Arsip

Archive for the ‘Film Jepang’ Category

From Up On Poppy Hill

Oktober 9, 2017 Tinggalkan komentar

Baru berkesempatan nonton film ini, karena baru ngeh kalau ada nama Miyazaki dan Studio Ghibli di dalamnya. Sejak nonton , saya memang kemudian memfavoritkan karya-karya Pak Miyazaki dan selalu penasaran dengan film yang melibatkan namanya. Di film ini, Pak Miyazaki berperan sebagai screenwriternya, sementara untuk sutradaranya sendiri ternyata adalah anaknya beliau, Goro Miyazaki.

from up on popy hill-1

Cerita film ini sebenarnya bisa dibilang ‘sederhana’ saja. Umi adalah seorang gadis remaja yang tinggal di sebuah rumah di atas bukit, bersama nenek, adik dan beberapa orang yang ngekos di tempatnya. Ayahnya yang seorang pelaut, dalam sebuah misi ketika terjadi Perang Korea. Sementara ibunya seorang guru yang tinggal berjauhan. Karena neneknya sudah tua, sehari-hari, Umi lah yang mengurus semua hal-hal rumah tangga yang dilakukannya dengan tekun, meski ia harus berbagi dengan kesibukan sekolahnya. Belum bisa menghapuskan kesedihan atas kepergian ayahnya, setiap hari Umi menaikkan bendera pelayaran sebagai tanda jalan pulang bagi ayahnya.

Shun From Up on Poppy Hill

Shun adalah teman satu sekolahan Umi. Seorang cowok yang aktif terlibat di klub sekolah. Ketika klub sekolah yang sudah tua hendak dihancurkan, Shun menjadi salah satu yang paling aktif menentang. Ia dan teman-temannya sibuk melancarkan protes dan memasang berbagai selebaran. Selain itu, sehari-hari Shun juga sering menemani ayahnya yang membawa kapal di sekitar pelabuhan tempat mereka tinggal. Ketika berlayar, ia sering merasa penasaran dengan bendera yang di pasang Umi.

from up on popy hill-0

Melalui sebuah ‘kebetulan’ Umi dan Shun kemudian menjadi dekat. Umi yang merasa ikut berempati dengan gerakan Shun dan teman-temannya, kemudian menawarkan bantuan. Mulai dari membuat stensilan hingga membersihkan klub yang kotor dan berantakan. Benih-benih cinta pun tumbuh di antara keduanya. Namun masalah muncul ketika Shun melihat potret ayah Umi yang ternyata adalah potret yang sama seperti yang dimilikinya. Apakah Umi dan Shun ternyata bersaudara?

poppy-2

Hehe, ceritanya memang agak-agak drama dan mungkin terkesan ‘remeh temeh’ sih. Tapi tenang saja, bagi yang sudah berpengalaman dengan film-film produksinya Ghibli apalagi melibatkan nama Hayao Miyazaki, tentu sudah tahu bagaimana kualitas film-film mereka. Dan film ini, meski temanya ‘ringan’ tapi tetap disajikan dengan kedalaman yang mengagumkan. Karakter-karakternya terasa begitu hidup dan khas film-film Miyazaki yang begitu positif. Ceritanya disusun sedemikian rupa, sehingga meski ringan tapi terasa solid dan berbobot. Meski ‘cuma’ animasi, tapi hebatnya karakter-karakternya memiliki emosi yang begitu hidup lho. Apakah karakternya sedih, gembira, kesepian… semuanya tergambar begitu jelas dan mampu mengaduk-aduk emosi . Bagaimana Shun dan Umi jatuh cinta dan kesedihan mereka, rasanya begitu real. Didukung pula dengan soundtrack yang terasa pas. Dan yah, tentu saja, yang khas dari Studio Gibli adalah animasinya yang merupakan negeri imajinasi yang indah permai. Truly recommended.

from up on popy hill-5

Note:
Goro Miyazaki adalah anaknya . Karena tak nyaman dengan bayang-bayang ayahnya, Goro sempat ‘menjauh’ dari dunia animasi dan menjalani profesi sebagai landscaper. Tapi yang namanya bakat dan passion, pada akhirnya harus disalurkan. Ia pun membuat film animasi berjudul pada tahun 2006. Tapi film ini tidak terlalu sukses. Untunglah, Goro tidak kapok karena 5 tahun kemudian, ia membuat film ini. Dan kali ini berkolaborasi dengan ayahnya pula. Padahal konon hubungan Goro dengan ayahnya sempat kurang baik. Dalam sebuah wawancara konon Goro pernah menyebut kalau ayahnya meski diluar dikenal sebagai ‘orang besar’ tapi di rumah bukanlah ayah yang baik karena jarang berhubungan dengan anak-anaknya. Hmm, cerita yang familiar dari orang-orang besar ya? Tapi sepertinya lewat film ini, hubungan mereka sudah membaik. Mungkin juga karena keduanya sudah sama-sama ‘dewasa.’ Meski mungkin bagi Goro akan tak nyaman selalu dikaitkan dengan nama besar ayahnya, tapi saya pikir tak masalah juga lah. Ya namanya juga anak, wajar saja kan kalau dia mewarisi bakat ayahnya. Alih-alih dibanding-bandingkan, saya sebagai penggemarnya film-film Miyazaki, justru berharap kalau Goro melanjutkan jejak ayahnya. Apalagi Pak Miyazaki yang sekarang sudah uzur, konon sudah menyatakan pensiun membuat film animasi. Semoga saja ke depan, Goro akan membuat film-film keren lagi.

Ost:
– Aoi Teshima – “Summer of Farewells — From Up on Poppy Hill” (「さよならの夏~コクリコ坂から~」 “Sayonara no Natsu ~Kokuriko-zaka kara~”)
– Kyu Sakamoto – ” Ue o Muite Arukō”)/ Sukiyaki (I Shall Walk Looking Up” (「上を向いて歩こう」

Cast:
– Umi Matsuzaki
Junichi Okada – Shun Kazama
Keiko Takeshita – Hana Matsuzaki (neneknya Umi)
Jun Fubuki – Ryoko Matsuzaki (ibunya Umi)
Haruka Shiraishi – Sora Matsuzaki (adiknya Umi)
Yuriko Ishida -Miki Hokuto (bu dokter)
Nao Ōmori – Akio Kazama (ayahnya Shun)
Takashi Naito – Yoshio Onodera (kapten kapal teman ayahnya Shun dan Umi)
Shunsuke Kazama – Shirō Mizunuma (temannya Shun)
Teruyuki Kagawa – Tokumaru (kepala sekolah yang tinggal di Tokyo)
Rumi Hiiragi – Sachiko Hirokouji (pelukis yang tinggal di tempat Umi)

Sutradara: Gorō Miyazaki
Produser: Toshio Suzuki
Screenplay: , Keiko Niwa (berdasarkan manga “Kokuriko-zaka kara” nya Chizuru Takahashi, Tetsurō Sayama)
Musik: Satoshi Takebe
Sinematografi: Atsushi Okui
Editing: Takeshi Seyama
Produksi: Studio Ghibli
Distributor: Toho
Rilis: 17 Juli 2011
Durasi: 92 menit
Negara/Bahasa: Jepang

Awards:
– Toronto International Film Festival 2011: Nominasi People’s Choice Award for Best Drama Feature Film
– Japan Academy Prize 2012: Animation of the Year
– Tokyo Anime Award : Animation of the Year
– Asia Pacific Screen Awards 2012: Nominasi Best Animated Feature Film
etc,

Iklan

Himizu

April 4, 2017 Tinggalkan komentar

Yuichi Sumida ( ), remaja berusia 14 tahun. Ia di sebuah lingkungan yang poranda setelah dilanda gempa dan tsunami. Ayahnya seorang looser pemabok yang kasar dan suka memukul, sementara ibunya sibuk dengan dirinya sendiri. Untunglah, di sekeliling Yuichhi masih ada orang-orang baik yang  meski hidupnya hancur karena bencana, tapi masih memiliki jiwa yang besar dan kasih sayang. Salah satunya adalah seorang kakek tua yang keluarganya habis ditelan tsunami. Tak punya siapa-siapa lagi, si kakek menaruh impian dan harapannya pada Yuichi yang masih muda.
Himizu (2011).mp4_000601432

Himizu (2011).mp4_001094319
Keiko ()  adalah teman sekelas Yuichi. Ia berasal dari keluarga kaya dengan orang tua ‘sakit’ yang menganggap keberadaannya sebagai beban. Meski begitu, Keiko selalu melihat hidup dengan ceria. Keiko diam-diam menyukai Yuichi, dan dengan segala cara, berusaha mendekati Yuichi.
Himizu (2011).mp4_000540746
Tapi kehidupan tak pernah menjadi lebih baik bagi Yuichi. Ibunya kabur dan ayahnya juga menghilang dengan meninggalkan banyak hutang. Awalnya, Yuichi yakin bahwa ia bisa hidup dengan dirinya sendiri. Namun ketika hal-hal buruk terus menimpanya, ia pun merasa putus asa. Untunglah, Keiko, si kakek dan orang-orang di sekitar Yuichi selalu ada, meyakinkannya untuk tetap positif menghadapi hidup.

 


Well, sebuah film yang ‘menyesakkan’ sekaligus mengharukan. Mungkin beberapa adegannya terkesan terlalu ‘brutal’ tapi uniknya juga terasa hangat dan manis. Dan saya baru ngeh usai menonton film ini, kalau ternyata sutradaranya tak lain dan tak bukan adalah , yang terkenal dengan film-filmnya yang bertema orang-orang ‘sakit’. Dan saya pun kemudian maklum, kenapa film ini disajikan sedemikian rupa. Tapi tenang saja, meski tokoh-tokohnya tentang orang-orang ‘sakit’ seperti saya sebutkan diatas, film ini cukup manis dan hangat, dengan pesan moral yang begitu optimis dan positif. Good movie!

Cast:
– Yuichi Sumida
– Keiko Chazawa

Tetsu Watanabe -Yoruno
Mitsuru Fukikoshi – Keita Tamura
Megumi Kagurazaka – Keiko Tamura
Denden – Kaneko
Ken Mitshusi – Ayahnya Yuichi
Makiko Watanabe – Ibunya Yuichi
Asuka Kurosawa – Ibunya Keiko
Keisuke Horibe – Ayahnya Keiko
Jun Murakami – Tanimura
Yosuke Kubozuko – Teruhiko Ijima
Fuyuki Moto – Tetsu
Taro Suwa – Makun
Setchin Kawaya – Kenkichi
Yuriko Yoshitaka – Miki

Judul: Himizu/ ヒミズ
Sutradara:
Penulis: Minoru Furuya (manga),
Produser: Haruo Umekawa, Masashi Yamazaki
Sinematografi: Sohei Tanikawa
Rilis: 14 Januari 2012
Durasi: 129 menit
Distributor: Gaga Corporation
Bahasa/Negara: Jepang

Awards:
Venice Film Festival 2011:
– Marcello Mastroianni Award for Best New Young Actor or Actress ( & )

Brussels International Fantastic Film Festival 2012:
–     7th Orbit Prize

Terracotta Far East Film Festival 2012 :
– Terracotta Far East Film Festival Audience Award

Film Festivals:
– Venice Film Festival – 2011 *World Premiere
– Toronto International Film Festival 2011 – Contemporary World Cinema *North American Premiere
– Busan International Film Festival  2011 – A Window on Asian Cinema
– Sitges Film Festival  2011 – Noves Visions – Fiction
– Hong Kong Asian Film Festival 2011 – Cineaste Delights
– Shanghai International Film Festival  2013 – Global Village – Japan Film Week
–  Bucheon International Fantastic Film Festival  2015 – I’m (not) SONO Sion
etc (see asianwiki.com)

The Land Of Hope

Maret 28, 2017 Tinggalkan komentar

Di sebuah kota kecil yang tenang. Keluarga Ono, yang terdiri dari Pak tua Ono dan istrinya, Chieko, anak lelakinya Yoichi dan menantunya, Izumi, hidup tenang dan bahagia mengelola peternakan sapi perahnya.
The Land of Hope-5
Hingga suatu hari, gempa dan tsunami menerjang salah satu sudut wilayah. Reaktor nuklir yang dipasang di kota itu mengalami kebocoran dan diduga radiasi menyebar. Warga dalam radius 20 km dari reaktor, diungsikan. Kebetulan rumah Ono tepat berada digaris batas. Meski begitu, orang-orang yang ketakutan mulai mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman. Tapi Pak tua Ono dan istrinya, yang merasa sudah tua dan tak ingin meninggalkan rumah tercinta mereka,  berkeras untuk bertahan. Meski begitu, mereka meminta Yoichi dan Izumi untuk mengungsi.
The Land of Hope-2
Di sisi lain, Izumi yang kemudian diketahui hamil, mulai mengalami paranoia, khawatir kalau-kalau bayinya entah bagaimana, terkena radiasi. Ia pun kemudian berperilaku aneh, dengan menutupi seluruh wajah dan tubuhnya agar tidak terpapar udara bebas.
The Land of Hope-1
Selain itu, juga ada sepasang kekasih, Mitsuru dan Yoko. Keluarga Yoko lenyap ditelan tsunami, dan Yoko berusaha mencarinya. Namun karena lokasi bencana berada di kawasan yang dilarang dilalui akibat reaktor nuklir, ia pun kesulitan mencari keluarganya.
The Land of Hope-4
Hmm… miris, sih, menonton film ini, apalagi kita tahu bahwa ceritanya sendiri memang terinspirasi dari kejadian nyata. Seperti diketahui, Jepang memang menjadi negara yang memiliki kisah kelam terkait reaktor nuklir ini. Dan yah, film ini seolah memang menjadi kritik sosial atas keadaan tersebut. Memang kalau dipikir-pikir, terlalu nekad sih, ketika Jepang membuat reaktor nuklir sementara kondisi alam mereka sangat labil (sangat rawan gempa dan tsunami)Dan kemudian, menjadi wajar ketika banyak masyarakat yang kemudian menjadi paranoid. Hmm, kadang tak habis pikir sih dengan keserakahan dan ketamakan manusia…
The Land of Hope-
Filmnya sendiri digarap dengan bagus oleh sutradara yang memang dikenal dengan film-film penuh kritiknya, .  Meski menonton film ini, saya sempat was-was kalau-kalau eksekusinya terlalu absurd atau ‘sakit’ khas Sono (saya masih agak trauma dengan filmnya trilogi Suicide Club), tapi untungnya, nggak kok. Alih-alih, film ini justru terasa hangat dan seperti judulnya, penuh harapan.

Cast:
Isao Natsuyagi – Yasuhiko Ono
Naoko Otani – Chieko Ono
Jun MUrakami – Yoichi Ono
Megumi Kagurazaka – Izumi Ono
Yutaka Shimizu – Mitsuri Suzuki
Hikari Kajiwara – Yoko
Mariko Tsutsui – Meiko Suzuki
Denden – Ken Suzuki
Dakichi Sugawara – Shimura
Takashi yamanaka – Kato

Judul: The Land Of Hope/ Kibou no Kuni (希望の国)
Sutradara/Penulis:
Produser: Yuji Sadai, Mizue Kunizane, Yuko Shiomaki
Sinematografi: Shigenori MIki
Rilis: 20 Oktober 2012
Durasi: 134 menit
Distributor: Bitters End
Negara/Bahasa: Jepang

Awards:
Toronto International Film Festival – 2012 – Contemporary World Cinema:
–      NETPAC
Mainichi Film Awards 2013 :
– Best Actor (Isao Natsuyagi)

Film Festivals
– Toronto International Film Festival 2012 – Contemporary World Cinema *World Premiere
–  Busan International Film Festival 2012 – A Window on Asian Cinema
– Hawaii International Film Festival  2012 – Spotlight on Japan *U.S. Premiere
– Chicago International Film Festival  2012 – Main Competition
– Stockholm International Film Festival  2012 – Asian Images
– San Diego Asian Film Festival – November 2012 – Masters *West Coast Premiere
– Hong Kong Asian Film Festival2012 – Cineaste Delights
etc. see asianwiki.com

Have a Song on Your Lips

Februari 22, 2017 Tinggalkan komentar

Nazuna seorang gadis remaja yang tinggal bersama kakek-neneknya di sebuah kota kecil di teluk Nagasaki yang tenang. Ibunya sudah meninggal dan ayahnya meninggalkannya. Meski menyimpan kemarahan pada ayahnya, tapi Nazuna menjalani hari-harinya dengan ceria.

have-a-song-on-your-lips-7

 

have-a-song-on-your-lips-6

Di sekolah, Nazuna bertindak sebagai ketua dalam klub paduan suara yang anggotanya perempuan semua. Paduan suara itu dibimbing oleh guru kesayangannya, Bu Matsuyama. Ketika hendak mengikuti lomba paduan suara, sayangnya, Bu Matsuyama harus cuti karena hendak melahirkan. Sebagai gantinya, adalah temannya, Ms Kashiwaga () yang ternyata adalah pianis terkenal. Sejak awal, Nazuna tak menyukai Miss Kashiwaga karena sifatnya yang angkuh dan jutek. Tidak hanya itu, karena Bu Kashiwaga kemudian menambah anggota klub dengan para anak lelaki. Hal yang membuat Nazuna dan teman-temannya jengkel.

have-a-song-on-your-lips-2

 

have-a-song-on-your-lips-4

Di antara anak laki-laki yang ikut bergabung adalah Kuwahara. Kuwaharabertubuh mungil dan tidak populer di sekolah. Ia punya seorang kakak yang menderita keterbelakangan mental, Akio, yang harus selalu ia temani pulang setiap hari. Nakamura bergabung dengan klub paduan suara karena diajak teman ceweknya yang manis, yang tahu bahwa Nakamura bersuara bagus. Awalnya, keiikutsertaan Kuwahara ditentang oleh ayahnya, karena khawatir ia tak bisa menajga Akio. Namun ibunya mendukungnya.

Have a Song on Your Lips-9.jpg

Awalnya, Kashiwaga ogah-ogahan melatih klub itu. Ia sedang patah hati, setelah pacarnya meninggal karena kecelakaan ketika ia hendak melakukan pertunjukan. Namun melihat keseriusan murid-muridnya, ia pun mulai serius melatih. Tidak hanya itu, karena ia kemudian juga belajar banyak hal dari kisah mengharukan yang melatar belakangi kehidupan murid-muridnya, terutama Nazuna dan Kuwahara.

have-a-song-on-your-lips-13

have-a-song-on-your-lips-10

Satu lagi film Jepang bergenre remaja yang sangat layak untuk ditonton! Ceritanya ‘sederhana’ tidak muluk-muluk, tapi dikemas dengan begitu apik dan bersahaja dengan sebuah pesan moral yang jelas. Tidak ada karakter utama di film ini, tapi ceritanya terasa utuh dan masing-masing karakter mendapat eksplorasi yang baik. Nuansanya sangat “remaja” dengan segala kepolosan dan kemurniannya, tanpa embel-embel romance yang lebay. Dan pemilihan para pemainnya juga terasa pas, aktor-aktor mudanya terlihat sangat realistis, tanpa ada pretty boy atau flower girl. Sosok-sosok mereka benar-benar menggambarkan anak-anak usia 15 tahun di kota kecil yang masih culun, polos, tapi juga manis dan penuh energi positif. Good movie!

have-a-song-on-your-lips-15

Cast:
– Yuri Kashigawa
Yuri Tsunematsu – Nazuna Tsunematsu
Shota Shimoda – Satoru Kuwahara
Wakana Aoi – Chinatsu Sekiya
Kyoka Shibata – Eri Tsuji

Mayu Yamaguchi – Kotomi Hasegawa
Hayato Sano – Keisuke Mukai
Hibiki Muroi – Riku Mitamura
Fumino Kimura – Haruko Matsuyama
Kenta Kiritani – Tetsuo Tsukamoto
Daichi Watanabe – Akio Kuwahara
Hideakazu Mashima – Yuki Nakamura
Hikari Ishida – Sizuru Nakamura
Tae Kimura – Teruko Kuwahara
Shigemitsu Ogi – Koichi Kuwahara

Judul: Have a Song on Your Lips/ Kuchibiru ni Uta o (くちびるに歌を)
Sutradara:
Penulis: Otsuichi (novel), Yuichi Toyone, Yukiko Mochiji
Produser: Mitsuru Uda
Sinematografi: Koichi Nakayama
Rilis: 28 Februari 2015
Durasi: 132 menit
Distributor: Asmik Ace Entertainment
Negara/Bahasa: Jepang

The Great Passage

Februari 22, 2017 Tinggalkan komentar

Bagian pembuatan kamus di sebuah pperusahaan penerbitan.  Mereka sedang menyiapkan sebuah proyek ambisius, membuat kamus modern yang diberi nama The Great Passage. Ketika salah satu staf andalan berniat untuk pensiun, mereka pun harus mencari anggota baru. Nishioka (), salah satu anggota tim yang berpembawaan ramah, ditugaskan merekrut anggota baru. Dibutuhkan orang yang benar-benar serius dan punya kapabilitas untuk bergabung, karena pekerjaan membuat kamus adalah pekerjaan yang cenderung membosankan dan butuh ketekunan.

the-great-passage-3
Majime () adalah pegawai bagian marketing. Ia cowok cupu yang berpembawaan serius dan tak tahu bagaimana cara bersosialisasi. Alih-alih, ia selalu menghabiskan sisa waktunya dengan tumpukan buku-buku. Melihat karakter serius Majime, Nishioka pun mengajaknya bergabung. Dan benar saja, Majime bukanlah pilihan yang salah. Ia sangat tekun, cermat dan juga pintar. Pekerjaan membuat kamus benar-benar pekerjaan yang cocok untuknya.
the-great-passage-4

the-great-passage-10
Bergabungnya Majime di tim kamus dan bertemu rekan-rekan timnya yang hangat, terutama Nishioka yang ramah, membuat Majime belajar untuk lebih membuka diri dan membangun kehidupan sosial. Apalagi, kemudian ada Kaguya () , putri induk semangnya, seorang chef yang baru pulang untuk merawat ibunya. Majime pun kemudian belajar artinya cinta dan cara mencintai dengan bantuan teman-temannya. Di sisi lain, upaya pembuatan kamus juga mengalami kendala, karena di era digital sekarang, kamus dianggap bukan sebagai sesuatu yang memiliki nilai jual. Meski begitu, Majime dan timnya terus bekerja dengan penuh ketekunan dan pengabdian untuk menghasilkan kamus yang ‘abadi.’
the-great-passage-14

the-great-passage-12-2
Sekilas, premisnya mungkin terdengar membosankan; para pembuat kamus.  Bahkan membayangkan kamus sendiri sudah cukup membuat kening berkerut: buku super tebal berisi ribuan kata dan kosakata. Lantas apa menariknya kehidupan para pembuat kamus? Hmm, saya pikir justru di situ lah saya pikir ide brilian dari pembuat film ini. Membuat film dengan tema yang terasa orisinil. Membosankan? Tidak sama sekali. Meskipun latar film sebagian besar diambil dalam ruangan dengan tumpukan buku-buku, tapi anehnya gambar-gambarnya tetap terasa sinematik dan menarik. Dan meski tema besarnya adalah tentang pembuatan kamus, tapi tetap ada cerita humanis hubungan antar manusia yang manis dan mengharukan yang disajikan dengan sophisticated. Lewat film ini, membuka mata kita, tentang kehidupan para pembuat kamus yang penuh dedikasi, berkutat dengan kata-kata bahkan selama bertahun-tahun untuk menghasilkan sebuah benda yang sangat bermanfaat bernama kamus. Salut! Good movie!

Cast:
– Mitsuya Majime
– Kaguya Hiyashi
– Masashi Nishioka
Haru Kuroki – Midori Kishibe
Misako Watanabe – Take

Chizuru Ikewaki – Remi Miyoshi
Shingo Tsurumi – Direktur Murakoshi
Hiroko Isayama – Kaori Sasaki
Kaoru Yachigusa – Chie Matsumoto
Kaoru  Kobayashi – Kohei Araki
Go Kato – Tomosuke Matsumoto
Shohei Uno – Shinichiro Miyamoto
Ryu Morioka – Egawa
Naoki Matayoshi – Togawa
Yoshiki Saito – Kobayashi

Judul: The Great Passage / We Knit Ship / Fune wo Amu (舟を編む)
Sutradara: Yuya Ishii
Penulis: Shion Miura (novel), Kensaku Watanabe
Produser: Tomo Tsuchii, Kimitaka Goka, Noritsugu Iketa, Yasuyuki Iwanami
Sinematografi: Junichi Fujisawa
Rilis: 13 April 2013
Durasi: 133 menit
Distributor: Asmik Ace Entertainment, Shochiku
Negara/Bahasa: Jepang

 Awards
Hochi Film Awards 2013:
– Best Picture
– Best Actor ()
– Best Supporting Actress (Chizuru Ikewaki)

Japan Academy Prize 2014:
– Picture of the Year
– Director of the Year
– Screenplay of the Year
– Outstanding Performance by an Actor in a Leading Role
– Outstanding Achievement in Sound Recording
– Outstanding Achievement in Film Editing

Academy Awards 2014:
– Masuk seleksi dalam “Best Foreign Language Film”

(Sumber: asianwiki.com)

Wolf Girl and Black Prince

Januari 31, 2017 Tinggalkan komentar

Erika baru masuk SMA. Di sekolah barunya, ia ‘kebetulan’ berteman dengan cewek-cewek populer yang selalu membicarakan tentang kehidupan percintaan mereka. Erika yang sebenarnya tak pernah pacaran, merasa minder dan berbohong bahwa ia juga sudah punya pacar yang keren.
wolf-girl-and-black-prince

wolf-girl-and-black-prince2
Ketika teman-temannya curiga bahwa ia bohong karena tak pernah menunjukkan foto pacarnya, Erika pun kemudian iseng memfoto cowok ganteng yang ditemuinya di jalan. Eh, tak dinyana, teman-temannya tahu siapa si cowok yang ternyata juga adalah cowok satu sekolah dengan mereka. Dia adalah Kyouya Sata, salah satu cowok populer.
wolf-girl-and-black-prince1

wolf-girl-and-black-prince6
Karena takut ketahuan bohong, Erika kemudian mendatangi Kyouya dan memintanya pura-pura jadi pacarnya. Kyouya menyanggupi, meski dengan syarat, Erika mau menjadi ‘anjing piaraannya’ alias diperbudak. Kenyataannya, Kyouya adalah cowok dingin yang tak percaya pada cinta. Di sisi lain, ketulusan Erika kemudian membuatnya jatuh cinta. Dan cerita selanjutnya bisa ditebak lah.
wolf-girl-and-black-prince4
Hmm, yah, Jepang sepertinya memang punya stok yang tak habis-habis kalau menyangkut film bergenre romance remaja. Dan sumbernya apalagi kalau bukan manga. Secara cerita sih tak ada yang baru dan mudah ditebak, tapi film-film Jepang jenis ini seringkali disajikan dengan fresh, romantis dan terasa sangat ‘remaja’, termasuk pemasangan para aktor/aktris muda yang juga good looking, tapi tetap terlihat wajar (tidak seperti genre sejenis Korea Selatan yang menurut seringkali memasang para idol berwajah terlau cantik dan fake). Termasuk film ini. Jadi bagi penggemar jenis film seperti ini, silakan tonton.

Cast:
Fumi Nikaido – Erika Shinohara
Kento Yamazaki – Kyouya Sata
Nobuyuki Suzuki – Ayumi Sanda
Ryusei Yokohama – Takeru Hibiya
Elaiza Ikeda – Aki Tazuka
Tina Tamshiro – Marin Tachibana
Ryo Yoshizawa – Yuu Kusakabe
Nanao – Reika Sata

Judl: Wolf Girl and Black Prince/ Okami Shojo to Kuro Oji (オオカミ少女と黒王子)
Sutradara: Ryuichi Hiroki
Penulis: Ayuko Hatta (manga), Yukiko Manabe
Produser: Shinzo Matsuhashi, Naoaki Kitajima
Sinematografi: Yasushi Hanamura
Rilis: 28 Mei 2016
Durasi: 116 menit
Distributor: Warner Bros.
Negara/Bahasa: Jepang

The Liar and His Lover

Desember 17, 2016 Tinggalkan komentar

Aki () dijuluki sebagai jenius musik. Ia sangat pandai membuat lagu. Ia dan 3  temannya mendirikan band, Crude Play ketika masih SMA. Band ini kemudian dilirik produser, diajak rekaman dan langsung tenar dalam sekejap. Tapi Aki malah mengundurkan diri dan memilih bekerja di belakang layar sebagai penulis lagu-lagu Crude Play. Dan karena lagu-lagu Aki-lah, Crude Play menjadi band papan atas.
the-liar-n-his-lover

the-liar-n-his-lover6
Tapi semua itu justru membuat Aki merasa semakin kosong dan tak bahagia. Juga hubungannya dengan Mari, penyanyi cantik yang munafik. Di tengah rasa suntuknya, ia bertemu seorang gadis yang berwajah culun bernama Riko. Awalnya, Aki berniat iseng saja menggodai Riko yang tak tahu siapa dirinya dan mengajaknya kencan. Tapi ternyata Riko adalah penggemar Crude Play dan mengidolakan Aki. Di sisi lain, Aki yang berpikir bahwa Riko hanyalah gadis biasa saja, tak tahu bahwa Riko ternyata juga penyanyi band. Masalah muncul ketika Riko kemudian diajak debut oleh produser yang sama dengan produser Crude Play.
the-liar-n-his-lover2

the-liar-n-his-lover1
Sebuah film yang manis, dengan cast-cast yang manis pula. Tadinya saya agak pesimis kalau film akan jatuh pada cerita yang muram dunia remaja ala film-film Jepang, tapi ternyata ternyata tidak. Yah, ada beberapa konflik yang agak klise, tapi penyelesaiannya memuaskan kok. Dan saya juga suka penggarapan musiknya.

the-liar-n-his-lover7

the-liar-n-his-lover5

Pada dasarnya saya tak terlalu suka genrenya yang sangat J-Pop, tapi lagu-lagunya di film ini enak didengar. Dan satu hal yang sering saya khawatir dari film bertema musik adalah kalau cast-nya tidak cukup punya karisma sebagai penyanyi atau anak band. Tapi di film ini, cast utamanya juga dan Sakurako Ohara benar-benar terlihat meyakinkan sebagai anak band yang berbakat. Terutama Takeru yang mampu menjiwai karakter Aki yang jenius. Usut punya usut, ternyata mereka memang punya latar belakang penyanyi juga. Well, overall, cukup recommended.

the-liar-n-his-lover8
Cast:
– Aki Ogasawara
Sakurako Ohara – Riko Koeda

Shohei Miura – Shun Sakaguchi
Masataka Kubota – Shinya Shinohara
Kouki Mizuta – Kaoru Ono
Koudai Asaka – Teppei Yazaki
Ryo Yoshizawa – Yichi Kimijima
Yuki Morinaga – Sota Yamazaki
Mitsuki Tanimura – Miwako Nagahama
Saki Aibu – Mari
Takashi Sorimachi – Soichiro Takagi

Judul: The Liar and His Lover / The Girl Who Loved Lies  ( Kanojo wa Uso o Aishisugiteru)
Sutradara: Norihiro Koizumi
Penulis: Kotomi Aoki (manga), Tomoko Yoshida, Norihiro Koizumi
Prodscer: Takashi Ishihara, Tatsuro Hatanaka, Shinichiro Tsuzuki, Minami Ichikawa, Takaaki Kada, Ken Tsuchiya, Kazuyoshi Ishida
Sinematografi: Hiro Yanagida
Rilis: 14 Desember 2013
Produksi: Fuji TV
Distributor: Toho
Negara/Bahasa: Jepang

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar