Arsip

Posts Tagged ‘Cannes Film Festival’

Winter Sleep

Januari 21, 2017 Tinggalkan komentar

Pada suatu musim dingin di sebuah desa wisata di salah satu sudut Turki. Aydin adalah seorang lelaki tua, mantan aktor teater yang menghabiskan hari-harinya di rumahnya—yang merangkap hotel–yang nyaman sembari menulis. Di rumahnya, ia tinggal bersama adik perempuannya yang janda, Necla dan istrinya yang masih muda dan cantik, Nihal. Selain itu ia juga ada dua orang pembantunya,  Fatma dan Hidayat.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_000110741
Aydin adalah semacam tuan tanah di tempatnya. Ia dihormati karena memiliki banyak harta dan sebagai umumnya orang kaya, ia memiliki sedikit keangkuhan. Insiden kecil terjadi ketika salah satu anak penyewanya, Ismail, iseng melemparkan batu ke kaca mobilnya. Aydin menganggap kejadian itu tak penting, tapi keluarga si anak menganggap itu hal yang penting. Ketika si keluarga berkeras untuk membayar, Aydin justru berkesan meremehkan.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_003150088
Masalah lain muncul seputar hubungannya dengan Nihal, istrinya. Sang istri yang masih muda, merasa kosong karena tak bekerja. ia kemudian membentuk semacam LSM untuk sekolah di daerah terpencil. Lagi-lagi hal ini menimbulkan kerumitan ketika Aydin yang merasa memiliki banyak uang, ingin ikut campur, sementara Nihal ingin melakukannya dengan usahanya sendiri.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_003713539
Emm yah, sebenarnya sulit bagi saya untuk membuat sinopsis film ini. Seperti banyak film-film festival, tidak ada konflik cerita yang gamblang. Alur juga bergerak perlahan-lahan, mengupas sedikit demi sedikit permasalahan di seputar kehidupan Aydin yang disajikan dengan begitu rapi dan alami. Tak heran kalau kemudian durasi film ini bahkan membutuhkan waktu tiga jam. Sehingga butuh kesabaran untuk mengikutinya.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_006944191
Mungkin juga sedikit membosankan.Tapi jika kita benar-benar tekun mengikutinya, akan banyak hal yang menyisakan perenungan setelah menontonnya.  Segala sesuatunya berjalan begitu alami disekeliling kehidupan Aydin. Karakter-karakternya juga terasa sangat natural dan realistis, dengan berbagai ambiguitas dan hipokrisi sifat manusia. Didukung gambar-gambar bernuansa musim dingin yang sinematik. Karena meski banyak gambar diambil di tempat yang itu-itu saja, anehnya jauh dari membosankan. Good movie!
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_000212064
Cast:
Haluk Bilginer-  Aydın,
Demet Akbağ  – Necla
Melisa Sözen – Nihal
Ayberk Pekcan (tr) – Hidayet
Tamer Levent (tr) – Suavi (teman Aydin)
Nejat İşler –  İsmail
Serhat Kılıç (tr) –  Hamdi (imam, kakak Ismail)
Nadir Sarıbacak (tr) – Levent (guru, teman Nihal)
Mehmet Ali Nuroğlu (tr) – Timur (tamu hotel)
Emirhan Doruktutan – Ilyas (anak Ismail)

Judul: Winter Sleep (Kış Uykusu))
Sutradara:
Produser: Zeynep Özbatur Atakan
Penulis: , Ebru Ceylan
Sinematografi: Gökhan Tiryaki
Editing: , Bora Göksingöl
Produksi: NBC Film, Bredok Filmproduction, Memento Films Production, Zeynofilm
Distributor: New Wave Films (UK), Adopt Films (US)
Rilis: 16 Mei 2014 (Cannes), 13 Juni 2014 (Turki)
Durasi: 196 menit
Negara/Bahasa: Turki

Awards:
Cannes Film Festival     2014:
– Palme d’Or
– FIPRESCI Prize

Once Upon A Time in Anatolia

Januari 21, 2017 Tinggalkan komentar

Suatu malam yang gelap dan berangin, serombongan mobil yang terdiri dari para polisi, seorang dokter, seorang jaksa, penggali kubur dan dua orang tersangka pembunuhan, pergi ke pinggiran Kota Anatolia untuk mencari mayat korban. Namun kegelapan malam, membuat Kenan disorientasi sehingga kesulitan menunjukkan lokasinya. Hal yang membuat kesal para polisi.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002874512
Di antara waktu menunggu, di antara desau angin dan malam yang hening, para petugas memeriksa lokasi, terjadi berbagai percakapan tentang banyak hal antara Dr Cemal, Arap-sopir, dan Naci si Jaksa. Mulai dari yogurt, daging kambing, pekerjaan,keluarga, bunuh diri, hingga tentang dosa warisan para orang tua kepada anak-anaknya. Si Jaksa kemudian bahkan bercerita tentang istri seorang temannya yang kelihatan baik-baik saja, tapi tiba-tiba bunuh diri.  Dari percakapan, kemudian terungkap kalau si istri mungkin sakit hati karena pernah mendapati suaminya selingkuh. Tercetus pertanyaan kemudian bahwa, apakah bunuh diri merupakan cara si mati untuk menyakiti orang yang ditinggalkannya?
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002331746

once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002458800
Setelah memeriksa beberapa tempat, mayat korban akhirnya ditemukan. Dan karena hari sudah terlalu malam, mereka memutuskan untuk makan malam dan menginap di di rumah mayor kota terdekat. Usai makan malam, tiba-tiba listrik padam. Dan ketika semua orang terkantuk-kantuk kelelahan, dalam temaram lilin, muncul seorang gadis cantik, putri sang mayor. Kecantikan itu terlihat sureal sehingga membuat beberapa orang terpana. Bahkan Kenan si tersangka kemudian menangis dan berhalusinasi bertemu dengan korbannya, Diketahui kemudian kalau ia dan si korban terlibat pertengkaran ketika si korban ia beritahu dirinya adalah ayah biologis putranya.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_000658540
Keesokan harinya mereka kembali ke kota untuk melakukan otopsi mayat. Untuk itu, istri dan putra korban didatangkan. Ketika melihat Kenan, putra korban (yang adalah putra Kenan), melempari Kenan dengan batu, hal yang membuat Kenan menangis. Sebelum melakukan otopsi, Jaksa Naci kemudian melanjutkan cerita pada Dr Cemal, tentang si perempuan bunuh diri yang ternyata adalah istrinya sendiri. Hal yang sepertinya meninggalkan duka mendalam baginya.

Ketika otopsi dimulai oleh Dr Cemal dan asistennya, ditemukan tanda-tanda kalau kemungkinan si korban dikubur hidup-hidup, Meski begitu, Dr Cemal kemudian mengatakan agar tak menuliskannya dalam deskripsi kematian. Film ditutup dengan adegan Dr Cemal yang memandang keluar jendela, dan dari kejauhan tampak istri korban berjalan dengan putranya. Si anak, sebagai umumnya anak-anak, tak sepenuhnya memahami kematian dan kesedihan, mengejar bola yang terlempar dari beberapa anak yang bermain bola.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_001842567
Hmm yah, mungkin sekilas terkesan sebagai film crime biasa. Tapi tentu saja, ini bukan film crime biasa. Meski melibatkan cerita tentang kriminalitas, tapi film ini sendiri bukan semata tentang kriminalitas. Alih-alih, ini adalah tentang pertanyaaan-pertanyaan filosofis  di seputar kematian dan kejadian kriminal (pembunuhan, bunuh diri). Dikemas dengan gaya khas Nuri Bilge Ceylan yang terasa liris dan puitis, dan sebuah ending yang terbuka, film ini menyisakan banyak perenungan dan pertanyaan setelah menontonnya. Good movie!

Cast:
Muhammet Uzuner – Doctor Cemal
Yılmaz Erdoğan – Commissar Naci
Taner Birsel – Prosecutor Nusret
Ahmet Mümtaz Taylan – Arap Ali (Sopir )
Fırat Tanış (tr) –  Kenan (Tersangka)
Ercan Kesal (tr) – Mukhtar
Cansu Demirci (tr) – Purtinya Mukhtar
Erol Erarslan (tr) – Yaşar(Korban)
Uğur Arslanoğlu – Tevfik
Murat Kılıç (tr) – İzzet (polisi)
Şafak Karali a- Abidin
Emre Şen – Sersan Önder
Burhan Yıldız – Ramazan (Tersangka)
Nihan Okutucu – Gülnaz (istri korban)

Sutradara: Nuri Bilge Ceylan
Produser: Zeynep Özbatur Atakan
Penulis : Nuri Bilge Ceylan, Ercan Kesal, Ebru Ceylan
Siematografi: Gökhan Tiryaki
Editing: Bora Gökşingöl, Nuri Bilge Ceylan
Produksi: Zeyno Film
Distributor: The Cinema Guild
Rilis:  21 Mei 2011 (Cannes Film Festival)
Durasi: 157 menit
Negara/Bahasa: Turki

Awards:
– Asia Pacific Screen Award 2011: Achievement in Cinematography, Achievement in Directing,
Nominasi, Best Feature,  Nominasi Best Screenplay, Jury Grand Prize

– Cannes Film Festival 2011: Grand Prix (bersama “The Kid with a Bike”) , Nominasi Palme d’Or

– Chicago Film Critics Association 2012: Nominasi Best Foreign Language Film

– European Film Awards  2012: Nominasi:     Best Cinematographer, Best Director
– Independent Spirit Awards 2013: Nominasi Best Foreign Film
etc,

The Kid with a Bike

Januari 8, 2017 Tinggalkan komentar

Cyril seorang bocah lelaki yang tinggal terpisah dari ayahnya. Suatu hari, ia kalang kabut ketika tahu ayahnya tiba-tiba pergi dari apartemen biasa ia tinggal. Apalagi sepeda kesayangannya juga tak ada. Cyril pun kemudian pergi kesana kemari, mengumpulkan satu per satu informasi tentang keberadaan sang ayah dan juga sepedanya. Hingga ia kemudian bertemu dengan Samantha, seorang perempuan penyayang pemilik salon. Samantha kemudian menemukan sepeda milik Cyril, yang ternyata sudah dijual sang ayah. Ia kemudian membeli sepeda itu dan diberikan kepada Cyril. Meski begitu, sebenarnya bukan sepeda itu yang penting bagi Cyrill. Ia menginginkan ayahnya.
kid-with-a-bike

kid-with-a-bike1
Kenyataannya, sang ayah adalah seorang looser, yang sibuk dengan dirinya sendiri. Keberadaan Cyril baginya hanyalah beban, karenanya ia berusaha untuk melepas tanggung jawabnya seabgai ayah dengan cara memisahkan diri darinya. Ketika mengetahui hal ini, Cyril sangat terpukul. Untunglah, Samantha yang baik kemudian selalu ada untuknya. Meski begitu, tentu saja kadang itu tak cukup bagi seorang anak yang sedang tumbuh dan begitu kekurangan kasih sayang. Hingga ia kemudian bertemu dengan. Wesker, seorang preman ingusan yang pura-pura menawarkan pertemanan, padahal hanya ingin memperalat Cyril. Tapi Samantha yang tak pernah menyerah untuk melimpahinya kasih sayang dan perhatian, akhirnya membuat Cyril sadar bahwa tak ada yang lebih bisa ia percayai selain Samantha.
kid-with-a-bike6

kid-with-a-bike4
Sebuah film yang menguras emosi. Satu hal yang selalu saya suka dari film-film sekelas penghargaan festival adalah karena selalu menyajikan sesuatu yang terasa orisinil. Kadang hanya sebuah cerita ‘sederhana’ tapi disajikan sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang terasa sangat dalam dan kompleks. Seperti halnya film ini. Dari judulnya saja terkesan ‘remeh temeh’ tapi juga menarik. Dan sejak awal film dimulai, saya sudah merasa emosional  melihat Cyril, dengan tingkah lasaknya yang terasa sangat alami. Tanpa perlu banyak melibatkan dialog panjang lebar atau adegan-adegan yang eksplisit, kita bisa memahami apa yang dirasakan dan digelisahkan oleh Cyril.
kid-with-a-bike8
Dan satu hal yang saya suka dari film ini adalah karena eksekusi endingnya yang terasa sangat optimis. Satu hal yang tidak selalu saya temukan dalam film-film kelas festival, yang lebih sering diakhiri dengan hal-hal yang absurd atau muram. Dan meski cerita film ini terasa ‘sederhana’ tapi juga meninggalkan pesan moral yang kuat. Lewat sosok Samantha, seolah kita diajak untuk ikut bersikap pada anak-anak kurang kasih sayang seperti Cyril. Kepedulian dan tak kenal menyerah untuk selalu memberi perhatian dan kasih sayang lah yang akan menyelamatkan anak-anak seperti ini dari kemungkinan-kemungkinan untuk  tumbuh menjadi orang yang penuh kebencian dan amarah. Pemilihan sosok Samantha, menurut saya juga sangat tepat. Ia digambarkan bukan siapa-siapa, hanya perempuan biasa saja, tidak kaya raya, tidak hidup sangat bahagia, tapi ia melakukannya, memberi kasih sayang tanpa pamrih. Dan bahwa kita yang orang-orang biasa, seharusnya juga bisa melakukan hal yang sama dengan Samantha. Very-very recommended!

Cast:
Thomas Doret – Cyril Catoul
Cécile de France – Samantha
Jérémie Renier – Guy Catoul (ayah Cyril)
Egon Di Mateo (fr)- Wesker

Judul: The Kid with a Bike/ Le gamin au velo
Sutradara:Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne
Produser: Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne, Denis Freyd
Penulis: Jean-Pierre Dardenne, Luc Dardenne
Sinematografi: Alain Marcoen
Editing: Marie-Hélène Dozo
Produksi: Les Films du Fleuve
Distributor: Diaphana Films (France)
Rilis: 15 Mei 2011 (Cannes), 18 Mei 2011 (Perancis)
Durasi: 87 menit
Negara: Belgia, Perancis, Italia
Bahasa:Perancis

Awards:
– Cannes Film Festival 2011: – Palm d’Or (bersama Once Upon a Time in Anatolia)
– Golden Globe Awards 2011: Nominasi Best Foreign Language Film
– Satellite Awards 2011: Nominasi Best Foreign Language Film
– Independent Spirit Awards : Nominasi Best International Film
and many mores..

After Lucia

Januari 2, 2017 Tinggalkan komentar

Setelah kematian istrinya, Lucia, karena kecelakaan, Roberto mengajak putrinya yang beranjak remaja, Alejandra untuk pindah Puerta Vallarta ke Kota Meksiko. Mereka menempati sebuah rumah kecil yang sederhana. Roberto yan menyimpan depresi atas kematian istrinya, dan tak bisa berbagi dengan putrinya.

after-lucia-1

Roberto bekerja sebagai chef di sebuah restoran dan Alejandra menjalani hari-harinya di sekolah yang baru. Ia tampak cukup mudah diterima teman-teman barunya. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang seperti umumnya remaja, termasuk mencoba-coba seks. Tapi masalah muncul karena adegan itu divideokan dan disebar di internet. Alejandra pun harus melewati hari-hari yang sulit karena menjadi bahan cemoohan teman-teman di sekolahnya. Di sisi lain, ia tak bisa menceritakan apapaun pada ayahnya.

after-lucia-6

Yah, sebenarnya roh film ini adalah tentang depresi, yang kemudian digabungkan dengan tema kekerasan remaja. Rasanya itu adahah cerita yang sering kita lihat atau dengar di media hampir setiap hari. Tapi film ini disajikan sedemikian rupa sehingga terasa meninggalkan banyak kesan dan perenungan. Wajar saja kalau film ini mendapat penghargaan Un Certain Regard di Festival Film Cannes.

after-lucia-3

Tanpa perlu banyak pemaparan, lewat bahasa tubuh, warna dan plotnya yang terasa menekan, kita tahu bahwa Alejandra dan ayahnya tidak baik-baik saja. Tanpa perlu kata-kata, kita tahu bahwa mereka masih sangat berduka atas kematian sang ibu dan bagaimana depresifnya hari-hari yang mereka jalani. Lalu ulah liar para remaja itu, ah, benar-benar memuakkan. Kita juga bisa merasakan kekesalan Roberto ketika para remaja itu tak bisa diproses secara hukum karena masih dianggap belum cukup umur. Geram sekali rasanya karena kita tahu bahwa mereka benar-benar bersalah. Lantas, hukuman macam apa yang pantas untuk mereka? Di samping itu, kita juga jadi bertanya-tanya, dengan ulah keterlaluan para remaja seperti itu, salah siapa sebenarnya? Orang tua, institusi pendidikan? Lewat film ini kita berandai-andai seandainya Alejandra dan ayahnya bisa berkomunikasi dengan lebih baik, apa keadaannya akan berbeda? Juga dimana para guru ketika Alejandra bahkan dibully dan dilecehkan di sekolah? Sebuah film yang terasa menyakitkan, tapi juga seperti berusaha mengetuk perenungan kita. Worthed to watch.

after-lucia-5

Cast:
Tessa Ía González Norvind – Alejandra
Hernán Mendoza – Roberto
Gonzalo Vega Sisto – José
Tamara Yazbek Bernal -Tamara
Paloma Cervantes – Irene
Juan Carlos Barranco – Manuel
Francisco Rueda – Javier

Judul: After Lucia/ Después de Lucía
Sutradara: Michel Franco
Produser: Moises Zonana
Sinematografi: Chuy Chávez
Rilis: 21 Mei 2012 (Cannes)
Durasi: 105 menit
Negara: Mexico
Bahasa: Spanyol

Awards:
Cannes Film Festival 2012:
– Prize of Un Certain Regard

Chicago International Film Festival 2012:
– Silver Hugo Special Jury Prize

Young Artist Award 2012:
– Nominasi Best Performance in an International Feature Film – Young Actress (Tessa la González)

Havana Film Festival 2012:
– Best Director

San Sebastián International Film Festival 2012:
– Horizons Award – Special Mention

Like Father, Like Son

Desember 7, 2016 Tinggalkan komentar

Ryota Nonomiya dan istrinya, Midori, adalah pasangan muda yang terlihat bahagia.  Ryota yang agak workaholic, bekerja di sebuah perusahaan besar dan berkecukupan secara materi. Mereka punya seorang anak laki-laki yang manis dan penurut, Keita. Sifat Keita yang cenderung lamban, sempat membuat Ryota berpikir bahwa anaknya tidak mirip dirinya yang agresif. Meski begitu, ia dan istrinya begitu menyayangi Keita. Tapi kebahagiaan mereka tiba-tiba goyah ketika mereka mendapat telepon dari rumah sakit tempat istrinya melahirkan dan mengabarkan bahwa anak mereka tertukar ketika masih bayi dulu.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_000044638

like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_001965296
Keluarga yang bayinya tertukar itu adalah keluarga Saiki, keluarga sederhana yang hangat pemilik toko elektronik. Anak yang tertukar itu diberi nama Ryusei, dan dia memiliki dua orang adik. Berbeda dengan Keita, Ryusei adalah anak yang lincah, enerjik dan agak nakal khas anak lelaki, mirip sifat Ryota.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_002500474

like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_006246366
Keadaan itu kemudian membuat kedua keluarga kebingungan. Mereka sudah terlanjur mencintai masing-masing anak dan merasa sebagai anak kandungnya sendiri. Meski begitu kenyataan bahwa mereka bukan darah dagingnya sendiri membuat mereka risau. Ryota yang kaya sempaat berpikir untuk mengaasuh keduanya, tapi tentu saja hal ini membuat keluarga Saikitersinggung. Akhirnya, diputuskan untuk pelan-pelan menukar anak-anak mereka dengan berganti tempat tinggal pada setiap akhir pekan. Namun, masalah kemudian muncul karena anak-anak ini merasa asing dengan orang tua dan rumah baru mereka. Di sisi lain, Ryota yang selama ini hampir tidak pernah punya waktu untuk anaknya kemudian harus bekerja keras membangun kedekatan dengan anak kandungnya sendiri. Ia pun menyadari bahwa selama ini, ia bukanlah seorang ayah yang baik.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_005078238
Hehe, ide ceritanya mungkin sekilas agak mirip-mirip sinetron karena melibatkan anak yang tertukar. Tapi tenang saja, karena di film ini, cerita itu digarap dengan sangat sophisticated. Bagaimanapun, kejadian semacam itu mungkin saja terjadi dalam kehidupan nyata dan pastilah akan sangat membingungkan ketika dihadapkan pada situsasi itu.  Dan yah, pada akhirnya, tak penting anak kandung atau bukan yang terpenting adalah bagaimana menjadi ayah yang baik bagi anak-anak. Good movie!
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_006910595
Cast:
Masaharu Fukuyama – Ryota Nonomiya
Machiko Ono – Midori Nonomiya
Keita Nonomiya – Keita Nonomiya

Lily Franky -Yudai Saiki
Yōko Maki – Yukari Saiki
Shôgen Hwang – Ryusei Saiki

Jun Kunimura – Kazushi Kamiyama
– Riko Ishizeki
Isao Natsuyagi – Ryosuke Nonomiya
Jun Fubuki – Nobuko Nonomiya

Judul: Like Father, Like Son (Soshite Chichi ni Naru)
Sutradara: Hirokazu Koreeda
Produser: Kaoru Matsuzaki, Hijiri Taguchi
Penulis: Hirokazu Koreeda
Musik: Shin Yasui
Sinematografi: Mikiya Takimoto
Editing:     Hirokazu Koreeda
Rilis: 18 Mei 2013 (Cannes)/ 28 September 2013 (Jepang)
Durasi: 120 menit
Negara/Bahasa: Jepang

Awards;
Cannes Film Festival  2013 :
– Jury Prize
– Nominasi Palm d’Or

Toronto International Film Festival –  2013
Vancouver International Film Festival 2013:
– Rogers People’s Choice Award
San Sebastián International Film Festival 2013:
– TV Audience Award

The Wailing

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Suatu pagi berhujan,di sebuah desa yang terlihat tenang dan damai, tiba-tiba dihebohkan dengan berita kematian sebuah keluarga petani. Jon Goo (), seorang polisi sederhana yang hidup bersama ibu, istri dan anak perempuannya, Hyo-jin, datang ke lokasi. Kematian itu begitu aneh. Korban diawali dengan menderita penyakit kulit mengerikan, sebelum kemudian menjadi gila dan mati.
the-wailing0
Dan kejadian itu kemudian terjadi berturut-turut. Jong Goo dan rekan-rekannya kemudian sibuk melakukan penyelidikan. Kecurigaan tertuju pada seorang lelaki tua Jepang misterius yang tinggal menyendiri di tengah hutan. Rumor beredar, kalau lelaki itu adalah sejenis siluman mengerikan.
the-wailing4

the-wailing1
Jong-goo semakin panik ketika putrinya mendadak sakit dan menunjukkan gejala yang sama dengan para korban. Atas anjuran ibunya, ia kemudian mengundang seorang shaman terkenal, Il-kwang (). Il-kwang kemudian melakukan upacara pengusiran roh. Dan ketika keadaan putrinya tidak semakin membaik, Jong-goo nekad menghancurkan si Lelaki Jepang.
the-wailing2

the-wailing6
Tadinya, saya kira film ini akan menjadi film misteri pembunuhan ala atau , tapi ternyata tidak. Alih-alih, film ini malah mirip film ,  yang berbau supranatural, hanya saja dengan cerita lebih intens. Sebenarnya, saya tak suka cerita film jenis ini, tapi saya penasaran sama film ini karena sempat ikut dikompetisikan di Cannes, meski kemudian gagal. Dan saya pikir saya paham kenapa film ini bisa masuk seleksi ajang festival film bergengsi. Meski ceritanya ‘tidak masuk akal’ karena soal hantu dan cenayang, tapi film ini digarap sedemikian rupa sehingga terasa sophiscated dan ‘sukar dilupakan’. Misterinya tersusun rapi dibalut warna dan gambar-gambar daerah pedesaan yang tenang tapi terasa dingin dan misterius. Salut untuk sutradaranya, , yang brilian. Plus akting bagus dari para pemainnya.
Recommended untuk ditonton.

Cast:
– Jong-goo
– Il-kwang
Jun Kunimura – Lelaki Jepang
– Moo-myeong
Kim Hwan-Hee – Hyo-jin
Jang So-yeon – istri Jong-goo
Heo Jin – ibunya Jong-goo
Jo Han-chul – Detektif
Son Kang-Kuk – Oh Sung-bok
Kim Do-Yoon – Yang Yi-sam

Judul: The Wailing/ Goksung (곡성)
Sutradara/Film:
Produser: Lim Min-Sub, Seo Dong-Hyun, Kim Ho-Sung
Sinematografi: Hong Kyung-Pyo
Rilis: 12 Mei 2016
Durasi: 156 menit
Distributor: 20th Century Fox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival;
– Cannes Film Festival 2016 – Out Of Competition

Yi Yi

Saya menonton film ini dengan kepala blank, tanpa membaca ulasannya terlebih dahulu. Tadinya saya pikir ini adalah cerita anak-anak yang bernama Yi Yi, karena di posternya adalah gambar anak-anak. Ternyata…

yi_yi_poster

Yi Yi mengambil pusat cerita sebuah keluarga urban kelas menengah di Taipei. Keluarga Jian. Keluarga Jian tinggal di sebuah apartemen di tengah kota. Ada NJ, sang ayah, Min-Min, istrinya, Ting-Ting, putrinya, Yang-Yang, putranya dan sang nenek yang sudah tua.

NJ seorang pengusaha di sebuah perusahaan videogames yang terancam bangkrut karena persaingan bisnis. Ia merasa risau menghadapi ketidakpastian usahanya. Tapi ia tak pernah menceritakan hal ini pada keluarganya. Di tengah kegalauan hati, ia bertemu Sherri, mantan pacarnya sekaligus cinta pertamanya yang sekarang sudah jadi istri bule kaya raya. Sherri yang masih belum bisa melupakannya, berusaha menjalin kembalikomunikasi dengan NJ.

yiyi3

Min-Min, istri NJ seorang ibu rumah tangga yang merasa useless dan tertekan dengan kehidupannya. Terutama ketika ibunya–sang nenek–stroke dan koma. Ketika dokter memintanya untuk terus mengajak bicara sang ibu, Min-Min sadar bahwa ia melakukan hal yang nyaris sama sepanjang hidupnya. Ia pun kemudian memutuskan untuk pergi ke kuil, mencari penenangan diri.

yi-yi-1999-03-g

Ting-Ting anak pertama NJ, remaja sekolah menengah. Ia gadis manis yang sensitif. Ketika neneknya sakit, ia merasa sangat sedih. Ting-Ting nyaris tak punya teman kecuali Lili, tetangga sebelahnya yang sedikit ‘liar.’ Lili berpacaran dengan Fatty, dan ketika Lili & Fatty bertengkar, Ting-Ting menjadi perantara di antara mereka.

Yang-yang adalah bocah lelaki 8 tahun dengan kenakalan dan kecerdasannya. Ia sering dibully oleh teman-teman ceweknya di sekolah. Selain itu, ia juga menyukai kamera dan diliputi pertanyaan: kenapa seseorang tak bisa melihat punggungnya sendiri? Dia pun kemudian punya ide, memfoto punggung-punggung orang untuk membantu orang bisa melihat punggungnya.

yiyi02

Keluarga luas Jian adalah A-Di, adik ipar Jian yang baru menikah dengan seorang perempuan yang dihamilinya terlebih dahulu. Padahal A-Di punya pacar yang sudah mempunyai hubungan baik dengan keluarga besarnya.
yi_yi_blu-ray_4
Begitulah, cerita mengalir lambat dan seolah tanpa pretensi. Nyaris tanpa konflik yang berarti, karenanya juga tak ada klimaks. Tak ada tokoh utama, karena masing-masing tokoh di sini mendapat jatah penceritaan yang sama. Gambar-gambar yang diambil juga kebanyakan syut jarak jauh, seolah ingin mengambil jarak dan tak ingin terlibat dengan emosi para tokoh. Meski begitu, cerita tetap terasa dalam dan bernyawa. Sebuah potret kehidupan keluarga kelas menengah perkotaan dengan berbagai permasalahannya.

Note:
Judul Yi Yi konon dalam bahasa China yang ditulis 一一 (dibaca Yī Yī), yang artinya “satu satu ” yang dimaknai ‘masing-masing’ (each one). Juga ditulis vertikal: 二, berarti “dua” (sumber wikipedia. org)

Cast:
Nien-Jen Wu – NJ
Jonathan Chang – Yang-Yang
Elaine Jin – Min Min
Ko Su-Yun – Sherry
Hsi-Sheng Chen – A-Di
Pang Chang Yu – Fatty
Issei Ogata – pemilik Ota
Kelly Lee – Ting-Ting

Sutradara: Edward Yang
Produser: Shinya Kawai
Penulis: Edward Yang
Musik: Kai-Li Peng
Sinematografi: Wei-han Yang
Editing: Bo-Wen Chen
Distributor: Kuzui Enterprises
Rilis: 13 Mei 2000 (Cannes)
Durasi: 173 menit
Negara:    Taiwan
Bahasa: Mandarin, Jepang, Inggris, China Taiwan

Awards:
Cannes Film Festival 2000 : Best Director (Edward Yang), Nominasi Palm d’Or
Hong Kong Film Awards 2002: Nominasi Best Asian Film
European Film Awards 2000 :Nominasi Screen International Award
César Awards, France 2001:Nominasi Best Foreign Film (Meilleur film étranger)
dll

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar