Arsip

Posts Tagged ‘Jeon Do-yeon’

The Shameless

Juni 30, 2016 Tinggalkan komentar

Jung Dae-gon ()adalah seorang detektif. Ia sedang bertugas untuk menangkap Park Joon-kil, yang melarikan diri setelah membunuh orang. Kim Hye-kung adalah kekasih Joon-kil yang juga tengah menunggu kedatangan kekasihnya. Dae-gon kemudian mendekati Hye-kung dengan menyamar sebagai kaki tangan di bar tempat Hye-kung bekerja. Hye-kung seorang perempuan yang terlihat tangguh tapi rapuh. Dae-gon yang sedang terlibat hubungan rumit dengan mantan istrinya, diam-diam jatuh cinta pada Hye-kung. Tapi ia sadar bahwa hubungannya dengan Hye-kung nyaris tidak mungkin.

shm

shm0

Saya penasaran sama film ini karena membaca bahwa film ini dinominasikan dalam beberapa ajang penghargaan, bahkan masuk seleksi di festival film Cannes pula. Ditambah lagi, pemain utamanya adalah , yang bisa dibilang, saat ini adalah salah satu aktris terbaik di Korea (dia pernah dapat penghargaan Best Actress di Cannes). Di dukung oleh beberapa aktor yang juga cukup bagus track recordnya,, Park Sung-woong, Kwak Do-won…

shm234

Tapi jujur, setelah menonton film ini, saya merasa bahwa film ini tak seperti ekpektasi saya. Sama sekali bukan film yang buruk sebenarnya karena sinematografi bla blabla film ini digarap dengan baik didukung pula dengan akting para pemainnya yang juga oke semua. Hanya saja, menurut ceritanya agak terlalu ‘cheesy’ dengan eksekusi ending yang juga terasa menyebalkan untuk sekelas film yang mendapat banyak nominasi penghargaan. Tapi well, mungkin itu hanyalah pandangan subyektif saya yang juga sangat awam terhadap dunia perfilman. Di atas semua itu, film ini tetap layak tonton.

shmbb

Cast:
– Kim Hye-kyung
– Jung Jae-gon
Park Sung-Woong – Park Joon-kil
– Moon Ki-bum
Kim Min-Jae – Min Young-ki

Judul: The Shameless / The Rogue/ Moorwehan (무뢰한)
Sutradara/Penulis: Oh Seung-Uk
Produser: Guk Soo-Ran, Han Jae-Duk
Sinematografi: Kang Guk-Hyun
Premier: Mei 2015 (Cannes Film Festival)
Rilis: 27 Mei 2015
Durasi: 118 menit
Production Company: Sanai Pictures
Distributor: CGV Arthouse
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Cannes Film Festival 2015 – Un Certain Regard
– Busan International Film Festival 2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Award:
PaekSang Arts Awards 2016:
– Best Actress (Jeon Do-Yeon)
– Nominasi: Best Director,

Daejong Film Awards (Grand Bell Awards) 2015:
– Nominasi: Best Director,

Blue Dragon Awards 2015:
– Nominasi: Best Actress (Jeon Do-Yeon), Best Cinematography & Lighting,

Memories of the Sword

Maret 6, 2016 Tinggalkan komentar

Di masalalu, ada tiga pendekar pedang yang terkenal. Seol-rang (), Deok-ki ( ) dan Poong-chun (). Mereka bersama-sama memiliki idealisme untuk menegakkan keadilan. Namun semua itu hancur ketika Deok-ki berkhianat dengan membunuh Poong-chun. Seol-rang yang merupakan kekasih Deok-ki, dihadapkan pada pilihan dilematis ketika diminta untuk membunuh putri Poong-chun yang masih bayi, Seol-hee. Hubungan cinta keduanya pun kandas. Deok-ki yang berubah nama menjadi Yoo-baek, menjadi pejabat istana yang haus kekuassaan. Sementara Seol-rang didera rasa bersalah, menjadi buta dan hidup mengasingkan diri sembari membesarkan seorang anak yang disebutnya sebagai Seol-hee ().

Memories of the Sword5

Deok-ki berambisi untuk merebut istana Muryung. Ia pun menggunakan segala cara termasuk membunuh temannya sendiri, Jon-bok ( ), untuk mencapai keinginannya. Di sisi lain, tiba-tiba muncul seorang pendekar muda perempuan yang mengingatkannya pada Seol-rang. Jauh-jauh hari, Seol-rang memang sudah mengingatkannya, bahwa suatu hari nanti ia akan tewas dibunuh oleh Seol-hee yang ia aku masih hidup. Tapi benarkah?

Memories of the Sword4Memories of the Sword

Well, sebuah film yang mencoba memadukan silat dan drama. Mirip-mirip film-film wuxia China seperti Hero atau House of Flying Daggers…. Dan saya selalu memiliki ketertarikan tersendiri dengan film-film semacam ini. Selain karena gambar-gambarnya yang indah, juga selalu ada dramanya. Meski sebenarnya dramanya tak jauh-jauh dari cinta dan kekausaan, sebenarnya. Meski saya sudah menduga endingnya seperti apa, film ini cukup rapi menyajikan plotnya sehingga tetap enak diikuti hingga akhir.

Memories of the Sword2Memories of the Sword3

Bagi penggemar film silat mungkin film ini agak terlalu cengeng, tapi overall, saya menyukainya. Apalagi didukung aktor-aktor Korea terbaik. Di jajaran senior, ada , , Lee Kyoung-young dan yang selalu berakting maksimal. Sementara untuk aktor muda, ada Juga dan . sendiri, meski pendatang baru memang langsung melejit dengan film-filmnya yang qualified dan kemampuan aktingnya juga patut diacungi jempol. Hanya saja sedikit mengusik saya, karena sebelumnya saya nonton Kim di Coin Locker Girl dan karakter yang dimainkannya berikut jalan cerita karakternya dari kedua film ini agak mirip (anak yang berseteru dengan ibunya). Tapi tidak sampai mengganggu kok. Sementara ? Well, seperti aktor jebolan boyband lainnya, saya agak underestimate dengannya, tapi setelah melihat aktingnya di  dan juga di film ini, untuk kesekian kalinya harus saya akui bahwa idol-idol Korea ini memang tidak bisa diremehkan karena beberapa dari mereka, selain tampang oke, juga punya bakat akting yang oke. Silakan tonton.

Cast:
– Yoo-baek/ Deok-ki
– Wol-so/Seol-rang
– Seol-hee
– Yool
– Guru
– Jon-bok
– Poong-chun
Kim Soo-Ahn – Goo-seul
Moon Sung-Geun – Lee Ui-myung
Kim Young-Min – Raja
Sung Yoo-Bin – Gamcho

Judul: Memories of the Sword/ Female Warrior: Memory of Sword/ Hyubnyeo, Kalui Kieok (녀, 칼의 기억)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Choi A-Reum
Produser: Lee Dae-Hee, Kim Hyun-Chul, Jung Geum-Ja, Kim Joo-Kyung
Sinematografi: Kim Byung-Seo
Rilis: 13 Agustus 2015
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Secret Sunshine

November 14, 2014 Tinggalkan komentar

Setelah kematian suaminya, Shin-ae () bersama putranya yang masih kecil, Jun, memutuskan untuk pindah ke Miryang, kampung halaman almarhum suaminya. Miryang artinya adalah “Secret Sunshine” tempat ia akan memulai hidupnya yang baru. Meski terlihat tabah, tapi Shin-ae tak bisa menyembunyikan kesedihannya, apalagi ternyata suaminya meninggal setelah berselingkuh.

Jeon De-yeon yang main bagus sebagai Shin-ae

Jeon De-yeon yang main bagus sebagai Shin-ae

Di Miryang, ia membuka tempat les piano dan berkenalan dengan para tetangga. Ada Jong-chan (), lelaki pemilik sebuah bengkel kecil yang masih melajang di usianya yang 39 tahun dan dianggap looser oleh ibunya. Ada Kim, sopir sekolah Jun, lelaki dengan seorang putri remaja. Ada perempuan pemilik toko pakaian, suami istri pemilik apotik yang rajin ke gereja… Kenyataan bahwa Shin-ae seorang janda mengundang simpati sekaligus gosip di belakang punggungnya. Shin-ae yang tak ingin terlihat menyedihkan, mengatakan bahwa ia akan membeli lahan di Miryang dan berinvestasi.

Song Kang-ho sebagai si bujang lapuk, Jong-chan :)

Song Kang-ho sebagai si bujang lapuk, Jong-chan 🙂

Omongan yang kemudian justru mengundang malapetaka. Dikira kaya raya, anaknya diculik untuk memerasnya. Penculikan yang berujung pada…kematian anaknya. Ufth! Sampai pada titik ini saya menarik napas. Apakah ini film tragedi dengan tokoh utama yang mengalami penderitaan bertubi-tubi yang menguras air mata ala sinetron? Well, untunglah, sejak awal saya tahu bahwa ini adalah sebuah film garapan sineas besar Korea, dan bahkan sudah mendapatkan pengharggan di salah satu ajang film paling bergengsi di dunia: Cannes Film Festival. Dan karenanya, saya yakin tidak akan jatuh jadi sebuah film yang hanya mengumbar kecengengan.

Benar, ini adalah  film tentang tragedi. Tapi ceritanya tidak akan menceritakan hal-hal yang “dramatis.” Tragedi hanyalah sebagai titik mula. Karena cerita kemudian akan lebih fokus pada reaksi terhadap tragedi. Yah, bisa dibilang ini adalah film psikologis.  Film kemudian akan coba mengeksplore, bagaimana seorang manusia berusaha bersikap ketika berhadapan dengan hal paling menyakitkan dalam hidupnya.
ssn3
Melalui sosok Shin-ae yang ditimpa tragedi bertubi-tubi, diperlihatkan bagaimana seorang manusia berusaha mencari jawab dari rasa sakit dan juga berusaha membebaskan diri dari rasa sakit itu. Hal yang selalu diharapkan adalah “keadilan” dan “keadilan” seringkali dimaknai sebagai “balas dendam” atau harapan agar orang yang membuat sakit merasakan sakit yang sama atau mendapat balasan yang setimpal. Karena batasan kemampuan manusia untuk melakukan pembalasan yang setimpal itu, pelarian yang paling memungkinkan adalah pada “Ia Yang Berkuasa.” Dalam hal ini, ketuhanan. Shin-ae yang semula tak percaya pada Tuhan, kemudian memutuskan untuk lari pada “Tuhan” demi berharap bahwa Tuhan memberi keadilan.

Tapi “keadilan” Tuhan mungkin memang tak selalu bisa dipahami manusia. Shin-ae pada akhirnya merasa kecewa ketika Tuhan ternyata juga milik si pendosa, yang merasa “Tuhan telah mengampuninya.” Shin-ae pun kemudian sampai pada titik rasa sakit yang tak tertahankan, rasa sakit yang paling absurd dan membuatnya ‘melewati batas’, hal yang justru akan semakin menghancurkannya.
ssnj
Tapi tenanglah, film ini tak hendak bermain-main dengan nihilisme. Pada akhirnya, hanya manusia sendirilah yang bisa membebaskan dirinya dari rasa sakit. Bukan dengan berharap adanya sebuah “pembalasan yang adil” pada orang yang menyebabkan rasa sakit tersebut, tapi lebih pada “menerima” dan “merelakan” . Tidak ada yang bisa mengubah apa yang sudah terjadi dan yang kita, manusia, bisa lakukan hanyalah melanjutkan hidup. Kita punya pilihan, membiarkan diri terperangkap dalam rasa sakit demi berharap adanya “pembalasan yang setimpal” atau terus bergerak ke depan, meninggalkan semua kepahitan menyongsong masa depan dengan segala kemungkinan.

Well, sebuah film yang terasa sangat “berat.” Tapi juga terasa sangat solid. Dan meskipun menyesakkan,  tapi tidak jatuh menjadi sesuatu yang depresif. Alih-alih, film ini merupakan perenungan yang mendalam dengan ending yang terasa optimis.
ssnm
Soal akting?  mampu masuk ke dalam karakter Shin-ae yang “penuh luka” dengan sangat baik, dan sepertinya memang layak membuatnya diganjar sebagai aktris terbaik di Cannes. Lalu sosok Jong-chan yang dimainkan  dengan peran “badut”nya, saya pikir adalah pilihan yang pas sebagai “pemecah” dan “penyeimbang” karakter muram Shin-ae. Juga para aktor pendukung dengan segala kerealistisannya.
It’s great story !  

Cast:
 – Shin-ae
 – Jong-chan
Jo Young-jin – Park Do-seop
Kim Young-jae – Min-ki (adik Shin-ae)
Seong Jeong-yeop – Jun
Song Mi-rim – Jung-a (anak Do-seop)
Kim Mi-hyang – Kim
Kim Mi Kyung-pemilik toko
Oh Man seok – pastor

Judul: Secret Sunshine/ Milyang (밀양)
Sutradara/ Penulis:
Asisten: Lee Jung-Hwa
Produser:
Sinematografer: Cho Yong-Kyu
Rilis: 23 Mei 2007
Durasi: 142 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/ Bahasa: Korea/ Korea Selatan

Awards;
Asia Pacific Screen Awards 2007
– Best Film
– Best Performance by an Actress ()
– Nominasi: Best Screenplay,

Asian Film Awards 2008
– Best Actress ()
– Best Director
– Best Film
– Nominasi: Best Actor ()

Baek Sang Art Awards 2008
– Best Director

Blue Dragon Awards 2007
– Best Actress ()

Cannes Film Festival 2007
– Best Actress ()
– Nominasi: Palme d’Or

Grand Bell Awards, South Korea 2007
– Special Award  ()

etc (sumber: Imdb)

Way Back Home

September 16, 2014 Tinggalkan komentar

Jung-yeon () dan Jong-bae () adalah sepasang suami istri muda dengan seorang putri, Hye-rin. Mereka hidup sederhana dan bahagia. Hingga suatu hari, rekan Jong-bae bunuh diri, padahal Jong-bae sudah tanda tangan sebagai penjamin utang rekannya ini yang tak sedikit.
wayback2
Hidup pun berubah. Mereka jatuh miskin, nyaris jadi gelandangan. Di sisi lain, ada tawaran dari seorang teman lama yang baru datang dari Suriname dan konon melakukan bisnis penyelundupan permata Paris. Mereka mengiming-imingi Jong-bae untuk terlibat dan bahwa bisnis itu konon tak terlalu berisiko.

Ketika Jong-bae pergi meninggalkan rumah karena frustrasi, Jung-yeon yang juga merasa frustrasi di rumah, akhirnya memutuskan untuk menghubungi teman Jong-bae: menjadi penyelundup permata.
wayback3
Jung-yeon yang lugu dan naif,dan hanya berpikir untuk mencari uang untuk keluarganya, tak paham apa yang terjadi ketika kemudian dia ditahan di bandara Paris. Dan alih-alih permata, barang yang dibawanya adalah kokain. Jung-yeon pun kemudian dipenjara. Dan tentu saja, karena kaitannya kemudian dengan bebragai politik diplomatik, butuh waktu yang lama untuk membuktikan bahwa ia tak bersalah dan bisa bebas.

Yah, kisah ‘kebodohan’ yang berakhir tragis. Mungkin bisa jadi pelajaran, bahwa jangan terlalu mudah untuk percaya omongan orang dengan iming-iming yang terlalu muluk.
waybackhome
bermain apik seperti biasa. Demikian juga . Secara sinematografi juga digarap dengan baik, adegan-adegannya cukup meyakinkan, termasuk suasana penjara yang terlihat meyakinkan. Salut lah untuk perfilman Korea Selatan yang memang sepertinya sudah berstandar ‘internasional.’ 🙂

Note:
Film ini didasarkan pada kisah nyata (meski pasti dengan banyak tambahan dramatisasi), seorang perempuan bernama Jang Mi-Jung yang ditahan di Paris pada tanggal 30 Oktober 2004. Seperti di film, ia juga dipindahkan ke penjara Martinique di Karibia. Ia kemudian berhasil kembali ke Korea Selatan pada bulan November 2006. (sumber: asianwiki.com)

Cast:
– Song Jung-yeon
– Im Jong-bae
Kang Ji-Woo – Hye-rin

Choi Min-Chul – Seo Moon-Do
Lee Dong-Hwi – Gwang-Sik
Park Ji-Hwan – Tae-Gwang
Seo Jin-Won – Sang-Chul
Corinne Masiero – Hellboy
Joanna Kulig – Yalka
Heo Joon-Seok – Soo-Jae

Judul: Way Back Home/ Jibeuro Ganeun Gil (집으로 가는 길)
Sutradara: Pang Eun-Jin
Penulis: Yoon Jin-Ho, Pang Eun-Jin, Lee Jung-Hwa
Produser: Lim Sang-Jin, Jang Won-Suk, Kang Myung-Chan
Sinematografi: Lee Mo-Gae
Rilis: 11 Desember, 2013
Durasi: 131 menit
Distributor: CJ Entertainment

My Mother the Mermaid

Na-young (), bekerja di sebuah kantor pos. Ibunya (), seorang pekerja keras yang mengelola sebuah tempat pemandian umum dan menjadi orang yang agak pahit dengan tak henti mengomeli ayahnya yang lebih banyak diam.
my mother the mermaid
Na-young merasa lelah melihat sikap ibunya. Dan ia merasa senang ketika mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan dinas ke New Zealand. Namun, di hari H ayahnya tiba-tiba menghilang. Na-young pun memutuskan untuk mencari ayahnya di kampung halamannya di Pulau Jeju.

Setiba di Pulau Jeju, Na-young terkejut mendapati seorang perempuan muda bernama Yeon-soon () yang merupakan versi muda dari ibunya. Yeon-soon adalah gadis polos yang tak bisa baca tulis dan menjalani kehidupan yang berat, membesarkan adik laki-lakinya yang bandel seorang diri dan sehari-hari bekerja sebagai pencari tiram dengan menyelam di lautan.

My_Mother_The_Mermaid-0001

Meski begitu, Yeon-soon adalah gadis yang cerida dan penuh semangat. Ia jatuh cinta pada seorang tukang pos tampan, Jin-kook ( ) yang kemudian mengajarinya membaca dan menulis. Kelak, Jin-kook adalah ayahnya Na-young.

Sebuah film tentang konsep menjelajah waktu. Tak seperti film sejenis pada umumnya yang biasanya melibatkan alat tertentu, film ini sendiri dibiarkan terjadi begitu saja. Apakah pertemuan Na-young dengan ibunya versi muda hanya sebuah imajinasi atau memang dianggap benar-benar terjadi? Terserah penonton yang menafsirkan.
My_Mother_The_Mermaid-0007
Ceritanya sendiri cukup dalam. Mungkin kita juga mengalami hal yang mirip dengan Na-young, mendapati orang tua kita sering bertengkar dan berpikir:apakah mereka benar-benar pernah saling mencintai?

Saya mendengar tentang film ini setelah nonton drama Tamra the Island, yang sedikit mengangkat kisah tentang para perempuan penyelam di Pulau Jeju dan menjadikan film ini sebagai referensinya. Tadinya saya berharap film ini benar-benar tentang kehidupan para perempuan penyelam itu dengan berbagai segi kehidupannya, tapi jujur, saya agak kecewa karena film sendiri lebih banyak mengisahkan tentang romansa masa muda ibunya Na-young daripada bagaimana ia bekerja sebagai penyelam. Yeah, finally, ini adalah film tentang cinta 😦

Cast:
– Na-young/ Yeon-son muda
– Jin-kuk
– Yeon-sun tua
Kim Bu-Seon – saudaranya Jin-kuk
Kim Bong-gun – Jin Kuk tua
– Do-hyeon (pacarnya Na-young)

Judul: My Mother the Mermaid/ Ineo Gongju (인어공주)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Song Hye-Jin
Produser: Lee Joon-dong, Choi Sung-min
Sinematografi: Choi Yonug Taek
Rilis: 30 Juni, 2004
Durasi : 110 menit
Studio: Now Film
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Untold Scandal

April 30, 2012 8 komentar

Sebenarnya, sudah cukup lama saya ingin menonton film ini. Alasan utamanya, tentu saja aktor utamanya: . Pernah di suatu waktu saya cukup ngefans dengan dia setelah nonton dramanya yang bikin termehek-mehek semacam  atau Hotelier. Tapi waktu itu cukup susah mencari film ini. Dan baru sekaranglah saya berkesempatan menontonnya. Hal yang sebenarnya saya ‘syukuri.’ Kenapa? Nantilah saya ceritakan.

?????????????

Mengenai film ini sendiri, ternyata ini merupakan adaptasi dari novel penulis Perancis dari abad 18, Pierre Choderlos de Laclos yang berjudul “Les Liaisons dangereuses (Dangerous Liaisons).” Dan ini adalah adaptasi ke dalam bentuk film yang ke sekian kalinya karena sebelumnya ada juga  , yang dibintangi  & . Saya sudah nonton film ini sebelumnya, jadi secara cerita saya nggak lagi penasaran. Yang bikin penasaran tentunya adalah bagaimana Korea mengadaptasinya, dari cerita berlatar kehidupan bangsawan Eropa menjadi kehidupan bangsawan Korea yang secara budaya relatif berbeda.

Karakter yang berbeda dari Bae Yong-joon

Karakter yang berbeda dari Bae Yong-joon

Dalam versi Korea, latarnya adalah akhir Dinasti Chosun (Joseon). Adalah Madam Joh (Lee Mi-suk), seorang bangsawan perempuan yang licik yang merencanakan sebuah skandal untuk calon madunya yang masih belia, So-ok (Lee So-yeon). Untuk itu, ia minta bantuan sepupunya, sekaligus sekutunya, Jo-won (), seorang duda nyentrik yang hobi main perempuan. Madam Joh ingin agar Jo-won menggoda So-ok, syukur sampai hamil, sehingga akan terjadi kehebohan kalau terjadi pernikahan nanti.

Namun Jo-won menganggap hal itu terlalu sepele dan karenanya menolah tawaran Madam Joh.Alih-alih dia sudah punya rencana lain yang ia pikir lebih menantang: menggoda Lady Sue (), seorang janda konservatif yang sebenarnya ditinggal mati suaminya sebelum mereka benar-benar menikah.

Untold Scandal- 1

Kedua bangsawan licik ini pun memilih jalan sendiri-sendiri dan saling menantang siapa yang akan berhasil. Madam Joh menemukan jalan untuk mewujudkan niatnya ketika bertemu bangsawan muda, In-ho () untuk menggoda So-ok. Dua anak muda yang polos ini pun berhasil ia jadikan ‘mainan.’

Di sisi lain, Jo-won harus bekerja keras untuk menakhlukkan hati Lady Sue yang ternyata berkarakter sangat keras dan punya harga diri tinggi, apalagi dia seorang janda yang harus menjaga martabatnya. Namun perempuan adalah perempuan, sekeras apapun hatinya jika disiram rayuan terus menerus akan luluh juga. Apalagi,Lady Sue pada dasarnya adalah seorang perempuan kesepian. Namun ‘kemenangan’ ini tak sepenuhnya disukai Jo-won karena ternyata ia mulai benar-benar jatuh cinta pada Lady Sue, hal yang belum pernah dialaminya terhadap perempuan lain.

Yah, secara garis besar memang sama persis sama versi aslinya. Meski begitu, adaptasinya menurut saya sangat baik. Tadinya saya sempat underestimate, mengingat cerita   yang berlatar Eropa sepertinya terlalu ‘vulgar’ untuk menjadi cerita berlatar Asia. Tapi ternyata penggantian latar belakang setting dilakukan dengan sangat masuk akal. Karakter-karakternya, settingnya…semuanya diadaptasi dengan baik.

Untold Scandal- 2

Lee Mi-suk, bermain dengan apik sebagai Madam Joh yang cerdik dan licik. Dan penonton pun dibuat paham kenapa ia punya karakter sedemikian rupa. Demikian juga  yang menurut saya sangat pas sebagai Lady Sue.

Dan ? Dengan modal wajahnya, tentu saja ia akan sangat mudah menjadi Jo-won, bangsawan yang menarik banyak perempuan. Dan soal bahwa dia adalah playboy? Ini yang tidak saya sangka karena saya ‘kenal’ dia sebagai ‘Drama Prince’ yang terkesan ‘manis’ dan ‘sopan.’ Dan karakter dia di film ini benar-benar berbeda dari semua kesan itu. Dan itu pulalah kenapa di atas saya tulis bahwa saya ‘lega’ baru nonton film ini sekarang. Jujur, persepsi saya tentang  menjadi berubah setelah nonton film ini. Terlepas dari karakter Jo-won yang bagi saya tidak simpatik, saya tetap salut untuk Bae yang berani ambil peran ini, yang seolah juga menjadi pembuktian kemampuan aktingnya selain hanya sebagai Pangeran Drama yang ‘manis.’

Cast:
 – Jo-won
Lee Mi-suk – Madam Joh
 – Lady Sue
Lee So-yeon – So-ok
 – In-ho
Cho Ban-ya – Chu Wol-yi

Julul Lain: Scandal – Joseon namnyeo sangyeoljisa
Sutradara: Lee Je-yong
Produser:Lee Kang-bok, Oh Jung-wan, Lee Eu-gene
Penulis: Kim Dae-woo, Kim Hyeon-jeong (adaptasi)
Sinematografi: Kim Byung-il
Rilis: 2 Oktober 2003
Durasi: 124 menit
Negara: Korea Selatan

Awards:
Chlotrudis Awards 2005:
– Nominasi Best Adapted Screenplay
Pusan Int’l FF 2003:
– Netpac Award (Lee Je-yong)
Shanghai Int’l FF 2004:
– Golden Goblet (Best Director, Best Music), Press Prize (Best Visual Effect)
– Nominasi Best Film
Verona Love Screens FF 2004:
– Best Artistic Contribution, Critics Award
– Nominasi Best Film

The Housemaid

Desember 29, 2011 Tinggalkan komentar

Saya menunda-nunda nonton film ini demi tertulis di cover-nya, ‘film horor Korea 2010.’ Apalagi dalam sinopsisnya disebutkan soal aborsi. Wah, saya harus mikir-mikir kalau harus nonton film ini sendirian. Tapi karena penasaran dan belum juga menemukan teman yang mau diajak nonton, saya pun akhirnya memberanikan diri menontonnya.

the housemaid

Film saya putar. Pada menit-menit awal, sama sekali tak terasa nuansa horornya. Meski ber-setting malam hari, tapi nuansanya cukup semarak. Eun-yi () kerja di restoran bareng temannya, lalu pulang bareng dengan naik skuter. Baru beberapa menit kemudian, muncul adegan seorang perempuan (entah siapa) berdiri di balkon bangunan bertingkat dan akhirnya ia meluncur ke bawah. Bunuh diri. Saya berpikir, apa dia akan jadi hantu? (Haha, emang film Indonesia? 🙂

PDVD_007

Cerita mengalir. Tak ada tanda-tanda kemunculan si hantu. Bahkan peristiwa bunuh diri itu sepertinya tak berkaitan apapun dengan tokoh utamanya.

Lagi muncul Byeong-shik () yang mencari Eun-yi untuk mengajaknya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di tempat Byeong-shik bekerja di sebuah rumah mewah nan lengang (Jangan bayangkan pembantu rumah tangga seperti di Indonesia ya).

PDVD_026

Hae-ra (), majikan Eun-yi, sedang hamil tua dan nampak bosan dengan kehidupannya yang menjemukan. Sementara suaminya, Hoon () sibuk dengan pekerjaannya dan jarang berada di rumah. Selain itu juga ada Nami ), anak mereka yang masih kecil, satu-satunya orang yang cukup welcome pada Eun-yi di rumah itu.

PDVD_024

Semuanya baik-baik saja sampai suatu malam, Hoon masuk ke kamar Eun-yi dan menggodanya (sebenarnya, sepertinya Eun-yi sendiri cukup menikmati keadaan itu). Dan kejadian itu pun terus berulang. Byeong-shik mencurigai hal itu dan melaporkannya pada ibu Hae-ra yang kemudian muncul di rumah Hae-ra dan mulai menghasut Hae-ra untuk mencelakakan Eun-yi.

PDVD_034

Meski filmnya berbau thriller dan ceritanya ‘sinetron (majikan yang semena-mena sama pembantu 🙂 ) tapi sungguh dikemas dengan begitu apik belum lagi muatan tema cerita yang lebih ‘berat’:  persoalan kaya-miskin, problema keluarga kelas menengah dewasa ini… Gambar-gambarnya juga terlihat sangat sinematis. Dan soal akting, meski di sini tak terlalu bersinar, tentu tak usah diragukan lagi akting sekelas peraih penghargaan aktris terbaik di , , meski di sini, akting  terlihat jauh lebih menonjol.

Note:
Remake film tahun 1960 yang disutradarai oleh  dan disebut sebagai salah satu film terbaik kala itu dan merupakan trilogi Housemaid-nya . Kayaknya sih versinya  ini lebih kuat nuansa horornya (sumber: wikipedia.org)

The Housemaid versi Kim Ki-young, kayaknya syerem ya…

Cast:
– Eun-yi
 – Hoon
 – Hae-ra
–  Ibu Hae-Ra
– Byeong-Sik
 – Nami (putri Hae-ra)
Hwang Jung-Min – teman Eun-Yi

Sutradara :
Penulis : ,
Produser: Chae Hee-Seung, Kim Jin-Seob
Sinematografi: Lee Hyeong-Deok
Rilis : May 13, 2010
Durasiv: 106 men.
Judul Asli: Hanyeo

Awards:
– Kompetisi di  2010
– Pemutaran di Toronto International Film Festival
– Pemutaran di Pusan International Film Festival Sitges Film Festival
– Official Fantàstic in compettition Awards

Daejong Film Awards: Best Supporting Actress ()
Critics Choice Awards: Best Music (Kim Hong-Jip)
Korean Film Awards: Best Supporting Actress ()
Blue Dragon Film Awards: Best Supporting Actress (), Best Art Direction
Cinemanila International Film Festival: Best Director, Best Actress ()

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar