Archive

Posts Tagged ‘Kim Go-eun’

Canola

Desember 5, 2016 Tinggalkan komentar

Nenek Gye-choon () seorang pencari tiram di Pulau Jeju. Ia hanya tinggal dengan cucu perempuan kesayangannya Hye-ji, yang yatim piatu.  Hye-ji sangat suka menggambar dan sang nenek yakin bahwa kelak, Hyeji akan berhasil dengan bakatnya. Suatu hari, sang nenek membawa Hye-ji ke pasar. Di tengah keriuhan Hye-ji terpisah dari neneknya dan kemudian hilang tanpa jejak.
canola-8
Nenek Gye-choon sangat berduka dengan kehilangan itu dan terus berusaha mencarinya.  Hingga 12 tahun kemudian, tiba-tiba muncul seorang remaja yang mengaku dirinya Hye-ji (). Nenek pun senang bukan main. Karena tahu cucunya senang menggambar, sang nenek pun mendaftarkan Hye-ji ke sebuah sekolah menengah seni. Hyeji kemudian bertemu teman sekelasnya yang perhatian, Han-yi (), dan juga guru seninya () yang selalu mendukungnya. Namun sebenarnya Hye-ji menyimpan rahasia. Dan sikap Hye-ji yang aneh juga menimbulkan kecurigaan dari orang-orang kampung, dan menyarankan hyeji untuk melakukan test DNA. Benarkah Hyeji adalah sang cucu Nenek Gye-choon yang hilang 12 tahun lalu.?

canola-4

 
Cukup lama  untuk bisa menonton film ini karena menunggu subtitlenya cukup lama. Thanks a lot untuk uploader subtitle bahasa Indonesianya di subscene. Pertama, karena . Meski artis pendatang baru, tapi aktris satu ini selalu menunjukkan kualitas aktingnya yang solid dengan pilihan film-film yang berkualitas ( , ). Dan dari membaca sinposis ceritanya, sepertinya menarik.

Secara garis besar cerita film ini memang menarik, karena mengetengahkan hubungan antara nenek dan cucu. Latar pulau Jeju yang ‘eksotis’ menjadi nilai tambah. Sentuhan misteri cukup membuat penasaran, tapi sayang karena menurut saya ada beberapa ‘lubang’ yang membuat saya mengerutkan kening ketika menontonnya.
canola-3
Pertama, peristiwa di seputar hilangnya Hye-ji terasa  agak kurang meyakinkan. Digambarkan bahwa suasana pasarnya terlihat tak ramai-ramai amat, sehingga rasanya agak aneh kalau sang nenek kesulitan menemukan Hye-ji lagi. Dan yang membuat saya bingung, kenapa Hye-ji tidak mencari neneknya? Dia digambarkan sebagai anak manis dan cerdas, yang sangat menyayangi neneknya, kenapa dia terlihat senang-senang saja terpisah dari neneknya? Kenapa keluarga yang menemukan Hye-ji tak juga segera mencari keluarga Hye-ji, juga tak digambarkan dengan jelas.  Selain itu, juga agak terlalu kebetulan ketika kemudian sosok Hye-ji remaja ternyata juga memiliki bakat melukis seperti Hyeji kecil.  Dan seperti biasa juga kebanyakan film Korea ada terlalu banyak airmata di bagian-bagian akhir yang bagi saya selalu terasa berlebihan dan alih-alih membuat terharu, justru membosankan. Terus, bagian Hye-ji dengan teman-teman gengnya juga membuat saya bingung. Kenapa teman-teman lelakinya begitu kasar dan melarangnya berhubungan dengan Min-hee ()?
canola-2
Menurut saya, sebenarnya tanpa tambahan cerita misteri pun, film ini tetap mempunyai cerita yang menarik dengan lebih memfokuskan pada hubungan nenek dan cucunya dengan segala perbedaan pikiran dari dua generasi yang berbeda. Cerita semacam itu menurut saya justru akan lebih realistis dan berbobot.
canola-6
Terlepas dari semua itu, untuk segi akting aktor senior  bermain apik sebagai Nenek Gye-choon lengkap dengan segala bahasa tubuh ala nenek-nenek pedesaan umumnya. juga bermain bagus sebagai Hye-ji dengan segala kecanggungan-nya. Selain itu juga ada , sebagai guru seni Hye-ji. Saya selalu menyukai aktor satu ini, karena meskipun perannya seringkali hanya sebagai pemain pendukung, tapi selalu berhasil mencuri scene dengan aktingnya yang effortless.  Dan pencuri scene lainnya adalah aktor pendatang baru dengan karakternya sebagai pemuda kasar dan annoying. canola-5
Ohya, di sini juga ada nama , yang sejak promo membuat saya sudah underestimate. Bagi penggemar ,  saya minta maaf, tapi sejak melihat aktingnya yang kaku  di drama , jujur saya jadi ilfil sama dia.  Karenanya, di-castingnya dia di film jenis ini membuat saya agak heran, meski juga saya berusaha untuk berpikir positif bahwa mungkin kemampuan aktingnya sudah lebih baik. Dan well, setelah menonton aktingnya di sini, penilaian saya belum berubah. Dia memang tidak terlihat kaku, tapi sosok yang diperankannya di film ini juga bukan sosok dengan karakter yang kuat atau malah bisa dibilang nggak penting. Sosoknya di sini hanyalah remaja SMA biasa, yang terlihat baik,  murah senyum dan kemana-mana naik sepeda, yang tak jelas alasannya kenapa, langsung menyukai Hye-ji. That’s all.  Dugaan saya pemasangan dia di sini lebih sebagai pengongkrak nilai jual film karena bagaimanapun, he’s idol.
Yah, well, apa yang saya tulis ini subyektif belaka sih. Dengan segala bolongnya, menurut saya film ini tetap lumayan untuk ditonton.

Cast:
– Nenek Gye-choon
– Hye-ji
Kim Hee-Won – Suk-ho (Paman)
Shin Eun-Jung – Myung-ok (bibi)
– Guru Seni Choong-seob
– Han-yi
– Chul-hun
Nam Tae-boo – Choong-hee
– Min-hee
– fitness trainer (Cameo)

Judul: Canola/ Grandmother Gye-Choon/ Gyechoonhalmang
 (계춘할망)
Sutradara: Chang
Penulis: Yang Seo-Hyun, Ha A-Reum, Chang
Produscer: Kim Jung-Gon, Choi Hyun-Mok
Sinematografi: Park Jang-Hyuk
Rilis: 19 Mei 2016
Durasi: 116 menit
Distributor: Nanda Kinda
Negara/Bahasa: Korea/Korea Selatan

Monster

Bok-soon () adalah seorang gadis yang sedikit mengalami keterbelakangan mental dan emosi tak stabil. Setelah neneknya meninggal, ia bertanggung jawab merawat adiknya yang masih sekolah. Sehari-hari, ia  berjualan sayuran di kaki lima dan sering digusur-gusur.
ms1

ms71
Tae-soo () adalah pembuat keramik. Masa kecilnya diwarnai oleh berbagai tragedi mengerikan dari keluarganya yang penuh kekerasan. Suatu hari, abangnya yang telah lama menjauhinya, tiba-tiba datang untuk minta bantuan membunuh seorang gadis yang terlibat sebuah kasus pengancaman. Tae-soo menyetujuinya. Tapi si gadis memiliki seorang adik yang kemudian melarikan diri ke tempat Bok-soon. Ketika Tae-soo membunuh adiknya, Bok-soon pun tak tinggal diam dan berkeras untuk membalas dendam.
ms0
Ketika membaca sinopsisnya, saya tahu kalau ini adalah sejenis film thriller. Meski begitu, saya pikir ini bukan film yang terlalu gelap karena adegan dibuka dengan suasana pasar yang tampak warna-warni dan gambar yang bersih, juga sosok Bok-soon yang terkesan jenaka. Tapi dugaan saya ternyata salah. Beberapa menit kemudian, adegan akan menjadi semakin gelap.

mswq

Gambar-gambar jernih dan indah masih menyelingi beberapa scene, tapi cerita benar-benar akan berubah menjadi ‘menyakitkan’ dengan adegan kekerasan yang cukup membuat saya berkali-kali menutup mata. Seperti judulnya, Monster, film ini memang sepertinya memang ingin menceritakan tentang para monster. Dan bagaiaman seorang monster menjadi monster, juga diberi latar belakang cerita yang cukup jelas. Ceritanya sendiri menurut saya cukup bagus, pun demikian dengan akting pemainnya: dan . Tapi adegan-adegannya yang ‘keras’ membuat saya tak bisa menikmati film ini 😦

Cast:
– Tae-soo
– Bok-soon
Kim Roe-Ha – Ik-sang
Kim Bu-Seon – Kyoung-ja
Ahn Seo-hyun – Na-ri
Kim Bo-ra – Eun-jung
Nam Kyoung-eub – Bos Jeon
Han Da-eun -Yeon-hee
Bae Sung-Woo – Sung-Moon
– Polisi

Judul: Monster/몬스터
Sutradara: Hwang In-Ho
Produser: Kim Min-Kyoung, Ahn Sang-Hoon
Sinematografi: Jung Yong-Gyeon, Kim Ki-Tae
Rilis: 13 Maret 2014
Durasi: 114 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Cheese in the Trap

Hong Seol (), adalah seorang mahasiswi di tahun-tahun pertama. Ia berasal dari keluarga sederhana tapi pintar dan tekun. Tapi kemudian ia memutuskan untuk cuti karena terlibat masalah dengan Yoo Jung (), seorang kakak angkatan yang misterius dan manipulatif. Di permukaan, Yoo Jung adalah cowok perfect: tampan, kaya dan terlihat baik hati. Namun Seol menyadari sisi gelap Yoo Jung dan berusaha menghindarinya. Tapi semakin ia terlibat dengan Yoo Jung, Seol justru mulai jatuh hati padanya. Ketika Jung mengajaknya pacaran, Seol pun menerima. Tapi tentu saja, kepribadian Jung yang rumit membuat hubungan mereka juga rumit.

chs2

Hong Seol yang polos

cheese in the trap

Jung yang manipulatif

Selain itu juga muncul kakak beradik, Baek In-ho () dan Baek In-ha, saudara angkat Jung yang kemudian turut mengusik hubungan mereka. In-ho, dulunya adalah teman baik Jung, tapi karena sebuah kesalahpahaman, persahabatan mereka pun retak. Setelah bertahun-tahun menghilang, In-ho muncul dan berkenalan dengan Seol dan mulai menyukainya. Sementara In-ha, adalah sosok ambisius yang terus merong-rong kehidupan Jung.

cheese in the trap8

Baek In-ho, karakter yang jadi salah satu sumber kontroversi 😦

Menambah seru cerita adalah teman-teman di sekitar mereka, ada pasangan Bora-Euntaek yang cute, ada Oh Yong-goon si stalker, Oh Min-soo si penjiplak, Sang-chul si sunbae intimidatif…  Semuanya diramu dalam latar kehidupan sehari-hari di kampus yang terasa realistis. Dan meski premis ceritanya sekilas terdengar standar, tapi penokohannya yang kuat membuat cerita ini terasa berbeda. Hal yang cukup unik adalah perpaduan antara romance dan konflik psikologis dari para tokoh utamanya. Terutama Yoo Jung, yang dimainkan dengan sangat baik oleh , sosok dengan psikologis yang rumit.

cheese in the trap5

The cute couple: Euntaek-Bora

Hal yang menarik dari cerita semacam ini sebenarnya adalah melihat bagaimana masing-masing tokoh berkembang dan be a better person melalui sebuah hubungan. Sayangnya cerita dan akting yang solid kemudian ambyar di pertengahan. Cerita seolah berputar-putar saja dan karakter para tokohnya juga tidak mengalami perkembangan yang berarti. Si penulis cerita ini seolah kebingungan dengan arah cerita dan membuat karakter para tokoh terasa frustratif. Dan puncaknya dalah sebuah ending yang seolah menjadi antiklimaks 😦
cheese 52
Di awal, sebenarnya ini bukan drama yang menarik bagi saya. Pertama, saya tidak familiar dan bahkan sama sekali belum pernah membaca webtoon-nya. Lagipula, premis ceritanya  sepertinya tidak terlalu istimewa dan sudah ada dalam 1001 drama Korea: cerita romance antara seorang cowok ‘perfect’ (kaya, cakep, cool) dan gadis biasa saja. Kedua, jajaran pemainnya juga tidak familiar bagi saya, kecuali , aktris pendatang baru yang sebenarnya kualitas akting dan pilihan proyeknya cukup saya apresiasi (, ). Namun kemudian, saya membaca drama ini cukup ramai dibicarakan di kalangan netizen. Tentu saja, karena webtoonya yang konon memang cukup populer di Korea sono dan konon juga, meski premis ceritanya terdengar klise, kisah ini menjadi unik karena karakter-karakternya yang kuat. Dan kemudian, ketika mulai tayang, lagi-lagi saya membaca ramainya komen positif tentang drama ini, mulai dari ceritanya yang disebut bagus hingga cast-nya yang terasa pas. Saya pun penasaran dan mulai mencatat dalam list tonton saya.

cheese in the trap_web

Versi webtoon-nya yang konon ngehits banget

Sayangnya, pada episode-episode terakhir, komen positif dengan segala puja-puji di awal tentang drama ini tiba-tiba berubah menjadi komen negatif. Cerita drama yang di episode-episode awal yang dianggap solid, disebut-sebut mulai berantakan menjelang episode-episode terakhir. Para fans drama (dan terutama webtoon) merasa kecewa berat karena karakter utama yang di awal begitu menarik tiba-tiba mendapat porsi dan eksplorasi karakter yang semakin sedikit. Alih-alih, sosok orang kedua justru semakin dominan. Bola panas di dunia maya pun kemudian bergulir., aktor yang memerankan tokoh orang kedua, Baek In-ho, disebut-sebut memiliki sponsor (agency-nya Fantagio, salah satu agency besar di Korea sono) sehingga mendapat scene lebih banyak dan mempengaruhi produser untuk merubah arah cerita. Well, tentu saja sejauh ini semua itu hanya rumor belaka  yang belum jelas kebenarannya.

cheese in the trap11

Cerita yang solid yang berubah berantakan 😦

Semakin panas ketika kemudian , pemeran Yoo Jung, si tokoh utama kemudian ikut bicara, mengungkapkan kekecewaannya pada semakin tak terarahnya cerita drama ini dan merasa turut frustrasi dengan karakter yang ia mainkan. Bisa dimaklumi, karena konon Park adalah orang pertama yang ditawari untuk memerankan drama ini dan bahkan sempat menolak beberapa kali tapi kemudian menerima karena percaya pada si penulis cerita webtoon. Konon pula,Park, demi menghayati karakternya mempelajari dengan cermat tokoh versi webtoon, supaya tak mengecewakan fans webtoon-nya. Tapi konon lagi, si penulis Webtoon, Soonki, yang notabene adalah si pencipta para karakter dan cerita, entah karena alasan apa, kemudian tak dilibatkan lagi dalam penulisan cerita drama setelah episode 8.
cheese33
Dan menurut saya, disitulah titik kesalahan fatal dari drama ini. Karakter-karakter drama ini, terutama Yoo Jung, adalah karakter yang sangat orisinil dan saya pikir tak ada yang lebih memahaminya daripada si pencipta karakter ini. Apalagi, konon webtoon-nya sendiri belum selesai sehingga memang belum ada kesimpulan atau akhir cerita. Karenanya, menurut saya seharusnya penulis naskah drama ini sudah selayaknya terus mengkonsultasikan naskahnya pada si penulis asli. Yah benar-benar sangat disayangkan karena drama ini sebenarnya sangat potensial untuk menjadi sebuah drama yang sophisticated dengan cerita, gaya penceritaan, akting, pengambilan gambar, dan musik yang keren.
cheese42
Menurut saya pribadi, 9 episode pertama masih terasa solid, tapi sisa episodenya mulai terasa berputar-putar tak jelas. Meski begitu, tetap masih bisa dinikmati kok. Dan hal ini tak lepas dari kualitas akting yang prima dari cast utamanya, tertuama dan . mampu memainkan karakter Yoo Jung yang begitu rumit dengan sangat baik. Di atas kertas, karakter Yoo Jung terasa sangat ‘mutlidimensi dan kontradiktif’ tapi Park mampu menerjemahkannya lewat berbagai ekspresi yang begitu nyata dan hidup. Kemarahan, kesedihan, kesepian, kekanakan, ketulusan… semua diekspresikan dengan baik.


Saya sendiri cukup terkejut ketika mendengar bahwa Park konon sejak awal disebut-sebut sebagai pilihan pertama para penggemar webtoon sebagai aktor yang paling pas untuk memerankan tokoh Yoo Jung karena secara fisik paling mirip. Jujur, selama ini saya tak familiar dengan Park. Satu-satunya aktingnya yang saya ingat hanyalah di drama , itupun hanya sebagai the 2nd man dan karena dua bintang utamanya, dan yang begitu ‘menyilaukan’ sosoknya terasa terlupakan. Belakangan saya juga baru ngeh kalau dia main sebagai the 2nd man di drama Doctor Strangers. Yah, bisa dibilang selama ini dia hampir selalu mendapat peran sebagai 2nd lead. Karenanya, saya penasaran ketika namanya disebut-sebut sebagai  pemeran utama dari sebuah drama yang didasari pada webtoon yang begitu populer. Saya coba browsing-browsing di internet, ternyata Park ini memang sepertinya memiliki fanbase yang cukup kuat di negaranya sono dan setelah melihat akting Park di sini, saya juga bertanya-tanya, kenapa selama ini ia hanya sering mendapat peran sebagai 2nd lead karena menurut saya dia memiliki paket sebagai main lead; tampang cakep, tubuh yang proporsional (tingginya 186 cm) dan juga kemampuan akting yang bagus. Dan sangat disayangkan juga, karena ketika ia mendapat peran utama yang bagus di sini, tapi kemudian berakhir dengan kurang menyenangkan. Yeah hopefully, he get good project next time!
cheese in the trap_poster
Sementara untuk cast yang lain, juga bermain apik. , meski baru pertama kali main drama, dengan apik memerankan karakter Seol yang mandiri, polos dan smart (saya nggak tahu versi webnya). Selain itu juga ada Park Min-ji dan Nam Joo-hyuk yang memerankan karakter Bora-Euntaek yang lovable. Orang kedua, dimainkan oleh sebagai Baek In-ho, yang menurut saya bermain cukup baik meski saya tak bisa menyukai karakternya.Sebenarnya karakter In-ho ini potensial menjadi karakter yang menarik dalam hubungan bromance dengan Yoo Jung, tapi semakin ke belakang karakternya tak terlalu berbeda dengan karakter orang ketiga pada umumnya. Porsi permainan pianonya juga terasa wasting dan annoying (dan bahkan menjadi bahan cemoohan di dunia maya karena scene In-ho bermain piano -lah yang banyak menggantikan scene-scene yang seharusnya lebih penting). Konon karakter Inho di sini cukup berbeda dengan karakternya di webtoon (versi webtoon-nya,konon In-ho cukup menghormati hubungan Jung-Seol) dan konon entah karena alasan apa, tak seperti yang begitu strict dengan karakter versi webtoon-nya, bahkan dibiarkan untuk tak mempelajari karakter webtoonnya (?).

Sosok lain yang cukup annoying bagi saya adalah In-ha, kembaran In-ho yang selalu merong-rong kehidupan Jung. Meski bisa dipahami kenapa sikapnya demikian, tapi menurut saya karakternya di sini terlalu phsyco dan annoying. Selain itu ada karakter-karakter yang menjadi protagonis di sini, dan hal yang menarik di sini karena protagonisnya adalah sosok-sosok yang mungkin ada di sekitar kita, seperti Sang-chul, si Sunbae intimidatif, copycat Min-soo atau si stalker Yon-gun. Sayangnya, karakter-karakter yang potensial membangun cerita yang menarik ini pada akhirnya juga berputar-putar di tempat dan seolah tak ada yang belajar apa-apa.
cheese in trap_poster2
Yah, sungguh sangat disayangkan memang. Drama yang demikian potensial menjadi sesuatu yang menarik dan agak berbeda pada akhirnya berakhir berantakan. Menonton drama ini, membuat saya cukup gregetan dan tak habis pikir dengan apa sebenarnya yang terjadi di belakang layar sehingga membuat penulis, PD, sutradara-nya seolah begitu ‘bodoh’ dengan mengacaukan sesuatu yang solid di awal. Well, tapi di atas semua kelemahannya, drama ini menurut saya tetap bisa dinikmati, kok 🙂

Note:
Berdasarkan pada webcomic “Cheese in the Trap” yang ditulis Soon Ggi (dipublikasikan pertamakali pada 7 Juli, 2010 via comic.naver.com/webtoon/). Hingga saat ini, konon versi webtoonnya baru memasuki season ke-4. Konon sedianya, webtoonnya akan berakhir pada season 4 episode 50. Konon lagi, seolah untuk menebus kekecewaan fans pada dramanya, sedang direncanakan untuk membuat filmnya dan ditawari untuk memainkan sosok Yoo Jung lagi. Konon juga, si penulis asli webtoonnya akan dilibatkan dalam penulisan naskah cerita. Hmm, entahlah. Mudah-mudahan saja jika memang jadi dibuat versi filmnya, bisa memuaskan semuanya.

Cast:
– Yoo Jung
– Hong Seol

– Baek In-ho
Lee Sung-Kyung – Baek In-ha
Nam Joo-Hyuk – Kwon Eun-taek
Park Min-ji – Jang Bo-ra
Son Byung-ho – Yoo Young-soo
Ahn Kil-kang – HongJin-tak
Yon Bok-in – Kim Young-hee
– Hong Jun
Moon Ji-yoon – Kim Sang-chul
Oh Hee-joon – Ha Jae-woo
Ji Yoon-ho – Oh Young-gon
Yoon Ji-won – Son Min-soo
Lee Wo-dong – Heo Yoon-seob (asdos Heo)
Kim Ki-bang – Kong Joo-yong
Cha Joo-young- Nam Joo-yeon
Joon Ye-joo – Kang A-young
Hwang Suk-Jung – Professor Kang
Kim Jin-Geun – Professor Han
Kim Hye-Ji – Lee Da-Young

Judul: Cheese in the Trap/ Cheese in the Trap (치즈 인 더 트랩)
Sutradara: Lee Yoon-Jung
Penulis: Soon Ggi (original comic), Kim Nam-Hee
Tayang: tvN, 4 Januari – 1 Maret 2016
Episode: 16
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Baeksang Art Awards 2016:
– Best New Actress ()

Coin Locker Girl

Maret 8, 2016 Tinggalkan komentar

Ketika bayi, Il-young ( dibuang orang tuanya dan dimasukkan ke loker penitipan barang di stasiun subway. Beberapa tahun kemudian, ia dipungut oleh seorang perempuan gangster pecinan yang dipanggil “Ibu” ( ).  Selain Il-young, anak lain yang dipungut adalah Woo-gon, Ssong, Hong-joo dan Chi-do. Bersama anak-anaknya, si Ibu membangun sebuah “keluarga”. Anak-anaknya bertugas sebagai kaki tangan dalam
melakukan aksi-aksinya: menagih hutang. Jika si klien tak sanggup membayar hutang, sebagai gantinya, mereka harus merelakan ginjalnya diambil dan dijual.

coin locker girl4

Suatu hari, Il-young ditugasi menagih hutang pada seorang klien, Seok-hyun (). Seok-hyun harus membayar hutang untuk ayahnya yang kabur ke Filipina. Perasaan senasib sebagai anak yang diabaikan orang tua dan sikap manis Seok-hyun membuat Il-young luruh. Ia tak tega menyakiti Seok-hyun. Tapi tentu saja, tak banyak yang bisa ia lakukan. Si Ibu segera menyuruh saudara-saudaranya untuk menghabisi Seok- hyun. Il-young pun dihadapkan pada pilihan dilematis; keluarganya atau Seok-hyun.

coin locker girl2

Another crime story. Tema yang sangat familiar dalam sinema Korea. Meski begitu, hal yang cukup membedakan film ini dengan film sejenis yang pernah dibuat adalah tokoh-tokohnya. Jika biasanya film semacam ini mengetengahakn tokoh utama laki-laki, di sini tokoh utamanya adalah para perempuan. Dan cast-nya menurut saya yang membaut film ini terasa kuat: dan yang bermain dengan sangat baik, terutama .  yah, bagaiamanapun, dia jauh lebih berpengalaman di dunia akting.

coin locker girl3coin locker girl

Dijajaran aktor pendukung juga ada nama aktor muda dan . Keduanya juga bermain cukup baik, terutama  yang menurut saya ‘tidak jaim’ dalam memilih peran sebagai sosok antagonis yang menyebalkan. Sementara untuk , yah, karakter cowok berkarakter manis dan baik hati rasanya terlalu biasa bagi dia.

coin locker girl_asianwiki.com

Cast:
– Ibu
– Il-young

Um Tae-Goo – Woo-gon
– Seok-hyun
– Chi-do
Lee Soo-Kyung – Ssong
Cho Hyun-Chul – Hong-joo
Jo Bok-Rae – Tak
Lee Dae-Yeon – Guru Ahn
Jung Suk-Yong – Mr.woo

Judul: Coin Locker Girl/ Chinatown/ Chainatawoon (차이나타운)irl/ Chinatown/ Chainatawoon (차이나타운)
Sutradara/ Penulis: Han Jun-Hee
Produser: Ahn Eun-Mi, Jo Dong-Ki, Yoon Kyoung-Hwan, Kim Jung-Sook
Sinematografi: Lee Chang-Jae
Rilis: 30 April 2015
Durasi: 110 menit
Distributor: CGV Arthouse
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Korean Association of Film Critics Awards 2015:
– Best Actress ()

Daejong Film Awards 2015:
– Nominasi: Best New Director, Best Actress ()

Blue Dragon 2015:
– Nominasi Best Director, Nominasi Best Actress ()

Memories of the Sword

Maret 6, 2016 Tinggalkan komentar

Di masalalu, ada tiga pendekar pedang yang terkenal. Seol-rang (), Deok-ki ( ) dan Poong-chun (). Mereka bersama-sama memiliki idealisme untuk menegakkan keadilan. Namun semua itu hancur ketika Deok-ki berkhianat dengan membunuh Poong-chun. Seol-rang yang merupakan kekasih Deok-ki, dihadapkan pada pilihan dilematis ketika diminta untuk membunuh putri Poong-chun yang masih bayi, Seol-hee. Hubungan cinta keduanya pun kandas. Deok-ki yang berubah nama menjadi Yoo-baek, menjadi pejabat istana yang haus kekuassaan. Sementara Seol-rang didera rasa bersalah, menjadi buta dan hidup mengasingkan diri sembari membesarkan seorang anak yang disebutnya sebagai Seol-hee ().

Memories of the Sword5

Deok-ki berambisi untuk merebut istana Muryung. Ia pun menggunakan segala cara termasuk membunuh temannya sendiri, Jon-bok ( ), untuk mencapai keinginannya. Di sisi lain, tiba-tiba muncul seorang pendekar muda perempuan yang mengingatkannya pada Seol-rang. Jauh-jauh hari, Seol-rang memang sudah mengingatkannya, bahwa suatu hari nanti ia akan tewas dibunuh oleh Seol-hee yang ia aku masih hidup. Tapi benarkah?

Memories of the Sword4Memories of the Sword

Well, sebuah film yang mencoba memadukan silat dan drama. Mirip-mirip film-film wuxia China seperti Hero atau House of Flying Daggers…. Dan saya selalu memiliki ketertarikan tersendiri dengan film-film semacam ini. Selain karena gambar-gambarnya yang indah, juga selalu ada dramanya. Meski sebenarnya dramanya tak jauh-jauh dari cinta dan kekausaan, sebenarnya. Meski saya sudah menduga endingnya seperti apa, film ini cukup rapi menyajikan plotnya sehingga tetap enak diikuti hingga akhir.

Memories of the Sword2Memories of the Sword3

Bagi penggemar film silat mungkin film ini agak terlalu cengeng, tapi overall, saya menyukainya. Apalagi didukung aktor-aktor Korea terbaik. Di jajaran senior, ada , , Lee Kyoung-young dan yang selalu berakting maksimal. Sementara untuk aktor muda, ada Juga dan . sendiri, meski pendatang baru memang langsung melejit dengan film-filmnya yang qualified dan kemampuan aktingnya juga patut diacungi jempol. Hanya saja sedikit mengusik saya, karena sebelumnya saya nonton Kim di Coin Locker Girl dan karakter yang dimainkannya berikut jalan cerita karakternya dari kedua film ini agak mirip (anak yang berseteru dengan ibunya). Tapi tidak sampai mengganggu kok. Sementara ? Well, seperti aktor jebolan boyband lainnya, saya agak underestimate dengannya, tapi setelah melihat aktingnya di  dan juga di film ini, untuk kesekian kalinya harus saya akui bahwa idol-idol Korea ini memang tidak bisa diremehkan karena beberapa dari mereka, selain tampang oke, juga punya bakat akting yang oke. Silakan tonton.

Cast:
– Yoo-baek/ Deok-ki
– Wol-so/Seol-rang
– Seol-hee
– Yool
– Guru
– Jon-bok
– Poong-chun
Kim Soo-Ahn – Goo-seul
Moon Sung-Geun – Lee Ui-myung
Kim Young-Min – Raja
Sung Yoo-Bin – Gamcho

Judul: Memories of the Sword/ Female Warrior: Memory of Sword/ Hyubnyeo, Kalui Kieok (녀, 칼의 기억)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Choi A-Reum
Produser: Lee Dae-Hee, Kim Hyun-Chul, Jung Geum-Ja, Kim Joo-Kyung
Sinematografi: Kim Byung-Seo
Rilis: 13 Agustus 2015
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Eungyo

Juni 25, 2015 1 komentar

Lee Juk-yo () adalah penyair kawakan dan juga profesor universitas. Di usianya yang sudah 70 tahun, ia tinggal sendiri di rumahnya yang tenang dan nyaman sembari merenungi usia tuanya. Seorang muridnya yang sangat memujanya, Seo Ji-woo (), sesekali datang berkunjung.
ms
Suatu hari, Ji-woo menawarkan pada Juk-yo seorang gadis muda untuk bantu-bantu membersihkan rumah. Gadis itu adalah Eun-gyo ( ), 17 tahun, masih anak sekolahan. Tidak digambarkan dengan jelas latar belakang Eun-gyo, tapi ada kesan ia memiliki masalah keluarga. Meski begitu, sebagai umumnya gadis remaja, ia memiliki karakter ceria dan sedikit genit.
ms34
Juk-yo menemukan kehangatan yang menyenangkan dalam diri Eun-gyo . Dan tidak hanya itu, karena hasrat lelakinya yang seolah terbenam oleh usia tua, tibatiba bangkit kembali melihat kemudaan Juk-yo. Namun, tentu saja hal itu adalah hal yang mustahil. Juk-yo menyadari perbedaan yang tidak mungkin dan Eun-gyo juga hanya menganggapnya sebagai seorang kakek. Karenanya, Juk-yo kemudian menuangkan pikiran dan hasrat-hasratnya dalam puisi yang begitu indah. Masalah menjadi rumit ketika Ji-woo, yang selama ini menjadi penulis di bawah bayang-bayang Juk-yo, mulai ikut campur.
ms56
Membaca judulnya, tadinya saya berpikir ini adalah film tentang “muse” semacam dewi inspiratif bagi para penulis. Memang bisa dibilang begitu, tapi inti ceritanya sendiri sebenarnya lebih tentang soal “menjadi tua.” Tentang hasrat dan keinginan yang sangat manusiawi, juga tentang ketidakberdayaan manusia menolak “takdir” menjadi tua. Hmm, it’s sad 😦
ms09
Sedikit mengganggu adalah adegan dewasa yang menurut saya agak terlalu terbuka. Hal yang kadang membuat saya tak habis pikir, karena ada kecenderungan dalam dunia film (terutama film Korea) bahwa film ‘bagus’ kelas festival/penghargaan hampir selalu diselipi adegan dewasa yang kadang terlalu “vulgar” sehingga ada kesan semacam bf terselubung. Padahal, tanpa adegan semacam itu pun film tetap akan menarik atau setidaknya bisa dibuat lebih soft. Hmm, entahlah. Mungkin adegan semacam itu juga ingin menunjukkan bahwa hal semacam itu juga manusiawi?
a muse
Whatever, film ini tetap menarik untuk ditonton karena meninggalkan sebentuk perenungan tentang menjadi tua. Didukung akting yang bagus dari dan juga aktris muda yang menurut saya sangat berani, (saya baru lihat dia pertama di sini dan dia dapat award untuk perannya di sini).

Quote:
Juk-yo: “Roethke referred to getting old…as wearing the leaden weight of what I did not do. Just as your youth is not a prize for your efforts, my agedness is not a penalty for my faults.

Eungyo
I could easily wrap my fingers around Eungyo’s ankle.
Her heel slipped between my fingers.
And she giggled.
Her fragrant head rested below my chin.
And my lips were already buried in her hair.
She sighed.
Whir, whir.
Like a pair of bellows.
I held you close in my arms.
I caressed your hair, your shoulders, your waist.
And I put my ear to your chest listening to your heart beating.

Cast:
– Lee Juk-yo
– Han Eun-gyo
– Seo Ji-woo

Judul: Eungyo/ A Muse/ Eun Gyo (은교)
Sutradara: Chung Ji Woo
Penulis: Park Bum-Shin (novel), Chung Ji Woo
Produser: Ahn Eun-Mi, Lee Sang-Hyun, Jung Ji-Woo
Sinematografi: Kim Tae-Kyung
Rilis: 25 April 2012
Durasi: 129 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Award:
– Daejong Film Awards 2012: Best New Actress ( )
– Korean Association of Film Critics Awards 2012: Best New Actress ( )
– Blue Dragon Film Awards 2012: Best New Actress (Kim Go-Eun), Best Cinematography, Best Lighting
– KOFRA Film Awards Ceremony: Best New Actress ( )

Film Festival:
– Busan International Film Festival 2012 – Korean Cinema Today – Panorama
– Hawaii International Film Festival 2012 – Spotlight on Korea *Hawaii Premiere
– Udine Far East Film 2013 *European Premiere
– New York Asian Film Festival  2013 *New York Premiere
– Korean Film Festival In Paris  2013 – Landscape

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar