Arsip

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

My Little Brother

Oh Soo-kyung, Oh Sung-ho dan Oh Joo-mi adalah tiga kakak beradik, tapi tidak akur satu sama lain. Soo-kyung bekerja sebagai reporter dan secara ekonomi paling mapan, merasa terbebani dengan keluarganya dan memilih hidup individualis. Karakternya jutek dan pahit. Sung-ho, si abang tertua adalah mantan atlet yang bekerja sebagai sopir angkutan anak sekolah dan menjadi bulan-bulanan istrinya karena tak cukup menghasilkan uang. Sementara si bungsu Joo-mi, bekerja serabutan untuk membiayai hidupnya sendiri.

Little Brother

Little Brother (2)

Suatu hari, mereka terpaksa berkumpul karena ayah mereka tiba-tiba meninggal karena kecelakaan. Hubungan mereka dengan sang ayah juga tak bagus dan sudah lama saling tak berkomunikasi. Di masalalu, sang ayah ini lah yang merusak karir atletnya Sung-ho dan juga tak henti menyusahkan Soo-kyung. Karenanya, kematian sang ayah tak meninggalkan kesedihan atau duka lara.

Little Brother (5)

Little Brother (6)

Tapi bersamaan dengan itu muncul bocah berumur 10 tahun, Oh Nak, yang mengaku sebagai adik kandung mereka. Oh Nak yang tak punya siapa-siapa, ingin menggantungkan hidup pada kakak-kakaknya. Tapi ketiga kakak beradik ini merasa kalau keberadaan Oh Nak hanya akan menjadi beban dan saling lempar tanggung jawab. Hingga kemudian Soo-kyung mengalami masalah di kantornya terkait peliputan dan Oh Nak, ternyata bisa membantunya. Perlahan, hubungan kakak beradik ini pun kembali terbangun.

Little Brother (7)

Yah, film yang mengangkat tema keluarga, hubungan kakak-beradik, cukup sering ditampilkan Dan meski sudah berulang, tapi tetap bisa menjadi cerita yang menarik selama disajikan dengan baik. Hal yang menurut saya gagal di film ini. Jika biasanya cerita keluarga menghadirkan perasaan hangat usai menontonnya, nggak tahu kenapa saya justru jengkel dengan film ini. ‘Kehangatan’nya sebenarnya tetap ada, hanya saja, mungkin karena saya sudah terlalu annoying dengan karakter film ini, yakni Soo-kyung yang dimainkan sama aktris yang sebenarnya cukup talented dan populer, Lee Yo-won. Nggak tahu apa karena akting Lee Yo-won yang jutek atau memang karakter Soo-kyung yang memang demikian, menurut saya karakter Soo-kyung ini super menyebalkan. Jutek, pahit, egois… dan rasanya nggak cocok sebagai seorang reporter berita. Karakter lainnya lebih mending dan ‘masuk akal’ dan Oh Nak cukup lovabel.

Little Brother (1)

Di sisi lain, cerita film ini menurut saya juga agak-agak ‘maksa’. Masa iya segitu bencinya sama ayah kandung sendiri sampai bahkan kematiannya pun begitu nggak berarti? Mungkin benar si ayah pernah membuat kesalahan yang menyakitkan, tapi tentu ada kenangan-kenangan manis ketika mereka kecil, misalnya. Terus perlakuan mereka sama Oh Nak, masa ya iya segitu teganya sama adik kandung sendiri, masih bocah pula, sampai nggak mau ngurusin? Kemudian tambahan konflik dunia kerjanya Soo-kyung, menurut saya juga seperti terlalu dibuat-buat dan kurang meyakinkan. Masa iya reporter handal nyari informasi dengan cara yang nggak sesuai kode etik jurnalistik begitu? Film yang bikin saya dongkol usai menontonnya. Sayang rasanya karena sebenarnya cast film ini cukup potensial: Lee Yeo-won, Jeong Man-sik, Esom dan juga aktor muda Jung Joon-won.

Nggak tahu sih, ini penilaian subyektif saya. Saya baca beberapa komen di internet cukup positif, jadi mungkin tergantung selera masing-masing lah.

Cast:
Lee Yo-won – Oh Soo-kyung
Jeong Man-sik – Oh Sung-ho
Esom – Oh Joo-mi
Jung Joon-won – Oh Nak
Kim Hye-eun – Soon-im (sistrinya Sung-ho)
Choi Il-hwa – CEO Moon
Yang Mi-kyung – Goon-nyeo
Kim Ha-yoo – Sae-byul

Judul: My Little Brother/ Yes, Family/ Geurae, Gajok
Sutradara: Ma Dae-yoon
Penulis: Jung Mi-jin, Yoon Pil-joon
Rilis: 15 Februari 2017
Durasi: 106 menit
Distributor: Walt Disney Company Korea
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

The Sheriff in Town

Choi Dae-ho () adalah seorang detektif yang menangani narkoba. Suatu hari, ketika sedang hendak menangkap seorang pengedar narkoba di bawah seorang bandar bernama Popeye , rekannya mengalami luka parah. Si bandar pengedar melarikan diri dan yang tertangkap di lokasi adalah seorang bernama Dong-jin () , yang kemudian terbukti sebagai kurir yang tak tahu apa-apa. Dae-ho merasa prihatin, apalagi Kangjoo mengaku kalau melakukan pekerjaannya karena desakan ekonomi. Dae-ho pun membantu Kangjoo agar mendapat keringanan hukuman, sementara dia sendiri kemudian dipecat dari kepolisian karena dianggap lalai karena sudah menyebabkan temannya terluka.

The Sherrif in Town (2)

Setelah keluar dari kepolisian, ia pulang ke kampung halamannya di Busan da membuka usaha restoran ayam bersama adiknya, Deok-man (). Meski sudah tak lagi menjadi polisi, tapi karena reputasinya, Dae-ho menjadi orang yang disegani, bahkan oleh kepolisian setempat.

 

The Sherrif in Town (3)

The Sherrif in Town (4)

Suatu hari, Dong-jin yang sudah keluar dari penjara tiba-tiba muncul di kotanya. Tidak hanya itu, karena Kangjoo ternyata sudah menjadi seorang pengusaha sukses dan berniat berinvestasi di kota itu. Dae-ho merasa curiga dengan kehadiran Dong-jin yang tiba-tiba jadi orang kaya dalam waktu singkat. Naluri detektifnya pun tergerak. Ia berusaha menyelidiki Dong-jin dan mencari dukungan dari oran-g-orang di sekitarnya. Tapi Dong-jin adalah orang yang sangat licin dan pintar mengambil hati orang. Alih-alih mendapat dukungan, Dae-ho justru kehilangan kepercayaan dari orang-orang.

The Sherrif in Town (5)

Yah, lagi-lagi film dengan tema dunia polisi. Dan yah, sebagaimana film sejenis, tema besar ceritanya sebenarnya nyaris sama saja sih, polisi vs penjahat. Cuma yang agak berbeda dari film ini karena diceritakan kalau polisinya sudah dipecat dan jadi orang biasa. Dan dari segi cerita juga tetap punya orisinalitasnya sendiri. Hingga pertengahan film, siapa penjahat sebenarnya masih jadi teka-teki. Saya penasaran sama film ini karena jajaran castnya yang merupakan aktor-aktor senior yang walaupun nggak ‘top-top’ amat, tapi terkenal solid dengan kamampuan aktingnya: , , … dan yah, kalau soal akting memang tak ada yang perlu diragukan lagi dari mereka yang bisa memerankan karakter apa saja. Dan di film ini, lagi-lagi mereka membuktikannya. Semuanya terlihat effortless dengan perannya masing-masing. Hanya saja, mungkin lebih karena scriptnya membuat saya agak merasa annoying dengan karakter Dae-ho yang diperankan ketika digambarkan ia terus-terusan ngotot dan cenderung gegabah dengan apa yang dilakukannya. Dan yah, meski endingnya cukup memuaskan, tapi saya juga merasa ada sesuatu yang terasa kurang. Nggak tahu apa. Tapi overall, film yang cukup layak tonton.

Cast:
– Choi Dae-ho
– Dong-jin
– Deok-man

Kim Jong-soo – Young-hwan
Jo Woo-jin -Sun-chul
Lim Hyun-sung – Kang-gon
Bae Jeong-nam – Choon-mo
Kim Hye-eun – Mi-sun (istrinya Dae-ho)
Kim Byung-ok – Kepala Kang
Kim Kwang-gyu – Kepala Seksi Park
Nam Moon-chul – Detektif
Joo Jin-mo – tukang kapal
Son Yeo-eun – Hee-sun

Judul: The Sheriff in Town / Sheriff/ Boangwan
Sutradara & Penulis: Kim Hyung-joo
Rilis: 3 Mei 2017
Durasi: 115 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

The Bacchus Lady

Mei 16, 2018 2 komentar

So-young () adalah perempuan tua yang hidup sendiri. Sehari-hari, ia bekerja sebagai bacchus lady, yakni menjual minuman berenergi (merk Bacchus) sembari menjajakan diri. Pendeknya, ia adalah PSK. Langganannya adalah para lelaki tua yang kebanyakan juga hidup sendiri dan kesepian seperti dirinya. Pada orang-orang, ia mengaku kalau ia bekerja untuk membiayai anaknya yang kuliah di Amerika, tapi sebenarnya, ia tak punya siapa-siapa.

bclady (4)

Suatu hari, ketika sedang memeriksakan diri ke rumah sakit karena kena penyakit kelamin, ia bertemu dengan seorang bocah keturunan Filipina, Kang Min-ho, yang terpisah dari ibunya. Ibu Min-ho dipenjara karena menusuk seorang dokter yang sebenarnya adalah ayah biologisnya Min-ho. Jatuh iba, meski tak punya banyak uang, So-young merawat dan menjaga Min-ho dengan dibantu dua tetangga baiknya, Do-hoon (), seorang lelaki berkaki palsu dan Tina, seorang penyanyi klub.

bclady (3)

Di antara kesehariannya melayani para lelaki tua, tak urung So-young mendengar tentang cerita-cerita sedih mereka. Bagaimana mereka merasa kesepian dan tak berharga lagi untuk hidup dan karenanya, ingin mengakhiri hidupnya.

bclady (10)

Huu.. sedih sih ceritanya. Dan yang lebih sedih karena cerita film ini memang diinspirasi dari kisah nyata. Konon, di Korea, meski dikenal sebagai negara industri yang maju, tapi di sisi lain juga memiliki sisi ironis terkait kehidupan para lansia-nya. Anak-anak generasi industri seperti ‘tenggelam’ di dunia modern, sementara orang-orang tua yang tak lagi produktif seolah terbaikan dan harus menghidupi diri sendiri (ada yang merasa malu kalau harus membebani anak-anaknya) dan seperti di film ini, bisa saja jadi bacchus lady atau depresi karena kesepian.

bclady (13)

Dan sebenarnya nggak cuma di Korea sih, menua, sendirian dan kesepian sebenarnya adalah kisah yang terasa universal. Di belahan dunia mana saja, saya pikir cerita semacam ini bisa ditemukan. Dan bahwa film ini berusaha ‘mengusik’ kita dengan cerita semacam ini, merupakan hal yang patut diapresiasi. Apalagi di film ini, selain isu lansia, banyak isu humanisme lain yang diselipkan seperti isu migran (melalui kasus Min-ho dan ibunya) dan juga karakter orang-orang minoritas (Dong-hoon yang cacat dan Tina yang penyanyi klub). Bagusnya lagi, film ini meski ceritanya sedih, tapi nggak jatuh jadi cerita yang melodramatic. Dan meski juga mengangkat banyak isu, tapi tetap pas dan nggak terkesan ambisius.

Good movie!

Cast:
– So-young
Jeon Mu-song – Jae-voo
– Do-hoon

Judul: The Bacchus Lady/ Jookyeojooneun Yeoja
Sutradara & Penulis: Lee Je-young
Rilis: 12 Februari 2016 (Berlin FF)
Durasi: 111 menit
Distributor: CGV Arthouse
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 

Serba-Serbi Baeksang 2018

Belum bisa move on dari acara Baeksang kemarin. Maafkeun ya, karena melihat ‘penampakan’ yang jarang tampil ke publik benar-benar jadi kesempatan langka yang menyenangkan. Hehe.

IMG_20180506_073643

Ekspresi yang kayak mau nangis waktu namanya diumumin jadi pemenang

Dalam interview usai menerima penghargaan mengatakan kalau tawaran main drama datang ketika ia sedang pada titik jenuh dengan karirnya sebagai aktor. Bahkan ia merasa bimbang, apakah menjadi aktor beneran bakal jadi jalan hidupnya. Yeah, everybody face their own crisis.  Apalagi mungkin karena ia merasa tak muda lagi. Selain itu, arena sudah sekian lama, mungkin ia merasa kehilangan antusiasme lagi dalam berakting. Ia mulai akting di usia yang masih relatif sangat muda, 19 tahun, dan sejak itu, menghabiskan hampir seluruh hidupnya dengan akting (terutama di musikal) sehingga katanya nyaris nggak pernah punya waktu untuk bersenang-senang. Karenanya, ia kemudian menyatakan diri bakal vakum dari dunia musikal setidaknya selama tiga tahun. Dan syukurnya, pilihannya main drama adalah pilihan yang tepat karena dramanya sukses besar dan dia bahkan dapat Baeksang. Karenanya, penghargaan ini pastilah menjadi sangat berarti baginya.

 

IMG_20180506_103233

Sebagai penggemar dari aktor yang kehidupannya jarang banget diekspos media kecuali terkait pekerjaannya, menyaksikan interaksi Jo di kehidupan nyata di acara-acara seperti ini menjadi berkah tersendiri. Dan agaknya, banyak media yang juga tak ingin melewatkannya. Dalam salah satu jepretan candid misalnya, ketangkep Jo bertegur sapa hangat sama Ma Dong-seok dan bahkan pakai acara peluk-pelukan segala, yang menandakan kalau mereka cukup dekat.

IMG_20180506_073059

Interaksi lain, Jo sama . Mereka memang kabarnya dekat banget, dan memang kelihatan. Ada fancam yang nangkep ketika Jo ketemu sama Kim dan keduanya langsung asyik ngobrol sambil pegang-pegangan tangan kayak BFF yang udah lama nggak ketemu dan saling melepas rindu, hehe.

IMG_20180506_073609

Interaksi dengan tim mah jangan ditanya lagi. Mereka sudah kayak keluarga. Meski dramanya sudah cukup lama berakhir, tapi mereka sering banget nongkrong bareng (lihat posting-postingannya di IG atau ). Dan asyiknya mereka itu meski timnya tua-muda tapi ngeblend. misalnya, yang secara usia masih cukup muda, tampak enjoy aja kumpul bareng para om-om.

IMG_20180506_103258

Ngomong-ngomong soal tim SF, jujur sih saya jadi agak-agak ‘curiga’ sama hubungan dengan , hehe. Di foto-foto pas mereka kumpul bareng, keduanya selalu duduk deketan, dan bahkan nyaman melakukan skinship. Terus pas di Baeksang, orang pertama yang disebut Seung-Woo di speech-nya adalah nama , sebagai great partner, terus ada postingan di twitter yang capture IG storynya yang nonton live streaming Baeksang di dalam mobil. Pas Seung-Woo menang, dia mengucapkan selamat dan ekspresi suaranya kelihatan seneng banget (kayaknya dia lagi di luar negeri). Tapi well, saya sih low key saja, dan sepertinya banyak fans di luar sana yang juga keep calm. Kalau beneran ada apa-apa ya ikut seneng aja, karena menurut saya keduanya compatible dari semua segi. Tapi kalau cuma temen baik ya seneng juga, karena kalau dilihat dari karakter keduanya, sepertinya mereka berdua memang berkarakter hangat yang bisa nyaman meski temenenan dekat sama lawan jenis (mungkin karena dibesarkan sama ibu dan nuna-nya, Seung-Woo memang kelihatan mudah akrab sama teman-teman cewek). Apapun, yang terbaik deh untuk mereka berdua.

IMG_20180506_073654

Afterall, wishing all the best buat Jo!

 

K-Variety: Three Meals A Day

Setelah melihat , saya jadi penasaran dengan program-programnya PD yang lain, yang ternyata lumayan banyak. Tapi bagusnya, konsep acaranya PD Na ini episodenya pendek-pendek saja, sehingga cukup enak mengikutinya. Saya coba melihat beberapa edisi Over Flower-nya, yakni Grandpa Over Flowers. Tapi karena edisinya sudah agak lama, dan castnya saya juga tak familiar (selain , yang lain adalah para aktor senior karena memang judulnya aja grandpa, meski juga ada guest star dan Choi Ji-woo di beberapa episode), saya hanya nonton sekilas-sekilas saja. Dari sini kemudian saya mulai familiar dengan sosok , yang kemudian menjadi semacam ‘ikon’nya acara-acara PD Na. Jika kebanyakan acara variety castingnya adalah orang-orang yang pandai melucu, tidak demikian dengan castnya PD Na. Karakter unik lah yang menjadi daya tarik utama. Dan sepertinya memenuhi kriteria itu. ini memang karakternya cukup unik: sinis, bermulut pedas, penggerutu tapi sebenarnya sosok yang baik dan caring. Dan perpaduan sifat ini, ternyata menjadi menarik ketika ditampilkan di variety show. Dan ini juga hal lain yang menjadi kekhasan sekaligus keunggulan acara variety ala PD Na, karena terasa nggak fake. Humor-humornya adalah hal-hal sehari-hari yang realistis dan biasa, hanya saja kadang jadi sedikit membosankan.

3MAD_Gochang Village2

Acara PD Na yang lain yang kemudian saya coba tonton adalah Three Meals A Day, dibagi dua edisi: tiga edisi farm dan dua edisi fishing village. LSJ di-cast yang edisi farming. Di season pertama, castnya bersama -nya 2PM. Saya sendiri tak tahu alasan di-castingnya di sana, tapi menurut saya, ia kurang cocok dipasangkan dengan Lee Seo-jin. Karakternya cukup ‘nice’ tapi juga tidak terlalu menarik. Di sisi lain, karakternya juga cenderung kaku dan nggak pandai melucu. Soal masak memasak, keduanya juga just so-so. Karenanya, acaranya kemudian jadi sering terasa ‘krik-krik’ banget kalau pas nggak ada bintang tamunya. Yah, meski konon memang tema acara ini menekankan pada upaya ‘menyediakan makanan 3 kali sehari di tengah lingkungan yang apa adanya’, tetap saja rasanya tidak cukup menarik. Acaranya hanya begitu-begitu saja dari waktu ke waktu. Kalau pas ada bintang tamu yang karakternya menarik, baru agak menarik. Seingat saya waktu itu, acara baru terasa ‘hidup’ waktu muncul Kim Kwang-gyu yang kemudian ternyata dijadikan cast utama di season ke-2. Tapi sepertinya juga nggak terlalu banyak menolong. Karenanya, konon rating season ini cukup rendah.

3MAD3_1_0

Usai edisi farming pertama, PD Na membuat edisi fishing village. Konsepnya sama, usaha menyediakan makanan tapi dari hasil laut. Castnya juga lagi-lagi unik, karena melibatkan sosok-sosok yang di ‘luar’ dunia variety show, yakni dua aktor yang cukup veteran: dan . Konon yang edisi ini ratingnya jauh lebih bagus karena chemistry dua castnya yang pas: pinter mancing dan pinter masak (yang kemudian dijuluki Chajumma) ditambah kemudian. Selain itu, bintang tamunya juga cukup jor-joran. Saya nonton beberapa episode, tapi tetap kurang bisa menikmatinya. PD Na memang menyebut kalau 3MAD memang semacam boring entertainment yang bisa memberi efek healing, karena menyajikan hal-hal keseharian yang ‘sederhana’, hanya saja, saya pribadi lebih sering menemukan kesan boring daripada healingnya ketika nonton acara ini.

3MAD4_11_1

Karenanya, ketika membaca kalau PD Na kembali membuat 3MAD season 3 fishing village, saya nggak terlalu berminat untuk menontonnya. Apalagi, saya baca kalau acara ini bahkan nggak ada bintang tamunya. Bayangan saya, paling juga nggak akan terlalu jauh beda dengan season pertama ( – Taecyeon). Saya baru penasaran di season 4 (yang mulai mengundang bintang tamu) dan salah satu bintang tamunya adalah . Seperti beberapa kali saya tulis di blog ini, kalau LJH adalah salah satu aktor favorit. Di sisi lain, dia jarang tampil di acara variety, karenanya, melihatnya tampil di acara PD Na menjadi hal yang tak boleh dilewatkan. Tapi dari sinilah saya kemudian benar-benar mulai menikmati 3MAD (terutama season 3 & 4), justru bukan karena LJH (atau juga bintang tamunya), melainkan karena 3 cast utamanya: , dan .

3MAD3_9_21

Ketika sebelumnya mendengar bahwa cast baru untuk 3MAD (Fishing Village 3), yang akan mendampingi adalah dan , saya nggak terlalu antusias. Eric adalah salah satu aktor drama yang cukup saya sukai (selain wajahnya yang memang ganteng, saya juga suka dengan karakter-karakternya di drama yang keren). Meski begitu, awalnya saya agak underestimate dengan keterlibatan dia di variety show. Saya pernah nonton dia sebelumnya jadi bintang tami di Running Man, dan meski saya menyukai aksinya bersama timnya (Shinhwa), tapi saya merasa kalau dia terlalu ‘tenang’, agak canggung, pemalu dan terlalu pendiam untuk sebuah acara variety show. (saya cuma lihat dia di drama), juga sepertinya bukan sosok yang pandai melucu. Karenanya, saya benar-benar nggak berpikir kalau mereka akan jadi tim yang menarik. Tapi ya itu tadi, setelah melihat ketiganya, saya benar-benar dibuat surprise dengan chemistry mereka yang ternyata bagus banget. Momen-momen mereka tanpa bintang tamu menurut saya justru menjadi bagian yang paling menarik. Karena itulah, saya kemudian memutuskan untuk nonton season sebelumnya yang memang tanpa bintang tamu itu, yang ternyata kemudian mengubah pandangan saya tentang season ini.

 

 

Di antara seri 3MAD yang pernah dibuat dan sudah saya tonton, menurut saya season 3 ini adalah yang terbaik (dan saya baca di internet, komen PD Na dan timnya juga mengaku sangat puas dengan season kali ini karena hasilnya di atas ekspektasi. Di tambah lagi, dari segi rating juga cukup tinggi, sekitar 12 %). Di season kali ini, chemistry castnya benar-benar terasa sempurna, bagian masak memasaknya sangat menarik, dan konsep acaranya yang bertema healing dari perjuangan menyediakan makanan dari lingkungan sekitar yang terbatas, juga sangat dapat. Hampir semua bahan-bahan makanannya adalah yang didapat di sekeliling mereka dan didapat dengan kerja yang cukup melelahkan. Proses memasaknya juga dengan peralatan yang sangat apa adanya: dengan tungku kayu bakar yang perlu perjuangan ‘berdarah-darah’ untuk menyalakan apinya. Sungguh, bagi yang pernah merasakan caranya membuat api di tungku tahu lah bagaimana rasanya. Selain karena untuk menyalakan apinya butuh perjuangan keras, asapnya juga akan membuat mata pedih bukan main. Belum lagi bau sangitnya yang lengket di mana-mana. Karenanya, saya cukup salut dengan castnya–yang notabene adalah para selebriti yang identik dengan kehidupan yang mewah dan wangi– tapi ternyata bisa survive dengan semua itu.

 

 

3MAD3_3_2

Eric yang beneran bisa masak dan masakannya bikin ngiler 😛

Di 3MAD-3MAD sebelumnya, saya tak pernah tertarik dengan acara masak memasaknya yang begitu-begitu saja, tapi di Season 3 ini, acara memasak menjadi salah satu bagian terpenting. Dengan kemampuan memasak Eric, acara masak memasaknya menjadi sangat menarik. Eric benar-benar bisa memasak dan caranya memperlakukan makanan benar-benar terasa art, sehingga menjadi tontonan yang menarik. Masakannya juga konon selalu lezat (dan kelihatannya memang begitu). yang terkenal blak-blakan dan sarkastis saja tak henti memuji dan mengagumi kemampuan Eric. Kyun-sang yang memang doyan makan selalu makan dengan lahap. PD Na dan kru juga diperlihatkan sering nggak tahan untuk tak mencicipi makanan buatan Eric dan komentarnya selalu membuat saya pengin ikut mencicipinya. Bagusnya lagi, meski terkesan cukup wah, tapi menu-menu masakan Eric sebenarnya cukup sederhana dan mudah dipraktekkan. Karena bahan-bahannya memang apa yang didapat dari yang ada di sekitar.

3MAD3_8_22

Yah, bisa dibilang Eric memang golden castnya PD Na di sini. Dia adalah paket lengkap: visual yang cakep, pinter masak, pinter mancing, capable hampir di semua hal, karakternya unik (nggak heran kalau dia dijuluki 4D), dan yang jelas punya chemistry yang sangat bagus dengan Seo-jin dan  Kyun-sang. Dia menjadi semacam katalisator bagi Seo-jin dan Kyun-sang sehingga interaksi mereka benar-benar manis dan kompak. Meski pendiam dan kalem, tapi Eric punya sisi hangat yang menyenangkan. Dan agaknya karakter ini sangat cocok dengan yang biasanya bossy. Alih-alih, ia justru dengan senang hati membantu Eric dan jadi kapten yang bertanggung jawab. Sementara si maknae yang memang berkarakter hangat, juga tak perlu waktu lama untuk ngeblend, terutama sama Eric. Momen-momen ketika mereka bertiga duduk bareng dan mengobrolkan hal-hal remeh temeh dengan santai menurut saya adalah salah satu bagian terbaik dari acara ini (konon bahkan banyak obrolan yang nggak bisa ditayangkan karena obrolan mereka yang terlalu dekat dan personal, haha).

3MAD3_9_6

Ohya, bagi penggemar kucing, season kali ini juga dilengkapi dengan interaksi dengan Koong dan Mong, dua kucingnya Kyun-sang yang lucu-lucu, sehingga menjadi pelengkap konsep healing di acara ini. Satu-satunya ‘kekurangan’ dari season ini adalah kekurang beruntungan mereka dalam hal mancing. Eric yang dikenal cukup pintar mancing, nyaris nggak pernah dapat ikan (hasil pancingannya bahkan beberapa kali cuma bintang laut dan ikan kembung yang jadi olok-olok, haha). Sebaliknya, Kyun-sang yang baru diajari Eric, justru lebih sering dapat ikan, meski juga hasilnya nggak seberapa. Nggak tahu, apa memang ikannya di sana nggak terlalu banyak atau memang mereka yang kurang beruntung.

3MAD3_11_29

Bersyukur banget karena kemudian PD Na kembali meng-cast ke-3 nya di season ke 4. Hanya saja, sedikit berbeda dengan season sebelumnya, yang murni fishing, di season 4, konsepnya perpaduan antara fishing sama farming. Jackson, kambing yang jadi peliharaan Seo-jin di season pertama didatangkan bersama anak cucunya dan dibuatkan semacam ranch untuk diperah susunya dan kemudian dibagikan ke orang-orang desa. Konsep ‘bagi-bagi susu’ ini menurut saya cukup brilian karena menambah nilai lebih pada acara ini, yakni membangun interaksi dengan orang-orang sekitar. Di season ini, fasilitasnya juga sedikit lebih mewah, karena ada kulkas, oven (tanah), kipas angin, dan juga mobil untuk mobilisasi. … Meski menurut saya tetap berat karena apinya masih api tungku, ditambah lagi syutingnya pas musim panas yang pastinya panas banget.

3MAD4_1_1

Hal lain, season kali ini juga selalu ada bintang tamunya di tiap episode. Dan seperti saya tulis di awal , kalau tadinya saya penasaran sama Lee Je-hoon, tapi setelah melihat keseluruhan season ini, bintang tamu yang menarik menurut saya adalah sama gengnya Eric di Shinhwa: Minwoo-Andy.

jadi bintang tamu di episode 1-3. Dan melihatnya disini, cukup merubah impresi saya sama dia yang selama ini agak kurang sreg karena aktingnya yang menurut saya just so-so. Dan yah, inilah menariknya melihat aktor/aktris di drama dan di variety show yang seringkali menjadi dua hal yang berbeda. Seleb yang menarik di dunia drama/film kadang belum tentu punya karakter asli yang sama menariknya. Demikian juga sebaliknya. Mereka yang nggak terlalu menarik ketika berakting, ternyata karakter aslinya justru sangat lovable. Dan menurut saya adalah salah satunya. Karena karakter aslinya ini ternyata sangat menyenangkan. Saya nggak menyangka kalau ternyata ia bisa begitu easy going, apalagi dengan seorang . Usut punya usut mereka ternyata pernah main drama bareng sebelumnya. Meski begitu, hubungan dan ini benar-benar sangat cair. Bahkan  Seo-jin Choi Ji-woo yang sering disebut-sebut memiliki chemistry yang kuat, menurut saya hubungannya tak secair dengan . bahkan dengan cuek dan santai meledek  Seo-jin yang ditanggapi dengan reaksi yang sama oleh Seo-jin. Hubungan Ji-min dengan Eric juga asyik, ada kesan kalau  mengagumi Eric (who’s not?? :)). Cara bicara Ji-min ke Eric selalu agak-agak manja. Saya kemudian baca kalau keduanya pernah main drama bareng (Wolf) dan mengalami kecelakaan waktu syuting dimana Eric mencoba menyelamatkan Han Ji-min dari mobil stunt. Kabarnya, Eric yang kemudian luka cukup parah karena hal itu. Jadi ya, bisa dipahami bagaimana perasaan ke Eric. Mungkin bukan dalam artian romantis, tapi lebih ke abang-adik. Dengan Kyun-sang yang baru dikenalnya, ia juga ramah dan hangat.

Han Ji-min juga terlihat banget nggak jaim. Ia cuek cuci piring atau bantu masak, santai ngobrol dengan orang desa, jalan-jalan menikmati suasana.. semuanya terlihat alami. Nggak heran kalau saya baca di sebuah artikel, komen penulis scriptnya bilang kalau adalah guest star terbaik.

3MAD4_1

Minwoo dan Andy adalah bintang tamu terbaik berikutnya dan sangat tepat diundang di episode-episode terakhir (episode 10-11). Dari sini pula, saya jadi ‘kenal’ dengan Shinhwa. Jadi, meski sudah lama saya memfavoritkan Eric karena dramanya, tapi saya tak pernah merasa tertarik untuk ngulik-ulik informasi terkait kehidupannya sebagai anakbboyband. Saya selalu agak underestimate dengan dunia boyband-boyband-an. Tapi kedatangan Minwoo dan Andy merubah persepsi saya. Tanpa perlu banyak bicara atau penjelasan, terlihat sekali kalau Eric sangat dekat dengan kedua temannya itu. Mereka terlihat begitu nyaman satu sama lain dan bahkan nggak risih memperlihatkan perhatian satu sama lain (saya agak kaget waktu Eric bahkan nyium Andy waktu hendak tidur, yang ternyata saya tahu kemudian adalah hal biasa bagi Shinhwa). Tidak hanya itu, karena teman-temannya Eric ini ternyata karakternyata juga asyik banget. Mereka langsung membaur dengan dan Kyun-sang. Bahkan kelihatan kalau  Seo-jin kagum sama Min-woo yang memang friendly banget. Dan seolah memang memang takdir dari persahabatan indah mereka, sebuah kebetulan menambah highlite episode ini karena Minwoo lah yang pertamakali mencetak rekor berhasil mancing ikan ‘black porgy’ yang sebelumnya begitu diimpikan Eric (dan juga jadi obsesi tim 3MAD-3MAD sebelumnya). Selebrasi geng Shinhwa juga terasa gold banget. Kyun-sang aja sampai bercanda menobatkan diri sebagai Shinhwachangjo, julukan untuk fans-nya Shinhwa. Haha

3MAD4_6

Untuk bintang tamu yang lain, just so-so, termasuk yang awalnya menjadi alasan utama ketertarikan saya nonton 3MAD ini. Jika adalah seleb yang karakter aslinya lebih menarik daripada karakternya di dunia akting, maka bisa dibilang adalah sebaliknya. Meski kemampuan aktingnya saya kagumi, tapi ternyata karakter aslinya nggak terlalu menarik untuk acara variety. Dia cenderung pendiam, canggung, agak cupu dan nggak pandai melucu. Hanya saja, bagusnya Je-hoon ini dia mau membaur dengan yang lain, meski sebenarnya dia nggak kenal dekat sama satupun dari ke-3 castnya. Sikapnya yang ‘nice’, nggak jaim, cenderung polos dan positif, membuatnya segera diterima dan menjadi akrab dengan yang lain. Meski mengaku nggak bisa renang, dia ikut saja nyebur dan main air di laut dan sedikit gila-gilaan sama yang lain. Karenanya, edisi main-main di laut ketika dia jadi bintang tamu, menurut saya adalah yang paling terlihaat menyenangkan.

3MAD4_12_1

Bintang tamu lain adalah (AoA) dan Lee Jong-suk. Kedatangan terasa canggung sejak dari awal. Nggak tahu juga sih sebenarnya bintang tamu itu diundang karena memang di cast sama PD-nya atau sebenarnya permintaan agensi bintang yang bersangkutan buat promo? Asumsi saya, dua-duanya. Jimin dan MinDy kayaknya memang diundang sama PD Na, mungkin Je-hoon juga, karena dia sebuah artikel saya baca kalau dia memang minta diundang untuk tampil di acaranya PD Na, meski mungkin ada unsur promosi juga karena menjelang filmnya rilis. Demikian juga Lee Jong-suk, antara diundang karena ada Kyun-sang dan juga karena promo drama barunya. Sementara Seolhyun, sepertinya murni disuruh tampil di sini buat promo film terbarunya. Dan karenanya, Seolhyun terlihat sangat tidak nyaman, pun dengan ketiga castnya yang juga jadi canggung. Bisa dipahami sih selain perbedaan jenis kelamin, secara usia, gap mereka jauh banget (apalagi Lee Seo-jin yang kayak bapaknya) dan juga nggak penah terlibat kerja bareng sebelumnya. Karakter Seolhyun juga cenderung pemalu dan introvert. Untunglah, ketiga cast utamanya terlihat sangat pengertian dan berusaha keras membuat suasana yang lebih nyaman. Dan karakter sebenarnya juga cukup nice.

3MAD4_7_2

Kehadiran juga nggak terlalu menarik. Bahkan menurut saya menjadi bintang tamu yang paling membosankan. Episode kedatangannya menarik karena inisiatif camera prank-nya Kyun-sang yang cukup lucu (letak lucunya juga bukan karena Jon-suknya, tapi justru pada Eric dan Seo-jin yang harus berakting dan beberapakali nyaris keceplosan). Sementara selebihnya, nggak terlalu menarik. Karena memang yang dikenal baik cuma Kyun-sang, Jong-suk jadi terlihat terlalu ‘nempel’ sama Kyun-sang sehingga kesannya kurang bisa membaur dengan yang lain dan jadinya malah nggak asyik. Contoh kecil yang kelihatan banget adalah ketika mereka main di laut. Berbeda dengan Je-hoon yang mau mencoba banyak hal dan berusaha ngblend sama yang lain, Jong-suk malah cuma sibuk ngobrol sama Kyun-sang di atas kapal sementara Eric dan Seojin yang asyik main air. Moment ngobrol santai barengnya juga nggak ada karena dia cuma nempelin Kyun-sang kesana kemari. Yah, katanya sih karakternya dia memang pemalu banget, tapi menurut saya seharusnya tetap saja dia bisa sedikit berusaha untuk berbaur dengan yang lain, apalagi castnya juga sama-sama cowok.

Selain pas bintang tamunya dan duo MinDy, menurut saya, sebenarnya best momentnya season ini tetap ketika cuma ada ketiga cast utamanya. Bromance mereka kerasa banget dan bagaimana mereka terlihat begitu nyaman satu sama lain. Salah satu bagian terbaik misalnya ketika mereka bertiga bikin pizza yang melihatnya saja bikin saya ngiler itu. Juga ketika Eric sama Seo-jin bermobil dan mancing cuma berdua karena Kyun-sang datang belakangan. Untuk dua orang dengan karakter yang cenderung ‘kaku’ dalam berinteraksi sosial, melihat bagaimana keduanya begitu santai mengobrol atau bahkan cuma saling diam berdua dengan begitu nyaman, menurut saya menunjukkan bagaimana Eric sama Seo-jin ini memang bener-benar berteman baik di kehidupan nyata.

3MAD4_b

Dibanding 3MAD sebelumnya, season 4 ini memang terasa paling ‘ringan’ dan konsepnya berkesan ‘having fun’ banget untuk para castnya. Fasilitasnya cenderung lebih mewah dan castnya juga nggak perlu terlalu kerja keras cari bahan makanan (kebanyakan menunya adalah daging yang dibeli). Nggak tahu sih, mungkin karena season sebelumnya yang bisa dibilang sukses, sepertinya Na PD sedang ingin ‘berbaik hati’ dan kasih ‘bonus’ sama para castnya, terutama Lee Seo-jin yang memang katanya paling senang kalau ada bintang tamunya. Selain itu, di ending season sebelumnya, Lee Seojin bilang kalau ia ingin acaranya seperti liburan musim panas yang menyenangkan bareng teman-teman. Memang jadinya agak ‘meleset’ dari konsep 3MAD sebelumnya yang terasa solid banget, dan mungkin juga itu sebabnya ratingnya konon malah lebih rendah dari season sebelumnya (meski penurunannya tak signifikan).

3MAD3_9_15

Saya baca beberapa artikel di internet, kalau tim produksi acara ini memang puas banget dan salah satu asisten PD-nya bahkan bilang kalau pengin kerja bareng cast yang sama hingga 10 tahun lagi. Hmm, nggak tahu sih apa PD Na beneran bakal ngajak kerja bareng mereka lagi karena dia terkenal sebagai PD yang predictable, melainkan lebih senang mencoba konsep yang baru. Karenanya, agak sulit membayangkan dia akan men cast mereka bertiga lagi di program yang sama. Apalagi, mengingat kalau tokoh utama acara varietynya selalu adalah Lee Seo-jin. Sementara pada dua season ini, tidak bisa dipungkuri kalau sosok Eric terasa lebih menonjol dalam segala hal. Tapi ya nggak tahu juga, mungkin karena melihat chemistry mereka bertiga yang bagus, PD Na justru bakal bikin program lagi dan lagi untuk mereka dengan konsep yang berbeda. Ya, semoga saja!

List Episode Three Meals A Day:
1. Three Meals a Day: Jeongseon Village 1
Tayang: 17 Otober 17 – 26 Desember , 2014
Episode: 11
Cast: , (plus bintang tamu: Youn Yuh-jung, Choi Hwa-jung, Shin Goo, Baek Il-seob, Kim Kwang-kyu, Kim Ji-ho, Ryu Seung-soo, Go Ara, Son Ho-jun, Choi Ji-woo, Lee Soon-jae, Kim Yeong-cheol, Lee Seung-gi )

2. Three Meals a Day: Fishing Village 1 (Manjae Island)
Tayang: 23 Januari –20 Maret, 2015
Episode: 9
Cast: , , (kemudian digantikan Jang Keun-suk) (bintang tamu: Jung Woo, Choo Sung-hoon)

3. Three Meals a Day: Jeongseon Village 2
Tayang: 15 Mei – 11 September 2015
Episode: 18
Rating: sekitar 5-8%
Cast: , , Kim Kwang-kyu (bintang tamu: Park Shin-hye, Ji Sung, BoA, Yoo Hae-jin, Kim Ha-neul, Choi Ji-woo, , Hong Seok-cheon, Lee Sun-kyun)

4. Three Meals a Day: Fishing Village 2 (Manjae Island)
Tayang: 9 Oktober – 11 Desember 2015
Rating: sekitar 10-13%
Cast: , , (bintang tamu: Park Hyung-sik, Lee Jin-wook, Yoon Kye-sang)

5. Three Meals a Day: Gochang Village
Tayang: 1 Juli – 16 September 2016
Episode: 10
Rating: sekitar 9-12 %
Cast: , , , Nam Joo-hyuk

6. Three Meals a Day: Fishing Village 3 (Deukryang Island)
Tayang: 14 Oktober – 30 December 30, 2016
Episode: 12
Rating: sekitar 9-12%
Cast: , ,

6. Three Meals a Day: Sea Ranch
Tayang: 4 Agustus – 20 Oktober 2017
Episode: 12
Rating: sekitar 8-11 %
Cast: , , (bintang tamu: Han Ji-min, , , , Lee Min-woo & Andy “Shinhwa”

 

Song of The Sea

Februari 27, 2018 Tinggalkan komentar

Ben adalah seorang bocah lelaki yang hidup bahagia dengan ibu dan ayahnya, di rumah mungil mereka yang terpencil di tepi pantai. Ayahnya adalah seorang penjaga mercusuar, sementara ibunya adalah perempuan yang pandai mendongeng. Hari-hari Ben diisi dengan cerita ibunya tentang negeri laut yang dihuni para peri. Hingga suatu hari, ibunya tiba-tiba menghilang setelah melahirkan adik perempuannya, Soirse.

song of the sea

Meski sebelum pergi sang Ibu berpesan pada Ben untuk menjadi abang yang baik bagi Soirse, tapi Ben tak bisa menyembunyikan rasa sebalnya pada sang adik, yang mungkin dianggapkan sebagai sebab kepergian sang Ibu. Soirse yang tak bisa bicara meski sudah berumur empat tahun, selalu ia anggap sebagai penganggu. Meski begitu, Soirse tak pernah jengah dan selalu menginthil sang abang kemana-mana.

song of the sea1

Diketahui kemudian kalau Ibu Ben ternyata keturunan Shekel, si peri laut dan hal itu diwariskan pada Soirse. Soirse diam-diam sering menghilang untuk mengunjungi negeri laut. Sang Ayah yang tahu hal ini dan tak ingin kehilangan Soirse, kemudian menitipkan Ben dan Soirse pada sang Nenek yang tinggal di Kota. Tapi Ben dan Soirse merasa tak bahagia tinggal di kota, dan karenanya kemudian berusaha melarikan diri untuk pulang. Tapi di perjalanan, mereka menemukan hal-hal tak terduga. Ada kelompok burung hantu yang mengincar Soirse, yang ternyata adalah peri yang bisa mengembalikan kutukan …, yang berubah menjadi jahat karena dirundung kesedihan setelah kematian putranya. Maka Ben pun kemudian melakukan segala upaya untuk melindungi adiknya.

song of the sea7

Saya ‘menemukan’ film ini dari daftar nominasi film animasi terbaiknya Oscar tahun 2017 dan ketika membaca judulnya, saya langsung merasa ‘jatuh cinta.’ Meski begitu, saya tak terlalu berekspektasi, karena animasi Hollywood seringkali kurang cocok dengan selera saya. Tapi ketika mulai menonton dan kemudian tahu bahwa film ini garapan sutradara yyang sama dengan film animasi yang bagi saya sangat berkesan, Secret of Kells, saya semakin antusias

song of the sea15

Penceritaan film ini agak mirip dengan Secret of Kells yang terasa liris dan ‘mistis’ menggabungkan fantasi anak-anak dengan cerita mitologi. Gambar-gambarnya sangat cantik dan musiknya juga digarap oleh musisi yang sama, Bruno Coulais, yang merupakan salah satu musisi favorit saya. Karakter-karakternya lucu dan unik, dan ceritanya juga menarik dan bagus. Bagus!

Dubbing:
David Rawle – Ben
Brendan Gleeson – Conor & Mac Lir
Fionnula Flanagan – Granny & Macha
Lisa Hannigan a- Bronagh; ibu Ben & Saoirse
Lucy O’Connell – Saoirse
Jon Kenny – Ferry Dan & The Great Seanachaí
Pat Shortt – Lug
Colm Ó Snodaigh – Mossy
Liam Hourican – Spud & sopir bus
Kevin Swierszcz – Ben Kecil

Sutradara: Tomm Moore
Produser: Tomm Moore, Ross Murray, Paul Young, Stephan Roelants, Serge Ume, Marc Ume, Isabelle Truc, Clement Calvet, Jeremie Fajner, Frederik Villumsen, Claus Toksvig Kjaer
Screenplay – Collins
Cerita; Tomm Moore
Musik: Bruno Coulais, Kíla
Editor: Darragh Byrne, Darren T. Holmes (consulting editor)
Distributor: StudioCanal (Ireland), O’Brother Distribution (Belgium), Haut et Court (France)
Rilis: 6 September 2014 (TIFF)
Durasi: 93 minutes[2]
Negara: Irlandia
Bahasa: Inggris

Track listing
1. Lissa Hannigan – Song of the Sea
2. The Mother’s Portrait
3. The Sea Scene
4. Lisa Hannigan and Lucy O’ Connell – The Song
5. The Key in the Sea
6. The Derry Tune
7. In the Streets
8. Dance with the Fish
9. The Seals
10. Lisa Hannigan – Something Is Wrong
11. Run
12. Lisa Hannigan – Head Credits
13. Get Away
14. Help
15. Sadness
16. Molly
17. I Hate You
18. Who Are You
19. The Storm
20. Katy’s Tune
21. Lisa Hannigan – In the Bus
22. Lisa Hannigan – The Thread
23. Lisa Hannigan – Amhrán Na Farraige
24. Nolwenn Leroy – Song of the Sea (Lullaby)
25. Nolwenn Leroy – La chanson de la mer (berceuse)

Awards:
– Festival International des Voix du Cinéma d’Animation 2014: Prix Spécial du Jury Song of the Sea
– Annual Annie Awards 2014: Nominasi : Best Animated Feature, Character Design in an Animated Feature Production, Directing in an Animated Feature Production, Music in a Feature Production , Production Design in an Animated Feature Production, etc
– Satellite Awards 2014: Best Animated or Mixed Media Feature
– César Awards 2014: Nominasi Best Animated Feature Film
– Academy Awards 2015: Nominasi Best Animated Feature
– Irish Film & Television Awards: Best Film
– European Film Awards 2015: Best Animated Feature Film etc

Kategori:Uncategorized

Confidental Assignment

Januari 14, 2018 Tinggalkan komentar

Im Chul-ryung () dan Cha Ki-sung () adalah anggota tentara pasukan khusus Korea Utara. Suatu hari, Ki-sung serakah tiba-tiba menembaki orang-orang dan melarikan diri ke Korea Selatan untuk membangun bisnis narkoba. Chul-ryung yang istrinya yang juga tentara dan ikut dibunuh Ki-sung, ditugaskan untuk mencari dan menangkap Ki-sung. Untuk misinya ini, ia harus bekerja sama dengan kepolisian Korsel. Detektif yang ditugaskan untuk menjadi partner Chul-ryung adalah Kang Jin-tae ().

Confidental Assignment

Confidental Assignment1

Jin-tae adalah polisi yang tak terlalu punya reputasi, tapi seorang yang bertanggung jawab dan merupakan ayah serta suami yang baik. Di rumahnya, ia juga tinggal bersam adik iparnya, Min-young yang pengangguran. Meski menjadi partner Chul-ryung dan Jin-tae sebenarnya ditugaskan untuk menjadi mata-mata satu sama lain, mengingat hubungan kedua negara yang memang penuh curiga. Namun, semakin ke sini, yang namanya sama-sama orang baik, justru mereka mulai bersimpati satu sama lain. Berdua, mereka pun bahu membahu Ki-sung, si public enemy.

Confidental Assignment4

 

Saya penasaran sama film ini karena beberapa waktu lalu, film ini mendapat penghargaan di acara award di Korea sono untuk kategori Best Supporting Actor (Kim Ju-hyeok). Sementara untuk ceritanya sendiri, sebenarnya saya sudah agak underestimate di awal. Sekilas baca sinopsisnya, tentang agen-agenan yang melibatkan Korut dan Korsel, rasanya menjadi tema yang terlalu sering diangkat dalam perfilman Korea. Selain itu, saya juga nggak terlalu suka dengan . Well, dia aktor dengan akting yang cukup bagus dan pilihan proyeknya juga lumayan. Di masalalu, bahkan saya sempet begitu terpesona dengan penampilannya di drama dan World Within. Hanya saja, belakangan, saya merasa bosan saja melihat dia . Entah karena kemampuan akting dia yang memang seperti itu, atau memang karakter yang dimainkannya cenderung mirip-mirip, tapi rasanya tidak ada sesuatu yang ‘wah’ dalam aktingnya. Pun di film ini. Tak heran jika kemudian yang jadi si jahat Ki-sung justru lebih mencuri scene. Termasuk juga , yang memang selalu impresif dengan karakter antiheronya. Ahya, ada juga yang jadi anggota gangster dan aktingnya cukup membuat saya agak pangling.

Confidental Assignment3

Dari segi cerita, seperti dugaan saya, juga nggak ada yang terlalu baru. Cenderung mengulang dari film dengan tema yang sama. Bahkan menurut saya kualitas ceritanya hanyalah sekelas cerita ‘drama seri’ , dengan penokohan yang cenderung ‘one man show’, dimana tokoh utamanya nyaris ‘sempurna’: cakep, dingin, jago berantem, nggak kenal takut, pembela kebenaran, disukai cewek cantik… Kehadiran sosok Jin-tae bersama keluarganya sedikit memberi warna, tapi juga rasanya terlalu umum. Demikian juga penambahan sosok Min-young (), yang dimainkan sama Yoona, yang menurut saya lebih sebagai pemanis saja. Yah, akting lumayan, tapi menurut saya juga nggak istimewa. Tapi mungkin karena memang popularitasnya sebagai idol, bisa dipahami lah kalau ia tetap dipuja-puji. Sosok Ki-sung juga digambarkan terlalu dua dimensi, tanpa ada latar belakang yang jelas, jahatnya minta ampun. Untunglah, mampu memberi ‘nyawa’ pada karakternya sehingga tetap terasa ‘manusiawi’ lewat ekspresi-ekspresinya.
Bukan film yang mengesankan.

Note:
Aktor meninggal dunia pada 30 Oktober 2017 lalu,  karena kecelakaan mobil, selang beberapa hari setelah ia mendapat penghargaan di film ini. Selain sedang berada di salah satu puncak karirnya, ia juga sedang dalam proses hendak menikahi kekasihnya, aktris.. Lee Yo-young. Hmm, sedih ya… Hidup manusia meman tak ada yang tahu…

Cast:
– Im Chul-ryung
– Kang Jin-tae
– Cha Ki-sung
– istrinya Jin-tae
– Park Min-young
Park Min-ha – Kang Yeon-a (anakanya Jin-tae)
Lee Hae-young – Detektif Pyo
– Park Myung-ho

Judul: Confidental Assignment/ Cooperation/ Gongjo
Sutradara: Kim Sung-hoon
Penulis: Yoon Hyun-ho, Hwang Jo-yoon
Rilis: 18 Januari 2017
Durasi: 125 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/bahasa; Korea Selatan

Award:
The Seoul Awards 2017 :
– Best Supporting Actor ()
– Best Popular Actress ()

Baeksang Art Awards 2017:
– Most Popular Actress ()

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar