Arsip

Posts Tagged ‘Film Timur Tengah’

Theeb

Januari 3, 2017 Tinggalkan komentar

Theeb (artinya” serigala”) adalah bocah lelaki anak seorang pemimpin suku yang sudah meninggal tapi tetap dihormati. Ia tinggal di gurun bersama kakak lelakinya, Hussein dan para lelaki kaumnya.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_000262135
Suatu hari, datang seorang tamu, Edwards, bule Inggris yang minta diantar ke tempat pembangunan jalur rel kereta api. Hussein yang dipercaya untuk mengantar. Sedih berpisah dengan kakaknya, Theeb diam-diam mengikuti. Meski awalnya keikutsertaannya menjadi kontroversi, tapi akhirnya ia diijinkan ikut. Dimulailah perjalanan melelahkan menyusuri gurun dan celah-celah tebing bebatuan.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_000853271
Hingga di suatu pemberhentian, mereka bertemu dengan para bandit gurun. Karena kalah jumlah, satu per satu mereka tewas. Dan hanya tinggal Theeb yang selamat. Di tengah keadaan terdampar di tengah gurun, kemudian datang salah satu anggota bandit, Hassan, yang terluka parah. Karena saling membutuhkan, terjalinlah “persahabatan” di antara keduanya. Hassan bercerita, bahwa orang-orang saling membunuh  setelah dibukanya rel kereta api. Orang-orang yang dulu bekerja sebagai pemandu orang berzziarah ke gurun dengan menggunakan unta, sekarang kehilangan pekerjaan karena sudah diganti dengan kereta api.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_004797979
Hassan kemudian mengajak Theeb ke tempat tentara gerakan untuk menjual barang-barang hasil rampokannya. Theeb merasa marah, karena barang-barang itu adalah harga yang dibayar atas kematian orang-orang, terutama kakaknya.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_005241840
Miris dan juga sedih, itulah perasaan saya ketika menonton film ini. Berlatar gurun yang panas dan kerontang, rasanya miris membayangkan bagaimana orang hidup di tempat ekstrem itu. Dan bagaimana kemudian kekerasan terbentuk sebagai upaya untuk mempertahankan diri di tengah perebutan sumberdaya yang terbatas. Meski begitu, kita juga merasa terharu, melihat bagaimana sebenarnya orang-orang gurun itu juga sebagai orang yang hangat (sangat menghargai tamu) dan bertanggungjawab. Namun kemudian bisa dipahami ketika mereka rela saling membunuh karena memang ‘dipaksa’ oleh kondisi. Sebuah film yang memberi kita pemahaman tentang sebentuk strategi survival di salah satu sudut dunia.

Quote: “The strong will eat the weak”

Cast:
Jacir Eid Al-Hwietat – Theeb
Hussein Salameh Al-Sweilhiyeen – Hussein
Hassan Mutlag Al-Maraiyeh – Hassan
Jack Fox – Edward

Judul: Theeb
Sutradara: Naji Abu Nowar
Produser: Diala Al Raie, Bassel Ghandour, Nasser Kalaj, Yanal Kassay, Rupert Lloyd, Laith Majali, Nadine Toukan
Penulis: Naji Abu Nowar, Bassel Ghandour
Musik: Jerry Lane
Sinematografi: Wolfgang Thaler
Editing: Rupert Lloyd
Produksi: Bayt Al Shawareb, Fertile Crescent Films, Immortal Entertainment, Noor Pictures
Distributor: MAD Solutions
Rilis: 4 September 2014 (Venice), 19 Maret 2015 (UAE), 19 Maret 2015 (Jordan), 14 Agustus 2015 (UK)
Durasi: 100 menit
Negara: Jordania, United Arab Emirates, Qatar, Inggris
Bahasa: Arab

Awards:
– Academy Awards 2014: Nominasi ” Best Foreign Language Film” (Jordania)
– British Academy Film Awards 2014: – Nominasi “Best Film Not in the English Language “,  Nominasi “Outstanding Debut by a British Writer, Director or Producer     (Naji Abu Nowar, Rupert Lloyd)”
– Venice International Film Festival 2014: – Best Director ,  Nominasi Best Film
and many mores…

About Elly

Juli 22, 2015 Tinggalkan komentar

Tiga pasang keluarga muda yang bersahabat mengadakan liburan ke pinggiran laut Kaspian. Bersama mereka adalah sahabat mereka, Ahmad, yang baru bercerai dan pulang dari Jerman. Mereka pun sepakat untuk memperkenalkan Ahmad dengan Elly, seorang gadis muda guru sekolah anak-anak mereka. Yang diserahi tanggung jawab sebagai mak comblang adalah Sepideh.
ae7
Karena tidak mendapatkan penginapan, mereka pun sepakat tinggal di sebuah villa kosong yang agak rusak dan berniat menghabiskan tiga hari di sana. Demi tidak menimbulkan omongan dari pemilik villa, mereka pun berbohong kalau Elly dan Ahmad adalah pasangan pengantin baru. Hal yang membuat Elly terlihat kurang nyaman.
ae4
Liburan itu terasa begitu hangat dan sempurna. Hingga keesokan harinya, tiba-tiba salah seorang anak mereka tenggelam di laut dan bersamaan dengan itu, Elly yang diminta menjaga anak-anak, menghilang. Di tengah rasa cemas, takut dan panik, terungkaplah bahwa mereka sebenarnya tidak benar-benar mengenal siapa Elly. Di tengah kebingungan, mereka mulai saling menyalahkan satu sama lain. Dan pada titik ini, penonton pun kemudian akan dibawa dalam rasa cemas dan gusar: siapa sebenarnya Elly? Kenapa dia tibatiba menghilang? Pergi kemana dia sebenarnya? Dan sang sutradara begitu lihai menyimpan misteri itu hingga di penghujung film pun, rasanya masih meninggalkan tanya.
About Elly
Another Iranian movie. Agak berbeda dengan film-film Iran yang sudah saya tonton yang biasanya sangat liris dan mengharu biru, film ini sendiri terasa lebih ‘ringan’ dan modern. Dan sepertinya memang itulah yang ingin diangkat sang sutradara, Asghar Farhadi. Setelah filmnya yang lain, Separation yang juga mengetengahkan masyarakat urban modern Iran, film ini juga mengetengahkan karakter yang hampir mirip. Dari penampilan dan obrolan mereka, kita tahu bahwa karakter-karakter di film ini adalah orang-orangmuda yang berpendidikan, mengenakan bajubaju yang terlihat stylist berikut mobil mewah. Tapi di sisi lain, mereka juga masih “Iran” dengan permasalahan-permasalahan budaya sendiri dan nilai-nilai yang mereka anut (cara mereka berpakaian meski terkesan modern tapi masih mengenakan kerudung dan pakaian yang tertutup, perdebatan mereka tentang mempertahankan nama baik seorang perempuan, kebohongan mereka tentang hubungan Elly-Ahmad dan tentu saja, Elly yang hubungannya tak disetujui orang tuanya).

Cast:
Golshifteh Faharani – Sepideh
Shahab Hosseini – Ahmad
Taraneh Alidoosti – Elly
Merila Zare’i – Shohreh
Mani Haghighi – Amir
Peyman Moaadi – Peyman
Ra’na Azadivar – Naazi
Ahad Mehranfar – Manoochehr
Saber Abbar – Alireza

Judul lain: Darbareye Elly
Sutradara: Asghar Farhadi
Produser: Asghar Farhadi, Simaye Mehr, Mahmoud Razavi
Sinematografi: Hossein Jafarian
Musik: Andrea Bauer
Penulis: Asghar Farhadi, Azad jafarian
Riilis: 6 juni 2009
Bahasa: Persia, Jerman
Negara: Iran, Perancis

Award:
Berlin International Film 2009:
– Best Director, nominasi Golden Berlin Bear
Asia Pacific film Festival: – Special Jury Award, Best Screenplay
Asia Pasific Screen Award:
– Best Screenplay, Jury Grand Prize
Brisbane International FA 2009:
Netpac Award (Asghar Farhadi)
etc see imdb

Inch’ Allah

Maret 2, 2015 Tinggalkan komentar

Chloe, seorang dokter dari Kanada yang bekerja di Palang Merah Internasional dan ditempatkan di Ramallah, Tepi Barat. Ia tinggal di sebuah apartemen di Jerusallem dan setiap hari melintasi perbatasan ke tempat kerjanya. Di apartemennya, ia berteman dengan Ava, seorang tentara Israel yang bekerja di perbatasan, yang sering mengalami konflik batin karena terpaksa menjalankan perintah yang tak sesuai hati nurani. Chloe juga menjalin hubungan yang hangat dengan keluarga pasiennya, Rand, yang orang Palestina Muslim.
inchr
Ia pun kemudian menyaksikan bagaimana konflik Israel-Palestina telah membuat orang-orang seperti keluarga Rand menjadi korban dan bahkan dipaksa meninggalkan tanah kelahirannya sendiri.
incht
Hmm, selalu merinding lihat film-film semacam ini. Semakin miris menyadari bahwa hal itu memang nyata adanya. Perang, perebutan ego, dan selalu, rakyat yang tak tahu apa-apa selalu jadi korbannya. Akh….
inchy
Filmnya sendiri diceritakan dengan tidak terlalu tendensius karena mengambil sudut pandang orang ketiga, tapi justru cukup menyentuh.
inchgf
Cast:
Évelyne Brochu – Chloe
Sabrina Ouazani – Rand
Sivan Levy – Ava
Yousef Sweid – Faysal
Hammoudeh Alkarmi – Safi
Zorah Benali – Soraida
Carlo Brandt – Micheal
Ahmad Massad – Imad

Sutradara: Anaïs Barbeau-Lavalette
Produser: Luc Déry, Kim McCraw, Stephen Traynor
Penulis: Anaïs Barbeau-Lavalette
Musik: Levon Minassian
Sinematografi: Philippe Lavalette
Editing: Sophie Leblond
Distributor: E1 Films Canada
Rilis: 8 September 2012 (Toronto International Film Festival)
Negara: Kanada
Bahasa: Perancis, Inggris, Arab, Ibrani

Awards:
Berlin International Film Festival 2013:
– FIPRESCI Prize – Panorama (Anaïs Barbeau-Lavalette)
– Prize of the Ecumenical Jury – Special Mention (Anaïs Barbeau-Lavalette)

Canadian Screen Awards, CA 2013:
– Nominasi: Best Motion Picture

Women Film Critics Circle Awards 2013:
– 2nd place – Best Movie by a Woman
– Best Foreign Film by or About Women

Vancouver International Film Festival 2012:
– Nominasi: Best Canadian Feature Film (Anaïs Barbeau-Lavalette)

dll, lihat imdb.com

Kandahar

Januari 2, 2015 Tinggalkan komentar

Nafas, perempuan Afganistan tapi sudah lama menjadi migran di Kanada. Suatu hari, ia mendapat surat dari saudara perempuannya yang ingin bunuh diri ketika terjadinya gerhana. Saudaranya ini dulu tak bisa ikut bermigrasi karena kakinya terkena ranjau.
kndhr8
Nafas berniat untuk menghentikannya dan menemui saudaranya sebelum gerhana terjadi. Tapi suhu politik di Afghanistan sedang memanas sehingga sama sekali bukan hal yang mudah bagi Nafas masuk ke sana. Di tambah lagi kenyataan bahwa dia seorang perempuan. Nafas pun kemudian memulai ‘petualangannya’ masuk ke Afghanistan demi menemui saudaranya.
kndhr3
Dalam perjalanan, ia pun melihat wajah negerinya yang poranda oleh perang. Bertemu dengan orang-orang yang kebahagiaannya telah dicabik-cabik perang. Sshh…sebuah film yang membuat merinding. Betapa perang dan sebuah ideologi bisa begitu mengerikan!

Orang-orang yang berebut kaki palsu, saaad :(

Orang-orang yang berebut kaki palsu. Adegan yang membuat saya merinding 😦

Cast:
Nelofer Pazira – Nafas
Hassan Tantai – Tabib Sahid
Sadou Teymouri – Khak
Hoyatala Hakimi – Hayat
Ike Ogut – Naghadar

Judul: Kandahar/ The Sun Behind the Moon/ Safar-e Ghandehar
Sutradara/ Penulis/ Produser:
Musik: Mohammad Reza Darvishi
Sinematografi: Ebrahim Ghafori
Editing:
Distributor: Avatar Films
Rilis: 2001
Durasi: 85 menit
Negara/ Bahasa: Iran/ Persia, Inggris, Pashto, Polandia

Awards:
 Cannes Film Festival 2001:
– Prize of the – Ecumenical Jury ()
– Nominasi: Palme d’Or ()

European Film Awards 2001:
– Nominasi: Screen International Award (, Iran)

Golden Trailer Awards 2002:
– Nominasi Best Independent

etc see imdb.com

Osama

Januari 1, 2015 Tinggalkan komentar

Afghanistan ketika masa rejim Taliban dimana seorang perempuan dilarang untuk melakukan aktivitas di luar rumah, tanpa didampingi lelaki. Namun bagaimana jika di dalam sebuah keluarga tak ada lelakinya? Itulah yang dialami keluarga Osama, yang hanya diisi dirinya, sang ibu dan sang nenek karena para lelaki sudah meninggal di medan perang.
osama
Demi bertahan hidup, Osama kemudian menyamar sebagai bocah lelaki agar bisa bekerja di luar. Awalnya, semua berjalan baik dan tak ada yang curiga. Namun masalah muncul ketika tiba masa dimana anak-anak laki-laki di bawa ke asrama untuk dididik belajar agama dan berperang.
osm2
Osama merasa canggung berada di antara anak lai-laki dengan segala kenakalannya. Dan kadang-kadang, ia juga tak bisa menyembunyikan sifat-sifat femininnya. Untunglah ada Espandi, anak laki-laki badung tapi berhati baik, yang mengetahui kalau dirinya perempuan dan karenanya berusaha melindunginya. Meski begitu, dia hanyalah seorang bocah lelaki yang tak punya banyak kemampuan dan kuasa apa-apa di tengah rezim seperti itu. Dan kita juga tahu, bahwa penyamaran Osama adalah sesuatu yang sangat riskan.
osmd
Fiiuh…betapa menyebalkan dan memuakkannya sebuah rejim. Dan betapa tidak mudahnya menjadi perempuan di tempat semacam itu. Sad :(
osm7b
Cast:
Marina Golbahari – Osama
Arif Herati – Espandi
Zubaida Sahar – Ibu
Gol Rahman Ghorbandi – Perempuan #1
Mohamad Haref Harat – Perempuan #2
Mohamad Nader Khadjeh – Perempuan #3
Khwaja Nader – Jadi
Hamida Refah – Rohmi

Judul: Osama
Sutradara/ Penulis: Siddiq Barmak
Produser: Julia Fraser, Julie Le Brocquy
Musik: Mohammad Reza Darvishi
Sinematografi: Ebrahim Ghafori
Editing: Siddiq Barmak
Produksi: Barmak Film
Distributor: Metro-Goldwyn-Mayer
Rilis: 20 Mei 2003 (Cannes)
Durasi: 83 menit
Negara: Afghanistan, Belanda, Jepang, Irlandia, Iran
Bahasa: Persia

Awards:
Cannes Film Festival 2003:
– AFCAE Award (Siddiq Barmak), Cannes Junior Award (Siddiq Barmak), Golden Camera – Special Mention (Siddiq Barmak)

Golden Globes, USA 2004:
– Best Foreign Language Film (Afghanistan)

British Film Institute Awards 2003:
– Sutherland Trophy (Siddiq Barmak )

Pusan International Film Festival 2003:
– Audience Award     (Siddiq Barmak)
– New Currents Award – Special Mention (Siddiq Barmak)

etc. see imdb.com

Baran

Januari 1, 2015 Tinggalkan komentar

 sepertinya memang tak pernah kehabisan ide untuk membuat film bagus berlatar belakang negrinya. Di film ini, ia memotret kehidupan para migran ilegal Afghanistan yang masuk ke Iran, pasca Taliban. Para migran ini harus ‘rela’ menjadi pekerja kasar dengan gaji murah untuk bertahan hidup. Tidak hanya itu, mereka juga harus kucing-kucingan dengan petugas keimigrasian.
baranm
Adalah Lateef, seorang pemuda yang pemalas, sedikit temperamental dan ceroboh. Ia bekerja sebagai buruh bangunan. Suatu hari, datang seorang bocah laki-laki yang ia anggap saingannya. Lateef benci bukan main dengan bocah ini. Sejak kehadirannya, pekerjaanya sebagai pembuat minuman diambil alih. Sementara ia kemudian harus bekerja keras mengangkati bahan-bahan bangunan.
baran2
Hingga suatu hari, Lateef mengetahui bahwa si bocah ternyata seorang perempuan. Benih-benih cinta tumbuh di antara keduanya.
Romantisme yang manis dan kerasnya hidup diramu apik dalam film yang dirilis tahun 2001 ini. Untuk kesekian kalinya, emosi saya diaduk-aduk menonton film .
baran_l
Sutradara/ Penulis:
Produser: Fouad Nahas
Musik: Ahmad Pejman
Distributor: Miramax Films
Rilis: 31 Januari 2001 (Fajr)
Durasi: 94 menit
Negara/Bahasa: Iran/ Persia, Azeri

Cast:
Hossein Abedini – Lateef
Zahra Bahrami – Baran
Mohammad Amir Naji – Memar
Hossein Mahjoub – Bric-A-Brac Trader
Abbas Rahimi – Soltan
Gholam Ali Bakhshi  – Najaf
Jafar Tawakoli – Inspector

Award:

Chicago International Film Festival 2001:
– Nominasi: Best Feature
Chlotrudis Awards 2003:
– Nominasi: Buried Treasure
European Film Awards 2001:
– Nominasi Screen International Award
Fajr Film Festival 2001:
– Best Actor in a Leading Role (Hossein Abedini), Best Director, Best Music, Best Sound Mix, Best Sound Recording, Best Film, International Competition – Best Director

Gijón International Film Festival 2001:
– Best Director, Best Screenplay
– Nominasi: Best Feature

Montréal World Film Festival 2001:
– Grand Prix des Amériques     Majid Majidi, Prize of the Ecumenical Jury – Special Mention ()

National Board of Review, USA 2001:
– Freedom of Expression Award

Oslo Films from the South Festival 2001:
– Films from the South Award ()

Satellite Awards 2002:
– Nominasi: Best Motion Picture, Foreign Language

Wadjda

November 28, 2014 Tinggalkan komentar

Wadjda, seorang bocah perempuan tomboy. Ia bukan murid yang rajin dan sering membuat ulah di sekolah dan menjadi langganan ditegur guru. Sehari-hari teman bermainnya adalah bocah lelaki tetangganya, Abdullah yang kemana-mana naik sepeda. Wadjda pun ingin punya sepeda. Tapi ibunya melarang.
wjda
Tumbuh di tengah masyarakat super patriarkis, keinginan untuk memiliki sepeda bagi seorang perempuan bisa menjadi masalah. Tapi Wadjda tak menyerah, segala usaha ia lakukan untuk mengumpulkan uang demi membeli sepeda impiannya. Ketika mendengar bahwa lomba membaca Al Quran berhadiah sejumlah uang, Wadjda pun belajar keras agar bisa menang.
wjd4
Sebuah gambaran ‘sederhana’ tentang kehidupan perempuan di sebuah negeri yang sangat patriarkis. Mungkin sedikit terkesan “bias Barat” dalam memandang sistem bagi para perempuan negara-negara Arab yang cenderung tertutup. Tapi, sebagai sesama perempuan, saya bisa membayangkan bagaimana tak adil dan tak nyamannya kondisi itu. Dan seperti ending film yang memberi harapan, saya juga berharap demikian.
wjds
Cast:
Reem Abdullah – Mother
Waad Mohammed – Wadjda
Abdullrahman Algohani – Abdullah
Sultan Al Assaf – Ayah
Ahd Kamel – Ms Hussa
Ibrahim Al Mozael – Pemilik Toko Sepeda
Noof Saad – guru Qu’ran
Rafa Al Sanea – Fatima
Alanoud Sajini – Fatin

Sutradara/ Penulis: Haifaa al-Mansour
Produser: Gerhard Meixner, Roman Paul
Musik: Max Richter
Sinematografi: Lutz Reitemeier
Produksi: Razor Film Produktion GmbH, Norddeutscher Rundfunk, Bayerischer Rundfunk, Rotana TV, Highlook Communications Group
Distributor: Koch Media (Germany, all media)
Rilis: 31 Agustus 2012 (Venice Film Festival)
Durasi: 98 menit
Negara/ Bahasa: Arab Saudi, Jerman/ Arab

Awards:
BAFTA Awards 2014:
– Nominasi: Best Film not in the English Language
Alliance of Women Film Journalists 2013:
– This Year’s Outstanding Achievement by a Woman in the Film Industry
– Nominasi: Best Non-English Language Film
Asia Pacific Screen Awards 2013:
– Nominasi: Best Children’s Feature Film
Boston Society of Film Critics Awards 2013:
– Best Foreign Language Film
British Independent Film Awards 2013:
– Nominasi Best International Independent Film
Chicago Film Critics Association Awards 2013:
– Nominasi Best Foreign Language Film
Dubai International Film Festival 2012:
– Best Actress – Feature (Waad Mohammed)
– Best Film – Feature
Venice Film Festival 2012:
– Best Film – Il cerchio non è rotondo Award

and many mores (sumber: IMDB)

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar