Arsip

Posts Tagged ‘Jeon Do-yeon’

Drama-Drama Korea Yang Tak Sanggup Saya Selesaikan

Januari 21, 2018 3 komentar

Belakangan, saya cenderung menjadi begitu pemilih ketika hendak menonton drama Korea. Dulu-dulu, biasanya saya memutuskan untuk mengikuti drama karena pemainnya saya suka atau karena popularitasnya. Tapi Setelah munculnya drama-drama berkualitas ala , , , Secret Forest atau drama-drama romcom bagus TvN seperti , Serial Reply, .. agaknya standar saya dalam menilai bagus tidaknya sebuah drama benar-benar berubah. Saya jadi malas menonton drama yang ceritanya terlalu klise, plotnya terlalu mudah ditebak atau ceritanya ‘nggak penting’. Sayangnya,munculnya drama-drama bagus ini hanya sesekali saja. Dan ketika saya merasa ‘rindu’ ingin nonton drama Korea, saya jadi agak bingung untuk memutuskan drama mana yang akan saya tonton. Setiap kali ada kabar drama yang akan segera rilis dengan jajaran cast yang menjanjikan dan premise cerita yang terdengar menarik, saya menjadi antusias dan berpikir, bahwa drama tersebut akan jadi watch list saya. Tapi ternyata ketika dramanya sendiri benar-benar mulai tayang dan ternyata respons netizen cenderung negatif, antusiasme saya langsung luruh dan malas mengikuti lagi. Beberapa drama, saya tontoon karena saya baca reviewnya yang positif, tapi ternyata setelah saya coba tonton, tak memenuhi krirteria menarik bagi saya. Berikut adalah beberapa drama yang coba saya tonton, tapi kemudian saya membuat saya ‘menyerah’ di tengah jalan:

1. You’re All Surrounded

ure all surrounded
Drama ini dipenuhi jajaran cast yang cukup menjanjikan: , , , , . Berdasarkan ulasan-ulasan yang ada, drama ini juga mendapat banyak apresiasi. Saya mengikuti episode-episode awal dan yah langsung bisa menebak jalan ceritanya yang memang mudah ditebak. Meski mengambil latar dunia kepolisian, tapi main story-nya tak jauh-jauh dari cinta.  Karakter-karakternya juga just so-so. Dan saya pun memutuskan berhenti menonton.

2. Let’s Fight Ghost

LFG4
Sejak awal, sebenarnya tak berminat mengikuti drama ini. Saya tak terlalu suka cerita fantasi. Cast-nya juga tak saya sukai. memang cakep, tapi kemampuan aktingnya, begitu-begitu saja. Dia sebagai aktor pendukung, saya bisa menerima, tapi sebagai lead actor, nanti dulu. Di tambah pasangannya adalah . Saya akui dia adalah aktris muda berbakat, tapi saya juga merasa dia terlalu ‘muda’ untuk jadi lead sebuah drama 16 episode, ditambah lagi bahwa di sini dia akan terlibat romance dengan cowok yang sudah dewasa. Aneh saja.

LFG3

Satu-satunya yang membuat saya pensaran justru adalah cast pendukungnya, , yang katanya main bagus di sini. Tapi yah, bagaimanapun cast pendukung tetaplah cast pendukung. Di drama, tak terlalu banyak yang diharapkan. Sebagus apapun akting mereka, peran mereka dalam membangun cerita tak terlalu penting. Di samping itu, cerita drama ini sendiri tidak jelas arahnya. Tidak ada klimaksnya. Dari episode ke episode ceritanya seolah tak kemana-mana. Menghabiskan waktu dengan menonton 16 episode benar-benar seperti hanya buang waktu dan energi.

3. Moon Lovers

Moon Lovers3
Ketika awal-awal pembuatan drama ini, melihat jajaran castnya yang terdiri dari 7 cowok-cowok tampan, saya pun mencatatnya dalam daftar untuk ditonton. Meski kemudian saya sedikit underestimate ketika membaca bahwa cast utama ceweknya adalah . cukup cantik dan bisa berakting, tapi tidak selalu ‘berhasil’ dan rasanya juga kurang karismatis sebagai seorang putri yang dikeliling begitu banyak cowok cakep. Meski begitu, saya tetap berekspektasi bahwa ini akan jadi drama yang neghits, apalagi promonya juga cukup santer. Sayangnya, begitu drama ini mulai tayang, saya langsung kehilangan selera ketika membaca ulasan tentang drama ini yang dianggap mengecewakan.

Meski begitu, demi mengobati rasa penasaran (terutama karena ), saya tetap coba-coba nonton dan langsung menyerah di episode pertama. Secara umum, akting cast utamanya tidak buruk-buruk amat (apalagi dan ), hanya saja seara keseluruhan, drama ini seperti digarap dengan asal-asalan. Mungkin bermaksud ‘fans service’ karena mengetengahkan aktor-aktor berwajah pretty boy populer, pengambilan gambar dalam drama ini sibuk dengan close up-close up yang justru membuat drama ini terasa murahan. Demikian juga dengan kualiatas gambarnya.

4. The Best Hits

TBH4
Meski tak bisa dibilang ngefans sama , tapi saya cukup memfavoritkan aktor satu ini. Wajahnya lovable dan aktingnya juga cukup solid. Selain itu, ada juga nama besar seperti dan juga aktris muda yang aktingnya tak perlu diragukan lagi (pertama kali saya nonton akting ketika dia masih aktris cilik di film dimana dia main dengan bagus). Ditambah lagi, kemudian saya membaca reviewnya yang  umumnya positif. Meski ceritanya dianggap just so-so, tapi drama ini disebut-sebut sangat menghibur karena memang genrenya yang komedi. Saya pun tambah penasaran. Di awal-awal episode, saya cukup menikmati drama ini. main bagus seperti biasa. Demikian juga , dan (juga aktor yang jadi roomatenya ). Unsur komediknya, meski tak sampai membuat terkekeh-kekeh, tapi cukup dapat.

Sayang, semakin ke sini, drama ini kemudian jadi lebih fokus pada cerita romance-nya yang sangat-sangat biasa. Saya juga merasa bahwa secara keseluruhan drama ini alurnya sangat lambat. yang ‘terjebak’ dalam cinta sejatinya pada Bo-ra yang menurut saya annoying, yang terlalu naif dengan mimpinya dan perjalanan waktu yang rasanya tak bermakna apa-apa. Dan saya pun menyerah.

5. Go Back Spouse


Mirip seperti ,   adalah juga aktris lovable dan hampir selalu berakting bagus. Pasangannya, , juga cukup potensial. Review drama ini juga cenderung positif meski ratingnya konon tak terlalu mengesankan (di bawa 10%). Tapi ketika saya mencoba episode pertamanya, entah kenapa saya tak terlalu tertarik untuk melanjutkan menonton lagi. Secara umum dramanya bagus.   dan bermain bagus. Ceritianya meski agak berbau fantasi tapi juga cukup realistis. Tapi jalan ceritanya sejak awal sudah terasa predictable dan karakter Sohn Ho-jun di awal-awal membuat saya kurang simpatik.

6. Six Flying Dragons
Saya membaca bahwa drama ini memiliki banyak hal bagus. Castnya sangat solid (, , , , , ) dan ceritanya juga disebut sangat bagus. Saya sudah berhasil mendapat kopian dramanya dan tersimpan di hard disk saya. Berkali-kali saya berpikir untuk menontonnya, tapi setiap kali saya putar episode pertama, setelah beberapa menit berlalu, saya memutuskan untuk menyerah. Membayangkan bahwa saya harus menghabiskan waktu mengikuti 50 episode langsung membuat saya merasa enggan.

Dan meski jajaran cast-nya adalah aktor yang cukup saya favoritin (terutama , dan ), tapi bintang utamanya bukanlah aktor favorit saya: dan .  adalah aktor yang bagus dan dulu sebenarnya saya cukup ‘suka’ sama dia, tapi nggak tahu kenapa, belakangan saya justru malas melihat aktingnya. Sementara , saya selalu kecewa dengan aktignya dan meski di drama ini konon dia sudah mulai menunjukkan akting yang bagus, saya tetap sulit untuk menyukainya.

7. Healer

healer
Sama seperti SFD, saya juga menndengar banyak hal bagus tentang drama ini. Bahkan di situs dramabeans yang biasa mengulas drama-drama Korea, reviewnya sangat positif. Tapi sama juga seperti SFD, saya berkali-kali berusaha untuk mulai menontonnya dan selalu tak berhasil ‘mengikat’ hati saya untuk meneruskan menonton. Saya suka , tapi saya lebih memilih menonton ketika ia main film daripada drama. Di sisi lain, saya tak terlalu suka . Saya dengar dia aktor yang cukup bagus, dan juga banyak dipuja-puji karena wajahnya yang memang ganteng. Tapi drama-drama yang dibintanginya secara kualitas biasa-biasa saja dan saya tak pernah tertarik untuk menonton. Dan , meski aktingnya lumayan, tapi juga tak bukan aktris favorit.

8. W
Sempat berpikir untuk menonton karena dan ketika membaca premis ceritanya yang terdengar unik: tokoh yang keluar dari komik. Tapi kemudian saya membaca review yang beragam. Banyak yang mengkritik aktingnya yang katanya overacting. Saya agak gusar juga. Masa sih? kan aktris yang sudah cukup matang dengan film-film berkualitas. Dan ia juga salah satu alasan yang membuat saya ingin menonton drama ini. Sementara , meski aktingnya cukup bagus, tapi saya tidak pernah bisa menyukainya lebih karena alasan subyektif: saya nggak suka wajahnya yang terlalu cantik.

w2

Meski begitu, saya tetap menyempatkan diri menonton. Kali saja saya berubah pikiran dan jatuh cinta pada karakternya. Tapi ternyata, benar komentar netizen tentang akting . Aktingnya terlihat tidak natural dan terlalu dipaksakan. Sementara , karena dia keluar dari komik, digambarkan sangat sempurna. Dan saya selalu benci dengan karakter yang terlalu sempurna. Dan begitulah saya pun menjadi tak berminat menontonnya.

9. Angry Mom


Saya penasaran sama drama ini ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang hubungan ibu-anak, alih-alih tentang romance seperti kebanyakan drama Korea. Reviewnya juga bagus dan castnya juga menarik: Kim Hee-sun, , . Saya pun mencoba menonton episode pertamanya. Satu hal yang sering saya keluhkan ketika nonton drama Korea adalah make upnya yang kadang terlihat tidak alami atau terlalu cantik untuk karakter yang seharusnya orang biasa saja. Dan itu juga yang saya rasakan ketika melihat sosok ‘Ibu’ yang diperankan Kim Hee-sun. Ia digambarkan sebagai perempuan ibu rumah tangga biasanya yang bahkan harus bekerja serabutan kesana kemari. Dan meski make upnya dibuat sedemikian rupa, tapi menurut saya justru terlihat tidak alami. Karakternya juga agak terlalu sinetron sehingga terasa melelahkan: istri, menantu dan ibu yang tertindas!

10. Mrs. Temper NamjungTki

mrs temper namjumki
Saya suka . Akting dan pilihan dramanya lumayan. Ditambahkan kemudian review yang bagus tentang drama ini. Kedengarannya sih ceritanya nggak mainstream. Selain itu, cast cowoknya, , juga lumayan. Saya coba nonton dua episode pertama dan tak sanggup lagi meneruskan. Ceritanya sih sebenarnya kelihatannya bagus, karakter-karakternya juga cukup berbeda dengan drama Korea kebanyakan. Hanya saja ada sesuatu dari drama ini yang membuat saya merasa ‘lelah’ mengikutinya. Entah plot atau cara pengambilan gambarnya.

11. The Good Wife
Saya setuju kalau adalah aktris terbaik dalam perfilman Korea saat ini. Dan seperti kebanyakan aktris/aktor yang mapan di film, jarang dari mereka yang kemudian main di drama. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal comeback ke drama, saya cukup berekspektasi. Meski saya sebenarnya tak terlalu suka drama bergenre hukum, tapi karena yang main adalah , saya jadi penasaran. Apalagi selain , ada dua nama besar lagi: dan . Sayang, ketika drama ini mulai tayang, ternyata banyak kritik dan ratingnya juga biasa-biasa saja.

the good wife

Karena drama ini adalah remake-nya drama Amerika, alih-alih membuatnya dengan sentuhan yang lebih khas, tapi justru nyaris plek dengan versi aslinya. Saya sendiri belum nonton versi ASnya, tapi demi baca itu, saya jadi ogah-ogahan. Salah satu alasan saya nonton drama Korea karena keunikan yang mereka miliki, yang berbeda dari drama-drama Barat. Menurut saya, drama Korea itu lebih ‘soft’ dan heartwarming dan tentu juga, lebih punya kedekatan secara budaya karena sama-sama Asia. Karenanya, ketika kemudian ada drama Korea yang terlalu mirip sama drama Barat, saya jadi tak tertarik. Meski begitu, saya menyempatkan nonton episode pertama dan beberapa episode berikutnya dengan cara fast forward. Dan yah, menurut saya memang dramanya terkesan kering dan membosankan.

12. Lucky Romance
Setelah dibuat termehek-mehek lewat karakter Jung-hwan di , saya penasaran mengikuti next projetnya . Apalagi, saya tahu kemudian kalau dia itu aktor pendatang baru yang memang bener-bener masih baru. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal main drama dan tak tanggung-tanggung langsung jadi lead-nya pula, saya penasaran. Tapi ketika mulai diris berita tentang siapa pasangan mainnya dan bakal ditayangkan dimana, saya mulai agak pesimis. , pasangannya di sini, bukanlah aktris yang buruk dan saya sempat menikmati akting dia di beberapa dramanya (yang menurut saya bagus seperti  di bareng ). Tapi belakangan saya mulai merasa bahwa karakter yang dia mainkan tipikal dan aktingnya menjadi terasa annoying. Herannya, hampir semua drama-dramanya selalu jadi hits. Dan yah, mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan kenapa dipasangkan dengan Ryu si pendatang baru.

Lucky Romance

Sebenarnya, drama ini punya potensi untuk tidak terlalu mainstream karena konon diadaptasi dari webtoon dengan karakter yang realistis tapi konon lagi, pihak produksi drama ini mengubah ceritanya ala karakter mainstream drama Korea: direktur perusahaan. Sementara karakter si cewek ya tak jauh-jauh dari karakter yang sudah ada, si gadis biasa, miskin, pekerja keras… hmmh… sudahlah. Demi mengobati penasaran, saya tetap mencoba untuk menonton drama ini . Tapi minat saya untuk mengikuti hilang setelah melihat 2-3 episode awal. Jalan ceritanya sudah ketebak. bermain bagus sebagai Jo Se-ho, si warkoholic, tapi saya selalu berpikir bahwa dia lebih cocok main di film atau drama-drama bernuansa indie saja (saya percaya bahwa kemampuan akting lebih utama daripada wajah, hanya saja, wajah yang ‘enak dilihat’ juga menjadi nilai tambahan. Bukannyasaya bilang wajah Ryu jelek, hanya saja, ‘terlalu biasa’ untuk aktor drama. Kecuali cerita dan karakternya yang sangat menarik seperti di Reply, rasanya sulit menikmati akting (dan wajah) Ryu di drama yang sampai belasan episode). Sementara seperti yang saya prediksikan, tak jauh beda dengan karakter yang pernah dia mainkan sebelumnya dengan gaya pakaian yang mirip-mirip juga, dan bagi saya tetap terasa annoying (maaf ya bagi penggemar Hwang Jung-eum). Cast pendukung dan cukup memberi warna, tapi ya bagaimanapun cerita 2nd lead di drama mainstream akan begitu-begitu saja.

13. Doctor Stranger

dr stranger
Saya nonton drama ini sebenarnya sebelum saya terlalu ‘pemilih’ dan cenderung nonton ‘apa saja’ asal castnya terkenal dan cukup saya ‘suka’. Dan di drama ini, ada nama . Meski saya nggak pernah menyukainya secara fisik, tapi saya cukup mengapresiasi aktingnya bareng   di . Saya sendiri tak nonton drama ini dengan blank, tanpa baca sinopsis atau review terlebih dahulu. Di episode-episode pertama, yang mengetengahkan kisah cinta di Korea Utara, rasanya masih menarik untuk diikuti. Tapi ketika kemudian tragedi demi tragedi terjadi, dan beralih ke dunia spionase pula, saya mulai garuk-garuk kepala dan kehilangan minat. Ditambah lagi, yang jadi aktris utama di sini, baik karakter maupun aktingnya kurang menarik. Justru , yang justru lebih terlihat mencuri screen plus punya chemistry yang bagus sama si tokoh utama.

13. Empire of Gold

Empire-of-Gold
adalah salah satu aktor yang punya soft spot di hati saya. Menurut saya dia cakep, dan aktingnya juga bagus. yang jadi pasangannya juga terkenal bagus. Di tambah lagi, review drama ini bagus karena konon ceritanya berbobot. Saya sudah mendapatkan full copy dramanya dan siap saya tonton. Tapi setiap kali saya nonton, saya tak pernah bisa melewatkannya lebih dari 10 menit sebelum kemudian menyerah karena merasa kelelahan. Saya nggak suka dengan penyajian dan cara pengambilan gambar drama ini yang terlalu banyak close up dan terlalu banyak omongan panjang lebar.

Iklan

The Harmonium in My Memory

September 7, 2017 Tinggalkan komentar

Berlatar tahun ’60-an. Su-ha () adalah seorang pemuda kota yang ditugaskan untuk menjadi guru di sebuah desa di pedalaman Korea. Salah satu muridnya adalah Hong-yeon (), seorang remaja 17 tahun yang sebagaimana umumnya remaja pedesaan kala itu, sikapnya masih kekanakan.

harmonium in my memory-2

harmonium in my memory-5

Jeon Do-yeon yang begitu meyakinkan berakting sebagai gadis desa belia. Padahal usia aslinya sudah 27 tahun lho

Tapi kedatangan Su-ha ternyata membuat Hong-yeon yang mulai puber, diam-diam jatuh cinta. Su-ha tentu saja, tak menyadari hal itu dan menganggap Hong-yeon muridnya semata. Di sisi lain ia justru jatuh cinta dengan guru baru yang lain, Eun-hee, yang cantik, dewasa, dan memiliki ketertarikan pada musik yang sama seperti dirinya.

harmonium in my memory-6

Ketika kemudian diketahui bahwa Eun-hee ternyata sudah punya tunangan, di tengah kondisi patah hati Su-ha, Hong-yeon dengan segala kepolosannya, memberi penghiburan pada Su-ha.

harmonium in my memory-9

Sudah lama ingin nonton film ini, karena sering disebut-sebut dalam ulasan tentang film Korea sebagai salah satu film yang dianggap klasik. Dan setelah menonton film ini saya pun paham. Ceritanya sendiri bisa dibilang ‘sederhana’ apalagi memang diangkat dari novel semioutobiografi. Tapi setting dan latar film ini benar-benar terasa klasik, mengetengahkan kehidupan pedesaan Korea, terutama kehidupan sekolah yang begitu apa-adanya khas orang-orang desa yang polos dan lugu, seperti seoklah sambil bawa adik, sekolah tanpa mandi… hihi, terasa lucu dan nostalgis.

harmonium in my memory-11

Dan untuk akting, jangan ditanya. Bahwa sekarang disebut-sebut sebagai aktris terbaik Korea saya rasa benar adanya. Dan ia sudah menunjukkan kemampuan aktingnya sejak masih muda, terutama di film ini. Bayangkan saja, usianya 27 tahun (ia lahir tahun 1973. dan di tahun yang sama ia bahkan main film dewasa, Happy End), kala membintangi film ini, tapi ia begitu pas membawakan sosok Hong-yeon, remaja 17 tahun yang polos dengan begitu meyakinkan. Two thumbs up deh dengan aktris satu iini. Di sisi lain, juga bermain apik sebagai si guru kota yang tampan dan baik hati. Film yang terasa hangat dan nostalgis.

Cast:
– Hong-yeon
– Kang Su-ha
Lee Mi-yeon – Yang Eun-hee

Seo Hye-rin – Guru Yu
Cho Eun-sook- Shin Chun-ha
Song Ok-suk – ibunya Hong-yeon
Kim Jae-in – Nanhee

Judul: The Harmonium in My Memory/ Nae maeumui pungguem
Sutradara: Lee Young-jae
Penulis: Lee Young Jae, Ha Keum-chan (novel), Oh Eun-hee
Rilis: 27 Maret 1999
Durasi: 143 menit
Negara/Bahasa; Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Film Award 1999: Best Actress (n)
Grand Bell Awards 1999: Director’s Cut ()

 

The Shameless

Juni 30, 2016 Tinggalkan komentar

Jung Dae-gon ()adalah seorang detektif. Ia sedang bertugas untuk menangkap Park Joon-kil, yang melarikan diri setelah membunuh orang. Kim Hye-kung adalah kekasih Joon-kil yang juga tengah menunggu kedatangan kekasihnya. Dae-gon kemudian mendekati Hye-kung dengan menyamar sebagai kaki tangan di bar tempat Hye-kung bekerja. Hye-kung seorang perempuan yang terlihat tangguh tapi rapuh. Dae-gon yang sedang terlibat hubungan rumit dengan mantan istrinya, diam-diam jatuh cinta pada Hye-kung. Tapi ia sadar bahwa hubungannya dengan Hye-kung nyaris tidak mungkin.

shm

shm0

Saya penasaran sama film ini karena membaca bahwa film ini dinominasikan dalam beberapa ajang penghargaan, bahkan masuk seleksi di festival film Cannes pula. Ditambah lagi, pemain utamanya adalah , yang bisa dibilang, saat ini adalah salah satu aktris terbaik di Korea (dia pernah dapat penghargaan Best Actress di Cannes). Di dukung oleh beberapa aktor yang juga cukup bagus track recordnya,, Park Sung-woong, Kwak Do-won…

shm234

Tapi jujur, setelah menonton film ini, saya merasa bahwa film ini tak seperti ekpektasi saya. Sama sekali bukan film yang buruk sebenarnya karena sinematografi bla blabla film ini digarap dengan baik didukung pula dengan akting para pemainnya yang juga oke semua. Hanya saja, menurut ceritanya agak terlalu ‘cheesy’ dengan eksekusi ending yang juga terasa menyebalkan untuk sekelas film yang mendapat banyak nominasi penghargaan. Tapi well, mungkin itu hanyalah pandangan subyektif saya yang juga sangat awam terhadap dunia perfilman. Di atas semua itu, film ini tetap layak tonton.

shmbb

Cast:
– Kim Hye-kyung
– Jung Jae-gon
Park Sung-Woong – Park Joon-kil
– Moon Ki-bum
Kim Min-Jae – Min Young-ki

Judul: The Shameless / The Rogue/ Moorwehan (무뢰한)
Sutradara/Penulis: Oh Seung-Uk
Produser: Guk Soo-Ran, Han Jae-Duk
Sinematografi: Kang Guk-Hyun
Premier: Mei 2015 (Cannes Film Festival)
Rilis: 27 Mei 2015
Durasi: 118 menit
Production Company: Sanai Pictures
Distributor: CGV Arthouse
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Cannes Film Festival 2015 – Un Certain Regard
– Busan International Film Festival 2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Award:
PaekSang Arts Awards 2016:
– Best Actress (Jeon Do-Yeon)
– Nominasi: Best Director,

Daejong Film Awards (Grand Bell Awards) 2015:
– Nominasi: Best Director,

Blue Dragon Awards 2015:
– Nominasi: Best Actress (Jeon Do-Yeon), Best Cinematography & Lighting,

Memories of the Sword

Maret 6, 2016 Tinggalkan komentar

Di masalalu, ada tiga pendekar pedang yang terkenal. Seol-rang (), Deok-ki ( ) dan Poong-chun (). Mereka bersama-sama memiliki idealisme untuk menegakkan keadilan. Namun semua itu hancur ketika Deok-ki berkhianat dengan membunuh Poong-chun. Seol-rang yang merupakan kekasih Deok-ki, dihadapkan pada pilihan dilematis ketika diminta untuk membunuh putri Poong-chun yang masih bayi, Seol-hee. Hubungan cinta keduanya pun kandas. Deok-ki yang berubah nama menjadi Yoo-baek, menjadi pejabat istana yang haus kekuassaan. Sementara Seol-rang didera rasa bersalah, menjadi buta dan hidup mengasingkan diri sembari membesarkan seorang anak yang disebutnya sebagai Seol-hee ().

Memories of the Sword5

Deok-ki berambisi untuk merebut istana Muryung. Ia pun menggunakan segala cara termasuk membunuh temannya sendiri, Jon-bok ( ), untuk mencapai keinginannya. Di sisi lain, tiba-tiba muncul seorang pendekar muda perempuan yang mengingatkannya pada Seol-rang. Jauh-jauh hari, Seol-rang memang sudah mengingatkannya, bahwa suatu hari nanti ia akan tewas dibunuh oleh Seol-hee yang ia aku masih hidup. Tapi benarkah?

Memories of the Sword4Memories of the Sword

Well, sebuah film yang mencoba memadukan silat dan drama. Mirip-mirip film-film wuxia China seperti Hero atau House of Flying Daggers…. Dan saya selalu memiliki ketertarikan tersendiri dengan film-film semacam ini. Selain karena gambar-gambarnya yang indah, juga selalu ada dramanya. Meski sebenarnya dramanya tak jauh-jauh dari cinta dan kekausaan, sebenarnya. Meski saya sudah menduga endingnya seperti apa, film ini cukup rapi menyajikan plotnya sehingga tetap enak diikuti hingga akhir.

Memories of the Sword2Memories of the Sword3

Bagi penggemar film silat mungkin film ini agak terlalu cengeng, tapi overall, saya menyukainya. Apalagi didukung aktor-aktor Korea terbaik. Di jajaran senior, ada , , Lee Kyoung-young dan yang selalu berakting maksimal. Sementara untuk aktor muda, ada Juga dan . sendiri, meski pendatang baru memang langsung melejit dengan film-filmnya yang qualified dan kemampuan aktingnya juga patut diacungi jempol. Hanya saja sedikit mengusik saya, karena sebelumnya saya nonton Kim di Coin Locker Girl dan karakter yang dimainkannya berikut jalan cerita karakternya dari kedua film ini agak mirip (anak yang berseteru dengan ibunya). Tapi tidak sampai mengganggu kok. Sementara ? Well, seperti aktor jebolan boyband lainnya, saya agak underestimate dengannya, tapi setelah melihat aktingnya di  dan juga di film ini, untuk kesekian kalinya harus saya akui bahwa idol-idol Korea ini memang tidak bisa diremehkan karena beberapa dari mereka, selain tampang oke, juga punya bakat akting yang oke. Silakan tonton.

Cast:
– Yoo-baek/ Deok-ki
– Wol-so/Seol-rang
– Seol-hee
– Yool
– Guru
– Jon-bok
– Poong-chun
Kim Soo-Ahn – Goo-seul
Moon Sung-Geun – Lee Ui-myung
Kim Young-Min – Raja
Sung Yoo-Bin – Gamcho

Judul: Memories of the Sword/ Female Warrior: Memory of Sword/ Hyubnyeo, Kalui Kieok (녀, 칼의 기억)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Choi A-Reum
Produser: Lee Dae-Hee, Kim Hyun-Chul, Jung Geum-Ja, Kim Joo-Kyung
Sinematografi: Kim Byung-Seo
Rilis: 13 Agustus 2015
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Secret Sunshine

November 14, 2014 Tinggalkan komentar

Setelah kematian suaminya, Shin-ae () bersama putranya yang masih kecil, Jun, memutuskan untuk pindah ke Miryang, kampung halaman almarhum suaminya. Miryang artinya adalah “Secret Sunshine” tempat ia akan memulai hidupnya yang baru. Meski terlihat tabah, tapi Shin-ae tak bisa menyembunyikan kesedihannya, apalagi ternyata suaminya meninggal setelah berselingkuh.

Jeon De-yeon yang main bagus sebagai Shin-ae

Jeon De-yeon yang main bagus sebagai Shin-ae

Di Miryang, ia membuka tempat les piano dan berkenalan dengan para tetangga. Ada Jong-chan (), lelaki pemilik sebuah bengkel kecil yang masih melajang di usianya yang 39 tahun dan dianggap looser oleh ibunya. Ada Kim, sopir sekolah Jun, lelaki dengan seorang putri remaja. Ada perempuan pemilik toko pakaian, suami istri pemilik apotik yang rajin ke gereja… Kenyataan bahwa Shin-ae seorang janda mengundang simpati sekaligus gosip di belakang punggungnya. Shin-ae yang tak ingin terlihat menyedihkan, mengatakan bahwa ia akan membeli lahan di Miryang dan berinvestasi.

Song Kang-ho sebagai si bujang lapuk, Jong-chan :)

Song Kang-ho sebagai si bujang lapuk, Jong-chan 🙂

Omongan yang kemudian justru mengundang malapetaka. Dikira kaya raya, anaknya diculik untuk memerasnya. Penculikan yang berujung pada…kematian anaknya. Ufth! Sampai pada titik ini saya menarik napas. Apakah ini film tragedi dengan tokoh utama yang mengalami penderitaan bertubi-tubi yang menguras air mata ala sinetron? Well, untunglah, sejak awal saya tahu bahwa ini adalah sebuah film garapan sineas besar Korea, dan bahkan sudah mendapatkan pengharggan di salah satu ajang film paling bergengsi di dunia: Cannes Film Festival. Dan karenanya, saya yakin tidak akan jatuh jadi sebuah film yang hanya mengumbar kecengengan.

Benar, ini adalah  film tentang tragedi. Tapi ceritanya tidak akan menceritakan hal-hal yang “dramatis.” Tragedi hanyalah sebagai titik mula. Karena cerita kemudian akan lebih fokus pada reaksi terhadap tragedi. Yah, bisa dibilang ini adalah film psikologis.  Film kemudian akan coba mengeksplore, bagaimana seorang manusia berusaha bersikap ketika berhadapan dengan hal paling menyakitkan dalam hidupnya.
ssn3
Melalui sosok Shin-ae yang ditimpa tragedi bertubi-tubi, diperlihatkan bagaimana seorang manusia berusaha mencari jawab dari rasa sakit dan juga berusaha membebaskan diri dari rasa sakit itu. Hal yang selalu diharapkan adalah “keadilan” dan “keadilan” seringkali dimaknai sebagai “balas dendam” atau harapan agar orang yang membuat sakit merasakan sakit yang sama atau mendapat balasan yang setimpal. Karena batasan kemampuan manusia untuk melakukan pembalasan yang setimpal itu, pelarian yang paling memungkinkan adalah pada “Ia Yang Berkuasa.” Dalam hal ini, ketuhanan. Shin-ae yang semula tak percaya pada Tuhan, kemudian memutuskan untuk lari pada “Tuhan” demi berharap bahwa Tuhan memberi keadilan.

Tapi “keadilan” Tuhan mungkin memang tak selalu bisa dipahami manusia. Shin-ae pada akhirnya merasa kecewa ketika Tuhan ternyata juga milik si pendosa, yang merasa “Tuhan telah mengampuninya.” Shin-ae pun kemudian sampai pada titik rasa sakit yang tak tertahankan, rasa sakit yang paling absurd dan membuatnya ‘melewati batas’, hal yang justru akan semakin menghancurkannya.
ssnj
Tapi tenanglah, film ini tak hendak bermain-main dengan nihilisme. Pada akhirnya, hanya manusia sendirilah yang bisa membebaskan dirinya dari rasa sakit. Bukan dengan berharap adanya sebuah “pembalasan yang adil” pada orang yang menyebabkan rasa sakit tersebut, tapi lebih pada “menerima” dan “merelakan” . Tidak ada yang bisa mengubah apa yang sudah terjadi dan yang kita, manusia, bisa lakukan hanyalah melanjutkan hidup. Kita punya pilihan, membiarkan diri terperangkap dalam rasa sakit demi berharap adanya “pembalasan yang setimpal” atau terus bergerak ke depan, meninggalkan semua kepahitan menyongsong masa depan dengan segala kemungkinan.

Well, sebuah film yang terasa sangat “berat.” Tapi juga terasa sangat solid. Dan meskipun menyesakkan,  tapi tidak jatuh menjadi sesuatu yang depresif. Alih-alih, film ini merupakan perenungan yang mendalam dengan ending yang terasa optimis.
ssnm
Soal akting?  mampu masuk ke dalam karakter Shin-ae yang “penuh luka” dengan sangat baik, dan sepertinya memang layak membuatnya diganjar sebagai aktris terbaik di Cannes. Lalu sosok Jong-chan yang dimainkan  dengan peran “badut”nya, saya pikir adalah pilihan yang pas sebagai “pemecah” dan “penyeimbang” karakter muram Shin-ae. Juga para aktor pendukung dengan segala kerealistisannya.
It’s great story !  

Cast:
 – Shin-ae
 – Jong-chan
Jo Young-jin – Park Do-seop
Kim Young-jae – Min-ki (adik Shin-ae)
Seong Jeong-yeop – Jun
Song Mi-rim – Jung-a (anak Do-seop)
Kim Mi-hyang – Kim
Kim Mi Kyung-pemilik toko
Oh Man seok – pastor

Judul: Secret Sunshine/ Milyang (밀양)
Sutradara/ Penulis:
Asisten: Lee Jung-Hwa
Produser:
Sinematografer: Cho Yong-Kyu
Rilis: 23 Mei 2007
Durasi: 142 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/ Bahasa: Korea/ Korea Selatan

Awards;
Asia Pacific Screen Awards 2007
– Best Film
– Best Performance by an Actress ()
– Nominasi: Best Screenplay,

Asian Film Awards 2008
– Best Actress ()
– Best Director
– Best Film
– Nominasi: Best Actor ()

Baek Sang Art Awards 2008
– Best Director

Blue Dragon Awards 2007
– Best Actress ()

Cannes Film Festival 2007
– Best Actress ()
– Nominasi: Palme d’Or

Grand Bell Awards, South Korea 2007
– Special Award  ()

etc (sumber: Imdb)

Way Back Home

September 16, 2014 Tinggalkan komentar

Jung-yeon () dan Jong-bae () adalah sepasang suami istri muda dengan seorang putri, Hye-rin. Mereka hidup sederhana dan bahagia. Hingga suatu hari, rekan Jong-bae bunuh diri, padahal Jong-bae sudah tanda tangan sebagai penjamin utang rekannya ini yang tak sedikit.
wayback2
Hidup pun berubah. Mereka jatuh miskin, nyaris jadi gelandangan. Di sisi lain, ada tawaran dari seorang teman lama yang baru datang dari Suriname dan konon melakukan bisnis penyelundupan permata Paris. Mereka mengiming-imingi Jong-bae untuk terlibat dan bahwa bisnis itu konon tak terlalu berisiko.

Ketika Jong-bae pergi meninggalkan rumah karena frustrasi, Jung-yeon yang juga merasa frustrasi di rumah, akhirnya memutuskan untuk menghubungi teman Jong-bae: menjadi penyelundup permata.
wayback3
Jung-yeon yang lugu dan naif,dan hanya berpikir untuk mencari uang untuk keluarganya, tak paham apa yang terjadi ketika kemudian dia ditahan di bandara Paris. Dan alih-alih permata, barang yang dibawanya adalah kokain. Jung-yeon pun kemudian dipenjara. Dan tentu saja, karena kaitannya kemudian dengan bebragai politik diplomatik, butuh waktu yang lama untuk membuktikan bahwa ia tak bersalah dan bisa bebas.

Yah, kisah ‘kebodohan’ yang berakhir tragis. Mungkin bisa jadi pelajaran, bahwa jangan terlalu mudah untuk percaya omongan orang dengan iming-iming yang terlalu muluk.
waybackhome
bermain apik seperti biasa. Demikian juga . Secara sinematografi juga digarap dengan baik, adegan-adegannya cukup meyakinkan, termasuk suasana penjara yang terlihat meyakinkan. Salut lah untuk perfilman Korea Selatan yang memang sepertinya sudah berstandar ‘internasional.’ 🙂

Note:
Film ini didasarkan pada kisah nyata (meski pasti dengan banyak tambahan dramatisasi), seorang perempuan bernama Jang Mi-Jung yang ditahan di Paris pada tanggal 30 Oktober 2004. Seperti di film, ia juga dipindahkan ke penjara Martinique di Karibia. Ia kemudian berhasil kembali ke Korea Selatan pada bulan November 2006. (sumber: asianwiki.com)

Cast:
– Song Jung-yeon
– Im Jong-bae
Kang Ji-Woo – Hye-rin

Choi Min-Chul – Seo Moon-Do
Lee Dong-Hwi – Gwang-Sik
Park Ji-Hwan – Tae-Gwang
Seo Jin-Won – Sang-Chul
Corinne Masiero – Hellboy
Joanna Kulig – Yalka
Heo Joon-Seok – Soo-Jae

Judul: Way Back Home/ Jibeuro Ganeun Gil (집으로 가는 길)
Sutradara: Pang Eun-Jin
Penulis: Yoon Jin-Ho, Pang Eun-Jin, Lee Jung-Hwa
Produser: Lim Sang-Jin, Jang Won-Suk, Kang Myung-Chan
Sinematografi: Lee Mo-Gae
Rilis: 11 Desember, 2013
Durasi: 131 menit
Distributor: CJ Entertainment

My Mother the Mermaid

Na-young (), bekerja di sebuah kantor pos. Ibunya (), seorang pekerja keras yang mengelola sebuah tempat pemandian umum dan menjadi orang yang agak pahit dengan tak henti mengomeli ayahnya yang lebih banyak diam.
my mother the mermaid
Na-young merasa lelah melihat sikap ibunya. Dan ia merasa senang ketika mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan dinas ke New Zealand. Namun, di hari H ayahnya tiba-tiba menghilang. Na-young pun memutuskan untuk mencari ayahnya di kampung halamannya di Pulau Jeju.

Setiba di Pulau Jeju, Na-young terkejut mendapati seorang perempuan muda bernama Yeon-soon () yang merupakan versi muda dari ibunya. Yeon-soon adalah gadis polos yang tak bisa baca tulis dan menjalani kehidupan yang berat, membesarkan adik laki-lakinya yang bandel seorang diri dan sehari-hari bekerja sebagai pencari tiram dengan menyelam di lautan.

My_Mother_The_Mermaid-0001

Meski begitu, Yeon-soon adalah gadis yang cerida dan penuh semangat. Ia jatuh cinta pada seorang tukang pos tampan, Jin-kook ( ) yang kemudian mengajarinya membaca dan menulis. Kelak, Jin-kook adalah ayahnya Na-young.

Sebuah film tentang konsep menjelajah waktu. Tak seperti film sejenis pada umumnya yang biasanya melibatkan alat tertentu, film ini sendiri dibiarkan terjadi begitu saja. Apakah pertemuan Na-young dengan ibunya versi muda hanya sebuah imajinasi atau memang dianggap benar-benar terjadi? Terserah penonton yang menafsirkan.
My_Mother_The_Mermaid-0007
Ceritanya sendiri cukup dalam. Mungkin kita juga mengalami hal yang mirip dengan Na-young, mendapati orang tua kita sering bertengkar dan berpikir:apakah mereka benar-benar pernah saling mencintai?

Saya mendengar tentang film ini setelah nonton drama Tamra the Island, yang sedikit mengangkat kisah tentang para perempuan penyelam di Pulau Jeju dan menjadikan film ini sebagai referensinya. Tadinya saya berharap film ini benar-benar tentang kehidupan para perempuan penyelam itu dengan berbagai segi kehidupannya, tapi jujur, saya agak kecewa karena film sendiri lebih banyak mengisahkan tentang romansa masa muda ibunya Na-young daripada bagaimana ia bekerja sebagai penyelam. Yeah, finally, ini adalah film tentang cinta 😦

Cast:
– Na-young/ Yeon-son muda
– Jin-kuk
– Yeon-sun tua
Kim Bu-Seon – saudaranya Jin-kuk
Kim Bong-gun – Jin Kuk tua
– Do-hyeon (pacarnya Na-young)

Judul: My Mother the Mermaid/ Ineo Gongju (인어공주)
Sutradara: Park Heung-Sik
Penulis: Park Heung-Sik, Song Hye-Jin
Produser: Lee Joon-dong, Choi Sung-min
Sinematografi: Choi Yonug Taek
Rilis: 30 Juni, 2004
Durasi : 110 menit
Studio: Now Film
Distributor: CJ Entertainment
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar