Arsip

Posts Tagged ‘Jo Seung-woo’

Serba-Serbi Baeksang 2018

Belum bisa move on dari acara Baeksang kemarin. Maafkeun ya, karena melihat ‘penampakan’ yang jarang tampil ke publik benar-benar jadi kesempatan langka yang menyenangkan. Hehe.

IMG_20180506_073643

Ekspresi yang kayak mau nangis waktu namanya diumumin jadi pemenang

Dalam interview usai menerima penghargaan mengatakan kalau tawaran main drama datang ketika ia sedang pada titik jenuh dengan karirnya sebagai aktor. Bahkan ia merasa bimbang, apakah menjadi aktor beneran bakal jadi jalan hidupnya. Yeah, everybody face their own crisis.  Apalagi mungkin karena ia merasa tak muda lagi. Selain itu, arena sudah sekian lama, mungkin ia merasa kehilangan antusiasme lagi dalam berakting. Ia mulai akting di usia yang masih relatif sangat muda, 19 tahun, dan sejak itu, menghabiskan hampir seluruh hidupnya dengan akting (terutama di musikal) sehingga katanya nyaris nggak pernah punya waktu untuk bersenang-senang. Karenanya, ia kemudian menyatakan diri bakal vakum dari dunia musikal setidaknya selama tiga tahun. Dan syukurnya, pilihannya main drama adalah pilihan yang tepat karena dramanya sukses besar dan dia bahkan dapat Baeksang. Karenanya, penghargaan ini pastilah menjadi sangat berarti baginya.

 

IMG_20180506_103233

Sebagai penggemar dari aktor yang kehidupannya jarang banget diekspos media kecuali terkait pekerjaannya, menyaksikan interaksi Jo di kehidupan nyata di acara-acara seperti ini menjadi berkah tersendiri. Dan agaknya, banyak media yang juga tak ingin melewatkannya. Dalam salah satu jepretan candid misalnya, ketangkep Jo bertegur sapa hangat sama Ma Dong-seok dan bahkan pakai acara peluk-pelukan segala, yang menandakan kalau mereka cukup dekat.

IMG_20180506_073059

Interaksi lain, Jo sama . Mereka memang kabarnya dekat banget, dan memang kelihatan. Ada fancam yang nangkep ketika Jo ketemu sama Kim dan keduanya langsung asyik ngobrol sambil pegang-pegangan tangan kayak BFF yang udah lama nggak ketemu dan saling melepas rindu, hehe.

IMG_20180506_073609

Interaksi dengan tim mah jangan ditanya lagi. Mereka sudah kayak keluarga. Meski dramanya sudah cukup lama berakhir, tapi mereka sering banget nongkrong bareng (lihat posting-postingannya di IG atau ). Dan asyiknya mereka itu meski timnya tua-muda tapi ngeblend. misalnya, yang secara usia masih cukup muda, tampak enjoy aja kumpul bareng para om-om.

IMG_20180506_103258

Ngomong-ngomong soal tim SF, jujur sih saya jadi agak-agak ‘curiga’ sama hubungan dengan , hehe. Di foto-foto pas mereka kumpul bareng, keduanya selalu duduk deketan, dan bahkan nyaman melakukan skinship. Terus pas di Baeksang, orang pertama yang disebut Seung-Woo di speech-nya adalah nama , sebagai great partner, terus ada postingan di twitter yang capture IG storynya yang nonton live streaming Baeksang di dalam mobil. Pas Seung-Woo menang, dia mengucapkan selamat dan ekspresi suaranya kelihatan seneng banget (kayaknya dia lagi di luar negeri). Tapi well, saya sih low key saja, dan sepertinya banyak fans di luar sana yang juga keep calm. Kalau beneran ada apa-apa ya ikut seneng aja, karena menurut saya keduanya compatible dari semua segi. Tapi kalau cuma temen baik ya seneng juga, karena kalau dilihat dari karakter keduanya, sepertinya mereka berdua memang berkarakter hangat yang bisa nyaman meski temenenan dekat sama lawan jenis (mungkin karena dibesarkan sama ibu dan nuna-nya, Seung-Woo memang kelihatan mudah akrab sama teman-teman cewek). Apapun, yang terbaik deh untuk mereka berdua.

IMG_20180506_073654

Afterall, wishing all the best buat Jo!

 

Iklan

Baeksang Art Awards 2018

Salah satu ajang penghargaan perfilman terbesar Korea kembali digelar: Baeksang Art Awards. Berbeda dengan beberapa penghargaan film Korea yang biasanya digelar di penghujung tahun, Baeksang memang biasa digelar menjelang pertengahan tahun. Ya nggak apa-apa sih, cuma karena beberapa nominasinya biasanya nggak jauh-jauh dari penghargaan lain yang sudah digelar sebelumnya, kadang jadi nggak terlalu surprise lagi karena kadang juga pemenangnnya hampir sama saja. Bedanya sih, Baeksang ini penghargaannya nggak cuma untuk kategori film, tapi juga acara TV. Jadi memang kayaknya lebih besar dan bergengsi.

 

IMG_20180504_205406

Big YES buat Jo Seung-woo. So happy for him 🙂

Dan Baeksang tahun ini, cukup saya nantikan karena aktor favorit saya *ehm* , masuk nominasi sebagai Best Actor untuk perannya di drama . Dan saya cukup berharap dia menang, karena memang menurut saya dia layak menang. Apalagi jika dibandingkan nominasi lain, menurut saya dia cukup unggul. Di kategori ini, dia bersaing dengan (Money Flower), Kim Sang-joong (Rebel: Thief Who Stole the People), Cheon Ho-jin (My Golden Life) dan (Fight for My Way). Selain dan Fight for My Way, saya belum nonton drama yang lain, jadi nggak bisa komentar. Tapi mengingat kalau mereka adalah aktor-aktor senior, saya pikir mereka memang layak dapat nominasi ini. Yang agak membuat saya mengerutkan kening adalah masuknya nama . Aktingnya cukup bagus, tapi juga rasanya nggak ada yang istimewa, belum lagi dramanya sendiri yang juga biasa banget. Ada aktor lain yang main lebih bagus dan juga dramanya lebih berkualitas ( di Live Up Your Name, misalnya).

IMG_20180504_205419

Seneng lihat foto ini. Jo bareng Om Kim, hehe

Tapi yah, sudahlah. Yang jelas saya senang banget karena ternyata benar-benar menang. Dan dia juga kelihatan senang banget. Bisa dipahami lah, karena ini adalah penghargaan Baeksang pertama dia untuk kategori drama. Dan tentu saja ini mengagumkan, karena artinya, dia adalah aktor yang pernah dapat Best Actor Baeksang di dua kategori sekaligus: Film dan TV. Ohya, jangan lupa juga dia juga adalah Best Actor di ajang musikal. Dan mungkin juga dia satu-satunya aktor Korea yang pernah dapat penghargaan Best Actor di 3 bidang sekaligus: film, drama, musikal. Sepengetahuan saya sih, kayaknya belum ada aktor Korea lain yang sukses di tiga bidang sekaligus seperti dirinya. Aktor besar seperti Song Kang-ho, misalnya, meski langganan dapat award untuk film, tapi memang hanya konsen di film dan nggak pernah main drama. Beberapa aktor yang sukses di drama seperti Jisung atau , karirnya di film nggak terlalu mengesankan. Demikian juga dengan mereka yang berlatar musikal seperti Jo Jung-suk, Jo Woon, Ji Chang-wook, meski sukses di drama tapi nggak terlalu sukses di musikal. Big applause lah buat . Dan sebagai penggemarnya, saya berdoa, ke depan dia akan sukses terus. Apalagi tahun ini, film dan dramanya akan tayang. Semoga saja, dua proyeknya ini juga akan sukses besar.

Untuk pemenang kategori lain, saya nggak terlalu care sih. Hehe. Tapi menurut saya sudah pas lah, karena ternyata pemenangnya memang aktor/aktris yang memang kemampuan aktingnya nggak diragukan lagi. Kategori Best Actress dramanya adalah , yang memang sudah masuk kategori aktris veteran. Untuk kategori supporting aktor/aktrisnya adalah () dan (Should We Kiss First). Untuk Best New Actornya ada Yang Se-Jong (Temperature of Love) dan Heo Yool (Mother).

Untuk kategori film, Best Actor diraih sama dan Best Actressnya . Khusus untuk , melihatnya berdiri satu berdampingan dengan sama-sama dapat penghargaan untuk Best Actor, saya merasa senang. Keduanya berteman baik di kehidupan nyata (mungkin seperti hyung-dongsaeng), dan kemudian sama-sama dapat penghargaan seperti itu, pasti rasanya cukup istimewa.

IMG_20180504_205308

Ho Yeol, aktris cilik yang dapat penghargaan pendatang baru terbaik. Keren ya,

Kategori Best Supporting Actor diraih aktor yang juga veteran, (1987: When The Day Comes) dan () untuk Best Supporting Actress. Saya sudah lihat aktingnya di sana, dan memang penampilannya cukup stellar dan membuat saya jadi agak membandingkannya dengan aktris yang juga main disana. jauh lebih populer dan jam terbangnya juga cukup tinggi (secara usia juga lebih tua 6 tahun), tapi agaknya dia memang masih perlu banyak belajar untuk jadi aktris yang bagus.

Best New Actor diraih Koo Gyo-Hwan (Jane) dan Best New Actress diraih (). Yah, agaknya tahun ini adalah rising yearnya Choi , karena dia menyabet gelar ini di hampir semua ajang penghargaan film. Dan menurut saya memang sangat layak, karena penampilannya memang bagus banget di sana.

IMG_20180504_205322

Jung Hae-in yang lagi naik daun.

Kategori Most Popular Actor diraih sama aktor pendatang baru, . Karena drama romantisnya bareng aktris papan atas , aktor satu ini mendadak populer banget akhir-akhir ini, dan digadang bakal jadi next Hallyu Star seperti atau . Dengan berbekal tampang yang cakep, karakter romantis di drama yang ngehits, agaknya memang membuatnya banyak disukai fans. Saya sendiri kadang agak sinis sama aktor-aktor dengan label most popular, karena menurut saya kualitas seorang aktor dibuktikan dari seberapa bagus ia berkarya bukan cuma karena cakep dan populer. Untuk Most Popular Actress diraih sama. Yah, saya sudah sering baca kritik terkait aktingnya yang payah, tapi tetap saja, sepertinya banyak sekali fans yang tetap suka sama dia. Mungkin karena posisinya sebagai idol dan juga wajahnya yang dianggap cantik.

IMG_20180504_205334

yang langganan penghargaan paling populer.

Untuk Grand Prize kategori film diraih oleh film “1987: When The Day Comes” dan untuk kategori drama, diraih , yang memang juga sangat layak meraihnya. Meski secara rating nggak tinggi-tinggi amat (sekitar 7%, sebenarnya cukup tinggi untuk TV kabel, tapi sebagai perbandingan, Goblin kalau nggak salah ratingnya sampai 18%  ), tapi impact drama ini memang cukup fenomenal. Banyak orang memperbincangkannya dan memuji-mujinya (bahkan drama ini masuk Best Drama di media Amerika). Dan ya memang layak diapresiasi karena dari semua segi drama ini nyaris sempurna. Berbeda misalnya dengan beberapa drama yang juga pernah dapat Daesang seperti DoTs atau Goblin. Meski populernya minta ampun dan ratingnya juga tinggi, kedua drama ini memiliki lubang disana-sini. Kategori Best Drama diraih Mother dan Best Film diraih .

Sedikit catatan, untuk kategori TV, mayoritas pemenang dan nominasinya adalah dari TV kabel, karena memang belakangan, TV-TV kabel lah yang memproduksi drama-drama bagus dengan cast yang bagus pula. Dan harusnya sih hal ini jadi refleksi stasiun TV-TV besar untuk menghasilkan karya lebih bagus kalau nggak mau ditinggal penontonnya. Bahkan masuknya drama Fight My Way dan juga aktor di kategori nominasi Best Drama dan Best Actor saja menurut saya nggak layak, karena sebenarnya ada drama dan aktor yang lebih bagus. Tapi ya, mungkin sebagai bonus lah biar KBS nggak malu-malu amat, haha.

Overall, chukae untuk semua pemenang!

Daftar pemenang dan nominasi:
Kategori Film:
Grand Prize (Daesang): “1987: When The Day Comes”

Best Film: “ / 1987: When The Day Comes/ / / (

Best Director ( )/ Yang Woo-Seok (Steel Rain)/ Jang Joon-Hwan (1987: When The Day Comes)/ ( ()/ Hwang Dong-Hyuk ()

Best Screenplay: Kim Kyung-Chan (1987: When The Day Comes)/ ()/ Uhm Yoo-Na ( (/ Yang Woo-Seok & Jung Ha-Yong (Steel Rain)/ Hwang Sung-Goo ()

Best Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ ()/ (Steel Rain)

– Best Actress: ()/ ()/ ()/ (Be with You)/ ()

– Best Supporting Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ Jo Woo-Jin (Steel Rain)/ ()

– Best Supporting Actress: ()/ Yum Hye-Ran ()/ (Warriors of the Dawn)/ ()/ ()

– Best New Director: ()/ (The Running Actress)/ Shin Joon (Yongsoon)/ Cho Hyun-Hoon (Jane)/ Jeon Go-Woon (Microhabitat)

– Best New Actor: Koo Gyo-Hwan (Jane)/ Kim Sung-Kyu ()/ ()/ Lee Ga-Sub (The Seeds of Violence)/ Heo Sung-Tae ()

– Best New Actress: ()/ Nana (The Swindlers)/ (Yongsoon)/ ()/ Lee Joo-Young (Jane)

Kategori TV:
– Grand Prize (Daesang):

Best Drama: Mother (tvN)/ Misty (JTBC)/ Fight for My Way (KBS2)/ My Golden Life (KBS2)

Best Director: Kim Yun-Cheol (The Lady in Dignity)/ Kim Cheol-Kyu (Mother)/ Mo Wan-Il (Misty)/ ()/ ()

Best Screenplay: ()/ Baek Mi-Kyeong (The Lady in Dignity)/ Im Sang-Choon (Fight for My Way)/ Jung Bo-Hoon ()/ Jung Seo-Kyoung (Mother)

– Best Actor: () / Kim Sang-Joong (Rebel: Thief Who Stole the People)/ (Fight for My Way)/ (Money Flower)/ Cheon Ho-Jin (My Golden Life)

Best Actress: (Misty)/ Kim Sun-A (The Lady in Dignity)/ Kim Hee-Seon (The Lady in Dignity)/ (My Golden Life)/ (Mother)

– Best Supporting Actor: ()/ Bong Tae-Gyu (Return)/ Ahn Jae-Hong (Fight for My Way)/ (), Jung Sang-Hoon (The Lady in Dignity)

– Best Supporting Actress: (Should We Kiss First)/ Na Young-Hee (My Golden Life)/ (Avengers Social Club)/ Song Ha-Yoon (Fight for My Way)/ Jeon Hye-Jin (Misty)

– Best New Actor: Yang Se-Jong (Temperature of Love)/ Kim Jung-Hyun (School 2017)/ ()/ Woo Do-Hwan (Save Me)/ ()

Best New Actress: Heo Yool (Mother)/ Dasom (Unni Is Alive)/ Kim Se-Jeong (School 2017)/ Seo Eun-Su (My Golden Life)/ Won Jin-A (Rain or Shine)

Most Popular Actor & Actress: &

Plus-plus:

Masih dari Baeksang, ada hal yang kurang menyenangkan terjadi. Gara-gara hal remeh temeh: posisi foto. dikritik netizen gegara foto di tengah barisan paling depan. Padahal dia cuma dapat penghargaan kategori populer yang nggak terlalu bergengsi. Sementara dan   yang dapat Best Actor/Actress saja berdiri di samping dan yang paling parah tentu yang bahkan berdiri di barisan kedua. Saya pribadi, sebelum kontroversi ini muncul, juga agak-agak nggak nyaman sih lihat posisi yang nyempil di belakang, padahal dia kan pemenang Best Actor Film dan juga adalah aktor yang jauh lebih senior kemanna-mana? Secara, posisi senior-juniornya orang Korea kan terkenal kental banget. Dan ternyata memang kemudian hal ini menyulut reaksi publik.

JHI pun kemudian dibanding-bandingkan sama aktor yang juga dapat penghargaan Most Popular sebelumnya, dan ketika disuruh foto di barisan paling depan bareng Jun Ji-hyun yang dapat Best Actress dan juga lawannya main di drama, ia malah sibuk nyari posisi di belakang (saya lihat videonya dan cukup lucu melihat bagaimana seperti nyari posisi yang bener-bener bisa membuatnya nggak narik perhatian). Perbandingan lainnya , yang jadi pasangannya JHI untuk kategori Most Popular. Dalam sesi foto ini dia  langsung ambil posisi di belakang yang agak nyempil. Meski saya nggak terlalusuka dia ketika berakting, tapi kayaknya dia memang punya nice personality dan mungkin hal itu pula yang membuatnya dicintai fansnya.

IMG_20180505_152717

Yah, sebenarnya kasus yang nggak penting sih, tapi memang agak menjadi persoalan karena berkaitan dengan imej, hal yang cukup penting bagi seorang public figure. Apalagi, belakangan ini memang lagi populer-populernya dan sepertinya juga jor-joran dipromo-in buat jadi bintang papan atas, dan dengan munculnya kasus ini, jadi agak ironis melihatnya. Baru juga mau populer, eh, kesandung kasus. Saya pribadi, bukan fansnya JHI jadi nggak tahu gimana-gimananya dia. Akting dia yang saya lihat cuma di dan menurut saya cukup bagus, meski nggak stellar. Saya baca, aktingnya di drama terbarunya, Pretty Noona juga nggak hebat-hebat amat, tapi menjadi populer karena berpasangan sama aktris besar .Dari segi face, dia memang cukup menarik: tinggi, cakep dan enak dilihat.

Dengan adanya kontroversi ini, saya juga jadi agak-agak heran kenapa dia melakukan hal itu. Konon sih karena dia di suruh sama staf. Nggak tahu, apa karena karena terburu-buru, jadi stafnya nyuruh dia cepat-cepat ambil posisi atau stafnya pengin promosiin dia yang memang lagi naik daun. Jika yang kedua, menurut saya agak aneh sih, karena stafnya kan juga orang Korea yang seharusnya tahu kalau posisi di tengah itu seharusnya bukan buat dia.

Terus lagi, JHI sendiri. Meski mungkin memang beneran di suruh di tengah, tapi masa iya dia begitu ‘polos’nya nggak tahu kalau posisi itu nggak cocok buat dia? Dia orang Korea tulen dan juga sudah cukup lama menekuni dunia akting (sekitar 6 tahun), secara usia juga sudah cukup matang (30 tahun) dan karenanya, seharusnya cukup tahu unggah-ungguh semacam itu. Banyak fans dia yang bela kalau hal itu terjadi karena suasananya cukup crowded sehingga mungkin dia nggak nyadar posisinya. Bukan bermaksud jadi hater sih, tapi kalau saya lihat cuplikan videonya sebelum sesi foto itu, sebenarnya suasananya nggak riuh-riuh amat. Dia termasuk yang berdiri di tempatnya sejak awal, dan kelihatan mager aja di posisinya sementara yang lain-lain sibuk ngatur posisi di belakang. Nggak noleh kiri kanan untuk melihat dimana posisi dia. Dia pasti tahulah kalau ada yang berdiri pas di belakang dia dan juga di samping, tapi kayaknya nggak ada tuh inisiatif dia nawarin atau seenggaknya bungkuk kanan kiri kasih hormat ke senior kek (sedikit membandingkan dengan sesi foto pas cuma , dan dengan gerakan sopan meminta untuk berdiri di tengah-tengah, padahal kelihatannya mereka cukup akrab lho). Entah karena JHI ini memang orangnya nggak peka atau mungkin terlalu bingung dengan situasinya (mungkin dia masih bingung karena mendadak jadi orang terkenal). Tapi tetap terasa aneh sih, karena kayaknya, orang-orang di sekitarnya juga ngeh dengan situasi itu dan kayak saling berbagi pandang gitu di belakang sementara JHI kelihatan tenang-tenang saja.

Whataver, ini cuma masalah kecil sih. Dan semoga saja ini jadi pelajaran buat dia karena kalau nggak, mungkin bisa ngefek ke karirnya ke depan. Popularitas itu biasanya hanya sekejap mata, karena bakal ada bintang-bintang baru yang menggantikannya. Dan untuk jadi aktor yang bisa bertahan bertahan di industri semacam itu, kayaknya juga nggak cukup cuma modal kemampuan akting belaka, tapi juga karakter personal yang membuat orang-orang di sekitarnya bakal nyaman kerja bareng.

Lee Sang Lee Sang

Februari 24, 2018 Tinggalkan komentar

Yah, lagi-lagi karena ‘obsesi’ saya pada aktor kesayangan, , yang membuat saya ngubek-ubek internet demi mendapatkan drama ini. Dan lumayan sulit ternyata. Saya hanya menemukan satu situs yang menyediakan akses dunlutan, itu juga nggak ada subtitlenya. Saya cari-cari di situs penyedia subtitle juga nggak nemu. Sudah begitu, cari sinopsis dalam bahasa Inggrisnya juga ternyata sulit. Ya sudah, akhirnya saya ‘rela’ nonton drama ini dengan meraba-raba karena saya sama sekali nggak paham bahasa Korea selain gamsahamnida dan sarangheyo, hehe.

Lee Sang-1

Akting Jo Seung-woo yang tak pernah mengecewakan

Drama ini dibuat tahun 2012 (?), pasca membintangi drama pertamanya, , dan merupakan satu dari serangkaian drama specialnya MBC (drama yang hanya 1 episode). Sekilas saya baca dari sinopsis yang diterjemahkan dengan kurang jelas, saya baca kalau drama ini mengangkat sepenggal kisah hidup seorang penyair Korea yang hidup di tahun ’30-an, Lee Sang ( ). Meski begitu, dramanya sendiri bukan tentang proses kreatifnya Lee Sang, tapi kisah pencarian ‘harta karun’ oleh Lee Sang. Dramanya sendiri diceritakan lewat flashback oleh seorang lelaki penjaga galeri yang di masa mudanya pernah menjadi asistennya Lee Sang.

Lee Sang-4

Lee Sang dimasalalu adalah seorang penyair yang penyakitan. Hidup di tengah jaman perang oleh pennjahan Jepang, Lee Sang tidak ambil peduli dengan gerakan kemerdekaan. Hingga suatu hari, temannya, Hiroshi meninggal. Hiroshi pernah meninggalkan kertas berisi tulisan misterius. Lee kemudian bertemu dengan seorang perempuan pejuang kemerdekaan, Kyung He (). Lee Sang, lebih karena rasa penasarannya, kemudian terlibat penyelidikan mencari harta karun seperti yang tertulis di pesan rahasia Hiroshi. Harta karun itu adalah sebuah cincin peninggalan Raja Go Jong untuk permaisurinya. Untuk itu, ia harus berurusan dengan para tentara Jepang. Setelah menemukan cincin itu, Lee Sang menemukan filosofi untuk menjalani hidupnya.

Lee Sang-8

Hehe, agak bingung sih sebenarnya dengan ceritanya. Tapi mengabaikan semua itu, saya ‘hanya’ ingin menikmati aktingnya sebagai seorang seniman. Dan seperti dugaan saya, his acting is hilarious as always. Meski saya nggak paham dialognya, tapi dari bahasa tubuh dan mimik wajah Jo yang jadi Lee Sang, saya tahu bahwa aktingnya sangat bagus di sini. Ia bertransformasi jadi sosok Lee Sang yang konon dikenal sebagai penyair dengan karakter yang unik. Akting Jo terlihat begitu hidup dan meyakinkan. Salutnya lagi, konon untuk main drama ini, Jo rela nggak dibayar lho, karena sutradaranya adalah teman baik dia. Yeha, that’s and why I love him. Aktor yang dikenal sangat pemilih dan idealis. Meskipun sudah punya nama besar, konon dia memang nggak keberatan main di film/drama dengan bayaran rendah atau bahkan indie selama dia merasa sreg dengan cerita dan kualitasnya.

Lee Sang-16

Lee Sang-17

Ohya, selain juga ada aktor (yang jadi temannya Lee Sang) dan juga. Karena keduanya cuma pemain pendukung, akting dan karakternya biasa saja.

Note:
Lee Sang merupakan nama pena dari penyair yang bernama asli Kim Hae-gyeong. Lahir di Seoul 14 September 1910. Meski dikenal sebagai penyair, tapi latar belakang Lee Sang adalah arsitektur. Ia pernah bekerja sebagai pembuat draft di departemen pemerintahan dan pernah memenangkan lomba desain arsitektu. Pada tahun 1934 ia ikut bergabung dalam jurnal Circle of Nine (Guinhoe) dimana ia mulai mempublikasikan puisi-puisinya. Tahun 1936, ia pergi ke Jepang dan di tangkap di sana. Setahun kemudian, ia meninggal dunia di usia yang masih sangat muda, 26 tahun. Dan seperti kebanyakan ‘orang besar’ yang mati muda, karya-karya Lee baru dikenal setelah ia meninggal dunia. Karya-karyanya konon beraliran avant-garde yang memadukan latar belakang dunia arsitektur yang ditekuninya. (sumber: wikipedia.org)
karya-karyanya:

Cast:
– Lee Sang
– Kyung-he
– Bon Woong
Han Sang-jin – Jae Moon
Jo Min-ki – Soo Yeong
In Gyo-jin – Tae Won

Perfect Game

November 27, 2017 Tinggalkan komentar

Choi Dong-won () adalah pitcher andalan timnas baseball Korsel. Ia telah memetik banyak kemenangan dan meraih pernghargaan. Tapi seperti umumnya yang terjadi pada banyak atlet, seiring bertambahnya usia, karena didera berbagai cidera, prestasinya mulai menurun. Meski begitu, kecintaanya pada baseball tak pernah menurun. Baginya, baseball adalah segalanya. Ia bermain untuk timnya, Lotte.

perfect game-1

Di sisi lain, pemain baru muncul. Sun Dong-ryul. Awalnya, Dong-yeol adalah pengagum berat Dong-won. Tapi ketika ia sudah mengukir prestasinya sendiri, ia merasa terobsesi karena tak juga bisa meraih posisi besar seperti Dong-won. Di sisi lain, kemenangan-kemenangan Dong-yeol tak urung membuat Dong-won merasa bahwa Dong-yeol adalah rivalnya.

perfect game-10

Dan suasana makin panas karena media dan para pendukung seperti tak henti membakar isu persaingan di antara mereka. Ditambah lagi isu regionalitas karena keduanya berasal dari daerah yang memang punya sejarah chauvinisme: Busan dan Jeolla (ingat film Meet in the Laws).

 

Ketika mereka akhirnya dipertemukan di lapangan, tak urung rivalitas itu menjadi tak terbendung. Dan seperti umumnya pertandingan olahraga besar, rivalitas terjadi bukan hanya di dalam lapangan tapi juga di stadium oleh para supporter yang tak ayal sering berakhir ricuh.

 

Dan tak seperti film bertema olahraga pada umumnya,film ini ditutup bukan dengan kemenangan yang gempita oleh si tokoh utama, tapi justru oleh pecahnya rivalitas di antara keduanya.

perfect game-5

Yah, setelah sekian lama akhirnya saya berhasil menonton film ini, yang artinya, melengkapi ‘obsesi’ saya untuk menonton semua film-film Jo Seung-woo (sebenarnya saya belum nonton H sama Ahjimmong, tapi saya tak terlalu penasaran sama dua film itu). Sejak awal dirilis saya sudah mencari film ini kesana kemari tapi ternyata sulit sekali. Mulai dari warnet langganan yang biasanya selalu update film terbaru, hingga menelusuri hampir semua situs hasil pencarian google yang memuat keyword film ini. Hasilnya, nyaris nihil. Beberapa situs sudah menghapus link dunlutannya. Satu dua yang masih ada, sulit sekali didunlut.

perfect game-7

Rasanya tak perlu saya jelaskan kenapa film ini seolah menjadi film yang ‘wajib’ saya tonton. Yups, Jo Seung-woo tentu saja. Ketika ada orang yang tetap antusias menonton film atau drama jelek hanya demi melihat pemain favoritnya, saya kira saya memahaminya. Karena saya rasa, saya pun demikian. Saya bersedia nonton film atau drama apa saja yang dibintangi Jo Seung-woo! Meski sejauh ini drama atau filmnya sebenarnya tak ada yang bisa disebut benar-benar jelek. Tidak selalu berhasil memang, tapi tidak buruk kok. Apalagi, Jo memang dikenal sebagai aktor yang sangat selektif. Film atau drama yang dibintanginya memang tak selalu sukses, tapi kalau dari segi cerita hampir selalu dipastikan masuk kategori qualified.

perfect game-11

Termasuk film ini. Sejak masa penayangannya (tahun 2011), film ini memang tak banyak diapresiasi. Beberapa review yang saya baca menyebutkan kalau film ini jalan ceritanya membosankan. Mengingat jajaran aktor dan sutradaranya yang cukup qualified, saya juga sempat heran karena film ini seperti ‘terlupakan’ dan setahu saya tak masuk nominasi penghargaan apapun. Pun setelah menonton film ini sebenarnya saya masih agak heran juga. Memang plotnya agak membosankan karena sutradara sepertinya terlalu berlama-lama dengan adegan lempar melempar bola yang bagi orang yang tahu menahu baseball seperti saya, menjadi adegan yang tak menarik. Tapi kalau disebut ini adalah film yang buruk saya tak setuju.

perfect game-8

Mungkin saya agak subyektif, tapi menurut saya film ini digarap dengan bagus, kok. Pesan filmnya tersampaikan dengan baik. Dan karena ini didasarkan pada kisah nyata, wajar jika tak terlalu banyak adegan dramatis. Menurut saya ceritanya juga unik. Jika film tentang olahraga bisanya lebih berkisah pada bagaimana perjuangan tokoh utama dalam meraih kemenangannya, film ini justru memilih fase ketika bintang sudah mulai meredup dan bagaimana ia tetap setia bermain karena kecintaannya pada baseball. Munculnya sosok antihero menjelang akhir film juga cukup memberi keunikan cerita. Dari segi akting, semuanya bermain bagus. Agak sayang memang karena film lebih fokus pada isu rivalitas, kemudian tak banyak eksplorasi pada karakternya. Meski begitu, Jo dengan penampilannya cukup bisa membuat penonton memahami karakter seorang Choi Dong-won yang seolah mengabdikan seluruh hidupnya pada baseball. Di sisi lain, aktor Yang Dong-geun juga memerankan sosok Sun Dong-ryul dengan baik. Demikian juga dengan beberapa cast pendukung seperti dan Ma Dong-seok.

Catatan:
– Film ini memang didasarkan pada kisah nyata. Choi Dong-won meninggal pada tahun.. karena penyakit kanker kolon. Sementara Sun Dong-yeol masih hidup hingga sekarang.
– Dalam kehidupan nyata, dan Yang Dong-geun bersahabat akrab (keduanya sama-sama aktor musikal) dan konon lah yang merekomendasikan Yang untuk memerankan Sun Dong-ryul pada sang sutradara
dan sutradara film ini, Park Hee-kon, akan kembali berkolaborasi dalam film berjudul “Grave Site” yang rencananya akan rilis tahun 2018 (sepertinya Jo memang mennjalin hubungan baik dengan orang-orang yang pernah bekerja dengannya karena biasanya ia terlibat lebih dari satu proyek dengan mereka).
– Untuk perannya di film ini, konon Jo belajar dialek Jeolla pada aktor senior sekaligus teman baiknya, Kim Yun-seok yang memang berasal dari Jeolla.

Cast:
– Choi Dong-won
Yang Dong-geun – Sun Dong-ryul

Choi Jung-won – Kim Seo-hyun (reporter)
– Kim Young-chul
Ma Dong-seok – Park Man-soo
Choi Won-young – komentator
Oh Jung-se – komentator
Ji-ni – Minkyung

Judul: Perfect Game
Sutradara/Penulis: Park Hee-kon
Produser: Lee Bo-ra Kim Woo-sang
Sinematografi: Cho Sang-ho
Rilis: 21 Desember 2011
Durasi: 127 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
Jeonju International FF 2012: Outdoor Screening
Tokyo International FF 2012: Film Panorama of Asia Middle East *International Premiere

Low Life (Raging Years)

Oktober 15, 2017 Tinggalkan komentar

Sudah lama browsing ke sana kemari nyari film ini, eh, ujung-ujungnya nemu di Youtube. Untung juga ternyata subscene sudah nyediain subtitle Inggrisnya. Jadilah saya bisa nonton film ini.

Raging Years-1

Film dimulai dari masa sekolahnya Choi Tae-woong (), pemuda berangasan yang suka berantem. Dari cerita sekilas, diketahui kalau Tae-woong tumbuh dalam keluarga broken home. Ibunya selingkuh dan kabur dari rumah. Ayahnya tidak bertanggung jawab. Hal itu pula agaknya yang membentuk jiwa ‘keras’ dalam diri Tae-woong.

Raging Years-5

Raging Years-2

Setelah sebuah ‘insiden’ berantem yang menyebabkan kaki Tae-woong terluka, Tae-woong justru bersahabat baik dengan penikamnya, Oh Seung-moon. Tidak hanya itu, ia bahkan kemudian diangkat anak oleh ayah Sae-moon yang merupakan seorang politikus. Ia juga jatuh cinta dengan kakak Seung-moon, Hye-ok ( ) yang cantik.

Raging Years-8

Selepas lulus sekolah, Tae-woong bergabung dengan sekelompok gangster setelah tanpa sengaja memukul seorang dedengkot gangster. Ketika kondisi politik Korea berubah dan kelompok gangsternya pecah, Tae-woong kemudian menikahi Hye-ok dan memutuskan berhenti dari dunia gangster. Ia kemudian menekuni dunia perfilman dengan menjadi produser. Tapi tidak adanya pengetahuan mendalam soal bisnis film membuat usahanya bangkrut. Dalam keadaan bangkrut dan harus menghidupi anak istri, ia pun menemui rekan gansternya, Sang-pil, yang sudah sukses dengan perusahaan yang berafiliasi dengan CIA. Tae-woong pun kembali menggeluti dunia yang ‘keras.’

Raging Years-9

Perlahan, Tae-woong mendapatkan posisi yang bagus. Ketika Sang-pil menjadi invalid karena tertembak, ia pun mengambil alih posisi manajerial. Singkat cerita, semuanya berjalan mulus bagi Tae-woong. Tapi ya namanya bisnis abu-abu, limpahan harta dan kedudukan membuatnya mulai menjalani hidup berfoya-foya seperti main perempuan, yang tentu saja membuat istrinya berang. Di sisi lain, bisnisnya juga tak selamanya berjalan mulus karena melibatkan jaring-jaring politik.

Raging Years-10

Well, sejak awal, saya sebenarnya tak terlalu berekspektasi pada film ini. Hampir tidak adanya resensi dan sulitnya akses film ini, membuat saya berpikir bahwa film ini memang kurang bagus. Meski begitu, saya tetap ingin menontonnya karena tentu saja, pemainnya:. Selain itu, ternyata film ini juga disutradarai oleh , sutradara kawakan yang sebelumnya sudah kerja bareng Seung-woo di film . Jadi pikir saya, meski mungkin filmnya buruk, tapi karena melibatkan nama dua orang ini, saya yakin tak buruk-buruk amat. Dan memang demikian adanya. Bahkan menurut saya film ini cukup bagus. Ceritanya berbobot, penggarapannya juga terasa qualified dan matang, membuktikan bahwa sang sutradara memang sudah berpengalaman. Hanya saja, memang ada sesuatu yang membuat film ini terasa kurang ‘wah.’ Mungkin karena ceritanya yang lebih seperti ‘kisah personal’ kehidupan seorang anak manusia dalam menghadapi jatuh bangunnya kehidupan, dan lagi si tokoh digambarkan sebagai seorang berkarakter abu-abu yang menggeluti dunia abu-abu, sehingga mungkin terasa kurang dapat pesan moralnya.Apalagi endingnya juga terasa ‘begitu saja.’Tapi overall, menurut saya film ini bagus.

Raging Years-3

Cho Seung-woo yang selalu konsisten dengan aktingnya

Saya sendiri memang menonton film ini lebih karena ingin melihat aktingnya , dan cukup puas dengan penampilannya di sini. Ia bermain dengan apik sebagai Choi Tae-woong yang kasar tapi tetap memiliki sisi simpatik dan seorang family man yang bertanggung jawab. Dan melihat aktingnya, membuat saya merasa semakin kagum sama aktor satu ini. Dan well, saya pun paham bahwa memang ada aktor-aktor yang ‘terlahir’ untuk menjadi tokoh utama. Dan saya pikir, adalah salah satunya. Dan Seung-woo membuktikannya di sini. Di usia yang masih sangat muda (23 tahun) dan juga masih terbilang aktor ‘baru’ di kancah perfilman (debutnya dimulai di usia 19 tahun), tapi difilm ini, ia menunjukkan bahwa dirinya adalah aktor yang sudah sudah ‘matang.’ Dengan screen presence yang hampir 99%, tak sedikit pun ada moment ‘blank’ dalam aktingnya. Aktingnya konsisten dan karismatis. Ia menjelmakan dirinya sebagai sosok Choi Tae-woong sepenuhnya dengan segala karakter-karakternya yang terasa utuh. Love him more and more 🙂

Judul: Low Life / Raging Years/ Haryu Insaeng ( 하류인생)
Sutradara/ Penulis:
Rilis: 21 Mei 2004
Durasi: 105 menit
Negara/Bahasa:Korea Selatan/Korea

Cast:
– Choi Tae-woong
– Park Hye-ok
Kim Hak-jun – Oh Sang-pil
Yu Ha-Jun – Park Seung-mun
Koo Sung-Hwan – Choon-Sik

Aktor Korea Favorit: Jo Seung-woo

Agustus 11, 2017 11 komentar

Kalau ada yang bertanya siapa aktor Korea favorit saya, seperti yang sudah sering saya sebut di blog ini, maka di urutan pertama adalah . Dan setelah usai nonton drama terbarunya, Secret Forest, saya akui bahwa saya memang memfavoritkan dia.

Sebenarnya, saya bukan jenis orang yang suka ngefans-ngefans pada seorang aktor atau aktris dalam waktu lama. Biasanya saya menyukai seorang aktor dalam waktu singkat saja, setelah melihat penampilannya yang bagus di drama/film dan seiring waktu biasanya rasa suka itu memudar. Apalagi kalau penampilan atau film/drama yang dibintanginya kemudian jelek. Tapi dengan agak berbeda.

Saya ‘jatuh cinta’ dengannya setelah menonton film pertamanya ‘ di awal tahun 2000an. Selain karena saya suka cerita dan karakter yang ia mainkan, harus saya akui, faktor suka saya juga karena wajahnya yang enak dilihat. Meski begitu, rasa kagum saya baru lengkap setelah melihat filmnya yang lain, , di mana ia berperan sebagai seorang pemuda autis dengan sangat meyakinkan. Dari situ saya berkesimpulan, bahwa dia bukan hanya enak dilihat, tapi memang memiliki bakat akting yang brilian. Dan begitulah, saya kemudian mengikuti film-filmnya dan tak pernah ‘kecewa’  hingga saat ini.

PDVD_007

Seung-woo di film Chunhyang (atas) dan Marathon (bawah)jsw-marathon

Bagi penggemar Korea di luar Korea, nama sepertinya memang kurang populer. Selain karena proyek-proyeknya (film dan drama) yang bisa dihitung dengan jari, film/drama yang dibintanginya juga bukan jenis film/drama yang terlalu mainstream/populer. Alih-alih ceritanya cenderung serius-serius. Dan hal lain, tentu dari segi fisik. Meski masuk kategori good looking, tapi sosok tidak masuk golongan pretty boy ala pangeran drama Korea yang terkesan pesolek. Postur tubuhnya juga termasuk kategori kurang ideal untuk seleb Korea yang umumnya tinggi-tinggi dan gagah (kebanyakan aktor Korea tingginya 180-an cm). Dengan tinggi 173 cm, tergolong pendek. Tapi justru hal-hal itulah yang membuat saya semakin  menyukainya. Dia menjadi aktor bukan hanya bermodal fisik, tapi memang karena bakatnya. Selain itu, ia semakin keren karena selektif dan cenderung idealis dalam memilih peran-perannya. Hampir semua proyeknya punya punya cerita yang berbobot.

jsw-covermagz

Seolah memang terlahir menjadi ‘aktor besar’, Jo mengawali karirnya di layar lebar lewat film yang diangkat dari legenda rakyat Korea, “ yang disutradarai . Perlu diketahui, ini adalah salah satu sutradara besar di Korea, yang dikenal dengan film-film qualified. Tak tanggung-tanggung, di film debutnya ini, Jo langsung dipercaya menjadi pemeran utamanya. Dan hasilnya sama sekali tak buruk. Jo bermain dengan apik sebagai sosok bangsawan belia, Lee Mong-ryong, yang meski agak kekanakan tapi juga berwibawa. Meski bisa dibilang “beruntung”, tapi sebenarnya Jo mendapatkan peran itu bukan semata karena faktor keberuntungan, tapi melalui proses casting yang konon melibatkan 800an orang. Meski film ini konon kurang sukses secara komersil (bisa dipahami karena formatnya yang terlalu ‘art’), tapi cukup sukses secara kualitas karena kemudian menjadi film pertama Korea yang masuk di ajang festival film Cannes.

jsw-h

Jo di film “H”, cakep kan? 🙂

Dengan modal bakat, ditunjang wajah yang cukup manis dan usia yang masih muda (umurnya baru 19 tahun waktu main ), saya pikir tak sulit bagi Jo kala itu untuk jadi bintang drama yang pasti akan melambungkan popularitasnya. Tapi Jo justru kemudian lebih memilih konsen di film dan dunia panggung musikal. Yups, menjadi aktor musikal memang adalah impian Jo sejak masih sangat muda. Dan meski dunia panggung tak semenjanjikan dunia layar (dari segi finansial terutama), agaknya hal itu tak menyurutkan impiannya. Dalam sebuah wawancara, ia menyebutkan walau kadang bahkan harus tidur  di  sembarang tempat (tahu sendirilah orang-orang teater), tapi ia merasa senang bersama orang-orang teater yang kebanyakan sudah om-om. Untunglah, meski aktif bermain musikal tapi ia tetap membintangi beberapa film setidaknya sekali setahun. Dan beberapa filmnya cukup sukses melambungkan namanya seperti  , , Bahkan untuk perannya di  ia, mendapat penghargaan Baeksang sebagai Best Actor.

jsw-cine21

Bersama aktor-aktor kawakan Korea dan Jo Seung-woo paling muda di sini

Sebuah ‘kejutan’ terjadi ketika tahun 2013, Jo akhirnya memutuskan untuk main drama. Konon, selama ini ia tak ingin bermain drama karena menganggap dunia drama yang syutingnya kejar tayang kurang manusiawi, hehe (kala itu, drama formatnya memang rata-rata kejar tayang, dan kayaknya hampir nggak ada yang pre-produksi kayak sekarang). Tentu tak ada yang lebih antusias menyambut debut dramanya selain fans seperti saya. Bagaimanapun, drama karena berbentuk seri, tentu akan ‘memuaskan’ fans seperti saya untuk menikmati aktingnya.

Sejak awal, saya sudah optimis dengan dramanya, karena seperti biasa, lagi-lagi ia selektif memilih perannya. Dramanya yang berjudul , konon diangkat dari kisah nyata tentang dokter di jaman kerajaannya Korea. Sutradaranya juga bukan sembarangan, ,  sutradara senior yang pernah menyutradarai drama “Jewel in the Palace” yang fenomenal itu. Konon karena sutradara ini pulalah yang menjadi salah satu alasan Jo memutuskan untuk main drama,. Katanya, ia pernah berjanji untuk pada sang sutradara untuk main di dramanya. Saya yang biasanya enggan nonton drama sampai puluhan episode, bela-belain nonton drama ini (drama ini mencapai 50 seri!).

jsw-horsedoctor2

Jadi dokter hewan di drama pertamanya, Horse Doctor

Dramanya cukup bagus, ceritanya inspiratif dan akting Jo juga bagus. Hanya saja, karena saya sudah nonton Jewel in the Palace sebelumnya, menemukan banyak sekali kemiripan dalam plot cerita drama ini sehingga terasa membosankan. Dan agaknya, banyak penonton yang merasakan hal yang sama karena kemudian drama ini ratingnya konon tidak terlalu bagus. Meski begitu, tak ada yang menyangkal kemampuan akting . Di acara penghargaan tahunan MBC, yang merupakan stasiun TV tempat drama itu ditayangkan, Jo dianugerahi penghargaan sebagai Best Actor dan Daesang (penghargaan tertinggi) sekaligus. Penghargaan ini, tentunya adalah wujud dari apresiasi atas akting Jo, dan kerennya, Jo secara spontan mengungkapkan bahwa ia merasa tak cukup pantas mendapatkannya. Dalam pidato penerimaannya, ia mengungkapkan bahwa penghargaan itu (terutama Daesang) terasa terlalu berlebihan, apalagi, itu kali pertama ia main drama dan merasa aktingnya tak sempurna.  Sementara banyak aktor lain yang lebih senior di drama (Ahn Jae-wook, misalnya). Ia yang  dikenal suka vokal juga secara halus nyindir penulis skripnya yang suka dadakan ngasih skrip sehingga ia nggak punya banyak kesempatan buat mempelajarinya. Meski begitu, ia mengaku sama sekali tak menyesali proyek yang dipilihnya dan tetap mengapresiasi timnya.

jsw-godgift2

Tahun 2014, ia kembali main drama berjudul bersama aktris . Lagi-lagi, cerita drama ini bisa dibilang keluar dari mainstream karena bergenre thriller dan hampir tak ada romance-nya sama sekali (drama dengan genre semacam ini belum sesemarak sekarang waktu itu). Di drama ini, ia berperan sebagai seorang detektif berkarakter pemarah dan cenderung menyebalkan, tapi di sisi lain, berhati lembut dan menyimpan luka masalalu. Dan yah, lagi-lagi ia menunjukkan kemampuan aktingnya yang lain. Banyak yang memuji-muji aktingnya di sini dan tak urung, meningkatkan popularitasnya di kalangan pencinta drama Korea. Banyak fans yang kemudian menjulukinya “Captain Awesome” berkat drama ini.

Meski ceritanya serius, tapi drama ini bagus dengan jajaran cast yang bermain apik. Sayang, kenyarissempurnaan drama ini kemudian rusak oleh ending yang seolah menjadi antiklimaks dari semua hal bagus dari drama ini 😦 Meski begitu, menurut saya, drama ini tetap layak ditonton dan sama sekali tak mengurangi kenyataan bahwa berakting sangat bagus di sini. Karakternya di drama ini meninggalkan kesan begitu kuat. Bagi saya pribadi, aktingnya di sini memang merupakan salah satu akting terbaik Jo karena ngeblend banget dengan karakternya. Nggak berlebihan rasanya kalau kemudian ada reporter Korea yang menulis kalau the real gift dari drama ini adalah bisa menikmati aktingnya Jo 🙂

asswv

Tetap karismatis meski hanya sebagai cameo di film Assasination

Usai God Gift’s Jo kembali ‘menghilang’ dari layar dan sibuk ke dunia panggung. Tapi ia sempat menjadi cameo di film ngehits, Asssasinations yang dbintangi Jeon Ji-hyun. Meski penampilannya hanya beberapa menit, tapi ia seperti biasa, menunjukkan sisi karismatisnya sebagai seorang pengusaha pro kemerdekaan Korea.

Tahun 2016, ia kembali ke dunia film, lewat yang ia bintangi bareng aktor kawakan, . dan . Konon, sebenarnya awalnya ia agak ogah-ogahan main di film ini karena merasa kurang percaya diri dengan peran yang akan ia mainkan. Hanya saja, sang sutradara ‘memaksanya’ dan ia pun setuju. Filmnya bagus dan sukses, meski harus saya akui, di film ini, Jo kurang bersinar dibanding (dalam sebuah wawancara Jo sendiri mengakui kalau ia merasa kurang maksimal berakting di film itu).

Dan yah, ketika akhirnya saya membaca berita kalau ia akan kembali main drama, Secret Forest , saya merasa senang dan tak sabar menantikannya. Apalagi, ia akan beradu akting dengan aktris . Dan makin senang ketika kemudian kemudian dramanya ini sukses. Bukan hanya ratingnya yang bagus, tapi secara keseluruhan dramanya juga bagus. Huu, jadi makin ngefans saya sama aktor satu ini. Tahun ini, ia juga akan main film, bagian dari triloginya yang sukses itu. Saya sudah nonton dan menurut saya filmnya bagus. Jadi saya juga berharap, kalau lanjutannya yang akan dibintangi Jo  nanti juga bagus dan sukses secara komersil. Yeah, hope the best lah for him! 🙂

jsw-insidemen2

Inside Men, bareng Lee Byung-hun dan Baek Yoon-shik

All about

Jo Seung-woo, seperti kebanyakan aktor yang memang ‘aktor’ dan bukan ‘selebriti’, bisa dibilang jauh dari hingar bingar pemberitaan media. Terutama terkait kehidupan pribadinya. Karenanya, cukup sulit mengulik informasi tentang dirinya di internet, apalagi yang berbahasa Inggris. Ditambah lagi, notabene dia itu memang kurang populer secara internasional. Satu-satunya informasi yang cukup ‘lengkap” tentang dirinya saya temukan di forum soompi,  itu juga threadnya lebih sering sepi dan jarang diupdate. Paling-paling baru ada update-an kalau Jo Seung-woo main film atau drama baru. Itu juga paling 1-2 halaman. Wajar juga sih, karena memang mungkin mereka tak punya bahan buat update. Bahkan di Korea sendiri, konon ia memang jarang tampil di media kecuali berkaitan dengan promo film/dramanya.

jsw-beard2

Dari informasi yang sedikit itu saya menemukan beberapa fakta menarik tentang sosok seorang , yang saya rangkum di bawah ini:

  • besar tanpa ayah. Orang tuanya bercerai ketika ia masih berumur 3 tahun. Sang ayah, kemudian hijrah ke Amerika dan tak berhubungan dengannya. Jo tumbuh besar bersama ibu dan kakak perempuannya, Cho Seo-yoon, yang usianya lebih tua tiga tahun darinya. Tak heran kalau kemudian ibu dan kakaknya ini menjadi orang paling penting dalam hidupnya. Hampir dalam setiap kesempatan (wawancara atau ajang penghargaan) Jo selalu menyebut nama ibu dan kakaknya.  Konon, pada sekitar tahun 2005 (?), ketika Seung-woo sudah cukup sukses, ayahnya yang sudah kembali ke Korea, konon sakit dan meminta Seung-woo dan kakaknya menemuinya, tapi keduanya tak mau datang. Hmm, bisa kebayang lah gimana perasaan seorang anak yang ditinggal ayahnya ketika masih sangat kecil.
  • Dalam sebuah wawancara Seung-woo pernah mengungkapkan bahwa ketika kecil ia sangat benci dengan gitar karena hal itu mengingatkan rasa sakitnya pada sang ayah. Tapi ketika semakin besar, konon ia merasa kemarahannya pada sang ayah sudah semakin berkurang. Hanya saja, pasti sulit lah benar-benar memaafkan seorang ayah yang seperti itu. Meski ibunnya pastilah seorang perempuan yang kuat, tapi sebagai satu-satunya lelaki di rumah, pastilah Seung-woo juga memikul tanggung jawab yang tang ringan. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa ia sudah harus bertanggungjawab pada keluarganya sejak masih sangat muda. Dan yah, untunglah, hidup sepertinya cukup ‘adil’ terhadapnya, karena ia sudah menapaki kesuksesan di usia muda. Bagusnya juga meski mengalami masa kecil yang pahit, Seung-woo berhasil tumbuh sebagai pribadi yang positif. Buktinya, ia terus berkarya.
  • Ayah adalah seorang musisi. Dan darah seni ini agaknya yang mengalir dalam dirinya dan sang kakak (kakaknya seorang aktris musikal juga).
  • Meski pernah begitu benci pada gitar, akhirnya berhasil mengatasi kebenciannya karena tuntutan peran di film. Peran pertamanya yang mengharuskan main gitar adalah “?”. Namun ia baru serius mempelajari gitar untuk perannya sebagai musisi di film ““. Setelah itu, ia mengaku justru sangat menyukai gitar dan mengoleksinya. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa “gitar itu seperti seorang lelaki. Ia mengekspresikan bermacam emosi dan perasaan manusia.”
  • adalah salah satu dari sedikit aktor Korea yang mendapat penghargaan Best Actor di usia yang masih muda. Ia mendapat penghargaan ini untuk perannya sebagai pemuda autis yang lucu dan polos di film (usianya masih 25 tahun waktu itu). Sebagai gambaran, aktor yang sering dapat penghargaan ini adalah aktor-aktor senior seperti , , … aktor seperti , , atau bahkan baru belakangan ini dapat penghargaan ini.
  • Ketika kecil, bercita-cita jadi pemain baseball. Beranjak remaja, setelah melihat pertunjukan musikal kakaknya di panggung sekolah, Seung-woo terinspirasi untuk jadi aktor musikal. Pertunjukan favoritnya adalah “Man of La Mancha.” Meski begitu, karir di panggung musikalnya baru dimulai tahun 2000, ketika ia main “Blood Brothers” bersama aktor-aktor senior seperti dan Jang Hyun-sung.

marathon3 (2)

  • Tahun 2002, Jo mendapatkan penghargaan sebagai Best New Actor di ajang Korea Musical Awards untuk perannya di musikal “The Sorrow of Young Werthers.” Dua tahun kemudian, ia mendapat penghargaan Best Actor di ajang yang sama untuk musikal berjudul ” Jekyll & Hyde.” Dan setelah itu, hampir setiap tahun ia mendapat penghargaan di ajang musikal. Ia juga salah satu aktor pertama yang bermain di musikal “Hedwig & Angry Inch”, musikal yang sangat populer tapi sebelumnya masih kurang diterima masyarakat Korea karena mengangkat isu transgender. Belakangan, Hedwig justru menjadi pertunjukan paling populer (beberapa aktor populer yang pernah main musikal, memainkan pertunjukan ini seperti dan belakangan, ). Namun begitu, butuh waktu tujuh tahun bagi Jo untuk akhirnya memainkan pertunjukan favoritnya, Man of La Mancha. Pertunjukan yang lagi-lagi membuatnya diganjar pernghargaan Best Actor.

jsw-hedwig

  • Setahun sebelum main Jekyll & Hyde (yang disebut-sebut sebagai salah satu masterpiece-nya), Jo pernah ditolak ketika ikut casting musikal bertajuk “Phantom of the Opera”. Gara-garanya konon karena si pegawai salah mengirimkan surat. Gak kebayang bagaimana marah dan menyesalnya pemimpinya ya, begitu tahu kalau yang ditolak itu adalah seorang .

jsw-jekyll

  • Dalam beberapa wawancara, ketika diminta memilih antara film dan musikal, selalu mengatakan bahwa musikal lah passion terbesarnya. Di panggung musikal ia mengaku menemukan kebahagiaannya. Sementara di depan kamera, ia justru sering nervous. Keinginan untuk menjadi aktor musikal agaknya memang tertanam kuat di hati Jo. Hal itu pula yang membuatnya memutuskan untuk masuk SMA yang sama dengan kakaknya, Kaywon Art High School, semacam sekolah kejuruan seni . Ketika SMA pula, Jo sering bekerja sambilan sebagai pekerja bangunan demi untuk bisa membeli CD dan buku musik. Setiap ke sekolah, tasnya lebih sering berisi CD dan buku musik daripada buku-buku pelajaran. Yah, kecintaan Jo pada musikal sepertinya memang tidak main-main. Bahkan ketika hari libur sekolah, ia dan teman-temannya sibuk berlatih alih-alih liburan.

jsw-swenney

  • Meskipun kurang populer bagi fans internasional, tapi di Korea sono, ia memiliki nama ‘besar’ dan pernah masuk dalam daftar 30 orang yang paling berpengaruh di Korea. Namanya bisa disandingkan dengan aktor-aktor besar seperti , , , … sosok-sosok yang secara usia jauh lebih senior daripada dia. Konon pentas musikal yang ia bintangi tiketnya selalu ludes hanya dalam hitungan menit setelah penjualan online di buka. Pernah ada cerita katanya, ketika ia main musikal Dr. Zhivago. Awalnya, cast utama musikal ini adalah aktor Joo Ji-hoon. Tapi dua minggu menjelang pertunjukan, Joo sakit dan Seung-woo yang diminta menggantikan. Begitu nama Jo muncul, konon tiketnya langsung laku keras. Tidak hanya itu, karena meski dadakan, Jo kemudian juga dapat penghargaaan untuk kategori Best Actor.

csw-ps4

  • Banyak yang mengira adalah pribadi pendiam dan serius. Kenyataannya, ia adalah orang yang humoris dan agak jahil. Kalau lihat-lihat video di Youtube, hal itu memang terbukti. Di behind the scene-nya drama Secret Forest misalnya, jauh dari karakter serius yang dimainkannya, di belakang layar ia terlihat begitu rileks bercanda dan tertawa keras-keras bersama rekan-rekan mainnya. Dalam setiap pidato penerimaan penghargaan, ia juga selalu melontarkan candaan-candaan yang mengundang tawa. Ohya, ada juga video di Youtube yang sepertinya candid kamera, menampilkan dan Jo Jung-seok yang bertingkah gokil sambil gitaran. Dalam sebuah wawancara Jo juga mengakui bahwa dirinya memang senang melakukan hal-hal yang konyol dan kekanakan. Ia juga menyebutkan bahwa ia hanya akan berhenti bersikap kekanakan kalau sudah ketemu cewek bijak yang mengatakan “sudah cukup” kepadanya, he.
  • pernah berpacaran dengan aktris , yang juga pasangan mainnya di film romantis,  . Saat itu, keduanya sama-sama aktor muda keren yang sedang naik daun dan karenaya disebut-sebut sebagai pasangan high profile. Dan tak seperti kebanyakan seleb Korea yang cenderung tertutup soal hubungan asmaranya, keduanya cuek berpacaran secara terang-terangan. Sayang, setelah tiga tahun pacaran (2004-20017), akhirnya mereka putus. Padahal mereka terlihat begitu serasi. Saya sempat ngulik video di Youtube ketika Jo dan Kang begandengan tangan menghadiri acara Baeksang tahun 2005. Dalam pidato kemenangannya, Jo juga menyebutkan nama Kang dengan begitu manis. Tapi yah, that’s life dan kala itu, mereka berdua juga masih muda banget, jadi mungkin masih banyak letupan-letupannya . kemudian menikah dengan musisi Tablo pada tahun 2009, dan sekarang sudah punya seorang anak. Sementara tak pernah ada kabarnya lagi pacaran dengan siapa. Setelah pengalaman masalalunya yang berakhir seperti itu, agaknya ia memang memilih kehidupan pribadi yang lebih tertutup. Sekitar tahun 2008, ia pernah digosipkan pacaran dengan aktris tapi kabar itu dibantah agensinya. Konon ia dan Jung berteman baik karena satu gereja.
photo15576

They looked so good being together, but, yeah, that’s life 😦

  • Jo mengatakan bahwa ia mungkin akan menikah ketika sudah berusia 40 tahun karena merasa masih ingin melakukan hal-hal yang dia inginkan di usia 30an. Ketika terlibat dalam sebuah proyek, konon ia sangat fokus sehingga sulit memikirkan hal lain . Sebelum wajib militer ia mengidealkan perempuan yang berkarakter kuat dan mandiri, tapi setelah dari wamil, ia mengidolakan perempuan yang dewasa dan keibuan. Ciri-ciri orang yang sudah ingin mapan? He

jsw-sharp2

  • Berbeda dengan penampilannya yang terkesan jahil dan cuek, bisa dibilang cukup relijius. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan kalau ia pergi ke gereja setiap hari Minggu. Ia juga pernah menyebutkan bahwa ketika begitu memimpikan jadi aktor musikal, ia selalu berdoa bahwa jika Tuhan mengabulkan keinginannya, ia berjanji untuk menjadi pemeluk yang taat. Dan yah, agaknya Tuhan memang mengabulkan keinginannya itu 🙂
  •   adalah pencinta binatang. Ia memelihara beberapa ekor anjing dan kucing.

jsw-dogs2

  • berteman baik dengan aktor-aktor kawakan Korea yang juga berasal dari panggung musikal seperti , , , … Terutama , yang pernah satu panggung dengannya di awal karirnya. Konon, Seung-woo juga berperan dalam proses jadian sama istrinya. Di tahun 2002, ketika itu Kim yang belum punya mobil, berencana mengajak calon istrinya jalan-jalan. Ia kemudian meminjam mobil ke Seung-woo tanpa menyebutkan tujuannya. Ketika jalan, ia mendapati bahwa di dalam mobil sudah tersedia dua kopi kalengan. Ketika pulang, Seung-woo dengan jahil meledeki Kim tentang kopinnya. Hihi, kebayang gimana wajah dan senyum jahilnya. Waktu Seung-woo main film Perfect Game dimana dia harus menggunakan dialek daerahnya Kim, setiap hari ia datang ke rumah Kim untuk belajar dialek itu.

tazza_01

IMG_20180506_073352

woles time, hehe. Foto ini kayaknya diambil pas seung-woo sama lagi kemping dan di IG foto ini cukup viral karena banyak yang bikin meme-nya. Just like ordinary men yang mager setelah kekenyangan, haha

  • Dalam sebuah wawancara yang lain, Jo juga menceritakan kedekatannya dengan aktor . Ketika ia membeli sepeda motor, meledekinya dengan menulis pesan di atas sepeda motornya, mengatakan akan melaporkan ke ibunya bahwa ia main motor-motoran. Tidak hanya itu, Hwang juga usil menutupi sepeda motor Seung-woo dengan rumput. Hihi, konyol pasti ya. Saya pernah nonton beberapa variety show (Family Outing, Running Man), dengan bintang tamu dan dia memang kocak banget orangnya. Mm yah, senang saja sih membayangkan dikelilingi orang-orang yang secara usia lebih senior dan juga punya imej yang ‘bagus’ seperti mereka. Mungkin mereka adalah sosok-sosok yang bisa mengisi kekosongan akan sosok ayah pada dirinya.
IMG_20180506_073246

Nggak tahu kenapa, saya kok merasa terharu lihat foto ini. Membayangkan perasaan  yang mungkin memimpikan moment kayak gini bareng ayahnya 😦

csw-ride2

  • memang menyukai motor. Ia sering jalan-jalan pakai motor. Merek favoritnya adalah Ducati. Hobi motornya ini konon ditulari oleh aktor , yang barengan dia waktu wamil. Meski begitu, ia tak suka kebut-kebutan. Konon ia selalu berhati-hati ketika naik mobil atau motor sehingga hampir tak pernah kecelakaan. Jika ada waktu luang, ia senang mengendarai sepeda motor ke daerah pedesaan bareng teman-temannya, menikmati alam, cari makan enak dan kongkow-kongkow. Asyik ya?
  • Selain motor mahal, Jo juga punya beberapa mobil mewah. Yah, well, why not? Wajar lah ia memang kaya raya dan apa salahnya menikmati hasil jerih payahnya dengan menyenangkan diri sendiri?

 

  • dikenal senang membeli barang-barang pribadinya secara langsung daripada beli online atau suruh orang belanja. Ia tak segan pergi ke toko atau pasar untuk berbelanja.

jsw-casual6

  • Jo mengaku tak punya banyak teman selebriti. Teman-teman dekatnya adalah orang-orang di dunia musikal yang kebanyakan adalah teman-temanya sejak SMA. Ia juga ikut klub basseball yang isinya orang-orang biasa. Konon, ia menemukan kesenangan bisa berteman dan mengobrol dengan orang-orang biasa.

 

  • Tidak seperti kebanyakan seleb Korea yang umumnya sangat peduli penampilan, Jo cenderung santai dan kasual dalam berpakaian. Dari foto-foto keseharianya yang berhasil diambil para fans, penampilannya hampir selalu terlihat sama, cuek bebek dengan sendal jepit, kaos oblong/kemeja dan celana pendek dan wajah polos (bahkan katanya kalau ke tempat syuting film, dia sering cuma pakai training yang habis dipakai tidur, katanya malas ganti karena toh di tempat syuting sudah disediain baj, haha). Dalam beberapa acara seperti promo film atau drama, ia juga sering terlihat santai dengan celana jins, t-shirt dan sepatu kets. Soal gaya rambut, sepengamatan saya ia juga cenderung tak mengikuti mode. Ia lebih sering terlihat dengan rambut cepaknya yang biasa, yang membuat penampilannya menurut saya justru terlihat fresh dan cowok banget, hehe.
  • dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai kerja tim. Menurutnya, rekan kerja adalah hal paling penting karena akting menurutnya adalah sebuah harmoni.

jsw-camera

  • Dalam memilih peran di  film, Jo mengaku tak peduli jenis filmnya (indie atau film komersil), selama ia menyukai ceritanya yang salah satu ukurannya adalah ia merasa ‘deg-degan’ ketika membaca scriptnya.

jsw-secretforest2

  • Dalam film-filmnya nyaris selalu ada adegan yang memperlihatkan pantatnya. Konon, sampai-sampai ia dijuluki “National Ass” hihi. Dalam sebuah wawancara, ia pernah mengatakan bahwa hal itu membuat ibunya komplain, memintanya untuk berhenti menunjukkan pantatnya. Tapi bagaimana lagi? Namanya juga tuntutan peran. Dalam film , ia mengaku tak nyaman kalau menolak adegan seperti itu karena banyak aktor senior yang harus ia hormati (tahu sendirilah senioritasnya orang Korea bagaimana). Lagipula, itu juga hanya bagian dari film dan kalau dilihat film-film yang dibintangi Jo cenderung ‘bersih’ dari adegan-adegan yang terlalu vulgar dibanding film-film Korea kebanyakan.

jsw-smile5

  • – Menurut saya, Jo adalah salah satu aktor Korea yang memiliki senyum paling menawan (aktor lain adalah dan Kim Bum)

Yeah, he’s amazing right? That’s why I love him more and more 🙂

Biodata
Nama  :
Lahhir: Seoul, 21 Februari 1980
Tinggi: 173 cm
Golongan Darah: B
Pendidikan: Kaywon High School of Arts, Dankook Universit (Theater & Film), Dankook Graduate University Graduate School of Culture (Arts & Design)

Drama:
/Stranger (2017, tvN)
(SBS, 2014)
(Drama Festival, MBC, 2013)
(MBC, 2012)

Film:
Grave Site (2018)| (2016) | (cameo, 2015) | (2012) | (2011)| (2009)| (2008) | (2006)| (2006)| (2005)| (2004)| (2003)| H (2002)| (cameo, 2002)| ? (2002)| (2001)| (2000/1999)

Musikal:
Blood Brothers (2000)| The Last Empress (2000)| Subway Line 1 (2001, 2006)| The Sorrow of Young Werther (2002)| Carmen (2003)| Jekyll & Hyde (2004, 2005, 2006, 2010-2011)| Hedwig & the Angry Inch (2005, 2007, 2008, 2013, 2014)| Rent (2007)| Man of La Mancha (2007, 2013-2014) | I am Sam (2008)| Zorro (2011-2012)| Doctor Zhivago (2012) | Werther (2015-2016)| Hedwig: New Make Up (2016)| Sweeney Todd (2016)

Awards:
– Nominasi Best New Actor untuk film “” di ajang Grand Bell Awards & Blue Dragon Film Awards, 2000
Best Couple Awards (with , ): Moscow International Love Film Festival 2004
– Best Actor ( ): Baeksang Arts Awards 2005, Grand Bell Awards 2005, 1st Premiere Rising Star Awards 2005, Busan Critics Film Awards, Golden Roster & Hundred Flowers Film Festival, Korean Film Awards
– Nominasi Best Actor ( Blue Dragon Film Awards)
– Nominasi Best Actor (): Baeksang Art Awards, Korean Film Awards
– Best Actor (): Korea Movie Star Awards, Newport Beach Film Festival, Jury Award Best Actor: Newport Beach Film Festival 2017
– MBC Drama Awards 2012: Daesang/Grand Prize & Best Actor ()
– SBS Drama Awards 2014: Nominasi Best Actor in miniseries ()

 –  Baeksang Art Awards 2018: Best Actor in Drama ()

In Musical:
– Best New Actor (The Sorrow of Young Werther) – Korea Musical Award 2002
– Best Actor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2004
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2005
– Popularity Award (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2007
– Best Musical Actor (Man of La Mancha) – Golden Ticket Awards 2007
– BestActor (Man of La Mancha) – Korea Musical Award 2008
– BestActor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2011
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2011
– BestActor (Dr Zhivago) – Korea Musical Award 2012
– Korean Popular Culture & Art Awards 2012 – Prime Minister’s Citation
– Popularity Award (Hedwig and the Angry Inch) – Korea Musical Award 2013
– Yegree Musical Award 2016 – Popularity Award (Werther), Best Aktor (Nominasi)
– Korea Musical Awards 2017 – Best Actor (Sweeney Todd)

(sumber: forums-soompi (jo Seung-woo), wikipedia, asianwiki)

 

 

Secret Forest

Agustus 6, 2017 3 komentar

Ketika mendengar bahwa bakal main drama lagi, saya girang bukan main (sudah sering saya sebut, dia aktor Korea favorit saya 🙂 !). Apalagi kemudian pasangan mainnya adalah , sosok aktris yang secara kualitas bisa disebut sejajar sama dirinya. Keduanya sama-sama dikenal idealis dengan proyek-proyek film/drama yang qualified, akting oke, dan secara usia mereka juga bisa dibilang sebaya (Bae kelahiran tahun ’79 dan Jo tahun ’80). Jika keduanya yang belakangan semakin jarang main drama, tiba-tiba menerima tawaran untuk main drama, asumsi saya pastilah bukan sembarang drama. Ditambah lagi, drama ini akan ditayangkan oleh tvN. Bukannya saya mengangap tvN yang terbaik, hanya saja sejauh ini, menurut saya tvN adalah salah satu stasiun TV yang memberi warna berbeda melalui drama-drama yang ditayangkannya. Tidak selalu berhasil memang, banyak juga drama mereka mainstream belaka, tapi hampir semua drama bagus yang berkualitas belakangan ini juga produksinya tvN. Saya pikir, itu tak lepas dari keberadaan mereka yang merupakan TV kabel sehingga terkesan lebih punya kebebasan dengan ide dan cerita. Tinggal beri saja mereka sutradara bagus, penulis bagus dan aktor-aktor yang bagus, maka hasilnya bisa dilihat. , , , Reply Series dan sekarang Secret Forest... drama-drama yang menurut saya adalah ‘pencerahan’ dalam dunia drama Korea yang semakin kesini semakin menjemukan.

Secret Forest-4

Jo Seung-woo, aktor yang kehadirannya di layar kaca selalu terasa jadi berkah buat saya 😛

Mendengar bahwa aktor favorit bakal main drama, meski di satu sisi senang karena bakal melihat penampilannya lagi, tapi di sisi lain juga merasa was-was, khawatir kalau ternyata akting atau proyeknya mengecewakan. Yah, begitulah memang perasaan seorang penggemar. Meski begitu, sejak awal saya sudah menetapkan diri, bagus apa nggak bagus, hampir 99% pasti akan saya tonton. Yang 1 % adalah faktor aksesnya. Dan satu hal yang bagi penggemar drama kere dan hanya bermodal kuota seperti saya, kenyataan bahwa di internet menyediakan banyak sekali situs dunlut gratisan drama Korea benar-benar suatu berkah. Mudahnya mengakses drama yang hanya selang beberapa jam dari tayang aslinya di negaranya sono, benar-benar membuat saya kadang takjub. Saya tidak tahu, bagaimana sebenarnya copyright-nya drama-drama ini, apa memang sengaja dibebaskan untuk didunlut atau memang kecanggihan para pembajak? Whatever, saya harus berterimakasih banyak pada para penyedia akses dunlut gratisan ini. Yah, walaupun sebenarnya tak bisa dibilang gratis juga karena toh kuotanya tetap bayar.

Secret Forest-15

Secret Forest-25

Poker face yet lonely Shi-mok

Secret Forest berkisah tentang seorang jaksa yang sikapnya selurus jalan tol, Hwang Shi-mok ( ). Sebabnya, karena Shi-mok ini juga ‘tidak memiliki emosi’. Shi-mok terlahir dengan kelainan syaraf emosi yang membuatnya sangat peka terhadap sensor emosi. Hal ini menyebabkan emosinya seringkali tak terkendali dan mudah histeris. Untuk mengatasi hal ini, ia pun kemudian menjalani operasi otak. Masalahnya, hal itu kemudian justru menyebabkan ia kehilangan emosinya. Dan yah, hasilnya adalah Shi-mok yang sekarang, yang selalu berwajah datar dan apatis pada sekeliling. Meski begitu, Shi-mok adalah orang yang sangat rasional dan idealis serta berdedikasi pada profesinya. Ketiadaan emosi, justru membuatnya tak kenal takut untuk menegakkan kebenaran, tak peduli siapa pun yang ia hadapi.

Secret Forest-21

The baddass Han Ye-jin

Suatu hari, Shi-mok yang tengah menangani sebuah kasus yang berhubungan dengan seorang CEO yang tengah bangkrut bernama Park Moo-sung, menemukan Park terbunuh di rumahnya. Pembunuhan itu terlihat sangat ganjil. Apalagi, Park merupakan seorang broker yang menyimpan banyak rahasia gelap para elit, termasuk orang-orang besar di kejaksaan tempat Shi-mok bekerja. Karenanya, Shi-mok kemudian bertekad untuk mengusut kematian Park, yang juga merupakan kunci mengungkap kasus penyalahgunaan kekuasaan di tempatnya bekerja. Dalam hal ini, ia kemudian bertemu dengan Han Ye-jin (), seorang detektif perempuan yang ditugaskan untuk menangani kasus ini oleh kepolisian.

Secret Forest-27

Duo kompak yang saling melengkapi. Love their chemistry!

Han Ye-jin adalah seorang polisi yang pemberani dan idealis tapi juga charming dan hangat. Karenanya, kolaborasinya dengan Shi-mok benar-benar pas. Apalagi kemudian diketahui bahwa atasan Ye-jin di kepolisian juga punya kemungkinan terlibat. Ketika masalah semakin ruwet, atasan Shi-mok, Lee Chang-joon kemudian membentuk tim investigasi khusus dan Shi-mok ditunjuk sebagai ketuanya. Tapi tentu saja, itu bukan pekerjaan yang mudah, karena yang harus mereka hadapi adalah orang-orang berkuasa yang tak hanya licin tapi juga bisa melakukan apapun.

Secret Forest-24

Daebak! Itulah penilaian saya setelah menyelesaikan drama ini. Ketika mendengar komen para netizen tentang drama ini, saya sudah dibuat penasaran. Meski begitu, saya berusaha keras untuk tak sampai membaca spoiler karena pastilah akan merusak kenikmatan menonton saya. Saya juga tetap berusaha tak terlalu berekpektasi, karena meskipun kadang banyak komentar bagus, tak jarang ketika saya menontonnya sendiri ternyata menurut saya biasa-biasa saja. Tapi setelah menontonnya sendiri, saya benar-benar merasa puas. Belakangan, denganmunculnya drama-drama Korea yang bagus (sekelas , , … ) saya merasa bahwa standar saya dalam menonton drama memang berubah. Drama dengan cerita klise yang menye-menye dengan jajaran aktor/aktris yang terlalu ‘peduli penampilan’ membuat saya merasa hambar. Hanya saja, sayangnya drama yang benar-benar bagus ini munculnya hanya sesekali saja. Dan saya benar-benar merasa senang bahwa Secret Forest adalah salah satunya.

Secret Forest-10

Di episode awal saya sempat was-was, karena kasusnya yang bisa dibilang hanya terpaku pada satu hal. Dalam sebuah film yang durasinya hanya sekitar 2 jam, tentu itu adalah hal yang biasa. Tapi drama 16 episode? Seperti apa penulis mengolah ceritanya? Bahkan, yang hingga saat ini menurut saya adalah acuan drama terbaik di genre-nya, mengetengahkan beberapa cerita untuk mengisi 16 episodenya. Sementara di sini, hanya satukasus? Jangan-jangan akan menjadi terlalu bertele-tele…. Apalagi, naga-naganya drama ini akan menajdi drama serius dengan cerita yang cenderung prosedural… tapi, eits, nanti dulu. Setelah dua episode pertama, saya pun percaya sepenuhnya pada drama ini karena di episode-episode berikutnya, cerita justru menjadi semakin seru dan menarik. Dan hebatnya, fokusnya tetap pada kasus yang sama. Hebat kan? Misterinya terjalin dengan rapi dan hampir di setiap episode selalu ada highlightnya tersendiri. Salut lah sama penulisnya, apalagi konon drama ini adalah drama yang pertama kali ia tulis.

Secret Forest-11

Jo Seung-woo yang aktingnya keren as always 🙂

 

Dan satu hal yang selalu saya suka dari drama-drama Korea adalah meskipun mengetengahkan cerita yang cenderung prosedural, tapi pengkarakteran tokoh-tokohnya tak pernah dilupakan. Hal yang membuat cerita menjadi jauh dari kering. Di atas kertas, karakter Hwang Shi-mok mungkin terdengar bukan sebagai karakter yang baru dalam drama Korea (dan hal ini pula yang sempat membuat saya agak khawatir dengan ): sosok yang ‘tidak memiliki emosi’, dingin dan antisosial ( pernah main karakter semacam ini di dram Brain dan di drama Beautiful Mind). Tapi ternyata, karakter Hwang Shi-mok sangat berbeda dengan karakter sosok ‘dingin’ yang biasa. Meskipun dibilang ‘tak punya emosi’ Hwang Shi-mok tetaplah manusia, dan manusia jelas bukan robot. Meskipun mungkin kurang peka, tapi yang namanya manusia, tetap saja bisa merasakan sakit, sedih, senang… Dan agaknya, karakter seperti itulah Hwang Shi-mok. Ia bukanlah sosok ‘tanpa emosi’ tapi lebih tepat ‘tidak tahu bagaimana menunjukkan emosinya.’ Sebuah karakter yang ‘sederhana’ tapi juga sangat kompleks. Dan tentunya butuh aktor handal untuk memerankan karakter semacam ini, karena akan melibatkan ekspresi-ekspresi mikro yang sulit. Hmm yah, sebut saya subyektif, tapi menurut saya, memang berakting sangat bagus di sini. Ia begitu menyatu dengan karakter Shi-mok yang saklek, datar tapi juga menyimpan emosi terpendam. Ia dingin dan apatis, tapi bukannya tanpa empati. Tatapan mata, bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya menunjukkan semua itu.

Secret Forest-18 (2)

Bae Doo-na yang effortless jadi Ye-jin

Sebagai penyeimbang, sosok Han Ye-jin yang diperankan juga menarik. Ia adalah sosok pemberani, periang dan begitu hangat. Dan Bae memerankannya dengan effortless. Meski bagi saya yang sudah cukup familiar dengan akting Bae, merasa karakternya ini tak terlalu jauh dengan karakter yang pernah ia mainkan sebelumnya (aktingnya di sini mengingatkan saya pada karakter yang ia mainkan di drama Master of Study, sementara sisi fun dan nyentriknya saya merasa itu adalah karakter asli dia), tapi tetap saja, karakter Han Ye-jin adalah karakter yang menarik.

Secret Forest-5

Youn Eun-soo yang ambisius dan gegabah

Di sisi lain, karakter para pemain pendukung juga dieksplorasi dengan baik. Dan bagi saya, ini juga adalah kriteria lain bagusnya sebuah drama. Sebuah drama seringkali menjadi membosankan karena terlalu fokus pada karakter pemain utamanya, sehingga para karakter pendukung menjadi tak menarik untuk diikuti. Sementara di sini, semuanya terasa menarik dan punya arti dalam membangun cerita. Mulai dari sosok Young Eun-soo, jaksa muda juniornya Hwang. Ayah Eun-soo, Young Il-jae, adalah mantan menteri sekaligus mentornya Shi-mok. Karena tuduhan korupsi, karir politik Pak Young hancur. Ia sakit-sakitan dan jatuh miskin. Eun-soo yang merasa sakit hati dengan semua itu, bertekad untuk membalas dendam melalui profesinya. Ia pun menjadi sosok yang ambisius, tapi karena masih muda dan kurang pengalaman, cenderung gegabah. Ia mengagumi Shi-mok dan berusaha keras meraih kepercayaannya. Di sisi lain, Shi-mok merasa jengah dengan sikap Eun-soo yang terlalu emosional tapi juga sebenarnya peduli kepadanya. Aktris muda Shin Hye-sun, bermain dengan apik di sini, menampilkan sosok Eun-soo yang ambisius tapi juga sembrono.

Secret Forest-14

Akting kerennya Pak Yoo Jae-myung

Lee Chang-joon adalah atasannya Shi-mok dan bisa dibilang karakter yang paling misterius sejak awal. Ia menikah dengan anak seorang konglomerat picik, Lee Yin-beom, yang terlibat banyak skandal. Di masa lalu, ia adalah seorang jaksa idealis yang kemudian menjadi panutan Shi-mok. Tapi sistem dan pergaulan di dunia yang penuh intrik dan politik, membuatnya terjebak pada situasi yang dilematis. Saya sangat suka hubungan Chang-joon dan Shi-mook di sini yang begitu rumit. Di satu sisi Shi-mok sangat menghormatinya, tapi di sisi lain ia juga tak bisa membiarkan Chang-joon melakukan hal-hal di luar garis. Pun bagi Chang-joon, meski dia merasa terusik dengan ketegasan Shi-mok, tapi di sisi lain ia juga menyayangi Shi-mok. Aktor Yoo Jae-Myung patut diacungi jempol yang dengan sangat baik memerankan sosok Chang-joon yang berwibawa sekaligus kompleks. Saya baru ngeh kalau dia ternyata adalah aktor yaang sama yang memerankan ayahnya Bong-soon di drama Strong Woman Do Bong-soon dan ayahnya Dong-ryong di Reply 1988. Berbeda dengan dua karakternya itu yang terlihat konyol di sini dia benar-benar terlihat begitu berwibawa.

Secret Forest-34

Seo Dong-jae, si penjilat yang konyol, hii

Seo Dong-jae adalah rekan Shi-mok. Ia adalah sosok oportunis,tapi grasa-grusuh, penjilat dan agak bodoh. Karena ia tidak satu alumni dengan para jaksa yang notabene punya ikatan sebagai lulusan universitas Seoul, membuatnya dipandang sebelah mata. Tapi ia punya ambisi besar dan tak segan memanfaatkan setiap ada. kesempatan. Sosok Dong-jae cukup berperan dalam membangun cerita karena pribadinya yang antagonis sangat mudah untuk membuat penonton menduga bahwa ia adalah si antagonis. Tapi satu hal yang perlu diingat dalam sebuah cerita misteri/thriller, bahwa pelaku yang sebenarnya bisa selalu dipastikan adalah ia yang paling tidak mencurigakan ya, hehe. Awalnya saya pikir sosok Seo ini agak terlalu ‘mencolok’ dengan ekspresi-ekspresinya dan terkesan satu dimensi, tapi semakin ke belakanga, sosoknya juga menjadi semakin menarik plus juga ‘lucu.’ Alih-alih sebal, ke belakang saya merasa geli sekaligus ‘kasihan’ melihat tingkahnya. Dan di sini, juga tak bisa lepas dari permaian apik aktor Lee Joon-hyuk ( saya belum pernah lihat akting dia sebelumnya).

Secret Forest-31

Lee Kyoung-young never failed

Karakter penting lain adalah Lee Yun-beom (), mertuanya Chang-joon. Ia konglemerat pemilik Hanjo Group yang licik dan ambisius. Ia punya koneksi orang-orang berkuasa dan terlibat banyak ‘dosa.’ Tapi karena ia kaya raya, ia nyaris tak tersentuh hukum. Dan rasanya tak ada aktor yang lebih tepat memainkan sosok antagonis semacam ini selain aktor gaek .

 

Secret Forest-16

Untuk karakter-karakter yang lain, meski hanya mendapat eksplorasi sekilas, tapi juga tetap terasa sebagai sebuah karakter yang utuh dan dimainkan dengna sangat bagus oleh para aktor-aktornya. Jaksa Kang, atasannya Shi-mok yang baik meski agak pragmatis, Lee Yeon-jae, istrinya Chang-joon yang posesif, Jang Gun, rekan detektifnya Ye-jin, Park Kyung-wan anaknya Mong-soo, Yoon Se-won yang misterius… Dan hal lain yang membuat saya mengapresiasi drama ini adalah karena melibatkan aktor-aktor yang bisa dibilang ‘kurang terkenal’ (selain dua cast utamanya) dan bahkan nyaris tak ada yang cakep karena kebanyakan adalah om-om, tapi jajaran castnya terasa begitu solid. Pokoknya bagus lah. Dalam pandangan saya sebagai penonton awam, drama ini sempurna. Apalagai coba? Ceritanya bermutu, melibatkan dunia politik kelas atas yang rumit dan berat (tapi tetap mudah dicerna), disajikan dengan begitu sangat solid dari awal hingga akhir, dialog-dialognya keren, karakter-karakternya begitu ‘hidup’, jajaran castnya berakting dengan bagus, gambar-gambarnya sinematik, drama tapi berasa film (satu hal lagi yang saya suka dari tvN!), lagu-lagu soundtracknya juga enak didengar dan di atas semua itu, pesan moralnya juga sangat jelas. Dan yah, meski akhir tahun masih beberapa bulan lagi, tapi saya tak ragu menyatakan kalau drama ini adalah drama terbaik tahun ini. Truly recommended!

Secret Forest-35

The precious smile of Hwang Shi-mok 🙂

Cast:
– Hwang Shi-mok
– Han Ye-jin
Yoo Jae-Myung – Lee Chang-joon
Lee Joon-Hyuk – Seo Dong-jae
Shin Hye-Sun – Youn Eun-soo
Choi Byung-Mo – Kim Wo-gyun
Park Jin-Woo – Kim Soo-chan (rekannya Ye-jin yang berkhianat)
Choi Jae-Woong – Jang Gun
– Lee Yoon-Beom
Yoon Se-Ah – Lee Yeon-Jae
Lee Ho-Jae – Young Il-Jae
Park Sung-Geun – Kang Won-Cheol
Eom Hyo-Seop – Park Moo-Sung
Ye Soo-Jung – Nenek (ibunya Moo-sung)
Yoon Kyung-Ho – Kang Jin-Sub
Lee Kyu-Hyung – Yoon Se-Won
Jang Sung-Bum – Park Kyung-Wan
Lee Jae-Won – Kim Tae-Gyun
Seo Dong-Won – Kim Jung-Bon
Park Sun-Cheon – ibunya Shi-Mok
Tae In-Ho – Kim Byung-hun
Kim So-Ra – Choi Young
Lee Jae-Yong – Kim Nam-Jin
Sun Woo Jae Duk – An Seung-Ho
Park Yoo-Na – Kim Ga-Young

Judul: Stranger / Secret Forest / Bimilui Soop (비밀의 숲)
Sutradara: Ahn Gil-ho
Penulis: Lee Soo-yeon
Tayang: tvN, 10 Juni – 30 Juli 2017
Episodes: 16
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar