Arsip

Posts Tagged ‘Byun Yo-han’

Socialphobia

Maret 19, 2016 Tinggalkan komentar

Ji-woong () dan Young-min ( , dua sahabat yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tes sekolah polisi. Young-min adalah seorang maniak sosial media,  kemudian mengajak Ji-woong ikut sebuah forum online yang mem’bully’ sebuah akun bernama Re-na yang mengeluarkan komentar tak menyenangkan terhadap sebuah kejadian bunuh diri.

socialphobia
Bersama-sama, mereka mencari tahu identitas Re-na yang ternyata seorang cewek bernama asli Min Ha-young. Tak hanya itu, mereka juga berniat mendatangi Re-na untuk membuat semacam ‘siaran langsung.’ Maka suatu malam, dengan dipimpin oleh Mr Babble/Yang-ge sebagai semacam reporter, beramai-ramai mereka mendatangi apartemen Min. Namun ketika mereka sampai di apartemen Min, mereka mendapati bahwa Min sudah tewas gantung diri. Karena kematian itu terasa janggal, mereka pun kemudian berspekulasi bahwa Min mati dibunuh, bukan bunuh diri. Mereka pun bertekad untuk mengungkap kasus itu. Young-min dan Ji-woong sangat termotivasi, karena jika mereka berhasil, hal itu akan memudahkan mereka masuk sekolah polisi tanpa tes.
socialphobia (2)
Mereka pun menelusuri jejak rekam Min di dunia sosial media dan menemukan teman-teman virtualnya yang patut dicurigai sebagai pembunuh Min.  Namun, akhirnya mereka justru menemukan kenyataan yang tak seperti harapan.
socialpobhia3
Sesuai judulnya, Socialphobia, film ini memang mengangkat isu yang sangat kekinian: dunia sosial media. Sebuah dunia di balik layar yang senyap tapi juga begitu chaos karena semua orang bisa bersuara. Riuh rendah, chaos.  Sebuah dunia yang seolah tak nyata tapi juga sangat nyata karena melibatkan emosi yang sangat nyata.
Socialphobia-asianwiki.com
Menonton film ini, saya bisa merasakan betapa kadang dunia sosial media menjadi ajang yang mengerikan. Ketika hal-hal sensasional, tak peduli apakah itu peristiwa tragis atau menyedihkan, bisa menjadi tontonan. Semua orang begitu terobsesi untuk membuat postingannya menjadi yang paling diperhatikan, menjadi trending topic… dan mengabaikan hal-hal yang bersifat privat atau etis. Hmm, soooo tiring. Mungkin tak berlebihan kalau dikatakan bahwa: too much social media will kill you.   Sebuah film yang menarik.

Cast:
– Ji-woong
– Yong-min
Ha Yoon-Kyung – Min Ha-Young / Re-Na
Ryoo Joon-Yeol – Yang-Ge / Mr Babble
Jeon Shin-Hwan – Jang Se-Min

Judul: Socialphobia/ Sosyeolpobia (소셜포비아)
Sutradara/Penulis: Hong Seok-Jae
Produser: Hong Ha-Neul
Sinematografi: Lee Sung-Joong
Rilis: 12 Maret 2015
Durasi: 102 menit
Produksi: KAFA Films
Distributor: CGV Arthouse
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 Film Festival:
– Busan International Film Festival  2014 – Korean Cinema Today: Vision *World Premiere
– New York Asian Film Festival 2015 – Centerpiece Presentation *U.S. Premiere
– Fantasia Film Festival – 2015 *Quebec Premiere

Awards:
Baeksang Arts 2015:
– Nominasi: Best Director, Best New Actor ()
Blue Dragon 2015:
– Nominasi Best New Actor ()

Misaeng

April 19, 2015 2 komentar

Fiuh, akhirnya selesai juga nonton drama ini. Lumayan melelahkan, tapi rasanya cukup worthed 🙂 Berbeda dengan drama-drama seri yang biasanya saya cepet-cepetin nontonnya sehingga dua tiga hari biasanya sudah selesai, kali ini saya berusaha untuk sabar dan tekun mengikuti Misaeng dari episode ke episode. Kenapa? Karena Misaeng berbeda dengan drama-drama seri yang biasa. Ceritanya tidak terlalu bikin penasaran, tapi juga tidak membosankan.
Misaeng_Poster
Sebenarnya, agak sulit membuat resensi drama ini karena ceritanya tidak sebulat drama seri kebanyakan. Tidak ada konflik yang tajam, tidak ada antagonis-pratogonis yang mencolok, tidak ada tokoh yang benar-benar utama karena masing-masing tokoh diberi porsi yang nyaris sama dalam eksplorasi karakternya. Ada beberapa tokoh di sini.

 Siwan sebagai si Polos Jang Geu-rae

Siwan sebagai si Polos Jang Geu-rae

Pertama, Jang Geu-rae ( ). Yah, bisa disebut juga sih kalau dia tokoh utama. Setidaknya dia mendapat  porsi eksplorasi karakter yang agak lebih banyak. Dia seorang pemuda sederhana dan introvert. Sejak kecil, waktunya dicurahkan untuk bermain Go (baduk). Sebenarnya dia cukup berbakat dan bisa saja menjadi pemain profesional jika lebih fokus. Namun karena alasan keuangan setelah ayahnya meninggal, konsentrasinya terpecah dengan berbagai kerja sampingan, sementara kuliah juga tidak mungkin. Ketika ia merasa sudah terlambat membangun karir profesional, ia pun berhenti bermain Go dan mencari pekerjaan yang lebih mapan.  Lewat jalur koneksi dari tempat bekerjanya dulu, ia diterima magang di perusahaan bergengsi, One International.

The touching mother-son's relation :(

The touching mother-son’s relation 😦

Kenyataan bahwa ia tidak memiliki kualifikasi baik pendidikan maupun pengalaman dan masuk lewat jalur koneksi, membuatnya diremehkan habis-habisan. Dalam keadaan canggung dan tak tahu apa-apa, ia berusaha melakukan sebisanya. Untunglah, ia bertemu dengan orang-orang yang tepat, Tim Penjualan 3 di bawah pimpinan Oh Sang-sik yang mengharagi kerja keras Geu-rae dan bersedia membimbingnya.

Yang unik di sini, meski pun bisa dibilang Jang Geu-rae adalah tokoh utamanya, tapi dia bukanlah jenis tokoh utama yang sempurna dan bisa mengatasi segalanya. Digambarkan di sini bagaimana dia sering membuat kesalahan atau pun hal-hal memalukan. Usaha kerasnya pun tidak selalu berhasil karena kualifikasinya yang memang rendah. Meski begitu, ia tidak kenal  kata menyerah. Dan agaknya, di situlah nilai plus dari seorang Jang Geu-rae.

Haha, love this team! :D

Haha, love this team! 😀

Cast-nya,  agaknya adalah pilihan yang tepat. Dia mampu menyelami karakter Geu-rae yang culun dengan sangat baik. Dan sekali lagi, agaknya saya harus mencabut ke-underestimate-an saya sama anak boyband . Setelah aktingnya yang lumayan di film berkualitas, agaknya kali ini ia ingin menunjukkan kualitas aktingnya yang lain. Dan harus saya akui, he’s good and talented dan saya juga mengapresiasi preferensi proyek yang dipilihnya. Dia tidak ‘semenyilaukan’ beberapa aktor muda Korea yang secara fisik kadang terlalu ‘sempurna.’ Meskipun tampangnya cukup imut, tapi proporsi tubuhnya bisa dibilang pendek dan biasa saja yang membuat karakternya terasa lebih realistis.

Pak Oh si Leader yang keren

Pak Oh si Leader yang keren

Kedua, adalah Pak Oh (Oh Sang-sik- ). Dia adalah si ketua tim. Seorang pekerja keras dan idealis. Keras tapi juga memiliki sisi hangat dan terkadang bisa sangat emosional. Dia benar-benar seorang leader yang akan melakukan apa saja untuk timnya. Sikapnya yang selalu memegang teguh prinsip membuatnya harus sering tersiksa menghadapi intrik dan politik di perusahaan. Dia dibenci oleh beberapa kerja, tapi juga dicintai oleh anak buahnya , teman-teman dekat dan keluarganya. Pokoknya, Pak Oh ini keren lah. Bisa dibilang, dia hero-nya di sini, tapi juga tidak sangat sempurna sehingga karakternya terasa sangat humanis.

The very heartwarming Kim Dong-sik

The very heartwarming Kim Dong-sik

Masih di Tim 3 adalah Kim Dong-sik ( ), si asistennya Pak Oh. (He’s my favourite character :)) Dia adalah pegawai yang loyal dan selalu tahu apa yang harus dilakukan. Sunbae yang baik hati dan rekan tim yang sangat menyenangkan. Pribadinya hangat dan sangat positif. Selalu baik pada siapapun tapi juga akan marah kalau harga dirinya sudah terusik. Dia lah yang selalu mengajari Geu-rae melakukan ini itu. Pemilihan cast-nya yang ‘biasa’ saja justru menambah realistis karakternya.

Kang So-ra sebagai Ahn Young-yi

Kang So-ra sebagai Ahn Young-yi

Ahn Young-yi () adalah satu-satunya pegawai baru cewek yang diterima. Dia pintar dan bisa melakukan apa saja. Namun sialnya, ia ditempatkan di bagian yang nyaris tidak mendukung kepintarannya karena dipenuhi para lelaki kasar yang diskriminatif karena dia perempuan. Di awal, saya pikir kehadiran Young-yi ini akan jadi semacam ‘bunga’ cerita dengan hal-hal yang bersifat romantis. Tapi agaknya tidak demikian. Kehadiran sosok Young-yi di sini agaknya ingin mewakili bagaimana diskriminasi gender di dunia kerja seringkali masih terjadi. Karakter Young-yi sendiri juga menarik. Digambarkan kalau dia adalah karakter yang dingin dan berjarak, sehingga wajar kalau dia tidak cukup menarik perhatian lelaki. Dan  juga bermain apik di sini. Yeah, love her since .

Kang Ha-neul sebagai Jang Baek-ki yang pintar dan kaku

Kang Ha-neul sebagai Jang Baek-ki yang pintar dan kaku

Berikutnya adalah Jang Baek-ki (). Seperti Young-yi, Baek-ki juga memiliki kualifikasi sempurna secara akademis. Tapi karena belum memiliki pengalaman di dunia kerja, ia cenderung kaku dan kurang fleksibel sehingga kurang bisa berkembang. Ditambah lagi ia masuk ke Tim yang kurang menghargai kepintaran akademis berikut atasan yang sangat konvensional dan introvert, Pak Kang. Seperti kebanyakan orang yang merasa dirinya pintar, ia sedikit angkuh dan karenanya, agak memandang rendah Geu-rae yang secara kualifikasi jauh di bawahnya. Kenyataan bahwa kemudian Geu-rae bisa berkembang dengan baik membuatnya iri. Perasaan yang sebenarnya sangat alami dalam kehidupan sehari-hari. Meski begitu, digambarkan kalau Baek-ki adalah sosok yang sportif. Dia mau memperbaiki kesalahan dan belajar meruntuhkan harga dirinya dengan mengakui kelebihan Jang Geu-rae. Dan , saya pikir membawakan karakternya dengan sangat baik (love him since  and he’s talented actor!). Emosi-emosinya tersampaikan dengan tepat.

Han Suk-yool yang annoying tapi loyal. Haha, love his character :D

Han Suk-yool yang annoying tapi loyal. Haha, love his character 😀

Han Suk-yool () adalah pegawai baru yang lain. Sosok unik (lengkap dengan gaya rambutnya yang juga unik :D) yang kadang menjengkelkan karena sangat cerewet, tapi di sisi lain adalah teman yang loyal dan tanpa pilih-pilih. Dialah yang orang pertama yang menawarkan persahabatan pada Geu-rae meski sedikit bermotif. Meski terkesan pethakilan, tapi Suk-yool sebenarnya memiliki kompetensi kerja yang bagus. Namun kemudian dia terjebak di tim yang bosnya memiliki karakter menyebalkan dan ia pun dibuat mati kutu. Saya suka karakter Suk-yool ini karena dia semacam pemecah suasana di tengah kehidupan kantor yang kaku dan serius.  Saya pikir, ini tak lepas dari kemampuan akting  (saya baru ini lihat akting dia) yang sangat pas membawakan sosok Suk-yool yang unik dengan tingkahnya yang selalu mengundang senyum.

Karakter lainnya adalah Pak Chun. Dia anggota tambahan di Tim Penjualan 3. Karakternya ‘normal’, baik, profesional dan loyal. Meski di awal merasa tersiksa dengan pola kerja timnya, namun ia segera bisa membaur dan melengkapi tim dengan baik. Juga ada Bu Sun Ji-young adalah pegawai senior perempuan, teman baiknya Pak Oh. Dia mewakili perempuan karier kebanyakan yang harus kalang kabut membagi waktu antara karier dan keluarga.

Aktor kawakan Lee Kyoung-young yang juga ambil bagian sebagai Pak Choi yang politis

Aktor kawakan Lee Kyoung-young yang juga ambil bagian sebagai Pak Choi yang politis

Pak Choi () adalah si manajer. Berwibawa namun juga memiliki motif-motif kepentingan yang seringkali memanfaatkan bawahannya. Dan kenyataan bahwa aktor sekelas terlibat di drama ini, tentulah karena ini adalah drama yang memang berkualitas.
msg98
Yah, drama ini memang berbeda dengan kebanyakan drama korea yang sudah-sudah. Alur dan ceritanya sama sekali tidak klise. Sangat realistis tapi juga berisi. Skrip, cerita dan penyutradaraannya terasa solid.Rasanya, nggak ada momen blank sedikit pun. Terasa sangat real dan juga mengena.

Bagi yang mengharapkan cerita romantis seperti kebanyakan drama Korea, mungkin akan sedikit kecewa karena sepertinya sang sutradara sengaja tak ingin bermenye-menye dengan adegan semacam itu. Ini lebih tentang persahabatan dan hubungan antar manusia. Tentang hal-hal keseharian, karakter-karakter di sekitar kita (atau juga kita) yang berusaha untuk menjalani kehidupan dengan optimisme dan usaha keras. Kadang jatuh, ‘berdarah-darah’, depresif, tapi juga penuh passion. Karena seperti itulah hidup.

one og the most touching scene :P

one og the most touching scene 😛

Episodenya yang cukup panjang (20 episode) memang cukup menguras energi untuk menontonnya. Saran saya, ikuti saja pelan-pelan, berhenti kalau sudah merasa agak bosan dan ikuti lagi besok-besok. Bagi saya pribadi, banyak renungan dan hal menarik yang saya peroleh setelah nonton drama ini 🙂

Cast:
 – Jang Geu-rae
 – Oh Sang-sik
 – Ahn Young-yi
 – Jang Baek-ki
 – Han Suk-yool
 – Kim Dong-sik
 – Sun Ji-young
 – Chun Gwan-woong
 – Pak Choi

Kim Jong-Soo – Kepala Departemen Kim Boo-Ryeon
Ryu Tae-Ho – Pak Ko (Tim Penjualan 2)
Oh Min-Seok – Pak Kang (Tim Baja)
Kim Jung-Hak – Pak Lee ( Tim IT Sales)
Choi Gwi-Hwa – Pak Park (Tim IT Sales)
Hwang Seok-Jeong – Pak  Kim Sun-Joo (Tim Keuangan)
Kim Hee-Won – Pak Park Jong-Sik (Tim Penjualan 3, si korup)
Jun Suk-Ho – Pak Ha (Tim Sumberdaya 2)
Jung Hee-Tae – Pak Jung  (Tim Sumberdaya 2)
Shin Jae-Hoon – Pak Yoo (Tim Sumberdaya 2)
Jang Hyuk-Jin – Pak Moon  (Tim Fiber)
Tae In-Ho – Pak Sung  (Tim Fiber)
Nam Kyoung-Eub –  CEO One International

Sung Byoung-Sook – ibunya Geu-Rae
Oh Yoon-Hong – istrinya Pak Oh
Lee Si-Won – Ha Jung-Yeon (guru TK)

Judul: Misaeng/ 미생
Sutradara:
Penulis:  (komik), Jung Yoon-Jung
Tayang: tvN, 17 Oktober – 20 Desember 2014
Episode: 20
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar