Archive

Posts Tagged ‘Jane Austen’

Pride & Prejudice

Agustus 15, 2014 Tinggalkan komentar

Kali ini, kisah keluarga Bennet. Mr Bennet, seorang ayah berpikiran bijak dan moderat. Kebalikan dari Mrs Bennet. Mrs Bennet merasa risau bukan main dengan kelima anak gadisnya yang masih melajang. Jane, si sulung, seorang gadis pemalu dan terkesan indifferent. Putri kedua, Elizabeth “Lizzie” keras kepala dan penuh dengan ‘pride’, ketiga adalah si jutek Mary, lalu yang termuda, Kitty dan Lydia yang agresif.
prided
Ketika muncul Mr Bingley, gentleman yang kaya raya, Mrs Bennet pun berusaha keras menjodohkan Jane dengannya.

Datang bersama Mr Bingley adalah Mr Darcy, sama-sama gentleman kaya, tapi memiliki karakter angkuh dan dingin. Karakternya yang mirip dengan Lizzie membuat mereka beradu argumen sejak pertama bertemu. Lizzie merasa jengkel dengan sikap Mr Darcy, belum lagi rumor buruk yang disebarkan Mr Wickham, saudara angkatnya yang terlihat simpatik.
pride n prejudice3
Tak sulit bagi Mr Bingley untuk menyukai Jane, tapi saudara perempuannya Caroline, tidak menyukai Jane karena berasal dari keluarga yang kurang sepadan, belum lagi sikap Mrs Bennet yang agak norak. Di sisi lain, sikap pemalu Jane membuat Mr Bingley tak yakin apa Jane benar-benar menyukainya. Dan mereka pun pindah, membuat Jane dan keluarga Bennet patah hati.

Muncul juga Mr Collins, yang bekerja untuk Lady Catherine, lelaki canggung dan membosankan. Mr Colling berniat melamar Lizzie dan mendapat dukungan Mrs Bennet. Tapi tentu saja, Lizzie menolaknya. Mr Collins pun kemudian menikah dengan Charlotte, sahabat baik Lizzie.

Setelah pernikahan Mr Collins & Charlotte, Lizzie diundang ke kediaman mereka dan juga menemui Lady Catherine. Ternyata Lady Catherine adalah bibinya Mr Darcy.

The cool Mr Darcy

The cool Mr Darcy

Setelah beberapa pertemuan dengan Mr Darcy, Lizzie kemudian mengetahui lebih jauh tentang siapa Mr Darcy. Tentang rumor yang disebarkan Mr Wickham, tentang perannya menjauhkan Mr Bingley dari Jane karena salah paham dan juga kemudian pengakuan Mr Darcy bahwa ia menyukai dirinya. Mr Darcy juga yang kemudian membantu keluarganya ketika Kitty lari dengan Mr Wickham. Lizzie pun menyadari, ternyata ia telah salah mengerti sikap dingin Mr Darcy selama ini, karena di balik itu semua, ia adalah lelaki yang sangat baik.
pride n prejudice
Diadaptasi dari novel yang paling populer, Pride & Prejudice dan mungkin salah satu adaptasi ‘paling komersil’ juga karena melibatkan aktor-aktor terkenal Inggris dan sepertinya distribusinya juga lebih global. Saya sendiri lebih menyukai versi novelnya, karena pengkarakterannya lebih mendetail, tapi film ini juga tak buruk. Agak berbau Hollywood, tapi khas Inggrisnya masih terasa. Dan tidak seperti kebanyakan film yang menurut saya eksekusi ending-nya terkesan klise dan cheesy di film ini, ending-nya justru dieksekusi dengan juga cukup elegan.

Cast:
 – Elizabeth Bennet
 – Mr Fitzwilliam Darcy
Brenda Blethyn – Mrs Bennet
 – Mr Bennet
Tom Hollander – Mr William Collins
Rosamund Pike – Jane Bennet
 – Kitty Bennet
 – Lydia Bennet
Talulah Riley – Mary Bennet
 – Lady Catherine de Bourgh
Simon Woods – Mr Bingley
Tamzin Merchant –  Georgiana Darcy
Claudie Blakley – Charlotte Lucas
Kelly Reilly – Caroline Bingley
 – Mr George Wickham
Rosamund Stephen – Anne de Bourgh
Cornelius Booth – Colonel Fitzwilliam
Penelope Wilton – Mrs Gardiner
Peter Wight – Mr Gardiner
Meg Wynn Owen – Mrs Reynolds
Sinead Matthews – Betsy

Sutradara:
Produser; Tim Bevan, Eric Fellner, Paul Webster
Produser: Deborah Moggach (berdasar novel “Pride and Prejudice” )
Musik: (Piano performed by Jean-Yves Thibaudet)
Sinematografi: Roman Osin
Editing: Paul Tothill
Studio: StudioCanal, Working Title Films
Dictributor: Focus Features (USA), Universal Pictures (international)
Rilis: 11 September 2005 (TIFF), 16 September 2005 (United Kingdom)
Durasi: 127 menit
Negara: Perancis, Inggris, AS
Bahasa; Inggris

Awards:
Academy Awards, USA 2006:
– Nominasi Best Performance by an Actress in a Leading Role ()
– Nominasi: Best Achievement in Art Direction (Sarah Greenwood (art director), Katie Spencer (set decorator))
– Nominasi: Best Achievement in Costume Design (Jacqueline Durran)
– Nominasi: Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score (Dario Marianelli)

Golden Globes, USA 2006
– Nominasi: Golden Globe Best Motion Picture – Comedy or Musical
– Nominasi: Best Performance by an Actress in a Motion Picture – Comedy or Musical ()

BAFTA Awards 2006
– Carl Foreman Award for the Most Promising Newcomer ()
– Nominasi Alexander Korda Award for Best British Film
– Nominasi Best Screenplay – Adapted (Deborah Moggach), Nominasi Best Performance by an Actress in a Supporting Role (Brenda Blethyn), Nominasi Best Costume Design (Jacqueline Durran), nominasi Best Make Up/Hair  

and many mores

Mansfield Park

Agustus 15, 2014 2 komentar

Fanny Price berasal dari keluarga miskin di pinggiran pelabuhan Portsmouth. Dengan begitu banyak anak, orang tuanya kemudian mengirimnya ke London untuk tinggal dengan bibinya, keluarga Bertram.
mansfield park
Sejak awal Fanny diterima dengan kurang bersahabat. Di rumah keluarga Bertram: Sir Thomas Bertram, Lady Bertram yang apatis dan nyaris tak pernah meninggalkan kursinya, Mrs Norris yang jutek juga anak-anak keluarga Bertram: Tom, Maria, Julia dan Edmund. Karena statusnya yang berasal dari keluarga miskin, Fanny pun mendapat perlakuan yang berbeda dari keluarga Bertram, kecuali Edmund. Maka terjalinlah persahabatan yang dalam di antara keduanya. Kelak,perasaan itu akan berkembang menjadi cinta.

Ketika beranjak remaja, Sir Thomas pergi ke Antigua karena ada masalah dengan budak-budaknya. Ia juga mengajak Tom anak pertamanya yang digadang akan menjadi penerusnya. Tapi diketahui kemudian kalau Tom tidak menyukai pekerjaan ayahnya (Tom tidak suka perbudakan).
mansfield park5
Suatu hari, datanglah kakak beradik Crawford: Henry dan Mary. Henry memulai pedekate dengan gadis-gadis keluarga Bertram, bahkan mencoba bermain mata dengan Maria yang sudah bertunangan, dan tentu saja dianggap sebagai perbuatan tak sopan pada masa itu.  Sementara Edmund terpikat dengan Mary yang ramah dan pintar. Meski Mary sebenarnya lebih mengharapkan Tom, calon pewaris utama, namun tak menolak Edmund.

Seiring waktu, Henry yang awalnya menggoda Fanny, ternyata benar-benar menyatakan ketertarikannya pada Fanny. Fanny tidak menyukai sikap Henry yang menggoda Maria dan tidak percaya kalau Henry sungguh-sungguh padanya, di sisi lain ia juga masih mencintai Edmund. Meski Edmund sendiri menganggap bahwa pernikahannya dengan Mary adalah hal yang ideal. Dia bukan anak pertama dan karenanya tidak akan mendapatkan banyak warisan.
mansfield park3
Ketika Mr Bertram kembali, Henry mengajukan lamaran untuk Fanny. Fanny menolak karena dia tidak ingin menikah hanya karena harta. Mr Bertram pun berang dan mengembalikan Fanny ke rumah ibunya di Porstsmouth. Henry ternyata menunjukkan kesungguhannya dengan menyusul Fanny dan terus membujuknya untuk menikahinya. Sedikit, Fanny pun luluh. Meski begitu, ia masih belum sepenuhnya percaya pada Henry.

Tom tiba-tiba pulang dalam keadaan sakit parah. Fanny pun dijemput Edmund untuk merawat Tom. Fanny mendapati sketsa2 Tom tentang perbudakan yang dilakukan Mr Bertram dan merasa sangat sedih.Mr Bertram, meskipun di awal marah, karena sayangnya pada Tom akhirnya memaafkan Tom dan bersikap lebih lunak.

Di saat yang sama, Henry dan Maria tertangkap basah berselingkuh dan keluarga Bertram pun memahami penolakan Fanny. Akhirnya, seperti rumus cerita : semua bahagia tentu saja 🙂
mansfield park2
Hmm, salah satu adaptasi novel  yang saya sukai. Khas tokohnya Austen: perempuan yang berpendirian kuat, agak tomboy tapi juga memiliki sisi sensitif. Meski konon ini bertolak belakang dengan versi novelnya yang menggambarkan Fanny sebagai sosok pendiam dan pemalu.  menurut saya memerankan Fanny yang tough dengan baik. Jika ada hal yang agak menganggu, adalah eksekusi ending-nya yang terasa klise untuk sebuah happy ending story.

Cast:
Jonny Lee Miller – Edmund Bertram
 – Fanny Price- Bertram
Embeth Davidtz – Mary Crawford
Alessandro Nivola – Henry Crawford
James Purefoy – Thomas Bertram
Harold Pinter – Sir Thomas Bertram
Lindsay Duncan – Lady Bertram / Mrs. Price
Victoria Hamilton – Maria Bertram
Justine Waddell – Julia Bertram
Hugh Bonneville – Mr. Rushworth
Sheila Gish – Mrs. Norris
Hilton McRae – Mr. Price
Sophia Myles – Susan Price
Anna Popplewell – Betsey
Hannah Taylor-Gordon – Fanny Muda

Sutradara: Patricia Rozema
Produser: Sarah Curtis
Screenplay: Patricia Rozema (berdasar “Mansfield Park” )
Musik: Lesley Barber
Sinematografi: Michael Coulter
Editing: Martin Walsh
Studio: HAL Films
Distributor: Miramax Films (US), BVI (UK)
Rilis: 19 November 1999
Durasi: 112 menit
Negara/Bahasa: Inggris

Awards:
Chicago International Film Festival 1999: Nominasi Best Feature (Patricia Rozema)
Chlotrudis Awards 2000: Nominasi Best Screenplay (Patricia Rozema), Nominasi Best Supporting Actor (Jonny Lee Miller)
Montréal World Film Festival 1999: Nominasi Grand Prix des Amériques (Patricia Rozema)
Satellite Awards 2000 : Nominasi Best Performance by an Actress in a Motion Picture, Comedy or Musical (Frances O’Connor )

Persuasion

Agustus 14, 2014 Tinggalkan komentar

Anne Elliot (), seorang gadis berpenampilan sederhana, sensitif dan memiliki karakter dewasa. Ketika keluarganya mengalami masalah keuangan karena kehidupan royal ayahnya, Sir Walter Elliot dan kakak pertamanya, Elizabeth, demi hidup lebih hemat, mereka pindah dari kediaman utama mereka, Kellynch Hall. Rumah itu kemudian disewakan kepada suami istri Mr & Mrs Croft. Hal ini membuat Anne sedikit cemas. Masalahnya, Mrs Croft adalah kakak dari Frederick Wenthworth, yang di masalalu adalah kekasih Anne. Anne  memutuskan Frederick atas bujukan ayah dan teman baiknya, Lady Russel, karena kala itu Frederick masihlah seorang lelaki biasa yang belum berhasil.  
persuasion
Meski begitu, Anne tak pernah bisa melupakan Frederick dan selalu dihantui rasa bersalah sudah melukai hatinya. Di usiannya sekarang yang 27 tahun dan sudah dianggap ‘perawan tua’ ia tetap mencintai Frederick yang sekarang sudah menjadi lelaki sukses. Tapi apa Frederick juga masih mencintainya? Apa juga ia mau memaafkannya? Hmm, tenang saja, ini film adaptasi dari novelnya Jane Austen, dan seperti dalam filmnya “Becoming Jane” konon ia sudah berjanji untuk menulis cerita dengan akhir bahagia. Dan begitu juga dengan cerita film ini.

Dibintangi oleh  yang saya pikir sangat mampu menghidupkan karkater Anne Elliot yang sangat self-controlled. Alur film mengalir dengan iringan musik dari denting piano yang membuat nuansa liris pada cerita. Mungkin yang sedikit kurang adalah karakter Frederick yang memang tidak terlalu diekspos karena film lebih dilihat dari sudut Anne. Hmm, salah satu film adaptasi novelnya  yang saya sukai setelah .

Cast:
 – Anne Elliot
Rupert Penry-Jones – Frederick Wenthworth
Alice Krige – Lady Russel
Athiny Head – Sir Walter Elliot
Julia Davis – Elizabeth
Amanda Hale – Mary Musgrove
Sam Hazeldine – Charles Musgrove
Jennifer Higham – Louisa Musgrove
Tobias Menzies – Mr Elliot
Mary Stockley – Mrs Clay
Peter Wight – Mr Croft
Marion Bailey – Mrs Croft

Sutradara: Adrian Shergold
Produser: David Snodin
Screenplay: Simon Burke (Berdasar “Persuasion” )

Musik: Martin Phipps
Sinematografi: David Odd
Editing: Kristina Hetherington
Produksi: Clerkenwell Films, WGBH Boston
Negara/ Bahasa: Inggris
Rilis: 1 April 2007
Durasi: 92 menit

Awards:
Prix Italia 2007: nominasi Best Drama
Royal Television Society Awards 2007: nominasi Best Actress
Monte-Carlo Television Festival 2007: Best Performance by an Actress in a Television Film
Nominasi Best Performance by an Actor in a Television Film (Penry-Jones)
RTS Craft & Design Awards 2007: Best Visual Effects – Picture Enhancement (Kevin Horsewood)
British Academy Television Craft Awards 2008: nominasi Director of Fiction/Entertainment

Northanger Abbey

Agustus 14, 2014 Tinggalkan komentar

Sejak adegan pertama, diceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Catherine ( ), yang tidak terlalu menarik, berasal dari keluarga sederhana dan memiliki banyak saudara. Catherine sangat suka membaca novel-novel dan tenggelam dalam imajinasi dari apa yang dibacanya. Ia juga suka menulis. Hmm, karakter Catherine ini mirip dengan sosok Jane Austen seperti yang digambarkan di film “Becoming Jane” dan juga sosok tokoh utama dalam cerita-cerita Jane.
Northanger Abbey
Bertetangga dengan keluarga Catherine adalah pasangan Mr dan Mrs Allen yang kaya raya dan baik hati. Mereka menyukai Catherine dan pada suatu kesempatan mengajak Catherine pergi ke Bath. Di sana, ia menghabiskan waktu yang menyenangkan dan pada sebuah pesta dansa bertemu dengan seorang pemuda tampan dan simpatik, Henry Tinley ( ) dari Northanger Abbey.

Catherine langsung jatuh suka sama Henry dan sepertinya Henry pun begitu. Namun, banyak rumor  seputar keluarga Tinley yang dianggap eksentrik. Salah satunya dibisikkan oleh Isabella, teman barunya sekaligus kekasih kakak Catherine, James. Di sisi lain ada John, kakaknya Isabella yang berusaha mendekati Catherine.

Karakter khas-nya Austen

Karakter khas-nya Austen

Meski begitu, Catherine berusaha untuk tidak mempercayai omongan-omongan tentang keluarga Tinley dan bahkan menerima ajakan mereka untuk tinggal di Northanger Abbey. Dan Cahterine pun menemukan rahasia menyedihkan dari keluarga Tinley.

Lagi-lagi karena saya menonton film ini. Saya belum baca novelnya tapi dari cerita film, ceritanya tak jauh beda dari film-film yang diangkat dari novel : perempuan berkarakter keras, jatuh cinta dengan pria tampan yang ‘misterius’ dan setelah melalui konflik-konflik kecil akhirnya bahagia. Jujur sih saya agak bosan dengan cerita yang begitu-begitu saja, apalagi di film ini konfliknya sendiri tidak terlalu kuat. Entah ya kalau di novelnya, mungkin ada deskripsi yang lebih dalam dan menarik yang mungkin tak bisa sepenuhnya digambarkan di film.

Cast:
 – Catherine Morland
 – Henry Tinley
  – Isabella
 – John
Hugh O’Conor – James
Catherine Walker – Eleanor (kakaknya Henry)
 – Jendral Tinley (ayahnya Henry)
Desmond Barrit – Mr Allen
Sylvestra Le Touzel – Mrs Allen  

Sutradara:
Produser: Keith Thompson
Screenplay: Andrew Davies (berdasar novel “Northanger Abbey” )
Musik: Charlie Mole
Sinematografi: Ciarán Tanham
Editing: Sue Wyatt
Produksi: Granada Productions, WGBH Boston
Negara/ Bahasa: Inggris
Rilis: 25 Maret 2007
Durasi: 86 menit

Emma

Agustus 13, 2014 Tinggalkan komentar

Emma ( ), gadis ceria yang hanya tinggal dengan ayahnya yang kaya raya. Ia mengatakan tak ingin menikah. Alih-alih, dia lebih senang menjodohkan orang-orang, termasuk teman baiknya, Harriet yang sedikit kurang menarik. Ia juga menikmati pertemanannya dengan Mr Knightly, adik dari saudara iparnya.
emma
Ia mencomblangi Harriet dengan seorang pria canggung, Mr Elton. Padahal, ada Mr Martin yang menyatakan sukanya sama Harriet. Tapi Emma memandang bahwa Mr Martin tak cocok untuk Harriet karena dia hanya seorang petani. Harriet sendiri orang yang ge-eran dan setuju saja dengan bujukan-bujukan Emma. Namun upaya Emma ternyata gagal karena Mr Elton malah menikah dengan orang lain.  

Emma dan teman baiknya, Harriet

Emma dan teman baiknya, Harriet

Lalu muncul pula Frank Churchill ( ) seorang gentlemen yang simpatik. Perhatian dan kebaikannya membuat Emma tak urung ge-er. Tapi diketahui kemudian bahwa Frank diam-diam sudah bertunangan dengan seorang perempuan pemalu, Jane Fairfax.

Frank yang bikin Emma ge-er

Frank yang bikin Emma ge-er

Di sisi lain, Emma juga menyadari bahwa ia mulai menyukai Mr Knightly padahal juga Harriet mulai menyukai Mr Knightly.

Bahagia bersama Mr Knightley

Bahagia bersama Mr Knightley

Yeah, ceritanya sekilas sih seperti drama cinta beberapa segi, tapi seperti karya-karya  yang lain, sebenarnya ini lebih menekankan pada sosok seorang perempuan. Di sini adalah Emma, perempuan kelas atas yang angkuh dan sering memandang rendah orang lain meski kemudian banyak hal mengajarinya untuk lebih ‘humble’. Dan sosok itu cukup terekspose dengan baik melalui akting , meski saya agak kurang sreg terkait dengan aksen Inggrisnya yang kurang British. Saya sendiri belum membaca novelnya jadi belum tahu persisnya seperti apa, tapi alur film sendiri,terutama di bagian akhir-akhir menurut saya menjadi agak terlalu picisan. Bagaimanapun, cerita-cerita  memang selalu happy ending, tapi saya pikir ada banyak pilihan adegan yang lebih ‘elegan’ daripada sesuatu yang terasa klise.

Cast:
 – Emma Woodhouse
Jeremy Northam – George Knightly
 – Harriet Smith
– Frank Churchill
Polly Walker – Jane Fairfax 
Alan Cumming – Mr Elton
Greta Scacchi – Miss Taylor
Sophie Thompson – Miss Bates
Edward Woodall – Mr Martin

Sutradara: Douglas McGrath
Produser: Patrick Cassavetti, Steven Haft
Screenplay: Douglas McGrath (Berdasar novel “Emma” Jane Austen)
Musik:
Sinematografi: Ian Wilson
Editing: Lesley Walker
Studio: Matchmaker Films, Haft Entertainment
Distributor: Miramax Films
Rilis: 2 Augustus 1996
Durasi: 120 menit
Negara: Inggris, AS
Bahasa : Inggris

Awards:
Academy Awards 1997:
    Nominasi Best Costume Design (Ruth Myers)     
    Best Original Score ()
London Film Critics’ Circlen 1997:
    British Actor of the Year ( )
Satellite Awards 1997:     
    Best Performance by an Actress in a Comedy or Musical      ( )
USC Scripter Award 1997:
    Nominasi USC Scripter Award (Douglas McGrath, )
Writers Guild of America[33]     Best Adapted Screenplay     Douglas McGrath     Nominate

Becoming Jane

April 7, 2014 Tinggalkan komentar

Jane muda (). Ibunya mulai risau untuk menjodohkan Jane dengan keponakan Lady Gresham yang kaya raya, Mr. Wisley. Mr Wisley seorang lelaki kaku dan canggung, sama sekali tak menarik dan Jane tak menyukainya. Tapi pernikahan dengan Mr Wisley dianggap ideal oleh ibunya karena akan menjaminkan kehidupan nyaman Jane mengingat ia bukan berasal dari keluarga kaya.

Anne Hathaway yang meranin Jane

Anne Hathaway yang meranin Jane

Lalu muncul Tom Lefroy ( ) seorang calon pengacara yang punya reputasi buruk. Ia lebih suka adu tinju daripada sungguh-sungguh belajar hukum, hal yang membuat kesal pamannya, pada siapa masa depan dan keuangannya bergantung.

Singkat cerita, Jane dan Tom saling jatuh cinta. Tapi tentu saja, ide pernikahan adalah sesuatu yang buruk karena keduanya tak akan punya cukup uang. Paman Tom hanya mau mewariskan kekayaannya jika Tom menuruti perintah-perintahnya. Tom kemudian dijodohkan dan Jane pun berniat menerima pinangan Mr Wisley dengan berat hati. Tiba-tiba Tom datang dan kemudian mengajaknya kawin lari. Namun, di tengah jalan Jane menemukan surat dari keluarga Tom, yang sangat tergantung secara finansial padanya. Jane pun sadar, ia harus realistis dan memutuskan pulang.

James McAvoy sabagai Tom Lefroy

James McAvoy sabagai Tom Lefroy

Satu fase dalam kehidupan Jane Austen, salah satu penulis perempuan kebanggaan Inggris. Meski saya yakin banyak adegan yang didramatisir, tapi secara garis besar, konon memang begitulah kehidupan Jane Austen. Diketahui kemudian kalau Jane Austen tak pernah menikah seumur hidupnya (hal yang sama dengan kakaknya, Cassandra yang tunangannya meninggal ketika bertugas di India Barat). Sedikit ironis ya mengingat novel-novel dia umumnya menceritakan kisah cinta romantis yang berakhir bahagia. Yeah, that’s real life! 🙂

becoming jane2

Well, another movie about Jane Austen. Tapi entah kenapa saya malah lebih merasakan nuansa ‘Jane Austen’ di film-film yang diadaptasi dari novel-novelnya (terutama Sense and Sensebility atau Pride & Prejudice yang digarap dengan sangat baik). Becoming Jane menurut saya justru agak terlalu ‘dangkal’ menggambarkan sosok seorang Jane Austen, yang sebagai seorang penulis, saya yakin memiliki sesuatu yang dalam. Di sini, lebih diekspose pada kisah cintanya yang saya pikir terlalu dibuat ‘drama.’ sebagai Jane menurut saya juga lebih banyak terlihat rapuh daripada ‘though’. Tapi tetap layak tonton, kok. Apalagi bagi penggemar Jane Austen. Setidaknya film ini memberi sekelumit gambaran mengenai seorang Jane Austen.

Cast:
-Jane Austen
– Thomas “Tom” Lefroy
– Mrs Austen
James Cromwell – Reverend George Austen
– Lady Gresham
Lucy Cohu – Eliza, Comtesse de Feullide
Laurence Fox – Mr Wisley
Joe Anderson – Henry Austen
Ian Richardson – Lord Chief Judge Langlois of London
Sophie Vavassuer – Jane Lefroy
Anna Maxwell Martin – Cassandra Austen
Leo Bill – John Warren
Jessica Ashworth – Lucy Lefroy
Eleanor Methven – Mrs Lefroy
Helen McCrory – Mrs Radcliffe
Tom Vaughan-Lawlor – Robert Fowle

Sutradara:
Produser: Graham Broadbent, Robert Bernstein, Douglas Rae
Penulis: Kevin Hood, Sarah Williams
Musik:Adrian Johnston
Sinematografi: Eigil Bryld
Editing: Emma E. Hickox
Studio: HanWay Films, BBC Films, Ecosse Films, 2 Entertain, Blueprint Pictures, Bord Scannán na hÉireann
Distributor: Buena Vista International (UK), Miramax Films (US)
Rilis: 9 Maret 2007
Durasi: 120 menit
Negara: Inggris, Irlandia
Bahasa: Inggris

Awards:
British Independent Film Awards: NominasiBest Actress (Anne Hathaway)
Evening Standard British Film Awards 2008:Nominasi Best Actor (James McAvoy)
People’s Choice Awards: Pengharagaan Favorite Independent Movie

 

Austenland

Februari 7, 2014 Tinggalkan komentar

Jane, perempuan single yang sudah cukup berumur. Ia selalu gagal menjalin hubungan dengan lelaki, dan akhirnya sampai pada kesimpulan kalau lelaki baik itu cuma ada dalam fiksi. Ia sangat mengidolakan penulis Inggris, Jane Austen dan sosok favoritnya adalah Mr Darcy dari buku Pride & Prejudice. Demi memuaskan fantasinya, ia pun ikut paket wisata ke Austenland, sebuah tempat yang disulap seolah-olah adalah masa tokoh-tokoh dalam novel Austen hidup.

austenland

Di sana, Jane bertemu dengan karakter-karakter yang memerankan tokoh-tokoh dalam novelnya Austen. Mr Nobley adalah sosok yang mewakili karakter Mr Darcy yang dingin dan angkuh. Jane merasa senang karena bertemu dengan sosok fantasinya, namun begitu ia berusaha realistis. Mr Nobley hanyalah sosok fiktif.

austenland2
Alih-alih, ia justru menerima perhatian Martin, penjaga kuda yang simpatik. Jane berpikir bahwa Martin bukanlah sosok fiktif karena dia bukan karakter utama. Tapi benarkah? Akhirnya, Jane pun dibuat bingung antara fantasi dan realitas. Tapi  tenang saja, nggak akan terlalu berat kok. Endingnya juga sangat happy.

Hehe, sebuah cerita sederhana dengan ide yang unik. Saya menyukai segala sesuatu yang menyangkut Jane Austen, novel-novelnya yang difilmkan semuanya sangat menghibur. Karenanyan, nama Austenlah yang membuat saya penasaran sama film ini. Tidak sangat berkesan tapi cukup bisa dinikmati. Sebuah cerita ringan yang menghibur.

Cast:
Keri Russell – Jane Hayes
JJ Feild – Henry Nobley
Jennifer Coolidge – Elizabeth Charming
Bret McKenzie – Martin
Georgia King – Lady Amelia
James Callis – Colonel Andrew
Jane Seymour – Mrs Wattlesbrook
Ricky Whittle – Captain George East

Judul: Austenland
Sutradara: Jerusha Hess
Penulis: Jerusha Hess, Shannon Hale (novel)
Produser: Stepenie Meyer
Musik : Ilan Eshkeri
Sinematografi: Larry Smith

Award:
Sundance FF 2013: Nominasi Grand Jury Prize

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar