Arsip

Archive for the ‘Film Horror/Thriller’ Category

Forgotten

Jin-seok () menderita gangguan psikologis yang membuatnya oversensitif pada sekelilingnya. Bersama abangnya, Yoo-seok () dan kedua orangtuanya, mereka pindah ke rumah baru. Keluarga itu terlihat harmonis dan saling menyayangi. Hubungan Jin-seok dan abangnya sangat dekat dan ia merasa sedih, karena abangnya yang sempurna sekarang pincang setelah sebuah kecelakaan.

Forgotten (3)

Suatu malam yang berhujan, ketika sedang menunggu kepulangan ayah mereka, Jin-seok melihat Yoo-seok diserang sekelompok orang dan kemudian menghilang. Sembilan belas hari kemudian, Yoo-seok tiba-tiba pulang tapi Jin-seok menyadari bahwa abangnya itu telah berubah menjadi orang yang berbeda. Bahkan kedua orang tuanya juga mulai berubah. Tidak hanya itu, karena kemudian ia mendapati bahwa dirinya bukanlah seorang pemuda 21 tahun seperti yang ia kira, melainkan seorang lelaki berumur 40 tahun.

Forgotten

Forgotten (7)

Melihat poster film dan juga sinopsis singkatnya, saya sempat mengira ini adalah film horor atau thriller yang gelap. Dan karenanya, agak-agak was-was ketika hendak menontonnya takut kalau-kalau tiba-tiba ada kejutan seram. Tapi ketika melihat scene pertama film ini, karena gambarnya yang terlihat jernih dan tone-nya yang terasa warm, was-was saya agak berkurang. Dan semakin kesini, semakin hilang karena ternyata meski mengusung genre thriller, tapi cerita film ini terasa cukup hangat karena mengetengahkan latar cerita keluarga. Twistnya juga cukup tak terduga, dan diletakkan di tempat yang pas. , yang merupakan alasan utama saya nonton film ini, bermain bagus sebagai Jin-seok yang terkesan innocent dan oversensitif. juga bermain dengan pas. Bukan film yang sangat mengesankan, tapi overall, cukup layak tonton.

Cast:
– Jin-seok
– Yoo-seok
Moon Sung-hoon – Ayah
Na Young-hee – ibu

Judul: Forgotten/ Night of Memory/ Gieokui Bam
Sutradara & Penulis: Jang Hang-jun
Rilis: 29 November 2017
Durasi: 109 menit
Distributor: Megabox Plus M
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

Heart Blackened

Maret 31, 2018 Tinggalkan komentar

Im Tae-san () adalah seorang pengusaha kaya raya yang berpacaran dengan Yoo-na, seorang artis cantik. Ia mencintai Yoo-na ( ) dan hendak menikahinya, tapi putrinya, Mi-ra (), tak menyukai Yoo-na. Suatu hari, Mi-ra menemukan video seks Yoo-na dengan bekas pacarnya dulu. Merasa berang, ia meminta untuk menemui Yoo-na di klub. Keesokan harinya, Yoo-na ditemukan tewas terbunuh dan Mi-ra pun jadi tersangka utama.

Tae-san kemudian meminta Choi Hee-jung () , seorang pengacara muda, untuk menjadi pengacaranya Mi-ra. Bukti pembunuhan itu terekam pada CCTV yang dipasang seorang pemuda bernama Kim Dong-myung ( ). Tapi Mi-ra kemudian menemukan beberapa fakta tak terduga di rekaman CCTV itu. Di sisi lain, Im Tae-san meski dari luar terkesan sebagai orang yang materialis, sebenarnya juga sangat menyayangi putrinya.

heart blackened (4)

heart blackened (1)

Bisa dibilang, tak ada yang baru dari cerita film ini demikian juga dengan plotnya. Tragedi pembunuhan yang terjadi di awal, kemudian menjadi teka-teki dalam proses pengadilan. Yah, sebenarnya saya bosan dan agak malas mengikuti film jenis ini, yang adegannya sebagian besar hanya melibatkan adu debat pengacara di ruang pengadilan. Hanya saja, karena sudah ditonton, saya penasaran juga mengikutinya hingga akhir. Sebagai film thriller yang poin menariknya adalah pada misterinya, menurut saya film ini cukup berhasil. Karena meski sebenarnya agak-agak predictable, tapi saya tetap penasaran untuk mengikuti film ini hingga akhir.

heart blackened (3)

Di awal, sebenarnya alasan saya nonton film ini karena jajaran castnya. adalah nama besar. Lalu ada  , dan , yang meski belum bisa disejajarkan sama seorang , tapi cukup terkenal. Dan harus saya akui, di film ini memang kelihatan sekali karisma dan kemampuan aktingnya seorang . Dengan cerita film yang bisa dibilang just so-so, akting lah yang kemudian memberi bobot paling berat pada film ini. Park Shin-hye yang memang menjadi second lead di film ini, berakting lumayan, tapi rasanya masih belum bisa mengimbangi seorang . Jujur, karena imejnya sebagai candy girl di drama sudah melekat sedemikian rupa, agak sulit bagi saya melihat akting Park di peran-peran dengan akting yang lebih kompleks. Aktingnya tidak buruk, hanya saja, mungkin masih banyak latihan dan pengalaman lagi baginya untuk benar-benar bisa keluar dari karakter-karakter yang selama ini diperankannya. Tapi saya mengapresiasi lah, pilihan-pilihan filmnya akhir-akhir ini yang sepertinya memang ingin lebih peran-peran yang serius. Untuk pemeran lain,  , bermain dengan pas. meski cuma supporting, tapi juga kehadiranya cukup notable. Demikian juga dengan yang jadi Mi-ra. Bukan film yang mengesankan, tapi juga nggak terlalu buruk.

Cast:

– Im Tae-san
– Choi Hee-jung
– Kim Dong-myung
  – Yoo-na
Park Hae-joon – Dong ung-sik
– Im Mi-ra
Jo Han-chul – Jung Seung-gil
Kim So-jin – Hakim

Judul: Heart Blackened/Silence/ Chimmook
Sutradara: Jung Ji-woo
Penulis: Xing Fei, Jung Ji-woo
Sinematografi: Kim Tae-kyung
Rilis : November 2017
Durasi: 15 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan /Korea

 

 

Bedevilled

Februari 13, 2018 Tinggalkan komentar

Karena judul dan posternya yang agak syerem, cukup lama saya membiarkan file film ini tersimpan di hard disk saya tanpa terlalu berminat untuk menontonnya. Sebenarnya satu-satunya hal yang membuat saya agak penasaran adalah bahwa saya baca kalau film ini banyak dapat award. Baru belakangan, ketika stok film yang ingin ditonton terbatas, saya akhirnya memutuskan untuk menonton.

Bedevilled

Film dibuka dengan adegan berlatar Seoul. Hye-won, adalah seorang perempuan karier yang bekerja di bank. Ia berkarakter egois dan wajahnya terlihat lebih sering cemberut. Suatu hari, ia diminta polisi untuk jadi saksi sebuah aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh sekelompok preman. Tak ingin repot-repot berurusan dengan polisi dan si preman yang mengintimidasinya, ia memilih tak ambil peduli. Meski begitu, hal seperti itu sebenarnya membuatnya tak bahagia. Keegoisannya justru membuatnya kesal pada diri sendiri.

Bedevilled3

Setelah membuat masalah di tempat kerjanya, ia diberi jatah liburan. Hye-won memutuskan untuk pergi ke pulau, tempat dulu kakeknya tinggal. Pulau itu kecil dan terpencil dan hanya dihuni beberapa orang saja. Di sana, sudah menunggu sahabat masa kecilnya, Bok-nam. Bok-nam adalah perempuan desa sederhana yang harus bekerja keras setiap hari. Suaminya seorang lelaki kasar yang seenaknya main pukul dan berselingkuh dengan pelacur di depan matanya. Tidak hanya itu, Bok-nam juga kadang harus melayani nafsu adik iparnya yang juga sama kasar dan bejatnya dengan suaminya. Meski kekerasan itu begitu jelas, tapi tak ada yang membela Bok-nam. Mertuanya dan para perempuan yang merupakan bibi-bibinya, alih-alih membela Bok-nam, justru sering menyalahkannya. Putrinya, Yeon-hee, bahkan tak boleh didaftarkan ke sekolah karena katanya, anak perempuan tak ada gunanya sekolah.

Bedevilled5

Kedatangan Hye-won memberikan kebahagiaan kecil bagi Bok-nam. Ia berharap Hye-won mau membawanya ke Seoul. Kenyataannya, Hye-won terlalu egois dan pengecut. Ia justru mencoba menutup mata melihat tragedi yang menimpa Bok-nam. Karenanya, ketika keadaan kemudian menjadi tak tertahankan lagi, Hye-won pun ‘menggila.’

Bedevilled7

Saya menonton film ini benar-benar dengan kepala ‘kosong’ dan tanpa ekspektasi apa-apa. Satu-satunya yang saya tahu dari film ini bahwa genrenya thriller, sehingga saya harus siap-siap tutup mata kalau ada adegan ‘mengerikan.’ Sejak film dibuka, sudah mulai merasa bahwa film ini berbeda. Bahkan pemainnya saja bukan pemain film terkenal (satu-satunya yang saya familiar bagi saya cuma Bae Seung-woo, itu pun di sini perannya cuma supporting role). Tadinya saya pikir ini film akan berlatar dunia kekerasan di kota, tapi ketika kemudian beralih ke pulau, saya benar-benar mulai sulit memprediksinya. Apalagi ketika kemudian tokoh utamanya berlaih dari sosok Hye-won ke Bok-nam.

Bedevilled8

Kekerasan terhadap perempuan. Bisa dibilang, itulah tema besar film ini. Tema yang menurut saya, cukup jarang diangkat dalam film Korea, dan karenanya, menjadi nilai tersendiri dari film ini. Latar film yang mengambil kehidupan di pulau plus pola hidup (berpikir) yang cenderung masih kolot, juga membuat film ini terasa berbeda. Kebanyakan film-film Korea berlatar kota besar, atau kalau pedeseaan pun, biasanya sudah cukup modern. Dan karenanya, gambaran semacam itulah yang saya pahami tentang Korea. Modern. Dan menonton film ini membuat saya berpikir kalau situasi seperti gambaran di film ini, walaupun nggak seekstrem itu, mungkin memang masih ada. Karenanya, menonton film ini, meski beberapa –tentunya karena memang adalah sebuah film bergenre thriller-dibuat overdramatic, tapi tema besarnya tetap terasa sangat relevan. Dan saya pun paham kenapa film ini kemudian tercatat mendapat banyak award. Ada banyak kesan usai menontonnya. Kekerasan terhadap perempuan, nggak di kota besar yang modern seperti Seoul atau di pulau terpencil, tetap ada. Dan bahwa kekerasan semacam itu kadang ‘didukung’ oleh para perempuan sendiri (mertua dan bibi-bibi Boknam serta Hye-won). Hal lainnya, adalah keegoisan Hye-won yang terasa familiar. Sikapnya menyebalkan, tapi tidakkah kita kadang juga bersikap seperti dirinya? Nggak ingin repot dan mencari aman untuk diri sendiri? Dan bagaimana hal-hal semacam itu, justru memicu ‘kegilaan’ pada orang-orang seperti Bok-nam. Ia ‘menggila’ karena diabaikan oleh sekelilingnya. Di sekitar kita, mungkin ada orang-orang seperti Bok-nam dan mungkin kita seringkali bersikap seperti Hye-won dan karenanya, mengambil peran dalam proses kegilaan itu.

Bedevilled6

Film yang bagus. Meski ceritanya cukup ‘keras’ tapi sinematografinya enak dilihat dengan suasana kehidupan pulau yang cukup terlihat permai (apakah ada maksud juga sang sutradara mengambil latar yang terasa kontras dengan cerita film in?). Aktor-aktornya meski bukan aktor terkenal, tapi bermain dengan bagus, terutama aktris Seo Young-hee yang jadi Bok-nam. Plotnya tak terduga dan ceritanya berkualitas. Satu-satunya hal yang membuat saya agak kurang mengerti adalah kenapa sikap si Nenek mertua dan para bibi yang sama sekali tak punya solidaritas pada Bok-nam seabgai sesama perempuan. Selain itu, pada sekitar 1/3 bagian menjelang akhir, saya harus berkali-kali menutup mata karena adegan-adegan kekerasannya diperlihatkan dengan frontal. Overall, tetap bagus.

Cast:
Seo Young-hee – Kim Bok-nam
Hwang Geum-hee – Hye-won
Park Jung-shik – Man-jong (suaminya Bok-nam)
Baek Soo-ryun- Nenek
Lee Ji-eun – Yeon-hee
Je-min – pelacur
– Chul-jong
Jo Duk-je – polisi
Yoo Soon-chul – kakek tua

Judul: Bedevilled/ Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal
Sutradara: Jang Cheol-soo
Penulis: Choi Kwang-young
Sinematografi: Ki Ki-tae
Rilis: Cannes , Mei 2010
Durasi: 115 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Cannes FF 2010 : International Critics Week, World Premiere
– Puchon International Fantastic FF 2010
– Sitges FF 2010
– Udine Far East FF 2011
etc

Awards:

– Puchon International Fantastic FF 2010: Best Actress (Seo Yeong-hee), Best of Puchon, Fujifilm Eterna Award
– Daejong Film Awards 2010: Best New Director
– Critics Choice Awards 2010: Best Actress, Best New Director
– Korean FIlm Awards 2010: Best Actress, Best New Director
– Director’s Cut Awards 2010: Best Actress, Best New Director
– KOFRA Film Awards 2010: Best Actress,
etc

Deranged

Februari 12, 2018 Tinggalkan komentar

Jae-hyuk () bekerja di sebuah perusahaan obat. Meski sebenarnya memiliki kemampuan, tapi ia hanya pegawai biasa dengan kehidupan yang pas-pasan. Adiknya, Jae-pil adalah seorang detektif di kepolisian. Jae-pil kecanduan bermain saham, hal yang nyaris membuatnya bangkrut. Akibat hal ini, hubungannya dengan sang abang memburuk. Kekasihnya Yeon-joo () adalah junior Jae-hyuk, sama-sama bekerja sebagai ahli obat.

Deranged

 

Suatu hari, tiba-tiba terjadi kejadian yang menghebohkan: orang-orang meninggal disebabkan penyakit misterius. Usut punya usut, ternyata penyakit itu disebabkan oleh parasit belalang yang dikenal dengan nama Yeongashi. Karena kejadian seperti itu adalah hal yang langka, penyelidikan pun dilakukan. Dan ternyata, penyakit itu memang sengaja dibuat. Tujuannya: bisnis obat!

Deranged4

 

Sebuah film dengan tema yang cukup menarik. Meski isunya sendiri bukan hal yang baru, tapi sepengetahuan saya, belum banyak diangkat dalam cerita film. Saya sendiri cukup familiar mendengar teori konspirasi kalau sebuah penyakit kadang sengaja diciptakan karena politik obat. Saya nggak tahu, apa memang halhal seperti itu benar-benar terjadi. Tapi kemungkinan besar memang ada. Dan sungguh biadab orang-orang yang melakukan konspirasi semacam itu hanya demi uang.

Deranged3

Film sendiri dikemas dengan cukup baik. Di awal-awal, karena saya nonton tanpa baca sinopsis terlebih dahulu, alurnya cukup tak terduga. Tadinya saya pikir ini film tentang kelurga, karena penggambaran latar belakang tokoh ceritanya yang tidak to the point ke cerita utama. Hanya saja, setelah mulai masuk ke bagian ‘insiden’ nya, saya merasa kalau ceritanya justru sangat predictable sehingga rasanya tak ada kejutan lagi. Dan meski film ini memiliki tokoh utama, tapi kok saya merasa peran mereka nggak penting-penting amat ya dalam membangun cerita? Karena temanya agak mirip, saya jadi teringat film The Host yang menurut saya, jauh lebih solid dan greget terutama dari segi pengkarakteran. Karenanya, saya agak heran juga ketika baca di internet kalau film ini sempat jadi box office di Korea sono. Yah, seru sih, tapi rasanya juga nggak seru-seru amat.

Cast:
– Jae-hyuk
Moon Jeong-Hee – Gyung-Soon
Kim Dong-Wan – Jae-Pil
– Yeon-Joo
Kang Shin-Il – Doctor Hwang
Jo Deok-Hyeon – Tae-Won
Jung In-Gi – manajer sales office
Lee Hyeong-Cheol – Jason Kim

JuduL Deranged / Yeongashi (연가시)
Sutradara: Park Jung-Woo
Penulis: Park Jung-Woo, Kim Kyoung-Hoon, Jo Dong-In
Produser: Kim Sang-Oh, Oh Sung-Il, Baek Kyung-Sook, Kang Moon-Hwan
Sinematografi: Ki Se-Hoon
Rilis: 5 Juli 2012
Durasi: 109 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Film Awards 2012:
– Best Supporting Actress (Moon Jeong-Hee)

BaekSang Arts Awards 2013:
– Most Popular Actor (Kim Dong-Wan)

An Ethics Lesson

September 6, 2017 Tinggalkan komentar

Setelah beberapa waktu browsing kesana kemari, akhirnya menemuka film ini. Sejak saya mengagumi akting , saya penasaran untuk menonton semua film-film yang dia bintangi dan di antara semua filmnya, film ini yang paling sulit saya cari.

an ethic lesson

Film ini mengetengahkan beberapa tokoh yang secara langsung atau tidak langsung terhubung lewat sebuah pembunuhan. Jin-a adalah seorang gadis cantik yang bekerja paruh waktu sebagai model. Bertindak sebagai manajernya adalah pamannya, Myung-rok (). Ji-na menjalin hubungan dengan seorang lelaki beristri, Soo-taek (), yang juga seorang profesor terkenal.

an ethic lesson-2

Bersebelahan dengan apartemen Jin-a adalah seorang polisi berpangkat rendah yang cupu, Jung-hoon (). Jung-hoon diam-diam menyukai Jin-a, tapi dengan cara yang tak biasa. Diam-diam ia memasang kamera tersembunyi yang merekam hampir seluruh aktivitas keseharian Jin-a di dalam apartemennya. Termasuk ketika suatu hari, Jin-a dibunuh oleh seorang lelaki posesif psikopat, Hyun-soo (). Hyun-soo membunuh Jin-a karena sangat mencintai Jin-a.

an ethic lesson-3

Meskipun menjadi saksi pembunuhan itu, tapi Jung-hoon memilih tutup mulut. Tentu saja, ia tak mau mengambil resiko bahwa ia diam-diam menjadi seorang pengintai. Dan karena tak ada saksi, sang profesor yang kebetulan pada hari yang sama menemui Jin-a, dituduh sebagai si pembunuh.

an ethic lesson-4

Di sisi lain, Hyun-soo si pembunuh akhirnya mengetahui kalau Jung-hoon menyimpan rekaman Jin-a dan berusaha mendapatkannya. Myung-rok yang oportunis, berusaha menangkap pelaku utama dengan harapan memperoleh keuntungan dari istri Soo-taek, Sun-hwa (). Ketiga orang ini kemudian bergumul saling menyelematkan diri masing-masing.

Hmm, yah. Lumayan. Sejak awal, saya memang tak terlalu berekspektasi pada film ini. Bagaimanapun, film ini sudah dirilis beberapa tahun lalu dan memang nyaris tak ada gaungnya. Dan yah, bisa dipahami kalau film ini memang tidak terlalu sukses. Bergenre black comedy, tapi terasa nanggung. Ceritanya tidak membuat penasaran atau mempermainkn emosi. Beberapa bagian terasa lambat. Alih-alih, film ini seolah lebih sibuk dengan sudut-sudut pengambilan gambar agar terkesan sinematis, yang menurut saya, justru membuat film ini seperti sebuah ajang coba-coba (film ini dibuat oleh Saram Entertaintment yang merupakan agensi sebagian besar aktor di sini). Agak wasted sih karena film ini memasang nama-nama aktor berbakat. Selain , ada nama-nama besar seperti , , dan . Meski begitu, mereka tetap menampilkan akting bagus mereka kok. Dan bagi saya yang mennonton film ini karena alasan ingin melihat , juga tidak kecewa karenanya.

Cast:
– Jung -Hoon
– Myung-Rok
– Hyun-Soo
– Soo-Taek
– Sun-Hwa

Ko Sung-Hee – Jin-A
Lee Eun-Woo – Eun-Young
Lee Sae-Byul – Ji-Yeon
Han Yi-Jin – Min-Tae
Lee Seung-Joon – D.A. investigator
Choi Kwang-Il – Jaksa Choi
Park Byung-Eun – fotografer
Lee Dong-Ha – Hakim Lim

Judul: An Ethics Lesson / Ethics of Anger / Boonnoui Yoonrihak (분노의 윤리학)
Sutradara/Penulis: Park Myung-Rang
Produser: : Kim Hyoun-Chul, Kim Hyoun-Suk, Lee So-Young, Hong Lee Yun Jung
Sinematografi: Kim Woo-Hyung
Rilis: 21 Februari 2013
Durasi: 110 menit
Distributor: Lotte Entertainment
Negara/Bahasa; Korea Selatan/Korea

The Advocate: A Missing Body

Juni 16, 2017 Tinggalkan komentar

Byeon Ho-sung () adalah seorang pengacara yang terkenal sering berhasil menangani kasus-kasus rumit. Suatu hari, ia dihadapkan pada sebuah kasus pembunuhan yang rumit, dimana tidak ditemukan bukti apapun dari kasus tersebut. Ia kemudian harus berkolaborasi dengan jaksa Jin Sun-mi () , hoobae sekaligus mantan pacarnya. Tentu saja, sebuah kolaborasi yang kurang menyenangkan.

The Advocate

The Advocate3

Tapi karena memang tema film ini adalah crime, tentu cerita cinta hanya jadi selingan saja. Cerita film kemudian akan mengupas misteri di seputar kasus pembunuhan tersebut. Poin utama film-film dengan tema semacam ini tentulah pada bagaimana menguak misterinya dan saya pikir, film ini cukup berhasil membawa penasaran penonton hingga klimaks di penghujung film.

The Advocate2

Bukan sebuah film yang terlalu mengesankan, tapi lumayanlah. Apalagi ada dan yang menunjukkan chemistry cukup bagus.

Cast:;
– Byeon Ho-sung
– Jin Sun-mi
Lim Won-hae – Park
Jang Hyung-sung – CEO Moon Ji-hoon
Kim Yoon-hye – Han Min-jung
Choi Jae-woong – Kim Jung-wan

Judul: The Advocate: A Missing Body / Angry Lawyer / Sungnan Byeonhosa (성난 변호사)
Sutradara: Huh Jong-ho
Penulis: Lee Kong-Joo, Choi Kwan-Young, Huh Jong-Ho
Produser: So Yoon-Sung, Lim Sang-Jin, Park Ji-Sung, Kim Hyun-Jung
Sinematografi: Kim Ji-Yong
Rilis: 8 Oktober 2015
Durasi: 117 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

White Night

Januari 27, 2017 Tinggalkan komentar

Empat belas tahun yang lalu, Detektif Han Dong-Su () menangani sebuah kasus pembunuhan  Seorang lelaki terbunuh dan seorang lelaki lain didakwa sebagai pembunuhnya. Namun Dong-su menemukan berbagai kejanggalan dan yakin bahwa si terdakwa bukanlah pembunuhnya. Ketika penyelidik lain sudah menyerah, ia tetap ngotot untuk menyelidiki kasus tersebut hingga ia mengalami sebuah kecelakaan yang menewaskan anaknya.
white-night2
Saat ini sebuah pembunuhan kembali terjadi. Yang terbunuh adalah si terdakwa yang baru keluar dari penjara.  Dong-su yang pun kemudian dimintai bantuan untuk kembali melakukan penyelidikan.
white-night

white-night1
Yoo Mi-hoo () adalah gadis cantik yang berprofesi sebagai perancang busana. Ia menjalin hubungan dengan lelaki kaya raya, Cha Seung-jo (). Meski begitu, diam-diam ia juga menjalin hubungan misterius dengan Kim Yo-han (), lelaki pendiam yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kafe.  Si-young () adalah asisten Seung-jo yang kemudian ditugaskan untuk menyelidiki latar belakang Mi-ho yang dianggap mencurigakan.
white-night3
Ketika fakta sedikit demi sedikit mulai terungkap, Dong-su kemudian menemukan bahwa Yo-han adalah anak dari si lelaki yang terbunuh dan Mi-ho adalah anak dari lelaki yang diduga sebagai si pembunuh. Pertanyaannya adalah, kenapa si anak pembunuh dan anak dari justru menjalin hubungan? Dan Dong-su kemudian menemukan sebuah kenyataan yang mengejutkan.
white-night5
Hmm yah, lagi-lagi film bergenre thriller. Agak bosan sebenarnya. Tapi melihat jajaran cast-nya, saya mencoba menonton. Agak berbeda dengan film-film bergenre serupa, alur film ini terasa mendayu-dayu, dengan iringan musik yang juga mengiris. Unik juga sih, karena memberi kesan romance meski entah kenapa, menurut saya agak terlalu dramatis saja. Twist ceritanya cukup tak terduga dan para castnya bermain apik. Hanya saja, entah kenapa, saya tak bisa bersimpatik pada karakter-karakternya dan klimaks di penghujung cerita juga terasa kurang greget. Tapi overall, lumayan lah.

Cast:
– Han Dong-su
– Mi-ho
– Yo-han
-Si-young
– Cha Seung-jo
Joo Da-young – Ji-ah

Judul: White Night/Baekyahaeng (백야행 : 하얀 어둠 속을 걷다)
Sutradara: Park Shin-Woo
Penulis: Park Shin-Woo, Park Yeon-Sun, Oh Sang-Ho, Keigo Higashino (original novel)
Produser: Kang Woo-Suk
Sinematografi: Lee Chang-Jae
Rilis: 19 November 2009
Durasi: 135 menit
Distributor: Cinema Service, CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar