Arsip

Posts Tagged ‘Abbas Kiarostami’

Like Someone in Love

Juni 10, 2017 Tinggalkan komentar

Akiko adalah seorang perempuan penghibur. Dari sikapnya, ia terlihat tidak menyukai pekerjaannya. Suatu malam, bosnya Hiroshi menyuruhnya untuk menemui seorang langganan. Akiko sebenarnya sedang tak ingin pergi. Ia baru bertengkar dengan pacarnya dan neneknya datang mengunjunginya. Namun si bos tak mau tahu dan memaksan Akiko untuk pergi.

Like Someone in Love

Dengan sedih dan setengah hati, Akiko pun pergi. Langganannya adalah seorang profesor tua, Takashi, yang tinggal sendirian.Takashi adalah lelaki baik, yang sepertinya hanya butuh teman. Tapi Akiko yang tengah sedih, mengabaikannya dan tidur sendirian.

Like Someone in Love_6

Keesokan harinya, Akiko akan berangkat kuliah dan Takashi mengantarkannya dan bercerita, bahwa dulu ia mengajar di kampus Akiko. Di depan kampus, Akiko bertemu pacarnya, Noriaki () yang marah-marah. Ketika Akiko kuliah, Noriaki menemui Takashi dan mengira bahwa Takashi adalah kakek Akiko. Takashi mengiyakan saja dan Noriaki pun menceritakan hubungannya dengan Akiko. Noriaki adalah seorang pemilik bengkel mobil. Ia sangat mencintai Akiko dan ingin mennikahinya. Hanya saja, Akiko menyembunyikan banyak hal padanya dan bahkan ada orang yang mengatakan padanya bahwa Akiko adalah seorang perempuan penghibur. Dan kenyataan bahwa Takashi ternyata (ia kira) adalah kakeknya, membuat Noriaki senang.

Like Someone in Love_2

Namun, tentu saja kebohongan adalah sesuatu yang berbahaya. Apalagi kebohongan yang dilakukan Akiko adalah sesuatu yang sangat serius.

 

Saya menonton film ini demi melihat nama yang menyutradarainya. Saya adalah penggemar film-film Abbas. Dan kenyataan bahwa ia menyutradarai film berlatar Jepang, adalah sesuatu yang unik. Khas film-film Kiarostami, cerita awal dimulai dengan adegan-adegan yang terasa sangat terbuka. Bahkan pada sekitar 10 menit pertama, saya cukup mengerutkan kening dan menahan kuap karena percakapan panjang di telepon dan obrolan-obrolan tak jelas, sosok-sosok tak ‘jelas’ siapa dan berperan apa. Jika tak ingat bahwa ini adalah film Kiarostami, saya pasti sudah memutuskan untuk berhenti menonton. Tapi di situ juga letak keunikan film ini,karena perlahan-lahan dengan lembut dan meyakinkan, Kiarostami akan membawa film pada cerita sebenarnya, tetap dengan gayanya kalem tapi semakin lama semakin solid dan bams! sebuah klimaks cerita yang dieksekusi dengan pas. Recommended!

Cast:
Rin Takashi – Akiko
Tadashi Okuno- Taksashi
– Noriaki
Denden – Hiroshi
Reiko Mori -Nagisa

Judul: Like Someone in Love (Raiku Samuwan in Rabu)
Sutradara/Penulis:
Produser: Kenzo Horikashi, Nathanael Karmitz
Sinematografi: Katsumi Yanagishima
Produksi: MK2, Eurospace
Rilis: Mei 2012 (Cannes)
Durasi: 109 menit
Negara/Bahasa: Jepang Perancis/Jepang

Awards:
Cannes FF 2012 : Nominasi Palm d’Or
Asian Film Awards 2013: Nominasi: BEst Cinematographer, Best Director,Best Actor ()

Iklan

Where Is the Friend’s Home?

Januari 25, 2017 Tinggalkan komentar

Film dibuka dengan adegan di sebuah ruang kelas. Seorang guru lelaki berwajah galak memarahi muridnya, Reda, yang tak menyelesaikan PR. Reda yang berwajah memelas menangis karena dimarahi. Meski begitu, tokoh utama film ini sebenarnya adalah anak lelaki yang lain, Ahmed.
where-is-the-friends-home-1
Usai pulang sekolah, Ahmed yang sepertinya adalah anak yang rajin, bersiap mengerjakan PRnya. Tapi ia kemudian mendapati bahwa buku milik Reda, yang sampulnya mirip dengan kepunyaannya, tak sengaja terbawa. Karena khawatir bahwa Reda tak bisa mengerjakan PR-nya, Ahmed kemudian berniat untuk mengantarkan buku itu ke rumah Reda. Tapi ibunya, yang mengira bahwa Ahmed hanya mencari-cari alasan agar tak mengerjakan PR, melarangnya pergi. Di sisi lain, rumah Reda juga jauh. Meski begitu, Ahmed tetap bersikeras untuk mengantarkan buku itu, dan akhirnya terpaksa berbohong kepada ibunya.
where-is-the-friends-home-3
Seorang diri, ia pergi ke rumah Reda. Masalah muncul karena ia tak tahu dimana tepatnya rumah Reda dan seperti umumnya anak kecil hanya tahu nama Reda belaka. Ia pun kemudian harus bertanya kesana kemari pada orang-orang sekampung. Meski begitu, ia tak menyerah. Hingga malam menjelang, ia kemudian bertemu dengan seorang lelaki tua tukang kayu, yang mengenal Reda dan akan mengantarnya.
where-is-the-friends-home-4
Saya selalu menyukai film-film Timur Tengah, terutama Iran, yang menyampaikan hal-hal besar melalui cerita yang terlihat sederhana. Seperti juga film-film Kairasotami sebelumnya, lagi-lagi di sini ia menggunakan tokoh anak-anak. Melalui sosok seorang Ahmed, kita diajak untuk melihat artinya kebaikan dan tanggung jawab, yang bahkan kadang, tak dipahami oleh orang-orang dewasa. Dan meski film ini dibuat sudah cukup lama (tahun 1987) tapi ceritanya tetap terasa tak lekang oleh waktu. Recommended!

Note: Merupakan bagian pertama dari trilogi yang mengambil latar di wilayah Koker, Iran. Film berikutnya adalah  “Life, and Nothing More…” dan “Through the Olive Trees”.  

Cast:
Babek Ahmedpour – Ahmed
Ahmed Hamedpour – Mohamed Reda Nematzadeh
Kheda Barech  Defair – Pak Guru
Iran Outari – Ibu
Ayat Ansari – Ayah
Rafia Difai – Kakek
Mohammad Hossein Rouhi – Tukang Kayu

Judul: Where Is the Friend’s Home?/ Khane-ye doust kodjast
Sutradara/Penulis:
Produser: Ali Reza Zarrin
Sinematografi: Farhad Saba
Editing: Abbas Kiarostami
Rilis: 1987
Durasi: 83 menit
Negara: Iran

Awards:
–  Locarno Film Festival. 1989 : Bronze Leopard
–  Fajr Film Festival: Golden Plate

The White Balloon

Juli 20, 2014 Tinggalkan komentar

Salah satu sudut kota Teheran menjelang perayaan tahun baru. Razieh ikut ibunya belanjad di pasar, ketika ia melihat seekor ikan lucu di tempat penjual ikan. Pulang, ia merengek untuk dibelikan  ikan itu. Ibunya merasa keberatan dan menyuruhnya mengambil ikan yang ada di kolam depan rumah. Razieh tetap merengek, karena ikan di pasar jauh lebih cantik.
white-balloon-poster
Razieh pun kemudian meminta tolong abangnya, Ali, untuk memintakan uang pada sang ibu agar diizinkan membeli ikan. Sebagai imbalan, ia akan memberikan balonnya pada sang kakak. Ali setuju dan akhirnya sang ibu memberi uang.

white ballon2

Dengan gembira, Razieh pergi ke pasar seorang diri. Di tengah jalan ia singgah ke kerumunan para lelaki. Setiap kali lewat tempat itu, ia selalu penasaran, tapi baik ayah atau ibunya selalu melarang untuk melihat karena katanya itu bukan tempat anak-anak. Di tengah kerumunan, Razieh melihat dua orang lelaki yang sedang mengoceh sambil memainkan ular dari dalam kotak. Razieh kemudian mengalami hal yang menakutkan.
white ballon
Ketika ia akhirnya sampai di toko ikan, ternyata uangnya hilang. Ia pun merasa sangat sedih. Ia begitu menginginkan ikan itu, juga merasa takut dimarahi ibunya. Dibantu seorang nenek, ia pun mencari uangnya dan menemukannya terjatuh di dalam saluran air. Ia pun melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uangnya kembali. Dimana kemudian ia bertemu dengan seorang tentara miskin dan seorang bocah Afghanistan penjual balon.

Well, film yang sangat khas Iran: sangat realistis dan cenderung menggunakan sudut pandang anak-anak. Sebuah kejadian ‘kecil’ tapi juga menjadi sangat kompleks bagi seorang anak kecil. Sebuah film yang mengetengahkan emosi seorang anak dengan sangat intens.

Cast:
Aida Mohammadkhani – Razieh
Mohsen Kafili – Ali
Fereshteh Sadr Orfani

Sutradara:
Produser: Kurosh Mazkouri
Penulis:
Penulis: Farzad Jadat
Editing:
Distributor: October Films
Rilis: 1995
Durasi: 85 menit
Negara/ Bahasa: Iran/ Farsi

Awards:
– Cannes Film Festival 1995: Prix de la Camera d’Or
– Tokyo International Film Festival, 1995: Gold Award
– Sudbury Cinéfest 1995: Best International Film
– São Paulo International Film Festival, 1995: International Jury Award

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar