Arsip

Archive for the ‘Film Horror/Thriller’ Category

White Night

Januari 27, 2017 Tinggalkan komentar

Empat belas tahun yang lalu, Detektif Han Dong-Su () menangani sebuah kasus pembunuhan  Seorang lelaki terbunuh dan seorang lelaki lain didakwa sebagai pembunuhnya. Namun Dong-su menemukan berbagai kejanggalan dan yakin bahwa si terdakwa bukanlah pembunuhnya. Ketika penyelidik lain sudah menyerah, ia tetap ngotot untuk menyelidiki kasus tersebut hingga ia mengalami sebuah kecelakaan yang menewaskan anaknya.
white-night2
Saat ini sebuah pembunuhan kembali terjadi. Yang terbunuh adalah si terdakwa yang baru keluar dari penjara.  Dong-su yang pun kemudian dimintai bantuan untuk kembali melakukan penyelidikan.
white-night

white-night1
Yoo Mi-hoo () adalah gadis cantik yang berprofesi sebagai perancang busana. Ia menjalin hubungan dengan lelaki kaya raya, Cha Seung-jo (). Meski begitu, diam-diam ia juga menjalin hubungan misterius dengan Kim Yo-han (), lelaki pendiam yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kafe.  Si-young () adalah asisten Seung-jo yang kemudian ditugaskan untuk menyelidiki latar belakang Mi-ho yang dianggap mencurigakan.
white-night3
Ketika fakta sedikit demi sedikit mulai terungkap, Dong-su kemudian menemukan bahwa Yo-han adalah anak dari si lelaki yang terbunuh dan Mi-ho adalah anak dari lelaki yang diduga sebagai si pembunuh. Pertanyaannya adalah, kenapa si anak pembunuh dan anak dari justru menjalin hubungan? Dan Dong-su kemudian menemukan sebuah kenyataan yang mengejutkan.
white-night5
Hmm yah, lagi-lagi film bergenre thriller. Agak bosan sebenarnya. Tapi melihat jajaran cast-nya, saya mencoba menonton. Agak berbeda dengan film-film bergenre serupa, alur film ini terasa mendayu-dayu, dengan iringan musik yang juga mengiris. Unik juga sih, karena memberi kesan romance meski entah kenapa, menurut saya agak terlalu dramatis saja. Twist ceritanya cukup tak terduga dan para castnya bermain apik. Hanya saja, entah kenapa, saya tak bisa bersimpatik pada karakter-karakternya dan klimaks di penghujung cerita juga terasa kurang greget. Tapi overall, lumayan lah.

Cast:
– Han Dong-su
– Mi-ho
– Yo-han
-Si-young
– Cha Seung-jo
Joo Da-young – Ji-ah

Judul: White Night/Baekyahaeng (백야행 : 하얀 어둠 속을 걷다)
Sutradara: Park Shin-Woo
Penulis: Park Shin-Woo, Park Yeon-Sun, Oh Sang-Ho, Keigo Higashino (original novel)
Produser: Kang Woo-Suk
Sinematografi: Lee Chang-Jae
Rilis: 19 November 2009
Durasi: 135 menit
Distributor: Cinema Service, CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Iklan

Film-Film Yang Kurang Berkesan

Januari 3, 2017 Tinggalkan komentar

Sering saya penasaran dengan film-film lama yang dibintangi aktor/aktris yang sekarang sudah jadi bintang papan atas, karenanya kemudian saya tonton. Tapi ternyata beberapa film-filmnya tidak terlalu mengesankan, sehingga saya agak malas mengulasnya, jadi saya rangkum saja di sini.

1. The Legend of Seven Cutter ( Korea Selatan, 2006).  Penasaran sama film ini karena nama . Sejak melihatnya di , sebagai si tomboy Eun-chan, saya berkesimpulan bahwa Yoon adalah aktris yang tidak hanya cantik, tapi juga berbakat. Sayang, belakangan karirnya cenderung meredup, dan drama-drama yang dibintanginya juga banyak yang kurang bagus. Yoon memang lebih dikenal sebagai pemain drama, tapi ada  juga beberapa filmnya, salah satunya film ini, dimana ia berperan sebagai Han Min-joo (), cewek tomboy (lagi!) di sekolah yang kemudian jatuh cinta sama cowok culun, Jung Han-soo. Dan sebenarnya, tokoh utama di film ini adalah Han-soo (diperankan oleh aktor Ahn Jae-mo).

the-legend-of-7-cutter

the_legend_of_seven_cutter-avi_000971663

Han-soo ini murid pindahan dan rumor beredar bahwa Han-soo ini adalah si legendaris ‘seven cutter’ preman sekolah yang meninggalkan 7 sayatan cutter ke korbannya. Desas-desus ini pun menimbulkan rasa penasaran dan gentar di kalangan murid-murid lain, termasuk si preman sekolah, Baek Seung-gi dan juga pemimpin geng cewek, Han Min-joo. Dan hal yang aneh adalah bahwa sehari-hari, Han-soo adalah cowok yang selalu terlihat culun. Dan rumor-rumor tentang dirinya, kemudian menyelamatkan dirinya untuk ‘survive’ di lngkungan baru, termasuk mendapat pacar, tentunya. Ehm, sejujurnya saya tak bisa mengikuti film ini secara penuh, beberapa adegan saya skip karena terasa membosankan. Garis besar ceritanya lumayan, tapi plotnya terkesan tidak konsisten. Yoon bermain bagus sebagai si tomboy Min-joo, tapi saya tidak bisa menyukai karakter Jung Han-soo, yang menurut saya terlalu ‘beruntung’. Karakter-karakter lain juga terasa tidak terlalu berarti.

2. Last Present (Korea Selatan, 2001)
Dua pemainnya adalah bintang favorit saya, dan . saat ini adalah salah satu  nama besar di dunia perfilman Korea. Film-filmnya nyaris selalu ngehits. Sementara , meski tidak terlalu produktif, tapi juga film maupun dramanya juga bagus-bagus. Tapi film ini dibuat ketika keduanya masih cukup muda, dan belum setenar sekarang.

the-last-present-2001-dvdrip-xvid-avi_002743675

Cerita film ini adalah tentang suami istri Yong-gi ( ) dan Jung-yeon (). Hubungan mereka buruk setelah kematian anak mereka. Yong-gi yang bekerja sebagai komedian, karirnya sedang terseok-seok. Di sisi lain, Jung-yeon ternyata mengidap penyakit mematikan. Dan demi cintanya pada Yong-gi merahasiakan sakitnya dan atas nama cinta juga, selalu marah-marah pada Yong-gi. Oke, well. Pada titik ini, saya mulai skip-skip. Di awal-awal saya cukup bisa menerima pertengkaran antara Yong-gi dan Jung-yeon, karena berpikir bahwa mereka depresi setelah kematian anaknya. Tapi semakin kesini, menjadi terlalu melelahkan dan alasan kemarahan Jung-yeon pada Yong-gi menjadi terasa bodoh. Demi cinta, pura-pura benci, terus marah-marah, dan merahasiakan bahwa dirinya sekarat? Bagi saya, hal seperti itu benar-benar terasa bodoh. Bukannya kalau cinta justru harus saling berbagi ya? Tidak ada yang salah dengan akting dua Lee, tapi ya itu, ceritanya terkesan bodoh dengan ending yang juga bisa ditebak.

3. The Letter (Korea Selatan, 1997).

the-letter-1997-dvdrip-xvid-avi_000485384

Tak sengaja nemu film ini dari koleksi lama. Ketika lihat ada nama , memutuskan untuk menonton. Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan Park, tapi selama ini cukup familiar dengan namanya. The Letter berkisah tentang seorang laki-laki  (diperankan oleh Park, saya lupa siapa namanya di sini) yang jatuh cinta dengan seorang dosen muda (Choi Jin-sil). Setelah beberapa kejadian romantis, mereka akhirnya menikah. Tapi kemudian si suami divonis sakit parah dan umurnya tak lama lagi. Dan sebagai umumnya film bergenre melodrama romantis, si istri kemudian akan merawat si suami dengan penuh cinta hingga meninggal. Filmnya sendiri sebenarnya tidak buruk dengan adegan-adegan mannis yang terasa klasik dan romantis. Tapi karena cerita utamanya adalah cerita yang sudah ada dalam 1001 film/drama Korea, saya pun ogah-ogahan menonton film ini.

4. ESP Couple (Korea Selatan, 2008).

Belakangan, saya memfavoritkan aktris . Menurut saya dia adalah salah satu aktris muda Korea yang sangat berbakat dan hebat. Sejak usianya masih sangat muda, ia sudah wara-wiri jadi tokoh utama di film. Dan di usianya yang masih muda sekarang, ia sudah menyejajarkan diri dengan bintang-bintang besar dalam perfilman Korea. Ia seolah tak pernah ‘gentar’ beradu akting dan selalu berhasil membangun chemistry dengan aktor-aktor besar yang bahkan usianya seringkali terpaut jauh dengannya. Harus saya, akui, tak semua film-film yang dibintangi Park bagus, tapi tetap saja saya penasaran dengna fim ini. Apalagi di film ini, lawan mainnya adalah , yang saya ketahui, juga aktor yang bagus.

sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_000724235
Filmnya berkisah tentang Su-min (), mahasiswa kuper yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang. Tapi karena takut dianggap aneh, ia tak pernah menggunakan kemampuannya ini. Suatu hari, ketika ada kasus kriminal, tibatiba ia didatangi cewek SMA ceriwis, Hyun-jin () yang selalu  mengikutinya kemana-mana. Tidak hanya itu, karena Hyun-jin juga memintanya untuk kembali mengasah kemampuannya membaca pikiran orang.
sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_001149232
Premis ceritanya sebenarnya lumayan, tapi plotnya terasa membosankan dan digarap ogah-ogahan. Bagaimana tidak, kalau 80% bagian film ini isinya cuma latihan membaca pikiran dan nyaris tak ada kejadian penting apa-apa. Latarnya juga minimalis. Menurut saya,  satu-satunya hal yang membuat film ini agak bernyawa adalah akting , sebagai si gadis SMA yang enerjik dan yah, juga lumayan meski karakternya memang sedemikian rupa. Setelah menonton film ini, saya pun paham kenapa film ini seperti terlupakan.

5.  Don’t Click (Korea Selatan, 2012)
Lagi-lagi karena saya penasaran sama film ini. Mengabaikan ketidaksukaan saya sama film horror. Film ini bercerita tentang Se-hee (), seorang pramuniaga toko yang tinggal bersama adiknya yang masih SMA, Jeon-mi. Se-hee punya pacar seorang mahasiswa komputer, Joon-hyuk (,). Se-hee selalu merasa dirinya diawasi, dan membuatnya tak nyaman. Di sisi lain, Jeon-mi sangat suka membuat video pribadi dan menguploadnya ke youtube. Ia juga sangat senang menonton video-video di internet. Suatu hari, ia minta Joon-hyuk untuk memberinya kopian film-film yang diblokir internet. Ia mendapat kopian berisi rekaman kekerasan dan ternyata video itu… berhantu. Jadi kalau selama ini film hantu biasanya mengetengahkan hantu yangkemampuannya menghilang atau terbang-terbang, di sini hantunya bisa internetan dan upload video. Canggih kan?

 

dont-click-4
Well, oke. Sudah. Cukup sampai di situ saya menyerah.  Sekuat apapun saya memaksakan diri untuk melanjutkan menonton, saya benar-benar tak bisa menikmatinya. Logikanya nggak masuk ke kepala saya. Memang sih, dalam film hantu, semua kemungkinan bisa saja terjadi, tapi saya tetsp sulit menerima kemungkinan itu. Saya sendiri tak habis pikir kenapa aktris sekelas dan juga ,, mau main di film seperti ini. Ehm, tapi itu subyektif saya yang nggak suka film horor sih, bagi yang suka mungkin punya pendapat lain.

Film lainnya…

The Stolen Years (2013, China). Film ini berkisah tentang seroang perempuan cantik Hei Man (diperankan oleh Bai Baihe), yang baru tersadar dari komanya selama sebulan karena kecelakaan. Namun ia mengalami amnesia. Ia hanya mampu mengingat kejadian lima tahun yang lalu, ketika ia berbulan madu bersama suaminya (diperankan oleh ). Kenyataannya, sekarang ia dan suaminya sudah bercerai. Karena perasaannya masih perasaan 5 tahun lalu yang sangat mencintai suaminya, ia pun kemudian menelusuri kembali kejadian-kejadian lima tahun yang terlupakan, termasuk alasan perceraiannya dengan sang suami.
the-stolen-years-2013-hdtv-720p-x264-aac-phd-mp4_000310182
Sebenarnya, tak berekspektasi apa-apa ketika memutuskan untuk nonton film ini. Dan semata karena melihat posternya yang menarik dan ingin membuat variasi tontonan saja. Dan seperti posternya, pada bagian-bagian awal, ceritanya terasa segar dan membuat penasaran didukung gambar yang begitu resik. Tapi ternyata semakin ke belakang, ceritanya menjadi semakin mellow. Spoiler: ini adalah tentang penyakit alzheimer. Tidak buruk, tapi saya sudah cukup banyak menonton film dengan tema alzheimer, karenanya, saya jadi tak bisa menikmati film ini.

Girl in Pinafore (.Singapura, 2015) Saya tak terlalu familiar dengan film-film Asia Tenggara, kecuali Thailand, yang tak terlalu saya gemari. Saya iseng saja sih nonton film ini, ingin coba melongok perfilman negara tetangga. Film ini berkisah tentang  geng remaja SMA cowok.

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_000358961

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_001994314

Mereka adalah murid-murid sekolah yang biasa saja, berasal dari keluarga biasa saja. Lalu suatu hari mereka ikut audisi band, lalu ketemu sama cewek yang pintar main musik dan nyanyi dan band mereka sukses… Yah, ceritanya sangat khas film remaja dan sayangnya tak ada yang baru. Ceritanya terasa sangat standar. Tentang geng murid-murid culun, lalu jadi keren karena main band, terus dapat cewek… terlalu mirip dengan film yang sudah-sudah, seperti campuran , American Pie, dan entah apa lagi 😦

The Classified File

Desember 7, 2016 Tinggalkan komentar

Busan tahun 1978. Eun-joo, seorang bocah perempuan anak pengusaha perikanan diculik dan penculik minta uang tebusan. Setelah pencarian berhari-hari tak ketemu, sang ibu dan sang bibi pergi ke sana kemari untuk mencari pertolongan, termasuk pergi ke dukun dan tukang ramal. Salah satu peramal yang mereka datangi adalah Guru Kim (), murid seorang biksu terkenal yang memutuskan ‘turun gunung’ karena  merasa tak cocok prinsip dengan gurunya. Kim satu-satunya yang meramalkan bahwa Eun-joo masih hidup hal yang membuat si ibu dan si bibi percaya. Termasuk anjuran Kim untuk mencari pertolongan pada seorang detektif karena memiliki unsur yang dianggap bisa menyelamatkannya.
the-classified-file
Detektif Kong Gil-yong () adalah detektif yang sebenarnya punya banyak prestasi, tapi karena sifatnya yang terlalu idealis dan slengekan, membuatnya tidak disukai teman-temannya sehingga tidak pernah mendapat kenaikan jabatan. Awalnya, ia tidak terlalu berminat untuk membantu mencari Eun-joo karena wilayah kerjanya berbeda, tapi atas desakan keluarga dan juga hati nuraninya, ia akhirnya setuju membantu. Dan meski ia sempat meremehkan Guru Kim yang dianggap tidak rasional, akhirnya mereka bekerja sama.
the-classified-file3

the-classified-file1
Namun proses penculikan itu cukup rumit. Si pelaku terlalu banyak tingkah. Belum lagi tim internal kepolisian yang tidak kompak dan sibuk memanfaatkan kasus itu sebagai ajang cari muka, yang justru membuat kacau proses penyelidikan. Lee pun dengan idealismenya dan tidak tahan dengan cara kerja timnya, dengan dibantu Guru Kim akhirnya melakukan penyelidikan sendiri dan.. berhasil. Tapi dasar teman-temannya tak tahu malu, mereka sibuk mengklaim keberhasilan itu sebagai hasil kerja mereka dan akhirnya naik jabatan. Sementara Kang dan Kim yang sudah bekerja keras terlupakan.
the-classified-file5
Yah, lagi-lagi soal penculikan anak-anak. Tema yang familiar sekali dalam film Korea. Tapi ya, film thriller selalu menarik karena misteri yang membuat penasaran. Dan saya pikir, film ini mampu menjaga ceritanya dengan baik sehingga membuat penonton ingin terus mengikutinya. Satu hal yang berbeda dari film ini dibanding film tentang penculikan yang sudah ada, karena tema besarnya bukan pada penculikan itu, tapi pada orang yang bekerja untuk mengungkap dan menangkap si penculik. Di tambah lagi, cerita film ini konon memang berdasarkan kisah nyata.  Dan dalam kehidupan nyata, kita memang bisa mendapati kisah yang mirip seperti ini, tentang orang-orang penjilat yang sibuk cari muka dan orang-orang baik yang justru tersingkir. Untunglah, karena juga film ini berdasar kisah nyata, Tuhan tidak tidur dan orang-orang seperti Kang  dan Kim akhirnya bisa memetik buah dari apa yang mereka tanam.
the-classified-file4
Sebuah cerita tentang kebajikan yang diramu dengan bagus. Soal sinematografi blabla, sebagai awam saya melihatnya sih cukup bagus, menggambarkan situasi di tahun 70-an dengan baik. Dari segi akting, semuanya juga bermain dengan baik. bermain bagus sebagai Kang, si detektif pembangkang, meski menurut saya kok karakter yang dimainkannya mirip-mirip ya dengan film-film dia sebelumnya. Akting bagus lainnya adalah sebagai Guru Kim terlihat humble dan tulus. Salut sih untuk ahjussi satu ini karena selalu bisa memberi sentuhan berbeda pada karakter-karakter yang dimainkannya.
Overall, recommended.

Note:
Film ini konon didasarkan pada kisah nyata, penculikan seorang putri orang kaya di Busan yang terjadi pada tahun 1978 dan 1979.

Cast:
– Kong Gil-yong
– Kim Joong-san
Lee Jung-Eun – ibunya Eun-joo
– bibinya Eun-joo
Jung Ho-Bin – Seo Jung-hak
Song Young-Chang – ayahnya Eun-Joo
Hwang Chae-Won – Eun-Joo
Lee Hyo-Je – Kong Sung-Han (anaknya Gil-yong)
Jin Sun-Mi – istrinya Kim Joong-San
Lee Hyo-Je – Sung-Han

Judul: The Classified File / Keukbisoosa
Sutradara:
Penulis: Han Dae-Duk,
Produser: Yoo Joo-Young, Kim Byoung-In
Sinematografi: Ki Se-Hoon
Rilis: 18 Juni 2015
Durasi: 108 menit
Distributor: Showbox/Mediaplex
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

The Wailing

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Suatu pagi berhujan,di sebuah desa yang terlihat tenang dan damai, tiba-tiba dihebohkan dengan berita kematian sebuah keluarga petani. Jon Goo (), seorang polisi sederhana yang hidup bersama ibu, istri dan anak perempuannya, Hyo-jin, datang ke lokasi. Kematian itu begitu aneh. Korban diawali dengan menderita penyakit kulit mengerikan, sebelum kemudian menjadi gila dan mati.
the-wailing0
Dan kejadian itu kemudian terjadi berturut-turut. Jong Goo dan rekan-rekannya kemudian sibuk melakukan penyelidikan. Kecurigaan tertuju pada seorang lelaki tua Jepang misterius yang tinggal menyendiri di tengah hutan. Rumor beredar, kalau lelaki itu adalah sejenis siluman mengerikan.
the-wailing4

the-wailing1
Jong-goo semakin panik ketika putrinya mendadak sakit dan menunjukkan gejala yang sama dengan para korban. Atas anjuran ibunya, ia kemudian mengundang seorang shaman terkenal, Il-kwang (). Il-kwang kemudian melakukan upacara pengusiran roh. Dan ketika keadaan putrinya tidak semakin membaik, Jong-goo nekad menghancurkan si Lelaki Jepang.
the-wailing2

the-wailing6
Tadinya, saya kira film ini akan menjadi film misteri pembunuhan ala atau , tapi ternyata tidak. Alih-alih, film ini malah mirip film ,  yang berbau supranatural, hanya saja dengan cerita lebih intens. Sebenarnya, saya tak suka cerita film jenis ini, tapi saya penasaran sama film ini karena sempat ikut dikompetisikan di Cannes, meski kemudian gagal. Dan saya pikir saya paham kenapa film ini bisa masuk seleksi ajang festival film bergengsi. Meski ceritanya ‘tidak masuk akal’ karena soal hantu dan cenayang, tapi film ini digarap sedemikian rupa sehingga terasa sophiscated dan ‘sukar dilupakan’. Misterinya tersusun rapi dibalut warna dan gambar-gambar daerah pedesaan yang tenang tapi terasa dingin dan misterius. Salut untuk sutradaranya, , yang brilian. Plus akting bagus dari para pemainnya.
Recommended untuk ditonton.

Cast:
– Jong-goo
– Il-kwang
Jun Kunimura – Lelaki Jepang
– Moo-myeong
Kim Hwan-Hee – Hyo-jin
Jang So-yeon – istri Jong-goo
Heo Jin – ibunya Jong-goo
Jo Han-chul – Detektif
Son Kang-Kuk – Oh Sung-bok
Kim Do-Yoon – Yang Yi-sam

Judul: The Wailing/ Goksung (곡성)
Sutradara/Film:
Produser: Lim Min-Sub, Seo Dong-Hyun, Kim Ho-Sung
Sinematografi: Hong Kyung-Pyo
Rilis: 12 Mei 2016
Durasi: 156 menit
Distributor: 20th Century Fox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival;
– Cannes Film Festival 2016 – Out Of Competition

Train To Busan

November 18, 2016 Tinggalkan komentar

Sebenarnya, saya tak terlalu suka film bergenre fantasi, apalagi fantasi thriller. Tapi ada beberapa hal yang membuat saya penasaran sama film ini. Pertama, karena sutradaranya, . Saya sudah nonton film debutannya, , yang banyak mendapat apresiasi. Bagi saya yang awam, menurut saya filmnya memang memiliki kekhasan dan idealisme tersendiri, yang menunjukkan kalau sutradaranya tidak membuat film yang sembarangan.
train-to-busan2
Kedua, film ini diputar di ajang  Festival Film Cannes. Yah, saya tahu kalau film-film Korea memang sering masuk di ajang festival ini, tapi biasanya adalah film dari sutradara-sutradara mapan seperti atau . Dan bahwa film dari sutradara yang bisa dibilang ‘baru’ masuk di sini, menurut saya pastilah ada sesuatu darifilmnya.  Ketiga, saya baca ulasan di internet dan banyak yang bilang kalau film ini bagus. Keempat tentu para cast-nya, aktor-aktor yang cukup familiar bagi saya dan cukup saya sukai: , , .
train-to-busan
Seok-woo () adalah seorang warkaholic. Ia nyaris tak pernah punya waktu untuk putrinya semata wayang, Soo-an. Di hari ulang tahunnya, Soo-an ingin ke tempat mamanya (Seok-woo sudah bercerai) di Busan. Mereka pun pergi dengan naik kereta api.
train-to-busan3
Di dalam kereta api, mereka bertemu beberapa penumpang yang lain. Ada sepasang suami istri, Sang-hwa () dan istrinya, Sung-gyeong ( ), yang sedang hamil tua. Ada Youn-gook, remaja SMA dan kawan-kawan sekolahnya yang hendak tanding baseball dan diikuti pacarnya, Jin-hee. Juga ada Yong-suk, lelaki egois dan pemarah.
train-to-busan6

train-to-busan5
Tanpa ada yang tahu, di antara para penumpang, ada seorang perempuan yang terinfeksi virus aneh dan tiba-tiba berubah menjadi zombie. Ia menyerang penumpang lain dan dalam sekejap, penumpang yang terinfeksi berubah menjadi zombie yang ganas dan agresif. Maka penumpang pun kalang kabut untuk menyelamatkan diri. Tidak hanya itu, karena virus zombie ini juga ternyata menyerang di seluruh kota sehingga kereta api tak bisa berhenti di stasiun-stasiun yang ada. Satu-satunya tempat yang masih aman adalah Busan. Tapi tentu saja, mereka harus berjuang keras melawan serangan para zombie agar bisa selamat sampai ke Busan. Seok-woo yang karena otak bisnisnya, selalu mementingkan diri sendiri, akhirnya sadar bahwa dalam keadaan sulit, ia harus saling membantu dan bekerjasama.

train-to-busan10
Hehe… sebuah film dengan cerita yang bisa dibilang sangat-sangat simple. Tapi anehnya, tetap bisa menjadi sebuah film yang bagus dan enak dinikmati. Meskipun sepanjang film bisa dibilang isinya cuma chaos, kejar-kejaran sama zombie, tapi mampu mengaduk emosi ketika menontonnya. Melihat zombie-zombie yang terus menyerang dan berteriak kadang terasa menggelikan, di sisi lain juga sangat menegangkan melihat para tokoh utama yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan diri. Dan seperti umumnya film Korea, selalu ada drama yang membuat cerita tidak akan kering dan memberi sentuhan humanis yang mengharukan.  Ada hubungan ayah-anak, suami istri, saudara, kekasih, juga sifat mementingkan diri sendiri manusia ketika dalam kondisi terdesak.
train-to-busan13
Meskipun tidak banyak eksplorasi karakter dari para tokohnya, tapi rasanya cukup bisa memahami karakter-karakter tokohnya, yang menurut saya, tentu tak lepas dari permainan bagus dari para aktornya. Semuanya bermain bagus dan pas,  meski , selalu mencuri scene lewat aktingnya sebagai suami penyayang dan pemberani berbadan kekar.

Menurut saya ini adalah film yang brilian. ‘Sederhana’  tapi juga lengkap. Recommended!

Note:
Film ini merupakan sekuel dari film animasi “Seoul Station” yang juga disutradarai

Cast:
– Seok-woo
– Sung-gyeong
– Song-hwa
Kim Soo-ahn – Soo-an
Kim Eui-sung – Yong-suk
Choi Woo-sik – Young-gook
Ahn So-hee – Jin-hee
Jang Hyuk-jin – Ki-chul
– penumpang gelap (pembawa virus)

Judul: Train To Busan / For Busan / Busanhaeng (부산행)
Sutradara:
Penulis: Park Joo-Suk,
Produser: Lee Dong-Ha, Kim Yeon-Ho
Sinematografi: Lee Hyung-Duk
Premiere: Mei 2016 (Cannes Film Festival)
Rilis: 20 Juli 2016
Durasi: 118 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
Cannes Film Festival 2016 – Midnight Screening

Spellbound

September 20, 2016 Tinggalkan komentar

Yeo-ri () adalah seorang cewek yang bisa melihat hantu. Hal ini membuatnya menjadi orang yang sangat tertutup dan membuatnya tak memiliki kehidupan sosial.
spellbound3
Ma Jo-goo () adalah seorang pesulap. Ia terkesan dengan sikap ‘horor’ Yeo-ri ketika melihat pertunjukan sulapnya. Tanpa tahu latar belakang kehidupan Yeo-ri, Jo-goo mengajak Yeo-ri bergabung di tim sulapnya.

spellbound

Seiring waktu, Jo-goo pun semakin memahami Yeo-ri dan mulai jatuh cinta kepadanya. Di sisi lain, Yeo-ri belajar tentang kehidupan di luar hantu-hantu dari Jo-goo.
spellbound4
Yah, ceritanya sih bisa dibilang standar. Tapi gabungan antara horor dan romance membuat film ini cukup unik. Dan konon, bahkan sempat jadi salah satu film yang box office di Korea sono. Yah, lumayan lah. Apalagi kedua cast utamanya, dan mampu membangun chemistry dengan baik.

Cast:
– Kang Yeo-ri
– Ma Jo-goo
Park Chul-Min – Pil-dong
Kim Hyun-Sook – Min-jung
Lee Mi-Do – Yoo-jin

Judul: Spellbound / Eerie Romance/ Ossakhan Yeonae (오싹한 연애)
Sutradara/Penulis: Hwang In-Ho
Produser: Ahn Young-Jin, Ahn Sang-Hoon, Lee Won-Tae
Sinematografi: Lee Doo-Man
Rilis: 1 Desember 2011
Durasi: 114 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Office

Juli 22, 2016 Tinggalkan komentar

Kim Byeong-gook adalah seorang kepala bagian dan pekerja keras. Suatu hari, sepulang dari kantor, tiba-tiba dia membunuh anak dan istrinya. Setelah itu ia kemudian menghilang.

offc2

Byeong-gook si pembunuh

Detektif Jong-hoon () adalah detektif yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus itu. Jong-hoon pun kemudian menginterogasi rekan-rekan kerja Byeong-gook. Ada Kim si atasan, Asisten Manejer Hong (), Jung , Ha-young, Won-suk () dan Lee Mi-rye ( )…

off6

Ko Ah-sung sebagai Lee Mi-rye

off8

Diketahui kemudian kalau Byeong-gook cenderung antisosial dan tidak disukai teman-temannya, kecuali Mi-rye. Mi-rye adalah pegawai magang.Ia memiliki kemiripan sifat dengan Byeong-gook. Ia selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, tapi sikapnya cenderung kaku sehingga menjadi omongan para seniornya. Mi-rye yang mengetahui hal itu, merasa tertekan. Apalagi kemudian muncul pegawai magang baru, Shin Da-mi yang cantik, pintar dan ramah. Mi-rye yang berharap segera diangkat sebagai pegawai tetap, merasa posisinya semakin terancam.
offc00
Sementara itu, Det. Jong-hoon, dari rekaman CCTV menemukan bahwa Byeong-gook ternyata kembali ke kantor setelah melakukan pembunuhan dan tak pernah terlihat keluar lagi.
Office_poster
Yah, lagi-lagi cerita bergenre thriller. Yang membuatnya agak terasa berbeda tentulah latar cerita dunia kerja perkantoran yang penuh tekanan dan membuat orang menjadi ‘gila.’ Bagi saya pribadi, ini bukan film yang istimewa, terutama bagian-bagian akhir yang menurut saya kurang greget. Meski begitu, cukup ‘mencekam’ untuk sebuah film thriller dan juga tidak kering karena ‘drama’nya juga digarap dengan baik, didukung pula jajaran cast. Ada aktris muda yang menunjukkan kualitas aktingnya yang lain. Jika selama ini ia biasa dengan peran-peran sebagai ‘gadis manis dan lembut’ di sini ia memerankan sosok Lee Mi-rye yang psycho dengan cukup baik. Selain itu juga ada aktor veteran Bae Sung-woo, , (dia dinominasikan sebagai pemeran pembantu terbaik di Baeksang untuk perannya di sini) juga dan Oh Dae-hwan,yang saya pikir juga bermain dengan pas.

Cast:
– Lee Mi-rye
– Det. Jong-hoon
Bae Sung-Woo – KIm Byeong-gook

Kim Eui-Sung – Direktu Kim Sang-gyu
– Hong Ji-sun
Lee Chae-eun – Eom Ha-young
Son Soo-hyun – Shin Da-mi
– Lee Won-suk
Oh Dae-hwan – Jung Jae-il

Judul: Office/Opiseu (오피스)
Sutradara: Hong Won-Chan
Penulis: Choi Yoon-Jin, Hong Won-Chan
Produser: Lee Sung-Jin, Choi Yoon-Jin
Sinematografi: Park Yong-Soo
Premiere: 19 Mei 2015 (Cannes Film Festival)
Rilis: 3 September 2015
Durasi: 111 menit
Distributor: Little Big Pictures
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
– Cannes Film Festival 2015 – Midnight Screenings *World Premiere
– Neuchâtel International Fantastic Film Festival  2015 – New Cinema From Asia
– Fantasia Film Festival 2015 *North American Premiere
– Busan International Film Festival – Oct. 1-10, 2015 – Korean Cinema Today: Panorama

Awards:
Baeksang Art Awards 2016:
– Nominasi: Best Supporting Actress (g), Best New Director

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar