Arsip

Archive for the ‘Film Coming Age’ Category

One Way Trip

Yong-bi ( ), Ji-gong (), Doo-man ( ) dan Sang-woo ( ) adalah empat sahabat yang sama-sama berumur 20 tahun. Yang-bi, ayahnya dipenjara. Sang-woo yang miskin dan hanya tinggal dengan neneknya yang renta, akan segera ikut wajib militer agar lekas bisa mendaftar PNS selepas wamil nanti. Ji-gong yang anak orang berada sedang disibukkan dengan persiapan ujian mengulang ke perguruan tinggi dan Doo-man yang atlet baseball sibuk latihan. Dipimpin oleh Yong-bi, mereka diam-diam ‘melarikan diri’ dari pengawasan orang tua mereka untuk jalan-jalan ke Pohang, demi melepas kepergian Sang-woo yang.
gd3
Setelah menghabiskan waktu bersama yang menyenangkan di pantai, di tengah jalan mereka melihat seorang lelaki yang tengah memukuli seorang perempuan. Tak tahan, mereka pun beramai-ramai melerai dan kemudian terlibat perkelahian dengan si lelaki. Suasana menjadi kacau ketika polisi datang dan diketahui bahwa si lelaki meninggal. Dalam pengejaran polisi, Sang-woo mengalami kecelakaan tabrak lari dan mengalami koma. Yong-bi, Ji-gong dan Doo-man pun kemudian harus menghadapi tuduhan pembunuhan. Di tengah tekanan rasa takut dipenjara jdan kekhawatiran orang tua mereka, akhirnya mereka sepakat untuk membuat pengakuan yang bisa menyelamatkan mereka.


Hmm, heboh film ini tentu tak lepas dari para cast utamanya, terutama , aktor yang mendadak populer minta ampun setelah demam serial korea . Dan agaknya, rilis film ini memang menunggu moment yang tepat karena sebenarnya film ini dibuat pada pertengahan tahun 2015 (sebelum rilis ). Saya sendiri tak terlalu banyak berekpektasi karena dari sinopsis ceritanya, sepertinya tak jauh-jauh dari film tentang coming age yang belakangan cukup marak di perfilman Korea macam atau yang lebih gelap, . Juga tak banyak berharap karena cast-nya adalah aktor-aktor baru, muda, pretty boy (terutama , , dan ), yang  meski konon memliki kemampuan akting yang bagus, tapi track record nya juga belum banyak.
gdpn
Setelah menonton film ini, kesimpulan saya film ini berada di tengah-tengah antara dan . Jika terasa lebih riang dan colourful, film ini bernuansa indie dan cenderung gelap, tapi tak segelap . Bedanya, di sini tak ada karakter yang terlalu kuat yang begitu mencuri perhatian (sosok Gi-tae yang diperankan ),  meski menurut saya masing-masing cast bermain dengan pas sebagai anak-anak muda ingusan dengan segala kenakalan dan kepengecutannya. Ini adalah tentang anak-anak muda usia 20an yang masih gamang mempersiapkan masa depan dan kemudian dihadapkan pada sebuah realitas gelap yang memaksa mereka untuk membuat sebuah pilihan yang bertentangan dengan nurani mereka. Sebuah pilihan yang sangat bisa dipahami di usia dan situasi mereka. Agak depresif sih, tapi mungkin, kita pun akan membuat pilihan yang sama jika dalam situasi mereka. Bukan film yang luar biasa, tapi cukup meninggalkan kesan apalagi nuansa indienya terasa kental.

one way trip-poster

Cast:
– Yong-bi
– Sang-woo
– Ji-gong
– Doo-man
Kim Dong-man – abangnya Yong-bi
Moon Hee-kyung – ibunya Ji-gong
Yoo Ha-bok – ayahnya Doo-man

Lee Joo-Sil – nenek Sang-Woo
Lee Ji-Yeon – Park Eun-Hye
Kim Jong-Soo – Team Leader Oh
Lee Dong-Yong – polisi

Judul: One Way Trip  / Glory Day / Geulroridei (글로리데이)
Sutradara/Penulis: Choi Jeong-Yeol
Produser: Ahn Byung-Rae, Lim Soon-Rae
Sinematografi: Lee Hyung-Bin
Premiere: 3 Oktober 2015 (Busan IFF)
Rilis: 24 Maret 2016
Durasi: 93 menit
Negara/Bahasa: Korea Selatan, Korea

Noriko’s Dinner Table

Januari 5, 2016 Tinggalkan komentar

Noriko, 17 tahun. Ia merasa tak puas dengan kehidupannya. Selepas SMA, ia ingin sekali kuliah ke Tokyo, tempat yang ia bayangkan sebagai kota besar yang menjanjikan impian dan kebahagiaan. Tapi ayahnya yang bekerja sebagai reporter koran lokal dan terlihat begitu mencintai kota kecilnya, tak setuju jika Noriko pergi ke Tokyo. Baginya, Tokyo adalah tempat maksiat karena orang-orang di sekitar mereka yang pergi ke Tokyo, pulang dengan membawa anak.
nrk0
Tapi Noriko yang keras kepala, akhirnya nekad kabur ke Tokyo. Di tengah kebingungan, ia kemudian menghubungi teman virtualnya di situs Haikyo.com., Station #54 yang kemudian ia ketahui bernama Komako. Komako kemudian mengajak Noriko bergabung dengan timnya: Tim Keluarga Sewaan! Pekerjaannya adalah berakting memerankan anggota keluarga tertentu bagi mereka yang menginginkan. Meski awalnya bingung, Noriko segera saja tenggelam dalam pekerjaannya dan mendapatkan ‘keluarga impiannya.’

Di sisi lain, Yuka, adiknya yang berhasil menelusuri jejaknya, kemudian ikut minggat dan menyusul Noriko. Ayahnya, yang mengetahui hal ini kemudian melakukan segala cara untuk mencari kedua putrinya.

Hmm, sekilas cerita filmnya terasa ‘realistis’, tentang coming age story dari seorang remaja kota kecil dengan bayangan dan impiannya. Tadinya saya berharap ini adalah film tentang coming age story yang biasa, namun ternyata setelah diikuti, tidak seperti itu. Alur cerita film ini sendiri tak bisa dibilang cair. Tumpang tindih dengan narator off screen yang berganti-ganti, gambar yang tidak jernih dan nyaris selalu bergerak.
nrk3
Lalu cerita tentang ‘keluarga sewaan’ yang terasa sangat satir. Dan saya pun tahu jenis film apa ini: orang-orang yang ‘sakit’. Orang-orang urban yang ‘sakit’ dan mengalami keterasingan dari keluarga dan satu sama lain,. Sesuatu yang sangat khas Jepang. Hal yang membuat saya sering bertanya-tanya, apa memang sesakit itu orang-orang di sana? Tentu saja, sebenarnya tema besarnya adalah masalah yang nyaris universal (kesepian, keterasingan, pertanyaan tentang konsep kebahagiaan dan disfungsi keluarga), tapi Jepang seringkali membahasnya dengan cara yang begitu gelap dan muram, dengan cara yang nyaris sama ‘sakit’nya. Hal yang jujur, membuat saya seringkali kurang bisa menikmati film-film Jepang (tidak semua tentu saja!).
noriko
Whatever, ini hanya masalah suka dan tidak suka. Soal bagus atau tidak, saya kira, film ini merupakan salah satu film yang akan meninggalkan banyak perenungan setelah menontonnya.

Note: film ini merupakan prekuel dari film “Suicide Club” yang  belum saya tonton (dan belum berminat untuk saya tonton, karena konon lebih “sakit” dari film ini)

Quote:
“Who are you? You said you were connected to yourself, but are u really?…The world is full of lie that people cant’ play their roles convoncingly. They fall as husbands, wives, fathers, mothers, children, etc. So the only way to figure out what we can be is to lie openly and pursue emptiness. Feel the desert, Experience loneliness. Feel it. Survive the desert. That is your role.”
Cast:
Kazue Fukiishi – Noriko Shimabara/Mitsuko
Ken Mitsuishi – Tetsuzo Shimabara
Yuriko Yoshitaka – Yuka Shimabara/Yôko
Tsugumi – Kumiko/Ueno54
Sanae Miyata – Taeko Shimabara
Shirô Namiki – Ikeda
Yôko Mitsuya – Tangerine
Tamae Andô – Broken Dam
Chihiro Abe – Long Neck
Hanako Onuki – Midnight
Naoko Watanabe – Cripple
Hiroshi Sakuma

Judul: Noriko’s Dinner Table (Noriko no Shokutaku/ 紀子の食卓 )
Sutradara/ Penulis: Sion Sono
Produser: Takeshi Suzuki
Musik: Tomoki Hasegawa
Sinematografi: Souhei Tanigawa
Editing: Junichi Ito
Produksi: Mother Ark Co. Ltd.
Distributor: Eleven Arts (Worldwide), Tidepoint Pictures
Rilis: 4 Juli 2005 (Karlovy Vary International Film Festival)
Durasi: 159 menit
Negara/ Bahasa: Jepang

Mud

November 24, 2015 Tinggalkan komentar

Berlatar sebuah desa di pinggiran sungai, Arkansas. Ellis adalah bocah lelaki 14 tahun. Bersama temannya, Neckbone, ia melakukan petualangan kecil ke sebuah pulau di tengah sungai dan menemukan perahu yang terdampar.  Namun, ternyata perahu itu dihuni seseorang yang mengaku bernama Mud. Mud sosok yang aneh, tapi tidak terlihat jahat. Ia mengaku sedang menunggu kekasihnya, Juniper. Dengan iming-iming imbalan perahu, Ellis dan Neckbone kemudian setuju untuk membantu Mud dengan menjadi perantara antara hubungan Mud dan Juniper.
Mud-4
Sedikit demi sedikit, rahasia sosok Mud pun terungkap.  Mud adalah seorang buronan dan sedang dikejar-kejar pembunuh bayaran. Ellis dan Neckbone yang tak tahu apa-apa, mau tak mau akhirnya ikut terlibat. Di sisi lain, Ellis juga sedang dirundung masalah di tengah rencana perceraian kedua orang tuanya dan juga cinta pertamanya dengan si kakak kelas yang ternyata hanya mempermainkannya.
mud
Sekilas, cerita film ini “biasa” saja, tapi disajikan sedemikian rupa dan mempunyai banyak lapisan cerita. Mulai dari cerita tentang coming age, keberanian mengambil keputusan, cinta… semuanya disajikan dengan rapi dan terasa mengalir, apalagi menggunakan tokoh utama seorang bocah lelaki. Latarnya juga terasa kuat, sehingga meninggalkan kesan yang mendalam setelah menontonnya. Aktor muda Tye Sheridan, bermain apik menampilkan sosok bocah lelaki berhati lembut, Ellis. Ekspresi wajahnya terasa dalam dan meninggalkan banyak kesan. Film yang bagus.
mud_ver3
Cast:
Matthew McConaughey – Mud
Reese Witherspoon – Juniper
Tye Sheridan – Ellis
Jacob Lofland – Neckbone
Sam Shepard – Tom Blankenship
Ray McKinnon -Senior
Sarah Paulson – Mary Lee
Michael Shannon – Galen
Joe Don Baker – King
Paul Sparks as Carver
Stuart Greer -Miller
Michael Abbott Jr. – James

Sutradara: Jeff Nichols
Produser: Lisa Maria Falcone, Sarah Green, Aaron Ryder
Penulis: Jeff Nichols
Musik: David Wingo
Sinematografi: Adam Stone
Editing: Julie Monroe
Produksi: Everest Entertainment, Brace Cove Productions, FilmNation Entertainment
Distributor: Lionsgate, Roadside Attractions
Rilis:  26 Mei 2012 (Cannes)
Durasi: 130 menit
Negara/ Bahasa: AS/ Inggris

Awards:
Cannes Film Festival 2012:  Nominasi Palme d’Or     (Jeff Nichols)
and many mores, see imdb.com

Twenty

Juni 28, 2015 Tinggalkan komentar

Daya tarik utama film ini tentulah karena casting utamanya yang merupakan jejeran aktor muda yang sedang naik daun bercampur idol: , , Jun-ho “2PM”, dan .

Twenty, yang bertabur bintang muda yang sedang naik daun

Twenty, yang bertabur bintang muda yang sedang naik daun

Gyung-jae (), Dong-woo dan Chi-ho () berteman sejak SMA, diawali dari memperebutkan cewek yang sama, So-min. Meski pada akhirnya Chi-ho lah yang berhasil mendapatkan So-min karena dia yang lebih berani move duluan.

PDVD_004

Sekarang, mereka sudah lulus SMA, dan berumur 20 tahun. Gyung-jae yang berasal dari keluarga menengah yang biasa, melanjutkan kuliah dengan impian standar yang ideal: kelak bisa bekerja di perusahaan besar. Dong-woo yang anak sulung dan berasal dari keluarga miskin, tak bisa melanjutkan kuliah. Sambil bekerja ini itu, ia terus menyimpan impian menjadi seniman komik. Sementara Chi-ho, si anak manja dari keluarga yang cukup berada, tidak memiliki impian apa-apa. Keinginannya hanya menikmati hidup, hura-hura dari uang pemberian orang tua dan tebar pesona pada cewek-cewek.

Kim Woo-bin yang jadi si manja Chi-ho

Kim Woo-bin yang jadi si manja Chi-ho

Dan karena ini adalah certia tentang para anak muda, tentu masalah cewek dan seksualitas menjadi bahasan yang krusial. Sebagai anak-anak muda yang biasa saja, mereka terobsesi ingin mengakhiri keperjakaannya, masalahnya, mereka tidak memiliki pengalaman dan keberanian.

Gyung-jae yang si lurus yang dimanfaatin kakak kelasnya. Poor acting of MIn Hyo-rin

Gyung-jae yang si lurus yang dimanfaatin kakak kelasnya. Poor acting of Min Hyo-rin! 😦

Lalu, Gyung-jae naksir Jin-joo (), kakak kelas kaya dan cantik tapi ternyata cuma dimanfaatkan. Chi-ho, meski masih terikat hubungan dengan So-min, tapi naksir Eun-hye, cewek cantik yang sedang merintis karir sebagai aktris. Dan Dong-woo, menjalin hubungan yang manis dengan Soo-hee ( ), adiknya Gyung-jae.

The cute relationship of Soo-hee & Dong-woo

The cute relationship of Soo-hee & Dong-woo

Dan yah, begitulah, kehidupan anak-anak muda 20 tahun, sebuah cerita tentang masa transisi, yang dipenuhi dengan mimpi-mimpi dan kebingungan-kebingungan, juga cinta serta optimisme anak muda.

Ceritanya sendiri disajikan dengan ringan dan sedikit komedik sehingga terasa menghibur. Tidak akan melibatkan konflik yang tajam atau perenungan mendalam, tapi tidak jatuh ke cheesy kok. Tetap ada pesannya, tapi memang sepertinya lebih ditonjolkan sisi menghiburnya dan saya sendiri cukup menikmati.

PDVD_033

Chemistry antar para pemainnya juga terbangun dengan baik. Persahabatan antara Chi-ho, Dong-woo dan Gyung-jae terasa nyata. Ditambah kemudian sosok Soo-hee dan So-min. Saya senang karena pada akhirnya, masuknya orang luar (Eun-hye dan Jin-joo) hanyalah semacam selingan dan pada akhirnya yang tetap solid adalah antara mereka yang sudah saling mengenal sejak lama sehingga membentuk semacam ikatan yang manis.

PDVD_023

Dari segi akting, masing-masing memerankan karakternya yang pas. Bagi para penggemar dan biasa lihat peran dia sebagai si bad boy atau cowok cool di sini ia memerankan karakter yang sedikit berbeda seabgai Chi-ho yang childish dan playboy. Demikian juga Jun-ho yang keluar dari sosok anak boyband, menjadi sosok Dong-woo yang “sederhana dan dewasa.” Sementara … yah sejak lihat akting dia beberapa kali saya tak meragukan bakat cowok satu ini. Ketika membaca sinopsisnya, saya sempat agak underestimate karena digambarkan sosok Gyung-jae yang diperankannya adalah sosok “lurus” dan berpikir tak jauh dari karakter-karakter yang pernah diperankannya. Tapi ternyata, karakter Gyung-jae menurut saya justru paling berwarna dan ‘nyata.’ Dan saya pikir, hal ini tak lepas dari sosok yang cukup ekspresif memperlihatkan karakter Gyung-jae dengan begitu baik.

Good acting of Kang Ha-neul.

Good acting of Kang Ha-neul.

PDVD_039

Untuk jajaran para cewek, dan juga tidak mengecewakan meski juga tidak mengesankan, tapi saya pikir lebih karena jatah scene mereka yang terbatas sehingga tidak ada eksplorasi karakter yang lebih mendalam. Terutama untuk sosok yang nyaris tidak memiliki karakter khusus, sementara pada beberapa adegan, saya pikir cukup mampu mencuri scene.

Yeah, twenty should be like this! :D

Yeah, twenty should be like this! 😀

Sementara untuk karakter tambahan, ada sebagai Jin-joo dan Jung Joo-yeon sebagai Eun-hye. Dan saya cukup lega karena ternyata mereka benar-benar hanya sebagai pelengkap saja. Jung Joo-yeon, saya pikir bermain cukup baik meski karakternya terasa tidak penting, tapi ? Jika dibuat daftar kualitas akting di sini, saya pikir dialah yang menempati urutan paling bawah. Oke, dia digambarkan sebagai sosok yang bermasalah dan menyembunyikan sesuatu, saya bisa menerima kalau dia kemudian terkesan dingin. Tapi bukan kesan itu yang saya tangkap dari aktingnya, melainkan ekspresi yang terasa flat dan akting yang kaku. Saking penasaran, saya sempat browsing di internet siapa dia dan cukup terkejut karena ternyata dia cukup populer dan menjadi pemeran utama di beberapa drama (Preserve, Goo Hae-ra).

Whatever, cukup recommended!

Cast:
– Chi-ho
Lee Joon-Ho – Dong-woo
– Gyung-jae
– So-min
– So-hee
Jung Joo-yeon – Eun-hye
– Jin-joo

Kim Eui-sung – ayah Chi-ho
Park Myung-shin – ibu Chi-ho
Oh Hyun-kyung – ibu Dong-woo
Park Hyuk-kwon – sutradara film
Na Jong-chan – Dong-won (adik Dong-woo)
Song Ye-dam – si kembar
Song Ye-joon -si kembar
Kim Jong-Soo – paman Dong-Woo
So Hee-Jung – ibu Gyung-Jae

Judul: Twenty/ Seumool (스물)
Sutradara/ Penulis: Lee Byeong-Hun
Produser: Lee Sung-Doo, Lim Ji-Moon
Sinematografi: No Seung-Bo
Rilis: 25 Maret 2015
Durasi: 115 menit
Distributor: Next Entertainment World
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

Festival:
New York Asian Film Festival – 2015 – Centerpiece Presentation *International Festival Premiere

Awards:
Baeksang Arts Awards 2015:
– Nominasi  Best New Actor ()

Take Care of My Cat

Juni 14, 2015 Tinggalkan komentar

Tae-hee (), Hye-Joo (), Ji-young, Bi-ryu dan Ohn-Jo adalah lima cewek yang bersahabat sejak SMA.

tc56

Sekarang,mereka sudah lulus dan menjalani hidup masing-masing. Tae-hee membantu orang tuanya mengurus sauna sembari menyimpan impian-impian untuk hidup bebas dan bertualang. Ia merasa tak pernah cocok dengan ayahnya yang praktis. Ia adalah jenis orang yang sangat positif, teman yang akan selalu ada dan siap membantu kapanpun dibutuhkan.
tc2
Hye-joo bekerja kantoran. Ia hidup dalam zona nyaman dan menikmati semua untuk dirinya sendiri. Sikapnya cenderung egois dan tak pedulian. Sebagai lulusan SMA, posisinya di kantor lebih sering sebagai orang yang disuruh-suruh, namun sepertinya ia tak keberatan. Tapi tentu saja, ia tak mungkin selamanya begitu bukan?
tc9
Ji-young adalah yatim piatu yang tinggal bersama kakek-neneknya yang sudah tua dan miskin. Rumah mereka sudah reyot dan nyaris rubuh. Ji-young yang memiliki bakat melukis , bermimpi untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Tapi tentu saja itu hal yang tidak mungkin. Ia merasa frustrasi karena tak kunjung menemukan pekerjaan.
tvc
Bi-ryu dan Ohn-jo adalah dua bersaudara kembar yang kompak berjualan aksesori. Tak banyak diceritakan tentang kedua karakter ini. Kehadiran mereka seolah lebih sebagai pelengkap saja.
tcw
Lagi-lagi cerita tentang masa transisi remaja-dewasa. Yang menjadikannya agak berbeda adalah tokoh-tokohnya yang adalah para cewek. Agak heran juga karena selama ini, film tentang coming age story lebih banyak menceritakan tentang dunia cowok. Apa karena dunia transisi cewek memang tak memiliki konflik sebanyak cowok? Hmm, entahlah. Mungkin karena cewek, terutama di Asia, ketika beranjak dewasa, tak memiliki terlalu banyak tekanan seperti para cowok. Orang tak akan terlalu ribut ketika seorang anak cewek menganggur, tapi tidak dengan para cowok. Meskipun, tetap saja, kegelisahan-kegelisahan seperti yang digambarkan di film ini dan saya pikir, feelnya bisa tertangkap dengan baik. Kegelisahan Tae-hee dengan keingintahuan dan ide kebebasannya dan Ji-young yang merasa frustrasi dengan kemiskinan serta kesulitannya mencari pekerjaan. Meski bagi saya agak aneh juga kenapa dia sulit sekali mendapatkan pekerjaan. At least sebagai pramuniaga toko atau pelayan restoran misalnya. Pekerjaan yang saya pikir cukup banyak tersedia untuk lulusan SMA. Apalagi physicly dia juga nggak jelek, tidak bodoh, tidak cacat dan masih muda.
TakeCat
Whatever, film ini cukup meninggalkan kesan setelah menontonnya. Mungkin karena karakter-karakternya adalah orang-orang biasa, yang rasanya begitu dekat di sekitar kita. Orang-orang muda dari kelas bawah yang berusaha menjalani hidup dan menyimpan mimpi-mimpi. Di dukung pula oleh aktris muda (pada jamannya) yang memang sudah menunjukkan kualitas aktingnya: dan Ok Ji-young.

Cast:
– Tae-hee
– Hye-joo
Ok Ji-Young – Ji-young
Lee Eun-Sil – Bi-ryu
Lee Eun-Ju – Ohn-jo
Oh Tae-kyung – Eom Chan-yong

Judul: Take Care of My Cat/ Goyangileul Butaghae (고양이를 부탁해)
Sutradara: Jeong Jae-Eun
Penulis: Jeong Jae-Eun, Lee Eon-Hee
Produser: Oh Ki-Min
Sinematografi: Choi Yeong-Hwan
Rilis: 13 Oktober 2001
Durasi: 110 menit
Distributor: Cinema Service
Negara/ Bahasa: Korea Selatan/ Korea

All About Lily Chou-Chou

Juni 13, 2015 Tinggalkan komentar

Yuichi () adalah bocah lelaki yang beranjak remaja. Ia tinggal bersama ibunya yang mengelola salon kecil. Pada dasarnya ia adalah anak yang ‘manis’ dan pendiam. Di sekolah, ia berteman dengan Hoshino yang baik hati, pintar dan anak orang kaya. Hoshino pula yang kemudian mengenalkannya pada penyanyi Lily Chou Chou. Bersama beberapa teman yang lain, mereka melewati masa-masa sekolah yang menyenangkan. Hingga pada musim panas, dengan uang hasil mencuri, mereka berlibur ke Okinawa.

ll
Liburan Okinawa ini menandai fase baru dalam persahabatan mereka. Bisnis keluarga Hoshino bangkrut dan orangtuanya bercerai. Hoshino pun berubah. Ia mengambil alih peran preman sekolah dan menjadi tukang bully. Teman-temannya, termasuk Yuichi, diajak serta  dan tak ada yang berani melawannya. Di antara para korban adalah Shiori Tsuda,( ) cewek manis yang disuruh melacurkan diri pada om-om dan Yoko Kuno, cewek pintar dan pemain piano handal di sekolah yang dibenci karena kepintarannya.

Hoshino, yang awalnya baik dan ramah

Hoshino, yang awalnya baik dan ramah

Yuichi, meski membenci semua itu, tapi juga tak berdaya untuk melakukan apa-apa. Sebagai pelarian, ia mencurahkan pikiran-pikirannya dengan membuat komunitas online bagi para penggemar Lily Chou Chou, Lil-Philia dengan menggunakan nama Philia. Di dunia maya ini, ia bisa berkomunikasi dengan sesama penggemar Lily Chou Chou dan membahas falsafah-falsafah Lily Chou-Chou. Di antara sosok maya itu adalah Blue Cat, yang meski belum pernah bertemu tapi terjalin hubungan yang dekat. Padanya ia bisa berbagi pikiran yang sama. Namun, ketika Yuichi mengetahui siapa Blue Cat sebenarnya, ia merasa sangat kecewa.

Yu Aoi yang main bagus sebagai Shiori

Yu Aoi yang main bagus sebagai Shiori

Lagi-lagi cerita bergenre coming age story dan lagi-lagi disutradarai oleh () . Temanya mungkin tak jauh-jauh dari cerita tentang dunia remaja yang sering diangkat di film-film: bully bully-an. Shunji menggambarkan di sini bahwa alih-alih sebagai dunia yang cerah ceria, dunia remaja adalah dunia yang keras dan kasar. Rasanya sesak sih lihat Yuichi yang cuma diam dan ngikut saja perintah Hoshino, tapi juga bisa dipahami. Dengan sifat dan posisinya yang seperti itu, pada usia segitu, apa memang yang bisa dilakukan?

The captivating setting and plot..

The captivating setting and plot..

Ceritanya sendiri terasa ‘mencekam’ tapi penceritaannya cukup fresh khas . Dengan alur maju mundur dan karakter bersliweran, namun tetap terasa solid. Gambarnya juga sedemikian rupa sehingga meninggalkan kesan yang dalam. Di tambah lagi musiknya yang mencampurkan musik klasik dan pop akustik yang enak di dengar.

Note:
Lily Chou Chou adalah karakter fiktif. Soundtrack film ini digarap sama Takeshi Kobayashi, dan vokal penyanyinya adalah Salyu (sumber: asianwiki.com)

Cast:
– Yuichi Hasumi
Shugo Oshinari – Shusuke Hoshino
Ayumi Ito – Yoko Kuno
– Shiori Tsuda

Takao Osawa – Tabito Takao
Miwako Ichikawa – Shimabukuro
Izumi Inamori – Izumi Hoshino
Kazusa Matsuda – Sumika Kanzaki
Ryo Katsuji – Terawaki Shioske
Takako Baba – School girl
Yuki Ito – Kamino
Tomohiro Kaku – Yuichi’s friend
Hideyuki Kasahara – Kyota Shimizu
Yoji Tanaka – Teacher
Kenta Uchino

Judul: All about Lily Chou-Chou/ Riri Shushu no subete (リリイ・シュシュのすべて)
Sutradara/ Penulis:
Rilis: 6 Oktober 2001
Durasi: 146 menit
Negara/ Bahasa: Jepang

Awards:
Berlin International Film Festival 2002:
– C.I.C.A.E. Award – Special Mention      ()

Shanghai International Film Festival 2002:
– Best Music (Takeshi Kobayashi)
– Special Jury Award ()

Yokohama Film Festival 2002:
– Best New Talent (Takato Hosoyamada)

sumber: imdb.com

Hana and Alice

April 11, 2015 Tinggalkan komentar

Hana () dan Alice () dua remaja sekolah menengah yang bersahabat karib. Mereka sekolah di sekolah yang sama dan juga sama-sama ikut klub ballet. Hana menyukai senpai-nya, Miyamoto yang selalu acuh dan hanya berkutat dengan bukunya. Tak tahu bagaimana harus menarik perhatian Miyamoto, Hana pun cuma bisa stalking.

Hana & Alice

Hana & Alice

Hingga suatu hari, Hana melihat Miyamoto terjatuh setelah kepalanya terantuk saat sedang membaca sambil berjalan. Ketika Hana menghampirinya, Miyamoto menanyakan siapa dirinya. Hana pun kemudian iseng mengarang cerita kalau dirinya adalah pacar Miyamoto dan Miyamoto pastilah kena amnesia. Miyamoto mempercayai ucapan Hana dan mereka pun pacaran. Tidak hanya itu, demi meyakinkan Miyamoto, Hana juga mengatakan kalau Alice adalah mantan pacar Miyamoto. Masalah muncul ketika Miyamoto ternyata mulai naksir Alice.

Miyamoto

Miyamoto

Awalnya saya mengira ini adalah cerita remaja yang agak muram khas film-film Jepang, tapi ternyata tidak sama sekali karena cerita film sendiri terasa ceria khas dunia remaja. Fokus film juga bukan pada kisah cinta segitiga antara Alice-Hana dan Miyamoto, tapi seperti judulnya, lebih pada persahabatan yang sangat manis antara Hana dan Alice. Yah, tema persahabatan dan remaja agaknya memang menjadi ciri khas sang sutradara, . Seperti film-filmnya yang lain ( ,,, ), cerita-ceritanya bisa dibilang “standar” tapi penokohan, alur dan gaya penceritaannya yang khas membuat film jauh dari klise. Pemilihan cast-nya juga terasa sangat pas.  dan  yang membuat tokoh Hana dan Alice terasa bernyawa. hnert Note: Pada tahun ini (2015)  membuat prekuel film ini, bertajuk “The Case of Hana & Alice | Hana to Arisu Satsujin Jiken”. Sedikit berbeda dari film-filmnya, kali ini formatnya dalam bentuk animasi, tapi pengisi suara Hana dan Alice adalah cast utama filmnya  & ). Film menceritakan awal persahabatan Hana dan Alice. (sumber: asianwiki.com)

The charming side of Yu Aoi yang selalu memberi warna pada karakter-karakternya

The charming side of Yu Aoi yang selalu memberi warna pada karakter-karakternya

Cast:

 – Hana
– Setsuko “Alice” Arisugawa
Tomohiro Kaku – Masashi Miyamoto
Shoko Aida – ibunya Alice
Hiroshi Abe – pacar ibunya Alice
Sei Hiraizumi – ayahnya Alice
Tae Kimura -guru ballet
Takao Osawa – fotografer
Ryoko Hirosue – Editor
Makoto Sakamoto – Ataro  (Klub Cerita)

Judul: Hana and Alice/ Hana to Arisu (花とアリス)
Sutradara/ Penulis/ Produser:
Sinematografi: Noboru Shinoda
Rilis: 13 Maret 2004
Durasi: 135 menit
Distributor: Toho
Negara/ Bahasa: Jepang

Awards:
Japanese Professional Movie Awards 2005: – Best Actress ()

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar