Arsip

Archive for the ‘Etcetera’ Category

Film-Film Yang Kurang Berkesan

Januari 3, 2017 Tinggalkan komentar

Sering saya penasaran dengan film-film lama yang dibintangi aktor/aktris yang sekarang sudah jadi bintang papan atas, karenanya kemudian saya tonton. Tapi ternyata beberapa film-filmnya tidak terlalu mengesankan, sehingga saya agak malas mengulasnya, jadi saya rangkum saja di sini.

1. The Legend of Seven Cutter ( Korea Selatan, 2006).  Penasaran sama film ini karena nama . Sejak melihatnya di , sebagai si tomboy Eun-chan, saya berkesimpulan bahwa Yoon adalah aktris yang tidak hanya cantik, tapi juga berbakat. Sayang, belakangan karirnya cenderung meredup, dan drama-drama yang dibintanginya juga banyak yang kurang bagus. Yoon memang lebih dikenal sebagai pemain drama, tapi ada  juga beberapa filmnya, salah satunya film ini, dimana ia berperan sebagai Han Min-joo (), cewek tomboy (lagi!) di sekolah yang kemudian jatuh cinta sama cowok culun, Jung Han-soo. Dan sebenarnya, tokoh utama di film ini adalah Han-soo (diperankan oleh aktor Ahn Jae-mo).

the-legend-of-7-cutter

the_legend_of_seven_cutter-avi_000971663

Han-soo ini murid pindahan dan rumor beredar bahwa Han-soo ini adalah si legendaris ‘seven cutter’ preman sekolah yang meninggalkan 7 sayatan cutter ke korbannya. Desas-desus ini pun menimbulkan rasa penasaran dan gentar di kalangan murid-murid lain, termasuk si preman sekolah, Baek Seung-gi dan juga pemimpin geng cewek, Han Min-joo. Dan hal yang aneh adalah bahwa sehari-hari, Han-soo adalah cowok yang selalu terlihat culun. Dan rumor-rumor tentang dirinya, kemudian menyelamatkan dirinya untuk ‘survive’ di lngkungan baru, termasuk mendapat pacar, tentunya. Ehm, sejujurnya saya tak bisa mengikuti film ini secara penuh, beberapa adegan saya skip karena terasa membosankan. Garis besar ceritanya lumayan, tapi plotnya terkesan tidak konsisten. Yoon bermain bagus sebagai si tomboy Min-joo, tapi saya tidak bisa menyukai karakter Jung Han-soo, yang menurut saya terlalu ‘beruntung’. Karakter-karakter lain juga terasa tidak terlalu berarti.

2. Last Present (Korea Selatan, 2001)
Dua pemainnya adalah bintang favorit saya, dan . saat ini adalah salah satu  nama besar di dunia perfilman Korea. Film-filmnya nyaris selalu ngehits. Sementara , meski tidak terlalu produktif, tapi juga film maupun dramanya juga bagus-bagus. Tapi film ini dibuat ketika keduanya masih cukup muda, dan belum setenar sekarang.

the-last-present-2001-dvdrip-xvid-avi_002743675

Cerita film ini adalah tentang suami istri Yong-gi ( ) dan Jung-yeon (). Hubungan mereka buruk setelah kematian anak mereka. Yong-gi yang bekerja sebagai komedian, karirnya sedang terseok-seok. Di sisi lain, Jung-yeon ternyata mengidap penyakit mematikan. Dan demi cintanya pada Yong-gi merahasiakan sakitnya dan atas nama cinta juga, selalu marah-marah pada Yong-gi. Oke, well. Pada titik ini, saya mulai skip-skip. Di awal-awal saya cukup bisa menerima pertengkaran antara Yong-gi dan Jung-yeon, karena berpikir bahwa mereka depresi setelah kematian anaknya. Tapi semakin kesini, menjadi terlalu melelahkan dan alasan kemarahan Jung-yeon pada Yong-gi menjadi terasa bodoh. Demi cinta, pura-pura benci, terus marah-marah, dan merahasiakan bahwa dirinya sekarat? Bagi saya, hal seperti itu benar-benar terasa bodoh. Bukannya kalau cinta justru harus saling berbagi ya? Tidak ada yang salah dengan akting dua Lee, tapi ya itu, ceritanya terkesan bodoh dengan ending yang juga bisa ditebak.

3. The Letter (Korea Selatan, 1997).

the-letter-1997-dvdrip-xvid-avi_000485384

Tak sengaja nemu film ini dari koleksi lama. Ketika lihat ada nama , memutuskan untuk menonton. Sebenarnya saya tak terlalu suka dengan Park, tapi selama ini cukup familiar dengan namanya. The Letter berkisah tentang seorang laki-laki  (diperankan oleh Park, saya lupa siapa namanya di sini) yang jatuh cinta dengan seorang dosen muda (Choi Jin-sil). Setelah beberapa kejadian romantis, mereka akhirnya menikah. Tapi kemudian si suami divonis sakit parah dan umurnya tak lama lagi. Dan sebagai umumnya film bergenre melodrama romantis, si istri kemudian akan merawat si suami dengan penuh cinta hingga meninggal. Filmnya sendiri sebenarnya tidak buruk dengan adegan-adegan mannis yang terasa klasik dan romantis. Tapi karena cerita utamanya adalah cerita yang sudah ada dalam 1001 film/drama Korea, saya pun ogah-ogahan menonton film ini.

4. ESP Couple (Korea Selatan, 2008).

Belakangan, saya memfavoritkan aktris . Menurut saya dia adalah salah satu aktris muda Korea yang sangat berbakat dan hebat. Sejak usianya masih sangat muda, ia sudah wara-wiri jadi tokoh utama di film. Dan di usianya yang masih muda sekarang, ia sudah menyejajarkan diri dengan bintang-bintang besar dalam perfilman Korea. Ia seolah tak pernah ‘gentar’ beradu akting dan selalu berhasil membangun chemistry dengan aktor-aktor besar yang bahkan usianya seringkali terpaut jauh dengannya. Harus saya, akui, tak semua film-film yang dibintangi Park bagus, tapi tetap saja saya penasaran dengna fim ini. Apalagi di film ini, lawan mainnya adalah , yang saya ketahui, juga aktor yang bagus.

sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_000724235
Filmnya berkisah tentang Su-min (), mahasiswa kuper yang memiliki kemampuan membaca pikiran orang. Tapi karena takut dianggap aneh, ia tak pernah menggunakan kemampuannya ini. Suatu hari, ketika ada kasus kriminal, tibatiba ia didatangi cewek SMA ceriwis, Hyun-jin () yang selalu  mengikutinya kemana-mana. Tidak hanya itu, karena Hyun-jin juga memintanya untuk kembali mengasah kemampuannya membaca pikiran orang.
sensitive-couple-2008-dvdrip-xvid-bifos-avi_001149232
Premis ceritanya sebenarnya lumayan, tapi plotnya terasa membosankan dan digarap ogah-ogahan. Bagaimana tidak, kalau 80% bagian film ini isinya cuma latihan membaca pikiran dan nyaris tak ada kejadian penting apa-apa. Latarnya juga minimalis. Menurut saya,  satu-satunya hal yang membuat film ini agak bernyawa adalah akting , sebagai si gadis SMA yang enerjik dan yah, juga lumayan meski karakternya memang sedemikian rupa. Setelah menonton film ini, saya pun paham kenapa film ini seperti terlupakan.

5.  Don’t Click (Korea Selatan, 2012)
Lagi-lagi karena saya penasaran sama film ini. Mengabaikan ketidaksukaan saya sama film horror. Film ini bercerita tentang Se-hee (), seorang pramuniaga toko yang tinggal bersama adiknya yang masih SMA, Jeon-mi. Se-hee punya pacar seorang mahasiswa komputer, Joon-hyuk (,). Se-hee selalu merasa dirinya diawasi, dan membuatnya tak nyaman. Di sisi lain, Jeon-mi sangat suka membuat video pribadi dan menguploadnya ke youtube. Ia juga sangat senang menonton video-video di internet. Suatu hari, ia minta Joon-hyuk untuk memberinya kopian film-film yang diblokir internet. Ia mendapat kopian berisi rekaman kekerasan dan ternyata video itu… berhantu. Jadi kalau selama ini film hantu biasanya mengetengahkan hantu yangkemampuannya menghilang atau terbang-terbang, di sini hantunya bisa internetan dan upload video. Canggih kan?

 

dont-click-4
Well, oke. Sudah. Cukup sampai di situ saya menyerah.  Sekuat apapun saya memaksakan diri untuk melanjutkan menonton, saya benar-benar tak bisa menikmatinya. Logikanya nggak masuk ke kepala saya. Memang sih, dalam film hantu, semua kemungkinan bisa saja terjadi, tapi saya tetsp sulit menerima kemungkinan itu. Saya sendiri tak habis pikir kenapa aktris sekelas dan juga ,, mau main di film seperti ini. Ehm, tapi itu subyektif saya yang nggak suka film horor sih, bagi yang suka mungkin punya pendapat lain.

Film lainnya…

The Stolen Years (2013, China). Film ini berkisah tentang seroang perempuan cantik Hei Man (diperankan oleh Bai Baihe), yang baru tersadar dari komanya selama sebulan karena kecelakaan. Namun ia mengalami amnesia. Ia hanya mampu mengingat kejadian lima tahun yang lalu, ketika ia berbulan madu bersama suaminya (diperankan oleh ). Kenyataannya, sekarang ia dan suaminya sudah bercerai. Karena perasaannya masih perasaan 5 tahun lalu yang sangat mencintai suaminya, ia pun kemudian menelusuri kembali kejadian-kejadian lima tahun yang terlupakan, termasuk alasan perceraiannya dengan sang suami.
the-stolen-years-2013-hdtv-720p-x264-aac-phd-mp4_000310182
Sebenarnya, tak berekspektasi apa-apa ketika memutuskan untuk nonton film ini. Dan semata karena melihat posternya yang menarik dan ingin membuat variasi tontonan saja. Dan seperti posternya, pada bagian-bagian awal, ceritanya terasa segar dan membuat penasaran didukung gambar yang begitu resik. Tapi ternyata semakin ke belakang, ceritanya menjadi semakin mellow. Spoiler: ini adalah tentang penyakit alzheimer. Tidak buruk, tapi saya sudah cukup banyak menonton film dengan tema alzheimer, karenanya, saya jadi tak bisa menikmati film ini.

Girl in Pinafore (.Singapura, 2015) Saya tak terlalu familiar dengan film-film Asia Tenggara, kecuali Thailand, yang tak terlalu saya gemari. Saya iseng saja sih nonton film ini, ingin coba melongok perfilman negara tetangga. Film ini berkisah tentang  geng remaja SMA cowok.

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_000358961

that-girl-in-pinafore-2013-dvdrip-x264-zrl-mkv_001994314

Mereka adalah murid-murid sekolah yang biasa saja, berasal dari keluarga biasa saja. Lalu suatu hari mereka ikut audisi band, lalu ketemu sama cewek yang pintar main musik dan nyanyi dan band mereka sukses… Yah, ceritanya sangat khas film remaja dan sayangnya tak ada yang baru. Ceritanya terasa sangat standar. Tentang geng murid-murid culun, lalu jadi keren karena main band, terus dapat cewek… terlalu mirip dengan film yang sudah-sudah, seperti campuran , American Pie, dan entah apa lagi 😦

Iklan

Penghargaan Film: Baeksang Arts Awards 2016

Saya selalu tertarik untuk mengikuti berita tentang berbagai penghargaan di bidang perfilman. Meski tak selalu menjamin bahwa film yang menang atau masuk nominasi benar-benar sebagus yang kita harapkan, tapi daftar itu membantu saya untuk memilah-milah film yang hendak yang saya tonton. Dan film yang menang atau masuk nominasi penghargaan, biasanya memang tidak mengecewakan..

baeksang 2016-2

Senyum cerah para pemenang

Beberapa hari lalu, Korea baru saja menggelar salah satu ajang penghargaan film terbesar di sana yang diberi nama BaekSang Arts Awards, dan tahun ini ajang penghargaan ini adalah yang ke-52 kalinya. Berbeda dengan beberapa penghargaan film lainnya, selain film di ajang
ini juga dikompetisikan kategori drama. Untuk kategori film, film-film yang dinominasikan tak jauh-jauh dari penghargaan film yang sudah-sudah (Daejong & Grand Bells) seperti , , .. sebagai tambahan dan juga beberapa film yang baru rilis beberapa bulan lalu seperti Dongju dan . Di kategori ini, Ada dua jenis penghargaan yang diberikan untuk film terbaik. Kategori Grand Prize (daesang) dan Best Film. Untuk kategori pertama, sutradara yang dianugerahi untuk dua film besutannya: Dongju: The Portrait of a Poet  dan .

Sementara untuk penghargaan Best Film, disandang oleh film , yang menurut saya memang sangat layak karena film ini terasa ‘perfect’ baik dari segi isi maupun komersialitas.

Sutradara , yang sepertinya memang tidak pernah absen menelurkan film-film berkualitas meraih gelar Best Director untuk kedua kalinya (filmnya yang lain The Unjust) untuk filmnya yang memang keren, .

Untuk kategori Best Actor dan Best Actress mungkin agak sedikit ‘membosankan’ karena pemenangnya adalah aktor senior yang sudah sering menyandang gelar ini, meski juga tak bisa disalahkan karena akting mereka yang memang qualified. Kategori Best Actor diraih oleh untuk perannya sebagai si preman tobat di film , dan menurut saya dia memang layak mendapatkannya karena aktingnya di sana memang terlihat begitu effortles. Sementara kategori Best Actress diraih aktris yang telah berkali-kali menyandang gelar aktris terbaik, di filmnya The Shameless.

baeksang 2016_parkjungmin

Park Jung-min yang meraih gelar Best New Actor

baeksang 2016_parksodam
Aktor meraih gelar Best New Actor untuk perannya di film Dongju, bersaing dengan dan (dua-duanya di film ), (Chronicles of Evil) dan Tae In-ho (Shadow Island). Di banding rivalnya, saya pikir, memang layak mendapatkannya . Sementara untuk kategori Best New Actress di raih oleh ( ). Saya cukup menyukai Park dan sepertinya dia memang cukup berbakat, tapi saya agak heran dia memenangkan penghargaan di filmnya yang ini, karena di filmnya yang lain, aktingnya justru lebih kelihatan. Di film sepertinya beberapa scene-nya dibantu oleh visual effect.

Kategori drama juga cukup seru. Lima drama yang masuk nominasi menurut saya memang layak untuk dikompetisikan seperti , , Six Flying Dragons, meski saya agak kurang sreg dengan drama She Was Pretty yang menurut saya tidak seberbobot keempat drama yang lain. Kategori Daesang disematkan pada , menurut saya agak sedikit berlebihan karena drama ini menurut saya memiliki banyak bolong dan sebenarnya jauh lebih perfect (drama ini mendapat nominasi hampir di semua kategori dan memenangkan 3 kategori). Tapi saya juga bisa memahami karena yang ngehits dan begitu populer,tentunya, berperan banyak dalam memperkenalkan Korea ke dunia internasional. Dan juga tak terlalu mengecewakan karena diganjar sebagai Best Drama.

baeksang 2016_ryujoonyeol

Feeling happy for Ryu Jun-yeol. He deserved it 🙂

Best Actor kategori drama di raih oleh (Six Flying Dragons) dan Best Actress diraih oleh aktris senior, ( ). Sementara Best New Actor diraih oleh yang menurut saya memang sangat-sangat layak karena aktingnya di drama benar-benar memukau. Di kategori Best New Actress diraih oleh untuk perannya sebagai Hong Seol di .

baeksang 2016-songsong

Song-song couple yang memang super populer 🙂

Selain itu juga ada kategori Most Popular Actor/Actress dan kategori iQyi Global Star, yang tentu saja sudah ketebak diraih siapa. Yups, dan . Meski kategori ini menurut saya tak terlalu bergengsi, tapi saya rasa memang sudah sewajarnya kedua aktor ini meraih penghargaan ini karena saat ini, memang rasanya tak ada aktor/aktris drama Korea yang mengalahkan kepopuleran mereka. Bahkan setelah beberapa waktu drama  mereka berakhir, popularitas mereka agaknya belum juga pudar.

Kategori Instyle Best Style diraih oleh dan . Bagi saya, ini kategori yang agak aneh dan tidak jelas apa kriterianya.  Sama halnya dengan kategori Most Popular Actor/Actress untuk kategori film yang diraih dan . Agak bingung bagi saya karena film keduanya rasanya tak populer-populer amat. Tapi ya sudahlah. Apapun, selamat untuk para pemenang!

Kategori Film:
Grand Prize (Daesang): (“Dongju: The Portrait of a Poet” & ““)

Best Film:
– “Fourth Place“, ” “, “Dongju: The Portrait of a Poet“, ““,

Best Director:
(““), Oh Seung-Uk (“The Shameless“), (” “), (“Dongju: The Portrait of a Poet]”), (“)

Best Actor:
(” “), (” “), (““), (“), (“)

Best Actress:
(“The Shameless“), (“), (” “), (““), (““)

Best Supporting Actor:
(“The Unfair“), Bae Sung-Woo (“Office“), Um Tae-Goo (““), (““), (““)

Best Supporting Actress:
(“The Himalayas”), (“Office“), (““), (“The Classified File“),Jeon Hye-Jin (““)

Best New Director:
(““), Kim Sung-Je (“The Unfair“), (” “), Choi Seung-Yeon (“Su saek“), Hong Won-Chan (“Office“)

Best New Actor:
(“Dongju: The Portrait of a Poet“), (““), (“), (“The Chronicles of Evil“), Tae In-Ho (“Shadow Island“)

Best New Actress:
(” “), Kwon So-Hyun (“Madonna”), Kim Sae-Byuk (“A Midsummer’s Fantasia”), Kim Si-Eun (“Su saek”), Jeong Ha-Dam (“Steel Flower”)

Best Screenplay:
(” ), Han Dae-Duk & Kwak Kyung-Taek (“The Classified File“), (““), Shin Youn-Shick (“Dongju: The Portrait of a Poet“), (““)

Most Popular Actor:
(“)
Most Popular Actress:
(“The Sound of a Flower“)

Kategori Drama TV
Grand Prize (Daesang):” (KBS2)

Best Drama:
–  ” (tvN), “She Was Pretty” (MBC), “Six Flying Dragons” (SBS), “” (tvN), “” (KBS)

Best Director:
(““), (” “), Shin Kyung-Soo (“Six Flying Dragons“), & Baek Sang-Hoon (““), Jung Dae-Yoon (“She Was Pretty]”)

Best Actor:
–  (“Six Flying Dragons“), (“Remember“), (“), (“ “), (“Yong-Pal“)

Best Actress:
(““), (“I Have a Lover“), (“ “), (““), (“She Was Pretty“)

Best New Actor:
(““), (“Six Flying Dragons“), (““), Yook Sung-Jae (“Who Are You: School 2015“), (“)

Best New Actress:
(” “), ( (““), (“Because It’s The First Time”), (“Flower of the Queen“), (““)

Best Screenplay:
(” “), Kim Eun-Sook & Kim Won-Suk (““),Kim Young-Hyun & Park Sang-Yeon (“Six Flying Dragons“), (““), Yang Hee-Seung (““)

Most Popular Actor:
(““)
Most Popular Actress
(““)

iQiyi Global Star
,

Instyle Best Style
,

(Sumber: asianwiki.com)

Intermezzo: I Promise You

Sejak awal,sebenarnya saya meniatkan blog ini khusus untuk menulis segala sesuatu yang berhubungan dengan film atau menonton. Tapi berhubung ini adalah blog pribadi–bukan bermaksud sewenang-wenang–tentu bolehlah saya tulisi tentang apa saja yang ingin saya tulis, hehe.

Berharap tanpa mengganggu kenyamanan teman-teman yang berkunjung, saya sekadar ingin ngiklan tentang buku saya yang baru saja diterbitkan. Judulnya, “I Promise You” terbitan Penerbit Gagasmedia. Seperti judulnya, bisa diduga kalau ini adalah jenis novel populer. Secara garis besar,  ceritanya, it’s about love, dan juga tentang persahabatan. Tepatnya, ini adalah tentang cinta segitiga di antara tiga sahabat, hal yang kemudian akan membuat rumit hubungan mereka. Tapi tenang saja, karena in the end, everybody happy, kok.
I promise you3
Jadi, kalau-kalau kebetulan ada teman-teman yang mampir ke blog ini yang suka baca buku dengan cerita dan genre semacam ini, silahkan mampir ke toko-toko buku terdekat. Karena baru terbit awal bulan ini, mungkin baru ada di toko buku kota-kota besar, tapi mudah-mudahan dalam waktu dekat segera terdistribusi ke daerah-daerah juga. Atau kalau memang penasaran, bisa pesan online ke beberapa toko buku online yang ada.

Saya sendiri menulis novel ini tanpa harapan muluk-muluk. Tidak ada pesan besar yang ingin saya sampaikan. Niatan saya sejak awal hanyalah menulis cerita romantis yang ringan dan menghibur. Dan semoga saja, pembaca memang merasa terhibur setelah membacanya 🙂

Ohya, kalau ingin tahu serba-serbi tentang proses penulisannya, bisa lihat di blog saya yang lain:http//kidungmatahari.blogspot.com).

Terimakasih ya sudah berkunjung ke blog ini dan terimakasih juga kalau ada teman-teman yang (nanti) mau membeli buku saya ^_^
k4rin3

Kategori:Etcetera Tag:

Keajaiban

Desember 17, 2014 Tinggalkan komentar

Bahkan dalam menonton film, kadang kita mengalami hal yang unik dan agak ‘ajaib’. Saya ingat dulu semasa masih mengandalkan film-film dari tempat penyewaan, tanpa sengaja meminjam film yang ceritanya memiliki tema yang hampir sama. Padahal saya nggak baca sinopsisnya lho. Dan hal yang sama, saya alami beberapa hari ini, ketika kebetulan saya nonton film–juga tanpa baca sinposisnya terlebih dahulu, kecuali Love Fiction–dan menemukan bahwa film-film yang saya tonton itu benar-benar memiliki tema yang mirip.

Love Fiction

Love Fiction

Setelah menonton Love Fiction yang bertemakan penulis yang mengalami writer’s block dan akhirnya menemukan muse-nya, film berikutnya yang masuk list tonton saya adalah film Korea yang lain berjudul “M”. Saya nonton tanpa baca sinopsisnya dan memutuskan nonton semata karena aktor utamanya adalah salah satu aktor favorit saya, Kang Dong-won. Kang disini berperan sebagai Min-woo dan tebak apa profesinya? Penulis novel yang juga tengah mengalami writer’s  block! Nah…

M

M

Setelah nonton M, saya berpikir untuk mencari film berbahasa Inggris karena belakangan saya sudah agak jarang nonton  film berbahasa Inggris. Saya ingat teman saya pernah merekomendasikan film ini, Ruby Sparks. Meski saya tak ingat tentang apa dan belum pernah membaca sinopsisnya, saya memutuskan menonton. Dan, eng ing eng, ternyata Ruby Sparks juga berkisah tentang kehidupan penulis yang mengalami writer’s  block! Whatta coincidence!

Ruby Sparks yang juga tentang penulis yang mengalami writer's block!

Ruby Sparks yang juga tentang penulis yang mengalami writer’s block!

Meski ke-3 film itu punya cerita sendiri-sendiri, tapi temanya benar-benar mirip: penulis muda, laki-laki, yang mengalami writer’s  block dan menemukan muse-nya pada diri seorang perempuan! Meski saya tetap berpikir bahwa hal-hal semacam ini hanyalah sebuah kebetulan semata, tapi kadang saya masih merasa ini adalah hal yang sedikit ajaib 🙂

Film-Film Paling Menghibur

November 4, 2014 Tinggalkan komentar

Drama, termasuk di dalamnya drama keluarga, drama komedi, komedi romantis, adalah genre film favorit saya. Bukan apa-apa, menonton film-film semacam itu merupakan hiburan yang menyenangkan. Saya adalah penikmat film yang tak keberatan menonton film dari negara mana saja. Tapi tak bisa dipungkiri, kebanyakan film yang saya tonton selain Hollywood adalah film-film Asia, terutama Korea, Jepang dan China. Berikut beberapa film bergenre drama yang pernah saya tonton dan menurut saya, sangat menghibur:

1. Cinema Paradiso (Italia, 1988)

cinema9
Film yang bercerita tentang film dilihat dari kehidupan seorang bocah lelaki yang tergila-gila dengan film. Berlatar sebuah kota kecil di Italia pasca PD II, Cinema Paradiso seolah menjadi nostalgia romantis tentang kegiatan menonton film pada masa-masa dimana industri dan teknologi belum secanggih sekarang. Lucu dan nostalgis.

2.  (Perancis, 2003)

Triplets
Seorang nenek berusaha menyelamatkan cucunya yang diculik ketika mengikuti balab sepeda Tour De France. Dengan bantuan trio idolanya di masa muda, Triplets of Belleville, yang sekarang juga sudah menjadi nenek-nekek, sang nenek melakukan segala cara untuk menyelamatkan sang cucu. Karena melibatkan para nenek, tentu saja selain mengharukan, juga lucu. Meski dikemas dalam bentuk animasi, tapi tak mengurangi kelucuan film ini.

3. Amelie  (Perancis, 2000)

amelie
Amelie Poulain hanyalah seorang gadis kesepian yang bekerja sebagai pelayan bar di Montmarte. Tapi ia adalah orang yang positif dan dengan imajinasinya, ia kemudian memberi kejutan-kejutan menyenangkan bagi orang-orag di sekelilngya.

4.  (Jepang, 2001)

spirited-away
Ini adalah film pertamanya  yang saya tonton dan membuat saya jatuh cinta dengan film-film beliau yang lain.  seperti judulnya, memang melibatkan cerita tentang roh-roh. Tapi tenang saja, mereka sama sekali tidak seram. Dan sebagaimana film animasi yang memang umumnya dimaksudkan sebagai tontonan anak-anak, adalah cerita yang sangat menghibur dengan pesan-pesan bijak yang tersirat.

5. (Jepang, 1989)

kikis-delivery-service-161036
Pada dasarnya saya tak pernah terlalu suka film kartun, tapi karya-karya Miyazaki adalah pengecualian. Selain gambarnya yang indah, cerita film ini juga sangat menghibur. Tak seperti animasi Barat yang biasanya rumus ceritanya begitu-begitu saja, film-film Miyazaki ceritanya terasa orisinal. Mencampurkan dongeng anak-anak dan cerita sehari-hari. Film ini mengambil cerita coming age story dari seorang penyihir remaja, Kiki, yang belajar untuk hidup mandiri dengan magang di sebuah kota. Di sana, ia kemudian akan bertemu banyak orang dan belajar banyak hal.

6. (New Zealand, 2010)

Boy
Boy adalah seorang bocah lelaki 11 yang menjadi ‘kepala keluarga’ untuk adik dan sepupu-sepupunya. Ketika ayahnya yang selalu ia imajikan sebagai sosok hebat datang, Boy harus menelan kecewa karena ayahnya hanya seoran looser. Ber-setting di sebuah kota kecil di New Zealand, Waihau Bay tahun 1984, iIni adalah film yang membuat saya tertawa sekaligus tak kuasa menahan air mata. Karena diceritakan dari sudut padang seorang bocah yang beranjak dewasa, beberapa adegan benar-benar sangat lucu, tapi juga mengharukan.

7. Death at AFuneral (Inggris, 2008)

death at funeral
Film tentang ‘kematian’ terkesan sedih, muram dan agak menakutkan. Tapi tenang saja,film ini bukan hendak menceritakan orang-orang yang bersedih atas sebuah kematian. Alih-alih, ini adalah tentang hal-hal konyol yang terjadi pada sebuah upacara pemakaman. Sebuah komedi satir yg meggelitik, lucu dan cerdas.

8. Sideways (AS, 2004)

Sideways
Cerita tentang dua orang sahabat berbeda sifat, Miles yang konvensional  dan Jack yang bebas, yang melakukan perjalanan ke perkebunan anggur di kampung halaman Miles menjelang pernikahan Jack. Miles yang canggung bertemu dengan mantan istrinya dan Jack terlibat cinta yang dianggapnya hanya utk sekadar hura-hura. Ceritanya  sangat cair dengan latar perkebunan anggur membuat film ini terasa fresh.

9.  (Perancis, 2002)

le-papillon
Julien, seorang lelaki tua yang hidup hanya bersama koleksi kupu-kupunya setelah kematian putranya. Pada waktu tertentu, ia akan pergi ke hutan untuk mencari jenis kupu-kupu bernama “Isabele”, seperti yang dibisikkan anaknya sebelum meninggal. Hingga suatu hari, ia bertemu Elsa, bocah perempuan yang terpisah dari ibunya. Elsa, kemudian mengajari Julien tentang arti cinta dan kehangatan.

10. Quickie Express (Indonesia, 2007)

Quickie_Express
Jujur, saya memang tak pernah terlalu berharap dengan film Indonesia. Bukan tak nasionalis, tapi yah, tahu sendiri. Meski beberapa film cukup layak diapresiasi. Salah satunya film ini. Meski ceritanya sendiri melibatkan kehidupan para gigolo, tapi ini bukan film vulgar, lho. Besutan sutradara Dimas Jay dan dibintangi oleh para Lukman Sardi, Aming dan Tora Sudiro, ceritanya mengalir sangat lancar, lucu dan segar seolah ingin merayakan hedonisme dan menelanjangi kemunafikan manusia urban. Musiknya juga keren habis dengan narasi off-screennya yg membuatnya terasa bukan sekadar film lucu-lucuan.

11. The One Night Time Picnic/ Yoru no Pikiniku (Jepang, 2006)

one night time
Film ini bisa dibilang sangat sederhana dan bahkan hanya mengambil waktu pada suatu acara tahunan sekolah jalan kaki 80 km dalam satu malam. Ceritanya tentang dua bersaudara tiri sebaya dan satu sekolah pula, Takako dan Nishiwaki yang berusaha menerima satu sama lain sebagai saudara. Berlatar acara maraton sekolah, film ini diselingi adegan-adegan kocak teman-teman Takako dan Nishiwaki selama jalan kaki yang membuat film terasa bernyawa.

12. (Jepang, 2001)

waterboys-1
Ini dalah tentang para cowok culun yang berusaha eksis melalui renang. Sebuah film yang sangat menyegarkan. Cukup membuat sakit perut oleh aksi Suzuki cs, para loosers yang konyol bukan main.

13. (Jepang, 2004)

swing-girls
Tentang sekelompok anak SMA yang terpaksa bergabung di band sekolah demi menggantikan para anggota yang sakit. Padalah mereka tak tahu menahu soal musik. Tapi keinginan untuk belajar membuat mereka mampu melakukan sesuatu yang berarti. film ringan tapi berbobot yang sangat menghibur!

14. Diary of Wimpy Kid: Rodrick Rules (AS, 2011)

diary-of-a-wimpy-kid-rodrick-rules-poster4
Bagian kedua dari seri Wimpy Kid. Masih seputar kehidupan Greg, si cupu yang hidup di tengah keluarga dan teman-temannya yang freak. Tidak hanya menyajikan hal-hal konyol, film ini juga menggambarkan bagaimana Greg memahami arti persahabatan dan persaudaraan dengan sang kakak. Dari seri Wimpy Kid yang sudah saya tonton, menurut saya bagian ke 2 ini yang terbaik.

15. (Korea Selatan, 2006)

radiostar
Siapa bilang film menarik hanya kalau berkisah soal cinta dan dibintangi aktor berwajah tampan?  membuktikannya. Ini adalah film tentang persahabatan, di antara para om-om lagi, tapi anehnya tetap terasa segar dan berenergi, apalagi musik rock-nya yang salah satunya diisi sama band punk rock Korea yang keren banget, .

16. (Korea Selatan, 2004)

little bride
Ceritanya sendiri agak drama khas Korea, anak SMA dan anak kuliahan yang dipaksa demi memenuhi janji perjodohan para kakek. Tapi alih-alih sedih karena menjalani ‘pernikahan paksa’ ceritanya justru diliputi berbagai kelucuan karena keduanya harus beradaptasi dengan berbagai perbedaan. Dan tentu saja, romantis. Dibintangi oleh    (yang waktu itu masih imut banget) dan   adalah sebuah tontonan yang sangat segar dan menghibur.

17. Sisterhood of Traveller Pants (AS, 2005)

Sisterhood
Cerita tentang persahabatan tentang 5 orang cewek dengan masing-masing kisahnya. Bernuansa sangat teenage, segar tapi tidak cheesy.

18.  (Perancis. 2004)

le-boulet1
Film ini berksiah tentang petualangan dua orang super beda– Moltes sang narapidana dan Regio, si sipir penjara–ke Afrika demi mengejar tiket undian yang dibawa istri Regio. Tapi perjalanan menjadi tak mudah karena melibatkan para mafia yang membuat mereka kalang kabut babak belur.
Komedi aksi ala Perancis yang membuat perut mulas tertawa. Salah satu film terlucu yang pernah saya tonton!

19. (Korea Selatan, 2004)

lovely rival
Bagaimana kalau guru harus bersaing dengan muridnya yang masih kecil untuk merebut perhatian guru baru yang ganteng? Konyol tentu saja. Tapi tenanglah, film ini bukan semata hendak menceritakan kekonyolan itu, tapi juga sebuah drama yang mengharukan tapi tetap menghibur.

20. (Korea Selatan, 2004)

too beautiful
Seorang mantan narapidana berbohong demi mengembalikan barang yang tertukar. Siapa sangka kebohongannya justru jadi bumerang? Tapi tenang saja, karena kebohongannya tidak diniatkan untuk hal jahat, buahnya pun kemudian akan manis dan yah, romantis. Berlatar kota kecil yang tenang, dibintangi oleh dan , ini adalah hiburan yang benar-benar terasa segar.

21.  (Thailand, 2011)

suck seed
Harus diakui, industri perfilman negara tetangga ini semakin hari semakin semakin maju. Meniru negara-negara Asia seperti Korea dan Jepang, belakangan mereka gencar membuat film-film bertema remaja, di antaranya adalah film ini.  Ceritanya sendiri adalah tentang 3 cowok cupu yang berusaha menjadi populer dengan membentuk band “Suck Seed” dan hasilnya tentu saja berantakan 😀 Dan seperti umumnya film remaja, film ini juga berkisah tentang cinta dan persahatan.

22.  (Korea Selatan, 2010)
the-scary-one-the-ghost-and-i
Kang Doo-sub adalah seorang ketua gangster yang ditakuti dan dibenci banyak orang. Hidupnya berubah ketika tiba-tiba ia sering didatangi hantu cantik berpakaian anak SMA. Merasa tak nyaman, ia akhirnya meminta tolong seorang detektif “pencari kucing” yang kemudian membantu si bos mafia menelusuri masalalunya. Meskipun judul dan ceritanya melibatkan hantu, tapi drama ini sama sekali tidak seram, sebaliknya justru mengharukan dan lucu.Dibintangi salah satu aktor muda berbakat,, meskipun cuma drama special  (semacam FTV), tapi kualitasnya tak kalah dengan film ‘sungguhan’.

23. (Korea Selatan, 2011)

DeafToneClinic2
Awal ceritanya sebenarnya cengeng: seorang cewek yang ingin bisa menyanyi demi menarik perhatian gebetannya sejak SMA. Ia pun harus belajar keras memperbaiki vokalnya yang super somber dan bahkan bela-belain nyamar jadi anak SMA demi mendapat diskonan harga les vokal. Dan berbagai kelucuan pun kemudian muncul dari awal hingga akhir.

Drama-Drama Terfavorit

November 1, 2014 Tinggalkan komentar

Saya harus mengakui bahwa saya adalah salah satu pecandu drama Asia, dan lebih spesifik lagi, drama Korea. Bukan hanya karena begitu masif, tapi beberapa ceritanya juga terasa lebih ‘kena.’ Untuk beberapa hal kadang saya kurang bisa menikmati drama Jepang karena seringkali terlalu komikal atau terlalu muram. Sementara drama Taiwan, ceritanya kadang terlalu bertele-tele ditambah lagi ‘selera artistiknya’ juga kurang cocok dengan selera saya.

Saya sendiri tak pernah menghitung berapa banyak drama yang sudah saya tonton. Untuk drama Jepang dan Taiwan bisa dihitung dengan jari, sementara untuk drama Korea, sepertinya banyak sekali, hehe. Tapi dari sekian drama yang saya tonton, tak semuanya juga cukup meninggalkan kesan. Dan kalau dramanya buruk, saya biasanya skip-skip saja biar cepet selesai. Untuk ceritanya sendiri, saya lebih suka drama yang bergenre komedi romantis, meski kadang karena alasan tertentu saya tak keberatan nonton drama  yang lebih ‘serius.’ Dan dari sekian banyak drama yang sudah saya tonton, berikut adalah beberapa drama yang menurut saya notable. Menurut saya loh…

1. 

jang geum3

Bisa dibilang,  adalah drama Korea yang pertama kali saya ikuti sampai tuntas dan merupakan rekor karena episodenya yang cukup panjang: 54 episode! Drama ini pula yang membuat saya benar-benar ‘jatuh cinta’ dengan hal-hal yang berbau Korea. Menurut saya, Jewel in the Palace adalah sebuah drama yang sempurna. Ceritanya tidak menye-menye,   akting para pemainnya memukau, karakter-karakternya kuat dan ‘orisinial,’ sinematografinya bagus, gambar-gambarnya indah didukung pula musik latar yang pas.

Cerita utama drama ini sebenarnya sangat serius, berbau politik dan feminisme, tapi digarap dengan sangat cair tidak ada dramatisasi berlebihan ala sinetron, sehingga tetap  menjadikannya sebuah tontonan yang menghibur. Tak berlebihan kiranya kalau saya menyebutnya sebagai sebuah masterpiece dalam dunia drama Korea.

2.

nodame film7
Drama, bisa dibilang adalah sesuatu yang ‘pop’, kadang cenderung  ‘cheesy’, kebalikan dari sesuatu yang klasik yang selalu diidentikkan dengan sesuatu yang sophisticated atau bahkan “berat.” Tapi bagaimana kalau keduanya digabung? Yups, Nodame Cantabile adalah jawabannya. Sebuah hiburan yang memadukan antara yang klasik dengan yang pop. Dan hasilnya adalah sebuah tontonan sanggat addicted dan menghibur. Hmm, sebuah cara menikmati sesuatu yang “klasik” dengan cara yang “populer”? Hihi. Ini adalah satu dari sedikit drama Jepang yang saya ikuti. Penasaran karean ulasannya yang selalu bernada positif dan saya setuju dengan ulasan-ulasan itu. Jika pun ada yang agak mengganggu, tentu saja adegan komikalnya yang kadang terasa terlalu ‘kasar.’ Tapi overall, ini adalah drama yang sangat menghibur. Pun dengan episode spesial dan filmnya.

Note: Korea sedang membuat remakenya yang dibintangi Joo Won sama Shim Eun-kyung…nggak tahu apa mampu menandingi kesuksesan Nodame versi Jepang.

3.

Reply 1997 yang karakternya 'gila-gila' :D

Reply 1997 yang karakternya ‘gila-gila’ 😀

Ini adalah salah satu drama yang saya tonton tanpa ekspektasi apa-apa. Keputusan saya untuk nonton, lebih karena membaca sinopsis yang menyebutkan kalau ceritanya tentang masa SMA tahun 1997. Pemain-pemainnya bisa dibilang baru dan kurang populer, gaungnya drama ini juga tak seheboh drama-drama Korea yang lain, mungkin karena saluran yang menyiarkannya bisa dibilang baru (TVN, bukannya SBS atau KBS). Jadi ketika kemudian menontonnya dan mendapati kalau ceritanya keren, saya benar-benar terkesan. Dari segi cerita sebenarnya tidak ada yang terlalu baru, tapi gaya penceritaannya lah yang menurut saya terasa sangat orisinil yang membuat drama ini begitu enak dinikmati. Karakter-karakternya begitu hidup, dan adegannya dipenuhi humor-humor segar, menjadikannya sebuah tontonan yang sangat manis dan menghibur.

4.

Coffee Prince yang super cozy

Coffee Prince yang super cozy

Bolehlah kalau drama ini saya sebut drama yang sangat cozy. Cerita utamanya sendiri sebenarnya agak remeh-temeh: cewek yang menyamar jadi cowok dan disewa seorang cowok untuk menjadi kekasihnya gara-gara si cowok ogah dijodoh-jodohin. Masalah menjadirumit ketika kemudian mereka saling suka beneran. Tapi diluar semua keremeh-temehan itu, drama ini digarap dengan sangat apik. Pertama, adalah latarnya yang berupa kafe nan rimbun dengan segala kesibukannya, benar-benar terasa sangat cozy. Kedua tentu adalah para pemainnya. Karakter-karakternya, terutama para cowok, bukanlah para Pangeran Drama yang glamour. Oke, mereka digambarkan sebagai orang kaya, tapi tidak lantas menjalani kehidupan yang mewah dan wangi. Saya rasa, hal ini terletak pada pemilihan cast yang pas,  dan . Yah, terutama  yang memang selalu sangat ‘kasual dan cozy’. Dan semua itu kemudian dilengkapi dengan musik yang memanjakan telinga. Berbeda dengan kebanyakan drama Korea yang diisi lagu-lagu pop mainstream, drama ini bertabur lagu-lagu pop indie yang benar-benar menjadi perpaduan sempurna dengan semua suasana di drama ini.

5. Meteor Garden

Meski culun-culun tapi nostalgis :)

Meski culun-culun tapi nostalgis 🙂

Bagi mereka yang tergolong “baru” dalam menikmati drama Asia, mungkin Meteor Garden tidak akan berarti apa-apa. Karena jika dibandingkan dengan drama-drama Asia sekarang, Meteor Garden menjadi terasa ‘usang’ dan digarap dengan begitu ‘sederhana.’ Latar dunia “orang kaya” nya terasa kurang meyakinkan (sekolah tinggi Inte yang terkesan tak terlalu megah), sound-nya yang kadang terlalu berisik, kostum para pemainnya yang tidak modis… tapi tak bisa dipungkiri kalau drama ini bisa dibilang sebagai salah satu tonggak  boomingnya drama-drama Asia. Sebelum Meteor Garden, memang ada beberapa drama Asia yang cukup populer, terutama drama-drama Jepang seperti Beach Boys atau Long Vacation, tapi tidak pernah benar-benar sampai booming seperti Meteor Garden. Dan terlepas dari segala kekurangannya, Meteor Garden punya kekuatan pada penokohan para karakternya yang menurut saya sangat gemilang.  boleh saja lebih cakep dan menyilaukan, atau  yang konon lebih mirip karakter manga-nya, tapi karakter Jerry Yan sebagai Tau Ming Se yang menyebalkan sekaligus menggemaskan, kasar sekaligus lembut menurut saya adalah yang paling pas. Kemudian ada Hua Ce Lei yang dimainkan dengan sangat baik oleh  yang menurut saya juga adalah karakter Hua Ce Lei yang paling pas dibanding yang dimainkan oleh atau. Lalu San Chai? benar-benar berwajah dan berpenampilan “rakyat jelata” dan juga sangat mampu memerankan sosok si rumput liar. Chemistry persahabatan para personel F4 versi Meteor Garden juga terasa paling dapet. Dan di atas semua itu, saya merasakan nuansa nostalgis setiap menonton drama ini. Hmm..

6.

Mars
 dibuat menyusul kesuksesan Meteor Garden. Seolah ingin memuaskan penonton atas kisah kasih tak sampai  yang jadi San Chai dan , si Hua Celei, kedua pemain ini didapuk jadi sepasang kekasih di . Sejak menjamurnya  drama-drama Korea yang secara visual umumnya digarap dengan lebih menarik, sebenarnya saya menjadi kurang bisa menikmati drama-drama Taiwan. Tapi  adalah pengecualian (setelah Meteor Garden, tentunya). Cerita sendiri bisa dibilang ‘gelap’ karena mengisahkan cinta antara dua orang yang mengalami trauma masalalu. Penggarapan drama ini terasa sangat solid dan kedua pemain utamanya berakting dengan sangat prima, terutama .

7.

Live Action pertama, ceritanya paling menggemaskan

Live Action pertama, ceritanya paling menggemaskan

Bisa dibilang,  adalah salah satu drama yang mengenalkan saya dengan drama-drama Asia. Rumus ceritanya lah yang mungkin membuat drama ini menjadi sangat menyenangkan untuk ditonton: kisah cinta antara cewek tak populer dengan cowok dingin yang populer. Yah, meski sudah banyak cerita dengan tema sejenis, tak bisa dipungkiri kalau cerita semacam ini masih saja selalu menarik. Ditambah lagi, di drama ini cast-nya terasa sangat pas.  yang jadi Naoki Irie benar-benar imut dan berpembawaan cool sehingga membuat gemas ketika menontonnya. Eksekusi-eksekusi adegan di drama ini juga dibuat tidak bertele-tele sehingga menambah gemas yang menontonnya. Hal ini lah yang agaknya kemudian membuat banyak pihak gregetan dan ingin me-remakenya dalam versi yang lebih ‘memenuhi’ harapan penonton. Meski begitu, bagi saya yang pertama inilah yang paling ‘cool.’

8.

Full House yang sangat menghibur

Full House yang sangat menghibur

Cerita drama ini sebenarnya bisa dibilang sangat cheesy dan agak-agak tak masuk akal, tapi digarap menjadi sebuah tontonan yang sangat romantis dan menghibur. Hal ini tentu tak lepas dari dua pemain utamanya,  dan   yang lovable. Keduanya mampu menunjukkan chemistry yang kuat dan karakter Lee Young-jae-Han Ji-eun yang menggemaskan dengan sangat baik.

9.

Lucu dan romantis:)

Lucu dan romantis:)

Drama ini sering disebut-sebut sebagai another version-nya Bridget Jones Diary. Yaps, seperti Bridget Jones yang tidak sempurna, Kim Sam-soon juga tidak sempurna. Tidak terlalu cantik, tidak modis, menjelang 30 dan gemuk. Meski begitu, jangan khawatir, cerita Kim Sam-soon berbeda kok dari Bridget Jones. Sikap Sam-soon yang tough dan apa adanya justru membuat kelabakan cowok cakep pemilik restoran Bon Appetit yang usianya lebih muda, Jin-ho (). Drama ini dikemas dengan ringan dan lucu sehingga sangat menghibur. Karakter-karakternya terasa orisinal dan unik, bahkan untuk karakter orang ketiga.  yang jadi Kim Sam-soon menunjukkan salah satu akting terbaiknya di sini.

Tambahan:
,

MarriageNotDating25
Ini salah satu drama belakangan yang membuat saya ‘terhibur’ lagi setelah dijejali drama-drama Korea dengan cerita dan plot yang terasa begitu-begitu saja. Cerita Marriage sebenarnya juga tak terlalu istimewa, tapi digarap dengan ringan, realistis dan menghibur.

hard2 say-4
 adalah salah satu drama Jepang yang ringan dan realistis. Drama ini berkisah tentang persahabatan dan cinta ‘yang sulit diungkapkan’. Ada beberapa adegan muram khas Jepang, tapi secara keseluruhan, cukup menghibur, didukung dengan para pemain yang lovabel, dan juga .

PDVD_240
Rumus drama ini sebenarnya jamak sekali: atasan yang jatuh cinta sama bawahannya. Tapi karakter-karakter dalam drama ini sangat menarik. Tidak ada antagonis ala sinetron yang menyebalkan.

– Wedding

Wedding-p2
Wedding adalah cerita cinta yang terasa sangat realistis dengan karakter-karakter yang sangat realistis pula. Ini adalah tentang bagaimana cinta yang lembut tumbuh bersama waktu, tentang menerima kekurangan pasangan masing-masing…Dua bintang utamanya,  dan Ryu Shi-won, menunjukkan akting dan chemistry yang bagus di sini.

Flower Boy Next Door-4 - Copy
Meski judulnya melibatkan kata “Flower Boy” yang diartikan “Cowok Cakep” tapi cerita drama ini tak sepenuhnya hanya tentang para cowok cakep. Ceritanya sendiri cukup “dalam” tentang seorang gadis yang memutuskan mengurung diri di kamar karena trauma masalalu dan kemudian bertemu cowok periang yang perlahan membantunya “keluar dari lubang”. Ditambah lagi pemeran utamanya adalah dua artis ‘imut’ dan ..merupakan perpaduan yang pas.

iswak (2)
Ini adalah lanjutan dari yang merupakan remake dari Itazura na Kiss. Di sini digambarkan kalau Naoki dan Kotoko (saya pakai nama versi Jepangnya ya karena sulit mengingat nama-nama versi Taiwan), sudah menikah. Dan mereka harus belajar untuk saling menerima dan memahami kekurangan masing-masing pasangan. Sebuah cerita tentang kehidupan pernikahan yang indah. Menurut saya, perkembangan karakter kedua tokoh utamanya bagus banget di sini.

Musik Keren: J-Musik: The Blue Hearts

Sejujurnya, saya baru familiar sama Blue Hearts akhir-akhir ini, setelah nonton film  (judul film ini sendiri adalah salah satu judul lagunya Blue Hearts), padahal, Blue Hearts bisa dibilang grup musik yang cukup senior. Sangat senior malah. Bagaimana nggak, The Blue Hearts (ザ・ブルーハーツ,  Za Burū Hātsu?) saja dibentuk pertengahan tahun 80-an.

The Blue Hearts mengusung musik punk rock,  beranggotakan Hiroto Kōmoto (vocalist), Masatoshi Mashima (guitarist), Junnosuke Kawaguchi (bassist) dan Tetsuya Kajiwara (drummer). Mikio Shirai bukan anggota resmi tapi sering ikut tur dan pegang keyboard.

the blue hearts

Meski dibentuk tahun ’85, Blue Hearts memulai debut populernya tahun ’87 dengan merilis album berjudul “The Blue Hearts” di bawah indie label dan laku keras.

The Blue Hearts cukup sering mengundang kontroversi dengan menggunakan kata-kata tabu dan konon meludahi kamera tivi yang bikin mereka nggak boleh tampil di tv selama setahun (hihi, namanya juga anak punk 🙂 ).

Meski mendulang sukses, sayangnya band ini nggak berumur panjang. Tahun 1995 mereka bubar. Dua anggotanya, Kōmoto sama Mashima bikin band baru, The High-Lows bareng 3 personel baru. Meski sepertinya nggak sesukses Blue Hearts, The High Lows  cukup dapat tempat di hati penggemar. Tapi tahun 2005, mereka bubar. Kōmoto sama Mashima bikin band baru lagi, The Cro-Magnos.

Meski umurnya nggak panjang, tapi agaknya The Blue Hearts benar-benar meninggalkan jejak yang berarti banget di kancah musik Jepang. Nggak heran kalau HMV Japan menobatkan mereka dalam daftar 100 most important Japanese pop acts pada urutan ke-19. Musik mereka keren, khas punk yang kalau dengerin rasanya ingin ikut teriak. Meski begitu, lirik-lirik mereka tetap terasa puitis.

My Fave songs of Blue Hearts:
1. Owaranai Uta
2. Boku no Migite
3. Love Letter
4, Linda Linda
5. Shalala
6. Kiss Shite Hoshi
7. Yori ai waKome te

Album mereka:
The Blue Hearts (May 21, 1987)
Young and Pretty (November 21, 1987)
Train-Train (November 23, 1988)
Bust Waste Hip (September 10, 1990)
High Kicks (December 21, 1991)
Stick Out (February 10, 1993)
Dug Out (July 10, 1993)
Pan (July 10, 1995)

Album kompilasi:
Blast Off! (August 6, 1991, US only[4])
Meet the Blue Hearts (January 1, 1995)
East West Side Story (September 25, 1995)
Super Best (October 16, 1995)
The Blue Hearts Box (January 1, 1999)
Singles 1990-1993 (November 25, 1999)
All Time Singles ~Super Premium Best~ (February 24, 2010)

Live albums:
Live All Sold Out (July 1, 1996, various locations)
Yaon Live on ’94 6.18/19 (November 25, 1997, Hibiya Yagai Ongakudō)

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar