Archive

Posts Tagged ‘Film Lepas’

Ice Bar/ Ai Seu Ke Ki

Oktober 30, 2010 Tinggalkan komentar

Korea, berlatar tahun 1969. Young-rae () bocah lelaki kelas 3 SD, menyambut libur sekolah dengan tak terlalu antusias. Apalagi sepulang sekolah, ia melihat ibunya () ditangkap polisi karena menjual kosmetik illegal. Ia pun minta tolong karib ibunya yang kacau, untuk membayar denda ibunya. Si karib lagi mabuk, dan keceplosan ngomong kalau Young-rae punya ayah, mahasiswa di Seoul bernama Kang Sung-woo. Young-rae yang sering diejek temannya karena tak punya ayah, senang bukan main dan berniat ke Seoul untuk menemui ayahnya. Tapi ketika sampai di stasiun, ia melihat bahwa harga tiket begitu mahal.

ice bar2

Ia memikirkan bagaimana caranya mendapatkan uang dan akhirnya mengikuti temannya Sung-soo, berjualan es batangan. Tak mudah berjualan es baginya, karena ia harus bersaing dengan anak-anak yang sok kuasa. Tapi hal ini akhirnya bisa ia atasi dan ia bisa berjualan dengan lancar.

Akting aktor ciliknya memukau

Akting aktor ciliknya memukau

Saya suka Ice Bar. Saya suka drama keluarga Korea. Meski ceritanya sedih, film ini tidak jadi cengeng. Ada kekocakan di sana-sini, bagaimana keluarga-keluarga menengah ke bawah hidup digambarkan dengan sangat alami. Meski saya mengharapkan ending yang agak berbeda, tapi juga tak merasa kecewa dengan ending yang ada.

Cast:
, Young-rae
, Ibu
Jang Joon-yeong, Song-soo
, In Bak

Sutradara:
Penulis :
Rilis : 2006

Awards:

Grand Prix untuk Yeo In-kwang di Fukuoka Asian FF 2007

Sweet Karma

Oktober 30, 2010 Tinggalkan komentar

Saya seringkali tertarik membeli film hanya karena ada label penghargaannya. Semakin banyak label penghargaan ini, saya semakin penasaran. Begitu juga waktu saya memutuskan untuk membeli film ini. Hanya membaca sekilas sinopsisnya di cover belakang, tanpa pikir panjang (meski saya agak risih dengan cover depannya) langsung saya sodorkan ke penjual CD untuk saya beli.

sweet karma2

Di sinopsis yang saya baca, disebut bahwa film ini mengangkat cerita soal trafficking, dan memang demikianlah ceritanya. Saya sempat berpikir, bahwa Karma, yang jadi tokoh utama film ini adalah si korban trafficking yang kemudian berusaha melarikan diri atau apa. Ternyata saya salah. Karma adalah seorang gadis bisu yang kakaknya, Anna, menjadi korban trafficking ke Kanada. Dan ia berusaha untuk membalas dendam atas kematian kakaknya. Maka, ia pun pergi ke Kanada, berubah diri dari seorang gadis yang lembut menjadi pembunuh berdarah dingin.

SweetKarma1

Ketika mulai menonton film ini, saya sempat agak muak dan berpikir,well,  ini cuma film yang memamerkan kemolekan tubuh perempuan. Jangan-jangan saya  ketipu soal label penghargaan itu, dan ini cuma film semi BF belaka. Bukan apa-apa, soalnya saya juga pernah ketipu begitu waktu beli film di lapak. Ya, maklum saja lah. Namanya juga bajakan. Tapi karena saya penasaran (lagian meski banyak adegan nudisnya, nggak bisa dibilang vulgar juga) saya coba terus mengikutinya. Dan akhirnya, sebuath twist yang mengejutkan di ending!

Cast:
Shera Bechard, Karma
John Tokatlidis, William
Patricia Stasiak, Anna
Frank J. Zupancic, Stefan
Christian Bako, Tomas
Laura McLean, Mavra

Sutradara : Andrew Thomas Hunt
Writers: James Fler, Andrew Thomas Hunt

Award: Best Actress untuk Shera Bechard di Austin Fantastic Fest 2009

Warning!!!

Hanya untuk DEWASA 🙂

Nanako to Nanao

Oktober 27, 2010 5 komentar

Nanako () hampir 18 tahun. Tinggal hanya bersama ibunya setelah ayahnya meninggal. Ia punya kehidupan sosial yang payah. Di sekolah, ia lebih senang menyendiri. Hingga suatu hari, ibunya mengatakan bahwa adik tirinya, hasil hubungan gelap ayahnya dengan perempuan lain, akan tinggal bersama mereka, karena ibu si anak dipenjara. Nanako merasa marah, karena ia belum bisa memaafkan ayahnya. Tapi ibunya mengatakan bahwa ia sudah berjanji untuk merawat anak itu hingga ibunya keluar penjara.

The lonely Nanako

The lonely Nanako

Maka datanglah Nanao (), bocah laki2 10 tahun ke rumah Nanako. Awalnya, Nanako sebal bukan main tapi karena Nanao adalah anak yang sangat manis, perlahan Nanako pun jatuh sayang pada Nanao. Apalagi ketika kemudian ibu Nanako jatuh sakit. Nanao menjadi adik sekaligus teman yang bisa membuat Nanako bisa menangis dan tertawa.

PDVD_233

Film yang cukup menyentuh. Tapi entah kenapa saya merasa ada sesuatu yang kurang. Mungkin karena akting pemain-pemainnya yang kurang mendalam.

PDVD_206

Cast:
, Nanako
, Nanao
, Kimie, ibu
Nomura Mami, Machiko, ibu Nano
Tusjimoto Yuki, Nozawa

Sutradara:
Rilis: 2004

New In Town

Oktober 26, 2010 Tinggalkan komentar

Lucy yang masih singel diminta perusahaannya untuk membereskan anak perusahaannya yang sedang bermasalah di Minnesota. Maka di musim dingin yang menggigit, Lucy pindah ke Minnesota. Di hari kedatangannya, Lucy disambut hal kurang menyenangkan. Salju tebal dan Blanche, asisten barunya yang membicarakan hal-hal aneh, disusul makan malam di keluarga Blanche dimana ia bertemu Ted Mitchell, wakil serikat pekerja di Minnesota. Yang kemudian terlibat perdebatan soal perusahaan dan tenaga kerja.

newintownr1artworkpic

Hari-hari di pabrik juga bukan hal menyenangkan. Ia mendapat sambutan buruk dari para pekerja yang memandang sinis padanya. Lucy diminta perusahaannya untuk melakukan pengurangan tenaga kerja. Tapi keadaan kemudian berubah ketika ia mulai jatuh cinta pada Ted. Yah, cerita selanjutnya bisa ditebaklah. Everybody happy-lah jelasnya. Cerita yang standar tapi cukup mengiburlah. At least, dari film ini saya jadi tahu tentang hobi membuat gambar tempel dan saya pikir itu unik. Mungkin bisa dicoba sesekali 🙂

Cast:
, Lucy Hill
, Ted Mitchell
Siobhan Fallon, Blanche Gunderson
J.K Simmons, Stu Kopenhafer

Sutradara: Jonas Elmer
Penulis : Ken Rance, C. Jay Cox
Rilis: 2009

The Wind That Shakes The Barley

Oktober 25, 2010 Tinggalkan komentar

Saya tak suka film perang, tapi film ini salah satu pengecualian. The Wind That Shakes the Barley, berlatar Irlandia tahun 1920, berkisah tentang perjuangan rakyat Irlandia yang tergabung dalam IRA untuk memerdekakan diri dari Inggris.

wind that shakes3

Adalah Damien O’Donovan, dokter muda yang berniat pergi ke London. Meski diingatkan oleh teman2nya bahwa sebaiknya ia tak usah pergi, ia tetap bertekad untuk pergi. Menjelang keberangkatannya, dua hal terjadi. Michail, temannya, dibunuh oleh tentara Inggris dan ketika tiba di stasiun, ia melihat kecongkakan tentara Inggris yang menganiaya masinis kereta. Damien akhirnya membatalkan kepergiannya, bergabung dengan IRA bersama abangnya, Teddy yang jadi pemimpin kelompok lokal. Damien pun memulai perjuangannnya menjadi tentara IRA, bergerilya di dusun-dusun Irlandia.

wind that shakes 2

Atas nama perjuangan pula, ia terpaksa membunuh sahabat kecilnya, Chris yang jadi mata-mata Inggris. Lalu genjatan senjata diadakan. Tapi posisi Irlandia tetap di bawah Inggris. Teddy berpikir bahwa genjatan senjata itu cukup baik dan bergabung dalam tentara Free State yang menggantikan peran tentara Inggris sebelumnya. Sementara Damien merasa tidak puas dengan perjanjian tersebut menolak isi perjanjian dan bertekad untuk meneruskan perjanjian bersama Dan, temannya dan teman yang lain. Kakak beradik itu pun berseberangan paham.

Darah perjuangan lebih kental dari darah persaudaraan

Darah perjuangan lebih kental dari darah persaudaraan

Damien akhirnya tertangkap dan Teddy memohon agar Damien menyerah saja agar bisa menjalani hidup yang baik setelahnya. Tapi Damien berkeras untuk menolak dan akhirnya harus mati dihukum regu tembak. Selain ceritanya yang menyentuh, menurut saya, The Wind that Shakes the Barley adalah film perang yang puitis. Berlatar perbukitan Irlandia yang hijau dan berkabut. Film ini juga merupakan film yang mendapat Palme d’Or di Cannes Film Festival tahun 2006.

Cast:
Cillian Murphy, Damien O’Donovan
Padraic Delanay, Teddy O’Donovan
Liam Cunningham, Dan
Orla Fitzgerald, Sinead

Sutradara : Ken Loach
Penulis : Paul Laverty
Musik: George Fenton
Sinematografi : Barry Ackroyd
Rilis : UK, 2006
Running Time : 127 min

Jane Eyre

Oktober 25, 2010 Tinggalkan komentar

Ini adalah salah satu versi adaptasi Jane Eyre karya Charlotte Bronte ke dalam film dan mungkin kalah populer dari versi layar lebarnya yang dibintangi Chalotte Gainsbourg.

jane eyre

Saya belum baca novelnya, dan saya pikir ceritanya nggak jauh beda sama novelnya. Cerita di awali dari masa kecil Jane yang yatim piatu dan tinggal bersama keluarga bibinya, Mrs Reed yang kejamnya minta ampun. Karena Jane kecil suka memberontak, akhirnya Mrs Reed mengirimnya ke panti asuhan. Jane tinggal di sana hingga besar, tumbuh menjadi gadis yang mandiri dan cerdas. Ia kemudian melamar jadi guru di Thornfield Hall.

Di Thornfield Hall, Jane mengajar Adele, yang besar di Perancis, putri Mr. Rochester yang suka bepergian dan meninggalkan Adele hanya dengan pembantu-pembantunya.

Suatu hari, Mr. Rochester pulang dan merasa tertarik pada Jane yang cerdas dan mandiri. Jane juga merasa tertarik pada Mr. Rochester yang meski dari kalangan berada tapi memperlakukannya dengan sejajar. Keduanya kemudian saling jatuh cinta dan siap menikah hingga kemudian sebuah tragedi terjadi dan Jane memutuskan untuk meninggalkan Thornfield Hall.

jane eyre3

Meski begitu, karena masih menyimpan cinta untuk Mr.Rochester, akhirnya ia memutuskan untuk kembali, mendapati Thornfield Hall sudah terbakar dan Mr. Rochester menjadi buta. Tapi itu tak mengubah cinta Jane pada Rochester yang kemudian merawatnya dengan penuh cinta.

Cerita cinta yang klasik. Tentang seorang perempuan yang hidup menderita ketika kecil dan kemudian menemukan ‘pangeran’ yang kaya raya dan hidup bahagia. Wajar sih karena novelnya ditulis pada tahun 1847. Meski saya belum baca novelnya, saya merasa cukup ‘memahami’ Jane Eyre dalam film versi ini. Ruth Wilson yang jadi Jane cukup baik mengesankan sebagai gadis yang mandiri dan berpendirian teguh. Dan Mr. Rochester? Saya berharap, yang memerankannya adalah sosok yang lebih tampan dan gagah 🙂 Dan satu hal yang saya nggak suka dari film ini adalah musik ilustrasinya yang menurut saya terdengar menyeramkan (padahal dapat nominasi Best Original Television Music di BAFTA TV Awards, lho).

Cast:
Ruth Wilson, Jane Eyre
Toby Stephens, Mr. Rochester
Tara Fitzgerald, Mrs. Reed
Georgie Henley, Jane Eyre kecil

Sutaradara : Susanna White
Penulis : Charlotte Bronte (novel), Sandy Welch
Musik : Robert Lane
Sinematografi : Mike Eley
Rilis : UK, BBC, 2006
Durasi : 240 menit (4 episode)

Awards:
Best Make Up & Hair Design, nominasi Best Actress (Ruth Wilson), di BAFTA TV Awards. Beberapa nominasi dan penghargaan di Primetime Emmy Awards

Driving Lessons

Oktober 25, 2010 Tinggalkan komentar

Driving Lesssons adalah cerita tentang pemuda 17 tahun, Ben Marshall () yang pemalu dan sangat takut pada ibunya. Ibunya selalu mendikte apa yang harus dan tak harus dilakukan Ben seperti belajar mengemudi dan pergi ke gereja. Keluarga Ben sangat relejius. Ayahnya seorang pendeta dan ibunya selalu menghubungkan segala sesuatu dengan Tuhan.Tapi hubungan kedua orangtuanya tidak baik. Ben tak pernah benar-benar bisa mengobrol dengan ayahnya.

driving lessons

Ketika Mr. Fincham, seorang jompo tinggal di rumah mereka, ibunya menyarankan Ben untuk bekerja pada liburan musim panas agar mendapatkan uang untuk membantu Mr. Fincham. Ben pun mendapat pekerjaan di rumah seorang bekas aktris, Evie Walton ( ). Evie seorang janda, tinggal sendirian dan sangat temperamen. Kesukaannya mengumpatkan kata-kata kasar, yang membuat si ‘anak manis’ Ben menahan kesal.

Seiring waktu, hubungan mereka membaik karena memiliki kesamaan minat pada sastra, Suatu hari, Evie mengajak Ben untuk berkemah, tapi Ben menolak karena ibunya tak akan mengijinkannya. Evie memaksa Ben untuk mengajaknya jalan-jalan saja, tapi di tengah jalan, Evie ‘menelan’ kunci mobil dan memaksa untuk bermalam. Ben tak punya pilihan meski kesal dan takut.

drivinglessons4

Tidak hanya itu, karena Evie kemudian meminta Ben menemaninya pergi ke Edinburgh untuk menghadiri pembacaan puisi. Ben marah karena Evie tak mengatakan sebelumnya dan di samping itu, ia juga baru belajar menyetir. Tapi lagi-lagi ia tak punya pilihan apalagi ketika kemudian Evie mengatakan bahwa ia menderita kanker payudara dan umurnya tak panjang lagi. Maka pergilah mereka ke Edinburg, perjalanan yang kemudian sedikit banyak mengubah Ben dan persahabatannya dengan Evie.

Well, di awal, saya tertarik nonton film ini sebenarnya lebih karena yang jadi pemain utamanya. Saya suka akting dia waktu jadi Ron Wesley di Harry Potter. Saya agak berharap menemukan sosok Rupert yang berbeda dengan Ron. Ya, Ben Marshall memang bukan Ron Wesley, tapi saya pikir mereka memiliki banyak kemiripan. Apalagi penampilan Ben sama persis dengan Ron dengan kekikukan yang sama.

driving lessons4

Saya juga kurang menyukai pengkarakteran si Ibu yang saya pikir lebih seperti seorang yang agak sakit jiwa daripada Ibu yang protektif. Tapi kemudian saya agak memaklumi hal ini ketika menjelang ending terungkap bahwa ia selingkuh dengan Peter, si pendeta.

Yah, meski bukan film yang istimewa, ini bukan film yang buruk untuk ditonton. Saya suka musik yang mengiringinya dan pemandangan yang indah di sepanjang perjalanan menuju Edinburgh. It’s cool place! Hope someday can b there 🙂

Cast:
, Ben Marshall
, Evie Walton
Laura Linney, Laura Marshall
Nicholas Farrel, Robert Marshall

Sutradara: Jeremy Brock
Penulis : JeremyBrock
Sinematografi : David Katznelson
Musik : Clive Carroll, John Renbourn
Rilis: 2006
Durasi : 98 menit

Awards:  Best Actress untuk di Satellite Awards 2006, Best Actress untuk dan Special Jury Pize untuk Jeremy Brock di Moscow Int’l FF 2006, Youth Jury Award untuk Jeremy Brock di Sea Int’l FF 2007.

My Fave Scene:

 Ketika Ben bikin tenda di kebun dekat rumahnya dan ayahnya datang, berusaha untuk mengobrol dengan canggung dan mengungkapkan betapa mereka saling menyayangi.

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar