Arsip

Posts Tagged ‘Ha Jung-woo’

Along With the Gods: The Two Worlds

Maret 22, 2018 Tinggalkan komentar

Sejak kabar akan dibuatnya film ini, saya sudah penasaran. Pertama, tentu karena cast-nya yang bertabur bintang film papan atas Korea. Mulai dari , , , , hingga aktor dan aktris muda berbakat, & . Premis ceritanya juga terdengar menarik, komedi fantasi. Saya semakin penasaran karena ketika film ini mulai rilis beberapa bulan lalu, kabarnya langsung jadi box office.

along with the gods

Seperti judulnya, film ini memang mengisahkan para dewa. Lebih tepatnya, tentang dunia kematian. Diceritakan seorang lelaki yang bekerja sebagai pemadam kebakaran, Kim Ja-hong (), yang tewas ketika menyelamatkan seorang anak yang terjebak kebakaran. Ja-hong yang tak menyadari bahwa dirinya sudah meninggal kemudian dihampiri dua malaikat maut, Hae Won-maek () dan Duk-choon (). Keduanya menyambut Ja-hong dengan sangat ramah, karena Ja-hong meninggal dengan mulia. Sebuah kematian yang jarang terjadi. Tidak hanya itu, kedua malaikat maut ini, ditambah sang ketua, Gang Rim (), kemudian mengawal Ja-hong menemui para dewa untuk perhitungan dosa. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha keras membela Ja-hong agar tidak sampai masuk neraka. Karena Ja-hong adalah harapan mereka untuk bisa berinkarnasi. Mau tidak mau, mereka pun kemudian harus terlibat dengan dunia manusia demi untuk melakukan pembelaan demi pembelaan pada Ja-hong.

along with the gods1along with the gods3

Hmm, yah, sebuah film dengan ide yang cukup unik. Cerita dasarnya sih sebenarnya nggak bisa dibilang baru, tapi plotnya diramu sedemikian rupa sehingga pada beberapa bagian cukup tak terduga. Dan mengenai castnya, meski bertabur bintang, tapi rasanya tidak ada yang wasted kok. Meski tokoh utamanya adalah Gang Rim, tapi karakter yang lain mendapat proporsi yang pas kok. karismatis seperti biasa, meski menurut saya entah bagaimana, akting terasa lebih mencuri scene. , mungkin karena memang karakternya sedemikian rupa yang nggak terlalu jauh dari karakter yang sudah pernah ia perannkan (lelaki agak looser tapi baik hati), sehingga rasanya tak ada yang terlalu istimewa dengan aktingnya.

along with the gods4

Cukup surprise bagi saya adalah perannya . Ketika membaca di awal ada nama sebagai salah satu cast, meski dia memang aktris muda yang berbakat dan sudah beberapa kali jadi lead, tapi melihat nama-nama besar dan sudah pada senior pula, saya berpikir kalau dia paling hanya akan mengambil peran pelengkap saja. Tapi ternyata nggak, karena karakternya di sini cukup penting dan dia hampir muncul di semua scene. Saya juga senang melihat chemistrynya yang bagus dengan cast lainnya (terutama dan ). Meski sebenarnya secara usia bisa dibilang dia sudah cukup dewasa (19 tahun) tapi karena perawakannya yang memang imut-imut, dia memang terkesan seperti masih anak-anak dan jadi seperti adik kecil bagi cast lain. Hehe… Salut dan senang lah melihat perkembangan karirnya. Menurut saya, dia adalah salah satu aktris terbaik di generasinya. Karena sama-sama populer dan secara usia bisa dibilang sebaya, saya jadi sedikit membandingkan dengan generasi seangkatannya seperti , dan (aneh juga bahwa semuanya bernama Kim, hehe) dan meski kalau dinilai dari segi kemampuan akting mungkin hampir sama, tapi menurut saya adalah yang paling selektif dalam memilih peran-perannya dan paling sering terlibat di proyek-proyek berkualitas. Karenanya, saya membayangkan kalau dia akan jadi bintang film masa depannya Korea.

along with the gods5

Aktor/aktris yang lain ada karena memang sudah punya nama besar, meskipun hanya mengambil peran supporting, tapi bermain dengan sama bagusnya. Sedikit menggangu bagi saya adalah ketika melihat . Dia adalah aktor yang sangat solid dan selalu bermain bagus meski hanya sebagai supporting. Tapi dengan kasus yang menimpanya sekarang (ia terjerat skandal pelecehan seksual, sempat menampik tapi kemudian mengakuinya), membuat saya tak bisa melihatnya dengan cara yang sama lagi. Hmm, yah. Sayang sekali sih, karena aktor seberbakat dia ternyata punya perilaku yang cukup memalukan.

along with the gods7

Overall untuk film ini, cukup bagus lah meski bagi saya pribadi tidak berkesan-berkesan amat, karena menurut saya durasinya terlalu berlama-lama. Meski begitu saya cukup puas dan jadi penasaran dengan sekuelnya (film ini memang dibuat dalam dua bagian) dan berharap sih kalau di sekuelnya nanti, akan lebih dieksplore karakter dan latar belakangnya trio malaikat maut.

Cast:
– Ga Rim
– Hae Won-maek
– Dok-choon
– Kim Ja-hong
– Kim Soo-hong
– Won Il-byung
Lee Joon-hyuk – Letnan Park
Ye Soo-jung – ibunya Ja-hong dan Soo-hong
– Yeomra
– jaksa
Lim Won-hee – jaksa
Kim Soo-ahn – Taesan
– Dewa Neraka
– Dewi Neraka
cameo:
Kim Su-ro-ayah gadis dengan kucing

Judul: Along With the Gods: The Two Worlds/Singwa Hamgge
Sutradara: Kim Yong-hwa
Penulis: Joo Ho-min (webcomic), Kim Yong-hwa
Rilis: 20 Desember 2017
Durasi: 139 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

 

Iklan

Breath

Oktober 11, 2017 Tinggalkan komentar

Yeon, adalah seorang istri yang tak bahagia dengan kehidupannya yang membosankan. Ditambah lagi, ketahuan bahwa suaminya () selingkuh. Suatu hari ia melihat berita di TV tentang seorang narapidana hukuman mati yang gagal melakukan percobaan bunuh diri bernama Jang Jin (). Yeon merasa jatuh simpati pada Jang Jin. Dalam keadaan frustrasi, ia nekad menemui Jang Jin di penjara.

Breath-9

Breath-1

Yeon pernah merasakan ambang kematian dan kemudian menceritakan hal ini pada Jang Jin. Jang Jin tersentuh oleh cerita-cerita Yeon. Apalagi kemudian Yeon rutin datang dan menghiburnya. Di sisi lain, suami Yeon mulai curiga melihat tingkah Yeon yang aneh dan kemudian mengikuti Yeon. Ia merasa terkejut ketika tahu bahwa istrinya berselingkuh dengan seorang narapidana. Ia pun kemudian berusaha untuk menjadi suami yang lebih baik bagi Yeon.

 

Breath-8

Salah satu film dengan ending yang menurut saya paling optimis dan hangat. Bagi yang suka dengan film-film ‘uniknya’ , tentunya film ini tak boleh dilewatkan 🙂

Cast:
– Jang Jin
Park Ji-a – Yeon
– Suami Yeon
Kang In-hyeong – narapidana muda (yang suka sama Jang Jin)
-kepala keamanan penjara

Judul: Breath/ Soom
Sutradara/Penulis/Produser:
Sinematografi: Sung Jong-moo
Rilis: 26 April 2007
Durasi: 84 menit
Distributor: Sponge Ent.
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
– Nominasi Palm d’Or Cannes Film Festival 2007

Like You Know It All

Juni 14, 2017 Tinggalkan komentar

Ku () adalah sutradara muda yang masih karyanya diapresiasi tapi kurang diminati. Sikapnya canggung dan kurang percaya diri. Suatu hari di musim panas, ia diundang untuk menghadiri sebauah festival film dimana ia ditugaskan untuk menjadi juri. Di sana, ia bertemu penyelenggara acara, Hyeon-hee () yang cantik dan berkarakter aneh. Selain itu, ia juga bertemu Jung-hee, aktris yang ia kagumi dan seorang aktris muda yang senang mempromosikan diri sendiri dan temannya sesama sutradara, yang ternyata lebih sukses dan terkenal. Hal yang membuatnya merasa tersisih.

Like You Know It All_1

Ku kemudian bertemu teman lamanya, Bu yang mengaku telah menemukan hidupnya sejak bertemu istrinya yang ia anggap belahan jiwanya. Ku kemudian diajak menemui istrinya, Yu-shin () yang ternyata seorang perempuan berkarakter unik yang impulsif dan sensitif. Tanpa sengaja, Ku melukai perasaan Yu-shin dengan komentarnya, hal yang kemudian membuat sahabatnya marah.

Like You Know It All_2

Ketika kembali ke tempat festival, Ku bertemu Hyeon-hee yang marah karena merasa Ku tak cukup perhatian padanya dan membiarkannya dilecehkan.

Like You Know It All_5

Beberapa hari kemudian, Ku pergi ke Jeju untuk mengajar kelas film. Di sana ia bertemu sunbae-nya, seorang pelukis yang dikaguminya,  Yang, yang baik dan hangat. Diketahui kemudian Pak Yang ini baru menikah lagi untuk kedua kalinya dan istrinya adalah Go-sun ()yang tak lain adalah perempuan yang dicintai Ku di masalalu. Hubungan mereka tak pernah benar-beanr selesai, karenanya pertemuan kembali itu membuat Ku senang. Di sisi lain, Gosun juga memberi sinyal-sinyal tentang perasaannya. Meski begitu, ia selalu mengatakan bahwa ia bahagia dengan Mr Yang yang baik dan menyenangkan.

Like You Know It All_7

Seperti judulnya, Like You Know It All, tema film ini adalah tentang memahami perasaan orang. Bagaimana sosok Ku yang sering salah mengartikan perasaan orang kepadanya. Kenyataannya, kita tak pernah benar-benar tahu bagaimana perasaan orang lain sebenarnya.

Like You Know It All_8

Tak jauh dari film-film Hong sebelumnya, ini adalah tentang hubungan yang rumit antara pria dan wanita. Dengan tokoh utama yang juga khas dirinya, sutradara film. Bedanya, jika biasanya tokoh-tokohnya adalah sosok percaya diri dan flamboyan, sosok Ku digambarkan sebagai sosok yang canggung dan berkarakter ‘manis.’ Dan jujur, di antara tokoh-tokoh dalam film Hong yang sudah saya tonton, tokoh Ku adalah satu-satunya yang membuat saya ikut bersimpati. Sebelum-sebelumnya, ketika saya menonton film-film Hong saya selalu melihat tokoh-tokoh utamanya dengan jarak tertentu sehingga tak terlalu merasa terlibat secara emosional. Tapi lewat sosok Ku yang terlihat ‘rapuh’ saya jadi ikut terbawa emosi melihatnya.

Like You Know It All_10

Biasanya saya tak terlalu peduli, apakah tokoh-tokoh Hong berhasil dengan hubungannya, tapi kali ini saya ingin Ku dan berharap dia mendapatkan perempuan yang dicintainya. Yang tentu saja, hampir tidak mungkin. Selain karakter Ku yang memang cukup simpatik mungkin juga tak lepas dari sosok Kim Tae-woo yang memerankannya. Soal akting, tak perlu ditanya lah, karena dia memang sudah beberapa kali terlibat dalam film-film Hong. Tapi secara visual, Kim juga membuat karakter Ku lebih menarik. Saya selalu menyukai . Selain aktingnya, secara fisik, menurut saya dia menarik dengan wajah yang enak dilihat dan proporsi tubuh atletisnya yang ideal.

Cast:
– Ku Kyeong-nam
-Hyeon-hee
– Go-sun
– Sutradara Ko
Moon Chang-kil – Yang Chun-soo
Kong Hyung-jin – Bu Sang-yong (teman Ku)

Seo Yeong-hwa – artis
Eun Joo-hee – Oh Jung-hee (aktris)
– Jo
– Yu-shin

Judul : Like You Know It All/ Jal Aljido Mothamyeonso
Sutradara/Penulis:
Asisten: Lee Kwang-suk
Produser: Hong Lee Yeon Jung
Sinematografi: Kim Hun-kwang
Rulis: Mei 2009
Durasi: 126 menit
Produksi Jeonwansa Film
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
Toronto International FF 2009
Vancouver FF 2009
Busan International FF 2009
Tokyo International FF2009
Hong Kong International FF 2009
Asian FF of Dallas 2010
Deauville Asian FF 2011

The Handmaiden

November 27, 2016 Tinggalkan komentar

Sejak film debutnya yang fenomenal, , saya selalu penasaran dengan karya-karya sutradara satu ini, . Meski kemudian saya dibuat agak ilfil dengan film terakhirnya, , tetap saja, saya penasaran sama filmnya kali ini, yang seperti film-filmnya yang lain selalu masuk ajang festival film internasional. Apalagi, di sini dia memasang aktor yang selalu saya apresiasi film-filmnya, . Ditambah juga ada nama aktor besar lain: , ,

handmaiden4

Aktris pendatang baru, Lee Tae-ri yang main bagus sebagai Sook-hee

Berlatar pada masa Korea dibawah penjajahan Jepang. Sook-hee adalah seorang gadis yang berprofesi sebagai pencopet. Bersama bibinya, ia merawat bayi-bayi terlantar untuk dijual. Suatu hari, datang Fujiwara () seorang pemalsu lukisan yang menyamar sebagai bangsawan. Ia menawarkan sebuah kerjasama pada Sook-hee dengan imbalan yang besar. Sook-hee diminta untuk menyamar sebagai pembantu bagi Hideko (), perempuan kaya raya yang penyakitan. Fujiwara meminta Sook-hee untuk menjadi mata-mata sekaligus mak comblang baginya agar ia bisa menikahi Hideko dan mendapatkan harta warisannya.
handmaiden2
Di rumah mewah Hideko, Sook-hee bertemu dengan kepala pembantu, Sasaki () yang aneh, juga paman Hideko, Kouzuki () yang bengis dan cabul. Mendapati Hideko yang hidup dalam dunia yang mengerikan seperti itu, Sook-hee diam-diam merasa bersimpati pada Hideko dan tidak tega jika Hideko menjadi korban penipuan Fujiwara. Sook-hee pun mengulurkan persahabatan yang tulus pada Hideko. Tapi diluar dugaan, ternyata Hideko juga punya rencana lain.
handmaiden3
Diangkat dari novel karya penulis Sarah Waters (1992) yang berjudul Fingeresmith, sejak awal membaca sinopsisnya, saya sudah menduga bahwa ini akan mnejadi cerita yang menarik, apalagi di tangan sutradara sekelas . Dan yah, memang demikian. Ceritanya menarik dan penuh twist. Penokohan karakter yang fokus pada perempuan merupakan hal menarik lainnya. Dan semua cast-nya bermain apik, terutama Kim Tae-ri, yang konon merupakan aktris pendatang baru dan dipilih melalui proses audisi yang ketat. Dan yah, hasilnya memang sama sekali tak mengecawakan. Di antara rekan mainnya yang merupakan para bintang film papan atas Korea, ia terlihat sangat percaya diri memerankan sosok Sook-hee yang kuat sekaligus naif.
handmaiden
Tapi, yah, bagi saya selalu ada tapi untuk film-film . Tak jauh-jauh dari film sebelumnya (terutama ), lagi-lagi di sini Park jor-joran menyuguhkan adegan dewasa dan di sini tidak main-main karena adegan itu dilakukan oleh, ehm, maaf spoiler, sesama jenis. Sejak awal sebenarnya saya sudah mengantisipasi hal ini, tapi tak urung risih juga ketika menyaksikannya. Satu dua adegan saya masih bisa mengapresiasi sebagai penunjang unsur real dalam cerita, tapi jika terlalu banyak jujur saja sangat risih melihatnya. Hal yang sering membuat saya tak habis pikir dengan karya-karya Park. Tanpa adegan itu  pun atau setidaknya disajikan dalam porsi yang pas, menurut saya karya-karya Park ini sudah bagus dan khas. Terlepas dari perdebatan art dan pornografi, saya kok curiga kalau dia ini kayak sutradara yang agak  terobsesi dengan adegan dewasa dalam film-filmnya ya? Hehe, entahlah.

Warning: terlalu banyak adegan dewasa!

Cast:
– Hideko
Kim Tae-ri – Sook-hee
– Fujiwara
– Paman Kouzuki
– Bibi
– Sasaki
– Goo-gai

Judul: The Handmaiden / Lady / Agasshi (아가씨)
Sutradara:
Penulis: Sarah Waters (novel), , Jung Seo-Kyoung
Produser: Yoon Suk-Chan, Jung Won-Jo
Sinematografi:  Jung Jung-Hoon
Premiere: Mei 2016 (Cannes Film Festival)
Rilis: 1 Juni 2016
Durasi: 144 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 Film Festival & Awards:
Cannes Film Festival 2016 – Competition

Blue Dragon Film Awards 2016:
– Best Actress (), Best New Actress (Lee Tae-ti), Best Art Design
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Cinematography & Lighting, Best Music

The Tunnel

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Ketika membaca kabar tentang film ini,  hal yang terlintas di kepala saya adalah film bertema sejenis, -nya yang dibintangi . Saya cukup menyukai , tapi saya juga berpikir bahwa cerita film ini bukan jenis film yang menarik untuk dibuat beberapa versi karena ceritanya terasa sempit. Yah, intinya kan pasti tidak akan jauh-jauh dari bagaimana si tokoh bertahan survive dalam kondisi yang sedemikian rupa. Tapi berhubung bintang utama film ini (seperti saya tulis sebelumnya, saya akan menonton film apa saja ketika ada nama di dalamnya). Jadilah saya tetap penasaran untuk menonton.
tunnel-3
Lee Jung-su () adalah lelaki biasa saja. Ia bekerja sebagai dealer mobil. Ia seorang suami dan ayah dari seorang anak  yang hendak berulang tahun. Suatu hari yang biasa, sepulang kerja ia singgah di tempat pengisian bensin dan dibuat emosi dengan pelayanan si bapak tua yang lamban.  Ketika dua botol air mineralnya hampir ketinggalan, si bapak mengingatkannya. Di perjalanan, ia sempat menelepon istrinya (), mengatakan bahwa ia sudah membeli kue ulang tahun untuk putri mereka. Ia juga menelpon kantornya dan mendapat kabar bagus. Ia berhenti menelpon karena hendak masuk terowongan.

Di tengah jalan di dalam terowongan yang sepi, lampu tiba-tiba mati. Ia sedikit kaget, tapi kemudian lampu menyala lagi disusul suara gemuruh. Belum usai keheranannya, mendadak terowongan runtuh. Bruk. Ia tertimbun reruntuhan beton. Untunglah, ponselnya masih bisa digunakan. Ia menelepon 119 yang berjanji akan segera menolongnya.
tunnel-1
Tapi, tentu saja kata ‘segera’ hanyalah sebentuk penghiburan baginya. Terowongan tempatnya terjebak tertimbun longsor, keberadaannya juga tidak mudah dideteksi. Butuh waktu beberapa hari untuk menyelamatkannya. Ketika mengetahui hal itu, Jung-su berusaha optimis. Ia masih punya persediaan air minum dan kue ulang tahun anaknya .

Tapi ketika hari demi hari berlalu dan belum ada tanda-tanda datangnya pertolongan, Jung-su pun panik dan putus asa. Persediaan air dan makanan sudah habis. Regu penyelamat juga mulai merasa sia-sia karena tak kunjung menemukan lokasi Jung-su.
tunnel-2
Hmm, yah. Seperti saya tulis di awal, ini adalah tentang bagiamana manusia bertahan untuk hidup di tengah situasi yang terasa musykil. Dan cukup baik digambarkan lewat film ini. Menghapus kekhawatiran saya, latar dan tokoh film ini cukup berbeda dengan . Jika dalam banyak dieksplorasi pikiran si karakter ketika mengalami masa-masa krisis dalam hidupnya, di sini cerita akan lebih fokus pada peristiwa. Bagaimana si tokoh berusaha survive, bagaimana kegigihan para regu penyelamat, bagaimana dukungan dari keluarga, juga bagaimana reaksi sekitar yang kadang tidak peka seperti media yang kadang annoying sibuk mencari sensasi atau politikus yang cari muka.
tunnel
Film digarap sedemikian rupa sehingga terasa cair dan tidak membosankan. Para pemainnya juga berakting bagus. bermain bagus seperti biasa. Meski tak banyak eksplorasi karakter pada sosok yang diperankannya, tapi kita dibawa tahu seperti apa karakternya di sini. Seorang lelaki yang ingin selalu terlihat tough dan berpikir jernih dalam kondisi apapun. Untuk aktor yang lain, dan juga bermain dengan bagus. Satu hal yang agak mengganjal logika saya adalah kenapa tidak ada perubahan fisik yang siginifikan pada Jung-su dan si anjing? Padahal, digambarkan bahwa Jung-su dan si anjing terjebak di dalam terowongan selama sekitar sebulan, tanpa persediaan makanan yang cukup.  Dalam kehidupan nyata, pastilah orang akan menjadi lebih kurus. Untuk hal ini, saya jadi membandingkannya dengan , meski cukup berbeda, tapi mampu menggambarkan dengan apik kondisi real orang ketika kekurangan makanan. Well,  nggak tahu sih bagaimana logika pembuat filmnya. Mungkin mereka menganggap bahwa detil seperti itu tak terlalu penting. Entahlah. Dan yah, walaupun agak mengganjal, tapi saya mencoba untuk mengabaikannya dan menikmati film ini.

Cast:
– Lee Jung-su
– Se-hyun
– Dae-kyung
Shin Jung-Keun – Kapten Kang
Nam Ji-Hyun – Min-a
Cho Hyun-chul – tim penyelamat muda
– Menteri
Yoo Seung-mok – Reporter Jo

Judul: The Tunnel/ Teoneol (터널)
Sutradara: Kim Sung-Hoon
Penulis: So Jae-Won (novel), Kim Sung-Hoon
Produser: Lee Taek-Dong, Jang Won-Suk, Kim A-Ran, Lee Dong-Yoon, Yoo Jae-Hwan\
Sinematografi: Hong Seung-Hyuk
Rilis: 10 Agustus 2016
Durasi: 126 menit
Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Assassination

April 20, 2016 Tinggalkan komentar

Yeom Seok-jin ( adalah mata-mata jepang yang menyamar sebagai agen yang bekerja untuk pejuang kemerdekaan Korea. Dengan dibiayai oleh seorang pengusaha Korea nasionalis, Kim Won-bong ( , ia merekrut tiga orang pejuang yang dipenjara: Ok-yoon (,) Saksopo (dan Deok-sam untuk membunuh Kang In-gook, orang Korea yang jadi antek Jepang.

ass7

Lee Jung-jae yang selalu oke baik sebagai antagonis maupun protagonis

Hawaii Pistol  (adalah orang Korea  yang apatis pada politik. Ia bekerja sebagai  pembunuh bayaran, bersama partnernya yang setia, Yeonggam.Suatu hari, Yeom Seok-jin mendatanginya dan menyuruhnya untuk membunuh Ok-yoon cs. Namun setelah mengenal Ok-yoon yang idealis dan militan, Hawaii justru jatuh simpati. Di sisi lain, diketahui kemudian kalau Ok-yoon memiliki kembaran bernama Mitsuko dan dibesarkan oleh si pengkhianat In-gook.

assq

Tiga pejuang yang menjadi tiga pembunuh

Waah… Perasaan saya benar-benar serasa mau meledak ketika menonton film ini. Pertama, adalah cast-nya yang benar-benar bertabur aktor papan atas Korea, : , , .. Salah satu dari ketiga aktor  ini saja sudah membuat saya penasaran untuk menonton filmnya, dan tiga aktor? saya benar-benar penasaran. Ketiganya adalah aktor yang saya kagumi, bukan hanya karena memang kemampuan aktingnya yang tak perlu diragukan lagi, tapi juga pilihan-pilihan filmnya yang seolah jaminan film bagus dan ketiganya sudah pernah main film bersama dan menunjukkan chemistry yang mengagumkan. Memasangkan mereka bertiga di satu film sungguh seperti dream collaboration.

assg

The charismatic Ha Jung-woo

asswv

My fave Jo Seung-woo, walaupun peran kecil tapi cukup mampu mencuri scene

Dan ternyata ketika mulai menonton, saya semakin excited karena meski tiga aktor di atas adalah pemeran utamanya, film ini masih bertabur aktor papan atas lain yang sama kerennya:  my fave-ever , lalu ada , , , .. . Meski mereka cuma sebagai pemain pendukung, tapi peran mereka sama sekali tak bisa diabaikan dalam menyusun jajaran cast yang terasa solid. Jor-joran bintan pada satu film sebenarnya berisiko wasted of talents, tapi menurut saya tidak dengan film ini. Masing-masing cast punya kekuatan dan karisma karakternya sendiri.

assmn

Good acting of Jeon Ji-hyun

Selain dari segi cast, dari segi cerita, film ini juga menurut saya digarap dengan sangat bagus. Konfliknya sangat tidak kering.  Tadinya saya sempat berpikir bahwa konflik dua orang kembar terkesan agak cheesy, tapi ternyata sang penulis cerita cukup smart untuk membuatya menjadi cerita yang tetap terasa berkelas. Dan dari segi sinematografi bla-bla… bagi saya penikmat film awam, rasanya cukup sempurna. Sangat tidak mengecewakan. One of the best korean movie!

Cast:
– An Ok-yoon/Misako
– Yeom Seok-jin
– Hawaii Pistol

– Saksapo
Choi Duk-Moon – Hwang Deok-sam
– Younggam
Heo Ji-Won – Myeong-woo
– Kang In-gook
– Kim Won-bong
Kim Eui-Sung – butler
Park Byung-Eun – Kawaguchi
– An Sung-sim
Kim Hong-Fa – Kim-goo
Jung In-Gyeom – Sasaki
Kim Hae-suk – Pemilik Bar

Judul: Assassination / Amsal (암살)
Sutradara: Choi Dong-Hoon
Penulis: Choi Dong-Hoon, Lee Gi-Cheol
Produser: Ahn Soo-Hyun, Choi Dong-Hoon, Kim Sung-Min
Sinematografi: Kim Woo-Hyoung
Rilis: 22 Juli 2015
Durasi: 139 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Film Festival:
– Fantasia Film Festival 2015 *International Premiere
– Busan International Film Festival  2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Awards:

2015 (35th) Korean Association of Film Critics Awards – November 16, 2015
Best Cinematography (Kim Woo-Hyung)
Best Technical Achievement (Ryoo Sung-Hee)

Daejong Film Awards  2015:
– Best Actress ()
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Actor (), Best Supporting Actor ()

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best
– Nominasi: Best Director, Best Actor ( ), Best Supporting Actor (), Best Screenplay, Best Cinematography & Lighting, Best Music, Best Art Design, Best Film Editing, Best Technical Award

Chronicle of Blood Merchant

Sejak pertama dengar kabar pembuatan film ini, saya sudah penasaran tak sabar nunggu rilisnya. Pertama tentu nama  yang di sini berperan sebagai sutradara sekaligus aktor utamanya. Yah, meski karirnya sebagai sutradara bisa dibilang baru dimulai dan dari film pertamanya, , tidak bisa dibilang ‘wah’ tapi juga tidak mengecewakan. Ditambah lagi, pasangannya di sini adalah artis populer , berikut cast tambahan beberapa aktor kawakan Korea: , (kebanyakan rekan mainnya di film-filmnya dan saya duga main di sini lebih dalam rangka “membantu teman” daripada sebagai aktor yang dibayar) dan bahkan ada nama.
hL6q1
Berlatar tahun 50-an. Heo Sam-gwan () adalah pemuda biasa saja. Petani sederhana yang tidak memiliki apa-apa selain bahwa ia rajin bekerja. Suatu hari, ia jatuh cinta dengan Heo Ok-ran (), gadis penjual popcorn yang disebut-sebut tercantik di kota itu. Sam-gwan pun berniat untuk menikahi Ok-ran. Masalahnya, Ok-ran sudah memiliki kekasih, lelaki kaya tapi playboy, Ha So-young. Tapi tentu saja, Sam-gwan tak patah arang. Dengan modal nekad dan kepandaian mengambil hati ayah Ok-ran (), ia akhirnya berhasil menikahi Ok-ran.

Ok-ran, gadis tercantik penjual popcorn

Ok-ran, gadis tercantik penjual popcorn

cb90u
Sebelas tahun berlalu. Sam-gwan dan Ok-ran hidup sederhana dan bahagia dengan 3 orang anak lelaki yang pintar dan lucu-lucu: Il-rak, Yi-rak dan Sam-rak. Masalah muncul ketika orang-orang mulai menggosipkan bahwa anak pertama mereka, Il-rak, mirip dengan So-young. Dan ketika terbukti melalui tes darah bahwa Il-rak memang anak So-young, harga diri Sam-gwan sebagai lelaki pun terusik. Ia menjadi bahan ejekan orang-orang karena begitu bodoh membesarkan anak orang lain. Menepiskan rasa sayangnya pada Il-rak, ia memperlakukan Il-rak dengan dingin. Namun ketika keluarga So-young menginginkan Il-rak, Sam-gwan pun sadar bahwa ia mencintai Il-rak seperti anaknya sendiri dan tak rela ketika orang lain ingin mengambilnya.

cb324
Di sisi lain, keadaan ekonomi yang sulit membuat keluarganya sering kekurangan makanan. Menjual darah adalah salah satu cara untuk menghasilkan uang. Dan agaknya, dari sinilah judul film ini berasal. Meski sebenarnya, fokus cerita film ini lebih pada keluarga.
cb567
Saya membaca kalau film ini diadaptasi dari novel penulis China yang konon cukup terkenal, Yu Ha. Saya sendiri belum pernah membacanya sehingga tak bisa membandingkan, namun dalam novel itu konon banyak melibatkan latar sejarah sehingga menjadi penting. Tentu saja, sulit diangkat karena latarnya di sini berbeda. Tapi bisa dilihat bagaimana sulitnya keadaan ekonomi pada masa itu (tahun ’50-an/ ’60an) dimana orang-orang sampai harus menjual darah untuk bertahan hidup.

Ending yang menyenangkan :)

Ending yang menyenangkan 🙂

Jujur, film ini tidak bisa dibilang sangat berkesan, meski juga tidak mengecewakan. Sejak awal saya sendiri memang tak terlalu banyak berekspektasi. Di awal-awal, film ini terasa sangat segar dan juga menghibur. Karena meskipun ceritanya bisa dibilang serius tapi selalu ada nuansa komedik yang membuatnya terasa lucu dan segar (khas ). Namun agak ke belakang, cerita menjadi terlalu lambat dan agak cengeng. Untunglah,  film kemudian ditutup dengan ending yang terasa menyenangkan 🙂 didukung gambar-gambar sinematografi yang pas. Whatever, salut untuk yang memang multitalented.

Note:

Bagi penggemar  dan ingin melihat aktingnya yang lain dari biasa, bisa dilihat di film ini. Meski cuma sebagai pemain lapis sekian, tapi cukup meninggalkan kesan 🙂

Yoon Eun-hye yang 'rela' dipermak jadi cewek gendut :)

Yoon Eun-hye yang ‘rela’ dipermak jadi cewek gendut 🙂

Cast:
 – He Sam-Gwan
 – Heo Okran
Nam Da-reum – Ilrak
No Kang-min – Yi-rak
Jun Hyun-suk – Sam rak
Jeon Hye-jin – Song istri Soyoung
Min Moo-je – Ha Soyoung
Jang Gwang – Dr Choi
– Mr Bang
Kim Sung-kyun – Geunryong
– Mr sim
 – Mr An
– Paman
 – ayahnya Ok-ran
Kim Young-ae – ibunya Kye-hwa

 – Im Boon-bang
– Kye-hwa

Judul: Chronicle of Blood Merchant/ Heosamgwan
Sutradara:
Penulis: Yu Hua (novel)
Rilis: 15 Januari 2015
Durasi: 124 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar