Arsip

Posts Tagged ‘Cannes Film Festival’

Breath

Oktober 11, 2017 Tinggalkan komentar

Yeon, adalah seorang istri yang tak bahagia dengan kehidupannya yang membosankan. Ditambah lagi, ketahuan bahwa suaminya () selingkuh. Suatu hari ia melihat berita di TV tentang seorang narapidana hukuman mati yang gagal melakukan percobaan bunuh diri bernama Jang Jin (). Yeon merasa jatuh simpati pada Jang Jin. Dalam keadaan frustrasi, ia nekad menemui Jang Jin di penjara.

Breath-9

Breath-1

Yeon pernah merasakan ambang kematian dan kemudian menceritakan hal ini pada Jang Jin. Jang Jin tersentuh oleh cerita-cerita Yeon. Apalagi kemudian Yeon rutin datang dan menghiburnya. Di sisi lain, suami Yeon mulai curiga melihat tingkah Yeon yang aneh dan kemudian mengikuti Yeon. Ia merasa terkejut ketika tahu bahwa istrinya berselingkuh dengan seorang narapidana. Ia pun kemudian berusaha untuk menjadi suami yang lebih baik bagi Yeon.

 

Breath-8

Salah satu film dengan ending yang menurut saya paling optimis dan hangat. Bagi yang suka dengan film-film ‘uniknya’ , tentunya film ini tak boleh dilewatkan 🙂

Cast:
– Jang Jin
Park Ji-a – Yeon
– Suami Yeon
Kang In-hyeong – narapidana muda (yang suka sama Jang Jin)
-kepala keamanan penjara

Judul: Breath/ Soom
Sutradara/Penulis/Produser:
Sinematografi: Sung Jong-moo
Rilis: 26 April 2007
Durasi: 84 menit
Distributor: Sponge Ent.
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
– Nominasi Palm d’Or Cannes Film Festival 2007

Iklan

Okja

Agustus 1, 2017 Tinggalkan komentar

Mirando adalah sebuah perusahaan daging yang dipimpin oleh seorang perempuan setengah psikopat, Lucy Mirando (). Demi keuntungan perusahaan, ia menggagas rekayasa genetik untuk babi-babi yang akan diambil dagingnya. Babi-babi itu diternak dengan cara mengerikan hingga menjadi babi-babi raksasa. Untuk mengambil hati pasar, Mirando mengklaim bahwa babi-babinya merupakan hasil penemuan ilmiah yang tumbuh dan dibesarkan dengan cara yang hewani dan ramah lingkungan. Untuk itu, beberapa babi dititipkan pada beberapa petani di berbagai belahan dunia dan baru akan diambil ketika sudah siap untuk disembelih.

Okja_11

Okja

Salah satu petani yang dititipi adalah seorang kakek tua yang tinggal di pegunungan Korea bersama cucu perempuannya, Mija ().  Si babi kemudian dinamai Okja. Mija dan Okja menjadi sahabat baik. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama menyelusuri ceruk-ceruk hutan. Meski hanya seekor babi, tapi Okja adalah hewan yang sangat cerdas.

Okja_4

Okja_5

Suatu hari, tim Mirando yang dipimpin oleh Dr Johnny, datang untuk menjemput Okja. Sedianya Okja akan diambil Mirando dan dipamerkan di New York untuk mengelabui masyarakat. Mija yang mengetahui hal ini kemudian nekad menyusul Mija. Dalam perjalanan, ia kemudian mendapat bantuan dari para aktivis pembela hak binatang yang dipimpin oleh Jay (). Bersama-sama, mereka kemudian berusaha menyelamatkan Okja.

Okja_9

Hmm, yah. Secara garis besar ceritanya agak-agak mirip dengan film-film bertema serupa seperti King Kong, atau film-film tentang binatang lainnya. Meski begitu, film ini tetap memiliki kekhasan sendiri yang membuatnya tidak hanya sekadar pengulangan. Karena fokus cerita lebih pada isu yang lebih ‘berat’ dari ‘sekadar’ persahabatan antara seorang bocah dan binatang, tapi lebih pada lingkungan dan kritik kapitalisme. Hal yang sebelumnya juga mewarnai karya seperti dan Snowpiercer. Selain itu, gabungan Korea & Barat juga membuat film ini berkesan universal tapi juga tetap memiliki sentuhan lokal. Film sendiri disajikan dengan sentuhan komikal ( satire sebenarnya), tapi tokoh-tokoh antagonisnya digambarkan tetap sebagai sosok yang multidimensi dan tidak terlalu karikaturis seperti banyak sosok serupa dalam film sejenis.

Okja_12

Selain itu jajaran cast-nya juga menjanjikan karena melibatkan aktor-aktor yang punya nama cukup besar mulai dari yang sangat baik membawakan sosok si psiko Lucy (dan juga kembaranya Nancy), Jake Gylenhall sebagai si dokter narsis setengah gila, dan yang jadi Jay. Untuk aktor Korea sendiri, hanya aktris cilik yang memiliki peran besar, yang meski masih sangat muda, tapi berakting dengan sangat baik. Sementara beberapa nama aktor yang cukup familiar, seperti Byun  Hee-bong hanya memiliki peran kecil sebagai si kakek, dan juga aktor muda . meski kemunculannya hanya sambil lalu saja.

Okja_13

Well, secara keseluruhan, saya menyukai film ini. Sebagai tontonan cukup menghibur, tapi tetap memliki pesan moral yang kuat.

Cast:
– Mija
– Lucy/Nancy Mirando
– Jay
Jack Gyllenhal – Johnny Wilcox
Byun Hee-bong – kakeknya Mija
Steven Yeun – K
Lily Collins – Red
Yoon Je-moon – Mundo Park
Sherly Henderson – Jennifer (asistennya Lucy)
Daneil Henshall – Blond
Devon Bostick – Silver
– Kim Woo-shik
Giancarlo Esposito – Frank Dawson

Judul : Okja
Sutradara/ Cerita:
Produser: Dede Gardner, Jeremy Kliener, , Seo Woo-shik
Screenplay: Jon Ronson
Music : Jaeil Jung
Sinematografi: Darius Khondji
Editing: Yang Jin-mo
Produksi: Plan B Entertaintment, Lewis Pictures, Kate Street Pictures Company
Distibutor: Netflix, Next Entertaintment World
Rilis: 19 Mei 2017
Durasi: 120 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan, AS/ Inggris, Korea

Awards & Festival:
Cannnes Film Festival 2017

Omar

Juni 12, 2017 Tinggalkan komentar

Omar, adalah seorang pemuda biasa yang sehari-hari bekerja sebagai penjual roti. Ia bersahabat baik dengan Tarek dan Amjad sejak kecil. Mereka tinggal di Tepi Barat. Omar tinggal di bagian Palestina, sementara Tarek dan Amjad di bagian Israel. Untuk bertemu kedua sahabatnya, setiap saat ia harus memanjat tembok pemisah dan berisiko ditangkap hingga ditembak oleh polisi Israel. Kesal dengan sikap arogan para tentara Israel, mereka pun kemudian bergabung dengan tim pemberontak. Dalam hal ini, Tarek lah yang menjadi pemimpinnya.

Omar-4

 

Omar-1

Omar kemudian jatuh cinta pada adik Tarek, Nadia, yang manis. Dan gayung bersambut, karena Nadia juga menyukai Omar. Karena situasi politik dan juga hidup di lingkungan yang relatif tradisional, mereka pun menjalin hubungan diam-diam, melalui surat menyurat yang manis. Di sisi lain, Amjad, juga menyukai Nadia.

Omar-3

Suatu hari, Omar, Tarek dan Amjad melakukan ‘misi’ melakukan serangan terhadap tentara Israel. Dalam pengejaran, Omar tertangkap. Di dalam penjara, ia kemudian bertemu Rami, seorang detektif simpatik yang menawarkan ‘perdamaian.’ Omar akan dibebaskan dengan syarat ia membantu Rami untuk menangkap Tarek. Tentu saja, ini adalah sebuah pilihan yang dilematis. Tapi Omar tak punya banyak pilihan karena satu-satu mimpinya adalah agar bisa hidup bersama Nadia. Meski kemudian, ia punya rencana sendiri.

Omar-8

 

Keluar dari penjara, situasi tidak menjadi baik. Omar dituduh berkhianat karena bisa keluar dengan mudah. Tarek dan Amjad, bahkan juga Nadia mencurigainya. Hubungannya dengan Nadia pun kemudian memburuk. Hal ini kemudian menjadi runyam karena Amjad seolah menjadi orang ketiga.

Omar-2

Another cliche romance story? Nanti dulu. Sekilas mungkin memang terkesan demikian, tapi yang membuat cerita film ini berbeda dengan film dengan cerita yang sejenis adalah latar ceritanya. Tepi Barat Palestina-Israel yang selalu penuh konflik. Meskipun film ini mengetengahkan tentang cinta, tapi sebenarnya tema besarnya adalah pengkhianatan. Dan di film ini, pengkhianatan bukanlah sesuatu yang disajikan secara hitam putih. Hidup di sebuah tempat yang terus bergolak oleh perang dan penuh ketidak pastian, adalah hal yang sangat manusiawi ketika setiap orang kemudian menjadi ‘egois’, dalam artian, ingin menjalani kehidupan yang baik untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang ia sayangi. Dan tema itu lah yang kemudian menjiwai seluruh karakter pokok dalam film ini. Meski di siini tokoh utamanya adalah Omar, tapi sebenarnya, semua karakter di sini digambarkan memiliki preferensi ‘egois’ dan ‘berkhianat’ semacam itu.

Omar-5

Di antara film-film tentang berlatar konflik Palestina-Israel, film ini adalah salah satu yang paling berkesan bagi saya. Saya menyukai film ini, karena menyajikan ‘drama’ dan konflik politik dengan pas sehingga terkesan lebih ‘hangat’ dan ‘lembut.’ Tapi juga tidak jatuh ke dalam sesuatu yang terlalu ‘cengeng.’ Meski mungkin cerita cintanya terkesan ‘klise’ tapi salutnya hal itu dibalut dengan konflik yang lebih ‘dalam’ dengan sangat baik, dan hal itu pula yang mungkin menjadikan film ini banyak menuai pujian. (Film ini masuk nominasi Best Foreign Language di Academy Awards dan juga seleksi kompetisi di Cannes). Recommended!

Cast:
Adam Bakri – Omar
Eyad Hourani – Tarek
Samer Bisharat – Amjad
Waleed Zuaiter – Agent Rami
Leem Lubany – Nadia

Sutradara/Penulis: Hany Abu-Assad
Produser: Hany Abu-Assad, Waleed Zuaiter, David Gerson
Sinematofrafi: Ehab Assal
Editing: Martin Brinkler, Eyas Salman
Rilis: 21 Mei 2013 (Cannes)
Durasi: 96 menit
Negara/Bahasa: Palestina/Arab

Awards:
Award/Festival Category Winner/Nominee Won
Academy Awards 2013:
– Nominas Best Foreign Language Film
Festival Film Cannes 2013:
– Un Certain Regard (Special Jury Pirzed)
Toronto Film Festival 2013:
– The Norwegian Peace Film Award

etc.

Winter Sleep

Januari 21, 2017 Tinggalkan komentar

Pada suatu musim dingin di sebuah desa wisata di salah satu sudut Turki. Aydin adalah seorang lelaki tua, mantan aktor teater yang menghabiskan hari-harinya di rumahnya—yang merangkap hotel–yang nyaman sembari menulis. Di rumahnya, ia tinggal bersama adik perempuannya yang janda, Necla dan istrinya yang masih muda dan cantik, Nihal. Selain itu ia juga ada dua orang pembantunya,  Fatma dan Hidayat.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_000110741
Aydin adalah semacam tuan tanah di tempatnya. Ia dihormati karena memiliki banyak harta dan sebagai umumnya orang kaya, ia memiliki sedikit keangkuhan. Insiden kecil terjadi ketika salah satu anak penyewanya, Ismail, iseng melemparkan batu ke kaca mobilnya. Aydin menganggap kejadian itu tak penting, tapi keluarga si anak menganggap itu hal yang penting. Ketika si keluarga berkeras untuk membayar, Aydin justru berkesan meremehkan.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_003150088
Masalah lain muncul seputar hubungannya dengan Nihal, istrinya. Sang istri yang masih muda, merasa kosong karena tak bekerja. ia kemudian membentuk semacam LSM untuk sekolah di daerah terpencil. Lagi-lagi hal ini menimbulkan kerumitan ketika Aydin yang merasa memiliki banyak uang, ingin ikut campur, sementara Nihal ingin melakukannya dengan usahanya sendiri.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_003713539
Emm yah, sebenarnya sulit bagi saya untuk membuat sinopsis film ini. Seperti banyak film-film festival, tidak ada konflik cerita yang gamblang. Alur juga bergerak perlahan-lahan, mengupas sedikit demi sedikit permasalahan di seputar kehidupan Aydin yang disajikan dengan begitu rapi dan alami. Tak heran kalau kemudian durasi film ini bahkan membutuhkan waktu tiga jam. Sehingga butuh kesabaran untuk mengikutinya.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_006944191
Mungkin juga sedikit membosankan.Tapi jika kita benar-benar tekun mengikutinya, akan banyak hal yang menyisakan perenungan setelah menontonnya.  Segala sesuatunya berjalan begitu alami disekeliling kehidupan Aydin. Karakter-karakternya juga terasa sangat natural dan realistis, dengan berbagai ambiguitas dan hipokrisi sifat manusia. Didukung gambar-gambar bernuansa musim dingin yang sinematik. Karena meski banyak gambar diambil di tempat yang itu-itu saja, anehnya jauh dari membosankan. Good movie!
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_000212064
Cast:
Haluk Bilginer-  Aydın,
Demet Akbağ  – Necla
Melisa Sözen – Nihal
Ayberk Pekcan (tr) – Hidayet
Tamer Levent (tr) – Suavi (teman Aydin)
Nejat İşler –  İsmail
Serhat Kılıç (tr) –  Hamdi (imam, kakak Ismail)
Nadir Sarıbacak (tr) – Levent (guru, teman Nihal)
Mehmet Ali Nuroğlu (tr) – Timur (tamu hotel)
Emirhan Doruktutan – Ilyas (anak Ismail)

Judul: Winter Sleep (Kış Uykusu))
Sutradara:
Produser: Zeynep Özbatur Atakan
Penulis: , Ebru Ceylan
Sinematografi: Gökhan Tiryaki
Editing: , Bora Göksingöl
Produksi: NBC Film, Bredok Filmproduction, Memento Films Production, Zeynofilm
Distributor: New Wave Films (UK), Adopt Films (US)
Rilis: 16 Mei 2014 (Cannes), 13 Juni 2014 (Turki)
Durasi: 196 menit
Negara/Bahasa: Turki

Awards:
Cannes Film Festival     2014:
– Palme d’Or
– FIPRESCI Prize

Once Upon A Time in Anatolia

Januari 21, 2017 Tinggalkan komentar

Suatu malam yang gelap dan berangin, serombongan mobil yang terdiri dari para polisi, seorang dokter, seorang jaksa, penggali kubur dan dua orang tersangka pembunuhan, pergi ke pinggiran Kota Anatolia untuk mencari mayat korban. Namun kegelapan malam, membuat Kenan disorientasi sehingga kesulitan menunjukkan lokasinya. Hal yang membuat kesal para polisi.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002874512
Di antara waktu menunggu, di antara desau angin dan malam yang hening, para petugas memeriksa lokasi, terjadi berbagai percakapan tentang banyak hal antara Dr Cemal, Arap-sopir, dan Naci si Jaksa. Mulai dari yogurt, daging kambing, pekerjaan,keluarga, bunuh diri, hingga tentang dosa warisan para orang tua kepada anak-anaknya. Si Jaksa kemudian bahkan bercerita tentang istri seorang temannya yang kelihatan baik-baik saja, tapi tiba-tiba bunuh diri.  Dari percakapan, kemudian terungkap kalau si istri mungkin sakit hati karena pernah mendapati suaminya selingkuh. Tercetus pertanyaan kemudian bahwa, apakah bunuh diri merupakan cara si mati untuk menyakiti orang yang ditinggalkannya?
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002331746

once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002458800
Setelah memeriksa beberapa tempat, mayat korban akhirnya ditemukan. Dan karena hari sudah terlalu malam, mereka memutuskan untuk makan malam dan menginap di di rumah mayor kota terdekat. Usai makan malam, tiba-tiba listrik padam. Dan ketika semua orang terkantuk-kantuk kelelahan, dalam temaram lilin, muncul seorang gadis cantik, putri sang mayor. Kecantikan itu terlihat sureal sehingga membuat beberapa orang terpana. Bahkan Kenan si tersangka kemudian menangis dan berhalusinasi bertemu dengan korbannya, Diketahui kemudian kalau ia dan si korban terlibat pertengkaran ketika si korban ia beritahu dirinya adalah ayah biologis putranya.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_000658540
Keesokan harinya mereka kembali ke kota untuk melakukan otopsi mayat. Untuk itu, istri dan putra korban didatangkan. Ketika melihat Kenan, putra korban (yang adalah putra Kenan), melempari Kenan dengan batu, hal yang membuat Kenan menangis. Sebelum melakukan otopsi, Jaksa Naci kemudian melanjutkan cerita pada Dr Cemal, tentang si perempuan bunuh diri yang ternyata adalah istrinya sendiri. Hal yang sepertinya meninggalkan duka mendalam baginya.

Ketika otopsi dimulai oleh Dr Cemal dan asistennya, ditemukan tanda-tanda kalau kemungkinan si korban dikubur hidup-hidup, Meski begitu, Dr Cemal kemudian mengatakan agar tak menuliskannya dalam deskripsi kematian. Film ditutup dengan adegan Dr Cemal yang memandang keluar jendela, dan dari kejauhan tampak istri korban berjalan dengan putranya. Si anak, sebagai umumnya anak-anak, tak sepenuhnya memahami kematian dan kesedihan, mengejar bola yang terlempar dari beberapa anak yang bermain bola.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_001842567
Hmm yah, mungkin sekilas terkesan sebagai film crime biasa. Tapi tentu saja, ini bukan film crime biasa. Meski melibatkan cerita tentang kriminalitas, tapi film ini sendiri bukan semata tentang kriminalitas. Alih-alih, ini adalah tentang pertanyaaan-pertanyaan filosofis  di seputar kematian dan kejadian kriminal (pembunuhan, bunuh diri). Dikemas dengan gaya khas Nuri Bilge Ceylan yang terasa liris dan puitis, dan sebuah ending yang terbuka, film ini menyisakan banyak perenungan dan pertanyaan setelah menontonnya. Good movie!

Cast:
Muhammet Uzuner – Doctor Cemal
Yılmaz Erdoğan – Commissar Naci
Taner Birsel – Prosecutor Nusret
Ahmet Mümtaz Taylan – Arap Ali (Sopir )
Fırat Tanış (tr) –  Kenan (Tersangka)
Ercan Kesal (tr) – Mukhtar
Cansu Demirci (tr) – Purtinya Mukhtar
Erol Erarslan (tr) – Yaşar(Korban)
Uğur Arslanoğlu – Tevfik
Murat Kılıç (tr) – İzzet (polisi)
Şafak Karali a- Abidin
Emre Şen – Sersan Önder
Burhan Yıldız – Ramazan (Tersangka)
Nihan Okutucu – Gülnaz (istri korban)

Sutradara: Nuri Bilge Ceylan
Produser: Zeynep Özbatur Atakan
Penulis : Nuri Bilge Ceylan, Ercan Kesal, Ebru Ceylan
Siematografi: Gökhan Tiryaki
Editing: Bora Gökşingöl, Nuri Bilge Ceylan
Produksi: Zeyno Film
Distributor: The Cinema Guild
Rilis:  21 Mei 2011 (Cannes Film Festival)
Durasi: 157 menit
Negara/Bahasa: Turki

Awards:
– Asia Pacific Screen Award 2011: Achievement in Cinematography, Achievement in Directing,
Nominasi, Best Feature,  Nominasi Best Screenplay, Jury Grand Prize

– Cannes Film Festival 2011: Grand Prix (bersama “The Kid with a Bike”) , Nominasi Palme d’Or

– Chicago Film Critics Association 2012: Nominasi Best Foreign Language Film

– European Film Awards  2012: Nominasi:     Best Cinematographer, Best Director
– Independent Spirit Awards 2013: Nominasi Best Foreign Film
etc,

The Kid with a Bike

Januari 8, 2017 Tinggalkan komentar

Cyril seorang bocah lelaki yang tinggal terpisah dari ayahnya. Suatu hari, ia kalang kabut ketika tahu ayahnya tiba-tiba pergi dari apartemen biasa ia tinggal. Apalagi sepeda kesayangannya juga tak ada. Cyril pun kemudian pergi kesana kemari, mengumpulkan satu per satu informasi tentang keberadaan sang ayah dan juga sepedanya. Hingga ia kemudian bertemu dengan Samantha, seorang perempuan penyayang pemilik salon. Samantha kemudian menemukan sepeda milik Cyril, yang ternyata sudah dijual sang ayah. Ia kemudian membeli sepeda itu dan diberikan kepada Cyril. Meski begitu, sebenarnya bukan sepeda itu yang penting bagi Cyrill. Ia menginginkan ayahnya.
kid-with-a-bike

kid-with-a-bike1
Kenyataannya, sang ayah adalah seorang looser, yang sibuk dengan dirinya sendiri. Keberadaan Cyril baginya hanyalah beban, karenanya ia berusaha untuk melepas tanggung jawabnya seabgai ayah dengan cara memisahkan diri darinya. Ketika mengetahui hal ini, Cyril sangat terpukul. Untunglah, Samantha yang baik kemudian selalu ada untuknya. Meski begitu, tentu saja kadang itu tak cukup bagi seorang anak yang sedang tumbuh dan begitu kekurangan kasih sayang. Hingga ia kemudian bertemu dengan. Wesker, seorang preman ingusan yang pura-pura menawarkan pertemanan, padahal hanya ingin memperalat Cyril. Tapi Samantha yang tak pernah menyerah untuk melimpahinya kasih sayang dan perhatian, akhirnya membuat Cyril sadar bahwa tak ada yang lebih bisa ia percayai selain Samantha.
kid-with-a-bike6

kid-with-a-bike4
Sebuah film yang menguras emosi. Satu hal yang selalu saya suka dari film-film sekelas penghargaan festival adalah karena selalu menyajikan sesuatu yang terasa orisinil. Kadang hanya sebuah cerita ‘sederhana’ tapi disajikan sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang terasa sangat dalam dan kompleks. Seperti halnya film ini. Dari judulnya saja terkesan ‘remeh temeh’ tapi juga menarik. Dan sejak awal film dimulai, saya sudah merasa emosional  melihat Cyril, dengan tingkah lasaknya yang terasa sangat alami. Tanpa perlu banyak melibatkan dialog panjang lebar atau adegan-adegan yang eksplisit, kita bisa memahami apa yang dirasakan dan digelisahkan oleh Cyril.
kid-with-a-bike8
Dan satu hal yang saya suka dari film ini adalah karena eksekusi endingnya yang terasa sangat optimis. Satu hal yang tidak selalu saya temukan dalam film-film kelas festival, yang lebih sering diakhiri dengan hal-hal yang absurd atau muram. Dan meski cerita film ini terasa ‘sederhana’ tapi juga meninggalkan pesan moral yang kuat. Lewat sosok Samantha, seolah kita diajak untuk ikut bersikap pada anak-anak kurang kasih sayang seperti Cyril. Kepedulian dan tak kenal menyerah untuk selalu memberi perhatian dan kasih sayang lah yang akan menyelamatkan anak-anak seperti ini dari kemungkinan-kemungkinan untuk  tumbuh menjadi orang yang penuh kebencian dan amarah. Pemilihan sosok Samantha, menurut saya juga sangat tepat. Ia digambarkan bukan siapa-siapa, hanya perempuan biasa saja, tidak kaya raya, tidak hidup sangat bahagia, tapi ia melakukannya, memberi kasih sayang tanpa pamrih. Dan bahwa kita yang orang-orang biasa, seharusnya juga bisa melakukan hal yang sama dengan Samantha. Very-very recommended!

Cast:
Thomas Doret – Cyril Catoul
Cécile de France – Samantha
Jérémie Renier – Guy Catoul (ayah Cyril)
Egon Di Mateo (fr)- Wesker

Judul: The Kid with a Bike/ Le gamin au velo
Sutradara:Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne
Produser: Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne, Denis Freyd
Penulis: Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne
Sinematografi: Alain Marcoen
Editing: Marie-Hélène Dozo
Produksi: Les Films du Fleuve
Distributor: Diaphana Films (France)
Rilis: 15 Mei 2011 (Cannes), 18 Mei 2011 (Perancis)
Durasi: 87 menit
Negara: Belgia, Perancis, Italia
Bahasa:Perancis

Awards:
– Cannes Film Festival 2011: – Palm d’Or (bersama Once Upon a Time in Anatolia)
– Golden Globe Awards 2011: Nominasi Best Foreign Language Film
– Satellite Awards 2011: Nominasi Best Foreign Language Film
– Independent Spirit Awards : Nominasi Best International Film
and many mores..

After Lucia

Januari 2, 2017 Tinggalkan komentar

Setelah kematian istrinya, Lucia, karena kecelakaan, Roberto mengajak putrinya yang beranjak remaja, Alejandra untuk pindah Puerta Vallarta ke Kota Meksiko. Mereka menempati sebuah rumah kecil yang sederhana. Roberto yan menyimpan depresi atas kematian istrinya, dan tak bisa berbagi dengan putrinya.

after-lucia-1

Roberto bekerja sebagai chef di sebuah restoran dan Alejandra menjalani hari-harinya di sekolah yang baru. Ia tampak cukup mudah diterima teman-teman barunya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang seperti umumnya remaja, termasuk mencoba-coba seks. Tapi masalah muncul karena adegan itu divideokan dan disebar di internet. Alejandra pun harus melewati hari-hari yang sulit karena menjadi bahan cemoohan teman-teman di sekolahnya. Di sisi lain, ia tak bisa menceritakan apapaun pada ayahnya.

after-lucia-6

Yah, sebenarnya roh film ini adalah tentang depresi, yang kemudian digabungkan dengan tema kekerasan remaja. Rasanya itu adahah cerita yang sering kita lihat atau dengar di media hampir setiap hari. Tapi film ini disajikan sedemikian rupa sehingga terasa meninggalkan banyak kesan dan perenungan. Wajar saja kalau film ini mendapat penghargaan Un Certain Regard di Festival Film Cannes.

after-lucia-3

Tanpa perlu banyak pemaparan, lewat bahasa tubuh, warna dan plotnya yang terasa menekan, kita tahu bahwa Alejandra dan ayahnya tidak baik-baik saja. Tanpa perlu kata-kata, kita tahu bahwa mereka masih sangat berduka atas kematian sang ibu dan bagaimana depresifnya hari-hari yang mereka jalani. Lalu ulah liar para remaja itu, ah, benar-benar memuakkan. Kita juga bisa merasakan kekesalan Roberto ketika para remaja itu tak bisa diproses secara hukum karena masih dianggap belum cukup umur. Geram sekali rasanya karena kita tahu bahwa mereka benar-benar bersalah. Lantas, hukuman macam apa yang pantas untuk mereka? Di samping itu, kita juga jadi bertanya-tanya, dengan ulah keterlaluan para remaja seperti itu, salah siapa sebenarnya? Orang tua, institusi pendidikan? Lewat film ini kita berandai-andai seandainya Alejandra dan ayahnya bisa berkomunikasi dengan lebih baik, apa keadaannya akan berbeda? Juga dimana para guru ketika Alejandra bahkan dibully dan dilecehkan di sekolah? Sebuah film yang terasa menyakitkan, tapi juga seperti berusaha mengetuk perenungan kita. Worthed to watch.

after-lucia-5

Cast:
Tessa Ía González Norvind – Alejandra
Hernán Mendoza – Roberto
Gonzalo Vega Sisto – José
Tamara Yazbek Bernal -Tamara
Paloma Cervantes – Irene
Juan Carlos Barranco – Manuel
Francisco Rueda – Javier

Judul: After Lucia/ Después de Lucía
Sutradara: Michel Franco
Produser: Moises Zonana
Sinematografi: Chuy Chávez
Rilis: 21 Mei 2012 (Cannes)
Durasi: 105 menit
Negara: Mexico
Bahasa: Spanyol

Awards:
Cannes Film Festival 2012:
– Prize of Un Certain Regard

Chicago International Film Festival 2012:
– Silver Hugo Special Jury Prize

Young Artist Award 2012:
– Nominasi Best Performance in an International Feature Film – Young Actress (Tessa la González)

Havana Film Festival 2012:
– Best Director

San Sebastián International Film Festival 2012:
– Horizons Award – Special Mention

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar