Arsip

Posts Tagged ‘Byun Yo-han’

A Day

Maret 31, 2018 Tinggalkan komentar

Kim Joon-young () adalah seorang dokter terkenal dan dikagumi banyak orang. Meskipun sangat menyayangi putrinya, Eun-jung, tapi selama ini ia bukanlah ayah yang baik karena kurang perhatian. Suatu hari, sepulang dari luar negeri dan hendak merayakan ultah Eun-jung, Kim mendapati putrinya yang tewas karena kecelakaan. Tidak hanya itu, karena setiap kali itu pula, waktu tiba-tiba berputar kembali ke belakang, pada beberapa jam sebelum kecelakaan.

A Day

A Day (2)

Selain Kim, ternyata ada dua orang lagi yang terjebak dalam mesin waktu ini. Lee Min-chu ()l, sopir ambulans yang istrinya Mi-kyung (), ikut menjadi korban kecelakaan karena naik taksi yang menbrak Eun-jung, dan juga Kang-sik (), si sopir taksi yang ternyata memiliki dendam masa lalu pada Kim dan Min-chul. Bertiga, mereka pun berusaha menemukan cara agar bisa berdamai dengan waktu dan mengubah keadaan.

A Day (5)

A Day (3)

Film bertema mesin waktu tentulah bukan hal yang baru. Selain latar cerita, eksekusi ending tentulah menjadi hal yang paling penting dalam film jenis ini agar cerita menjadi menarik dan tidak repetitif. Dan menurut saya, film ini berhasil memadukan keduanya dengan baik. Ceritanya menarik, disajikan dengan menarik dan endingnya juga sangat memuaskan. Plotnya begitu intens dan cepat, tapi bagian-bagian pentingnya disajikan dengan baik. Tone gambar-gambarnya jernih dan terasa warm sehingga enak dilihat. Castnya terasa solid karena memang diperankan oleh aktor-aktor bagus yang meski mungkin tidak bisa sebagai aktor dengan nama besar, tapi memiliki track record sebagai aktor yang talented &  berkualitas. Mulai dari , , … semua berakting dengan pas, meski menurut saya, akting terbaik diberikan oleh . Emosi-emosinya ketika melihat atau membayangkan tragedi yang menimpa putrinya terasa begitu real, sehingga membuat saya yang menonton juga ikut-ikutan emosional.

A Day (1)

bermain bagus, dan mampu keluar dari karakter yang pernah dimainkan sebelumnya. Hanya saja, pada beberapa bagian, menurut saya aktingnya agak over the top. Tapi mengingat bahwa dia memang bisa dibilang masih junior di dunia seni peran, saya bisa memakluminya. Menurut saya, dia adalah aktor muda berbakat dan saya juga mengapresiasi pilihan-pilihan filmnya yang lumayan bagus-bagus. Sementara aktor , karena memang bukan karakter utama, scenenya memang terbatas, tapi seperti biasa, menunjukkan aktingnya yang prima. Pemeran lain yang juga patut diacungi jempol adalah aktris cilik yang memerankan Eun-jung. Aktingnya sangat natural sebagai gadis kecil yang agak keras kepala dan periang. Dan chemistry ayah-anak, meski nyaris nggak ada scene bareng (kebanyakan hanya melalui percakapan telepon), terasa real. Recommended!

Cast:
– Kim Joon-young
– Lee Min-chul
– Kang-sik
– Mi-kyung (istrinya Min-chul)
Jo Eun-hyung – Eun-jung

Judul: A Day/ Haroo
Sutradara: Jo Sun-ho
Penulis: Jo Sun-ho, Lee Sang-hak
Sinematografer: Kim Ji-yong
Rilis: 15 Juni 2017
Durasi: 90 menit
Distributor: CGV Arthouse
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

Drama-Drama Korea Yang Tak Sanggup Saya Selesaikan

Januari 21, 2018 3 komentar

Belakangan, saya cenderung menjadi begitu pemilih ketika hendak menonton drama Korea. Dulu-dulu, biasanya saya memutuskan untuk mengikuti drama karena pemainnya saya suka atau karena popularitasnya. Tapi Setelah munculnya drama-drama berkualitas ala , , , Secret Forest atau drama-drama romcom bagus TvN seperti , Serial Reply, .. agaknya standar saya dalam menilai bagus tidaknya sebuah drama benar-benar berubah. Saya jadi malas menonton drama yang ceritanya terlalu klise, plotnya terlalu mudah ditebak atau ceritanya ‘nggak penting’. Sayangnya,munculnya drama-drama bagus ini hanya sesekali saja. Dan ketika saya merasa ‘rindu’ ingin nonton drama Korea, saya jadi agak bingung untuk memutuskan drama mana yang akan saya tonton. Setiap kali ada kabar drama yang akan segera rilis dengan jajaran cast yang menjanjikan dan premise cerita yang terdengar menarik, saya menjadi antusias dan berpikir, bahwa drama tersebut akan jadi watch list saya. Tapi ternyata ketika dramanya sendiri benar-benar mulai tayang dan ternyata respons netizen cenderung negatif, antusiasme saya langsung luruh dan malas mengikuti lagi. Beberapa drama, saya tontoon karena saya baca reviewnya yang positif, tapi ternyata setelah saya coba tonton, tak memenuhi krirteria menarik bagi saya. Berikut adalah beberapa drama yang coba saya tonton, tapi kemudian saya membuat saya ‘menyerah’ di tengah jalan:

1. You’re All Surrounded

ure all surrounded
Drama ini dipenuhi jajaran cast yang cukup menjanjikan: , , , , . Berdasarkan ulasan-ulasan yang ada, drama ini juga mendapat banyak apresiasi. Saya mengikuti episode-episode awal dan yah langsung bisa menebak jalan ceritanya yang memang mudah ditebak. Meski mengambil latar dunia kepolisian, tapi main story-nya tak jauh-jauh dari cinta.  Karakter-karakternya juga just so-so. Dan saya pun memutuskan berhenti menonton.

2. Let’s Fight Ghost

LFG4
Sejak awal, sebenarnya tak berminat mengikuti drama ini. Saya tak terlalu suka cerita fantasi. Cast-nya juga tak saya sukai. memang cakep, tapi kemampuan aktingnya, begitu-begitu saja. Dia sebagai aktor pendukung, saya bisa menerima, tapi sebagai lead actor, nanti dulu. Di tambah pasangannya adalah . Saya akui dia adalah aktris muda berbakat, tapi saya juga merasa dia terlalu ‘muda’ untuk jadi lead sebuah drama 16 episode, ditambah lagi bahwa di sini dia akan terlibat romance dengan cowok yang sudah dewasa. Aneh saja.

LFG3

Satu-satunya yang membuat saya pensaran justru adalah cast pendukungnya, , yang katanya main bagus di sini. Tapi yah, bagaimanapun cast pendukung tetaplah cast pendukung. Di drama, tak terlalu banyak yang diharapkan. Sebagus apapun akting mereka, peran mereka dalam membangun cerita tak terlalu penting. Di samping itu, cerita drama ini sendiri tidak jelas arahnya. Tidak ada klimaksnya. Dari episode ke episode ceritanya seolah tak kemana-mana. Menghabiskan waktu dengan menonton 16 episode benar-benar seperti hanya buang waktu dan energi.

3. Moon Lovers

Moon Lovers3
Ketika awal-awal pembuatan drama ini, melihat jajaran castnya yang terdiri dari 7 cowok-cowok tampan, saya pun mencatatnya dalam daftar untuk ditonton. Meski kemudian saya sedikit underestimate ketika membaca bahwa cast utama ceweknya adalah . cukup cantik dan bisa berakting, tapi tidak selalu ‘berhasil’ dan rasanya juga kurang karismatis sebagai seorang putri yang dikeliling begitu banyak cowok cakep. Meski begitu, saya tetap berekspektasi bahwa ini akan jadi drama yang neghits, apalagi promonya juga cukup santer. Sayangnya, begitu drama ini mulai tayang, saya langsung kehilangan selera ketika membaca ulasan tentang drama ini yang dianggap mengecewakan.

Meski begitu, demi mengobati rasa penasaran (terutama karena ), saya tetap coba-coba nonton dan langsung menyerah di episode pertama. Secara umum, akting cast utamanya tidak buruk-buruk amat (apalagi dan ), hanya saja seara keseluruhan, drama ini seperti digarap dengan asal-asalan. Mungkin bermaksud ‘fans service’ karena mengetengahkan aktor-aktor berwajah pretty boy populer, pengambilan gambar dalam drama ini sibuk dengan close up-close up yang justru membuat drama ini terasa murahan. Demikian juga dengan kualiatas gambarnya.

4. The Best Hits

TBH4
Meski tak bisa dibilang ngefans sama , tapi saya cukup memfavoritkan aktor satu ini. Wajahnya lovable dan aktingnya juga cukup solid. Selain itu, ada juga nama besar seperti dan juga aktris muda yang aktingnya tak perlu diragukan lagi (pertama kali saya nonton akting ketika dia masih aktris cilik di film dimana dia main dengan bagus). Ditambah lagi, kemudian saya membaca reviewnya yang  umumnya positif. Meski ceritanya dianggap just so-so, tapi drama ini disebut-sebut sangat menghibur karena memang genrenya yang komedi. Saya pun tambah penasaran. Di awal-awal episode, saya cukup menikmati drama ini. main bagus seperti biasa. Demikian juga , dan (juga aktor yang jadi roomatenya ). Unsur komediknya, meski tak sampai membuat terkekeh-kekeh, tapi cukup dapat.

Sayang, semakin ke sini, drama ini kemudian jadi lebih fokus pada cerita romance-nya yang sangat-sangat biasa. Saya juga merasa bahwa secara keseluruhan drama ini alurnya sangat lambat. yang ‘terjebak’ dalam cinta sejatinya pada Bo-ra yang menurut saya annoying, yang terlalu naif dengan mimpinya dan perjalanan waktu yang rasanya tak bermakna apa-apa. Dan saya pun menyerah.

5. Go Back Spouse


Mirip seperti ,   adalah juga aktris lovable dan hampir selalu berakting bagus. Pasangannya, , juga cukup potensial. Review drama ini juga cenderung positif meski ratingnya konon tak terlalu mengesankan (di bawa 10%). Tapi ketika saya mencoba episode pertamanya, entah kenapa saya tak terlalu tertarik untuk melanjutkan menonton lagi. Secara umum dramanya bagus.   dan bermain bagus. Ceritianya meski agak berbau fantasi tapi juga cukup realistis. Tapi jalan ceritanya sejak awal sudah terasa predictable dan karakter Sohn Ho-jun di awal-awal membuat saya kurang simpatik.

6. Six Flying Dragons
Saya membaca bahwa drama ini memiliki banyak hal bagus. Castnya sangat solid (, , , , , ) dan ceritanya juga disebut sangat bagus. Saya sudah berhasil mendapat kopian dramanya dan tersimpan di hard disk saya. Berkali-kali saya berpikir untuk menontonnya, tapi setiap kali saya putar episode pertama, setelah beberapa menit berlalu, saya memutuskan untuk menyerah. Membayangkan bahwa saya harus menghabiskan waktu mengikuti 50 episode langsung membuat saya merasa enggan.

Dan meski jajaran cast-nya adalah aktor yang cukup saya favoritin (terutama , dan ), tapi bintang utamanya bukanlah aktor favorit saya: dan .  adalah aktor yang bagus dan dulu sebenarnya saya cukup ‘suka’ sama dia, tapi nggak tahu kenapa, belakangan saya justru malas melihat aktingnya. Sementara , saya selalu kecewa dengan aktignya dan meski di drama ini konon dia sudah mulai menunjukkan akting yang bagus, saya tetap sulit untuk menyukainya.

7. Healer

healer
Sama seperti SFD, saya juga menndengar banyak hal bagus tentang drama ini. Bahkan di situs dramabeans yang biasa mengulas drama-drama Korea, reviewnya sangat positif. Tapi sama juga seperti SFD, saya berkali-kali berusaha untuk mulai menontonnya dan selalu tak berhasil ‘mengikat’ hati saya untuk meneruskan menonton. Saya suka , tapi saya lebih memilih menonton ketika ia main film daripada drama. Di sisi lain, saya tak terlalu suka . Saya dengar dia aktor yang cukup bagus, dan juga banyak dipuja-puji karena wajahnya yang memang ganteng. Tapi drama-drama yang dibintanginya secara kualitas biasa-biasa saja dan saya tak pernah tertarik untuk menonton. Dan , meski aktingnya lumayan, tapi juga tak bukan aktris favorit.

8. W
Sempat berpikir untuk menonton karena dan ketika membaca premis ceritanya yang terdengar unik: tokoh yang keluar dari komik. Tapi kemudian saya membaca review yang beragam. Banyak yang mengkritik aktingnya yang katanya overacting. Saya agak gusar juga. Masa sih? kan aktris yang sudah cukup matang dengan film-film berkualitas. Dan ia juga salah satu alasan yang membuat saya ingin menonton drama ini. Sementara , meski aktingnya cukup bagus, tapi saya tidak pernah bisa menyukainya lebih karena alasan subyektif: saya nggak suka wajahnya yang terlalu cantik.

w2

Meski begitu, saya tetap menyempatkan diri menonton. Kali saja saya berubah pikiran dan jatuh cinta pada karakternya. Tapi ternyata, benar komentar netizen tentang akting . Aktingnya terlihat tidak natural dan terlalu dipaksakan. Sementara , karena dia keluar dari komik, digambarkan sangat sempurna. Dan saya selalu benci dengan karakter yang terlalu sempurna. Dan begitulah saya pun menjadi tak berminat menontonnya.

9. Angry Mom


Saya penasaran sama drama ini ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang hubungan ibu-anak, alih-alih tentang romance seperti kebanyakan drama Korea. Reviewnya juga bagus dan castnya juga menarik: Kim Hee-sun, , . Saya pun mencoba menonton episode pertamanya. Satu hal yang sering saya keluhkan ketika nonton drama Korea adalah make upnya yang kadang terlihat tidak alami atau terlalu cantik untuk karakter yang seharusnya orang biasa saja. Dan itu juga yang saya rasakan ketika melihat sosok ‘Ibu’ yang diperankan Kim Hee-sun. Ia digambarkan sebagai perempuan ibu rumah tangga biasanya yang bahkan harus bekerja serabutan kesana kemari. Dan meski make upnya dibuat sedemikian rupa, tapi menurut saya justru terlihat tidak alami. Karakternya juga agak terlalu sinetron sehingga terasa melelahkan: istri, menantu dan ibu yang tertindas!

10. Mrs. Temper NamjungTki

mrs temper namjumki
Saya suka . Akting dan pilihan dramanya lumayan. Ditambahkan kemudian review yang bagus tentang drama ini. Kedengarannya sih ceritanya nggak mainstream. Selain itu, cast cowoknya, , juga lumayan. Saya coba nonton dua episode pertama dan tak sanggup lagi meneruskan. Ceritanya sih sebenarnya kelihatannya bagus, karakter-karakternya juga cukup berbeda dengan drama Korea kebanyakan. Hanya saja ada sesuatu dari drama ini yang membuat saya merasa ‘lelah’ mengikutinya. Entah plot atau cara pengambilan gambarnya.

11. The Good Wife
Saya setuju kalau adalah aktris terbaik dalam perfilman Korea saat ini. Dan seperti kebanyakan aktris/aktor yang mapan di film, jarang dari mereka yang kemudian main di drama. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal comeback ke drama, saya cukup berekspektasi. Meski saya sebenarnya tak terlalu suka drama bergenre hukum, tapi karena yang main adalah , saya jadi penasaran. Apalagi selain , ada dua nama besar lagi: dan . Sayang, ketika drama ini mulai tayang, ternyata banyak kritik dan ratingnya juga biasa-biasa saja.

the good wife

Karena drama ini adalah remake-nya drama Amerika, alih-alih membuatnya dengan sentuhan yang lebih khas, tapi justru nyaris plek dengan versi aslinya. Saya sendiri belum nonton versi ASnya, tapi demi baca itu, saya jadi ogah-ogahan. Salah satu alasan saya nonton drama Korea karena keunikan yang mereka miliki, yang berbeda dari drama-drama Barat. Menurut saya, drama Korea itu lebih ‘soft’ dan heartwarming dan tentu juga, lebih punya kedekatan secara budaya karena sama-sama Asia. Karenanya, ketika kemudian ada drama Korea yang terlalu mirip sama drama Barat, saya jadi tak tertarik. Meski begitu, saya menyempatkan nonton episode pertama dan beberapa episode berikutnya dengan cara fast forward. Dan yah, menurut saya memang dramanya terkesan kering dan membosankan.

12. Lucky Romance
Setelah dibuat termehek-mehek lewat karakter Jung-hwan di , saya penasaran mengikuti next projetnya . Apalagi, saya tahu kemudian kalau dia itu aktor pendatang baru yang memang bener-bener masih baru. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal main drama dan tak tanggung-tanggung langsung jadi lead-nya pula, saya penasaran. Tapi ketika mulai diris berita tentang siapa pasangan mainnya dan bakal ditayangkan dimana, saya mulai agak pesimis. , pasangannya di sini, bukanlah aktris yang buruk dan saya sempat menikmati akting dia di beberapa dramanya (yang menurut saya bagus seperti  di bareng ). Tapi belakangan saya mulai merasa bahwa karakter yang dia mainkan tipikal dan aktingnya menjadi terasa annoying. Herannya, hampir semua drama-dramanya selalu jadi hits. Dan yah, mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan kenapa dipasangkan dengan Ryu si pendatang baru.

Lucky Romance

Sebenarnya, drama ini punya potensi untuk tidak terlalu mainstream karena konon diadaptasi dari webtoon dengan karakter yang realistis tapi konon lagi, pihak produksi drama ini mengubah ceritanya ala karakter mainstream drama Korea: direktur perusahaan. Sementara karakter si cewek ya tak jauh-jauh dari karakter yang sudah ada, si gadis biasa, miskin, pekerja keras… hmmh… sudahlah. Demi mengobati penasaran, saya tetap mencoba untuk menonton drama ini . Tapi minat saya untuk mengikuti hilang setelah melihat 2-3 episode awal. Jalan ceritanya sudah ketebak. bermain bagus sebagai Jo Se-ho, si warkoholic, tapi saya selalu berpikir bahwa dia lebih cocok main di film atau drama-drama bernuansa indie saja (saya percaya bahwa kemampuan akting lebih utama daripada wajah, hanya saja, wajah yang ‘enak dilihat’ juga menjadi nilai tambahan. Bukannyasaya bilang wajah Ryu jelek, hanya saja, ‘terlalu biasa’ untuk aktor drama. Kecuali cerita dan karakternya yang sangat menarik seperti di Reply, rasanya sulit menikmati akting (dan wajah) Ryu di drama yang sampai belasan episode). Sementara seperti yang saya prediksikan, tak jauh beda dengan karakter yang pernah dia mainkan sebelumnya dengan gaya pakaian yang mirip-mirip juga, dan bagi saya tetap terasa annoying (maaf ya bagi penggemar Hwang Jung-eum). Cast pendukung dan cukup memberi warna, tapi ya bagaimanapun cerita 2nd lead di drama mainstream akan begitu-begitu saja.

13. Doctor Stranger

dr stranger
Saya nonton drama ini sebenarnya sebelum saya terlalu ‘pemilih’ dan cenderung nonton ‘apa saja’ asal castnya terkenal dan cukup saya ‘suka’. Dan di drama ini, ada nama . Meski saya nggak pernah menyukainya secara fisik, tapi saya cukup mengapresiasi aktingnya bareng   di . Saya sendiri tak nonton drama ini dengan blank, tanpa baca sinopsis atau review terlebih dahulu. Di episode-episode pertama, yang mengetengahkan kisah cinta di Korea Utara, rasanya masih menarik untuk diikuti. Tapi ketika kemudian tragedi demi tragedi terjadi, dan beralih ke dunia spionase pula, saya mulai garuk-garuk kepala dan kehilangan minat. Ditambah lagi, yang jadi aktris utama di sini, baik karakter maupun aktingnya kurang menarik. Justru , yang justru lebih terlihat mencuri screen plus punya chemistry yang bagus sama si tokoh utama.

13. Empire of Gold

Empire-of-Gold
adalah salah satu aktor yang punya soft spot di hati saya. Menurut saya dia cakep, dan aktingnya juga bagus. yang jadi pasangannya juga terkenal bagus. Di tambah lagi, review drama ini bagus karena konon ceritanya berbobot. Saya sudah mendapatkan full copy dramanya dan siap saya tonton. Tapi setiap kali saya nonton, saya tak pernah bisa melewatkannya lebih dari 10 menit sebelum kemudian menyerah karena merasa kelelahan. Saya nggak suka dengan penyajian dan cara pengambilan gambar drama ini yang terlalu banyak close up dan terlalu banyak omongan panjang lebar.

Will You Be There

Juli 17, 2017 1 komentar

Han Soo-hyun()  adalah seorang dokter bedah anak. Ia menderita kanker paru-paru dan kemungkinan umurnya tak lagi panjang. Satu hal yang selalu disesalinya sejak 30 tahun terakhir hidupnya adalah kematian kekasihnya, Yeon-ah. Ia merasa dirinya lah yang menjadi penyebab kematian itu dan berharap bisa memutar balik waktu.

Will You Be There

Will You Be There_15

Suatu hari, dalam perjalanan nya ke Kamboja, ia bertemu seorang kakek tua buta yang memberinya 9 butir pil misterius. Pil itu, ternyata bisa membuatnya melakukan perjalanan waktu. Ia kembali ke tahun 1985 dan bertemu dirinya versi muda (), ketika Yeon-ah masih hidup dan menjadi kekasihnya.

Will You Be There_13

Will You Be There_1

Yeon-ah adalah seorang instruktur lumba-lumba di sebuah taman hiburan. Ia cantik, ceria, dan sangat mencintai Soo-hyun. Ia berharap bisa menikah dengan Soo-hyun. Soo-hyun adalah seorang dokter muda yang gila kerja. Kehidupan orang tuanya yang tak bahagia–ayahnya seorang maniak depresif yang sering memukul ibunya–membuat Soo-hyun merasa ragu dengan kehidupan rumah tangga. Meski begitu, ia juga sangat mencintai Yeon-ah.

Will You Be There_5

Will You Be There_6

Soo-hyun tua kemudian menceritakan tentang kematian Yeon-ah. Soo-hyun muda merasa marah dan ingin menyelamatkan Yeon-ah dari kematian. Masalahnya, masa depan akan berubah jika masalalu berubah. Soo-hyeon tua sekarang memiliki seorang putri yang sangat dicintainya, Soo-ah (), yang merupakan anak dari perempuan yang ditemuinya setelah kematian Yeon-ah. Jika Yeon-ah tetap hidup, Soo-ah akan lenyap. Satu-satunya cara adalah menyelamatkan Yeon-ah, tapi kemudian berpisah dengannya. Sebuah pilihan yang sangat sulit, karena Soo-hyeon nyaris tak bisa hidup tanpa Yeon-ah.

Will You Be There_12

Hmm, yah, lagi-lagi film bertema perjalanan waktu. Saya tak terlalu antusias, karena sebelumnya sudah menonton film dengan tema sejenis, , dan juga drama-drama dengan tema sejenis. Meski begitu, saya cukup penasaran karena cast film ini adalah dua aktor yang cukup saya apresiasi: dan . Cerita film sendiri bisa dibilang cukup ‘ringan’ karena ‘hanya’ soal cinta, tapi juga tidak menye-menye. Alur film juga cukup cair dan mudah dicerna. Karakter-karakternya menarik dan masing-masing aktor berperan dengan baik, termasuk aktris pendatang baru, Chae Seo-jin (saya baru lihat aktingnya di sini dan ternyata dia adik aktris ). Bahkan yang sempat membuat saya ‘meringis’ melihat aktingnya di drama Introverted Boss, cukup smooth di sini. Hanya saja, saya kok merasa Soo-hyun muda dan Soo-hyun tua adalah dua orang yang berbeda. Mungkin lebih karena ceritanya, bukan karena akting pemainnya. Konsep perjalanan waktunya sebenarnya cukup masuk akal, tapi bagian endingnya membuat kening saya agak berkerut.

Will You Be There_10

Tentu saja, saya berharap bahwa endingnya adalah ending yang bahagia, karena seperti itulah seharusnya ‘inti’ dari perjalanan waktu: merubah masa depan menjadi lebih baik. Hanya saja, saya kok merasa sedikit tidak masuk akal. Maaf, spoiler, ketika Tae-ho kembali ke masalalu dan menemui Soo-hyun, bagaimana hal itu kemudian berefek pada masa depan kematian Soo-hyun? Padahal Tae-ho tak melakukan apa-apa dan kematian Soo-hyun disebabkan karena penyakitnya, bukan karena dirinya.

 

Selain itu, reuni Soo-hyun dengan Yeon-ah rasanya juga menjadi terlalu lambat, kenapa harus menunggu Soo-hyun menua? . Ketika Tae-ho menemui Soo-hyun muda, berarti seharusnya hubungan Soo-hyun dan Tae-ho di masalalu sudah kembali membaik. Dan seharusnya Tae-ho membantu Soo-hyun memperbaiki hubungannya dengan Yeon-ah, mungkin setelah Soo-ah lahir?
Well, di atas semua itu, film ini lumayan enak dinikmati kok. Menurut saya juga terasa lebih enjoyable dari .

Note:
Didasarkan pada novel Perancis, “Seras-tu la?” tulisan Guillaume Musso (2006)
Cast:
– Han Soo-hyun tua
– Han Soo-hyun muda
Chae Seo-jin – Yeon-ah
Kim Sang-ho – Tae-ho tua
– Soo-ah
An Se-ha – Tae-ho muda
Kim Ho-jung – Hye-won
Park Hee-von – Hye-won muda
Kim Hyo-jin – Illeana
Kim Sung-ryoung – Yean-ah tua
Kim Kwang-gyu – tukang pos

Judul: Will You Be There?/ Dangshin Geogi Iteojoorraeyo
Sutradara: Hong Ji-young
Penulis : Gullaume Musso (novel), Hong Ji-young
Produser: Park Sun-hye, Min Kyu-dong, Min Jin-soo
Sinematografi: Park Hong-yeol
Rilis: 14 Desember 2016
Durasi: 111 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Socialphobia

Maret 19, 2016 Tinggalkan komentar

Ji-woong () dan Young-min ( , dua sahabat yang sedang mempersiapkan diri mengikuti tes sekolah polisi. Young-min adalah seorang maniak sosial media,  kemudian mengajak Ji-woong ikut sebuah forum online yang mem’bully’ sebuah akun bernama Re-na yang mengeluarkan komentar tak menyenangkan terhadap sebuah kejadian bunuh diri.

socialphobia
Bersama-sama, mereka mencari tahu identitas Re-na yang ternyata seorang cewek bernama asli Min Ha-young. Tak hanya itu, mereka juga berniat mendatangi Re-na untuk membuat semacam ‘siaran langsung.’ Maka suatu malam, dengan dipimpin oleh Mr Babble/Yang-ge sebagai semacam reporter, beramai-ramai mereka mendatangi apartemen Min. Namun ketika mereka sampai di apartemen Min, mereka mendapati bahwa Min sudah tewas gantung diri. Karena kematian itu terasa janggal, mereka pun kemudian berspekulasi bahwa Min mati dibunuh, bukan bunuh diri. Mereka pun bertekad untuk mengungkap kasus itu. Young-min dan Ji-woong sangat termotivasi, karena jika mereka berhasil, hal itu akan memudahkan mereka masuk sekolah polisi tanpa tes.
socialphobia (2)
Mereka pun menelusuri jejak rekam Min di dunia sosial media dan menemukan teman-teman virtualnya yang patut dicurigai sebagai pembunuh Min.  Namun, akhirnya mereka justru menemukan kenyataan yang tak seperti harapan.
socialpobhia3
Sesuai judulnya, Socialphobia, film ini memang mengangkat isu yang sangat kekinian: dunia sosial media. Sebuah dunia di balik layar yang senyap tapi juga begitu chaos karena semua orang bisa bersuara. Riuh rendah, chaos.  Sebuah dunia yang seolah tak nyata tapi juga sangat nyata karena melibatkan emosi yang sangat nyata.
Socialphobia-asianwiki.com
Menonton film ini, saya bisa merasakan betapa kadang dunia sosial media menjadi ajang yang mengerikan. Ketika hal-hal sensasional, tak peduli apakah itu peristiwa tragis atau menyedihkan, bisa menjadi tontonan. Semua orang begitu terobsesi untuk membuat postingannya menjadi yang paling diperhatikan, menjadi trending topic… dan mengabaikan hal-hal yang bersifat privat atau etis. Hmm, soooo tiring. Mungkin tak berlebihan kalau dikatakan bahwa: too much social media will kill you.   Sebuah film yang menarik.

Cast:
– Ji-woong
– Yong-min
Ha Yoon-Kyung – Min Ha-Young / Re-Na
Ryoo Joon-Yeol – Yang-Ge / Mr Babble
Jeon Shin-Hwan – Jang Se-Min

Judul: Socialphobia/ Sosyeolpobia (소셜포비아)
Sutradara/Penulis: Hong Seok-Jae
Produser: Hong Ha-Neul
Sinematografi: Lee Sung-Joong
Rilis: 12 Maret 2015
Durasi: 102 menit
Produksi: KAFA Films
Distributor: CGV Arthouse
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 Film Festival:
– Busan International Film Festival  2014 – Korean Cinema Today: Vision *World Premiere
– New York Asian Film Festival 2015 – Centerpiece Presentation *U.S. Premiere
– Fantasia Film Festival – 2015 *Quebec Premiere

Awards:
Baeksang Arts 2015:
– Nominasi: Best Director, Best New Actor ()
Blue Dragon 2015:
– Nominasi Best New Actor ()

Misaeng

April 19, 2015 2 komentar

Fiuh, akhirnya selesai juga nonton drama ini. Lumayan melelahkan, tapi rasanya cukup worthed 🙂 Berbeda dengan drama-drama seri yang biasanya saya cepet-cepetin nontonnya sehingga dua tiga hari biasanya sudah selesai, kali ini saya berusaha untuk sabar dan tekun mengikuti Misaeng dari episode ke episode. Kenapa? Karena Misaeng berbeda dengan drama-drama seri yang biasa. Ceritanya tidak terlalu bikin penasaran, tapi juga tidak membosankan.
Misaeng_Poster
Sebenarnya, agak sulit membuat resensi drama ini karena ceritanya tidak sebulat drama seri kebanyakan. Tidak ada konflik yang tajam, tidak ada antagonis-pratogonis yang mencolok, tidak ada tokoh yang benar-benar utama karena masing-masing tokoh diberi porsi yang nyaris sama dalam eksplorasi karakternya. Ada beberapa tokoh di sini.

 Siwan sebagai si Polos Jang Geu-rae

Siwan sebagai si Polos Jang Geu-rae

Pertama, Jang Geu-rae ( ). Yah, bisa disebut juga sih kalau dia tokoh utama. Setidaknya dia mendapat  porsi eksplorasi karakter yang agak lebih banyak. Dia seorang pemuda sederhana dan introvert. Sejak kecil, waktunya dicurahkan untuk bermain Go (baduk). Sebenarnya dia cukup berbakat dan bisa saja menjadi pemain profesional jika lebih fokus. Namun karena alasan keuangan setelah ayahnya meninggal, konsentrasinya terpecah dengan berbagai kerja sampingan, sementara kuliah juga tidak mungkin. Ketika ia merasa sudah terlambat membangun karir profesional, ia pun berhenti bermain Go dan mencari pekerjaan yang lebih mapan.  Lewat jalur koneksi dari tempat bekerjanya dulu, ia diterima magang di perusahaan bergengsi, One International.

The touching mother-son's relation :(

The touching mother-son’s relation 😦

Kenyataan bahwa ia tidak memiliki kualifikasi baik pendidikan maupun pengalaman dan masuk lewat jalur koneksi, membuatnya diremehkan habis-habisan. Dalam keadaan canggung dan tak tahu apa-apa, ia berusaha melakukan sebisanya. Untunglah, ia bertemu dengan orang-orang yang tepat, Tim Penjualan 3 di bawah pimpinan Oh Sang-sik yang mengharagi kerja keras Geu-rae dan bersedia membimbingnya.

Yang unik di sini, meski pun bisa dibilang Jang Geu-rae adalah tokoh utamanya, tapi dia bukanlah jenis tokoh utama yang sempurna dan bisa mengatasi segalanya. Digambarkan di sini bagaimana dia sering membuat kesalahan atau pun hal-hal memalukan. Usaha kerasnya pun tidak selalu berhasil karena kualifikasinya yang memang rendah. Meski begitu, ia tidak kenal  kata menyerah. Dan agaknya, di situlah nilai plus dari seorang Jang Geu-rae.

Haha, love this team! :D

Haha, love this team! 😀

Cast-nya,  agaknya adalah pilihan yang tepat. Dia mampu menyelami karakter Geu-rae yang culun dengan sangat baik. Dan sekali lagi, agaknya saya harus mencabut ke-underestimate-an saya sama anak boyband . Setelah aktingnya yang lumayan di film berkualitas, agaknya kali ini ia ingin menunjukkan kualitas aktingnya yang lain. Dan harus saya akui, he’s good and talented dan saya juga mengapresiasi preferensi proyek yang dipilihnya. Dia tidak ‘semenyilaukan’ beberapa aktor muda Korea yang secara fisik kadang terlalu ‘sempurna.’ Meskipun tampangnya cukup imut, tapi proporsi tubuhnya bisa dibilang pendek dan biasa saja yang membuat karakternya terasa lebih realistis.

Pak Oh si Leader yang keren

Pak Oh si Leader yang keren

Kedua, adalah Pak Oh (Oh Sang-sik- ). Dia adalah si ketua tim. Seorang pekerja keras dan idealis. Keras tapi juga memiliki sisi hangat dan terkadang bisa sangat emosional. Dia benar-benar seorang leader yang akan melakukan apa saja untuk timnya. Sikapnya yang selalu memegang teguh prinsip membuatnya harus sering tersiksa menghadapi intrik dan politik di perusahaan. Dia dibenci oleh beberapa kerja, tapi juga dicintai oleh anak buahnya , teman-teman dekat dan keluarganya. Pokoknya, Pak Oh ini keren lah. Bisa dibilang, dia hero-nya di sini, tapi juga tidak sangat sempurna sehingga karakternya terasa sangat humanis.

The very heartwarming Kim Dong-sik

The very heartwarming Kim Dong-sik

Masih di Tim 3 adalah Kim Dong-sik ( ), si asistennya Pak Oh. (He’s my favourite character :)) Dia adalah pegawai yang loyal dan selalu tahu apa yang harus dilakukan. Sunbae yang baik hati dan rekan tim yang sangat menyenangkan. Pribadinya hangat dan sangat positif. Selalu baik pada siapapun tapi juga akan marah kalau harga dirinya sudah terusik. Dia lah yang selalu mengajari Geu-rae melakukan ini itu. Pemilihan cast-nya yang ‘biasa’ saja justru menambah realistis karakternya.

Kang So-ra sebagai Ahn Young-yi

Kang So-ra sebagai Ahn Young-yi

Ahn Young-yi () adalah satu-satunya pegawai baru cewek yang diterima. Dia pintar dan bisa melakukan apa saja. Namun sialnya, ia ditempatkan di bagian yang nyaris tidak mendukung kepintarannya karena dipenuhi para lelaki kasar yang diskriminatif karena dia perempuan. Di awal, saya pikir kehadiran Young-yi ini akan jadi semacam ‘bunga’ cerita dengan hal-hal yang bersifat romantis. Tapi agaknya tidak demikian. Kehadiran sosok Young-yi di sini agaknya ingin mewakili bagaimana diskriminasi gender di dunia kerja seringkali masih terjadi. Karakter Young-yi sendiri juga menarik. Digambarkan kalau dia adalah karakter yang dingin dan berjarak, sehingga wajar kalau dia tidak cukup menarik perhatian lelaki. Dan  juga bermain apik di sini. Yeah, love her since .

Kang Ha-neul sebagai Jang Baek-ki yang pintar dan kaku

Kang Ha-neul sebagai Jang Baek-ki yang pintar dan kaku

Berikutnya adalah Jang Baek-ki (). Seperti Young-yi, Baek-ki juga memiliki kualifikasi sempurna secara akademis. Tapi karena belum memiliki pengalaman di dunia kerja, ia cenderung kaku dan kurang fleksibel sehingga kurang bisa berkembang. Ditambah lagi ia masuk ke Tim yang kurang menghargai kepintaran akademis berikut atasan yang sangat konvensional dan introvert, Pak Kang. Seperti kebanyakan orang yang merasa dirinya pintar, ia sedikit angkuh dan karenanya, agak memandang rendah Geu-rae yang secara kualifikasi jauh di bawahnya. Kenyataan bahwa kemudian Geu-rae bisa berkembang dengan baik membuatnya iri. Perasaan yang sebenarnya sangat alami dalam kehidupan sehari-hari. Meski begitu, digambarkan kalau Baek-ki adalah sosok yang sportif. Dia mau memperbaiki kesalahan dan belajar meruntuhkan harga dirinya dengan mengakui kelebihan Jang Geu-rae. Dan , saya pikir membawakan karakternya dengan sangat baik (love him since  and he’s talented actor!). Emosi-emosinya tersampaikan dengan tepat.

Han Suk-yool yang annoying tapi loyal. Haha, love his character :D

Han Suk-yool yang annoying tapi loyal. Haha, love his character 😀

Han Suk-yool () adalah pegawai baru yang lain. Sosok unik (lengkap dengan gaya rambutnya yang juga unik :D) yang kadang menjengkelkan karena sangat cerewet, tapi di sisi lain adalah teman yang loyal dan tanpa pilih-pilih. Dialah yang orang pertama yang menawarkan persahabatan pada Geu-rae meski sedikit bermotif. Meski terkesan pethakilan, tapi Suk-yool sebenarnya memiliki kompetensi kerja yang bagus. Namun kemudian dia terjebak di tim yang bosnya memiliki karakter menyebalkan dan ia pun dibuat mati kutu. Saya suka karakter Suk-yool ini karena dia semacam pemecah suasana di tengah kehidupan kantor yang kaku dan serius.  Saya pikir, ini tak lepas dari kemampuan akting  (saya baru ini lihat akting dia) yang sangat pas membawakan sosok Suk-yool yang unik dengan tingkahnya yang selalu mengundang senyum.

Karakter lainnya adalah Pak Chun. Dia anggota tambahan di Tim Penjualan 3. Karakternya ‘normal’, baik, profesional dan loyal. Meski di awal merasa tersiksa dengan pola kerja timnya, namun ia segera bisa membaur dan melengkapi tim dengan baik. Juga ada Bu Sun Ji-young adalah pegawai senior perempuan, teman baiknya Pak Oh. Dia mewakili perempuan karier kebanyakan yang harus kalang kabut membagi waktu antara karier dan keluarga.

Aktor kawakan Lee Kyoung-young yang juga ambil bagian sebagai Pak Choi yang politis

Aktor kawakan Lee Kyoung-young yang juga ambil bagian sebagai Pak Choi yang politis

Pak Choi () adalah si manajer. Berwibawa namun juga memiliki motif-motif kepentingan yang seringkali memanfaatkan bawahannya. Dan kenyataan bahwa aktor sekelas terlibat di drama ini, tentulah karena ini adalah drama yang memang berkualitas.
msg98
Yah, drama ini memang berbeda dengan kebanyakan drama korea yang sudah-sudah. Alur dan ceritanya sama sekali tidak klise. Sangat realistis tapi juga berisi. Skrip, cerita dan penyutradaraannya terasa solid.Rasanya, nggak ada momen blank sedikit pun. Terasa sangat real dan juga mengena.

Bagi yang mengharapkan cerita romantis seperti kebanyakan drama Korea, mungkin akan sedikit kecewa karena sepertinya sang sutradara sengaja tak ingin bermenye-menye dengan adegan semacam itu. Ini lebih tentang persahabatan dan hubungan antar manusia. Tentang hal-hal keseharian, karakter-karakter di sekitar kita (atau juga kita) yang berusaha untuk menjalani kehidupan dengan optimisme dan usaha keras. Kadang jatuh, ‘berdarah-darah’, depresif, tapi juga penuh passion. Karena seperti itulah hidup.

one og the most touching scene :P

one og the most touching scene 😛

Episodenya yang cukup panjang (20 episode) memang cukup menguras energi untuk menontonnya. Saran saya, ikuti saja pelan-pelan, berhenti kalau sudah merasa agak bosan dan ikuti lagi besok-besok. Bagi saya pribadi, banyak renungan dan hal menarik yang saya peroleh setelah nonton drama ini 🙂

Cast:
 – Jang Geu-rae
 – Oh Sang-sik
 – Ahn Young-yi
 – Jang Baek-ki
 – Han Suk-yool
 – Kim Dong-sik
 – Sun Ji-young
 – Chun Gwan-woong
 – Pak Choi

Kim Jong-Soo – Kepala Departemen Kim Boo-Ryeon
Ryu Tae-Ho – Pak Ko (Tim Penjualan 2)
Oh Min-Seok – Pak Kang (Tim Baja)
Kim Jung-Hak – Pak Lee ( Tim IT Sales)
Choi Gwi-Hwa – Pak Park (Tim IT Sales)
Hwang Seok-Jeong – Pak  Kim Sun-Joo (Tim Keuangan)
Kim Hee-Won – Pak Park Jong-Sik (Tim Penjualan 3, si korup)
Jun Suk-Ho – Pak Ha (Tim Sumberdaya 2)
Jung Hee-Tae – Pak Jung  (Tim Sumberdaya 2)
Shin Jae-Hoon – Pak Yoo (Tim Sumberdaya 2)
Jang Hyuk-Jin – Pak Moon  (Tim Fiber)
Tae In-Ho – Pak Sung  (Tim Fiber)
Nam Kyoung-Eub –  CEO One International

Sung Byoung-Sook – ibunya Geu-Rae
Oh Yoon-Hong – istrinya Pak Oh
Lee Si-Won – Ha Jung-Yeon (guru TK)

Judul: Misaeng/ 미생
Sutradara:
Penulis:  (komik), Jung Yoon-Jung
Tayang: tvN, 17 Oktober – 20 Desember 2014
Episode: 20
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar