Arsip

Archive for the ‘Film Action’ Category

The Swindlers

Adegan awal film dibuka dengan kekacauan yang terjadi karena kejatuhan saham. Para nasabah yang berinvestasi kemudian banyak yang bunuh diri. Jaksa Park Hae-soo ( )adalah jaksa ambisius yang ikut menangani kasus ini, dan kong kalikong dengan elit politik yang terlibat. Hwang Ji-sung () adalah seorang penipu ulung. Ayahnya yang juga penipu ulung, suatu malam ditemukan tewas gantung diri.

The swindlers (5)

The swindlers (6)

 

Park Hae-soo mencari seorang penipu bernama Jang Doo-chil. Ia membentuk tim yang beranggotakan 3 orang: Suk-dong(), Choon-ja dan Kim. Dalam pencarian Jang, mereka bertemu Ji-sung yang ingin balas dendam pada Jang yang diduga sebagai pembunuh ayahnya. Ji-sung pun kemudian diajak bergabung. Dalam prosesnya, Hae-soo menemukan bahwa ayah Ji-sung sebenarnya adalah orang yang ia bunuh. Berkat ketamakannya, ia pun kemudian menyusun rencana untuk mengadu domba Ji-sung dan Jang. Tapi Ji-sung adalah seorang penipu ulung. Kenyataannya, ia punya rahasia dan rencananya sendiri untuk menghancurkan Hae-soo.

The swindlers (3)

The swindlers (1)

Tak terlalu berekspektasi dengan film ini. Penasaran saja karena castnya terlihat cukup solid: , , , …Dari segi cerita, tak ada yang terlalu baru dari film ini. Menurut saya agak mirip-mirip film , yang dibintangi sama , sementara gaya penceritaannya agak mengingatkan saya sama film -nya . Castnya bermain cukup pas, tapi nggak tahu kenapa, ada sesuatu dari film ini yang terasa kurang greget. Melihat cast utamanya, dan , tadinya saya berharap bisa menemukan bromance dari dua orang yang berkarakter abu-abu (dan juga bromance dengan tim dektektifnya), tapi ternyata ke belakang karakter Park Hae-soo digambarkan begitu jahat dan terkesan dua dimensi. Karakternya juga terasa datar-datar saja, nggak ada kedalaman emosi yang dieksplorasi. Demikian juga dengan cast-cast lainnya, sehingga membuat saya yang nonton nggak terlalu punya ‘ikatan’ dengan karakter-karakternya di sini (saya jadi agak sedikit membandingkan dengan film The Merciless yang menurut saya menyajikan sisi itu dengan bagus). Not bad, tapi juga bukan film yang terlalu berkesan.

Cast:
– Hwang Ji-sung
– Park Hae-soo
– Ko Suk-dong
– Kwak Seung-gun
Nana – Choon-ja
– Kim
Choi Duk-moon – Lee Kang-suk’

Judul: The Swindlers / Ggoon
Sutradara & Penulis: Jang Chang-won
Rilis: 22 November 2017
Durasi: 117 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Iklan

Psychokinesis

Suk-hun ( ) adalah seorang lelaki looser yang meninggalkan anak-istrinya, karena merasa tak mampu menghidupi mereka. Sekarang, putrinya, Ru-mi (), sudah devasa dan hidup cukup mapan bersama ibunya dengan berjualan ayam goreng. Tapi ketenangan itu terusik karena tempat jualan mereka terancam digusur karena ada pengusaha serakah yang hendak mengubahnya jadi tempat wisata. Tak hanya itu, karena ibu Ru-mi juga kemudian meninggal. Suk-hun pun datang untuk melindungi Ru-mi. Apalagi, ia tiba-tiba punya kekuatan super usai minum air di pegunungan. Ia bisa menggerakkan benda-benda dengan hanya menggerakkan tangannya.

Physiconesis (2)

Physiconesis (1)

Dengan kemampuannya, Suk-hun pun kemudian berusaha membantu Ru-mi dan juga orang-orang yang hendak digusur mempertahankan tempat mereka. Hal yang sama sekali tak mudah karena lavannya adalah pengusaha yang berkuasa dan serakah.

Physiconesis (4)

Physiconesis (5)

Ini merupakan bagian terakhir dari triloginya sutradara , setelah dua film sebelumnya, Seoul Station dan . Secara cerita, sebenarnya tidak ada hubungannya sih dengan dua film sebelumnya, tapi secara tema, sama-sama mengangkat cerita hubungan ayah dan putrinya dan juga unsur fantasi yang jadi bumbu film. Dibandingnkan dua filmnya yang bisa dibilang murni fantasi, film ini lebih terasa ‘nyata’ karena mengangkat isu penggusuran. Setelah melihat film-film sutradara ini sebelumnya, tentu tak ada yang diragukan dari kemampuannya dengan gaya penyutradaraan yang unik dan khas. Terutama gayanya yang agak-agak satir. Berbeda dengan cerita tentang manusia super pada umumnya, sosok superhero dalam film ini tidak bisa dibilang hero-hero amat kalau tak mau dibilang antihero. Suk-hun digambarkan sebagai lelaki yang kalah, ayah yang payah dan bahkan sangat canggung memanfaatkan kekuatan supernya. Isu penggusurannya menurut saya agak terkesan ambisius apalagi ada ‘pertempuran’ dengan aparat segala macam, tapi karena sentuhan satir dan gaya main-mainnya sutradara Yeon dengan tokoh utamanya, hal itu menjadi cukup termaafkan. Dibandingkan atau , film ini mungkin terasa ‘lemah’, tapi menurut saya tetap layak diapresiasi.

Physiconesis (3)

Dari segi akting, saya menyukai semua castnya yang cukup solid. , tentu tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Sementara aktris, juga mampu mengimbanginya dengan baik. Beberapa waktu lalu, saya sempat dibuat meringis lihat akting dia yang menurut saya sangat annoying sebagai Nodome Cantabile versi Korea dan konon, ia sendiri juga menyadarinya dan sempat berpikir untuk berhenti dari dunia akting (ia sempat vakum dari dunia akting selama beberapa waktu). Untunglah, sepertinya ia sudah kembali menemukan ‘jalannya’. Meskipun aktingnya belum terlalu matang, tapi ia terlihat cukup smart dalam memilih proyek-proyek filmnya yang hampir selalu melibatkan sutradara dan aktor dengan nama besar. Dengan usianya yang realtif masih sangat muda, saya pikir ia punya masadepan cerah sebagai aktris besar dalam perfilman Korea. Cast lainnya, ada yang juga bermain dengan pas dan lovable. Kemudian juga yang juga cukup berhasil memerankan sosok antagonis. Overall, film yang lumayan.

Cast:
– Shin Suk-hun
– Shin Ru-mi
– Kim Jung-hyun
Kim Min-jae – CEO Min
– Direktur Hong
Yoo Seung-mook – Mr Kim
Lee Jung-eun – istrinya Mr Kim
Kim Young-sun – Ibunya Ru-mi

Judul: Psychokinesis/ Yemryuk
Sutradara & Penulis:
Rilis: 31 Januari 2018
Durasi:101 menit
Distributor: Next Entertainment World
Negara/Bahasa: Korea selatan/Korea

Confidental Assignment

Januari 14, 2018 Tinggalkan komentar

Im Chul-ryung () dan Cha Ki-sung () adalah anggota tentara pasukan khusus Korea Utara. Suatu hari, Ki-sung serakah tiba-tiba menembaki orang-orang dan melarikan diri ke Korea Selatan untuk membangun bisnis narkoba. Chul-ryung yang istrinya yang juga tentara dan ikut dibunuh Ki-sung, ditugaskan untuk mencari dan menangkap Ki-sung. Untuk misinya ini, ia harus bekerja sama dengan kepolisian Korsel. Detektif yang ditugaskan untuk menjadi partner Chul-ryung adalah Kang Jin-tae ().

Confidental Assignment

Confidental Assignment1

Jin-tae adalah polisi yang tak terlalu punya reputasi, tapi seorang yang bertanggung jawab dan merupakan ayah serta suami yang baik. Di rumahnya, ia juga tinggal bersam adik iparnya, Min-young yang pengangguran. Meski menjadi partner Chul-ryung dan Jin-tae sebenarnya ditugaskan untuk menjadi mata-mata satu sama lain, mengingat hubungan kedua negara yang memang penuh curiga. Namun, semakin ke sini, yang namanya sama-sama orang baik, justru mereka mulai bersimpati satu sama lain. Berdua, mereka pun bahu membahu Ki-sung, si public enemy.

Confidental Assignment4

 

Saya penasaran sama film ini karena beberapa waktu lalu, film ini mendapat penghargaan di acara award di Korea sono untuk kategori Best Supporting Actor (Kim Ju-hyeok). Sementara untuk ceritanya sendiri, sebenarnya saya sudah agak underestimate di awal. Sekilas baca sinopsisnya, tentang agen-agenan yang melibatkan Korut dan Korsel, rasanya menjadi tema yang terlalu sering diangkat dalam perfilman Korea. Selain itu, saya juga nggak terlalu suka dengan . Well, dia aktor dengan akting yang cukup bagus dan pilihan proyeknya juga lumayan. Di masalalu, bahkan saya sempet begitu terpesona dengan penampilannya di drama dan World Within. Hanya saja, belakangan, saya merasa bosan saja melihat dia . Entah karena kemampuan akting dia yang memang seperti itu, atau memang karakter yang dimainkannya cenderung mirip-mirip, tapi rasanya tidak ada sesuatu yang ‘wah’ dalam aktingnya. Pun di film ini. Tak heran jika kemudian yang jadi si jahat Ki-sung justru lebih mencuri scene. Termasuk juga , yang memang selalu impresif dengan karakter antiheronya. Ahya, ada juga yang jadi anggota gangster dan aktingnya cukup membuat saya agak pangling.

Confidental Assignment3

Dari segi cerita, seperti dugaan saya, juga nggak ada yang terlalu baru. Cenderung mengulang dari film dengan tema yang sama. Bahkan menurut saya kualitas ceritanya hanyalah sekelas cerita ‘drama seri’ , dengan penokohan yang cenderung ‘one man show’, dimana tokoh utamanya nyaris ‘sempurna’: cakep, dingin, jago berantem, nggak kenal takut, pembela kebenaran, disukai cewek cantik… Kehadiran sosok Jin-tae bersama keluarganya sedikit memberi warna, tapi juga rasanya terlalu umum. Demikian juga penambahan sosok Min-young (), yang dimainkan sama Yoona, yang menurut saya lebih sebagai pemanis saja. Yah, akting lumayan, tapi menurut saya juga nggak istimewa. Tapi mungkin karena memang popularitasnya sebagai idol, bisa dipahami lah kalau ia tetap dipuja-puji. Sosok Ki-sung juga digambarkan terlalu dua dimensi, tanpa ada latar belakang yang jelas, jahatnya minta ampun. Untunglah, mampu memberi ‘nyawa’ pada karakternya sehingga tetap terasa ‘manusiawi’ lewat ekspresi-ekspresinya.
Bukan film yang mengesankan.

Note:
Aktor meninggal dunia pada 30 Oktober 2017 lalu,  karena kecelakaan mobil, selang beberapa hari setelah ia mendapat penghargaan di film ini. Selain sedang berada di salah satu puncak karirnya, ia juga sedang dalam proses hendak menikahi kekasihnya, aktris.. Lee Yo-young. Hmm, sedih ya… Hidup manusia meman tak ada yang tahu…

Cast:
– Im Chul-ryung
– Kang Jin-tae
– Cha Ki-sung
– istrinya Jin-tae
– Park Min-young
Park Min-ha – Kang Yeon-a (anakanya Jin-tae)
Lee Hae-young – Detektif Pyo
– Park Myung-ho

Judul: Confidental Assignment/ Cooperation/ Gongjo
Sutradara: Kim Sung-hoon
Penulis: Yoon Hyun-ho, Hwang Jo-yoon
Rilis: 18 Januari 2017
Durasi: 125 menit
Distributor: CJ Entertainment
Negara/bahasa; Korea Selatan

Award:
The Seoul Awards 2017 :
– Best Supporting Actor ()
– Best Popular Actress ()

Baeksang Art Awards 2017:
– Most Popular Actress ()

The Outlaws

Januari 4, 2018 Tinggalkan komentar

Ma Suk-do () adalah seorang dektektif yang bertugas di sebuah daerah pecinan, yang terkenal sebagai daerah ‘gelap’. Meski begitu, Suk-do adalah detektif terprcaya yang disegani dan mampu pendekatan yang baik dengan tokoh-tokoh yang berkuasa di sana, salah satunya adalah Hwang. Hingga suatu hari, muncul sekelompok gangster yang baru datang dari China di bawah pimpinan Jang Chen () yang brutal.

the outlaws2

Jang Chen, selain brutal juga sulit ditangkap karena tak jelas basisnya. Selain itu, kedatangannya juga membuat risau Hwang. Maka dengan segala daya upaya, Suk-do bersama timnya dan juga mengerahkan bantuan dari masyarakat, berusaha untuk meringkus Jang. Dan ya, untuk endingnya tentu saja bisa ditebak. Tapi yang menjadi seru, karena konon cerita film ini diangkat dari kisah nyata.

the outlaws3

Sebanarnya, saya sudah cukup ‘bosan’ dengan tema gangster pada film Korea. Meski begitu, kadang saya tetap saja penasaran menonton karena kebanyakan film-film seperti ini , meski temanya cukup klise tapi digarap dengan sangat baik. Termasuk film ini. Dan yang membuat saya lebih penasaran karena konon, film ini adalah film dengan produksi yang bisa dibilang jauh dari wah, tapi ternyata kemudian menjadi box office banget (konon film ini menjadi nomor 1 box office Korea selama beberapa minggu, dan bahkan mengalahkan film-film ‘besar’ seperti Ansi Fortress). Sutradaranya bukan sutradara besar dan jajaran pemainnya juga bisa dibilang bukan aktor papan atas dalam perfilman Korea. , , Jo Jae-yun, Jin Seon-kyu… meski cukup populer, tapi bisa dibilang bukan ‘bintang utama’ seperti halnya Song Kang-ho, Sol Kyung-gyu, Hwang Jung-min… Karenanya, ketika kemudian film ini ternyata sukses secara komersil, tentulah karena memang penonton menyukainya.

the outlaws4

the outlaws5

Sekilas, sebenarnya tak ada yang terlalu baru dari film ini. Ceritanya mirip belaka dengan film-film gangster yang sudah-sudah. Bahkan menurut saya, garis besar cerita film ini cukup mirip dengan film Veteran yang dibintangi dan itu: detektif yang tanpa kenal takut dan mengandalkan kerjasama tim berusaha menangkap public enemy. Meski begitu, latar dan penokohan film ini cukup membuatnya berbeda. Pada bagian-bagian awal, saya sempat agak underestimate dan merasa alurnya sedikit membosankan, tapi ternyata semakin ke sini, ceritanya menjadi semakin seru. Plotnya juga terasa utuh dan akting para pemainnya juga terasa solid. Mungkin, sebab itu pulalah film ini kemudian menjadi film yang sukses. Dan mungkin karena memang sejak awal memang film ini dibuat tanpa terlalu berekspektasi, kesannya juga tidak ambisius, tapi justru disitulah film ini menjadi menarik.

Note:
Film ini didasarkan pada kisah nyata, “Heuksapa Incident” yang terjadi pada tahun 2007, dimana para detektif berhasil menangkap 32 orang kriminal yagn merupakan keturunan Korea yang datang dari Yanbian, China.

Cast:
– Ma Suk-do
– Jang Chen
Jo Jae-yun – Hwang
Choi Gwi-hwa – Jeon
Park Ji-hwan – Chang Yi-soo
Ha-joon – Kang Hong-suk
Hong Ki-joon – Park Byung-sik
Heo Dong-won – Oh Dong-gyoon
Jin Seon-kyu – Wei Sung-rak
Kim Sung-kyu – Yang-tae
Cho Jin-woong – cameo Kepala Polisi Regional

Judul: The Outlaws/ Criminal City/ Bum Jeodoshi
Sutradara: Kang Yoon-sung
Penulis: Kang Yoon-sung, Lee Seok-geun
Sinematografi: Joo Sung-rim
Rilis: 3 Oktober 2017
Durasi: 121 menit
Distributor: Megabox Plus M, Kiwi Media Grup
Negara/Bagasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Blue Dragon Awards 2017: Best Supporting Actor (Jin Seon-kyu)

The Merciless

November 5, 2017 Tinggalkan komentar

Han Jae-ho () adalah seorang kriminil papan atas yang sedang dipenjara. Ia merupakan anak buah mafia besar, Ko (), yang sedang dalam incaran polisi. Untuk menghancurkan Ko, pihak kepolisian kemudian mengirim mata-mata yang menyamar ke penjara untuk mendekati Jae-ho. Dialah Hyun-soo (), seorang polisi muda yang cenderung lugu dan sedang kesusahan karena ibunya sakit parah. Demi dijanjikan akan dibantu pengobatan ibunya, Hyun-soo pun akhirnya menerima tawaran itu.

the merciless

the merciless-2

Setelah beberapa aksi, Hyun-soo akhirnya berhasil mendapat simpati Jae-ho dan menjadi kaki tangannya di penjara. Ketika sang ibu tiba-tiba meninggal, Hyun-soo yang berpikir bahwa Jae-ho adalah satu-satunya orang yang peduli kepadanya, mulai berubah haluan. Ia mempercayai Jae-ho dan mengakui penyamarannya. Di sisi lain, Jae-ho yang awalnya berniat ‘mengerjai’ Hyun-soo, mulai jatuh simpati pada karakter Hyun-soo yang tulus. Ketika mereka keluar dari penjara, mereka pun membangun sekutu untuk menghancurkan Ko. Di sisi lain, pihak kepolisian yang mulai melihat perubahan Hyun-soo, mulai curiga dan berusaha mengendalikannya.

the merciless4

the merciless3

Menonton film ini, tak urung membuat saya membandingkan dengan film yang sudah saya tonton sebelumnya, The Prison. Bagaimanapun ceritanya terasa sangat mirip: berlatar penjara, penyamaran, jalinan bromance yang diwarnai pengkhianatan.. Heran juga sih kenapa sineas Korea ini kadang kok kayak menyontek ide satu sama lain. Tapi jangan khawatir kok, karena kedua film ini tetap punya kekhasannya masing-masing. Keduanya menurut saya bukan film yang sangat mengesankan, tapi kalau disuruh memilih, saya lebih menyukai The Merciless. Karakter-karakternya terasa lebih simpatik dan logika ceritanya juga lebih jelas.

the merciless5

Soal akting, tentu tak perlu dipertanyakan lagi. dengan baik memerankan karakter Jae-ho yang multilayered. Bengis, kejam tapi juga tetap memiliki sisi simpatik. Dan pemilihan juga terasa pas. Didukung dengan tampanya yang ‘imut’ ia memang cocok sebagai si maknae yang berkarakter ‘manis’ tapi di sisi lain, juga mampu menampilkan karakter yang lebih dalam. Satu hal yang kurang saya suka dari film ini adalah eksekusi endingnya. Tapi yah, mungkin karena sesuai judulnya: The Merciless…

Cast:
– Han Jae-ho
– Jo Hyun-soo
– Ko Byung-gab
Jeon Hye-jin – Chun In-sook
– Ko Byung-chul
Jang In-sub – Min-chul
Kim Sung-oh – Jung Seung-pil
Choi Byung-mo – Kapten Choi
Kim Ji-hoon – Jung-sik

Judul: The Merciless/ Robber: Bad Men’s World/ Boolhandang: Nabbeun Nomdeului Sesang
Sutradara/Penulis: Byun Sung-hyun
Produser: Lee Jin-hee, Yoon Ji-woon, Park Ji-sung, Ahn Eun-mi
Sinematografi: Jo Hyung-rae
Rilis: Mei 2017 (Cannes FF)
Durasi: 120 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
The Seoul Awards 2017:
– Best Popular Actor ()
Daejong Film Awards 2017:
– Best Actor ()
– Nominasi: Best Film, Best Director, Best Supporting Actor (), Best Supporting Actress (Jeon Hye-jin),

 

 

V.I.P

November 3, 2017 Tinggalkan komentar

Kim Gwang-il ()adalah seorang psikopat yang telah melakukan pembunuhan berantai dimana-mana. Tapi ia adalah putra seorang pejabat penting negara, dan diduga menyimpan rahasia penting yang melibatkan beberapa negara, mulai dari China, AS dan Korut. Hal yang membuatnya ‘kebal hukum.’

VIP-6

Chae Yi-do() adalah seorang detektif idealis dan cerdik yang ditugasi untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang dilakukan Gwang-il. Berkat kerjanya yang gesit, ia telah berhasil mengumpulkan semua bukti yang memang mengarah pada Gwang-il. Namun, usahanya kemudian terhalang karena kepentingan politik intelejen pemerintah.

VIP-4

Park Jae-hyuk ()adalah agen yang ditugasi mengurus hal itu. Awalnya ia yang loyal pada tugasnya, turut berusaha menghalangi usaha Yi-do dan melindungi Gwang-il. Tapi ketika kemudian ia melihat dengan mata kepala sendiri kekejian yang dilakukan Gwang-il, ia pun mulai terusik.

VIP-3

 

Penasaran sama film ini karena memasang bintang-bintang papan atas Korea:, , , ... Pada menit-menit awal, saya cukup menikmati film ini yang terasa intens. Saya juga suka pada karakter polisi keras kepala dan tak kenal takut yang diperankan dengan sangat baik. Dan meski sejak awal sudah diperlihatkan siapa penjahatnya, tapi saya cukup penasaran ke arah mana cerita akan dibawa. Sayang, semakin lama, rasanya cerita kok berputar-putar di tempat saja dan terasa ‘bodoh.’ Oke, masuk akal sih bahwa Gwang-il ‘kebal hukum’ karena posisinya yang dianggap penting, tapi setelah melihat semua kekejian yang dilakukannya terang-terangan, rasanya aneh saja ketika semua orang seperti tutup mata. Dan hanya Yi-do, detektif rendahan, yang mati-matian berusaha menangkapnya. Rasanya kok semua karakter (selain Yi-do) begitu bodoh dan pengecut. Sosok Jae-hyuk yang pada akhirnya memutuskan untuk jadi martir (sorry spoiler) rasanya juga terlalu lambat bereaksi sehingga seolah jadi pahlawan kesiangan.

VIP-1

Banyaknya ‘bintang’ di film ini, agaknya juga membuat si sutradara hendak menjadikan mereka semua ‘tokoh penting’ yang sayangnya rasanya justru jadi tumpang tindih dan wasted (terutama Park Hee-soon). Jang Dong-gun yang memerankan Jae-hyuk kemudian seperti ‘dipaksakan’ untuk jadi tokoh utamanya.

VIP-5

Soal akting sih menurut saya semuanya berakting baik, meski karakter favorit saya adalah Chae Yi-do yang dimainkan dengan effortless. Untuk , lumayan lah meski nggak stellar-stellar amat. Jujur, physicly saya nggak suka sama dia tapi saya berusaha untuk obyektif lah dan menurut saya, aktingnya di film ini lumayan. Dan bahwa ia yang selama ini dikenal sebagai ‘pangeran drama’ cukup saya apresiasi karena berani ambil peran yagn cukup berani sebagai psikopat keji. Overall, not bad.

Cast:
– Park Jae-hyuk
– Chae Yi-do
– Lee Dae-bum
– Kim Gwang-il
Peter Stormare – Paul
Joo Jin-mo – orang NIS
Oh Dae-hwan – Detektif Kim
Jo Woo-jin – Jaksa
Yoo Jae-myung – petinggi Korut
– atasannya Jae-hyuk

Judul:  V.I.P /Beulaipi/Beulaipi
Sutradara/Penulis: Park Hoon-jung
Produser: Park Hoon-jung, Yeon Young-sik
Sinematografer: Ki Young-ho
Rilis: 23 Agustus 2017
Durasi: 128 menit
Distributor: Warner Bross
Negara/bahasa: Korea Selatan/ Korea

 

Low Life (Raging Years)

Oktober 15, 2017 Tinggalkan komentar

Sudah lama browsing ke sana kemari nyari film ini, eh, ujung-ujungnya nemu di Youtube. Untung juga ternyata subscene sudah nyediain subtitle Inggrisnya. Jadilah saya bisa nonton film ini.

Raging Years-1

Film dimulai dari masa sekolahnya Choi Tae-woong (), pemuda berangasan yang suka berantem. Dari cerita sekilas, diketahui kalau Tae-woong tumbuh dalam keluarga broken home. Ibunya selingkuh dan kabur dari rumah. Ayahnya tidak bertanggung jawab. Hal itu pula agaknya yang membentuk jiwa ‘keras’ dalam diri Tae-woong.

Raging Years-5

Raging Years-2

Setelah sebuah ‘insiden’ berantem yang menyebabkan kaki Tae-woong terluka, Tae-woong justru bersahabat baik dengan penikamnya, Oh Seung-moon. Tidak hanya itu, ia bahkan kemudian diangkat anak oleh ayah Sae-moon yang merupakan seorang politikus. Ia juga jatuh cinta dengan kakak Seung-moon, Hye-ok ( ) yang cantik.

Raging Years-8

Selepas lulus sekolah, Tae-woong bergabung dengan sekelompok gangster setelah tanpa sengaja memukul seorang dedengkot gangster. Ketika kondisi politik Korea berubah dan kelompok gangsternya pecah, Tae-woong kemudian menikahi Hye-ok dan memutuskan berhenti dari dunia gangster. Ia kemudian menekuni dunia perfilman dengan menjadi produser. Tapi tidak adanya pengetahuan mendalam soal bisnis film membuat usahanya bangkrut. Dalam keadaan bangkrut dan harus menghidupi anak istri, ia pun menemui rekan gansternya, Sang-pil, yang sudah sukses dengan perusahaan yang berafiliasi dengan CIA. Tae-woong pun kembali menggeluti dunia yang ‘keras.’

Raging Years-9

Perlahan, Tae-woong mendapatkan posisi yang bagus. Ketika Sang-pil menjadi invalid karena tertembak, ia pun mengambil alih posisi manajerial. Singkat cerita, semuanya berjalan mulus bagi Tae-woong. Tapi ya namanya bisnis abu-abu, limpahan harta dan kedudukan membuatnya mulai menjalani hidup berfoya-foya seperti main perempuan, yang tentu saja membuat istrinya berang. Di sisi lain, bisnisnya juga tak selamanya berjalan mulus karena melibatkan jaring-jaring politik.

Raging Years-10

Well, sejak awal, saya sebenarnya tak terlalu berekspektasi pada film ini. Hampir tidak adanya resensi dan sulitnya akses film ini, membuat saya berpikir bahwa film ini memang kurang bagus. Meski begitu, saya tetap ingin menontonnya karena tentu saja, pemainnya:. Selain itu, ternyata film ini juga disutradarai oleh , sutradara kawakan yang sebelumnya sudah kerja bareng Seung-woo di film . Jadi pikir saya, meski mungkin filmnya buruk, tapi karena melibatkan nama dua orang ini, saya yakin tak buruk-buruk amat. Dan memang demikian adanya. Bahkan menurut saya film ini cukup bagus. Ceritanya berbobot, penggarapannya juga terasa qualified dan matang, membuktikan bahwa sang sutradara memang sudah berpengalaman. Hanya saja, memang ada sesuatu yang membuat film ini terasa kurang ‘wah.’ Mungkin karena ceritanya yang lebih seperti ‘kisah personal’ kehidupan seorang anak manusia dalam menghadapi jatuh bangunnya kehidupan, dan lagi si tokoh digambarkan sebagai seorang berkarakter abu-abu yang menggeluti dunia abu-abu, sehingga mungkin terasa kurang dapat pesan moralnya.Apalagi endingnya juga terasa ‘begitu saja.’Tapi overall, menurut saya film ini bagus.

Raging Years-3

Cho Seung-woo yang selalu konsisten dengan aktingnya

Saya sendiri memang menonton film ini lebih karena ingin melihat aktingnya , dan cukup puas dengan penampilannya di sini. Ia bermain dengan apik sebagai Choi Tae-woong yang kasar tapi tetap memiliki sisi simpatik dan seorang family man yang bertanggung jawab. Dan melihat aktingnya, membuat saya merasa semakin kagum sama aktor satu ini. Dan well, saya pun paham bahwa memang ada aktor-aktor yang ‘terlahir’ untuk menjadi tokoh utama. Dan saya pikir, adalah salah satunya. Dan Seung-woo membuktikannya di sini. Di usia yang masih sangat muda (23 tahun) dan juga masih terbilang aktor ‘baru’ di kancah perfilman (debutnya dimulai di usia 19 tahun), tapi difilm ini, ia menunjukkan bahwa dirinya adalah aktor yang sudah sudah ‘matang.’ Dengan screen presence yang hampir 99%, tak sedikit pun ada moment ‘blank’ dalam aktingnya. Aktingnya konsisten dan karismatis. Ia menjelmakan dirinya sebagai sosok Choi Tae-woong sepenuhnya dengan segala karakter-karakternya yang terasa utuh. Love him more and more 🙂

Judul: Low Life / Raging Years/ Haryu Insaeng ( 하류인생)
Sutradara/ Penulis:
Rilis: 21 Mei 2004
Durasi: 105 menit
Negara/Bahasa:Korea Selatan/Korea

Cast:
– Choi Tae-woong
– Park Hye-ok
Kim Hak-jun – Oh Sang-pil
Yu Ha-Jun – Park Seung-mun
Koo Sung-Hwan – Choon-Sik

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar