Arsip

Posts Tagged ‘Choi Min-sik’

Heart Blackened

Maret 31, 2018 Tinggalkan komentar

Im Tae-san () adalah seorang pengusaha kaya raya yang berpacaran dengan Yoo-na, seorang artis cantik. Ia mencintai Yoo-na ( ) dan hendak menikahinya, tapi putrinya, Mi-ra (), tak menyukai Yoo-na. Suatu hari, Mi-ra menemukan video seks Yoo-na dengan bekas pacarnya dulu. Merasa berang, ia meminta untuk menemui Yoo-na di klub. Keesokan harinya, Yoo-na ditemukan tewas terbunuh dan Mi-ra pun jadi tersangka utama.

Tae-san kemudian meminta Choi Hee-jung () , seorang pengacara muda, untuk menjadi pengacaranya Mi-ra. Bukti pembunuhan itu terekam pada CCTV yang dipasang seorang pemuda bernama Kim Dong-myung ( ). Tapi Mi-ra kemudian menemukan beberapa fakta tak terduga di rekaman CCTV itu. Di sisi lain, Im Tae-san meski dari luar terkesan sebagai orang yang materialis, sebenarnya juga sangat menyayangi putrinya.

heart blackened (4)

heart blackened (1)

Bisa dibilang, tak ada yang baru dari cerita film ini demikian juga dengan plotnya. Tragedi pembunuhan yang terjadi di awal, kemudian menjadi teka-teki dalam proses pengadilan. Yah, sebenarnya saya bosan dan agak malas mengikuti film jenis ini, yang adegannya sebagian besar hanya melibatkan adu debat pengacara di ruang pengadilan. Hanya saja, karena sudah ditonton, saya penasaran juga mengikutinya hingga akhir. Sebagai film thriller yang poin menariknya adalah pada misterinya, menurut saya film ini cukup berhasil. Karena meski sebenarnya agak-agak predictable, tapi saya tetap penasaran untuk mengikuti film ini hingga akhir.

heart blackened (3)

Di awal, sebenarnya alasan saya nonton film ini karena jajaran castnya. adalah nama besar. Lalu ada  , dan , yang meski belum bisa disejajarkan sama seorang , tapi cukup terkenal. Dan harus saya akui, di film ini memang kelihatan sekali karisma dan kemampuan aktingnya seorang . Dengan cerita film yang bisa dibilang just so-so, akting lah yang kemudian memberi bobot paling berat pada film ini. Park Shin-hye yang memang menjadi second lead di film ini, berakting lumayan, tapi rasanya masih belum bisa mengimbangi seorang . Jujur, karena imejnya sebagai candy girl di drama sudah melekat sedemikian rupa, agak sulit bagi saya melihat akting Park di peran-peran dengan akting yang lebih kompleks. Aktingnya tidak buruk, hanya saja, mungkin masih banyak latihan dan pengalaman lagi baginya untuk benar-benar bisa keluar dari karakter-karakter yang selama ini diperankannya. Tapi saya mengapresiasi lah, pilihan-pilihan filmnya akhir-akhir ini yang sepertinya memang ingin lebih peran-peran yang serius. Untuk pemeran lain,  , bermain dengan pas. meski cuma supporting, tapi juga kehadiranya cukup notable. Demikian juga dengan yang jadi Mi-ra. Bukan film yang mengesankan, tapi juga nggak terlalu buruk.

Cast:

– Im Tae-san
– Choi Hee-jung
– Kim Dong-myung
  – Yoo-na
Park Hae-joon – Dong ung-sik
– Im Mi-ra
Jo Han-chul – Jung Seung-gil
Kim So-jin – Hakim

Judul: Heart Blackened/Silence/ Chimmook
Sutradara: Jung Ji-woo
Penulis: Xing Fei, Jung Ji-woo
Sinematografi: Kim Tae-kyung
Rilis : November 2017
Durasi: 15 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan /Korea

 

 

Iklan

The Mayor

November 29, 2017 Tinggalkan komentar

Byun Joong-goo () adalah walikota Seoul yang sedang berkampanye untuk pemilihan berikutnya. Ia juga menggadang dirinya akan melangkah ke kursi presiden. Sebagai ketua tim kampanye, dipimpin oleh Sim Hyuk-soo () yang sudah senior di dunia periklanan. Dalam sebuah moment,debat Joong-goo bertemu Park Kyung (), gadis muda yang vokal yang bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Byun pun mengajak Park bergabung dengan tim kampanyenya. Kyung yang penuh semangat dan menyukai tantangan menerima tawaran itu. Dan ia pun menjadi saksi bagaimana proses kampanye yang melibatkan bermacam pencitraaan yang kadang kotor dan melibatkan banyak intrik.

the mayor5

Di tengah kampanye, Byun terlibat dengan berbagai masalah yang kemungkinan akan mengganjal karir politiknya.

the mayor2

Entah karena filmnya yang memang kurang bagus atau saya yang memang tak terlalu suka film bertema politik, tapi saya kurang bisa menikmati film ini. Apalagi ketika di pertengahan muncul masalah baru yang menurut saya, seharusnya tak terlalu perlu. Tema politik perkampanyean saja menurut saya sudah cukup berat, eh ini ditambah peristiwa dramatis segala macam. Ujung-ujungnya, saya menyerah mengikuti film ini.

 

Meski begitu, film ini digarap dengan cukup bagus kok dengan gambar-gambarnya yang memberi nuansa ‘serius.’ Dari segi akting aktor senior bermain bagus seperti biasa. Demikian juga . juga cukup mampu mengimbangi akting para seniornya sebagai gadis muda yang enerjik dan ambisius. Cast tambahan, juga ada dan Ryu Hwa-young yang juga bermain dengan pas.Ya, hanya sayang saja, dengan jajaran aktor sesolid itu, tidak didukung cerita yang solid pula.

Cast:
– Byun Jong-goo
– Sim Hyuk-soo
– Park Kyung
– Jung Jae-yi
– Yang Jin-joo
– Im Min-sun
Lee Ki-hong – Steve
Kim Soo-ahn – Yoon-hak
– cameo
-cameo

Judul: The Mayor/ Special Citizen
Sutradara: Park In-je
Penulis: Park In-je, Park Shin-kyu
Produser: Jung Byung-ok, Park Shin-kyu
Sinematografi: Kim Tae-sung
Rilis: 26 April 2017
Durasi: 130 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Roaring Currents

Juli 20, 2017 Tinggalkan komentar

Jenderal Yi Sun-shin sudah tua dan sakit-sakitan. Tapi ia harus tetap memimpin pasukannya melawan gempuran tentara Jepang dibawah pimpinan Gurujima dan Wakizaka. Masalahnya lagi, armadanya hanya tingga beberapa. Rasanya musatahil mengalahkan Jepang yang berkekuatan besar. Tapi sebagai seorang Panglima Perang, ia tak boleh menunjukkan rasa gentar. Di depan anak buahnya, ia harus tetap optimis. Dengan memanfaatkan keahlian membaca gerak ombak dan juga taktik berperang yang jitu, Yi pun memimpin pasukannya melawan Jepang.

The Admiral Roaring Currents_9

Sebuah film bertema heroisme dalam arti ‘sebenarnya’, karena film ini memang diangkat dari kisah nyata Jenderal Yi Sun-shin yang merupakan pahlawannya orang Korea. Menonton film ini mengingatkan saya pada film-film kolosal China dan cukup salut dengan sineas Korea yang cukup meyakinkan membuat film semacam ini. Karena dibanding China, sepengamatan saya, selama ini, Korea masih belum ‘apa-apa’ dalam hal membuat film kolosal seperti ini.

The Admiral Roaring Currents_3

The Admiral Roaring Currents_5

Secara cerita, berhubung saya tidak punya keterikatan emosional dengan latarnya (Korea), saya hanya menikmatinya sebagai orang luar saja. Dan sejujurnya, saya tidak terlalu suka dengan film bertema perang dan heroisme. Perang itu absurd. Pada akhirnya, prajurit-prajurit yang ‘tidak bersalah’ lah menjadi korban. Meski pada masannya, semua keabsurdan itu punya pembenaran sendiri.

Tapi sebagai sebuah tontonan, saya pikir film ini cukup menarik. Visual effect-nya terasa cukup wah, dan saya pun paham ketika membaca bahwa film ini sangat box office di negara asalnya sono. Bisa dipahami lah, pasti memang terasa seru menonton film jenis ini di bioskop.

The Admiral Roaring Currents_2

Dari segi akting, Choi Min-shik patut diacungi jempol, karena dengan bagus memerankan karakter Jenderal Yi Sun-shin yang mulai ringkih tapi tetap berwibawa. Jajaran aktor pendukung ada Kwon Yul, yang berperan sebagai putranya Yi Sun-shin yang lembut, dan saya pikir Kwon Yul bermain dengan sangat pas dan menunjukkan chemistry bapak-anak yang bagus dengan Choi. Moment-moment ia dengan ayahnya adalah salah satu moment terbaik di film ini.

The Admiral Roaring Currents_12

 

Untuk peran antagonis, diperankan oleh masternya peran antagonis dalam film Korea, Ryu Seung-ryong dan juga Jo Jin-woong, salah satu aktor yang selalu fleksibel baik itu sebagai antagonis maupun protagonis. Akting mereka cukup bagus, meski saya sedikit terganggu dengan make up mereka yang menurut saya agak berlebihan. Tujuannya sih mungkin untuk memberi kesan seram, tapi rasanya aneh saja karena kesannya jadi tidak alami. Padahal, tanpa make up seperti itu pun, dengan mengandalkan kemampuan akting mereka, saya pikir sudah cukup untuk memberi kesan antagonis. Beberapa peran pendukung juga cukup baik ditampilkan aktor yang sudah punya nama seperti Jin Goo dan Lee Jun-hyung. Sebagai bonus, ada beberapa aktor muda yang sedang naik daun yang muncul di beberapa scene, Park Bo-gum, No Min-woo dan Ko Gyung-po, meski peran mereka hanya sambil lalu saja.
Overall, lumayan.

Note:
Konon film ini box office banget di Korea sono. Hanya dalam waktu 12 hari, konon tiketnya mampu terjual 10 juta. Selama masa tayangnya, film ini mencapai tak kurang 15 juta tiket yang merupakan penjualan tiket terbesar film Korea.

Cast:
Choi Min-sik – Jenderal Yi Sun-shin
Ryoo Seung-ryong – Gurujima
Cho Jin-woong – Wakizaka
Jin Goo – Im Joon-young
Lee Jung-hyun – istri Joon
Kwon Yul – Lee Whe
Kim Yung-gon – Dodo
No Min-woo – Haru
Kim Tae-hoon – Kim Joong-gul
Ryohei Otani – Joon-sa
Park Bo-gum – Soo Bong
Ko Gyung-po – Odook yi
Ja Bok-rae – Oh Sang-gu

Judul: Roaring Currents/Battle of Myeongryang/Whirlwind Sea/ Myeongryang: – Huiori Bada
Sutradara: Kim Han-min
Penulis: Jun Chul-hong, Kim Han-min
Produser: Kim Han-min
Rilis : 30 Juli 2014
Durasi: 128 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea-Jepang

Film Festival
Busan International FF 2014: Korean Cinema Today: Panorama
Korean FF in Paris 2014: Specials
Brussels International Fantastic FF 2015: Out of COmpetition *Belgian Premier

Awards:
Baeksang Arts Awards 2015: Grand Prize (Choi Min-shik)
Blue Dragon Film Awards 2014: Best Director
Daejong Film Awards 2014: BEst Film, Best Actor (Choi Min-sik), Best Technical Award
KOFRA 2014: Best Actor (Choi Min-sik), Best Technical Achievement

Nameless Gangster

Januari 8, 2015 Tinggalkan komentar

Saya pernah membaca komentar netizen, bahwa meskipun ia tak tahu atau belum pernah baca sinopsis filmnya seperti apa, tapi tak keberatan menonton asal ada nama . Dan saya pikir, ya juga sampai pada tahap itu. Meski film ini, saya sudah sering mendengar ulasannya sekilas-sekilas, karena memang termasuk salah satu film Korea yang banyak mendapat apresiasi.

Choi Min-sik sebagai Choi Ik-yun

Choi Min-sik sebagai Choi Ik-yun

Choi Ik-hyun ( ), seorang lelaki yang bekerja di kantor bea cukai. Dan agaknya memang sudah jadi rahasia umum di seluruh dunia ini, kalau itu adalah tempat yang ‘sangat basah’, melibatkan penyelundupan dan sogok menyogok. Tak terkecuali bagi Ik-hyun dan teman-temannya.

Ketika dilakukan penyelidikan, demi menyelamatkan nama baik instansi, diputuskan untuk dicari salah seorang yang akan ‘dikorbankan’. Karena jumlah tanggungan keluarganya paling sedikit Ik-hyun yang kemudian diminta mengorbankan diri. Tentu saja itu hal yang berat, karena Ik-hyun harus menghidupi istri dan 3 anaknya.

Ha Jung-woo sebagai si kepala gangster Choi Hyung-bae

Ha Jung-woo sebagai si kepala gangster Choi Hyung-bae

Hingga suatu malam, hari ketika sedang bertugas, ia menemukan heroin dan Ik-hyun pun mengatakan bahwa ia tak keberatan dikorbankan asal bisa menjual heroin itu. Ia kemudian dikenalkan dengan bos mafia setempat, Choi Hyung-bae () yang memiliki koneksi dengan yakuza di Jepang.

Dari pertemuan tersebut, Ik-hyun mengetahui kalau ternyata Hyung-bae yang sama-sama bermarga “Choi” masih satu klan dan dia bahkan mengenal ayah Hyung-bae. Karena secara kekeluargaan Ik-hyun adalah paman jauh Hyung-bae, Hyung-bae pun kemudian menaruh hormat pada Ik-hyun dan setuju untuk bekerja sama. Segera saja mereka menjadi partner di dunia permafia-an Busan. Hyung-bae dengan reputasinya sebagai gangster dan Ik-hyun yang memiliki koneksi orang-orang penting.
nmr
Namun, tentu saja itu adalah kerjasama yang rentan karena bagaimanapun, mereka berasal dari ‘dunia’ yang berbeda. Hyung-bae dengan dunia gangsternya yang meski ‘gelap’ tapi juga memiliki moral kepercayaan dan kesetiaan, sementara Ik-hyun, setengah kakinya masih menapak pada ‘dunia luar’ yang berisi kepentingan-kepentingan pribadinya (ambisi dan keluarganya), dan karenanya, kemudian membuatnya mencari kesempatan yang paling menguntungkan untuk dirinya sendiri.
nmls2
Hmm, karena bahkan pada judulnya tak segan-segan mencantumkan kata “Gangster”, tadinya saya kira ini cerita gangster-gangsteran yang agak absurd dengan adegan yang melibatkan pertarungan antar gangster yang penuh kekerasan. Ternyata…yah, untuk ke sekian kalinya, saya harus memuji para sineas Korea, karena meski gangster adalah tema yang bisa dibilang sangat mainstream dalam dunia perfilman mereka, tapi selalu saja ada cerita baru yang membuatnya tetap menarik untuk ditonton. Demikian juga film ini yang mampu memadukan cerita ‘crime‘ dan drama dengan sangat baik.  Yah, agaknya dunia gangster adalah dunia abu-abu yang menyajikan 1001 cerita yang seolah tak pernah habis dikulik. Dipadu dengan permainan maksimal para aktor utamanya:   dan  (ada juga nama Kim Sung-Kyun yang jadi Park Chang-woo, orang nomor 2-nya Hyung-bae dan ternyata dia adalah Samchunpo di ), menjadikan Nameless Gangster sebuah film yang sayang untuk dilewatkan.

Note:
– Film ini konon box office banget di negaranya sono dan bahkan menjadi film pertama yang mampu menjual tiket lebih dari 4 juta pada tahun 2012. Bisa dimengerti sih karena filmnya memang bagus dan juga memiliki nilai komersil. Hmm, kapan ya film lokal kita bisa jadi langganan box office di negeri sendiri 😦

Cast:
 – Choi Ik-hyun
 – Choi Hyung-bae
Cho Jin-Woong – Kim Pan-ho
– Kim Sung-bang
Kwak Do-Won – Jo Bum-suk
Kim Sung-Kyun – Park Chang-woo
Kim Hye-Eun – manajer night club

Judul: Nameless Gangster: Rules of the Time / The War Against Crime/ Bumchoiwaui Junjaeng: Nabbeunnomdeul Jeonsungshidae (범죄와의 전쟁 : 나쁜놈들 전성시대)
Sutradara:
Penulis: , Han Dong-Wook
Produser: Han Jae-Duk, Park Shin-Kyu, Kim Do-Soo, Yoo Jung-Hoon
Sinematografi: Go Rak-Sun
Rilis: 2 Februari 2012
Durasi: 133 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

 Film Festivals
– Shanghai International Film Festival 2012 – Spectrum
– New York Asian Film Festival 2012 –  Mr. Vengenance
– Fantasia Film Festival 2012 *Quebec Premiere
– Vancouver International Film Festival 2012 – Dragons and Tigers
– Melbourne International Film Festival 2012 – Accent on Asia
– Sitges Film Festival 2012 – Official Fantàstic Competition
– Busan International Film Festival 2012 – Korean Cinema Today – Panorama
– BFI London Film Festival  2012 – Films in Thrill
– Korean Film Festival In Paris  2012 – Landscape
– San Francisco International Film Festival 2013 – World Cinema
– Korean Film Festival in Australia 2013 – Crime and Punishment

Awards
PaekSang Arts Awards 2012:
– Grand Prize
– Best New Actor (Kim Sung-Kyun)
Korean Association of Film Critics Awards 2012:
– Best Screenplay
Blue Dragon Film Awards 2012:
– Best Actor ()
– Best Screenplay
– Best Music
KOFRA Film Awards Ceremony 2013:
– Best Actor (

New World

Dari judulnya, saya kira ini adalah sejenis film futuristik tentang penemuan dunia baru atau semacamnya. Jenis film yang tak terlalu saya suka. Tapi demi melihat bahwa film ini mendapat banyak penghargaan di Korea sono, saya pun penasaran. Dan untunglah, ini bukan jenis film yang saya sebut di atas. Karena New World tak ada hubungannya dengan penemuan dunia baru, tapi merupakan kata sandi dalam sebuah operasi kepolisian. Dan ini adalah film tentang gangster-gangsteran, sebuah tema cerita yang seperti halnya romance, seolah tak pernah habis dibahas dalam film-fim Korea.

new world

Dikisahkan, Ja-sung ( ), seorang polisi yang sudah 8 tahun menyamar sebagai mafia di perusahaan Goldmoon. Ia berhasil menjadi orang kepercayaan salah seorang calon penerus Goldmoon, Jung-chung ( ) yang walaupun mafia, tapi memiliki sisi charming. Hubungan pun terjalin sedemikian rupa di antara kedua orang ini hingga menyerupai persaudaraan.
new world2
Ketika bos Goldmoon meninggal, terdapatlah dua kandidat utama: Jung-chung dan Lee Joong-goo ( ). Atasan Ja-sung di kepolisian () punya kepentingan untuk terlibat dalam pemilihan ini. Dengan memanfaatkan laporan-laporan rahasia Ja-sung, mereka menangkap Joong-goo sehingga Jung-chung bisa otomatis mengambil alih pimpinan. Meski begitu, Jung-chung tidak terlalu senang dengan keadaan ini karena pada dasarnya dia orang yang sportif. Ia pun mulai risau akan adanya mata-mata di gengnya dan mulai melakukan penyelidikan.
new world6
Tapi persoalan ternyata tidak hanya berhenti di situ. Atasan Ja-sung punya rencana lain dan menjadikan Ja-sung sebagai pionnya. Ja-sung yang tidak menyukai posisinya dan berpikir bahwa misinya akan segera selesai, tak berdaya melawan itu semua. Ia pun terjebak dalam dunia mengerikan yang nyaris tak memberinya pilihan selain bertahan hidup.

new world7

Well, satu lagi film Korea dengan cerita yang cukup mengesankan. Berlatar dunia gangster, film ini mencoba memotret sisi-sisi drama dalam dunia keras semacam itu. Didukung pula oleh para pemain peran papan atas Korea. Dan hasilnya adalah sebuah film yang worthed to watch.
new world 8
Di baris pertama adalah sebagai Ja-sung. Setelah jadi si antagonis nan bengis Pangeran Soo-yang di , di sini ia mengambil peran yang bisa dibilang terbalik 180 derajat. Karena Ja-sung adalah polisi yang sangat sensitif dan bisa dibilang agak melonkolis. Di jajaran berikutnya ada  sebagai Jung-chung si mafia charming. Mafia tapi charming? Kontras kan? Dan    berhasil memerankannya dengan baik.  Lalu juga ada , atasan Ja-sung yang juga memerankan karakternya dengan pas. Lalu ada sebagai mafia Lee Joong-goo yang berwajah bengis. Laki-laki semua? Bisa dibilang, film ini memang sangat laki-laki dominan. Baik dari segi cerita maupun pemainnya. Ada  dan di jajaran pemain cewek, tapi peran mereka tak terlalu berarti di sini.

Cast:
– Lee Ja-sung
– Kang Hyung-chul
– Jung Chung
– Lee Joong-goo

 – Shin-woo
Choi Il-Hwa – Jang Soo-ki
– Seok Dong-chool
– Joo-Kyoung (istrinJa-sung)

Judul: New World/ Sinsegye (신세계)
Sutradara & Penulis:
Produser: Kim Woo-Taek, Park Min-Jung, Han Jae-Duk, Kim Hyun-Woo
Sinematografi: Chung Chung-Hoon
Rilis: February 21, 2013
Durasi: 134 menit
Distributor: Next Entertainment World
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Film Festival:
– Jeonju International Film Festival 2013 – Korea Cinemascape
– San Sebastian International Film Festival 2013 – Zabaltegi
– Vancouver International Film Festival 2013 – Dragons and Tigers
– BFI London Film Festival 2013 – Thrill
– Sitges Film Festival 2013 – Focus Àsia

Awards
Korean Association of Film Critics Awards 2013:
-CJ CGV Star Award ( )
Blue Dragon Film Awards 2013:
– Best Actor ( )
– Nominasi: Best Film, Best Director (), Best Supporting Actor ( )

Baek Sang Art Awards 2013:
– Nominasi Best Actor ( )
– Nominasi Best Supporting Actor ( )
– Nominasi Best Screenplay ()

The Quiet Family

April 23, 2014 Tinggalkan komentar

Keluarga Kang yang tidak tahu menahu mengenai bisnis penginapan, membeli sebuah penginapan di kaki gunung. Tempatnya sepi. Sehingga nyaris tak laku. Keluarga Kang terdiri dari Kang dan sang istri, 3 anaknya: Young-min, anak lelaki tertua, Min-soo yang genit  dan Mi-na yang sedikit aneh, serta adik Kang yang masih lajang, Chang yang culun.

Hihi, posternya saja sudah lucu :D

Hihi, posternya saja sudah lucu 😀

Ketika tamu pertama datang, mereka senang bukan main meski tamu mereka adalah seorang lelaki yang kelihatan aneh. Dan keanehan itu lengkap karena keesokan harinya, si tamu ditemukan tewas dan diduga bunuh diri. Demi menjaga nama baik penginapannya, Kang pun memutuskan untuk menyembunyikan kematian itu, mengubur si mayat di dekat penginapan.

Menunggu pengunjung

Menunggu pengunjung

Lalu keanehan demi keanehan pun datang silih berganti, yang membuat Kang dan keluarganya ‘tanpa sengaja’ menjadi kriminal.

Sebuah film bergenre thriller yang dipadu komedi. Meskipun terasa lucu, tapi tetap saja terasa mengerikan. Tapi bagi yang suka jenis film ini, silahkan tonton karena menyajikan cerita yang agak berbeda. Jika thriller biasanya memunculkan karakter para psikopat, di sini mereka adalah orang-orang biasa yang sebenarnya bukan ingin ‘membunuh’ dan ‘tanpa sengaja’ menjadi pembunuh.

The_Quiet_Family-001

Sebuah black comedy yang cukup mencekam. Ditambah lagi, film ini dibintangi para aktor Korea yang saat ini sudah senior () mungkin bisa jadi referensi untuk melihat akting mereka ketika awal-awal dulu.

Cast:
Park In-Hwan – Kang Tae-gu (ayah)
– Istri Kang
– Kang Yeong-min
– Kang Chang-ku
Ko Ho-Kyeong – Kang Mi-na
Lee Yoon-sung – Kang Mi-su

Gi Ju-bong – lelaki misterius
Choi Cheol-ho – lelaki pasangan bunuh diri
Shing Yeong-ae – perempuan pasangan bunuh diri
Ji Su-won – Eun-su
Jung Woong-in – lelaki yang suka sama Mi-so
Jung Jae-young – Hyun-suk
Jang Ka-hyeon – pacarnya Hyun-suk
Lee Ki-young– pembunuh bayaran
Yoo Hyung-gwan – Mr Jang

Judul: The Quiet Family/ Choyonghan Kajok (조용한 가족)
Sutradara: Kim Jee-Woon
Asisten: Kim Sang-Woo
Penulis: Kim Jee-WoonThe
Produser: Hwang Jae-Woo, Lee Woo-Jung, Lee Eun, Lee Mi-Yeon
Siinematografi: Jung Kwang-Suk
Rilis: 25 April 1998
Durasi: 99 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Leafie

Februari 20, 2014 Tinggalkan komentar

Pertama, sebenarnya saya baca bukunya “Leafie, a Hen Into the Wild” yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Ceritanya bagus dan saya pun penasaran pengin nonton animasinya yang konon dapat beberapa penghargaan di festival film.

Leafie 1

Ceritanya sendiri persis sama dengan yang dibuku. Tentang Leafie, seekor ayam petelur yang ingin keluar dari kandang dan hidup bebas. Ketika kesempatan itu datang, ternyata hidup di alam bebas bukan hal yang mudah. Binatang-binatang lain di luar tak menyukainya, belum lagi ada musang kelaparan yang berusaha memangsanya.

Leafie 5
Meski begitu, Leafie menikmati pengalaman menakjubkan di alam bebas. Ia bertemu Bebek Pengembara yang kemudian meninggalkan sebutir telor yang bisa Leafie erami. Tidak hanya itu, karena Leafie juga berkesempatan menetaskan dan membesarkan si anak bebek di tengah perjuangannya menghindari serangan musang.

Leafie 3
Sebuah kisah yang mengharukan dan sangat indah. Animasinya juga bagus banget. Jauh dari klise animasi ala Hollywood, deh. Recommended!

Cast (dubbing):
– Leafie (Ip-Ssak)
– Greenie (Cho-rok, si anak bebek)
– Pengelana
berang-berang (Dal-soo)

Judul: Leafie / Leafie, a Hen Into the Wild (Madangeul Naon Amtak/마당을 나온 암탉)
Sutradara:
Penulis: Hwang Sun-Mi, Na Hyun, Kim Eun-Jung
Produser: Lee-Eun, Shim Jae-Myung
Sinematografi: Lee Jong-Hyuk
Rilis: 28 Juli 2011
Durasi: 93 menit
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Award & Film Festival:

– Film Festivals
Busan International Film Festival 2011 – Open Cinema
Sitges Film Festival 2011 – Sitges Family
Korean Film Festival In Paris 2011 – Classic *French Premiere
The London Korean Film Festival 2011 – Animation
Korean Film Festival in Australia 2012 – Animation

– Awards
KOFRA Film Awards Ceremony 2012 – Film Figure Award (Sim Jae-Myung)
Critics Choice Awards 2011 – Special Prize
Sitges Film Festival 2011 –     Best Sitges Family Film Diploma

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar