Arsip

Archive for the ‘Etcetera’ Category

Baeksang Art Awards 2018

Salah satu ajang penghargaan perfilman terbesar Korea kembali digelar: Baeksang Art Awards. Berbeda dengan beberapa penghargaan film Korea yang biasanya digelar di penghujung tahun, Baeksang memang biasa digelar menjelang pertengahan tahun. Ya nggak apa-apa sih, cuma karena beberapa nominasinya biasanya nggak jauh-jauh dari penghargaan lain yang sudah digelar sebelumnya, kadang jadi nggak terlalu surprise lagi karena kadang juga pemenangnnya hampir sama saja. Bedanya sih, Baeksang ini penghargaannya nggak cuma untuk kategori film, tapi juga acara TV. Jadi memang kayaknya lebih besar dan bergengsi.

 

IMG_20180504_205406

Big YES buat Jo Seung-woo. So happy for him ūüôā

Dan Baeksang tahun ini, cukup saya nantikan karena aktor favorit saya *ehm* , masuk nominasi sebagai Best Actor untuk perannya di drama . Dan saya cukup berharap dia menang, karena memang menurut saya dia layak menang. Apalagi jika dibandingkan nominasi lain, menurut saya dia cukup unggul. Di kategori ini, dia bersaing dengan (Money Flower), Kim Sang-joong (Rebel: Thief Who Stole the People), Cheon Ho-jin (My Golden Life) dan (Fight for My Way). Selain dan Fight for My Way, saya belum nonton drama yang lain, jadi nggak bisa komentar. Tapi mengingat kalau mereka adalah aktor-aktor senior, saya pikir mereka memang layak dapat nominasi ini. Yang agak membuat saya mengerutkan kening adalah masuknya nama . Aktingnya cukup bagus, tapi juga rasanya nggak ada yang istimewa, belum lagi dramanya sendiri yang juga biasa banget. Ada aktor lain yang main lebih bagus dan juga dramanya lebih berkualitas ( di Live Up Your Name, misalnya).

IMG_20180504_205419

Seneng lihat foto ini. Jo bareng Om Kim, hehe

Tapi yah, sudahlah. Yang jelas saya senang banget karena ternyata benar-benar menang. Dan dia juga kelihatan senang banget. Bisa dipahami lah, karena ini adalah penghargaan Baeksang pertama dia untuk kategori drama. Dan tentu saja ini mengagumkan, karena artinya, dia adalah aktor yang pernah dapat Best Actor Baeksang di dua kategori sekaligus: Film dan TV. Ohya, jangan lupa juga dia juga adalah Best Actor di ajang musikal. Dan mungkin juga dia satu-satunya aktor Korea yang pernah dapat penghargaan Best Actor di 3 bidang sekaligus: film, drama, musikal. Sepengetahuan saya sih, kayaknya belum ada aktor Korea lain yang sukses di tiga bidang sekaligus seperti dirinya. Aktor besar seperti Song Kang-ho, misalnya, meski langganan dapat award untuk film, tapi memang hanya konsen di film dan nggak pernah main drama. Beberapa aktor yang sukses di drama seperti Jisung atau , karirnya di film nggak terlalu mengesankan. Demikian juga dengan mereka yang berlatar musikal seperti Jo Jung-suk, Jo Woon, Ji Chang-wook, meski sukses di drama tapi nggak terlalu sukses di musikal. Big applause lah buat . Dan sebagai penggemarnya, saya berdoa, ke depan dia akan sukses terus. Apalagi tahun ini, film dan dramanya akan tayang. Semoga saja, dua proyeknya ini juga akan sukses besar.

Untuk pemenang kategori lain, saya nggak terlalu care sih. Hehe. Tapi menurut saya sudah pas lah, karena ternyata pemenangnya memang aktor/aktris yang memang kemampuan aktingnya nggak diragukan lagi. Kategori Best Actress dramanya adalah , yang memang sudah masuk kategori aktris veteran. Untuk kategori supporting aktor/aktrisnya adalah () dan (Should We Kiss First). Untuk Best New Actornya ada Yang Se-Jong (Temperature of Love) dan Heo Yool (Mother).

Untuk kategori film, Best Actor diraih sama dan Best Actressnya . Khusus untuk , melihatnya berdiri satu berdampingan dengan sama-sama dapat penghargaan untuk Best Actor, saya merasa senang. Keduanya berteman baik di kehidupan nyata (mungkin seperti hyung-dongsaeng), dan kemudian sama-sama dapat penghargaan seperti itu, pasti rasanya cukup istimewa.

IMG_20180504_205308

Ho Yeol, aktris cilik yang dapat penghargaan pendatang baru terbaik. Keren ya,

Kategori Best Supporting Actor diraih aktor yang juga veteran, (1987: When The Day Comes) dan () untuk Best Supporting Actress. Saya sudah lihat aktingnya di sana, dan memang penampilannya cukup stellar dan membuat saya jadi agak membandingkannya dengan aktris yang juga main disana. jauh lebih populer dan jam terbangnya juga cukup tinggi (secara usia juga lebih tua 6 tahun), tapi agaknya dia memang masih perlu banyak belajar untuk jadi aktris yang bagus.

Best New Actor diraih Koo Gyo-Hwan (Jane) dan Best New Actress diraih (). Yah, agaknya tahun ini adalah rising yearnya Choi , karena dia menyabet gelar ini di hampir semua ajang penghargaan film. Dan menurut saya memang sangat layak, karena penampilannya memang bagus banget di sana.

IMG_20180504_205322

Jung Hae-in yang lagi naik daun.

Kategori Most Popular Actor diraih sama aktor pendatang baru, . Karena drama romantisnya bareng aktris papan atas , aktor satu ini mendadak populer banget akhir-akhir ini, dan digadang bakal jadi next Hallyu Star seperti atau . Dengan berbekal tampang yang cakep, karakter romantis di drama yang ngehits, agaknya memang membuatnya banyak disukai fans. Saya sendiri kadang agak sinis sama aktor-aktor dengan label most popular, karena menurut saya kualitas seorang aktor dibuktikan dari seberapa bagus ia berkarya bukan cuma karena cakep dan populer. Untuk Most Popular Actress diraih sama. Yah, saya sudah sering baca kritik terkait aktingnya yang payah, tapi tetap saja, sepertinya banyak sekali fans yang tetap suka sama dia. Mungkin karena posisinya sebagai idol dan juga wajahnya yang dianggap cantik.

IMG_20180504_205334

yang langganan penghargaan paling populer.

Untuk Grand Prize kategori film diraih oleh film “1987: When The Day Comes” dan untuk kategori drama, diraih , yang memang juga sangat layak meraihnya. Meski secara rating nggak tinggi-tinggi amat (sekitar 7%,¬†sebenarnya cukup tinggi untuk TV kabel, tapi¬†sebagai perbandingan, Goblin kalau nggak salah ratingnya sampai 18%¬† ), tapi impact drama ini memang cukup fenomenal. Banyak orang memperbincangkannya dan memuji-mujinya (bahkan drama ini masuk Best Drama di media Amerika). Dan ya memang layak diapresiasi karena dari semua segi drama ini nyaris sempurna. Berbeda misalnya dengan beberapa drama yang juga pernah dapat Daesang seperti DoTs atau Goblin. Meski populernya minta ampun dan ratingnya juga tinggi, kedua drama ini memiliki lubang disana-sini. Kategori Best Drama diraih Mother dan Best Film diraih .

Sedikit catatan, untuk kategori TV, mayoritas pemenang dan nominasinya adalah dari TV kabel, karena memang belakangan, TV-TV kabel lah yang memproduksi drama-drama bagus dengan cast yang bagus pula. Dan harusnya sih hal ini jadi refleksi stasiun TV-TV besar untuk menghasilkan karya lebih bagus kalau nggak mau ditinggal penontonnya. Bahkan masuknya drama Fight My Way dan juga aktor di kategori nominasi Best Drama dan Best Actor saja menurut saya nggak layak, karena sebenarnya ada drama dan aktor yang lebih bagus. Tapi ya, mungkin sebagai bonus lah biar KBS nggak malu-malu amat, haha.

Overall, chukae untuk semua pemenang!

Daftar pemenang dan nominasi:
Kategori Film:
Grand Prize (Daesang): “1987: When The Day Comes”

Best Film: “ / 1987: When The Day Comes/ / / (

Best Director:  ( )/ Yang Woo-Seok (Steel Rain)/ Jang Joon-Hwan (1987: When The Day Comes)/ ( ()/ Hwang Dong-Hyuk ()

Best Screenplay: Kim Kyung-Chan (1987: When The Day Comes)/ ()/ Uhm Yoo-Na ( (/ Yang Woo-Seok & Jung Ha-Yong (Steel Rain)/ Hwang Sung-Goo ()

Best Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ ()/ (Steel Rain)

– Best Actress: ()/ ()/ ()/ (Be with You)/ ()

– Best Supporting Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ Jo Woo-Jin (Steel Rain)/ ()

– Best Supporting Actress: ()/ Yum Hye-Ran ()/ (Warriors of the Dawn)/ ()/ ()

– Best New Director: ()/ (The Running Actress)/ Shin Joon (Yongsoon)/ Cho Hyun-Hoon (Jane)/ Jeon Go-Woon (Microhabitat)

– Best New Actor: Koo Gyo-Hwan (Jane)/ Kim Sung-Kyu ()/ ()/ Lee Ga-Sub (The Seeds of Violence)/ Heo Sung-Tae ()

– Best New Actress: ()/ Nana (The Swindlers)/ (Yongsoon)/ ()/ Lee Joo-Young (Jane)

Kategori TV:
– Grand Prize (Daesang):

Best Drama: Mother (tvN)/ Misty (JTBC)/ Fight for My Way (KBS2)/ My Golden Life (KBS2)

Best Director: Kim Yun-Cheol (The Lady in Dignity)/ Kim Cheol-Kyu (Mother)/ Mo Wan-Il (Misty)/ ()/ ()

Best Screenplay: ()/ Baek Mi-Kyeong (The Lady in Dignity)/ Im Sang-Choon (Fight for My Way)/ Jung Bo-Hoon ()/ Jung Seo-Kyoung (Mother)

– Best Actor: () / Kim Sang-Joong (Rebel: Thief Who Stole the People)/ (Fight for My Way)/ (Money Flower)/ Cheon Ho-Jin (My Golden Life)

Best Actress: (Misty)/ Kim Sun-A (The Lady in Dignity)/ Kim Hee-Seon (The Lady in Dignity)/ (My Golden Life)/ (Mother)

– Best Supporting Actor: ()/ Bong Tae-Gyu (Return)/ Ahn Jae-Hong (Fight for My Way)/ (), Jung Sang-Hoon (The Lady in Dignity)

– Best Supporting Actress: (Should We Kiss First)/ Na Young-Hee (My Golden Life)/ (Avengers Social Club)/ Song Ha-Yoon (Fight for My Way)/ Jeon Hye-Jin (Misty)

– Best New Actor: Yang Se-Jong (Temperature of Love)/ Kim Jung-Hyun (School 2017)/ ()/ Woo Do-Hwan (Save Me)/ ()

Best New Actress: Heo Yool (Mother)/ Dasom (Unni Is Alive)/ Kim Se-Jeong (School 2017)/ Seo Eun-Su (My Golden Life)/ Won Jin-A (Rain or Shine)

Most Popular Actor & Actress: &

Plus-plus:

Masih dari Baeksang, ada hal yang kurang menyenangkan terjadi. Gara-gara hal remeh temeh: posisi foto. dikritik netizen gegara foto di tengah barisan paling depan. Padahal dia cuma dapat penghargaan kategori populer yang nggak terlalu bergengsi. Sementara dan   yang dapat Best Actor/Actress saja berdiri di samping dan yang paling parah tentu yang bahkan berdiri di barisan kedua. Saya pribadi, sebelum kontroversi ini muncul, juga agak-agak nggak nyaman sih lihat posisi yang nyempil di belakang, padahal dia kan pemenang Best Actor Film dan juga adalah aktor yang jauh lebih senior kemanna-mana? Secara, posisi senior-juniornya orang Korea kan terkenal kental banget. Dan ternyata memang kemudian hal ini menyulut reaksi publik.

JHI pun kemudian dibanding-bandingkan sama aktor yang juga dapat penghargaan Most Popular sebelumnya, dan ketika disuruh foto di barisan paling depan bareng Jun Ji-hyun yang dapat Best Actress dan juga lawannya main di drama, ia malah sibuk nyari posisi di belakang (saya lihat videonya dan cukup lucu melihat bagaimana seperti nyari posisi yang bener-bener bisa membuatnya nggak narik perhatian). Perbandingan lainnya , yang jadi pasangannya JHI untuk kategori Most Popular. Dalam sesi foto ini dia  langsung ambil posisi di belakang yang agak nyempil. Meski saya nggak terlalusuka dia ketika berakting, tapi kayaknya dia memang punya nice personality dan mungkin hal itu pula yang membuatnya dicintai fansnya.

IMG_20180505_152717

Yah, sebenarnya kasus yang nggak penting sih, tapi memang agak menjadi persoalan karena berkaitan dengan imej, hal yang cukup penting bagi seorang public figure. Apalagi, belakangan ini memang lagi populer-populernya dan sepertinya juga jor-joran dipromo-in buat jadi bintang papan atas, dan dengan munculnya kasus ini, jadi agak ironis melihatnya. Baru juga mau populer, eh, kesandung kasus. Saya pribadi, bukan fansnya JHI jadi nggak tahu gimana-gimananya dia. Akting dia yang saya lihat cuma di dan menurut saya cukup bagus, meski nggak stellar. Saya baca, aktingnya di drama terbarunya, Pretty Noona juga nggak hebat-hebat amat, tapi menjadi populer karena berpasangan sama aktris besar .Dari segi face, dia memang cukup menarik: tinggi, cakep dan enak dilihat.

Dengan adanya kontroversi ini, saya juga jadi agak-agak heran kenapa dia melakukan hal itu. Konon sih karena dia di suruh sama staf. Nggak tahu, apa karena karena terburu-buru, jadi stafnya nyuruh dia cepat-cepat ambil posisi atau stafnya pengin promosiin dia yang memang lagi naik daun. Jika yang kedua, menurut saya agak aneh sih, karena stafnya kan juga orang Korea yang seharusnya tahu kalau posisi di tengah itu seharusnya bukan buat dia.

Terus lagi, JHI sendiri. Meski mungkin memang beneran di suruh di tengah, tapi masa iya dia begitu ‘polos’nya nggak tahu kalau posisi itu nggak cocok buat dia? Dia orang Korea tulen dan juga sudah cukup lama menekuni dunia akting (sekitar 6 tahun), secara usia juga sudah cukup matang (30 tahun) dan karenanya, seharusnya cukup tahu unggah-ungguh semacam itu. Banyak fans dia yang bela kalau hal itu terjadi karena suasananya cukup crowded sehingga mungkin dia nggak nyadar posisinya. Bukan bermaksud jadi hater sih, tapi kalau saya lihat cuplikan videonya sebelum sesi foto itu, sebenarnya suasananya nggak riuh-riuh amat. Dia termasuk yang berdiri di tempatnya sejak awal, dan kelihatan mager aja di posisinya sementara yang lain-lain sibuk ngatur posisi di belakang. Nggak noleh kiri kanan untuk melihat dimana posisi dia. Dia pasti tahulah kalau ada yang berdiri pas di belakang dia dan juga di samping, tapi kayaknya nggak ada tuh inisiatif dia nawarin atau seenggaknya bungkuk kanan kiri kasih hormat ke senior kek (sedikit membandingkan dengan sesi foto pas cuma , dan ,¬† dengan gerakan sopan meminta untuk berdiri di tengah-tengah, padahal kelihatannya mereka cukup akrab lho). Entah karena JHI ini memang orangnya nggak peka atau mungkin terlalu bingung dengan situasinya (mungkin dia masih bingung karena mendadak jadi orang terkenal). Tapi tetap terasa aneh sih, karena kayaknya, orang-orang di¬†sekitarnya juga ngeh dengan situasi itu dan kayak saling berbagi pandang gitu di belakang sementara JHI kelihatan tenang-tenang saja.

Whataver, ini cuma masalah kecil sih. Dan semoga saja ini jadi pelajaran buat dia karena kalau nggak, mungkin bisa ngefek ke karirnya ke depan. Popularitas itu biasanya hanya sekejap mata, karena bakal ada bintang-bintang baru yang menggantikannya. Dan untuk jadi aktor yang bisa bertahan bertahan di industri semacam itu, kayaknya juga nggak cukup cuma modal kemampuan akting belaka, tapi juga karakter personal yang membuat orang-orang di sekitarnya bakal nyaman kerja bareng.

Iklan

K-Variety: Youth Over Flowers

April 5, 2018 Tinggalkan komentar

Bisa dibilang, saya adalah Korea-mania. Sejak awal booming drama Korea di awal tahun 2000an, saya sudah mulai menjadi salah satu penggemarnya. Demikian juga dengan film-filmnya. Karena memang cukup mudah mengaksesnya (rental CD :P), saya hampir selalu update. Meski begitu, butuh waktu yang lama bagi saya untuk kemudian menyukai variety show Korea–yang sebenarnya juga sama populernya dengan drama atau film mereka. . Dulu-dulu, saya tak pernah terlalu berminat pada K-variety show. Waktu itu, saya berpikir kalau variety show itu cuma acara konyol-konyolan yang kadang slapstick atau banyak direkayasa. Selain itu, kalau saya baca-baca sekilas, kebanyakan variety show Korea episodenya panjang-panjang, hingga ratusan. Cast-nya kebanyakan juga melibatkan seleb-seleb yang tak familiar bagi saya, sebagian besar para idol yang tak saya gemari. Hingga sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, saya mulai menononton variety show Youth Over Flowers-nya PD Na yang terkenal itu. YOF yang pertama kali saya tonton adalah edisi Iceland. Itu juga lebih karena saya penasaran dengan castnya yang merupakan para aktor drama dan cukup saya favoritin: , , (plus Lee Sang-hoon). Acaranya bagus, dan kemudian saya browsing acaranya PD Na yang lain dan jadi penasaran sama YOF sebelumnya, yang kebetulan castnya juga saya ‘kenal’ (terutama ). Berikut daftar YOF yang saya tonton:

1. Laos Trip
Cast: , ,
Tayang: tvN, 1 September – 10 Oktober 2014 (6 episode)
Rating: rata-rata 5%

yoflao

Trip ini terdiri dari 3 orang bintang : , dan Baro. Mungkin akan lebih seru kalau seluruh cast utamanya seperti Jung Woo dan Kim Sung-kyun juga ikutan. Tapi mungkin karena ketidakcocokan jadwal sehingga dua yang lain tidak bisa ikut. Pun trip ini dibuat setelah beberapa waktu usai tayang karena konon cukup sulit mencari jadwal senggang para castnya. Yah, agaknya kesuksesan seri Reply yang mereka bintangi mengantarkan mereka menjadi semakin populer.

Laos Trip diawali dengan acara hidden camera untuk ketiga cast. Mereka dibohongi untuk membuat semacam video promo tvN dan juga dibohongi kalau besoknya mereka bakal ada syuting CF ke luar negeri segala macam. Dan dua jam sebelum keberangkatan, PD Na, baru mengungkap kebenarannya. Jelas saja, semua keki dibuatnya tapi cukup surprise kecuali yang terbengong-bengong kaget. Dan begitulah proses ‘penculikan’ itu dimulai.

Senangnya menonton variety show seperti ini karena jadi bisa melihat sifat asli seorang aktor di balik layar. Meski kadang hal ini juga berisiko membuyarkan imaji tentang sosok yang mereka perankan di drama. Di sini, tampak deh karakter ketiga cast-nya yang cukup berbeda dari yang selama ini terlihat di TV. misalnya. Saya selalu menyukai akting Yoo. Melihat karakter-karakter yang diperankannya, saya mengira dia adalah sosok yang introvert dan ‘bersih.’ Ternyata, baru ketahuan kalau dia sosok yang cukup ramai ( meski memiliki sisi jaim), percaya diri, sangat well organized tapi juga memiliki jiwa adventerous dan sepertinya juga agak playboy. Dia satu-satunya yang memiliki pengalaman sebagai traveller dan terlihat begitu antusias menikmati perjalanan. Dia terlihat menikmati saja berbelanja di pasar tradisional, menikmati jajanan pinggir jalan, jalan bolak-balik di panas terik cuma buat cari penginapan dan menikmati apa saja atraksi wisata yang ada. Pokoknya, dia ini jenis traveler yang enjoy everything dan sekaligus teman yang care.

Berkebalikan sama Yeon-seok, konon tak pernah bepergian keluar negri dan naik pesawat jauh. Satu-satunya tempat ia bepergian jauh itu cuma Pulau Jeju. Pokoknya, kesannya ‘ndeso’ banget lah si Ho-jon ini, hehe. Belum lagi karakternya yang terkesan cuek habis. Di awal, dia terlihat ogah-ogahan dan kurang menikmati perjalanan (kayaknya dia punya persepsi kurang menyenangkan karena bepergian ke negara yang kurang maju). Salut juga karena Yeon-seok sepertinya begitu sabar menghadapi sikapnya. Konon, keduanya memang bersahabat baik di kehidupan nyata. Dan sifat keduanya yang bertolak belakang, sepertinya membuat mereka saling melengkapi. Meskipun sifat Ho-jon ini cenderung asal, tapi terkesan juga kalau dia itu teman yang lucu, hangat dan menyenangkan.

yoflao1

 

Terakhir adalah cast yang paling muda, . Saya selalu berpikir bahwa idol, anak boyband pula adalah sosok yang cenderung jaim dan pastilah sibuk mengurusi penampilan. Tapi meruntuhkan persepsi saya. Dia cukup peduli dengan gaya tapi tidak sampai berlebihan. Karakternya khas anak muda banget, yang masih belum banyak pikiran. Agak childish tapi tidak sampai annoying. Seperti Yeon-seok dia juga sangat antusias pada hal-hal baru. Dia selalu ceria dan menjadi mood maker perjalanan.

Perjalanannya sendiri cukup seru. Kebetulan saya punya planning ke Laos sudah dari dulu-dulu dan belum kesampaian dan menonton acara ini sedikit memberi saya gambaran tempat-tempat wisata di sana dan membuat saya semakin ingin kesana. Di atas semua itu, ketiganya menunjukkan bromance yang nyata dan menyenangkan. Meski bisa dibilang Yeon-seok yang kemudian dijulik Mommy Yeon-seok paling kerepotan mulai dari mengurus keuangan dan hampir semua rencana perjalanan tapi dia terlihat enjoy karena selalu ingin menyenangkan orang lain ( I can feel him), dan teman-temannya juga oke saja dengan segala keputusannya. Meski kesannya memang jadi ketergantungan banget sama Yeon-seok.

2. Iceland Trip
Cast: Jung Sang-hoon, , ,
Tayang: tvN, 1 Januari – 1 Februari 2016 (7 episode)
Rating: 6,7% – 8,5%

yof Iceland_3.jpg

Seperti saya tulis di atas, ini adalah variety show Korea dan juga seri YOF pertama yang saya ikuti. Perjalanan ini dimulai oleh tiga cast terlebih dahulu, karena Kang Ha-neul, si maknae, sedang ada acara dan sedianya akan menyusul kemudian.

Berbeda dengan seri sebelumnya(Laos) yang pernah main drama bareng, cast kali ini terhubung dengan cara yang berbeda-beda. Sang-hoon ( saya baru kenal dia di acara ini, walaupun ternyata wajahnya cukup familiar sebagai supporting actor di beberapa drama) ini ternyata adalah sahabat baiknya Jung-seok dan sama-sama aktor musikal. Mereka telah melewati masa-masa sulit bersama (mereka pernah tinggal bareng) dalam membangun karir sebagai aktor, sehingga bisa dibilang persahabatan mereka erat banget. Dan memang, kelihatan banget kalau mereka berdua kompak dan saling melengkapi. Sementara terhubung karena pernah main drama bareng (You’re The Best Lee Soon-shin) dan mereka sebaya (sama-sama kelahiran 1980). Di awal-awal terasa sih, kalau ini kayak ‘orang ketiga’ bagi Jung-seok dan dan Sang-hoon. Tapi tidak sampai kaku, karena Jung woo ini orangnya terkesan sangat carefree, hangat dan terbuka. Terakhir, terhubung lewat Jung-seok karena pernah satu panggung di musikal dan lewat karena membintangi film yang sama ( ).

yoficeland.jpg

Meski proses persahabatan mereka berbeda-beda, tapi keempatnya langsung nyambung dan menjadi teman perjalanan yang kompak karena karakter mereka yang bisa dibilang mirip: sama-sama humble dan punya passion yang sama pada akting.

Sang-hoon yang secara usia memang paling senior, bertindak sebagai leadernya. Sikapnya cenderung tidak banyak basa-basi, tapi selalu bersikap sebagai seorang kakak tertua yang bijaksana dan penuh tanggung jawab. Dia juga yang paling pede dan penuh ide kreatif membuat suasana penuh humor dan tawa.

Jung-seok karakternya tak jauh berbeda dengan karakternya di layar; kalem, agak penggugup, cenderung penuh kendali tapi juga memiliki sisi hangat dan lembut yang membuat orang nyaman. Sementara , adalah jenis orang yang dengan mudah berbaur dengan siapa saja. Meski sikapnya cenderung asal (mirip karakternya di ), tapi dia memiliki sisi care pada orang-orang di sekilingnya. Sering tertangkap kamera, dia tanpa canggung memeluk atau merangkul hangat siapa saja di dekatnya. Dan bagaimana ia seperti tanpa sadar memberikan perhatian-perhatian kecil pada rekannya.

Terakhir, . Meski yang paling muda dan bisa dibilang gap usianya cukup jauh (10 tahunan), tapi dia terlihat dengan mudah membaur dengan para hyungs. Sebagai sosok generasi 90-an, Ha-neul ini memang terkesan mature baik dari segi perawakan maupun sikap. Dia adalah maknae yang sangat manis. Berbeda dengan Baro yang meletup-letup, Ha-neul lebih terkontrol dan selalu berusaha tidak menyinggung para hyung. Dia adalah jenis orang yang tak bisa mengatakan ‘tidak.’ Mungkin cenderung membosankan untuk orang semuda dia, tapi tentu saja tak ada yang salah memiliki karakter yang manis bukan? Ha-neul terlihat lebih nyaman dengan Jung-seok dan Jung Woo sementara dengan Sang-hoon terlihat lebih berjarak, mungkin karena gap usainya terlalu jauh dan juga karakter Sang-hoon yang cenderung blak-blakan.

yof_iceland.jpg

Tapi di atas semua itu, chemistry bromancenya juga terasa kuat. Berbeda dengan Laos Trip, tak ada karakter yang terlalu menonjol di sini. Semuanya kompak dan saling mengisi, mungkin karena sama-sama sudah berusia matang (kecuali Ha-neul). Karena memiliki latar belakang profesi yang sama, mereka memilki selera humor yang sama dan passion yang sama. Joke-joke mereka selalu nyambung. Persahabatan mereka terasa natural dan karakter-karakternya terasa sangat down to earth. Mereka terlihat sekali memilki passion sebagai aktor dalam arti sebenarnya, sebagai pekerja seni, bukan selebriti sehingga gaya hidup dan pemikiran mereka juga terlihat jauh dari glamour. Merela selalu mentertawakan kebodohan-kebodohan mereka dan karena pernah merasakan hidup susah, mereka terlihat menikmati hidup ngirit tanpa pernah mengeluh…. Perjalanan mereka terasa sangat bernyawa. Penuh humor dan tawa.

Dan pemilihan tempatnya ? Awalnya saya tak habis pikir kenapa Iceland jadi pilihan? Apa menariknya coba, negeri di dekat kutub yang pastilah dingin bukan main. Tapi melihat acara ini, membuat saya memandang Iceland dengan cara berbeda. Ternyata di Islandia juga ada kehidupan yang hangat dan semarak. tempat-tempat wisata yang meski dingin tapi indah permai. Dan tentu saja, Aurora Borealis yang menakjubkan. Menonton acara ini membuat saya jadi ingin mengunjungi Islandia suatu saat nanti. Semoga saja.

3. Africa Trip
Cast: , , , ,
Tayang: tvN, 19 Februari – 1 April 2016 (7 episode)
Rating: rata-rata 8 %

yofafrika

Lagi-lagi, trip kali ini tak terlalu lengkap karena salah satu cast , Lee Dong-hwi tak bisa ikut (karena sibuk syuting). Agak disayangkan karena melihat sifat badut Dong-hwi, pastilah tambah ramai dan seru kalau dia ikut. Di antara trip Over Flowers, ini adalah rombongan trip paling muda meski tak bisa dibilang sangat muda juga karena Jun-yeol dan Jae-hong sudah berumur 30 tahun.

Tim diculik ketika mereka sedang rekreasi bersama tim Reply di Phuket, kecuali Bo-gum yang pulang duluan karena ada acara di Korea. Ryu Jun-yeol yang ternyata memang suka traveling dan punya planning ke Afrika, terlihat paling surprise. Sementara Kyung-po yang memang sedang sedikit berkasus menangis karena terharu. Jae-hong kelihatan pasrah saja dan Bo-gum juga antusias.

Maka dimulailah perjalanan ke Namibia bertiga, sementara Bo-gum menyusul kemudian. Melihat perjalanan mereka, banyak yang komen kalau cast nya punya karakter yang mirip banget sama karakter mereka di Reply, terutama Bo-gum. Dia yang paling muda dan terkenal paling santun dan baik dan karenanya, dicintai oleh semua hyung. Aslinya dia memang mirip karakter Taek di Reply yang terlihat rapuh dan tak bisa melakukan apa-apa. Dia bahkan ketinggalan pesawat dan beberapa kali dia nabrak ketika mencoba menyetir. Di tambah lagi sifatnya yang culun dan mudah banget tersentuh. Dia adalah jenis orang yang akan sangat mudah memuji orang dengan tulus dan menangis terharu hanya karena hal-hal kecil . Tapi salut-nya, Bo-gum cukup berani melakukan hal-hal menantang seperti bungee jumping, rafting, mobil-mobilan di gurun yang panas terik… Di satu sisi kadang dia terlihat manly tapi di sisi lain kadang agak terlihat sissy (konon dia punya latar belakang hidup yang kurang mengenakkan karena ayahnya bangkrut dan ibunya sudah meninggal sejak ia kecil).

Dan leader dari perjalanan ini adalah yang memang sudah berpengalaman travelling. Di antara semua cast over flowers, sepertinya Ryu ini yang paling capable. Tidak seperti Yeon-seok yang perfeksionis, Jun-yeol lebih santai dan terlihat sangat menikmati semua perjalanan ala backpacker sejati. Pokoknya dia itu terkesan anak muda kekinian banget, yang suka petualang dan jiwa leadernya kelihatan. Wajar kalau kemudian Bo-gum tampak begitu mengaguminya. Kepribadiannya juga terlihat sangat nice. Dia tanpa sungkan mengobrol dengan orang baru dan sesekali terlihat dia ngobrol akrab dengan kru juga. Kesannya humble dan nggak sok seleb (yah, bagaimanapun dia baru banget jadi aktor terkenal). Dia juga cukup filosofis dalam memaknai perjalanan seperti moment-moment ketika dia ingin sendirian menikmati keindahan alam.

Jae-hong terihat cukup enjoy dengan perjalanan ini meski dengan segala keterbasannya. Dia tak punya pengalaman travelling dan juga tak terlalu suka bertualang. Selain itu, karena badannya yang tambun, ia juga agak susah gerak dan terlihat muduah kelelahan. Meski begitu, ia tak pernah mengeluh dan selalu tertawa. Sepertinya sih dia lebih menikmati kebersamaan dengan teman-temannya bukannya petualangannya. Karenanya, dia nyaris tak pernah berani mencoba hal-hal baru.

Kyung-po agak jauh dari yang saya bayangkan karena selama ini saya pikir dia tipikal pretty boy. Ternyata gayanya sangat cuek dalam berpakaian. Dengan cuek dia pakai tank top cewek warna ungu dan sepertinya tak risau kalau kulitnya menjadi gelap terbakar matahari. Tapi di antara semua, ada kesan si Kyung-po agak kurang ngeblend. Sesekali terlihat dia memisahkan diri atau sibuk dengan ponselnya ketika yang lain bercanda. Belakangan di ending acara dia memang cerita kalau dia merasa punya beban (dia sedang diberitakan memiliki skandal saat itu). Belum lagi tugas mengatur keuangan yang sepertinya cukup sulit dia lakukan (di hari terkahir mereka kehabisan uang).

yofafrika1.jpg

Tapi secara umum, chemsitry bromance mereka meski tak sekuat Iceland terlihat cukup kompak. Bisa dipahami juga sih karena mereka rata-rata baru kenal di casting Reply (kecuali Jun-yeol dan Jae-hong yang katanya sudah lama temenan). Alam Afrika juga terlihat indah permai dan lagi-lagi membuat saya ingin berkunjung kesana. Meski entah bagaimana, mungkin karena udara yang panas dan perjalanan darat yang panjang, yang membuat krunya mungkin juga kelelahan, sehingga beberapa bagian terasa membosankan karena berisi perjalanan belaka dan suasana kemping masak masakan yang diulang-ulang. Para castnya mungkin juga tidak terlalu pandai melucu sehingga sepertinya kurang footage-nya.

Acara ini juga mendapat kritik karena ada adegan ketika castnya berenang di kolam sambil melempar-lempat underwear dan sarapan cuma pakai piyama… Hal yang dianggap netizen kurang sopan. Yah, memang ada kesan tim ini terkesan ceroboh dalam beberapa hal, hal yang mungkin wajar mengingat usia mereka yang bisa dibilang masih cukup muda (Ryu dan Jae-hong meski sudah 30-an, tapi memang secara karakter masih ‘anak muda’sekali). Selain itu, tim ini juga terlihat terlalu sadar kamera yang sibuk selfie di sana sini dan berpose di depan kamera nyaris setiap saat. Berbeda dengan Iceland atau Laos yang terlihat natural (mungkin karena generasinya beda; generasi gadget).

Catatan:
Selain, edisi di atas, ada dua seri YOF yang lain:
Peru Trip. Merupakan edisi pertama. Saya belum nonton karena nggak nemu linknya dan juga sudah agak terlalu lama. Castnya: Yoon Sang, You Hee-yeol, Lee Juck . Edisi ini tayang Agustus – September 2014, dengan rating rata-rata 4%: )
Australia Trip. Saya juga belum nonton edisi ini dan belum berminat. Saya nggak terlalu suka sama castnya, boyband Winner (Kim Jin-woo, Lee Seung-hoon, Song Min-ho, Kang Seung-yoon) dan nggak tahu juga kenapa PD Na mengcast idol semua. Saya baca-baca di internet, juga nggak banyak ulasan tentang edisi ini dan ratingnya juga nggak terlalu bagus. Malah paling rendah dibanding edisi-edisi sebelumnya. Edisi ini
tayang: November 2017 – Januari 2018) , rata-rata ratingnya cuma sekitar 2 %.

Ke depan, semoga Na PD, akan kembali membuat edisi Over Flowers dengan cast-cast yang tak kalah kerennya. Cast impian saya, my fave actor, , karena di kehidupan nyata dia sepertinya orang yang lucu dan asyik. Mungkin castnya bareng teman-temannya yang sama-sama di seperti (di kehidupan nyata mereka BFF), (mereka juga sepertinya juga berteman baik karena sama-sama di musikal) … hmm, sebenarnya nggak harus YOF deh, apapun itu, saya benar-benar berharap Jo bakal tampil di salah satu variety-nya PD Na, cuma bintang tamu sekalipun nggak apa-apa deh. Hopefully…hehe ūüôā

 

Drama-Drama Korea Yang Tak Sanggup Saya Selesaikan

Januari 21, 2018 3 komentar

Belakangan, saya cenderung menjadi begitu pemilih ketika hendak menonton drama Korea. Dulu-dulu, biasanya saya memutuskan untuk mengikuti drama karena pemainnya saya suka atau karena popularitasnya. Tapi Setelah munculnya drama-drama berkualitas ala , , , Secret Forest atau drama-drama romcom bagus TvN seperti , Serial Reply, .. agaknya standar saya dalam menilai bagus tidaknya sebuah drama benar-benar berubah. Saya jadi malas menonton drama yang ceritanya terlalu klise, plotnya terlalu mudah ditebak atau ceritanya ‘nggak penting’. Sayangnya,munculnya drama-drama bagus ini hanya sesekali saja. Dan ketika saya merasa ‘rindu’ ingin nonton drama Korea, saya jadi agak bingung untuk memutuskan drama mana yang akan saya tonton. Setiap kali ada kabar drama yang akan segera rilis dengan jajaran cast yang menjanjikan dan premise cerita yang terdengar menarik, saya menjadi antusias dan berpikir, bahwa drama tersebut akan jadi watch list saya. Tapi ternyata ketika dramanya sendiri benar-benar mulai tayang dan ternyata respons netizen cenderung negatif, antusiasme saya langsung luruh dan malas mengikuti lagi. Beberapa drama, saya tontoon karena saya baca reviewnya yang positif, tapi ternyata setelah saya coba tonton, tak memenuhi krirteria menarik bagi saya. Berikut adalah beberapa drama yang coba saya tonton, tapi kemudian saya membuat saya ‘menyerah’ di tengah jalan:

1. You’re All Surrounded

ure all surrounded
Drama ini dipenuhi jajaran cast yang cukup menjanjikan: , , , , . Berdasarkan ulasan-ulasan yang ada, drama ini juga mendapat banyak apresiasi. Saya mengikuti episode-episode awal dan yah langsung bisa menebak jalan ceritanya yang memang mudah ditebak. Meski mengambil latar dunia kepolisian, tapi main story-nya tak jauh-jauh dari cinta.  Karakter-karakternya juga just so-so. Dan saya pun memutuskan berhenti menonton.

2. Let’s Fight Ghost

LFG4
Sejak awal, sebenarnya tak berminat mengikuti drama ini. Saya tak terlalu suka cerita fantasi. Cast-nya juga tak saya sukai. memang cakep, tapi kemampuan aktingnya, begitu-begitu saja. Dia sebagai aktor pendukung, saya bisa menerima, tapi sebagai lead actor, nanti dulu. Di tambah pasangannya adalah . Saya akui dia adalah aktris muda berbakat, tapi saya juga merasa dia terlalu ‘muda’ untuk jadi lead sebuah drama 16 episode, ditambah lagi bahwa di sini dia akan terlibat romance dengan cowok yang sudah dewasa. Aneh saja.

LFG3

Satu-satunya yang membuat saya pensaran justru adalah cast pendukungnya, , yang katanya main bagus di sini. Tapi yah, bagaimanapun cast pendukung tetaplah cast pendukung. Di drama, tak terlalu banyak yang diharapkan. Sebagus apapun akting mereka, peran mereka dalam membangun cerita tak terlalu penting. Di samping itu, cerita drama ini sendiri tidak jelas arahnya. Tidak ada klimaksnya. Dari episode ke episode ceritanya seolah tak kemana-mana. Menghabiskan waktu dengan menonton 16 episode benar-benar seperti hanya buang waktu dan energi.

3. Moon Lovers

Moon Lovers3
Ketika awal-awal pembuatan drama ini, melihat jajaran castnya yang terdiri dari 7 cowok-cowok tampan, saya pun mencatatnya dalam daftar untuk ditonton. Meski kemudian saya sedikit underestimate ketika membaca bahwa cast utama ceweknya adalah . cukup cantik dan bisa berakting, tapi tidak selalu ‘berhasil’ dan rasanya juga kurang karismatis sebagai seorang putri yang dikeliling begitu banyak cowok cakep. Meski begitu, saya tetap berekspektasi bahwa ini akan jadi drama yang neghits, apalagi promonya juga cukup santer. Sayangnya, begitu drama ini mulai tayang, saya langsung kehilangan selera ketika membaca ulasan tentang drama ini yang dianggap mengecewakan.

Meski begitu, demi mengobati rasa penasaran (terutama karena ), saya tetap coba-coba nonton dan langsung menyerah di episode pertama. Secara umum, akting cast utamanya tidak buruk-buruk amat (apalagi dan ), hanya saja seara keseluruhan, drama ini seperti digarap dengan asal-asalan. Mungkin bermaksud ‘fans service’ karena mengetengahkan aktor-aktor berwajah pretty boy populer, pengambilan gambar dalam drama ini sibuk dengan close up-close up yang justru membuat drama ini terasa murahan. Demikian juga dengan kualiatas gambarnya.

4. The Best Hits

TBH4
Meski tak bisa dibilang ngefans sama , tapi saya cukup memfavoritkan aktor satu ini. Wajahnya lovable dan aktingnya juga cukup solid. Selain itu, ada juga nama besar seperti dan juga aktris muda yang aktingnya tak perlu diragukan lagi (pertama kali saya nonton akting ketika dia masih aktris cilik di film dimana dia main dengan bagus). Ditambah lagi, kemudian saya membaca reviewnya yang  umumnya positif. Meski ceritanya dianggap just so-so, tapi drama ini disebut-sebut sangat menghibur karena memang genrenya yang komedi. Saya pun tambah penasaran. Di awal-awal episode, saya cukup menikmati drama ini. main bagus seperti biasa. Demikian juga , dan (juga aktor yang jadi roomatenya ). Unsur komediknya, meski tak sampai membuat terkekeh-kekeh, tapi cukup dapat.

Sayang, semakin ke sini, drama ini kemudian jadi lebih fokus pada cerita romance-nya yang sangat-sangat biasa. Saya juga merasa bahwa secara keseluruhan drama ini alurnya sangat lambat. yang ‘terjebak’ dalam cinta sejatinya pada Bo-ra yang menurut saya annoying, yang terlalu naif dengan mimpinya dan perjalanan waktu yang rasanya tak bermakna apa-apa. Dan saya pun menyerah.

5. Go Back Spouse


Mirip seperti ,   adalah juga aktris lovable dan hampir selalu berakting bagus. Pasangannya, , juga cukup potensial. Review drama ini juga cenderung positif meski ratingnya konon tak terlalu mengesankan (di bawa 10%). Tapi ketika saya mencoba episode pertamanya, entah kenapa saya tak terlalu tertarik untuk melanjutkan menonton lagi. Secara umum dramanya bagus.   dan bermain bagus. Ceritianya meski agak berbau fantasi tapi juga cukup realistis. Tapi jalan ceritanya sejak awal sudah terasa predictable dan karakter Sohn Ho-jun di awal-awal membuat saya kurang simpatik.

6. Six Flying Dragons
Saya membaca bahwa drama ini memiliki banyak hal bagus. Castnya sangat solid (, , , , , ) dan ceritanya juga disebut sangat bagus. Saya sudah berhasil mendapat kopian dramanya dan tersimpan di hard disk saya. Berkali-kali saya berpikir untuk menontonnya, tapi setiap kali saya putar episode pertama, setelah beberapa menit berlalu, saya memutuskan untuk menyerah. Membayangkan bahwa saya harus menghabiskan waktu mengikuti 50 episode langsung membuat saya merasa enggan.

Dan meski jajaran cast-nya adalah aktor yang cukup saya favoritin (terutama , dan ), tapi bintang utamanya bukanlah aktor favorit saya: dan .¬† adalah aktor yang bagus dan dulu sebenarnya saya cukup ‘suka’ sama dia, tapi nggak tahu kenapa, belakangan saya justru malas melihat aktingnya. Sementara , saya selalu kecewa dengan aktignya dan meski di drama ini konon dia sudah mulai menunjukkan akting yang bagus, saya tetap sulit untuk menyukainya.

7. Healer

healer
Sama seperti SFD, saya juga menndengar banyak hal bagus tentang drama ini. Bahkan di situs dramabeans yang biasa mengulas drama-drama Korea, reviewnya sangat positif. Tapi sama juga seperti SFD, saya berkali-kali berusaha untuk mulai menontonnya dan selalu tak berhasil ‘mengikat’ hati saya untuk meneruskan menonton. Saya suka , tapi saya lebih memilih menonton ketika ia main film daripada drama. Di sisi lain, saya tak terlalu suka . Saya dengar dia aktor yang cukup bagus, dan juga banyak dipuja-puji karena wajahnya yang memang ganteng. Tapi drama-drama yang dibintanginya secara kualitas biasa-biasa saja dan saya tak pernah tertarik untuk menonton. Dan , meski aktingnya lumayan, tapi juga tak bukan aktris favorit.

8. W
Sempat berpikir untuk menonton karena dan ketika membaca premis ceritanya yang terdengar unik: tokoh yang keluar dari komik. Tapi kemudian saya membaca review yang beragam. Banyak yang mengkritik aktingnya yang katanya overacting. Saya agak gusar juga. Masa sih? kan aktris yang sudah cukup matang dengan film-film berkualitas. Dan ia juga salah satu alasan yang membuat saya ingin menonton drama ini. Sementara , meski aktingnya cukup bagus, tapi saya tidak pernah bisa menyukainya lebih karena alasan subyektif: saya nggak suka wajahnya yang terlalu cantik.

w2

Meski begitu, saya tetap menyempatkan diri menonton. Kali saja saya berubah pikiran dan jatuh cinta pada karakternya. Tapi ternyata, benar komentar netizen tentang akting . Aktingnya terlihat tidak natural dan terlalu dipaksakan. Sementara , karena dia keluar dari komik, digambarkan sangat sempurna. Dan saya selalu benci dengan karakter yang terlalu sempurna. Dan begitulah saya pun menjadi tak berminat menontonnya.

9. Angry Mom


Saya penasaran sama drama ini ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang hubungan ibu-anak, alih-alih tentang romance seperti kebanyakan drama Korea. Reviewnya juga bagus dan castnya juga menarik: Kim Hee-sun, , . Saya pun mencoba menonton episode pertamanya. Satu hal yang sering saya keluhkan ketika nonton drama Korea adalah make upnya yang kadang terlihat tidak alami atau terlalu cantik untuk karakter yang seharusnya orang biasa saja. Dan itu juga yang saya rasakan ketika melihat sosok ‘Ibu’ yang diperankan Kim Hee-sun. Ia digambarkan sebagai perempuan ibu rumah tangga biasanya yang bahkan harus bekerja serabutan kesana kemari. Dan meski make upnya dibuat sedemikian rupa, tapi menurut saya justru terlihat tidak alami. Karakternya juga agak terlalu sinetron sehingga terasa melelahkan: istri, menantu dan ibu yang tertindas!

10. Mrs. Temper NamjungTki

mrs temper namjumki
Saya suka . Akting dan pilihan dramanya lumayan. Ditambahkan kemudian review yang bagus tentang drama ini. Kedengarannya sih ceritanya nggak mainstream. Selain itu, cast cowoknya, , juga lumayan. Saya coba nonton dua episode pertama dan tak sanggup lagi meneruskan. Ceritanya sih sebenarnya kelihatannya bagus, karakter-karakternya juga cukup berbeda dengan drama Korea kebanyakan. Hanya saja ada sesuatu dari drama ini yang membuat saya merasa ‘lelah’ mengikutinya. Entah plot atau cara pengambilan gambarnya.

11. The Good Wife
Saya setuju kalau adalah aktris terbaik dalam perfilman Korea saat ini. Dan seperti kebanyakan aktris/aktor yang mapan di film, jarang dari mereka yang kemudian main di drama. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal comeback ke drama, saya cukup berekspektasi. Meski saya sebenarnya tak terlalu suka drama bergenre hukum, tapi karena yang main adalah , saya jadi penasaran. Apalagi selain , ada dua nama besar lagi: dan . Sayang, ketika drama ini mulai tayang, ternyata banyak kritik dan ratingnya juga biasa-biasa saja.

the good wife

Karena drama ini adalah remake-nya drama Amerika, alih-alih membuatnya dengan sentuhan yang lebih khas, tapi justru nyaris plek dengan versi aslinya. Saya sendiri belum nonton versi ASnya, tapi demi baca itu, saya jadi ogah-ogahan. Salah satu alasan saya nonton drama Korea karena keunikan yang mereka miliki, yang berbeda dari drama-drama Barat. Menurut saya, drama Korea itu lebih ‘soft’ dan heartwarming dan tentu juga, lebih punya kedekatan secara budaya karena sama-sama Asia. Karenanya, ketika kemudian ada drama Korea yang terlalu mirip sama drama Barat, saya jadi tak tertarik. Meski begitu, saya menyempatkan nonton episode pertama dan beberapa episode berikutnya dengan cara fast forward. Dan yah, menurut saya memang dramanya terkesan kering dan membosankan.

12. Lucky Romance
Setelah dibuat termehek-mehek lewat karakter Jung-hwan di , saya penasaran mengikuti next projetnya . Apalagi, saya tahu kemudian kalau dia itu aktor pendatang baru yang memang bener-bener masih baru. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal main drama dan tak tanggung-tanggung langsung jadi lead-nya pula, saya penasaran. Tapi ketika mulai diris berita tentang siapa pasangan mainnya dan bakal ditayangkan dimana, saya mulai agak pesimis. , pasangannya di sini, bukanlah aktris yang buruk dan saya sempat menikmati akting dia di beberapa dramanya (yang menurut saya bagus seperti  di bareng ). Tapi belakangan saya mulai merasa bahwa karakter yang dia mainkan tipikal dan aktingnya menjadi terasa annoying. Herannya, hampir semua drama-dramanya selalu jadi hits. Dan yah, mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan kenapa dipasangkan dengan Ryu si pendatang baru.

Lucky Romance

Sebenarnya, drama ini punya potensi untuk tidak terlalu mainstream karena konon diadaptasi dari webtoon dengan karakter yang realistis tapi konon lagi, pihak produksi drama ini mengubah ceritanya ala karakter mainstream drama Korea: direktur perusahaan. Sementara karakter si cewek ya tak jauh-jauh dari karakter yang sudah ada, si gadis biasa, miskin, pekerja keras… hmmh… sudahlah. Demi mengobati penasaran, saya tetap mencoba untuk menonton drama ini . Tapi minat saya untuk mengikuti hilang setelah melihat 2-3 episode awal. Jalan ceritanya sudah ketebak. bermain bagus sebagai Jo Se-ho, si warkoholic, tapi saya selalu berpikir bahwa dia lebih cocok main di film atau drama-drama bernuansa indie saja (saya percaya bahwa kemampuan akting lebih utama daripada wajah, hanya saja, wajah yang ‘enak dilihat’ juga menjadi nilai tambahan. Bukannyasaya bilang wajah Ryu jelek, hanya saja, ‘terlalu biasa’ untuk aktor drama. Kecuali cerita dan karakternya yang sangat menarik seperti di Reply, rasanya sulit menikmati akting (dan wajah) Ryu di drama yang sampai belasan episode). Sementara seperti yang saya prediksikan, tak jauh beda dengan karakter yang pernah dia mainkan sebelumnya dengan gaya pakaian yang mirip-mirip juga, dan bagi saya tetap terasa annoying (maaf ya bagi penggemar Hwang Jung-eum). Cast pendukung dan cukup memberi warna, tapi ya bagaimanapun cerita 2nd lead di drama mainstream akan begitu-begitu saja.

13. Doctor Stranger

dr stranger
Saya nonton drama ini sebenarnya sebelum saya terlalu ‘pemilih’ dan cenderung nonton ‘apa saja’ asal castnya terkenal dan cukup saya ‘suka’. Dan di drama ini, ada nama . Meski saya nggak pernah menyukainya secara fisik, tapi saya cukup mengapresiasi aktingnya bareng ¬† di . Saya sendiri tak nonton drama ini dengan blank, tanpa baca sinopsis atau review terlebih dahulu. Di episode-episode pertama, yang mengetengahkan kisah cinta di Korea Utara, rasanya masih menarik untuk diikuti. Tapi ketika kemudian tragedi demi tragedi terjadi, dan beralih ke dunia spionase pula, saya mulai garuk-garuk kepala dan kehilangan minat. Ditambah lagi, yang jadi aktris utama di sini, baik karakter maupun aktingnya kurang menarik. Justru , yang justru lebih terlihat mencuri screen plus punya chemistry yang bagus sama si tokoh utama.

13. Empire of Gold

Empire-of-Gold
adalah salah satu aktor yang punya soft spot di hati saya. Menurut saya dia cakep, dan aktingnya juga bagus. yang jadi pasangannya juga terkenal bagus. Di tambah lagi, review drama ini bagus karena konon ceritanya berbobot. Saya sudah mendapatkan full copy dramanya dan siap saya tonton. Tapi setiap kali saya nonton, saya tak pernah bisa melewatkannya lebih dari 10 menit sebelum kemudian menyerah karena merasa kelelahan. Saya nggak suka dengan penyajian dan cara pengambilan gambar drama ini yang terlalu banyak close up dan terlalu banyak omongan panjang lebar.

The Battleship Island

November 1, 2017 Tinggalkan komentar

Lee Kang-ok ()adalah seorang musisi yang biasa tampil bersama putrinya, So-hee. Karena sebuah isu skandal dengan istri seorang penting, ia kemudian pergi ke Jepang. Mereka naik kapal yang memberangkatkan mereka ke Jepang bersama ratusan warga Korea lainnya yang ingin mengadu nasib di Jepang. Termasuk dalam rombongan adalah Chil-sung (), seorang preman berangasan dan Mal-nyeon (), pelacur yang geram dengan aksi pecicilan Chil-sung.

tbi

Sesampainya di Jepang, alih-alih mendapat pekerjaan, orang-orang Korea ini termasuk Kang-uk, justru digiring dan dipaksa untuk bekerja di sebuah tambang batubara, sementara para perempuan dijadikan budak seks.

tbi-3

Di antara para pekerja tambang itu ada Yoon Hak-chul (), lelaki tua yang dihormati dan menjadi perantara dengan pihak Jepang. Yoon sebenarnya adalah seorang pejuang kemerdekaan. Park Moo-young ( )adalah salah satu anggota pejuang kemerdekaan yang kemudian ditugasi untuk menjemput Yoon. Moo-young pun kemudian menyamar sebagai pekerja tambang sembari menyusun rencana pelarian. Ia kemudian minta bantuan Kang-ok, yang karena kemampuan bermusiknya dan kepandaiannya bermuka dua, memiliki kedekatan dengan para tentara Jepang. Kang-ok sendiri bersedia membantu, asalkan ia bisa ikut melarikan diri bersama putrinya. Namun, ketika rencana pelarian sudah di ujung mata, terkuak kenyataan yang membalikkan semuanya. Kenyataannya, Yoon bukanlah seorang pahlawan, tapi justru engkhianat oportunis bermuka dua.

tbi-5

 

Bersamaan dengan itu, Sekutu menjatuhkan bom di Jepang dan orang-orang Korea hendak dijadikan kambin hitam. Para penambang pun kemudian mengatur strategi untuk melarikan diri dengan menggunakan kapal minyak. Berhasilkah?

tbi-8

Sejak mendengar pembuatan film ini, saya sudah penasaran dan berpikir bahwa ini akan jadi film yang ‘WAH.’ Pertama adalah nama sutradaranya, yang terkenal dengan film-film yang tidak hanya bagus secara kualitas tapi juga hampir selalu jaminan box office. Dan yang kedua tentu saja cast-nya yang melibatkan tiga nama besar di sini: , dan . Meski dua nama terakhir membuat saya agak-agak underestimate. dan i adalah aktor yang cukup bagus, hanya saja selama ini mereka lebih dikenal karena popularitasnya sebagai aktor-aktor berwajah good looking dan lebih sering main drama daripada film. Terutama i yang ketika film ini dibuat, sedang berada di puncak popularitasnya berkat drama ¬† (DOTS) yang dibintanginya. Sementara film-film selama ini setahu saya, lebih sering melibatkan aktor-aktor yang memang bisa dibilang spesialis film dan berwajah biasa-biasa saja. Saya kok agak curiga, jangan-jangan film ini lebih banyak melibatkan unsur komersialitas ya?

tbi-4

So Ji-sub yang berani tampil dengan wajah jelek. Sayangnya nggak terlalu ngaruh ke aktingnya

Dan ke-underestimate-an saya agaknya menjadi kenyataan. Ketika film ini akhirnya dirilis beberapa waktu lalu, ternyata didera banyak kritik. Meski secara penjualan cukup box office, tapi juga tak terlalu menggembirakan. Konon bahkan penjualan film ini melibatkan aksi monopoli bioskop di Korea sono, karena konon budget film ini memang gede banget sehingga mau nggak mau paling nggak harus balik modal lah. Kritik lain, konon pada ceritanya yang terlalu fiktif dan kemudian pada akting, terutama (wajar kalau ia banyak disorot karena memang sedang populer-populernya), yang aktingnya tak jauh beda dengan aktingnya di drama yang baru ia mainkan. Ya, mungkin wajar sih soalnya karakternya sama-sama sebagai tentara.

tbi-6

Song Jooong-ki yang mirip karakternya di drama

Dan yah, setelah nonton film ini, saya pun paham dengan kritik-kritik itu. Konflik ceritanya sebenarnya cukup seru, sinematografinya juga terasa sangat wah, bermain apik sebagai si antihero Kang-ok plus aktris cilik Kim Soo-ahn yang bisa membangun chemistry yang pas sebagai ayah anak. Hanya saja, ceritanya memang terasa terlalu standar, malah cenderung klise ala-ala film Hollywood yang mudah ditebak dan pasaran. Hal yang sangat disayangkan karena bagi saya, film Korea itu justru menarik ketika ia menyajikan cerita yang ‘sangat Korea’ dan agak kecewa juga, karena menurut saya selama ini adalah salah satu sutradara yang cukup punya ciri khas, sementara di film ini kok saya rasanya kehilangan kekhasan-nya Ryu. Dan wajar juga kalau orang Korea cukup kecewa dengan unsur fiktifnya, mengingat film ini sebenarnya berpijak pada sejarah nyata. Setting peristiwanya memang nyata, tapi tokoh-tokohnya terlalu fiktif. Seperti dugaan saya, film ini sepertinya lebih menonjolkan unsurt komersialitasnya, dan mungkin juga karena tuntutan pihak-pihak yang membiayainya, secara film ini memang dibuat untuk pangsa internasional. Sosok dan juga seperti hanya jadi ‘penambah nilai jual’ saja karena menurut saya, karakter mereka tak terlalu penting dan menarik. Bahkan menurut saya, film ini akan tetap ‘hidup’ jika hanya mengetengahkan cerita Kang-ok dan putrinya. Pun rasanya aktor dan Kim Soo-an saja juga sudah cukup untuk membawa beban cerita.

tbi-1

Menonton film ini, tak urung membuat saya sedikit membandingnya dengan film yang saya tonton sebelumnya, Park Yeol, karena temanya sama-sama tentang penjajahan Jepang. Dan menurut saya, meski lebih minimlais dan jauh dari kesan ‘wah’, tapi Park Yeol terasa lebih solid dan enak diikuti. Tidak buruk sih, tapi dengan kemegahan sinematografinya dan jajaran aktornya, rasanya sayang saja kalau film ini ternyata terasa biasa-biasa saja.

Cast:
– Lee Kang-ok
Kim Soo-ahn – Soo-hee

– Choi Chil-sung
– Park Moo-young
– Mal-nyeon
Kim In-woo – Daisuke Shimazaki
Kim Joong-hee – Yamada
– Yoon Hak-chul
Kim Min-jae – Song Jong-goo

Judul: The Battleship Island/ Goohamdo
Sutradara:
Penulis: , Shing Kyoung-il
Produser: Jo Sung-min, Kang Hye-jung
Sinematografi: Lee Mo-gae
Rilis: 26 Juli 2017
Durasi: 132 menit
Distributor: CJ Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

Awards:
The Seoul Awards 2017:
– Best Supproting Actress ()
– Special Actor/Actress: Kim Soo-an
– Nominasi: Best Film, Best Actor (),

 

 

Aktor Korea Favorit: Jo Seung-woo

Agustus 11, 2017 10 komentar

Kalau ada yang bertanya siapa aktor Korea favorit saya, seperti yang sudah sering saya sebut di blog ini, maka di urutan pertama adalah . Dan setelah usai nonton drama terbarunya, Secret Forest, saya akui bahwa saya memang memfavoritkan dia.

Sebenarnya, saya bukan jenis orang yang suka ngefans-ngefans pada seorang aktor atau aktris dalam waktu lama. Biasanya saya menyukai seorang aktor dalam waktu singkat saja, setelah melihat penampilannya yang bagus di drama/film dan seiring waktu biasanya rasa suka itu memudar. Apalagi kalau penampilan atau film/drama yang dibintanginya kemudian jelek. Tapi dengan agak berbeda.

Saya ‘jatuh cinta’ dengannya setelah menonton film pertamanya ‘ di awal tahun 2000an. Selain karena saya suka cerita dan karakter yang ia mainkan, harus saya akui, faktor suka saya juga karena wajahnya yang enak dilihat. Meski begitu, rasa kagum saya baru lengkap setelah melihat filmnya yang lain, , di mana ia berperan sebagai seorang pemuda autis dengan sangat meyakinkan. Dari situ saya berkesimpulan, bahwa dia bukan hanya enak dilihat, tapi memang memiliki bakat akting yang brilian. Dan begitulah, saya kemudian mengikuti film-filmnya dan tak pernah ‘kecewa’¬† hingga saat ini.

PDVD_007

Seung-woo di film Chunhyang (atas) dan Marathon (bawah)jsw-marathon

Bagi penggemar Korea di luar Korea, nama sepertinya memang kurang populer. Selain karena proyek-proyeknya (film dan drama) yang bisa dihitung dengan jari, film/drama yang dibintanginya juga bukan jenis film/drama yang terlalu mainstream/populer. Alih-alih ceritanya cenderung serius-serius. Dan hal lain, tentu dari segi fisik. Meski masuk kategori good looking, tapi sosok tidak masuk golongan pretty boy ala pangeran drama Korea yang terkesan pesolek. Postur tubuhnya juga termasuk kategori kurang ideal untuk seleb Korea yang umumnya tinggi-tinggi dan gagah (kebanyakan aktor Korea tingginya 180-an cm). Dengan tinggi 173 cm, tergolong pendek. Tapi justru hal-hal itulah yang membuat saya semakin  menyukainya. Dia menjadi aktor bukan hanya bermodal fisik, tapi memang karena bakatnya. Selain itu, ia semakin keren karena selektif dan cenderung idealis dalam memilih peran-perannya. Hampir semua proyeknya punya punya cerita yang berbobot.

jsw-covermagz

Seolah memang terlahir menjadi ‘aktor besar’, Jo mengawali karirnya di layar lebar lewat film yang diangkat dari legenda rakyat Korea, “ yang disutradarai . Perlu diketahui, ini adalah salah satu sutradara besar di Korea, yang dikenal dengan film-film qualified. Tak tanggung-tanggung, di film debutnya ini, Jo langsung dipercaya menjadi pemeran utamanya. Dan hasilnya sama sekali tak buruk. Jo bermain dengan apik sebagai sosok bangsawan belia, Lee Mong-ryong, yang meski agak kekanakan tapi juga berwibawa. Meski bisa dibilang “beruntung”, tapi sebenarnya Jo mendapatkan peran itu bukan semata karena faktor keberuntungan, tapi melalui proses casting yang konon melibatkan 800an orang. Meski film ini konon kurang sukses secara komersil (bisa dipahami karena formatnya yang terlalu ‘art’), tapi cukup sukses secara kualitas karena kemudian menjadi film pertama Korea yang masuk di ajang festival film Cannes.

jsw-h

Jo di film “H”, cakep kan? ūüôā

Dengan modal bakat, ditunjang wajah yang cukup manis dan usia yang masih muda (umurnya baru 19 tahun waktu main ), saya pikir tak sulit bagi Jo kala itu untuk jadi bintang drama yang pasti akan melambungkan popularitasnya. Tapi Jo justru kemudian lebih memilih konsen di film dan dunia panggung musikal. Yups, menjadi aktor musikal memang adalah impian Jo sejak masih sangat muda. Dan meski dunia panggung tak semenjanjikan dunia layar (dari segi finansial terutama), agaknya hal itu tak menyurutkan impiannya. Dalam sebuah wawancara, ia menyebutkan walau kadang bahkan harus tidur  di  sembarang tempat (tahu sendirilah orang-orang teater), tapi ia merasa senang bersama orang-orang teater yang kebanyakan sudah om-om. Untunglah, meski aktif bermain musikal tapi ia tetap membintangi beberapa film setidaknya sekali setahun. Dan beberapa filmnya cukup sukses melambungkan namanya seperti  , , Bahkan untuk perannya di  ia, mendapat penghargaan Baeksang sebagai Best Actor.

jsw-cine21

Bersama aktor-aktor kawakan Korea dan Jo Seung-woo paling muda di sini

Sebuah ‘kejutan’ terjadi ketika tahun 2013, Jo akhirnya memutuskan untuk main drama. Konon, selama ini ia tak ingin bermain drama karena menganggap dunia drama yang syutingnya kejar tayang kurang manusiawi, hehe (kala itu, drama formatnya memang rata-rata kejar tayang, dan kayaknya hampir nggak ada yang pre-produksi kayak sekarang). Tentu tak ada yang lebih antusias menyambut debut dramanya selain fans seperti saya. Bagaimanapun, drama karena berbentuk seri, tentu akan ‘memuaskan’ fans seperti saya untuk menikmati aktingnya.

Sejak awal, saya sudah optimis dengan dramanya, karena seperti biasa, lagi-lagi ia selektif memilih perannya. Dramanya yang berjudul , konon diangkat dari kisah nyata tentang dokter di jaman kerajaannya Korea. Sutradaranya juga bukan sembarangan, ,¬† sutradara senior yang pernah menyutradarai drama “Jewel in the Palace” yang fenomenal itu. Konon karena sutradara ini pulalah yang menjadi salah satu alasan Jo memutuskan untuk main drama,. Katanya, ia pernah berjanji untuk pada sang sutradara untuk main di dramanya. Saya yang biasanya enggan nonton drama sampai puluhan episode, bela-belain nonton drama ini (drama ini mencapai 50 seri!).

jsw-horsedoctor2

Jadi dokter hewan di drama pertamanya, Horse Doctor

Dramanya cukup bagus, ceritanya inspiratif dan akting Jo juga bagus. Hanya saja, karena saya sudah nonton Jewel in the Palace sebelumnya, menemukan banyak sekali kemiripan dalam plot cerita drama ini sehingga terasa membosankan. Dan agaknya, banyak penonton yang merasakan hal yang sama karena kemudian drama ini ratingnya konon tidak terlalu bagus. Meski begitu, tak ada yang menyangkal kemampuan akting . Di acara penghargaan tahunan MBC, yang merupakan stasiun TV tempat drama itu ditayangkan, Jo dianugerahi penghargaan sebagai Best Actor dan Daesang (penghargaan tertinggi) sekaligus. Penghargaan ini, tentunya adalah wujud dari apresiasi atas akting Jo, dan kerennya, Jo secara spontan mengungkapkan bahwa ia merasa tak cukup pantas mendapatkannya. Dalam pidato penerimaannya, ia mengungkapkan bahwa penghargaan itu (terutama Daesang) terasa terlalu berlebihan, apalagi, itu kali pertama ia main drama dan merasa aktingnya tak sempurna.  Sementara banyak aktor lain yang lebih senior di drama (Ahn Jae-wook, misalnya). Ia yang  dikenal suka vokal juga secara halus nyindir penulis skripnya yang suka dadakan ngasih skrip sehingga ia nggak punya banyak kesempatan buat mempelajarinya. Meski begitu, ia mengaku sama sekali tak menyesali proyek yang dipilihnya dan tetap mengapresiasi timnya.

jsw-godgift2

Tahun 2014, ia kembali main drama berjudul bersama aktris . Lagi-lagi, cerita drama ini bisa dibilang keluar dari mainstream karena bergenre thriller dan hampir tak ada romance-nya sama sekali (drama dengan genre semacam ini belum sesemarak sekarang waktu itu). Di drama ini, ia berperan sebagai seorang detektif berkarakter pemarah dan cenderung menyebalkan, tapi di sisi lain, berhati lembut dan menyimpan luka masalalu. Dan yah, lagi-lagi ia menunjukkan kemampuan aktingnya yang lain. Banyak yang memuji-muji aktingnya di sini dan tak urung, meningkatkan popularitasnya di kalangan pencinta drama Korea. Banyak fans yang kemudian menjulukinya “Captain Awesome” berkat drama ini.

Meski ceritanya serius, tapi drama ini bagus dengan jajaran cast yang bermain apik. Sayang, kenyarissempurnaan drama ini kemudian rusak oleh ending yang seolah menjadi antiklimaks dari semua hal bagus dari drama ini ūüė¶ Meski begitu, menurut saya, drama ini tetap layak ditonton dan sama sekali tak mengurangi kenyataan bahwa berakting sangat bagus di sini. Karakternya di drama ini meninggalkan kesan begitu kuat. Bagi saya pribadi, aktingnya di sini memang merupakan salah satu akting terbaik Jo karena ngeblend banget dengan karakternya. Nggak berlebihan rasanya kalau kemudian ada reporter Korea yang menulis kalau the real gift dari drama ini adalah bisa menikmati aktingnya Jo ūüôā

asswv

Tetap karismatis meski hanya sebagai cameo di film Assasination

Usai God Gift’s Jo kembali ‘menghilang’ dari layar dan sibuk ke dunia panggung. Tapi ia sempat menjadi cameo di film ngehits, Asssasinations yang dbintangi Jeon Ji-hyun. Meski penampilannya hanya beberapa menit, tapi ia seperti biasa, menunjukkan sisi karismatisnya sebagai seorang pengusaha pro kemerdekaan Korea.

Tahun 2016, ia kembali ke dunia film, lewat yang ia bintangi bareng aktor kawakan, . dan . Konon, sebenarnya awalnya ia agak ogah-ogahan main di film ini karena merasa kurang percaya diri dengan peran yang akan ia mainkan. Hanya saja, sang sutradara ‘memaksanya’ dan ia pun setuju. Filmnya bagus dan sukses, meski harus saya akui, di film ini, Jo kurang bersinar dibanding (dalam sebuah wawancara Jo sendiri mengakui kalau ia merasa kurang maksimal berakting di film itu).

Dan yah, ketika akhirnya saya membaca berita kalau ia akan kembali main drama, Secret Forest , saya merasa senang dan tak sabar menantikannya. Apalagi, ia akan beradu akting dengan aktris . Dan makin senang ketika kemudian kemudian dramanya ini sukses. Bukan hanya ratingnya yang bagus, tapi secara keseluruhan dramanya juga bagus. Huu, jadi makin ngefans saya sama aktor satu ini. Tahun ini, ia juga akan main film, bagian dari triloginya yang sukses itu. Saya sudah nonton dan menurut saya filmnya bagus. Jadi saya juga berharap, kalau lanjutannya yang akan dibintangi Jo¬† nanti juga bagus dan sukses secara komersil. Yeah, hope the best lah for him! ūüôā

jsw-insidemen2

Inside Men, bareng Lee Byung-hun dan Baek Yoon-shik

All about

Jo Seung-woo, seperti kebanyakan aktor yang memang ‘aktor’ dan bukan ‘selebriti’, bisa dibilang jauh dari hingar bingar pemberitaan media. Terutama terkait kehidupan pribadinya. Karenanya, cukup sulit mengulik informasi tentang dirinya di internet, apalagi yang berbahasa Inggris. Ditambah lagi, notabene dia itu memang kurang populer secara internasional. Satu-satunya informasi yang cukup ‘lengkap” tentang dirinya saya temukan di forum soompi,¬† itu juga threadnya lebih sering sepi dan jarang diupdate. Paling-paling baru ada update-an kalau Jo Seung-woo main film atau drama baru. Itu juga paling 1-2 halaman. Wajar juga sih, karena memang mungkin mereka tak punya bahan buat update. Bahkan di Korea sendiri, konon ia memang jarang tampil di media kecuali berkaitan dengan promo film/dramanya.

jsw-beard2

Dari informasi yang sedikit itu saya menemukan beberapa fakta menarik tentang sosok seorang , yang saya rangkum di bawah ini:

  • besar tanpa ayah. Orang tuanya bercerai ketika ia masih berumur 3 tahun. Sang ayah, kemudian hijrah ke Amerika dan tak berhubungan dengannya. Jo tumbuh besar bersama ibu dan kakak perempuannya, Cho Seo-yoon, yang usianya lebih tua tiga tahun darinya. Tak heran kalau kemudian ibu dan kakaknya ini menjadi orang paling penting dalam hidupnya. Hampir dalam setiap kesempatan (wawancara atau ajang penghargaan) Jo selalu menyebut nama ibu dan kakaknya.¬† Konon, pada sekitar tahun 2005 (?), ketika Seung-woo sudah cukup sukses, ayahnya yang sudah kembali ke Korea, konon sakit dan meminta Seung-woo dan kakaknya menemuinya, tapi keduanya tak mau datang. Hmm, bisa kebayang lah gimana perasaan seorang anak yang ditinggal ayahnya ketika masih sangat kecil.
  • Dalam sebuah wawancara Seung-woo pernah mengungkapkan bahwa ketika kecil ia sangat benci dengan gitar karena hal itu mengingatkan rasa sakitnya pada sang ayah. Tapi ketika semakin besar, konon ia merasa kemarahannya pada sang ayah sudah semakin berkurang. Hanya saja, pasti sulit lah benar-benar memaafkan seorang ayah yang seperti itu. Meski ibunnya pastilah seorang perempuan yang kuat, tapi sebagai satu-satunya lelaki di rumah, pastilah Seung-woo juga memikul tanggung jawab yang tang ringan. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa ia sudah harus bertanggungjawab pada keluarganya sejak masih sangat muda. Dan yah, untunglah, hidup sepertinya cukup ‘adil’ terhadapnya, karena ia sudah menapaki kesuksesan di usia muda. Bagusnya juga meski mengalami masa kecil yang pahit, Seung-woo berhasil tumbuh sebagai pribadi yang positif. Buktinya, ia terus berkarya.
  • Ayah adalah seorang musisi. Dan darah seni ini agaknya yang mengalir dalam dirinya dan sang kakak (kakaknya seorang aktris musikal juga).
  • Meski pernah begitu benci pada gitar, akhirnya berhasil mengatasi kebenciannya karena tuntutan peran di film. Peran pertamanya yang mengharuskan main gitar adalah “?”. Namun ia baru serius mempelajari gitar untuk perannya sebagai musisi di film ““. Setelah itu, ia mengaku justru sangat menyukai gitar dan mengoleksinya. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa “gitar itu seperti seorang lelaki. Ia mengekspresikan bermacam emosi dan perasaan manusia.”
  • adalah salah satu dari sedikit aktor Korea yang mendapat penghargaan Best Actor di usia yang masih muda. Ia mendapat penghargaan ini untuk perannya sebagai pemuda autis yang lucu dan polos di film (usianya masih 25 tahun waktu itu). Sebagai gambaran, aktor yang sering dapat penghargaan ini adalah aktor-aktor senior seperti , , … aktor seperti , , atau bahkan baru belakangan ini dapat penghargaan ini.
  • Ketika kecil, bercita-cita jadi pemain baseball. Beranjak remaja, setelah melihat pertunjukan musikal kakaknya di panggung sekolah, Seung-woo terinspirasi untuk jadi aktor musikal. Pertunjukan favoritnya adalah “Man of La Mancha.” Meski begitu, karir di panggung musikalnya baru dimulai tahun 2000, ketika ia main “Blood Brothers” bersama aktor-aktor senior seperti dan Jang Hyun-sung.

marathon3 (2)

  • Tahun 2002, Jo mendapatkan penghargaan sebagai Best New Actor di ajang Korea Musical Awards untuk perannya di musikal “The Sorrow of Young Werthers.” Dua tahun kemudian, ia mendapat penghargaan Best Actor di ajang yang sama untuk musikal berjudul ” Jekyll & Hyde.” Dan setelah itu, hampir setiap tahun ia mendapat penghargaan di ajang musikal. Ia juga salah satu aktor pertama yang bermain di musikal “Hedwig & Angry Inch”, musikal yang sangat populer tapi sebelumnya masih kurang diterima masyarakat Korea karena mengangkat isu transgender. Belakangan, Hedwig justru menjadi pertunjukan paling populer (beberapa aktor populer yang pernah main musikal, memainkan pertunjukan ini seperti dan belakangan, ). Namun begitu, butuh waktu tujuh tahun bagi Jo untuk akhirnya memainkan pertunjukan favoritnya, Man of La Mancha. Pertunjukan yang lagi-lagi membuatnya diganjar pernghargaan Best Actor.

jsw-hedwig

  • Setahun sebelum main Jekyll & Hyde (yang disebut-sebut sebagai salah satu masterpiece-nya), Jo pernah ditolak ketika ikut casting musikal bertajuk “Phantom of the Opera”. Gara-garanya konon karena si pegawai salah mengirimkan surat. Gak kebayang bagaimana marah dan menyesalnya pemimpinya ya, begitu tahu kalau yang ditolak itu adalah seorang .

jsw-jekyll

  • Dalam beberapa wawancara, ketika diminta memilih antara film dan musikal, selalu mengatakan bahwa musikal lah passion terbesarnya. Di panggung musikal ia mengaku menemukan kebahagiaannya. Sementara di depan kamera, ia justru sering nervous. Keinginan untuk menjadi aktor musikal agaknya memang tertanam kuat di hati Jo. Hal itu pula yang membuatnya memutuskan untuk masuk SMA yang sama dengan kakaknya, Kaywon Art High School, semacam sekolah kejuruan seni . Ketika SMA pula, Jo sering bekerja sambilan sebagai pekerja bangunan demi untuk bisa membeli CD dan buku musik. Setiap ke sekolah, tasnya lebih sering berisi CD dan buku musik daripada buku-buku pelajaran. Yah, kecintaan Jo pada musikal sepertinya memang tidak main-main. Bahkan ketika hari libur sekolah, ia dan teman-temannya sibuk berlatih alih-alih liburan.

jsw-swenney

  • Meskipun kurang populer bagi fans internasional, tapi di Korea sono, ia memiliki nama ‘besar’ dan pernah masuk dalam daftar 30 orang yang paling berpengaruh di Korea. Namanya bisa disandingkan dengan aktor-aktor besar seperti , , , … sosok-sosok yang secara usia jauh lebih senior daripada dia. Konon pentas musikal yang ia bintangi tiketnya selalu ludes hanya dalam hitungan menit setelah penjualan online di buka. Pernah ada cerita katanya, ketika ia main musikal Dr. Zhivago. Awalnya, cast utama musikal ini adalah aktor Joo Ji-hoon. Tapi dua minggu menjelang pertunjukan, Joo sakit dan Seung-woo yang diminta menggantikan. Begitu nama Jo muncul, konon tiketnya langsung laku keras. Tidak hanya itu, karena meski dadakan, Jo kemudian juga dapat penghargaaan untuk kategori Best Actor.

csw-ps4

  • Banyak yang mengira adalah pribadi pendiam dan serius. Kenyataannya, ia adalah orang yang humoris dan agak jahil. Kalau lihat-lihat video di Youtube, hal itu memang terbukti. Di behind the scene-nya drama Secret Forest misalnya, jauh dari karakter serius yang dimainkannya, di belakang layar ia terlihat begitu rileks bercanda dan tertawa keras-keras bersama rekan-rekan mainnya. Dalam setiap pidato penerimaan penghargaan, ia juga selalu melontarkan candaan-candaan yang mengundang tawa. Ohya, ada juga video di Youtube yang sepertinya candid kamera, menampilkan dan Jo Jung-seok yang bertingkah gokil sambil gitaran. Dalam sebuah wawancara Jo juga mengakui bahwa dirinya memang senang melakukan hal-hal yang konyol dan kekanakan. Ia juga menyebutkan bahwa ia hanya akan berhenti bersikap kekanakan kalau sudah ketemu cewek bijak yang mengatakan “sudah cukup” kepadanya, he.
  • pernah berpacaran dengan aktris , yang juga pasangan mainnya di film romantis,¬† . Saat itu, keduanya sama-sama aktor muda keren yang sedang naik daun dan karenaya disebut-sebut sebagai pasangan high profile. Dan tak seperti kebanyakan seleb Korea yang cenderung tertutup soal hubungan asmaranya, keduanya cuek berpacaran secara terang-terangan. Sayang, setelah tiga tahun pacaran (2004-20017), akhirnya mereka putus. Padahal mereka terlihat begitu serasi. Saya sempat ngulik video di Youtube ketika Jo dan Kang begandengan tangan menghadiri acara Baeksang tahun 2005. Dalam pidato kemenangannya, Jo juga menyebutkan nama Kang dengan begitu manis. Tapi yah, that’s life dan¬†kala itu, mereka berdua juga masih muda banget, jadi mungkin masih banyak letupan-letupannya . kemudian menikah dengan musisi Tablo pada tahun 2009, dan sekarang sudah punya seorang anak. Sementara tak pernah ada kabarnya lagi pacaran dengan siapa. Setelah pengalaman masalalunya yang berakhir seperti itu, agaknya ia memang memilih kehidupan pribadi yang lebih tertutup. Sekitar tahun 2008, ia pernah digosipkan pacaran dengan aktris tapi kabar itu dibantah agensinya. Konon ia dan Jung berteman baik karena satu gereja.
photo15576

They looked so good being together, but, yeah, that’s life ūüė¶

  • Jo mengatakan bahwa ia mungkin akan menikah ketika sudah berusia 40 tahun karena merasa masih ingin melakukan hal-hal yang dia inginkan di usia 30an. Ketika terlibat dalam sebuah proyek, konon ia sangat fokus sehingga sulit memikirkan hal lain . Sebelum wajib militer ia mengidealkan perempuan yang berkarakter kuat dan mandiri, tapi setelah dari wamil, ia mengidolakan perempuan yang dewasa dan keibuan. Ciri-ciri orang yang sudah ingin mapan? He

jsw-sharp2

  • Berbeda dengan penampilannya yang terkesan jahil dan cuek, bisa dibilang cukup relijius. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan kalau ia pergi ke gereja setiap hari Minggu. Ia juga pernah menyebutkan bahwa ketika begitu memimpikan jadi aktor musikal, ia selalu berdoa bahwa jika Tuhan mengabulkan keinginannya, ia berjanji untuk menjadi pemeluk yang taat. Dan yah, agaknya Tuhan memang mengabulkan keinginannya itu ūüôā
  • ¬† adalah pencinta binatang. Ia memelihara beberapa ekor anjing dan kucing.

jsw-dogs2

  • berteman baik dengan aktor-aktor kawakan Korea yang juga berasal dari panggung musikal seperti , , , … Terutama , yang pernah satu panggung dengannya di awal karirnya. Konon, Seung-woo juga berperan dalam proses jadian sama istrinya. Di tahun 2002, ketika itu Kim yang belum punya mobil, berencana mengajak calon istrinya jalan-jalan. Ia kemudian meminjam mobil ke Seung-woo tanpa menyebutkan tujuannya. Ketika jalan, ia mendapati bahwa di dalam mobil sudah tersedia dua kopi kalengan. Ketika pulang, Seung-woo dengan jahil meledeki Kim tentang kopinnya. Hihi, kebayang gimana wajah dan senyum jahilnya. Waktu Seung-woo main film Perfect Game dimana dia harus menggunakan dialek daerahnya Kim, setiap hari ia datang ke rumah Kim untuk belajar dialek itu.

tazza_01

IMG_20180506_073352

woles time, hehe. Foto ini kayaknya diambil pas seung-woo sama lagi kemping dan di IG foto ini cukup viral karena banyak yang bikin meme-nya. Just like ordinary men yang mager setelah kekenyangan, haha

  • Dalam sebuah wawancara yang lain, Jo juga menceritakan kedekatannya dengan aktor . Ketika ia membeli sepeda motor, meledekinya dengan menulis pesan di atas sepeda motornya, mengatakan akan melaporkan ke ibunya bahwa ia main motor-motoran. Tidak hanya itu, Hwang juga usil menutupi sepeda motor Seung-woo dengan rumput. Hihi, konyol pasti ya. Saya pernah nonton beberapa variety show (Family Outing, Running Man), dengan bintang tamu dan dia memang kocak banget orangnya. Mm yah, senang saja sih membayangkan dikelilingi orang-orang yang secara usia lebih senior dan juga punya imej yang ‘bagus’ seperti mereka. Mungkin mereka adalah sosok-sosok yang bisa mengisi kekosongan akan sosok ayah pada dirinya.
IMG_20180506_073246

Nggak tahu kenapa, saya kok merasa terharu lihat foto ini. Membayangkan perasaan¬† yang mungkin memimpikan moment kayak gini bareng ayahnya ūüė¶

csw-ride2

  • memang menyukai motor. Ia sering jalan-jalan pakai motor. Merek favoritnya adalah Ducati. Hobi motornya ini konon ditulari oleh aktor , yang barengan dia waktu wamil. Meski begitu, ia tak suka kebut-kebutan. Konon ia selalu berhati-hati ketika naik mobil atau motor sehingga hampir tak pernah kecelakaan. Jika ada waktu luang, ia senang mengendarai sepeda motor ke daerah pedesaan bareng teman-temannya, menikmati alam, cari makan enak dan kongkow-kongkow. Asyik ya?
  • Selain motor mahal, Jo juga punya beberapa mobil mewah. Yah, well, why not? Wajar lah ia memang kaya raya dan apa salahnya menikmati hasil jerih payahnya dengan menyenangkan diri sendiri?

 

  • dikenal senang membeli barang-barang pribadinya secara langsung daripada beli online atau suruh orang belanja. Ia tak segan pergi ke toko atau pasar untuk berbelanja.

jsw-casual6

  • Jo mengaku tak punya banyak teman selebriti. Teman-teman dekatnya adalah orang-orang di dunia musikal yang kebanyakan adalah teman-temanya sejak SMA. Ia juga ikut klub basseball yang isinya orang-orang biasa. Konon, ia menemukan kesenangan bisa berteman dan mengobrol dengan orang-orang biasa.

 

  • Tidak seperti kebanyakan seleb Korea yang umumnya sangat peduli penampilan, Jo cenderung santai dan kasual dalam berpakaian. Dari foto-foto keseharianya yang berhasil diambil para fans, penampilannya hampir selalu terlihat sama, cuek bebek dengan sendal jepit, kaos oblong/kemeja dan celana pendek dan wajah polos (bahkan katanya kalau ke tempat syuting film, dia sering cuma pakai training yang habis dipakai tidur, katanya malas ganti karena toh di tempat syuting sudah disediain baj, haha). Dalam beberapa acara seperti promo film atau drama, ia juga sering terlihat santai dengan celana jins, t-shirt dan sepatu kets. Soal gaya rambut, sepengamatan saya ia juga cenderung tak mengikuti mode. Ia lebih sering terlihat dengan rambut cepaknya yang biasa, yang membuat penampilannya menurut saya justru terlihat fresh dan cowok banget, hehe.
  • dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai kerja tim. Menurutnya, rekan kerja adalah hal paling penting karena akting menurutnya adalah sebuah harmoni.

jsw-camera

  • Dalam memilih peran di¬† film, Jo mengaku tak peduli jenis filmnya (indie atau film komersil), selama ia menyukai ceritanya yang salah satu ukurannya adalah ia merasa ‘deg-degan’ ketika membaca scriptnya.

jsw-secretforest2

  • Dalam film-filmnya nyaris selalu ada adegan yang memperlihatkan pantatnya. Konon, sampai-sampai ia dijuluki “National Ass” hihi. Dalam sebuah wawancara, ia pernah mengatakan bahwa hal itu membuat ibunya komplain, memintanya untuk berhenti menunjukkan pantatnya. Tapi bagaimana lagi? Namanya juga tuntutan peran. Dalam film , ia mengaku tak nyaman kalau menolak adegan seperti itu karena banyak aktor senior yang harus ia hormati (tahu sendirilah senioritasnya orang Korea bagaimana). Lagipula, itu juga hanya bagian dari film dan kalau dilihat film-film yang dibintangi Jo cenderung ‘bersih’ dari adegan-adegan yang terlalu vulgar dibanding film-film Korea kebanyakan.

jsw-smile5

  • – Menurut saya, Jo adalah salah satu aktor Korea yang memiliki senyum paling menawan (aktor lain adalah dan Kim Bum)

Yeah, he’s amazing right? That’s why I love him more and more ūüôā

Biodata
Nama  :
Lahhir: Seoul, 21 Februari 1980
Tinggi: 173 cm
Golongan Darah: B
Pendidikan: Kaywon High School of Arts, Dankook Universit (Theater & Film), Dankook Graduate University Graduate School of Culture (Arts & Design)

Drama:
/Stranger (2017, tvN)
(SBS, 2014)
(Drama Festival, MBC, 2013)
(MBC, 2012)

Film:
Grave Site (2018)| (2016) | (cameo, 2015) | (2012) | (2011)| (2009)| (2008) | (2006)| (2006)| (2005)| (2004)| (2003)| H (2002)| (cameo, 2002)| ? (2002)| (2001)| (2000/1999)

Musikal:
Blood Brothers (2000)| The Last Empress (2000)| Subway Line 1 (2001, 2006)| The Sorrow of Young Werther (2002)| Carmen (2003)| Jekyll & Hyde (2004, 2005, 2006, 2010-2011)| Hedwig & the Angry Inch (2005, 2007, 2008, 2013, 2014)| Rent (2007)| Man of La Mancha (2007, 2013-2014) | I am Sam (2008)| Zorro (2011-2012)| Doctor Zhivago (2012) | Werther (2015-2016)| Hedwig: New Make Up (2016)| Sweeney Todd (2016)

Awards:
– Nominasi Best New Actor untuk film “” di ajang Grand Bell Awards & Blue Dragon Film Awards, 2000
Best Couple Awards (with , ): Moscow International Love Film Festival 2004
– Best Actor ( ): Baeksang Arts Awards 2005, Grand Bell Awards 2005, 1st Premiere Rising Star Awards 2005, Busan Critics Film Awards, Golden Roster & Hundred Flowers Film Festival, Korean Film Awards
– Nominasi Best Actor ( Blue Dragon Film Awards)
– Nominasi Best Actor (): Baeksang Art Awards, Korean Film Awards
– Best Actor (): Korea Movie Star Awards, Newport Beach Film Festival, Jury Award Best Actor: Newport Beach Film Festival 2017
– MBC Drama Awards 2012: Daesang/Grand Prize & Best Actor ()
– SBS Drama Awards 2014: Nominasi Best Actor in miniseries ()

¬†–¬† Baeksang Art Awards 2018: Best Actor in Drama ()

In Musical:
– Best New Actor (The Sorrow of Young Werther) – Korea Musical Award 2002
– Best Actor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2004
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2005
– Popularity Award (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2007
– Best Musical Actor (Man of La Mancha) – Golden Ticket Awards 2007
– BestActor (Man of La Mancha) – Korea Musical Award 2008
– BestActor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2011
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2011
– BestActor (Dr Zhivago) – Korea Musical Award 2012
– Korean Popular Culture & Art Awards 2012 – Prime Minister’s Citation
– Popularity Award (Hedwig and the Angry Inch) – Korea Musical Award 2013
– Yegree Musical Award 2016 – Popularity Award (Werther), Best Aktor (Nominasi)
– Korea Musical Awards 2017 – Best Actor (Sweeney Todd)

(sumber: forums-soompi (jo Seung-woo), wikipedia, asianwiki)

 

 

Tomorrow With You: Adegan & Dialog Favorit

April 27, 2017 Tinggalkan komentar

Seperti saya tulis sebelumnya, Tomorrow With You bukan drama yang sempurna. Ada beberapa bagian yang terasa meninggalkan tanya. Tapi di atas semua itu, saya tak segan untuk mengatakan kalau ini adalah salah satu drama Korea terbaik yang pernah saya tonton. Dari sekian banyak drama Korea yang pernah saya tonton, yang bahkan secara rating sangat bagus dan penceritaan dianggap ‘sempurna’ tapi hanya sedikit sekali drama yang ‘sanggup’ saya tonton berkali-kali tanpa pernah merasa bosan. Dan drama ini adalah salah satunya. Hampir setiap episodenya ‘bermakna’ dan menyajikan adegan yang membuat saya ingin menontonnya lagi dan lagi. Berikut beberapa adegan yang favorit bagi saya:

РKetika So-joon menemui Ma-rin setelah tahu bahwa Ma-rin adalah orang yang selamat dalam kecelakaan kereta. Lalu foto Ma-rin jatuh berhamburan dan So-joon membantu memungutinya sembari menanyakan tentang kejadian itu. Saya suka ekspresi dan nada bicara So-joon di sini.  Angle-nya juga sangat bagus dengan cahaya matahari yang membuat So-joon terlihat cakep sekali.
TWY_9
– Adegan ketika Ma-rin menemui So-joon di rumah sakit setelah ia tahu So-joon adalah orang yang selamat. Kedatangan Ma-rin yang mencemaskannya, menurut saya adalah ‘it moment’nya So-joon yang mulai¬† menyadari kebaikan hati Ma-rin dan¬† juga mulai memiliki perasaan pada Ma-rin.
[drakorindo.com] TMY.E04.ID.360p.mp4_000236127
РAdegan ketika Ma-rin menemui So-joon yang hendak makan malam dengan ibunya dan Ma-rin meminta So-joon pergi. Alih-alih menuruti ucapan Ma-rin, So-joon justru menatap Ma-rin dengan sangat lembut dan penuh simpati disusul dengan pelukan  hangat dan yah, kissing. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan Ma-rin saat itu. Pelukan dan ciuman So-joon seolah memupus rasa ketidak percayaan diri yang selama ini menghantuinya. Dan rasanya, tidak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada lelaki seperti itu. Lelaki yang membuat kita bisa menegakkan kepala. Adegan kissing di sini menurut saya juga salah satu adegan kissing terbaik dalam drama Korea. Begitu lembut dan tepat waktu.  Ekspresi wajah So-joon dan Ma-rin sebelum kissing juga sangat worthed. Tanpa close up wajah, mata atau bibir berlama-lama ala kebanyakan drama Korea. Adegan itu  cukup spontan, tapi tidak terburu-buru. Cukup passionate, tapi kita juga tahu bahwa kissing itu bukan semata karena nafsu, tapi juga didasari perasaan sayang dan empati.

 

[drakorindo.com] TMY.E04.ID.360p.mp4_002813765
РAdegan pernikahan Ma-rin So-joon. Adegan ini dibuat dalam gerak cepat dan slow motion, tapi juga sangat indah.  Warnanya cerah dengan paduan payung warna-warni dan bagaimana semua orang terlihat gembira. Musik yang mengiringinya juga benar-benar terasa pas. Benar-benar sebuah pernikahan yang terasa indah. Dan saya pikir, ini penting karena ini adalah awal kehidupan rumah tangga mereka. Diawali dengan sesuatu yang indah, karena kisah cinta mereka sebenarnya memang sangat indah. Meskipun motif So-joon menikahi Ma-rin masih belum sepenuhnya tulus, tapi dari ekspresi wajah So-joon, kita tahu bahwa ia sama sekali tak menyesalinya. Mungkin ia sedikit merasa aneh, tapi ia juga terlihat siap dan tanpa penyesalan untuk menjalani rumah tangga dengan Ma-rin.

tomorrow with you-1

РAdegan hari pertama usai bulan madu, ketika Ma-rin menyiapkan sarapan untuk So-joon. Dan ekspresi So-joon ketika ternyata masakan Ma-rin tak enak.  Bagaimana ia berbohong demi menyenangkan Ma-rin menunjukkan bahwa ia benar-benar tak ingin melukai perasaan Ma-rin. Adegan ini disusul dengan So-joon yang menemui Ki-doong dan di ujung obrolan, ia mengeluh kemungkinan akan makan masakan Ma-rin yang tak enak seumur hidup. Meskipun saat itu ia masih belum sepenuhnya tulus terhadap Ma-rin serta belumsepenuhnya memahami artinya pernikahan, tapi ia tak pernah memikirkan kemungkinan lain untuk menjalani hidup bersama selain dengan Ma-rin. Ugh..

tomorrow with you-3

– Adegan ketika So-joon mengajak Ma-rin makan malam di luar. Ketika seorang pelayan tanpa sengaja hampir menyenggol Ma-rin dan bagaimana kemudian So-joon bereaksi. It’s daebak! lalu bagaimana Ma-rin menatapinya dengan takjub dan bangga. Ufh, I can feel what you feel, Ma-rin!

tomorrow with you-4

– Adegan mengupas apel. Ketika kemudian Ma-rin curhat tentang keluarganya. It’s seemed so real. Seperti itulah obrolan dua orang yang saling mencintai dan menerima satu sama lain. Lalu adegan penutupnya berupa kissing plus kerlingan mata So-joon adalah bonus yang sangat manis.

tomorrow with you-7

– Adegan ketika So-joon tiba-tiba muncul di tempat kerja Ma-rin padahal mereka sedang marahan. Saya suka karena bagaimanapun mereka bertengkar, tapi mereka tetap saling berkomunikasi dengan baik. Dan itu hal yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Adegan serupa juga muncul ketika So-joon memenuhi undangan pertemuan di Happiness dan ada Ma-rin di sana. Meski tahu Ma-rin sedang marah, ia tetap menyapa Ma-rin dengan lembut dan perhatian.

– Adegan ketika So-joon tahu bahwa Ma-rin sakit, lalu ia lari pontang-panting ke rumah sakit. Ugh, So-joon, you just love her so much now! Dan adegan berikutnya, ketika Ma-rin dengan suara serak menyatakan kekecewaannya pada So-joon juga terasa sangat real. Pembicaraan mereka di bagian ini sangat penting dalam menandai tahap lain dalam hubungan mereka. So-joon yang terbiasa hidup dan menanggung semuanya sendiri, belajar tentang artinya berbagi dengan orang yang paling dicintainya.¬† Saya juga suka adegan ketika kemudian So-joon seperti ingin ‘melarikan diri’ ke masa depan, tapi urung dan sebaliknya, kembali kepada Ma-rin yang masih sakit. Saya benar-benar lega karena So-joon tak jadi pergi, karena Ma-rin sedang membutuhkannya.

 

– Masih serangkaian dengan adegan ini adalah ketika So-joon menelepon Ma-rin dan menceritakan pada Ma-rin tentang orang tuanya. Lalu bagaimana ia mulai menangis dan minta diijinkan menemui Ma-rin. Dan jawaban Ma-rin menyuruhnya agar cepat datang, benar-benar terdengar bijak dan dewasa. Bagaimanapun kecewanya ia pada So-joon, ia tidak pernah benar-benar marah padanya. Alih-alih, selalu siap menerima ia apadanya. Rasanya, tak ada orang yang lebih dibutuhkan So-joon dari seorang istri seperti Ma-rin.

tomorrow with you-20

РAdegan ketika ibu Ma-rin menginap dan sebelum tidur menatapi foto masalalu sambil bergumam, bahwa ia merasa bersyukur karena meskipun Ma-rin tidak dibesarkan oleh orangtua yang baik, tapi sekarang mendapat suami yang sangat baik. I can feel you, Mom!  And I agree with you, too.

– Adegan ketika jalan-jalan di pantai dan So-joon menulis surat untuk Ma-rin di masa depan.¬† ” ….kita sangat bahagia belakangan ini. Aku berharap tidak memiliki kemampuan menjelajah waktu lagi. Sebagai gantinya, aku ingin kemampuan menghentikan waktu.”¬† Bukankah kita semua ingin seperti itu, bisa menghentikan waktu ketika perasaan kita sangat bahagia? Dan yah, saya bisa merasakan kebahagiaan yang membuncah di antara mereka, dengan latar matahari yang cerah dan suasana pantai yang indah.

tomorrow with you-24

РAdegan ketika So-joon  bersedih karena ayah Se-yung meninggal, lalu Ma-rin dengan penuh pengertian menghiburnya. Yah, seperti itu seharusnya pasangan suami istri bukan? Selalu ada untuk mendukung satu sama lain, menjadi tempat bersandar satu sama lain.

tomorrow with you-27

– Adegan ketika So-joon baru kembali dari masa depan yang menyedihkan dan kemudian bertemu Ma-rin yang menjemputnya dengan mobil sambil mengoceh dengan ceria lalu So-joon sekonyong-konyong menciumnya. Melihat adegan ini, justru membuat saya ingin menangis ūüė¶

– Adegan ketika Ma-rin terkunci di atap dan So-joon datang menyelamatkannya, lalu mereka terlibat pembicaraan dari hati ke hati. Lagi-lagi, ini adalah tahap baru dalam hubungan mereka. Bagaimana Ma-rin, meski sempat marah dan lari dari rumah, tapi tak pernah sekalipun meragukan ketulusan So-joon. Dan bagaimana kemudian ia dengan penuh percaya diri meyakinkan So-joon bahwa perasaannya tak akan pernah berubah. Pada tahap ini, saya bisa merasakan bagaimana kuatnya hubungan Ma-rin So-joon.

tomorrow with you-30

– Adegan ketika So-joon dimarahi ibu Ma-rin. Hihi, love you, Emmmoni! Saya suka adegan ini karena selain mengharukan, juga terkesan lucu dan menghibur.

tomorrow with you-31

– Adegan ketika Ma-rin mengantarkan payung untuk So-joon dan kemudian So-joon membawanya ke kantor lalu tanpa malu pamer ke semua orang tentang istrinya yang perhatian. Duuh, what a husband you are, So-joon! Istri mana yang tak akan tersipu-sipu tapi bangga alang kepalang kalau ada suami seperti itu? Adegan ini disusul dengan obrolan manis disertai peluk-pelukan di ruangan So-joon, dimana Ma-rin curhat tentang rasa sedihnya melihat ibunya yang selalu sendirian. Saya juga menyukai sisipan adegan Ki-doong yang hendak masuk dan kemudian urung. Love his expression! Alih-alih merasa sebal atau terganggu, ia justru terlihat senang melihat kemesraan So-joon dan Ma-rin. Aih, benar-benar teman terbaik di dunia deh si Ki-doong ini.

tomorrow with you-33

– Adegan ketika Ma-rin dan So-joon menonton TV yang menayangkan kecelakaan dan tiba-tiba So-joon menangis karena teringat masa depannya dan Ma-rin. Lalu bagaimana dengan lembut dan sedikit bingung, Ma-rin memeluknya penuh sayang. Ugh…

tomorrow with you-35

– Adegan ketika Ma-rin di masa depan yang menerima video masa lalu dari So-joon dan bagaimana So-joon mengatakan bahwa ia mencintainya berkali-kali. Sooo touching…

-Adegan ketika Ki-doong tahu bahwa So-joon menghilang di dalam gerbong kereta dan darah berceceran. Disusul kemarahannya pada Kim Yo-jin di kantor polisi. Aih, Ki-doong, you’re the best friend ever, bro! (Saya juga adegan ketika Ki-doong tahu bahwa So-joon sudah kembali. His expression is gold)

[drakorindo.com] TMY.E15.ID.360p.mp4_000898945

– Adegan menjelang ending, ketika Marin dan So-joon mendaftarkan pernikahan mereka, lalu Ma-rin membuat video dan meminta komentar So-joon. Ekspresi So-joon ketika mengatakan bahwa ia bahagia dan bagaimana ia mencintai Ma-rin… ah, that expression… salut untuk Lee Je-hoon yang selalu mampu menampilkan ekspresi paling tipis sekalipun!

[drakorindo.com] TMY.E16END.ID.360p.mp4_003575103

Selain itu, drama ini juga diisi dengan dialog-dialog indah dan kontemplatif, tapi terasa natural. Berikut beberapa dialog favorit:
Ketika So-joon menemani Ma-rin mabuk:
“Tapi, orang lain tidak tahu soal hidupmu. Orang ? Mereka tidak perduli dengan hidup orang lain.¬† Mereka kelewat sibuk mengurus hidup sendiri.¬† Pasti kau kurang kerjaan dibanding orang lain.¬† Kau memusingkan omongan orang. ”

Ketika So-joon menemui Ma-rin malam-malam setelah mengingkari janji ketemu siang harinya:
So-joon: Siapa yang tahu lima tahun kedepan, apa yang akan terjadi.
Marin: Memangnya aku capung ? Hidup demi satu hari ?
So-joon:  Kau lebih baik hidup seperti capung.  Lakukan semua yang kau mau,
makan yang kau mau. Kencan dengan banyak lelaki.¬† Apa gunanya hidup terlalu hati-hati ? Hidup … lebih pendek dari perkiraanmu.

Obrolan Ma-rin dan sahabatna So-ri tentang So-joon:
“Hei, pria terburuk di dunia ini adalah….pria yang membuatmu merasa jadi wanita menyedihkan.”

So-joon dan Ma-rin ketika Ma-rin diajak ke rumah So-joon untuk pertamakalinya:
“Aku merasa cemas kalau aku membiarkanmusendiri. Aku merasa sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi. Aku terus-terusan merasa cemas. Aku biasanya tidak pernah mencemaskan siapapun. Anehnya, aku merasa sepertinya aku harus ikut campur dengan hidupmu. Aku merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. […]
Daripada terpisah aku merasa sebaiknya kita bersama saja. Aku berasa tidak baik jika kita saling mengabaikan satu sama lain. Kita harus menghadapi semuanya bersama-sama. Aku merasa ini adalah hal terbaik yang harus kulakukan.¬† Jadi, tetaplah di sisiku.” Ugh…. so deep and romantic!

Obrolan Ma-rin dan So-joon di atas tempat tidur, ketika Ma-rin tahu tentang peran So-joon di Happiness:
Marin: Kenapa semua orang tidak suka kelelawar? Kalau dilihat dari dekat, kelelawar itu lucu, kok. Mereka sembunyi dan hidup di dalam gua.
So-joon: Makanya mereka berpikir kelelawar itu menyeramkan. Orang-orang tidak suka karena kelelawar menempel di sana-sini.
Ma-rin: Mereka tidak menempel di sana sini kok Kelelawar itu punya kepribadian yang bagus. Makanya mereka akrab dengan burung dan tikus. […] Sulit sekali rasanya bagiku untuk memahamimu.
So-joon:  Aku tidak tahu kenapa aku harus memahami kelelawar.
Ma-rin : Bukan, aku cuma.. Aku cuma mau bilang apakah Batman harus hidup dalam persembunyian? Dia pasti merasa kesepian dan¬† ingin sekali bicara dengan seseorang. Aku merasa kasihan padanya. Kalau Batman punya istri, dia bisa¬† bilang pada istrinya, “Aku ini Batman.” Dia bisa mengungkapkan siapa dirinyadan membicarakan Joker dengan istrinya.¬† Mereka bisa hidup bahagia seperti itu.

Obrolan Ma-rin dan So-joon malam-malam di depan api unggun di tempat kontruksi, setelah melihat foto-foto pasangan tua yang mesra:
” Menikah adalah sesuatu yang luar biasa. Kita sama sekali tidak saling kenal beberapa bulan lalu.Sekarang, kita sedang merencanakan masa depan bersama-sama. Walaupun kau sudah jadi nenek-nenek tua, kau akan tetap ada di sisiku. Aku merasa itu adalah hal yang luar biasa.” (arrrgh… that’s why i wanna get married too ūüėČ )

Adegan ketika Ma-rin dan So-joon pulang dan makan malam masakan ibu Ma-rin yang nggak enak. Setelah perdebatan kecil yang lucu, dan kemudian So-joon memuji-muji masakan ibu Ma-rin demi menyenangkan hatinya:
” Pikirkan saja ketulusan yang ada di dalam supnya dan makanlah. Makanan adalah tentang segalasesuatu yang sentimentil.” Yeah, it’s right!

Obrolan So-joon Ma-rin pagi hari di atas tempat tidur:
So-joon: “Aku tidak memahami perasaanmu. Bahkan jika kita tinggal bersama selamanya,aku mungkin tidak akan selalu memahami perasaanmu.” Yups, seperti itulah hubungan antar manusia. Sedekat apapun kita dengan seseorang, pada dasarnya kita tidak bisa selalu bisa memahami pikiran orang lain, bukan?

Obrolan So-joon dan Ma-rin di pantai malam-malam:
Ma-rin:  Kau tidak menyesalinya? Menikah tanpa pernah berkencan.
So-Joon:  Kau wanita yang kunikahi. Kau harusnya tersentuh karena hal ini.
[…] Aku bisa mengencanimu. Tidak ada yang bisa kulakukan selain mengencanimu selamanya.
Ma-rin: Kita sudah menikah, berkencan apanya?
So-joon:  Memang ada hukum yang menentang pasangan menikah untuk berkencan?
Ma-rin: Kau pria yang sudah menikah, aku juga wanita yang sudah menikah. Mana bisa kita berkencan?
[….]
So-joon: Kenapa kita tidak kencan saja? Kita sudah menikah.
Ma-rin : Benar-benar, aku bahkan tidak bisa menolak karena suamiku yang mengajak.
Obrolan yang sangat manis juga indah.

Pertengkaran So-joon dan Ma-rin ketika So-joon ingin menjauhi Ma-rin karena takut menyakitinya di masa depan:
So-joon : Aku berbeda dari orang lain.¬† Aku tidak normal. Jadi, jika kau menginginkan kehidupan yang normal… Aku rasa tidak mampu memberikannya.
Ma-rin: “Aku akan hidup seperti yang kuinginkan,¬† jadi pergilah kalau kau tidak menyukainya.” Begitukah maksudmu? “Mari coba saling memahami dan berkompromi.” “Kita lewati bersama.” Kenapa tidak begitu?
Yeah, I agree with you, Ma-rin!

Obrolan Ma-rin dan So-joon waktu jalan-jalan malam-malam sebelum So-joon menghilang:
Ma-rin: Jangan terlalu baik padaku dan jangan serahkan milikmu padaku. Jangan beri aku hadiah.
So-joon: Jadi haruskah aku hanya bernapas saja di sampingmu?
Ma-rin: Kau terlalu baik untukku. Aku tergila-gila padamu setiap hari. Jadi.. ..mari kita bangun bersama setiap pagi.¬† Kirimi aku SMS saat kau sedang bekerja. Ayo makan malam bersama dan menonton film bersama. Ayo kita tertidur bersama setiap hari.¬† Itu saja sudah cukup bagiku. ..[…]

Hmm, what a simple yet beautiful wishes!

Surat So-joon ke Ma-rin yang ditulis di pantai dan Ma-rin membacanya sambil berurai air mata ketika So-joon menghilang:
“…Saat ini, kita sangat bahagia. Aku berharap tidak memiliki kekuatan menjelajah waktu. Sebagai gantinya, kekuatan untuk menghentikan waktu saja.¬† Aku berdoa bahwa saat kau menerima surat ini, kau tidak akan membenciku. Bahkan meski masa depan kita tidak bahagia, aku cukup bahagia dengan keadaan kita sekarang. Jika aku bisa kembali ke masa lalu dan memilih lagi, aku memilihmu… […]”

Puisi di Kafe usai So-joon dan Ma-rin mendaftarkan pernikahan:
TAMU – JUNG HYUN JONG]
“Adalah sesuatu hal yang luar biasa, saat seseorang datang.¬† Dan masa lalu orang itu..Masa kini dan masa depan orang itu akan datang.¬† Kemudian kehidupan seseorang itu akan menjadi utuh..”

dialog credit to penyedia subtitle Indonesia @*Dimples Bang Jeehon*

Film-Film Yang Kurang Berkesan

Januari 3, 2017 Tinggalkan komentar

Sering saya penasaran dengan film-film lama yang dibintangi aktor/aktris yang sekarang sudah jadi bintang papan atas, karenanya kemudian saya tonton. Tapi ternyata beberapa film-filmnya tidak terlalu mengesankan, sehingga saya agak malas mengulasnya, jadi saya rangkum saja di sini.

1. The Legend of Seven Cutter ( Korea Selatan, 2006).  Penasaran sama film ini karena nama . Sejak melihatnya di , sebagai si tomboy Eun-chan, saya berkesimpulan bahwa Yoon adalah aktris yang tidak hanya cantik, tapi juga berbakat. Sayang, belakangan karirnya cenderung meredup, dan drama-drama yang dibintanginya juga banyak yang kurang bagus. Yoon memang lebih dikenal sebagai pemain drama, tapi ada  juga beberapa filmnya, salah satunya film ini, dimana ia berperan sebagai Han Min-joo (), cewek tomboy (lagi!) di sekolah yang kemudian jatuh cinta sama cowok culun, Jung Han-soo. Dan sebenarnya, tokoh utama di film ini adalah Han-soo (diperankan oleh aktor Ahn Jae-mo).

the-legend-of-7-cutter

the_legend_of_seven_cutter-avi_000971663

Han-soo ini murid pindahan dan rumor beredar bahwa Han-soo ini adalah si legendaris ‘seven cutter’ preman sekolah yang meninggalkan 7 sayatan cutter ke korbannya. Desas-desus ini pun menimbulkan rasa penasaran dan gentar di kalangan murid-murid lain, termasuk si preman sekolah, Baek Seung-gi dan juga pemimpin geng cewek, Han Min-joo. Dan hal yang aneh adalah bahwa sehari-hari, Han-soo adalah cowok yang selalu terlihat culun. Dan rumor-rumor tentang dirinya, kemudian menyelamatkan dirinya untuk ‘survive’ di lngkungan baru, termasuk mendapat pacar, tentunya. Ehm, sejujurnya saya tak bisa mengikuti film ini secara penuh, beberapa adegan saya skip karena terasa membosankan. Garis besar ceritanya lumayan, tapi plotnya terkesan tidak konsisten. Yoon bermain bagus sebagai si tomboy Min-joo, tapi saya tidak bisa menyukai karakter Jung Han-soo, yang menurut saya terlalu ‘beruntung’. Karakter-karakter lain juga terasa tidak terlalu berarti.

2. Last Present (Korea Selatan, 2001)
Dua pemainnya adalah bintang favorit saya, dan . saat ini adalah salah satu  nama besar di dunia perfilman Korea. Film-filmnya nyaris selalu ngehits. Sementara , meski tidak terlalu produktif, tapi juga film maupun dramanya juga bagus-bagus. Tapi film ini dibuat ketika keduanya masih cukup muda, dan belum setenar sekarang.

the-last-present-2001-dvdrip-xvid-avi_002743675

Cerita film ini adalah tentang suami istri Yong-gi ( ) dan Jung-yeon (). Hubungan mereka buruk setelah kematian anak mereka. Yong-gi yang bekerja sebagai komedian, karirnya sedang terseok-seok. Di sisi lain, Jung-yeon ternyata mengidap penyakit mematikan. Dan demi cintanya pada Yong-gi merahasiakan sakitnya dan atas nama cinta juga, selalu marah-marah pada Yong-gi. Oke, well. Pada titik ini, saya mulai skip-skip. Di awal-awal saya cukup bisa menerima pertengkaran antara Yong-gi dan Jung-yeon, karena berpikir bahwa mereka depresi setelah kematian anaknya. Tapi semakin kesini, menjadi terlalu melelahkan dan alasan kemarahan Jung-yeon pada Yong-gi menjadi terasa bodoh. Demi cinta, pura-pura benci, terus marah-marah, dan merahasiakan bahwa dirinya sekarat? Bagi saya, hal seperti itu benar-benar terasa bodoh. Bukannya kalau cinta justru harus saling berbagi ya? Tidak ada yang salah dengan akting dua Lee, tapi ya itu, ceritanya terkesan bodoh dengan ending yang juga bisa ditebak.

3. The Letter (Korea Selatan, 1997).

the-letter-1997-dvdrip-xvid-avi_000485384

Tak sengaja nemu film ini dari koleksi lama. Ketika lihat ada nama , memutuskan untuk menonton. Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan Park, tapi selama ini cukup familiar dengan namanya. The Letter berkisah tentang seorang laki-laki  (diperankan oleh Park, saya lupa siapa namanya di sini) yang jatuh cinta dengan seorang dosen muda (Choi Jin-sil). Setelah beberapa kejadian romantis, mereka akhirnya menikah. Tapi kemudian si suami divonis sakit parah dan umurnya tak lama lagi. Dan sebagai umumnya film bergenre melodrama romantis, si istri kemudian akan merawat si suami dengan penuh cinta hingga meninggal. Filmnya sendiri sebenarnya tidak buruk dengan adegan-adegan mannis yang terasa klasik dan romantis. Tapi karena cerita utamanya adalah cerita yang sudah ada dalam 1001 film/drama Korea, saya pun ogah-ogahan menonton film ini.

4. ESP Couple (Korea Selatan, 2008).

Belakangan, saya memfavoritkan aktris . Menurut saya dia adalah salah satu aktris muda Korea yang sangat berbakat dan hebat. Sejak usianya masih sangat muda, ia sudah wara-wiri jadi tokoh utama di film. Dan di usianya yang masih muda sekarang, ia sudah menyejajarkan diri dengan bintang-bintang besar dalam perfilman Korea. Ia seolah tak pernah ‘gentar’ beradu akting dan selalu berhasil membangun chemistry dengan aktor-aktor besar yang bahkan usianya seringkali terpaut jauh dengannya. Harus saya, akui, tak semua film-film yang dibintangi Park bagus, tapi tetap saja saya penasaran dengna fim ini. Apalagi di film ini, lawan mainnya adalah , yang saya ketahui, juga aktor yang bagus.

sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_000724235
Filmnya berkisah tentang Su-min (), mahasiswa kuper yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang. Tapi karena takut dianggap aneh, ia tak pernah menggunakan kemampuannya ini. Suatu hari, ketika ada kasus kriminal, tibatiba ia didatangi cewek SMA ceriwis, Hyun-jin () yang selalu  mengikutinya kemana-mana. Tidak hanya itu, karena Hyun-jin juga memintanya untuk kembali mengasah kemampuannya membaca pikiran orang.
sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_001149232
Premis ceritanya sebenarnya lumayan, tapi plotnya terasa membosankan dan digarap ogah-ogahan. Bagaimana tidak, kalau 80% bagian film ini isinya cuma latihan membaca pikiran dan nyaris tak ada kejadian penting apa-apa. Latarnya juga minimalis. Menurut saya,  satu-satunya hal yang membuat film ini agak bernyawa adalah akting , sebagai si gadis SMA yang enerjik dan yah, juga lumayan meski karakternya memang sedemikian rupa. Setelah menonton film ini, saya pun paham kenapa film ini seperti terlupakan.

5.¬† Don’t Click (Korea Selatan, 2012)
Lagi-lagi karena saya penasaran sama film ini. Mengabaikan ketidaksukaan saya sama film horror. Film ini bercerita tentang Se-hee (), seorang pramuniaga toko yang tinggal bersama adiknya yang masih SMA, Jeon-mi. Se-hee punya pacar seorang mahasiswa komputer, Joon-hyuk (,). Se-hee selalu merasa dirinya diawasi, dan membuatnya tak nyaman. Di sisi lain, Jeon-mi sangat suka membuat video pribadi dan menguploadnya ke youtube. Ia juga sangat senang menonton video-video di internet. Suatu hari, ia minta Joon-hyuk untuk memberinya kopian film-film yang diblokir internet. Ia mendapat kopian berisi rekaman kekerasan dan ternyata video itu… berhantu. Jadi kalau selama ini film hantu biasanya mengetengahkan hantu yangkemampuannya menghilang atau terbang-terbang, di sini hantunya bisa internetan dan upload video. Canggih kan?

 

dont-click-4
Well, oke. Sudah. Cukup sampai di situ saya menyerah.  Sekuat apapun saya memaksakan diri untuk melanjutkan menonton, saya benar-benar tak bisa menikmatinya. Logikanya nggak masuk ke kepala saya. Memang sih, dalam film hantu, semua kemungkinan bisa saja terjadi, tapi saya tetsp sulit menerima kemungkinan itu. Saya sendiri tak habis pikir kenapa aktris sekelas dan juga ,, mau main di film seperti ini. Ehm, tapi itu subyektif saya yang nggak suka film horor sih, bagi yang suka mungkin punya pendapat lain.

Film lainnya…

The Stolen Years (2013, China). Film ini berkisah tentang seroang perempuan cantik Hei Man (diperankan oleh Bai Baihe), yang baru tersadar dari komanya selama sebulan karena kecelakaan. Namun ia mengalami amnesia. Ia hanya mampu mengingat kejadian lima tahun yang lalu, ketika ia berbulan madu bersama suaminya (diperankan oleh ). Kenyataannya, sekarang ia dan suaminya sudah bercerai. Karena perasaannya masih perasaan 5 tahun lalu yang sangat mencintai suaminya, ia pun kemudian menelusuri kembali kejadian-kejadian lima tahun yang terlupakan, termasuk alasan perceraiannya dengan sang suami.
the-stolen-years-2013-hdtv-720p-x264-aac-phd-mp4_000310182
Sebenarnya, tak berekspektasi apa-apa ketika memutuskan untuk nonton film ini. Dan semata karena melihat posternya yang menarik dan ingin membuat variasi tontonan saja. Dan seperti posternya, pada bagian-bagian awal, ceritanya terasa segar dan membuat penasaran didukung gambar yang begitu resik. Tapi ternyata semakin ke belakang, ceritanya menjadi semakin mellow. Spoiler: ini adalah tentang penyakit alzheimer. Tidak buruk, tapi saya sudah cukup banyak menonton film dengan tema alzheimer, karenanya, saya jadi tak bisa menikmati film ini.

Girl in Pinafore (.Singapura, 2015) Saya tak terlalu familiar dengan film-film Asia Tenggara, kecuali Thailand, yang tak terlalu saya gemari. Saya iseng saja sih nonton film ini, ingin coba melongok perfilman negara tetangga. Film ini berkisah tentang  geng remaja SMA cowok.

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_000358961

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_001994314

Mereka adalah murid-murid sekolah yang biasa saja, berasal dari keluarga biasa saja. Lalu suatu hari mereka ikut audisi band, lalu ketemu sama cewek yang pintar main musik dan nyanyi dan band mereka sukses… Yah, ceritanya sangat khas film remaja dan sayangnya tak ada yang baru. Ceritanya terasa sangat standar. Tentang geng murid-murid culun, lalu jadi keren karena main band, terus dapat cewek… terlalu mirip dengan film yang sudah-sudah, seperti campuran , American Pie, dan entah apa lagi ūüė¶

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar