Arsip

Posts Tagged ‘Bae Doo-na’

The Tunnel

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Ketika membaca kabar tentang film ini,  hal yang terlintas di kepala saya adalah film bertema sejenis, -nya yang dibintangi . Saya cukup menyukai , tapi saya juga berpikir bahwa cerita film ini bukan jenis film yang menarik untuk dibuat beberapa versi karena ceritanya terasa sempit. Yah, intinya kan pasti tidak akan jauh-jauh dari bagaimana si tokoh bertahan survive dalam kondisi yang sedemikian rupa. Tapi berhubung bintang utama film ini (seperti saya tulis sebelumnya, saya akan menonton film apa saja ketika ada nama di dalamnya). Jadilah saya tetap penasaran untuk menonton.
tunnel-3
Lee Jung-su () adalah lelaki biasa saja. Ia bekerja sebagai dealer mobil. Ia seorang suami dan ayah dari seorang anak  yang hendak berulang tahun. Suatu hari yang biasa, sepulang kerja ia singgah di tempat pengisian bensin dan dibuat emosi dengan pelayanan si bapak tua yang lamban.  Ketika dua botol air mineralnya hampir ketinggalan, si bapak mengingatkannya. Di perjalanan, ia sempat menelepon istrinya (), mengatakan bahwa ia sudah membeli kue ulang tahun untuk putri mereka. Ia juga menelpon kantornya dan mendapat kabar bagus. Ia berhenti menelpon karena hendak masuk terowongan.

Di tengah jalan di dalam terowongan yang sepi, lampu tiba-tiba mati. Ia sedikit kaget, tapi kemudian lampu menyala lagi disusul suara gemuruh. Belum usai keheranannya, mendadak terowongan runtuh. Bruk. Ia tertimbun reruntuhan beton. Untunglah, ponselnya masih bisa digunakan. Ia menelepon 119 yang berjanji akan segera menolongnya.
tunnel-1
Tapi, tentu saja kata ‘segera’ hanyalah sebentuk penghiburan baginya. Terowongan tempatnya terjebak tertimbun longsor, keberadaannya juga tidak mudah dideteksi. Butuh waktu beberapa hari untuk menyelamatkannya. Ketika mengetahui hal itu, Jung-su berusaha optimis. Ia masih punya persediaan air minum dan kue ulang tahun anaknya .

Tapi ketika hari demi hari berlalu dan belum ada tanda-tanda datangnya pertolongan, Jung-su pun panik dan putus asa. Persediaan air dan makanan sudah habis. Regu penyelamat juga mulai merasa sia-sia karena tak kunjung menemukan lokasi Jung-su.
tunnel-2
Hmm, yah. Seperti saya tulis di awal, ini adalah tentang bagiamana manusia bertahan untuk hidup di tengah situasi yang terasa musykil. Dan cukup baik digambarkan lewat film ini. Menghapus kekhawatiran saya, latar dan tokoh film ini cukup berbeda dengan . Jika dalam banyak dieksplorasi pikiran si karakter ketika mengalami masa-masa krisis dalam hidupnya, di sini cerita akan lebih fokus pada peristiwa. Bagaimana si tokoh berusaha survive, bagaimana kegigihan para regu penyelamat, bagaimana dukungan dari keluarga, juga bagaimana reaksi sekitar yang kadang tidak peka seperti media yang kadang annoying sibuk mencari sensasi atau politikus yang cari muka.
tunnel
Film digarap sedemikian rupa sehingga terasa cair dan tidak membosankan. Para pemainnya juga berakting bagus. bermain bagus seperti biasa. Meski tak banyak eksplorasi karakter pada sosok yang diperankannya, tapi kita dibawa tahu seperti apa karakternya di sini. Seorang lelaki yang ingin selalu terlihat tough dan berpikir jernih dalam kondisi apapun. Untuk aktor yang lain, dan juga bermain dengan bagus. Satu hal yang agak mengganjal logika saya adalah kenapa tidak ada perubahan fisik yang siginifikan pada Jung-su dan si anjing? Padahal, digambarkan bahwa Jung-su dan si anjing terjebak di dalam terowongan selama sekitar sebulan, tanpa persediaan makanan yang cukup.  Dalam kehidupan nyata, pastilah orang akan menjadi lebih kurus. Untuk hal ini, saya jadi membandingkannya dengan , meski cukup berbeda, tapi mampu menggambarkan dengan apik kondisi real orang ketika kekurangan makanan. Well,  nggak tahu sih bagaimana logika pembuat filmnya. Mungkin mereka menganggap bahwa detil seperti itu tak terlalu penting. Entahlah. Dan yah, walaupun agak mengganjal, tapi saya mencoba untuk mengabaikannya dan menikmati film ini.

Cast:
– Lee Jung-su
– Se-hyun
– Dae-kyung
Shin Jung-Keun – Kapten Kang
Nam Ji-Hyun – Min-a
Cho Hyun-chul – tim penyelamat muda
– Menteri
Yoo Seung-mok – Reporter Jo

Judul: The Tunnel/ Teoneol (터널)
Sutradara: Kim Sung-Hoon
Penulis: So Jae-Won (novel), Kim Sung-Hoon
Produser: Lee Taek-Dong, Jang Won-Suk, Kim A-Ran, Lee Dong-Yoon, Yoo Jae-Hwan\
Sinematografi: Hong Seung-Hyuk
Rilis: 10 Agustus 2016
Durasi: 126 menit
Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

A Girl At My Door

November 5, 2015 Tinggalkan komentar

Lee Young-nam () baru dimutasi sebagai kepala kepolisian di daerah. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang gadis kecil berpakaian kumal dan langsung lari ketika ia dekati. Belakangan, ia melihat lagi gadis itu tengah dibully teman-temannya, lalu dipukuli ayah tirinya.  Tak tahan, Young-nam pun berusaha memberi perlindungan.
a girl at my door_hancinema.net
Gadis itu adalah Sun Do-hee(). Ia tinggal bersama ayah tiri dan neneknya, sementara ibunya pergi entah kemana. Ayah tirinya, Park Yong-ha adalah lelaki yang suka mabuk dan jika sudah mabuk melampiaskan amarah dengan memukuli Do-hee. Sang Nenek juga turut serta berlaku kejam pada Do-hee. Orang-orang di kota itu tak ada yang berani ikut campur karena Yong-ha memiliki reputasi sebagai penjaga keamananan kota.
a girl at may dorr
Karena perlindungan yang diberikan Young-nam, Do-hee pun merasa aman dan kemudian tinggal di rumahnya. Tapi tentu saja, masalah tak lantas selesai begitu saja. Yong-ha yang memang berandal tak lantas tinggal diam. Ketika Yong-nam menangkapnya karena kasus imigran ilegal, Yong-ha balik menyerang dengan menggunakan dalih  orientasi seksual Yong-nam.
a girl at my door_hancinema.net2
Yups, sedikit spoiler, film ini memang melibatkan sedikit cerita homoseksualitas. Yang bagi saya sendiri agak mengejutkan. Pertama, karena sama sekali tak terduga di awal dan kedua, karena tema ini rasanya jarang sekali diangkat dalam film-film Korea. Bagi yang tidak suka dengan cerita semacam ini, mungkin akan sedikit terganggu. Tapi tenang saja, Isu preferensi orientasi seksual  sendiri tidak akan dieksplore, tapi lebih menjadi latar yang menambah konflik cerita.
a girl at my door_poster
Dan untuk akting, selalu menampilkan kualitas akting yang prima. Ia menampilkan sosok Yong-nam, yang tampak selalu menyimpan emosi terpendam.   Lalu, Kim Sae-ron? Yah, salut untuk aktris muda satu ini. Sejak penampilannya yang gemilang di film Nowhere Man bersama Won Bin, agaknya kemampuan aktingnya sudah diakui terbukti dari beberapa kali dia dipercaya menjadi pemeran utama. Dan yah di sini, lagilagi dia menunjukkan kemampuan aktingnya yang memukau sebagai Do-hee, sosok ‘teraniaya’ yang terlihat rapuh tapi juga menyimpan sesuatu yang ‘liar.’

Cast:
– Lee Young-nam
– Sun Do-hee
Sung Sae-byeok – Park Yong-ha
Gong Myung – Polisi Kwon Son-oh
Kim Jin-goo – Nenek
Jang Hee-jin – Eun-jung

Judul: A Girl At My Door, Doheeya
Sutaradara/ Penulis: July Jung
Peoduser:  , Lee Joon-dong
Sinematografi: Kim Hyun-suk
Rilis: 19 Mei 2014 (Cannes FF)
Durasi: 119 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
Baeksang Arts Awards 2015: – Best New Director
Nominasi: Best film, Best actress (), Best Supporting Actor (Song Sae-byeon),

Blue Dragon 2014: Best New Actress ()
Film Festival:
Cannes FF 2014, Uncertain Regard – World Premiere
Toronto International FF  2014: City to City – North American Premiere
Busan International FF 2014: Korean CInema Today – Panorama
BFI London FF 2014: Debate Gala
Chigago International FF 2014: New Directors

Take Care of My Cat

Juni 14, 2015 Tinggalkan komentar

Tae-hee (), Hye-Joo (), Ji-young, Bi-ryu dan Ohn-Jo adalah lima cewek yang bersahabat sejak SMA.

tc56

Sekarang,mereka sudah lulus dan menjalani hidup masing-masing. Tae-hee membantu orang tuanya mengurus sauna sembari menyimpan impian-impian untuk hidup bebas dan bertualang. Ia merasa tak pernah cocok dengan ayahnya yang praktis. Ia adalah jenis orang yang sangat positif, teman yang akan selalu ada dan siap membantu kapanpun dibutuhkan.
tc2
Hye-joo bekerja kantoran. Ia hidup dalam zona nyaman dan menikmati semua untuk dirinya sendiri. Sikapnya cenderung egois dan tak pedulian. Sebagai lulusan SMA, posisinya di kantor lebih sering sebagai orang yang disuruh-suruh, namun sepertinya ia tak keberatan. Tapi tentu saja, ia tak mungkin selamanya begitu bukan?
tc9
Ji-young adalah yatim piatu yang tinggal bersama kakek-neneknya yang sudah tua dan miskin. Rumah mereka sudah reyot dan nyaris rubuh. Ji-young yang memiliki bakat melukis , bermimpi untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Tapi tentu saja itu hal yang tidak mungkin. Ia merasa frustrasi karena tak kunjung menemukan pekerjaan.
tvc
Bi-ryu dan Ohn-jo adalah dua bersaudara kembar yang kompak berjualan aksesori. Tak banyak diceritakan tentang kedua karakter ini. Kehadiran mereka seolah lebih sebagai pelengkap saja.
tcw
Lagi-lagi cerita tentang masa transisi remaja-dewasa. Yang menjadikannya agak berbeda adalah tokoh-tokohnya yang adalah para cewek. Agak heran juga karena selama ini, film tentang coming age story lebih banyak menceritakan tentang dunia cowok. Apa karena dunia transisi cewek memang tak memiliki konflik sebanyak cowok? Hmm, entahlah. Mungkin karena cewek, terutama di Asia, ketika beranjak dewasa, tak memiliki terlalu banyak tekanan seperti para cowok. Orang tak akan terlalu ribut ketika seorang anak cewek menganggur, tapi tidak dengan para cowok. Meskipun, tetap saja, kegelisahan-kegelisahan seperti yang digambarkan di film ini dan saya pikir, feelnya bisa tertangkap dengan baik. Kegelisahan Tae-hee dengan keingintahuan dan ide kebebasannya dan Ji-young yang merasa frustrasi dengan kemiskinan serta kesulitannya mencari pekerjaan. Meski bagi saya agak aneh juga kenapa dia sulit sekali mendapatkan pekerjaan. At least sebagai pramuniaga toko atau pelayan restoran misalnya. Pekerjaan yang saya pikir cukup banyak tersedia untuk lulusan SMA. Apalagi physicly dia juga nggak jelek, tidak bodoh, tidak cacat dan masih muda.
TakeCat
Whatever, film ini cukup meninggalkan kesan setelah menontonnya. Mungkin karena karakter-karakternya adalah orang-orang biasa, yang rasanya begitu dekat di sekitar kita. Orang-orang muda dari kelas bawah yang berusaha menjalani hidup dan menyimpan mimpi-mimpi. Di dukung pula oleh aktris muda (pada jamannya) yang memang sudah menunjukkan kualitas aktingnya: dan Ok Ji-young.

Cast:
– Tae-hee
– Hye-joo
Ok Ji-Young – Ji-young
Lee Eun-Sil – Bi-ryu
Lee Eun-Ju – Ohn-jo
Oh Tae-kyung – Eom Chan-yong

Judul: Take Care of My Cat/ Goyangileul Butaghae (고양이를 부탁해)
Sutradara: Jeong Jae-Eun
Penulis: Jeong Jae-Eun, Lee Eon-Hee
Produser: Oh Ki-Min
Sinematografi: Choi Yeong-Hwan
Rilis: 13 Oktober 2001
Durasi: 110 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Barking Dogs Never Bite

Desember 20, 2014 Tinggalkan komentar

Yun-ju () sedang tekun belajar untuk mengejar karir sebagai dosen di universitas. Kebutuhan hidup sehari-hari dipenuhi oleh istrinya yang harus bekerja padahal sedang hamil. Belum lagi ternyata ia harus menyogok dekannya kalau hendak menjadi dosen. Di tengah rundungan berbagai masalah itu, seekor anjing milik seorang penghuni apartemen, tak henti menggonggong dan membuatnya geram bukan main. Ia pun kemudian mencari si anjing dan ternyata masalah tak selesai sampai di situ karena masih ada anjing-anjing yang lain.
bx
Hyun-nam (), seorang gadis yang bekerja di kantor pemeliharaan. Ia tak menyukai pekerjaannya yang membosankan dan sering kabur dan menghabiskan waktu bersama temannya. Suatu hari, ia melihat acara di televisi, tentang seorang yang melakukan aksi heroik dan kemudian menjadi populer. Suatu hari, ketika sedang nongkrong di loteng bersama temannya dan bermain-main dengan teropong, ia melihat seorang lelaki di puncak gedung melemparkan seekor anjing. Hyun-nam pun kemudian berusaha menangkap si pelempar itu.
bko
Tokoh lain adalah Pak Tua penjaga apartemen yang doyan makan daging anjing dan lelaki gelandangan yang bersembunyi di salah satu sudut apartemen dan sering mencuri makanan Pak Tua.
barking dog
Sebuah cerita yang “sederhana” tapi tentu saja tak sederhana karena ini adalah garapan sutradara yang cukup kawakan di negerinya sono,    (). Dibandingnkan dengan filmnya yang sudah saya tonton, film ini bisa dibilang lebih ringan dan bernuansa indie, tapi tetap ada sisi satir yang khas darinya.

Note:

Untuk perannya di sini, konon harus rela tampil tanpa make up sama sekali, hal yang jarang mau dilakukan kebanyakan artis Korea. Yah, menurut saya  memang salah satu aktris yang selalu total dengan peran-perannya.
Cast:
 – Go Yun-ju
 – Park Hyun-nam
Kim Ho-Jung – Eun-sil (istrinya Yun-ju)
Byun Hee-Bong – Pak Tua penjaga apartemen
Ko Su-Hee – temannya Hyun-nam
Kim Roe-Ha – lelaki gelandangan
Kim Jin-goo -nenek pemilik anjing

Judul: Barking Dogs Never Bite/ Flandersui Gae (플란다스의 개)
Sutradara:  
Asisten Sutradara: Cho Ui-Seok
Penulis: Kim Yong-Hwa, No Hye-Yeong, Son Tae-Woong
Produser: Cha Seoung-Jae, Cho Min-Hwan
Sinematografi: Cho Yong-Kyou, Jo Yeong-Gyu
Rilis: 19 Februari 2000
Durasi: 106 menit
Studio: Cinema Service, Uno Films
Distributor: Cinema Service
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Awards:
Hong Kong International Film Festival 2001:
– FIPRESCI Prize (  )
Munich Film Festival 2001:
– High Hopes Award (Producer)
Slamdance Film Festival 2001:
– Excellence in Editing Award
– Nominasi Grand Jury Prize (  )
Buenos Aires International Festival of Independent Cinema 2001:
– Nominasi Best Film

As One

Januari 20, 2014 Tinggalkan komentar

Menjelang kejuaraan dunia tenis meja di Jepang tahun 1991, karena baik tim tenis meja Korea Utara maupun Korea Selatan selalu kalah, akhirnya dicetuskanlah ide mempersatukan dua tim. Anggota tim putri Korsel digawangi oleh Hun Jung-hwa () dan pihak Korut oleh Lee Boon-hee ().

As One-1

Meski harus bersatu menjadi satu tim, tapi itu bukan hal yang mudah. Kedua tim terlanjur dilekati berbagai stigma negatif satu sama lain. Selisih paham, debat kusir pun mewarnai hari-hari latihan mereka. Hingga perlahan, mereka saling mengenal satu sama lain dan persahabatan pun terjalin. Mampukah mereka memenangkan pertandingan?

As One:Korsel+Korut.

As One:Korsel+Korut.

Didasari kisah nyata, ini adalah sebuah film yang cukup mengharukan tentang persahabatan dari dua negara yang dipisahkan oleh ideologi politik. Dan mungkin juga impian bagi kedua warga Korea: bersatu sebagai satu bangsa. Hmm, politik memang konyol ya? Setting, akting, alur cerita, semuanya terasa solid, meski ada beberapa bagian yang terkesan terlalu cengeng tapi overall, ini film yang layak ditonton.

Ada Lee Jong-suk buat nyegerin mata, hihi.

Ada Lee Jong-suk buat nyegerin mata, hihi.

Cast:
_ Hyun Jung-hwa
– Lee Boon-hee
– Yeon-jung
– Soon-bok
Oh Jung-se – Doo-man
– Pelatih Lee
– Chou Jong-suk
Kim Eun-soo – Jo Nam-poong

Judul: As One/ Korea (코리아)
Sutradara: Moon Hyun-Sung
Penulis: Yoo Young-A, Kwon Sung-Whee
Produser: Lee Soo-Nam, Kim Ji-Hoon, Lee Han-Seung, Byul Jong-Eun
Rilis: May 3, 2012
Durasi: 127 min.
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

Awards:
BaekSang Arts Awards 2013: Best New Actress ()

Spring Bears Love

November 12, 2011 Tinggalkan komentar

Sebenarnya ini film lama yang baru sempat saya tonton. Sama sekali nggak familiar. Tapi saya tertarik karena dbintangi sama  yang aktingnya di beberapa film cukup mengesankan saya (, Symphaty for Mr Vengeance, ).

Spring Bears Love menceritakan  Hyun-chae (), seorang cewek yang suka berfantasi naif tentang kehidupan cintanya yang justru memberi kesan annoying dan norak yang bikin orang yang disukainya ilfil.

spring bears love

Terakhir, ayahnya yang seorang penulis novel kelas teri (kalau lihat ayahnya, tahulah kita darimana sifat norak Hyun-chae berasal) minta Hyun-chae mencarikan buku Stuart di perpustaakan. Ketika meminjam buku itu dari perpustakaan, Hyun-chae menemukan pesan cinta yang sangat romantis di dalamnya. Di bawah gambar sepasang beruang yang tengah bermain di musim semi. Tidak hanya itu, karena pesan itu juga menyebutkan tentang pesan berikutnya di buku berikutnya (semuanya buku-buku seni). Saking romantisnya pesan-pesan itu, Hyun-chae jadi kege-eran dan berpikir kalau pesan itu ditujukan untuk dirinya.

spring bears love2

Maka ia pun mulai menebak-nebak, siapa kiranya orang yang ia pikir diam-diam menjadi pengagumnya. Ketika ia menceritakan hal itu pada temannya, temannya menamakan si penulis pesan itu  “vincent” . Hyun-chae sempat mengira kalau pengagumnya adalah penjaga perpus, tapi kemudian dugaan ini nggak terbukti.

spring bears love4

Di sisi lain, ia ketemu dengan teman lamanya, Dong-ha yang sekarang kerja jadi masinis. Dong-ha sama noraknya dengan Hyun-chae dan terang-terangan mengaku kalau ia menyukai Hyun-chae sejak dulu. Tapi Hyun-chae tak pernah menganggap serius Dong-ha. Lagipula Dong-ha sama sekali jauh dari cowok idamannya. Ia cuma seorang masinis yang nggak tahu apa-apa soal seni dan semacamnya. Sssh…pokoknya sebel deh lihat sifatnya Hyun-chae ini, meski dalam kehidupan nyata banyak kok yang suka milih-milih kayak Hyun-chae ini. Tapi tenanglah, karena ini drama romantis pada akhirnya semua akan menemukan cintanya.

,  Hyun-chae
Kim Nam Jin, Dong-ha
Yoon Ji-hye,  Miran
Im Kyeong-hyeong,  So-hee
Yoon Jong-sin,  Ji-seok

Sutradara: Yong-ih
Produser: Son Ju-yeon
Penulis: Hwang Jo-yoon, Yong-ih
Musik: Yun Jong-shin
Sinematografi: Park Ki-woong
Rilis: Korea Selatan, 24 October 2003
Durasi: 98 min

Linda Linda Linda

Oktober 23, 2011 Tinggalkan komentar

lindalindalinda2

Linda Linda Linda, ceritanya sederhana sekali. Sebuah band sekolah, cewek-cewek yang sedang bersiap menghadapi semacam pensi gitu. Masalahnya, band formasinya lagi kacau karena gitarisnya, Kei (Yuu Kashii) dan  Rinko (Takayo Mimura), juga vokalisnya, Moe (), lagi berantem sehingga dua orang terakhir keluar dari band. Anggota yang tersisa, Kei, Kyoko (Aki Maeda), dan Nozomi () harus memikirkan cara bagaimana mereka bisa tetap tampil. Rencananya bakal membawakan lagunya , sebuah band punkrock Jepang. Linda Linda Linda merupakan salah satu lagu Blue Hearts yang akan mereka bawakan.Tapi siapa yang bakal menyanyi?

linda linda linda

Waktu lagi panas-panasan sama Rinko, Kei yang keras, melihat Son (), siswa pertukaran dari Korea yang selalu terlihat sendirian, sedang lewat. Kei demi memanasi Rinko memanggil Son dan memintanya jadi vokalis. Son yang vocab bahasa Jepangnya terbatas, nggak terlalu ngeh, ngiyain aja. Meski begitu, akhirnya Son, yang sepertinya merasa itu sebuah kesempatan baik untuknya mendapat teman, meski suaranya pas-pasan (hihi, suara Son memang bener-bener pas-pasan, sehingga membuat film ini terasa makin realistis), berusaha sungguh-sungguh untuk belajar menyanyi. Persahabatan pun terjalin. Mereka berlatih dengan giat karena hari H makin dekat.

lindalindalidan3

Paran Maum. Demikian nama band itu. Nama yang diberikan Son, versi Korea-nya Blue Hearts.Dan di hari H, agaknya Paran Maum cukup sukses membuat pengunjung ikut bersemangat dengan lagu-lagu dari Blue Hearts: Linda Linda, Boku no Migite (My Right Hand) dan Owaranai Uta (Never Ending Song)…

Sederhana kan ceritanya? Tapi cukup mampu menceritakan dunia remaja anak sekolahan menengah dengan mendalam. Ada jutek-jutekan sama teman, naksir-naksiran, rasa kesepian…lengkap deh dan kerennya, meski nggak diceritakan dengan nyinyir, tapi intinya dapet. Dan yang jelas, musiknya asyik banget!

Cast:
Yuu Kashii – Kei Tachibana
Aki Maeda – Kyoko Yamada
Shiori Sekine – Nozomi Shiroko
– Son
Katsuya Kobayashi – Kazuya Oe
Takayo Mimura – Rinko
Shione Yukawa – Moe Imamura
Hanako (yang main gitar sama Moe)

Sutradara: 
Produser: Hiroyuki Negishi, Yuji Sadai
Penulis: Kosuke Mukai, Wakako Miyashita, Nobuhiro Yamashita
Musik: , ,
Sinematografi: Yoshihiro Ikeuchi
Rilis: Jepang, July 23, 2005, May 8, 2007
Durasi: 114 min.

Awards:
Chlotrudis Awards 2008:
– Nominasi: Best Movie (Hiroyuki Negishi, Yuji Sadai), Best Original Screenplay (Kôsuke Mukai, Wakako Miyashita, obuhiro Yamashita), Best Performance by an Ensemble Cast (Doona Bae Aki Maeda, Yuu Kashii,Shiori Sekine), Best Supporting Actress (Doona Bae)
Japanese Professional Movie Awards 2005:
– Best Director (Nobuhiro Yamashita)

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar