Arsip

Posts Tagged ‘Han Ye-ri’

The Table

Seperti judulnya, film ini memang melibatkan meja, tepatnya, obrolan di atas meja. Berlatar meja di sebuah cafe yang cukup cozy, film ini menceritakan obrolan dari empat pasang tokoh utamanya. Obrolan pertama, adalah antara seorang artis terkenal, Yoo-jin (), yang ketemuan dengan mantan pacarnya di masa sebelum terkenal, Chang-suk, yang menjadi pekerja kantoran biasa. Obrolan mereka terasa agak canggung dengan Chang-suk yang terkesan mengagumi Yoo-jin seperti seorang fans.

The Table

Obrolan kedua, antara seorang perempuan cantik, Kyung-jin () dengan seorang lelaki yang senang berkelana, Min-ho. Kyung-jin berharap banyak dari Min-ho, dan terlihat insecure dengan keadaannya: karirnya, statusnya, usianya yang lebih tua dari Minho… Di sisi lain, Min-ho terlihat sebagai lelaki yang sangat percaya diri dan easy going. Obrolan ini berakhir manis, dengan Min-ho yang menunjukkan perasaan sebenarnya pada Kyung-jin.

The Table (5)

Ketiga, adalah seorang perempuan, Eun-hee (, yang menemui seorang perempuan yang akan dia sewa sebagai ibu palsu untuk pernikahannya.Tadinya si ibu menyangka, kalau Eun-hee adalah gadis matre yang berbohong untuk menikahi lelaki kaya. Tapi ternyata, lelaki yang akan dinikahinya adalah orang miskin dan karenanya, ia ingin memebuat pernikahan yang mengesankan. Si ibu kemudian ingin membantu dengan senang hati, karena gadis itu mengingatkannya pada putrinya yang telah meninggal.

The Table (8)

Obrolan terakhir adalah antara dua orang TTM-an, Hye-kyung () dan Woon-chul () yang membicarakan rencana pernikahan Hye-kyung. Keduanya sepertinya saling mencintai, tapi berbeda prinsip hidup. Di antara semua obrolan, menurut saya obrolan ini terasa paling natural. Dan meskipun cuma sebentar, terasa chemistry yang kuat antara keduanya. Dan saya pikir, karena akting bagus kedua pemainnya dan (saya jadi berharap kalau keduanya main drama bareng suatu saat).

The Table (1)

Filmnya sendiri bernuansa indie dengan cerita yang ‘sederhana’ dan sepertinya lebih menekankan pada gambar-gambarnya. Daya jualnya tentu pada castnya, yang memasang 4 aktris yang namanya cukup besar. Nggak tahu sih apa tujuan sutradaranya buat film ini. Mungkin sekadar ingin buat film saja, hehe.

Cast:
– Yoo-jin
– Eun-hee
– Kyung-jin
– Hye-kyung
– Sook-hee
– Woon-chul
Jung Joon-won – Chang-suk
Jeon Sung-woo – Min-ho

Judul: The Table
Sutradara/ Penulis: Kim Jong-kwan
Rilis: Oktober 2016 (Busan FF)
Durasi: 70 menit
DiSstributor: At9 Film
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

A Quiet Dream

Maret 26, 2018 Tinggalkan komentar

Tiga orang orang sahabat: Ik-june (), Jong-Bin () dan Jung-bum. Tak terlalu jelas apa pekerjaan mereka, tapi mereka selalu luntang-lantung bertiga dan sehari-hari, nongkrong di kedai kecil milik Yeri (). Yeri berasal dari Korut yang datang ke Korsel untuk menemui ayah kandungnya. Sialnya, ketika Yeri datang, ayahnya itu jatuh sakit dan ia pun kemudian terbebani tanggung jawab untuk merawatnya. Ketabahan dan keuletan Yeri inilah yang agaknya membuat si tiga sahabat menggaguminya. Yeri sendiri sepertinya juga sangat senang dengan perhatian dan uluran persahabtan dari trio ini. Mereka sering menghabiskan waktu menyenangkan bersama. Sedikit riak muncul ketika Yeri menunjukkan sedikit perhatian lebih pada Ikjune dan meski tetap bersahabat, diam-diam ketiga sahabat ini bersaing untuk mendapatkan perhatian Yeri. Hingga suatu malam, tiba-tiba muncul seorang lelaki tampan () yang membuat Yeri menari dan mengikutinya pergi.

A Quiet Dream

A Quiet Dream3

Sejak mendengar kabar pembuatan film ini, saya sudah tak sabar untuk menontonnya. Castnya membuat saya penasaran. adalah aktris yang selalu lovable dan bisa dibilang, salah satu aktris film Korea terbaik saat ini dan cast lainnya adalah tiga sutradara muda yang terkenal dengan film-filmnya bagus., selain pernah menyutradarai film juga dikenal sebagai aktor yang selalu jadi pencuri scene sekecil apapun perannya. adalah nama dibalik film-film yang sukses baik dari segi kualitas maupun komersil (beberapa filmnya yang terkenal adalah , ... Demikian juga dengan Park Jung-bum (filmnya antara lain adalah If You Were Me 6 dan The Journals of Musan. Ia juga tercatat jadi astrada di film keren, Poetry). Sementara , sang sutradara juga dikenal dengan film-filmnya yang cukup berkesan (antara lain Ing… dan ). Komposisi cast dan sutradara yang bisa dibilang ‘unik’, dan karenanya jadi bikin saya penasaran.

A Quiet Dream1

A Quiet Dream5

Dari judulnya dan kemudian baca sinopsisnya, saya sudah menduga kalau kemungkinan film ini akan menjadi film art yang agak-agak absurd dan mungkin karakter-karakternya agak ‘gila’. Karenanya, saya tak terlalu berekstpetasi pada ceritanya. Karenanya, saya cukup surprise ketika menonton film ini dan ternyata filmnya nggak absurd-absurd amat. Karakter-karakternya terasa realistis, demikian juga dengan ceritanya. Bromance persahabatan trio luntang-lantung dapat chemistrynya, demikian juga persahabatan mereka dengan Yeri. Ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang satu orang yang diperebutkan tiga lelaki, saya sempat agak heran kenapa Han Yeri yang dipilih jadi aktris utamanya. Pyshicly, tidak bisa dikategorikan sebagai aktris yang bisa disebut cantik dan membuat lelaki tergila-gila. Tapi karakternya disajikan dengan sedemikian rupa, sehingga menjadi masuk akal ketika disukai oleh mereka. Dan cerita bagaimana para lelaki ini menyukai Yeri juga terasa manis dan subtle.

A Quiet Dream9

A Quiet Dream0

Fimnya sendiri memang bernuansa indie, dengan cerita yang tidak muluk-muluk, karakter-karakter yang sederhana serta sinematografi yang jauh dari kesan wah. Meski begitu terasa solid dan digarap dengan sentuhan art yang kuat. Melihat cast serta sutradaranya, saya merasa kalau film ini memang dibuat hanya untuk ‘bersenang-senang’ (saya yakin sutradara dan para castnya–yang notabene juga adalah para sutradara–adalah para sahabat di kehidupan nyata) tapi ya karena memang dibuat oleh sutradara sungguhan, tetap terasa sinematografisnya t dengan gambar-gambar hitam putih yang meninggalkan kesan cukup kuat usai menonton film ini.

Cast:
– Ye-Ri
– Ik-June
-Jong-Bin
Park Jung-Bum – Jung-Bum
Lee Joo-Young – Joo-Young

– Min-A
– lelaki bermotor
Jo Dal-Hwan – preman
– Taehoon

Judul: A Quiet Dream /Chunmong (춘몽)
Sutradara/Penulis:
Produser: , Jo Hyun-Jung
Sinematografi: Jo Young-Sik
Rilis: 13 Oktober 2016
Durasi: 101 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Drama-Drama Korea Yang Tak Sanggup Saya Selesaikan

Januari 21, 2018 3 komentar

Belakangan, saya cenderung menjadi begitu pemilih ketika hendak menonton drama Korea. Dulu-dulu, biasanya saya memutuskan untuk mengikuti drama karena pemainnya saya suka atau karena popularitasnya. Tapi Setelah munculnya drama-drama berkualitas ala , , , Secret Forest atau drama-drama romcom bagus TvN seperti , Serial Reply, .. agaknya standar saya dalam menilai bagus tidaknya sebuah drama benar-benar berubah. Saya jadi malas menonton drama yang ceritanya terlalu klise, plotnya terlalu mudah ditebak atau ceritanya ‘nggak penting’. Sayangnya,munculnya drama-drama bagus ini hanya sesekali saja. Dan ketika saya merasa ‘rindu’ ingin nonton drama Korea, saya jadi agak bingung untuk memutuskan drama mana yang akan saya tonton. Setiap kali ada kabar drama yang akan segera rilis dengan jajaran cast yang menjanjikan dan premise cerita yang terdengar menarik, saya menjadi antusias dan berpikir, bahwa drama tersebut akan jadi watch list saya. Tapi ternyata ketika dramanya sendiri benar-benar mulai tayang dan ternyata respons netizen cenderung negatif, antusiasme saya langsung luruh dan malas mengikuti lagi. Beberapa drama, saya tontoon karena saya baca reviewnya yang positif, tapi ternyata setelah saya coba tonton, tak memenuhi krirteria menarik bagi saya. Berikut adalah beberapa drama yang coba saya tonton, tapi kemudian saya membuat saya ‘menyerah’ di tengah jalan:

1. You’re All Surrounded

ure all surrounded
Drama ini dipenuhi jajaran cast yang cukup menjanjikan: , , , , . Berdasarkan ulasan-ulasan yang ada, drama ini juga mendapat banyak apresiasi. Saya mengikuti episode-episode awal dan yah langsung bisa menebak jalan ceritanya yang memang mudah ditebak. Meski mengambil latar dunia kepolisian, tapi main story-nya tak jauh-jauh dari cinta.  Karakter-karakternya juga just so-so. Dan saya pun memutuskan berhenti menonton.

2. Let’s Fight Ghost

LFG4
Sejak awal, sebenarnya tak berminat mengikuti drama ini. Saya tak terlalu suka cerita fantasi. Cast-nya juga tak saya sukai. memang cakep, tapi kemampuan aktingnya, begitu-begitu saja. Dia sebagai aktor pendukung, saya bisa menerima, tapi sebagai lead actor, nanti dulu. Di tambah pasangannya adalah . Saya akui dia adalah aktris muda berbakat, tapi saya juga merasa dia terlalu ‘muda’ untuk jadi lead sebuah drama 16 episode, ditambah lagi bahwa di sini dia akan terlibat romance dengan cowok yang sudah dewasa. Aneh saja.

LFG3

Satu-satunya yang membuat saya pensaran justru adalah cast pendukungnya, , yang katanya main bagus di sini. Tapi yah, bagaimanapun cast pendukung tetaplah cast pendukung. Di drama, tak terlalu banyak yang diharapkan. Sebagus apapun akting mereka, peran mereka dalam membangun cerita tak terlalu penting. Di samping itu, cerita drama ini sendiri tidak jelas arahnya. Tidak ada klimaksnya. Dari episode ke episode ceritanya seolah tak kemana-mana. Menghabiskan waktu dengan menonton 16 episode benar-benar seperti hanya buang waktu dan energi.

3. Moon Lovers

Moon Lovers3
Ketika awal-awal pembuatan drama ini, melihat jajaran castnya yang terdiri dari 7 cowok-cowok tampan, saya pun mencatatnya dalam daftar untuk ditonton. Meski kemudian saya sedikit underestimate ketika membaca bahwa cast utama ceweknya adalah . cukup cantik dan bisa berakting, tapi tidak selalu ‘berhasil’ dan rasanya juga kurang karismatis sebagai seorang putri yang dikeliling begitu banyak cowok cakep. Meski begitu, saya tetap berekspektasi bahwa ini akan jadi drama yang neghits, apalagi promonya juga cukup santer. Sayangnya, begitu drama ini mulai tayang, saya langsung kehilangan selera ketika membaca ulasan tentang drama ini yang dianggap mengecewakan.

Meski begitu, demi mengobati rasa penasaran (terutama karena ), saya tetap coba-coba nonton dan langsung menyerah di episode pertama. Secara umum, akting cast utamanya tidak buruk-buruk amat (apalagi dan ), hanya saja seara keseluruhan, drama ini seperti digarap dengan asal-asalan. Mungkin bermaksud ‘fans service’ karena mengetengahkan aktor-aktor berwajah pretty boy populer, pengambilan gambar dalam drama ini sibuk dengan close up-close up yang justru membuat drama ini terasa murahan. Demikian juga dengan kualiatas gambarnya.

4. The Best Hits

TBH4
Meski tak bisa dibilang ngefans sama , tapi saya cukup memfavoritkan aktor satu ini. Wajahnya lovable dan aktingnya juga cukup solid. Selain itu, ada juga nama besar seperti dan juga aktris muda yang aktingnya tak perlu diragukan lagi (pertama kali saya nonton akting ketika dia masih aktris cilik di film dimana dia main dengan bagus). Ditambah lagi, kemudian saya membaca reviewnya yang  umumnya positif. Meski ceritanya dianggap just so-so, tapi drama ini disebut-sebut sangat menghibur karena memang genrenya yang komedi. Saya pun tambah penasaran. Di awal-awal episode, saya cukup menikmati drama ini. main bagus seperti biasa. Demikian juga , dan (juga aktor yang jadi roomatenya ). Unsur komediknya, meski tak sampai membuat terkekeh-kekeh, tapi cukup dapat.

Sayang, semakin ke sini, drama ini kemudian jadi lebih fokus pada cerita romance-nya yang sangat-sangat biasa. Saya juga merasa bahwa secara keseluruhan drama ini alurnya sangat lambat. yang ‘terjebak’ dalam cinta sejatinya pada Bo-ra yang menurut saya annoying, yang terlalu naif dengan mimpinya dan perjalanan waktu yang rasanya tak bermakna apa-apa. Dan saya pun menyerah.

5. Go Back Spouse


Mirip seperti ,   adalah juga aktris lovable dan hampir selalu berakting bagus. Pasangannya, , juga cukup potensial. Review drama ini juga cenderung positif meski ratingnya konon tak terlalu mengesankan (di bawa 10%). Tapi ketika saya mencoba episode pertamanya, entah kenapa saya tak terlalu tertarik untuk melanjutkan menonton lagi. Secara umum dramanya bagus.   dan bermain bagus. Ceritianya meski agak berbau fantasi tapi juga cukup realistis. Tapi jalan ceritanya sejak awal sudah terasa predictable dan karakter Sohn Ho-jun di awal-awal membuat saya kurang simpatik.

6. Six Flying Dragons
Saya membaca bahwa drama ini memiliki banyak hal bagus. Castnya sangat solid (, , , , , ) dan ceritanya juga disebut sangat bagus. Saya sudah berhasil mendapat kopian dramanya dan tersimpan di hard disk saya. Berkali-kali saya berpikir untuk menontonnya, tapi setiap kali saya putar episode pertama, setelah beberapa menit berlalu, saya memutuskan untuk menyerah. Membayangkan bahwa saya harus menghabiskan waktu mengikuti 50 episode langsung membuat saya merasa enggan.

Dan meski jajaran cast-nya adalah aktor yang cukup saya favoritin (terutama , dan ), tapi bintang utamanya bukanlah aktor favorit saya: dan .  adalah aktor yang bagus dan dulu sebenarnya saya cukup ‘suka’ sama dia, tapi nggak tahu kenapa, belakangan saya justru malas melihat aktingnya. Sementara , saya selalu kecewa dengan aktignya dan meski di drama ini konon dia sudah mulai menunjukkan akting yang bagus, saya tetap sulit untuk menyukainya.

7. Healer

healer
Sama seperti SFD, saya juga menndengar banyak hal bagus tentang drama ini. Bahkan di situs dramabeans yang biasa mengulas drama-drama Korea, reviewnya sangat positif. Tapi sama juga seperti SFD, saya berkali-kali berusaha untuk mulai menontonnya dan selalu tak berhasil ‘mengikat’ hati saya untuk meneruskan menonton. Saya suka , tapi saya lebih memilih menonton ketika ia main film daripada drama. Di sisi lain, saya tak terlalu suka . Saya dengar dia aktor yang cukup bagus, dan juga banyak dipuja-puji karena wajahnya yang memang ganteng. Tapi drama-drama yang dibintanginya secara kualitas biasa-biasa saja dan saya tak pernah tertarik untuk menonton. Dan , meski aktingnya lumayan, tapi juga tak bukan aktris favorit.

8. W
Sempat berpikir untuk menonton karena dan ketika membaca premis ceritanya yang terdengar unik: tokoh yang keluar dari komik. Tapi kemudian saya membaca review yang beragam. Banyak yang mengkritik aktingnya yang katanya overacting. Saya agak gusar juga. Masa sih? kan aktris yang sudah cukup matang dengan film-film berkualitas. Dan ia juga salah satu alasan yang membuat saya ingin menonton drama ini. Sementara , meski aktingnya cukup bagus, tapi saya tidak pernah bisa menyukainya lebih karena alasan subyektif: saya nggak suka wajahnya yang terlalu cantik.

w2

Meski begitu, saya tetap menyempatkan diri menonton. Kali saja saya berubah pikiran dan jatuh cinta pada karakternya. Tapi ternyata, benar komentar netizen tentang akting . Aktingnya terlihat tidak natural dan terlalu dipaksakan. Sementara , karena dia keluar dari komik, digambarkan sangat sempurna. Dan saya selalu benci dengan karakter yang terlalu sempurna. Dan begitulah saya pun menjadi tak berminat menontonnya.

9. Angry Mom


Saya penasaran sama drama ini ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang hubungan ibu-anak, alih-alih tentang romance seperti kebanyakan drama Korea. Reviewnya juga bagus dan castnya juga menarik: Kim Hee-sun, , . Saya pun mencoba menonton episode pertamanya. Satu hal yang sering saya keluhkan ketika nonton drama Korea adalah make upnya yang kadang terlihat tidak alami atau terlalu cantik untuk karakter yang seharusnya orang biasa saja. Dan itu juga yang saya rasakan ketika melihat sosok ‘Ibu’ yang diperankan Kim Hee-sun. Ia digambarkan sebagai perempuan ibu rumah tangga biasanya yang bahkan harus bekerja serabutan kesana kemari. Dan meski make upnya dibuat sedemikian rupa, tapi menurut saya justru terlihat tidak alami. Karakternya juga agak terlalu sinetron sehingga terasa melelahkan: istri, menantu dan ibu yang tertindas!

10. Mrs. Temper NamjungTki

mrs temper namjumki
Saya suka . Akting dan pilihan dramanya lumayan. Ditambahkan kemudian review yang bagus tentang drama ini. Kedengarannya sih ceritanya nggak mainstream. Selain itu, cast cowoknya, , juga lumayan. Saya coba nonton dua episode pertama dan tak sanggup lagi meneruskan. Ceritanya sih sebenarnya kelihatannya bagus, karakter-karakternya juga cukup berbeda dengan drama Korea kebanyakan. Hanya saja ada sesuatu dari drama ini yang membuat saya merasa ‘lelah’ mengikutinya. Entah plot atau cara pengambilan gambarnya.

11. The Good Wife
Saya setuju kalau adalah aktris terbaik dalam perfilman Korea saat ini. Dan seperti kebanyakan aktris/aktor yang mapan di film, jarang dari mereka yang kemudian main di drama. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal comeback ke drama, saya cukup berekspektasi. Meski saya sebenarnya tak terlalu suka drama bergenre hukum, tapi karena yang main adalah , saya jadi penasaran. Apalagi selain , ada dua nama besar lagi: dan . Sayang, ketika drama ini mulai tayang, ternyata banyak kritik dan ratingnya juga biasa-biasa saja.

the good wife

Karena drama ini adalah remake-nya drama Amerika, alih-alih membuatnya dengan sentuhan yang lebih khas, tapi justru nyaris plek dengan versi aslinya. Saya sendiri belum nonton versi ASnya, tapi demi baca itu, saya jadi ogah-ogahan. Salah satu alasan saya nonton drama Korea karena keunikan yang mereka miliki, yang berbeda dari drama-drama Barat. Menurut saya, drama Korea itu lebih ‘soft’ dan heartwarming dan tentu juga, lebih punya kedekatan secara budaya karena sama-sama Asia. Karenanya, ketika kemudian ada drama Korea yang terlalu mirip sama drama Barat, saya jadi tak tertarik. Meski begitu, saya menyempatkan nonton episode pertama dan beberapa episode berikutnya dengan cara fast forward. Dan yah, menurut saya memang dramanya terkesan kering dan membosankan.

12. Lucky Romance
Setelah dibuat termehek-mehek lewat karakter Jung-hwan di , saya penasaran mengikuti next projetnya . Apalagi, saya tahu kemudian kalau dia itu aktor pendatang baru yang memang bener-bener masih baru. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal main drama dan tak tanggung-tanggung langsung jadi lead-nya pula, saya penasaran. Tapi ketika mulai diris berita tentang siapa pasangan mainnya dan bakal ditayangkan dimana, saya mulai agak pesimis. , pasangannya di sini, bukanlah aktris yang buruk dan saya sempat menikmati akting dia di beberapa dramanya (yang menurut saya bagus seperti  di bareng ). Tapi belakangan saya mulai merasa bahwa karakter yang dia mainkan tipikal dan aktingnya menjadi terasa annoying. Herannya, hampir semua drama-dramanya selalu jadi hits. Dan yah, mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan kenapa dipasangkan dengan Ryu si pendatang baru.

Lucky Romance

Sebenarnya, drama ini punya potensi untuk tidak terlalu mainstream karena konon diadaptasi dari webtoon dengan karakter yang realistis tapi konon lagi, pihak produksi drama ini mengubah ceritanya ala karakter mainstream drama Korea: direktur perusahaan. Sementara karakter si cewek ya tak jauh-jauh dari karakter yang sudah ada, si gadis biasa, miskin, pekerja keras… hmmh… sudahlah. Demi mengobati penasaran, saya tetap mencoba untuk menonton drama ini . Tapi minat saya untuk mengikuti hilang setelah melihat 2-3 episode awal. Jalan ceritanya sudah ketebak. bermain bagus sebagai Jo Se-ho, si warkoholic, tapi saya selalu berpikir bahwa dia lebih cocok main di film atau drama-drama bernuansa indie saja (saya percaya bahwa kemampuan akting lebih utama daripada wajah, hanya saja, wajah yang ‘enak dilihat’ juga menjadi nilai tambahan. Bukannyasaya bilang wajah Ryu jelek, hanya saja, ‘terlalu biasa’ untuk aktor drama. Kecuali cerita dan karakternya yang sangat menarik seperti di Reply, rasanya sulit menikmati akting (dan wajah) Ryu di drama yang sampai belasan episode). Sementara seperti yang saya prediksikan, tak jauh beda dengan karakter yang pernah dia mainkan sebelumnya dengan gaya pakaian yang mirip-mirip juga, dan bagi saya tetap terasa annoying (maaf ya bagi penggemar Hwang Jung-eum). Cast pendukung dan cukup memberi warna, tapi ya bagaimanapun cerita 2nd lead di drama mainstream akan begitu-begitu saja.

13. Doctor Stranger

dr stranger
Saya nonton drama ini sebenarnya sebelum saya terlalu ‘pemilih’ dan cenderung nonton ‘apa saja’ asal castnya terkenal dan cukup saya ‘suka’. Dan di drama ini, ada nama . Meski saya nggak pernah menyukainya secara fisik, tapi saya cukup mengapresiasi aktingnya bareng   di . Saya sendiri tak nonton drama ini dengan blank, tanpa baca sinopsis atau review terlebih dahulu. Di episode-episode pertama, yang mengetengahkan kisah cinta di Korea Utara, rasanya masih menarik untuk diikuti. Tapi ketika kemudian tragedi demi tragedi terjadi, dan beralih ke dunia spionase pula, saya mulai garuk-garuk kepala dan kehilangan minat. Ditambah lagi, yang jadi aktris utama di sini, baik karakter maupun aktingnya kurang menarik. Justru , yang justru lebih terlihat mencuri screen plus punya chemistry yang bagus sama si tokoh utama.

13. Empire of Gold

Empire-of-Gold
adalah salah satu aktor yang punya soft spot di hati saya. Menurut saya dia cakep, dan aktingnya juga bagus. yang jadi pasangannya juga terkenal bagus. Di tambah lagi, review drama ini bagus karena konon ceritanya berbobot. Saya sudah mendapatkan full copy dramanya dan siap saya tonton. Tapi setiap kali saya nonton, saya tak pernah bisa melewatkannya lebih dari 10 menit sebelum kemudian menyerah karena merasa kelelahan. Saya nggak suka dengan penyajian dan cara pengambilan gambar drama ini yang terlalu banyak close up dan terlalu banyak omongan panjang lebar.

Age of Youth 2

November 17, 2017 Tinggalkan komentar

Saya suka . Tapi ketika mendengar bahwa drama ini akan dibuat sekuelnya, saya tak terlalu antusias. Salah satu hal yang membuat saya gemar mengikuti drama-drama Korea adalah karena hampir tidak pernah ada sekuelnya. Satu musim langsung habis. Berbeda dengan drama-drama Barat yang episodenya sering ditambah-tambah begitu satu musim sukses dan ceritanya menjadi tak jelas juntrungannya. Meski begitu, saya tetap memutuskan untuk menonton. Apalagi, cerita sendiri memang bisa dibilang ‘terbuka’ dalam artian, konflik-konfliknya tidak bulat. Selain itu, para pemainnya juga sebagian besar tak berubah.

AOY2-2

AOY2-5

Seperti bagian pertamanya, drama ini tetap mengambil latar di kos-kosan cewek Belle Epoque. Diceritakan kalau Jin-myung () si seonbae baru pulang dari China. Ia sudah lulus kuliah dan juga sudah pacaran dengan Jae-wan (chef ganteng di season 1). Ia kemudian mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan agensi artis. Di sana, ia bertemu dengan Heimdal, seorang idol yang gagal tapi tak bisa menerima kegagalannya. Kengototan Heimdal, mengingatkan Jin-myung pada usaha keras yang pernah dilaluinya, dan karenanya, membuatnya bersimpati. Maka terjalinlah hubungan ala noona-dongsaeng di antara keduanya.

AOY2-15

AOY2-4

Song Ji-won ()sudah menjadi mahasiswa akhir dan luntang-lantung tanpa tujuan hidup yang jelas. Ia masih dengan karakter uniknya yang ‘tak tahu malu’, hiperbolis dan suka berbohong. Beberapa hal kemudian membuatnya teringat pada masalalunya tentang teman masa kecilnya bernama Hyo-jin. Dengan dibantu ttm-nya, Seung-min, ia berusaha menggali rahasia masalalunya yang ternyata cukup mengejutkan. Cerita kemudian akan diwarnai hubungan platonis yang manis antara dirinya dan Seung-min () yang diam-diam mulai menyukai Ji-won. Di sisi lain, Ji-won yang terlalu tidak peka, membuat hubungan mereka menarik.

AOY2-23

AOY2-6

Jung Ye-eun ( ) harus kembali kuliah setelah masa penyembuhan traumanya dengan sang mantan pacar yang psiko. Ia belum sepenuhnya sembuh dan masih merasa takut menghadapi dunia ‘nyata.’ Ketika ia sudah mulai punya keberanian, tiba-tiba muncul teror demi teror. Di sisi lain, ia berkenalan dengan cowok culun korban bully, Kwon Ho-chang. Perasaan sama-sama pernah mendapat perlakuan kekerasan, membaut mereka nyaman satu sama lain.

AOY2-9

Si polos Yoon Eun-jae ( digantikan aktris sudah putus dengan seonbaenya tapi belum bisa move on. Eun-jae yang baru pertamakalai mengenal cinta dan patah hati, dibuat kelabakan. Ia berusaha keras untuk menarik perhatian si Sunbae berharap si Sunbae mau kembali kepadanya. Untuk itu, ia nekad melakukan hal-hal berani dan cenderung memalukan, keluar dari karakternya yang pemalu.

AOY2-28

Kang Yi-na () diceritakan pindah kerja ke kota lain. Meski begitu, karakternya masih memiliki keterikatan dengan Belle Epoque. Ia hanya sesekali mengunjungi Belle Epoque dan karenaya, tak ada eksplorasi cerita untuknya.

AOY2--3

Sebagai gantinya, muncul sosok baru, Jo Eun, cewek tomboy bertubuh bongsor yang datang ke Belle Epoqoe karena menemukan ssebuah surat kaleng berisi caci maki yang ditujukan pada penghuni kosan. Eun, meski secara penampilan sangat tomboy dan di permukaan terlihat dingin, tapi sebenarnya berkarakter lembut dan kekanakan. Ia merasa terluka karena ayahnya menikah lagi dan ibunya tak bahagia. Ia juga merasa tak nyaman dengan pertemannnya yang terlalu lengket dengan Ye-ji, yang sering membaut orang salah mengira dirinya lesbi. Pertemuannya dengan penghuni Belle Epoque membuatnya lebih ceria dan terbuka. Apalagi, ia kemudian mulai jatuh cinta pada Jang-hoon (), keponakanpemilik kosan yang hangat dan bertubuh pendek (saya suka melihat perbedaan tinggi badan ini menjadi olok-olok di antara mereka 🙂 ).

AOY2-17

AOY2-24

Jujur sih, di antara dua season ini, saya tetap lebih suka yang pertama. Meski tetap berusaha untuk tak terlalu terkesan menambah-nambah cerita, tapi tetap saja saya merasa bahwa sebenarnya bagian pertama saja sudah cukup danmenurut saya lebih baik kalau karakter-karakternya dibiarkan berkembang di belakang layar. Ada beberapa hal yang kurang sreg bagi saya.

AOY2-30

Pertama, cerita Jin-myung. Menurut salah satu tema kuat AoY adalah kehidupan mahasiswa ngekos. Dan cerita Jin-myung yang sudah kerja mapan, rasanya terlalu ‘serius’ dan ‘tua.’ Memang, kemudian cerita ini tertolong oleh munculnya Heimdal, tapi tetap saja, saya merasa ada gap cerita Jin-myung dengan penghuni kosan yang lain. Kedua, digantinya pemeran Yoon Eun-jae dari aktris oleh . Sebenarnya, saya cukup suka dengan Dia aktris muda yang kemampuan aktingnya cukup bagus. Hanya saja, ia sama sekali tak mirip baik dari segi wajah maupun gaya aktingnya.

AOY2-22

AOY2-18

Karenanya, menjadi cukup sulit bagi saya melihat Eun-jae di season 2 adalah Eun-jae yang sama di season 1. Selain itu, karakter Eun-jae di sini juga rasanya agak terlalu ‘bodoh’ dan agak annoying. Ketiga, cerita Song Ji-won yang rasanya terlalu ‘berat’ jika dibandingkan dengan permasalahan teman-temannya yang lain di Belle Epoque. Dan saya juga kurang suka karena kemudian tokoh utama drama ini seolah adalah Song Ji-won. Saya lebih suka kalau semua karakter mendapat eksplorasi dan peran yang sejajar. Keempat, ketiadaan Kang Yi-na. Sebenarnya sih tak terlalu mempengaruhi cerita. Hanya saja, kemunculannya yang hanya sesekali cukup memberi ‘nyawa’, yang menurut saya, tak lepas dari akting bagus pemainnya, . Agak sayang juga sih, karena konon tidak mainnya Hwa-young di sini karena dia terlibat skandal di kehidupan nyatanya.

AOY2-8

 

 

Tapi, meski begitu, ada juga kok hal-hal yang menurut saya menarik dari drama ini. Munculnya karakter baru Jo Eun cukup memberi warna dengan karakternya yang lucu. Belakangan, saya justru paling suka dengan cerita Jo Eun ini, yang dimainkan dengan sangat bagus oleh aktris pendatang baru, Choi A-ra (ini pertamakali saya lihat akting dia). Selain itu, karakter Jung Ye-eun juga cukup solid. Entah karakternya yang sudah berkembang atau akting yang juga lebih baik, menurut saya karakter Ye-eun menjadi salah satu karakter terbaik di season ini. Menambah seru , tentu munculnya sosok-sosok baru seperti Seo Jang-hoon yang dibawakan dengan pas oleh , Kwon Ho-chang dan Heimdal.
Yeah, overall tetap enak dinikmati kok.

Note:
Saya baca di internet, isunya drama ini kemungkinan akan dibuat sekuel ketiganya. Hmm, well, meski saya sebenarnya merasa sudah cukup di sini saja, tapi saya pikir, saya akan tetap menontonnya kalau memang sungguhan dibuat. Hehe. Saya harap sih ceritanya tak melantur kemana-mana. Dan mungkin akan lebih fresh kalau muncul karakter-karakter baru, menggantikan karakter yang sudah ‘tua’ seperti cerita Jin-myung yang rasanya tak nyambung lagi bahkan mungkin juga Ji-won karena diceritakan di sini memang sudah mau lulus. Bukan apa-apa, tapi kan temanya memang ‘youth’ jadi seharusnya ya memang cerita dunia anak muda, to?

Cast:
– Yoon Jin-myung
– Jung Ye-eun
– Song Ji-won
– Yoo Eun-jae
Choi A-ra – Jo Eun

– Seo Jang-hoon
Lee You Jin – Kwon Ho-chang
An Woo-yeon – Heimdal
– Im Seung-min
Shin Hyun-soo – Yoon Jong-yeol

Shin Se-hwi – An Ye-ji
Ha Eun-sul – HAn Yoo-kyung
Choi Bae-young – Song Kyung-a
– Kang Yi-na
Yoon Park – Park Jae-wan
Choi Yu-hwa – Moon Hyo-jin

Judul: Age of Youth 2/ Chungchoonshidae 2
Sutradara:
Penulis:
Tayang: JTBC, 25 Agustus – 7 Oktober 2017
Episode: 14 episode
Negara/bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Age of Youth

Desember 6, 2016 Tinggalkan komentar

main drama? Pastilah bukan sembarang drama, apalagi tayangnya di TV kabel pula. Itulah yagn terlintas di pikiran saya ketika mendengar kabar tentang pembuatan drama ini. adalah salah satu aktris favorit dan selama ini lebih dikenal sebagai aktris film dengan film-film yang selektif. Di tambah lagi semakin kesini saya semakin tertarik mengikuti drama-drama tayangan TV kabel karena kebanyakan punya cerita dan plot yang tidak mainstream.
age-of-youth-19
Age of Youth berkisah tentang 5 cewek yang tinggal di kos-kosan a bernama Belle Epoque. Pertama adalah Yoon Jin-myung ( ), mahasiswa senior yang tak lulus-lulus karena kebanyakan cuti untuk bekerja. Jin-myung berasal dari keluarga miskin, dan seolah sudah jatuh tertimpa tangga. Karena selain harus bekerja keras untuk membayar biaya kuliah,  juga membiayai pengobatan adiknya yang sudah koma bertahun-tahun. Keadaan itu menempanya untuk menjadi sosok yang selalu berusaha mengandalkan diri sendiri. Karenanya, ketika ada lelaki baik  rekan kerjanya, Park Jae-wan, yang menawarkan cinta kepadanya, ia justru menjaga jarak.

age-of-youth-8

Han Ye-ri sebagai Yoon sunbae

age-of-youth-17

Yoon Park, ehm 😛

Kang Yi-na punya paras cantik dan badan bagus. Sebuah insiden yang nyaris merenggut nyawanya membuat ia merasa hidupnya tak berarti. Dengan kecantikan yang dimilikinya, Yi-na kemudian menggunakannya untuk menggaet para lelaki kaya hidung belang dan hidup berfoya-foya. Ketika melihat Jin-myung yang harus mati-matian bekerja untuk bertahan hidup, Yi-na pun terusik. Di tambah lagi pertemuannya dengan seorang lelaki paruh baya berwajah sedih, perlahan membawa perubahan pada dirinya.

age-of-youth-13

Kang Yi-na yang nakal tapi baik

age-of-youth-14
Jung Ye-eun adalah cewek girlie dan bermulut nyinyir. Ia sangat membanggakan hubungannya dengan pacarnya yang tampan. Meski begitu, sebenarnya ia inferior. Dibalik kehidupan cintanya yang terlihat harmonis, sebenarnya pacarnya memperlakukannya dengan buruk. Tapi Yi-eun dengan bodoh tetap berusaha mempertahankan hubungannya.

age-of-youth-2

Ye-eun yang inferior

age-of-youth-11

Song jI-won yang tomboy

Song Ji-won () adalah gadis tomboy dan tak punya malu. Ia selalu terobsesi ingin punya pacar, tapi cowok-cowok selalu dibuat ilfil karena sikapnya. Namun di balik karakter asalnya, Ji-won sebenarnya seorang teman yang paling peka dan juga berpikiran  paling bijaksana.

age-of-youth-1

Si culun Yoo Eun-jae

age-of-youth-12
Penghuni terakhir adalah Yoo Eun-jae, mahasiswa baru dari daerah yang polos dan culun. Eun-jae adalah gadis manis, tapi diam-diam menyimpan rahasia masalalu yang kelam terkait kematian ayahnya.
age-of-youth-6
Disajikan dalam 12 episode, penonton diajak mengikuti kehidupan mereka berlima. Mungkin tak sepenuhnya seperti judulnya yang terkesan ceria, cerita drama ini justru agak muram dan sedikit berbau misteri. Tapi jangan khawatir, karena nuansa anak mudanya tetap kuat kok, dunia kos-kosan dan kampus yang terasa realistis. Ceritanya terasa kontemplatif, tapi tetap disajikan dengan ringan dan menghibur. Ditambah lagi misterinya juga tidak gelap-gelap amat, dan dikupas dengan rapi dari episode per episode sehingga membuat penasaran. Eksplorasi masing-masing karakter juga terasa berimbang, semua karakter mendapat ekslplorasi karakter yang cukup sehingga karakternya terasa jelas. Apalagi, masing-masign karakter memang punya kekhasannya sendiri sehingga terasa lovable.
age-of-youth-18

age-of-youth-22

Akting nangis Han Ye-ri yang beberapa kali membuat saya ikut menangis 😛

Dari segi akting, menurut saya semuanya berakting dengan bagus. Meski pada beberapa bagian, Han Seung-Yeon yang jadi Yi-eun tidak selalu berhasil ketika harus menunjukkan emosi mendalam. ? Jangan ditanya lah. Beberapa kali saya dibuat ikut mau menangis setiap kali ada adegan dia menangis. Menurut saya dia sangat berhasil memerankan sosok Senior Yoon, yang tough dan penuh harga diri dengan sangat baik. Meski di sisi lain, menurut saya karakternya di sini agak terlalu depresif, tapi masalahnya lebih pada cerita saya kira. Patut diacungi jempol juga pemain yang lainnya, yang sempat membuat saya agak underestimate karena tak familiar dengan mereka dan beberapa berlatar idol. Tapi ternyata tidak. Ryu Hwa-Young sangat bagus memerankan Kang Yi-na yang bitchy tapi juga tetap simpatik,  sebagai Song Ji-won yang agak freak dan tak tahu malu dan Park Hye- soo sebagai Eun-jae yang culun.

age-of-youth-23
Dan yah, drama ini memang female centered, tapi juga tetap melibatkan cowok kok, dan lumayan cakep-cakep. Favorit saya sih Yoon Park, yang jadi Park Jae-won. Sleain karakternya di sini juga keren dan manly, wajahnya juga sangat enak dilihat. Hihi…
Overall, Good drama!

Cast:
– Yoon Jin-myung
Han Seung-Yeon – Jung Ye-eun
– Song Ji-won
Ryu Hwa-Young – Kang Yi-na
Park Hye-Soo – Yoo Eun-jae

Yoon Park – Park Jae-wan
Ji Il-joo – Ko Doo-young
Shin Hyun-soo – Yoon Jong-yeol (sunbae)
Son Seung-won – Im Sung-min
Choi Duk-Moon – Oh Jong-Gyoo (ahjussi)
Min Sung-Wook – manajer restoran
Yoon Jong-hoon – Seo Dong-joo
Moon Sook – ibu kos

Judul: Age of Youth / Chungchoonshidae (청춘시대)
Sutradara: Lee Tae-Gon
Penulis: Park Yeon-Sun
Tayang: JTBC, 22 Juli – 27 Agustus 2016
Episodes: 12
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Hunt

Oktober 18, 2016 2 komentar

Di sebuah pegunungan terpencil bekas pertambangan, seorang nenek menemukan bongkahan emas. Ia kemudian melaporkan ke kantor polisi terdekat. Park Dong-geun (), polisi setempat kemudian datang untuk memeriksa. Dibutakan oleh ketamakan, ia mengelabui si nenek bahwa itu hanya batu biasa sementara ia diam-diam memanggil saudara kembarnya untuk melakukan survey emas.
the-hunt1
Saudaranya kemudian datang bersama serombongan orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama. Si nenek yang mengetahui dirinya ditipu, merasa marah dan mengatakan bahwa tanah itu adalah milik putranya. Ketika terjadi perdebatan, terjadi insiden si nenek jatuh dan luka parah.
the-hunt

the-hunt3
Moon Ki-sung () adalah lelaki tua berambut putih yang sering terlihat di sekitar gunung. Dulunya ia adalah penambang emas di tempat itu. Rekan baiknya, Kim Joong-hyun, adalah anak si nenek yang meninggal karena kecelakaan ketika menambang. Rekannya ini meninggalkan seorang putri yang mengalami keterbelakangan mental, Kim Yang-soon (). Untuk menebus rasa bersalahna, Ki-sung ikut merawat Yan-soong.
the-hunt0

the-hunt5
Ketika melihat kelompok Park, Ki-sung merasa curiga dan berusaha mengagalkan rencana jahat mereka. Baku tembak di tengah belantara pun tak terhindarkan.
the-hunt4
Saya penasaran sama film ini karena bintangnya adalah para aktor papan atas dan saya sukai, terutama dan . Premis ceritanya sendiri cukup menarik, tentang keserakahan manusia dengan penekanan pada action-nya yang memang cukup intens dari awal sampai akhir, tapi entah kenapa menurut saya kok kurang gregetnya. Balutan drama dan twistnya sebenarnya cukup menarik juga, tapi lagi-lagi menurut saya kurang greget. Dari segi akting menurut saya sih semuanya main dengan pas. terlihat karismatis sebagai si kakek misterius, begitu meyakinkan sebagai gadis yang mengalami keterbelakangan mental dan juga terlihat jahat sebagai sosok antagonis, meski karakter kembar yang dimainkannya tidak terlalu berarti secara cerita. Dan ya itu tadi, ada sesuatu dalam film ini yang terasa kurang greget. Tapi nggak buruk kok, tetap layak tonton

Cast:
– Moon Ki-Sung
– Park Dong-Geun
– Kim Yang-Soon
– Maeng Joon-Ho
– Detective Squad Chief Son
Park Byung-Eun – Kwak Jong-Pil
Ye Soo-Jung – nenek
Jin Seon-Kyu – Kim Joong-Hyun (ayahnya Yang-Soon)

Judul: The Hunt/ Sanyang (사냥)
Sutradara: Lee Woo-Chul
Produser: Kim Han-Min
Rilis: 29 Juni 2016
Durasi: 93 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

South Bound

Juli 24, 2016 Tinggalkan komentar

Choi Hae-kab () adalah seorang ‘kiri’. Ia selalu apatis terhadap segala sesuatu yang berbau pemerintah dan tak pernah takut untuk berbeda. Julukannya adalah Choi Guevara. Ia menikah dengan An Bong-hee yang selalu seideologi dengannya. Juga seorang bapak dari tiga orang anak: Choi Min-ju (), Choi Na-ra dan Choi Na-rae. Setelah rumahnya disita, ia dan keluarganya pindah ke kampung halamannya di sebuah pulau kecil, Deul, yang sedang dalam sengketa.

South_Bound_2

Choi si Pembangkang

Kim Ha-soo, adalah orang sekampung halamannya yang sudah sukses jadi anggota dewan. Dan khas orang sukses yang lupa daratan, ia menjadi politisi yang tamak. Ha-soo berniat hendak menjual pulau kepada investor. Orang-orang pulau disuruh pindah dan hanya beberapa yang tersisa. Tentu bukan Choi namanya kalau mau saja disuruh pindah. Dengan kenekadan dan kekeras-kepalaannya serta dukungan keluarga dan segelintir orang yang peduli, ia berusaha untuk menentang proyek Ha-soo dan menolak penggusuran. Menambah seru cerita adalah dengan adanya dua orang agen rahasia yang ditugaskan untuk mengawasi gerak-gerik Hae-kap karena ideologi kirinya.


Ambisius, bisa dibilang demikian karena film ini mengangkat isu berbau sosialisme dan aktivisme. Tapi tenang saja film ini dikemas dengan begitu cair dan dipenuhi unsur komedik yang membuatnya terasa ringan dan menghibur, tapi tetap mengharukan dan berisi dengan pesan moral yang jelas. Di samping itu, karakter-karakternya juga menyenangkan. Jika biasanya sosok martir digambarkan berjuang dalam kesendirian, tidak dengan sosok Choi yang selalu didukung penuh oleh keluarganya yang begitu pengertian dan lovable. Menyenangkan rasanya melihat istri Choi yang tak pernah mengeluh meski hidup kekurangan alih-alih selalu percaya pada Choi. Pun anak-anak Choi yang menikmati saja apapun keputusan ayahnya.

South_Bound_1

Love this family 😀

Mungkin agak terkesan terlalu manis, tapi sebenarnya juga tidak karena sosok-sosok keluarga Choi cukup realistis. Tentu semua itu tak lepas dari akting para pemerannya. seperti biasa, bermain dengan apik sebagai si rebel Choi. Selain itu juga ada nama , Oh Yeon-su, dan juga aktor cilik Baek Seung-hwan (Choi Na-ra) dan Park Sa-rang (Choi Na-rae). Semuanya memerankan karakternya dengan pas. Worth to watch!
South_Bound_6
Note:
Merupakan remake dari film Jepang (tahun 2007) dengan judul yang sama.

Cast:
– Choi Hae-kab
Oh Yeon-Su – An Bong-hee
Baek Seung-Hwan – Choi Na-ra
Park Sa-Rang – Choi Na-rae
– Choi Min-joo

– Man-deok
Joo Jin-mo – Agen 1
Jung Moon-sung – Agen 2
– Guru Kim
Jeon Su-ji – Guru Oh
Lee Do-kyung – Kim Ha-soo
Song Sam-dong – Polisi Kwon
– Ra Mi-ran (cameo)
– anggota klub (cameo)

Judul: South Bound/ Namjjeukeuro Twieo (남쪽으로 튀어)
Sutradara: Yim Soonrye
Penulis: Hideo Okuda (novel), Lee Gye-Byeok, Na Hyeon, Choi Moon-Suk, Kim Yun-Seok
Produser: Kim Bo-Ram
Siinematografi: Jo Yong Gyu
Rilis: 7 Februari 2013
Durasi: 121 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

pics credit to asianwiki.com

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar