Arsip

Posts Tagged ‘Joe Hisaishi’

A Scene at the Sea

Februari 19, 2015 Tinggalkan komentar

Shigeru, mengalami gangguan pendengaran sejak lahir. Sehari-hari ia bekerja sebagai petugas kebersihan yang mengangkuti sampah-sampah dengan truk. Hingga suatu hari, di tempat pembuangan sampah, ia menemukan papan surfing yang patah. Ia pun memperbaikinya dan dengan penuh semangat, mulai belajar berselancar.
asnb
Setiap hari ia pergi ke pantai bersama pacaranya, Takako yang juga bisu-tuli dan menghabiskan waktu berjam-jam di sana. Mengabaikan ejekan dan tertawaan orang-orang.
asn2
Seorang pemilik toko surfing setempat, merasa simpatik dengan semangat Shigeru dan kemudian memberinya baju surfing. Tidak hanya itu, ia juga mengajak Shigeru untuk ikut kejuaraan surfing di Kobe. Namun Shigeru gagal ikut serta karena tak mendengar ketika namanya dipanggil dan tak ada seorang pun yang membantunya. Meski begitu, Shigeru tetap bersemangat untuk surfing dan bahkan mulai meninggalkan pekerjaannya.
asnz
Melihat sutradaranya, saya agak-agak ragu untuk menonton film ini, seperti ketika saya memutuskan nonton Kids Return. Meski judulnya terkesan “lembut” dan puitis, tapi saya tetap merasa khawatir kalau ini melibatkan adegan kekerasan ala Kitano. Ternyata…tidak sama sekali! Ada sedikit kekerasan berbentuk cemoohan, tapi itu juga hanya sambil lalu. Selebihnya, film ini justru terasa sangat liris dengan debur ombak berpadu dengan soundtrack yang indah dan nyaris tanpa dialog karena tokoh utamanya yang memang bisu-tuli.

Meski begitu, tetap saja, seperti biasa, Kitano bukanlah jenis sutradara dengan cerita yang ‘biasa’ saja. Walaupun ceritanya tentang surfing dan perlombaan, film ini tak hendak bermanis-manis ala film olahraga dengan pencapaian yang gempita dan heroik. Film akan lebih fokus pada tokoh utamanya, Shigeru yang dalam dunianya yang sunyi, seolah menemukan dunianya pada laut dan surfing.

Cast:
Claude Maki – Shigeru
Hiroko Ôshima – Takako
Sabu Kawahara – Tako
Toshizo Fujiwara – Nakajima
Susumu Terajima
Katsuya Koiso
Testsu Watanabe

Judul: A Scene at the Sea/ Ano natsu, ichiban shizukana umi (あの夏、いちばん静かな海 )
Sutradara/ Penulis:
Produser: Masayuki Mori
Musik:
Sinematografi: Katsumi Yanagishima
Editing:
Distributor: Office Kitano / Totsu, EnterOne
Rilis: 19 Oktober 1991
Durasi: 101 menit
Bahasa/ Negara: Jepang

Awards;
Awards of the Japanese Academy 1992:
– Best Music Score ( for  Kojika monogatari , Futari and Fukuzawa Yukichi)
– Newcomer of the Year (Hiroko Oshima)
– Nominasi: Best Film, Best Screenplay, Best Editing

Blue Ribbon Awards 1992:
– Best Film, Best Director

Kinema Junpo Awards 1992:
– Best Film

Mainichi Film Concours 1992:
– BEst Film Score, Best Sound Recording

Tokyo International Film Festival 1991:
– Nominasi Tokyo Grand Prix ()

Yokohama Film Festival 1992:
– Best Film, Best New Actress (Hiroko Ôshima), Best Director, Best Film Score ( For Futari)

Kids Return

Desember 16, 2014 Tinggalkan komentar

Sudah lama pengin nonton film ini, tapi nggak jadi-jadi. Selalu ada rasa enggan. Meski dari sinopsisnya sepertinya ceritanya bagus, tapi mikir-mikir mengingat sutradaranya adalah . Saya sudah nonton beberapa film dia dan sebenarnya cukup suka  (Ichi, Zatoichi), tapi seringkali filmnya melibatkan kekerasan yang terasa absurd.
Kids Return (1996)
Masaru dan Shinji adalah dua sahabat. Mereka bertemu kembali setelah sekian lama. Dan kemudian, cerita akan lebih ke flashback masalalu mereka ketika SMA. Meski bersahabat akrab, tapi Masaru dan Shinji memiliki karakter yang bertolak belakang. Masaru adalah preman, bandel bukan main, pemberang, tukang malak, sedangkan Shinji cenderung pendiam dan “anak manis.” Sementara Masaru membuat keonaran, Shinji akan mengekor di belakangnya seolah menjadi bayang-bayang Masaru. Shinji selalu mengekor Masaru ketika melakukan berbagai aksi anarkis, malakin murid lain, bolos sekolah…
krd
Hingga suatu hari, Masaru kena batunya. Ia yang selama ini seolah tak terkalahkan dan tak ada yang berani melawan, dipukul orang hingga tersungkur. Ingin meningkatkan kemampuan berkelahinya, Masaru kemudian mengajak Shinji ikut klub tinju. lagi-lagi, Shinji ikut saja. Ketika mengetahui bahwa Shinji ternyata lebih berbakat, ia pun memutuskan keluar dan jadi anak buah yakuza.
krt
Hm, sebuah film anak muda yang ternyata cukup mengesankan. Khas yang sangat laki-laki, tapi ceritanya tak senihilis film-film Kitano yang lain. Persahabatan Masaru-Shinji digambarkan dengan sangat baik. Persahabatan yang unik tapi bisa dipahami. Masaru dan Shinji adalah karakter yang saling melengkapi. Masaru yang selalu dominan sehingga membuatnya ‘tak bisa diatur’, meski begitu dia memiliki sisi tulus, hal yang membuatnya bisa menerima Shinji sementara adalah sosok yang ‘mudah terbawa arus’ dan selalu butuh sosok ‘leader’ yang didapatnya pada Masaru.
kr0
Ini adalah juga cerita tentang para anak muda yang sedang mencari jati diri mereka, membangun impian-impian dan kadang mendapati realitas pahit di sekitar mereka. Karenanya, film ini sepertinya tak hendak bermanis-manis, meski begitu, endingnya terasa cukup optimis, kok. Good movie!

Cast:
Ken Kaneko – Masaru
Masanobu Ando – Shinji
Leo Morimoto – Guru
Hatsuo Yamatani – manajer Klub Tinju
Michisuke Kashiwaya – Hiroshi
Mitsuko Oka – Ibu Pemilik kafe
Yuuko Daike – Sachiko
Ryo Ishibashi – Ketua Yakuza
Susumu Terajima – Yakuza no 2
Moro Morooka – Hayashi

Judul: Kids Return/ Kizzu Ritān (キッズ・リターン )
Sutradara/ Penulis:
Produser: Masayuki Mori, Yasushi Tsuge, Takio Yoshida
Musik:
Sinematografi: Katsumi Yanagishima
Editing:
Distributor: Office Kitano
Rilis: 27 Juli 1996
Durasi: 103 menit
Bahasa/ Negara: Jepang

Awards:
Awards of the Japanese Academy 1997:
– Newcomer of the Year (Ken Kaneko, Masanobu Andô)
– Nominasi Best Music Score ( )
Blue Ribbon Awards 1997:
– Best New Actor (Masanobu Andô )
Hochi Film Awards 1996:
– Best New Actor (Masanobu Andô)
Japanese Professional Movie Awards 1997:
– Best Director ()
Kinema Junpo Awards 1997:
– Best New Actor (Masanobu Andô)
Nikkan Sports Film Awards 1996:
– Best New Talent (Masanobu Andô)
– Best Director ()
Yokohama Film Festival 1997
– Best Film, Best Supporting Actor (Ryo Ishibashi), Best New Talent (Masanobu Andô), Best Cinematography (Katsumi Yanagijima)
Mainichi Film Concours 1997:
– New Talent Award (Masanobu Andô)
see: Imdb

Ponyo, Soundtrack

Oktober 31, 2011 Tinggalkan komentar

Meski saya kurang terkesan dengan filmnya, tapi soundtrack-nya adalah salah satu favorit saya. Lagi-lagi,  yang menggarap soundtracknya. “Gake no Ue no Ponyo,”  yang dinyanyiin sama Fujioka Fujimaki (duo dari band ’70-an, The Marichans, Takaaki Fujioka and Naoya Fujimaki) duet bareng Nozomi Ohashi, yang baru berusia 8 tahun. Lagunya sumpah, asyik banget 🙂

ujimaki Fujioka-Ohashi Nozomi

ujimaki Fujioka-Ohashi Nozomi

Berikut liriknya:
Gake no Ue no Ponyo
Artist: Fujioka Fujimaki & Nozomi Ohashi

po-nyo po-nyo ponyo sakana no ko
aoi umi kara yattekita
po-nyo po-nyo ponyo fukuranda
manmaru onaka no onna no ko

pe-ta peta pyo-n pyon
ashitte iina kakechao !
ni-gi nigi bu-n bun
otete ha iina tsunaijao !

ano ko to haneru to kokoro mo odoruyo
pa-ku paku chuggyuu ! paaku paku chuggyuu !
ano ko ga daisuki makkakkano

po-nyo po-nyo ponyo sakana no ko
aoi umi kara yattekita
po-nyo po-nyo ponyo fukuranda
manmaru onaka no onna no ko

fuukufuku iinioi
onaka ga suita tabechao !
you kuyoku mite miyou
ano ko mokitto mite iru

isshoni warau to hoppe gaatsuiyo
wa-ku waku chuggyuu ! wa-ku waku chuggyuu !
ano ko ga daisuki makkakkano

po-nyo po-nyo ponyo sakana no ko
gake no ueni yattekita
po-nyo po-nyo ponyo onna no ko
manmaru onaka no genki na ko

English:
ponyo,ponyo,ponyo, a little child fish.
it’s came from the deep blue- and widely sea.
ponyo, ponyo, ponyo, just like a ball.
it’s a girl- with fatter- stomach.

paytang-patang, pyong-pyong.
footsteps feels so good, - running again !
neegii-neegii, boon-bung.
I like my arms & hands,- join to your hands !

my heart beats- it’s good to me- when I did jump up with her.
paark-pakuu-chuu-gyuug ! paark-pakuu-chuu-gyuug !
I like her very much.- little red and so red.

ponyo,ponyo,ponyo, a little child fish.
it’s came from the deep blue- and widely sea.
ponyo, ponyo, ponyo, just like a ball.
it’s a girl- with fatter- stomach.

fookuh-fookuh, smell so sweet.
I’m so hungry and- try to eat it !
look round with- careful to do.
she just looks round- and looking at me.

my cheeks become so hot- when I do laughing with her.
work-work-chu-gyu ! work-work-chu-gyu !
cause I like her very much.- little red and so red.

ponyo,ponyo,ponyo, a little child fish.
she came- into a- house on the cliff.
ponyo,ponyo,ponyo, a little fish girl.
she so fine- with fatter- stomach.

source: http://www.jpopasia.com/

Kiki’s Delivery Service

Oktober 30, 2011 Tinggalkan komentar

Saya nonton Kiki setelah nonton yang menurut saya, luar biasa. Dan kemudian membuat saya penasaran sama film-filmnya . Untunglah, di CD rental saya menemukan Kiki’s Delivery Service.

Kiki & si cerewet, Jiji. Asyiknya bisa terbang :)

Kiki & si cerewet, Jiji. Asyiknya bisa terbang 🙂

Berbeda dengan Spirited Away yang membawa kita bertualang ke negeri para roh, di Kiki’s, kita akan diajak ke dunia penyihir. Yups, Kiki, tokoh utama kita berasal dari negeri para penyihir. Di usianya yang menginjak 13 tahun, Kiki akan meninggalkan desanya untuk menimba pengalaman di kota. Ya, semacam merantau gitu ketika usia seseorang sudah dianggap cukup (hmm, 13 tahun sih masih terlalu kecil ya?  Tapi tak apalah, Kiki kan penyihir 🙂 ).

Kiki di Guchokipanya Bakery

Kiki di Guchokipanya Bakery

Dengan sapu terbangnya, radio transistor dan kucing kesayangannya yang cerewet, Jiji, pergilah Kiki ke kota Koriko yang indah dengan penuh semangat (konon, kota Koriko ini terinspirasi dari Kota Visby, di Gotland, Swedia sementara bangunan dan toko-tokonya adalah Stockhlom atau kota tua di Eropa Tengah semisal Munich). Namun, pengalaman pertama tiba di kota bukanlah hal yang menyenangkan bagi Kiki yang kemampuannya masih terbatas. Hingga ia kemudian bertemu Osono, si tukang roti. Akhirnya, dengan kemampuan terbangnya, Kiki membuka jasa antaran, Kiki’s Delivery Service dan berteman dengan seorang bocah lelaki, Tombo yang senang pada dunia penerbangan. Berbagai hal tak menyenangkan masih terus menimpa Kiki, namun Kiki tak pernah menyerah dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. Sebuah coming age story yang menarik bukan? 🙂

Kiki dan Tombo yang menyukai dunia aviasi

Kiki dan Tombo yang menyukai dunia aviasi

Note:
Nama toko tempat Osono dan Kiki adalah Guchokipanya Bakery. Konon nama ini berasal dari Guchokipa, istilah lain untuk jankenpon: batu, gunting, kertas. Untuk versi bahasa Inggrisnya, nama toko ini adalah Good Baking Pan Bakery.

Kiki’s Delivery Service (魔女の宅急便 Majo no Takkyūbin? ) diproduksi tahun 1989 dan merupakan film ke-4 yang dirilis sama Studio Ghibli. Dan merupakan kerjasama pertama Studio Ghibli sama Disney. Disney merilis versi Bahasa Inggrisnya tahun 1997. (Kiki versi bahasa Inggris di dubbing sama Kirsten Dunst).

Cast (voice):
Minami Takayama, Kiki & Ursula
Rei Sakuma, Jiji
Kappei Yamaguchi, Tombo
Keiko Toda, Osono

Sutradara: 
Produser: , Toru Hara
Penulis: (based on ‘Kiki’s Delivery Service by Eiko Kadono)
Musik: 
Sinematografi: Shigeo Sugimura
Editing: Takeshi Seyama
Rilis: Jepang, July 22, 1989
Durasi: 102 menit
Bahasa: Jepang

Awards:
Mainichi Film Competition 1990: Best Animated Film
Kinema Junpo (Prestigious Japanese film magazine) 1990: Readers’ Choice Award
Japan Academy Award 1990: Popularity Award
Annual Golden Gross: Award Gold, Japanese Film
The Movie’s Day Special Achievement Award
The Erandole Award: Special Award
Japan Cinema Association Award: Best Film and Best Director
Japanese Agency of Cultural Affairs (a government agency under the Ministry of Education):  Excellent Movie
Annual Anime Grand Prix: Best Anime

Spirited Away, Soundtrack

Oktober 29, 2011 Tinggalkan komentar

Mendengarkan soundtrack , seolah kita ikut dibawa bertualang bersama Chihiro ke alam para roh yang mistis, tidak menakutkan, sebaliknya, terasa indah.

Joe Hisashi

Joe Hisashi

Adalah , yang menggarapnya. Joe Hisaishi kelahiran Nagano, 6 Desember 1950. Nama aslinya adalah Mamoru Fujisawa (nama Joe Hisaishi berasal dari versi Jepang-nya nama musisi Amerika, Quincy Jones, yang menjadi inspirasinya. Quincy: Kuishi yang kanjinya sama dengan ‘Hisaishi’ dan ‘Jones‘: Joe) Gaya bermusiknya adalah campuran musik klasik Eropa, Jepang dan juga experimental electronic.  Selain di Spirited Away, dia juga kerjasama sama Miyazaki di film-filmnya yang lain, dari Nausicaa (1984) hingga yang terbaru, on the Cliff by the Sea (2008).

Selain film Miyazaki dia juga ngisi soundtrack-nya film-film ,  filmnya Yōjirō Takita, Departures (Okuribito) yang menang sebagai Best Foreign Language Film di Academy Awards 2009 dan  Nggak cuma film lokal, dia juga yang bikin soundtracknya film Korea, dan drama seri Korea, The Legend  (2007), filmnya Jiang Wen, The Sun Also Rises dan juga filmnya Frederic Lepage, Sunny and the Elephant. Untuk karya-karyanya, tahun 2009, Hisaishi dianugerahi Medal of Honour with purple ribbon dari pemerintah Jepang.

Youmi Kimura

Youmi Kimura

Sementara itu, ada juga nama Youmi Kimura yang nyanyi di satu-satunya lagu vokal film ini, Itsumo Nando-demo, yang diputar di ending. Youmi Kimura adalah penyanyi sekaligus pemain lyre (semacam alat musik petik). Lahir di Osaka. Konon, sebelum akhirnya ia nyanyi di Spirited Away, ia sempat menulis surat ke Miyazaki menyatakan kekagumannya sama film Miyazaki sebelumnya, Princess Mononoke, disertai copy albumnya. Miyazaki kemudian menceritakn tentang next project-nya dan Kimura bareng penulis liriknya, bikin Itsumo Nando Demo. Project ini nggak jadi, namun ketika mau bikin Spirited Away, Miyazaki dengerin lagu Kimura lagi dan merasa bahwa lagu itu pas. Selanjutnya, Kimura juga menulis lagu untuk fillm Miyazaki yang lain, Howl’s Moving Castle.

(Sumber: wikipedia.org/)

 Soundtrack List:

1. Youmi Kimura – Itsumo Nando-demo (Always With Me)
2. Joe Hisaishi – Ano Natsu He (One Summer Day)
3. Joe Hisaishi – Toorimichi (A Road to Somewhere)
4. Joe Hisaishi – Dare mo Inai Ryouriten (The Empty Restaurant)
5. Joe Hisaishi – Yoru Kitaru (Nighttime Coming)
6. Joe Hisaishi – Ryuu no Shounen (The Dragon Boy)
7. Joe Hisaishi – Boiraa-Mushi (Sootballs)
8. Joe Hisaishi – Kamisama-tachi (The Procession of the Spirits)
9. Joe Hisaishi – Yubaba
10.Joe Hisaishi – Yuya no Asa (Bathhouse Morning)
11. Joe Hisaishi – Ani Hi no Kawa (Day of the River)
12. Joe Hisaishi – Shigoto wa Tsuraize (It’s Hard Work)
13. Joe Hisaishi – Okusaregami (The Stink Spirit)
14. Joe Hisaishi – Sen no Yuuki  (Sen’s Courage)
15. Joe Hisaishi  – Sokonashi Ana (The Bottomless Pit)
16. Joe Hisaishi – Kaonashi (No-Face)
17. Joe Hisaishi – Banme no Eki (The Sixth Station)
18. Joe Hisaishi – Yubaba no Kyouran (Yubaba’s Panic)
19. Joe Hisaishi – Numa no Soko no Ie (The House at Swamp Bottom)
20. Joe Hisaishi – Futatabi (Reprise)
21. Joe Hisaishi – Kaeru Hi (The Return)

Lirik:
Itsumo Nando-demo (Always With Me)
By: Youmi Kimura

yondeiru  muneno dokoka okude
itsumo kokoro odoru  yume wo mitai
kanashimi wa  kazoe kirenai keredo
sono mukoude kitto  anataniaeru

kurikaesu ayamachi no  sonotabi hito wa
tada aoi sora no  aosawo shiru
hateshinaku  michiwatsuzuite mieru keredo
kono ryoute wa  hikariwo idakeru

sayonara no tokino  shizukanamune
zeroni narukaradaga  mimiwo sumaseru

ikiteiru fushigi  shindeiku fushigi
hana mo kaze mo machi mo  minnaonaji

yondeiru  muneno dokoka okude
itsumo nando demo  yumewo egakou

kanashimi no kazuwo  iitsuku suyori
onaji kuchibiru de  sotto utaou

tojiteiku omoideno  sononakani itsumo
wasuretakunai  sasayakiwo kiku
kona gonani kudakareta  kagami no uenimo
atarashii keshiki ga utsusareru

hajimari no asa(no)  shizukana mado
zeroni narukarada  mitasarete yuke

umi no kanatani wa  mou sagasanai
kagayaku monowa  itsumo kokoni
watashi no nakani  mitsukeraretakara

English Translation:

it’s calling out from deep within the heart
I always want to dream cheerful dreams

sadness can never be counted but
I will be able to see you on the other side

every time people repeat mistakes,
they know the blue of the simply blue sky
it seems as if the road continues endlessly but
these hands can find light

the quiet heart when parting
the ear listens as the body changes to zero

living, mysterious, dying, mysterious
the flower, the wind, the city;  they’re the same

it’s calling out from deep within the heart
let’s draw out dreams always, numerous times

instead of stating the number of sadness
sing softly with the same lips

even in the closing memories, there are always
whispers that cannot be forgotten
even on the shattered mirror shards,
a new scenery is reflected

the quiet window on the beginning morning
the body that is changing to zero is being pleased

I won’t search beyond the sea from now
the shining thing is always here,
it can be found within myself

http://www.animelyrics.com/

Spirited Away

Oktober 28, 2011 Tinggalkan komentar

Ini adalah ‘perkenalan’ pertama saya dengan . Awalnya nggak terlalu ngeh karena ini film animasi (saya nggak terlalu suka film animasi). Tapi karena pas lihat katalog di CD rental, di cover-nya tercatat berbagai penghargaan, saya pun penasaran.

spirited-away

Nyatanya , adalah film yang sangat keren. Nggak masalah animasi, tapi gambarnya benar-benar indah dan ceritanya juga. Biasanya, film animasi (terbitan Hollywood terutama), ceritanya begitu-begitu saja. Tapi cerita benar-benar terasa spesial.

Adalah Chihiro, bocah perempuan yang sedang dalam perjalanan pindah rumah beserta kedua orangtuanya. Dalam perjalanan itu, kemudian mereka tersesat dan kedua orang tua Chihiro berubah jadi babi setelah menyantap makanan.

Petualangan Chihiro bersama Haku

Petualangan Chihiro bersama Haku

Chihiro kemudian bertemu bocah laki-laki bernama Haku (Dragon White) yang menolongnya untuk membebaskan orangtuanya, dengan membawa Chihiro ke tempat Yubaba,  semacam penginapan yang selalu dikunjungi makhluk-makhluk aneh setiap malam.

Chihiro bersama Faceless Devil, my favourite character :)

Chihiro bersama Faceless Devil, my favourite character 🙂

Di penginapan, Chihiro bertemu banyak teman: ada Kamaji si pembuat api, Rin dan juga Faceless Devil (Kaonashi), hantu ‘berwajah’ murung  yang ingin menjalin persahabatan dengan Chihiro. Yubaba, si perempuan tua penyihir dan bayi ‘ajaibnya’, Boh. Sebuah kisah yang sangat sangat memukau!

Cast (Voice):
Rumi Hiiragi – Chihiro/Sen
Miyu Irino – Haku
Mari Natsuki – Yubaba/Zeniba
Takashi Naitou – Ayah Chihiro
Yasuko Sawaguchi – Ibu Chihiro

Judul Lain: Sen to Chihiro no Kamikakushi (千と千尋の神隠し)
Sutradara: 
Produser : Toshio Suzuki
Penulis: 
Musik: ,
Sinematografi: Atsushi Okui
Penyunting: Takeshi Seyama
Rilis: 27 Juli 2001
Durasi: 125 menit

Awards:

Academy Awards, USA, 2003:
– Oscar Best Animated Feature , Hayao Miyazaki
Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films, USA 2003:
Nominasi Saturn Award:Best Music :Joe Hisaishi, Best Writing: Hayao Miyazaki
Amsterdam Fantastic Film Festival 2003:
– Pneghargahaan Silver Scream Award (Hayao Miyazaki)
Awards of the Japanese Academy 2002:
– Best Film, Best Song (Youmi Kimura)
BAFTA Awards 2004:
-Nominasi Best Film not in the English Language (Hayao Miyazaki)
Berlin International Film Festival 2002:
– Golden Bear (Hayao Mizayaki)
César Awards, France 2003:
– Nominasi Best Foreign Film (Meilleur film étranger) : Hayao Miyazaki
Hong Kong Film Awards 2002:
– Best Asian Film
Kinema Junpo Awards 2002:
– Readers’ Choice Award, Best Film
Nikkan Sports Film Awards 2001:
-Best Film
Satellite Awards 2003:
– Best Motion Picture, Animated or Mixed Media
 and many more….

Welcome to Dongmakgol

Oktober 5, 2011 Tinggalkan komentar

Ketika terjadi perang saudara Korsel-Korut (Korean War 1950), ada sebuah desa yang tetap aman, tenteram dan damai, Dongmakgol. Namun kedamaian desa itu terusik ketika tiga orang tentara Korut dan dua orang tentara Korsel yang terpisah dari pasukan mereka, terdampar di sana.

Welcome_to_Dongmakgol_poster

Alih-alih saling tolong menolong, ego pasukan membuat mereka tetap saling gontok-gontokkan, tak peduli bahwa mereka sudah sama-sama dalam posisi terdampar. Mereka tetap berusaha untuk saling bunuh membunuh, membuat warga desa yang tak tahu menahu tentang perang terganggu.

welcome-to-dongmakgol-full

Ketika granat tak sengaja diledakkan, lumbung penyimpan makanan pun hangus terbakar dan sebagai hukuman, mereka harus membantu warga bekerja di ladang. Dari sinilah, perlahan mereka mulai saling mengenal satu sama lain dan menyingkirkan  permusuhan tak masuk akal dari benak mereka.

welcome to dongmakgol3

Namun masalah muncul ketika, Smith, seorang pilot pesawat tempur AS juga terdampar di desa itu mengusik keangkuhan tentara sekutu yang mengira kalau Smith ditawan. Maka AS pun menyiapkan serangan tak masuk akal untuk membebaskan Smith. Dan kini, tugas para tentara lah untuk bahu membahu, menjadi martir menyelamatkan Dongmakgol yang indah permai dari kehancuran.

Drama satir yang menghibur sekaligus menggetarkan!

Cast:
, Lee Su-hwa (komandannya tentara Korut)
Lim Ha-ryong, Jang Young-hee (tentara Korut)
, Seo Taek-ki (tentara Korut termuda)
, Pyo Hyun-chul (letnan dua tentara Korsel)
Seo Jae-kyung, Mun Sang-sang (tenaga medis tentara Korsel)
, Yeo-il (si gadis gila)
Steve Taschler, Smith
Jung Jae-jin, Kepala Desa
Jo Deok-hyeon, Guru Kim

Sutradara: 
Produser: Sang-ho Choi, Jin Jang, Tae-seong Jeong, Sang-yong Ji,  Woo-Taek Kim,  Eun-ha Lee, Sang-jun Ma
Penulis : Park Heung-shik, Song Hye-jin  (based in long running play by Jang Jin)
Musik: 
Rilis: 2005
Durasi:133 min.

Awards:
Korean Grand Bell Awards in 2006:Best Supporting Actress at the South (Kang Hye-jeong)
Udine Far East Film Festival 2006: Penghargaan Audience Award untuk Park Kwang-hyun
Official entry untuk Foreign Language Film Academy Awards 2005

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar