Arsip

Posts Tagged ‘Kim Su-ro’

Master of Study

Sebenarnya, saya agak underestimate dengan drama-drama Korea bertema dunia sekolahan, karena seringkali ceritanya ya begitu-begitu saja. Tapi memutuskan untuk nonton drama ini setelah ‘ngeh’ kalau pemainnya adalah sederet aktor/aktris yang cukup saya favoritin, mulai dari dan , hingga trio muda berbakat: , dan .
GOSE01.mp4_000455753
yang memerankan sosok Pengacara Kang, bisa dibilang adalah tokoh utama drama ini. Ia adalah pengacara idealis, dan karenanya, seperti kebanyakan orang idealis, justru miskin secara ekonomi. Suatu hari, ia mendapat pekerjaan untuk membantu menyelesaikan sebuah kasus sengketa sebuah sekolahan, SMA Byeong-Mun, yang terancam ditutup. Sekolah ini dikenal sebagai SMA buangan karena berisikan murid-murid dari kalangan bawah yang terkenal nakal dan bodoh. Tidak hanya itu, karena Kang ternyata adalah alumni sekolah itu dan melihat bahwa sekolahnya terancam ditutup, ia pun  merasa terusik.
GOSE01.mp4_002269305

GOSE03.mp4_000866192
Dengan jiwa martirnya, Kang kemudian bertekad untuk mencegap penutupan sekolah tersebut dengan memperbaiki reputasi sekolah itu. Caranya, dengan memasukkan enam murid agar lulus ujian masuk sebuah PT terbaik. Tentu saja, niatnya ini justru mendapat cemoohan, tidak hanya oleh para guru lain tapi juga murid-muridnya. Meski begitu, Kang tetap pantang menyerah. Dan setelah melakukan berbagai provokasi yang membakar semangat, dibantu salah seoran guru Bahasa Inggris yang berdedikasi, Han Soo-jung (), Kang berhasil ‘merayu’ enam murid untuk ikut kelas khususnya. Mereka adalah:. Hwang Baek-hyeon (), Kil Pul-ip (), Na Hyeon-jeong, Hong Chan-du () dan Oh Bong-ku.
GOSE02.mp4_000072813

GOSE01.mp4_002285165
Baek-hyeon adalah pemuda miskin yang hidup hanya dengan neneknya yang sudah renta, dan berpikir bahwa sekolah tinggi baginya tidak ada gunanya. Pul-ip tinggal dengan ibunya yang mengelola sebuah rumah karaoke, dan tidak pernah memiliki waktu kondusif untuk belajar. Bong-ku sebenarnya adalah anak kesayangan orang tuanya yang tidak terlalu pintar, tapi memiliki semangat dan ketekunan untuk belajar. Chan-du anak orang kaya yang seolah menjadi ‘duri dalam daging’ dalam keluarganya karena alih-alih rajin belajar, ia lebih suka menari, sementara orang tuanya ingin ia berprestasi secara akademik. Na Hyeon-jeong adalah ‘gadis nakal’ yang kesepian dan menemukan arti persahabatan bersama Baek-hyeon cs.
GOSE07.mp4_003208680

GOSE07.mp4_003427872
Demi mewujudkan obsesinya, Kang kemudian mendatangkan guru-guru eksentrik dan menempa keenam orang itu untuk belajar keras. Perlahan, keenamnya pun menemukan semangat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Yah, sedikit berbeda dengan drama-drama Korea kebanyakan, drama ini memang punya pesan moral yang sangat kuat. Ceritanya sangat fokus pada ‘belajar dan belajar’ dan menurut saya, cukup terlihat meyakinkan. Masing-masing pemainnya juga bermain apik. Saya senang melihat aktor-aktor muda di sini yang bermain sebagai diri mereka sendiri, dengan segala kepolosan sebagai murid-murid SMA yang biasa. Ceritanya juga memang sangat mereka, seusai dengan usia mereka.
GOSE09.mp4_002307763

GOSE08.mp4_000792965
Sayang, cerita dan akting yang bagus di sini, menurut saya tidak didukung dengan penyutradaan, yang terasa kurang ‘greget’ (heran juga karena justru sang sutradara dapat penghargaan di Baeksang, hehe). Plotnya kadang seperti tersendat-sendat dengan cerita yang kadang terasa terlalu kering. Penyajian adegan kegiatan belajar kadang terlalu mengambil banyak porsi sehingga rasanya kok malah seperti menonton tutorial belajar mengajar. Ya bagus saja sih, tapi rasanya ya itu, ceritanya jadi terasa kering. Padahal, menurut saya akan lebih bagus kalau drama ini lebih fokus pada eksplorasi masing-masing karakter dan juga interaksi humanis antar mereka. Dan yah, sedikit lebih banyak pemorsian cinta-cintaan ala anak SMA rasanya juga tak akan mengganggu cerita. Tapi overall, drama yang bagus, terutama dari segi cerita. Dan juga menyenangkan melihat akting aktor-aktor muda Korea, terutama trio , dan , yang di sini, benar-benar terlihat masih innocent.
GOSE13.mp4_003331969
Note:
Berdasarkan manga Jepang “Dragon Zakura” karya Mita Norifusa, juga sudah diadaptasi dalam dorama tahun 2005 (TBS).

Cast:
– Kang Seok-ho
– Han Soo-jung
– Hwang Baek-hyeon
– Kil Pul-ip
Oh Yoon-Ah – Jang Ma-ri
– Hong Chan-du
Park Ji-yeon – Na Hyeon-jeong
Lee Chan-ho – Oh Bong-ku
– Cha Ki-bong
Lee Byung-joon – Anthony Yang
Im Ji-eun – Lee Eun-yu
Shim Hyung-tak – Jang Yeong-sik

Judul: Master of Study/ Kongbu-ui Shin (공부의 신)
Sutradara: Yoo Hyun-Ki
Penulis: Mita Norifusa (manga), Yoon Kyung-Ah
Tayang: KBS2, 4 Januari – 23 Februari 2010
Episode: 16
Negara/Bahasa; Korea Selatan/Korea

Awards:
Awards
– PaekSang Arts Awards 2010: – Best New Director

Iklan

Our School’s E.T.

September 28, 2016 Tinggalkan komentar

Chun Sung-geun () adalah guru olahraga yang disiplin tapi agak bodoh. Ia mengajar dengan cara yang agak freak tapi sikapnya yang sangat baik, membuatnya dicintai murid dan teman-temannya, termasuk di kepala sekolah. Suatu hari, rekan sesama guru yang pendengki berusaha untuk mendepaknya. Si guru pendengki ini berhasil mempengaruhi komite sekolah untuk mengurangi pelajaran olahraga dan menambah pelajaran Bahasa Inggris. Dampaknya, Sung-geun pun terancam dipecat.

my-et6

Sung-geun yang terpaksa jadi guru Bahasa Inggris

Kepala Sekolah yang ingin Sung-geun tetap menjadi guru di sekolah itu, membujuk Sung-geun untuk ikut melamar jadi guru Bahasa Inggris. Tentu saja ini hal sulit karena Sung-geun tidak bisa Bahasa Inggris, ditambah lagi otaknya yang tak terlalu pintar. Tapi dengan dukungan teman-teman dan murid-muridnya, ia pun belajar keras untuk bisa Bahasa Inggris. Ada Song-yi (), murid terpintar di kelas yang kemudian membantunya belajar. Setelah kerja kerasnya, ia pun perlahan bisa menguasai Bahasa Inggris. Meski begitu, penolakan tetap saja terjadi dari para murid yang tak mempercayai kemampuannya.

my-et7

Park Bo-young yang memang selalu imut-imut

my-et10

Moon Chae-won

Hihi, sebuah film ringan yang sangat menghibur. Dikemas dengan balutan komedi, tapi tetap ada isinya. Ada beberapa bagian cerita yang terkesan tidak fokus dan tidak penting, tapi secara keseluruhan film ini enak ditonton.

my-et

Lee Min-ho. Not that handsome?

Saya sendiri penasaran sama film ini karena di sini bisa dibilang debutnya beberapa aktor yang sekarang menjadi bintang film papan atas Korea: , dan . Dan meski peran mereka hanya sebagai supporting, tapi memang sudah terlihat kalau mereka punya bakat berakting di sini.

my-et2

Cast:
– Chun Sung-geun
– Kepala Sekolah
– Han Song-yi
Baek Sun-hyun – Baek Jung-koo
– Oh Sang-hoon
– Lee Eun-sil
Kim Si-hyang – temannya Sang-hoon
– dokter (cameo)
Kim Sung-ryoung – Direktur Lee
Lee Chan-ho – Wook Ki-ho

Judul: Our School’s E.T. / Woolhakgyo ET (울학교 이티)
Sutradara: Park Kwang-Chun
Penulis: Lee Hyun-Chul, Choi Jin-Won, Lee Eun-Young
Produser: Park Bong-Soo, Choi Yong-Ki
Sinematografi: Choi Deok-Gyu
Rilis: 11 September 2008
Durasi: 120 menit
Studio: Courage Film
Distributor: SK Telecom
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

Ghost Sweepers

September 22, 2016 Tinggalkan komentar

Seperti judulnya, ini adalah tentang para pemburu hantu. Ada Master Park () masternya para cenayang, Park Suk-hyun (), seorang doktor yang mendalami dunia perhantuan. Shim-in  () biksu bermata satu yang memiliki penglihatan indra keenam. Seung-hee, si gadis peramal dan Wol -gwang, bocah yang bisa melihat masa depan. Selain itu, ada juga Chan-young (), wartawati yang ditugasi meliput ritual pengusiran hantu.
ghost-sweeper_poster
Ke-6 orang ini kemudian terlibat dalam sebuah pertarungan melawan hantu jahat yang berasal dari kapal tenggelam di dasar laut. Seiring waktu, mereka juga lebih mengenal satu sama lain dan menjadi tim yang kompak.

ghost-sweeper

Lee Je-hoon yang tak pernah mengecewakan

Hihi, ceritanya sih agak-agak tak masuk akal begitu. Dan alasan utama saya nonton film ini sebenarnya lebih karena ingin melihat aktingnya . Yah, sejak melihat aktingnya di beberapa film yang selalu memukau, saya selalu penasaran dengan aktingnya yang lain, yang sayangnya tak terlalu banyak mengingat dia sepertinya sangat selektif dalam memilih film. Dan meski film ini bisa dibilang tidak populer, tetap saja saya penasaran.

ghost-sweeper5

Tim pemburu hantu yang kompak

Dari segi cerita, memang tidak ada yang terlalu baru di film ini. Premis utamanya standar saja. Meski begitu, juga bukan film yang buruk kok. Dan menurut saya, yang menarik di sini  justru bukan cerita tentang perang melawan si hantu, melainkan karakter dan hubungan para pemburu hantu yang punya kisah tersendiri. Dan hal itu tentu tak lepas dari castingnya yang menurut saya cukup jor-joran memasang para aktor berkualitas. Selain , juga ada aktor senior , , ….. yang saya pikir memberi bobot lebih pada film ini. Dan tentang yang merupakan sumber utama penasaran saya, sama sekali tak mengecewakan. Meski di atas kertas mungkin karakternya terkesan biasa saja, tapi dia mampu menghidupkan sosok Park Suk-hyun sebagai karakter yang utuh dengan ekspresi-ekspersinya yang tak pernah gagal.
ghost-sweeper1
Sayangnya beberapa karakter tidak dipaparkan dengan gamblang (sosok Seung-hee si peramal dan Wol-gwang si bocah). Meski begitu, tetap menarik untuk ditonton kok.

Cast:
– Master Park
– Park Suk-hyun
– Chan-young
– Shim-in
Kim Yoon-hye – Seung-hee
Yang Kyung-mo – Wol-gwang
Lee Byung-joon – Ko-san

Judul: Ghost Sweepers / Fortune Tellers / Jeomjaengyideul (점쟁이들)
Sutradara: Shin Jung-Won
Penulis: Kwon Sung-Whee
Produser: Kang Myung-Chan
Sinematografi: Sung Seung-Taek
Rilis: 3 Oktober 2012
Durasi: 119 menit
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

Top Star

Desember 5, 2014 Tinggalkan komentar

Tae-sik () seorang asisten dan sopir bagi artis terkenal, Won-joon. Won-joon memperlakukannya dengan baik, tapi tetap saja, ada kesan meremehkan seorang yang merasa posisinya lebih di atas. Tae-sik meski kadang terusik, tapi selalu patuh dan penuh dedikasi melakukan pekerjaannya pada Won-joon.

PDVD_003
Hingga suatu hari, Won-joon terlibat kasus tabrakan yang mengancam karirnya. Demi menyelamatkan nama baiknya, Tae-sik rela menanggung kesalahannya dan dipenjara. Sebagai balas budi, Won-Joo kemudian mengajak Tae-sik ikut bermain dalam film.
PDVD_001
Tak disangka, karir Tae-sik menanjak. Dan popularitas membuatnya lupa diri, menjadikannya sosok yang ambisius dan sombong. Hal yang membuatnya justru tak bahagia dan ditinggalkan orang-orang baik dan tulus terhadapnya.
PDVD_010
Sebuah cerita yang sama sekali tak baru: tentang popularitas yang membuat orang lupa diri. Dalam kehidupan nyata, banyak memang yang seperti itu ya. Tadinya saya berharap ada sesuatu yang “baru” dalam film ini, tapi setelah menonton, terus terang agak kecewa sih karena ternyata ‘hanya’ begitu saja. Tidak buruk, tapi juga tidak terlalu berkesan.
PDVD_014
Cast:
 – Tae-sik
Kim Min-joon – Won-joon
 – Mi-na
 – Choi Kang-chul
Lee Jun-hyeok – manajernya Tae-sik

Judul: Top Star/ Topeseuta (톱스타)
Sutradara: Park Joong-hoon
Produser: Kim Seong-cheol, Park Joong-hoon
Penulis: Choi Seok-hwan, Park Joong-hoon
Musik: Lee Ji-su
Sinematografi: Jo Sang-yeun
Editing: Park Gok-ji
Produksi: Seum Production
Distributor: Lotte Entertainment
Rilis: 6 Oktober 6, 2013 (Busan International Film Festival)
Durasi: 114 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

I am The King

Februari 11, 2013 Tinggalkan komentar

Tak ada referensi apa-apa ketika lihat film ini. Judulnya nggak familiar. Tapi begitu melihat nama pemainnya, langsung penasaran: , si Pangeran Shin. Meski saya bukan penggemar Princess Hour, tapi saya cukup menyukai akting Ji-hoon di beberapa filmnya:  dan . Aktingnya cukup bagus di sana, karenanya saya pikir ini juga film yang cukup berkualitas karena memasang aktor berkualitas.

Pangeran Chungnyeong yang gk mau ambil pusing dg kerajaan

Pangeran Chungnyeong yang gk mau ambil pusing dg kerajaan

Film ini mengambil setting Korea jaman dinasti Joseon. Sang Raja sedang mempersiapkan calon penerus tahtanya, untunglah dia punya tiga putra. Tapi putra pertama yang digadang jadi putra mahkota, hobinya mabuk-mabukan dan main perempuan. Raja pun mendiskualifikasinya. Putra kedua tak bisa diharap karena sudah memutuskan jadi biksu. Harapan tinggal pada putra ketiga: si bungsu, Pangeran Chungnyeong (), yang manjanya minta ampun. Di atas semua itu, si putra bungsu ini sama sekali tak ingin menjadi raja. Ia lebih memilih kehidupannya yang tanpa beban dan berkutat dengan buku-buku. Karenanya, ketika ia diminta jadi putra mahkota, ia pun mencari cara untuk melarikan diri.

Di luar istana, ada seorang budak bernama Deok-chil () yang wajahnya sama persis dengan sang putra bungsu. Meskipun berangasan, tapi ia punya cinta yang tulus pada seorang putri bangsawan yang juga mencintainya. Karena keluarganya dianggap pengkhianat, sang putri kemudian dibawa ke istana untuk di penjara. Deok-chil ingin masuk ke istana demi menyelamatakan sang putri.

Deok-chil, si budak pecicilan

Deok-chil, si budak pecicilan

Kebetulan pun terjadi di suatu malam. Setelah berhasil membuat mabuk dua pengawal setianya, si putra bungsu memutuskan untuk melarikan diri. Ketika ia melompati tembok, di luar tembok ia bertemu budak yang mabuk. Demi mempermudah pelariannya, sang pangeran menukar bajunya dengan si budak. Maka, ketika sang pengawal menemukan si budak mabuk, meski kemudian tahu bahwa itu bukan sang pangeran, mereka memutuskan agar si budak memalsukan diri sebagai sang pangeran, sementara pengawal yang satunya mencari sang pangeran sungguhan.

Sang pangeran yang diduga budak pun diperlakuakn seperti budak di luar, sementara si budak menikmati kemewahan istana. Kejadian yang akan mengajarkan keduanya sebuah pengalaman hidup yang tak terlupakan.

Kocak :D

Kocak 😀

Cerita tentang tukar peran bukanlah cerita yang baru, tentu saja. Tapi jika diramu dengan baik tetap akan menjadi cerita yang menarik. Demikian halnya dengan I am the King. Latar Korea jaman dulu menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun bernuansa politik, tapi film ini jauh dari membosankan karena dipadu dengan komedi yang lucu dan menyegarkan, scene-scene dan dialognya nggak klise.  tentu juga menjadi nilai tersendiri. Dia menunjukkan kualitas akting yang bagus seperti biasa, nggak cuma sosok Pangeran cool tapi juga pangeran culun atau budak berangasan. Love him more, hehe. Recommended!

Cast:
 – Deok-chil (budak)/ Pangeran Chungnyeong
– Hae-koo
 – Hwang Goo
– Soo-yeon
– Hwang-hee
Park Yeong-gyu – Raja Taejong
– Shin Ik-yeok

Judul Lain: Naneun Wangyirosoyida (나는 왕이로소이다)
Sutradara: Jang Gyu-Sung
Penulis: Hwang Sung-Goo
Produser: Kim Won-Guk, Kang Young-Mo, Lee Sung-Jin
Sinematografi: Kim Dong-Cheon
Rilis: August 9, 2012
Durasi: 120 min.
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

S Diary

Oktober 18, 2012 Tinggalkan komentar

Setelah pertengkaran dengan pacarnya, Lim-chan ( ), yang mengatakan kalau caranya mencintai menyesakkan, Ji-ni  () mencoba berefleksi dengan membuka diary lamanya dengan cowok-cowok yang bernah singgah di hatinya.

s diary4

Di usia yang masih sangat muda, ia jatuh cinta dengan Jeong-seok (), pelatih koor di gereja yang kemudian meninggalkannya demi menjadi pastor. Kedua, Gu-hyeon, cowok sanguin yang kelihatan sangat mencintainya.Tapi itu pun tak berlangsung lama, karena tahu-tahu ketika sudah berhasil jadi polisi, Gu-hyeon memutuskan menikah dengan orang lain.

s diary

Dalam keadaan patah hati, Jini bertemu Yu-in (), pelukis jalanan kekanakan yang umurnya lebih muda darinya. Dan ini pun tak berlangsung lama. Karena Yu-in tanpa segan bermain dengan perempuan lain di depan matanya.

s diary3

Apa sebenarnya yang menyebabkan kisah cintanya tak berlangsung lama dan ia selalu jadi yang ditinggalkan? Love is not only about sex, mungkin itu yang ingin disampaikan sutradara melalui film ini. Film yang cukup menghibur, meski menurut saya nggak terlalu greget 🙂

Cast:

– Jini
– Jeong-seok
 – Gu-hyeon
 – Yu-in
 – Lim Chan
 – Ibunya Jini

Hangul: 에스 다이어리
Sutradara: Kwon Jong-kwan
Penulis: Kwon Jong-kwan, Park Seong-Hun
Produser: Hun-tak Jeong
Sinematografi: Chan Lim, Hun-kwang Kim
Rilis: October 22, 2004
Bahasa: Korea
Negara: Korea Selatan

Mr. Idol

September 2, 2012 Tinggalkan komentar

Awalnya, saya sempat agak underestimate: akh, paling ini film cuma menampilkan cowok-cowok bertampang imut ala boyband. Bayangan saya, mirip-mirip Dating on Earth, misalnya. Ceritanya paling juga klise, soal boyband-boyband-an. Tapi…

Ternyata Mr. Idol mengisahkan perjuangan perempuan berwajah jutek, Ms. Oh Goo-joo yang menangani sebuah boyband besar, Mr Children. Ketika salah satu anggotanya, sang vokalis meninggal setelah dilarang pacaran, grup pun berantakan. Ms. Oh memutuskan pergi ke luar negri untuk mengasingkan diri.

Si Jutek Ms Oh

Si Jutek Ms Oh

Beberapa waktu kemudian, ia pulang dan bertekad mengembalikan kejayaan Mr Children. Bersama rekan kerjanya yang setia, Park Sang-sik dan dengan modal seadanya, ia mulai mengumpulkan anggota Mr. Children yang tercerai-berai dan meng-casting anggota baru untuk posisi lead vokal.

Secara tak sengaja, ia bertemu Yoo-jin, yang seperti biasa, sejak kesan pertama kurang impresif, seorang cowok miskin yang sehari-hari kerja serabutan ini itu. Di atas semua itu, Yoo-jin menyukai musik dan bermimpi untuk menjadi penyanyi. Di sela-sela waktu, ia bersama teman-temannya punya band underground yang nggak laku.

Yoo-jin yang keren

Yoo-jin yang keren

Setelah melihat penampilan Yoo-jin, Ms. Oh menawarinya untuk casting. Awalnya, Yoo-jin menolak mentah-mentah karena idealismenya sebagai anak band, bukan boyband. Namun karena desakan keuangan (selalu begitu 😦 ) dan Ms Oh yang terus mengejarnya, ia akhirnya memutuskan untuk gabung dengan Mr Children.

 

Karena sudah terpuruk, Mr Children harus membangun karir dari awal. Manggungnya juga sembarangan, di rumah sakit, di taman kota, acara sekolah…pokoknya Mr Children itu boyband yang merakyat banget deh, hihi. Hingga akhirnya mereka mencapai popularitasnya. Tapi tentu saja, berbagai persoalan mulai muncul dan siap meretakkan Mr Children.

mr idol

Setelah menonton film ini, saya harus meralat ke-underestimate-tan saya di awal. Film ini digarap dengan bagus. Kesan sinematisnya cukup kental. Meski secara garis besar cerita, mungkin nggak baru karena banyak film punya cerita serupa: jatuh bangunnya sebuah grup musik membangun karir. Tapi mungkin yang membuatnya agak berbeda adalah karena ini menceritakan tentang boyband, bukan band.

mr idol4

Film ini juga agaknya dimaksudkan untuk menanggapi kritik ketika banyak orang meremehkan boyband. Seperti yang dikatakan melalui tokoh Yoo-jin yang awalnya ogah jadi anak boyband: any music is great. if i can enjoy singing it and also make you happy. Yah, musik, selama itu membuat orang senang mendengarnya, nggak buruk. Apapun itu bentuknya (walaupun saya tetap underestimate sama beberapa boyband yang cuma ngandalin tampang doang : ) )

Note:

Untuk casting film ini sendiri cukup menjanjikan.  (yang jadi Yoo-jin) memang bisa bermusik sungguhan. Dia mengawali kariernya sebagai musisi dan sampai sekarang masih jadi gitaris di band-nya, The Nuts.

Yang kedua, adalah  (Park Jae-beom), eks. leadernya boyband 2PM dan sekarang sudah bersolo karier. Meski aktingnya di film ini dia biasa aja, tapi yah tentu saja sangat meyakinkan sebagai anak boyband 🙂

Jay Park yang memang penyanyi betulan

Jay Park yang memang penyanyi betulan

Lalu juga ada Kim Randy dari hiphpo grup Electro Boyz.

 

Cast:
– Oh Goo-joo
– Lee Yoo-jin
– Sa Hee-moon
Lim Won-hie – Park Sang-sik
Park Jae-beom () – Jio
Jang Seo-won – Hyun-yi
U-Kiss – Wonder Boys (cameo, band saingannya Mr Children)
Lee Hyeon-jin – Kim Ji-hoon (eks vokalis Mr Children)

Judul Lain: Mr Ahidol (Mr. 아이돌)
Sutradara: Ra Hee-Chan
Penulis: Lee Kyu-Bok, Ra Hee-Chan
Produser: Kim Sung-Chul
Sinematografi: Park Yong-Soo
Rilis: November 3, 2011
Durasi: 114 min.
Bahasa: Korea
Negara: Korea Selatan

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar