Arsip

Posts Tagged ‘Chun Woo-hee’

The Wailing

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Suatu pagi berhujan,di sebuah desa yang terlihat tenang dan damai, tiba-tiba dihebohkan dengan berita kematian sebuah keluarga petani. Jon Goo (), seorang polisi sederhana yang hidup bersama ibu, istri dan anak perempuannya, Hyo-jin, datang ke lokasi. Kematian itu begitu aneh. Korban diawali dengan menderita penyakit kulit mengerikan, sebelum kemudian menjadi gila dan mati.
the-wailing0
Dan kejadian itu kemudian terjadi berturut-turut. Jong Goo dan rekan-rekannya kemudian sibuk melakukan penyelidikan. Kecurigaan tertuju pada seorang lelaki tua Jepang misterius yang tinggal menyendiri di tengah hutan. Rumor beredar, kalau lelaki itu adalah sejenis siluman mengerikan.
the-wailing4

the-wailing1
Jong-goo semakin panik ketika putrinya mendadak sakit dan menunjukkan gejala yang sama dengan para korban. Atas anjuran ibunya, ia kemudian mengundang seorang shaman terkenal, Il-kwang (). Il-kwang kemudian melakukan upacara pengusiran roh. Dan ketika keadaan putrinya tidak semakin membaik, Jong-goo nekad menghancurkan si Lelaki Jepang.
the-wailing2

the-wailing6
Tadinya, saya kira film ini akan menjadi film misteri pembunuhan ala atau , tapi ternyata tidak. Alih-alih, film ini malah mirip film ,  yang berbau supranatural, hanya saja dengan cerita lebih intens. Sebenarnya, saya tak suka cerita film jenis ini, tapi saya penasaran sama film ini karena sempat ikut dikompetisikan di Cannes, meski kemudian gagal. Dan saya pikir saya paham kenapa film ini bisa masuk seleksi ajang festival film bergengsi. Meski ceritanya ‘tidak masuk akal’ karena soal hantu dan cenayang, tapi film ini digarap sedemikian rupa sehingga terasa sophiscated dan ‘sukar dilupakan’. Misterinya tersusun rapi dibalut warna dan gambar-gambar daerah pedesaan yang tenang tapi terasa dingin dan misterius. Salut untuk sutradaranya, , yang brilian. Plus akting bagus dari para pemainnya.
Recommended untuk ditonton.

Cast:
– Jong-goo
– Il-kwang
Jun Kunimura – Lelaki Jepang
– Moo-myeong
Kim Hwan-Hee – Hyo-jin
Jang So-yeon – istri Jong-goo
Heo Jin – ibunya Jong-goo
Jo Han-chul – Detektif
Son Kang-Kuk – Oh Sung-bok
Kim Do-Yoon – Yang Yi-sam

Judul: The Wailing/ Goksung (곡성)
Sutradara/Film:
Produser: Lim Min-Sub, Seo Dong-Hyun, Kim Ho-Sung
Sinematografi: Hong Kyung-Pyo
Rilis: 12 Mei 2016
Durasi: 156 menit
Distributor: 20th Century Fox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival;
– Cannes Film Festival 2016 – Out Of Competition

Love, Lies

Mei 18, 2016 2 komentar

Korea Selatan, berlatar tahun ’40an, ketika Jepang masih berkuasa. Jung Soo-yool () adalah putri dari seorang gisaeng terkenal dan bertekad untuk menjadi penyanyi joengak terkenal. Di rumah pelatihan gisaeng tempatnya tumbuh, ia bertemu dengan Seo Yeon-hee) (, seorang anak yang dijual oleh orang tuanya untuk menjadi gisaeng. Keduanya kemudian tumbuh bersama dan menjadi sahabat hingga dewasa.
ll24
Menjelang akhir penjajahan Jepang, jaman mulai berubah. Lagu-lagu pop mulai populer menggantikan lagu-lagu tradisional.
llj
Kim Yon-woo () adalah seorang penulis lagu pop terkenal yang baru pulang dari Jepang. Ia adalah teman masa kecil So-yool dan kemudian menjadi kekasihnya. Yon-woo memiliki semangat revolusioner, untuk menciptakan lagu pop karena menurutnya lagu pop lebih membumi, bisa didengar oleh semua lapisan masyarakat, sementara lagu tradisional hanya sebagai hiburan oleh orang-orang berduit. Ketika mengetahui bahwa Yeon-hee memiliki karakter vokal untuk menyanyikan lagu-lagu pop, Yon-woo pun menawari Yeon-hee untuk menyanyikan lagu-lagu ciptaannya dan kemudian membuat rekaman.
ll22
Tentu saja, hal itu membuat So-yool cemburu berat. Ia mulai dihinggapi cemburu  pada Yeon-hee. Apalagi kemudian Yon-woo ternyata mulai jatuh cinta pada Yeon-hee dan sebaliknya. Di tengah iri hati dan dendam  karena merasa dikhianati, So-yool kemudian ‘menjual’ diri pada seorang komandan Jepang yang bersedia membantunya mewujudkan ambisinya.
llo
Tiga cast utamanya, , dan adalah faktor utama yang membuat saya penasaran sama film ini. Bagaimana tidak, ketiganya adalah aktor muda berbakat dan berimej high class di dunia sinema Korea. Di atas kertas, ketiganya juga terlihat sangat cocok jika dipasangkan. Premis ceritanya juga terdengar cukup menarik, tentang cinta dan pengkhianatan yang dilatari dunia musik tahun ’40an. Sayangnya, ekspektasi saya tak sepenuhnya terpenuhi.
ll23
Di awal, sebenarnya cerita terlihat cukup solid tapi semakin ke belakang, menjadi agak membingungkan. Rasanya agak aneh ketika tiba-tiba Yoon-woo meninggalkan So-yool dan justru jatuh cinta pada Yeon-hee. Pun agak aneh karena Yeon-hee yang demikian dekat dengan So-yool seolah tanpa rasa bersalah ketika bersama Yoon-woo. Saya sendiri tak keberatan dengan cerita cinta segitiga, dan juga tak keberatan ketika akhirnya Yoon-woo pindah ke lain hati pada Yeon-hee. Tapi sayangnya, cerita pada bagian ini tidak ekplorasi dengan lebih mendalam.
ll90
Alangkah akan lebih masuk akal misalnya, jika diceritakan bagaimana momen-momen kebersamaan Yeon-hee dan Yoon-woo bukan hanya sekadar kerjasama dalam membuat musik, tapi bahwa mereka memiliki kesamaan pemikiran. Hal ini juga terkait dengan kurang dieksplorenya karakter Yeon-hee dewasa. Padahal, menurut saya karakternya bisa menjadi lebih menarik. Diceritakan di awal bahwa Yeon-hee kecil berasal dari keluarga miskin, ia dijual ayahnya dan ia adalah anak yang berwatak keras.  Seharusnya, latar belakang semacam itu bisa menjadi latar pembentuk watak Yeon-hee dewasa dan hal itu bisa menjadi ‘penghubung’ kecocokan pemikiran dengan Yoon-woo yang cenderung revolusioner. Tapi sayangnya, ekplorasi karakter Yeon-hee di sini sedikit sekali. Padahal lagi, menurut saya aktris , si pemeran Yeon-hee juga cukup potensial untuk memainkan karakter yang lebih kompleks.  Seharusnya,menurut saya film ini adalah tentang tiga tokoh utama, tapi yang kemudian mendapat eksplorasi karakter lengkap hanya tokoh Jung So-yool. Sungguh sangat disayangkan.


Hal kedua, yang juga agak mengusik kenikmatan saya menonton film ini adalah musiknya. Seperti yang sudah sering saya tulis, saya selalu menyukai film tentang musik, apalagi musik tradisional. Tapi sayangnya juga, musik yang diperdengarkan di sini tidak terlalu wah. Mungkin hal ini juga terkait dengan para pemainnya yang memang tidak memiliki kemampuan musikal yang memadai. Untuk hal ini, karena memiliki tema mirip yang baru juga baru rilis beberapa waktu lalu, saya jadi membandingkan dengan film yang lain, , yang menurut saya, musiknya digarap dengan bagus dan dimainkan oleh para aktornya dengan bagus pula (para aktornya kebanyakan berlatar musikal). Sementara di film ini, para aktor tertuama dan , selama ini bisa dibilang pure aktor. Karenanya, ketika menyanyi, meski cukup bagus, tapi rasanya tidak sampai luar biasa sehingga rasanya tidak cukup menjadi alasan orang begitu kagum padanya seperti cerita di film. Saya tak keberatan dengan pemilihan sebagai pemeran Seo Yeon-hee di sini, tapi mungkin akan lebih menarik jika castnya adalah aktris yang benar-benar memiliki suara bagus (berlatar belakang penyanyi mungkin?) atau jika tidak, menggunakan pengisi vokal yang memang benar-benar bersuara bagus.
ll55
Tapi di atas semua kekurangan film ini, film ini tetap layak tonton. Sinematografinya digarap dengan apik dengan warna-warni cerah dan suasana oldies yang menyegarkan mata.

Cast:
– Jung So-yool
– Kim Yoon-woo
– Seo Yeon-hee

Park Sung-Woong – Komandan Jepang
– San-wol (ibu gisaeng)
Lee Han-wi – Manajer Gisaeng
– Kim Ok-hyang
Cha Ji-yeon – Lee Nan-young

Judul: Love, Lies/ Haeuhhwa (해어화)
Sutradara:
Penulis: Ha Young-Joon, Jeon Yun-Su, Song Hye-Jin
Produser: Park Sun-Jin
Sinematografi: : Jo Eun-Soo
Rilis: 13 April 2016
Durasi: 120 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Cart

April 27, 2016 Tinggalkan komentar

Sun-hee (adalah seorang ibu dari dua orang anak.  Si sulung, Tae-young ( (Do Kyung-Soo) ), sudah SMA. Suaminya bekerja di luar kota dan jarang pulang dan penghasilannya juga tak seberapa. Untuk menopang ekonomi, Sun-hee juga harus terus bekerja. Selama lima tahun terakhir, dia bekerja sebagai pegawai kontrak di sebuah swalayan besar dan karena memilki kinerja yang bagus ia pun dijanjikan posisi sebagai pekerja tetap. Selain Sun-hee, pekerja kontrak lain adalah Hye-mi, seorang ibu tunggal, Soon-rye, si petugas kebersihan, Ok-soon, Mi-jin (
cart3

cart5
Hingga suatu hari, mereka mendengar bahwa para pekerja kontrak akan di PHK demi efesiensi perusahaan.  Para pekerja kontrak yang merasa diperlakukan tak adil, kemudian bergabung dalam serikat pekerja dan melakukan mogok kerja sebagai bentuk protes. Dong-joon (, salah seorang manajer store, merasa terusik melihat ketidakadilan itu, kemudian ikut bergabung dengan serikat pekerja. Bersama mereka menuntut keadilan, tapi tentu saja tidak mudah karena yang mereka lawan adalah pebisnis yang berkuasa.
cart11

cart

Ada si imut D.O juga, he 🙂

Hmm, menonton film tentang ketidakadilan selalu terasa menyesakkan, apalagi film ini konon terinspirasi dari kisah nyata. Dan seperti kisah nyata umumnya, tidak ada dramatisasi cerita yang berlebihan di film ini, pun dengan endingnya. Dan kita tahu, bahwa ketidakadilan seperti yang dialami pekerja di film ini, adalah jamak terjadi dan mungkin masih akan terus terjadi dan juga bahwa para pekerja yang harus bekerja untuk menopang hidup dan keluarga mereka, akan selalu terus berjuang untuk mendapatkan haknya.

car13

Never ending struggle dari para kelas pekerja

Note:
Film ini konon terinspirasi dari kisah nyata, yang terjadi pada bulan Juli 2007 ketika pekerja di Supermarket E.Land Mart mendadak dipecat dan mendorong terjadinya pemogokan selama 510 hari. (sumber: asianwiki.com)

Cast:
– Sun-hee
Moon Jeong-Hee – Hye-mi
Kim Young-Ae – Soon-rye
– Dong-joon
– Mi-jin
Hwang Jung-Min – Ok-soon
(Do Kyung-Soo) – Tae-young
– Soo-kyung
Lee Seung-Joon – Kepala Seksi Choi
Kim Soo-Ahn – anak perempuan Sun-Hee
Hwang Jae-Won – Min-Soo

Judul: Cart/ Kateu (카트)
Sutradara: Boo Ji-Young
Penulis: Kim Kyung-Chan
Produser: Shim Jae-Myung
Sinematografi: Kim Woo-Hyung
Rilis: 13 November 2014
Durasie: 110 menit
Produksi: Myung Films
Distributor: Little Big Pictures
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Toronto International Film Festival 2014 – City to City *World Premiere
–  Busan International Film Festival 2014 – Open Cinema
– Hawaii International Film Festival  2014 – Spotlight on Korea *U.S. Premiere
– International Film Festival Rotterdam -2015 – Signals: What The F?! *European Premiere
– Udine Far East Film 2015 *Italian Premiere
– New York Asian Film Festival 015 – Myung Films *New York Premiere

Awards:
PaekSang Arts Awards 2015:
– Best Actress (), Best Screenplay (Kim Kyung-Chan)
– Nominasi Best Supporting Actress (Moon Jeong-hee)

The Piper

April 25, 2016 Tinggalkan komentar

Woo-ryong () seorang peniup seruling pincang. Bersama anak lelakinya, Young-nam, ia sedang dalam perjalanan ke Seoul, untuk mengobati penyakit TBC si anak. Di tengah perjalanan, mereka melewati sebuah desa dengan penduduk yang aneh dan sedang dilanda wabah tikus. Woo-ryong pun menawarkan bantuan dengan imbalan biaya pengobatan untuk anaknya. Sang Kepala Kampung () setuju, tapi Woo-ryong diwanti-wanti untuk tak menceritakan bahwa perang di luar sana telah usai.

tp6

Selama tinggal di desa, Woo-ryong menemukan hal-hal misterius. Dan juga Mi-sook (), janda muda yang dianggap memiliki kekuatan sihir, yang kemudian membuat Woo-ryong jatuh cinta. Namun ketika Woo-ryong mengajak Mi-sook ikut serta dirinya ke Seoul, sang Kepala Kampung melakukan berbagai cara untuk mencegahnya.

tp9

tp3

Jajaran cast-nya adalah hal pertama yang membuat saya tertarik menonton film ini. Ada nama , ,   ,  dan . Tadinya saya pikir ini akan menjadi sebuah film thriller dengan sedikit bumbu romantis antar dan , dua aktor muda yang sedang naik daun. Ternyata tidak. Alih-alih, ini adalah film misteri dengan balutan keluarga, hubungan antara ayah dan anak lelakinya, hal yang membuat cerita fim terasa berbeda dengan film genre ini. Dan peran itu dimainkan dengna sangat baik oleh Ryu dan aktor cilik, Goo Seung-hyun, yang jadi anaknya. Bumbu romantis memang ada, tapi ternyata tidak seperti yang saya duga, karena cerita romantis justru terjalin antara dan . Di atas kertas, mungkin agak terkesan kurang pas mengingat gap usia keduanya yang lumayan jauh (Ryu lahir tahun 1970 dan Chun Woo-hee 1987), tapi film adalah sesuatu yang berbeda dari drama Korea dan keduanya terlihat cocok sebagai sepasang kekasih.

tpu

tp8n

Akting yang bagus juga ditunjukkan oleh si kepala kampung yang misterius. Sementara , bermain cukup baiklah dan tidak ‘takut’ terlihat ‘jelek’, meski pada beberapa scene menurut saya aktingnya terlihat kurang alami. Ceritanya sendiri menurut saya sebenarnya cukup unik, dengan sinematografi yang enak dilihat, tapi alurnya terasa kurang lancar dan kurang cair. Pengemasan misterinya kurang solid sehingga kadang tidak cukup membuat penasaran, bahkan pada beberapa bagian agak membosankan. Meskipun begitu, tetap layak ditonton, kok:)

tpdf

Love the father-son chemistry

 

Cast:
– Woo-ryong
Goo Seung-Hyun – Young-nam
– Kepala Kampung
– Mi-sook
– Nam-soo
– ayahnya Chul-soo

Han Sung-Yong – Duk-Soo
Kim Young-Sun – dukun sihir
Jung Joon-Won – Chul-Soo
Song Ye-Dam – Young-Ho
Song Ye-Joon – Young-Sung
Park Si-Yeon – Ah-Ran
Lee Min-Ji – Min-Young
Son San – Myung-San

Judul: The Piper / Guest / Sonnim (손님)
Sutradara: Kim Gwang-Tae
Penulis: Kim Dong-Woo
Produser: Kim Dong-Woo, Lee Han, Kim Kyoung-Joon
Sinematografi: Hong Jae-Sik
Rilis: 9 Juli 2015
Durasi: 107 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan, Korea

The Beauty Inside

Januari 26, 2016 2 komentar

Apa rasanya jika setiap bangun tidur wajahmu berubah menjadi orang lain? Itulah yang dialami oleh Woo-jin, sejak ia berumur 18 tahun. Setiap hari, wajahnya terus berubah: jelek, tampan, cantik, menjadi perempuan, menjadi laki-laki, menjadi anak-anak, remaja, orang dewasa, orang tua… menjadi orang korea, orang jepang, orang bule… Hal ini membuat Woo-jin tumbuh menjadi sosok pendiam dan penyendiri. Dibantu teman baiknya, Saeng-bok, ia membuat aneka perabot kayu yang kemudian menjadi terkenal.


Suatu hari, Woo-jin yang berwajah om-om, mengunjungi sebuah toko perabot yang menjual hasil karyanya dan bertemu salah satu karyawannya yang cantik dan baik hati, Yi-soo (. Pun ketika di hari lain Woo-jin datang dengan wajah berbeda, kebaikan Yi-soo tetap tak berubah. Woo-jin pun jatuh cinta pada Yi-soo. Ketika ia mendapatkan wujud menjadi seorang pemuda tampan, ia memutuskan untuk mengungkapkan perasaannya. Yi-soo berusaha menerima segala keanehan Woo-jin.


Namun, tentu saja, bukan hal yang mudah bersama seseorang yang wajahnya terus berubah setiap hari. Seolah ia berkencan dengan orang yang berwajah asing.


Well, di awal, waktu membaca rilis film ini saya sempat merasa agak underestimate melihat begitu banyak aktor terkenal yang memerankan Woo-jin. Ada kekhawatiran bahwa ini hanya akan menjadi film yang menjual aktor/aktris berwajah rupawan. Selain juga, bagi saya, selalu agak dilematis melihat beberapa aktor yang saya sukai bermain dalam satu film karena bingung harus lebih menyukai siapa. Tapi untunglah, sang sutradara sepertinya cukup paham psikologis penonton, karena segala sesuatu dalam film ini dikemas dengan sangat proporsional. Aktor-aktor terbaik dan lovable mendapat porsi terbaik (, , , , , , , …) sehingga saya merasa bisa menyukai mereka semua secara bersamaan. Dan yang memerankan sosok Yi-soo juga patut diacungi jempol karena mampu membangun chemistry yang bagus dengan sosok Woo-jin yang diperankan begitu banyak aktor.

bink

Good acting of Han Hyo-joo

bin43
Meski saya tak terlalu paham soal hal-hal teknis perfilman, tapi saya menyukai cerita, alur, warna dan latar yang menjadi setting film ini.  Toko kayu yang terasa sophiscated, alur yang lembut tapi solid… dan cerita tentang cinta sejati yang indah. Recommended!

Cast:
– Yi-soo
– Woo-jin
Do Ji-Han- Woo-jin
Bae Sung-Woo – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Kim Sang-Ho – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Lee Jae-Joon   – Woo-jin
Kim Min-Jae  – Woo-jin
– Woo-jin
Jo Dal-Hwan  – Woo-jin
– Woo-jin
Hong Da-Mi –  Woo-jin
–  Woo-jin
Kim Hee-Won  – Woo-jin
– Woo-jin
– Woo-jin
Kim Ju-hyeok – Woo-jin
– Woo-jin

Shin Dong-Mi – bosnya Yi-Soo
Moon Sook – Woo- Ibunya Jin
Lee Dong-Hwi – Sang-Baek (teman Woo-jin)
Lee Mi-Do – Eun-Soo (kakaknya Yi-soo)
Choi Yong-Min – ayahnya Yi-soo
– ayah Woo-jin
Kim Tae-Hyun – ayah Woo-jin (dulu)
Son Sung-Chan – Woo-Jin

Judul: The Beauty Inside/ Byooti Insaideu (뷰티 인사이드)
Sutradara: Baek Jong-Yeol
Penulis: Kim Sun-Jung, Park Jung-Ye
Produser: Park Tae-Joon
Sinematografi: Kim Tae-Kyung
Rilis: 20 Agustus 2015
Durasi: 127 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2015:
– Best New Director (Baek Jong-Yeol)
– Nominasi: Best Actress (),

Blue Dragon Film Awards 2015:
– Best Film Editing
– Nominasi: Best Actress (), Best Cinematography & Lighting,

Han Gong-Ju

April 16, 2015 1 komentar

Han Gong-ju (), seorang remaja SMA yang diabaikan orang tuanya. Orangtuanya bercerai. Ibunya yang sudah menikah lagi tak mau bertemu dengannya, sementara ayahnya merantau entah dimana dan jarang pulang. Di rumah yang ia tinggali sendiri, ia sering ditemani, Hwa-ok, karibnya, yang sering membawa cowoknya, Da-yoon. Dan pada akhirnya, teman-teman geng Da-yoon sering ikut datang. Tidak hanya kumpul-kumpul, tapi juga mabuk-mabukkan. Merasa jengah, Gong-ju berusaha mengusir mereka namun justru peristiwa tragis menimpanya.

Han Gong-ju

Han Gong-ju

Melihat film ini, mengingatkan kita pada berita-berita di media yang sering muncul akhir-akhir ini. Tentang bagaimana kelakuan anak-anak ABG sekarang yang semakin vulgar dan permisif. Bertingkah brutal, memperkosa teman sendiri… dan tentu hal itu membuat kita bertanya-tanya: apa yang salah?

Gong-ju yang berusaha untuk tough

Gong-ju yang berusaha untuk tough

Film ini sendiri seolah tak ingin bertendensi, sekadar memperlihatkan sebuah ‘fakta.’ Mungkin selama ini banyak yang menyalahkan ulah generasi muda ini karena memang mereka biadab. Tapi kalau ditelusuri lagi, banyak yang berperan sebenarnya. Pertama tentu para orang tua. Seandainya kedua orang tua Gong-ju memperhatikannya (dan seharusnya memang begitu karena mereka adalah “orang tua”), mungkin kejadian tragis itu tak akan terjadi. Dan bagaimana pula orang tua seharusnya bersikap ketika anaknya melakukan tindak kejahatan? Digambarkan di sini bahwa para orang tua juga yang kemudian berusaha melindungi anak-anaknya yang telah melakukan tindak kejahatan. Wajar jika anak-anak ini tumbuh jadi generasi manja dan juga ‘biadab’ karena orang tuanya sendiri alih-alih mengajarkan kebenaran, justru memberi pembelaan atas kejahatan. Sshh…
HGJ
Sebuah cerita yang berat? Memang. Tapi digambarkan dengan tidak depresif, kok. Tetap mengetengahkan dunia remaja yang manis. Alurnya sendiri lebih ke masa sekarang, dan tragedi hanya menjadi cerita flashback. Sosok Han Gong-ju digambarkan sebagai gadis tough yang tetap bisa tersenyum menghadapi segala kesulitan dalam hidupnya. Dan endingnya cukup membuat saya menyeka mata: sooo touching 🙂

Note:
Konon cerita film ini didasarkan pada kejadian nyata di “Miryang Middle School Girls.” Sedih banget ya melihat bagaimana banyak generasi muda yang bertingkah begitu biadab akhir-akhir ini 😦

Cast:
 – Han Gong-ju
Jung In-sun – Eun-hee
Kim So-young – Hwa-ok
Lee Young-ran – Ms Lee

Kwon Bum-Taek – kepala polisi
KimChoi Yong-Joon – Dong-Yoon
Yoo Seung-Mok – ayahnya Gong-Ju
Kim Hyun-Joon – Min-Ho
Son Seul-Gi – Min-Seo
Lee Chung-Hee – Chung-Hee
Oh Hee-Joon – geng Min-Ho 1
Kang Dae-Hyun – geng Min-Ho 2
Lee Seung-Taek – geng Min-Ho 3

Judul: Han Gong-Ju (한공주)
Sutradara/ Penulis:
Produser: Kim Jung-Hwan,
Sinematografi: Hong Jae-Sik,
Premiere: 4 Oktober 4, 2013 (Busan International Film Festival)
Durasi: 112 menit
Distributor: CGV Movie Collage
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Busan International Film Festival  2013:
– Citizen Reviewers’ Award
– CGV Movie Collage Award
Marrakech International Film Festival 2013:
– The Golden Star (Festival Grand Prize)
International Film Festival Rotterdam  2014:
– Hivos Tiger Awards (Jury Prize)
Deauville Asian Film Festival  2014:
– Jury Prize
– The Critics’ Prize
– Audience Award
Fantasia Film Festival 2014:
– Silver (Audience Awards)
Korean Association of Film Critics Awards  2014:
– Best Actress ()
– Best Screenplay
Blue Dragon Film Awards 2014:
– Best Actress ()
– Best New Director

(sumber; Asianwiki.com)

Thread of Lies

November 7, 2014 Tinggalkan komentar

Hyun-sook ( ), seorang single parent dengan dua orang putri yang beranjak remaja, Man-ji () dan Cheon-ji(). Meski berbeda karakter, keduanya adalah anak-anak manis dan tak pernah mengeluh keadaan keluarganya. Berbeda dengan Man-ji yang lebih keras dan terbuka, Cheon-ji si bungsu lebih pendiam, rajin dan penurut. Hingga suatu hari, ketenangan keluarga itu goyah ketika tiba-tiba didapati kalau Cheon-ji tewas bunuh diri. Kenapa Cheon-ji yang anak manis itu bunuh diri? Menggunakan metafora benang rajut, rahasia pun sedikit demi sedikit terurai.
thrd5
Di sekolah, Cheon-ji ternyata adalah sosok penyendiri yang nyaris tak punya teman. Ia menjadi obyek bully Hwa-yeon (), si cewek populer yang super menyebalkan. Selain itu ada juga Mi-ra, yang menawarkan persahabatan tapi kemudian menjauh karena ayahnya ternyata naksir ibunya Cheon-ji.

Kim Hyang-gi, sebagai Cheon-ji, aktingnya bagus seperti biasa

Kim Hyang-gi, sebagai Cheon-ji, aktingnya bagus seperti biasa

Masa anak-anak sering dianggap sebagia masa-masa yang paling indah. Namun di sisi lain, masa anak-anak seringkali juga menjadi masa-masa yang paling kejam. Ejekan, ancaman,rasa takut, perasaan ingin diakui dan diterima, penuh dengan hal-hal yang mungkin terasa remeh temeh bagi orang dewasa,seringkali adalah hal-hal besar yang serius bagi anak-anak. Di sisi lain, seringkali juga anak-anak tak bisa menceritakan tekanan-tekanan yang dialaminya kepada orang-orang dewasa dan orang-orang dewasa juga seringkali tak cukup bisa memahami pikiran anak-anak. Entah karena menganggap sepele atau karena tak ingin ribet. Mungkin pesan itulah yang ingin disampaikan film ini.

Ko Ah-sung yang juga main bagus

Ko Ah-sung yang juga main bagus

Another teen star,Kim You-jung

Another teen star,Kim You-jung

Bertabur bintang-bintang muda (, , ) tak lantas membuat film ini ‘biasa saja’, sebaliknya, para bintang-bintang muda itu justru menunjukkan kualitas aktingnya yang cukup menakjubkan. Para pemain senior justru seakan hanya menjadi pelengkap di sini.

Ada Yoo Ah-in juga, hihi

Ada Yoo Ah-in juga, hihi. Lumayan meski tak dapet peran signifikan

Note:
Cerita film ini didasarkan pada novel yang berjudul sama ditulis oleh penulis Korea, Kim Ryeo-ryeong (2009), penulis yang juga menulis novel “Won-deuk Yi” yang diadaptasi ke dalam film( ) oleh sutradara yang sama,  dan juga dibintangi .

(sumber; asianwiki.com)

Love this scene. Seharusnya dunia anak-anak itu kayak gini ya? :(

Love this scene. Seharusnya dunia anak-anak itu kayak gini ya? 😦

Cast:
 – Hyun-sook
 – Man-ji
 – Cheon-ji
 – Hwa-yeon
 – Kwak Man-ho
– Choo Sang-Bak
– Mi-Ran
Yoo Yeon-Mi – Mi-Ra
Kim Jung-Young – ibunya Hwa-Yeon
Kim Ji-Hoon – Hyun-Sook (temannya ibu Hyun-sook si pembuat dumpling)

Judul: Thread of Lies / Elegant Lies / Wooahan Geojitmal (우아한 거짓말)
Sutradara:
Penulis: Kim Ryeo-Ryeong (novel), Lee Sook-Yun,
Produser: Kim Jae-Joong, No Bong-Jo, Kim Dong-Woo
Sinematografi: Lee Seung-Hyeob
Rilis: 13 Maret 2014
Durasi: 117 menit
Distributor: Movie Collage
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
BaekSang Arts Awards  2014:
– Best New Actress ()

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar