Arsip

Archive for the ‘Film Keluarga’ Category

Sori: Voice From The Heart

Maret 26, 2017 Tinggalkan komentar

Hae-gwan () adalah seorang ayah dari putrinya semata wayang, Yoo-joo. Karena saking sayangnya Hae-gwan pada Yoo-joo, ia menjadi terlalu protektif. Hingga suatu hari, Yoo-joo tiba-tiba hilang,  setelah sebuah peristiwa kebakaran yang terjadi di sebuah stasiun kereta. Diduga, Yoo-joo menjadi salah satu korban. Namun, Hae-gwan yakin bahwa Yoo-joo masih hidup.
SORI
Beberapa tahun sudah berlalu sejak kejadian itu, dan Hae-gwan masih belum menyerah untuk mencari keberadaan Yoo-joo. Hingga suatu hari, pencariannya sampai di sebuah pulau dan ia menemukan sebuah robot rusak milik NASA yang terjatuh. Robot ini ternyata berfungsi merekam berbagai panggilan telepon dari seluruh tempat, dan salah satunya adalah panggilan telepon Yoo-joo.  Berpikir bahwa si robot bisa membantunya mencari Yoo-joo, Hae-gwan pun kemudian, dengan bantuan temannya, berhasil  memperbaikinya dan ia namakan ‘Sori’ (artinya suara dalam bahasa Korea). Dan kemudian, terjalinlah persahabatan antara Hae-gwan & Sori dalam mencari jejak Yoo-joo.
SORI-2

SORI-6
Di sisi lain, pihak NASA kalang kabut mencari Sori yang menyimpan banyak rahasia. Pihak intelejen Korea, yang mengetahui bahwa ternyata si robot digunakan untuk menyadap berbagai komunikasi rahasia di negaranya, merasa berang dan ingin memanfaatkan Sori. Untuk itu, ditugaskan lah seorang agen pemberang, Jin-ho untuk mencari Sori. Selain itu juga aga Hyun-soo, ilmuwan cantik yang kemudian justru jatuh simpati pada Hae-gwan dan membantunya.


Well, ceritanya sih kedengaran standar saja: seorang ayah yang mencari putrinya yang hilang. Tapi yang unik dari film ini menurut saya adalah plotnya yang agak tak terduga. Awalnya saya sempat mengira ini akan jadi semacam film thriller tentang kasus penculikan atau sejenisnya, tapi ternyata ini adalah murni tentang ‘kehilangan’ seorang ayah. Dan yang menjadi unik adalah pelibatan aktor robot di dalamnya. Sekilas mungkin terdengar membosankan ketika membayangkan sosok onggokan besi berat sebuah robot, tapi di sini, si robot sendiri ternyata sangat ‘manis’ dan digambarkan seolah benar-benar hidup dan punya perasaan. Salutlah untuk idenya.

SORI-9

Sementara untutk jajaran cast-nya, juga cukup menyenangkan. Lee Sung-min bermain bagus seperti biasa dan di jajaran pemain pendukung, meski karakternya tak banyak dieksplor, tapi menurut saya mendapat peran yang pas dan notable. Mulai dari yang jadi si ilmuwan cantik (dan di film ini saya jadi tahu kalau ternyata Bahasa Inggris aktris satu ini bagus banget, tak seperti kebanyakan orang Korea yang logatnya aneh), Lee Hee-joon yang jadi si agen pongah… dan ‘penampakan’ si pencuri scene yang meski cuma sebentar, tapi juga berkesan. Selain itu ada juga Kwak Si-yang yang numpang lewat dan Chae Soo-bin. Film yang lumayan dan layak ditonton.

Cast:
– Hae-gwan
Lee Hee-joon – Jin-ho
– Ji-yeon
Kim Won-hae – Goo-cheol
Chae Soo-bin – Yoo-joo
– Sori (suara)
– Penyanyi Underground
– Hyun-soo

Judul: Sori: Voice From The Heart / Robot, Sori  (봇, 소리)
Sutradara: Lee Ho-Jae
Penulis: Lee So-Young, Lee Ho-Jae
Produser: Lee Ji-Min, Park Hyun-Tae, Shin Hye-Yeon, Jung Jae-Won
Sinematografi: Joo Sung-Rim
Rilis:  27 Januari 2016
Durasi: 117 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

We are Brothers

Desember 21, 2016 Tinggalkan komentar

Sang-Yeon () dan Ha-Yeon () adalah kakak beradik. Ketika kecil mereka sangat miskin. Setelah ayah mereka yang pemabok meninggal, ibunya kemudian pergi dan menitipkan keduanya di panti asuhan. Sang-yeon sang kakak kemudian diadopsi oleh keluarga Amerika, sementara Ha-yoen yang merasa sedih ditinggalkan sang kakak kemudian lari dari panti.
we-are-brothers1
Sekarang, 30 tahun berlalu. Untuk pertamakalinya mereka akan bertemu melalui sebuah acara reality show sebuah stasiun TV. Sang-yeon berprofesi sebagai pastor dan Ha-yoen adalah seorang shaman. Selain itu, juga ikut ibu mereka yang selama ini tinggal dengan Ha-yeon dan sudah pikun.
we-are-brothers
Namun masalah muncul ketika acara hendak disiarkan, tiba-tiba si ibu menghilang. Sang-yeon dan Ha-yeon pun kemudian kelimpungan mencarinya dengan dibantu para kru TV yang menjadikan hal itu sebagai bagian acara. Selama masa itu, kedua kakak beradik yang sudah lama tak bertemu ini pun menghabiskan waktu bersama,  membangun lagi kedekatan dan mengurai kesalah pahaman ketika mendapati bahwa mereka menjalani hidup dan memiliki pemikiran yang berbeda.

we-are-brothers6
Hubungan kakak-adik, terutama saudara laki-laki, memang bukanlah cerita baru dalam sinema Korea. Cukup banyak film semacam ini yang sudah dibuat. Saya sendiri tak terlalu berekpektasi dengan film ini, dan lebih karena ingin melihat akting duo aktor yang saya favoritin dan selalu berakting bagus, dan .

we-are-brothers8

Pada bagian-bagian awal, saya sempat agak underestimate dengan cerita film ini karena terkesan terlalu standar. Tapi semakin ke belakang ternyata semakin menarik. Dengan twist-twist yang cukup tak terduga. Saya juga gaya penceritaan film ini yang dibalut humor, dengan didukung para figuran yang solid. Karena para figuran di film ini melibatkan aktor-aktor yang lumayan terkenal, yang kocak dan memiliki peran yang signifikan dalam membangun cerita. Sementara untuk kedua cast utamanya, bagus seperti harapan saya dengan chemistry bromance yang juga bagus. Good movie!

Cast:
– Sang-yeon
– Ha-yeon
Kim Young-Ae – Seung-ja  (ibu)
– Yeo-il (reporter)
– sekuriti
Kim Byung-ok – Mr Kim
Kim Min-kyo – sopir truk
Kim Won-hae – detektif Yeosu
Lee Hae-young – putra sulung Kim Man-jae di bus
Jung Min-jin – putra kedua Kim Man-jae
– pencopet hyung
Choi Tae-won – pencopet 2
Lim Ki-Hong – MacArthur

Judul: We are Brothers/ Woorineun Hyungjeibnida (우리는 형제입니다)
Sutradara:
Penulis: Bae Se-Young, Jang Jin
Produser: Lee Eun-Ha, Jo Hyuk-Suk
Sinematografi: Kim Sung-Ahn
Rilis: 23 Oktober 2014
Durasi: 102 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Like Father, Like Son

Desember 7, 2016 Tinggalkan komentar

Ryota Nonomiya dan istrinya, Midori, adalah pasangan muda yang terlihat bahagia.  Ryota yang agak workaholic, bekerja di sebuah perusahaan besar dan berkecukupan secara materi. Mereka punya seorang anak laki-laki yang manis dan penurut, Keita. Sifat Keita yang cenderung lamban, sempat membuat Ryota berpikir bahwa anaknya tidak mirip dirinya yang agresif. Meski begitu, ia dan istrinya begitu menyayangi Keita. Tapi kebahagiaan mereka tiba-tiba goyah ketika mereka mendapat telepon dari rumah sakit tempat istrinya melahirkan dan mengabarkan bahwa anak mereka tertukar ketika masih bayi dulu.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_000044638

like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_001965296
Keluarga yang bayinya tertukar itu adalah keluarga Saiki, keluarga sederhana yang hangat pemilik toko elektronik. Anak yang tertukar itu diberi nama Ryusei, dan dia memiliki dua orang adik. Berbeda dengan Keita, Ryusei adalah anak yang lincah, enerjik dan agak nakal khas anak lelaki, mirip sifat Ryota.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_002500474

like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_006246366
Keadaan itu kemudian membuat kedua keluarga kebingungan. Mereka sudah terlanjur mencintai masing-masing anak dan merasa sebagai anak kandungnya sendiri. Meski begitu kenyataan bahwa mereka bukan darah dagingnya sendiri membuat mereka risau. Ryota yang kaya sempaat berpikir untuk mengaasuh keduanya, tapi tentu saja hal ini membuat keluarga Saikitersinggung. Akhirnya, diputuskan untuk pelan-pelan menukar anak-anak mereka dengan berganti tempat tinggal pada setiap akhir pekan. Namun, masalah kemudian muncul karena anak-anak ini merasa asing dengan orang tua dan rumah baru mereka. Di sisi lain, Ryota yang selama ini hampir tidak pernah punya waktu untuk anaknya kemudian harus bekerja keras membangun kedekatan dengan anak kandungnya sendiri. Ia pun menyadari bahwa selama ini, ia bukanlah seorang ayah yang baik.
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_005078238
Hehe, ide ceritanya mungkin sekilas agak mirip-mirip sinetron karena melibatkan anak yang tertukar. Tapi tenang saja, karena di film ini, cerita itu digarap dengan sangat sophisticated. Bagaimanapun, kejadian semacam itu mungkin saja terjadi dalam kehidupan nyata dan pastilah akan sangat membingungkan ketika dihadapkan pada situsasi itu.  Dan yah, pada akhirnya, tak penting anak kandung atau bukan yang terpenting adalah bagaimana menjadi ayah yang baik bagi anak-anak. Good movie!
like-father-like-son-2013-720p-brrip-x264-aac-jyk-mp4_006910595
Cast:
Masaharu Fukuyama – Ryota Nonomiya
Machiko Ono – Midori Nonomiya
Keita Nonomiya – Keita Nonomiya

Lily Franky -Yudai Saiki
Yōko Maki – Yukari Saiki
Shôgen Hwang – Ryusei Saiki

Jun Kunimura – Kazushi Kamiyama
– Riko Ishizeki
Isao Natsuyagi – Ryosuke Nonomiya
Jun Fubuki – Nobuko Nonomiya

Judul: Like Father, Like Son (Soshite Chichi ni Naru)
Sutradara: Hirokazu Koreeda
Produser: Kaoru Matsuzaki, Hijiri Taguchi
Penulis: Hirokazu Koreeda
Musik: Shin Yasui
Sinematografi: Mikiya Takimoto
Editing:     Hirokazu Koreeda
Rilis: 18 Mei 2013 (Cannes)/ 28 September 2013 (Jepang)
Durasi: 120 menit
Negara/Bahasa: Jepang

Awards;
Cannes Film Festival  2013 :
– Jury Prize
– Nominasi Palm d’Or

Toronto International Film Festival –  2013
Vancouver International Film Festival 2013:
– Rogers People’s Choice Award
San Sebastián International Film Festival 2013:
– TV Audience Award

How to Steal a Dog

Oktober 16, 2016 1 komentar

Ji-so () harus tinggal di rumah mobil bersama ibu () dan adiknya, Ji-suk, setelah sang ayah pergi meninggalkan mereka. Ji-so sangat tidak menyukai keadaan itu dan ingin sekali punya rumah. Apalagi ulang tahunnya sudah dekat dan ia ingin sekali mengundang teman-temannya ke rumah. Ia melihat brosur tentang rumah seharga 5 juta , ia pun berpikir keras bagaimana caranya bbisa mendapatkan uang sejumlah itu,

how-to-stea-a-dog1
how-to-stea-a-dog
Ketika tak sengaja menemukan brosur lama tentang anjing hilang dan janji hadiah 5 juta, ia bersama teman baiknya Chae-rang dan adiknya, kemudian memikirkan cara untuk mencuri anjing sehingga bisa mendapatkan hadiah 5 juta.
how-to-stea-a-dog5
Kebetulan, ibunya bekerja di sebuah restoran milik orang kaya yang memiliki seekor anjing kesayangan bernama Wol-ri.
how-to-stea-a-dog6


Pemilik anjing ini adalah seorang nenek tua kaya () yang tidak punya keturunan karena anak satu-satunya meninggal. Pewaris satu-satunya adalah keponakannya yang pemalas, Soo-young (). Soo-young merasa tak sabar untuk segera menerima warisan dan kemudian bekerja sama dengan seorang kenalannya yang sebenarnya adalah penipu. Ketika tahu bahwa wasiat bibinya menyatakan bahwa warisan itu mensyaratkan pengasuhan Wol-ri, Soo-young atas hasutan si penipu berencana untuk mencuri si anjing.
how-to-stea-a-dog7

how-to-stea-a-dog9

Membaca judulnya yang terkesan lucu, saya pikir bahwa itu cuma kiasan saja. Dan ternyata, ya memang tentang cara mencuri anjing, haha. Bagus ceritanya. Ceritanya sebenarnya sangat sedih karena berkisah tentang anak miskin yang tidak punya rumah, tapi karena penceritaannya dari sudut pandang anak kecil, jadi terasa lucu, tidak cengeng, tapi tetap mengharukan. Pesan moralnya juga dapat dan feel film anak-anaknya dengan unsur menghibur dan petualangan juga dapat.  Eksekusi ceritanya terasa memuaskan. Everybody happy tapi juga realistis tanpa unsur ‘keajaiban’ ala dongeng Disney. Recommended untuk ditonton semua kalangan.

Note:
Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya penulis Barbara O’Connor yang diterbitkan pada tahun 2007.

Cast:
– Ji-so
Hong Eun-Taek – Ji-suk
– Jung-hyun (ibunya Ji-so)
– Nenek
– Soo-young
Lee Ji-won – Chae-rang (sahabatnya Ji-so)
Choi Min-soo – Paman Gelandangan
– Suk-goo
Gary – Wol-ri
Jo Eun-ji – ibunya Chae-rang
Kim Won-Ho – Polisi
Sam Hammington – Guru Bahasa Inggris
Lee Ki Young- penipu

Judul: How to Steal a Dog/ Gaereul Hoomchineun Wanbyeokhan Bangbub (개를 훔치는 완벽한 방법)
Sutradara: Kim Sung-Ho
Penulis: Barbara O’Connor (novel), Kim Sung-Ho, Shin Youn-Shick
Produser: Lee Jae-Min, Kim Hak-Joon, Uhm Yong-Hoon
Sinematografi: Kim Hyoung-Joo
Rilis: 31 Desember 2014
Durasi: 110 menit
Distributor: Little Big Pictures, Daemyung Culture Factory
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

About Her Brother

September 25, 2016 Tinggalkan komentar

Ginko Takano (),  seorang single mother yang mengelola toko obat, Takano Pharmacy bersama putri tunggalnya yang cantik, Koharu (). Selain itu, tinggal juga bersamanya ibu mertuanya yang sudah mulai pikun, Kinuo.

about-her-brother4

Yu Aoi yang selalu cantik

Koharu akhirnya menikah dengan seorang dokter dari keluarga terpandang. Sebuah pernikahan yang terlihat sangat ideal. Di hari pernikahan, sekonyong-konyong datang Tetsuro (), paman Koharu , yang sudah lama menghilang entah kemana. Di masa kanak-kanak, Tetsuro adalah paman kesayangan Koharu, tapi ketika dewasa, ia sadar bahwa sifat pamannya alih-alih menyenangkan, tapi menyebalkan. Tetsuro adalah si trouble maker, kelakuannya selalu kekanakan. Dan tak urung, kedatangannya justru merusak acara karena berbagai tingkah memalukan yang ia lakukan ketika mabuk. Hal yang tentu saja, membuat keluarga mempelai pria berang.
about-her-brother6
Tidak hanya itu, karena banyak lagi kelakuan Tetsuro yang menyebalkan. Meski begitu, bagaimanapun kelakuannya, sebagai keluarga, Ginko dan Koharu selalu menyayangi Tetsuro.
about-her-brother2
Yah, meski judulnya “About Her Brother”, tapi sebenarnya tokoh utama ini adalah Ginko, si kakak, seorang perempuan yang begitu sabar dan tough. Bisa dibilang, film ini memang berbau feminis, tapi tenang saja, karena semuanya disajikan dengan begitu lembut dan hangat. Meski saya kurang suka pada bagian-bagian akhir yang menurut saya agak berlama-lama bermellow-mellow.
about-her-brother_poster
Untuk cast, semuanya bermain apik baik itu pemeran Ginko maupun Tetsuro dan tentu saja, yang menurut saya selalu bersinar. Salut lah untuk aktris satu ini karena tidak hanya cantik banget, tapi juga lovable dan berakting bagus.

Cast:
– Ginko Takano
– Tetsuro Endo
– Koharu Takano
– Toru Nakata
Nenji Kobayashi – Shohei Tanno
Haruko Kato – Takano Kinuo (Nenek)
Yuriko Ishida – Chiaki Komiyama (perawat)
Takashi Sasano – Maruyama
Fumiyo Kohinata – Susumu Komiyama (pemilik rumah lansia)
Leo Morimoto – Endo

Judul: About Her Brother / Younger Brother  (Ototo/おとうと)
Sutradara:
Penulis: , Emiko Hiramatsu
Produser: Hiroshi Fukasawa, Kenichi Tamura
Sinematografi: Masashi Chikamori
Rilis: 30 Januari 2010
Durasi: 126 menit
Produksi/Distributor: Shochiku
Negara/Bahasa: Jepang

Film Festival:
– Berlin International Film Festival  2010 – Competition
– Hawaii International Film Festival  2010- Spotlight on Japan *Hawaii Premiere
–  Mumbai Film Festival 2010 – Celebration of Japanese Cinema
– Sao Paulo International Film Festival 2010

Award:
Nikkan Sports Film Awards 2010 : Best Supporting Actress” ()

…ing

Juni 10, 2016 Tinggalkan komentar

Film ini adalah salah satu film yang saya merasa sudah menontonnya tapi kemudian saya sadar ternyata belum saya tonton. Saya cukup menyukai kedua pemeran utamanya: & , dua aktor cemerlang sejak masih muda. Dan film ini dibuat ketika mereka berdua memang masih belia.

ing2

Im Soo-jung yang masih imut

di sini berperan sebagai Min-a, gadis SMA biasa saja yang penyakitan. Ia hanya tinggal dengan ibunya, Mi-sook (), yang penyayang sementara ayahnya sudah lama meninggal. Sejak kecil Min-a keluar masuk rumah sakit dan terus berpindah-pindah sekolah. Ia menjalani hari-hari dengan pasrah. Untunglah ibunya selalu ada untuknya, yang juga selalu siap berperan sebagai teman untuknya. Sang ibu yang begitu menyayangi Min-a, meski pun sudah tahu kemana semuanya akan berakhir (umur Min-a yang tak akan lama), menginginkan Min-amenjalani hidup seperti remaja pada umumnya, termasuk punya cowok.

inga

Kim Rae-won, as effortles as always

Hingga suatu hari, muncul seorang cowok tetangga apartemennya, Young-jae (), seorang mahasiswa yang menyukai fotografi. Young-jae yang periang dengan agresif mendekati Min-a. Kehangatan sikap Young-jae, membuat Min-a merasa nyaman dan senang menghabiskan waktu bersama Young-jae. Di sisi lain, Young-jae  yang awalnya hanya mendekati Min-a karena perminataan ibunya, diam-diam mulai benar-benar menyukai Min-a.  Di sisi lain, penyakit Min-a semakin kritis.

ing6

Hubungan ibu-anak yang mengharukan

Yah, tragis romance agaknya adalah salah satu tema yang paling sering digarap sineas Korea, terutama di di awal-awal populernya film Korea di awal tahun 2000an dulu. Jika menengok ke belakang, banyak sekali film dengan tema seperti ini dibuat (sebut saja , , Herb..).  Bukan genre favorit saya karena sering kali dieksekusi dengan terlalu cengeng. Tapi menurut saya tidak demikian dengan film ini. Meski sejak awal sudah ketebak bagaimana endingnya, tapi alurnya terasa mengalir dengan rapi, terkendali dan solid. Sedih tapi tidak cengeng.

ing0Didukung oleh penampilan prima dari (yang masih imut banget di sini), yang charming dan juga  yang keibuan. Dan well, menurut saya, ini juga bukan sekedar film romance. Meski melibatkan romance di dalamnya, tapi tema besarnya lebih tentang seorang ibu dengan anaknya yang sakit dan bagaimana dia akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya. Nice movie!
ing54

Cast:
– Min-a
– Young-jae
– Kim Mi-sook

Judul: …ing
Sutradara: Lee Eon-Hee
Penulis: Jin Kim
Produser: Lee Hwa-Kyeong, Baek Jin-Dong, Km Jae-Hong, Kim Seong-Su, Hwang Pil-Seon
Sinematografi: Kim Byeong-Seo
Rilis: 28 November 2003
Durasi: 104 menit
Distributor: Tube Entertainment
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Our Little Sister

Mei 12, 2016 2 komentar

Hal yang membuat saya penasaran sama film ini terutama adalah karena film ini dinobatkan sebagai film terbaik di ajang penghargaan film Japan Academy Prize 2016, dinominasikan di hampir semua kategori penghargaan dan juga diputar di ajang festival bergengsi dunia, Cannes.
our little sister_poster2
Our Little Sisters bercerita tentang 3 orang perempuan kakak beradik. Sachi, si anak tertua yang berkarakter dewasa dan serius; Yoshino (), si anak kedua yang cenderung lebih bebas dan si bungsu Chika ( ), yang tipikal anak terakhir, agak manja dan kekanakan. Bertiga, mereka tinggal di rumah tua keluarga mereka. Orang tua mereka sudah lama bercerai. Sang ibu memilih hidup terpisah di kota lain, dan sang ayah tinggal bersama keluarga barunya juga di kota lain dan nyaris tak pernah berkomunikasi.
diary8
Suatu hari, mereka mendapat kabar bahwa ayah mereka  meninggal dan ketiganya pun datang pada hari pemakaman. Mereka bertemu dengan Suzu, adik tiri mereka yang terlihat tidak bahagia dengan ibu tirinya. Mereka pun kemudian memutuskan untuk mengajak Suzu tinggal bersama. Di sisi lain, Suzu, meski senang bisa tinggal bersama kakak-kakak perempuannya, diam-diam didera rasa bersalah karena ibunya lah yang dulu menyebabkan perceraian orang tua Sachi cs.
diary35
Sebuah film yang terasa sangat manis bertema keluarga. Seperti khas film Jepang lainnya, kekuatan film ini menurut saya adalah pada kemampuan mengetengahkan emosi yang paling tipis sekalipun.  Di balik senyum dan tawa, jelas terlihat bahwa ada riak-riak emosi yang terasa realistis dalam kehidupan sehari-hari. Dibalut dalam gambar-gambar musim semi yang indah tapi juga tidak indah permai. Semuanya digambarkan dengan pas dan bersahaja. Dan tentu saja, tak lepas dari akting yang oke dari para cast utamanya.

diary98

Sebenarnya, saya mengharapkan sedikit hal yang lebih emosional atau konflik yang lebih meletup karena menurut saya karakter-karakter film ini terasa terlalu manis yang membuat saya bertanya-tanya, adakah orang semanis mereka?Yang selalu akur dan bersikap manis antar suadara? tidakkah akan lebih realistis kalau hubungan mereka melibatkan pertengkaran-pertengkaran kecil, sedikit iri dengki yang menurut saya jamak terjadi antar saudara perempuan, juga terkait kedatangan Suzu sebagai orang baru di keluarga mereka. Tapi di atas semua itu, ini adalah salah satu film yang layak untuk ditonton.

Cast:
Haruka Ayase – Sachi Kouda
– Yoshino Kouda
– Chika Kouda
Suzu Hirose – Suzu Asano

Shinobu Otake – Miyako Sasaki
Shinichi Tsutsumi – Dokter Kazuya Shiina
Midoriko Kimura – Hideko Takano
– Fumiyo Kikuchi (bibi)
Kentaro Sakaguchi – Tomoaki Fujii (teman kerja Yoshino)
-Minami Sakashita
Takafumi Ikeda – Sanzo Hamada (bosnya Chika)
Ryohei Suzuki – Dokter Yasuyuki Inoue
Oshiro Maeda – Futa Ozaki (teman cowoknya Suzu)
Jun Fubuki – Sachiko Nomiya (pemilik kedai)
Lily Franky – Senichi Fukuda

Judul: Our Little Sister / Sea Town Diary / Umimachi Diary (海街diary)
Sutradara: Hirokazu Koreeda
Penulis: Akimi Yoshida (manga), Hirokazu Koreeda
Produser: Kaoru Matsuzaki, Hijiri Taguchi
Sinematografi: Mikiya Takimoto
Rilis: 13 Juni 2015
Durasi: 126 menit
Distributor: Toho, Gaga Corporation
Negara/ Bahasa; Jepang

Film Festival:
– Cannes Film Festival 2015 – Competition *World Premiere
– New Horizons International Film Festival 2015 – Panorama
– Toronto International Film Festival 2015 – Masters *North American Premiere
– Busan International Film Festival 2015 – Gala Presentation
– Tokyo International Film Festival 2015 – Japan Now

Awards
Japan Academy Prize 2016:
Picture of the Year
Director of the Year (Hirokazu Koreeda)
Rookie of the Year (Suzu Hirose)
Outstanding Achievement in Cinematography (Mikiya Takimoto)
Outstanding Achievement in Lighting Direction (Norikiyo Fujii)

Nominasi: Outstanding Performance by an Actress in a Leading Role (Haruka Ayase), Screenplay of the Year, Outstanding Performance by an Actress in a Leading Role (), Outstanding Achievement in Music, Outstanding Achievement in Art Direction, Outstanding Achievement in Sound Recording,

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar