Arsip

Archive for the ‘Road Movie’ Category

Y Tu Mamá También

Agustus 15, 2017 Tinggalkan komentar

Tenoch dan Julio () adalah dua remaja yang bersahabat karib. Keduanya berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Tenoch anak seorang politikus papan atas yang kaya, sementara Julio berasal dari keluarga biasa. Ayahnya minggat dan ia hanya tinggal dengan ibu dan kakak perempuannya yang seorang aktivis kampus. Meski begitu, mereka memiliki kesamaan sifat dan selera humor yang membuat mereka nyambung satu sama lain. Keduanya cenderung bengal, hedon, dan kekanakan.

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_000546067

Suatu hari, pacar mereka, sama-sama pergi untuk melakukan perjalanan ke Italia. Di tengah rasa bosan ditinggal pacar, di sebuah pesta, mereka kemudian bertemu Luisa, yang notabene adalah istri Julio, sepupunya Tenoch yang menyebalkan. Iseng mereka mengajak Luisa untuk jalan-jalan ke pantai yang namanya tak jelas dalam peta. Awalnya, Luisa menolak. Tapi ketika tahu bahwa suaminya berselingkuh, ia pun memutuskan untuk ikut pergi.

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_002489800

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_005140134

 

Dengan mengendarai mobil tua milik kakaknnya Julio, mereka pun mulai melakukan perjalanan menyusuri sudut-sudut Meksiko yang tandus dan gersang. Obrolan di sepanjang perjalanan diisi dengan pembicaraan melantur yang tak terlalu penting, khas remaja yang cengengesan dan tahunya hanya ingin bersenang-senang. Luisa yang dewasa dan lebih berpengalaman menikmati sikap kekanakan teman-teman mudanya. Tapi di perjalanan itu juga kemudian mereka mulai mengakui ‘dosa’ satu sama lain, dan melakukan hal-hal gila. Ketika perjalanan berakhir, persahabatan mereka tak lagi sama. Sementara Luisa, ternyata juga menyimpan sebuah rahasia.

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_004805037

Another coming age story yang juga dipadukan dengan road movie. Sedikit mirip-mirip American Pie dalam hal eksplorasi seksualnya yang cenderung vulgar, tapi secara keseluruhan terasa lebih ‘berisi’ dengan latar belakang situsasi politik di Meksiko segala macam. Untuk road movienya, menurut saya juga disajikan dengan bagus dan menarik. Karena menggambarkan daerah-daerah pedesaan Meksiko yang begitu khas dunia ketiga: kumuh dan miskin, begitu kontras dengan karakter utama film yang digambarkan cengengesan, childish dan hedon. Meski begitu, semua kekontrasan itu disulam dengan begitu rapi menjadi sebuah cerita yang manis. Segala kecengengesan kedua tokoh utamanya rasanya bisa dimaklumi mengingat usia mereka yang masih sangat muda. Dan entah kenapa, usai menonton film ini saya bisa membayangkan Julio dan Tenoch di balik layar yang mulai beranjak dewasa dan melakukan hal-hal yang lebih ‘berguna.’

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_005078264

Y_Tu_Mama_Tambien_2001.avi_005862509

Untuk akting, yah, saya selalu menyukai dan dialah salah satu alasan utama saya tertarik dengan film ini. Seperti biasa, ia bermain dengan apik dan ‘karismatis’. Diego Luna (yang konon adalah karibnya Bernal di kehidupan nyata, tak heran kalau bromance keduanya terasa nyata) juga sangat pas sebagai Tenoch si anak orang kaya. Demikian juga Maribel Verdu yang jadi Luisa, yang terkesan rapuh tapi juga mature. Layak tonton!

Note:
Lumayan banyak adegan dewasanya. Tidak disarankan bagi yang berusia di bawah umur 🙂

Cast:
Maribel Verdu – Luise Cortes
– Julio Zapata
Diego Luna – Tenoch Iturbide
Diana Bracho – Silvia
Andres Almeida – Diego “Saba” Modero
Ana LOpez Mercado – Ana Morelos
Nathan Grinberg – Manuel Huerta

Judul: Y Tu Mamá También (And Your Mother Too)
Sutradara: Alfonso Cuaron
Produser : Alfonso Cuaron, Jorge Vergara
Penulis: Alfonso Cuaron, Alfonso Cuaron
Narator : Daniel Gimenez Cacho
Musik: Natalie Imbruglia, Frank Zappa, Miho Hatori
Sinematografi: Emmanuel Lubezki
Editing: Alex Rodriguez, Alfonso Cuaron
Distributor: 20th Century Fox
Rilis: 8 Juni 201
Durasi: 106 menit

Awards:
Academy Award 2001: Nominasi Award for Writing Original Screenplay
BAFTA Awards 2001: Nominasi Best Original Screenplay
Golden Globe: Nominasi Best Foreign Language
Grammy Award: Nominasi Best Compilation Soundtrack Album for Motion Picture
Independetn Spirit Award: Best Foreign Film
etc.

Iklan

Wild

Agustus 18, 2015 Tinggalkan komentar

Cheryl Strayed, melakukan perjalanan melintasi Pacific Trail seorang diri. Tanpa pengetahuan hiking yang memadai, berbekal ransel yang sarat beban ia menyusuri jalur hiking. Kerasnya alam dan kesendirian seringkali membuatnya frustrasi dan berpikir untuk menyerah. Namun setiapkali pula tekadnya menjadi. Dalam kesendiriannya pula, ia merenungkan banyak hal yang telah terjadi dalam hidupnya.

Reese Whiterspoon yang jadi Cheryl Strayed

Reese Whiterspoon yang jadi Cheryl Strayed

Digambarkan dari kilasan-kilasan flashback tentang masalalu Cheryl. Sejak kecil dia tinggal dengan ibunya yang cantik dan selalu optimis, meski ayahnya seorang alkoholic dan mengabaikan keluarganya. Cheryl begitu dekat dengan ibunya, dan ia sedih bukan main ketika ibunya divonis sakit parah dan akhirnya meninggal. Cheryl kemudian menjalani hidup yang kacau. Pernikahannya kandas, ia menjalani free sex dan ngedrugs.
wld
Dalam perjalanan ini, Cheryl pun berusaha memaknai lagi hidupnya.
Sama-sama melibatkan kata “wild” film ini tak urung mengingatkan saya sama film Into Wild yang memang memiliki banyak kesamaan. Sama-sama film tentang petualangan dan pencarian jati diri, juga sama-sama berdasarkan kisah nyata. Mana yang lebih bagus? Menurut saya sih sama saja, meski saya lebih menyukai Into the Wild.
wild
Note:
Film ini memang didasarkan pada kisah nyata penulisnya, Cheryl Strayed, seorang penulis Amerika.

Cast:
Reese Witherspoon – Cheryl Strayed
Bobbi Lindstrom – Cheryl kecil
Dern – Bobbi Grey (ibunya Cheryl)
Thomas Sadoski – Paul (mantan suami Cheryl)
Keene McRae – Leif (abangnya Cheryl)
Michiel Huisman – Jonathan
W. Earl Brown- Frank
Gaby Hoffmann – Aimee
Kevin Rankin –  Greg

Sutradara: Jean-Marc Vallée
Produser: Bruna Papandrea, Bill Pohlad, Reese Witherspoon
Screenplay: Nick Hornby (berdasarkan buku : Wild: From Lost to Found on the Pacific Crest Trail karya Cheryl Strayed)
Sinematografi: Yves Bélanger
Editing: John Mac McMurphy, Martin Pensa
Produksi: Pacific Standard,River Road Entertainment,
TSG Entertainment
Distributor: Fox Searchlight Pictures
Rilis: 29 Agustus 2014(Telluride Film Festival)
Durasi: 115 menit
Negara/ Bahasa: AS/ Inggris

Awards:

Academy Awards 2015:
– Nominasi: Best Performance by an Actress in a Leading Role (Reese Witherspoon), Best Performance by an Actress in a Supporting Role (Laura Dern)

Golden Globes, USA 2015:
– Nominasi: Best Performance by an Actress in a Motion Picture – Drama (Reese Witherspoon )

AFTA Awards 2015:
–  Nominasi Best Leading Actress (Reese Witherspoon )

and many mores, see imdb.com

Sisters on the Road

Myung-ju () dan Myung-eun () adalah kakak adik dari ayah yang berbeda. Mereka memilki karakter dan jalan hidup yang berbeda. Myung-ju, perempuan biasa saja, penjual ikan dan single parent tapi menjalani hidup dengan ringan. Sebaliknya, Myung-eun lulusan universitas dan memiliki karir yang bagus di kota, tapi pemurung dan pahit.  Ia merasa diabaikan oleh ayah kandungnya yang tak pernah berkabar, merasa ‘malu’ dengan keluarganya, dan tak menyukai “Bibi” yang tinggal bersama mereka sejak ia kecil.
sor4sor6

Setelah kematian ibunya, Myung-eun memutuskan untuk mencari ayah kandungnya. Untuk itu, ia minta ditemani Myung-ju. Maka dimulailah perjalanan mereka yang dipenuhi pertengakaran-pertengkaran kecil karena perbedaan sifat dan cara mereka memandang hidup. Dan dari perjalanan ini, juga terungkap rahasia kecil tentang siapa sebenarnya ayah Myung-eun.
sor67
Well, membaca judulnya, tadinya saya berharap ini adalah semacam road movie. Dan saya selalu menyukai film jenis ini karena biasanya melibatkan gambar-gambar yang menarik. Tapi yah, meski bisa dibilang road movie, tapi juga tidak sepenuhnya begitu. Walaupun melibatkan perjalanan, alih-alih mengambil adegan di jalanan, film akan lebih fokus pada interaksi Myung-ju dan Myung-eun, yang sebenarnya saya juga tak terlalu keberatan dengan cerita semacam ini.

sor43

Tapi, harapan saya, ini adalah juga cerita tentang kakak adik yang tidak akur lalu menemukan ‘kecocokan’ dalam perjalanan mereka. Tapi ternyata juga, cerita tidak akan fokus ke situ, melainkan lebih pada menjawab pertanyaan “siapa ayah Myung-eun.” Jujur sih, menurut saya twist-nya kurang greget. Meski cukup agak tak terduga, tapi latar perjalanannya jadi terasa kurang berarti. Cerita film juga agak terlalu lambat dan cengeng. Dan ceritanya sendiri agak mirip-mirip film apa begitu sehingga rasanya kok jadi kurang orisinil.

Whatever, lumayanlah.Apalagi dua bintang utamanya adalah duo artis papan atas Korea, dan yang menurut saya sudah memainkan perannya dengan pas.

Cast:
– Myung-ju
– Myung-eun
Kim Sang-hyeon – Hyun-a
Chu Kwi-jung – Hye-sook
Moon Jae-won – Hyun-sik
Bae Ung-jin – Seung-a

Judul: Sisters on the Road/ Jigeum Idaeroga Joayo (지금, 이대로가 좋아요)
Sutradara/ Penulis: Boo Ji-Young
Produser: Park Soon-Hong
Sinematografi: Kim Dong-Eun
Rilis: 23 April  2009
Durasi: 96 menit
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Film Festival:
– Pusan International Film Festival 2008 – Korean Cinema Today – Panorama (World Premiere)
– New York Korean Film Festival 2010

The Motorcycle Diaries

Maret 7, 2015 Tinggalkan komentar

Menonton film ini waktu jaman kuliah dulu, dan meski terasa sangat berkesan, tapi saya sendiri lupa bagaimana ceritanya, sehingga saya memutuskan nonton lagi beberapa waktu lalu.
mds
Tahun 1952. Ernesto “Fuser” Guevara ( ); 23 tahun, mahasiswa kedokteran, sering bengek karena asma, cenderung “lugu” dan jujur. Bersama teman baiknya, Alberto Granado, seorang ahli biologi menjelang 30 tahun–seorang pembual dan tukang omong besar–memutuskan untuk melakukan perjalanan mengelilingi Amerika Selatan. Dimulai dari Argentina dan sedianya akan melewati Chili, Machu Picchu di Peru, tempat perawatan penderia lepra di San Pablo dan berakhir di Venezuela. Dengan hanya bermodal sepeda motor butut dan kenekadan ala anak muda, perjalanan pun menjadi perjalanan yang penuh petualangan yang seru.
md7

mdbc
Terdampar di tengah jalan karena motor rusak dan kehabisan uang, tidur di kandang ternak, didamprat penduduk setempat, menggoda cewek-cewek cantik…berikut adu mulut karena perbedaan karakter, mewarnai perjalanan. Di sisi lain, Ernesto yang besar di tengah kehidupan kelas menengah, dibuat  terenyuh melihat banyaknya ketidak adilan dan penderitaan dari masyarakat pribumi. Hal-hal yang kemudian akan merubah cara pandang dan berpikir seorang Ernesto Guevara.
mdbd

mdbb
Sebuah film yang didasarkan pada kisah nyata salah satu tokoh revolusioner dunia, Che Guevara. Saya membaca beberapa kritik yang menyebutkan bahwa film ini terlalu “ringan” untuk menggambarkan bagaimana perjalanan ini menjadi tonggak pemikiran tokoh sefenomenal Che Guevara. Pemikiran-pemikiran Ernesto memang tak banyak digambarkan dengan lebih mendalam di sini. Meski begitu, menurut saya, film ini tetaplah terasa inspiratif. Lagipula, film toh tentang tontonan visual, kalau mau tahu lebih dalam tentang pemikiran Che Quevara ya baca bukunya saja, hehe…

mdaaa
Cast:
 – Ernesto “Fuser” Guevara
Rodrigo de la Serna – Alberto “Mial” Granado
Mercedes Morán – Celia de la Serna
Jean Pierre Noher – Ernesto Guevara Lynch
Facundo Espinosa – Tomás Granado
Mía Maestro – Chichina
Alberto Granado himself (cameo at the end of the film)

Judul:The Motorcycle Diaries (Diarios de motocicleta)

Sutradara: Walter Salles
Produser: Edgard Tenenbaum, Michael Nozik, Karen Tenkoff
Screenplay: José Rivera (berdasar “The Motorcycle Diaries“-nya Che Guevara)
Musik:
Sinematografi: Eric Gautier
Editing: Daniel Rezende
Produksi: FilmFour, BD Cine
Distributor: Buena Vista International (ARG), Focus Features (USA)
Rilis: 15 Januari 2004 (Sundance)
Durasi: 126 menit
Negara:Argentina/AS/Chili/ Peru/ Brazil/ Inggris/ Jerman/ Perancis
Bahasa: Spanyol, Quechua

Dear Galileo

Agustus 5, 2014 Tinggalkan komentar

Noon dan Cherri bersahabat. Noon yang kekanakan patah hati karena baru diputuskan oleh pacarnya, Tum. Cherri yang berasal dari keluarga sederhana. Ia sedang menghadapi masalah dengan kuliahnya di jurusan arsitektur. Dalam keadaan seperti itu, mereka memutuskan untuk pergi ke London, mengunjungi bibi Cherri sekaligus backpackingan.
dear_galileo
Hidup pun dimulai di London. Mereka harus bekerja di restoran untuk mencari uang. Tak terlalu sulit karena ada saja restoran Thai yang mau mempekerjakan mereka. Namun kadang-kadang masalah-masalah kecil muncul dan menimbulkan pertengkaran. Di sisi lain, kebersamaan mereka di negeri asing juga membuat mereka semakin memahami arti persahabatan dan membuat mereka lebih banyak merenungkan halhal yang sudah terjadi.

dear galileo

Tadinya, saya pikir ini akan menjadi semacam road movie atau sejenisnya. Bisa dibilang begitu memang, tapi menurut saya tidak terlalu seperti itu juga, karena cerita meski melibatkan tempat yang berpindah-pindah, tapi hal-hal penting terjadi ketika mereka stay di satu tempat. Cerita cukup ringan dan mengalir dengan lancar meski menurut saya kurang terasa freshnya. Karakter-karakternya cukup memilki kedalaman dan karena pada dasarnya Thailand secara budaya nggak jauh-jauh beda sama kita, jadi tidak merasa berjarak dengan tokoh-tokohnya yang pemikirannya mirip-mirip dengan kita.

dear galileo3

Film ini sedikit mengingatkan saya sama film lokal yang bertema mirip, Maura & Marsha yang dibintangi Prisia Nasution dan Adinia Wirasti. Kalau disuruh membandingkan, menurut saya ‘Dear Galileo’agak sedikit lebih solid ketimbang Maura dan Marsha.

Cast:
Chutima Theepanarth – Cherry
Jarinporn Joonkiat – Noon
Ray MacDonald – Tum (Perancis)

Judul: Dear Galileo
Sutradara: Nithiwat Tharathorn
Rilis: 23 Juli 2009
Durasi: 129 menit
Bahasa: Thailand/ Inggris
Negara: Thailand

FF:
Udine Far East Film 2010 *International Festival Premiere

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar