Arsip

Posts Tagged ‘Kang Ha-neul’

Like for Likes

Tadinya saya tak terlalu berekpektasi dengan film ini. Saya sudah beberapa kali nonton film omnibus, yang mengetengahkan beberapa cerita, dan biasanya ceritanya ya begitu-begitu saja. Meski begitu, karena nama-nama castnya yang adalah para aktor yang cukup saya favoritin ( , , ), saya tetap mencatat film ini dalam list wajib tonton saya.
fullsizephoto671706
Film ini mengetengahkan cerita cinta dari tiga pasangan yang meski tidak saling berhubungan, tapi saling mengenal satu sama lain.

lk

lk08
No Jin-woo () adalah seorang bintang hallyu. Tiga tahun lalu, sebelum pergi untuk wajib militer, ia terlibat hubungan one night stand dengan penulis drama yang melambungkan namanya, Jo Gyung-a (). Kejadian itu membuat hubungan keduanya tidak nyaman. Ketika pihak produser menginginkan mereka untuk bekerja sama di drama terbaru lagu, Jin-woo menolak. Namun ketika ia mengetahui bahwa Gyung-a yang single ternyata memiliki seorang anak yang mirip dengannya, Jin-woo pun berusaha untuk mendekati Gyung-a kembali.
lk90

lk56
Sung-chan ()adalah seorang pemilik restoran Jepang kecil. Menjelang pernikahannya, ia menyewa apartemen pada seorang pramugari cantik yang jutek, Joo-ran (). Sung-chan gagal menikah karena diputuskan pacarnya dan Joo-ran ditipu sehingga tak punya tempat tinggal. Sung-chan pun kemudian menawari Joo-ran untuk tinggal serumah. Tidak hanya itu, karena Sung-chan kemudian mencombalngi Joo-ran dengan temannya. Tapi di sisi lain, benih-benih suka justru mulai muncul di antara keduanya.
lk43

lk3
Cerita yang lain adalah Soo-ho ( ), seorang penggubah lagu yang mengalami gangguan pendengaran setelah sebuah kecelakaan.  Meski begitu, ia bisa berkomunikasi dengan membaca gerak bibir. Di restoran milik Sung-chan, ia bertemu dengan Na-yeon ( ), seorang produser drama TV dan saling jatuh cinta.   Karena merasa takut ditinggalkan, Soo-ho yang lugu tak pernah memiliki keberanian untuk berterus terang tentang keadaannya pada Na-yeon.
lk50
Yah, it’s about romance. Mungkin sekilas, ini adalah film romance yang biasa. Tapi setelah menontonnya, saya merasa cukup puas dengan ceritanya. Masing-masing cerita disajikan dengan manis dan pas. Meskipun tidak terlalu banyak eksplorasi karakter pada masing-masing tokoh, tapi masing-masing tokoh menunjukkan akting terbaiknya dan chemistry antar pasangan juga terjalin dengan baik.

lk57

Saya pribadi lebih suka cerita cinta Jin-woo-Gyung-a. Meski di atas kertas gap usia mereka begitu jauh ( : 45 tahun & : 31 tahun), tapi keduanya mampu menunjukkan chemistry yang mengagumkan. Tadinya saya agak meragukan karakter sebagai bintang hallyu di sini, karena terkesan standar, tapi Yoo lagi-lagi di sini menunjukkan akting bagus yang membuat karakternya terasa lovable.

Selain itu, pasangan Joo-ran-Sung-chan  menurut saya juga terasa begitu cute. Mereka terlihat begitu nyaman dan saling melengkapi satu sama lain. bermain apik sebagai si perawan tua jutek, Joo-ran, dan sebagai the caring & easy going Sung-chan.
lk25
Sementara pasangan Soo-ho-Na-yeon yang di sinopsis yang saya baca saya kira paling kuat, justru menurut saya terasa paling biasa. Tak ada yang salah dengan akting maupun , yang menurut saya sudah bermain dengan pas. Masalahnya lebih pada ceritanya. Whatever, sebuah film ringan yang terasa fresh dan menghibur.

Cast:
-Jo Gyung-a
– No Jin-woo
– Ham Joo-ran
– Jung Sung-chan
– Lee Soo-ho
– Jang Na-yeon

Ha Seok-Jin – Kang Min-Ho
Han Jae-Young – Jung Il-Gyoo
Baek Chang-Min – Jung Eui-Joo
Heo Jung-Do – Director Heo

Judul: Like for Likes / Please Like Me /Johahaejyo (좋아해줘)
Sutradara: Park Hyun-Jin
Penulis: Yoo Young-A, Park Hyun-Jin
Produser: Jin Il-Gyoo, Lee Han-Seung
Sinematografi: Shin Tae-Ho
Rilis: 18 Februari  2016
Durasi: 120 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

C’est si bon, Soundtrack

Maret 21, 2016 2 komentar

Seperti saya tulis di artikel sebelumnya, salah satu kekuatan film adalah musiknya yang keren dan yang menjadi makin keren adalah bahwa seluruh lagu yang menjadi soundtrack film ini dinyanyikan oleh para aktor pemerannya di film. Dan suara mereka tidak kalah keren dari para penyanyi sungguhan (atau justru malah lebih keren dari suara beberapa penyanyi sungguhan?). Lagu-lagu yang dibawakannya juga sangat asyik didengar, bernuansa folk akustik yang terasa nostalgis tapi juga tetap terasa everlasting didengar sekarang.
c'es si bon-poster
Yang menarik adalah bahwa hampir semua aktor utama yang main di sini sumbang suara, mulai dari , , , , , , dan . Dan hampir semuanya punya suara yang enak di dengar. Bisa dipahami sih karena ternyata beberapa aktor ini juga dikenal sebagai aktor ( , , , ),panggung musikal yang menuntut mereka untuk punya kemampuan menyanyi.

sb3

Twin Folio

Karena sebagian cerita film ini mengetengahkan cerita tentang Twin Folio, band Korea yang sungguhan ada, maka lagu-lagu yang menjadi ost film ini adalah lagu-lagu yang dulunya dinyanyikan oleh Twin Folio. Saya coba-coba browsing di internet, tapi tak banyak informasi dalam bahasa Inggris tentang siapa itu Twin Folio, selain bahwa mereka adalah duo yang beranggotakan Chang-Shik dan Yoon Hyong-Jo. Twin Folio populer pada tahun ’70an-’80an. Lagu-lagu yang mereka bawakan umumnya adalah lagu-lagu Barat populer pada masa itu yang kemudian digubah dalam versi Korea, seperti lagu Wedding Cake-nya Connie Francis dan White Handkerchief-nya Nana Mouskuri. Perpaduan instrumen akustik dan vokal keduanya yang unik menjadi kekuatan khasnya Twin Folio.

Meski hampir semua aktor ikut sumbang suara,namun dua  pemeran Twin Folio di film, dan , bisa dibilang sebagai pengisi utama soundtrack dan menurut saya adalah pilihan yang sangat tepat karena keduanya memang memiliki suara yang bagus.

Sejak penampilannya di drama yang juga mengetengahkan tentang musik, Monstar, saya tahu bahwa memang sungguhan bisa menyanyi dan main alat musik (terutama gitar). Kang memang mengawali karirnya di panggung musikal. Ia memiliki suara tipis yang khas. Di film ini dia cukup jor-joran menyumbang suara dan saya sama sekali tak keberatan karena dia selalu terlihat keren ketika mulai menyanyi dan main gitar. Dan kalau didengar-dengar, Kang ini memang memiliki suara dan penampilan yang mirip sama sosok yang diperankannya, Yoon Hyung-jo. Iseng saya browsing di internet dan menemukan upload-an di Youtube ketika ia (bersama dan ) dipertemukan dengan Yoon Hyun-jo di sebuah acara variety show (Hui Yool Sketchbook) dan Yoon memuji-muji vokal Kang.

csb9.jpg

Jo Bok-rae, si pendatang baru yang cukup mencuri scene

adalah nama baru bagi saya. Ketika melihat penampilannya di sini, saya terus bertanya-tanya, siapa dia? Dan ya, ternyata dia memang pendatang baru dalam dunia perfilman. Seperti Kang, Jo ini juga dikenal sebagai aktor panggung. Selain aktingnya yang cukup berhasil mencuri scene di film, ia juga memiliki suara tenor yang penuh dan powerfull.

Sementara untuk aktor lain, juga tak kalah keren. , cukup membuat saya terkejut karena saya tak menyangka kalau ahjussi berwajah serius ini punya suara bagus. Suaranya agak husky yang empuk dan enak didengar.

sb13

Kim Yun-seok yang ternyata punya vokal oke

Dua pemeran utamanya yang selama ini dikenal sebagai aktor populer, dan juga sumbang suara. Dan jujur, keduanya mewakili ketidaksukaan saya pada aktor yang menyanyi. Mereka tidak punya cukup kemampuan menyanyi tapi menyanyi. Jung Woo memiliki suara bariton yang berat tapi juga terdengar masih sangat mentah dan fals. Demikian juga  yang suaranya terasa sangat pas-pasan.

csb34

Twin Folio versi Kang Ha-neul dan Jo Bok-rae yang ternyata juga keren bingits 🙂

Well, di antara jajaran lagu bagus di film ini, favorit saya adalah duet dan di lagu White Handkerchief (hayan sonsugeon). Di lagu ini, suara tenor Jo yang powerful berpadu apik dengan suara tinggi Kang , plus petikan instrumen akustik yang kental, membuat lagu ini benar-benar terdengar indah. Menurut saya, dan adalah pasangan duet yang sangat pas. Mendengarkan lagu ini, membuat saya berharap bahwa suatu saat nanti keduanya benar-benar menelurkan lagu atau album berdua. Hehe.

csb00

Kim Hee-ae yang ternyata punya suara keren

Wedding Cake adalah lagu kedua yang saya suka. Lagu ini seolah menjadi lagu tema  film ini. Versi asli lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi Amerika, Connie Francis. Di film, lagu ini dinyanyikan dalam dua versi, versi duet & Jang Hyun-sung dan versi . Menurut saya keduanya sama-sama bagus meski saya lebih suka versi , karena karakter vokal yang melengkapi nuansa oldies lagu ini.

Lagu berikutnya yang cukup saya sukai adalah When The Saints Go Marching In yang di sini dinyanyikan oleh Trio C’est si bon (versi asli lagu ini dinyanyikan Louis Amstrong). Vokal dan disini dilengkapi dengan vokal yang bariton dan memberi nuansa ‘jenaka’ pada lagu.

Berikut list lagu yang mengisi film ini:

1.When The Saints Go Marching In – Trio C’est si bon ( , , )
2.Wedding cake –  , Jang Hyun-sung vers.
3. White Handkerchief (hayan sonsugeon),
4.Daeege modu deulil
5. Wedding Cake .vers.
6.  Let’s Forget It (Ijen ijgilo haeyo)  –
7. jogaekkeobjil mukk-eo (Shells tie?) –  ft. Ukelele Picnic
8. sarnghaneun ma-eum (Loving Hearts/),
9. na geudaeege modu ?eulili  – ,
10. Daydream (Baek ilmong), ,
11.  It’s Love (Sarangiya) – Jo Bok-rae
12. It’s You (geugeon neo)  –
13. Delilah
14. na geudaeege modu deulili – ,
15. V.A – C’est si bon (뉴쎄시봉)
16. V.A – Call of Love/sarang-uijeonhwa (Ja-young theme)
17. V.A. – 충무에서 LA공항까지
18. V.A. – 슬픈 프로포즈
19. V.A. – 그때 그시절 (자영, 근태 테마)
20. V.A.  – 20년전 진실
21. V.A.  –  근태 테마
22. V.A. – 사랑하는 사람들은 늙지 않는다 (40대 테마)
23. V.A. – 데이트 (자영 테마)

Beberapa lagu yang juga muncul di film ini tapi tidak masuk ost list adalah:
1. My Bonnie Lies over the Ocean. Lagu ini adalah lagu pertama yang dibawakan oleh Yoon Hyung-ju (Kang Ha-neul) di kafe.Lagu ini aslinya adalah lagu folk Scotlandia dan sudah dinyayikan oleh banyak penyanyi.
2. You Mean Everything to Me. Lagu ini juga dinyanyika oleh Kang ketika berkompetisi dengan Chang-sik di kafe. Ini adalah lagu romantis klasik yang aslinya dinyanyikan oleh Neil Sedaka.

C’est si bon

Maret 20, 2016 Tinggalkan komentar

C’est si bon adalah sebuah kafe di daerah Mugyo-dong, Seoul, pada tahun ’60-an. Kafe ini membuat pertunjukan musik live dengan menampilkan musisi-musisi muda berbakat pada masa itu. Salah satu bintang panggung yang terkenal adalah Yoon Hyung-joo (, seorang mahasiswa Kedokteran Universitas Yonsei. Karena desakan ayahnya untuk lebih konsen pada pendidikan, Hyung-joo kemudian memutuskan untuk berhenti manggung. Di saat bersamaan, muncul Song Cang-shik (, mahasiswa Universitas Hongik berpenampilan nyentrik dan memiliki karakter suara unik.
csb2

csbz
Merasa termotivasi oleh Cang-shik, Hyung-joo pun urung undur diri. Sang presiden kafe, Kim Choon-sik, yang mengagumi musikalitas keduanya, kemudian berkeinginan untuk membentuk duet. Namun karena karakter keduanya yang sulit disatukan, diputuskan untuk membuat trio saja, dimana orang ketiga berfungsi sebagai pelengkap karakter vokalnya. Lee Jang-hee (, si produser, secara tak sengaja sudah menemukan karakter suara yang pas.

csbo

Dia adalah Oh Gun-tae (, mahasiswa dari daerah yang nyambi sebagai petugas cleaning service. Berbeda dari kedua anggota yang memiliki pengetahuan musik bagus, modal pengetahuan musik Gun-tae hanyalah sebagai penyanyi gereja ketika kecil. Maka, kehadirannya pun sulit diterima oleh Yong-ju dan Cang-shik. Hingga kemudian muncul Min Ja-young (, gadis cantik pemain teater yang bermimpi untuk jadi aktris besar. Kehadiran Ja-young membuat ketiganya ingin menunjukkan kemampuan mereka dan mereka pun kemudian kompak dalam trio yang dinamai C’est Si Bon.
csbh

sb17
Meski masing-masing berusaha mendapatkan perhatian Ja-young, tapi ternyata Gun-tae yang lugu lah yang berhasil merebut hati Ja-young. Kisah cinta keduanya berjalan manis, seiring semakin populernya C’ets si bon yang kemudian siap membuat album debut. Sayang, semua itu hanya berlangsung sementara. Ja-young, demi mewujudkan mimpinya menjadi aktris besar, terpaksa menerima cinta seorang sutradara terkenal (dan meninggalkan Gun-tae. Gun-tae patah hati dan menghilang entah kemana.Si produser pun kemudian secara kilat mengganti trio menjadi duo yang kemudian dinamai Twin Folio. Karena memang anggotanya adalah dua orang yang sama berbakat, Twin Folio segera saja sukses. Sayang, hal ini pun juga tak bertahan lama. Kondisi politik masa itu yang begitu ketat dan kaku, melakukan sweeping dan menangkap mereka yang diduga pernah menghisap ganja, hal yang agaknya umum dilakukan oleh para seniman pada masa itu. Anggota Twin Folio bersama Jang-hee ditangkap. Kafe C’est si bon pun gulung tikar.
csbam

csbpn
Tapi cerita sendiri tidak akan berhenti di sini, karena cerita akan melompat ke masa 20 tahun kemudian dan cerita justru akan lebih fokus pada kisah cinta tak sampai antara Gun-tae ( dan Ja-young (yang dipertemukan kembali ketika keduanya berada di Amerika. Cerita yang justru membuat saya mengernyitkan kening. Film tentang musik yang terasa cukup solid di separoh cerita, tiba-tiba berubah menjadi cerita cinta yang terasa klise. Cerita musik pun kemudian hanya menjadi sampingan yang tak berarti. Karena saya sempat membaca sekilas kalau film ini terinspirasi dari kisah nyata, meski agak mengusik cerita, saya berusaha menikmatinya karena mungkin memang demikian ceritanya

csb1

sb12.

Tapi setelah saya baca-baca lagi ulasan di internet, ternyata kisah cinta Ja-young -Gun-tae itu fiktif dan yang kisah nyata justru adalah Twin Folio. Hal yang membuat saya tak habis pikir, kenapa sang sutradara justru lebih memfokuskan pada cerita fiktif daripada kisah nyata saja? Pun cerita fiktifnya juga terasa klise pula. Kenapa sih sutradaranya tidak fokus saja ke cerita tentang musik?  Sungguh sangat disayangkan karena menurut saya, film ini punya potensi menjadi film musik yang kuat.  Saya pikir jatuh bangun Twin Folio dan latar politik masa itu bisa menjadi fokus yang menarik. Karakter dua personelnya, Hyung-joo dan Chang-sik, cukup bisa dijadikan bahan yang kuat untuk mendukung cerita. Sayang sekali 😦
csb97
Meski begitu, sebenarnya ini juga bukan film yang buruk, kok. Apalagi cast-nya adalah jajaran aktor papan atas Korea, mulai dari , , , , , , , … yang menurut saya bermain dengan baik meski ya itu tadi, beberapa tokoh tidak ada ruang untuk eksplorasi karakter mereka dengan lebih mendalam. Selain itu, sebagaimana umumnya film tentang musik, film ini juga terasa cukup musikal, bertaburan lagu keren tahun 60-an yang bernuansa folk akustik. Dan menariknya lagi, lagu-lagunya dinyanyikan sendiri oleh para aktornya.

sb6

Biasanya, saya agak terganggu dengan aktor yang memerankan sosok musisi dan harus menyanyi karena seringkali suara mereka pas-pasan. Tapi tidak di sini, karena para aktor yang menyanyi di sini memang memiliki suara keren. Ya bisa dipahami, karena aktor-aktor yang main di film ini kebanyakan adalah aktor yang berlatar belakang sebagai aktor teater/ musikal yang memang dituntut untuk sungguhan bisa menyanyi. Mulai dari , , … Sedikit agak dipaksakan mungkin adalah dan yang juga ikut sumbang suara dan suara keduanya terdengar begitu alakadarnya, tapi masih tertutupi oleh suara yang lain kok.

Cast:
– Oh Gun-tae
– Oh Gun-tae (tua)
– Min Ja-young (muda)
– Min Ja-young (tua)

– Lee Jang-hee
Jang Hyun-Sung – Lee Jang-hee (tua)
– Yoon Hyeong-joo
– Song Chang-sik
Kwon Hae-Hyo – Kim Choon-sik
– Jo Young-nam
– sutradara
Ahn Jae-hong – Byung-chul

Judul: C’est si bon/ Sseshibong (쎄시봉)
Sutradara/Penulis: Kim Hyun-Seok
Produser: Lee Woo-Jung, Kang Myung-Chan
Sinematografi: Lee Mo-Gae
Rilis: 5 Februari 2015
Durasi: 122 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Baeksang Award 2015;
– Nominasi Best New Actor ()
Chunsa Film Award 2015:
– Nominasi Best Screenplay
Bucheon International Fantastic Film Festival 2015:
– Fantasia Award ()
Buil Film Awards 2015:
– Nominasi Best Music (Lee Byung-hoon) & Nominasi Best Supporting Actor ()
Grand Bell Awards 2015:
– Nominasi Best Music
(Sumber: wikipedia.org)

Twenty

Juni 28, 2015 Tinggalkan komentar

Daya tarik utama film ini tentulah karena casting utamanya yang merupakan jejeran aktor muda yang sedang naik daun bercampur idol: , , Jun-ho “2PM”, dan .

Twenty, yang bertabur bintang muda yang sedang naik daun

Twenty, yang bertabur bintang muda yang sedang naik daun

Gyung-jae (), Dong-woo dan Chi-ho () berteman sejak SMA, diawali dari memperebutkan cewek yang sama, So-min. Meski pada akhirnya Chi-ho lah yang berhasil mendapatkan So-min karena dia yang lebih berani move duluan.

PDVD_004

Sekarang, mereka sudah lulus SMA, dan berumur 20 tahun. Gyung-jae yang berasal dari keluarga menengah yang biasa, melanjutkan kuliah dengan impian standar yang ideal: kelak bisa bekerja di perusahaan besar. Dong-woo yang anak sulung dan berasal dari keluarga miskin, tak bisa melanjutkan kuliah. Sambil bekerja ini itu, ia terus menyimpan impian menjadi seniman komik. Sementara Chi-ho, si anak manja dari keluarga yang cukup berada, tidak memiliki impian apa-apa. Keinginannya hanya menikmati hidup, hura-hura dari uang pemberian orang tua dan tebar pesona pada cewek-cewek.

Kim Woo-bin yang jadi si manja Chi-ho

Kim Woo-bin yang jadi si manja Chi-ho

Dan karena ini adalah certia tentang para anak muda, tentu masalah cewek dan seksualitas menjadi bahasan yang krusial. Sebagai anak-anak muda yang biasa saja, mereka terobsesi ingin mengakhiri keperjakaannya, masalahnya, mereka tidak memiliki pengalaman dan keberanian.

Gyung-jae yang si lurus yang dimanfaatin kakak kelasnya. Poor acting of MIn Hyo-rin

Gyung-jae yang si lurus yang dimanfaatin kakak kelasnya. Poor acting of Min Hyo-rin! 😦

Lalu, Gyung-jae naksir Jin-joo (), kakak kelas kaya dan cantik tapi ternyata cuma dimanfaatkan. Chi-ho, meski masih terikat hubungan dengan So-min, tapi naksir Eun-hye, cewek cantik yang sedang merintis karir sebagai aktris. Dan Dong-woo, menjalin hubungan yang manis dengan Soo-hee ( ), adiknya Gyung-jae.

The cute relationship of Soo-hee & Dong-woo

The cute relationship of Soo-hee & Dong-woo

Dan yah, begitulah, kehidupan anak-anak muda 20 tahun, sebuah cerita tentang masa transisi, yang dipenuhi dengan mimpi-mimpi dan kebingungan-kebingungan, juga cinta serta optimisme anak muda.

Ceritanya sendiri disajikan dengan ringan dan sedikit komedik sehingga terasa menghibur. Tidak akan melibatkan konflik yang tajam atau perenungan mendalam, tapi tidak jatuh ke cheesy kok. Tetap ada pesannya, tapi memang sepertinya lebih ditonjolkan sisi menghiburnya dan saya sendiri cukup menikmati.

PDVD_033

Chemistry antar para pemainnya juga terbangun dengan baik. Persahabatan antara Chi-ho, Dong-woo dan Gyung-jae terasa nyata. Ditambah kemudian sosok Soo-hee dan So-min. Saya senang karena pada akhirnya, masuknya orang luar (Eun-hye dan Jin-joo) hanyalah semacam selingan dan pada akhirnya yang tetap solid adalah antara mereka yang sudah saling mengenal sejak lama sehingga membentuk semacam ikatan yang manis.

PDVD_023

Dari segi akting, masing-masing memerankan karakternya yang pas. Bagi para penggemar dan biasa lihat peran dia sebagai si bad boy atau cowok cool di sini ia memerankan karakter yang sedikit berbeda seabgai Chi-ho yang childish dan playboy. Demikian juga Jun-ho yang keluar dari sosok anak boyband, menjadi sosok Dong-woo yang “sederhana dan dewasa.” Sementara … yah sejak lihat akting dia beberapa kali saya tak meragukan bakat cowok satu ini. Ketika membaca sinopsisnya, saya sempat agak underestimate karena digambarkan sosok Gyung-jae yang diperankannya adalah sosok “lurus” dan berpikir tak jauh dari karakter-karakter yang pernah diperankannya. Tapi ternyata, karakter Gyung-jae menurut saya justru paling berwarna dan ‘nyata.’ Dan saya pikir, hal ini tak lepas dari sosok yang cukup ekspresif memperlihatkan karakter Gyung-jae dengan begitu baik.

Good acting of Kang Ha-neul.

Good acting of Kang Ha-neul.

PDVD_039

Untuk jajaran para cewek, dan juga tidak mengecewakan meski juga tidak mengesankan, tapi saya pikir lebih karena jatah scene mereka yang terbatas sehingga tidak ada eksplorasi karakter yang lebih mendalam. Terutama untuk sosok yang nyaris tidak memiliki karakter khusus, sementara pada beberapa adegan, saya pikir cukup mampu mencuri scene.

Yeah, twenty should be like this! :D

Yeah, twenty should be like this! 😀

Sementara untuk karakter tambahan, ada sebagai Jin-joo dan Jung Joo-yeon sebagai Eun-hye. Dan saya cukup lega karena ternyata mereka benar-benar hanya sebagai pelengkap saja. Jung Joo-yeon, saya pikir bermain cukup baik meski karakternya terasa tidak penting, tapi ? Jika dibuat daftar kualitas akting di sini, saya pikir dialah yang menempati urutan paling bawah. Oke, dia digambarkan sebagai sosok yang bermasalah dan menyembunyikan sesuatu, saya bisa menerima kalau dia kemudian terkesan dingin. Tapi bukan kesan itu yang saya tangkap dari aktingnya, melainkan ekspresi yang terasa flat dan akting yang kaku. Saking penasaran, saya sempat browsing di internet siapa dia dan cukup terkejut karena ternyata dia cukup populer dan menjadi pemeran utama di beberapa drama (Preserve, Goo Hae-ra).

Whatever, cukup recommended!

Cast:
– Chi-ho
Lee Joon-Ho – Dong-woo
– Gyung-jae
– So-min
– So-hee
Jung Joo-yeon – Eun-hye
– Jin-joo

Kim Eui-sung – ayah Chi-ho
Park Myung-shin – ibu Chi-ho
Oh Hyun-kyung – ibu Dong-woo
Park Hyuk-kwon – sutradara film
Na Jong-chan – Dong-won (adik Dong-woo)
Song Ye-dam – si kembar
Song Ye-joon -si kembar
Kim Jong-Soo – paman Dong-Woo
So Hee-Jung – ibu Gyung-Jae

Judul: Twenty/ Seumool (스물)
Sutradara/ Penulis: Lee Byeong-Hun
Produser: Lee Sung-Doo, Lim Ji-Moon
Sinematografi: No Seung-Bo
Rilis: 25 Maret 2015
Durasi: 115 menit
Distributor: Next Entertainment World
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Festival:
New York Asian Film Festival – 2015 – Centerpiece Presentation *International Festival Premiere

Awards:
Baeksang Arts Awards 2015:
– Nominasi  Best New Actor ()

Misaeng

April 19, 2015 2 komentar

Fiuh, akhirnya selesai juga nonton drama ini. Lumayan melelahkan, tapi rasanya cukup worthed 🙂 Berbeda dengan drama-drama seri yang biasanya saya cepet-cepetin nontonnya sehingga dua tiga hari biasanya sudah selesai, kali ini saya berusaha untuk sabar dan tekun mengikuti Misaeng dari episode ke episode. Kenapa? Karena Misaeng berbeda dengan drama-drama seri yang biasa. Ceritanya tidak terlalu bikin penasaran, tapi juga tidak membosankan.
Misaeng_Poster
Sebenarnya, agak sulit membuat resensi drama ini karena ceritanya tidak sebulat drama seri kebanyakan. Tidak ada konflik yang tajam, tidak ada antagonis-pratogonis yang mencolok, tidak ada tokoh yang benar-benar utama karena masing-masing tokoh diberi porsi yang nyaris sama dalam eksplorasi karakternya. Ada beberapa tokoh di sini.

 Siwan sebagai si Polos Jang Geu-rae

Siwan sebagai si Polos Jang Geu-rae

Pertama, Jang Geu-rae ( ). Yah, bisa disebut juga sih kalau dia tokoh utama. Setidaknya dia mendapat  porsi eksplorasi karakter yang agak lebih banyak. Dia seorang pemuda sederhana dan introvert. Sejak kecil, waktunya dicurahkan untuk bermain Go (baduk). Sebenarnya dia cukup berbakat dan bisa saja menjadi pemain profesional jika lebih fokus. Namun karena alasan keuangan setelah ayahnya meninggal, konsentrasinya terpecah dengan berbagai kerja sampingan, sementara kuliah juga tidak mungkin. Ketika ia merasa sudah terlambat membangun karir profesional, ia pun berhenti bermain Go dan mencari pekerjaan yang lebih mapan.  Lewat jalur koneksi dari tempat bekerjanya dulu, ia diterima magang di perusahaan bergengsi, One International.

The touching mother-son's relation :(

The touching mother-son’s relation 😦

Kenyataan bahwa ia tidak memiliki kualifikasi baik pendidikan maupun pengalaman dan masuk lewat jalur koneksi, membuatnya diremehkan habis-habisan. Dalam keadaan canggung dan tak tahu apa-apa, ia berusaha melakukan sebisanya. Untunglah, ia bertemu dengan orang-orang yang tepat, Tim Penjualan 3 di bawah pimpinan Oh Sang-sik yang mengharagi kerja keras Geu-rae dan bersedia membimbingnya.

Yang unik di sini, meski pun bisa dibilang Jang Geu-rae adalah tokoh utamanya, tapi dia bukanlah jenis tokoh utama yang sempurna dan bisa mengatasi segalanya. Digambarkan di sini bagaimana dia sering membuat kesalahan atau pun hal-hal memalukan. Usaha kerasnya pun tidak selalu berhasil karena kualifikasinya yang memang rendah. Meski begitu, ia tidak kenal  kata menyerah. Dan agaknya, di situlah nilai plus dari seorang Jang Geu-rae.

Haha, love this team! :D

Haha, love this team! 😀

Cast-nya,  agaknya adalah pilihan yang tepat. Dia mampu menyelami karakter Geu-rae yang culun dengan sangat baik. Dan sekali lagi, agaknya saya harus mencabut ke-underestimate-an saya sama anak boyband . Setelah aktingnya yang lumayan di film berkualitas, agaknya kali ini ia ingin menunjukkan kualitas aktingnya yang lain. Dan harus saya akui, he’s good and talented dan saya juga mengapresiasi preferensi proyek yang dipilihnya. Dia tidak ‘semenyilaukan’ beberapa aktor muda Korea yang secara fisik kadang terlalu ‘sempurna.’ Meskipun tampangnya cukup imut, tapi proporsi tubuhnya bisa dibilang pendek dan biasa saja yang membuat karakternya terasa lebih realistis.

Pak Oh si Leader yang keren

Pak Oh si Leader yang keren

Kedua, adalah Pak Oh (Oh Sang-sik- ). Dia adalah si ketua tim. Seorang pekerja keras dan idealis. Keras tapi juga memiliki sisi hangat dan terkadang bisa sangat emosional. Dia benar-benar seorang leader yang akan melakukan apa saja untuk timnya. Sikapnya yang selalu memegang teguh prinsip membuatnya harus sering tersiksa menghadapi intrik dan politik di perusahaan. Dia dibenci oleh beberapa kerja, tapi juga dicintai oleh anak buahnya , teman-teman dekat dan keluarganya. Pokoknya, Pak Oh ini keren lah. Bisa dibilang, dia hero-nya di sini, tapi juga tidak sangat sempurna sehingga karakternya terasa sangat humanis.

The very heartwarming Kim Dong-sik

The very heartwarming Kim Dong-sik

Masih di Tim 3 adalah Kim Dong-sik ( ), si asistennya Pak Oh. (He’s my favourite character :)) Dia adalah pegawai yang loyal dan selalu tahu apa yang harus dilakukan. Sunbae yang baik hati dan rekan tim yang sangat menyenangkan. Pribadinya hangat dan sangat positif. Selalu baik pada siapapun tapi juga akan marah kalau harga dirinya sudah terusik. Dia lah yang selalu mengajari Geu-rae melakukan ini itu. Pemilihan cast-nya yang ‘biasa’ saja justru menambah realistis karakternya.

Kang So-ra sebagai Ahn Young-yi

Kang So-ra sebagai Ahn Young-yi

Ahn Young-yi () adalah satu-satunya pegawai baru cewek yang diterima. Dia pintar dan bisa melakukan apa saja. Namun sialnya, ia ditempatkan di bagian yang nyaris tidak mendukung kepintarannya karena dipenuhi para lelaki kasar yang diskriminatif karena dia perempuan. Di awal, saya pikir kehadiran Young-yi ini akan jadi semacam ‘bunga’ cerita dengan hal-hal yang bersifat romantis. Tapi agaknya tidak demikian. Kehadiran sosok Young-yi di sini agaknya ingin mewakili bagaimana diskriminasi gender di dunia kerja seringkali masih terjadi. Karakter Young-yi sendiri juga menarik. Digambarkan kalau dia adalah karakter yang dingin dan berjarak, sehingga wajar kalau dia tidak cukup menarik perhatian lelaki. Dan  juga bermain apik di sini. Yeah, love her since .

Kang Ha-neul sebagai Jang Baek-ki yang pintar dan kaku

Kang Ha-neul sebagai Jang Baek-ki yang pintar dan kaku

Berikutnya adalah Jang Baek-ki (). Seperti Young-yi, Baek-ki juga memiliki kualifikasi sempurna secara akademis. Tapi karena belum memiliki pengalaman di dunia kerja, ia cenderung kaku dan kurang fleksibel sehingga kurang bisa berkembang. Ditambah lagi ia masuk ke Tim yang kurang menghargai kepintaran akademis berikut atasan yang sangat konvensional dan introvert, Pak Kang. Seperti kebanyakan orang yang merasa dirinya pintar, ia sedikit angkuh dan karenanya, agak memandang rendah Geu-rae yang secara kualifikasi jauh di bawahnya. Kenyataan bahwa kemudian Geu-rae bisa berkembang dengan baik membuatnya iri. Perasaan yang sebenarnya sangat alami dalam kehidupan sehari-hari. Meski begitu, digambarkan kalau Baek-ki adalah sosok yang sportif. Dia mau memperbaiki kesalahan dan belajar meruntuhkan harga dirinya dengan mengakui kelebihan Jang Geu-rae. Dan , saya pikir membawakan karakternya dengan sangat baik (love him since  and he’s talented actor!). Emosi-emosinya tersampaikan dengan tepat.

Han Suk-yool yang annoying tapi loyal. Haha, love his character :D

Han Suk-yool yang annoying tapi loyal. Haha, love his character 😀

Han Suk-yool () adalah pegawai baru yang lain. Sosok unik (lengkap dengan gaya rambutnya yang juga unik :D) yang kadang menjengkelkan karena sangat cerewet, tapi di sisi lain adalah teman yang loyal dan tanpa pilih-pilih. Dialah yang orang pertama yang menawarkan persahabatan pada Geu-rae meski sedikit bermotif. Meski terkesan pethakilan, tapi Suk-yool sebenarnya memiliki kompetensi kerja yang bagus. Namun kemudian dia terjebak di tim yang bosnya memiliki karakter menyebalkan dan ia pun dibuat mati kutu. Saya suka karakter Suk-yool ini karena dia semacam pemecah suasana di tengah kehidupan kantor yang kaku dan serius.  Saya pikir, ini tak lepas dari kemampuan akting  (saya baru ini lihat akting dia) yang sangat pas membawakan sosok Suk-yool yang unik dengan tingkahnya yang selalu mengundang senyum.

Karakter lainnya adalah Pak Chun. Dia anggota tambahan di Tim Penjualan 3. Karakternya ‘normal’, baik, profesional dan loyal. Meski di awal merasa tersiksa dengan pola kerja timnya, namun ia segera bisa membaur dan melengkapi tim dengan baik. Juga ada Bu Sun Ji-young adalah pegawai senior perempuan, teman baiknya Pak Oh. Dia mewakili perempuan karier kebanyakan yang harus kalang kabut membagi waktu antara karier dan keluarga.

Aktor kawakan Lee Kyoung-young yang juga ambil bagian sebagai Pak Choi yang politis

Aktor kawakan Lee Kyoung-young yang juga ambil bagian sebagai Pak Choi yang politis

Pak Choi () adalah si manajer. Berwibawa namun juga memiliki motif-motif kepentingan yang seringkali memanfaatkan bawahannya. Dan kenyataan bahwa aktor sekelas terlibat di drama ini, tentulah karena ini adalah drama yang memang berkualitas.
msg98
Yah, drama ini memang berbeda dengan kebanyakan drama korea yang sudah-sudah. Alur dan ceritanya sama sekali tidak klise. Sangat realistis tapi juga berisi. Skrip, cerita dan penyutradaraannya terasa solid.Rasanya, nggak ada momen blank sedikit pun. Terasa sangat real dan juga mengena.

Bagi yang mengharapkan cerita romantis seperti kebanyakan drama Korea, mungkin akan sedikit kecewa karena sepertinya sang sutradara sengaja tak ingin bermenye-menye dengan adegan semacam itu. Ini lebih tentang persahabatan dan hubungan antar manusia. Tentang hal-hal keseharian, karakter-karakter di sekitar kita (atau juga kita) yang berusaha untuk menjalani kehidupan dengan optimisme dan usaha keras. Kadang jatuh, ‘berdarah-darah’, depresif, tapi juga penuh passion. Karena seperti itulah hidup.

one og the most touching scene :P

one og the most touching scene 😛

Episodenya yang cukup panjang (20 episode) memang cukup menguras energi untuk menontonnya. Saran saya, ikuti saja pelan-pelan, berhenti kalau sudah merasa agak bosan dan ikuti lagi besok-besok. Bagi saya pribadi, banyak renungan dan hal menarik yang saya peroleh setelah nonton drama ini 🙂

Cast:
 – Jang Geu-rae
 – Oh Sang-sik
 – Ahn Young-yi
 – Jang Baek-ki
 – Han Suk-yool
 – Kim Dong-sik
 – Sun Ji-young
 – Chun Gwan-woong
 – Pak Choi

Kim Jong-Soo – Kepala Departemen Kim Boo-Ryeon
Ryu Tae-Ho – Pak Ko (Tim Penjualan 2)
Oh Min-Seok – Pak Kang (Tim Baja)
Kim Jung-Hak – Pak Lee ( Tim IT Sales)
Choi Gwi-Hwa – Pak Park (Tim IT Sales)
Hwang Seok-Jeong – Pak  Kim Sun-Joo (Tim Keuangan)
Kim Hee-Won – Pak Park Jong-Sik (Tim Penjualan 3, si korup)
Jun Suk-Ho – Pak Ha (Tim Sumberdaya 2)
Jung Hee-Tae – Pak Jung  (Tim Sumberdaya 2)
Shin Jae-Hoon – Pak Yoo (Tim Sumberdaya 2)
Jang Hyuk-Jin – Pak Moon  (Tim Fiber)
Tae In-Ho – Pak Sung  (Tim Fiber)
Nam Kyoung-Eub –  CEO One International

Sung Byoung-Sook – ibunya Geu-Rae
Oh Yoon-Hong – istrinya Pak Oh
Lee Si-Won – Ha Jung-Yeon (guru TK)

Judul: Misaeng/ 미생
Sutradara:
Penulis:  (komik), Jung Yoon-Jung
Tayang: tvN, 17 Oktober – 20 Desember 2014
Episode: 20
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/Korea

Mourning Grave

Desember 10, 2014 Tinggalkan komentar

In-soo ( ) seorang remaja SMA yang bisa melihat hantu. Ia memutuskan kembali ke kampung halamannya di sebuah kota kecil, tinggal bersama pamanya yang juga bisa melihat hantu, karena merasa bersalah atas sebuah kejadian masalalu yang melibatkan kematian teman kecilnya.

Kang Ha-neul, satu-satunya hal yang membuat saya penasaran sama film ini

Kang Ha-neul, satu-satunya hal yang membuat saya penasaran sama film ini

Di sekolah baru, karena kemampuannya ini, ia justru dibully dan tak punya teman. Ketika sedang menyendiri, seorang cewek manis menghampirinya (). Hantu, tentu saja. Yang tak ingat siapa dirinya dan kenapa dia berkeliaran seperti itu.

Kim So-eun sebagai Si hantu amnesia

Kim So-eun sebagai Si hantu amnesia

Sementara itu, disekolah terjadi hal-hal mengerikan. Satu per satu teman sekelasnya menghilang dan ternyata dalang di balik semua itu adalah hantu yang menamakan diri “The Mask”. Seorang hantu perempuan yang selalu mengenakan masker. Bersama pamannya, In-soo pun berusaha memecahkan misteri itu.
mg7n
Saya bukan penggemar film horor. Satu-satunya alasan saya nonton film ini karena bintang utamanya adalah aktor yang belakangan cukup mengesankan bagi saya, . Mengingat dia adalah aktor drama, saya cukup berekpektasi. Apalagi, pasangannya adalah , yang aktingnya di  sebagai Putri Sokhwee yang keras kepala juga cukup mengesankan. Dan saya juga berharap bahwa meskipun horor, tapi ceritanya ‘masuk akal’ (saya cukup bisa menikmati film horor seperti The Others atau Cello, misalnya). Dan jujur, saya agak kecewa setelah selesai menonton karena ceritanya ternyata hanya begitu saja. Tapi bagi penggemar film horor, lumayanlah. Apalagi, meski horor, film ini juga dibalut dengan sedikit romance khas remaja.
mourning grave
Cast:
 – In-soo
 – gadis hantu
Kim Jung-Tae – Sun-il (pamannya In-soo)
Han Hye-rin – Hyun-ji
Park Doo-sik – Hae-chul
Kwak Jung-Wook – Ki-Tae
Joo Min-Ha – Na-Ra
Joo Da-Young – Sung-Hee
Lee Jang-Kyung – A-Young

Judul: Mourning Grave/ Sonyeogoedam (소녀괴담)
Sutradara: Oh In-Chun
Penulis: Lee Jong-Ho
Produser: Lee Hong-Ho, Joo Sung-Ho, Lee Sang-Hun
Sinematografi: Kwon Sang-Joon
Rilis: 3 Juli 2014
Durasi: 90 menit
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Angel Eyes Soundtrack

Agustus 8, 2014 Tinggalkan komentar

sebenarnya bukan drama yang terlalu berkesan buat saya. Meski juga tidak buruk. Tapi hal terbaik adalah soundtrack-nya yang cukup enak didengar.

Beberapa penyanyi yang ngisi soundtrack-nya:
1. .

Dia yang nyanyi lagi ‘Run to You’ yang bisa dibilang jadi theme song-nya drama ini. Lagunya memang enak banget. Agak slow dan bernuansa akustik, plus suara Lasse yang khas.

Lasse Lindh

Lasse Lindh

 ini sebenarnya penyanyi Swedia lho, tapi sebelum ini lagunya juga pernah jadi soundtrack-nya drama Korea (saya lupa apa), The Stuff dan C’mon Through yang juga enak didengar.

2.

 ini member dari duo ‘Brown Eyes’ bersama Naul. Penyanyi kelahiran 1 Januari 1977. Di sini dia nyanyi lagu ‘Love too Much‘ yang bernuansa pop ballad. Agak mainstream sih, tapi enak didengar, apalagi suaranya juga memang bagus. Berat-berat gitu 🙂

180px-Yoon_Gun

  ini juga udah beberapa kali ngisi ost drama Korea. Seperti Prime Minister & I (I Love You to Death), Golden Time (I Miss You ft. Min Ki), dan History of Salary Man (The Little Match Girl ft Misty).

3.
, penyanyi kelahiran 11 Maret 1993. Dia mengawali karirnya dengan ikut  K-pop star season 1 dan dapet posisi ketiga. Ia kemudian masuk dapur rekaman di bawah JYP Entertainment, produser rekaman yang juga menaungi para penyanyi papan atas Korea seperti Wondergirls, Miss A, 2 PM, 2AM.Album perdananya, bertitle “I am Baek” rilis tahun 2012. Dimana salah satu lagunya, “Always” dibikin sama Jun.K-nya 2PM. Di album keduanya, “A Good Girl” (2013), ia juga kerjasama sama anggota Miss A, Jia dan Suzy.

Baek Ah-yeon

Baek Ah-yeon

Selain Angel Eyes, Baek juga ngisi beberapa ost drama Korea seperti lagu Daddy Long Legs untuk drama (2012), Introduction to Love untuk drama (2013), Tears are Also Love (Goddes of Fire, 2013) dan terbaru, Morning of Canon untuk drama Fated to Love You.
Di Angel Eyes, Baek nyanyiin lagu Three Things Left yang juga bernuansa pop ballad. Lagi-lagi terasa mainstream dan tapi juga tetap enak didengar.

4. Kim Tae-hyun dari DickPunks.
Kim adalah vokalisnya DickPunck, band rock asal Korsel yang dibentuk tahun 2006. Band ini cukup populer, apalagi kemudian menempati urutan kedua di MNET Superstar K4. Yang unik dari DickPunks, konon mereka main musik tanpa gitaris.

DickPunks

DickPunks

Di sini, Kim Tae Hyun nyanyi ‘Angel Eyes’ yang juga pop ballad. Saya nggak tahu kenapa mereka disebut rock band ya, padahal lagu-lagunya kayaknya mellow-mellow gitu.

Anggota DickPunks:
Kim Tae-Hyun ( Vokalis, 11 Maret 1987)
Kim Hyun-Woo (keybordis, 6 November 1987)
Kim Jae-Heung (bass 24 September 1987)
Park Ga-Ram (drummer, 25 Januari 1987)

5. Han Soo-ji
Tak banyak info yang saya dapetin tentang penyanyi ini kecuali kalau dia penyanyi rohani gitu. Lagunya untuk drama ini, Beautiful Sad, bagus banget. Suaranya bernuansa soprano gitu. Menurut saya, ini lagu terbaik di drama ini.

6. Jo Jung-hee
Saya juga nggak nemu profilnya penyanyi satu ini, padahal lagunya enak banget. Yah, mungkin dia memang musikus indie yang lebih ingin dikenal karyanya bukan orangnya.

Lagunya Bernuansa pop indi gitu dan pelafalan Bahasa Inggrisnya terdengar cukup sempurna. Di drama ini dia nyanyi lagu Blue Bird. Selain itu lagunya, Now & Forever juga dijadiin salah satu soundrackt di drama I Need Romance 3, dan Everyday.

7.

kang ha neul
Aktor satu ini memang tak hanya mampu berakting tapi juga beneran bisa nyanyi. Dia sempat membuktikannya di drama  (yang membuat saya cukup ngefans sama dirinya). Wajar sih karena dia juga aktor musikal yang memang nuntut punya kemampuan menyanyi. Disini dia nyanyi lagu yang sama dengan , Three Things Left. Nuansanya lebih akustik. Lagunya sendiri saya memang tak terlalu suka, tapi lumayan lah.

Berikut liriknya:

Run To You

With you…
Everything seems so easy
With you…
My heartbeat has found its rhythm
With you…
I’m so close to finding my home

With you…
I dont care if I´m a little bit crazy
Cause with you nothing’s wrong
I was broken, I was wasted
Then you came like an angel in the rain

Love used to slip trough me like waters slips trough hands
But with you it changed I know,
I feel I’m closer to your heart.

I am run-run-running to you
And I’ll keep you safe forever
Through the tears, trough the love and all the nights
we share

I am run-run-running to you
And I’ll keep you safe forever
Don’t you know my love, don’t you know two hearts can beat as one?

Love used to slip trough me like water slips trough hands but no more
No more lonely nights, no more, no more
So c’mon, c’mon, hold on, hold on, hold on

I am run-run-running to you
And I’ll keep you safe forever
Through the tears, trough the love and all the nights we share
I am run-run-running to you
And I’ll keep you safe forever
Don’t you know my love, don’t you know two hearts can…

I am run-run-running to you
And I’ll keep you safe forever
Through the tears, trough the love and all the nights we share
I am run-run-running to you
And I’ll keep you safe forever
Don’t you know two hearts can beat as one?

(sumber: http://zazyu.blogspot.com)

 – The Three Things Left For Me

neol ijneun bangbeobeul molla
dareun saramege mureobogido hajyo
eotteohge hanayo
eotteohge ijeoya halkkayo
gareuchyeo jul su eobsnayo

nugureul mannadeon hangsang ibyeoriran ireumeuro tto mureobojyo
ireohge hanayo?
geureom ijeul su issnayo?
hanadulssig aragago issjyo

naega alge doen cheos beonjjae geudae eobsi ulji anhgi
du beonjjae honja geodji anhgi
se beonjae apado geudae ireum bureumyeo ttatteushan geudaeui du soneul chajji anhgi

harureul sarado naneun geudae nuneul bogo usgo sipdago haessjyo
ireohge nae ane ajig geudaega sumswineunde eotteohge na ijeul su issnayo

naega alge doen cheos beonjjae geudae eobsi ulji anhgi
du beonjjae honja geodji anhgi
se beonjjae apado geudae ireumeul bureumyeo ttatteushan geudaeui du soneul chajji anhgo
eonjerado geudae eobsi useobogi
geuribdan mareun haji anhgi
seulpodeo apado geudae ireum bureumyeo dasineun geudae chajji anhgi

igeosman gieoghaejwoyo
naega hogsi geudaeege himdeureo gandaedo naege useumyeo barabojineun maseyo

naega alge doen cheos beonjjae geudae eobsi ulji anhgi
du beonjjae honja geodji anhgi
se beonjjae apado geudae ireumeul bureumyeo ttatteushan geudaeui du soneul chajji anhgi

Translate:

I don’t know how to forget you
So I ask other people
How do I do it?
How can I forget him?
Can you teach me?

Whoever I meet
I always ask about breaking up
Should I do this?
Then can I forget him?
I am learning one by one

The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands

Even if I live for just one day
I said I wanted to look into your eyes and smile
You are still breathing inside of me like this
So how can I forget you?

The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands

To always smile even without you
To not say the words, I miss you
Even if I’m sad, even if it hurts
To not call your name and look for you again

Just remember this
Even if I go back to you
Don’t smile and look at me

The first thing I learned
Is to not cry without you
Second, to not walk alone
Third, even if it hurts, to not call your name
And look for your warm hands

(sumber: popgasa.com)

– 내게 남은 세가지

neol itneun bangbeobeul molla
dareun saramege mureobogido hajyo
eotteoke hanayo
eotteoke ijeoya halkkayo
gareuchyeo jul sun eomnayo
nugureul mannadeon hangsang ibyeoriran
ireumeuro tto mureobojyo
ireoke hanayo
geureom ijeul su innayo
hanadulssik aragago itjyo
naega alge doen cheot beonjjae
geudae eobsi ulji anki
du beonjjae honja geotji anki
se beonjjae apado geudae ireumeul bureumyeo
ttatteutan geudaeui dusoneul chatji anki
harureul sarado naneun geudae
nuneul bogo utgo sipdago haetjyo
ireoke naeane ajik
geudaega sumswineunde
eotteoke na ijeul su innayo
naega alge doen cheot beonjjae
geudae eobsi uljianki
du beonjjae honja geotji anki
se beonjjae apado geudae ireumeul bureumyeo
ttatteutan geudaeui du soneul chatjianko
eonjerado geudae eobsi useobogi
geuripdan mareun haji anki
seulpeodo apado geudae ireumeul bureumyeo
dasineun geudae chatji anki
igeotman gieokhaejwoyo naega hoksi
geudaeege himdeureo gandaedo
naege useumyeo barabojineun maseyo
naega algedoen cheot beonjjae
geudae eobsi ulji anki
du beonjjae honja geotji anki
se beonjjae apado geudae ireumeul bureumyeo
ttatteutan geudaeui dusoneul chatji anki

Han Soo Ji Beautiful Sad

Late at night
Sunshines are sleep that night
With every star light
Blowing in the air

Hold on
Let me inside your teard
I’m gonna hold you
Just be with me

Stay with me
Darkness is near by me
Sometimes I’m lonely
But I can see

Hold me
Let me inside your dreams
You gonna hold me
As you love me

Sometimes
I feel The great time
That we had together
All the time

I won’t ask
even though trying to far away
I know you are still there with me

Fly away
From your tears make you sad
When the spring winds blowing
You wanna dance with me

Go away
With a flap of the wings
You are still shinning
All on my dreams

Sumber:(sumber: http://zazyu.blogspot.com)

Kim Tae Hyun (of DICKPUNKS) Tears Fall (눈물이 펑펑)

nae apeul georeoganeun geudaeneun
nunbusige areumdaun geudaeneun
naega chajdeon geu saram neul kkumkkudeon mannam
geudaen geureon saram

naegyeote isseumyeon siganeun dallideus gago
meolli geudaega tteonamyeon nae siganeun meomchwo

sarangi jeomjeom gipeojineyo oneuldo
geudaewa naega deo gakkawo jyeoyo
maemareun sesangarae geudaeneun balgge pin kkochcheoreom
modeungeol neon areumdabge hajyo

nunmuri peongpeong heulleonaerideon eoneunal
geudaeneun naui dununi doeeossjyo
nae gaseumcheoreom ulgo nunmulheullideon geudaeraneun
sarameul nan saranghage doejyo

byeorangan kkumcheoreom nuneul tteumyeon areumdaun
uri chueogi sarajilkka dulyeowonan gakkeum

nunmuri peongpeong heulleonaerideon eoneunal
saraing jeomjeom gipeojineyo oneuldo
geudaewa naega deo gakkawojyeoyo
maemareun sesangarae geudaeneun
balgge pin kkochcheoreom modeungeol neon areumdabge hajyo
nunmuri peongpeong heulleonaerideon eoneunal
geudaeneun naui dununi doeeossjyo
nae gaseumcheoreom ulgo nunmulheullideon geudaeraneun
sarameul nan saranghage doejyo.(sumber: http://tuneuplyrics.wordpress.com/)

Translate:

You, walking in front of me
You, who dazzles with beauty
The person I’ve been looking for, the encounter I’ve dreamed of
You’re that kind of person

When you’re next to me, time passes so quickly
When you go far away, time stops

Love is getting deeper, even today
You and I are getting closer
You’re like a brightly bloomed flower in a dry world
You make everything beautiful

On a day when snow was falling
You became my eyes
You cried and shed tears like my heart
I fell in love with you

I’m afraid that our beautiful memories will fade
When I open my eyes, like a dream

On a day when snow was falling

Love is getting deeper, even today
You and I are getting closer
You’re like a brightly bloomed flower in a dry world
You make everything beautiful

On a day when snow was falling
You became my eyes
You cried and shed tears like my heart
I fell in love with you

Sumber: (http://popgasa.com/)

Love Too Much (사랑해도 너무나)

seubgwancheoreom tto ireohge neowa issdeon i jarie nado moreuge babocheoreom georeowassjyo
baraboneun i goseseo neowa hamkke soneul jabgo saranghaessneunde geureonde neon wae

dasi tto igose hollo nunmureul samkimyeo geudae baramyeo gidarineunji
neol ijjimoshaeseo naneun hanchameuldeo hemaeda geujeseoya ulgoissneun nal algedoe

saranghaedo neomuna saranghaessdeon geudaereul bonaelsu eobseo gaseum hankyeone naneun mudeodunda
geuriwodo neomuna apeulmankeum geuriwo nae gaseumsoge ne ireummani namneunda

dasi tto igose hollo nunmureul samkimyeo geudae baramyeo gidarineunji
neol ijjimoshaeseo naneun hanchameuldeo hemaeda geujeseoya ulgoissneun nal algedoe

saranghaedo neomuna saranghaessdeon geudaereul bonaelsu eobseo gaseum hankyeone naneun mudeodunda
geuriwodo neomuna apeulmankeum geuriwo nae gaseumsoge ne nunmuri namneunda

gureume garin dalcheoreom heurishaejin neoui gieogeul bonda neon yeogi eobsneunde

saranghaedo neomuna saranghaessdeon geudaereul bonaelsu eobseo gaseum hankyeone naneun mudeodunda
geuriwodo neomuna apeulmankeum geuriwo nae gaseumsoge ne ireummani namneunda

Translate:

Like a habit, I walked over to where you used to be, like a fool
In this place I’m looking at, I used to hold hands with you and be in love
But why?

Why am I standing here alone, swallowing my tears, hoping for you and waiting?
I can’t forget you so I wander for a while
When I finally realize that I was crying

I can’t let go of you, who I loved so much
So I bury myself in a corner of my heart
I miss you so much that it hurts
Only your name remains in my heart

Why am I standing here alone, swallowing my tears, hoping for you and waiting?
I can’t forget you so I wander for a while
When I finally realize that I was crying

I can’t let go of you, who I loved so much
So I bury myself in a corner of my heart
I miss you so much that it hurts
Only your name remains in my heart

Like the moon hidden by the clouds
I look at the fading memories of you
But you’re not here

I can’t let go of you, who I loved so much
So I bury myself in a corner of my heart
I miss you so much that it hurts
Only your name remains in my heart

(sumber: Popgasa.com)

Jo Jeong Hee  – Blue Bird

If I were a blue bird,
I could sing a song
for you it’s just for you

If you were here tonight,
I would dance with you
with the stars shining
above us

Where do you go
when you’re lone-ly
Tell me
What you do
when you feel so blue like me

When I feel like that
I think your eyes
and your smile
And suddenly, the sunshine
appears close to me

Every time you go away
I stay here
Even when you’re far away
my love is here

Never ever fade away
from my mind
Because your angel eyes
are shining in my life

Every time you look away
I pray here
Even when you turn away
my love is here

Never ever fade away
from my mind
Because your angel eyes
are shining in my life

Your endless splendor leads me through the dawn
And the light in your eyes
Once again steals my heart

But you left me with
my broken heart
and you turn away
from my every breath

Nothing more to break
Nothing more to share

Sumber: Popgasa.com

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar