Archive

Archive for the ‘Film Korea’ Category

The Age of Shadows

Berlatar tahun 20an, ketika Korea masih di bawah penjajahan Jepang. Lee Jung-Chool () adalah mantan pejuang kemerdekaan, tapi sekarang justru bekerja sebagai polisi Jepang. Ia ditugaskan untuk menggagalkan aksi sebuah kelompok pejuang kemerdekaan di bawah pimpinan Kim Woo-jin ().
The Age of Shadows_1

The Age of Shadows_5
Dengan menyembunyikan identitas masing-masing, tapi sebenarnya juga mengetahui identitas masing-masing, Jung-chool dan Woo-jin kemudian menjalin ‘persahabatan.’ Jung-chool yang secara nurani masih bersimpati pada perjuangan, kemudian membantu Woo-jin dan kelompoknya. Namun ada rekannya, Hashimoto, yang menaruh curiga dan terobsesi untuk menangkap Kim Woo-jin.
The Age of Shadows_2

The Age of Shadows_4
Setelah era gangster dan crime, agaknya film bertema kolonialisme Jepang sedang menjadi tren perfilman Korea. Mungkin ini  menyusul film bertema serupa yang sangat sukses sebelumnya, . Dan sekilas, memang napas film ini sedikit mirip dengan . Demikian juga dengan sinematografinya. Jujur sih, mungkin karena saya bukan orang Korea, dan film ini agak berbau nasionalisme, sehingga rasanya tidak punya keterikatan khusus pada ceritanya. Saya menonton film ini lebih karena jajaran cast-nya, terutama yang seolah selalu menjadi jaminan film bagus. Apalagi kemudian untuk film ini, dia diganjar sebagai aktor terbaik (haha, aneh rasanya karena sepertinya setiap tahun dia mendapat penghargaan serupa).

Selain itu, juga ada nama-nama yang cukup familiar seperti , , dan . Dan memang harus diakui sih, Song memang bermain bagus (selalu sih) di sini. Ia mampu menampilkan sosok Lee Jung-chool yang terkesan pengecut tapi juga penuh dilema. Sementara untuk , bermain bagus juga, hanya saja, entah kenapa, kurang karismatis. Bahkan rasanya jauh lebih karismatis dengan sosok yang diperankan dan yang secara peran di sini, sebenarnya mendapat porsi lebih kecil. Saya nggak tahu, tapi sepertinya karakter-karakter serius tidak terlalu membuat akting bersinar (saya sudah melihat akting yang sama di film-filmnya yang lain). Berbeda ketika dia berperan dalam film atau drama romantis. Sementara , biasa saja seperti biasa, he. Akting lainnya yang cukup mencuri scene adalah Um Tae-goo, sebagai Hashimoto yang ambisius.

Cast:
– Lee Jung-Chool
– Kim Woo-Jin
– Yun Gye-Soon
Um Tae-Goo –  Hashimoto
Shingo Tsurumi – Higashi
– Jung Chae-san
– Jo Hwe-ryung
Heo Sung-Tae – Ha Il-soo
Kim Dong-Young – Heo Chul-joo
– Joo Dong-sung
– Kim Ja-ok
Go Joon – Shim Sang-do
Kwon Soo-Hyun – Sun-gil
Choi Yu-Hwa – Kim Sa-hee
Foster Burden – Ludvik

Judul:The Age of Shadows / Secret Agent / Miljung (밀정)
Sutradara: Kim Jee-Woon
Penulis: Lee Ji-Min, Park Jong-Dae, Kim Jee-Woon
Produser: Kim Jee-Woon, Choi Jae-Won, Choi Jung-Hwa
Sinematografi: Kim Ji-Yong, Kim Jae-Hong
Rilis: 7 September  2016
Durasi: 140 menit
Distributor: Warner Bros.
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 Awards
– Daejong Film Awards 2016: Best Supporting Actor (Um Tae-Goo), Best Art Design (Jo Hwa-Sung)
– BaekSang Arts Awards  2017: – Best Director (Kim Jee-Woon), Best Actor ()

Sori: Voice From The Heart

Maret 26, 2017 Tinggalkan komentar

Hae-gwan () adalah seorang ayah dari putrinya semata wayang, Yoo-joo. Karena saking sayangnya Hae-gwan pada Yoo-joo, ia menjadi terlalu protektif. Hingga suatu hari, Yoo-joo tiba-tiba hilang,  setelah sebuah peristiwa kebakaran yang terjadi di sebuah stasiun kereta. Diduga, Yoo-joo menjadi salah satu korban. Namun, Hae-gwan yakin bahwa Yoo-joo masih hidup.
SORI
Beberapa tahun sudah berlalu sejak kejadian itu, dan Hae-gwan masih belum menyerah untuk mencari keberadaan Yoo-joo. Hingga suatu hari, pencariannya sampai di sebuah pulau dan ia menemukan sebuah robot rusak milik NASA yang terjatuh. Robot ini ternyata berfungsi merekam berbagai panggilan telepon dari seluruh tempat, dan salah satunya adalah panggilan telepon Yoo-joo.  Berpikir bahwa si robot bisa membantunya mencari Yoo-joo, Hae-gwan pun kemudian, dengan bantuan temannya, berhasil  memperbaikinya dan ia namakan ‘Sori’ (artinya suara dalam bahasa Korea). Dan kemudian, terjalinlah persahabatan antara Hae-gwan & Sori dalam mencari jejak Yoo-joo.
SORI-2

SORI-6
Di sisi lain, pihak NASA kalang kabut mencari Sori yang menyimpan banyak rahasia. Pihak intelejen Korea, yang mengetahui bahwa ternyata si robot digunakan untuk menyadap berbagai komunikasi rahasia di negaranya, merasa berang dan ingin memanfaatkan Sori. Untuk itu, ditugaskan lah seorang agen pemberang, Jin-ho untuk mencari Sori. Selain itu juga aga Hyun-soo, ilmuwan cantik yang kemudian justru jatuh simpati pada Hae-gwan dan membantunya.


Well, ceritanya sih kedengaran standar saja: seorang ayah yang mencari putrinya yang hilang. Tapi yang unik dari film ini menurut saya adalah plotnya yang agak tak terduga. Awalnya saya sempat mengira ini akan jadi semacam film thriller tentang kasus penculikan atau sejenisnya, tapi ternyata ini adalah murni tentang ‘kehilangan’ seorang ayah. Dan yang menjadi unik adalah pelibatan aktor robot di dalamnya. Sekilas mungkin terdengar membosankan ketika membayangkan sosok onggokan besi berat sebuah robot, tapi di sini, si robot sendiri ternyata sangat ‘manis’ dan digambarkan seolah benar-benar hidup dan punya perasaan. Salutlah untuk idenya.

SORI-9

Sementara untutk jajaran cast-nya, juga cukup menyenangkan. Lee Sung-min bermain bagus seperti biasa dan di jajaran pemain pendukung, meski karakternya tak banyak dieksplor, tapi menurut saya mendapat peran yang pas dan notable. Mulai dari yang jadi si ilmuwan cantik (dan di film ini saya jadi tahu kalau ternyata Bahasa Inggris aktris satu ini bagus banget, tak seperti kebanyakan orang Korea yang logatnya aneh), Lee Hee-joon yang jadi si agen pongah… dan ‘penampakan’ si pencuri scene yang meski cuma sebentar, tapi juga berkesan. Selain itu ada juga Kwak Si-yang yang numpang lewat dan Chae Soo-bin. Film yang lumayan dan layak ditonton.

Cast:
– Hae-gwan
Lee Hee-joon – Jin-ho
– Ji-yeon
Kim Won-hae – Goo-cheol
Chae Soo-bin – Yoo-joo
– Sori (suara)
– Penyanyi Underground
– Hyun-soo

Judul: Sori: Voice From The Heart / Robot, Sori  (봇, 소리)
Sutradara: Lee Ho-Jae
Penulis: Lee So-Young, Lee Ho-Jae
Produser: Lee Ji-Min, Park Hyun-Tae, Shin Hye-Yeon, Jung Jae-Won
Sinematografi: Joo Sung-Rim
Rilis:  27 Januari 2016
Durasi: 117 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Asura: The City of Madness

Maret 26, 2017 Tinggalkan komentar

Han Do-kyung () adalah seorang detektif. Istrinya sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit. Dipaksa oleh keadaan, Do-kyung kemudian diam-diam membantu Park Sung-bae (), walikota berkuasa yang culas dan picik. Do-kyung berniat untuk menjadi pengawalnya Sung-bae dan mengundurkan diri dari kepolisian. Namun ketika melakukan sebuah ‘misi’, terjadi sebuah insiden yang membuat niatnya dicurigai atasannya.

Asura -2

Asura

Do-kyung pun kemudian terjebak pada situasi dilematis, ditekan oleh atasannya di kepolisian dan utang budi pada Sung-bae. Untuk itu, ia kemudian menyuruh juniornya yang setia, Mon Sun-mo (), untuk menggantikan posisinya sebagai kaki tangan Sung-bae. Tapi alih-alih, situasi menjadi semakin tak mengenakan baginya. Teman-temannya di kepolisian tak lagi mempercayainya dan memasangnya sebagai kartu ‘as’ untuk menjegal Sung-bae, di sisi lain Sung-bae yang licik, juga berusaha memanfaatkannya.

Asura -3

Asura -6

Sebenarnya, sudah agak bosan sih dengan film-film bertema crime dan gangster-gangsteran seperti ini. Tapi bagaiamana lagi, melihat jajaran castnya membuat saya penasaran, karena melibatkan aktor-aktor perfilman Korea ‘kelas berat’. Mulai dari yang memang belakangan sepertinya sedang benar-benar di puncak karirnya (dalam satu tahun filmnya bisa 2-3 film dan semuanya film berkualitas), lalu yang juga ‘konsisten’ dengan film-film ‘berat’, , Jeong Man-sik… juga (yang agaknya juga semakin ‘laris’ di film-film serius).. Karenanya, soal akting tak usah diragukan. Semuanya bermain dengan baik. Hanya saja, dari segi cerita, menurut saya ada yang terasa kurang, eksekusi endingnya terasa kurang memuaskan dan karakter-karakternya tidak cukup simpatik. Entah sih, mungkin karena pembuat film ini terobsesi dengan kata ‘madness’ di judulnya, hehe.

Asura -1

Cast:
– Han Do-kyung
– Park Sung-bae
– Moon Sun-mo
– Kim Cha-in
Jeong Man-Sik – Do Chang-hak
Yoon Ji-hye – Cha Seung-min
Kim Hae-gon – Tae Byung-jo
Kim Won-hae – Akeo
Oh Yeon-a – Jung Yoon-hee
Kim Jong-soo – Eun Choong-ho

Judul: Asura: The City of Madness / Asura (아수라)
Sutradara/Penulis: Kim Sung-Su
Produser: Kang Hyun, Han Jae-Duk
Sinematografi: Lee Mo-Gae
Rilis: 28 September 2016
Durasi: 132 menit
Produksi: Sanai Pictures
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Film Awards 2016:
– Best Cinematography & Lighting

Meet the In-Laws

Februari 20, 2017 Tinggalkan komentar

Hyun-ju () dan Da-hong () adalah sepasang kekasih. Masalahnya, keduanya berasal dari daerah yang berbeda. Hyun-ju dari Jeolla-do dan Da-hong dari Gyeosang-do (Busan), dua tempat yang memiliki sentimen kedaerahan. Ayah Da-hong sangat membenci orang dari Jeolla-do yang dianggap kampungan. Belum lagi ternyata ayah Hyun-ju mengelola bar. Eh, di tambah pula kenyataan bahwa Hyun-ju bekerja sebagai penulis komik. Sebuah profesi yang terdengar kurang ‘keren’ untuk seorang cowok.

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_000875299

Tapi karena ingin segera bisa menikahi Da-hong, Hyun-ju kemudian datang dan mengaku berasal dari Seoul. Tapi tentu saja, kebohongan semacam itu lama-lama akan terungkap. Masalah menjadi makin rumit karena ternyata ayah Hyun-ju dan ayah Da-hong punya dendam masalalu.

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_006777143

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_000232754

Hehe, unik sih ceritanya. Mungkin kasus seperti ini banyak juga terdapat di Indonesia, bagaimana kadang-kadang kita punya stigma tertentu terhadap suku tertentu. Dikemas dengan nuansa komedi dengan konflik cerita yang cukup kuat. Meski bagi saya sendiri, kurang bisa menemukan kelucuannya karena tak memahami aksen bahasa yang digunakan di sini. Tapi lumayan menghibur, kok.

clash-of-the-families-2011-720p-bluray-dd5-1-x264-ebp-mkv_000924701

Note:
Cerita film ini dilatari pada situasi sosial yang ada di Korea. Konon memang ada sentimen antara orang dari Jeolla dan Busan, terutama pada tahun ’50an. Orang Jeolla dilekati dengan stereotipe sebagai orang yang tidak jujur.

Cast:
– Hyun-joon
– Da-hong

– Young-kwang
– Choon-ja (ibunya Da-hong)
Kim Eung-Soo – Se-dong (ayahnya Hyun-joon)
– Dae-sik (pengawalnya Hyunj00n)
Kim Jung-nan – Young-ja
Jung Sung-hwa – Woon-bong (kakaknya Dahong)
– Dj

Judul: Meet the In-Laws / Dangerous Meeting of In-Laws / Uiheomhan Sangkyeonrye (위험한 상견례)
Sutradara:
Penulis: Ha Myung-Mi, Shin Han-Sol
Produser: Lee Jin-Sung
Sinematografer: Jung Jin-Ho
Rilis: 31 maret 2011
Durasi: 118 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

White Night

Januari 27, 2017 Tinggalkan komentar

Empat belas tahun yang lalu, Detektif Han Dong-Su () menangani sebuah kasus pembunuhan  Seorang lelaki terbunuh dan seorang lelaki lain didakwa sebagai pembunuhnya. Namun Dong-su menemukan berbagai kejanggalan dan yakin bahwa si terdakwa bukanlah pembunuhnya. Ketika penyelidik lain sudah menyerah, ia tetap ngotot untuk menyelidiki kasus tersebut hingga ia mengalami sebuah kecelakaan yang menewaskan anaknya.
white-night2
Saat ini sebuah pembunuhan kembali terjadi. Yang terbunuh adalah si terdakwa yang baru keluar dari penjara.  Dong-su yang pun kemudian dimintai bantuan untuk kembali melakukan penyelidikan.
white-night

white-night1
Yoo Mi-hoo () adalah gadis cantik yang berprofesi sebagai perancang busana. Ia menjalin hubungan dengan lelaki kaya raya, Cha Seung-jo (). Meski begitu, diam-diam ia juga menjalin hubungan misterius dengan Kim Yo-han (), lelaki pendiam yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kafe.  Si-young () adalah asisten Seung-jo yang kemudian ditugaskan untuk menyelidiki latar belakang Mi-ho yang dianggap mencurigakan.
white-night3
Ketika fakta sedikit demi sedikit mulai terungkap, Dong-su kemudian menemukan bahwa Yo-han adalah anak dari si lelaki yang terbunuh dan Mi-ho adalah anak dari lelaki yang diduga sebagai si pembunuh. Pertanyaannya adalah, kenapa si anak pembunuh dan anak dari justru menjalin hubungan? Dan Dong-su kemudian menemukan sebuah kenyataan yang mengejutkan.
white-night5
Hmm yah, lagi-lagi film bergenre thriller. Agak bosan sebenarnya. Tapi melihat jajaran cast-nya, saya mencoba menonton. Agak berbeda dengan film-film bergenre serupa, alur film ini terasa mendayu-dayu, dengan iringan musik yang juga mengiris. Unik juga sih, karena memberi kesan romance meski entah kenapa, menurut saya agak terlalu dramatis saja. Twist ceritanya cukup tak terduga dan para castnya bermain apik. Hanya saja, entah kenapa, saya tak bisa bersimpatik pada karakter-karakternya dan klimaks di penghujung cerita juga terasa kurang greget. Tapi overall, lumayan lah.

Cast:
– Han Dong-su
– Mi-ho
– Yo-han
-Si-young
– Cha Seung-jo
Joo Da-young – Ji-ah

Judul: White Night/Baekyahaeng (백야행 : 하얀 어둠 속을 걷다)
Sutradara: Park Shin-Woo
Penulis: Park Shin-Woo, Park Yeon-Sun, Oh Sang-Ho, Keigo Higashino (original novel)
Produser: Kang Woo-Suk
Sinematografi: Lee Chang-Jae
Rilis: 19 November 2009
Durasi: 135 menit
Distributor: Cinema Service, CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

You Call It Passion

Januari 20, 2017 Tinggalkan komentar

Do Ra-hee (), seorang fresh graduate yang baru memulai kerja magangnya sebagai reporter di sebuah redaksi majalah. Sialnya, ia bekerja di bawah bos yang galak dan perfeksionis, Ha Jae-gwan (). Ra-hee yang masih sangat ‘hijau’ di dunia kerja pun kemudian harus rela menerima makian dan kemarahan si bos secara bertubi-tubi. Meski begitu, pada dasarnya si bos adalah orang yang baik, membuat Ra-hee belajar banyak hal.
you-call-it-passion

you-call-it-passion1
Sebuah film dengan tema yang ‘sederhana’, bagaimana seorang freshgrad yang baru menapaki dunia kerja, melakukan banyak kesalahan, mengalami banyak halhal kurang menyenangkan, tapi selalu bertekad kuat untuk belajar dan pantang menyerah. Dan yah, sosok memanglah sangat pas dengan nyawa film ini.
you-call-it-passion5

you-call-it-passion7
Didukung pula dengan para pemain senior yang tak lagi perlu diragukan kemampuan aktingnya: , , , , , Kim Sung-oh.. lalu ada juga aktor muda Yoon Gyun-sang dan Ryu Deok-hwan…yah bisa dibilang, film ini memang bertabur bintang, karena hampir semua castnya adalah mereka yang sudah punya nama di kancah perfilman Korea.

you-call-it-passion4

Dan meski ini bukanlah film yang luar biasa, tapi semuanya bermain pas dan tidak  meski wasting of talents beberapa karakter mereka tak terlalu signifikan. Alih-alih, saya melihat bahwa di film ini, para aktor-aktor papan atas itu seolah di sini menjadi ajang refreshing bagi mereka, dari proyek-proyek ‘serius’ mereka selama ini. Dan menurut saya, cukup berhasil karena filmnya terasa cukup fresh dan menyenangkan, meski saya kurang menyukai bagian konflik CEO Jang dengan artisnya yang agak terlalu drama. Tapi overall, lumayan.

Cast:
– Do Ra-hee
– Ha Jae-gwan
– CEO Jang
– Sun-woo
– Seo-jin (sunbae pacarnya Ra-hee)
– Chae-eun (sunbae reporter)
– Direktur Ko
– Woo Ji-han
– Dr Ma
Hyun Jyu-ni – Reporter Hyun
Rie Young-zin – Lee Young-jin

Judul: You Call It Passion / Yeoljung Gateun Sori Hago Itne (열정 같은 소리 하고 있네)
Sutradara: Jung Ki-Hun
Penulis: Lee Hye-Rin (novel), Seo Yoo-Min, Jung Ki-Hun
Produser: Jung Doo-Hwan, Kim Moo-Ryung
Sinematografi: Kim Jung-Won
Rilis: 25 November 2015
Durasi: 106 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film-Film Yang Kurang Berkesan

Januari 3, 2017 Tinggalkan komentar

Sering saya penasaran dengan film-film lama yang dibintangi aktor/aktris yang sekarang sudah jadi bintang papan atas, karenanya kemudian saya tonton. Tapi ternyata beberapa film-filmnya tidak terlalu mengesankan, sehingga saya agak malas mengulasnya, jadi saya rangkum saja di sini.

1. The Legend of Seven Cutter ( Korea Selatan, 2006).  Penasaran sama film ini karena nama . Sejak melihatnya di , sebagai si tomboy Eun-chan, saya berkesimpulan bahwa Yoon adalah aktris yang tidak hanya cantik, tapi juga berbakat. Sayang, belakangan karirnya cenderung meredup, dan drama-drama yang dibintanginya juga banyak yang kurang bagus. Yoon memang lebih dikenal sebagai pemain drama, tapi ada  juga beberapa filmnya, salah satunya film ini, dimana ia berperan sebagai Han Min-joo (), cewek tomboy (lagi!) di sekolah yang kemudian jatuh cinta sama cowok culun, Jung Han-soo. Dan sebenarnya, tokoh utama di film ini adalah Han-soo (diperankan oleh aktor Ahn Jae-mo).

the-legend-of-7-cutter

the_legend_of_seven_cutter-avi_000971663

Han-soo ini murid pindahan dan rumor beredar bahwa Han-soo ini adalah si legendaris ‘seven cutter’ preman sekolah yang meninggalkan 7 sayatan cutter ke korbannya. Desas-desus ini pun menimbulkan rasa penasaran dan gentar di kalangan murid-murid lain, termasuk si preman sekolah, Baek Seung-gi dan juga pemimpin geng cewek, Han Min-joo. Dan hal yang aneh adalah bahwa sehari-hari, Han-soo adalah cowok yang selalu terlihat culun. Dan rumor-rumor tentang dirinya, kemudian menyelamatkan dirinya untuk ‘survive’ di lngkungan baru, termasuk mendapat pacar, tentunya. Ehm, sejujurnya saya tak bisa mengikuti film ini secara penuh, beberapa adegan saya skip karena terasa membosankan. Garis besar ceritanya lumayan, tapi plotnya terkesan tidak konsisten. Yoon bermain bagus sebagai si tomboy Min-joo, tapi saya tidak bisa menyukai karakter Jung Han-soo, yang menurut saya terlalu ‘beruntung’. Karakter-karakter lain juga terasa tidak terlalu berarti.

2. Last Present (Korea Selatan, 2001)
Dua pemainnya adalah bintang favorit saya, dan . saat ini adalah salah satu  nama besar di dunia perfilman Korea. Film-filmnya nyaris selalu ngehits. Sementara , meski tidak terlalu produktif, tapi juga film maupun dramanya juga bagus-bagus. Tapi film ini dibuat ketika keduanya masih cukup muda, dan belum setenar sekarang.

the-last-present-2001-dvdrip-xvid-avi_002743675

Cerita film ini adalah tentang suami istri Yong-gi ( ) dan Jung-yeon (). Hubungan mereka buruk setelah kematian anak mereka. Yong-gi yang bekerja sebagai komedian, karirnya sedang terseok-seok. Di sisi lain, Jung-yeon ternyata mengidap penyakit mematikan. Dan demi cintanya pada Yong-gi merahasiakan sakitnya dan atas nama cinta juga, selalu marah-marah pada Yong-gi. Oke, well. Pada titik ini, saya mulai skip-skip. Di awal-awal saya cukup bisa menerima pertengkaran antara Yong-gi dan Jung-yeon, karena berpikir bahwa mereka depresi setelah kematian anaknya. Tapi semakin kesini, menjadi terlalu melelahkan dan alasan kemarahan Jung-yeon pada Yong-gi menjadi terasa bodoh. Demi cinta, pura-pura benci, terus marah-marah, dan merahasiakan bahwa dirinya sekarat? Bagi saya, hal seperti itu benar-benar terasa bodoh. Bukannya kalau cinta justru harus saling berbagi ya? Tidak ada yang salah dengan akting dua Lee, tapi ya itu, ceritanya terkesan bodoh dengan ending yang juga bisa ditebak.

3. The Letter (Korea Selatan, 1997).

the-letter-1997-dvdrip-xvid-avi_000485384

Tak sengaja nemu film ini dari koleksi lama. Ketika lihat ada nama , memutuskan untuk menonton. Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan Park, tapi selama ini cukup familiar dengan namanya. The Letter berkisah tentang seorang laki-laki  (diperankan oleh Park, saya lupa siapa namanya di sini) yang jatuh cinta dengan seorang dosen muda (Choi Jin-sil). Setelah beberapa kejadian romantis, mereka akhirnya menikah. Tapi kemudian si suami divonis sakit parah dan umurnya tak lama lagi. Dan sebagai umumnya film bergenre melodrama romantis, si istri kemudian akan merawat si suami dengan penuh cinta hingga meninggal. Filmnya sendiri sebenarnya tidak buruk dengan adegan-adegan mannis yang terasa klasik dan romantis. Tapi karena cerita utamanya adalah cerita yang sudah ada dalam 1001 film/drama Korea, saya pun ogah-ogahan menonton film ini.

4. ESP Couple (Korea Selatan, 2008).

Belakangan, saya memfavoritkan aktris . Menurut saya dia adalah salah satu aktris muda Korea yang sangat berbakat dan hebat. Sejak usianya masih sangat muda, ia sudah wara-wiri jadi tokoh utama di film. Dan di usianya yang masih muda sekarang, ia sudah menyejajarkan diri dengan bintang-bintang besar dalam perfilman Korea. Ia seolah tak pernah ‘gentar’ beradu akting dan selalu berhasil membangun chemistry dengan aktor-aktor besar yang bahkan usianya seringkali terpaut jauh dengannya. Harus saya, akui, tak semua film-film yang dibintangi Park bagus, tapi tetap saja saya penasaran dengna fim ini. Apalagi di film ini, lawan mainnya adalah , yang saya ketahui, juga aktor yang bagus.

sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_000724235
Filmnya berkisah tentang Su-min (), mahasiswa kuper yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang. Tapi karena takut dianggap aneh, ia tak pernah menggunakan kemampuannya ini. Suatu hari, ketika ada kasus kriminal, tibatiba ia didatangi cewek SMA ceriwis, Hyun-jin () yang selalu  mengikutinya kemana-mana. Tidak hanya itu, karena Hyun-jin juga memintanya untuk kembali mengasah kemampuannya membaca pikiran orang.
sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_001149232
Premis ceritanya sebenarnya lumayan, tapi plotnya terasa membosankan dan digarap ogah-ogahan. Bagaimana tidak, kalau 80% bagian film ini isinya cuma latihan membaca pikiran dan nyaris tak ada kejadian penting apa-apa. Latarnya juga minimalis. Menurut saya,  satu-satunya hal yang membuat film ini agak bernyawa adalah akting , sebagai si gadis SMA yang enerjik dan yah, juga lumayan meski karakternya memang sedemikian rupa. Setelah menonton film ini, saya pun paham kenapa film ini seperti terlupakan.

5.  Don’t Click (Korea Selatan, 2012)
Lagi-lagi karena saya penasaran sama film ini. Mengabaikan ketidaksukaan saya sama film horror. Film ini bercerita tentang Se-hee (), seorang pramuniaga toko yang tinggal bersama adiknya yang masih SMA, Jeon-mi. Se-hee punya pacar seorang mahasiswa komputer, Joon-hyuk (,). Se-hee selalu merasa dirinya diawasi, dan membuatnya tak nyaman. Di sisi lain, Jeon-mi sangat suka membuat video pribadi dan menguploadnya ke youtube. Ia juga sangat senang menonton video-video di internet. Suatu hari, ia minta Joon-hyuk untuk memberinya kopian film-film yang diblokir internet. Ia mendapat kopian berisi rekaman kekerasan dan ternyata video itu… berhantu. Jadi kalau selama ini film hantu biasanya mengetengahkan hantu yangkemampuannya menghilang atau terbang-terbang, di sini hantunya bisa internetan dan upload video. Canggih kan?

 

dont-click-4
Well, oke. Sudah. Cukup sampai di situ saya menyerah.  Sekuat apapun saya memaksakan diri untuk melanjutkan menonton, saya benar-benar tak bisa menikmatinya. Logikanya nggak masuk ke kepala saya. Memang sih, dalam film hantu, semua kemungkinan bisa saja terjadi, tapi saya tetsp sulit menerima kemungkinan itu. Saya sendiri tak habis pikir kenapa aktris sekelas dan juga ,, mau main di film seperti ini. Ehm, tapi itu subyektif saya yang nggak suka film horor sih, bagi yang suka mungkin punya pendapat lain.

Film lainnya…

The Stolen Years (2013, China). Film ini berkisah tentang seroang perempuan cantik Hei Man (diperankan oleh Bai Baihe), yang baru tersadar dari komanya selama sebulan karena kecelakaan. Namun ia mengalami amnesia. Ia hanya mampu mengingat kejadian lima tahun yang lalu, ketika ia berbulan madu bersama suaminya (diperankan oleh ). Kenyataannya, sekarang ia dan suaminya sudah bercerai. Karena perasaannya masih perasaan 5 tahun lalu yang sangat mencintai suaminya, ia pun kemudian menelusuri kembali kejadian-kejadian lima tahun yang terlupakan, termasuk alasan perceraiannya dengan sang suami.
the-stolen-years-2013-hdtv-720p-x264-aac-phd-mp4_000310182
Sebenarnya, tak berekspektasi apa-apa ketika memutuskan untuk nonton film ini. Dan semata karena melihat posternya yang menarik dan ingin membuat variasi tontonan saja. Dan seperti posternya, pada bagian-bagian awal, ceritanya terasa segar dan membuat penasaran didukung gambar yang begitu resik. Tapi ternyata semakin ke belakang, ceritanya menjadi semakin mellow. Spoiler: ini adalah tentang penyakit alzheimer. Tidak buruk, tapi saya sudah cukup banyak menonton film dengan tema alzheimer, karenanya, saya jadi tak bisa menikmati film ini.

Girl in Pinafore (.Singapura, 2015) Saya tak terlalu familiar dengan film-film Asia Tenggara, kecuali Thailand, yang tak terlalu saya gemari. Saya iseng saja sih nonton film ini, ingin coba melongok perfilman negara tetangga. Film ini berkisah tentang  geng remaja SMA cowok.

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_000358961

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_001994314

Mereka adalah murid-murid sekolah yang biasa saja, berasal dari keluarga biasa saja. Lalu suatu hari mereka ikut audisi band, lalu ketemu sama cewek yang pintar main musik dan nyanyi dan band mereka sukses… Yah, ceritanya sangat khas film remaja dan sayangnya tak ada yang baru. Ceritanya terasa sangat standar. Tentang geng murid-murid culun, lalu jadi keren karena main band, terus dapat cewek… terlalu mirip dengan film yang sudah-sudah, seperti campuran , American Pie, dan entah apa lagi 😦

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar