Forgotten

Jin-seok () menderita gangguan psikologis yang membuatnya oversensitif pada sekelilingnya. Bersama abangnya, Yoo-seok () dan kedua orangtuanya, mereka pindah ke rumah baru. Keluarga itu terlihat harmonis dan saling menyayangi. Hubungan Jin-seok dan abangnya sangat dekat dan ia merasa sedih, karena abangnya yang sempurna sekarang pincang setelah sebuah kecelakaan.

Forgotten (3)

Suatu malam yang berhujan, ketika sedang menunggu kepulangan ayah mereka, Jin-seok melihat Yoo-seok diserang sekelompok orang dan kemudian menghilang. Sembilan belas hari kemudian, Yoo-seok tiba-tiba pulang tapi Jin-seok menyadari bahwa abangnya itu telah berubah menjadi orang yang berbeda. Bahkan kedua orang tuanya juga mulai berubah. Tidak hanya itu, karena kemudian ia mendapati bahwa dirinya bukanlah seorang pemuda 21 tahun seperti yang ia kira, melainkan seorang lelaki berumur 40 tahun.

Forgotten

Forgotten (7)

Melihat poster film dan juga sinopsis singkatnya, saya sempat mengira ini adalah film horor atau thriller yang gelap. Dan karenanya, agak-agak was-was ketika hendak menontonnya takut kalau-kalau tiba-tiba ada kejutan seram. Tapi ketika melihat scene pertama film ini, karena gambarnya yang terlihat jernih dan tone-nya yang terasa warm, was-was saya agak berkurang. Dan semakin kesini, semakin hilang karena ternyata meski mengusung genre thriller, tapi cerita film ini terasa cukup hangat karena mengetengahkan latar cerita keluarga. Twistnya juga cukup tak terduga, dan diletakkan di tempat yang pas. , yang merupakan alasan utama saya nonton film ini, bermain bagus sebagai Jin-seok yang terkesan innocent dan oversensitif. juga bermain dengan pas. Bukan film yang sangat mengesankan, tapi overall, cukup layak tonton.

Cast:
– Jin-seok
– Yoo-seok
Moon Sung-hoon – Ayah
Na Young-hee – ibu

Judul: Forgotten/ Night of Memory/ Gieokui Bam
Sutradara & Penulis: Jang Hang-jun
Rilis: 29 November 2017
Durasi: 109 menit
Distributor: Megabox Plus M
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

The Swindlers

Adegan awal film dibuka dengan kekacauan yang terjadi karena kejatuhan saham. Para nasabah yang berinvestasi kemudian banyak yang bunuh diri. Jaksa Park Hae-soo ( )adalah jaksa ambisius yang ikut menangani kasus ini, dan kong kalikong dengan elit politik yang terlibat. Hwang Ji-sung () adalah seorang penipu ulung. Ayahnya yang juga penipu ulung, suatu malam ditemukan tewas gantung diri.

The swindlers (5)

The swindlers (6)

 

Park Hae-soo mencari seorang penipu bernama Jang Doo-chil. Ia membentuk tim yang beranggotakan 3 orang: Suk-dong(), Choon-ja dan Kim. Dalam pencarian Jang, mereka bertemu Ji-sung yang ingin balas dendam pada Jang yang diduga sebagai pembunuh ayahnya. Ji-sung pun kemudian diajak bergabung. Dalam prosesnya, Hae-soo menemukan bahwa ayah Ji-sung sebenarnya adalah orang yang ia bunuh. Berkat ketamakannya, ia pun kemudian menyusun rencana untuk mengadu domba Ji-sung dan Jang. Tapi Ji-sung adalah seorang penipu ulung. Kenyataannya, ia punya rahasia dan rencananya sendiri untuk menghancurkan Hae-soo.

The swindlers (3)

The swindlers (1)

Tak terlalu berekspektasi dengan film ini. Penasaran saja karena castnya terlihat cukup solid: , , , …Dari segi cerita, tak ada yang terlalu baru dari film ini. Menurut saya agak mirip-mirip film , yang dibintangi sama , sementara gaya penceritaannya agak mengingatkan saya sama film -nya . Castnya bermain cukup pas, tapi nggak tahu kenapa, ada sesuatu dari film ini yang terasa kurang greget. Melihat cast utamanya, dan , tadinya saya berharap bisa menemukan bromance dari dua orang yang berkarakter abu-abu (dan juga bromance dengan tim dektektifnya), tapi ternyata ke belakang karakter Park Hae-soo digambarkan begitu jahat dan terkesan dua dimensi. Karakternya juga terasa datar-datar saja, nggak ada kedalaman emosi yang dieksplorasi. Demikian juga dengan cast-cast lainnya, sehingga membuat saya yang nonton nggak terlalu punya ‘ikatan’ dengan karakter-karakternya di sini (saya jadi agak sedikit membandingkan dengan film The Merciless yang menurut saya menyajikan sisi itu dengan bagus). Not bad, tapi juga bukan film yang terlalu berkesan.

Cast:
– Hwang Ji-sung
– Park Hae-soo
– Ko Suk-dong
– Kwak Seung-gun
Nana – Choon-ja
– Kim
Choi Duk-moon – Lee Kang-suk’

Judul: The Swindlers / Ggoon
Sutradara & Penulis: Jang Chang-won
Rilis: 22 November 2017
Durasi: 117 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

The Table

Seperti judulnya, film ini memang melibatkan meja, tepatnya, obrolan di atas meja. Berlatar meja di sebuah cafe yang cukup cozy, film ini menceritakan obrolan dari empat pasang tokoh utamanya. Obrolan pertama, adalah antara seorang artis terkenal, Yoo-jin (), yang ketemuan dengan mantan pacarnya di masa sebelum terkenal, Chang-suk, yang menjadi pekerja kantoran biasa. Obrolan mereka terasa agak canggung dengan Chang-suk yang terkesan mengagumi Yoo-jin seperti seorang fans.

The Table

Obrolan kedua, antara seorang perempuan cantik, Kyung-jin () dengan seorang lelaki yang senang berkelana, Min-ho. Kyung-jin berharap banyak dari Min-ho, dan terlihat insecure dengan keadaannya: karirnya, statusnya, usianya yang lebih tua dari Minho… Di sisi lain, Min-ho terlihat sebagai lelaki yang sangat percaya diri dan easy going. Obrolan ini berakhir manis, dengan Min-ho yang menunjukkan perasaan sebenarnya pada Kyung-jin.

The Table (5)

Ketiga, adalah seorang perempuan, Eun-hee (, yang menemui seorang perempuan yang akan dia sewa sebagai ibu palsu untuk pernikahannya.Tadinya si ibu menyangka, kalau Eun-hee adalah gadis matre yang berbohong untuk menikahi lelaki kaya. Tapi ternyata, lelaki yang akan dinikahinya adalah orang miskin dan karenanya, ia ingin memebuat pernikahan yang mengesankan. Si ibu kemudian ingin membantu dengan senang hati, karena gadis itu mengingatkannya pada putrinya yang telah meninggal.

The Table (8)

Obrolan terakhir adalah antara dua orang TTM-an, Hye-kyung () dan Woon-chul () yang membicarakan rencana pernikahan Hye-kyung. Keduanya sepertinya saling mencintai, tapi berbeda prinsip hidup. Di antara semua obrolan, menurut saya obrolan ini terasa paling natural. Dan meskipun cuma sebentar, terasa chemistry yang kuat antara keduanya. Dan saya pikir, karena akting bagus kedua pemainnya dan (saya jadi berharap kalau keduanya main drama bareng suatu saat).

The Table (1)

Filmnya sendiri bernuansa indie dengan cerita yang ‘sederhana’ dan sepertinya lebih menekankan pada gambar-gambarnya. Daya jualnya tentu pada castnya, yang memasang 4 aktris yang namanya cukup besar. Nggak tahu sih apa tujuan sutradaranya buat film ini. Mungkin sekadar ingin buat film saja, hehe.

Cast:
– Yoo-jin
– Eun-hee
– Kyung-jin
– Hye-kyung
– Sook-hee
– Woon-chul
Jung Joon-won – Chang-suk
Jeon Sung-woo – Min-ho

Judul: The Table
Sutradara/ Penulis: Kim Jong-kwan
Rilis: Oktober 2016 (Busan FF)
Durasi: 70 menit
DiSstributor: At9 Film
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Psychokinesis

Suk-hun ( ) adalah seorang lelaki looser yang meninggalkan anak-istrinya, karena merasa tak mampu menghidupi mereka. Sekarang, putrinya, Ru-mi (), sudah devasa dan hidup cukup mapan bersama ibunya dengan berjualan ayam goreng. Tapi ketenangan itu terusik karena tempat jualan mereka terancam digusur karena ada pengusaha serakah yang hendak mengubahnya jadi tempat wisata. Tak hanya itu, karena ibu Ru-mi juga kemudian meninggal. Suk-hun pun datang untuk melindungi Ru-mi. Apalagi, ia tiba-tiba punya kekuatan super usai minum air di pegunungan. Ia bisa menggerakkan benda-benda dengan hanya menggerakkan tangannya.

Physiconesis (2)

Physiconesis (1)

Dengan kemampuannya, Suk-hun pun kemudian berusaha membantu Ru-mi dan juga orang-orang yang hendak digusur mempertahankan tempat mereka. Hal yang sama sekali tak mudah karena lavannya adalah pengusaha yang berkuasa dan serakah.

Physiconesis (4)

Physiconesis (5)

Ini merupakan bagian terakhir dari triloginya sutradara , setelah dua film sebelumnya, Seoul Station dan . Secara cerita, sebenarnya tidak ada hubungannya sih dengan dua film sebelumnya, tapi secara tema, sama-sama mengangkat cerita hubungan ayah dan putrinya dan juga unsur fantasi yang jadi bumbu film. Dibandingnkan dua filmnya yang bisa dibilang murni fantasi, film ini lebih terasa ‘nyata’ karena mengangkat isu penggusuran. Setelah melihat film-film sutradara ini sebelumnya, tentu tak ada yang diragukan dari kemampuannya dengan gaya penyutradaraan yang unik dan khas. Terutama gayanya yang agak-agak satir. Berbeda dengan cerita tentang manusia super pada umumnya, sosok superhero dalam film ini tidak bisa dibilang hero-hero amat kalau tak mau dibilang antihero. Suk-hun digambarkan sebagai lelaki yang kalah, ayah yang payah dan bahkan sangat canggung memanfaatkan kekuatan supernya. Isu penggusurannya menurut saya agak terkesan ambisius apalagi ada ‘pertempuran’ dengan aparat segala macam, tapi karena sentuhan satir dan gaya main-mainnya sutradara Yeon dengan tokoh utamanya, hal itu menjadi cukup termaafkan. Dibandingkan atau , film ini mungkin terasa ‘lemah’, tapi menurut saya tetap layak diapresiasi.

Physiconesis (3)

Dari segi akting, saya menyukai semua castnya yang cukup solid. , tentu tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Sementara aktris, juga mampu mengimbanginya dengan baik. Beberapa waktu lalu, saya sempat dibuat meringis lihat akting dia yang menurut saya sangat annoying sebagai Nodome Cantabile versi Korea dan konon, ia sendiri juga menyadarinya dan sempat berpikir untuk berhenti dari dunia akting (ia sempat vakum dari dunia akting selama beberapa waktu). Untunglah, sepertinya ia sudah kembali menemukan ‘jalannya’. Meskipun aktingnya belum terlalu matang, tapi ia terlihat cukup smart dalam memilih proyek-proyek filmnya yang hampir selalu melibatkan sutradara dan aktor dengan nama besar. Dengan usianya yang realtif masih sangat muda, saya pikir ia punya masadepan cerah sebagai aktris besar dalam perfilman Korea. Cast lainnya, ada yang juga bermain dengan pas dan lovable. Kemudian juga yang juga cukup berhasil memerankan sosok antagonis. Overall, film yang lumayan.

Cast:
– Shin Suk-hun
– Shin Ru-mi
– Kim Jung-hyun
Kim Min-jae – CEO Min
– Direktur Hong
Yoo Seung-mook – Mr Kim
Lee Jung-eun – istrinya Mr Kim
Kim Young-sun – Ibunya Ru-mi

Judul: Psychokinesis/ Yemryuk
Sutradara & Penulis:
Rilis: 31 Januari 2018
Durasi:101 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea selatan/Korea

Serba-Serbi Baeksang 2018

Belum bisa move on dari acara Baeksang kemarin. Maafkeun ya, karena melihat ‘penampakan’ yang jarang tampil ke publik benar-benar jadi kesempatan langka yang menyenangkan. Hehe.

IMG_20180506_073643

Ekspresi yang kayak mau nangis waktu namanya diumumin jadi pemenang

Dalam interview usai menerima penghargaan mengatakan kalau tawaran main drama datang ketika ia sedang pada titik jenuh dengan karirnya sebagai aktor. Bahkan ia merasa bimbang, apakah menjadi aktor beneran bakal jadi jalan hidupnya. Yeah, everybody face their own crisis.  Apalagi mungkin karena ia merasa tak muda lagi. Selain itu, arena sudah sekian lama, mungkin ia merasa kehilangan antusiasme lagi dalam berakting. Ia mulai akting di usia yang masih relatif sangat muda, 19 tahun, dan sejak itu, menghabiskan hampir seluruh hidupnya dengan akting (terutama di musikal) sehingga katanya nyaris nggak pernah punya waktu untuk bersenang-senang. Karenanya, ia kemudian menyatakan diri bakal vakum dari dunia musikal setidaknya selama tiga tahun. Dan syukurnya, pilihannya main drama adalah pilihan yang tepat karena dramanya sukses besar dan dia bahkan dapat Baeksang. Karenanya, penghargaan ini pastilah menjadi sangat berarti baginya.

 

IMG_20180506_103233

Sebagai penggemar dari aktor yang kehidupannya jarang banget diekspos media kecuali terkait pekerjaannya, menyaksikan interaksi Jo di kehidupan nyata di acara-acara seperti ini menjadi berkah tersendiri. Dan agaknya, banyak media yang juga tak ingin melewatkannya. Dalam salah satu jepretan candid misalnya, ketangkep Jo bertegur sapa hangat sama Ma Dong-seok dan bahkan pakai acara peluk-pelukan segala, yang menandakan kalau mereka cukup dekat.

IMG_20180506_073059

Interaksi lain, Jo sama . Mereka memang kabarnya dekat banget, dan memang kelihatan. Ada fancam yang nangkep ketika Jo ketemu sama Kim dan keduanya langsung asyik ngobrol sambil pegang-pegangan tangan kayak BFF yang udah lama nggak ketemu dan saling melepas rindu, hehe.

IMG_20180506_073609

Interaksi dengan tim mah jangan ditanya lagi. Mereka sudah kayak keluarga. Meski dramanya sudah cukup lama berakhir, tapi mereka sering banget nongkrong bareng (lihat posting-postingannya di IG atau ). Dan asyiknya mereka itu meski timnya tua-muda tapi ngeblend. misalnya, yang secara usia masih cukup muda, tampak enjoy aja kumpul bareng para om-om.

IMG_20180506_103258

Ngomong-ngomong soal tim SF, jujur sih saya jadi agak-agak ‘curiga’ sama hubungan dengan , hehe. Di foto-foto pas mereka kumpul bareng, keduanya selalu duduk deketan, dan bahkan nyaman melakukan skinship. Terus pas di Baeksang, orang pertama yang disebut Seung-Woo di speech-nya adalah nama , sebagai great partner, terus ada postingan di twitter yang capture IG storynya yang nonton live streaming Baeksang di dalam mobil. Pas Seung-Woo menang, dia mengucapkan selamat dan ekspresi suaranya kelihatan seneng banget (kayaknya dia lagi di luar negeri). Tapi well, saya sih low key saja, dan sepertinya banyak fans di luar sana yang juga keep calm. Kalau beneran ada apa-apa ya ikut seneng aja, karena menurut saya keduanya compatible dari semua segi. Tapi kalau cuma temen baik ya seneng juga, karena kalau dilihat dari karakter keduanya, sepertinya mereka berdua memang berkarakter hangat yang bisa nyaman meski temenenan dekat sama lawan jenis (mungkin karena dibesarkan sama ibu dan nuna-nya, Seung-Woo memang kelihatan mudah akrab sama teman-teman cewek). Apapun, yang terbaik deh untuk mereka berdua.

IMG_20180506_073654

Afterall, wishing all the best buat Jo!

 

Baeksang Art Awards 2018

Salah satu ajang penghargaan perfilman terbesar Korea kembali digelar: Baeksang Art Awards. Berbeda dengan beberapa penghargaan film Korea yang biasanya digelar di penghujung tahun, Baeksang memang biasa digelar menjelang pertengahan tahun. Ya nggak apa-apa sih, cuma karena beberapa nominasinya biasanya nggak jauh-jauh dari penghargaan lain yang sudah digelar sebelumnya, kadang jadi nggak terlalu surprise lagi karena kadang juga pemenangnnya hampir sama saja. Bedanya sih, Baeksang ini penghargaannya nggak cuma untuk kategori film, tapi juga acara TV. Jadi memang kayaknya lebih besar dan bergengsi.

 

IMG_20180504_205406

Big YES buat Jo Seung-woo. So happy for him 🙂

Dan Baeksang tahun ini, cukup saya nantikan karena aktor favorit saya *ehm* , masuk nominasi sebagai Best Actor untuk perannya di drama . Dan saya cukup berharap dia menang, karena memang menurut saya dia layak menang. Apalagi jika dibandingkan nominasi lain, menurut saya dia cukup unggul. Di kategori ini, dia bersaing dengan (Money Flower), Kim Sang-joong (Rebel: Thief Who Stole the People), Cheon Ho-jin (My Golden Life) dan (Fight for My Way). Selain dan Fight for My Way, saya belum nonton drama yang lain, jadi nggak bisa komentar. Tapi mengingat kalau mereka adalah aktor-aktor senior, saya pikir mereka memang layak dapat nominasi ini. Yang agak membuat saya mengerutkan kening adalah masuknya nama . Aktingnya cukup bagus, tapi juga rasanya nggak ada yang istimewa, belum lagi dramanya sendiri yang juga biasa banget. Ada aktor lain yang main lebih bagus dan juga dramanya lebih berkualitas ( di Live Up Your Name, misalnya).

IMG_20180504_205419

Seneng lihat foto ini. Jo bareng Om Kim, hehe

Tapi yah, sudahlah. Yang jelas saya senang banget karena ternyata benar-benar menang. Dan dia juga kelihatan senang banget. Bisa dipahami lah, karena ini adalah penghargaan Baeksang pertama dia untuk kategori drama. Dan tentu saja ini mengagumkan, karena artinya, dia adalah aktor yang pernah dapat Best Actor Baeksang di dua kategori sekaligus: Film dan TV. Ohya, jangan lupa juga dia juga adalah Best Actor di ajang musikal. Dan mungkin juga dia satu-satunya aktor Korea yang pernah dapat penghargaan Best Actor di 3 bidang sekaligus: film, drama, musikal. Sepengetahuan saya sih, kayaknya belum ada aktor Korea lain yang sukses di tiga bidang sekaligus seperti dirinya. Aktor besar seperti Song Kang-ho, misalnya, meski langganan dapat award untuk film, tapi memang hanya konsen di film dan nggak pernah main drama. Beberapa aktor yang sukses di drama seperti Jisung atau , karirnya di film nggak terlalu mengesankan. Demikian juga dengan mereka yang berlatar musikal seperti Jo Jung-suk, Jo Woon, Ji Chang-wook, meski sukses di drama tapi nggak terlalu sukses di musikal. Big applause lah buat . Dan sebagai penggemarnya, saya berdoa, ke depan dia akan sukses terus. Apalagi tahun ini, film dan dramanya akan tayang. Semoga saja, dua proyeknya ini juga akan sukses besar.

Untuk pemenang kategori lain, saya nggak terlalu care sih. Hehe. Tapi menurut saya sudah pas lah, karena ternyata pemenangnya memang aktor/aktris yang memang kemampuan aktingnya nggak diragukan lagi. Kategori Best Actress dramanya adalah , yang memang sudah masuk kategori aktris veteran. Untuk kategori supporting aktor/aktrisnya adalah () dan (Should We Kiss First). Untuk Best New Actornya ada Yang Se-Jong (Temperature of Love) dan Heo Yool (Mother).

Untuk kategori film, Best Actor diraih sama dan Best Actressnya . Khusus untuk , melihatnya berdiri satu berdampingan dengan sama-sama dapat penghargaan untuk Best Actor, saya merasa senang. Keduanya berteman baik di kehidupan nyata (mungkin seperti hyung-dongsaeng), dan kemudian sama-sama dapat penghargaan seperti itu, pasti rasanya cukup istimewa.

IMG_20180504_205308

Ho Yeol, aktris cilik yang dapat penghargaan pendatang baru terbaik. Keren ya,

Kategori Best Supporting Actor diraih aktor yang juga veteran, (1987: When The Day Comes) dan () untuk Best Supporting Actress. Saya sudah lihat aktingnya di sana, dan memang penampilannya cukup stellar dan membuat saya jadi agak membandingkannya dengan aktris yang juga main disana. jauh lebih populer dan jam terbangnya juga cukup tinggi (secara usia juga lebih tua 6 tahun), tapi agaknya dia memang masih perlu banyak belajar untuk jadi aktris yang bagus.

Best New Actor diraih Koo Gyo-Hwan (Jane) dan Best New Actress diraih (). Yah, agaknya tahun ini adalah rising yearnya Choi , karena dia menyabet gelar ini di hampir semua ajang penghargaan film. Dan menurut saya memang sangat layak, karena penampilannya memang bagus banget di sana.

IMG_20180504_205322

Jung Hae-in yang lagi naik daun.

Kategori Most Popular Actor diraih sama aktor pendatang baru, . Karena drama romantisnya bareng aktris papan atas , aktor satu ini mendadak populer banget akhir-akhir ini, dan digadang bakal jadi next Hallyu Star seperti atau . Dengan berbekal tampang yang cakep, karakter romantis di drama yang ngehits, agaknya memang membuatnya banyak disukai fans. Saya sendiri kadang agak sinis sama aktor-aktor dengan label most popular, karena menurut saya kualitas seorang aktor dibuktikan dari seberapa bagus ia berkarya bukan cuma karena cakep dan populer. Untuk Most Popular Actress diraih sama. Yah, saya sudah sering baca kritik terkait aktingnya yang payah, tapi tetap saja, sepertinya banyak sekali fans yang tetap suka sama dia. Mungkin karena posisinya sebagai idol dan juga wajahnya yang dianggap cantik.

IMG_20180504_205334

yang langganan penghargaan paling populer.

Untuk Grand Prize kategori film diraih oleh film “1987: When The Day Comes” dan untuk kategori drama, diraih , yang memang juga sangat layak meraihnya. Meski secara rating nggak tinggi-tinggi amat (sekitar 7%, sebenarnya cukup tinggi untuk TV kabel, tapi sebagai perbandingan, Goblin kalau nggak salah ratingnya sampai 18%  ), tapi impact drama ini memang cukup fenomenal. Banyak orang memperbincangkannya dan memuji-mujinya (bahkan drama ini masuk Best Drama di media Amerika). Dan ya memang layak diapresiasi karena dari semua segi drama ini nyaris sempurna. Berbeda misalnya dengan beberapa drama yang juga pernah dapat Daesang seperti DoTs atau Goblin. Meski populernya minta ampun dan ratingnya juga tinggi, kedua drama ini memiliki lubang disana-sini. Kategori Best Drama diraih Mother dan Best Film diraih .

Sedikit catatan, untuk kategori TV, mayoritas pemenang dan nominasinya adalah dari TV kabel, karena memang belakangan, TV-TV kabel lah yang memproduksi drama-drama bagus dengan cast yang bagus pula. Dan harusnya sih hal ini jadi refleksi stasiun TV-TV besar untuk menghasilkan karya lebih bagus kalau nggak mau ditinggal penontonnya. Bahkan masuknya drama Fight My Way dan juga aktor di kategori nominasi Best Drama dan Best Actor saja menurut saya nggak layak, karena sebenarnya ada drama dan aktor yang lebih bagus. Tapi ya, mungkin sebagai bonus lah biar KBS nggak malu-malu amat, haha.

Overall, chukae untuk semua pemenang!

Daftar pemenang dan nominasi:
Kategori Film:
Grand Prize (Daesang): “1987: When The Day Comes”

Best Film: “ / 1987: When The Day Comes/ / / (

Best Director ( )/ Yang Woo-Seok (Steel Rain)/ Jang Joon-Hwan (1987: When The Day Comes)/ ( ()/ Hwang Dong-Hyuk ()

Best Screenplay: Kim Kyung-Chan (1987: When The Day Comes)/ ()/ Uhm Yoo-Na ( (/ Yang Woo-Seok & Jung Ha-Yong (Steel Rain)/ Hwang Sung-Goo ()

Best Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ ()/ (Steel Rain)

– Best Actress: ()/ ()/ ()/ (Be with You)/ ()

– Best Supporting Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ Jo Woo-Jin (Steel Rain)/ ()

– Best Supporting Actress: ()/ Yum Hye-Ran ()/ (Warriors of the Dawn)/ ()/ ()

– Best New Director: ()/ (The Running Actress)/ Shin Joon (Yongsoon)/ Cho Hyun-Hoon (Jane)/ Jeon Go-Woon (Microhabitat)

– Best New Actor: Koo Gyo-Hwan (Jane)/ Kim Sung-Kyu ()/ ()/ Lee Ga-Sub (The Seeds of Violence)/ Heo Sung-Tae ()

– Best New Actress: ()/ Nana (The Swindlers)/ (Yongsoon)/ ()/ Lee Joo-Young (Jane)

Kategori TV:
– Grand Prize (Daesang):

Best Drama: Mother (tvN)/ Misty (JTBC)/ Fight for My Way (KBS2)/ My Golden Life (KBS2)

Best Director: Kim Yun-Cheol (The Lady in Dignity)/ Kim Cheol-Kyu (Mother)/ Mo Wan-Il (Misty)/ ()/ ()

Best Screenplay: ()/ Baek Mi-Kyeong (The Lady in Dignity)/ Im Sang-Choon (Fight for My Way)/ Jung Bo-Hoon ()/ Jung Seo-Kyoung (Mother)

– Best Actor: () / Kim Sang-Joong (Rebel: Thief Who Stole the People)/ (Fight for My Way)/ (Money Flower)/ Cheon Ho-Jin (My Golden Life)

Best Actress: (Misty)/ Kim Sun-A (The Lady in Dignity)/ Kim Hee-Seon (The Lady in Dignity)/ (My Golden Life)/ (Mother)

– Best Supporting Actor: ()/ Bong Tae-Gyu (Return)/ Ahn Jae-Hong (Fight for My Way)/ (), Jung Sang-Hoon (The Lady in Dignity)

– Best Supporting Actress: (Should We Kiss First)/ Na Young-Hee (My Golden Life)/ (Avengers Social Club)/ Song Ha-Yoon (Fight for My Way)/ Jeon Hye-Jin (Misty)

– Best New Actor: Yang Se-Jong (Temperature of Love)/ Kim Jung-Hyun (School 2017)/ ()/ Woo Do-Hwan (Save Me)/ ()

Best New Actress: Heo Yool (Mother)/ Dasom (Unni Is Alive)/ Kim Se-Jeong (School 2017)/ Seo Eun-Su (My Golden Life)/ Won Jin-A (Rain or Shine)

Most Popular Actor & Actress: &

Plus-plus:

Masih dari Baeksang, ada hal yang kurang menyenangkan terjadi. Gara-gara hal remeh temeh: posisi foto. dikritik netizen gegara foto di tengah barisan paling depan. Padahal dia cuma dapat penghargaan kategori populer yang nggak terlalu bergengsi. Sementara dan   yang dapat Best Actor/Actress saja berdiri di samping dan yang paling parah tentu yang bahkan berdiri di barisan kedua. Saya pribadi, sebelum kontroversi ini muncul, juga agak-agak nggak nyaman sih lihat posisi yang nyempil di belakang, padahal dia kan pemenang Best Actor Film dan juga adalah aktor yang jauh lebih senior kemanna-mana? Secara, posisi senior-juniornya orang Korea kan terkenal kental banget. Dan ternyata memang kemudian hal ini menyulut reaksi publik.

JHI pun kemudian dibanding-bandingkan sama aktor yang juga dapat penghargaan Most Popular sebelumnya, dan ketika disuruh foto di barisan paling depan bareng Jun Ji-hyun yang dapat Best Actress dan juga lawannya main di drama, ia malah sibuk nyari posisi di belakang (saya lihat videonya dan cukup lucu melihat bagaimana seperti nyari posisi yang bener-bener bisa membuatnya nggak narik perhatian). Perbandingan lainnya , yang jadi pasangannya JHI untuk kategori Most Popular. Dalam sesi foto ini dia  langsung ambil posisi di belakang yang agak nyempil. Meski saya nggak terlalusuka dia ketika berakting, tapi kayaknya dia memang punya nice personality dan mungkin hal itu pula yang membuatnya dicintai fansnya.

IMG_20180505_152717

Yah, sebenarnya kasus yang nggak penting sih, tapi memang agak menjadi persoalan karena berkaitan dengan imej, hal yang cukup penting bagi seorang public figure. Apalagi, belakangan ini memang lagi populer-populernya dan sepertinya juga jor-joran dipromo-in buat jadi bintang papan atas, dan dengan munculnya kasus ini, jadi agak ironis melihatnya. Baru juga mau populer, eh, kesandung kasus. Saya pribadi, bukan fansnya JHI jadi nggak tahu gimana-gimananya dia. Akting dia yang saya lihat cuma di dan menurut saya cukup bagus, meski nggak stellar. Saya baca, aktingnya di drama terbarunya, Pretty Noona juga nggak hebat-hebat amat, tapi menjadi populer karena berpasangan sama aktris besar .Dari segi face, dia memang cukup menarik: tinggi, cakep dan enak dilihat.

Dengan adanya kontroversi ini, saya juga jadi agak-agak heran kenapa dia melakukan hal itu. Konon sih karena dia di suruh sama staf. Nggak tahu, apa karena karena terburu-buru, jadi stafnya nyuruh dia cepat-cepat ambil posisi atau stafnya pengin promosiin dia yang memang lagi naik daun. Jika yang kedua, menurut saya agak aneh sih, karena stafnya kan juga orang Korea yang seharusnya tahu kalau posisi di tengah itu seharusnya bukan buat dia.

Terus lagi, JHI sendiri. Meski mungkin memang beneran di suruh di tengah, tapi masa iya dia begitu ‘polos’nya nggak tahu kalau posisi itu nggak cocok buat dia? Dia orang Korea tulen dan juga sudah cukup lama menekuni dunia akting (sekitar 6 tahun), secara usia juga sudah cukup matang (30 tahun) dan karenanya, seharusnya cukup tahu unggah-ungguh semacam itu. Banyak fans dia yang bela kalau hal itu terjadi karena suasananya cukup crowded sehingga mungkin dia nggak nyadar posisinya. Bukan bermaksud jadi hater sih, tapi kalau saya lihat cuplikan videonya sebelum sesi foto itu, sebenarnya suasananya nggak riuh-riuh amat. Dia termasuk yang berdiri di tempatnya sejak awal, dan kelihatan mager aja di posisinya sementara yang lain-lain sibuk ngatur posisi di belakang. Nggak noleh kiri kanan untuk melihat dimana posisi dia. Dia pasti tahulah kalau ada yang berdiri pas di belakang dia dan juga di samping, tapi kayaknya nggak ada tuh inisiatif dia nawarin atau seenggaknya bungkuk kanan kiri kasih hormat ke senior kek (sedikit membandingkan dengan sesi foto pas cuma , dan dengan gerakan sopan meminta untuk berdiri di tengah-tengah, padahal kelihatannya mereka cukup akrab lho). Entah karena JHI ini memang orangnya nggak peka atau mungkin terlalu bingung dengan situasinya (mungkin dia masih bingung karena mendadak jadi orang terkenal). Tapi tetap terasa aneh sih, karena kayaknya, orang-orang di sekitarnya juga ngeh dengan situasi itu dan kayak saling berbagi pandang gitu di belakang sementara JHI kelihatan tenang-tenang saja.

Whataver, ini cuma masalah kecil sih. Dan semoga saja ini jadi pelajaran buat dia karena kalau nggak, mungkin bisa ngefek ke karirnya ke depan. Popularitas itu biasanya hanya sekejap mata, karena bakal ada bintang-bintang baru yang menggantikannya. Dan untuk jadi aktor yang bisa bertahan bertahan di industri semacam itu, kayaknya juga nggak cukup cuma modal kemampuan akting belaka, tapi juga karakter personal yang membuat orang-orang di sekitarnya bakal nyaman kerja bareng.

K-Variety: Three Meals A Day

Setelah melihat , saya jadi penasaran dengan program-programnya PD yang lain, yang ternyata lumayan banyak. Tapi bagusnya, konsep acaranya PD Na ini episodenya pendek-pendek saja, sehingga cukup enak mengikutinya. Saya coba melihat beberapa edisi Over Flower-nya, yakni Grandpa Over Flowers. Tapi karena edisinya sudah agak lama, dan castnya saya juga tak familiar (selain , yang lain adalah para aktor senior karena memang judulnya aja grandpa, meski juga ada guest star dan Choi Ji-woo di beberapa episode), saya hanya nonton sekilas-sekilas saja. Dari sini kemudian saya mulai familiar dengan sosok , yang kemudian menjadi semacam ‘ikon’nya acara-acara PD Na. Jika kebanyakan acara variety castingnya adalah orang-orang yang pandai melucu, tidak demikian dengan castnya PD Na. Karakter unik lah yang menjadi daya tarik utama. Dan sepertinya memenuhi kriteria itu. ini memang karakternya cukup unik: sinis, bermulut pedas, penggerutu tapi sebenarnya sosok yang baik dan caring. Dan perpaduan sifat ini, ternyata menjadi menarik ketika ditampilkan di variety show. Dan ini juga hal lain yang menjadi kekhasan sekaligus keunggulan acara variety ala PD Na, karena terasa nggak fake. Humor-humornya adalah hal-hal sehari-hari yang realistis dan biasa, hanya saja kadang jadi sedikit membosankan.

3MAD_Gochang Village2

Acara PD Na yang lain yang kemudian saya coba tonton adalah Three Meals A Day, dibagi dua edisi: tiga edisi farm dan dua edisi fishing village. LSJ di-cast yang edisi farming. Di season pertama, castnya bersama -nya 2PM. Saya sendiri tak tahu alasan di-castingnya di sana, tapi menurut saya, ia kurang cocok dipasangkan dengan Lee Seo-jin. Karakternya cukup ‘nice’ tapi juga tidak terlalu menarik. Di sisi lain, karakternya juga cenderung kaku dan nggak pandai melucu. Soal masak memasak, keduanya juga just so-so. Karenanya, acaranya kemudian jadi sering terasa ‘krik-krik’ banget kalau pas nggak ada bintang tamunya. Yah, meski konon memang tema acara ini menekankan pada upaya ‘menyediakan makanan 3 kali sehari di tengah lingkungan yang apa adanya’, tetap saja rasanya tidak cukup menarik. Acaranya hanya begitu-begitu saja dari waktu ke waktu. Kalau pas ada bintang tamu yang karakternya menarik, baru agak menarik. Seingat saya waktu itu, acara baru terasa ‘hidup’ waktu muncul Kim Kwang-gyu yang kemudian ternyata dijadikan cast utama di season ke-2. Tapi sepertinya juga nggak terlalu banyak menolong. Karenanya, konon rating season ini cukup rendah.

3MAD3_1_0

Usai edisi farming pertama, PD Na membuat edisi fishing village. Konsepnya sama, usaha menyediakan makanan tapi dari hasil laut. Castnya juga lagi-lagi unik, karena melibatkan sosok-sosok yang di ‘luar’ dunia variety show, yakni dua aktor yang cukup veteran: dan . Konon yang edisi ini ratingnya jauh lebih bagus karena chemistry dua castnya yang pas: pinter mancing dan pinter masak (yang kemudian dijuluki Chajumma) ditambah kemudian. Selain itu, bintang tamunya juga cukup jor-joran. Saya nonton beberapa episode, tapi tetap kurang bisa menikmatinya. PD Na memang menyebut kalau 3MAD memang semacam boring entertainment yang bisa memberi efek healing, karena menyajikan hal-hal keseharian yang ‘sederhana’, hanya saja, saya pribadi lebih sering menemukan kesan boring daripada healingnya ketika nonton acara ini.

3MAD4_11_1

Karenanya, ketika membaca kalau PD Na kembali membuat 3MAD season 3 fishing village, saya nggak terlalu berminat untuk menontonnya. Apalagi, saya baca kalau acara ini bahkan nggak ada bintang tamunya. Bayangan saya, paling juga nggak akan terlalu jauh beda dengan season pertama ( – Taecyeon). Saya baru penasaran di season 4 (yang mulai mengundang bintang tamu) dan salah satu bintang tamunya adalah . Seperti beberapa kali saya tulis di blog ini, kalau LJH adalah salah satu aktor favorit. Di sisi lain, dia jarang tampil di acara variety, karenanya, melihatnya tampil di acara PD Na menjadi hal yang tak boleh dilewatkan. Tapi dari sinilah saya kemudian benar-benar mulai menikmati 3MAD (terutama season 3 & 4), justru bukan karena LJH (atau juga bintang tamunya), melainkan karena 3 cast utamanya: , dan .

3MAD3_9_21

Ketika sebelumnya mendengar bahwa cast baru untuk 3MAD (Fishing Village 3), yang akan mendampingi adalah dan , saya nggak terlalu antusias. Eric adalah salah satu aktor drama yang cukup saya sukai (selain wajahnya yang memang ganteng, saya juga suka dengan karakter-karakternya di drama yang keren). Meski begitu, awalnya saya agak underestimate dengan keterlibatan dia di variety show. Saya pernah nonton dia sebelumnya jadi bintang tami di Running Man, dan meski saya menyukai aksinya bersama timnya (Shinhwa), tapi saya merasa kalau dia terlalu ‘tenang’, agak canggung, pemalu dan terlalu pendiam untuk sebuah acara variety show. (saya cuma lihat dia di drama), juga sepertinya bukan sosok yang pandai melucu. Karenanya, saya benar-benar nggak berpikir kalau mereka akan jadi tim yang menarik. Tapi ya itu tadi, setelah melihat ketiganya, saya benar-benar dibuat surprise dengan chemistry mereka yang ternyata bagus banget. Momen-momen mereka tanpa bintang tamu menurut saya justru menjadi bagian yang paling menarik. Karena itulah, saya kemudian memutuskan untuk nonton season sebelumnya yang memang tanpa bintang tamu itu, yang ternyata kemudian mengubah pandangan saya tentang season ini.

 

 

Di antara seri 3MAD yang pernah dibuat dan sudah saya tonton, menurut saya season 3 ini adalah yang terbaik (dan saya baca di internet, komen PD Na dan timnya juga mengaku sangat puas dengan season kali ini karena hasilnya di atas ekspektasi. Di tambah lagi, dari segi rating juga cukup tinggi, sekitar 12 %). Di season kali ini, chemistry castnya benar-benar terasa sempurna, bagian masak memasaknya sangat menarik, dan konsep acaranya yang bertema healing dari perjuangan menyediakan makanan dari lingkungan sekitar yang terbatas, juga sangat dapat. Hampir semua bahan-bahan makanannya adalah yang didapat di sekeliling mereka dan didapat dengan kerja yang cukup melelahkan. Proses memasaknya juga dengan peralatan yang sangat apa adanya: dengan tungku kayu bakar yang perlu perjuangan ‘berdarah-darah’ untuk menyalakan apinya. Sungguh, bagi yang pernah merasakan caranya membuat api di tungku tahu lah bagaimana rasanya. Selain karena untuk menyalakan apinya butuh perjuangan keras, asapnya juga akan membuat mata pedih bukan main. Belum lagi bau sangitnya yang lengket di mana-mana. Karenanya, saya cukup salut dengan castnya–yang notabene adalah para selebriti yang identik dengan kehidupan yang mewah dan wangi– tapi ternyata bisa survive dengan semua itu.

 

 

3MAD3_3_2

Eric yang beneran bisa masak dan masakannya bikin ngiler 😛

Di 3MAD-3MAD sebelumnya, saya tak pernah tertarik dengan acara masak memasaknya yang begitu-begitu saja, tapi di Season 3 ini, acara memasak menjadi salah satu bagian terpenting. Dengan kemampuan memasak Eric, acara masak memasaknya menjadi sangat menarik. Eric benar-benar bisa memasak dan caranya memperlakukan makanan benar-benar terasa art, sehingga menjadi tontonan yang menarik. Masakannya juga konon selalu lezat (dan kelihatannya memang begitu). yang terkenal blak-blakan dan sarkastis saja tak henti memuji dan mengagumi kemampuan Eric. Kyun-sang yang memang doyan makan selalu makan dengan lahap. PD Na dan kru juga diperlihatkan sering nggak tahan untuk tak mencicipi makanan buatan Eric dan komentarnya selalu membuat saya pengin ikut mencicipinya. Bagusnya lagi, meski terkesan cukup wah, tapi menu-menu masakan Eric sebenarnya cukup sederhana dan mudah dipraktekkan. Karena bahan-bahannya memang apa yang didapat dari yang ada di sekitar.

3MAD3_8_22

Yah, bisa dibilang Eric memang golden castnya PD Na di sini. Dia adalah paket lengkap: visual yang cakep, pinter masak, pinter mancing, capable hampir di semua hal, karakternya unik (nggak heran kalau dia dijuluki 4D), dan yang jelas punya chemistry yang sangat bagus dengan Seo-jin dan  Kyun-sang. Dia menjadi semacam katalisator bagi Seo-jin dan Kyun-sang sehingga interaksi mereka benar-benar manis dan kompak. Meski pendiam dan kalem, tapi Eric punya sisi hangat yang menyenangkan. Dan agaknya karakter ini sangat cocok dengan yang biasanya bossy. Alih-alih, ia justru dengan senang hati membantu Eric dan jadi kapten yang bertanggung jawab. Sementara si maknae yang memang berkarakter hangat, juga tak perlu waktu lama untuk ngeblend, terutama sama Eric. Momen-momen ketika mereka bertiga duduk bareng dan mengobrolkan hal-hal remeh temeh dengan santai menurut saya adalah salah satu bagian terbaik dari acara ini (konon bahkan banyak obrolan yang nggak bisa ditayangkan karena obrolan mereka yang terlalu dekat dan personal, haha).

3MAD3_9_6

Ohya, bagi penggemar kucing, season kali ini juga dilengkapi dengan interaksi dengan Koong dan Mong, dua kucingnya Kyun-sang yang lucu-lucu, sehingga menjadi pelengkap konsep healing di acara ini. Satu-satunya ‘kekurangan’ dari season ini adalah kekurang beruntungan mereka dalam hal mancing. Eric yang dikenal cukup pintar mancing, nyaris nggak pernah dapat ikan (hasil pancingannya bahkan beberapa kali cuma bintang laut dan ikan kembung yang jadi olok-olok, haha). Sebaliknya, Kyun-sang yang baru diajari Eric, justru lebih sering dapat ikan, meski juga hasilnya nggak seberapa. Nggak tahu, apa memang ikannya di sana nggak terlalu banyak atau memang mereka yang kurang beruntung.

3MAD3_11_29

Bersyukur banget karena kemudian PD Na kembali meng-cast ke-3 nya di season ke 4. Hanya saja, sedikit berbeda dengan season sebelumnya, yang murni fishing, di season 4, konsepnya perpaduan antara fishing sama farming. Jackson, kambing yang jadi peliharaan Seo-jin di season pertama didatangkan bersama anak cucunya dan dibuatkan semacam ranch untuk diperah susunya dan kemudian dibagikan ke orang-orang desa. Konsep ‘bagi-bagi susu’ ini menurut saya cukup brilian karena menambah nilai lebih pada acara ini, yakni membangun interaksi dengan orang-orang sekitar. Di season ini, fasilitasnya juga sedikit lebih mewah, karena ada kulkas, oven (tanah), kipas angin, dan juga mobil untuk mobilisasi. … Meski menurut saya tetap berat karena apinya masih api tungku, ditambah lagi syutingnya pas musim panas yang pastinya panas banget.

3MAD4_1_1

Hal lain, season kali ini juga selalu ada bintang tamunya di tiap episode. Dan seperti saya tulis di awal , kalau tadinya saya penasaran sama Lee Je-hoon, tapi setelah melihat keseluruhan season ini, bintang tamu yang menarik menurut saya adalah sama gengnya Eric di Shinhwa: Minwoo-Andy.

jadi bintang tamu di episode 1-3. Dan melihatnya disini, cukup merubah impresi saya sama dia yang selama ini agak kurang sreg karena aktingnya yang menurut saya just so-so. Dan yah, inilah menariknya melihat aktor/aktris di drama dan di variety show yang seringkali menjadi dua hal yang berbeda. Seleb yang menarik di dunia drama/film kadang belum tentu punya karakter asli yang sama menariknya. Demikian juga sebaliknya. Mereka yang nggak terlalu menarik ketika berakting, ternyata karakter aslinya justru sangat lovable. Dan menurut saya adalah salah satunya. Karena karakter aslinya ini ternyata sangat menyenangkan. Saya nggak menyangka kalau ternyata ia bisa begitu easy going, apalagi dengan seorang . Usut punya usut mereka ternyata pernah main drama bareng sebelumnya. Meski begitu, hubungan dan ini benar-benar sangat cair. Bahkan  Seo-jin Choi Ji-woo yang sering disebut-sebut memiliki chemistry yang kuat, menurut saya hubungannya tak secair dengan . bahkan dengan cuek dan santai meledek  Seo-jin yang ditanggapi dengan reaksi yang sama oleh Seo-jin. Hubungan Ji-min dengan Eric juga asyik, ada kesan kalau  mengagumi Eric (who’s not?? :)). Cara bicara Ji-min ke Eric selalu agak-agak manja. Saya kemudian baca kalau keduanya pernah main drama bareng (Wolf) dan mengalami kecelakaan waktu syuting dimana Eric mencoba menyelamatkan Han Ji-min dari mobil stunt. Kabarnya, Eric yang kemudian luka cukup parah karena hal itu. Jadi ya, bisa dipahami bagaimana perasaan ke Eric. Mungkin bukan dalam artian romantis, tapi lebih ke abang-adik. Dengan Kyun-sang yang baru dikenalnya, ia juga ramah dan hangat.

Han Ji-min juga terlihat banget nggak jaim. Ia cuek cuci piring atau bantu masak, santai ngobrol dengan orang desa, jalan-jalan menikmati suasana.. semuanya terlihat alami. Nggak heran kalau saya baca di sebuah artikel, komen penulis scriptnya bilang kalau adalah guest star terbaik.

3MAD4_1

Minwoo dan Andy adalah bintang tamu terbaik berikutnya dan sangat tepat diundang di episode-episode terakhir (episode 10-11). Dari sini pula, saya jadi ‘kenal’ dengan Shinhwa. Jadi, meski sudah lama saya memfavoritkan Eric karena dramanya, tapi saya tak pernah merasa tertarik untuk ngulik-ulik informasi terkait kehidupannya sebagai anakbboyband. Saya selalu agak underestimate dengan dunia boyband-boyband-an. Tapi kedatangan Minwoo dan Andy merubah persepsi saya. Tanpa perlu banyak bicara atau penjelasan, terlihat sekali kalau Eric sangat dekat dengan kedua temannya itu. Mereka terlihat begitu nyaman satu sama lain dan bahkan nggak risih memperlihatkan perhatian satu sama lain (saya agak kaget waktu Eric bahkan nyium Andy waktu hendak tidur, yang ternyata saya tahu kemudian adalah hal biasa bagi Shinhwa). Tidak hanya itu, karena teman-temannya Eric ini ternyata karakternyata juga asyik banget. Mereka langsung membaur dengan dan Kyun-sang. Bahkan kelihatan kalau  Seo-jin kagum sama Min-woo yang memang friendly banget. Dan seolah memang memang takdir dari persahabatan indah mereka, sebuah kebetulan menambah highlite episode ini karena Minwoo lah yang pertamakali mencetak rekor berhasil mancing ikan ‘black porgy’ yang sebelumnya begitu diimpikan Eric (dan juga jadi obsesi tim 3MAD-3MAD sebelumnya). Selebrasi geng Shinhwa juga terasa gold banget. Kyun-sang aja sampai bercanda menobatkan diri sebagai Shinhwachangjo, julukan untuk fans-nya Shinhwa. Haha

3MAD4_6

Untuk bintang tamu yang lain, just so-so, termasuk yang awalnya menjadi alasan utama ketertarikan saya nonton 3MAD ini. Jika adalah seleb yang karakter aslinya lebih menarik daripada karakternya di dunia akting, maka bisa dibilang adalah sebaliknya. Meski kemampuan aktingnya saya kagumi, tapi ternyata karakter aslinya nggak terlalu menarik untuk acara variety. Dia cenderung pendiam, canggung, agak cupu dan nggak pandai melucu. Hanya saja, bagusnya Je-hoon ini dia mau membaur dengan yang lain, meski sebenarnya dia nggak kenal dekat sama satupun dari ke-3 castnya. Sikapnya yang ‘nice’, nggak jaim, cenderung polos dan positif, membuatnya segera diterima dan menjadi akrab dengan yang lain. Meski mengaku nggak bisa renang, dia ikut saja nyebur dan main air di laut dan sedikit gila-gilaan sama yang lain. Karenanya, edisi main-main di laut ketika dia jadi bintang tamu, menurut saya adalah yang paling terlihaat menyenangkan.

3MAD4_12_1

Bintang tamu lain adalah (AoA) dan Lee Jong-suk. Kedatangan terasa canggung sejak dari awal. Nggak tahu juga sih sebenarnya bintang tamu itu diundang karena memang di cast sama PD-nya atau sebenarnya permintaan agensi bintang yang bersangkutan buat promo? Asumsi saya, dua-duanya. Jimin dan MinDy kayaknya memang diundang sama PD Na, mungkin Je-hoon juga, karena dia sebuah artikel saya baca kalau dia memang minta diundang untuk tampil di acaranya PD Na, meski mungkin ada unsur promosi juga karena menjelang filmnya rilis. Demikian juga Lee Jong-suk, antara diundang karena ada Kyun-sang dan juga karena promo drama barunya. Sementara Seolhyun, sepertinya murni disuruh tampil di sini buat promo film terbarunya. Dan karenanya, Seolhyun terlihat sangat tidak nyaman, pun dengan ketiga castnya yang juga jadi canggung. Bisa dipahami sih selain perbedaan jenis kelamin, secara usia, gap mereka jauh banget (apalagi Lee Seo-jin yang kayak bapaknya) dan juga nggak penah terlibat kerja bareng sebelumnya. Karakter Seolhyun juga cenderung pemalu dan introvert. Untunglah, ketiga cast utamanya terlihat sangat pengertian dan berusaha keras membuat suasana yang lebih nyaman. Dan karakter sebenarnya juga cukup nice.

3MAD4_7_2

Kehadiran juga nggak terlalu menarik. Bahkan menurut saya menjadi bintang tamu yang paling membosankan. Episode kedatangannya menarik karena inisiatif camera prank-nya Kyun-sang yang cukup lucu (letak lucunya juga bukan karena Jon-suknya, tapi justru pada Eric dan Seo-jin yang harus berakting dan beberapakali nyaris keceplosan). Sementara selebihnya, nggak terlalu menarik. Karena memang yang dikenal baik cuma Kyun-sang, Jong-suk jadi terlihat terlalu ‘nempel’ sama Kyun-sang sehingga kesannya kurang bisa membaur dengan yang lain dan jadinya malah nggak asyik. Contoh kecil yang kelihatan banget adalah ketika mereka main di laut. Berbeda dengan Je-hoon yang mau mencoba banyak hal dan berusaha ngblend sama yang lain, Jong-suk malah cuma sibuk ngobrol sama Kyun-sang di atas kapal sementara Eric dan Seojin yang asyik main air. Moment ngobrol santai barengnya juga nggak ada karena dia cuma nempelin Kyun-sang kesana kemari. Yah, katanya sih karakternya dia memang pemalu banget, tapi menurut saya seharusnya tetap saja dia bisa sedikit berusaha untuk berbaur dengan yang lain, apalagi castnya juga sama-sama cowok.

Selain pas bintang tamunya dan duo MinDy, menurut saya, sebenarnya best momentnya season ini tetap ketika cuma ada ketiga cast utamanya. Bromance mereka kerasa banget dan bagaimana mereka terlihat begitu nyaman satu sama lain. Salah satu bagian terbaik misalnya ketika mereka bertiga bikin pizza yang melihatnya saja bikin saya ngiler itu. Juga ketika Eric sama Seo-jin bermobil dan mancing cuma berdua karena Kyun-sang datang belakangan. Untuk dua orang dengan karakter yang cenderung ‘kaku’ dalam berinteraksi sosial, melihat bagaimana keduanya begitu santai mengobrol atau bahkan cuma saling diam berdua dengan begitu nyaman, menurut saya menunjukkan bagaimana Eric sama Seo-jin ini memang bener-benar berteman baik di kehidupan nyata.

3MAD4_b

Dibanding 3MAD sebelumnya, season 4 ini memang terasa paling ‘ringan’ dan konsepnya berkesan ‘having fun’ banget untuk para castnya. Fasilitasnya cenderung lebih mewah dan castnya juga nggak perlu terlalu kerja keras cari bahan makanan (kebanyakan menunya adalah daging yang dibeli). Nggak tahu sih, mungkin karena season sebelumnya yang bisa dibilang sukses, sepertinya Na PD sedang ingin ‘berbaik hati’ dan kasih ‘bonus’ sama para castnya, terutama Lee Seo-jin yang memang katanya paling senang kalau ada bintang tamunya. Selain itu, di ending season sebelumnya, Lee Seojin bilang kalau ia ingin acaranya seperti liburan musim panas yang menyenangkan bareng teman-teman. Memang jadinya agak ‘meleset’ dari konsep 3MAD sebelumnya yang terasa solid banget, dan mungkin juga itu sebabnya ratingnya konon malah lebih rendah dari season sebelumnya (meski penurunannya tak signifikan).

3MAD3_9_15

Saya baca beberapa artikel di internet, kalau tim produksi acara ini memang puas banget dan salah satu asisten PD-nya bahkan bilang kalau pengin kerja bareng cast yang sama hingga 10 tahun lagi. Hmm, nggak tahu sih apa PD Na beneran bakal ngajak kerja bareng mereka lagi karena dia terkenal sebagai PD yang predictable, melainkan lebih senang mencoba konsep yang baru. Karenanya, agak sulit membayangkan dia akan men cast mereka bertiga lagi di program yang sama. Apalagi, mengingat kalau tokoh utama acara varietynya selalu adalah Lee Seo-jin. Sementara pada dua season ini, tidak bisa dipungkuri kalau sosok Eric terasa lebih menonjol dalam segala hal. Tapi ya nggak tahu juga, mungkin karena melihat chemistry mereka bertiga yang bagus, PD Na justru bakal bikin program lagi dan lagi untuk mereka dengan konsep yang berbeda. Ya, semoga saja!

List Episode Three Meals A Day:
1. Three Meals a Day: Jeongseon Village 1
Tayang: 17 Otober 17 – 26 Desember , 2014
Episode: 11
Cast: , (plus bintang tamu: Youn Yuh-jung, Choi Hwa-jung, Shin Goo, Baek Il-seob, Kim Kwang-kyu, Kim Ji-ho, Ryu Seung-soo, Go Ara, Son Ho-jun, Choi Ji-woo, Lee Soon-jae, Kim Yeong-cheol, Lee Seung-gi )

2. Three Meals a Day: Fishing Village 1 (Manjae Island)
Tayang: 23 Januari –20 Maret, 2015
Episode: 9
Cast: , , (kemudian digantikan Jang Keun-suk) (bintang tamu: Jung Woo, Choo Sung-hoon)

3. Three Meals a Day: Jeongseon Village 2
Tayang: 15 Mei – 11 September 2015
Episode: 18
Rating: sekitar 5-8%
Cast: , , Kim Kwang-kyu (bintang tamu: Park Shin-hye, Ji Sung, BoA, Yoo Hae-jin, Kim Ha-neul, Choi Ji-woo, , Hong Seok-cheon, Lee Sun-kyun)

4. Three Meals a Day: Fishing Village 2 (Manjae Island)
Tayang: 9 Oktober – 11 Desember 2015
Rating: sekitar 10-13%
Cast: , , (bintang tamu: Park Hyung-sik, Lee Jin-wook, Yoon Kye-sang)

5. Three Meals a Day: Gochang Village
Tayang: 1 Juli – 16 September 2016
Episode: 10
Rating: sekitar 9-12 %
Cast: , , , Nam Joo-hyuk

6. Three Meals a Day: Fishing Village 3 (Deukryang Island)
Tayang: 14 Oktober – 30 December 30, 2016
Episode: 12
Rating: sekitar 9-12%
Cast: , ,

6. Three Meals a Day: Sea Ranch
Tayang: 4 Agustus – 20 Oktober 2017
Episode: 12
Rating: sekitar 8-11 %
Cast: , , (bintang tamu: Han Ji-min, , , , Lee Min-woo & Andy “Shinhwa”

 

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar