Arsip

Posts Tagged ‘Ha Jung-woo’

The Handmaiden

November 27, 2016 Tinggalkan komentar

Sejak film debutnya yang fenomenal, , saya selalu penasaran dengan karya-karya sutradara satu ini, . Meski kemudian saya dibuat agak ilfil dengan film terakhirnya, , tetap saja, saya penasaran sama filmnya kali ini, yang seperti film-filmnya yang lain selalu masuk ajang festival film internasional. Apalagi, di sini dia memasang aktor yang selalu saya apresiasi film-filmnya, . Ditambah juga ada nama aktor besar lain: , ,

handmaiden4

Aktris pendatang baru, Lee Tae-ri yang main bagus sebagai Sook-hee

Berlatar pada masa Korea dibawah penjajahan Jepang. Sook-hee adalah seorang gadis yang berprofesi sebagai pencopet. Bersama bibinya, ia merawat bayi-bayi terlantar untuk dijual. Suatu hari, datang Fujiwara () seorang pemalsu lukisan yang menyamar sebagai bangsawan. Ia menawarkan sebuah kerjasama pada Sook-hee dengan imbalan yang besar. Sook-hee diminta untuk menyamar sebagai pembantu bagi Hideko (), perempuan kaya raya yang penyakitan. Fujiwara meminta Sook-hee untuk menjadi mata-mata sekaligus mak comblang baginya agar ia bisa menikahi Hideko dan mendapatkan harta warisannya.
handmaiden2
Di rumah mewah Hideko, Sook-hee bertemu dengan kepala pembantu, Sasaki () yang aneh, juga paman Hideko, Kouzuki () yang bengis dan cabul. Mendapati Hideko yang hidup dalam dunia yang mengerikan seperti itu, Sook-hee diam-diam merasa bersimpati pada Hideko dan tidak tega jika Hideko menjadi korban penipuan Fujiwara. Sook-hee pun mengulurkan persahabatan yang tulus pada Hideko. Tapi diluar dugaan, ternyata Hideko juga punya rencana lain.
handmaiden3
Diangkat dari novel karya penulis Sarah Waters (1992) yang berjudul Fingeresmith, sejak awal membaca sinopsisnya, saya sudah menduga bahwa ini akan mnejadi cerita yang menarik, apalagi di tangan sutradara sekelas . Dan yah, memang demikian. Ceritanya menarik dan penuh twist. Penokohan karakter yang fokus pada perempuan merupakan hal menarik lainnya. Dan semua cast-nya bermain apik, terutama Kim Tae-ri, yang konon merupakan aktris pendatang baru dan dipilih melalui proses audisi yang ketat. Dan yah, hasilnya memang sama sekali tak mengecawakan. Di antara rekan mainnya yang merupakan para bintang film papan atas Korea, ia terlihat sangat percaya diri memerankan sosok Sook-hee yang kuat sekaligus naif.
handmaiden
Tapi, yah, bagi saya selalu ada tapi untuk film-film . Tak jauh-jauh dari film sebelumnya (terutama ), lagi-lagi di sini Park jor-joran menyuguhkan adegan dewasa dan di sini tidak main-main karena adegan itu dilakukan oleh, ehm, maaf spoiler, sesama jenis. Sejak awal sebenarnya saya sudah mengantisipasi hal ini, tapi tak urung risih juga ketika menyaksikannya. Satu dua adegan saya masih bisa mengapresiasi sebagai penunjang unsur real dalam cerita, tapi jika terlalu banyak jujur saja sangat risih melihatnya. Hal yang sering membuat saya tak habis pikir dengan karya-karya Park. Tanpa adegan itu  pun atau setidaknya disajikan dalam porsi yang pas, menurut saya karya-karya Park ini sudah bagus dan khas. Terlepas dari perdebatan art dan pornografi, saya kok curiga kalau dia ini kayak sutradara yang agak  terobsesi dengan adegan dewasa dalam film-filmnya ya? Hehe, entahlah.

Warning: terlalu banyak adegan dewasa!

Cast:
– Hideko
Kim Tae-ri – Sook-hee
– Fujiwara
– Paman Kouzuki
– Bibi
– Sasaki
– Goo-gai

Judul: The Handmaiden / Lady / Agasshi (아가씨)
Sutradara:
Penulis: Sarah Waters (novel), , Jung Seo-Kyoung
Produser: Yoon Suk-Chan, Jung Won-Jo
Sinematografi:  Jung Jung-Hoon
Premiere: Mei 2016 (Cannes Film Festival)
Rilis: 1 Juni 2016
Durasi: 144 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 Film Festival & Awards:
Cannes Film Festival 2016 – Competition

Blue Dragon Film Awards 2016:
– Best Actress (), Best New Actress (Lee Tae-ti), Best Art Design
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Cinematography & Lighting, Best Music

The Tunnel

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Ketika membaca kabar tentang film ini,  hal yang terlintas di kepala saya adalah film bertema sejenis, -nya yang dibintangi . Saya cukup menyukai , tapi saya juga berpikir bahwa cerita film ini bukan jenis film yang menarik untuk dibuat beberapa versi karena ceritanya terasa sempit. Yah, intinya kan pasti tidak akan jauh-jauh dari bagaimana si tokoh bertahan survive dalam kondisi yang sedemikian rupa. Tapi berhubung bintang utama film ini (seperti saya tulis sebelumnya, saya akan menonton film apa saja ketika ada nama di dalamnya). Jadilah saya tetap penasaran untuk menonton.
tunnel-3
Lee Jung-su () adalah lelaki biasa saja. Ia bekerja sebagai dealer mobil. Ia seorang suami dan ayah dari seorang anak  yang hendak berulang tahun. Suatu hari yang biasa, sepulang kerja ia singgah di tempat pengisian bensin dan dibuat emosi dengan pelayanan si bapak tua yang lamban.  Ketika dua botol air mineralnya hampir ketinggalan, si bapak mengingatkannya. Di perjalanan, ia sempat menelepon istrinya (), mengatakan bahwa ia sudah membeli kue ulang tahun untuk putri mereka. Ia juga menelpon kantornya dan mendapat kabar bagus. Ia berhenti menelpon karena hendak masuk terowongan.

Di tengah jalan di dalam terowongan yang sepi, lampu tiba-tiba mati. Ia sedikit kaget, tapi kemudian lampu menyala lagi disusul suara gemuruh. Belum usai keheranannya, mendadak terowongan runtuh. Bruk. Ia tertimbun reruntuhan beton. Untunglah, ponselnya masih bisa digunakan. Ia menelepon 119 yang berjanji akan segera menolongnya.
tunnel-1
Tapi, tentu saja kata ‘segera’ hanyalah sebentuk penghiburan baginya. Terowongan tempatnya terjebak tertimbun longsor, keberadaannya juga tidak mudah dideteksi. Butuh waktu beberapa hari untuk menyelamatkannya. Ketika mengetahui hal itu, Jung-su berusaha optimis. Ia masih punya persediaan air minum dan kue ulang tahun anaknya .

Tapi ketika hari demi hari berlalu dan belum ada tanda-tanda datangnya pertolongan, Jung-su pun panik dan putus asa. Persediaan air dan makanan sudah habis. Regu penyelamat juga mulai merasa sia-sia karena tak kunjung menemukan lokasi Jung-su.
tunnel-2
Hmm, yah. Seperti saya tulis di awal, ini adalah tentang bagiamana manusia bertahan untuk hidup di tengah situasi yang terasa musykil. Dan cukup baik digambarkan lewat film ini. Menghapus kekhawatiran saya, latar dan tokoh film ini cukup berbeda dengan . Jika dalam banyak dieksplorasi pikiran si karakter ketika mengalami masa-masa krisis dalam hidupnya, di sini cerita akan lebih fokus pada peristiwa. Bagaimana si tokoh berusaha survive, bagaimana kegigihan para regu penyelamat, bagaimana dukungan dari keluarga, juga bagaimana reaksi sekitar yang kadang tidak peka seperti media yang kadang annoying sibuk mencari sensasi atau politikus yang cari muka.
tunnel
Film digarap sedemikian rupa sehingga terasa cair dan tidak membosankan. Para pemainnya juga berakting bagus. bermain bagus seperti biasa. Meski tak banyak eksplorasi karakter pada sosok yang diperankannya, tapi kita dibawa tahu seperti apa karakternya di sini. Seorang lelaki yang ingin selalu terlihat tough dan berpikir jernih dalam kondisi apapun. Untuk aktor yang lain, dan juga bermain dengan bagus. Satu hal yang agak mengganjal logika saya adalah kenapa tidak ada perubahan fisik yang siginifikan pada Jung-su dan si anjing? Padahal, digambarkan bahwa Jung-su dan si anjing terjebak di dalam terowongan selama sekitar sebulan, tanpa persediaan makanan yang cukup.  Dalam kehidupan nyata, pastilah orang akan menjadi lebih kurus. Untuk hal ini, saya jadi membandingkannya dengan , meski cukup berbeda, tapi mampu menggambarkan dengan apik kondisi real orang ketika kekurangan makanan. Well,  nggak tahu sih bagaimana logika pembuat filmnya. Mungkin mereka menganggap bahwa detil seperti itu tak terlalu penting. Entahlah. Dan yah, walaupun agak mengganjal, tapi saya mencoba untuk mengabaikannya dan menikmati film ini.

Cast:
– Lee Jung-su
– Se-hyun
– Dae-kyung
Shin Jung-Keun – Kapten Kang
Nam Ji-Hyun – Min-a
Cho Hyun-chul – tim penyelamat muda
– Menteri
Yoo Seung-mok – Reporter Jo

Judul: The Tunnel/ Teoneol (터널)
Sutradara: Kim Sung-Hoon
Penulis: So Jae-Won (novel), Kim Sung-Hoon
Produser: Lee Taek-Dong, Jang Won-Suk, Kim A-Ran, Lee Dong-Yoon, Yoo Jae-Hwan\
Sinematografi: Hong Seung-Hyuk
Rilis: 10 Agustus 2016
Durasi: 126 menit
Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Assassination

April 20, 2016 Tinggalkan komentar

Yeom Seok-jin ( adalah mata-mata jepang yang menyamar sebagai agen yang bekerja untuk pejuang kemerdekaan Korea. Dengan dibiayai oleh seorang pengusaha Korea nasionalis, Kim Won-bong ( , ia merekrut tiga orang pejuang yang dipenjara: Ok-yoon (,) Saksopo (dan Deok-sam untuk membunuh Kang In-gook, orang Korea yang jadi antek Jepang.

ass7

Lee Jung-jae yang selalu oke baik sebagai antagonis maupun protagonis

Hawaii Pistol  (adalah orang Korea  yang apatis pada politik. Ia bekerja sebagai  pembunuh bayaran, bersama partnernya yang setia, Yeonggam.Suatu hari, Yeom Seok-jin mendatanginya dan menyuruhnya untuk membunuh Ok-yoon cs. Namun setelah mengenal Ok-yoon yang idealis dan militan, Hawaii justru jatuh simpati. Di sisi lain, diketahui kemudian kalau Ok-yoon memiliki kembaran bernama Mitsuko dan dibesarkan oleh si pengkhianat In-gook.

assq

Tiga pejuang yang menjadi tiga pembunuh

Waah… Perasaan saya benar-benar serasa mau meledak ketika menonton film ini. Pertama, adalah cast-nya yang benar-benar bertabur aktor papan atas Korea, : , , .. Salah satu dari ketiga aktor  ini saja sudah membuat saya penasaran untuk menonton filmnya, dan tiga aktor? saya benar-benar penasaran. Ketiganya adalah aktor yang saya kagumi, bukan hanya karena memang kemampuan aktingnya yang tak perlu diragukan lagi, tapi juga pilihan-pilihan filmnya yang seolah jaminan film bagus dan ketiganya sudah pernah main film bersama dan menunjukkan chemistry yang mengagumkan. Memasangkan mereka bertiga di satu film sungguh seperti dream collaboration.

assg

The charismatic Ha Jung-woo

asswv

My fave Jo Seung-woo, walaupun peran kecil tapi cukup mampu mencuri scene

Dan ternyata ketika mulai menonton, saya semakin excited karena meski tiga aktor di atas adalah pemeran utamanya, film ini masih bertabur aktor papan atas lain yang sama kerennya:  my fave-ever , lalu ada , , , .. . Meski mereka cuma sebagai pemain pendukung, tapi peran mereka sama sekali tak bisa diabaikan dalam menyusun jajaran cast yang terasa solid. Jor-joran bintan pada satu film sebenarnya berisiko wasted of talents, tapi menurut saya tidak dengan film ini. Masing-masing cast punya kekuatan dan karisma karakternya sendiri.

assmn

Good acting of Jeon Ji-hyun

Selain dari segi cast, dari segi cerita, film ini juga menurut saya digarap dengan sangat bagus. Konfliknya sangat tidak kering.  Tadinya saya sempat berpikir bahwa konflik dua orang kembar terkesan agak cheesy, tapi ternyata sang penulis cerita cukup smart untuk membuatya menjadi cerita yang tetap terasa berkelas. Dan dari segi sinematografi bla-bla… bagi saya penikmat film awam, rasanya cukup sempurna. Sangat tidak mengecewakan. One of the best korean movie!

Cast:
– An Ok-yoon/Misako
– Yeom Seok-jin
– Hawaii Pistol

– Saksapo
Choi Duk-Moon – Hwang Deok-sam
– Younggam
Heo Ji-Won – Myeong-woo
– Kang In-gook
– Kim Won-bong
Kim Eui-Sung – butler
Park Byung-Eun – Kawaguchi
– An Sung-sim
Kim Hong-Fa – Kim-goo
Jung In-Gyeom – Sasaki
Kim Hae-suk – Pemilik Bar

Judul: Assassination / Amsal (암살)
Sutradara: Choi Dong-Hoon
Penulis: Choi Dong-Hoon, Lee Gi-Cheol
Produser: Ahn Soo-Hyun, Choi Dong-Hoon, Kim Sung-Min
Sinematografi: Kim Woo-Hyoung
Rilis: 22 Juli 2015
Durasi: 139 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Film Festival:
– Fantasia Film Festival 2015 *International Premiere
– Busan International Film Festival  2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Awards:

2015 (35th) Korean Association of Film Critics Awards – November 16, 2015
Best Cinematography (Kim Woo-Hyung)
Best Technical Achievement (Ryoo Sung-Hee)

Daejong Film Awards  2015:
– Best Actress ()
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Actor (), Best Supporting Actor ()

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best
– Nominasi: Best Director, Best Actor ( ), Best Supporting Actor (), Best Screenplay, Best Cinematography & Lighting, Best Music, Best Art Design, Best Film Editing, Best Technical Award

Chronicle of Blood Merchant

Sejak pertama dengar kabar pembuatan film ini, saya sudah penasaran tak sabar nunggu rilisnya. Pertama tentu nama  yang di sini berperan sebagai sutradara sekaligus aktor utamanya. Yah, meski karirnya sebagai sutradara bisa dibilang baru dimulai dan dari film pertamanya, , tidak bisa dibilang ‘wah’ tapi juga tidak mengecewakan. Ditambah lagi, pasangannya di sini adalah artis populer , berikut cast tambahan beberapa aktor kawakan Korea: , (kebanyakan rekan mainnya di film-filmnya dan saya duga main di sini lebih dalam rangka “membantu teman” daripada sebagai aktor yang dibayar) dan bahkan ada nama.
hL6q1
Berlatar tahun 50-an. Heo Sam-gwan () adalah pemuda biasa saja. Petani sederhana yang tidak memiliki apa-apa selain bahwa ia rajin bekerja. Suatu hari, ia jatuh cinta dengan Heo Ok-ran (), gadis penjual popcorn yang disebut-sebut tercantik di kota itu. Sam-gwan pun berniat untuk menikahi Ok-ran. Masalahnya, Ok-ran sudah memiliki kekasih, lelaki kaya tapi playboy, Ha So-young. Tapi tentu saja, Sam-gwan tak patah arang. Dengan modal nekad dan kepandaian mengambil hati ayah Ok-ran (), ia akhirnya berhasil menikahi Ok-ran.

Ok-ran, gadis tercantik penjual popcorn

Ok-ran, gadis tercantik penjual popcorn

cb90u
Sebelas tahun berlalu. Sam-gwan dan Ok-ran hidup sederhana dan bahagia dengan 3 orang anak lelaki yang pintar dan lucu-lucu: Il-rak, Yi-rak dan Sam-rak. Masalah muncul ketika orang-orang mulai menggosipkan bahwa anak pertama mereka, Il-rak, mirip dengan So-young. Dan ketika terbukti melalui tes darah bahwa Il-rak memang anak So-young, harga diri Sam-gwan sebagai lelaki pun terusik. Ia menjadi bahan ejekan orang-orang karena begitu bodoh membesarkan anak orang lain. Menepiskan rasa sayangnya pada Il-rak, ia memperlakukan Il-rak dengan dingin. Namun ketika keluarga So-young menginginkan Il-rak, Sam-gwan pun sadar bahwa ia mencintai Il-rak seperti anaknya sendiri dan tak rela ketika orang lain ingin mengambilnya.

cb324
Di sisi lain, keadaan ekonomi yang sulit membuat keluarganya sering kekurangan makanan. Menjual darah adalah salah satu cara untuk menghasilkan uang. Dan agaknya, dari sinilah judul film ini berasal. Meski sebenarnya, fokus cerita film ini lebih pada keluarga.
cb567
Saya membaca kalau film ini diadaptasi dari novel penulis China yang konon cukup terkenal, Yu Ha. Saya sendiri belum pernah membacanya sehingga tak bisa membandingkan, namun dalam novel itu konon banyak melibatkan latar sejarah sehingga menjadi penting. Tentu saja, sulit diangkat karena latarnya di sini berbeda. Tapi bisa dilihat bagaimana sulitnya keadaan ekonomi pada masa itu (tahun ’50-an/ ’60an) dimana orang-orang sampai harus menjual darah untuk bertahan hidup.

Ending yang menyenangkan :)

Ending yang menyenangkan 🙂

Jujur, film ini tidak bisa dibilang sangat berkesan, meski juga tidak mengecewakan. Sejak awal saya sendiri memang tak terlalu banyak berekspektasi. Di awal-awal, film ini terasa sangat segar dan juga menghibur. Karena meskipun ceritanya bisa dibilang serius tapi selalu ada nuansa komedik yang membuatnya terasa lucu dan segar (khas ). Namun agak ke belakang, cerita menjadi terlalu lambat dan agak cengeng. Untunglah,  film kemudian ditutup dengan ending yang terasa menyenangkan 🙂 didukung gambar-gambar sinematografi yang pas. Whatever, salut untuk yang memang multitalented.

Note:

Bagi penggemar  dan ingin melihat aktingnya yang lain dari biasa, bisa dilihat di film ini. Meski cuma sebagai pemain lapis sekian, tapi cukup meninggalkan kesan 🙂

Yoon Eun-hye yang 'rela' dipermak jadi cewek gendut :)

Yoon Eun-hye yang ‘rela’ dipermak jadi cewek gendut 🙂

Cast:
 – He Sam-Gwan
 – Heo Okran
Nam Da-reum – Ilrak
No Kang-min – Yi-rak
Jun Hyun-suk – Sam rak
Jeon Hye-jin – Song istri Soyoung
Min Moo-je – Ha Soyoung
Jang Gwang – Dr Choi
– Mr Bang
Kim Sung-kyun – Geunryong
– Mr sim
 – Mr An
– Paman
 – ayahnya Ok-ran
Kim Young-ae – ibunya Kye-hwa

 – Im Boon-bang
– Kye-hwa

Judul: Chronicle of Blood Merchant/ Heosamgwan
Sutradara:
Penulis: Yu Hua (novel)
Rilis: 15 Januari 2015
Durasi: 124 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Nameless Gangster

Januari 8, 2015 Tinggalkan komentar

Saya pernah membaca komentar netizen, bahwa meskipun ia tak tahu atau belum pernah baca sinopsis filmnya seperti apa, tapi tak keberatan menonton asal ada nama . Dan saya pikir, ya juga sampai pada tahap itu. Meski film ini, saya sudah sering mendengar ulasannya sekilas-sekilas, karena memang termasuk salah satu film Korea yang banyak mendapat apresiasi.

Choi Min-sik sebagai Choi Ik-yun

Choi Min-sik sebagai Choi Ik-yun

Choi Ik-hyun ( ), seorang lelaki yang bekerja di kantor bea cukai. Dan agaknya memang sudah jadi rahasia umum di seluruh dunia ini, kalau itu adalah tempat yang ‘sangat basah’, melibatkan penyelundupan dan sogok menyogok. Tak terkecuali bagi Ik-hyun dan teman-temannya.

Ketika dilakukan penyelidikan, demi menyelamatkan nama baik instansi, diputuskan untuk dicari salah seorang yang akan ‘dikorbankan’. Karena jumlah tanggungan keluarganya paling sedikit Ik-hyun yang kemudian diminta mengorbankan diri. Tentu saja itu hal yang berat, karena Ik-hyun harus menghidupi istri dan 3 anaknya.

Ha Jung-woo sebagai si kepala gangster Choi Hyung-bae

Ha Jung-woo sebagai si kepala gangster Choi Hyung-bae

Hingga suatu malam, hari ketika sedang bertugas, ia menemukan heroin dan Ik-hyun pun mengatakan bahwa ia tak keberatan dikorbankan asal bisa menjual heroin itu. Ia kemudian dikenalkan dengan bos mafia setempat, Choi Hyung-bae () yang memiliki koneksi dengan yakuza di Jepang.

Dari pertemuan tersebut, Ik-hyun mengetahui kalau ternyata Hyung-bae yang sama-sama bermarga “Choi” masih satu klan dan dia bahkan mengenal ayah Hyung-bae. Karena secara kekeluargaan Ik-hyun adalah paman jauh Hyung-bae, Hyung-bae pun kemudian menaruh hormat pada Ik-hyun dan setuju untuk bekerja sama. Segera saja mereka menjadi partner di dunia permafia-an Busan. Hyung-bae dengan reputasinya sebagai gangster dan Ik-hyun yang memiliki koneksi orang-orang penting.
nmr
Namun, tentu saja itu adalah kerjasama yang rentan karena bagaimanapun, mereka berasal dari ‘dunia’ yang berbeda. Hyung-bae dengan dunia gangsternya yang meski ‘gelap’ tapi juga memiliki moral kepercayaan dan kesetiaan, sementara Ik-hyun, setengah kakinya masih menapak pada ‘dunia luar’ yang berisi kepentingan-kepentingan pribadinya (ambisi dan keluarganya), dan karenanya, kemudian membuatnya mencari kesempatan yang paling menguntungkan untuk dirinya sendiri.
nmls2
Hmm, karena bahkan pada judulnya tak segan-segan mencantumkan kata “Gangster”, tadinya saya kira ini cerita gangster-gangsteran yang agak absurd dengan adegan yang melibatkan pertarungan antar gangster yang penuh kekerasan. Ternyata…yah, untuk ke sekian kalinya, saya harus memuji para sineas Korea, karena meski gangster adalah tema yang bisa dibilang sangat mainstream dalam dunia perfilman mereka, tapi selalu saja ada cerita baru yang membuatnya tetap menarik untuk ditonton. Demikian juga film ini yang mampu memadukan cerita ‘crime‘ dan drama dengan sangat baik.  Yah, agaknya dunia gangster adalah dunia abu-abu yang menyajikan 1001 cerita yang seolah tak pernah habis dikulik. Dipadu dengan permainan maksimal para aktor utamanya:   dan  (ada juga nama Kim Sung-Kyun yang jadi Park Chang-woo, orang nomor 2-nya Hyung-bae dan ternyata dia adalah Samchunpo di ), menjadikan Nameless Gangster sebuah film yang sayang untuk dilewatkan.

Note:
– Film ini konon box office banget di negaranya sono dan bahkan menjadi film pertama yang mampu menjual tiket lebih dari 4 juta pada tahun 2012. Bisa dimengerti sih karena filmnya memang bagus dan juga memiliki nilai komersil. Hmm, kapan ya film lokal kita bisa jadi langganan box office di negeri sendiri 😦

Cast:
 – Choi Ik-hyun
 – Choi Hyung-bae
Cho Jin-Woong – Kim Pan-ho
– Kim Sung-bang
Kwak Do-Won – Jo Bum-suk
Kim Sung-Kyun – Park Chang-woo
Kim Hye-Eun – manajer night club

Judul: Nameless Gangster: Rules of the Time / The War Against Crime/ Bumchoiwaui Junjaeng: Nabbeunnomdeul Jeonsungshidae (범죄와의 전쟁 : 나쁜놈들 전성시대)
Sutradara:
Penulis: , Han Dong-Wook
Produser: Han Jae-Duk, Park Shin-Kyu, Kim Do-Soo, Yoo Jung-Hoon
Sinematografi: Go Rak-Sun
Rilis: 2 Februari 2012
Durasi: 133 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

 Film Festivals
– Shanghai International Film Festival 2012 – Spectrum
– New York Asian Film Festival 2012 –  Mr. Vengenance
– Fantasia Film Festival 2012 *Quebec Premiere
– Vancouver International Film Festival 2012 – Dragons and Tigers
– Melbourne International Film Festival 2012 – Accent on Asia
– Sitges Film Festival 2012 – Official Fantàstic Competition
– Busan International Film Festival 2012 – Korean Cinema Today – Panorama
– BFI London Film Festival  2012 – Films in Thrill
– Korean Film Festival In Paris  2012 – Landscape
– San Francisco International Film Festival 2013 – World Cinema
– Korean Film Festival in Australia 2013 – Crime and Punishment

Awards
PaekSang Arts Awards 2012:
– Grand Prize
– Best New Actor (Kim Sung-Kyun)
Korean Association of Film Critics Awards 2012:
– Best Screenplay
Blue Dragon Film Awards 2012:
– Best Actor ()
– Best Screenplay
– Best Music
KOFRA Film Awards Ceremony 2013:
– Best Actor (

Never Forever

Desember 24, 2014 Tinggalkan komentar

Sophie, seorang perempuan Amerika yang menikah dengan Andrew, lelaki keturunan Korea. Mereka tidak bahagia karena tidak punya anak. Hubungan mereka pun menjadi renggang. Andrew melarikan diri pada hal-hal relijius, sedangkan Sophie bukan orang yang relijius.
NeverForever
Demi ingin mengembalikan semangat hidup suaminya, Sophie pun memutuskan untuk mencari seseorang yang bisa membuatnya hamil. Di sebuah klinik kesehatan, ia bertemu seorang imigran Korea, Kim Ji-ah) yang hendak mendonorkan sperma tapi terkendala karena visanya sudah habis. “Memanfaatkan” kesulitan Kim, Sophie menawari Kim untuk membuatnya hamil dengan bayaran tertentu. Kim menerima tawaran itu karena memerlukan uang. Namun, hubungan yang awalnya hanya semacam bisnis ini menjadi rumit karena kemudian melibatkan perasaan.

Sophie yang ingin membahagiakan suaminya dengan punya anak

Sophie yang ingin membahagiakan suaminya dengan punya anak

Sekilas ide film ini bagi orang yang konvensional (termasuk saya 🙂 ) terasa sedikit ‘gila’ meski latarnya, Amerika, membuatnya terasa bisa diterima. Meski begitu, film ini seolah ingin menunjukkan bahwa pepatah lama, ‘jangan pernah main-main dengan api karena kamu yang akan terbakar sendiri’. Hihi. Filmnya sendiri digarap dengan baik, apalagi melibatkan para sineas papan atas dan juga aktor papan atas ( ) sehingga bukan sekadar film tentang perselingkuhan yang murahan. Masalahnya hanyalah setuju atau tidak setuju dengan ceritanya.
nf2
Warning: karena melibatkan cerita tentang perselingkuhan, bisa ditebak kalau akan melibatkan banyak adegan dewasanya, meski menurut saya, masih dalam batas yang wajar dan tidak terlalu vulgar.
nf7
Cast:
Vera Farmiga – Sophie
– Ji-ha
David McInnis – Andrew

Judul: Never Forever/ Dubeonjjae Sarang (두번째 사랑)
Sutradara/ Penulis: Gina Kim
Produser:
Sinematografi: Matthew Clark
Rilis: 18 Januari 2007
Durasi: 104 menit
Bahasa/ Negara: Inggris, Korea/ AS-Korea Selatan

Awards:
Deauville Film Festival 2007:
– Jury Special Prize (Gina Kim)
– Nominasi Grand Special Prize
Sundance Film Festival 2007:
– Nominasi Grand Jury Prize

Love Fiction

Desember 17, 2014 Tinggalkan komentar

Koo Jo-wool) seorang penulis novel yang diputuskan pacarnya () hanya gara-gara dia jadi vegetarian. Masalahnya, inspirasi menulisnya didapat dari hubungannya dengan pacarnya. Ia pun mengalami writer’s block. Dalam keadaan stuck, bos-nya kemudian mengajaknya ke Berlin untuk menemaninya membuat kontrak penerbitan. Di Berlin inilah kemudian bertemu Hee-jin ( ), cewek menarik yang hobi fotografi dan bekerja di perusahaan impor film. Hee-jin langsung membuat Jo-wool jatuh cinta dan ia pun kebingungan dengan perasaannya.

Jo-wool yang mengalami stuck ide gara-gara diputusin pacarnya. Ha Jung-woo is always giving the best :)

Jo-wool yang mengalami stuck ide gara-gara diputusin pacarnya. Ha Jung-woo is always giving the best 🙂

Terilhami Pemuda Werther-nya Goethe, ia pun menulis surat pada Hee-jin dan ternyata Hee-jin menyukainya. Setelah proses pedekate yang agak lama akhirnya mereka jadian. Namun Jo-wool menemukan kenyataan-kenyataan yang mengejutkan tentang Hee-jin. Salah satunya adalah bahwa Hee-jin memelihara bulu ketiaknya! Di sisi lain, Hee-jin juga cenderung tertutup tentang dirinya. Hal yang membuat Jo-wool penasaran dan akhirnya justru mengilhaminya untuk menyelesaikan novelnya. Masalah muncul ketika dia ingin membuat ending ceritanya yang kemudian membawanya mencari tahu lebih banyak tentang Hee-jin dan ia mendapati kenyataan yang akan merusak ceritanya.

Kong Hyo-jin, yang memang selalu pas memerankan karakter-karakter nyentrik

Kong Hyo-jin, yang memang selalu pas memerankan karakter-karakter nyentrik

Satu lagi film Korea bergenre romantis. Dan seperti kebanyakan film romantis Korea, ceritanya tak akan berlama-lama pada proses pedekate dan berujung pada jadian seperti kebanyakan film romantis. Cerita justru akan lebih akan fokus pada proses dalam menjalin dan mempertahankan suatu hubungan. Bagaimana dua orang yang saling mencintai berusaha untuk saling memahami satu sama lain dan akhirnya memutuskan untuk bersama atau tidak bersama.

Jo-wool yang kembali lancar menulis setelah ketemu Hee-jin

Jo-wool yang kembali lancar menulis setelah ketemu Hee-jin

Bagi yang menyukai cerita dengan konflik-konflik yang tajam, mungkin cerita semacam ini terasa membosankan. Tapi bagi saya sendiri, saya cukup menikmati film ini. Humor-humor kecil dan orang-orang di seputar kehidupan Jo-wool (temannya para anggota Romantic Chimpanzee, abangnya, bosnya, juga alter egonya) memberi warna dan menambah kesegaran cerita.
lf65
Dan yah, tentu saja   yang merupakan alasan terbesar saya menonton film ini. Meski ini adalah film bergenre komedi-romantis, tapi melihat nama   (dia selalu selektif dengan peran-perannya), sejak awal saya yakin ini bukanlah ‘sekadar’ komedi romantis pada umumnya dengan cerita yang ‘kosong’ atau ‘cengeng.’ Film ini juga mencoba menyelipkan bau-bau feminisme melalui sosok Hee-jin dengan pemikiran-pemikiran uniknya. Ada sebuah pertanyaan yang agak menggelitik: kenapa seorang perempuan yang memelihara bulu ketiak dianggap aneh sedangkan lelaki tidak? Tapi walaupun isunya agak berat, tidak akan jadi ambisius kok. Semuanya disajikan dengan wajar dan ringan saja.

Video klip yang dibuat Jo-wool bareng teman-temannya. :D

Video klip yang dibuat Jo-wool bareng teman-temannya. 😀

Di sisi lain, saya juga penasaran dengan akting  . Setelah melihatnya selalu bermain di film-film ‘serius’ dengan karakter ‘serius’ pula, saya pikir ini adalah kesempatan melihat sesuatu yang ‘ringan’ dari dirinya. Dan saya pikir, dia berhasil membawakan sosok Jo-wool yang agak kucluk dengan baik. Dan? Saya pikir dia adalah pilihan yang pas untuk memerankan sosok Hee-jin yang berkarakter kuat, tough dan sedikit nyentrik.
Layak ditonton!

Quote:
Ini percakapan Joo-wol dan Hee-jin usai menghadiri upacara kematian seorang kerabat di gereja.

Joo-wol: Why’d you cry back there?
Hee-jin: Just thought of my mom seeing Angela’s picture. I suddenly thought, people all die alone like that. No matter how much you love them, you can’t die with them
Joo-wol: But Romeo and Juliet died together.
Hee-jin: They misunderstood each other’s intentions. They loved, but didn’t understand each other. We live our lives explaining the misappherensions about ourselves then die alone.

Cast:

 – Koo Joo-wol
 – Hee-jin
 – Joo-ro (abangnya Joo-wol)
Lee Byung-hoon – alter egonya Joo-wol
Jo Hee-bong – bosnya Joo-wol
– Soo-jung (eks-nya Joo-wol)
Kim Sung-gi – Dr. Pyo (psikiater)

Judul: Love Fiction/ Leobeu Pikseon (러브픽션)
Sutradara/ Penulis: Jeon Kye-Su
Produser: Uhm Yong-Hoon, Bae Jung-Min, Na Byung-Joon, Shin Young-Il
Sinematografi: Kim Young-Min
Rilis: 29 Februari 2012
Durasi: 121 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Film Festival:
– Shanghai International Film Festival  2012 – Spectrum
– Asian Film Festival of Dallas 2012 *Dallas Premiere
– Fantasia Film Festival  2012 *Canadian Premiere
– Korean Film Festival In Paris  2012 – Landscape

Awards:
Baeksang Arts Awards 2012:
– Best Screenplay – Jeon Kye-soo
– Nominasi: Best New Director – Jeon Kye-soo
Blue Dragon Film Awards 2012:
– Popular Star Award –
– Nominasi: Best Actress –

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar