Arsip

Posts Tagged ‘Cha Tae-Hyun’

Along With the Gods: The Two Worlds

Maret 22, 2018 Tinggalkan komentar

Sejak kabar akan dibuatnya film ini, saya sudah penasaran. Pertama, tentu karena cast-nya yang bertabur bintang film papan atas Korea. Mulai dari , , , , hingga aktor dan aktris muda berbakat, & . Premis ceritanya juga terdengar menarik, komedi fantasi. Saya semakin penasaran karena ketika film ini mulai rilis beberapa bulan lalu, kabarnya langsung jadi box office.

along with the gods

Seperti judulnya, film ini memang mengisahkan para dewa. Lebih tepatnya, tentang dunia kematian. Diceritakan seorang lelaki yang bekerja sebagai pemadam kebakaran, Kim Ja-hong (), yang tewas ketika menyelamatkan seorang anak yang terjebak kebakaran. Ja-hong yang tak menyadari bahwa dirinya sudah meninggal kemudian dihampiri dua malaikat maut, Hae Won-maek () dan Duk-choon (). Keduanya menyambut Ja-hong dengan sangat ramah, karena Ja-hong meninggal dengan mulia. Sebuah kematian yang jarang terjadi. Tidak hanya itu, kedua malaikat maut ini, ditambah sang ketua, Gang Rim (), kemudian mengawal Ja-hong menemui para dewa untuk perhitungan dosa. Tidak hanya itu, mereka juga berusaha keras membela Ja-hong agar tidak sampai masuk neraka. Karena Ja-hong adalah harapan mereka untuk bisa berinkarnasi. Mau tidak mau, mereka pun kemudian harus terlibat dengan dunia manusia demi untuk melakukan pembelaan demi pembelaan pada Ja-hong.

along with the gods1along with the gods3

Hmm, yah, sebuah film dengan ide yang cukup unik. Cerita dasarnya sih sebenarnya nggak bisa dibilang baru, tapi plotnya diramu sedemikian rupa sehingga pada beberapa bagian cukup tak terduga. Dan mengenai castnya, meski bertabur bintang, tapi rasanya tidak ada yang wasted kok. Meski tokoh utamanya adalah Gang Rim, tapi karakter yang lain mendapat proporsi yang pas kok. karismatis seperti biasa, meski menurut saya entah bagaimana, akting terasa lebih mencuri scene. , mungkin karena memang karakternya sedemikian rupa yang nggak terlalu jauh dari karakter yang sudah pernah ia perannkan (lelaki agak looser tapi baik hati), sehingga rasanya tak ada yang terlalu istimewa dengan aktingnya.

along with the gods4

Cukup surprise bagi saya adalah perannya . Ketika membaca di awal ada nama sebagai salah satu cast, meski dia memang aktris muda yang berbakat dan sudah beberapa kali jadi lead, tapi melihat nama-nama besar dan sudah pada senior pula, saya berpikir kalau dia paling hanya akan mengambil peran pelengkap saja. Tapi ternyata nggak, karena karakternya di sini cukup penting dan dia hampir muncul di semua scene. Saya juga senang melihat chemistrynya yang bagus dengan cast lainnya (terutama dan ). Meski sebenarnya secara usia bisa dibilang dia sudah cukup dewasa (19 tahun) tapi karena perawakannya yang memang imut-imut, dia memang terkesan seperti masih anak-anak dan jadi seperti adik kecil bagi cast lain. Hehe… Salut dan senang lah melihat perkembangan karirnya. Menurut saya, dia adalah salah satu aktris terbaik di generasinya. Karena sama-sama populer dan secara usia bisa dibilang sebaya, saya jadi sedikit membandingkan dengan generasi seangkatannya seperti , dan (aneh juga bahwa semuanya bernama Kim, hehe) dan meski kalau dinilai dari segi kemampuan akting mungkin hampir sama, tapi menurut saya adalah yang paling selektif dalam memilih peran-perannya dan paling sering terlibat di proyek-proyek berkualitas. Karenanya, saya membayangkan kalau dia akan jadi bintang film masa depannya Korea.

along with the gods5

Aktor/aktris yang lain ada karena memang sudah punya nama besar, meskipun hanya mengambil peran supporting, tapi bermain dengan sama bagusnya. Sedikit menggangu bagi saya adalah ketika melihat . Dia adalah aktor yang sangat solid dan selalu bermain bagus meski hanya sebagai supporting. Tapi dengan kasus yang menimpanya sekarang (ia terjerat skandal pelecehan seksual, sempat menampik tapi kemudian mengakuinya), membuat saya tak bisa melihatnya dengan cara yang sama lagi. Hmm, yah. Sayang sekali sih, karena aktor seberbakat dia ternyata punya perilaku yang cukup memalukan.

along with the gods7

Overall untuk film ini, cukup bagus lah meski bagi saya pribadi tidak berkesan-berkesan amat, karena menurut saya durasinya terlalu berlama-lama. Meski begitu saya cukup puas dan jadi penasaran dengan sekuelnya (film ini memang dibuat dalam dua bagian) dan berharap sih kalau di sekuelnya nanti, akan lebih dieksplore karakter dan latar belakangnya trio malaikat maut.

Cast:
– Ga Rim
– Hae Won-maek
– Dok-choon
– Kim Ja-hong
– Kim Soo-hong
– Won Il-byung
Lee Joon-hyuk – Letnan Park
Ye Soo-jung – ibunya Ja-hong dan Soo-hong
– Yeomra
– jaksa
Lim Won-hee – jaksa
Kim Soo-ahn – Taesan
– Dewa Neraka
– Dewi Neraka
cameo:
Kim Su-ro-ayah gadis dengan kucing

Judul: Along With the Gods: The Two Worlds/Singwa Hamgge
Sutradara: Kim Yong-hwa
Penulis: Joo Ho-min (webcomic), Kim Yong-hwa
Rilis: 20 Desember 2017
Durasi: 139 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

 

Iklan

Drama-Drama Korea Yang Tak Sanggup Saya Selesaikan

Januari 21, 2018 3 komentar

Belakangan, saya cenderung menjadi begitu pemilih ketika hendak menonton drama Korea. Dulu-dulu, biasanya saya memutuskan untuk mengikuti drama karena pemainnya saya suka atau karena popularitasnya. Tapi Setelah munculnya drama-drama berkualitas ala , , , Secret Forest atau drama-drama romcom bagus TvN seperti , Serial Reply, .. agaknya standar saya dalam menilai bagus tidaknya sebuah drama benar-benar berubah. Saya jadi malas menonton drama yang ceritanya terlalu klise, plotnya terlalu mudah ditebak atau ceritanya ‘nggak penting’. Sayangnya,munculnya drama-drama bagus ini hanya sesekali saja. Dan ketika saya merasa ‘rindu’ ingin nonton drama Korea, saya jadi agak bingung untuk memutuskan drama mana yang akan saya tonton. Setiap kali ada kabar drama yang akan segera rilis dengan jajaran cast yang menjanjikan dan premise cerita yang terdengar menarik, saya menjadi antusias dan berpikir, bahwa drama tersebut akan jadi watch list saya. Tapi ternyata ketika dramanya sendiri benar-benar mulai tayang dan ternyata respons netizen cenderung negatif, antusiasme saya langsung luruh dan malas mengikuti lagi. Beberapa drama, saya tontoon karena saya baca reviewnya yang positif, tapi ternyata setelah saya coba tonton, tak memenuhi krirteria menarik bagi saya. Berikut adalah beberapa drama yang coba saya tonton, tapi kemudian saya membuat saya ‘menyerah’ di tengah jalan:

1. You’re All Surrounded

ure all surrounded
Drama ini dipenuhi jajaran cast yang cukup menjanjikan: , , , , . Berdasarkan ulasan-ulasan yang ada, drama ini juga mendapat banyak apresiasi. Saya mengikuti episode-episode awal dan yah langsung bisa menebak jalan ceritanya yang memang mudah ditebak. Meski mengambil latar dunia kepolisian, tapi main story-nya tak jauh-jauh dari cinta.  Karakter-karakternya juga just so-so. Dan saya pun memutuskan berhenti menonton.

2. Let’s Fight Ghost

LFG4
Sejak awal, sebenarnya tak berminat mengikuti drama ini. Saya tak terlalu suka cerita fantasi. Cast-nya juga tak saya sukai. memang cakep, tapi kemampuan aktingnya, begitu-begitu saja. Dia sebagai aktor pendukung, saya bisa menerima, tapi sebagai lead actor, nanti dulu. Di tambah pasangannya adalah . Saya akui dia adalah aktris muda berbakat, tapi saya juga merasa dia terlalu ‘muda’ untuk jadi lead sebuah drama 16 episode, ditambah lagi bahwa di sini dia akan terlibat romance dengan cowok yang sudah dewasa. Aneh saja.

LFG3

Satu-satunya yang membuat saya pensaran justru adalah cast pendukungnya, , yang katanya main bagus di sini. Tapi yah, bagaimanapun cast pendukung tetaplah cast pendukung. Di drama, tak terlalu banyak yang diharapkan. Sebagus apapun akting mereka, peran mereka dalam membangun cerita tak terlalu penting. Di samping itu, cerita drama ini sendiri tidak jelas arahnya. Tidak ada klimaksnya. Dari episode ke episode ceritanya seolah tak kemana-mana. Menghabiskan waktu dengan menonton 16 episode benar-benar seperti hanya buang waktu dan energi.

3. Moon Lovers

Moon Lovers3
Ketika awal-awal pembuatan drama ini, melihat jajaran castnya yang terdiri dari 7 cowok-cowok tampan, saya pun mencatatnya dalam daftar untuk ditonton. Meski kemudian saya sedikit underestimate ketika membaca bahwa cast utama ceweknya adalah . cukup cantik dan bisa berakting, tapi tidak selalu ‘berhasil’ dan rasanya juga kurang karismatis sebagai seorang putri yang dikeliling begitu banyak cowok cakep. Meski begitu, saya tetap berekspektasi bahwa ini akan jadi drama yang neghits, apalagi promonya juga cukup santer. Sayangnya, begitu drama ini mulai tayang, saya langsung kehilangan selera ketika membaca ulasan tentang drama ini yang dianggap mengecewakan.

Meski begitu, demi mengobati rasa penasaran (terutama karena ), saya tetap coba-coba nonton dan langsung menyerah di episode pertama. Secara umum, akting cast utamanya tidak buruk-buruk amat (apalagi dan ), hanya saja seara keseluruhan, drama ini seperti digarap dengan asal-asalan. Mungkin bermaksud ‘fans service’ karena mengetengahkan aktor-aktor berwajah pretty boy populer, pengambilan gambar dalam drama ini sibuk dengan close up-close up yang justru membuat drama ini terasa murahan. Demikian juga dengan kualiatas gambarnya.

4. The Best Hits

TBH4
Meski tak bisa dibilang ngefans sama , tapi saya cukup memfavoritkan aktor satu ini. Wajahnya lovable dan aktingnya juga cukup solid. Selain itu, ada juga nama besar seperti dan juga aktris muda yang aktingnya tak perlu diragukan lagi (pertama kali saya nonton akting ketika dia masih aktris cilik di film dimana dia main dengan bagus). Ditambah lagi, kemudian saya membaca reviewnya yang  umumnya positif. Meski ceritanya dianggap just so-so, tapi drama ini disebut-sebut sangat menghibur karena memang genrenya yang komedi. Saya pun tambah penasaran. Di awal-awal episode, saya cukup menikmati drama ini. main bagus seperti biasa. Demikian juga , dan (juga aktor yang jadi roomatenya ). Unsur komediknya, meski tak sampai membuat terkekeh-kekeh, tapi cukup dapat.

Sayang, semakin ke sini, drama ini kemudian jadi lebih fokus pada cerita romance-nya yang sangat-sangat biasa. Saya juga merasa bahwa secara keseluruhan drama ini alurnya sangat lambat. yang ‘terjebak’ dalam cinta sejatinya pada Bo-ra yang menurut saya annoying, yang terlalu naif dengan mimpinya dan perjalanan waktu yang rasanya tak bermakna apa-apa. Dan saya pun menyerah.

5. Go Back Spouse


Mirip seperti ,   adalah juga aktris lovable dan hampir selalu berakting bagus. Pasangannya, , juga cukup potensial. Review drama ini juga cenderung positif meski ratingnya konon tak terlalu mengesankan (di bawa 10%). Tapi ketika saya mencoba episode pertamanya, entah kenapa saya tak terlalu tertarik untuk melanjutkan menonton lagi. Secara umum dramanya bagus.   dan bermain bagus. Ceritianya meski agak berbau fantasi tapi juga cukup realistis. Tapi jalan ceritanya sejak awal sudah terasa predictable dan karakter Sohn Ho-jun di awal-awal membuat saya kurang simpatik.

6. Six Flying Dragons
Saya membaca bahwa drama ini memiliki banyak hal bagus. Castnya sangat solid (, , , , , ) dan ceritanya juga disebut sangat bagus. Saya sudah berhasil mendapat kopian dramanya dan tersimpan di hard disk saya. Berkali-kali saya berpikir untuk menontonnya, tapi setiap kali saya putar episode pertama, setelah beberapa menit berlalu, saya memutuskan untuk menyerah. Membayangkan bahwa saya harus menghabiskan waktu mengikuti 50 episode langsung membuat saya merasa enggan.

Dan meski jajaran cast-nya adalah aktor yang cukup saya favoritin (terutama , dan ), tapi bintang utamanya bukanlah aktor favorit saya: dan .  adalah aktor yang bagus dan dulu sebenarnya saya cukup ‘suka’ sama dia, tapi nggak tahu kenapa, belakangan saya justru malas melihat aktingnya. Sementara , saya selalu kecewa dengan aktignya dan meski di drama ini konon dia sudah mulai menunjukkan akting yang bagus, saya tetap sulit untuk menyukainya.

7. Healer

healer
Sama seperti SFD, saya juga menndengar banyak hal bagus tentang drama ini. Bahkan di situs dramabeans yang biasa mengulas drama-drama Korea, reviewnya sangat positif. Tapi sama juga seperti SFD, saya berkali-kali berusaha untuk mulai menontonnya dan selalu tak berhasil ‘mengikat’ hati saya untuk meneruskan menonton. Saya suka , tapi saya lebih memilih menonton ketika ia main film daripada drama. Di sisi lain, saya tak terlalu suka . Saya dengar dia aktor yang cukup bagus, dan juga banyak dipuja-puji karena wajahnya yang memang ganteng. Tapi drama-drama yang dibintanginya secara kualitas biasa-biasa saja dan saya tak pernah tertarik untuk menonton. Dan , meski aktingnya lumayan, tapi juga tak bukan aktris favorit.

8. W
Sempat berpikir untuk menonton karena dan ketika membaca premis ceritanya yang terdengar unik: tokoh yang keluar dari komik. Tapi kemudian saya membaca review yang beragam. Banyak yang mengkritik aktingnya yang katanya overacting. Saya agak gusar juga. Masa sih? kan aktris yang sudah cukup matang dengan film-film berkualitas. Dan ia juga salah satu alasan yang membuat saya ingin menonton drama ini. Sementara , meski aktingnya cukup bagus, tapi saya tidak pernah bisa menyukainya lebih karena alasan subyektif: saya nggak suka wajahnya yang terlalu cantik.

w2

Meski begitu, saya tetap menyempatkan diri menonton. Kali saja saya berubah pikiran dan jatuh cinta pada karakternya. Tapi ternyata, benar komentar netizen tentang akting . Aktingnya terlihat tidak natural dan terlalu dipaksakan. Sementara , karena dia keluar dari komik, digambarkan sangat sempurna. Dan saya selalu benci dengan karakter yang terlalu sempurna. Dan begitulah saya pun menjadi tak berminat menontonnya.

9. Angry Mom


Saya penasaran sama drama ini ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang hubungan ibu-anak, alih-alih tentang romance seperti kebanyakan drama Korea. Reviewnya juga bagus dan castnya juga menarik: Kim Hee-sun, , . Saya pun mencoba menonton episode pertamanya. Satu hal yang sering saya keluhkan ketika nonton drama Korea adalah make upnya yang kadang terlihat tidak alami atau terlalu cantik untuk karakter yang seharusnya orang biasa saja. Dan itu juga yang saya rasakan ketika melihat sosok ‘Ibu’ yang diperankan Kim Hee-sun. Ia digambarkan sebagai perempuan ibu rumah tangga biasanya yang bahkan harus bekerja serabutan kesana kemari. Dan meski make upnya dibuat sedemikian rupa, tapi menurut saya justru terlihat tidak alami. Karakternya juga agak terlalu sinetron sehingga terasa melelahkan: istri, menantu dan ibu yang tertindas!

10. Mrs. Temper NamjungTki

mrs temper namjumki
Saya suka . Akting dan pilihan dramanya lumayan. Ditambahkan kemudian review yang bagus tentang drama ini. Kedengarannya sih ceritanya nggak mainstream. Selain itu, cast cowoknya, , juga lumayan. Saya coba nonton dua episode pertama dan tak sanggup lagi meneruskan. Ceritanya sih sebenarnya kelihatannya bagus, karakter-karakternya juga cukup berbeda dengan drama Korea kebanyakan. Hanya saja ada sesuatu dari drama ini yang membuat saya merasa ‘lelah’ mengikutinya. Entah plot atau cara pengambilan gambarnya.

11. The Good Wife
Saya setuju kalau adalah aktris terbaik dalam perfilman Korea saat ini. Dan seperti kebanyakan aktris/aktor yang mapan di film, jarang dari mereka yang kemudian main di drama. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal comeback ke drama, saya cukup berekspektasi. Meski saya sebenarnya tak terlalu suka drama bergenre hukum, tapi karena yang main adalah , saya jadi penasaran. Apalagi selain , ada dua nama besar lagi: dan . Sayang, ketika drama ini mulai tayang, ternyata banyak kritik dan ratingnya juga biasa-biasa saja.

the good wife

Karena drama ini adalah remake-nya drama Amerika, alih-alih membuatnya dengan sentuhan yang lebih khas, tapi justru nyaris plek dengan versi aslinya. Saya sendiri belum nonton versi ASnya, tapi demi baca itu, saya jadi ogah-ogahan. Salah satu alasan saya nonton drama Korea karena keunikan yang mereka miliki, yang berbeda dari drama-drama Barat. Menurut saya, drama Korea itu lebih ‘soft’ dan heartwarming dan tentu juga, lebih punya kedekatan secara budaya karena sama-sama Asia. Karenanya, ketika kemudian ada drama Korea yang terlalu mirip sama drama Barat, saya jadi tak tertarik. Meski begitu, saya menyempatkan nonton episode pertama dan beberapa episode berikutnya dengan cara fast forward. Dan yah, menurut saya memang dramanya terkesan kering dan membosankan.

12. Lucky Romance
Setelah dibuat termehek-mehek lewat karakter Jung-hwan di , saya penasaran mengikuti next projetnya . Apalagi, saya tahu kemudian kalau dia itu aktor pendatang baru yang memang bener-bener masih baru. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal main drama dan tak tanggung-tanggung langsung jadi lead-nya pula, saya penasaran. Tapi ketika mulai diris berita tentang siapa pasangan mainnya dan bakal ditayangkan dimana, saya mulai agak pesimis. , pasangannya di sini, bukanlah aktris yang buruk dan saya sempat menikmati akting dia di beberapa dramanya (yang menurut saya bagus seperti  di bareng ). Tapi belakangan saya mulai merasa bahwa karakter yang dia mainkan tipikal dan aktingnya menjadi terasa annoying. Herannya, hampir semua drama-dramanya selalu jadi hits. Dan yah, mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan kenapa dipasangkan dengan Ryu si pendatang baru.

Lucky Romance

Sebenarnya, drama ini punya potensi untuk tidak terlalu mainstream karena konon diadaptasi dari webtoon dengan karakter yang realistis tapi konon lagi, pihak produksi drama ini mengubah ceritanya ala karakter mainstream drama Korea: direktur perusahaan. Sementara karakter si cewek ya tak jauh-jauh dari karakter yang sudah ada, si gadis biasa, miskin, pekerja keras… hmmh… sudahlah. Demi mengobati penasaran, saya tetap mencoba untuk menonton drama ini . Tapi minat saya untuk mengikuti hilang setelah melihat 2-3 episode awal. Jalan ceritanya sudah ketebak. bermain bagus sebagai Jo Se-ho, si warkoholic, tapi saya selalu berpikir bahwa dia lebih cocok main di film atau drama-drama bernuansa indie saja (saya percaya bahwa kemampuan akting lebih utama daripada wajah, hanya saja, wajah yang ‘enak dilihat’ juga menjadi nilai tambahan. Bukannyasaya bilang wajah Ryu jelek, hanya saja, ‘terlalu biasa’ untuk aktor drama. Kecuali cerita dan karakternya yang sangat menarik seperti di Reply, rasanya sulit menikmati akting (dan wajah) Ryu di drama yang sampai belasan episode). Sementara seperti yang saya prediksikan, tak jauh beda dengan karakter yang pernah dia mainkan sebelumnya dengan gaya pakaian yang mirip-mirip juga, dan bagi saya tetap terasa annoying (maaf ya bagi penggemar Hwang Jung-eum). Cast pendukung dan cukup memberi warna, tapi ya bagaimanapun cerita 2nd lead di drama mainstream akan begitu-begitu saja.

13. Doctor Stranger

dr stranger
Saya nonton drama ini sebenarnya sebelum saya terlalu ‘pemilih’ dan cenderung nonton ‘apa saja’ asal castnya terkenal dan cukup saya ‘suka’. Dan di drama ini, ada nama . Meski saya nggak pernah menyukainya secara fisik, tapi saya cukup mengapresiasi aktingnya bareng   di . Saya sendiri tak nonton drama ini dengan blank, tanpa baca sinopsis atau review terlebih dahulu. Di episode-episode pertama, yang mengetengahkan kisah cinta di Korea Utara, rasanya masih menarik untuk diikuti. Tapi ketika kemudian tragedi demi tragedi terjadi, dan beralih ke dunia spionase pula, saya mulai garuk-garuk kepala dan kehilangan minat. Ditambah lagi, yang jadi aktris utama di sini, baik karakter maupun aktingnya kurang menarik. Justru , yang justru lebih terlihat mencuri screen plus punya chemistry yang bagus sama si tokoh utama.

13. Empire of Gold

Empire-of-Gold
adalah salah satu aktor yang punya soft spot di hati saya. Menurut saya dia cakep, dan aktingnya juga bagus. yang jadi pasangannya juga terkenal bagus. Di tambah lagi, review drama ini bagus karena konon ceritanya berbobot. Saya sudah mendapatkan full copy dramanya dan siap saya tonton. Tapi setiap kali saya nonton, saya tak pernah bisa melewatkannya lebih dari 10 menit sebelum kemudian menyerah karena merasa kelelahan. Saya nggak suka dengan penyajian dan cara pengambilan gambar drama ini yang terlalu banyak close up dan terlalu banyak omongan panjang lebar.

The Producers

September 30, 2016 Tinggalkan komentar

Ra Joon-mo () dan Tak Ye-jin () adalah dua PD di stasiun TV KBS untuk program variety show. Keduanya bersahabat sejak kecil. Bahkan sekarang tinggal di apartemen yang sama karena Ye-jin mengalami masalah keuangan. Diam-diam, keduanya sebenarnya saling menyukai, tapi takut keluar dari zona nyaman persahabatan mereka.
producers7

producers19
Baek Seung-chan () adalah pegawai baru yang sedang magang berkarakter culun. Keinginan Sung-chan untuk menjadi PD variety cuma karena noona yang disukainya bekerja di sana. Ternyata si noona ini ternyata pacaran sama Joon-mo. Parahnya lagi, Seung-chan harus magang di program yang di pegang Joon-mo.
producers1
Di tengah kekikukan dan suasana kerja yang tak nyaman, Seung-chan mendapatkan kenyamanan dari Ye-jin, yang meski temperamen tapi orang yang hangat dan care. Perhatian dan kebaikan Ye-jin, diam-diam membuat Seung-chan jatuh cinta.
producers29
Cindy () adalah idol berwatak jutek. Ia memulai debutnya sejak masih sangat muda dan selalu hidup di bawah tekanan CEO sekaligus ibunya yang ambisius. Sebuah kebetulan mempertemukannya dengan Seung-chan yang lugu. Sikap Seung-chan yang tak memperlakukannya sebagai artis, membuat Cindy jatuh cinta pada Seung-chan.
producers26
Sebenarnya, rumus besar ceritanya klasik saja: romance antara dua orang yang sudah bersahabat sejak kecil dan bagaimana keduanya memberanikan diri keluar dari zona itu. Dan yah, juga kehadiran orang ketiga tentu saja, yang sebenarnya kita tahu sejak awal not gonna get the girl. Ceritanya di awal-awal cukup solid, tapi ke ke belakang menurut saya agak terlalu lambat dan membosankan. Di awal cukup menyenangkan melihat hubungan Ye-jin – Joon-mo yang terlihat begitu nyaman satu sama lain. Tapi semakin ke sini kok rasanya hubungan mereka seolah jalan di tempat tanpa ada konflik yang berarti dan seolah hanya untuk menunggu klimaks di penghujung episode.

Meski begitu, yang menjadi menarik adalah dunia broadcast yang menjadi latar cerita dimana para tokohnya adalah orang-orang di belakang layar dari acara-acara TV yang mungkin selama ini kita tonton. Dan seperti kebanyakan drama Korea, disajikan dengan begitu real dan meyakinkan. Saya pribadi sebagai penonton, jadi sedikit banyak dapat pemahaman di sini, oh, ternyata seperti itu ya kerja orang-orang broadcast.
producers25
Tapi ya, karena memang cerita utamanya sebenarnya lebih pada romance-nya ya latar dunia broadcast ini hanya akan jadi latar belaka. Konflik utamanya tetap pada cinta segi tiga, segi empat…  Agak standar memang. Padahal menurut saya, cerita drama ini akan lebih terasa qualified kalau fokusnya lebih pada dunia belakang layar tadi, mirip-mirip Misaeng misalnya. Tapi ya, mungkin untuk sebuah TV publik seperti KBS (Misaeng ditayangkan oleh TV kabel), cerita seperti itu akan kurang menjual.
producers17
Selain ceritanya yang cukup berbeda, yang menarik dari drama ini tentu adalah juga cast utamanya yang mengusung jajaran pemain drama yang solid: , , dan . Ke-empatnya bisa dibilang sebagai cast utama karena mendapat porsi cerita dan eksplorasi karakter yang sama besarnya dan ke-empatnya juga menunjukkan akting yang bagus. terlihat begitu effortless memerankan sosok Ra Jon-moo yang kasual tapi baik dan profesional. Demikian juga dengan dengan begitu baik memerankan Tak Ye-jin yang agak annoying tapi tetap memiliki sisi menyenangkan. Dan jangan tanya juga soal chemistry, karena mereka berdua terlihat begitu comfortable satu sama lain.
producers13
Sementara juga begitu meyakinkan sebagai the ordinary boy dan culun, Baek Seung-chan. Hilang deh kesan ‘wah’ & pretty boy yang selama ini menjadi imejnya. Salut sih untuk aktor satu ini, karena meski pun sudah begitu populer, tapi sepertinya tetap selektif memilih peran yang variatif, meski saya berharap ke depan dia lebih banyak main di drama yang lebih qualified. Dan meski agak kasihan melihat karakter Seung-chan yang naksir berat Ye-jin, tapi juga bisa dipahami kenapa dia bisa seperti itu: anak baru di lingkungan baru yang serba canggung, lalu ketemu sosok yang caring dan membuatnya  nyaman.
producers24
, juga bermain apik sebagai si idol kesepian, Cindy. Meski saya kurang menyukai karakternya di sini karena membuat cerita drama ini terlalu ‘drama’. Tadinya saya berharap, cerita drama ini lebih fokus saja pada orang-orang biasa di belakang layar. Tapi ya itu tadi, mungkin supaya konflik dramanya lebih drama sehingga lebih menjual.


Selain ke-4 cast utamanya, para pendukunya juga bermain dengan pas. Ada sebagai lovable dongsaeng-nya Ye-jin, Kim Jong-kook (konon dia teman baiknya Cha Tae-hyun di kehidupan nyata) sebagai PD temannya Jon-moo, ….
producers18
Nilai plusnya lagi dari drama ini, karena berlatar dunia broadcast, akan banyak melibatkan cameo para bintang papan atas. Mulai dari SNSD, Jang Hyuk, Lee Seung-gi, Sandara Park, … Yah, cukup enak untuk ditonton, apalagi episode drama ini juga tak terlalu panjang.

Cast:
– Ra Joon-mo
– Tak Ye-jin
– Baek Seung-chan
– Cindy

Lim Ye-jin – Park Bong-soon
– Tak Ye-joon (adiknya Ye-jin)
Kim Jong-soo – Baek Bo-sun
Kim Hye-ok – Lee Hu-nam
– Baek Jae-hee (kakaknya Seung-chan)
Park Jong-hwan – Baek Young-chan
Choi Sun-young – Baek Yoo-bin
Kang Shin-chul – Myung Ji-hoon
Park Hyuk-kwon – Kim Tae-ho (atasannya Joon-mo)
Kim Jong-kook – Kim Hong-soon
Seo Gi-Chul – Direktur divisi entertainmen
Ye Ji-Won – Ko Ya-mi (bagian admin)
Gi Ju-Bong – Park Choon-bong
Lee Chae-Eun – Son Ji-yun
Ko Bo-Gyeol – Wang Min-jung
Na Young-hee – Byeon Mi-sook
Jo Han-chul – Kepala Dept. Kim
Choi Kwon – manajernya Cindy
– PD Shin Hye-joo (noona yang ditaksir Seung-chan)
– new PD

Cameo:
Tae-Yeon  SNSD (ep 1)
Tiffany SNSD (ep 1)
Seohyun SNSD(ep 1)
(ep 1,2)
Hwang Shin-Hye (ep 1,2)
Geum Bo-Ra (ep 1,2)
Hyun Young (ep 1,2)
Park Jin-Young (ep 3)
Shin Dong-Yub (ep 3)
Yoo Hee-Yeol (ep 3)
Hani (ep 3)
(ep 3)
(ep 3)
Sandara Park (ep 4, 12)
, (ep. 4, 10, 12)
Minwoo (ep 4, 12)
Kim Ji-Soo (ep 4, 12)
Kang Seung-Yoon (ep. 4, 10, 12)
Lee Seung-Gi (ep. 6)
(ep. 8)
Jo Kwon  (ep.3)
Nichkhun  (ep.3)
Jung Chan-Woo f (ep.3)
(ep.9)
K.Will  (ep.9)
Ryeo Wook (ep.10)
Roy Kim – Cindy’s hater (ep.10)

Judul The Producers / Peurodyusa (프로듀사)
Sutradara: Seo Soo-Min, Pyo Min-Soo
Penulis: Park Ji-Eun
Tayang: KBS2, 15 Mei – 20 Juni 2015
Episode: 12

Award:
Korea Drama Awards 2015:
– Grand Prize (), Hallyu Star Award (), Best Director (Seo Soo-Min & Pyo Min-Soo)

APAN Star Awards 2015:
– Grand Prize (Kim Soo-Hyun)

KBS Drama Awards 2015:
– Grand Prize (Kim Soo-Hyun), Excellent Actor (mini series) (), Netizen Award (Kim Soo-Hyun), Best Couple Award (/)

Slow Video

Juni 12, 2016 Tinggalkan komentar

Jang-boo () mengalami masalah penglihatan sejak kecil. Segala sesuatu yang dilihatnya selalu dalam gerak slow motion. Berasal dair keluarga biasa saja, tak banyak yang bisa dilakukan untuk pengobatan. Ia pun tumbuh jadi anak yang minder. Satu-satunya teman adalah Soo-mi yang cantik. Tapi pada akhirnya, Soo-mi pun menjauhinya. Jang-boo kemudian  menarik diri dari kehidupan sosial dan sekolah. Selama 20 tahun, ia mengurung diri di rumah dengan menonton film-film yang kemudian mengajarinya bertingkah laku.

sw5

Jang-boo yang memiliki gangguan penglihatan

Suatu hari, ia diterima bekerja seabgai petugas pengawas CCTV. Kemampuannya melihat gerak lambat, ternyata sangat bermanfaat untuk pekerjaannya. Berkatnya, beberapa pelaku kriminal berhasil ditangkap. Pekerjaannya yang mengawasi banyak CCTV, kemudian mempertemukannya kembali dengan gadis yang mirip dengan Soo-mi (). Dengan kemampuannya, ia pun berusaha menarik perhatian Soo-misw12
Ketika hendak menonton, saya cukup blank dengan film ini dan satu-satunya alasan saya menontonnya adalah karena dan sutradaranya, . Kim dan Cha sebelumnya sudah kerja bareng di film yang menurut saya bagus. Karenanya, di film ini saya pun berpikir bahwa Slow Video sama bagusnya dengan . Di awal-awal, ide tentang gangguan penglihatan ‘gerak lambat’ terasa menarik (saya tak tahu apa gangguan mata semacam itu sungguhan ada). Nuansa lucu sekaligus melonkolis ala sudah ‘tercium’ di sini. Dan berharap seperti yang menyajikan twist mengejutkan di bagian belakang, saya pun berusaha mengikuti film ini dengan sabar.

sw23

Sayangnya, hingga film ini berakhir, apa yang saya harapkan tak juga muncul. Kejutan memang ada, sedikit, tapi rasanya terlalu biasa. Cerita yang diawal saya pikir akan menjadi unik, ternyata jatuh pada film romantis biasa. Cinta sejati dan orang penyakitan… cerita yang terasa sangat akrab dalam film-film Korea. Hmmh… 😦 Tapi  jika tak keberatan dengan cerita semacam ini, silakan ditonton. Penceritaannya terasa cukup solid, kok.

Cast:
– Yeo Jang-boo
– Bong Soo-mi
– Byung-soo
Kim Gang-hyun – Sang-man
Ko Chang-seok – dokter
– pegawai CCTV
Yoo Young – Yeo Jang-mi

Film: Slow Video/Seullowoo Bidio (슬로우 비디오)
Sutradara/Penulis:
Rilis: 2 Oktober  2014
Durasi: 106 menit
Distributor: 20th Century Fox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Steal My Heart

November 21, 2015 Tinggalkan komentar

Lee Ho-tae seorang detektif dengan karir yang cemerlang. Ketika sedang menyelediki sebuah kasus, tanpa sengaja ia menemukan kembali cinta pertamanya, Sok-ja (Jin-sook)  () yang ternyata terlibat dalam kasus itu. Setelah 10 tahun berlalu, Ho-tae memang belum bisa melupakan Sok-ja. Sok-ja adalah sosok yang misterius. Mereka pacaran ketika Ho-tae masih anak sekolahan. Pada hari perayaan hari ke-100, dimana mereka sudah berjanji untuk bertemu, Sok-ja tak datang dan kemudian menghilang tanpa jejak.
steal my heart0
Masalah menjadi rumit, karena Ho-tae, bagaimanapun harus membawa Sok-ja ke kantor polisi. Apalagi diketahui kemudian kalau Sok-ja adalah seorang pencuri barang-barang seni. Ho-tae pun dihadapkan pada pilihan dilematis sebagai seorang penegak hukum, menegakkan hukum pada orang yang dicintainya atau membiarkan Sok-ja pergi dengan mempertaruhkan karirnya.
steal my heart
Lagi sebuah film bergenre komedi romantis. Kedua pemeran utamanya, Jo Woon dan menunjukkan chemistry yang bagus. Ceritanya sendiri berusaha mencampurkan classic romance (cinta sejati), sedikit action dan kriminal. Bukan cerita yang baru dalam dunia film Korea tentu saja, tapi lumayan menghibur lah. Didukung akting bagus dari kedua pemain utamanya.
steal my heart7
Cast:
Joo Won – Lee Ho-tae
– Sok-ja/ Joon Jin-sook
Daek Do-bin – Detektif Oh
Park Chul-min – fence
Bae Sung-woo – Det. Kim
– tetangganya Ho-tae
Joo Jin-mo – kepala detektif

Judul: Steal My Heart  / Catch Me / Kaechimi (캐치미)
Sutradara: Lee Hyun-Jong
Penulis: Lee Hyun-Jong, Lee Gyu-Bok
Produser: Yoon Il-Joong, Shim Jung-Woon, Jo Soo-Min, Bae Yong-Guk, Yoon Il-Joong
Sinematografi: Byun Bong-Sun
Rilis: 18 Desember 2013
Durasi: 115 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea  Selatan/ Korea

Hello Ghost

Sang-man () adalah seorang lelaki muda yang selalu menjalani hidupnya sendiri. Merasa depresi, ia pun memutuskan untuk bunuh diri. Namun usahanya gagal. Alih-alih mati, setelah sadar dari koma, ia justru bisa melihat hantu.

Sang-man yang tiba-tiba bisa melihat hantu setelah gagal bunuh diri

Sang-man yang tiba-tiba bisa melihat hantu setelah gagal bunuh diri

Pertama, adalah seorang lelaki berjas biru yang dengan tenang merokok di sebelahnya. Tak jelas maksud si hantu, karena dia hanya mengikuti Sang-man kemana-mana tanpa mengatakan apa-apa. Kedua, adalah seorang perempuan yang selalu menangis. Tak jelas juga apa yang membuat si perempuan begitu sedih. Ke-tiga, seorang kakek-kakek yang agak cabul, dan keempat, seorang bocah lelaki pethakilan.

Para hantu yang 'aneh'

Para hantu yang ‘aneh’

Keempat hantu ini mengatakan bahwa mereka akan meminjam tubuh Sang-man untuk melakukan hal-hal yang dilakukan orang hidup. Meski merasa keberatan, tapi Sang-man tak bisa menolak karena para hantu terus mengikutinya. Bersama, mereka tinggal di rumah Sang-man. Perlahan, Sang-man yang selama ini selalu sendirian, justru merasa terhibur dengan kehadiran mereka. Ia pun menuruti keinginan-keinginan para hantu.

Anehnya, keinginan hantu-hantu ini juga tak muluk-muluk. Si Kakek minta tolong untuk mengembalikan kamera milik teman lamanya. Si Lelaki minta ditemani jalan-jalan dengan taksi ke pantai. Si perempuan ingin memasak untuk orang yang dicintainya, sementara si bocah ingin ditemani nonton kartun dan membeli gula-gula. Meski begitu, tingkah Sang-man yang kemudian seperti memiliki banyak kepribadian, membuat aneh orang yang melihatnya dan menyangkanya setengah gila. Kecuali Yun-soo (), si perawat cantik yang kemudian ditaksirnya.
hgiu
Mendengar judulnya, saya pikir ini adalah semacam film horor dan hal itu membuat saya tak terlalu berminat untuk menonton. Tapi ketika saya lihat embel-embel penghargaan, saya pun penasaran. Jarang-jarang kan film horor dapat penghargaan. Ditambah lagi, pemain utamanya adalah  yang selama ini, film-filmnya tak pernah mengecewakan.
hgn
Dan setelah menonton…agaknya dugaan saya salah. Meskipun melibatkan kata ‘ghost’ tapi ini bukanlah film horor. Alih-alih ini adalah film drama-komedi. Hantu-hantunya sama sekali nggak seram dan juga nggak akan mengganggu atau menakut-nakuti orang-orang. Dan yang menarik dari film ini adalah alurnya yang sulit ditebak. Apa sebenarnya maksud para hantu ini? Tadinya saya pikir mereka adalah arwah penasaran yang minta dibalaskan dendam atau dibantu menyelesaikan urusan dunia. Tapi hingga hampir di ujung film, tak ada tanda-tanda semacam itu. Permintaan para hantu ini biasa-biasa saja sehingga konfliknya juga terasa datar. Dan jujur, pada titik itu saya agak bosan karena bingung dengan maksud ceritanya apa. Apa mereka sekedar datang untuk menemani Sang-man dan membantunya menemukan cewek cantik? Apalagi ceritanya juga agak terlalu mellow untuk sebuah komedi.
hg2c
Tapi, tunggu dulu!  Menjelang ending, sebuah kejutan tak terduga akan muncul dan menjadi kunci cerita! Pada titik ini saya benar-benar merasa lega dan ingin tertawa terharu. Sebuah kejutan yang benar-benar manis dan menyenangkan. Salut untuk si sutradara yang mampu menyimpan “gong” film dengan begitu rapi dan nyaris tak terduga. Mungkin karena itulah dia diganjar penghargaan sebagai Best New Director di  PaekSang Arts Awards tahun 2011 yang saya pikir, cukup layak.
Recommended! 😀

Cast:
 – Sang-man
 – Jung Yun-soo
Lee Moon-Soo – hantu Kakek     cabul
Ko Chang-Seok – hantu lelaki perokok
 – hantu perempuan menangis
Cheon Bo-Keun – hantu bocah
Kong Ho-Suk – Cenayang
Yoo Soon-Woong – Detektif No
Jeong Gyu-Su – Jung Choo-Han
Goo Seung-Hyun – Sang-Man kecil

Judul: Hello Ghost/ Hellowoo Goseuteu (헬로우 고스트)
Sutradara/Penulis: Kim Young-Tak
Produser: Lim Sung-Bin, Choi Moon-Soo
Sinematografi: Choi Sang-Muk
Rilis: 23 Desember 2010
Durasi: 111 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
PaekSang Arts Awards 2011:
– Best New Director

Film Festivals
– Fantasia Film Festival 2011 *Canadian Premiere
– Korean Film Festival In Paris 2011 – Landscape 2011 *French Premiere
– Hawaii International Film Festival 2011 – Gala Presentations
– San Diego Asian Film Festival 2011 – Asia Pop

Champ

September 19, 2014 Tinggalkan komentar

Seung-ho (), seorang penunggang kuda. Suatu hari, ketika sedang berkendara dengan istri dan putrinya di pulau Jeju, ia mengalami kecelakaan, tabrakan dengan sebuah truk yang mengangkut kuda.

Istri Seung-ho meninggal dan mata kiri Seung-ho cidera. Hal yang kemudian akan mengganggu penglihatannya dan sekaligus mengganggu karir berkudanya.
Champ
Seung-ho membesarkan putrinya, Ye-sung (), seorang diri sambil terus berharap dia bisa kembali ke pacuan. Tapi agaknya itu hal yang sulit, hingga kemudian ia pergi mencari pekerjaan di Jeju dan bertemu dengan Wubang, kuda yang ditabraknya dulu. Wubang, kuda betina yang sudah tua, pincang dan galak. Nyaris tak berguna sehingga pemiliknya berniat menjual Wubang. Tapi seolah memiliki takdir yang sama, Seung-ho berhasil ‘melunakkan’ Wubang dan ‘mendidiknya’ menjadi kuda pacuan yang hebat. Bersama Wubang, Seung-ho pun kembali ke arena balap dan meraih kemenangan.

Kim So-jung yang jadi Ye-sung. She's amazing

Amazing acting of Kim So-jung yang jadi Ye-sung.

Film dengan cerita pertandingan atau olahraga sebenarnya alurnya nyaris selalu bisa ditebak. Perjuangan jatuh bangun untuk meraih keberhasilan. Meski begitu, tetap saja terasa menarik. Juga film ini. Sisi menarik, tentu pada drama yang menyelimuti perjalanan itu. Apalagi, di film ini, drama tersebut dibalut dengan unsur komedik yang cukup membuat puas tertawa. Karakter-karakter di sekitar Seung-ho yang selalu bertingkah menggelikan. Hihi. Dan  sendiri memang hampir bisa dibilang ‘spesialis’ film-film dengan karakter seperti itu,meski di film ini, dia justru yang paling tidak lucu, haha.

 yang jadi Ye-sung juga menjadi nyawa film ini. Chemistry-nya dengan bagus banget.
Film yang menghibur ^-^
chmp0
Note:
Cerita film ini konon terinspirasi dari kisah nyata seekor kuda bernama “Luna” yang cacat yang memulai debut tahun 2004 dan bisa memenangkan 13 pertandingan di 33 arena.

Cast:
– Seung-ho
– Ye-sung
– Pelatih Yoon
– Yoon-hee
Park Won-Sang – Pelatih Kim
Baek Do-Bin – Sung-hyun
Kim Kwang-Kyu – Kwang-yu
Yoon Hee-seok – In-kwon
Kim Ki-Cheon – Direktur Park

Judul: Champ/ Champeu (챔프)
Sutradara: Lee Hwan-Kyung
Penulis: Lee Hwan-Kyung, Kim Young-Suk, Kim Hwang-Sung
Produser: Kim Min-Ki, Lee Myung-Sook, Seo Joon-Hyuk, Lee Sang-Hoon, Jung Jae-Seung, Lim Hee-Chul
Sinematografi: Lee Sang-Gak
Rilis: 8 September 2011
Durasi: 133 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar