Arsip

Posts Tagged ‘Hong Sang-soo’

Woman on the Beach

Joong-rae (), adalah seorang sutradara film. Suatu hari, ia mengajak teman sekaligus koleganya, Chang-wook (), menemaninya pergi ke pantai untuk menyelesaikan naskah. Chang-wook sudah menikah, tapi ia mau pergi asal bisa mengajak pacarnya, Moon-sook (). Jung-rae pun setuju.

woman on the beach1

Bertiga, mereka pergi ke pantai. Moon-sook adalah perempuan cantik dan menarik. Joong-rae pun kemudian mencoba menarik perhatian Moon-sook dan Moon-sook yang sepertinya menyadari posisinya sebagai selingkuhan Chang-wook, menerima sinyal-sinyal Joong-rae. Tapi ketika hubungan mereka sudah semakin dalam, Joong-rae kemudian bersikap aneh dan dingin pada Mansook. Mereka pun kemudian kembali ke Seoul dan Moon-sook menelan kecewa.

woman on the beach2

woman on the beach3

Dua hari kemudian, Joong-rae kembali ke pantai karena tak bisa melupakan Moon-sook. Di sana kemudian ia bertemu dua orang perempuan yang salah satunya berwajah mirip Mansook. Sun-hee. Joong-rae pun melakukan pedekate pada Sun-hee. Sun-hee sedang dalam proses pereceraian dengan suaminya, dan menerima ajakan Joong-rae. Ketika sedang berduaan Moon-sook datang dan ingin kembali pada Joong-rae. Diketahui kemudian kalau Joong-rae mempunyai hubungan yang traumatis dengan mantan istrinya. Sebelum menikah, mantan istrinya ternyata selingkuh dengan sahabatnya. Karenanya, Joong-rae selalu gagal ketika ingin membangun hubungan baru.

woman on the beach5

Joong-rae dan Moon-sook kembali bersama. Moon-sook menemani Joongrae yang sedang menyelesaikan naskahnya. Tapi kemudian hubungan mereka diwarnai pertengkaran karena Moon-sook tahu kalau Joongrae sudah tidur bersama Sun-hee. Di tengah suasana yang tidak mengenakan karena bertengkar dengan Moon-sook, Joong-rae justru mendapat inspirasi dan berhasil menyelesaikan naskahnya. Tapi ia dan Moon-sook kembali bertengkar dan Joong-rae memutuskan kembali ke Seoul.

woman on the beach6

Moon-sook tinggal di hotel sendirian, merenung semalaman. Keesokan harinya, ia bangun dengan wajah cerah di wajahnya. Ia mengembalikan dompet Sun-hee yang tertinggal di kamar Joong-rae. Joong-rae menelponnya, meminta maaf dan menyatakan bahwa ia mencintai Moon-sook. Moon-sook hanya tersenyum menanggapi ucapan Joong-rae dan mengatakan bahwa ia tak terlalu suka lelaki Korea.

Film ditutup dengan adegan Moon-sook meninggalkan pantai dengan wajah sumringah.

woman on the beach8

Hmm, yah, sebenarnya saya tidak bisa dikatakan menggemari film-film , tapi anehnya, saya selalu tertarik untuk menonton film-filmnya. Meski tema-nya mirip-mirip, tapi tetap enak diikuti. Ceritanya terasa lugas, tidak bermanis-manis, tapi kadang juga terkesan absurd. Di sini, lagi-lagi ia mengetengahkan cerita tentang rumitnya hubungan antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam budaya Korea yang misoginis. Seperti biasa, tokoh-tokohnya tak jauh-jauh dari sutradara film yang berkepribadian rumit, flamboyan dan maskulin. Tapi satu hal yang selalu menarik dari film-film Hong adalah, meski sosok para lelaki digambarkan dominan, tapi pada akhirnya, si perempuan lah yang ‘menang’.

Note:
Menonton film-film Hong tak urung membuat saya berpikir bahwa tokoh-tokoh utamanya adalah personifikasi dirinya. Belakangan, Hong diketahui menjalin hubungan dengan aktris , padahal dia masih berstatus sebagai seorang suami. Dan yah, saya kemudian membayangkan bahwa memang pemikiran Hong tentang perempuan dan hubungan sepertinya memang seperti tokoh-tokoh dalam film-filmnya. Terlepas dari setuju tidak setuju, tapi kadang seperti itulah kehidupan para seniman dengan pikiran-pikiran ‘absurd’nya.

Cast:
– Sutradara Kim Joong-rae
– Won Chang-wook
– Kim Moon-Sook
Song Seon-Mi – Choi Sun-Hee
Choi Ban-Ya – temannya Sun-hee

Judul:Woman on the Beach /Haebyeonui Yeoin (해변의 여인)
Sutradara/Penulis:
Astradara: Lee Kwang-Kuk
Rilis: 31 Agustus 2006
Durasi: 127 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Right Now, Wrong Then

September 19, 2016 Tinggalkan komentar

Film ini dibagi ke dalam dua bagian. Bagian pertama diberi judul  “Right Then, Wrong Now”
right-now2
Ham Chun-soo () adalah seorang sutradara film. Ia datang ke kota Suwon untuk menghadiri pemutaran filmnya dan mengisi diskusi pendek. Karena ia datang sehari lebih cepat, ia kemudian menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan. Pertama, ia ditemani salah satu panitia acara, Yum Bo-ra (), seorang gadis muda yang terlihat mengagumi Chun-soo. Dalam off-screen narasi, Chun-soo mengatakan pada dirinya untuk menjaga dirinya agar tak tergoda kecantikan Bo-ra. Dan penonton pun segera tahu,  karakter Ham Chun-soo.

Perjalanan selanjutnya, Chun-soo mengunjungi istana Hanggung seorang diri. Di sana, ia kemudian bertemu Yoon Hee-jung (), seorang gadis cantik yang tampak kesepian. Chun-soo mengajak Hee-jung berkenalan, yang awalnya ditanggapi berjarak oleh Hee-jung. Tapi ketika Chun-soo menyebut siapa dirinya, Hee-jung terlihat mulai terbuka. Ia menceritakan bahwa dirinya saat ini sedang menekuni dunia lukis,  meski ia merasa dirinya bukan pelukis yang bagus. Pembicaran pun menjadi hangat.
right-now
Chun-soo kemudian mengajak Hee-jung minum di kafe dan Hee-jung terlihat mulai santai dan nyaman menceritakan dirinya pada Chun-soo. Chun-soo juga terlihat semakin tertarik. Hee-jung bahkan kemudian mengajak Chun-soo ke studionya dan menunjukkan lukisannya. Chun-soo memberi komentar tentang lukisan Hee-jung dengan hati-hati dan Hee-jung tampak tak terlalu puas. Mereka jalan lagi, singgah di warung sushi dan minum soju. Dalam keadaan agak mabuk, Hee-jung mengajak Chun-soo ke pesta di tempat temannya, So-yoong.
right-now4
Di tempat ini, Chun-soo mendapat banyak puja-puji dari teman Hee-jung yang mengagumi film-filmnya. Hee-jung kemudian meninggalkan Chun-soo dan teman-temannya, pergi ke ruangan lain untuk berisitirahat. Beberapa saat kemudian, terlihat Hee-jung berjalan dalam keadaan letih dan diomeli ibunya yang menunggunya di depan rumah.

Keesokan harinya,  Chun-soo menghadiri pemutaran film dan melakukan sesi tanya jawab. Ketika MC acara () mengajukan pertanyaan yang agak sensitif, ia menjawab dengan emosional. Ketika ia hendak pulang, ia terlihat sangat kesal.
right-now3
Film kemudian berhenti disitu dan beralih pada bagian kedua. “Right Now, Wrong Then. ”

Pada bagian ini, adalah semacam pengulangan dari bagian pertama, minus moment Chun-soo menghabiskan waktu bersama Bo-ra. Cerita dimulai dari bagian Chun-soo berjalan-jalan di istana dan kemudian bertemu Hee-jung. Pada dasarnya, tak ada perubahan secara alur. Mulai dari perkenalan, minum di kafe, kunjungan ke studio Hee-jung, minum di kedai sushi, bertemu teman-teman Hee-jung, sesi pemutaran film… semuanya bisa dibilang sama persis. Yang membedakannya hanyalah beberapa bagian dalam komunikasi antara Chun-soo dan Hee-jung yang kemudian juga merubah suasana dan hubungan di antara keduanya. Yah, bagaimana kadang cara berbeda dalam komunikasi menghasilkan interaksi yang berbeda pula. As simple as that.
right-now5
Seperti sudah sering saya tulis, saya hanyalah orang awam yang tak paham tentang sinematografi ala arthouse blabla, dan sejujurnya saya tak sepenuhnya paham apa yang hendak disampaikan dalam film ini. Meski begitu, saya tetap bisa menikmati filmnya yang sangat khas. Gaya penceritaan yang terasa kasual dan sehari-hari, dengan karakter-karakter yang terasa familiar dalam film-film Hong, menyoroti kejadian dan obrolan yang terlihat ‘sederhana’ dan kemudian membuat kita yang menonton sadar, bahwa dalam sebuah kejadian sangat ‘sederhana’ pun ternyata implikasinya tak pernah sesederhana kelihatannya.

Cast:
– Ham Chun-soo
– Yoon Hee-jung

– Yum Bo-Ra
– Ahn Sung-Guk
Choi Hwa-Jung – Bang Soo-Young
Seo Young-Hwa – Joo Young-Sil
Youn Yuh-Jung – Kang Duk-Soo
Gi Ju-Bong – Kim Won-Ho

Judul: Right Now, Wrong Then/ Jigeumeunmaggogeuttaeneuntteulrida (지금은맞고그때는틀리다)
Sutradara/Penulis:
Produser: Kim Kyounghee
Sinematografi: Park Hongyeok
Premiere: 13 Agustus 2015 (Locarno IFF)
Rilis: 24 September 2015
Durasi: 121 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Locarno International Film Festival – 2015 – Concorso internazionale *World Premiere
– Toronto International Film Festival – 2015 – Masters *North American Premiere
– Busan International Film Festival – 2015 – Korean Cinema Today: Panorama
– Tokyo International Film Festival – 2015 – World Focus *Japanese Premiere

Awards
– Locarno International Film Festival – 2015:
Golden Leopard – Best Actor ()
– Korean Association of Film Critics Awards 2015:
Best Actor ()

The Day He Arrives

Maret 10, 2015 Tinggalkan komentar

Seong-jun (), seorang sutradara film yang kemudian memilih menjadi guru di daerah pinggiran. Pada suatu hari yang bersalju, ia pergi ke Seoul untuk mengunjungi temannya, Young-ho. Ketika sang teman tak menjawab teleponnya, Seong-jun pun kemudian berjalan-jalan di  salah satu sudut Seoul (Bukchon). Ia bertemu seorang aktris yang mengenalnya dan terlibat obrolan kecil.
daqv
Ketika ia singgah di sebuah bar, Seong-jun bertemu dengan 3 orang mahasiswa yang kemudian mengajaknya minum bersama. Dan tercipta obrolan dalam suasana agak canggung. Mahasiswa-mahasiswa itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan “wajar yang mengganggu”: kenapa ia berhenti membuat film, berapa film yang sudah ia buat, bagaimana rasanya memutuskan berhenti membuat film… pertemuan itu diakhiri dengan adegan yang tiba-tiba membuat emosi karena Seong-jun merasa para mahasiswa itu bertingkah-tingkah meniru dirinya..

The awkward moment khas Hong Sang-soo

The awkward moment khas Hong Sang-soo

Dalam keadaan setengah mabuk, ia pergi menemui seorang perempuan yang dalam narasinya ia sebut  membuatnya selalu merasa berat hati dan ia tak yakin apa si perempuan masih tinggal di tempat itu setelah dua tahun tak bertemu. Tapi ternyata si perempuan masih di situ dan mereka terlibat obrolan yang emosional, disusul kemudian janji untuk tak pernah saling menghubungi.

Seong-jun kemudian bertemu dengan temannya, Young-ho yang  mengajaknya ke sebuah bar bernama “Novel” dimana ia mengajak teman perempuannya, Boram, seorang dosen film yang cantik. Dari bahasa tubuhnya, Seong-jun tahu kalau Young-ho menyukai Bo-ram, tapi dia selalu menampik, mengatakan kalau mereka hanya teman. Di tengah obrolan, muncul penjaga bar, seorang perempuan cantik yang membuat Seong-jun terperangah karena wajahnya mirip sekali dengan ‘perempuan itu’.
da5
Adegan ini kemudian akan berulang. Momen yang lain Seong-jun akan datang bersama Boram, Young-ho dan seorang aktor yang pernah main di filmnya, kembali terprangah pada si perempuan penjaga bar…

Momen yang berulang: dalam satu waktukah? Mungkin film ini hendak mengetengahkan berbagai kemungkinan. Meski begitu, pada akhirnya kita mendapati akhir yang sama saja. Seong-jun tetap terjebak dalam masalalunya dan seorang lelaki yang menyedihkan.
dax
Film yang sangat khas , dengan cerita yang agak absurd, kejadian-kejadian kecil yang tak terlalu berarti, obrolan yang canggung dan juga tokoh sutradara film yang seperti dalam film-filmnya yang lain, digambarkan sebagai ‘orang yang gagal’ (saya nggak tahu apakah itu curhat/ alter ego Hong sendiri). Dan khasnya juga yang bermain dengan warna-warna, di sini ia membuatnya dalam hitam putih yang terasa makin membuat musim dingin terasa dingin.

Cast:
 – Seong-jun
Kim Sang-joong – Young-ho
Song Seon-mi – Bo-ram
Kim Bo-kyung – Kyung-jin (ex-nya Seong-jun/ Ye-jeon (pemilik bar)
Kim Eui-seong – Joong-won (aktor)
Park Soo-min – Aktris
Go Hyun-jung – fans
Gi Ju-bong – produser
Baek Jong-hak – sutradara
Baik Hyun-jhin – komposer
Ahn Jae-hong – mahasiswa 1
Bae Yoo-ram – mahasiswa 2
Jeong Ji-hyeong – mahasiswa 3

Judul: The Day He Arrives/ Bukchon Banghyang
Sutradara:
Produser: Kim Kyoung-hee
Penulis:
Musik: Jeong Yong-jin
Sinematografi: Kim Hyung-koo
Editing: Hahm Sung-won
Produksi: Jeonwonsa Films
Distributor: Jeonwonsa Films, JoseE Films
Rilis: 19 Mei 2011 (Cannes)
Durasi: 79 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Nobody’s Daughter Haewon

Desember 16, 2014 Tinggalkan komentar

Haewon (Jung Eun-chae), seorang gadis cantik, mahasiswa yang ingin menekuni akting. Setelah lima tahun, ia akhirnya bertemu ibunya. Tapi itu hanya pertemuan singkat, karena esok harinya, ibunya agar segera pergi ke Kanada dan tinggal di sana. Dalam perjalanan makan siang, ia bertemu artis Jane Birkin dan kemudian terlibat obrolan kecil dan si artis mengatakan kalau ia mirip anaknya, Charlotte Gainsbourg yang membuat Haewon senang.

Jane Birkin yang jadi cameo

Jane Birkin yang jadi cameo

Merasa sedih selepas kepergian ibunya, Hae-won menghubungi mantan kekasihnya, Lee Seong-joon (), seorang profesor di universitasnya dan juga seorang sutradara film. Ternyata sang mantan masih mau datang dan mereka pun kemudian menghabiskan waktu bersama. Kenyataannya mereka masih sama-sama suka, tapi Lee sudah berkeluarga, sudah punya anak pula. Lee merasa bersalah dengan keluarganya, juga tak nyaman karena statusnya yang profesor, tapi ia juga tak bisa menyangkal kalau masih begitu mencintai Hae-won.

Hae-won dan ibunya

Hae-won dan ibunya

Seperti judulnya: Nobody’s Daughter Haewon, film ini ingin menggambarkan sosok Haewon, seorang gadis yang berpikiran bebas dan ‘berbeda’. Hal yang membuatnya tak disukai dan menjadi omongan teman-temannya.

Hae-won dan kekasih gelapnya

Hae-won dan kekasih gelapnya

Sosok Hae-won adalah sosok-sosok yang jamak kita temui di sekitar kita. Sosok yang membuat kita memandang sinis dan membicarakan dirinya di belakang. Pribadi yang terkesan menyebalkan. Tapi seperti Hae-won, mungkin sebenarnya mereka juga adalah ‘manusia biasa’ dengan masalah-masalahnya sendiri.

Suasana canggung yang khas Hong Sang-soo

Suasana canggung yang khas Hong Sang-soo

Meskipun dipenuhi ide tentang keinginan-keinginan bebasnya, diperlihatkan bagaimana Hae-won pada dasarnya adalah pribadi yang kesepian (temannya mengira dia anak orang kaya yang sombong, kenyataannya dia bahkan jarang bertemu ibunya), agak naif dan tak bahagia. Ketika ia bertemu seorang profesor dari Amerika yang mengatakan ingin mengajaknya menikah misalnya, Hae-won kemudian membanggakan diri pada temannya bahwa dia akan menikah (saya yakin itu hanya semacam omong besar belaka, untuk membuat iri sang teman yang tampak bahagia dengan perselingkuhanya. Kadang kita melakukan hal seperti ini kan: omong besar agar tak terlihat menyedihkan?).
nbx
Film khas , dengan karakter-karakter realistis dan cerita tanpa konflik yang meletup-letup. Lagi-lagi Hong menampilkan karakter yang “anomali” sosok yang mungkin ada di sekitar kita. Sosok yang tidak kita sukai karena pikiran-pikiran atau sikapnya yang terlihat berbeda. Tapi melalui karakter Hae-won, Hong seolah ingin memeperlihatkan bahwa orang-orang seperti itu, mungkin adalah orang-orang yang tak seburuk kelihatannya dan sebenarnya mungkin justru patut diberi simpati.

Cast:
Jung Eun-chae – Haewon
 – Lee Seong-joon
Kim Ja-ok – Jin-joo (ibunya Haewon)
Kim Eui-seong – Joong-won (professor dari San Diego)
Ye Ji-won – Yeon-joo (temannya Haewon)
Yoo Jun-sang – Joong-sik (pacarnya Yeon-joo)
Gi Ju-bong – Hoo-won (pendaki gunung)
 – Dong-joo (penjual buku)
Jane Birkin – cameo

Judul: Nobody’s Daughter Haewon/Nugu-ui ttal-do anin Haewon
Sutradara/ Penulis:
Produser: Kim Kyeong-hee,
Narasi: Jung Eun-chae
Musik: Jeong Yong-jin
Sinematografi: Kim Hyeong-goo, Park Hong-yeol
Editing: Hahm Seong-won, Son Yeon-ji
Produksi: Jeonwonsa Films
Distributor: Jeonwonsa Films, JoseE Films
Rilis: 15 Februari 2013 (Berlinale)
Durasi: 90 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:

Baeksang Arts Awards 2013:
– Nominasi Best New Actress (Jung Eun-chae)
Buil Film Awards 2013:
– Best New Actress – Jung Eun-chae
– Nominasi: Best Film, Best Actress  (Jung Eun-chae), Best Music
Korean Association of Film Critics Awards 2013:
– Best New Actress – Jung Eun-chae
Blue Dragon Film Awards 2013:
– Nominasi Best New Actress – Jung Eun-chae
Busan Film Critics Awards 2013:
– Best New Actress –Jung Eun-chae
KOFRA Film Awards 2014:
– Best New Actress –Jung Eun-chae
Wildflower Film Awards 2014:
– Best Actress – Jung Eun-chae

Night and Day

Oktober 9, 2014 Tinggalkan komentar

Sung-nam seorang pelukis dan sedang pergi ke Perancis. Di bandara, ia bertemu seorang bule yang mengajaknya merokok mariyuana. Ia teranam dipenjara jika kembali ke Korea.
nightandda
Di Paris, Sung-nam luntang-lantung, menginap di sebuah guest house milik orang Korea, Mr Jang. Suatu hari, ketika sedang luntanglantung di jalan, ia bertemu Mi-sun, mantan pacarnya yang katanya sekarang sudah menikah dengan orang Perancis. Mi-sun sering mengajak Sung-nam bertemu dan menunjukkan bahwa ia masih menyukai Sung-nam. Tapi Sung-nam merasa ketakutan kalau-kalau kepergok suami Mi-sun.
dnnnh
Mr Jang memperkenalkan Sung-nam pada seorang gadis Korea yang tengah belajar melukis di sebuah univeristas di Paris. Ji-hyun. Ji-hyun mengajak Sung-nam jalan-jalan di Paris, mengunjungi berbagai galeri dan pameran lukis. Ji-hyun juga memperkenalkan Sung-nam pada  Yoo-jung, teman sekamarnya yang juga belajar lukis.  Yoo-jung mempunyai karakter unik dan dibenci oleh teman-temannya. Tapi Sung-nam justru menemukan halhal menarik pada diri  Yoo-jung dan jatuh cinta. Di sisi lain, Ji-hyun juga berusaha menarik  perhatiannya. Di sisi lain lagi, istrinya yang ia tinggal di Korea setiap hari menangis di telepon, tak tahan berjauhan dengan dirinya.
dnn
Khas film : tentang hal-hal ‘kecil’,  apa adanya, nyaris tanpa klimaks, tapi terasa mengalir, lucu, konyol, menyebalkan, tragis…

Cast:
Kim Young-Ho – Kim Sung-nam
 – Lee Yoo-jung
Hwang Su-Jeong – Hwang Sung-in
 – Yoon Kyung-Soo
Gi Ju-Bong –  Pak Jang
Kim Yoo-Jin – Jang Min-Seon

Judul: Night and Day/ Bamgwa Nat (밤과 낮)
Sutradara/ Penulis:
Produser: Michel Cho
Sinematografi: Kim Hoon-Kwang
Rilis: 28 Februari 2008
Durasi : 144 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 Film Festival:
– Pusan International Film Festival 2008 – Korean Cinema Today – Panorama
– TOKYO FILMeX  2008 – Agens B.
– Locarno International Film Festival 2008 – Jury Members’ Films
– Deauville Asian Film Festival 2011 – Tribute to Hong Sang-Soo: Complete Works
– Off Plus Camera International Festival of Independent Cinema 2011 – Catching Up

Awards
– Critics Choice Awards 2008
Best Film
Best Screenplay

Our Sunhi

Juli 21, 2014 Tinggalkan komentar

Sun-hi ( ), lulusan jurusan film, datang ke kampus setelah tak pernah datang untuk waktu yang lama, untuk meminta rekomendari dari profesornya, Prof Choi untuknya melanjutkan kuliah ke luar negeri. Prof Choi bersedia memberinya rekomendasi. Dalam rekomendasinya, sang profesor menyebut kalau Sunhi adalah pribadi yang pendiam. Merasa khawatir kata-kata itu akan berefek negatif untuk rekomendasinya, Sunhi meminta sang profesor untuk menuliskan ulang rekomendasi untuknya. Ia juga mengingatkan kalau dulu sang profesor menyukainya dan bahwa dirinya juga menyukainya.

our sunhi4

Dalam kunjungannya kali ini, ia juga bertemu Mun-soo, mantan pacarnya dulu yang sudah menjadi sutradara. Sunhi bertanya tentang film Munsu yang isinya banyak tentang kisah mereka dulu. Munsu pun kemudian mengatakan kalau ia belum bisa melupakan Sunhi dan masih mengharapkannya.

Sunhi yang bikin ge-er para cowok

Sunhi yang bikin ge-er para cowok

Pada kesempatan yang lain, Sunhi juga bertemu Jae-hak, teman Mun-soo. Jae-hak juga seorang sutradara, sudah menikah tapi tinggal terpisah dengan istrinya entah karena apa. Sambil minum-minum dan agak mabuk, Sunhi memuji Jae-hak dan Jae-hak merasa diberi harapan.

our sunhi6

Film khas , seolah tanpa pretensi, tanpa klimaks. Hanya sebuah kejadian yang tak terlalu penting di suatu waktu. Dimulai begitu saja dan berakhir begitu saja. Saya sendiri tak terlalu memahami pesan apa sebenarnya yang ingin disampaikan Ho Sang-soo melalui film-filmnya, termasuk film ini. Meski begitu saya cukup bisa menikmatinya.

Cast:
– Jae-hak
– Mun-soo
– Sunhi
Kim Soo-joong – Prof Choi
Lee Min-woo – Sang-woo
Ye Ji-won – Joo-hyun

Judul: Our Sunhi / Woori Sunhee (우리 선희)
Sutradara:
Penulis:
Produser: Kim Kyoung-Hee
Sinematografi: Park Hone-Yeol
Rilis: 12 September 2013
Durasi: 89 menit
Bahasa/ Negara; Korea/ Korea Selatan

Film Festival:
– Locarno International Film Festival  2013 – Concorso Internazionale *World Premiere
– Toronto International Film Festival  2013 – Masters *North American Premiere
– Vancouver International Film Festival 2013 – Dragons and Tigers
– Busan International Film Festival  2013 – Panorama
– BFI London Film Festival 2013 – Laugh
– Korean Film Festival In Paris 2013 – Closing Film
– Festival des 3 Continents  2013 – Official Selection – International Competition
– International Film Festival Rotterdam  2014 – Spectrum
– Deauville Asian Film Festival  2014 – Out Of Competition

Awards

Best Director () – 2013 (66th) Locarno International Film Festival – August 7-17, 2013

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar