Arsip

Posts Tagged ‘Bae Doo-na’

Secret Forest

Agustus 6, 2017 3 komentar

Ketika mendengar bahwa bakal main drama lagi, saya girang bukan main (sudah sering saya sebut, dia aktor Korea favorit saya 🙂 !). Apalagi kemudian pasangan mainnya adalah , sosok aktris yang secara kualitas bisa disebut sejajar sama dirinya. Keduanya sama-sama dikenal idealis dengan proyek-proyek film/drama yang qualified, akting oke, dan secara usia mereka juga bisa dibilang sebaya (Bae kelahiran tahun ’79 dan Jo tahun ’80). Jika keduanya yang belakangan semakin jarang main drama, tiba-tiba menerima tawaran untuk main drama, asumsi saya pastilah bukan sembarang drama. Ditambah lagi, drama ini akan ditayangkan oleh tvN. Bukannya saya mengangap tvN yang terbaik, hanya saja sejauh ini, menurut saya tvN adalah salah satu stasiun TV yang memberi warna berbeda melalui drama-drama yang ditayangkannya. Tidak selalu berhasil memang, banyak juga drama mereka mainstream belaka, tapi hampir semua drama bagus yang berkualitas belakangan ini juga produksinya tvN. Saya pikir, itu tak lepas dari keberadaan mereka yang merupakan TV kabel sehingga terkesan lebih punya kebebasan dengan ide dan cerita. Tinggal beri saja mereka sutradara bagus, penulis bagus dan aktor-aktor yang bagus, maka hasilnya bisa dilihat. , , , Reply Series dan sekarang Secret Forest... drama-drama yang menurut saya adalah ‘pencerahan’ dalam dunia drama Korea yang semakin kesini semakin menjemukan.

Secret Forest-4

Jo Seung-woo, aktor yang kehadirannya di layar kaca selalu terasa jadi berkah buat saya 😛

Mendengar bahwa aktor favorit bakal main drama, meski di satu sisi senang karena bakal melihat penampilannya lagi, tapi di sisi lain juga merasa was-was, khawatir kalau ternyata akting atau proyeknya mengecewakan. Yah, begitulah memang perasaan seorang penggemar. Meski begitu, sejak awal saya sudah menetapkan diri, bagus apa nggak bagus, hampir 99% pasti akan saya tonton. Yang 1 % adalah faktor aksesnya. Dan satu hal yang bagi penggemar drama kere dan hanya bermodal kuota seperti saya, kenyataan bahwa di internet menyediakan banyak sekali situs dunlut gratisan drama Korea benar-benar suatu berkah. Mudahnya mengakses drama yang hanya selang beberapa jam dari tayang aslinya di negaranya sono, benar-benar membuat saya kadang takjub. Saya tidak tahu, bagaimana sebenarnya copyright-nya drama-drama ini, apa memang sengaja dibebaskan untuk didunlut atau memang kecanggihan para pembajak? Whatever, saya harus berterimakasih banyak pada para penyedia akses dunlut gratisan ini. Yah, walaupun sebenarnya tak bisa dibilang gratis juga karena toh kuotanya tetap bayar.

Secret Forest-15

Secret Forest-25

Poker face yet lonely Shi-mok

Secret Forest berkisah tentang seorang jaksa yang sikapnya selurus jalan tol, Hwang Shi-mok ( ). Sebabnya, karena Shi-mok ini juga ‘tidak memiliki emosi’. Shi-mok terlahir dengan kelainan syaraf emosi yang membuatnya sangat peka terhadap sensor emosi. Hal ini menyebabkan emosinya seringkali tak terkendali dan mudah histeris. Untuk mengatasi hal ini, ia pun kemudian menjalani operasi otak. Masalahnya, hal itu kemudian justru menyebabkan ia kehilangan emosinya. Dan yah, hasilnya adalah Shi-mok yang sekarang, yang selalu berwajah datar dan apatis pada sekeliling. Meski begitu, Shi-mok adalah orang yang sangat rasional dan idealis serta berdedikasi pada profesinya. Ketiadaan emosi, justru membuatnya tak kenal takut untuk menegakkan kebenaran, tak peduli siapa pun yang ia hadapi.

Secret Forest-21

The baddass Han Ye-jin

Suatu hari, Shi-mok yang tengah menangani sebuah kasus yang berhubungan dengan seorang CEO yang tengah bangkrut bernama Park Moo-sung, menemukan Park terbunuh di rumahnya. Pembunuhan itu terlihat sangat ganjil. Apalagi, Park merupakan seorang broker yang menyimpan banyak rahasia gelap para elit, termasuk orang-orang besar di kejaksaan tempat Shi-mok bekerja. Karenanya, Shi-mok kemudian bertekad untuk mengusut kematian Park, yang juga merupakan kunci mengungkap kasus penyalahgunaan kekuasaan di tempatnya bekerja. Dalam hal ini, ia kemudian bertemu dengan Han Ye-jin (), seorang detektif perempuan yang ditugaskan untuk menangani kasus ini oleh kepolisian.

Secret Forest-27

Duo kompak yang saling melengkapi. Love their chemistry!

Han Ye-jin adalah seorang polisi yang pemberani dan idealis tapi juga charming dan hangat. Karenanya, kolaborasinya dengan Shi-mok benar-benar pas. Apalagi kemudian diketahui bahwa atasan Ye-jin di kepolisian juga punya kemungkinan terlibat. Ketika masalah semakin ruwet, atasan Shi-mok, Lee Chang-joon kemudian membentuk tim investigasi khusus dan Shi-mok ditunjuk sebagai ketuanya. Tapi tentu saja, itu bukan pekerjaan yang mudah, karena yang harus mereka hadapi adalah orang-orang berkuasa yang tak hanya licin tapi juga bisa melakukan apapun.

Secret Forest-24

Daebak! Itulah penilaian saya setelah menyelesaikan drama ini. Ketika mendengar komen para netizen tentang drama ini, saya sudah dibuat penasaran. Meski begitu, saya berusaha keras untuk tak sampai membaca spoiler karena pastilah akan merusak kenikmatan menonton saya. Saya juga tetap berusaha tak terlalu berekpektasi, karena meskipun kadang banyak komentar bagus, tak jarang ketika saya menontonnya sendiri ternyata menurut saya biasa-biasa saja. Tapi setelah menontonnya sendiri, saya benar-benar merasa puas. Belakangan, denganmunculnya drama-drama Korea yang bagus (sekelas , , … ) saya merasa bahwa standar saya dalam menonton drama memang berubah. Drama dengan cerita klise yang menye-menye dengan jajaran aktor/aktris yang terlalu ‘peduli penampilan’ membuat saya merasa hambar. Hanya saja, sayangnya drama yang benar-benar bagus ini munculnya hanya sesekali saja. Dan saya benar-benar merasa senang bahwa Secret Forest adalah salah satunya.

Secret Forest-10

Di episode awal saya sempat was-was, karena kasusnya yang bisa dibilang hanya terpaku pada satu hal. Dalam sebuah film yang durasinya hanya sekitar 2 jam, tentu itu adalah hal yang biasa. Tapi drama 16 episode? Seperti apa penulis mengolah ceritanya? Bahkan, yang hingga saat ini menurut saya adalah acuan drama terbaik di genre-nya, mengetengahkan beberapa cerita untuk mengisi 16 episodenya. Sementara di sini, hanya satukasus? Jangan-jangan akan menjadi terlalu bertele-tele…. Apalagi, naga-naganya drama ini akan menajdi drama serius dengan cerita yang cenderung prosedural… tapi, eits, nanti dulu. Setelah dua episode pertama, saya pun percaya sepenuhnya pada drama ini karena di episode-episode berikutnya, cerita justru menjadi semakin seru dan menarik. Dan hebatnya, fokusnya tetap pada kasus yang sama. Hebat kan? Misterinya terjalin dengan rapi dan hampir di setiap episode selalu ada highlightnya tersendiri. Salut lah sama penulisnya, apalagi konon drama ini adalah drama yang pertama kali ia tulis.

Secret Forest-11

Jo Seung-woo yang aktingnya keren as always 🙂

 

Dan satu hal yang selalu saya suka dari drama-drama Korea adalah meskipun mengetengahkan cerita yang cenderung prosedural, tapi pengkarakteran tokoh-tokohnya tak pernah dilupakan. Hal yang membuat cerita menjadi jauh dari kering. Di atas kertas, karakter Hwang Shi-mok mungkin terdengar bukan sebagai karakter yang baru dalam drama Korea (dan hal ini pula yang sempat membuat saya agak khawatir dengan ): sosok yang ‘tidak memiliki emosi’, dingin dan antisosial ( pernah main karakter semacam ini di dram Brain dan di drama Beautiful Mind). Tapi ternyata, karakter Hwang Shi-mok sangat berbeda dengan karakter sosok ‘dingin’ yang biasa. Meskipun dibilang ‘tak punya emosi’ Hwang Shi-mok tetaplah manusia, dan manusia jelas bukan robot. Meskipun mungkin kurang peka, tapi yang namanya manusia, tetap saja bisa merasakan sakit, sedih, senang… Dan agaknya, karakter seperti itulah Hwang Shi-mok. Ia bukanlah sosok ‘tanpa emosi’ tapi lebih tepat ‘tidak tahu bagaimana menunjukkan emosinya.’ Sebuah karakter yang ‘sederhana’ tapi juga sangat kompleks. Dan tentunya butuh aktor handal untuk memerankan karakter semacam ini, karena akan melibatkan ekspresi-ekspresi mikro yang sulit. Hmm yah, sebut saya subyektif, tapi menurut saya, memang berakting sangat bagus di sini. Ia begitu menyatu dengan karakter Shi-mok yang saklek, datar tapi juga menyimpan emosi terpendam. Ia dingin dan apatis, tapi bukannya tanpa empati. Tatapan mata, bahasa tubuh dan ekspresi wajahnya menunjukkan semua itu.

Secret Forest-18 (2)

Bae Doo-na yang effortless jadi Ye-jin

Sebagai penyeimbang, sosok Han Ye-jin yang diperankan juga menarik. Ia adalah sosok pemberani, periang dan begitu hangat. Dan Bae memerankannya dengan effortless. Meski bagi saya yang sudah cukup familiar dengan akting Bae, merasa karakternya ini tak terlalu jauh dengan karakter yang pernah ia mainkan sebelumnya (aktingnya di sini mengingatkan saya pada karakter yang ia mainkan di drama Master of Study, sementara sisi fun dan nyentriknya saya merasa itu adalah karakter asli dia), tapi tetap saja, karakter Han Ye-jin adalah karakter yang menarik.

Secret Forest-5

Youn Eun-soo yang ambisius dan gegabah

Di sisi lain, karakter para pemain pendukung juga dieksplorasi dengan baik. Dan bagi saya, ini juga adalah kriteria lain bagusnya sebuah drama. Sebuah drama seringkali menjadi membosankan karena terlalu fokus pada karakter pemain utamanya, sehingga para karakter pendukung menjadi tak menarik untuk diikuti. Sementara di sini, semuanya terasa menarik dan punya arti dalam membangun cerita. Mulai dari sosok Young Eun-soo, jaksa muda juniornya Hwang. Ayah Eun-soo, Young Il-jae, adalah mantan menteri sekaligus mentornya Shi-mok. Karena tuduhan korupsi, karir politik Pak Young hancur. Ia sakit-sakitan dan jatuh miskin. Eun-soo yang merasa sakit hati dengan semua itu, bertekad untuk membalas dendam melalui profesinya. Ia pun menjadi sosok yang ambisius, tapi karena masih muda dan kurang pengalaman, cenderung gegabah. Ia mengagumi Shi-mok dan berusaha keras meraih kepercayaannya. Di sisi lain, Shi-mok merasa jengah dengan sikap Eun-soo yang terlalu emosional tapi juga sebenarnya peduli kepadanya. Aktris muda Shin Hye-sun, bermain dengan apik di sini, menampilkan sosok Eun-soo yang ambisius tapi juga sembrono.

Secret Forest-14

Akting kerennya Pak Yoo Jae-myung

Lee Chang-joon adalah atasannya Shi-mok dan bisa dibilang karakter yang paling misterius sejak awal. Ia menikah dengan anak seorang konglomerat picik, Lee Yin-beom, yang terlibat banyak skandal. Di masa lalu, ia adalah seorang jaksa idealis yang kemudian menjadi panutan Shi-mok. Tapi sistem dan pergaulan di dunia yang penuh intrik dan politik, membuatnya terjebak pada situasi yang dilematis. Saya sangat suka hubungan Chang-joon dan Shi-mook di sini yang begitu rumit. Di satu sisi Shi-mok sangat menghormatinya, tapi di sisi lain ia juga tak bisa membiarkan Chang-joon melakukan hal-hal di luar garis. Pun bagi Chang-joon, meski dia merasa terusik dengan ketegasan Shi-mok, tapi di sisi lain ia juga menyayangi Shi-mok. Aktor Yoo Jae-Myung patut diacungi jempol yang dengan sangat baik memerankan sosok Chang-joon yang berwibawa sekaligus kompleks. Saya baru ngeh kalau dia ternyata adalah aktor yaang sama yang memerankan ayahnya Bong-soon di drama Strong Woman Do Bong-soon dan ayahnya Dong-ryong di Reply 1988. Berbeda dengan dua karakternya itu yang terlihat konyol di sini dia benar-benar terlihat begitu berwibawa.

Secret Forest-34

Seo Dong-jae, si penjilat yang konyol, hii

Seo Dong-jae adalah rekan Shi-mok. Ia adalah sosok oportunis,tapi grasa-grusuh, penjilat dan agak bodoh. Karena ia tidak satu alumni dengan para jaksa yang notabene punya ikatan sebagai lulusan universitas Seoul, membuatnya dipandang sebelah mata. Tapi ia punya ambisi besar dan tak segan memanfaatkan setiap ada. kesempatan. Sosok Dong-jae cukup berperan dalam membangun cerita karena pribadinya yang antagonis sangat mudah untuk membuat penonton menduga bahwa ia adalah si antagonis. Tapi satu hal yang perlu diingat dalam sebuah cerita misteri/thriller, bahwa pelaku yang sebenarnya bisa selalu dipastikan adalah ia yang paling tidak mencurigakan ya, hehe. Awalnya saya pikir sosok Seo ini agak terlalu ‘mencolok’ dengan ekspresi-ekspresinya dan terkesan satu dimensi, tapi semakin ke belakanga, sosoknya juga menjadi semakin menarik plus juga ‘lucu.’ Alih-alih sebal, ke belakang saya merasa geli sekaligus ‘kasihan’ melihat tingkahnya. Dan di sini, juga tak bisa lepas dari permaian apik aktor Lee Joon-hyuk ( saya belum pernah lihat akting dia sebelumnya).

Secret Forest-31

Lee Kyoung-young never failed

Karakter penting lain adalah Lee Yun-beom (), mertuanya Chang-joon. Ia konglemerat pemilik Hanjo Group yang licik dan ambisius. Ia punya koneksi orang-orang berkuasa dan terlibat banyak ‘dosa.’ Tapi karena ia kaya raya, ia nyaris tak tersentuh hukum. Dan rasanya tak ada aktor yang lebih tepat memainkan sosok antagonis semacam ini selain aktor gaek .

 

Secret Forest-16

Untuk karakter-karakter yang lain, meski hanya mendapat eksplorasi sekilas, tapi juga tetap terasa sebagai sebuah karakter yang utuh dan dimainkan dengna sangat bagus oleh para aktor-aktornya. Jaksa Kang, atasannya Shi-mok yang baik meski agak pragmatis, Lee Yeon-jae, istrinya Chang-joon yang posesif, Jang Gun, rekan detektifnya Ye-jin, Park Kyung-wan anaknya Mong-soo, Yoon Se-won yang misterius… Dan hal lain yang membuat saya mengapresiasi drama ini adalah karena melibatkan aktor-aktor yang bisa dibilang ‘kurang terkenal’ (selain dua cast utamanya) dan bahkan nyaris tak ada yang cakep karena kebanyakan adalah om-om, tapi jajaran castnya terasa begitu solid. Pokoknya bagus lah. Dalam pandangan saya sebagai penonton awam, drama ini sempurna. Apalagai coba? Ceritanya bermutu, melibatkan dunia politik kelas atas yang rumit dan berat (tapi tetap mudah dicerna), disajikan dengan begitu sangat solid dari awal hingga akhir, dialog-dialognya keren, karakter-karakternya begitu ‘hidup’, jajaran castnya berakting dengan bagus, gambar-gambarnya sinematik, drama tapi berasa film (satu hal lagi yang saya suka dari tvN!), lagu-lagu soundtracknya juga enak didengar dan di atas semua itu, pesan moralnya juga sangat jelas. Dan yah, meski akhir tahun masih beberapa bulan lagi, tapi saya tak ragu menyatakan kalau drama ini adalah drama terbaik tahun ini. Truly recommended!

Secret Forest-35

The precious smile of Hwang Shi-mok 🙂

Cast:
– Hwang Shi-mok
– Han Ye-jin
Yoo Jae-Myung – Lee Chang-joon
Lee Joon-Hyuk – Seo Dong-jae
Shin Hye-Sun – Youn Eun-soo
Choi Byung-Mo – Kim Wo-gyun
Park Jin-Woo – Kim Soo-chan (rekannya Ye-jin yang berkhianat)
Choi Jae-Woong – Jang Gun
– Lee Yoon-Beom
Yoon Se-Ah – Lee Yeon-Jae
Lee Ho-Jae – Young Il-Jae
Park Sung-Geun – Kang Won-Cheol
Eom Hyo-Seop – Park Moo-Sung
Ye Soo-Jung – Nenek (ibunya Moo-sung)
Yoon Kyung-Ho – Kang Jin-Sub
Lee Kyu-Hyung – Yoon Se-Won
Jang Sung-Bum – Park Kyung-Wan
Lee Jae-Won – Kim Tae-Gyun
Seo Dong-Won – Kim Jung-Bon
Park Sun-Cheon – ibunya Shi-Mok
Tae In-Ho – Kim Byung-hun
Kim So-Ra – Choi Young
Lee Jae-Yong – Kim Nam-Jin
Sun Woo Jae Duk – An Seung-Ho
Park Yoo-Na – Kim Ga-Young

Judul: Stranger / Secret Forest / Bimilui Soop (비밀의 숲)
Sutradara: Ahn Gil-ho
Penulis: Lee Soo-yeon
Tayang: tvN, 10 Juni – 30 Juli 2017
Episodes: 16
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Iklan

Master of Study

Sebenarnya, saya agak underestimate dengan drama-drama Korea bertema dunia sekolahan, karena seringkali ceritanya ya begitu-begitu saja. Tapi memutuskan untuk nonton drama ini setelah ‘ngeh’ kalau pemainnya adalah sederet aktor/aktris yang cukup saya favoritin, mulai dari dan , hingga trio muda berbakat: , dan .
GOSE01.mp4_000455753
yang memerankan sosok Pengacara Kang, bisa dibilang adalah tokoh utama drama ini. Ia adalah pengacara idealis, dan karenanya, seperti kebanyakan orang idealis, justru miskin secara ekonomi. Suatu hari, ia mendapat pekerjaan untuk membantu menyelesaikan sebuah kasus sengketa sebuah sekolahan, SMA Byeong-Mun, yang terancam ditutup. Sekolah ini dikenal sebagai SMA buangan karena berisikan murid-murid dari kalangan bawah yang terkenal nakal dan bodoh. Tidak hanya itu, karena Kang ternyata adalah alumni sekolah itu dan melihat bahwa sekolahnya terancam ditutup, ia pun  merasa terusik.
GOSE01.mp4_002269305

GOSE03.mp4_000866192
Dengan jiwa martirnya, Kang kemudian bertekad untuk mencegap penutupan sekolah tersebut dengan memperbaiki reputasi sekolah itu. Caranya, dengan memasukkan enam murid agar lulus ujian masuk sebuah PT terbaik. Tentu saja, niatnya ini justru mendapat cemoohan, tidak hanya oleh para guru lain tapi juga murid-muridnya. Meski begitu, Kang tetap pantang menyerah. Dan setelah melakukan berbagai provokasi yang membakar semangat, dibantu salah seoran guru Bahasa Inggris yang berdedikasi, Han Soo-jung (), Kang berhasil ‘merayu’ enam murid untuk ikut kelas khususnya. Mereka adalah:. Hwang Baek-hyeon (), Kil Pul-ip (), Na Hyeon-jeong, Hong Chan-du () dan Oh Bong-ku.
GOSE02.mp4_000072813

GOSE01.mp4_002285165
Baek-hyeon adalah pemuda miskin yang hidup hanya dengan neneknya yang sudah renta, dan berpikir bahwa sekolah tinggi baginya tidak ada gunanya. Pul-ip tinggal dengan ibunya yang mengelola sebuah rumah karaoke, dan tidak pernah memiliki waktu kondusif untuk belajar. Bong-ku sebenarnya adalah anak kesayangan orang tuanya yang tidak terlalu pintar, tapi memiliki semangat dan ketekunan untuk belajar. Chan-du anak orang kaya yang seolah menjadi ‘duri dalam daging’ dalam keluarganya karena alih-alih rajin belajar, ia lebih suka menari, sementara orang tuanya ingin ia berprestasi secara akademik. Na Hyeon-jeong adalah ‘gadis nakal’ yang kesepian dan menemukan arti persahabatan bersama Baek-hyeon cs.
GOSE07.mp4_003208680

GOSE07.mp4_003427872
Demi mewujudkan obsesinya, Kang kemudian mendatangkan guru-guru eksentrik dan menempa keenam orang itu untuk belajar keras. Perlahan, keenamnya pun menemukan semangat untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Yah, sedikit berbeda dengan drama-drama Korea kebanyakan, drama ini memang punya pesan moral yang sangat kuat. Ceritanya sangat fokus pada ‘belajar dan belajar’ dan menurut saya, cukup terlihat meyakinkan. Masing-masing pemainnya juga bermain apik. Saya senang melihat aktor-aktor muda di sini yang bermain sebagai diri mereka sendiri, dengan segala kepolosan sebagai murid-murid SMA yang biasa. Ceritanya juga memang sangat mereka, seusai dengan usia mereka.
GOSE09.mp4_002307763

GOSE08.mp4_000792965
Sayang, cerita dan akting yang bagus di sini, menurut saya tidak didukung dengan penyutradaan, yang terasa kurang ‘greget’ (heran juga karena justru sang sutradara dapat penghargaan di Baeksang, hehe). Plotnya kadang seperti tersendat-sendat dengan cerita yang kadang terasa terlalu kering. Penyajian adegan kegiatan belajar kadang terlalu mengambil banyak porsi sehingga rasanya kok malah seperti menonton tutorial belajar mengajar. Ya bagus saja sih, tapi rasanya ya itu, ceritanya jadi terasa kering. Padahal, menurut saya akan lebih bagus kalau drama ini lebih fokus pada eksplorasi masing-masing karakter dan juga interaksi humanis antar mereka. Dan yah, sedikit lebih banyak pemorsian cinta-cintaan ala anak SMA rasanya juga tak akan mengganggu cerita. Tapi overall, drama yang bagus, terutama dari segi cerita. Dan juga menyenangkan melihat akting aktor-aktor muda Korea, terutama trio , dan , yang di sini, benar-benar terlihat masih innocent.
GOSE13.mp4_003331969
Note:
Berdasarkan manga Jepang “Dragon Zakura” karya Mita Norifusa, juga sudah diadaptasi dalam dorama tahun 2005 (TBS).

Cast:
– Kang Seok-ho
– Han Soo-jung
– Hwang Baek-hyeon
– Kil Pul-ip
Oh Yoon-Ah – Jang Ma-ri
– Hong Chan-du
Park Ji-yeon – Na Hyeon-jeong
Lee Chan-ho – Oh Bong-ku
– Cha Ki-bong
Lee Byung-joon – Anthony Yang
Im Ji-eun – Lee Eun-yu
Shim Hyung-tak – Jang Yeong-sik

Judul: Master of Study/ Kongbu-ui Shin (공부의 신)
Sutradara: Yoo Hyun-Ki
Penulis: Mita Norifusa (manga), Yoon Kyung-Ah
Tayang: KBS2, 4 Januari – 23 Februari 2010
Episode: 16
Negara/Bahasa; Korea Selatan/Korea

Awards:
Awards
– PaekSang Arts Awards 2010: – Best New Director

The Tunnel

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Ketika membaca kabar tentang film ini,  hal yang terlintas di kepala saya adalah film bertema sejenis, -nya yang dibintangi . Saya cukup menyukai , tapi saya juga berpikir bahwa cerita film ini bukan jenis film yang menarik untuk dibuat beberapa versi karena ceritanya terasa sempit. Yah, intinya kan pasti tidak akan jauh-jauh dari bagaimana si tokoh bertahan survive dalam kondisi yang sedemikian rupa. Tapi berhubung bintang utama film ini (seperti saya tulis sebelumnya, saya akan menonton film apa saja ketika ada nama di dalamnya). Jadilah saya tetap penasaran untuk menonton.
tunnel-3
Lee Jung-su () adalah lelaki biasa saja. Ia bekerja sebagai dealer mobil. Ia seorang suami dan ayah dari seorang anak  yang hendak berulang tahun. Suatu hari yang biasa, sepulang kerja ia singgah di tempat pengisian bensin dan dibuat emosi dengan pelayanan si bapak tua yang lamban.  Ketika dua botol air mineralnya hampir ketinggalan, si bapak mengingatkannya. Di perjalanan, ia sempat menelepon istrinya (), mengatakan bahwa ia sudah membeli kue ulang tahun untuk putri mereka. Ia juga menelpon kantornya dan mendapat kabar bagus. Ia berhenti menelpon karena hendak masuk terowongan.

Di tengah jalan di dalam terowongan yang sepi, lampu tiba-tiba mati. Ia sedikit kaget, tapi kemudian lampu menyala lagi disusul suara gemuruh. Belum usai keheranannya, mendadak terowongan runtuh. Bruk. Ia tertimbun reruntuhan beton. Untunglah, ponselnya masih bisa digunakan. Ia menelepon 119 yang berjanji akan segera menolongnya.
tunnel-1
Tapi, tentu saja kata ‘segera’ hanyalah sebentuk penghiburan baginya. Terowongan tempatnya terjebak tertimbun longsor, keberadaannya juga tidak mudah dideteksi. Butuh waktu beberapa hari untuk menyelamatkannya. Ketika mengetahui hal itu, Jung-su berusaha optimis. Ia masih punya persediaan air minum dan kue ulang tahun anaknya .

Tapi ketika hari demi hari berlalu dan belum ada tanda-tanda datangnya pertolongan, Jung-su pun panik dan putus asa. Persediaan air dan makanan sudah habis. Regu penyelamat juga mulai merasa sia-sia karena tak kunjung menemukan lokasi Jung-su.
tunnel-2
Hmm, yah. Seperti saya tulis di awal, ini adalah tentang bagiamana manusia bertahan untuk hidup di tengah situasi yang terasa musykil. Dan cukup baik digambarkan lewat film ini. Menghapus kekhawatiran saya, latar dan tokoh film ini cukup berbeda dengan . Jika dalam banyak dieksplorasi pikiran si karakter ketika mengalami masa-masa krisis dalam hidupnya, di sini cerita akan lebih fokus pada peristiwa. Bagaimana si tokoh berusaha survive, bagaimana kegigihan para regu penyelamat, bagaimana dukungan dari keluarga, juga bagaimana reaksi sekitar yang kadang tidak peka seperti media yang kadang annoying sibuk mencari sensasi atau politikus yang cari muka.
tunnel
Film digarap sedemikian rupa sehingga terasa cair dan tidak membosankan. Para pemainnya juga berakting bagus. bermain bagus seperti biasa. Meski tak banyak eksplorasi karakter pada sosok yang diperankannya, tapi kita dibawa tahu seperti apa karakternya di sini. Seorang lelaki yang ingin selalu terlihat tough dan berpikir jernih dalam kondisi apapun. Untuk aktor yang lain, dan juga bermain dengan bagus. Satu hal yang agak mengganjal logika saya adalah kenapa tidak ada perubahan fisik yang siginifikan pada Jung-su dan si anjing? Padahal, digambarkan bahwa Jung-su dan si anjing terjebak di dalam terowongan selama sekitar sebulan, tanpa persediaan makanan yang cukup.  Dalam kehidupan nyata, pastilah orang akan menjadi lebih kurus. Untuk hal ini, saya jadi membandingkannya dengan , meski cukup berbeda, tapi mampu menggambarkan dengan apik kondisi real orang ketika kekurangan makanan. Well,  nggak tahu sih bagaimana logika pembuat filmnya. Mungkin mereka menganggap bahwa detil seperti itu tak terlalu penting. Entahlah. Dan yah, walaupun agak mengganjal, tapi saya mencoba untuk mengabaikannya dan menikmati film ini.

Cast:
– Lee Jung-su
– Se-hyun
– Dae-kyung
Shin Jung-Keun – Kapten Kang
Nam Ji-Hyun – Min-a
Cho Hyun-chul – tim penyelamat muda
– Menteri
Yoo Seung-mok – Reporter Jo

Judul: The Tunnel/ Teoneol (터널)
Sutradara: Kim Sung-Hoon
Penulis: So Jae-Won (novel), Kim Sung-Hoon
Produser: Lee Taek-Dong, Jang Won-Suk, Kim A-Ran, Lee Dong-Yoon, Yoo Jae-Hwan\
Sinematografi: Hong Seung-Hyuk
Rilis: 10 Agustus 2016
Durasi: 126 menit
Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

A Girl At My Door

November 5, 2015 Tinggalkan komentar

Lee Young-nam () baru dimutasi sebagai kepala kepolisian di daerah. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang gadis kecil berpakaian kumal dan langsung lari ketika ia dekati. Belakangan, ia melihat lagi gadis itu tengah dibully teman-temannya, lalu dipukuli ayah tirinya.  Tak tahan, Young-nam pun berusaha memberi perlindungan.
a girl at my door_hancinema.net
Gadis itu adalah Sun Do-hee(). Ia tinggal bersama ayah tiri dan neneknya, sementara ibunya pergi entah kemana. Ayah tirinya, Park Yong-ha adalah lelaki yang suka mabuk dan jika sudah mabuk melampiaskan amarah dengan memukuli Do-hee. Sang Nenek juga turut serta berlaku kejam pada Do-hee. Orang-orang di kota itu tak ada yang berani ikut campur karena Yong-ha memiliki reputasi sebagai penjaga keamananan kota.
a girl at may dorr
Karena perlindungan yang diberikan Young-nam, Do-hee pun merasa aman dan kemudian tinggal di rumahnya. Tapi tentu saja, masalah tak lantas selesai begitu saja. Yong-ha yang memang berandal tak lantas tinggal diam. Ketika Yong-nam menangkapnya karena kasus imigran ilegal, Yong-ha balik menyerang dengan menggunakan dalih  orientasi seksual Yong-nam.
a girl at my door_hancinema.net2
Yups, sedikit spoiler, film ini memang melibatkan sedikit cerita homoseksualitas. Yang bagi saya sendiri agak mengejutkan. Pertama, karena sama sekali tak terduga di awal dan kedua, karena tema ini rasanya jarang sekali diangkat dalam film-film Korea. Bagi yang tidak suka dengan cerita semacam ini, mungkin akan sedikit terganggu. Tapi tenang saja, Isu preferensi orientasi seksual  sendiri tidak akan dieksplore, tapi lebih menjadi latar yang menambah konflik cerita.
a girl at my door_poster
Dan untuk akting, selalu menampilkan kualitas akting yang prima. Ia menampilkan sosok Yong-nam, yang tampak selalu menyimpan emosi terpendam.   Lalu, Kim Sae-ron? Yah, salut untuk aktris muda satu ini. Sejak penampilannya yang gemilang di film Nowhere Man bersama Won Bin, agaknya kemampuan aktingnya sudah diakui terbukti dari beberapa kali dia dipercaya menjadi pemeran utama. Dan yah di sini, lagilagi dia menunjukkan kemampuan aktingnya yang memukau sebagai Do-hee, sosok ‘teraniaya’ yang terlihat rapuh tapi juga menyimpan sesuatu yang ‘liar.’

Cast:
– Lee Young-nam
– Sun Do-hee
Sung Sae-byeok – Park Yong-ha
Gong Myung – Polisi Kwon Son-oh
Kim Jin-goo – Nenek
Jang Hee-jin – Eun-jung

Judul: A Girl At My Door, Doheeya
Sutaradara/ Penulis: July Jung
Peoduser:  , Lee Joon-dong
Sinematografi: Kim Hyun-suk
Rilis: 19 Mei 2014 (Cannes FF)
Durasi: 119 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Baeksang Arts Awards 2015: – Best New Director
Nominasi: Best film, Best actress (), Best Supporting Actor (Song Sae-byeon),

Blue Dragon 2014: Best New Actress ()
Film Festival:
Cannes FF 2014, Uncertain Regard – World Premiere
Toronto International FF  2014: City to City – North American Premiere
Busan International FF 2014: Korean CInema Today – Panorama
BFI London FF 2014: Debate Gala
Chigago International FF 2014: New Directors

Take Care of My Cat

Juni 14, 2015 Tinggalkan komentar

Tae-hee (), Hye-Joo (), Ji-young, Bi-ryu dan Ohn-Jo adalah lima cewek yang bersahabat sejak SMA.

tc56

Sekarang,mereka sudah lulus dan menjalani hidup masing-masing. Tae-hee membantu orang tuanya mengurus sauna sembari menyimpan impian-impian untuk hidup bebas dan bertualang. Ia merasa tak pernah cocok dengan ayahnya yang praktis. Ia adalah jenis orang yang sangat positif, teman yang akan selalu ada dan siap membantu kapanpun dibutuhkan.
tc2
Hye-joo bekerja kantoran. Ia hidup dalam zona nyaman dan menikmati semua untuk dirinya sendiri. Sikapnya cenderung egois dan tak pedulian. Sebagai lulusan SMA, posisinya di kantor lebih sering sebagai orang yang disuruh-suruh, namun sepertinya ia tak keberatan. Tapi tentu saja, ia tak mungkin selamanya begitu bukan?
tc9
Ji-young adalah yatim piatu yang tinggal bersama kakek-neneknya yang sudah tua dan miskin. Rumah mereka sudah reyot dan nyaris rubuh. Ji-young yang memiliki bakat melukis , bermimpi untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Tapi tentu saja itu hal yang tidak mungkin. Ia merasa frustrasi karena tak kunjung menemukan pekerjaan.
tvc
Bi-ryu dan Ohn-jo adalah dua bersaudara kembar yang kompak berjualan aksesori. Tak banyak diceritakan tentang kedua karakter ini. Kehadiran mereka seolah lebih sebagai pelengkap saja.
tcw
Lagi-lagi cerita tentang masa transisi remaja-dewasa. Yang menjadikannya agak berbeda adalah tokoh-tokohnya yang adalah para cewek. Agak heran juga karena selama ini, film tentang coming age story lebih banyak menceritakan tentang dunia cowok. Apa karena dunia transisi cewek memang tak memiliki konflik sebanyak cowok? Hmm, entahlah. Mungkin karena cewek, terutama di Asia, ketika beranjak dewasa, tak memiliki terlalu banyak tekanan seperti para cowok. Orang tak akan terlalu ribut ketika seorang anak cewek menganggur, tapi tidak dengan para cowok. Meskipun, tetap saja, kegelisahan-kegelisahan seperti yang digambarkan di film ini dan saya pikir, feelnya bisa tertangkap dengan baik. Kegelisahan Tae-hee dengan keingintahuan dan ide kebebasannya dan Ji-young yang merasa frustrasi dengan kemiskinan serta kesulitannya mencari pekerjaan. Meski bagi saya agak aneh juga kenapa dia sulit sekali mendapatkan pekerjaan. At least sebagai pramuniaga toko atau pelayan restoran misalnya. Pekerjaan yang saya pikir cukup banyak tersedia untuk lulusan SMA. Apalagi physicly dia juga nggak jelek, tidak bodoh, tidak cacat dan masih muda.
TakeCat
Whatever, film ini cukup meninggalkan kesan setelah menontonnya. Mungkin karena karakter-karakternya adalah orang-orang biasa, yang rasanya begitu dekat di sekitar kita. Orang-orang muda dari kelas bawah yang berusaha menjalani hidup dan menyimpan mimpi-mimpi. Di dukung pula oleh aktris muda (pada jamannya) yang memang sudah menunjukkan kualitas aktingnya: dan Ok Ji-young.

Cast:
– Tae-hee
– Hye-joo
Ok Ji-Young – Ji-young
Lee Eun-Sil – Bi-ryu
Lee Eun-Ju – Ohn-jo
Oh Tae-kyung – Eom Chan-yong

Judul: Take Care of My Cat/ Goyangileul Butaghae (고양이를 부탁해)
Sutradara: Jeong Jae-Eun
Penulis: Jeong Jae-Eun, Lee Eon-Hee
Produser: Oh Ki-Min
Sinematografi: Choi Yeong-Hwan
Rilis: 13 Oktober 2001
Durasi: 110 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Barking Dogs Never Bite

Desember 20, 2014 Tinggalkan komentar

Yun-ju () sedang tekun belajar untuk mengejar karir sebagai dosen di universitas. Kebutuhan hidup sehari-hari dipenuhi oleh istrinya yang harus bekerja padahal sedang hamil. Belum lagi ternyata ia harus menyogok dekannya kalau hendak menjadi dosen. Di tengah rundungan berbagai masalah itu, seekor anjing milik seorang penghuni apartemen, tak henti menggonggong dan membuatnya geram bukan main. Ia pun kemudian mencari si anjing dan ternyata masalah tak selesai sampai di situ karena masih ada anjing-anjing yang lain.
bx
Hyun-nam (), seorang gadis yang bekerja di kantor pemeliharaan. Ia tak menyukai pekerjaannya yang membosankan dan sering kabur dan menghabiskan waktu bersama temannya. Suatu hari, ia melihat acara di televisi, tentang seorang yang melakukan aksi heroik dan kemudian menjadi populer. Suatu hari, ketika sedang nongkrong di loteng bersama temannya dan bermain-main dengan teropong, ia melihat seorang lelaki di puncak gedung melemparkan seekor anjing. Hyun-nam pun kemudian berusaha menangkap si pelempar itu.
bko
Tokoh lain adalah Pak Tua penjaga apartemen yang doyan makan daging anjing dan lelaki gelandangan yang bersembunyi di salah satu sudut apartemen dan sering mencuri makanan Pak Tua.
barking dog
Sebuah cerita yang “sederhana” tapi tentu saja tak sederhana karena ini adalah garapan sutradara yang cukup kawakan di negerinya sono,    (). Dibandingnkan dengan filmnya yang sudah saya tonton, film ini bisa dibilang lebih ringan dan bernuansa indie, tapi tetap ada sisi satir yang khas darinya.

Note:

Untuk perannya di sini, konon harus rela tampil tanpa make up sama sekali, hal yang jarang mau dilakukan kebanyakan artis Korea. Yah, menurut saya  memang salah satu aktris yang selalu total dengan peran-perannya.
Cast:
 – Go Yun-ju
 – Park Hyun-nam
Kim Ho-Jung – Eun-sil (istrinya Yun-ju)
Byun Hee-Bong – Pak Tua penjaga apartemen
Ko Su-Hee – temannya Hyun-nam
Kim Roe-Ha – lelaki gelandangan
Kim Jin-goo -nenek pemilik anjing

Judul: Barking Dogs Never Bite/ Flandersui Gae (플란다스의 개)
Sutradara:  
Asisten Sutradara: Cho Ui-Seok
Penulis: Kim Yong-Hwa, No Hye-Yeong, Son Tae-Woong
Produser: Cha Seoung-Jae, Cho Min-Hwan
Sinematografi: Cho Yong-Kyou, Jo Yeong-Gyu
Rilis: 19 Februari 2000
Durasi: 106 menit
Studio: Cinema Service, Uno Films
Distributor: Cinema Service
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
Hong Kong International Film Festival 2001:
– FIPRESCI Prize (  )
Munich Film Festival 2001:
– High Hopes Award (Producer)
Slamdance Film Festival 2001:
– Excellence in Editing Award
– Nominasi Grand Jury Prize (  )
Buenos Aires International Festival of Independent Cinema 2001:
– Nominasi Best Film

As One

Januari 20, 2014 Tinggalkan komentar

Menjelang kejuaraan dunia tenis meja di Jepang tahun 1991, karena baik tim tenis meja Korea Utara maupun Korea Selatan selalu kalah, akhirnya dicetuskanlah ide mempersatukan dua tim. Anggota tim putri Korsel digawangi oleh Hun Jung-hwa () dan pihak Korut oleh Lee Boon-hee ().

As One-1

Meski harus bersatu menjadi satu tim, tapi itu bukan hal yang mudah. Kedua tim terlanjur dilekati berbagai stigma negatif satu sama lain. Selisih paham, debat kusir pun mewarnai hari-hari latihan mereka. Hingga perlahan, mereka saling mengenal satu sama lain dan persahabatan pun terjalin. Mampukah mereka memenangkan pertandingan?

As One:Korsel+Korut.

As One:Korsel+Korut.

Didasari kisah nyata, ini adalah sebuah film yang cukup mengharukan tentang persahabatan dari dua negara yang dipisahkan oleh ideologi politik. Dan mungkin juga impian bagi kedua warga Korea: bersatu sebagai satu bangsa. Hmm, politik memang konyol ya? Setting, akting, alur cerita, semuanya terasa solid, meski ada beberapa bagian yang terkesan terlalu cengeng tapi overall, ini film yang layak ditonton.

Ada Lee Jong-suk buat nyegerin mata, hihi.

Ada Lee Jong-suk buat nyegerin mata, hihi.

Cast:
_ Hyun Jung-hwa
– Lee Boon-hee
– Yeon-jung
– Soon-bok
Oh Jung-se – Doo-man
– Pelatih Lee
– Chou Jong-suk
Kim Eun-soo – Jo Nam-poong

Judul: As One/ Korea (코리아)
Sutradara: Moon Hyun-Sung
Penulis: Yoo Young-A, Kwon Sung-Whee
Produser: Lee Soo-Nam, Kim Ji-Hoon, Lee Han-Seung, Byul Jong-Eun
Rilis: May 3, 2012
Durasi: 127 min.
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

Awards:
BaekSang Arts Awards 2013: Best New Actress ()

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar