Arsip

Posts Tagged ‘Jung Yu-mi’

Train To Busan

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Sebenarnya, saya tak terlalu suka film bergenre fantasi, apalagi fantasi thriller. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya penasaran sama film ini. Pertama, karena sutradaranya, . Saya sudah nonton film debutannya, , yang banyak mendapat apresiasi. Bagi saya yang awam, menurut saya filmnya memang memiliki kekhasan dan idealisme tersendiri, yang menunjukkan kalau sutradaranya tidak membuat film yang sembarangan.
train-to-busan2
Kedua, film ini diputar di ajang  Festival Film Cannes. Yah, saya tahu kalau film-film Korea memang sering masuk di ajang festival ini, tapi biasanya adalah film dari sutradara-sutradara mapan seperti atau . Dan bahwa film dari sutradara yang bisa dibilang ‘baru’ masuk di sini, menurut saya pastilah ada sesuatu darifilmnya.  Ketiga, saya baca ulasan di internet dan banyak yang bilang kalau film ini bagus. Keempat tentu para cast-nya, aktor-aktor yang cukup familiar bagi saya dan cukup saya sukai: , , .
train-to-busan
Seok-woo () adalah seorang warkaholic. Ia nyaris tak pernah punya waktu untuk putrinya semata wayang, Soo-an. Di hari ulang tahunnya, Soo-an ingin ke tempat mamanya (Seok-woo sudah bercerai) di Busan. Mereka pun pergi dengan naik kereta api.
train-to-busan3
Di dalam kereta api, mereka bertemu beberapa penumpang yang lain. Ada sepasang suami istri, Sang-hwa () dan istrinya, Sung-gyeong ( ), yang sedang hamil tua. Ada Youn-gook, remaja SMA dan kawan-kawan sekolahnya yang hendak tanding baseball dan diikuti pacarnya, Jin-hee. Juga ada Yong-suk, lelaki egois dan pemarah.
train-to-busan6

train-to-busan5
Tanpa ada yang tahu, di antara para penumpang, ada seorang perempuan yang terinfeksi virus aneh dan tiba-tiba berubah menjadi zombie. Ia menyerang penumpang lain dan dalam sekejap, penumpang yang terinfeksi berubah menjadi zombie yang ganas dan agresif. Maka penumpang pun kalang kabut untuk menyelamatkan diri. Tidak hanya itu, karena virus zombie ini juga ternyata menyerang di seluruh kota sehingga kereta api tak bisa berhenti di stasiun-stasiun yang ada. Satu-satunya tempat yang masih aman adalah Busan. Tapi tentu saja, mereka harus berjuang keras melawan serangan para zombie agar bisa selamat sampai ke Busan. Seok-woo yang karena otak bisnisnya, selalu mementingkan diri sendiri, akhirnya sadar bahwa dalam keadaan sulit, ia harus saling membantu dan bekerjasama.

train-to-busan10
Hehe… sebuah film dengan cerita yang bisa dibilang sangat-sangat simple. Tapi anehnya, tetap bisa menjadi sebuah film yang bagus dan enak dinikmati. Meskipun sepanjang film bisa dibilang isinya cuma chaos, kejar-kejaran sama zombie, tapi mampu mengaduk emosi ketika menontonnya. Melihat zombie-zombie yang terus menyerang dan berteriak kadang terasa menggelikan, di sisi lain juga sangat menegangkan melihat para tokoh utama yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan diri. Dan seperti umumnya film Korea, selalu ada drama yang membuat cerita tidak akan kering dan memberi sentuhan humanis yang mengharukan.  Ada hubungan ayah-anak, suami istri, saudara, kekasih, juga sifat mementingkan diri sendiri manusia ketika dalam kondisi terdesak.
train-to-busan13
Meskipun tidak banyak eksplorasi karakter dari para tokohnya, tapi rasanya cukup bisa memahami karakter-karakter tokohnya, yang menurut saya, tentu tak lepas dari permainan bagus dari para aktornya. Semuanya bermain bagus dan pas,  meski , selalu mencuri scene lewat aktingnya sebagai suami penyayang dan pemberani berbadan kekar.

Menurut saya ini adalah film yang brilian. ‘Sederhana’  tapi juga lengkap. Recommended!

Note:
Film ini merupakan sekuel dari film animasi “Seoul Station” yang juga disutradarai

Cast:
– Seok-woo
– Sung-gyeong
– Song-hwa
Kim Soo-ahn – Soo-an
Kim Eui-sung – Yong-suk
Choi Woo-sik – Young-gook
Ahn So-hee – Jin-hee
Jang Hyuk-jin – Ki-chul
– penumpang gelap (pembawa virus)

Judul: Train To Busan / For Busan / Busanhaeng (부산행)
Sutradara:
Penulis: Park Joo-Suk,
Produser: Lee Dong-Ha, Kim Yeon-Ho
Sinematografi: Lee Hyung-Duk
Premiere: Mei 2016 (Cannes Film Festival)
Rilis: 20 Juli 2016
Durasi: 118 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
Cannes Film Festival 2016 – Midnight Screening

Iklan

The Himalayas

Juli 23, 2016 Tinggalkan komentar

Uhm Hong-kil  ()adalah seorang pendaki gunung terkenal dan digelari Uhm Daejang (semacam pemimpin pendakian?). Ia sudah berhasil mendaki banyak puncak gunung tertinggi di dunia.

hmly

Uhm Hong-kil yang sudah mendaki banyak gunung

Suatu hari, dalam sebuah pendakian dia berhasil menyelamatkan dua orang pendaki ‘bodoh’, Park Moo-taek () dan Park Jung-book (). Ketika hendak melakukan ekspedisi selanjutnya, dua orang ini kemudian berkeras untuk bergabung dalam tim yang dipimpin Hong-kil. Meski awalnya skeptis, tapi keamauan keras keduanya membuat Hong-kil akhirnya mengijinkan mereka ikut. Tidak hanya itu, karena Hong-kil dan Moo-taek kemudian menjadi sahabat akrab layaknya saudara.

hmly35

Persaudaraaan dengan Moo-taek

Seiring waktu,  kondisi kesehatan Hong-kil memburuk karena ia mengalami cedera kaki yang membuatnya tak boleh lagi mendaki. Pun rekan-rekan Hong-kil yang sudah mulai menua dan berhenti mendaki.Di sisi lain,  kemampuan Moo-taek semakin bagus dan ia pun menjadi Daejang.


Suatu hari, Moo-taek bersama Jung-bok dan timnya melakukan pendakian ke Everest. Di tengah pendakian, Moo-taek mengalami kecelakaan. Cuaca buruk membuat tim penyelamat tak berani naik. Jung-bok nekad menyusul Moo-taek. Keduanya kemudian meninggal.

Hong-kil yang merasa terpukul dengan kematian Moo-taek dan merasa berutang karena pernah berjanji untuk turun gunung bersama dengan selamat, mengabaikan kondisi kesehatannya, memutuskan untuk melakukan ekpedisi membawa mayat Moo-taek turun. Untunglah, ia didukung oleh teman-teman setimnya yang setia. Namun, tentu saja itu bukan ekspedisi yang mudah.

The_Himalayas4

Love the casts

Film tentang petualangan selalu menarik bagi saya. Apalagi film ini judulnya juga sangat jelas memberi gambaran latar cerita “Himalaya” didukung pula cast yang menjanjikan para aktor papan atas Korea: , Cho Seung-ha, , , , ... Jadilah saya penasaran sama film ini. Meski rasa peansaran saya agak surut karena setelah beberapa waktu, tak banyak ulasan tentang film ini di internet. Pun dalam beberapa ajang penghargaan film Korea, film ini juga jarang disebut-sebut (seingat saya satu-satunya nominasi adalah untuk kategori Best Supporting Actress di Baeksang Art Awards). Meskipun begitu, saya tetap memutuskan untuk menonton.
The_Himalayas3
Dan yah, setelah menontonnya,saya pikir saya paham kenapa film ini terasa kurang mendapat apresiasi. Pada bagian-bagian awal, cerita terasa cukup segar dan solid, tapi semakin ke belakang agak berlambat-lambat. Di sinopsis disebutkan bahwa inti film ini adalah tentang “pendaki Uhm Hong-kil yang berusaha membawa turun mayat sahabatnya, Park Moo-taek”. Tapi film sendiri mengambil rentang waktu yang cukup panjang mulai dari awal perkenalan Hong-kil dan Moo-taek. Mungkin maksud si penulis/sutradara adalah untuk memberi gambaran kedekatan hubungan Hong-kil dan Moo-taek, tapi menurut saya adegan ini bisa dibungkus dalam cerita flashback  dan  mungkin akan terasa lebih fokus kalau cerita dimulai dari ekspedisi Hong-kil untuk membawa turun mayat Moo-taek.
himalya-poster
Dan bagi saya, kengototan Hong-kil untuk membawa turun mayat Moo-taek agak  kurang mengharukan. Ia seperti ‘memaksa’ teman-temannya untuk ikut dalam ekspedisi berbahaya itu, meski digambarkan kalau teman-temannya kemudian ikut dengan sukarela. Hal lain yang agak mengganggu juga adalah rencana mencari dan membawa mayat Moo-taek. Kenapa hanya Moo-taek? Karena selain Moo-taek, juga ada mayat Jung-bok dan satu rekannya lagi. Dan meski Hong-kil menyebutkan keduanya belakangan tapi di awal rencana ekspedisi, keduanya seolah terlupakan dan tujuan utamanya hanyalah Moo-taek. Secara sekilas bisa dipahami karena kedekatan Hong-kil dengan Moo-taek tapi kalau dari segi kemanusiaan yang lebih luas kok rasanya kurang heroik.

Usai menonton film ini, saya juga bertanya-tanya: apa sebenarnya fokus utama dari film ini? Pesan moralnya juga tidak terlalu jelas. Alih-alih saya lebih merasa kalau film ini hanya sekedar tentang suka duka orang naik gunung. Saya tak keberatan dengan cerita secara umum, apalagi cerita film ini konon memang didasarkan pada kisah nyata. Tapi tanpa mengubah cerita, tentunya sang sutradara tentunya bisa membuat ‘penceritaan ulang’ dengan pemilihan fokus tertentu tentang apa yang sebenarnya ingin disampaikan (sebagai contoh, film  atau berhasil melakukan hal itu dengan baik).

The Himalayas

Salut untuk para aktor yang rela tampil ‘jelek’

Meski begitu, film ini sama sekali tidak buruk, kok. Latar dan adegan-adegan mendaki gunung yang penuh perjuangan terasa nyata. Para cast-nya bermain apik. Mereka menunjukkan chemistry sebagai teman satu tim yang kompak.  Para aktor ini juga rela tampil ‘jelek’ dengan wajah gosong dan melepuh terbakar matahari atau berlepotan salju. Tambahan untuk (dan juga dan ), adalah pelafalan aksen daerah yang terdengar  kocak :D. Dan meski ceritanya cukup menyedihkan, tapi film disajikan dengan cukup segar dan cair (terutama pada bagian-bagian awal).

Note:
Konon aktor dan yang awalnya ditawari peran utama dalam film ini tapi kemudian menolak karena jadwal syutingnya yang mundur.

Cast:
– Uhm Hong-kil
-Park Moo-taek
Cho Seong-Ha – Lee Dong-gyoo
– Park Jung-bok
– Jo Myung-ae
Kim Won-hae – Kim Moo-young
Lee Hae-young – Jang Chul-goo
Jeon Bae-su – Jeon Bae-su
– Choi Soo-young

Judul: The Himalayas/ Himalaya (히말라야)
Sutradara:
Penulis: Min Ji-Eun, Soo Oh, Lee Suk-Hoon, Yoon Je-Kyun, Park Soo-Jin, Kang Dae-Kyu
Produser: Yoon Je-Kyun
Sinematografi: Kim Tae-Sung, Hong Seung-Hyuk
Rilis: 16 Desember 2015
Durasi: 124 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
BaekSang Arts Awards  2016 :
– Best Supporting Actress ()

Discovery of Love

Maret 28, 2015 Tinggalkan komentar

Han Yeo-reum ( ) dan Kang Tae-ha () putus setelah 5 tahun pacaran. Sebenarnya, tak ada asalan yang sangat spesifik kenapa mereka putus. Seperti kebanyakan pasangan setelah sekian lama bersama, sepertinya mereka sampai pada titik jenuh. Yeo-reum yang berpikir bahwa selama ini dialah yang terlalu banyak mencintai, merasa perubahan sikap Tae-ha lah akar rusaknya hubungan dan kemudian menyimpan marah. Di sisi lain, Tae-ha meski kemudian menerima putusnya hubungan itu, masih selalu merasa bingung karena tak tahu apa sebenarnya kesalahannya.
dcr
Sekarang, lima tahun sudah berlalu. Yeo-reum sudah kembali pacaran dengan Ha-jin (), seorang dokter bedah plastik yang sangat baik dan begitu mencintainya. Di sisi lain, Tae-ha walaupun sebenarnya sudah move on, tapi merasa sulit jatuh cinta lagi dan masih memikirkan Yeo-reum.
dcl
Lalu, sebuah “kebetulan” pun terjadi. Mereka kembali bertemu dan menyadari bahwa perasaan masing-masing belum berubah. Bahwa mereka masih begitu merasa nyaman satu sama lain. Tae-ha menyadari kesalahannya dan siap untuk memperbaiki diri. Yeo-reum juga menyadari bahwa selama ini Tae-ha lah yang begitu mengerti dirinya. Namun, tentu saja cinta mereka terhalang karena Yeo-reum tak mungkin menyakiti Ha-jin.
dcrtnb
Cinta lama bersemi kembali alias CLBK, sebuah tema yang sudah banyak kali disajikan dalam drama-drama Korea. Namun seperti biasa, Korea selalu bisa membolak-balik cerita sehingga tidak jatuh pada pengulangan yang klise. Sedikit berbeda dengan drama dengan cerita sejenis yang biasa melibatkan konflik-konflik yang sangat ‘drama’, di sini, ceritanya terasa lebih realistis. konflik-konfilknya adalah konflik-konflik yang jamak terjadi di sekitar kita. Karakter-karakternya juga terasa sangat kasual, tapi tetap memukau.

Eric, always hot :P

Eric, always hot 😛

Pertama, tentu saja sosok Kang Tae-ha yang menurut saya sangat keren (tentu hal itu tak lepas dari sosok  yang memerankannya dengan sangat pas). Dia bukan sosok pangeran drama dalam drama-drama Korea. Meski sukses secara pekerjaan, tapi juga tidak bisa dibilang sangat wah. Ditunjukkan di sini kalau dia memulai dari bawah dan bekerja sangat keras. Sosoknya hangat, setia dan sangat gentle. Tapi seperti kebanyakan lelaki, dia memiliki sifat kurang peka pada hal-hal kecil. Hal yang kemudian seringkali menjadi masalah besar untuk perempuan, tentu saja. hihi. Pada banyak adegan, diperlihatkan kalau dia dibuat ‘gila’ oleh cintanya pada Yeu-reum tapi asyiknya, dia tetap menghargai hubungan Yeu-reum dan Ha-jin dan sama sekali tak berusaha merebut Yeu-reum dari Ha-jin. Sepertinya dia berpikir, kalau Yeu-reum memang ingin bersamanya, ia ingin itu adalah atas pilihan Yeu-reum sendiri. Keren kan? Bahwa dia cinta mati sama Ye-reum juga bisa dipahami mengingat bagaimana mereka mengawali hubungan mereka di usia yang masih sangat muda.

Bisa dipahami kalau Yeu-reom lebih mencintai Kang Tae-ha yang selalu membuatnya nyaan

Bisa dipahami kalau Yeu-reom lebih mencintai Kang Tae-ha yang selalu membuatnya nyaan

Sosok Han Yeu-reum, sekilas agak menyebalkan dan agak egois. Dia terlalu menuntut seseorang mengerti dirinya. Tapi kadang, seperti itulah perempuan, bukan? Di sini, beberapa kali Ye-reum sendiri mengakui juga kalau sifatnya menyebalkan, jadi memang agaknya sang penulis sengaja menciptakan karakternya yang demikian. Dan bahwa kemudian dia ternyata lebih mencintai Kang Tae-ha, bisa dipahami. Karena Tae-ha adalah satu-satunya orang yang bisa menerima dia apa adanya. Diperlihatkan kalau Tae-ha tak menuntutnya ini itu, tapi selalu mengerti apa yang Yeu-reum inginkan. Sementara dengan Ha-jin, ia seperti terlalu berusaha keras untuk mengimbangi sifat Ha-jin yang terlalu baik.
dcr453
Ha-jin juga bukan karakter yang buruk. Dia adalah jenis orang ketiga yang justru lebih sempurna. Tapi karena hal itu, justru membuat orang yang bersamanya merasa kurang bisa ‘lepas’. Sebenarnya agak “kejam” ketika akhirnya Yeo-reum selingkuh hati darinya karena karakter Ha-jin di sini terasa nothing’s wrong, tapi hubungannya dengan Yeo-reum juga terasa fragile dan terlalu di permukaan. Yeu-reum bukanlah jenis cewek yang sangat nice dan karenanya, menjadi tak cocok dengan karakter Ha-jin yang terlalu sempurna. Tanpa adanya Tae-ha pun rasanya hubungan mereka tetap tak akan bisa bertahan.

Sool dan Joon-ho yang agak 'gila'

Sool dan Joon-ho yang agak ‘gila’

Beberapa karakter tambahan adalah Joon-ho dan Sool, teman serumahnya Yeu-reum dengan sifat agak ‘gila’ yang menambah ramai suasana. Kisah cinta mereka juga terasa begitu manis dan alami. Ada juga Jung-mok, asistennya Tae-ha yang caring.

The caring Jung-mok, hihi

The caring Jung-mok, hihi

Tak adil juga kalau tidak ada orang ke-4. Dan di sini ada A-rim,  teman masa kecil Ha-jin yang kemudian naksir Ha-jin. Saya nggak tahu kenapa, tapi saya merasa kurang sreg dengan karakter A-rim ini. Meskipun diceritakan bagaimana kuatnya hubungan A-rim & Ha-jin di masalalu, namun menurut saya kehadiran A-rim seolah hanya agar Ha-jin tak sendirian. Yah, tentu saja cowok sebaik dirinya akan terlalu menyedihkan kalau dibiarkan sendirian dan patah hati, tapi ya itu tadi, orang ke-4 nya terasa kurang sreg.

A-rim yang terasa kurang 'pas'

A-rim yang terasa kurang ‘pas’

Selain ceritanya, kekuatan utama drama ini tentu saja ada pada kedua pemeran utamanya, dan . Setelah sukses dengan duet mereka di  yang menggemaskan itu, drama ini seolah menjadi reuni bagi keduanya dan yah, chemistry-nya pun tak perlu diragukan lagi.  bermain apik sebagai Han Yeo-reum yang blak-blakan dan agak complicated. Sementara  ‘berubah’ dari sosok playboy menyebalkan di QSS jadi Kang Tae-ha yang hangat dan mature. Dan tentu saja, he is as hot as always 🙂

So cuuute :D

Love their chemistry 🙂

 sebagai Ha-jin si orang ketiga juga bermain dengan baik (sebenarnya saya cukup ngefans sama , tapi harus diakui, dia memang tak sekarismatik Eric, hihi).
dcrt67
Ceritanya sendiri tidak akan melibatkan konflik-konflik yang ‘keras’ karena sama sekali tidak ada pratagonis di sini. Cerita akan lebih mengupas hal-hal psikologis dan bagaimana karakter-karakternya memaknai cinta dan sebuah hubungan. Manis, romantis dan menghibur.

Cast:
 – Kang Tae-ha
 – Han Yeo-reum
 – Nam Ha-jin
Yoon Jin-yi – An A-rim
Yoon Hyun-min – Do Joon-ho
Kim Seul-gi – Yoon Sol
Lee Seung-Joon – Yoon Jung-Mok

Kim Hye-Ok – Shin Yoon-Hee ( ibunya Yeo-Reum)
Ahn Seok-Hwan – Bae Min-Soo
Sung Byoung-Sook – ibunya Ha-jin
Jung Soo-Young – Jang Gi-Eun
Gu Won – Choi Eun-Gyu
 – cameo

Judul: Discovery of Love/ Yeonauei Balgyeon
Sutradara: Kim Sung-yoon
Tayang: KBS2/ 18 Agustus – 7 Oktober 2014
Episode: 16
Negara/ Bahagas: Korea Selatan/ Korea

Awards:
KBS Drama Awards  2014:
– Excellent Actor (mini series) ()
– Excellent Actress (mini series) ( )
– Best New Actress (Kim Seul-Gi)
– Netizen Award (/ )
– Best Couple Award (/

Que Sera Sera

Desember 21, 2014 Tinggalkan komentar

Kang Tae-joo (Eric) seorang pegawai kantoran biasa. Bermodal wajah tampan dan kepribadian yang menyenangkan, ia selalu berhasil menggaet cewek-cewek kaya. Sebutlah Tae-joo adalah playboy matre.

Tae-joo si playboy matre. Hmm, Eric is hooot, right? :P

Tae-joo si playboy matre. Hmm, Eric is hooot, right? 😛

Suatu hari, tiba-tiba muncul seorang cewek di depan apartemennya: Han Eun-soo (), yang baru datang ke Seoul untuk mencari adiknya. Tae-joo merasa terganggu dengan kemunculan Eun-soo yang menuduhnya yang bukan-bukan. Beberapa kesalahpahaman pun terjadi yang membuat Tae-joo merasa sebal pada Eun-soo. Tapi ketika tahu bahwa ternyata Eun-soo memang benar-benar mencari adiknya yang tinggal di apartemen yang sama, Tae-joo pun merasa bersalah.  Apalagi, kemudian diketahui kalau Eun-soo tak lebih dari seorang gadis polos nan lugu dan selalu blak-blakan dengan pikirannya. Komunikasi pun terjalin.

Eun-soo yang polos. Tampang Jung Yu-mi yang innocent memang sangat mendukung

Eun-soo yang polos. Tampang Jung Yu-mi yang innocent memang sangat mendukung

Tak butuh waktu lama bagi Eun-soo untuk jatuh pada pesona Tae-joo. Ketika Tae-joo iseng menciumnya, Eun-soo langsung klepek-klepek. Ia tak percaya ketika Tae-joo mengatakan bahwa semua itu hanya untuk senang-senang belaka dan karenanya, kemudian meneror Tae-joo dengan ungkapan perasaannya. Tae-joo pun akhirnya setuju, ketika Eun-soo menawarkan untuk menjadi kekasihnya lengkap dengan peringatan akan segala konsekuensinya.
qse
Namun Eun-soo adalah orang yang sangat tulus dan Tae-joo bukanlah lelaki yang biasa dengan cinta semacam itu. Ia pun memutuskan Eun-soo. Eun-soo yang terlanjur jatuh cinta, tak bisa move on, sementara Tae-joo akhirnya menyadari bahwa dirinya benar-benar jatuh cinta pada Eun-soo namun “tak ingin menerima kenyataan itu.”
qsw
Di sisi lain, ada Joon-hyuk dan Hye-rin (). Mereka adalah kakak adik dari sebuah keluarga kaya. Keduanya sebenarnya adalah saudara angkat dan saling jatuh cinta. Mereka menjalin cinta diam-diam karena tahu tak akan direstui. Hye-rin berharap Joon-hyuk berani mengambil sikap, sementara Joon-hyuk berusaha lebih realistis. Merasa kesal dengan sikap Joon-hyuk,  Hye-rin kemudian menyewa Tae-joo sebagai pacarnya dengan imbalan materi.
qsb
Sementara itu, Eun-soo akhirnya di terima bekerja di sebuah mall. Tebak siapa manajernya? Joon-hyuk! Dan tebak juga apa yang kemudian akan terjadi.

Yups, cinta segi empat. Sebuah cerita yang umum dalam drama-drama Korea. Tapi menurut saya, tetap memiliki ceritanya sendiri yang membuatnya berbeda, kok. Tidak seperti kebanyakan drama Korea dimana karakter-karakter utamanya adalah para ‘pangeran’ atau ‘putri’ di sini mereka adalah orang-orang biasa, yang harus ‘merangkak-rangkak’ dan kadang mengorbankan harga dirinya.

Yoon Ji-hye yang jadi 2nd woman

Yoon Ji-hye yang jadi 2nd woman

Melihat karakter-karakter utamanya, membuat sebal sekaligus merasa kasihan. Eric memainkan karakter Kang Tae-joo dengan sangat baik. Bad boy super menyebalkan, tapi di sisi lain juga bisa dipahami jika cewek-cewek bisa dibuat kelimpungan olehnya. Dan Ju Yung-mi? Dengan wajah innocent nya dia adalah karakter yang pas untuk sosok Eun-soo, yang terlihat rapuh, polos, naif, tapi juga menyimpan pikiran-pikiran mandiri dan bebas.

Sementara untuk karakter orang kedua, Joon-hyuk dan Hye-rin, tak seperti kebanyakan orang kedua dalam drama Korea, mereka diberi banyak eksplorasi karakter sehingga juga bisa cukup memberi kesempatan untuk bersimpati.
qsc
Pendeknya, ini adalah cerita tentang cinta yang saling menyakiti, terdengar menyebalkan, memang. Eksekusi-eksekusi ceritanya kadang juga terasa “kejam”. Saya sendiri benci dengan cerita seperti itu, tapi anehnya, di sisi lain saya cukup menikmati cerita drama ini.

Dan yang membuat tambah sebal adalah jumlah episodenya. Bagaimanapun, ini bukan cerita dengan konflik yang terlalu ‘kuat’ dan saya pikir 17 episode menjadi terlalu panjang dan melelahkan. Awalnya cukup menyenangkan melihat bagaimana si playboy Kang Tae-joo, akhirnya dibuat kelimpungan karena tak bisa mengendalikan perasaannya dan membohongi diri sendiri dengan selalu berkata-kata kasar pada Eun-soo. Tapi lama kelamaan, hal itu terasa annoying dan terasa terlalu menyakitkan. Saya merasa lega ketika akhirnya cerita mencapai klimaksnya pada episode 9/10. Oke, saya pikir semuanya cukup dan saatnya saling menerima masing-masing. Ditambah 1-2 episode lagi sebagai penyelesaian yang manis saya pikir adalah hal yang menyenangkan. Tapi 7 episode lagi? Saya mulai was-was dan apa yang saya khawatirkan pun terjadi: semacam pengulangan yang melelahkan dan terlalu menyakitkan. Aargh…

Senang lihat Tae-joo akhirnya kalang kabut seperti ini

Senang lihat Tae-joo akhirnya kalang kabut seperti ini

Whatever, drama ini sama sekali tidak buruk. Mungkin tidak semua orang bisa setuju dengan pilihan-pilihan karakternya, tapi entah bagaimana, meninggalkan kesan yang mendalam setelah menontonnya (bagi saya, terutama sosok Kang Tae-joo :D).

Cast:
Eric (Moon Jung-Hyuk) – Kang Tae-joo
– Han Eun-soo
Lee Gyu-Han – Shin Joon-hyuk
 – Cha Hye-rin

Geum Bo-Ra – Ji Kyung-Sook
Lee Eun-Sung – Han Ji-Soo
Song Jae-Ho – Cha Hyeon-Min
Yun Mi-Ra – Yoon Jeong-Im

Judul: Que Sera Sera ( 케 세라 세라)
Sutradara: Kim Yun-Cheol
Penulis: Do Hyun-Jung
Tayang: MBC, 17 Maret – 13 Mei 2007
Episode: 17
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Quote:
Eun Soo:Let’s just start dating, Ajusshi. Even if I’m not your type, we only live once. — it’s good to try all sorts of different things.”
Lalu ketika Tae Joo ngomong ke Eun-soo kalau dia nggak suka menjalin hubungan yang lama dengan seorang cewek, Eun-soo bilang:
I don’t intend to go out with you for a long time, either. How can you only like one person all your life? I want to date lots and lots.”

Hihi..

Tough As Iron

November 13, 2014 Tinggalkan komentar

Lagi-lagi karena aktor utamanya lah saya memutuskan nonton film ini. ! Meski ketika membaca sinopsisnya terasa kurang menggigit karena kok mirip-mirip filmnya sebelumnya,  ya? Tapi it’s okay, saya tetap berharap sesuatu yang berbeda dari Yoo. Meski saya cukup dibuat kecewa dengan drama-dramanya (bukan karena akting, tapi lebih karena ceritanya), tapi film-filmnya sejauh ini tak pernah mengecewakan.
tough as iron2
Berlatar kota pelabuhan Busan, di sini bermain sebagai Gang Chul, seorang pemuda miskin yang bekerja di tempat bongkar muat ikan (lagi! kenapa ya sepertinya menjadi “pemuda miskin” ini spesialisasinya Yoo?). Ia tinggal sama ibunya (() yang kena Alzheimer dan sering membuat ulah. Gang Chul, dengan sabar merawat ibunya. Dan tentu saja,itu hal yang frustratif untuk seorang anak muda, lelaki pula seperti dirinya. Tapi, ia menjalani hari-harinya dengan tabah.
th2
Dan seperti umumnya cerita tentang kemiskinan, masalah terbesar yang dihadapai adalah uang. Untuk biaya pengobatan ibunya, Gang Chul terikat banyak utang. Di sisi lain, ada kelompok mafia kota yang berkeliaran dan tertarik untuk merekrut Gang Chul. Cerita yang biasa? Bisa dibilang begitu dan jujur saya agak kecewa dengan ceritanya. Tapi tenanglah, tidak benar-benar “biasa” kok. Meski melibatkan mafia-mafiaan, film ini lebih kuat dramanya daripada action-nya kok. Untuk menambah “drama” ada  yang main sebagai Soo-ji, seorang wisawatan dari Seoul yang kemudian memberi bumbu romance dalam film ini.
th8
Hmm, yah, ceritanya terasa kurang greget. Sang pembuat film, sepertinya terlalu terobsesi ingin memadukan film drama berbalut action. Tapi hasilnya justru terasa hanya di permukaan. Saya nggak tahu kenapa harus melibatkan aksi mafia-mafia-an segala, karena sebenarnya cerita drama-nya saja, menurut saya sudah cukup kuat dan bisa menjadi cerita yang bagus jika digarap dengan lebih mendalam. Para aktor-aktrisnya bermain dengan pas (meski saya berharap  memainkan karakter yang agak berbeda), tapi ya itu tadi, ceritanya hanya begitu saja. Tak ada yang istimewa, tapi juga bukan film yang terlalu buruk.
th7y
Cast:
 – Gang Chul
  – Soon-yi (ibunya Gang-chul)
 – Soo-ji
Lee Si-Un – Jong-soo (temannya Gang Chul)
Kim Jung-Tae – Sang Gon
Kim Sung-Oh – Whi Gon
Song Young-Chang – ayah Jong-Soo
Shin Jung-Keun – yakuza boss
Kim In-Woo – Akito
Bae Seul-Ki – Go Jae-Sook
Kim Hyun-Suk – penjual organ

Judul: Tough As Iron/ Ggang Chul Yi (깡철이)
Sutradara/Penulis: Ahn Kwon-Tae
Produser: Ko Doo-Hyun, Han Sung-Gu, Lee Min-Ho
Sinematografi: Lee Hyoung-Duk
Rilis: 2 Oktober 2013
Durasi: 108 menit
Produksi: Cinema Service, The Dream Pictures
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Our Sunhi

Juli 21, 2014 Tinggalkan komentar

Sun-hi ( ), lulusan jurusan film, datang ke kampus setelah tak pernah datang untuk waktu yang lama, untuk meminta rekomendari dari profesornya, Prof Choi untuknya melanjutkan kuliah ke luar negeri. Prof Choi bersedia memberinya rekomendasi. Dalam rekomendasinya, sang profesor menyebut kalau Sunhi adalah pribadi yang pendiam. Merasa khawatir kata-kata itu akan berefek negatif untuk rekomendasinya, Sunhi meminta sang profesor untuk menuliskan ulang rekomendasi untuknya. Ia juga mengingatkan kalau dulu sang profesor menyukainya dan bahwa dirinya juga menyukainya.

our sunhi4

Dalam kunjungannya kali ini, ia juga bertemu Mun-soo, mantan pacarnya dulu yang sudah menjadi sutradara. Sunhi bertanya tentang film Munsu yang isinya banyak tentang kisah mereka dulu. Munsu pun kemudian mengatakan kalau ia belum bisa melupakan Sunhi dan masih mengharapkannya.

Sunhi yang bikin ge-er para cowok

Sunhi yang bikin ge-er para cowok

Pada kesempatan yang lain, Sunhi juga bertemu Jae-hak, teman Mun-soo. Jae-hak juga seorang sutradara, sudah menikah tapi tinggal terpisah dengan istrinya entah karena apa. Sambil minum-minum dan agak mabuk, Sunhi memuji Jae-hak dan Jae-hak merasa diberi harapan.

our sunhi6

Film khas , seolah tanpa pretensi, tanpa klimaks. Hanya sebuah kejadian yang tak terlalu penting di suatu waktu. Dimulai begitu saja dan berakhir begitu saja. Saya sendiri tak terlalu memahami pesan apa sebenarnya yang ingin disampaikan Ho Sang-soo melalui film-filmnya, termasuk film ini. Meski begitu saya cukup bisa menikmatinya.

Cast:
– Jae-hak
– Mun-soo
– Sunhi
Kim Soo-joong – Prof Choi
Lee Min-woo – Sang-woo
Ye Ji-won – Joo-hyun

Judul: Our Sunhi / Woori Sunhee (우리 선희)
Sutradara:
Penulis:
Produser: Kim Kyoung-Hee
Sinematografi: Park Hone-Yeol
Rilis: 12 September 2013
Durasi: 89 menit
Bahasa/ Negara; Korea/ Korea Selatan

Film Festival:
– Locarno International Film Festival  2013 – Concorso Internazionale *World Premiere
– Toronto International Film Festival  2013 – Masters *North American Premiere
– Vancouver International Film Festival 2013 – Dragons and Tigers
– Busan International Film Festival  2013 – Panorama
– BFI London Film Festival 2013 – Laugh
– Korean Film Festival In Paris 2013 – Closing Film
– Festival des 3 Continents  2013 – Official Selection – International Competition
– International Film Festival Rotterdam  2014 – Spectrum
– Deauville Asian Film Festival  2014 – Out Of Competition

Awards

Best Director () – 2013 (66th) Locarno International Film Festival – August 7-17, 2013

Silenced

April 8, 2014 Tinggalkan komentar

Kang In-ho () baru mendapat pekerjaan untuk mengajar di sebuah sekolah luar biasa bagi anak-anak penyandang tuna rungu, Mujin. Ia diterima bekerja di sana atas rekomendasi dari profesornya, Prof. Gim, yang memiliki koneksi dengan Kepala Sekolah Mujin. Kepala Sekolah Mujin adalah lelaki kembar identik, dimana saudara kembarnya bekerja  di bagian admin sekolah. Ia dikenal sebagai orang yang terhormat. Memiliki koneksi orang-orang terkenal, dermawan, Kristen yang taat.

Kang In-ho

Kang In-ho

Pertama kali mengajar, In-ho sudah menemukan berbagai keanehan di kelasnya. Beberapa muridnya bertingkah aneh, seperti ketakutan. Waktu berikutnya, In-ho melihat rekan gurunya, Park, dengan kasar memukuli seorang murid lelaki hingga babak belur dan guru-guru lain membiarkannya. Tak hanya itu, ia juga mendegar teriakan murid perempuan di kamar mandi dan melihat kepala asrama, menyiksa murid perempuan.

Silenced-009

Setelah membawa berobat seorang anak ke rumah sakit, akhirnya In-ho mendengar pengakuan si anak. Mereka mendapat pelecehan seksual dari Kepala Sekolah dan kembarannya, juga dari guru Park. In-ho pun merasa terusik dan dengan dibantu teman barunya, seorang pekerja HAM ( ), In-ho membawa hal itu ke pengadilan. Tapi tentu saja itu bukan hal yang mudah, karena Kepala Sekolah adalah orang yang berkuasa. In-ho juga dihadapkan pada posisi sulit karena pekerjaannya terancam, sementara dia harus menghidupi anaknya. Tapi tentu saja, siapa yang bisa diam saja melihat hal seperti itu di depan mata?

silenced
Well, sebuah film yang cukup mengaduk-aduk emosi. Apalagi konon film ini terinspirasi dari kisah nyata. Rasanya ikut sedih, marah, kecewa dan frustrasi bagaimana hukum bisa dengan mudah dipermainkan oleh mereka yang punya uang. Dan hal itu terjadi di mana-mana, bukan? Dari segi alur dan pengambilan gambar, menurut saya film ini biasa-biasa saja. Tidak ada juga karakter yang terlalu menonjol, meski akting cukup meyakinkan sebagai In-ho. Tapi mungkin karena ceritanya yang kuat dan terasa nyata, membuatnya terasa ‘hidup’ dan menggugah emosi. Sangat layak untuk ditonton.

Note:
– Film ini diangkat dari novel berjudul sama karya penulis Kong Ji-young (2009) yang konon terinspirasi dari kisah nyata di sebuah sekolah bagi penyandang tuna rungu di Gwangju, Korea

Cast:
– Kang In-ho
– Seo Yoo-jin

Kim Hyun-Soo – Yeon-doo
Jung In-Seo – Yoo-ri
Baek Seung-Hwan – Min-soo
Kim Ji-Young – ibunya In-ho
Jang Gwang – Kepala Sekolah dan kembarannya
Kim Min-sang – Guru Park

Judul: Silenced/ Crucible/Dokani (도가니)
Sutradara:
Penulis: Kong Ji-Young (novel),
Produser: Uhm Yong-Hun, Bae Jeong Min, Na Byung-Joon
Sinematografi: Kim Ji-yong
Rilis: 22 September 2011
Durasi: 125 menit
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards & Festivals:

-Udine Far East Film 2012 *European Premiere
– Fantasia Film Festival 2012 *Quebec Premiere
– Korean Film Festival in Australia 2012 – K-Mystery

– Udine Far East Film 2012 – Black Dragon Audience Award
– Udine Far East Film 2012 –     Audience Award
– Blue Dragon Film Awards 2011 – Best Music
– KOFRA Film Awards Ceremony 2012 – Best Movie

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar