Arsip

Archive for the ‘Film Romantis’ Category

Over the Fence

Setelah berpisah dengan istrinya, Shiraiwa () meninggalkan Tokyo dan menjalani hidup sendirian di kota kecil. Karena merasa tak nyaman menganggur, ia mengambil kursus menjadi tukang kayu meski sebenarnya tak benar-benar ingin menjadi tukang kayu.

Over the Fence

Suatu hari, salah seorang temannya di tempat kursus, Daishimia, mengajaknya mmenghabiskan waktu di bar. Di sana, ia kemudian bertemu dengan seorang hostess kenalan Dai, Satoshi (). Satoshi sejak awal menunjukkan ketertarikan pada Shiraiwa, tapi Shiraiwa yang mengira kalau Satoshi hanya cewek gampangan biasa, tak terlalu peduli. Namun ternyata Satoshi adalah gadis berkarakter unik, yang kemudian bisa membantu Shiraiwa untuk membuka hatinya kembali.

Over the Fence (3)

Over the Fence (4)

Karena dua cast utamanya lah saya penasaran sama film ini. dan , dua aktor Jepang yang cukup saya favoritin. Dan saya juga penasaran karena baca sinopsisnya, genrenya adalah romance. Membayangkannya, dua cast ini pasti terlihat cocok sebagai pasangan kekasih. Dan yah, memang demikian. Meski romance-nya sendiri sebenarnya tak terlalu mengambil porsi paling besar, karena sebenarnya, fokus cerita lebih pada healing-nya, bagaimana seorang yang terpuruk kembali menemukan semangat hidupnya. Dan bagian ini juga digarap dengan baik.

Over the Fence (5)

Hanya saja, ada beberapa bagian yang mengganjal bagi saya usai menonton film ini. Karakter Satoshi yang histeris dan ‘agak gila’ tak mendapatkan penjelasan yang memadai kenapa ia seperti itu. Juga sosok Dai yang agak-agak misterius yang berakhir begitu saja. Overall, film yang cukup manis.

Cast:
– Yoshio Shiraiwa
– Satoshi Tamura
Shota Matsuda – Daishima
Yukiya Kitamura – Koichiro Hara
Shinnosuke Mitsushima – Yoshito Mori
Takumi Matsusawa – Akira Shimada
Tsunekichi Susuki – Kenichi Katsumada
Yuka – Yoko Ogata

Judul: Over the Fence / Oba Fensu
Sutradara: Nobuhiro Yamashita
Penulis : Yashushi Sato (novel), Ryo Takada
Rilis: 17 September 2016
Durasi: 112 menit
Distributor: Tokyo Theatres
Negara/Bahasa: Jepang

Iklan

Cheese In The Trap (film)

April 26, 2018 2 komentar

Ketika terjadi kontroversi dengan drama , saya termasuk penonton yang merasa dikecewakan karena episode-episode akirnya yang seperti ‘dirusak’ sama penulisnya. Dan waktu itu, mungkin karena bias, saya juga termasuk yang belain kubu . Meski begitu, ketika kemudian mendengar kalau drama ini, yang sepertinya ingin mengobati kekecewaan fans, kemudian akan dibuat versi filmnya dengan bintang utama dan penulisnya adalah penulis asli webtoon-nya, saya agak-agak pesimis. Pertama, castnya. Yang tetap dimainkan sama untuk peran Yoo Jung hampir semua cast lainnya nggak ada yang sama. Karena menurut saya, cast versi drama sebenarnya nggak ada yang salah. Semua sudah pas dengan perannya masing-masing dan karenanya karakternya sudah melekat sedemikian rupa. sebagai Hong Seol, : Baek In-ho dan : Baek In-ha. Karenanya, saya khawatir kalau karakter yang sudah melekat ini akan mempengaruhi cast barunya, apalagi jeda waktu antara film dan dramanya nggak terlalu jauh, sehingga pasti penonton juga masih punya ingatan yang jelas dari karakter aktor sebelumnya.

CiTT_poster

Kedua, dari segi cerita. Ceritanya cukup menarik, tapi menurut saya juga nggak terlalu kuat untuk jadi sebuah cerita film yang durasinya cuma sekitar dua jam. Meski begitu, saya tetap menantikan rilisnya film ini karena penasaran. Kenapa sih penulis aslinya sampai begitu kecewa dengan cerita di drama? Karena setelah beberapa waktu, saya mulai bisa melihatnya dengan agak obyektif, dan meski tetap merasa kecewa dengan episode-episode akhirnya yang buruk, tapi menurut saya agak berlebihan ketika Park Hae-jin mengeluarkan pernyataan yang kemudian jadi panas itu (sebenarnya sih menurut saya pernyataannya nggak parah-parah amat, cuma sepertinya halhal seperti itu memang tabu banget bagi orang Korea sehingga reaksinya jadi besar) . Karena konon cerita aslinya memang belum selesai, mungkin memang kekurangan penulis script dramanya yang kemudian harus melanjutkan ceritanya sendiri. Dan hal ini yang membuat cerita terasa njomplang antara bagian awal ke tengah dengan bagian tengah ke akhir. Dan endingnya toh tetap Seol-Yoo Jung.

CiTT_6

CiTT_3

Film ini sendiri dirilis ketika semua kontroversi itu sudah sepenuhnya reda dan karenanya, sepertinya penonton juga sudah nggak lagi terlalu antusias. Karenanya, ketika film ini muncul, tanggapan publik biasa-biasa saja, apalagi ternyata kemudian filmnya sendiri ternyata cukup mengecewakan. Kegagalan film ini, menurut saya terletak pada ketidakmampuan menawarkan sesuatu yang baru. Dari segi cerita, nyaris sama saja dengan versi dramanya sehingga tidak ada kejutannya. Apa menariknya coba menonton sesuatu yang kita tahu persis seperti apa jalan ceritanya? Ditambah lagi sebagai Yoo Jung membuat saya yang nonton film ini tetap serasa nonton dramanya. Dan karenanya, kemudian tak henti membayangkan karakter yang dimainkan cast versi dramanya. Melihat sebagai Seol, saya jadi membayangkan yang versi. Keduanya berakting bagus, tapi menurut saya lebih pas memerankan Seol yang agak lugu, ordinary tapi menarik dan berkemauan keras. Sementara , mungkin karena selama ini saya sering melihatnya berperan sebagai karakter yang cenderung sassy (didukung juga struktur wajahnya yang agak jutek).

CiTT_5

CiTT_4

Demikian juga dengan dengan karakter Baek In-ha yang agak psiko. Sementara menurut saya cukup impresif sebagai Baek In-ho dan cukup lepas dari bayang-bayang In-ho versi . Sedikit catatan, menurut saya adalah aktor yang sangat berbakat hanya saja, entah kenapa kurang populer. Saya beberapa kali melihat aktingnya dan dibuat kagum karena dia selalu bisa melebur dalam karakter-karakternya sampai membuat saya kadang pangling.

CiTT_9

Hal lain, dari segi cerita. Hal yang menarik dari Cheese in the Trap dan membedakannya dengan cerita yang sekedar romance adalah karena memadukan cerita slice of life dunia anak kuliahan. Dan untuk cerita semacam ini, memang rasanya paling pas dituangkan dalam bentuk drama seri yang punya durasi waktu lebih panjang. Pada episode-episode awal CITT, hal ini disajikan dengan bagus sekali dan menurut saya, hal itu pula yang membuat drama ini ngehits. Sementara untuk film, dengan keterbatasan durasinya, menjadi tidak mungkin mengetengahkan cerita semacam itu. Termasuk juga cerita keluarga Seol dan karakter-karakter tambahan yang cukup berperan membangun cerita.

CiTT_2

Selain itu, poin utama dari tokoh-tokoh di cerita ini adalah pada perkembangan karakternya. Bagaimana cinta bisa menjadikan seorang Yoo Jung yang agak psiko menjadi sosok yang lebih baik. Bagaimana Seol menjadi lebih dewasa…. dan lagi-lagi, proses pengembangan karakter seperti ini, sulit diperlihatkan di film. Karenanya, versi filmnya menurut saya hanya jadi seperti rangkuman-rangkuman cerita versi dramanya belaka, yang kemudian kehilangan ruhnya. Sayang sih, mengingat film ini seolah dibuat sebagai ‘perbaikan (atau saingan?)’ versi dramanya. Nggak tahu bagaimana perasaan kru film ini (terutama penulis aslinya sama yang memang sepertinya paling emosional dengan dramanya) ketika kemudian melihat hasilnya yang ternyata mungkin nggak seperti diharapkan. Yah, mungkin ini saatnya mereka berlapang dada dan membiarkan yang sudah berlalu ya sudah, hehe…

Cast:
– Yoo Jung
– Hong Seol
– Baek In-ho
– Baeik In-ha
Sandara Park – Jang Bo-ra
Oh Jong-hyuk – Oh Young-gun
Moon Ji-yoon – Kim Sang-cheol
Kim Hyun-jin – Kwon Eun-taek

Judul: Cheese In The Trap
Sutradara: Kim Jae-young
Penulis: (original komik)
Rilis: 14 Maret 2018
Distributor: Little Big Picture

The Harmonium in My Memory

September 7, 2017 Tinggalkan komentar

Berlatar tahun ’60-an. Su-ha () adalah seorang pemuda kota yang ditugaskan untuk menjadi guru di sebuah desa di pedalaman Korea. Salah satu muridnya adalah Hong-yeon (), seorang remaja 17 tahun yang sebagaimana umumnya remaja pedesaan kala itu, sikapnya masih kekanakan.

harmonium in my memory-2

harmonium in my memory-5

Jeon Do-yeon yang begitu meyakinkan berakting sebagai gadis desa belia. Padahal usia aslinya sudah 27 tahun lho

Tapi kedatangan Su-ha ternyata membuat Hong-yeon yang mulai puber, diam-diam jatuh cinta. Su-ha tentu saja, tak menyadari hal itu dan menganggap Hong-yeon muridnya semata. Di sisi lain ia justru jatuh cinta dengan guru baru yang lain, Eun-hee, yang cantik, dewasa, dan memiliki ketertarikan pada musik yang sama seperti dirinya.

harmonium in my memory-6

Ketika kemudian diketahui bahwa Eun-hee ternyata sudah punya tunangan, di tengah kondisi patah hati Su-ha, Hong-yeon dengan segala kepolosannya, memberi penghiburan pada Su-ha.

harmonium in my memory-9

Sudah lama ingin nonton film ini, karena sering disebut-sebut dalam ulasan tentang film Korea sebagai salah satu film yang dianggap klasik. Dan setelah menonton film ini saya pun paham. Ceritanya sendiri bisa dibilang ‘sederhana’ apalagi memang diangkat dari novel semioutobiografi. Tapi setting dan latar film ini benar-benar terasa klasik, mengetengahkan kehidupan pedesaan Korea, terutama kehidupan sekolah yang begitu apa-adanya khas orang-orang desa yang polos dan lugu, seperti seoklah sambil bawa adik, sekolah tanpa mandi… hihi, terasa lucu dan nostalgis.

harmonium in my memory-11

Dan untuk akting, jangan ditanya. Bahwa sekarang disebut-sebut sebagai aktris terbaik Korea saya rasa benar adanya. Dan ia sudah menunjukkan kemampuan aktingnya sejak masih muda, terutama di film ini. Bayangkan saja, usianya 27 tahun (ia lahir tahun 1973. dan di tahun yang sama ia bahkan main film dewasa, Happy End), kala membintangi film ini, tapi ia begitu pas membawakan sosok Hong-yeon, remaja 17 tahun yang polos dengan begitu meyakinkan. Two thumbs up deh dengan aktris satu iini. Di sisi lain, juga bermain apik sebagai si guru kota yang tampan dan baik hati. Film yang terasa hangat dan nostalgis.

Cast:
– Hong-yeon
– Kang Su-ha
Lee Mi-yeon – Yang Eun-hee

Seo Hye-rin – Guru Yu
Cho Eun-sook- Shin Chun-ha
Song Ok-suk – ibunya Hong-yeon
Kim Jae-in – Nanhee

Judul: The Harmonium in My Memory/ Nae maeumui pungguem
Sutradara: Lee Young-jae
Penulis: Lee Young Jae, Ha Keum-chan (novel), Oh Eun-hee
Rilis: 27 Maret 1999
Durasi: 143 menit
Negara/Bahasa; Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Film Award 1999: Best Actress (n)
Grand Bell Awards 1999: Director’s Cut ()

 

Please Teach Me English

September 7, 2017 Tinggalkan komentar

Young-joo () adalah seorang pegawai pemerintahan yang selalu merasa dirinya tidak biasa-biasa saja. Kenyataannya, ia adalah seorang cewek yang cenderung cupu dan sering bertingkah konyol. Suatu hari, ia terpilih mewakili kantornya untuk ikut les Bahasa Inggris. Di sana, ia kemudian bertemu dengan Moon-soo ( ), seorang cowok cakep bertampang playboy dan suka gombal yang sehari-hari bekerja sebagai pramuniaga di toko sepatu.

Please Teach Me English

Moon-soo ingin bisa Bahasa Inggris karena didorong ibunya, yang ingin ketemuan dengan putrinya, Victoria, yang diadopsi di Amerika. Sikap Moon-soo yang suka nggombal, menarik hati Young-joo. Ia pun kemudian berusaha keras untuk merebut perhatian Moon-soo. Awalnya, Moon-soo menganggap Young-joo hanya gadis biasa saja dan ia lebih tertarik pada tutornya, Chaterine yang cantik. Tapi Catherine sendiri tak tertarik pada Moon-soo yang terlalu gombal.

Please Teach Me English-2

Please Teach Me English-15

Hihi… salah satu genre film Korea yang saya suka adalah komedi romantisnya, karena menurut saya ide-idenya seringkali terasa orisinil, terutama film-film di awal 2000an. Dan film ini salah satunya. Dengan latar kelas bahasa Inggris (konon memang orang Korea ini cukup payah kalau ngomong Bahasa Inggris) yang terasa menyenangkan, dan cerita yang ringan, film ini terasa sangat menghibur. Apalagi kedua cast utamanya adalah aktor dan aktris yang bagi saya sangat lovable. Tidak hanya mereka enak dilihat (terutama yang di sini terlihat cakep banget) tapi juga punya kemampuan akting yang bagus.

Please Teach Me English9

Please Teach Me English-11

Awalnya saya agak khawatir dengan karakter Young-joo yang dibawakan , karena karakter seperti ini seringkali jatuh menjadi terlalu komikal dan agak embarrassing, tapi ternyata nggak kok. Young-joo cukup konyol dan cupu, tapi tetap dalam tahap wajar. Dan membawakannya dengan pas. Sementara sosok Moon-soo juga tetap terasa lovable meski karakternya di permukaan agak menyebalkan. Dan saya pikir, itu juga tak lepas dari akting bagusnya . Hubungan persahabatan dan keluarga juga menambah ‘hangat’ cerita. Dan walaupun film sudah satu dekade lebih, tapi rasanya ceritanya tetap cocok saja dinikmati saat ini. Ringan dan menghibur.

Please Teach Me English-14

Cast:
– Na Young-joo
– Park Moon-soo
Angela Kelly – Chaterine
Lee Chang-hwan – Richard
Jung Suk-young – Tyson
Hwam Geum-byul – Betty
Baek Ye-young – Julie
– ibunya Moon-soo
Kim Yeong-geon – ayahnya Young-joo
Kim Young-ae – ibunya Young-joo
Kim In-mun – kakeknya Young-joo
Moon Mi-bong – neneknya Young-joo
Jeong Sang-hoon – adiknya Young-joo
Jo Jae-hyeon – Manajer Hong

Judul: Please Teach Me English / Yeongeo wanjeonjeongbok
Sutradara: Kim Sung-su
Penulis: Noh Hye-young, Kim Sung-su
Sinematografi: Kim Hyung-kyu
Rilis: 5 November 2003
Durasi: 118 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea- Inggris

Love Strikes!

Juli 28, 2017 Tinggalkan komentar

Yukiyo () seorang cowok super culun yang terobsesi untuk memiliki kehidupan cinta di usianya yang sudah 30 tahun. Hobinya twitteran meski followernya hanya sedikit saja dan hampir tidak ada yang pernah merespon. Hingga suatu hari, seseorang memberi komentar cuitannya. Dia adalah Miyuki (), seorang cewek cantik yang menarik dan juga ramah.

love strike

Sebagai orang yang tak pernah menjalin huubungan dengan lawan jenis, Yukiyo langsung ge-er dengan kebaikan Miyuki. Apalagi, ternyata obrolan mereka selalu nyambung. Singkat kata, Yukiyo jatuh cinta pada Miyuki dan Miyuki juga sepertinya memberi harapan.

love strike-4

Tapi Yukiyo harus menelan kecewa karena ternyata Miyuki sudah punya pacar, seorang lelaki sebayanya yang keren sukses dan sudah beristri. Patah hati, Yukiyo berusaha melupakan Miyuki dan menjalin hubungan dengan Rumiko, teman Miyuki yang single dan naksir dirinya. Namun ternyata Yukiyo sadar, bahwa yang ia cintai hanyalah Miyuki .love strike-2

Saya tertarik dengan film ini karena pemainnya, , yang meski wajahnya ehem, tidak bisa dibilang tampan, tapi memiliki sisi charming dalam aktingnya. Dan saya baca juga kalau dia dapat pernghargaan sebagai aktor terbaik di film ini. Tadinya, saya berharap, meski ini adalah film tentang cinta tapi disajikan dengan cara berbeda. Tapi well, ternyata tidak jauh beda sih dari cerita-cerita tentang film cinta sejenis. Saya sendiri tak mengerti kenapa film ini sepertinya cukup mendapat apresiasi tinggi dengan adanya beberapa penghargaan. Untuk akting Mirai memang bermain bagus sebagai si super duper culun dan yeah, Masami juga bermain bagus meski menurut saya karakternya mirip-mirip saja dengan karakternya yang sudah-sudah. Cukup menghibur, tapi juga tak bisa dibilang mengesankan.

Cast:
– Yukiyo Fujimoto
– Miyuki
Kumiko Aso – Rumiko
Riisa Naka -Ai
Yoko Maki -Motoko
Hirofumi Arai – Yuichi Shimada
Nobuaki Kaneko – Daisuke Yamashita
Lily Franky – Takuya Sumida

Judul: Love Strikes!/ Moteki
Sutradara: Hitoshi One
Penulis: Mitsuro Kubo (manga), Hitoshi One
Produser: Genki Kawamura
Sinematografi: Wataru Yamamoto
Rilis: 23 September 2011
Durasi: 118 menit
Distributor: Toho
Negara/Bahasa: Jepang

Awards:
Blue Ribbon Awards 2012:
– Best Supporting Actress ()

Mainichi Film Awards 2012:
– Best Actor ()

Will You Be There

Juli 17, 2017 1 komentar

Han Soo-hyun()  adalah seorang dokter bedah anak. Ia menderita kanker paru-paru dan kemungkinan umurnya tak lagi panjang. Satu hal yang selalu disesalinya sejak 30 tahun terakhir hidupnya adalah kematian kekasihnya, Yeon-ah. Ia merasa dirinya lah yang menjadi penyebab kematian itu dan berharap bisa memutar balik waktu.

Will You Be There

Will You Be There_15

Suatu hari, dalam perjalanan nya ke Kamboja, ia bertemu seorang kakek tua buta yang memberinya 9 butir pil misterius. Pil itu, ternyata bisa membuatnya melakukan perjalanan waktu. Ia kembali ke tahun 1985 dan bertemu dirinya versi muda (), ketika Yeon-ah masih hidup dan menjadi kekasihnya.

Will You Be There_13

Will You Be There_1

Yeon-ah adalah seorang instruktur lumba-lumba di sebuah taman hiburan. Ia cantik, ceria, dan sangat mencintai Soo-hyun. Ia berharap bisa menikah dengan Soo-hyun. Soo-hyun adalah seorang dokter muda yang gila kerja. Kehidupan orang tuanya yang tak bahagia–ayahnya seorang maniak depresif yang sering memukul ibunya–membuat Soo-hyun merasa ragu dengan kehidupan rumah tangga. Meski begitu, ia juga sangat mencintai Yeon-ah.

Will You Be There_5

Will You Be There_6

Soo-hyun tua kemudian menceritakan tentang kematian Yeon-ah. Soo-hyun muda merasa marah dan ingin menyelamatkan Yeon-ah dari kematian. Masalahnya, masa depan akan berubah jika masalalu berubah. Soo-hyeon tua sekarang memiliki seorang putri yang sangat dicintainya, Soo-ah (), yang merupakan anak dari perempuan yang ditemuinya setelah kematian Yeon-ah. Jika Yeon-ah tetap hidup, Soo-ah akan lenyap. Satu-satunya cara adalah menyelamatkan Yeon-ah, tapi kemudian berpisah dengannya. Sebuah pilihan yang sangat sulit, karena Soo-hyeon nyaris tak bisa hidup tanpa Yeon-ah.

Will You Be There_12

Hmm, yah, lagi-lagi film bertema perjalanan waktu. Saya tak terlalu antusias, karena sebelumnya sudah menonton film dengan tema sejenis, , dan juga drama-drama dengan tema sejenis. Meski begitu, saya cukup penasaran karena cast film ini adalah dua aktor yang cukup saya apresiasi: dan . Cerita film sendiri bisa dibilang cukup ‘ringan’ karena ‘hanya’ soal cinta, tapi juga tidak menye-menye. Alur film juga cukup cair dan mudah dicerna. Karakter-karakternya menarik dan masing-masing aktor berperan dengan baik, termasuk aktris pendatang baru, Chae Seo-jin (saya baru lihat aktingnya di sini dan ternyata dia adik aktris ). Bahkan yang sempat membuat saya ‘meringis’ melihat aktingnya di drama Introverted Boss, cukup smooth di sini. Hanya saja, saya kok merasa Soo-hyun muda dan Soo-hyun tua adalah dua orang yang berbeda. Mungkin lebih karena ceritanya, bukan karena akting pemainnya. Konsep perjalanan waktunya sebenarnya cukup masuk akal, tapi bagian endingnya membuat kening saya agak berkerut.

Will You Be There_10

Tentu saja, saya berharap bahwa endingnya adalah ending yang bahagia, karena seperti itulah seharusnya ‘inti’ dari perjalanan waktu: merubah masa depan menjadi lebih baik. Hanya saja, saya kok merasa sedikit tidak masuk akal. Maaf, spoiler, ketika Tae-ho kembali ke masalalu dan menemui Soo-hyun, bagaimana hal itu kemudian berefek pada masa depan kematian Soo-hyun? Padahal Tae-ho tak melakukan apa-apa dan kematian Soo-hyun disebabkan karena penyakitnya, bukan karena dirinya.

 

Selain itu, reuni Soo-hyun dengan Yeon-ah rasanya juga menjadi terlalu lambat, kenapa harus menunggu Soo-hyun menua? . Ketika Tae-ho menemui Soo-hyun muda, berarti seharusnya hubungan Soo-hyun dan Tae-ho di masalalu sudah kembali membaik. Dan seharusnya Tae-ho membantu Soo-hyun memperbaiki hubungannya dengan Yeon-ah, mungkin setelah Soo-ah lahir?
Well, di atas semua itu, film ini lumayan enak dinikmati kok. Menurut saya juga terasa lebih enjoyable dari .

Note:
Didasarkan pada novel Perancis, “Seras-tu la?” tulisan Guillaume Musso (2006)
Cast:
– Han Soo-hyun tua
– Han Soo-hyun muda
Chae Seo-jin – Yeon-ah
Kim Sang-ho – Tae-ho tua
– Soo-ah
An Se-ha – Tae-ho muda
Kim Ho-jung – Hye-won
Park Hee-von – Hye-won muda
Kim Hyo-jin – Illeana
Kim Sung-ryoung – Yean-ah tua
Kim Kwang-gyu – tukang pos

Judul: Will You Be There?/ Dangshin Geogi Iteojoorraeyo
Sutradara: Hong Ji-young
Penulis : Gullaume Musso (novel), Hong Ji-young
Produser: Park Sun-hye, Min Kyu-dong, Min Jin-soo
Sinematografi: Park Hong-yeol
Rilis: 14 Desember 2016
Durasi: 111 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Foreign Duck, The Native Duck, and God in a Coin Locker

Juli 12, 2017 Tinggalkan komentar

Shiina baru pindah ke Sendai untuk melanjutkan kuliahnya. Ia kemudian bertemu dengan dua tetangga kamarnya: seorang lelaki pendiam dan introvert, dan seorang cowok berpenampilan nyentrik bernama Kawasaki (). Ketika mendengar Shiina menyenandungkan lagu Blowin’ in the Wind-nya Bob Dylan, Kawasaki langsung mengulurkan persahabatan. Kawasaki kemudian menceritakan tentang mantan pacarnya Kotomi (), yang menyukai Dylan. Sang mantan pacar kemudian pacaran dengan seorang mahasiswa asal Bhutan, Dharji dan mereka bertiga menjalin persahabtan. Kotomi kemudian meninggal dan Dharji dirundung kesedihan mendalam. Menurut Kawasaki, Dharji adalah si introvert. Mengetahui hal ini, Shiina pun kemudian berusaha untuk bersikap ramah pada si introvert.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_000283916

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_000401717

Shiina kemudian menjadi akrab dengan Kawasaki karena Kawasaki terus menceritakan ini itu tentang kehidupannya, juga mengajak Shiina melakukan hal-hal aneh seperti mencuri Kojien, kamus lengkap bahasa Jepang. Menurut Kawasaki, ia ingin mencuri kamus itu untuk diberikan pada si Introvert.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_002943181

Semakin hari, Shiina kemudian menemukan beberapa keganjilan pada diri Kawasaki. Ia kemudian bertemu Reiko, perempuan pemilik sebuah pet shop tempat dulu Kotomi bekerja. Dari Reiko, Shiina akhirnya mengetahui rahasia tentang siapa sebenarnya Kawasaki. Juga cerita tentang Dharji dan Kotomi.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_004145550

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_004683473

Judulnya menarik, itu yang kemudian menggelitik keinginan saya untuk menontonnya. Meski juga tidak terlalu berekspektasi. Karena sejak awal saya merasa ini adalah sejenis film indie. Dan yah, film indie kadant perlu ketekunan untuk bisa menikmatinya.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_000941798

Ketika mulai menonton, saya baru ngeh kalau ternyata adalah salah satu pemainnya. Karenanya, kemudian saya cukup berharap bahwa film ini cukup bagus. Bagaimanapun, Eita adalah nama yang cukup besar dalam sinema Jepang dan pilihan film-filmnya biasanya cukup menarik.

The.Foreign.Duck.the.Native.Duck.and.God.2007.DVDRip.JAP.XviD-CiELO.avi_002326297

Secara sekilas, mungkin cerita film ini sedikit standar, tentang cinta segitiga, tapi pada intinya sebenarnya bukan itu ‘roh’ film ini. Seperti judulnya, film ini seolah ingin mengritik chauvinisme orang-orang Jepang, yang kemudian membuat orang asing yang datang kesana depresi karena harus menghadapi kerumitan bahasa dan tulisan yang membiungungkan. Film ini juga disajikan dengan unik, dengan plot dan twist yang membuat penasaran. Penggunaan tokoh sentral Shiina, yang bertampang sangat-sangat sangat biasa juga menarik karena memberi nuansa sangat realistis di film ini. Good movie!

Cast:
Gaku Hamada – Shiina
– Kawasaki/Dharji
– Kotomi
Nene Otsuka – Reiko
Kei Tamura – Dharji
– Kawasaki
– mahasiswa

Judul: The Foreign Duck, The Native Duck, and God in a Coin Locker/ Ahiro to kamo no koinrokka
Sutradara: Yashihiro Nakamura
Penulis: Kotari Isaka (novel), Yoshihiro Nakamura, Kenichi Suzuki
Produser: Yasushi Utagawa, Hitoshi Endo
Rilis: 23 Juni 2007
Durasi: 110 menit
Negara/Bahasa: Jepan

Film Festival:
– Puchon International Fantastic FF 2008 – Nippon Conection 2008

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar