Arsip

Posts Tagged ‘Kang Ha-neul’

Forgotten

Jin-seok () menderita gangguan psikologis yang membuatnya oversensitif pada sekelilingnya. Bersama abangnya, Yoo-seok () dan kedua orangtuanya, mereka pindah ke rumah baru. Keluarga itu terlihat harmonis dan saling menyayangi. Hubungan Jin-seok dan abangnya sangat dekat dan ia merasa sedih, karena abangnya yang sempurna sekarang pincang setelah sebuah kecelakaan.

Forgotten (3)

Suatu malam yang berhujan, ketika sedang menunggu kepulangan ayah mereka, Jin-seok melihat Yoo-seok diserang sekelompok orang dan kemudian menghilang. Sembilan belas hari kemudian, Yoo-seok tiba-tiba pulang tapi Jin-seok menyadari bahwa abangnya itu telah berubah menjadi orang yang berbeda. Bahkan kedua orang tuanya juga mulai berubah. Tidak hanya itu, karena kemudian ia mendapati bahwa dirinya bukanlah seorang pemuda 21 tahun seperti yang ia kira, melainkan seorang lelaki berumur 40 tahun.

Forgotten

Forgotten (7)

Melihat poster film dan juga sinopsis singkatnya, saya sempat mengira ini adalah film horor atau thriller yang gelap. Dan karenanya, agak-agak was-was ketika hendak menontonnya takut kalau-kalau tiba-tiba ada kejutan seram. Tapi ketika melihat scene pertama film ini, karena gambarnya yang terlihat jernih dan tone-nya yang terasa warm, was-was saya agak berkurang. Dan semakin kesini, semakin hilang karena ternyata meski mengusung genre thriller, tapi cerita film ini terasa cukup hangat karena mengetengahkan latar cerita keluarga. Twistnya juga cukup tak terduga, dan diletakkan di tempat yang pas. , yang merupakan alasan utama saya nonton film ini, bermain bagus sebagai Jin-seok yang terkesan innocent dan oversensitif. juga bermain dengan pas. Bukan film yang sangat mengesankan, tapi overall, cukup layak tonton.

Cast:
– Jin-seok
– Yoo-seok
Moon Sung-hoon – Ayah
Na Young-hee – ibu

Judul: Forgotten/ Night of Memory/ Gieokui Bam
Sutradara & Penulis: Jang Hang-jun
Rilis: 29 November 2017
Durasi: 109 menit
Distributor: Megabox Plus M
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

K-Variety: Youth Over Flowers

April 5, 2018 Tinggalkan komentar

Bisa dibilang, saya adalah Korea-mania. Sejak awal booming drama Korea di awal tahun 2000an, saya sudah mulai menjadi salah satu penggemarnya. Demikian juga dengan film-filmnya. Karena memang cukup mudah mengaksesnya (rental CD :P), saya hampir selalu update. Meski begitu, butuh waktu yang lama bagi saya untuk kemudian menyukai variety show Korea–yang sebenarnya juga sama populernya dengan drama atau film mereka. . Dulu-dulu, saya tak pernah terlalu berminat pada K-variety show. Waktu itu, saya berpikir kalau variety show itu cuma acara konyol-konyolan yang kadang slapstick atau banyak direkayasa. Selain itu, kalau saya baca-baca sekilas, kebanyakan variety show Korea episodenya panjang-panjang, hingga ratusan. Cast-nya kebanyakan juga melibatkan seleb-seleb yang tak familiar bagi saya, sebagian besar para idol yang tak saya gemari. Hingga sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, saya mulai menononton variety show Youth Over Flowers-nya PD Na yang terkenal itu. YOF yang pertama kali saya tonton adalah edisi Iceland. Itu juga lebih karena saya penasaran dengan castnya yang merupakan para aktor drama dan cukup saya favoritin: , , (plus Lee Sang-hoon). Acaranya bagus, dan kemudian saya browsing acaranya PD Na yang lain dan jadi penasaran sama YOF sebelumnya, yang kebetulan castnya juga saya ‘kenal’ (terutama ). Berikut daftar YOF yang saya tonton:

1. Laos Trip
Cast: , ,
Tayang: tvN, 1 September – 10 Oktober 2014 (6 episode)
Rating: rata-rata 5%

yoflao

Trip ini terdiri dari 3 orang bintang : , dan Baro. Mungkin akan lebih seru kalau seluruh cast utamanya seperti Jung Woo dan Kim Sung-kyun juga ikutan. Tapi mungkin karena ketidakcocokan jadwal sehingga dua yang lain tidak bisa ikut. Pun trip ini dibuat setelah beberapa waktu usai tayang karena konon cukup sulit mencari jadwal senggang para castnya. Yah, agaknya kesuksesan seri Reply yang mereka bintangi mengantarkan mereka menjadi semakin populer.

Laos Trip diawali dengan acara hidden camera untuk ketiga cast. Mereka dibohongi untuk membuat semacam video promo tvN dan juga dibohongi kalau besoknya mereka bakal ada syuting CF ke luar negeri segala macam. Dan dua jam sebelum keberangkatan, PD Na, baru mengungkap kebenarannya. Jelas saja, semua keki dibuatnya tapi cukup surprise kecuali yang terbengong-bengong kaget. Dan begitulah proses ‘penculikan’ itu dimulai.

Senangnya menonton variety show seperti ini karena jadi bisa melihat sifat asli seorang aktor di balik layar. Meski kadang hal ini juga berisiko membuyarkan imaji tentang sosok yang mereka perankan di drama. Di sini, tampak deh karakter ketiga cast-nya yang cukup berbeda dari yang selama ini terlihat di TV. misalnya. Saya selalu menyukai akting Yoo. Melihat karakter-karakter yang diperankannya, saya mengira dia adalah sosok yang introvert dan ‘bersih.’ Ternyata, baru ketahuan kalau dia sosok yang cukup ramai ( meski memiliki sisi jaim), percaya diri, sangat well organized tapi juga memiliki jiwa adventerous dan sepertinya juga agak playboy. Dia satu-satunya yang memiliki pengalaman sebagai traveller dan terlihat begitu antusias menikmati perjalanan. Dia terlihat menikmati saja berbelanja di pasar tradisional, menikmati jajanan pinggir jalan, jalan bolak-balik di panas terik cuma buat cari penginapan dan menikmati apa saja atraksi wisata yang ada. Pokoknya, dia ini jenis traveler yang enjoy everything dan sekaligus teman yang care.

Berkebalikan sama Yeon-seok, konon tak pernah bepergian keluar negri dan naik pesawat jauh. Satu-satunya tempat ia bepergian jauh itu cuma Pulau Jeju. Pokoknya, kesannya ‘ndeso’ banget lah si Ho-jon ini, hehe. Belum lagi karakternya yang terkesan cuek habis. Di awal, dia terlihat ogah-ogahan dan kurang menikmati perjalanan (kayaknya dia punya persepsi kurang menyenangkan karena bepergian ke negara yang kurang maju). Salut juga karena Yeon-seok sepertinya begitu sabar menghadapi sikapnya. Konon, keduanya memang bersahabat baik di kehidupan nyata. Dan sifat keduanya yang bertolak belakang, sepertinya membuat mereka saling melengkapi. Meskipun sifat Ho-jon ini cenderung asal, tapi terkesan juga kalau dia itu teman yang lucu, hangat dan menyenangkan.

yoflao1

 

Terakhir adalah cast yang paling muda, . Saya selalu berpikir bahwa idol, anak boyband pula adalah sosok yang cenderung jaim dan pastilah sibuk mengurusi penampilan. Tapi meruntuhkan persepsi saya. Dia cukup peduli dengan gaya tapi tidak sampai berlebihan. Karakternya khas anak muda banget, yang masih belum banyak pikiran. Agak childish tapi tidak sampai annoying. Seperti Yeon-seok dia juga sangat antusias pada hal-hal baru. Dia selalu ceria dan menjadi mood maker perjalanan.

Perjalanannya sendiri cukup seru. Kebetulan saya punya planning ke Laos sudah dari dulu-dulu dan belum kesampaian dan menonton acara ini sedikit memberi saya gambaran tempat-tempat wisata di sana dan membuat saya semakin ingin kesana. Di atas semua itu, ketiganya menunjukkan bromance yang nyata dan menyenangkan. Meski bisa dibilang Yeon-seok yang kemudian dijulik Mommy Yeon-seok paling kerepotan mulai dari mengurus keuangan dan hampir semua rencana perjalanan tapi dia terlihat enjoy karena selalu ingin menyenangkan orang lain ( I can feel him), dan teman-temannya juga oke saja dengan segala keputusannya. Meski kesannya memang jadi ketergantungan banget sama Yeon-seok.

2. Iceland Trip
Cast: Jung Sang-hoon, , ,
Tayang: tvN, 1 Januari – 1 Februari 2016 (7 episode)
Rating: 6,7% – 8,5%

yof Iceland_3.jpg

Seperti saya tulis di atas, ini adalah variety show Korea dan juga seri YOF pertama yang saya ikuti. Perjalanan ini dimulai oleh tiga cast terlebih dahulu, karena Kang Ha-neul, si maknae, sedang ada acara dan sedianya akan menyusul kemudian.

Berbeda dengan seri sebelumnya(Laos) yang pernah main drama bareng, cast kali ini terhubung dengan cara yang berbeda-beda. Sang-hoon ( saya baru kenal dia di acara ini, walaupun ternyata wajahnya cukup familiar sebagai supporting actor di beberapa drama) ini ternyata adalah sahabat baiknya Jung-seok dan sama-sama aktor musikal. Mereka telah melewati masa-masa sulit bersama (mereka pernah tinggal bareng) dalam membangun karir sebagai aktor, sehingga bisa dibilang persahabatan mereka erat banget. Dan memang, kelihatan banget kalau mereka berdua kompak dan saling melengkapi. Sementara terhubung karena pernah main drama bareng (You’re The Best Lee Soon-shin) dan mereka sebaya (sama-sama kelahiran 1980). Di awal-awal terasa sih, kalau ini kayak ‘orang ketiga’ bagi Jung-seok dan dan Sang-hoon. Tapi tidak sampai kaku, karena Jung woo ini orangnya terkesan sangat carefree, hangat dan terbuka. Terakhir, terhubung lewat Jung-seok karena pernah satu panggung di musikal dan lewat karena membintangi film yang sama ( ).

yoficeland.jpg

Meski proses persahabatan mereka berbeda-beda, tapi keempatnya langsung nyambung dan menjadi teman perjalanan yang kompak karena karakter mereka yang bisa dibilang mirip: sama-sama humble dan punya passion yang sama pada akting.

Sang-hoon yang secara usia memang paling senior, bertindak sebagai leadernya. Sikapnya cenderung tidak banyak basa-basi, tapi selalu bersikap sebagai seorang kakak tertua yang bijaksana dan penuh tanggung jawab. Dia juga yang paling pede dan penuh ide kreatif membuat suasana penuh humor dan tawa.

Jung-seok karakternya tak jauh berbeda dengan karakternya di layar; kalem, agak penggugup, cenderung penuh kendali tapi juga memiliki sisi hangat dan lembut yang membuat orang nyaman. Sementara , adalah jenis orang yang dengan mudah berbaur dengan siapa saja. Meski sikapnya cenderung asal (mirip karakternya di ), tapi dia memiliki sisi care pada orang-orang di sekilingnya. Sering tertangkap kamera, dia tanpa canggung memeluk atau merangkul hangat siapa saja di dekatnya. Dan bagaimana ia seperti tanpa sadar memberikan perhatian-perhatian kecil pada rekannya.

Terakhir, . Meski yang paling muda dan bisa dibilang gap usianya cukup jauh (10 tahunan), tapi dia terlihat dengan mudah membaur dengan para hyungs. Sebagai sosok generasi 90-an, Ha-neul ini memang terkesan mature baik dari segi perawakan maupun sikap. Dia adalah maknae yang sangat manis. Berbeda dengan Baro yang meletup-letup, Ha-neul lebih terkontrol dan selalu berusaha tidak menyinggung para hyung. Dia adalah jenis orang yang tak bisa mengatakan ‘tidak.’ Mungkin cenderung membosankan untuk orang semuda dia, tapi tentu saja tak ada yang salah memiliki karakter yang manis bukan? Ha-neul terlihat lebih nyaman dengan Jung-seok dan Jung Woo sementara dengan Sang-hoon terlihat lebih berjarak, mungkin karena gap usainya terlalu jauh dan juga karakter Sang-hoon yang cenderung blak-blakan.

yof_iceland.jpg

Tapi di atas semua itu, chemistry bromancenya juga terasa kuat. Berbeda dengan Laos Trip, tak ada karakter yang terlalu menonjol di sini. Semuanya kompak dan saling mengisi, mungkin karena sama-sama sudah berusia matang (kecuali Ha-neul). Karena memiliki latar belakang profesi yang sama, mereka memilki selera humor yang sama dan passion yang sama. Joke-joke mereka selalu nyambung. Persahabatan mereka terasa natural dan karakter-karakternya terasa sangat down to earth. Mereka terlihat sekali memilki passion sebagai aktor dalam arti sebenarnya, sebagai pekerja seni, bukan selebriti sehingga gaya hidup dan pemikiran mereka juga terlihat jauh dari glamour. Merela selalu mentertawakan kebodohan-kebodohan mereka dan karena pernah merasakan hidup susah, mereka terlihat menikmati hidup ngirit tanpa pernah mengeluh…. Perjalanan mereka terasa sangat bernyawa. Penuh humor dan tawa.

Dan pemilihan tempatnya ? Awalnya saya tak habis pikir kenapa Iceland jadi pilihan? Apa menariknya coba, negeri di dekat kutub yang pastilah dingin bukan main. Tapi melihat acara ini, membuat saya memandang Iceland dengan cara berbeda. Ternyata di Islandia juga ada kehidupan yang hangat dan semarak. tempat-tempat wisata yang meski dingin tapi indah permai. Dan tentu saja, Aurora Borealis yang menakjubkan. Menonton acara ini membuat saya jadi ingin mengunjungi Islandia suatu saat nanti. Semoga saja.

3. Africa Trip
Cast: , , , ,
Tayang: tvN, 19 Februari – 1 April 2016 (7 episode)
Rating: rata-rata 8 %

yofafrika

Lagi-lagi, trip kali ini tak terlalu lengkap karena salah satu cast , Lee Dong-hwi tak bisa ikut (karena sibuk syuting). Agak disayangkan karena melihat sifat badut Dong-hwi, pastilah tambah ramai dan seru kalau dia ikut. Di antara trip Over Flowers, ini adalah rombongan trip paling muda meski tak bisa dibilang sangat muda juga karena Jun-yeol dan Jae-hong sudah berumur 30 tahun.

Tim diculik ketika mereka sedang rekreasi bersama tim Reply di Phuket, kecuali Bo-gum yang pulang duluan karena ada acara di Korea. Ryu Jun-yeol yang ternyata memang suka traveling dan punya planning ke Afrika, terlihat paling surprise. Sementara Kyung-po yang memang sedang sedikit berkasus menangis karena terharu. Jae-hong kelihatan pasrah saja dan Bo-gum juga antusias.

Maka dimulailah perjalanan ke Namibia bertiga, sementara Bo-gum menyusul kemudian. Melihat perjalanan mereka, banyak yang komen kalau cast nya punya karakter yang mirip banget sama karakter mereka di Reply, terutama Bo-gum. Dia yang paling muda dan terkenal paling santun dan baik dan karenanya, dicintai oleh semua hyung. Aslinya dia memang mirip karakter Taek di Reply yang terlihat rapuh dan tak bisa melakukan apa-apa. Dia bahkan ketinggalan pesawat dan beberapa kali dia nabrak ketika mencoba menyetir. Di tambah lagi sifatnya yang culun dan mudah banget tersentuh. Dia adalah jenis orang yang akan sangat mudah memuji orang dengan tulus dan menangis terharu hanya karena hal-hal kecil . Tapi salut-nya, Bo-gum cukup berani melakukan hal-hal menantang seperti bungee jumping, rafting, mobil-mobilan di gurun yang panas terik… Di satu sisi kadang dia terlihat manly tapi di sisi lain kadang agak terlihat sissy (konon dia punya latar belakang hidup yang kurang mengenakkan karena ayahnya bangkrut dan ibunya sudah meninggal sejak ia kecil).

Dan leader dari perjalanan ini adalah yang memang sudah berpengalaman travelling. Di antara semua cast over flowers, sepertinya Ryu ini yang paling capable. Tidak seperti Yeon-seok yang perfeksionis, Jun-yeol lebih santai dan terlihat sangat menikmati semua perjalanan ala backpacker sejati. Pokoknya dia itu terkesan anak muda kekinian banget, yang suka petualang dan jiwa leadernya kelihatan. Wajar kalau kemudian Bo-gum tampak begitu mengaguminya. Kepribadiannya juga terlihat sangat nice. Dia tanpa sungkan mengobrol dengan orang baru dan sesekali terlihat dia ngobrol akrab dengan kru juga. Kesannya humble dan nggak sok seleb (yah, bagaimanapun dia baru banget jadi aktor terkenal). Dia juga cukup filosofis dalam memaknai perjalanan seperti moment-moment ketika dia ingin sendirian menikmati keindahan alam.

Jae-hong terihat cukup enjoy dengan perjalanan ini meski dengan segala keterbasannya. Dia tak punya pengalaman travelling dan juga tak terlalu suka bertualang. Selain itu, karena badannya yang tambun, ia juga agak susah gerak dan terlihat muduah kelelahan. Meski begitu, ia tak pernah mengeluh dan selalu tertawa. Sepertinya sih dia lebih menikmati kebersamaan dengan teman-temannya bukannya petualangannya. Karenanya, dia nyaris tak pernah berani mencoba hal-hal baru.

Kyung-po agak jauh dari yang saya bayangkan karena selama ini saya pikir dia tipikal pretty boy. Ternyata gayanya sangat cuek dalam berpakaian. Dengan cuek dia pakai tank top cewek warna ungu dan sepertinya tak risau kalau kulitnya menjadi gelap terbakar matahari. Tapi di antara semua, ada kesan si Kyung-po agak kurang ngeblend. Sesekali terlihat dia memisahkan diri atau sibuk dengan ponselnya ketika yang lain bercanda. Belakangan di ending acara dia memang cerita kalau dia merasa punya beban (dia sedang diberitakan memiliki skandal saat itu). Belum lagi tugas mengatur keuangan yang sepertinya cukup sulit dia lakukan (di hari terkahir mereka kehabisan uang).

yofafrika1.jpg

Tapi secara umum, chemsitry bromance mereka meski tak sekuat Iceland terlihat cukup kompak. Bisa dipahami juga sih karena mereka rata-rata baru kenal di casting Reply (kecuali Jun-yeol dan Jae-hong yang katanya sudah lama temenan). Alam Afrika juga terlihat indah permai dan lagi-lagi membuat saya ingin berkunjung kesana. Meski entah bagaimana, mungkin karena udara yang panas dan perjalanan darat yang panjang, yang membuat krunya mungkin juga kelelahan, sehingga beberapa bagian terasa membosankan karena berisi perjalanan belaka dan suasana kemping masak masakan yang diulang-ulang. Para castnya mungkin juga tidak terlalu pandai melucu sehingga sepertinya kurang footage-nya.

Acara ini juga mendapat kritik karena ada adegan ketika castnya berenang di kolam sambil melempar-lempat underwear dan sarapan cuma pakai piyama… Hal yang dianggap netizen kurang sopan. Yah, memang ada kesan tim ini terkesan ceroboh dalam beberapa hal, hal yang mungkin wajar mengingat usia mereka yang bisa dibilang masih cukup muda (Ryu dan Jae-hong meski sudah 30-an, tapi memang secara karakter masih ‘anak muda’sekali). Selain itu, tim ini juga terlihat terlalu sadar kamera yang sibuk selfie di sana sini dan berpose di depan kamera nyaris setiap saat. Berbeda dengan Iceland atau Laos yang terlihat natural (mungkin karena generasinya beda; generasi gadget).

Catatan:
Selain, edisi di atas, ada dua seri YOF yang lain:
Peru Trip. Merupakan edisi pertama. Saya belum nonton karena nggak nemu linknya dan juga sudah agak terlalu lama. Castnya: Yoon Sang, You Hee-yeol, Lee Juck . Edisi ini tayang Agustus – September 2014, dengan rating rata-rata 4%: )
Australia Trip. Saya juga belum nonton edisi ini dan belum berminat. Saya nggak terlalu suka sama castnya, boyband Winner (Kim Jin-woo, Lee Seung-hoon, Song Min-ho, Kang Seung-yoon) dan nggak tahu juga kenapa PD Na mengcast idol semua. Saya baca-baca di internet, juga nggak banyak ulasan tentang edisi ini dan ratingnya juga nggak terlalu bagus. Malah paling rendah dibanding edisi-edisi sebelumnya. Edisi ini
tayang: November 2017 – Januari 2018) , rata-rata ratingnya cuma sekitar 2 %.

Ke depan, semoga Na PD, akan kembali membuat edisi Over Flowers dengan cast-cast yang tak kalah kerennya. Cast impian saya, my fave actor, , karena di kehidupan nyata dia sepertinya orang yang lucu dan asyik. Mungkin castnya bareng teman-temannya yang sama-sama di seperti (di kehidupan nyata mereka BFF), (mereka juga sepertinya juga berteman baik karena sama-sama di musikal) … hmm, sebenarnya nggak harus YOF deh, apapun itu, saya benar-benar berharap Jo bakal tampil di salah satu variety-nya PD Na, cuma bintang tamu sekalipun nggak apa-apa deh. Hopefully…hehe 🙂

 

Drama-Drama Korea Yang Tak Sanggup Saya Selesaikan

Januari 21, 2018 3 komentar

Belakangan, saya cenderung menjadi begitu pemilih ketika hendak menonton drama Korea. Dulu-dulu, biasanya saya memutuskan untuk mengikuti drama karena pemainnya saya suka atau karena popularitasnya. Tapi Setelah munculnya drama-drama berkualitas ala , , , Secret Forest atau drama-drama romcom bagus TvN seperti , Serial Reply, .. agaknya standar saya dalam menilai bagus tidaknya sebuah drama benar-benar berubah. Saya jadi malas menonton drama yang ceritanya terlalu klise, plotnya terlalu mudah ditebak atau ceritanya ‘nggak penting’. Sayangnya,munculnya drama-drama bagus ini hanya sesekali saja. Dan ketika saya merasa ‘rindu’ ingin nonton drama Korea, saya jadi agak bingung untuk memutuskan drama mana yang akan saya tonton. Setiap kali ada kabar drama yang akan segera rilis dengan jajaran cast yang menjanjikan dan premise cerita yang terdengar menarik, saya menjadi antusias dan berpikir, bahwa drama tersebut akan jadi watch list saya. Tapi ternyata ketika dramanya sendiri benar-benar mulai tayang dan ternyata respons netizen cenderung negatif, antusiasme saya langsung luruh dan malas mengikuti lagi. Beberapa drama, saya tontoon karena saya baca reviewnya yang positif, tapi ternyata setelah saya coba tonton, tak memenuhi krirteria menarik bagi saya. Berikut adalah beberapa drama yang coba saya tonton, tapi kemudian saya membuat saya ‘menyerah’ di tengah jalan:

1. You’re All Surrounded

ure all surrounded
Drama ini dipenuhi jajaran cast yang cukup menjanjikan: , , , , . Berdasarkan ulasan-ulasan yang ada, drama ini juga mendapat banyak apresiasi. Saya mengikuti episode-episode awal dan yah langsung bisa menebak jalan ceritanya yang memang mudah ditebak. Meski mengambil latar dunia kepolisian, tapi main story-nya tak jauh-jauh dari cinta.  Karakter-karakternya juga just so-so. Dan saya pun memutuskan berhenti menonton.

2. Let’s Fight Ghost

LFG4
Sejak awal, sebenarnya tak berminat mengikuti drama ini. Saya tak terlalu suka cerita fantasi. Cast-nya juga tak saya sukai. memang cakep, tapi kemampuan aktingnya, begitu-begitu saja. Dia sebagai aktor pendukung, saya bisa menerima, tapi sebagai lead actor, nanti dulu. Di tambah pasangannya adalah . Saya akui dia adalah aktris muda berbakat, tapi saya juga merasa dia terlalu ‘muda’ untuk jadi lead sebuah drama 16 episode, ditambah lagi bahwa di sini dia akan terlibat romance dengan cowok yang sudah dewasa. Aneh saja.

LFG3

Satu-satunya yang membuat saya pensaran justru adalah cast pendukungnya, , yang katanya main bagus di sini. Tapi yah, bagaimanapun cast pendukung tetaplah cast pendukung. Di drama, tak terlalu banyak yang diharapkan. Sebagus apapun akting mereka, peran mereka dalam membangun cerita tak terlalu penting. Di samping itu, cerita drama ini sendiri tidak jelas arahnya. Tidak ada klimaksnya. Dari episode ke episode ceritanya seolah tak kemana-mana. Menghabiskan waktu dengan menonton 16 episode benar-benar seperti hanya buang waktu dan energi.

3. Moon Lovers

Moon Lovers3
Ketika awal-awal pembuatan drama ini, melihat jajaran castnya yang terdiri dari 7 cowok-cowok tampan, saya pun mencatatnya dalam daftar untuk ditonton. Meski kemudian saya sedikit underestimate ketika membaca bahwa cast utama ceweknya adalah . cukup cantik dan bisa berakting, tapi tidak selalu ‘berhasil’ dan rasanya juga kurang karismatis sebagai seorang putri yang dikeliling begitu banyak cowok cakep. Meski begitu, saya tetap berekspektasi bahwa ini akan jadi drama yang neghits, apalagi promonya juga cukup santer. Sayangnya, begitu drama ini mulai tayang, saya langsung kehilangan selera ketika membaca ulasan tentang drama ini yang dianggap mengecewakan.

Meski begitu, demi mengobati rasa penasaran (terutama karena ), saya tetap coba-coba nonton dan langsung menyerah di episode pertama. Secara umum, akting cast utamanya tidak buruk-buruk amat (apalagi dan ), hanya saja seara keseluruhan, drama ini seperti digarap dengan asal-asalan. Mungkin bermaksud ‘fans service’ karena mengetengahkan aktor-aktor berwajah pretty boy populer, pengambilan gambar dalam drama ini sibuk dengan close up-close up yang justru membuat drama ini terasa murahan. Demikian juga dengan kualiatas gambarnya.

4. The Best Hits

TBH4
Meski tak bisa dibilang ngefans sama , tapi saya cukup memfavoritkan aktor satu ini. Wajahnya lovable dan aktingnya juga cukup solid. Selain itu, ada juga nama besar seperti dan juga aktris muda yang aktingnya tak perlu diragukan lagi (pertama kali saya nonton akting ketika dia masih aktris cilik di film dimana dia main dengan bagus). Ditambah lagi, kemudian saya membaca reviewnya yang  umumnya positif. Meski ceritanya dianggap just so-so, tapi drama ini disebut-sebut sangat menghibur karena memang genrenya yang komedi. Saya pun tambah penasaran. Di awal-awal episode, saya cukup menikmati drama ini. main bagus seperti biasa. Demikian juga , dan (juga aktor yang jadi roomatenya ). Unsur komediknya, meski tak sampai membuat terkekeh-kekeh, tapi cukup dapat.

Sayang, semakin ke sini, drama ini kemudian jadi lebih fokus pada cerita romance-nya yang sangat-sangat biasa. Saya juga merasa bahwa secara keseluruhan drama ini alurnya sangat lambat. yang ‘terjebak’ dalam cinta sejatinya pada Bo-ra yang menurut saya annoying, yang terlalu naif dengan mimpinya dan perjalanan waktu yang rasanya tak bermakna apa-apa. Dan saya pun menyerah.

5. Go Back Spouse


Mirip seperti ,   adalah juga aktris lovable dan hampir selalu berakting bagus. Pasangannya, , juga cukup potensial. Review drama ini juga cenderung positif meski ratingnya konon tak terlalu mengesankan (di bawa 10%). Tapi ketika saya mencoba episode pertamanya, entah kenapa saya tak terlalu tertarik untuk melanjutkan menonton lagi. Secara umum dramanya bagus.   dan bermain bagus. Ceritianya meski agak berbau fantasi tapi juga cukup realistis. Tapi jalan ceritanya sejak awal sudah terasa predictable dan karakter Sohn Ho-jun di awal-awal membuat saya kurang simpatik.

6. Six Flying Dragons
Saya membaca bahwa drama ini memiliki banyak hal bagus. Castnya sangat solid (, , , , , ) dan ceritanya juga disebut sangat bagus. Saya sudah berhasil mendapat kopian dramanya dan tersimpan di hard disk saya. Berkali-kali saya berpikir untuk menontonnya, tapi setiap kali saya putar episode pertama, setelah beberapa menit berlalu, saya memutuskan untuk menyerah. Membayangkan bahwa saya harus menghabiskan waktu mengikuti 50 episode langsung membuat saya merasa enggan.

Dan meski jajaran cast-nya adalah aktor yang cukup saya favoritin (terutama , dan ), tapi bintang utamanya bukanlah aktor favorit saya: dan .  adalah aktor yang bagus dan dulu sebenarnya saya cukup ‘suka’ sama dia, tapi nggak tahu kenapa, belakangan saya justru malas melihat aktingnya. Sementara , saya selalu kecewa dengan aktignya dan meski di drama ini konon dia sudah mulai menunjukkan akting yang bagus, saya tetap sulit untuk menyukainya.

7. Healer

healer
Sama seperti SFD, saya juga menndengar banyak hal bagus tentang drama ini. Bahkan di situs dramabeans yang biasa mengulas drama-drama Korea, reviewnya sangat positif. Tapi sama juga seperti SFD, saya berkali-kali berusaha untuk mulai menontonnya dan selalu tak berhasil ‘mengikat’ hati saya untuk meneruskan menonton. Saya suka , tapi saya lebih memilih menonton ketika ia main film daripada drama. Di sisi lain, saya tak terlalu suka . Saya dengar dia aktor yang cukup bagus, dan juga banyak dipuja-puji karena wajahnya yang memang ganteng. Tapi drama-drama yang dibintanginya secara kualitas biasa-biasa saja dan saya tak pernah tertarik untuk menonton. Dan , meski aktingnya lumayan, tapi juga tak bukan aktris favorit.

8. W
Sempat berpikir untuk menonton karena dan ketika membaca premis ceritanya yang terdengar unik: tokoh yang keluar dari komik. Tapi kemudian saya membaca review yang beragam. Banyak yang mengkritik aktingnya yang katanya overacting. Saya agak gusar juga. Masa sih? kan aktris yang sudah cukup matang dengan film-film berkualitas. Dan ia juga salah satu alasan yang membuat saya ingin menonton drama ini. Sementara , meski aktingnya cukup bagus, tapi saya tidak pernah bisa menyukainya lebih karena alasan subyektif: saya nggak suka wajahnya yang terlalu cantik.

w2

Meski begitu, saya tetap menyempatkan diri menonton. Kali saja saya berubah pikiran dan jatuh cinta pada karakternya. Tapi ternyata, benar komentar netizen tentang akting . Aktingnya terlihat tidak natural dan terlalu dipaksakan. Sementara , karena dia keluar dari komik, digambarkan sangat sempurna. Dan saya selalu benci dengan karakter yang terlalu sempurna. Dan begitulah saya pun menjadi tak berminat menontonnya.

9. Angry Mom


Saya penasaran sama drama ini ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang hubungan ibu-anak, alih-alih tentang romance seperti kebanyakan drama Korea. Reviewnya juga bagus dan castnya juga menarik: Kim Hee-sun, , . Saya pun mencoba menonton episode pertamanya. Satu hal yang sering saya keluhkan ketika nonton drama Korea adalah make upnya yang kadang terlihat tidak alami atau terlalu cantik untuk karakter yang seharusnya orang biasa saja. Dan itu juga yang saya rasakan ketika melihat sosok ‘Ibu’ yang diperankan Kim Hee-sun. Ia digambarkan sebagai perempuan ibu rumah tangga biasanya yang bahkan harus bekerja serabutan kesana kemari. Dan meski make upnya dibuat sedemikian rupa, tapi menurut saya justru terlihat tidak alami. Karakternya juga agak terlalu sinetron sehingga terasa melelahkan: istri, menantu dan ibu yang tertindas!

10. Mrs. Temper NamjungTki

mrs temper namjumki
Saya suka . Akting dan pilihan dramanya lumayan. Ditambahkan kemudian review yang bagus tentang drama ini. Kedengarannya sih ceritanya nggak mainstream. Selain itu, cast cowoknya, , juga lumayan. Saya coba nonton dua episode pertama dan tak sanggup lagi meneruskan. Ceritanya sih sebenarnya kelihatannya bagus, karakter-karakternya juga cukup berbeda dengan drama Korea kebanyakan. Hanya saja ada sesuatu dari drama ini yang membuat saya merasa ‘lelah’ mengikutinya. Entah plot atau cara pengambilan gambarnya.

11. The Good Wife
Saya setuju kalau adalah aktris terbaik dalam perfilman Korea saat ini. Dan seperti kebanyakan aktris/aktor yang mapan di film, jarang dari mereka yang kemudian main di drama. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal comeback ke drama, saya cukup berekspektasi. Meski saya sebenarnya tak terlalu suka drama bergenre hukum, tapi karena yang main adalah , saya jadi penasaran. Apalagi selain , ada dua nama besar lagi: dan . Sayang, ketika drama ini mulai tayang, ternyata banyak kritik dan ratingnya juga biasa-biasa saja.

the good wife

Karena drama ini adalah remake-nya drama Amerika, alih-alih membuatnya dengan sentuhan yang lebih khas, tapi justru nyaris plek dengan versi aslinya. Saya sendiri belum nonton versi ASnya, tapi demi baca itu, saya jadi ogah-ogahan. Salah satu alasan saya nonton drama Korea karena keunikan yang mereka miliki, yang berbeda dari drama-drama Barat. Menurut saya, drama Korea itu lebih ‘soft’ dan heartwarming dan tentu juga, lebih punya kedekatan secara budaya karena sama-sama Asia. Karenanya, ketika kemudian ada drama Korea yang terlalu mirip sama drama Barat, saya jadi tak tertarik. Meski begitu, saya menyempatkan nonton episode pertama dan beberapa episode berikutnya dengan cara fast forward. Dan yah, menurut saya memang dramanya terkesan kering dan membosankan.

12. Lucky Romance
Setelah dibuat termehek-mehek lewat karakter Jung-hwan di , saya penasaran mengikuti next projetnya . Apalagi, saya tahu kemudian kalau dia itu aktor pendatang baru yang memang bener-bener masih baru. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal main drama dan tak tanggung-tanggung langsung jadi lead-nya pula, saya penasaran. Tapi ketika mulai diris berita tentang siapa pasangan mainnya dan bakal ditayangkan dimana, saya mulai agak pesimis. , pasangannya di sini, bukanlah aktris yang buruk dan saya sempat menikmati akting dia di beberapa dramanya (yang menurut saya bagus seperti  di bareng ). Tapi belakangan saya mulai merasa bahwa karakter yang dia mainkan tipikal dan aktingnya menjadi terasa annoying. Herannya, hampir semua drama-dramanya selalu jadi hits. Dan yah, mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan kenapa dipasangkan dengan Ryu si pendatang baru.

Lucky Romance

Sebenarnya, drama ini punya potensi untuk tidak terlalu mainstream karena konon diadaptasi dari webtoon dengan karakter yang realistis tapi konon lagi, pihak produksi drama ini mengubah ceritanya ala karakter mainstream drama Korea: direktur perusahaan. Sementara karakter si cewek ya tak jauh-jauh dari karakter yang sudah ada, si gadis biasa, miskin, pekerja keras… hmmh… sudahlah. Demi mengobati penasaran, saya tetap mencoba untuk menonton drama ini . Tapi minat saya untuk mengikuti hilang setelah melihat 2-3 episode awal. Jalan ceritanya sudah ketebak. bermain bagus sebagai Jo Se-ho, si warkoholic, tapi saya selalu berpikir bahwa dia lebih cocok main di film atau drama-drama bernuansa indie saja (saya percaya bahwa kemampuan akting lebih utama daripada wajah, hanya saja, wajah yang ‘enak dilihat’ juga menjadi nilai tambahan. Bukannyasaya bilang wajah Ryu jelek, hanya saja, ‘terlalu biasa’ untuk aktor drama. Kecuali cerita dan karakternya yang sangat menarik seperti di Reply, rasanya sulit menikmati akting (dan wajah) Ryu di drama yang sampai belasan episode). Sementara seperti yang saya prediksikan, tak jauh beda dengan karakter yang pernah dia mainkan sebelumnya dengan gaya pakaian yang mirip-mirip juga, dan bagi saya tetap terasa annoying (maaf ya bagi penggemar Hwang Jung-eum). Cast pendukung dan cukup memberi warna, tapi ya bagaimanapun cerita 2nd lead di drama mainstream akan begitu-begitu saja.

13. Doctor Stranger

dr stranger
Saya nonton drama ini sebenarnya sebelum saya terlalu ‘pemilih’ dan cenderung nonton ‘apa saja’ asal castnya terkenal dan cukup saya ‘suka’. Dan di drama ini, ada nama . Meski saya nggak pernah menyukainya secara fisik, tapi saya cukup mengapresiasi aktingnya bareng   di . Saya sendiri tak nonton drama ini dengan blank, tanpa baca sinopsis atau review terlebih dahulu. Di episode-episode pertama, yang mengetengahkan kisah cinta di Korea Utara, rasanya masih menarik untuk diikuti. Tapi ketika kemudian tragedi demi tragedi terjadi, dan beralih ke dunia spionase pula, saya mulai garuk-garuk kepala dan kehilangan minat. Ditambah lagi, yang jadi aktris utama di sini, baik karakter maupun aktingnya kurang menarik. Justru , yang justru lebih terlihat mencuri screen plus punya chemistry yang bagus sama si tokoh utama.

13. Empire of Gold

Empire-of-Gold
adalah salah satu aktor yang punya soft spot di hati saya. Menurut saya dia cakep, dan aktingnya juga bagus. yang jadi pasangannya juga terkenal bagus. Di tambah lagi, review drama ini bagus karena konon ceritanya berbobot. Saya sudah mendapatkan full copy dramanya dan siap saya tonton. Tapi setiap kali saya nonton, saya tak pernah bisa melewatkannya lebih dari 10 menit sebelum kemudian menyerah karena merasa kelelahan. Saya nggak suka dengan penyajian dan cara pengambilan gambar drama ini yang terlalu banyak close up dan terlalu banyak omongan panjang lebar.

Midnight Runners

November 9, 2017 Tinggalkan komentar

Hee-yeol () adalah murid yang pintar dan masuk akademi polisi karena ingin sesuatu yang berbeda. Sementara Ki-joon (), masuk akademi polisi karena biayanya yang gratis. Meski di hubungan mereka kurang baik, tapi belakangan, mereka justru menjadi sahabat akrab.

midnight runners-1

Suatu hari, ketika sedang ijin jalan-jalan menikmati hari libur, tanpa sengaja mereka menjadi saksi sebuah penculikan yang ternyata melibatkan sindikat pembuahan sel telur perempuan untuk bayi tabung. Ketika mereka berusaha melaporkan kejadian itu, ternyata banyak prosedur ribet yang harus dilewaati. Padahal, jika aksi penyelamatan terlambat dilakukan, kemungkinan akan muncul korban yang besar.

midnight runners-4

 

Mereka berdua kemudian dihadapkan pada dilema antara mematuhi disiplin kampus agar tak kena sanksi atau malah dikeluarkan atau melanggarnya demi menyelamatkan orang-orang. Dan yah, kita tahu bahwa pilihannya tentulah pada yang kedua. Maka dimulailah aksi heroik mereka dalam menegakkan kebenaran. Dan sebagaimana film tentang heroisme, juga bisa ditebak bagaimana hasilnya.

midnight runners-5

Pertama, karena alasan saya menonton film ini. Kedua, karena baca ulasan yang menyebut film ini lumayan. Sempat box office juga di Korea sono. Dari segi cerita sih rasanya standar saja. Aksi heroismenya juga agak klise. Tapi pesan moralnya tersampaikan dengan baik. Kedua aktor utamanya juga bermain pas dan menunjukkan bromance yang cukup meyakinkan.

Note:
Film ini mendapat penghargaan untuk kategori Best New Actor di Daejong Film Awards. Akting cukup bagus sih, tapi menurut saya juga nggak stellar-stellar amat sehingga rasanya nggak terlalu pantas dapat iawardnya. Dan agak aneh juga karena tahun sebelumnya Park juga dapat nominasi untuk kategori serupa. Kategori ‘new’nya jadi agak membingungkan.

Cast:
– Hee-yeol
– Ki-joon
– Joo-hee
– Prof Yang

Judul: Midnight Runners/Young Cop/ Chungnyeonggyungchal
Sutradara/Pennulis: Kim Joo-hwan
Rilis: 9 Agustus 2017
Durasi: 109 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Daejong FilmAwards 2017:
-Best New Actor:
Nominasi: Best New Director

New Trial

November 8, 2017 Tinggalkan komentar

Hyun-woo () adalah seorang remaja yang terkesan pecicilan. Suatu malam, ia menjadi saksi sebuah kejadian pembunuhan sopir taksi di tengah jalan. Sempat memiliki masalah dengan polisi yang kebetulan kemudian menjadi penyidiknya, Hyun-woo kemudian dipaksa untuk mengaku sebagai pelaku pembunuhan itu. Berasal dari keluarga miskin dan tak punya koneksi, Hyun-woo tak bisa melakukan pembelaan. Ia pun harus rela menghabiskan 10 tahun di penjara.

new trial-1

Joon-young ()adalah seorang pengacara yang sedang dilanda masalah keuangan. Ia kemudian mencari kasus-kasus lama yang ia anggap bisa menghasilkan uang dan kasus Hyun-woo lah yang dipilihnya. Ia pun kemudian menemui Hyun-woo, membujuknya agar mau ia bantu untuk menuntut kasusnya. Hyun-woo menolaknya karena sudah terlannjur apatis pada hukum. Joon-young yang awalnya menangani kasus Hyun-woo karena alasan pragmatis, perlahan nuraninya untuk menegakkan keadilan mulai terusik. Dan yah, seperti diduga, kemudian akan terjalin bromance di antara keduanya.

new trial-5

 

new trial-6

Saya tertarik untuk nonton film ini karena dan yang jadi pemainnya. Mereka berdua adalah aktor bagus dan di dunia nyata memang sungguhan berteman baik (mereka ikut variety show bareng Youth Over Flowers Iceland). Dari segi cerita juga terdengar menarik karena berdasar kisah nyata. Sayang, ketika film ini mulai rilis, saya tak lagi mendengar gaungnya, pertanda bahwa film ini tak terlalu banyak diapresiasi. Dan setelah menonton film ini, saya pun paham.

 

new trial-7

Ceritanya sendiri sebenarnya cukup menarik apalagi memang diangkat dari kisah nyata. Tapi sayangnya penyajiannya menurut saya terlalu kering dan cenderung prosedural sehingga terasa membosankan. Eksplorasi karakter utamanya juga kurang maksimal, hal yang cukup disayangkan mengingat dan sebenarnya bisa melakukan ‘lebih’. Tidak buruk sih tapi juga bukan film yang terlalu mengesankan dan enak ditonton.

Cast:
– Lee Joon-young
– Jo Hyun-woo
– ibunya Hyun-woo
– Mo Chang-wan
Kim So-jin – Kang Hyo-jin
Kim Ha-na – Lee Byul
– Goo Pil-ho

Judul: New Trial/Jaesim
Sutradara/Penulis: Kim Tae-yoon
Produser: Yoon Soo-jin, Park Sung-il, Yoon Ki-ho
Sinematografi: Kim Il-yeon
Rilis: 16 Februari 2017
Durasi: 119 menit
Distributor: Opus Pictures, CGV Arthouse
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Dongju: The Portrait of a Poet

Akhirnya berhasil menonton film ini. Setelah berbulan-bulan saya menunggu sub Inggrisnya yang tak kunjung ada yang upload, akhirnya seorang teman dunia maya menyarankan saya menonton di kissasian dan thanks to her, saya akhirnya bisa menonton film ini.

Dongju

Ada cukup banyak alasan yang membuat saya penasaran berat sama film ini. Pertama, film ini disutradarai oleh , salah satu sutradara besar Korea yang film-filmnya sudah saya tonton dan bagus-bagus (, , ). Kedua, karena cast-nya adalah dan . Saya memfavoritkan keduanya, karena keduanya adalah dua aktor muda yang berbakat dan pilihan filmnya cukup ‘berkelas.’ Ketiga, premis ceritanya yang mengisahkan kehidupan seorang penyair dan diddasarkan pada kisah nyata pula. Saya selalu menyukai film biografi terutama dengan tokoh seniman. Keempat, ternyata film ini banyak mendapat penghargaan di beberapa ajang penghargaan film di Korea sono.

Dongju5

 

Format cerita film ini sendiri disajikan dalam cerita kilas balik. Dimulai dari Dongju yang dipenjara dan sedang diinterogasi oleh pihak Jepang, mengenai hubungannya dengan seorang pemberontak, Song Mong-gyu. Cerita berputar ke belakang. Dong-ju () dan Mong-gyu () adalah dua bersepupu yang tinggal serumah. Usia mereka sebaya dan selain bersaudara, keduanya juga sahabat kental dan sama-sama memiliki ketertarikan pada dunia tulis menulis. Hanya saja Mong-gyu lebih suka menulis esai sementara Dong-ju pada puisi.

Dongju1

Mong-gyu yang berkarakter keras dan pemberani, seolah mengambil peran sebagai kakak bagi Dong-ju. Ia lah yang banyak mempengaruhhi pikiran-pikiran Dong-ju, yang lebih kalem dan pendiam. Sebagaimana seorang pemuda pemberani yang banyak membaca, Mong-gyu merasa tertarik dengan ide-ide baru seperti komunisme hingga anti imperalisme. Ia pun kemudian ikut gerakan-gerakan anti penjajahan dan pernah dipenjara.

Dongju4

Setelah sama-sama menyelesaikan sekolah di Seoul, Mong-gyu kemudian mengajak Dong-ju melanjutkan kulaih ke Jepang, berpikir bahwa di sana mereka akan lebih banyak belajar hal-hal besar dan bagi Mong-gyu, tentunya bisa melebarkan sayap perjuangan dan kemudian terlibat dalam kelompok pejuang yang cukup radikal.

 

Di Jepang, mereka diterima di universitas yang berbeda. Dong-ju tetap menekuni puisi dan kemudian bertemu seorang profesor baikhati, Takamatsu dan juga keponakannya Kumi, yang kemduian memabntunya mempublikasikan puisi-puisinya. Ide-ide Mong-gyu tentang perjuangan dan juga hidup di tengah suasana penjajahan adalah hal-hal yang menginspirasi puisi-puisi Dong-ju, dan karenanya, kemudian ia dianggap subversif dan memiliki keterlibatan dalam pemberontakan yang dilakukan Mong-gyu.

Dongju6

Sebenarnya, selalu sulit bagi saya memberi penilaian pada sebuah film yang sejak awal sudah membuat saya banyak berekspektasi. Dan karena lamanya menunggu kesemaptan menonton film ini, saya juga cukup penasaran dengan membaca banyak artikel yang mengulas film ini, sehingga ketika menontonnya, kepala saya sudah tak lagi kosong. Dan sejujurnya, hal itu cukup mengurangi kenikmatan saya menonton film ini. Tapi secara umum, saya setuju kalau film ini adalah film yang bagus. Pesan film ini saya rasa tersampaikan dengan baik. Tentang bagaimana kekejaman dan ketidakadilan yang dilakukan Jepang, sampai-sampai seorang penyair ‘biasa’ saja ditangkap dan dipenjara.

Dongju3

Dari segi akting, bermain apik sebagai Dong-ju yang kalem dan puitis. Meski saya selalu membayangkan bahwa sosok seorang seniman adalah sosok yang ‘aneh’ tapi karena Dong-ju adalah sosok yang benar-benar pernah ada, tentu tak ada yang perlu diperdebatkan dari karakternya yang bisa dibilang ‘biasa-biasa saja.’ Kehidupan di seputar Dong-ju juga bisa dibilang jauh dari dramatis. Ia tumbuh di keluarga yang cukup berada dan berpendidikan. Proses hidupnya juga bisa dibilang lancar-lancar saja. Tapi yah, apa yang salah dari keadaan semacam itu? Kenyataannya memang banyak orang-orang besar yang lahir dari latar belakang yang ‘baik-baik’ saja.

Dongju2

Di sisi lain, juga tak kalah apik aktingnya sebagai Song Mong-gyu yang meledak-ledak. Karakter Mong-gyu justru adalah nyawa dari film ini. Dan Park membawakannya dengan sangat baik. Wajar jika kemudian dia diganjar penghargaan aktor pendatang baru terbaik untuk perannya di sini. Pada dasarnya, ia dan bermain sama baiknya, hanya saja, memang sosok Mong-gyu menang secara karakter sehingga lebih menarik.

Dongju8

Dongju7

Secara penceritaan sendiri, karena ini adalah film tentng penyair, tadinya saya berharap sesuatu yang lebih puitis dan kontemplatif, hanya saja, sepertinya memang bukan itu tujuan si sutradara sehingga plotnya juga lebih lugas dan cair. Overall, good movie.

Note:
Yoong Dong-ju adalah penyair Korea yang lahir pada tahun 1917. Secara garis besar, kehidupannya memang seperti yang diceritakan dalam film ini. Ia kemudian meninggal di dalam penjara Jepang pada tahun 1945 di usia 27 tahun, diduga karena disuntik obat tertentu yang membuatnya hingga meninggal. Tiga tahun setelah kematiannya, buku kumpulan puisinya diterbitkan yang diberi judul: Haneulgwa, Baramgwa, Byeolgwa Si (The Heavens and The Winds and The Stars and Poetry). Meski usianya pendek dan karyanya tak banyak, tapi Dong-ju merupakan salah satu penyair besar Korea yang karya-karyanya banyak dibaca dan dikaji.

Park Mong-gyu juga adalah karakter nyata.

Cast:
– Yoon Dong-ju
– Song Mong-gyu

Kim In-woo – Detektif
Choi Hong-il – Ayah Dongju
Choi Hee-soo – Kumi
Shin Yoon-joo – Lee Yeo-jin

Kim Jung-pal – ayah Mong-gyu
Moon Sung-ggeun – Jung Ji-young
Choi Jung-hun – Moon Ik-hwan

Judul: Dongju: The Portrait of a Poet
Sutradara:
Produser: Shin Young-shick, Kim Ji-hyung
Sinematografi: Choi Yong0jin
Rilis : 18 Februari 2016
Durasi: 110 menit
Distributor Megabox Plus M
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea-Jepang

Awards:
Baeksang Art Awards 2016: Grand Prize (), Best New Actor ()
Blue Dragon Awards 2016: Best New Actor (), Best Screenplay

Like for Likes

Tadinya saya tak terlalu berekpektasi dengan film ini. Saya sudah beberapa kali nonton film omnibus, yang mengetengahkan beberapa cerita, dan biasanya ceritanya ya begitu-begitu saja. Meski begitu, karena nama-nama castnya yang adalah para aktor yang cukup saya favoritin ( , , ), saya tetap mencatat film ini dalam list wajib tonton saya.
fullsizephoto671706
Film ini mengetengahkan cerita cinta dari tiga pasangan yang meski tidak saling berhubungan, tapi saling mengenal satu sama lain.

lk

lk08
No Jin-woo () adalah seorang bintang hallyu. Tiga tahun lalu, sebelum pergi untuk wajib militer, ia terlibat hubungan one night stand dengan penulis drama yang melambungkan namanya, Jo Gyung-a (). Kejadian itu membuat hubungan keduanya tidak nyaman. Ketika pihak produser menginginkan mereka untuk bekerja sama di drama terbaru lagu, Jin-woo menolak. Namun ketika ia mengetahui bahwa Gyung-a yang single ternyata memiliki seorang anak yang mirip dengannya, Jin-woo pun berusaha untuk mendekati Gyung-a kembali.
lk90

lk56
Sung-chan ()adalah seorang pemilik restoran Jepang kecil. Menjelang pernikahannya, ia menyewa apartemen pada seorang pramugari cantik yang jutek, Joo-ran (). Sung-chan gagal menikah karena diputuskan pacarnya dan Joo-ran ditipu sehingga tak punya tempat tinggal. Sung-chan pun kemudian menawari Joo-ran untuk tinggal serumah. Tidak hanya itu, karena Sung-chan kemudian mencombalngi Joo-ran dengan temannya. Tapi di sisi lain, benih-benih suka justru mulai muncul di antara keduanya.
lk43

lk3
Cerita yang lain adalah Soo-ho ( ), seorang penggubah lagu yang mengalami gangguan pendengaran setelah sebuah kecelakaan.  Meski begitu, ia bisa berkomunikasi dengan membaca gerak bibir. Di restoran milik Sung-chan, ia bertemu dengan Na-yeon ( ), seorang produser drama TV dan saling jatuh cinta.   Karena merasa takut ditinggalkan, Soo-ho yang lugu tak pernah memiliki keberanian untuk berterus terang tentang keadaannya pada Na-yeon.
lk50
Yah, it’s about romance. Mungkin sekilas, ini adalah film romance yang biasa. Tapi setelah menontonnya, saya merasa cukup puas dengan ceritanya. Masing-masing cerita disajikan dengan manis dan pas. Meskipun tidak terlalu banyak eksplorasi karakter pada masing-masing tokoh, tapi masing-masing tokoh menunjukkan akting terbaiknya dan chemistry antar pasangan juga terjalin dengan baik.

lk57

Saya pribadi lebih suka cerita cinta Jin-woo-Gyung-a. Meski di atas kertas gap usia mereka begitu jauh ( : 45 tahun & : 31 tahun), tapi keduanya mampu menunjukkan chemistry yang mengagumkan. Tadinya saya agak meragukan karakter sebagai bintang hallyu di sini, karena terkesan standar, tapi Yoo lagi-lagi di sini menunjukkan akting bagus yang membuat karakternya terasa lovable.

Selain itu, pasangan Joo-ran-Sung-chan  menurut saya juga terasa begitu cute. Mereka terlihat begitu nyaman dan saling melengkapi satu sama lain. bermain apik sebagai si perawan tua jutek, Joo-ran, dan sebagai the caring & easy going Sung-chan.
lk25
Sementara pasangan Soo-ho-Na-yeon yang di sinopsis yang saya baca saya kira paling kuat, justru menurut saya terasa paling biasa. Tak ada yang salah dengan akting maupun , yang menurut saya sudah bermain dengan pas. Masalahnya lebih pada ceritanya. Whatever, sebuah film ringan yang terasa fresh dan menghibur.

Cast:
-Jo Gyung-a
– No Jin-woo
– Ham Joo-ran
– Jung Sung-chan
– Lee Soo-ho
– Jang Na-yeon

Ha Seok-Jin – Kang Min-Ho
Han Jae-Young – Jung Il-Gyoo
Baek Chang-Min – Jung Eui-Joo
Heo Jung-Do – Director Heo

Judul: Like for Likes / Please Like Me /Johahaejyo (좋아해줘)
Sutradara: Park Hyun-Jin
Penulis: Yoo Young-A, Park Hyun-Jin
Produser: Jin Il-Gyoo, Lee Han-Seung
Sinematografi: Shin Tae-Ho
Rilis: 18 Februari  2016
Durasi: 120 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar