Archive

Posts Tagged ‘Jin Kyung’

You Call It Passion

Januari 20, 2017 Tinggalkan komentar

Do Ra-hee (), seorang fresh graduate yang baru memulai kerja magangnya sebagai reporter di sebuah redaksi majalah. Sialnya, ia bekerja di bawah bos yang galak dan perfeksionis, Ha Jae-gwan (). Ra-hee yang masih sangat ‘hijau’ di dunia kerja pun kemudian harus rela menerima makian dan kemarahan si bos secara bertubi-tubi. Meski begitu, pada dasarnya si bos adalah orang yang baik, membuat Ra-hee belajar banyak hal.
you-call-it-passion

you-call-it-passion1
Sebuah film dengan tema yang ‘sederhana’, bagaimana seorang freshgrad yang baru menapaki dunia kerja, melakukan banyak kesalahan, mengalami banyak halhal kurang menyenangkan, tapi selalu bertekad kuat untuk belajar dan pantang menyerah. Dan yah, sosok memanglah sangat pas dengan nyawa film ini.
you-call-it-passion5

you-call-it-passion7
Didukung pula dengan para pemain senior yang tak lagi perlu diragukan kemampuan aktingnya: , , , , , Kim Sung-oh.. lalu ada juga aktor muda Yoon Gyun-sang dan Ryu Deok-hwan…yah bisa dibilang, film ini memang bertabur bintang, karena hampir semua castnya adalah mereka yang sudah punya nama di kancah perfilman Korea.

you-call-it-passion4

Dan meski ini bukanlah film yang luar biasa, tapi semuanya bermain pas dan tidak  meski wasting of talents beberapa karakter mereka tak terlalu signifikan. Alih-alih, saya melihat bahwa di film ini, para aktor-aktor papan atas itu seolah di sini menjadi ajang refreshing bagi mereka, dari proyek-proyek ‘serius’ mereka selama ini. Dan menurut saya, cukup berhasil karena filmnya terasa cukup fresh dan menyenangkan, meski saya kurang menyukai bagian konflik CEO Jang dengan artisnya yang agak terlalu drama. Tapi overall, lumayan.

Cast:
– Do Ra-hee
– Ha Jae-gwan
– CEO Jang
– Sun-woo
– Seo-jin (sunbae pacarnya Ra-hee)
– Chae-eun (sunbae reporter)
– Direktur Ko
– Woo Ji-han
– Dr Ma
Hyun Jyu-ni – Reporter Hyun
Rie Young-zin – Lee Young-jin

Judul: You Call It Passion / Yeoljung Gateun Sori Hago Itne (열정 같은 소리 하고 있네)
Sutradara: Jung Ki-Hun
Penulis: Lee Hye-Rin (novel), Seo Yoo-Min, Jung Ki-Hun
Produser: Jung Doo-Hwan, Kim Moo-Ryung
Sinematografi: Kim Jung-Won
Rilis: 25 November 2015
Durasi: 106 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Assassination

April 20, 2016 Tinggalkan komentar

Yeom Seok-jin ( adalah mata-mata jepang yang menyamar sebagai agen yang bekerja untuk pejuang kemerdekaan Korea. Dengan dibiayai oleh seorang pengusaha Korea nasionalis, Kim Won-bong ( , ia merekrut tiga orang pejuang yang dipenjara: Ok-yoon (,) Saksopo (dan Deok-sam untuk membunuh Kang In-gook, orang Korea yang jadi antek Jepang.

ass7

Lee Jung-jae yang selalu oke baik sebagai antagonis maupun protagonis

Hawaii Pistol  (adalah orang Korea  yang apatis pada politik. Ia bekerja sebagai  pembunuh bayaran, bersama partnernya yang setia, Yeonggam.Suatu hari, Yeom Seok-jin mendatanginya dan menyuruhnya untuk membunuh Ok-yoon cs. Namun setelah mengenal Ok-yoon yang idealis dan militan, Hawaii justru jatuh simpati. Di sisi lain, diketahui kemudian kalau Ok-yoon memiliki kembaran bernama Mitsuko dan dibesarkan oleh si pengkhianat In-gook.

assq

Tiga pejuang yang menjadi tiga pembunuh

Waah… Perasaan saya benar-benar serasa mau meledak ketika menonton film ini. Pertama, adalah cast-nya yang benar-benar bertabur aktor papan atas Korea, : , , .. Salah satu dari ketiga aktor  ini saja sudah membuat saya penasaran untuk menonton filmnya, dan tiga aktor? saya benar-benar penasaran. Ketiganya adalah aktor yang saya kagumi, bukan hanya karena memang kemampuan aktingnya yang tak perlu diragukan lagi, tapi juga pilihan-pilihan filmnya yang seolah jaminan film bagus dan ketiganya sudah pernah main film bersama dan menunjukkan chemistry yang mengagumkan. Memasangkan mereka bertiga di satu film sungguh seperti dream collaboration.

assg

The charismatic Ha Jung-woo

asswv

My fave Jo Seung-woo, walaupun peran kecil tapi cukup mampu mencuri scene

Dan ternyata ketika mulai menonton, saya semakin excited karena meski tiga aktor di atas adalah pemeran utamanya, film ini masih bertabur aktor papan atas lain yang sama kerennya:  my fave-ever , lalu ada , , , .. . Meski mereka cuma sebagai pemain pendukung, tapi peran mereka sama sekali tak bisa diabaikan dalam menyusun jajaran cast yang terasa solid. Jor-joran bintan pada satu film sebenarnya berisiko wasted of talents, tapi menurut saya tidak dengan film ini. Masing-masing cast punya kekuatan dan karisma karakternya sendiri.

assmn

Good acting of Jeon Ji-hyun

Selain dari segi cast, dari segi cerita, film ini juga menurut saya digarap dengan sangat bagus. Konfliknya sangat tidak kering.  Tadinya saya sempat berpikir bahwa konflik dua orang kembar terkesan agak cheesy, tapi ternyata sang penulis cerita cukup smart untuk membuatya menjadi cerita yang tetap terasa berkelas. Dan dari segi sinematografi bla-bla… bagi saya penikmat film awam, rasanya cukup sempurna. Sangat tidak mengecewakan. One of the best korean movie!

Cast:
– An Ok-yoon/Misako
– Yeom Seok-jin
– Hawaii Pistol

– Saksapo
Choi Duk-Moon – Hwang Deok-sam
– Younggam
Heo Ji-Won – Myeong-woo
– Kang In-gook
– Kim Won-bong
Kim Eui-Sung – butler
Park Byung-Eun – Kawaguchi
– An Sung-sim
Kim Hong-Fa – Kim-goo
Jung In-Gyeom – Sasaki
Kim Hae-suk – Pemilik Bar

Judul: Assassination / Amsal (암살)
Sutradara: Choi Dong-Hoon
Penulis: Choi Dong-Hoon, Lee Gi-Cheol
Produser: Ahn Soo-Hyun, Choi Dong-Hoon, Kim Sung-Min
Sinematografi: Kim Woo-Hyoung
Rilis: 22 Juli 2015
Durasi: 139 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Film Festival:
– Fantasia Film Festival 2015 *International Premiere
– Busan International Film Festival  2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Awards:

2015 (35th) Korean Association of Film Critics Awards – November 16, 2015
Best Cinematography (Kim Woo-Hyung)
Best Technical Achievement (Ryoo Sung-Hee)

Daejong Film Awards  2015:
– Best Actress ()
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Actor (), Best Supporting Actor ()

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best
– Nominasi: Best Director, Best Actor ( ), Best Supporting Actor (), Best Screenplay, Best Cinematography & Lighting, Best Music, Best Art Design, Best Film Editing, Best Technical Award

Veteran

April 4, 2016 Tinggalkan komentar

Seo Do-cheol () adalah seorang detektif yang tak punya rasa takut dan tak tahan melihat ketidakadilan. Bersama timnya yang solid: Tim Leader Oh (), Miss Bong dan Det.Yoon, ia selalu menjadi “kompor” untuk tak menyerah pada apapun.

vtr53

vtr2

Jo Tae-oh () adalah seorang chaebol tamak berwatak bengis dan sewenang-wenang. Ia memiliki harta dan kuasa, hal yang membuatnya seolah tak tersentuh hukum. Ketika ayahnya jatuh sakit, Tae-oh yang ditugaskan untuk mengendalikan perusahaan dengan bantuan kaki tangannya yang setia, Choi ( ). Suatu hari, ketika ada pegawai perusahaannya protes, ia menanggapinya dengan menghajar si pegawai sampai sekarat. Do-cheol yang mencium kejahatan Tae-oh, tak bisa tinggal diam. Dengan segala daya upaya, ia bertekad untuk menangkap Tae-oh.

vtr78

Yoo Ah-in yang berperan jadi si antagonis Jo Tae-oh

Veteran adalah satu satu film yang dinominasikan dalam beberapa ajang penghargaan film di Korea Selatan dan saya pun maklum karena setelah menontonnya, saya benar-benar ingin bertepuk tangan. Cerita tentang kriminal dan polisi-polisian bisa dibilang salah satu mainstream-nya film Korea, tapi menurut saya film ini jauh dari repitisi yang membosankan dan saya pikir hal itu tak lepas dari racikan yang pas dari sutradara yang karya-karyanya selama ini memang selalu yahud, . Ia dengan lihai memadukan aksi, drama dan komedi dengan begitu pas, hal yang mengingatkan saya pada salah satu film awalnya, (tapi di sini terkesan lebih matang).

vtrr3

Good acting of Yu Hae-jin

Rumusnya sebenarnya cukup klise dan sederhana: pertarungan antara si baik dan si jahat, cerita yang sekilas mirip dengan cerita film ala superhero. Biasanya saya merasa annoying dengna sosok one man hero, tapi sosok Do-cheol yang jadi hero di sini, bukanlah sosok superhero yang super. Dia detektif biasa, seorang family man dengan kehidupan rumah tangga yang sederhana, bertampang biasa saja dan cenderung ceroboh. Satu hal yang dimilikinya hanyalah kemuakan pada kesewenang-wenangan dna ketiadaan rasa takut. Sosok yang mungkin ada di sekitar kita, sosok impulsif yang bisa memberi pembakar semangat dan keberanian pada orang sekitar. Melihat kegeraman Do-cheol saya sebagai penonton juga merasa ikut geram dan ingin ikut melakukan sesuatu bersamanya untuk mengalahkan Tae-oh.

vtr8

Love this bromance

Di awal saya sempat agak cemas, kalau-kalau kesimpulan film ini sesuatu yang nihil, khas film-film serius. Tapi untunglah, Ryu sepertinya cukup dermawan untuk memuaskan hati penontonnya dengan ending yang terasa menyenangkan.

vr67

love this team

Ohya, selain nominasi film terbaik, film ini juga mendapat nominasi untuk katergori aktor terbaik/aktor pendukung terbaik (, , , ) yang memang bermain bagus di sini. Semua pemeran di film ini bermain dengan sangat baik, , seperti biasa, selalu nge-bland dengan karakter apapun yang diperankannya. Tak terkecuali di sini, sebagai Do-cheol yang seolah tak pernah kehabisan energi. Lalu ada , yang jadi kaki tangan Tae-oh dan menurut saya memberikan salah satu penampilan terbaiknya. Yu meski selalu sebagai pemeran pendukung, tapi sellau menunjukkan kulaitas akting yang tidak main-main. Selama ini saya terbiasa melihat akting dia sebagai sosok yang komikal (didukung dengan wajahnya), dan di sini dia bertransformasi sebagai pengawal bos, berjas dan berpenampilan necis dengan ekspresi wajah yang multidimensi: pennjilat, jahat, licik, tapi juga ketidak berdayaan sebagai si anak buah yang harus bersedia melakukan apa saja untuk si bos. Meski sebagai kaki tangan, tapi kita bsia melihat kalau sebenarnya ia punya kendali atas Tae-oh. Dan tentu yang menjadi pembicaraan adalah yang seolah menjadi gebrakan dalam karirnya sebagai aktor selama ini. Seperti aktor generasinya yang dikenal sebagai pangeran drama yang cenderung identik dengan kesan ‘flower boy’ (meski menurut saya Yoo tak ‘secantik’ teman-teman seangkatannya), agaknya ingin menunjukkan totalitasnya sebagai seorang aktor di sini dengan mengambil peran antagonis, meski menurut saya aktingnya di sini tidak luar biasa, tapi not bad lah.

Well, salah satu film yang mengesankan.

Cast:
– Det. Seo Do-cheol
– Jo Tae-oh
– Direktur Choi
– Tim Leader Oh
Jang Yoon-Ju- Miss Bong

Kim Shi-hoo – Det. Yoon
Oh Dae-hwan – Det. Wang
– Manajer Jeon
-Supir Truk Bae
Song Young-chang – Kepala Jo
– Joo-yeon
Yu In-young – Da-hye
Park So-dam – artis
Lee Dong-hwi – Yoon Hong-ryul
Bae Sung-woo – penjual mobil
Cheon Ho-jin
Um Tae-go – bodiguard Jo Tae-oh
Jang So-Yeon – Istri Sopir

Judul: Veteran/ Beterang (베테랑)
Sutradara/Penulis:
Produser: Jo Sung-Min, Kang Hye-Jung
Sinematografi: Choi Young-Hwan
Rilis: 5 Agustus 2015
Durasi: 123 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Toronto International Film Festival 2015 – Vanguard *North American Premiere
– Busan International Film Festival 2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Awards:
Korean Association of Film Critics Awards 2015:
– Best Director

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best Director
– Nominasi: Best Film, Best Actor (), Best Supporting Actress (Jin Kyung), Best Screenplay, Best Cinematography & Lighting, Best Music, Best Technical Award

Daejong Film Awards 2015:
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Actor (), Best Supporting Actor (Yu Hae-jin), Best Supporting Actress (Jang Yoon-ju), Best New Actress ((Jang Yoon-ju)

Perfect Proposal

Februari 26, 2016 Tinggalkan komentar

Ini adalah salah satu film yang penayangannya saya tunggu-tunggu sejak kabar pembuatannya. Saya tak sabar melihat dua aktor yang cukup saya favoritin, & beradu akting. Untunglah, meski hampir mustahil tayang di bioskop di negeri ini, film-film Korea selalu mudah dicari di internet.

ppf5

Adegan awal film ini mengambil latar di Macau. Ji-yeon (), seorang gadis Korea yang bekerja sebagai pelayan di sebuah bar. Dulunya ia datang ke Macau untuk mengelola sebuah biro perjalanan wisata bersama temannya, tapi temannya dengan menggunakan namanya berutang kemana-mana. Ji-yeon pun dibelit utang dan bekerja serabutan.

ppf4 ppf6

Suatu hari, temannya memberi tahu ada orang Korea tua kaya raya, Kim Seok-koo () yang tengah mencari perawat pribadi. Ji-yeon pun kemudian melamar. Di sana, ia bertemu dengan Sung-yeol (), seorang lelaki tampan dan mempesona yang menawarkan sebuah kesepakatan. Sung-yeol adalah anak Kim, dari selingkuhannya. Sung-yeol merasa sakit hati karena tidak mendapatkan pengakuan dan warisan yang cukup dari ayahnya dan kemudian meminta Ji-yeon untuk membantunya. Sung-yeol meminta Ji-yeon untuk merayu Kim tua agar mau menjadikannya istri dan memberikannya warisan. Tapi Pak Kim bukanlah orang yang mudah dirayu dan di sisi lain, Ji-yeon tak bisa menyembunyikan ketertarikannya pada Sung-yeol.

ppf8

Tapi, well, jangan mengira bahwa ini adalah tentang kisah cinta terlarang semacam Dangerous Liaisons . Pada pertengahan, cerita kemudian akan bergerak ke arah yang berbeda. Sejak awal, saya sebenarnya sudah mengantisipasikan bahwa film ini pastilah bukan akan menjadi film romance yang biasa, tapi saya juga tak menduga bahwa ceritanya akan seperti itu dan jujur, saya agak kecewa.

ppf23

Film sendiri lebih banyak dilihat dari sudut pandang Ji-yeon yang karakternya cenderung lugu dan polos, yang saya pikir adalah karakter yang sangat cocok dimainkan oleh (meski tadinya saya berharap karakternya di siini lebih sebagai semacam perempuan penggoda). Sementara sosok Sung-yeol yang lebih complicated justru hanya dilihat sekilas-kilas. Juga terkait perasaannya pada Ji-yeon. Tentu saja, tak ada masalah dengan akting Yoo Yeon-seok yang memang sudah sering memainkan baik karakter antagonis maupun protagonis dengan sama baiknya. Masalahnya lebih pada alur ceritanya, saya rasa. Perubahan sosok Sung-yeol dari begitu mempesona menjadi jahat, rasanya agak terlalu mendadak. Juga sosok Kim tua yang menurut saya potensial untuk lebih digarap: kenapa dia tak menyukai Sung-yeol dan memberikan warisannya? Dia digambarkan sebagai sosok yang memulai dari bawah dan keluarganya habis dalam kecelakaan tragis. Sayangnya, kedalaman sosoknya tak banyak dieksplore sang sutradara. Yah, agak disayangkan memang karena film ini melibatkan aktor-aktor dengan kemampuan akting mumpuni. Selain dan , masih ada nama & serta idol-aktris pendatang baru yang menurut saya cukup mencuri scene, .

ppf00

Yah, meski saya agak kecewa dengan film ini karena sudah berekpektasi banyak di awal, tapi film ini tak bisa dibilang buruk juga, saya pikir. Bolehlah jadi tontonan di waktu senggang.

Note:
Film ini diadaptasi dari novel penulis Perancis, Catherine Arley yang berjudul “La Femme de paille” yang dipubilkasikan tahun 1956. Sebelumnya, Amerika juga pernah mengadaptasinya dengan judul “Woman of Straw” pada tahun 1964 dibintangi oleh Gina Lollobrigida dan Sean Connery (sumber: Asianwiki.com)

Cast:
– Ji-yeon
– Sung-yeol
– Kim Seok-koo

Park Chul-min – Kapten
– Hye-jin
– Yoo-mi
Mahbub Alam – krus kapal

Judul: Perfect Proposal / Secret Temptation/ Eunmilhan Yoohok (은밀한 유혹)
Sutradara: Yoon Jae-Koo
Penulis: Catherine Arley (novel), Yoon Jae-Koo
Produser: No Jae-Hoon
Rilis: 4 Juni 2015
Durasi: 110 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Time We Were Not In Love

Januari 18, 2016 Tinggalkan komentar

Oh Ha-na () seorang perempuan berumur 30-an tahun. Pegawai di sebuah perusahaan sepatu. Karirnya bisa dibilang sukses, tapi tidak dengan kehidupan cintanya. Pacarnya tiba-tiba menikah dengan perempuan lain.  Pun ketika kemudian ia bertemu brondong muda yang ternyata hanya memanfaatkannya. Untunglah, selalu ada teman yang mendukungnya. Dialah Choi Won (), seorang pegawai airlines yang menjadi sahabatnya sejak sekolah menengah dulu.
the time not love_posterwiki
Keduanya sebenarnya menyimpan rasa, tapi seolah tidak pernah mempunyai waktu yang tepat. Ketika Ha-na sendiri, Won sedang punya pacar. Demikian sebaliknya. Di sisi lain, hubungan persahabatan mereka yang demikian baik juga membuat mereka merasa takut jika harus berubah menjadi cinta.


Saya selalu suka dengan drama Korea yang romantis dan menghibur. Dan membaca sinopsis awalnya, saya berpikir bahwa drama ini adalah salah satunya. Meski garis besar ceritanya terkesan ringan dengan ending yang sangat bisa ditebak, tapi biasanya Korea bisa meramunya sedemikian rupa sehingga menjadi tontonan yang menarik.  Sebagai contoh, , misalnya, yang mampu menyajikan hubungan yang emosional antara dua sahabat baik. Apalagi dua pemain utamanya, dan , terlihat memiliki chemistry yang bagus. Saya juga baca kalau drama ini adalah remake dari drama seri Taiwan yang konon ngehits di sana (saya belum lihat versi Taiwan). Tapi ketika mulai melihat drama ini, kok saya merasa ada yang kurang. Ceritanya terasa terlalu lambat, dengan konflik yang tidak terlalu greget. Dan untuk sebuah cerita yang sudah terlalu sering dibuat, menonton drama dengan cerita yang seperti ini, menjadi terasa membosankan.


Tapi yah, semua itu cuma pandangan subyektif saya lho, yang sebenarnya tidak punya kompetensi apa-apa untuk memberi penilaian. Secara umum, drama ini tetap  memiliki banyak sisi menghiburnya kok.

Cast:
– Oh Ha-na
– Choi Won
Yoon Gyun-Sang – Cha Seo-hoo
Choo Soo-Hyun – Lee So-eun

Shin Jung-Keun – Oh Jung-geun
Seo Ju-Hee – Kim Soo-mi
Lee Joo-Seung – Oh Dae-bok
– Choi Mi-hyang
Choi Jung-Won – Joo Ho-joon
L () – Ki Sung-jae
Kang Rae-yeon – Kang Na-young
Woo Hee – Hong Eun-jung
Woo Hyeon – Byeon Woo-sik
Seo Dong-gun – Jang Dong-gun

Judul: The Time We Were Not In Love / The Time That I Loved You / Neoreul Saranghan Shigan (너를 사랑한 시간)
Sutradara: Jo Soo-Won
Penulis: Jung Do-Yoon, Lee Ha-Na
Tayang: SBS, 27 Juni – 16 Agustus 2015
Episodes: 16
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Pinocchio

Februari 28, 2015 Tinggalkan komentar

Ki Ha-myung, anak seorang petugas pemadam kebakaran. Bersama kakaknya, Ki Jae-myung, ia sekeluarga hidup harmonis dan saling mengasihi. Hingga suatu hari, ayahnya mengalami kecelakaan ketika sedang bertugas dan dituduh melarikan diri karena menghindari tanggung jawab.
pino-3
Keluarganya menjadi bulan-bulanan wartawan, salah satu yang paling gencar adalah stasiun TV MSC dengan reporter andalannya yang ambisius, Song Cha-ok (), yang akan melakukan apa saja demi menaikkan rating berita.

Tak tahan dengan cecaran media, ibu Ha-myung kemudian bunuh diri dengan terjun ke laut bersama Ha-myung. Ha-myung selamat dan ditolong Kakek Gong-pil yang tinggal di pulau dan kemudian diangkat anak sang Kakek dan diberi nama Choi Dal-po (), seperti nama anak pertamanya yang sudah meninggal 30 tahun lalu.

Park Shin-ye yang main dengan karakter yang menyenangkan

Park Shin-ye yang main dengan karakter yang menyenangkan

Choi In-ha (), ternyata adalah anak dari Song Cha-ok dan penderita sindrom Pinnochio, yakni sindrom tak bisa bohong. Setelah perceraian orang tuanya, ia dan ayahnya, Choi Dal-pyeong, pindah ke tempat sang Kakek di pulau. Dan tebak siapa kakeknya? Yups, Kakek Dong-pil tentu saja. Maka, jadilah In-ha dan Dal-po sebagai paman dan keponakan meski sebaya.
pino-2
Hal menjadi rumit ketika mereka tumbuh dewasa dan kemudian saling jatuh cinta. Menjadi makin rumit karena kenyataan bahwa ibu In-ha adalah Song Cha-ok, perempuan yang sangat dibenci Dal-po karena telah menghancurkan keluarganya. Dan tidak hanya itu, karena In-ha juga kemudian terobsesi ingin jadi wartawan seperti ibunya.

Meski begitu, Dal-po sendiri kemudian mengikuti In-ha dan memutuskan jadi wartawan demi mengungkap kebenaran. Ia diterima di stasiun YGN yang lebih kredibel di bawah arahan PD Hwang Gyo-dong yang ‘lurus’, sedangkan In-ha diterima di MSC atas campur tangan ibunya, semata karena ia menderita sindrom Pinochio sehingga bisa memperbaiki kredibelitas MSC telah menerima wartawan yang tak bisa berbohong.

Love their father-daughter chemistry :D

Love their father-daughter chemistry 😀

Cerita sendiri tidak akan terlalu berumit-rumit dengan kisah cinta antara “Paman-Keponakan” (yang memang bukan masalah terlalu serius karena mereka tak punya pertalian darah). Cerita kemuidan akan fokus pada “drama” yang lebih besar, yakni menyusuri kembali masalalu Dal-po dan juga hubungan In-ha dan ibunya.

Hmm, untuk garis besar ceritanya sendiri menurut saya tak ada yang baru, konflik orang tua anak, dendam masalalu… ya begitu-begitu saja. Meski begitu, drama ini memiliki kekuatan terutama pada karakter-karakternya.

Kinda bored of his same character :(

Kinda bored of his same character 😦

Nyawa utama dipegang oleh  yang memerankan sosok Choi In-ha yang impulsif, charming dan agak childish. Sejauh ini, menurut saya ini karakter terbaik yang pernah dimainkan (yang selama ini cenderung depresif). Meski agak ke belakang, ia kembali dengan ekspresinya yang biasa (tapi bisa termaafkanlah). Sebagai lawan mainnya,  sebagai Dal-po/Ha-myung… hmmm, yah, walaupun saya membaca banyak respon positif, bagi saya pribadi aktingnya di sini dia biasa saja. Karakternya menurut saya nanggung, antara mau cool dan sedikit “bodoh”, dengan ekspresi2 yang begitu-begitu saja dari drama-drama yang sudah dia mainkan dan bagi saya, cenderung membosankan.

Lovable 2nd man

Lovable 2nd man

Semacam orang ketiga ada Seo Beum-joo yang dimainkan  (dia yang jadi saingan  di ) yang jadi chaebol polos dan baik hati, yang rela hidup susah jadi wartawan demi cintanya pada In-ha. Dan saya cukup suka karakternya di sini karena dia bukan type yang biasa dari 2nd man.

Yoon Yoo-ra, karakternya menyenangkan sayang perannya tidak terlalu sginifikan

Yoon Yoo-rae, karakternya menyenangkan sayang perannya tidak terlalu sginifikan

Untuk 2nd woman, ada Yoon Yoo-rae yang dimainkan sama Lee Yoo-bi (saya belum pernah lihat akting dia sebelumnya jadi menurut saya aktingnya cukup fresh). Dan dia juga bukan tipikal 2nd woman yang annoying. Karakternya yang ceroboh dan penuh semangat juga menjadi salah satu nyawa cerita. Namun sepertinya masalahnya ada pada scriptnya yang membuat karakternya terlalu “terbuka” karena perannya sendiri tak terlalu signifikan dalam membangun konflik utama, tapi mengambil porsi yang cukup besar dari beberapa adegan (dan bahkan tidak ada kesimpulan cerita yang jelas di akhir tentang kisah cintanya!)

Lee Pil-mo as Cap. Love his charisma :)

Lee Pil-mo as Cap. Love his charisma 🙂

Aktor muda yang lain ada Lee Joo-seung yang jadi An Chan-soo, teman jaman SMA-nya Dal-po-Inha yang kemudian jadi polisi yang sok jual mahal. Tadinya saya pikir dia akan jadi seamcam orang ketiga, tapi untunglah ke belakang dia adalah seorang teman lama yang menyenangkan.

Love their friendship :)

Love their friendship 🙂

Untuk barisan yang lebih senior, para aktor “dewasa” juga terasa solid. Ayah dan Kakek In-ha, dua lelaki yang mengasuh dua anak dengan sangat baik (love their warm family!), lalu para jurnalis senior: PD Young-Tak,si reporter Hun-kyu yang banyak tingkah yang terlibat cinta “manis” dengan sang kameramen dan tentu saja, Hwang Gyo-dong yang perfeksionis dan cool. Tipikal jurnalis yang penuh dedikasi terhadap jurnalisme. Dan saya kira, hal ini tak lepas dari akting keren yang cukup karismatis.
pino-17
Untuk jajaran protagonisnya sendiri juga mendapuk dua aktris senior yang tak perlu diragukan kemampuan aktingnya,  (si jutek Young-jin di )dan   yang memang juga aktris multirupa. Keduanya mampu memerankan karakter yang begitu menyebalkan dan dibenci (resiko peran protagonis, hehe).

Meski ceritanya sendiri cukup serius, cenderung “drama” dan agak “melebar” ke ujung (mungkin untuk memperpanjang episode karena rating yang bagus), tapi ya itu tadi, diimbangi dengan karakter-karakter yang “menyenangkan” sehingga cerita menjadi cukup cair, segar dan berhasil membuat saya terkekeh-kekeh di banyak bagian.

Cast:
 – Choi Dal-Po / Ki Ha-Myeong
 – Choi In-ha
 – Seo Bum-jo
Lee Yoo-Bi – Yoon Yoo-rae
 – Hwang Gyo-dong
Lee Joo-Seung – An Chan-soo

 – Song Cha-ok
 – Park So-ra (ibunya Bum-jo)
Byun Hee-Bong – Choi Gong-pil (Kakek)
Shin Jung-keun – Choi Dal-pyeong (ayah)
Yoon Gyun-Sang – Ki Jae-myung (kakaknya Ha-myung)

Min Sung-Wook – Jang Hyun-kyu (reporter)
Kang Shin-Il – Lee Young-tak
Jo Deok-Hyeon – Jo Won-goo
Choo Soo-Hyun – Im Jae-hwan
Kim Kwang-Kyu – Kim Gong-joo
Kim Young-Hoo – Lee Il-joo
Lim Byung-Ki -Yeon Doo-young
Yoon Seo-Hyun – Lee Joo-ho

Nam Da-reum – Dalpo kecil
No Jung-ui – Choi In-ha kecil
Jung In-Gi – Ki Ho-Sang (ayahnya Dalpo)
 – ibunya Dalpo
Im Do-Yoon – Ji-Hee (istri Chan-soo)

Lee Bo-Young – suara GPS taksinya Dal-po (cameo)
 – Cha Kwan-Woo (pengacara, cameo)
Lee Joon – Fama (artis, cameo)

Judul: Pinocchio/ Pinokio (피노키오)
Sutradara: Jo Soo-Won
Penulis: Park Hye-Ryun
Tayang: SBS/ 12 November – 15 Januari 2015
Episode: 20
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
SBS Drama Awards 2014:
– SBS Special Award ()
– Best Actress (medium-length drama) ()
– Ten Star Award ()/())
– Best Couple Award ()/()
– New Star Award (Lee Yoo-Bi/ )

It’s Ok, This is Love

Februari 25, 2015 Tinggalkan komentar

Jang Jae-yeol (), seorang penulis novel misteri terkenal. Selain itu, dia juga jadi DJ radi sehingga kepopulerannya sudah laiknya seleb saja. Didukung karakternya yang ramah dan wajah tampannya, ia terkesan playboy.
iok8
Ji Hae-soo seorang psikiatris, yang sebenarnya memiliki masalah kejiwaan terutama berkaitan dengan seksualitas. Ayahnya invalid dan ia melihat ibunya berselingkuh dengan lelaki lain. Hal itu membuatnya merasa trauma sehingga ia membenci sentuhan yang bersifat lust. Hal yang membuat pacarnya, Choi-ho, tak habis pikir, karena setelah 300 hari pacaran, Hae-soo selalu menolaknya untuk ‘bersentuhan.’
iok6
Setelah sebuah kejadian kurang menyenangkan tapi mengesankan, Jae-yeol segera saja tertarik pada Hae-soo. Semacam “kebetulan” karena ternyata Hae-soo bersama dua temannya, Dong-min (), sunbae-nya dan Soo-gwang, ternyata menyewa rumah milik Jae-yeol. Jae-yeol kemudian memutuskan untuk pindah ke rumah itu. Hae-soo dan Jae-yeol kemudian saling lebih mengenal satu sama lain.
ioke
Siapa sangka kalau dibalik karakter “sempurna” Jae-yeol ternyata ia menyembunyikan masalah kejiwaan yang ternyata cukup parah. Ketika kecil, ia melihat ibunya selalu dipukuli ayah tirinya. Dan puncak dari semua itu, sang ayah tewas terbunuh tertusuk pisau ketika sedang bertengkar dengan Jae-yeol dan kakaknya, Jae-bum (). Tak terlalu jelas siapa yang membunuh ayahnya, tapi kemudian Jae-bum masuk penjara dan divonis hukuman belasan tahun. Ibunya juga tak bisa memberi kesaksian. Jae-bum dihinggapi perasaan marah dan dendam pada ibu dan Jae-yeol hingga rambutnya memutih selama di penjara (saya nggak tahu, apa secara psikologis memang bisa terjadi kasus seperti itu? Ubanan karena stres berat dan bisa pulih lagi?)

The crazy housemate :D

The crazy housemate 😀

Di sisi lain, Jae-yeol yang ternyata tahu kejadian sebenarnya, dihantui rasa bersalah pada abangnya dan juga trauma dari kekerasan yang dialaminya. Ia kemudian menciptakan sosok imajiner, seorang remaja sekolahan bernama Kang-woo yang merupakan alter egonya.
iokp
Cerita juga akan makin seru dengan orang-orang di sekitar mereka. Ada Dong-min, sesama psikiatris yang memiliki hubungan yang rumit dengan mantan istrinya, Young-jin yang jutek. Soo-kwang yang juga memiliki masalah kejiwaan dan berusaha menjalin hubungan dengan cewek SMA, So-nyeo.

Dan karena temanya tentang ‘sakit jiwa’ di sini digambarkan bahwa masing-masing tokoh memiliki masalah kejiwaan masing-masing. Dan kalau dipikir-pikir, siapa sih di dunia ini yang tidak memiliki masalah kejiwaan? Hihi…Orang-orang sakit jiwa ini kemudian saling membantu untuk keluar dari lubang gelap masing-masing.

ok56
Awalnya saya agak ogah-ogahan nonton drama ini. Meski castingnya, cukup menjanjikan ( dan  ), tapi saya merasa agak bosan dengan karakter mereka yang menurut saya begitu-begitu saja.  : cewek agak freak, : cowok yang nyaris sempurna… Tapi semakin diikuti ceritanya ternyata semakin menarik.

Tadinya Jae-yeol yang terlihat sempurna ternyata sama sekali tidak sempurna. Dan meski cerita drama ini cukup “gelap” karena berkaitan dengan masalah kejiwaan dan trauma, tapi disajikan sedemikian rupa dengan gambar-gambar yang cerah, dekorasi yang indah dan memanjakan mata didukung karakter-karakternya yang memiliki sisi charming masing-masing, sehingga tidak jatuh jadi film yang frustratif. Ditambah lagi soundtrack-nya yang menurut saya keren banget, membuat film ini benar-benar terasa memorable.
iokty6
Ada beberapa bagian yang agak menggangu saya. Pada bagian trauma-nya Hae-soo, misalnya yang menurut saya terlalu “mudah” sembuh setelah bertemu Jae-yeol. Dan juga ide “perayaan 300 hari”. Saya nggak tahu sih seperti apa sebenarnya di Korea sono, tapi seinget saya baru beberapa tahun yang lalu saya nonton drama Korea yang bahkan masih ‘malu-malu’ mengangkat isu sex before married. Tapi di drama ini, seolah-olah itu adalah hal yang sangat penting. Saya sendiri berpikiran cukup moderat untuk hal itu, tapi saya merasa agak terganggu dengan ide hubungan yang hanya didasarkan pada “lust” belaka. Tapi itu hanya maslaah suka tak suka dengan idenya. Secara keseluruhan, saya cukup menyukai drama ini yang menurut saya baik plot maupun eksekusi ceritanya cukup sempurna.
iok3
Quote:
“a person needs to know both the bitter and sweetness in life to grow and that’s what keeps a relationship interesting too. But when you know nothing but the sweetness? Ugh, that’s so unattractive.” (Jae-yeol ke Hae-soo)

Cast:
 – Jang Jae-yeol
  – Ji Hae-soo
 – Jo Dong-min
Lee Kwang-Soo – Park Soo-gwang
 – Lee Young-jin (mantan istrinya Dong-min)
Lee Sung-Kyung – Oh So-nyeo
D.O. – Han Kang-woo
 – Jang Jae-beom
Cha Hwa-Yeon – ibunya Jae-yeol
Tae Hang-Ho – Yang Tae-Yong

Do Sang-Woo – Choi Ho
Yoon Jin-Yi – Lee Pool-Ib
 – ibunya Hae-soo
Lee Dong-Ha – Yoon-Chul
Choi Seung-Kyung – Oh Do-Deuk (iparnya Hae-soo)
Baek Seung-do – Hwan-hee
Lee El – Se-ra
Choi Hee-seo – Ji Yoon-soo (kakaknya Hae-soo)
Kang Joo-Eun – Ji Hae-Soo (kecil)
No Tae-Yeob – Jang Jae-Beom (remaja)

Judul: It’s Ok, This is Love/ Gwaenchana, Sarangiya (괜찮아, 사랑이야)
Sutradara: Kim Kyu-Tae
Penulis: No Hee-Kyung
Tayang: SBS, 23 Juli – 11 September 2014
Episode: 16
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
SBS Drama Awards 2014:
– Best Actress (mini series) ( )
– Excellent Actor (mini series) ()
– Special Actor (mini series) (Lee Kwang-Soo)
– Special Actress (mini series) ()
– Ten Star Award ()
– Best Couple Award ( &  )

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar