Arsip

Archive for the ‘Film Asia Lain’ Category

Where Is the Friend’s Home?

Januari 25, 2017 Tinggalkan komentar

Film dibuka dengan adegan di sebuah ruang kelas. Seorang guru lelaki berwajah galak memarahi muridnya, Reda, yang tak menyelesaikan PR. Reda yang berwajah memelas menangis karena dimarahi. Meski begitu, tokoh utama film ini sebenarnya adalah anak lelaki yang lain, Ahmed.
where-is-the-friends-home-1
Usai pulang sekolah, Ahmed yang sepertinya adalah anak yang rajin, bersiap mengerjakan PRnya. Tapi ia kemudian mendapati bahwa buku milik Reda, yang sampulnya mirip dengan kepunyaannya, tak sengaja terbawa. Karena khawatir bahwa Reda tak bisa mengerjakan PR-nya, Ahmed kemudian berniat untuk mengantarkan buku itu ke rumah Reda. Tapi ibunya, yang mengira bahwa Ahmed hanya mencari-cari alasan agar tak mengerjakan PR, melarangnya pergi. Di sisi lain, rumah Reda juga jauh. Meski begitu, Ahmed tetap bersikeras untuk mengantarkan buku itu, dan akhirnya terpaksa berbohong kepada ibunya.
where-is-the-friends-home-3
Seorang diri, ia pergi ke rumah Reda. Masalah muncul karena ia tak tahu dimana tepatnya rumah Reda dan seperti umumnya anak kecil hanya tahu nama Reda belaka. Ia pun kemudian harus bertanya kesana kemari pada orang-orang sekampung. Meski begitu, ia tak menyerah. Hingga malam menjelang, ia kemudian bertemu dengan seorang lelaki tua tukang kayu, yang mengenal Reda dan akan mengantarnya.
where-is-the-friends-home-4
Saya selalu menyukai film-film Timur Tengah, terutama Iran, yang menyampaikan hal-hal besar melalui cerita yang terlihat sederhana. Seperti juga film-film Kairasotami sebelumnya, lagi-lagi di sini ia menggunakan tokoh anak-anak. Melalui sosok seorang Ahmed, kita diajak untuk melihat artinya kebaikan dan tanggung jawab, yang bahkan kadang, tak dipahami oleh orang-orang dewasa. Dan meski film ini dibuat sudah cukup lama (tahun 1987) tapi ceritanya tetap terasa tak lekang oleh waktu. Recommended!

Note: Merupakan bagian pertama dari trilogi yang mengambil latar di wilayah Koker, Iran. Film berikutnya adalah  “Life, and Nothing More…” dan “Through the Olive Trees”.  

Cast:
Babek Ahmedpour – Ahmed
Ahmed Hamedpour – Mohamed Reda Nematzadeh
Kheda Barech  Defair – Pak Guru
Iran Outari – Ibu
Ayat Ansari – Ayah
Rafia Difai – Kakek
Mohammad Hossein Rouhi – Tukang Kayu

Judul: Where Is the Friend’s Home?/ Khane-ye doust kodjast
Sutradara/Penulis:
Produser: Ali Reza Zarrin
Sinematografi: Farhad Saba
Editing: Abbas Kiarostami
Rilis: 1987
Durasi: 83 menit
Negara: Iran

Awards:
–  Locarno Film Festival. 1989 : Bronze Leopard
–  Fajr Film Festival: Golden Plate

Iklan

Taxi (Iran)

Januari 25, 2017 Tinggalkan komentar

berperan sebagai dirinya sendiri, sutradara film yang menyamar sebagai sopir taksi. Sambil menaikturunkan penumpang, diam-diam ia memasang kamera di dashboard mobilnya dan merekam pembicaraan para penumpang.
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_000619823
Penumpang pertama adalah seorang laki-laki dan perempuan yang memperdebatkan tentang hukuman mati di Iran. Si lelaki keukeuh setuju dengan adanya hukuman mati meskipun kesalahannya kecil saja, agar si penjahat kapok, sementara si perempuan berargumen bahwa hukuman mati tidak adil dan tidak menyelesaikan persoalan.

Kedua, seorang lelaki penjual CD film bajakan yang bergerilya menjajakan film-film luar negeri yang tidak boleh ditayangkan di bioskop-bioskop di Iran. Di tengah jalan, mereka dicegat seorang lelaki korban kecelakaan bersama istrinya yang terus menerus menangis. Karena berpikir akan segera mati si lelaki kemudian minta direkamkan video wasiat terakhirnya untuk sang istri. Dan alih-alih sibuk memikirkan suaminya, si istri justru sibuk mengkhawatirkan wasiat itu.

Penumpang berikutnya, dua perempuan yang terburu-buru ingin mengujungi mata air suci demi melepaskan ikan sebelum tengah hari demi bisa membuang sial.
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_002404992
Terakhir, Jafar menjemput keponakan perempuannya yang baru pulang sekolah, Hana. Hana gadis kecil yang pintar dan mirip dengan Jafar dan terlihat sangat memuja pamannya. Kemana-mana ia membawa kamera pocket dan merekam adegan-adegan di sekelilingnya berlagak membuat film.  Lewat celoteh polosnya, Hana menyebutkan aturan-aturan dalam membuat film yang ditetapkan di sekolahnya seperti penggunaan hijab di film, hingga bagaimana imej orang baik harus ditampilkan.

Hana kemudian diajak Jafar menemui temannya, seorang lelaki yang menceritakan adegan kekerasan yang dialaminya ketika dirampok. Temannya merasa bingung, karena ia kenal siapa perampoknya dan merasa kasihan karena tahu bagaimana kehidupannya.

Penumpang terakhir adalah seorang perempuan cantik yang terlihat sangat akrab dengan Jafar. Si perempuan ini seorang aktivis (diperankan oleh  Nasrin Sotoudeh, yang kono memang aktivis hak asasi beneran) yang tengah menangani kasus penangkapan perempuan  seperti dalam film Panahi, Offside (remaja perempuan yang dilarang menonton bola). Ia dan Jafar kemudian terlibat obrolan tentang  masa-masa dipenjara.
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_003763271
Di penghujung cerita, Jafar mencari perempuan pembawa ikan di mata air yang meninggalkan dompetnya di mobil. Ketika ia dan keponakannya meninggalkan mobilnya di tempat parkir, tampak dua orang lelaki bersepeda motor datang dan menjarah mobilnya.

Sebuah film dengan konsep ‘sederhana’ , dikemas dalam bentuk ala dokumenter, tapi mengetengahkan isu yang jauh dari sederhana. Hanya dari pembicaraan para penumpang taksi, penonton diajak ke dalam diskusi beragam isu politik di Iran mulai dari hukuman mati, aturan ketat tentang  perfilman, bagaimana masih kuatnya kepercayaan-kepercayaan takhayul ditengah aturan agama Islam yang konvensional, tentang kebebasan perempuan Iran.. yah, sebuah tema yang ‘berat’ tapi tenang saja karena disajikan lewat adegan yang sangat realistis dan sehari-hari sehingga terkesan jauh dari ambisius.
Good movie!
taxi-teheran-2015-french-dvdrip-x264-meme-mkv_003517391
Catatan:
Film ini, seperti juga film Panahi sebelumnya ( This Is Not a Film,  Closed Curtain) adalah film ‘illegal.” , sutradara film ini,  dilarang membuat film selama 20 tahun oleh pemerintah Iran yang memang terkenal otoriter dan kolot karena karya-karyanya yang seringkali penuh kritik. Meski begitu, Panahi tetap ‘keras kepala’ membuat film meski secara diam-diam. Dan itulah, kenapa film ini dibuat menyerupai film dokumenter dengan setting yang ‘sederhana’. Hmm, sedih juga sih melihat sutradara sehebat dia, bukannya didukung, justru dihalang-halangi kreatifitasnya. Seharusnya sih pemerintah Iran justru bangga ya, punya filmmaker keren dan berbakat begitu 😦

Quote:
Penumpang 1:
L: Hukum dan Syariah telah berbicara.
Jika sekarang masalahnya belum terselesaikan, mereka belum menerapkannya dengan benar.Jadi tenanglah, Nona!
P: Jadi menerapkan Syariah memecahkan semua masalah kita.. dengan meningkatkan jumlah eksekusi mati?
———–
L: Apa pekerjaanmu?
P: Apakah semua hal harus dihubungkan dengan pekerjaan?
L: Ada hubungannya. Ketika kau membela sebuah ide, apakah kau mempercayainya… ataupun kau punya kepentingan di dalamnya.

Jafar dengan mahasiswa film (M):
M: Aku melihat banyak film, membaca banyak buku,tetapi tidak dapat menemukansubjek yang bagus.
J: Dengar, film-film itu sudah dibuat, buku-buku itu sudah ditulis.Kau harus mencari di tempat lain. Itu tidak akan datang dengan sendirinya.
M: Apa yang harus kulakukan? Di mana aku harus memulainya?
J: Itu adalah bagian tersulit.Tidak ada yang bisa memberitahu dirimu. Kau harus menemukannya sendiri.

Jafar dan temannya yang dirampok (T):
J: Aku ingin tahu pencuri terlihat seperti apa.
T: Seperti aku, seperti kau, seperti semua orang di sekitar kita.

Jafar dengan perempuan pembawa bunga (PB):
PB: Ketika kau akhirnya dibebaskan, dunia luar menjadi
penjara yang lebih besar. Mereka membuat teman-teman terbaikmu
menjadi musuh terburukmu! Membuatmu ingin kabur dari negara ini, atau berharap untuk kembali ke penjara.

Cast:

Hana Saeidi
Nasrin Sotoudeh

Judul: Taxi/Taxi Tehran
Sutradara/Produser/Penulis:
Produksi: Jafar Panahi Film Productions
Rilis: 6 Februari 2015 (Berlin)
Durasi: 82 menit
Negara/Bahasa: Iran/Persia

Awards:
Berlin International Film Festival 2015: – Golden Bear , FIPRESCI Prize.

Winter Sleep

Januari 21, 2017 Tinggalkan komentar

Pada suatu musim dingin di sebuah desa wisata di salah satu sudut Turki. Aydin adalah seorang lelaki tua, mantan aktor teater yang menghabiskan hari-harinya di rumahnya—yang merangkap hotel–yang nyaman sembari menulis. Di rumahnya, ia tinggal bersama adik perempuannya yang janda, Necla dan istrinya yang masih muda dan cantik, Nihal. Selain itu ia juga ada dua orang pembantunya,  Fatma dan Hidayat.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_000110741
Aydin adalah semacam tuan tanah di tempatnya. Ia dihormati karena memiliki banyak harta dan sebagai umumnya orang kaya, ia memiliki sedikit keangkuhan. Insiden kecil terjadi ketika salah satu anak penyewanya, Ismail, iseng melemparkan batu ke kaca mobilnya. Aydin menganggap kejadian itu tak penting, tapi keluarga si anak menganggap itu hal yang penting. Ketika si keluarga berkeras untuk membayar, Aydin justru berkesan meremehkan.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_003150088
Masalah lain muncul seputar hubungannya dengan Nihal, istrinya. Sang istri yang masih muda, merasa kosong karena tak bekerja. ia kemudian membentuk semacam LSM untuk sekolah di daerah terpencil. Lagi-lagi hal ini menimbulkan kerumitan ketika Aydin yang merasa memiliki banyak uang, ingin ikut campur, sementara Nihal ingin melakukannya dengan usahanya sendiri.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_003713539
Emm yah, sebenarnya sulit bagi saya untuk membuat sinopsis film ini. Seperti banyak film-film festival, tidak ada konflik cerita yang gamblang. Alur juga bergerak perlahan-lahan, mengupas sedikit demi sedikit permasalahan di seputar kehidupan Aydin yang disajikan dengan begitu rapi dan alami. Tak heran kalau kemudian durasi film ini bahkan membutuhkan waktu tiga jam. Sehingga butuh kesabaran untuk mengikutinya.
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_006944191
Mungkin juga sedikit membosankan.Tapi jika kita benar-benar tekun mengikutinya, akan banyak hal yang menyisakan perenungan setelah menontonnya.  Segala sesuatunya berjalan begitu alami disekeliling kehidupan Aydin. Karakter-karakternya juga terasa sangat natural dan realistis, dengan berbagai ambiguitas dan hipokrisi sifat manusia. Didukung gambar-gambar bernuansa musim dingin yang sinematik. Karena meski banyak gambar diambil di tempat yang itu-itu saja, anehnya jauh dari membosankan. Good movie!
winter-sleep-2014-bluray-720p-x264-ganool-mkv_000212064
Cast:
Haluk Bilginer-  Aydın,
Demet Akbağ  – Necla
Melisa Sözen – Nihal
Ayberk Pekcan (tr) – Hidayet
Tamer Levent (tr) – Suavi (teman Aydin)
Nejat İşler –  İsmail
Serhat Kılıç (tr) –  Hamdi (imam, kakak Ismail)
Nadir Sarıbacak (tr) – Levent (guru, teman Nihal)
Mehmet Ali Nuroğlu (tr) – Timur (tamu hotel)
Emirhan Doruktutan – Ilyas (anak Ismail)

Judul: Winter Sleep (Kış Uykusu))
Sutradara:
Produser: Zeynep Özbatur Atakan
Penulis: , Ebru Ceylan
Sinematografi: Gökhan Tiryaki
Editing: , Bora Göksingöl
Produksi: NBC Film, Bredok Filmproduction, Memento Films Production, Zeynofilm
Distributor: New Wave Films (UK), Adopt Films (US)
Rilis: 16 Mei 2014 (Cannes), 13 Juni 2014 (Turki)
Durasi: 196 menit
Negara/Bahasa: Turki

Awards:
Cannes Film Festival     2014:
– Palme d’Or
– FIPRESCI Prize

Once Upon A Time in Anatolia

Januari 21, 2017 Tinggalkan komentar

Suatu malam yang gelap dan berangin, serombongan mobil yang terdiri dari para polisi, seorang dokter, seorang jaksa, penggali kubur dan dua orang tersangka pembunuhan, pergi ke pinggiran Kota Anatolia untuk mencari mayat korban. Namun kegelapan malam, membuat Kenan disorientasi sehingga kesulitan menunjukkan lokasinya. Hal yang membuat kesal para polisi.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002874512
Di antara waktu menunggu, di antara desau angin dan malam yang hening, para petugas memeriksa lokasi, terjadi berbagai percakapan tentang banyak hal antara Dr Cemal, Arap-sopir, dan Naci si Jaksa. Mulai dari yogurt, daging kambing, pekerjaan,keluarga, bunuh diri, hingga tentang dosa warisan para orang tua kepada anak-anaknya. Si Jaksa kemudian bahkan bercerita tentang istri seorang temannya yang kelihatan baik-baik saja, tapi tiba-tiba bunuh diri.  Dari percakapan, kemudian terungkap kalau si istri mungkin sakit hati karena pernah mendapati suaminya selingkuh. Tercetus pertanyaan kemudian bahwa, apakah bunuh diri merupakan cara si mati untuk menyakiti orang yang ditinggalkannya?
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002331746

once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_002458800
Setelah memeriksa beberapa tempat, mayat korban akhirnya ditemukan. Dan karena hari sudah terlalu malam, mereka memutuskan untuk makan malam dan menginap di di rumah mayor kota terdekat. Usai makan malam, tiba-tiba listrik padam. Dan ketika semua orang terkantuk-kantuk kelelahan, dalam temaram lilin, muncul seorang gadis cantik, putri sang mayor. Kecantikan itu terlihat sureal sehingga membuat beberapa orang terpana. Bahkan Kenan si tersangka kemudian menangis dan berhalusinasi bertemu dengan korbannya, Diketahui kemudian kalau ia dan si korban terlibat pertengkaran ketika si korban ia beritahu dirinya adalah ayah biologis putranya.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_000658540
Keesokan harinya mereka kembali ke kota untuk melakukan otopsi mayat. Untuk itu, istri dan putra korban didatangkan. Ketika melihat Kenan, putra korban (yang adalah putra Kenan), melempari Kenan dengan batu, hal yang membuat Kenan menangis. Sebelum melakukan otopsi, Jaksa Naci kemudian melanjutkan cerita pada Dr Cemal, tentang si perempuan bunuh diri yang ternyata adalah istrinya sendiri. Hal yang sepertinya meninggalkan duka mendalam baginya.

Ketika otopsi dimulai oleh Dr Cemal dan asistennya, ditemukan tanda-tanda kalau kemungkinan si korban dikubur hidup-hidup, Meski begitu, Dr Cemal kemudian mengatakan agar tak menuliskannya dalam deskripsi kematian. Film ditutup dengan adegan Dr Cemal yang memandang keluar jendela, dan dari kejauhan tampak istri korban berjalan dengan putranya. Si anak, sebagai umumnya anak-anak, tak sepenuhnya memahami kematian dan kesedihan, mengejar bola yang terlempar dari beberapa anak yang bermain bola.
once-upon-a-time-in-anatolia-2011-dvdrip-xvid-ltrg-avi_001842567
Hmm yah, mungkin sekilas terkesan sebagai film crime biasa. Tapi tentu saja, ini bukan film crime biasa. Meski melibatkan cerita tentang kriminalitas, tapi film ini sendiri bukan semata tentang kriminalitas. Alih-alih, ini adalah tentang pertanyaaan-pertanyaan filosofis  di seputar kematian dan kejadian kriminal (pembunuhan, bunuh diri). Dikemas dengan gaya khas Nuri Bilge Ceylan yang terasa liris dan puitis, dan sebuah ending yang terbuka, film ini menyisakan banyak perenungan dan pertanyaan setelah menontonnya. Good movie!

Cast:
Muhammet Uzuner – Doctor Cemal
Yılmaz Erdoğan – Commissar Naci
Taner Birsel – Prosecutor Nusret
Ahmet Mümtaz Taylan – Arap Ali (Sopir )
Fırat Tanış (tr) –  Kenan (Tersangka)
Ercan Kesal (tr) – Mukhtar
Cansu Demirci (tr) – Purtinya Mukhtar
Erol Erarslan (tr) – Yaşar(Korban)
Uğur Arslanoğlu – Tevfik
Murat Kılıç (tr) – İzzet (polisi)
Şafak Karali a- Abidin
Emre Şen – Sersan Önder
Burhan Yıldız – Ramazan (Tersangka)
Nihan Okutucu – Gülnaz (istri korban)

Sutradara: Nuri Bilge Ceylan
Produser: Zeynep Özbatur Atakan
Penulis : Nuri Bilge Ceylan, Ercan Kesal, Ebru Ceylan
Siematografi: Gökhan Tiryaki
Editing: Bora Gökşingöl, Nuri Bilge Ceylan
Produksi: Zeyno Film
Distributor: The Cinema Guild
Rilis:  21 Mei 2011 (Cannes Film Festival)
Durasi: 157 menit
Negara/Bahasa: Turki

Awards:
– Asia Pacific Screen Award 2011: Achievement in Cinematography, Achievement in Directing,
Nominasi, Best Feature,  Nominasi Best Screenplay, Jury Grand Prize

– Cannes Film Festival 2011: Grand Prix (bersama “The Kid with a Bike”) , Nominasi Palme d’Or

– Chicago Film Critics Association 2012: Nominasi Best Foreign Language Film

– European Film Awards  2012: Nominasi:     Best Cinematographer, Best Director
– Independent Spirit Awards 2013: Nominasi Best Foreign Film
etc,

Theeb

Januari 3, 2017 Tinggalkan komentar

Theeb (artinya” serigala”) adalah bocah lelaki anak seorang pemimpin suku yang sudah meninggal tapi tetap dihormati. Ia tinggal di gurun bersama kakak lelakinya, Hussein dan para lelaki kaumnya.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_000262135
Suatu hari, datang seorang tamu, Edwards, bule Inggris yang minta diantar ke tempat pembangunan jalur rel kereta api. Hussein yang dipercaya untuk mengantar. Sedih berpisah dengan kakaknya, Theeb diam-diam mengikuti. Meski awalnya keikutsertaannya menjadi kontroversi, tapi akhirnya ia diijinkan ikut. Dimulailah perjalanan melelahkan menyusuri gurun dan celah-celah tebing bebatuan.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_000853271
Hingga di suatu pemberhentian, mereka bertemu dengan para bandit gurun. Karena kalah jumlah, satu per satu mereka tewas. Dan hanya tinggal Theeb yang selamat. Di tengah keadaan terdampar di tengah gurun, kemudian datang salah satu anggota bandit, Hassan, yang terluka parah. Karena saling membutuhkan, terjalinlah “persahabatan” di antara keduanya. Hassan bercerita, bahwa orang-orang saling membunuh  setelah dibukanya rel kereta api. Orang-orang yang dulu bekerja sebagai pemandu orang berzziarah ke gurun dengan menggunakan unta, sekarang kehilangan pekerjaan karena sudah diganti dengan kereta api.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_004797979
Hassan kemudian mengajak Theeb ke tempat tentara gerakan untuk menjual barang-barang hasil rampokannya. Theeb merasa marah, karena barang-barang itu adalah harga yang dibayar atas kematian orang-orang, terutama kakaknya.
theeb-2014-festival-dvdrip-x264-taste-mkv_005241840
Miris dan juga sedih, itulah perasaan saya ketika menonton film ini. Berlatar gurun yang panas dan kerontang, rasanya miris membayangkan bagaimana orang hidup di tempat ekstrem itu. Dan bagaimana kemudian kekerasan terbentuk sebagai upaya untuk mempertahankan diri di tengah perebutan sumberdaya yang terbatas. Meski begitu, kita juga merasa terharu, melihat bagaimana sebenarnya orang-orang gurun itu juga sebagai orang yang hangat (sangat menghargai tamu) dan bertanggungjawab. Namun kemudian bisa dipahami ketika mereka rela saling membunuh karena memang ‘dipaksa’ oleh kondisi. Sebuah film yang memberi kita pemahaman tentang sebentuk strategi survival di salah satu sudut dunia.

Quote: “The strong will eat the weak”

Cast:
Jacir Eid Al-Hwietat – Theeb
Hussein Salameh Al-Sweilhiyeen – Hussein
Hassan Mutlag Al-Maraiyeh – Hassan
Jack Fox – Edward

Judul: Theeb
Sutradara: Naji Abu Nowar
Produser: Diala Al Raie, Bassel Ghandour, Nasser Kalaj, Yanal Kassay, Rupert Lloyd, Laith Majali, Nadine Toukan
Penulis: Naji Abu Nowar, Bassel Ghandour
Musik: Jerry Lane
Sinematografi: Wolfgang Thaler
Editing: Rupert Lloyd
Produksi: Bayt Al Shawareb, Fertile Crescent Films, Immortal Entertainment, Noor Pictures
Distributor: MAD Solutions
Rilis: 4 September 2014 (Venice), 19 Maret 2015 (UAE), 19 Maret 2015 (Jordan), 14 Agustus 2015 (UK)
Durasi: 100 menit
Negara: Jordania, United Arab Emirates, Qatar, Inggris
Bahasa: Arab

Awards:
– Academy Awards 2014: Nominasi ” Best Foreign Language Film” (Jordania)
– British Academy Film Awards 2014: – Nominasi “Best Film Not in the English Language “,  Nominasi “Outstanding Debut by a British Writer, Director or Producer     (Naji Abu Nowar, Rupert Lloyd)”
– Venice International Film Festival 2014: – Best Director ,  Nominasi Best Film
and many mores…

Film-Film Yang Kurang Berkesan

Januari 3, 2017 Tinggalkan komentar

Sering saya penasaran dengan film-film lama yang dibintangi aktor/aktris yang sekarang sudah jadi bintang papan atas, karenanya kemudian saya tonton. Tapi ternyata beberapa film-filmnya tidak terlalu mengesankan, sehingga saya agak malas mengulasnya, jadi saya rangkum saja di sini.

1. The Legend of Seven Cutter ( Korea Selatan, 2006).  Penasaran sama film ini karena nama . Sejak melihatnya di , sebagai si tomboy Eun-chan, saya berkesimpulan bahwa Yoon adalah aktris yang tidak hanya cantik, tapi juga berbakat. Sayang, belakangan karirnya cenderung meredup, dan drama-drama yang dibintanginya juga banyak yang kurang bagus. Yoon memang lebih dikenal sebagai pemain drama, tapi ada  juga beberapa filmnya, salah satunya film ini, dimana ia berperan sebagai Han Min-joo (), cewek tomboy (lagi!) di sekolah yang kemudian jatuh cinta sama cowok culun, Jung Han-soo. Dan sebenarnya, tokoh utama di film ini adalah Han-soo (diperankan oleh aktor Ahn Jae-mo).

the-legend-of-7-cutter

the_legend_of_seven_cutter-avi_000971663

Han-soo ini murid pindahan dan rumor beredar bahwa Han-soo ini adalah si legendaris ‘seven cutter’ preman sekolah yang meninggalkan 7 sayatan cutter ke korbannya. Desas-desus ini pun menimbulkan rasa penasaran dan gentar di kalangan murid-murid lain, termasuk si preman sekolah, Baek Seung-gi dan juga pemimpin geng cewek, Han Min-joo. Dan hal yang aneh adalah bahwa sehari-hari, Han-soo adalah cowok yang selalu terlihat culun. Dan rumor-rumor tentang dirinya, kemudian menyelamatkan dirinya untuk ‘survive’ di lngkungan baru, termasuk mendapat pacar, tentunya. Ehm, sejujurnya saya tak bisa mengikuti film ini secara penuh, beberapa adegan saya skip karena terasa membosankan. Garis besar ceritanya lumayan, tapi plotnya terkesan tidak konsisten. Yoon bermain bagus sebagai si tomboy Min-joo, tapi saya tidak bisa menyukai karakter Jung Han-soo, yang menurut saya terlalu ‘beruntung’. Karakter-karakter lain juga terasa tidak terlalu berarti.

2. Last Present (Korea Selatan, 2001)
Dua pemainnya adalah bintang favorit saya, dan . saat ini adalah salah satu  nama besar di dunia perfilman Korea. Film-filmnya nyaris selalu ngehits. Sementara , meski tidak terlalu produktif, tapi juga film maupun dramanya juga bagus-bagus. Tapi film ini dibuat ketika keduanya masih cukup muda, dan belum setenar sekarang.

the-last-present-2001-dvdrip-xvid-avi_002743675

Cerita film ini adalah tentang suami istri Yong-gi ( ) dan Jung-yeon (). Hubungan mereka buruk setelah kematian anak mereka. Yong-gi yang bekerja sebagai komedian, karirnya sedang terseok-seok. Di sisi lain, Jung-yeon ternyata mengidap penyakit mematikan. Dan demi cintanya pada Yong-gi merahasiakan sakitnya dan atas nama cinta juga, selalu marah-marah pada Yong-gi. Oke, well. Pada titik ini, saya mulai skip-skip. Di awal-awal saya cukup bisa menerima pertengkaran antara Yong-gi dan Jung-yeon, karena berpikir bahwa mereka depresi setelah kematian anaknya. Tapi semakin kesini, menjadi terlalu melelahkan dan alasan kemarahan Jung-yeon pada Yong-gi menjadi terasa bodoh. Demi cinta, pura-pura benci, terus marah-marah, dan merahasiakan bahwa dirinya sekarat? Bagi saya, hal seperti itu benar-benar terasa bodoh. Bukannya kalau cinta justru harus saling berbagi ya? Tidak ada yang salah dengan akting dua Lee, tapi ya itu, ceritanya terkesan bodoh dengan ending yang juga bisa ditebak.

3. The Letter (Korea Selatan, 1997).

the-letter-1997-dvdrip-xvid-avi_000485384

Tak sengaja nemu film ini dari koleksi lama. Ketika lihat ada nama , memutuskan untuk menonton. Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan Park, tapi selama ini cukup familiar dengan namanya. The Letter berkisah tentang seorang laki-laki  (diperankan oleh Park, saya lupa siapa namanya di sini) yang jatuh cinta dengan seorang dosen muda (Choi Jin-sil). Setelah beberapa kejadian romantis, mereka akhirnya menikah. Tapi kemudian si suami divonis sakit parah dan umurnya tak lama lagi. Dan sebagai umumnya film bergenre melodrama romantis, si istri kemudian akan merawat si suami dengan penuh cinta hingga meninggal. Filmnya sendiri sebenarnya tidak buruk dengan adegan-adegan mannis yang terasa klasik dan romantis. Tapi karena cerita utamanya adalah cerita yang sudah ada dalam 1001 film/drama Korea, saya pun ogah-ogahan menonton film ini.

4. ESP Couple (Korea Selatan, 2008).

Belakangan, saya memfavoritkan aktris . Menurut saya dia adalah salah satu aktris muda Korea yang sangat berbakat dan hebat. Sejak usianya masih sangat muda, ia sudah wara-wiri jadi tokoh utama di film. Dan di usianya yang masih muda sekarang, ia sudah menyejajarkan diri dengan bintang-bintang besar dalam perfilman Korea. Ia seolah tak pernah ‘gentar’ beradu akting dan selalu berhasil membangun chemistry dengan aktor-aktor besar yang bahkan usianya seringkali terpaut jauh dengannya. Harus saya, akui, tak semua film-film yang dibintangi Park bagus, tapi tetap saja saya penasaran dengna fim ini. Apalagi di film ini, lawan mainnya adalah , yang saya ketahui, juga aktor yang bagus.

sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_000724235
Filmnya berkisah tentang Su-min (), mahasiswa kuper yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang. Tapi karena takut dianggap aneh, ia tak pernah menggunakan kemampuannya ini. Suatu hari, ketika ada kasus kriminal, tibatiba ia didatangi cewek SMA ceriwis, Hyun-jin () yang selalu  mengikutinya kemana-mana. Tidak hanya itu, karena Hyun-jin juga memintanya untuk kembali mengasah kemampuannya membaca pikiran orang.
sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_001149232
Premis ceritanya sebenarnya lumayan, tapi plotnya terasa membosankan dan digarap ogah-ogahan. Bagaimana tidak, kalau 80% bagian film ini isinya cuma latihan membaca pikiran dan nyaris tak ada kejadian penting apa-apa. Latarnya juga minimalis. Menurut saya,  satu-satunya hal yang membuat film ini agak bernyawa adalah akting , sebagai si gadis SMA yang enerjik dan yah, juga lumayan meski karakternya memang sedemikian rupa. Setelah menonton film ini, saya pun paham kenapa film ini seperti terlupakan.

5.  Don’t Click (Korea Selatan, 2012)
Lagi-lagi karena saya penasaran sama film ini. Mengabaikan ketidaksukaan saya sama film horror. Film ini bercerita tentang Se-hee (), seorang pramuniaga toko yang tinggal bersama adiknya yang masih SMA, Jeon-mi. Se-hee punya pacar seorang mahasiswa komputer, Joon-hyuk (,). Se-hee selalu merasa dirinya diawasi, dan membuatnya tak nyaman. Di sisi lain, Jeon-mi sangat suka membuat video pribadi dan menguploadnya ke youtube. Ia juga sangat senang menonton video-video di internet. Suatu hari, ia minta Joon-hyuk untuk memberinya kopian film-film yang diblokir internet. Ia mendapat kopian berisi rekaman kekerasan dan ternyata video itu… berhantu. Jadi kalau selama ini film hantu biasanya mengetengahkan hantu yangkemampuannya menghilang atau terbang-terbang, di sini hantunya bisa internetan dan upload video. Canggih kan?

 

dont-click-4
Well, oke. Sudah. Cukup sampai di situ saya menyerah.  Sekuat apapun saya memaksakan diri untuk melanjutkan menonton, saya benar-benar tak bisa menikmatinya. Logikanya nggak masuk ke kepala saya. Memang sih, dalam film hantu, semua kemungkinan bisa saja terjadi, tapi saya tetsp sulit menerima kemungkinan itu. Saya sendiri tak habis pikir kenapa aktris sekelas dan juga ,, mau main di film seperti ini. Ehm, tapi itu subyektif saya yang nggak suka film horor sih, bagi yang suka mungkin punya pendapat lain.

Film lainnya…

The Stolen Years (2013, China). Film ini berkisah tentang seroang perempuan cantik Hei Man (diperankan oleh Bai Baihe), yang baru tersadar dari komanya selama sebulan karena kecelakaan. Namun ia mengalami amnesia. Ia hanya mampu mengingat kejadian lima tahun yang lalu, ketika ia berbulan madu bersama suaminya (diperankan oleh ). Kenyataannya, sekarang ia dan suaminya sudah bercerai. Karena perasaannya masih perasaan 5 tahun lalu yang sangat mencintai suaminya, ia pun kemudian menelusuri kembali kejadian-kejadian lima tahun yang terlupakan, termasuk alasan perceraiannya dengan sang suami.
the-stolen-years-2013-hdtv-720p-x264-aac-phd-mp4_000310182
Sebenarnya, tak berekspektasi apa-apa ketika memutuskan untuk nonton film ini. Dan semata karena melihat posternya yang menarik dan ingin membuat variasi tontonan saja. Dan seperti posternya, pada bagian-bagian awal, ceritanya terasa segar dan membuat penasaran didukung gambar yang begitu resik. Tapi ternyata semakin ke belakang, ceritanya menjadi semakin mellow. Spoiler: ini adalah tentang penyakit alzheimer. Tidak buruk, tapi saya sudah cukup banyak menonton film dengan tema alzheimer, karenanya, saya jadi tak bisa menikmati film ini.

Girl in Pinafore (.Singapura, 2015) Saya tak terlalu familiar dengan film-film Asia Tenggara, kecuali Thailand, yang tak terlalu saya gemari. Saya iseng saja sih nonton film ini, ingin coba melongok perfilman negara tetangga. Film ini berkisah tentang  geng remaja SMA cowok.

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_000358961

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_001994314

Mereka adalah murid-murid sekolah yang biasa saja, berasal dari keluarga biasa saja. Lalu suatu hari mereka ikut audisi band, lalu ketemu sama cewek yang pintar main musik dan nyanyi dan band mereka sukses… Yah, ceritanya sangat khas film remaja dan sayangnya tak ada yang baru. Ceritanya terasa sangat standar. Tentang geng murid-murid culun, lalu jadi keren karena main band, terus dapat cewek… terlalu mirip dengan film yang sudah-sudah, seperti campuran , American Pie, dan entah apa lagi 😦

Tuya’ s Marriage

Desember 12, 2016 Tinggalkan komentar

Tuya, harus bekerja keras sebagai kepala rumah tangga setelah suaminya, Batoer, mengalami kecelakaan ketika menggali sumur dan menjadi cacat. Tapi keadaan semakin sulit ketika kondisi kesehatan Tuya juga memburuk akibat terlalu keras kerja. Orang-orang di sekeliling Tuya, termasuk sang suami, menyarankan agar Tuya bercerai sehingga bisa menikah lagi. Dengan berat hati Tuya pun setuju. Meski begitu, Tuya berkeras untuk tetap merawat Batoer.
tuya-de-hun-shi-avi_002171364
Karena reputasi Tuya yang bagus, banyak lelaki datang melamar. Namun ketika Tuya mengajukan syarat agar diijinkan untuk mengajak mantan suaminya tinggal bersama. Tentu saja, tak ada yang setuju.
tuya-de-hun-shi-avi_000456972

tuya-de-hun-shi-avi_000890461
Shenge adalah tetangga sekaligus teman Tuya. Shenge adalah lelaki naif yang selalu diperalat oleh istrinya yang matre. Di saat-saat susah, Tuya lah yang selalu membantu Shenge. Ketika Shenge melamar Tuya dan bersedia merawat Batoer, Tuya pun setuju. Tapi masalah baru muncul, karena Tuya harus berbagi kasih sayang dengan dua pria sekaligus.
tuya-de-hun-shi-avi_004542940

tuya-de-hun-shi-avi_004318422
Film-film yang tak ‘biasa’ selalu menarik, seperti film ini, yang berlatar kehidupan di gurun Mongolia yang keras. Yah, film tetaplah film dengan unsur dramatisasi, tapi tetap saja, ada gambaran realitas di sana. Dan selalu membuat terharu membayangkan bagaimana orang-orang hidup di tempat yang begitu ekstrim: iklim yang keras, air yang sulit, tanah yang tak bisa ditumbuhi apapun… dan bagaimana kemudian manusia menciptakan budaya untuk beradaptasi dengan semua kesulitan itu, termasuk dalam hal pernikahan. Film yang sangat recommended untuk ditonton!

Judul: Tuya’ s Marriage (Tuya de hunshi)    
Sutradara: Wang Quan’an
Produser: Yan Ju Gang
Penulis: Wang Quan’an, Lu Wei
Sinematografi: Lutz Reitemeier
Distributor: China Film Group
Rilis: 21 September 2006
Durasi: 86 menit
Negara/Bahasa: China/ Mandarin

Awards:
Berlin Film Festival 20017:
– Golden BEar
Chinese Film Media Awards:
– Best Film and Best Actress

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar