Arsip

Archive for the ‘Film Korea’ Category

Woman on the Beach

Joong-rae (), adalah seorang sutradara film. Suatu hari, ia mengajak teman sekaligus koleganya, Chang-wook (), menemaninya pergi ke pantai untuk menyelesaikan naskah. Chang-wook sudah menikah, tapi ia mau pergi asal bisa mengajak pacarnya, Moon-sook (). Jung-rae pun setuju.

woman on the beach1

Bertiga, mereka pergi ke pantai. Moon-sook adalah perempuan cantik dan menarik. Joong-rae pun kemudian mencoba menarik perhatian Moon-sook dan Moon-sook yang sepertinya menyadari posisinya sebagai selingkuhan Chang-wook, menerima sinyal-sinyal Joong-rae. Tapi ketika hubungan mereka sudah semakin dalam, Joong-rae kemudian bersikap aneh dan dingin pada Mansook. Mereka pun kemudian kembali ke Seoul dan Moon-sook menelan kecewa.

woman on the beach2

woman on the beach3

Dua hari kemudian, Joong-rae kembali ke pantai karena tak bisa melupakan Moon-sook. Di sana kemudian ia bertemu dua orang perempuan yang salah satunya berwajah mirip Mansook. Sun-hee. Joong-rae pun melakukan pedekate pada Sun-hee. Sun-hee sedang dalam proses pereceraian dengan suaminya, dan menerima ajakan Joong-rae. Ketika sedang berduaan Moon-sook datang dan ingin kembali pada Joong-rae. Diketahui kemudian kalau Joong-rae mempunyai hubungan yang traumatis dengan mantan istrinya. Sebelum menikah, mantan istrinya ternyata selingkuh dengan sahabatnya. Karenanya, Joong-rae selalu gagal ketika ingin membangun hubungan baru.

woman on the beach5

Joong-rae dan Moon-sook kembali bersama. Moon-sook menemani Joongrae yang sedang menyelesaikan naskahnya. Tapi kemudian hubungan mereka diwarnai pertengkaran karena Moon-sook tahu kalau Joongrae sudah tidur bersama Sun-hee. Di tengah suasana yang tidak mengenakan karena bertengkar dengan Moon-sook, Joong-rae justru mendapat inspirasi dan berhasil menyelesaikan naskahnya. Tapi ia dan Moon-sook kembali bertengkar dan Joong-rae memutuskan kembali ke Seoul.

woman on the beach6

Moon-sook tinggal di hotel sendirian, merenung semalaman. Keesokan harinya, ia bangun dengan wajah cerah di wajahnya. Ia mengembalikan dompet Sun-hee yang tertinggal di kamar Joong-rae. Joong-rae menelponnya, meminta maaf dan menyatakan bahwa ia mencintai Moon-sook. Moon-sook hanya tersenyum menanggapi ucapan Joong-rae dan mengatakan bahwa ia tak terlalu suka lelaki Korea.

Film ditutup dengan adegan Moon-sook meninggalkan pantai dengan wajah sumringah.

woman on the beach8

Hmm, yah, sebenarnya saya tidak bisa dikatakan menggemari film-film , tapi anehnya, saya selalu tertarik untuk menonton film-filmnya. Meski tema-nya mirip-mirip, tapi tetap enak diikuti. Ceritanya terasa lugas, tidak bermanis-manis, tapi kadang juga terkesan absurd. Di sini, lagi-lagi ia mengetengahkan cerita tentang rumitnya hubungan antara laki-laki dan perempuan, terutama dalam budaya Korea yang misoginis. Seperti biasa, tokoh-tokohnya tak jauh-jauh dari sutradara film yang berkepribadian rumit, flamboyan dan maskulin. Tapi satu hal yang selalu menarik dari film-film Hong adalah, meski sosok para lelaki digambarkan dominan, tapi pada akhirnya, si perempuan lah yang ‘menang’.

Note:
Menonton film-film Hong tak urung membuat saya berpikir bahwa tokoh-tokoh utamanya adalah personifikasi dirinya. Belakangan, Hong diketahui menjalin hubungan dengan aktris , padahal dia masih berstatus sebagai seorang suami. Dan yah, saya kemudian membayangkan bahwa memang pemikiran Hong tentang perempuan dan hubungan sepertinya memang seperti tokoh-tokoh dalam film-filmnya. Terlepas dari setuju tidak setuju, tapi kadang seperti itulah kehidupan para seniman dengan pikiran-pikiran ‘absurd’nya.

Cast:
– Sutradara Kim Joong-rae
– Won Chang-wook
– Kim Moon-Sook
Song Seon-Mi – Choi Sun-Hee
Choi Ban-Ya – temannya Sun-hee

Judul:Woman on the Beach /Haebyeonui Yeoin (해변의 여인)
Sutradara/Penulis:
Astradara: Lee Kwang-Kuk
Rilis: 31 Agustus 2006
Durasi: 127 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Iklan

The Age of Shadows

Berlatar tahun 20an, ketika Korea masih di bawah penjajahan Jepang. Lee Jung-Chool () adalah mantan pejuang kemerdekaan, tapi sekarang justru bekerja sebagai polisi Jepang. Ia ditugaskan untuk menggagalkan aksi sebuah kelompok pejuang kemerdekaan di bawah pimpinan Kim Woo-jin ().
The Age of Shadows_1

The Age of Shadows_5
Dengan menyembunyikan identitas masing-masing, tapi sebenarnya juga mengetahui identitas masing-masing, Jung-chool dan Woo-jin kemudian menjalin ‘persahabatan.’ Jung-chool yang secara nurani masih bersimpati pada perjuangan, kemudian membantu Woo-jin dan kelompoknya. Namun ada rekannya, Hashimoto, yang menaruh curiga dan terobsesi untuk menangkap Kim Woo-jin.
The Age of Shadows_2

The Age of Shadows_4
Setelah era gangster dan crime, agaknya film bertema kolonialisme Jepang sedang menjadi tren perfilman Korea. Mungkin ini  menyusul film bertema serupa yang sangat sukses sebelumnya, . Dan sekilas, memang napas film ini sedikit mirip dengan . Demikian juga dengan sinematografinya. Jujur sih, mungkin karena saya bukan orang Korea, dan film ini agak berbau nasionalisme, sehingga rasanya tidak punya keterikatan khusus pada ceritanya. Saya menonton film ini lebih karena jajaran cast-nya, terutama yang seolah selalu menjadi jaminan film bagus. Apalagi kemudian untuk film ini, dia diganjar sebagai aktor terbaik (haha, aneh rasanya karena sepertinya setiap tahun dia mendapat penghargaan serupa).

Selain itu, juga ada nama-nama yang cukup familiar seperti , , dan . Dan memang harus diakui sih, Song memang bermain bagus (selalu sih) di sini. Ia mampu menampilkan sosok Lee Jung-chool yang terkesan pengecut tapi juga penuh dilema. Sementara untuk , bermain bagus juga, hanya saja, entah kenapa, kurang karismatis. Bahkan rasanya jauh lebih karismatis dengan sosok yang diperankan dan yang secara peran di sini, sebenarnya mendapat porsi lebih kecil. Saya nggak tahu, tapi sepertinya karakter-karakter serius tidak terlalu membuat akting bersinar (saya sudah melihat akting yang sama di film-filmnya yang lain). Berbeda ketika dia berperan dalam film atau drama romantis. Sementara , biasa saja seperti biasa, he. Akting lainnya yang cukup mencuri scene adalah Um Tae-goo, sebagai Hashimoto yang ambisius.

Cast:
– Lee Jung-Chool
– Kim Woo-Jin
– Yun Gye-Soon
Um Tae-Goo –  Hashimoto
Shingo Tsurumi – Higashi
– Jung Chae-san
– Jo Hwe-ryung
Heo Sung-Tae – Ha Il-soo
Kim Dong-Young – Heo Chul-joo
– Joo Dong-sung
– Kim Ja-ok
Go Joon – Shim Sang-do
Kwon Soo-Hyun – Sun-gil
Choi Yu-Hwa – Kim Sa-hee
Foster Burden – Ludvik

Judul:The Age of Shadows / Secret Agent / Miljung (밀정)
Sutradara: Kim Jee-Woon
Penulis: Lee Ji-Min, Park Jong-Dae, Kim Jee-Woon
Produser: Kim Jee-Woon, Choi Jae-Won, Choi Jung-Hwa
Sinematografi: Kim Ji-Yong, Kim Jae-Hong
Rilis: 7 September  2016
Durasi: 140 menit
Distributor: Warner Bros.
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 Awards
– Daejong Film Awards 2016: Best Supporting Actor (Um Tae-Goo), Best Art Design (Jo Hwa-Sung)
– BaekSang Arts Awards  2017: – Best Director (Kim Jee-Woon), Best Actor ()

Sori: Voice From The Heart

Maret 26, 2017 Tinggalkan komentar

Hae-gwan () adalah seorang ayah dari putrinya semata wayang, Yoo-joo. Karena saking sayangnya Hae-gwan pada Yoo-joo, ia menjadi terlalu protektif. Hingga suatu hari, Yoo-joo tiba-tiba hilang,  setelah sebuah peristiwa kebakaran yang terjadi di sebuah stasiun kereta. Diduga, Yoo-joo menjadi salah satu korban. Namun, Hae-gwan yakin bahwa Yoo-joo masih hidup.
SORI
Beberapa tahun sudah berlalu sejak kejadian itu, dan Hae-gwan masih belum menyerah untuk mencari keberadaan Yoo-joo. Hingga suatu hari, pencariannya sampai di sebuah pulau dan ia menemukan sebuah robot rusak milik NASA yang terjatuh. Robot ini ternyata berfungsi merekam berbagai panggilan telepon dari seluruh tempat, dan salah satunya adalah panggilan telepon Yoo-joo.  Berpikir bahwa si robot bisa membantunya mencari Yoo-joo, Hae-gwan pun kemudian, dengan bantuan temannya, berhasil  memperbaikinya dan ia namakan ‘Sori’ (artinya suara dalam bahasa Korea). Dan kemudian, terjalinlah persahabatan antara Hae-gwan & Sori dalam mencari jejak Yoo-joo.
SORI-2

SORI-6
Di sisi lain, pihak NASA kalang kabut mencari Sori yang menyimpan banyak rahasia. Pihak intelejen Korea, yang mengetahui bahwa ternyata si robot digunakan untuk menyadap berbagai komunikasi rahasia di negaranya, merasa berang dan ingin memanfaatkan Sori. Untuk itu, ditugaskan lah seorang agen pemberang, Jin-ho untuk mencari Sori. Selain itu juga aga Hyun-soo, ilmuwan cantik yang kemudian justru jatuh simpati pada Hae-gwan dan membantunya.


Well, ceritanya sih kedengaran standar saja: seorang ayah yang mencari putrinya yang hilang. Tapi yang unik dari film ini menurut saya adalah plotnya yang agak tak terduga. Awalnya saya sempat mengira ini akan jadi semacam film thriller tentang kasus penculikan atau sejenisnya, tapi ternyata ini adalah murni tentang ‘kehilangan’ seorang ayah. Dan yang menjadi unik adalah pelibatan aktor robot di dalamnya. Sekilas mungkin terdengar membosankan ketika membayangkan sosok onggokan besi berat sebuah robot, tapi di sini, si robot sendiri ternyata sangat ‘manis’ dan digambarkan seolah benar-benar hidup dan punya perasaan. Salutlah untuk idenya.

SORI-9

Sementara untutk jajaran cast-nya, juga cukup menyenangkan. Lee Sung-min bermain bagus seperti biasa dan di jajaran pemain pendukung, meski karakternya tak banyak dieksplor, tapi menurut saya mendapat peran yang pas dan notable. Mulai dari yang jadi si ilmuwan cantik (dan di film ini saya jadi tahu kalau ternyata Bahasa Inggris aktris satu ini bagus banget, tak seperti kebanyakan orang Korea yang logatnya aneh), Lee Hee-joon yang jadi si agen pongah… dan ‘penampakan’ si pencuri scene yang meski cuma sebentar, tapi juga berkesan. Selain itu ada juga Kwak Si-yang yang numpang lewat dan Chae Soo-bin. Film yang lumayan dan layak ditonton.

Cast:
– Hae-gwan
Lee Hee-joon – Jin-ho
– Ji-yeon
Kim Won-hae – Goo-cheol
Chae Soo-bin – Yoo-joo
– Sori (suara)
– Penyanyi Underground
– Hyun-soo

Judul: Sori: Voice From The Heart / Robot, Sori  (봇, 소리)
Sutradara: Lee Ho-Jae
Penulis: Lee So-Young, Lee Ho-Jae
Produser: Lee Ji-Min, Park Hyun-Tae, Shin Hye-Yeon, Jung Jae-Won
Sinematografi: Joo Sung-Rim
Rilis:  27 Januari 2016
Durasi: 117 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Asura: The City of Madness

Maret 26, 2017 Tinggalkan komentar

Han Do-kyung () adalah seorang detektif. Istrinya sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit. Dipaksa oleh keadaan, Do-kyung kemudian diam-diam membantu Park Sung-bae (), walikota berkuasa yang culas dan picik. Do-kyung berniat untuk menjadi pengawalnya Sung-bae dan mengundurkan diri dari kepolisian. Namun ketika melakukan sebuah ‘misi’, terjadi sebuah insiden yang membuat niatnya dicurigai atasannya.

Asura -2

Asura

Do-kyung pun kemudian terjebak pada situasi dilematis, ditekan oleh atasannya di kepolisian dan utang budi pada Sung-bae. Untuk itu, ia kemudian menyuruh juniornya yang setia, Mon Sun-mo (), untuk menggantikan posisinya sebagai kaki tangan Sung-bae. Tapi alih-alih, situasi menjadi semakin tak mengenakan baginya. Teman-temannya di kepolisian tak lagi mempercayainya dan memasangnya sebagai kartu ‘as’ untuk menjegal Sung-bae, di sisi lain Sung-bae yang licik, juga berusaha memanfaatkannya.

Asura -3

Asura -6

Sebenarnya, sudah agak bosan sih dengan film-film bertema crime dan gangster-gangsteran seperti ini. Tapi bagaiamana lagi, melihat jajaran castnya membuat saya penasaran, karena melibatkan aktor-aktor perfilman Korea ‘kelas berat’. Mulai dari yang memang belakangan sepertinya sedang benar-benar di puncak karirnya (dalam satu tahun filmnya bisa 2-3 film dan semuanya film berkualitas), lalu yang juga ‘konsisten’ dengan film-film ‘berat’, , Jeong Man-sik… juga (yang agaknya juga semakin ‘laris’ di film-film serius).. Karenanya, soal akting tak usah diragukan. Semuanya bermain dengan baik. Hanya saja, dari segi cerita, menurut saya ada yang terasa kurang, eksekusi endingnya terasa kurang memuaskan dan karakter-karakternya tidak cukup simpatik. Entah sih, mungkin karena pembuat film ini terobsesi dengan kata ‘madness’ di judulnya, hehe.

Asura -1

Cast:
– Han Do-kyung
– Park Sung-bae
– Moon Sun-mo
– Kim Cha-in
Jeong Man-Sik – Do Chang-hak
Yoon Ji-hye – Cha Seung-min
Kim Hae-gon – Tae Byung-jo
Kim Won-hae – Akeo
Oh Yeon-a – Jung Yoon-hee
Kim Jong-soo – Eun Choong-ho

Judul: Asura: The City of Madness / Asura (아수라)
Sutradara/Penulis: Kim Sung-Su
Produser: Kang Hyun, Han Jae-Duk
Sinematografi: Lee Mo-Gae
Rilis: 28 September 2016
Durasi: 132 menit
Produksi: Sanai Pictures
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Film Awards 2016:
– Best Cinematography & Lighting

Meet the In-Laws

Februari 20, 2017 Tinggalkan komentar

Hyun-ju () dan Da-hong () adalah sepasang kekasih. Masalahnya, keduanya berasal dari daerah yang berbeda. Hyun-ju dari Jeolla-do dan Da-hong dari Gyeosang-do (Busan), dua tempat yang memiliki sentimen kedaerahan. Ayah Da-hong sangat membenci orang dari Jeolla-do yang dianggap kampungan. Belum lagi ternyata ayah Hyun-ju mengelola bar. Eh, di tambah pula kenyataan bahwa Hyun-ju bekerja sebagai penulis komik. Sebuah profesi yang terdengar kurang ‘keren’ untuk seorang cowok.

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_000875299

Tapi karena ingin segera bisa menikahi Da-hong, Hyun-ju kemudian datang dan mengaku berasal dari Seoul. Tapi tentu saja, kebohongan semacam itu lama-lama akan terungkap. Masalah menjadi makin rumit karena ternyata ayah Hyun-ju dan ayah Da-hong punya dendam masalalu.

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_006777143

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_000232754

Hehe, unik sih ceritanya. Mungkin kasus seperti ini banyak juga terdapat di Indonesia, bagaimana kadang-kadang kita punya stigma tertentu terhadap suku tertentu. Dikemas dengan nuansa komedi dengan konflik cerita yang cukup kuat. Meski bagi saya sendiri, kurang bisa menemukan kelucuannya karena tak memahami aksen bahasa yang digunakan di sini. Tapi lumayan menghibur, kok.

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_000924701

Note:
Cerita film ini dilatari pada situasi sosial yang ada di Korea. Konon memang ada sentimen antara orang dari Jeolla dan Busan, terutama pada tahun ’50an. Orang Jeolla dilekati dengan stereotipe sebagai orang yang tidak jujur.

Cast:
– Hyun-joon
– Da-hong

– Young-kwang
– Choon-ja (ibunya Da-hong)
Kim Eung-Soo – Se-dong (ayahnya Hyun-joon)
– Dae-sik (pengawalnya Hyunj00n)
Kim Jung-nan – Young-ja
Jung Sung-hwa – Woon-bong (kakaknya Dahong)
– Dj

Judul: Meet the In-Laws / Dangerous Meeting of In-Laws / Uiheomhan Sangkyeonrye (위험한 상견례)
Sutradara:
Penulis: Ha Myung-Mi, Shin Han-Sol
Produser: Lee Jin-Sung
Sinematografer: Jung Jin-Ho
Rilis: 31 maret 2011
Durasi: 118 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

White Night

Januari 27, 2017 Tinggalkan komentar

Empat belas tahun yang lalu, Detektif Han Dong-Su () menangani sebuah kasus pembunuhan  Seorang lelaki terbunuh dan seorang lelaki lain didakwa sebagai pembunuhnya. Namun Dong-su menemukan berbagai kejanggalan dan yakin bahwa si terdakwa bukanlah pembunuhnya. Ketika penyelidik lain sudah menyerah, ia tetap ngotot untuk menyelidiki kasus tersebut hingga ia mengalami sebuah kecelakaan yang menewaskan anaknya.
white-night2
Saat ini sebuah pembunuhan kembali terjadi. Yang terbunuh adalah si terdakwa yang baru keluar dari penjara.  Dong-su yang pun kemudian dimintai bantuan untuk kembali melakukan penyelidikan.
white-night

white-night1
Yoo Mi-hoo () adalah gadis cantik yang berprofesi sebagai perancang busana. Ia menjalin hubungan dengan lelaki kaya raya, Cha Seung-jo (). Meski begitu, diam-diam ia juga menjalin hubungan misterius dengan Kim Yo-han (), lelaki pendiam yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kafe.  Si-young () adalah asisten Seung-jo yang kemudian ditugaskan untuk menyelidiki latar belakang Mi-ho yang dianggap mencurigakan.
white-night3
Ketika fakta sedikit demi sedikit mulai terungkap, Dong-su kemudian menemukan bahwa Yo-han adalah anak dari si lelaki yang terbunuh dan Mi-ho adalah anak dari lelaki yang diduga sebagai si pembunuh. Pertanyaannya adalah, kenapa si anak pembunuh dan anak dari justru menjalin hubungan? Dan Dong-su kemudian menemukan sebuah kenyataan yang mengejutkan.
white-night5
Hmm yah, lagi-lagi film bergenre thriller. Agak bosan sebenarnya. Tapi melihat jajaran cast-nya, saya mencoba menonton. Agak berbeda dengan film-film bergenre serupa, alur film ini terasa mendayu-dayu, dengan iringan musik yang juga mengiris. Unik juga sih, karena memberi kesan romance meski entah kenapa, menurut saya agak terlalu dramatis saja. Twist ceritanya cukup tak terduga dan para castnya bermain apik. Hanya saja, entah kenapa, saya tak bisa bersimpatik pada karakter-karakternya dan klimaks di penghujung cerita juga terasa kurang greget. Tapi overall, lumayan lah.

Cast:
– Han Dong-su
– Mi-ho
– Yo-han
-Si-young
– Cha Seung-jo
Joo Da-young – Ji-ah

Judul: White Night/Baekyahaeng (백야행 : 하얀 어둠 속을 걷다)
Sutradara: Park Shin-Woo
Penulis: Park Shin-Woo, Park Yeon-Sun, Oh Sang-Ho, Keigo Higashino (original novel)
Produser: Kang Woo-Suk
Sinematografi: Lee Chang-Jae
Rilis: 19 November 2009
Durasi: 135 menit
Distributor: Cinema Service, CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

You Call It Passion

Januari 20, 2017 Tinggalkan komentar

Do Ra-hee (), seorang fresh graduate yang baru memulai kerja magangnya sebagai reporter di sebuah redaksi majalah. Sialnya, ia bekerja di bawah bos yang galak dan perfeksionis, Ha Jae-gwan (). Ra-hee yang masih sangat ‘hijau’ di dunia kerja pun kemudian harus rela menerima makian dan kemarahan si bos secara bertubi-tubi. Meski begitu, pada dasarnya si bos adalah orang yang baik, membuat Ra-hee belajar banyak hal.
you-call-it-passion

you-call-it-passion1
Sebuah film dengan tema yang ‘sederhana’, bagaimana seorang freshgrad yang baru menapaki dunia kerja, melakukan banyak kesalahan, mengalami banyak halhal kurang menyenangkan, tapi selalu bertekad kuat untuk belajar dan pantang menyerah. Dan yah, sosok memanglah sangat pas dengan nyawa film ini.
you-call-it-passion5

you-call-it-passion7
Didukung pula dengan para pemain senior yang tak lagi perlu diragukan kemampuan aktingnya: , , , , , Kim Sung-oh.. lalu ada juga aktor muda Yoon Gyun-sang dan Ryu Deok-hwan…yah bisa dibilang, film ini memang bertabur bintang, karena hampir semua castnya adalah mereka yang sudah punya nama di kancah perfilman Korea.

you-call-it-passion4

Dan meski ini bukanlah film yang luar biasa, tapi semuanya bermain pas dan tidak  meski wasting of talents beberapa karakter mereka tak terlalu signifikan. Alih-alih, saya melihat bahwa di film ini, para aktor-aktor papan atas itu seolah di sini menjadi ajang refreshing bagi mereka, dari proyek-proyek ‘serius’ mereka selama ini. Dan menurut saya, cukup berhasil karena filmnya terasa cukup fresh dan menyenangkan, meski saya kurang menyukai bagian konflik CEO Jang dengan artisnya yang agak terlalu drama. Tapi overall, lumayan.

Cast:
– Do Ra-hee
– Ha Jae-gwan
– CEO Jang
– Sun-woo
– Seo-jin (sunbae pacarnya Ra-hee)
– Chae-eun (sunbae reporter)
– Direktur Ko
– Woo Ji-han
– Dr Ma
Hyun Jyu-ni – Reporter Hyun
Rie Young-zin – Lee Young-jin

Judul: You Call It Passion / Yeoljung Gateun Sori Hago Itne (열정 같은 소리 하고 있네)
Sutradara: Jung Ki-Hun
Penulis: Lee Hye-Rin (novel), Seo Yoo-Min, Jung Ki-Hun
Produser: Jung Doo-Hwan, Kim Moo-Ryung
Sinematografi: Kim Jung-Won
Rilis: 25 November 2015
Durasi: 106 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar