– Netpac Award ( )
– Town of Karlovy Vary Award ( )
– Nominasi: Crystal Globe ( )

The Pirates

Desember 21, 2014 Tinggalkan komentar

Jang Sa-jung (), seorang prajurit kerajaan yang suka bertindak semaunya. Tak setuju dengan kebijakan kerajaan, ia memutuskan membelot dan kemudian membentuk kelompok bandit di hutan. Anggotanya hanya beberapa orang, itupun dipenuhi orang-orang setengah ‘gila’, seperti dirinya. Ketika kerajaan mengadakan sayembara menangkap paus yang telah menelan stempel kerajaan, mereka pun melakukan segala cara untuk melakukannya.

Kim Nam-gil yang jadi penyamun yang sedikit sableng ala Jack Sparrow

Kim Nam-gil yang jadi penyamun yang sedikit sableng ala Jack Sparrow

So-ma () adalah pemimpin bajak laut, Black Crow. Ia adalah bajak laut yang kejam dan haus kekuasaan. Dalam hal ini, ia bertentangan pendapat dengan Yeo-wol (), bajak laut perempuan yang tak setuju dengan kekedan kemudian bersama pengikutnya, membentuk kelompok bajak laut tersendiri. Hal yang membuat So-ma berang dan berniat untuk menghancurkannya. Di sisi lain, Yeo-wol bersahabat dengan para paus.

Son Ye-jin, si kepala bajak laut perempuan. Hmm, boleh juga aktingnya

Son Ye-jin, si kepala bajak laut perempuan. Hmm, boleh juga aktingnya

Empat kelompok ini pun kemudian akan bertemu di lautan, saling serang dan berebut kekuasaan.

Lee Kyoung-young yang selalu total

Lee Kyoung-young yang selalu total

Pirates of the Carribean versi Korea? Hihi…yah,mungkin bisa dibilang begitu. Tidak bisa disamakan tentu saja, tapi karakter Sa-jung yang agak ‘gila’ adalah karakter yang mau tak mau mengingatkan saya pada si Kapten sableng, Jack Sparrow, meski tentu saja perbandingannya cukup jauuuh. Dan hal ini, terus terang agak mengganggu karena saya cukup mengidolakan Jack Sparrow 😦

Ada idol "Sulli" yang jadi pemanis

Ada idol “Sulli” yang jadi pemanis

Ceritanya sendiri begitu-begitu saja, dan sepertinya memang film ini lebih ingin menonjolkan kecanggihan sinematografi, visual effect bla-bla, yang menurut saya, cukup berhasil. Action dan adegan-adegan peperangan di lautan, terlihat cukup meyakinkan. Untuk kesekian kalinya, saya harus mengakui kalau industri perfilman Korea Selatan agaknya memang semakin digarap dengan serius. Tapi bagi yang mementingkan cerita, film ini terasa agak kering. Afterall, lumayanlah.
prt2
Cast:
 – Jang Sa-jung
– Yeo-wol
Yoo Hae-jin – Cheol-bong
 – So-ma
 – Han Sang-jil
 – Mo Heung-gap
Park Chul-min – Biksu
Jo Hee-bong -Oh Man-ho
 – Heuk-myo
 – Jeong Do-jeon

Judul: The Pirates/Haejeok: Badaro Gan Sanjeok (해적: 바다로 간 산적)
Sutradara: Lee Seok-hoon
Produser: Im Young-ho, Chun Sung-il
Penulis: Chun Sung-il, Choi Yi-young
Musik: Hwang Sang-jun
Sinematografi: Kim Young-ho
Distributor: Lotte Entertainment
Rilis: 6 Agustus 2014
Durasi: 130 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Grand Bell Awards 2014:
– Best Actress (), )
– Best Supporting Actor (Yoo Hae-jin)
– Nominasi: Best Cinematography, Best Art Direction, Best Costume Design, Best Lightiing, Techincal Award

Busan Film Critics Awards 2014:
– Best Actor ()

God Gift’s – 14 Days

Baru menyelesaikan God Gift’s 14 Days. Sebenarnya, sejak pertama tahu berita di internet kalau drama ini akan dibintangi  (ehm, untuk kesekian kalinya saya bilang dia adalah aktor favorit  saya ^_^ ) dan (meski bukan favorit tapi saya cukup suka aktingnya), langsung masuk daftar list harus tonton. Dan selama masa tayang di negara aslinya sono, saya terus memantaunya dan semakin penasaran karena membaca review2 yang hampir semuanya positif di internet. Tapi karena ini drama seri, ketika kemudian mendapat file episode yang komplit, saya butuh beberapa waktu untuk meluangkan waktu menontonya.

GG14D

Soo-hyun ( ) seorang ibu dari Saet-byul ( ), seorang anak perempuan yang cute dan sebagaimana umumnya anak-anak, agak keras kepala dan cengeng. Saet-byul sangat mengidolakan Tae-oh (), vokalis band rock, Snake. Soo-hyun sangat menyayangi Saet-byul. Sehari-hari Soo-hyun bekerja sebagai wartawan di sebuah stasiun TV. Suaminya Ji-hoon, seorang pengacara sukses dan terlihat ambisius. Karena kesibukan bekerja Soo-hyun dan suaminya, pengasuhan Saet-byul sebagian diserahkan kepada seorang pengasuh.

Jo Seung-woo, yeay!  ^-^

Jo Seung-woo, yeay! ^-^

Ki Dong-chan(), seorang detektif yang menyimpan banyak kepahitan dari hal-hal tak menyenangkan di masa lalu. Ia jadi orang yang sinis dan cenderung temperamen. Sehari-hari ia menjalankan kantor kecil bersama dua temannya, Byung-tae si ahli IT dan Jenny yang berwajah penggoda. Sebelumnya, Dong-chan bekerja di kepolisian, tapi setelah sebuah kejadian yang sepertinya meninggalkan luka mendalam baginya, ia berhenti. Kakaknya yang mengalami keterbelakangan mental, Hong-do, masuk penjara karena didakwa atas pembunuhan pacar Dong-chan, Soo-jung dan Dong-chan menjadi saksinya. Ia pun kemudian nyaris tak pernah menemui ibunya yang tua dan janda serta sepupunya yang juga terbelakang, Yung-gyu.

Baro yang menunjukkan kualitas aktingnya sebagai seorang pemuda retarded

Baro yang menunjukkan kualitas aktingnya sebagai seorang pemuda retarded

Sementara itu, di luar sedang heboh atas terjadinya serangkaian pembunuhan oleh pembunuh berdarah dingin. Dua perempuan tewas berturut-turut. Dan puncak semua itu adalah dengan diculiknya Saet-byul, entah apa motifnya dan yang lebih tragis adalah bahwa Saet-byul kemudian ditemukan tewas di danau. Dia hari yang sama, pemerintah yang baru menetapkan hukuman mati pada para pelaku pembunuhan dan Dong-ho salah satunya.

Kematian Saet-byul sangat mengguncang kehidupan Soo-hyun. Ia tak bisa menerima kematian anaknya. Maka pada suatu hari, ia berdiri putus asa di pinggir danau tempat mayat anaknya ditemukan, berniat untuk bunuh diri. Di sudut lain danau, Dong-chan tengah dikeroyok beberapa preman dan dengan badan terikat siap dilemparkan ke dalam danau. Mereka terjun ke dalam air nyaris bersamaan. Dan dari situlah keajaiban terjadi. Dong-chan berhasil menyelematkan Soo-hyun dan ketika mereka kembali ke daratan, mereka menemukan bahwa waktu berputar balik pada 14 hari sebelum hari kejadian.

No Min-woo sebagai Tae-oh, si rocker, not bad,

No Min-woo sebagai Tae-oh, si rocker, not bad,

Soo-hyun yang telah melihat kejadian selama 14 hari ke depan: kematian dua perempuan dan terutama penculikan Saet-byul, pun berusaha melakukan segala cara untuk mencegahnya terjadi. Tapi bagaimana? Pertama dia harus mencari calon penculik. Ia meminta tolong suaminya, melapor ke polisi, tapi siapa yang mau mempercayainya? Hmm, Dong-chan tentu saja karena dia satu-satunya orang yang mengalami kejadian yang sama. Tapi kenapa Dong-chan? Apa hubungannya dia dengan semua misteri penculikan itu? Karena abangnya? Atau ada hal yang lebih besar?

Whooa…sungguh misteri yang membuat penasaran. Dan misteri demi misteri terus bergulir dari episode ke episode. Satu misteri terkuak, masih ada misteri lain yang saling jalin menjalin. Soo-hyun dan Dong-chan kemudian bekerja bersama-sama mencari kepingan kepingan puzzle untuk menyelamatkan Saet-byul dengan mencari si penculik.

GG14Da

Sebuah drama Korea dengan cerita yang berbeda dan agak keluar dari mainstream yang romance minded. Alih-alih, ini adalah tentang sebuah thriller yang dijalin begitu rapi dan solid dari awal hingga akhir. Dan tenang saja, meski kesannya berat, sang sutradara dan penulis cerita cukup piawai membuatnya tetap enak dinikmati. . Meskipun cerita tentang kriminal, tapi unsur dramanya tetap kuat karena melibatkan hubungan-hubungan antar manusia yang ‘humanis.’ Tentang keluarga (kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya), sedikit politik (kepicikan demi mempertahankan kekuasaan), persaudaraan, persahabatan…Romance? Hmm, sedikit sekali tapi saya pikir porsinya sangat pas. Dalam waktu 14 hari dan situasi menegangkan begitu, romance justru jadi akan terkesan picisan.

GG14Di

Humor-humor kecil dan orisinal muncul di bagian-bagian tertentu membuat cerita terasa lebih cair (cara memaki Dong-chan, hubungannya dengan teman-temannya: Hoo-kook, Byung-tae, Jenny, hubungannya dengan Pak Tua) juga momen-momen kecil yang indah (Dong-chan dengan Soo-hyun dan terutama Saet-byul, Saet-byul dan Yung-gyu).

GG14D8

Dan tentu saja, para cast-nya yang bermain dengan sangat baik. dan  memerankan karakternya dengan gemilang, terutama , karakter dengan banyak dimensi (saya senang karena ternyata meski mulai bermain di drama, sepertinya ia cukup selektif memilih peran dan berharap akan terus seperti itu ke depannya. Hmm, love him more 🙂 ). Lalu ada  yang bermain menggemaskan sebagai Saet-byul, yang jadi si terbelakang Yung-gyu (hmm, agaknya saya harus memperbaiki persepsi saya tentang para idol Korea yang ternyata tidak sekadar jual tampang).

Love this scene :)

Love this scene 🙂

  yang jadi suaminya Soo-hyun : lelaki dengan banyak ambisi tapi juga bukan sosok yang jahat,Woo-jin, lelaki yang sebenarnya baik tapi dikalahkan oleh kepengecutannya. Trio ‘pembela’ Dong-chan: Hoo-kook, Byung-tae, Jenny yang memiliki kesetiaan mengharukan pada ‘hyung’ dan oppa-nya. Semuanya memerankan karakternya dengan sangat baik dan meski hanya sebagai pendukung, tapi memberi nyawa pada drama ini. Bahkan juga karakter para kriminal: Cha Bong-sub, Jang Man-soek, Si Tangan Bertato,Tae-oh, Pak Tua…

Sebuah drama bergenre misteri yang nyaris sempurna! Recommended!

Note:
Saya sangat menikmati drama ini. Tapi satu-satunya hal yang agak menganggu adalah bagian endingnya (sorry sedikit spoiler). Bagian endingnya berakhir begitu saja, tanpa ada konklusi yang jelas. Saya tak keberatan dengan ending yang ‘terbuka’ tapi ending drama ini sendiri lebih tepat dibilang ‘kabur’ daripada terbuka. Dan itu rasanya menyebalkan!
GG14Dh
Apakah kematian akan tetap terjadi seperti yang dikatakan peramal di awal: salah satu dari dua orang akan mati? Saet-byul atau Dong-chan? Lantas apa gunanya semua usaha keras yang dilakukan Soo-hyun dan Dong-chan selama 14 hari jika tidak bisa mengubah keadaan? Rasanya tidak adil dan sia-sia. Dan jika melihat bagaimana adegan menjelang ending, saya merasa tak masuk akal jika Dong-chan kemudian mati. Untuk apa dia mati?

Ada kilasan-kilasan masa depan  yang memberi sedikit petunjuk’baik’ ketika Dong-chan bergulat dengan pikiran-pikirannya Dong-ho yang bebas dari penjara dan dijemput 3 orang dengan siluette: Yung-gyu yang paling jelas, mungkin ibunya dan seorang lagi, Woo-jin kah atau Dong-chan? Tapi melihat tinggi tubuhnya saya sendiri berharap itu Dong-chan (Woo-jin lebih tinggi dari Yung-gyu).

GG14D5

GG14D6

Petunjuk kedua adalah ketika adegan penutup Dong-chan yang membacakan cerita pada Saet-byul tentang kisah sebuah pengorbanan yang seperti metafor kisah penyelamatan Saet-byul. Adegan ini mirip adegan ketika malam-malam Saet-byul minta dibacakan cerita itu di penginapan. Tapi terlihat latarnya berbeda (seperti di ruang terbuka), dan wajah Dong-chan tidak diperban. Apakah itu masa depan atau sekadar imajinasi? Tapi kalau melihat gambarnya yang begitu jelas itu adalah masa depan. Dan saya harap memang demikianlah yang dimaksudkan si penulis cerita: it’s happy ending!

Cast:
-Kim Soo-hyun
– Ki Dong-chan
– Han Ji-hoon
Jung Gyu-Woon – Hyun Woo-jin
– Han Saet-byeol

Kim Jin-Hee – Joo Min-ah (selingkuhan suaminya Soo-hyun)
Jung Hye-Sun – Lee Soon-nyeo (ibunya Dong-chan)
– Ki Young-gyu
    – Choo Byeong-ho (si Pak Tua)
Yeon Je-Wook – Wang Byung-tae
Han Sun-Hwa– Jenny
– Presiden Kim Nam-joon
Joo Jin-Mo – Lee Myeong-han
Ye Soo-Jung – Istri Presiden
-Tae-oh
Jung Eun-pyo – Ki Dong-ho
An Se-ha – Na Hoo-kook

Judul: God’s Gift – 14 Days/ Shinui Sunmool – 14il (신의 선물 – 14일)
Sutradara:
Penulis: Choi Ran
Tayang: SBS, 3 Maret – 22 Aprli 2014
Episode: 16
Bahasa/ Negara: Korea/Korea Selatan

The Face Reader

Nae-gyeong ( ) sebenarnya adalah keturunan bangsawan. Tapi karena ayahnya di masalalu melakukan pengkhianatan, ia dan keluarganya pun hidup sebagai rakyat jelata dan diasingkan. Sekarang, Nae-gyeong hidup miskin bersama adik iparnya yang setia, Paeng-heon () dan putranya, Ji-hyeong ( ), yang memiliki impian mengembalikan kehormatan keluarga dengan menjadi pegawai di istana.  Hal yang selalu ditentang Nae-gyeong karena keluarga pengkhianat akan dihukum jika ketahuan memasuki istana.

the face reader2

Nae-gyeong memiliki kemampuan sebagai Pembaca Wajah (Face Reader), suatau cara meramal dengan membaca wajah seseorang. Karena hal itulah, seorang pemilik rumah bordil kaya, Yeon-hong (), kemudian menawarinya untuk bekerja di tempatnya. Berpikir bahwa hal itu akan menghasilkan banyak uang, ia pun menerima pekerjaan itu. Di saat yang sama, anaknya memutuskan untuk pergi ke istana tanpa bisa ia cegah.

The Face Reader-0

Berkat kemampuannya, Nae-gyeong dijubeli pelanggan. Hingga suatu hari, ia diminta seorang pegawai kerajaan yang kebingungan mengadili seorang pelaku pembunuhan, untuk membaca wajah pelaku sebenarnya. Nae-gyeong berhasil melakukannya dengan baik. Nae-gyeong kemudian diminta Kim Jong-seo (), pegawai tinggi kerajaan, untuk membantunya. Tidak hanya itu, berkat kemampuannya pula, ia kemudian diminta membantu raja () yang sakit-sakitan untuk membantunya mengenali orang-orang yang berpotensi merebut kekuasaan. Hingga Raja meninggal, Nae-gyeong belum menemukan orang yang dimaksud.

the face reader

Sang Putra Mahkota yang masih kecil pun naik tahta. Para pengikut setia raja, sekali lagi meminta Nae-gyeong membaca wajah orang yang berpotensi merebut tahta. Dan ia pun menemukannya: Pangeran Soo-yang ( ) yang bengis, paman sang raja muda. Nae-gyeong berusaha menggunakan kemampuannya untuk melindungi Raja, tapi apa rupanya yang bisa dilakukan seorang rakyat biasa seperti dirinya?  Kekuatan orang-orang berkuasa terlalu besar untuk bisa ia hadapi.

The antagonist Prince Sooyang

The antagonist Prince Sooyang

Ini salah satu film yang mendapat penghargaan sebagai film terbaik di ajang penghargaan Daejong Film Awards. Hal yang membuat saya di awal begitu penasaran ingin menontonnya. Seperti apa sih ‘film terbaik’ itu? Sudah sering saya katakan bahwa saya nggak paham soal sinematografi bla-bla…tapi saya pikir, saya paham kenapa film ini mendapat penghargaan tersebut. Dari segi cerita, tentu bukan hal yang baru, mengetengahkan perihal perebutan kekuasaan. Tapi penggunaan tokoh utama seorang peramal, Pembaca Wajah, adalah hal yang menarik. Dan memang ada sesuatu dalam film ini yang terasa sangat kuat. Plotnya padat tapi juga cair dan konfliknya begitu intense sehingga membuat penonton ingin penasaran dan bertanya-tanya ‘apa yang akan terjadi berikutnya dan berikutnya’?

Wanrna=warnanya sophicasted

Wanrna=warnanya sophicasted

Meski inti ceritanya cukup berat, tapi sang sutradara bisa meramunya sedemikian rupa sehingga tetap terasa mudah dicerna dan sangat tidak kering (. Lalu, tentu saja, sebuah film adalah sebuah tontonan visual dan saya rasa film ini berhasil menyajikan tontonan visual yang memuaskan dengan gambar-gambarnya yang sangat enak dipandang mata. Bukan sesuatu yang indah permai atau sangat berwarna ala sutradara film-film kolosal China seperti Zhang Yimou atau Ang Lee, tapi sesuatu yang terasa lebih natural tapi juga terasa ‘fresh’.

Closing scene yang memunculkan bayak penafsiran

Closing scene

Dan soal akting, tentu saja tak ada yang perlu dipertanyakan karena film ini bertabur para aktor papan atas Korea yang tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya: , yang selalu cocok untuk peran apa saja, yang mampu memainkan sosok antagonis, Pangeran Soo-yang yang bengis dengan sangat baik, sebagai Paeng-heon yang lugu dan sensitif, aktris senior , si gisaeng…Sedikit ‘pemanis’ adalah aktor muda dan ‘Pangeran Drama,’ yang meski tak buruk, tapi juga tak terlalu mengesankan (menurut saya, dia terlalu ‘drama’).
Well, pada dasarnya, saya saya setuju kalau film ini dinobatkan sebagai salah satu film terbaik!

Cast:
– Nae-gyeong
– Pangeran Sooyang
– Yeon-hong
– Kim Jong-seo
– Paeng-heon
– Jin-hyeong

Jeong Gyu-Su – asistennya Yeon-hong
– Raja Munjong
– Putra Mahkota
Kim Ui-sung – Han Myung-hoi
Lee Do-yub– Kim Seung-kyu

Judul: The Face Reader / Physiognomy / Gwansang (관상)
Sutradara:
Penulis: Kim Dong-Hyuk
Produser:Kim Woo-jae, Yu Jeong-hun, Ju Pil-ho
Sinematografi: Go Nak-seon
Musik:      Lee Byung-woo
Rilis: 11 September 2013
Durasi: 139 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

Awards:
Grand Bell Awards 2013:
– Penghargaan untuk: Best Film, Best Director ( ), Best Actor ( ), Best Supporting Actor ( ), Best Costume Design (Shim Hyun-sub), Popularity Award ( )
– Nominasi untuk: Best Supporting Actor (), Best Screenplay (Kim Dong-hyuk), Best Cinematography (Go Nak-seon),
Best Art Direction (Lee Ha-jun)

Blue Dragon Film Awards 2013:
– Penghargaan untuk: Best Supporting Actor (Lee Jung-jae)
– Nominasi untuk: Best Film, Best Director: , Best Actor: , Best Supporting Actor: , Best Supporting Actress: , Best Screenplay: Kim Dong-hyuk, Best Cinematography: Go Nak-seon, Best Art Direction: Lee Ha-jun, Best Lighting: Shin Kyung-man, Lee Chul-oh

Korean Association of Film Critics Awards 2013:
-Penghargaan untuk: Best Actor ( ), Best Supporting Actor ( ), Best Music (Lee Byung-woo), CJ CGV Star Award ( )

KOFRA Film Awards 2014:
Penghargaan untuk: Best Supporting Actor ( )

Chunsa Film Art Awards 2014:
Nominasi untuk: Best Director: , Best Actor: Lee Jung-jae, Best Screenplay: Kim Dong-hyuk

Asian Film Awards 2014:
– Nominasi untuk Best Costume Design: Shim Hyun-sub

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar