Arsip

Archive for the ‘Drama Korea’ Category

My Ahjussi

Setelah dua dramanya yang ngehits dan , nama seolah kemudian menjadi jaminan dengan produksi drama berkualitas dan cukup saya nantikan karyanya. Karenanya, ketika mendengar kabar tentang pembuatan drama ini, saya cukup antusias. Apalagi, di sini ia akan berkolaborasi dengan penulis drama yang juga  ngehits, dari drama . Bisa dibilang ini adalah paket combo.

My-Ahjussi

Meski begitu, di awal, cukup banyak yang meragukan drama ini.
Pertama, tentu dari segi ceritanya yang akan melibatkan hubungan antara lelaki paruh baya (ahjussi) dan gadis muda. Bayangan kalau drama ini akan melibatkan hubungan (kemungkinan besar romance) dengan gap usia yang jauh memang terdengar masih kurang sreg di telinga sebagian orang (padahal di kehidupan nyata banyak banget kisah cinta begitu). Apalagi, ketika hendak rilis drama ini, bertepatan dengan munculnya skandal pelecehan seksual oleh beberapa aktor senior Korea (termasuk Oh Dal-su yang terlibat di drama ini). Kedua, ketika castnya diumumkan. saya kira adalah pilihan yang sangat pas, tapi ? Banyak yang berpendapat kalau tampangnya terlalu imut-imut layaknya gadis belasan tahun dan karenanya akan semakin mempelihatkan gap usia dengan ahjussi-nya. Sebenarnya saya termasuk yang agak underestimate dengan dicastnya dia. Dari segi usia sih nggak masalah, karena toh kenyatannya dia sudah cukup dewasa (dia kelahiran 1993), tapi dari segi akting saya meragukannya. Dia cukup bisa berakting tapi juga tidak bisa dibilang impresif. Padahal saya yakin kalau karakter drama ini membutuhkan kemampuan akting yang bagus. Tapi lagi, sutradaranya kan yang selama ini terbukti tak pernah mengecewakan dengan pilihan castnya. Dan oke, saya pun kemudian berusaha percaya sepenuhnya pada sang sutradara.

My Ahjussi (4)

Park Dong-hoon,  Ahjussi yang sedang mengalami middle age man crisis

My Ahjussi (14)

Ahjussi di drama ini adalah Park Dong-hoon (), seorang lelaki 40an yang sedang mengalami titik kritis dalam hidupnya. Dong-hoon bekerja sebagai insinyur teknik rekayasa bangunan di sebuah perusahaan besar. Ia ahli di bidangnya dan mencintai pekerjaannya, hanya saja karena sikapnya yang selalu jujur dan tak ambisius, karirnya kurang bagus. Ia bahkan harus menjadi bawahan juniornya yang ambisius, Do Joon-young ( ). Hal yang menimbulkan olok-olok di antara rekan kerjanya karena ia dianggap tidak capable. Hal yang membuatnya merasa tidak lagi nyaman bekerja. Padahal, di rumah ia adalah kebanggaan keluarga, karena dianggap sebagai satu-satunya yang sukses. Abangnya, Park Sang-hoon (), adalah pengangguran karena dipensiunkan dini dari tempatnya bekerja.  Adiknya, Park Ki-hoon (), seorang sutradara film yang sudah menyerah pada dunia film, dan hanya bermalas-malasan di rumah. Tak ingin mengecewakan ibunya (), Dong-hoon pun berusaha bertahan dengan ketidaknyamanannya. Hubungannya dengan istrinya, juga tak bisa cair. Istrinya, Kang Yoon-hee ( ) adalah pengacara sukses, perempuan modern yang menginginkan kehidupan keluarga yang lebih individual, dan karenanya, merasa kesal dengan sikap Dong-hoon yang masih asangat terikat dengan keluarganya. Jenuh dengan hubungannya, diam-diam istrinya berselingkuh dan parahnya, selingkuhnya sama Joon-young pula.

My Ahjussi (1)

Lee Ji-an yang tumbuh di lingkungan yang pahit

My Ahjussi (8)

Lee Ji-an () adalah pegawai kontrak di tempat Dong-hoon. Karakternya dingin dan cenderung misterius. Ia nyaris tak pernah bicara pada siapapun. Kenyataannya, ia menyimpan rahasia kehidupan yang menyedihkan. Ia hanya tinggal dengan neneknya yang bisu dan harus menanggung hutang pada lintah darat yang setiap saat datang untuk menyiksanya. Diketahui kemudian, kalau di masalalu, Ji-an pernah membunuh orang, ayah Ki-yong karena memukuli neneknya. Tak sengaja, Ji-an mengetahui perselingkuhan istri Dong-hoong dengan Do-yoon dan juga tahu ambisi Do-yoon untuk menyingkirkan Dong-hoon. Berpikir bisa mendapatkan banyak uang, Ji-an kemudian menawarkan diri untuk membantu Do-yoon menyingkirkan Dong-hoon. Ia memasang alat penyadap di ponsel Dong-hoon dan mengetahui hampir semua halyang dilakukan Dong-hoon. Kesendirian, kesepian dan kebaik hati Dong-hoon justru membuat Ji-an tersentuh dan diam-diam menyukai Dong-hoon. Di sisi lain, Dong-hoon yang tanpa sengaja mulai mengetahui sisi gelap Ji-an, merasa jatuh simpati kepadanya. Dan begitulah, dua orang dengan luka ini menemukan penyembuhan dari kesedihan yang mereka alami.

My Ahjussi (3)

My Ahjussi (7)

Ketika membaca di awal kalau drama ini katanya akan menjadi semacam cerita healing, saya berpikir kalau ceritanya akan lebih seperti slice of life yang realistis ala . Tapi ternyata sejak episode pertama, ceritanya sudah terasa gelap dan intense banget. Terutama kehidupan Lee Ji-an yang seperti film gangster. Kehidupan di sekitar Park Dong-hoon dengan intrik-intrik perusahaannya juga terasa berat. Tapi yah, di sinilah saya rasa sang sutradara dan penulis cerita ini membuktikan diri kalau drama ini nggak cuma sekedar drama dengan cerita yang overdramatic seperti umumnya drama-drama yang sudah ada. Meski terasa gelap dan berat, tapi disajikan dengan begitu intense sehingga kita yang nonton mau nggak mau ikut dibawa menyelami emosi karakter-karakternya yang begitu dalam. Kesakitan, kesepian dan kesendirian mereka terasa begitu real. Dan meski ceritanya cukup berat, tapi tetap selalu ada sisi hangat dan seperti yang dijanjikan di awal, fokus drama ini memang tetap pada healingnya, yang menurut saya mampu dipadukan dengan keseluruhan cerita dengan pas. Karakter-karakternya begitu hidup dan solid membangun satu kesatuan cerita.

My Ahjussi (21)

My Ahjussi (17)

, tentu tak perlu diragukan lagi kemampuan aktingnya. Belum lagi suara beratnya yang memang benar-benar bisa jadi healing, hehe (beneran, saya betah dengerin dia ngomong berlama-lama). Dan , ternyata bisa menjawab keraguan banyak orang, termasuk saya. Dia mampu menjelmakan diri jadi Lee Ji-an yang dingin, keras, tapi juga begitu rapuh dan menyedihkan. Cast lainnya juga solid karena memang melibatkan aktor-aktor ‘sungguhan’ (kebanyakan adalah aktor senior) mulai dari , , , , Oh Na-ra… Masing-masing karakternya juga mendapat eksplorasi yang memadai. Cerita yang cukup membuat saya sesak adalah kisah cinta Jung-hee dan kekasihnya yang jadi biksu. Saya merasa sedih melihat Jung-hee yang nggak bisa move on (mungkin lebih baik dikhianati atau ditinggal mati kekasih daripada ditinggal jadi biksu), dan juga sedih melihat keka yang diceritakan mennjadi biksu karena merasa lelah dengan kehidupan duniawi (sad :()…

My Ahjussi (15)

My Ahjussi (23)

Bukan drama dengan tema humanisme yang terasa universal seperti atau (atau juga ), karena cerita drama ini memang terasa lebih spesifik. Tapi sebagai sebuah tontonan, menurut saya drama ini cukup sempurna dan rasanya tak berlebihkan kalau menjadi salah satu drama terbaik tahun ini.

Cast:
– Park Dong-hoon
– Lee Ji-an
– Byeon Yo-soon (ibunya Dong-hoon)
– Park Sang-hoon
– Park Ki-hoon
– Kang Yoon-hee (istrinya Dong-hoon)

Oh Na-ra – Jung-hee
Park Hae-joon – Gyeomduk
Nara – Choi Yoo-ra
– Do Joon-young
Jang Ki-young – Lee Kwang-il
Ahn Seung-kyoon – Ki-beom (temannya Ji-an)
Son Sook – Lee Bong-ae (neneknya Ji-an)
Lee Young-suk – Choon-dae (kakek pengumpul sampah)
Shin Goo – CEO Jang
Jeon Kuk-hwan – Eksekutif Dir. Vang
Jung Hae-kyun – Park Dong-voon
Jung Jae-sung – Dir. Yoon
Seo Hyun-woo – Kepala seksi Song
Chae Dong-hyun – Asst. Manajer Kim
Kim Min-seok – Hyung-kyu
Ryu Sun-young – Jung Chae-ryung
Jung Young-joo – Jo Ae-ryun(istrinya sang-hoon)

Judul: My Mister/My Ahjussi/ Naui Ahjussi
Sutradara:
Penulis:
Tayang: tvN, 21 Maret – 17 Mei 2018
Episode: 16

Iklan

You Who Forgot Poetry

Ketika mendengar tentang drama ini, yang pertama menarik perhatian saya adalah judulnya yang terdengar puitis dan memang melibatkan kata puisi: You Who Forget Poetry. Tapi ketika kemudian baca sinposisnya, saya agak underestimate. Harapan saya, drama ini akan menjadi drama bernuansa sastra dengan cerita yang ‘dalam’. Tapi tenyata, malah melibatkan latar rumah sakit terus ada penekanakan ke romancenya pula. Tapi setelah tayang, saya kemudian baca banyak ulasan positif terkait drama ini. Dan saya pun memutuskan untuk menonton.

A Poem A Day (2)

Episode pertama membuat saya ketagihan, demikian juga episode-episode berikutnya. Ceritanya memang nggak sepuitis yang saya harapkan, tapi juga nggak buruk ternyata. Ceritanya ringan, menghibur, tapi tetap punya bobot. Unsur puisinya juga cukup pas, nggak terkesan ambisius. Meski puisi populer, tapi tetap ada sisi puitisnya. Membuat kita berpikir kalau puisi itu bisa dinikmati siapa saja dan kapan saja.

A Poem A Day (6)

Karakter utama drama ini adalah Woo Bo-young (), fisioterapis yang masih jadi pekerja kontrak di sebuah rumah sakit. Ia berkarakter ceria, baik hati, pekerja keras dan menyukai puisi. Sejak muda, ia menyukai puisi dan sebenarnya ingin kuliah di jurusan sastra, hanya saja karena keluarganya miskin, ia kemudian memilih kuliah di jurusan yang lebih praktis agar mudah mendapat pekerjaan. Dan begitulah ia kemudian jadi fisioterapis. Ia melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati sembari tetap menikmati puisi. Sikapnya yang terlalu baik, seringkali dimanfaatkan rekan-rekan kerjanya yang lebih senior untuk ‘menindasnya’. Di atas kertas, karakter Bo-young ini mungkin tak jauh beda dengan karakter candy dalam drama Korea. Tapi di sini, karakternya terasa lebih realistis. Karena walaupun baik hati, tapi Bo-young digambarkan tetap memiliki kekurangan-kekurangan dan jauh dari sempurna.

A Poem A Day (3)

A Poem A Day (7)

Hidup Bo-young sedikit berubah, ketika muncul Ye Jae-wook ( ), seorang fisioterapis terkenal yang tampan dan pintar tapi berkarakter kaku. Meski kaku, tapi Ye adalah orang yang sportif. Ketika melihat kerja keras Bo-young dan sikap rekan-rekannya yang kadang keterlaluan, Ye berusaha membela Bo-young. Diam-diam, Bo-young pun kemudian jatuh cinta pada Dr Ye. Masalahnya, Dr Ye pernah punya hubungan traumatik dengan rekan kerjanya sehingga cenderung menutup diri.

A Poem A Day (12)

Di sisi lain, ada Min-ho, teman sekampus Bo-young yang sedang magang di tempatnya. Min-ho adalah cinta masalalunya Bo-young yang bertepuk sebelah tangan. Min-ho anak orang kaya yang agak kekanakan dan cenderung tidak pernah serius. Meski sebenarnya ia juga tertarik pada Bo-young, tapi ia tak pernah mau mengakuinya karena gengsi. Dan karena hal itu, hubungan mereka hingga saat ini kurang baik. Tapi seiring kebersamaan mereka, Min-ho kemudian mulai melihat Bo-young dari sisi yang berbeda dan mulai menyadari perasaannya. Tapi ya…sudah terlambat 😦

A Poem A Day (9)

Yah, sekilas memang ceritanya menjadi tentang cinta segitiga yang biasa dan tentu bukan hal yang baru dalam drama Korea. Tapi bagusnya drama ini, karena penceritaan dan eksekusi-eksekusinya yang cenderung berbeda. Meski kisah cinta tetap menjadi fokus, tapi juga tidak lantas mengambil porsi terbesar cerita karena mampu menggabungkannya dengan proporsional cerita slice of life keseharian di ruang fisioterapi, persahabatan, dan juga puisi yang terasa menyejukkan. Meski Bo-young, Dr Ye dan Min-ho adalah karakter utama, karakter-karakter lain tetap mendapat eksplorasi cerita yang lengkap dan memiliki chemistry yang bagus satu sama lain. Mulai dari rekan-rekan kerja Bo-young di bagian fisioterapis, Pak Yang Myung-cheol, pimpinan yang meski kurang tegas tapi baik hati dan bertanggung jawab, Ketua Park yang agak penindas dan oportunis tapi sebenarnya baik dan punya beban hidupnya sendiri, Yoon-joo , eonni teman sekamar Bo-young yang tulus dan menyimpan kesedihan cintanya. Lalu ada Nam-woo, teman baiknya Min-ho dan Bo-young yang dulunya berasal dari keluarga kaya tapi kemudian bangkrut dan sekarang ia harus kerja keras. Kim De-bang, radiografer yang baik hati tapi sangat plin plan sehingga membuatnya dijauhi dan juga Jo-young, juniornya yang gengsian tapi sebenarnya looser.

A Poem A Day (4)

A Poem A Day (14)

Penyajian cerita dengan sentuhan komedik juga membuat drama ini terasa menyenangkan dan enak diikuti. Cerita-certia sedih disajikan dengan ringan tapi tetap menyentuh. Karakter-karakternya lovable. Terutama Bo-young yang dimainkan dengan sangat pas oleh aktris yang memang punya sisi charming. Karakter orang keduanya juga berbeda dengan karakter orang kedua di banyak drama Korea. Meski sejak awal sebenarnya sudah kebaca dengan siapa Bo-young akan bersama, tapi penulis cerita ini cukup pandai membuat yang nonton merasa kalau kedua male leadnya sama-sama cocok sama Bo-young. Ye Je-wook yang dewasa dan nyaris sempurna atau dengan Min-ho, yang meski kekanakan tapi ternyata juga baik hati dan karenanya ngebayangin bakal jadi pasangan yang cute dengan Bo-young.

A Poem A Day (8)

Sayang, seperti kebanyakan drama Korea, cerita drama ini jadi agak draggy ketika memasuki episode belasan. Cerita seperti menjadi agak bertele-tele, seolah diulur-ulur hanya untuk memenuhi 16 episode. Perkembangan karakter dari tokoh-tokohnya juga seperti berhenti dan nggantung begitu saja. Nggak tahu sih, mungkin juga karena ratingnya yang katanya cukup rendah (hanya sekitar 1 % dan bahkan pernah 0 koma), sehingga tim drama ini mungkin nggak terlalu semangat lagi menggarap ceritanya atau bagaimana. Yah, nggak tahu juga kenapa drama ini ratingnya rendah banget padahal ceritanya lumayan bagus. Bisa jadi karena castnya, yang memang nyaris nggak melibatkan nama besar. dan cukup terkenal, tapi juga belum bisa dibilang papan atas. Sementara cast lainnya memang nyaris nggak ada yang terkenal. Tapi nggak apa-apa lah, rating kan nggak selalu jaminan. Meski bukan drama yang sempurna, tapi menurut saya drama ini tetap recommended untuk ditonton. Ceritanya ringan, menghibur, tapi juga nggak kosong.

Cast:
– Wo Bo-young
– Ye Je-wook
Jang Dong-yoon – Shin Min-ho
Seo Hyun-cheol – Yang Myung-cheol (pimpinan)
Lee Chae-young – Kim Yoon-joo
Kim Jae-bum – Park Shi-won
Shin Jae-ha – Kim Nam-woo
Jeon Hye-won – Choi Yoon-hee
Park Han-sol – Lee Shi-eun
Yoo Dae-joon – Kim Dae-bang
Park Sun-hoo – Han Joo-young

Judul: A Poem A Day/ You Who Forgot Poetry
Sutradara: Han Sang-jae
Penulis: Myung Soo-hyun, Baek Sun-woo, Choi Bo-rim
Tayang: tvN, 6 Maret – 15 Mei 018
Episode: 16

Baeksang Art Awards 2018

Salah satu ajang penghargaan perfilman terbesar Korea kembali digelar: Baeksang Art Awards. Berbeda dengan beberapa penghargaan film Korea yang biasanya digelar di penghujung tahun, Baeksang memang biasa digelar menjelang pertengahan tahun. Ya nggak apa-apa sih, cuma karena beberapa nominasinya biasanya nggak jauh-jauh dari penghargaan lain yang sudah digelar sebelumnya, kadang jadi nggak terlalu surprise lagi karena kadang juga pemenangnnya hampir sama saja. Bedanya sih, Baeksang ini penghargaannya nggak cuma untuk kategori film, tapi juga acara TV. Jadi memang kayaknya lebih besar dan bergengsi.

 

IMG_20180504_205406

Big YES buat Jo Seung-woo. So happy for him 🙂

Dan Baeksang tahun ini, cukup saya nantikan karena aktor favorit saya *ehm* , masuk nominasi sebagai Best Actor untuk perannya di drama . Dan saya cukup berharap dia menang, karena memang menurut saya dia layak menang. Apalagi jika dibandingkan nominasi lain, menurut saya dia cukup unggul. Di kategori ini, dia bersaing dengan (Money Flower), Kim Sang-joong (Rebel: Thief Who Stole the People), Cheon Ho-jin (My Golden Life) dan (Fight for My Way). Selain dan Fight for My Way, saya belum nonton drama yang lain, jadi nggak bisa komentar. Tapi mengingat kalau mereka adalah aktor-aktor senior, saya pikir mereka memang layak dapat nominasi ini. Yang agak membuat saya mengerutkan kening adalah masuknya nama . Aktingnya cukup bagus, tapi juga rasanya nggak ada yang istimewa, belum lagi dramanya sendiri yang juga biasa banget. Ada aktor lain yang main lebih bagus dan juga dramanya lebih berkualitas ( di Live Up Your Name, misalnya).

IMG_20180504_205419

Seneng lihat foto ini. Jo bareng Om Kim, hehe

Tapi yah, sudahlah. Yang jelas saya senang banget karena ternyata benar-benar menang. Dan dia juga kelihatan senang banget. Bisa dipahami lah, karena ini adalah penghargaan Baeksang pertama dia untuk kategori drama. Dan tentu saja ini mengagumkan, karena artinya, dia adalah aktor yang pernah dapat Best Actor Baeksang di dua kategori sekaligus: Film dan TV. Ohya, jangan lupa juga dia juga adalah Best Actor di ajang musikal. Dan mungkin juga dia satu-satunya aktor Korea yang pernah dapat penghargaan Best Actor di 3 bidang sekaligus: film, drama, musikal. Sepengetahuan saya sih, kayaknya belum ada aktor Korea lain yang sukses di tiga bidang sekaligus seperti dirinya. Aktor besar seperti Song Kang-ho, misalnya, meski langganan dapat award untuk film, tapi memang hanya konsen di film dan nggak pernah main drama. Beberapa aktor yang sukses di drama seperti Jisung atau , karirnya di film nggak terlalu mengesankan. Demikian juga dengan mereka yang berlatar musikal seperti Jo Jung-suk, Jo Woon, Ji Chang-wook, meski sukses di drama tapi nggak terlalu sukses di musikal. Big applause lah buat . Dan sebagai penggemarnya, saya berdoa, ke depan dia akan sukses terus. Apalagi tahun ini, film dan dramanya akan tayang. Semoga saja, dua proyeknya ini juga akan sukses besar.

Untuk pemenang kategori lain, saya nggak terlalu care sih. Hehe. Tapi menurut saya sudah pas lah, karena ternyata pemenangnya memang aktor/aktris yang memang kemampuan aktingnya nggak diragukan lagi. Kategori Best Actress dramanya adalah , yang memang sudah masuk kategori aktris veteran. Untuk kategori supporting aktor/aktrisnya adalah () dan (Should We Kiss First). Untuk Best New Actornya ada Yang Se-Jong (Temperature of Love) dan Heo Yool (Mother).

Untuk kategori film, Best Actor diraih sama dan Best Actressnya . Khusus untuk , melihatnya berdiri satu berdampingan dengan sama-sama dapat penghargaan untuk Best Actor, saya merasa senang. Keduanya berteman baik di kehidupan nyata (mungkin seperti hyung-dongsaeng), dan kemudian sama-sama dapat penghargaan seperti itu, pasti rasanya cukup istimewa.

IMG_20180504_205308

Ho Yeol, aktris cilik yang dapat penghargaan pendatang baru terbaik. Keren ya,

Kategori Best Supporting Actor diraih aktor yang juga veteran, (1987: When The Day Comes) dan () untuk Best Supporting Actress. Saya sudah lihat aktingnya di sana, dan memang penampilannya cukup stellar dan membuat saya jadi agak membandingkannya dengan aktris yang juga main disana. jauh lebih populer dan jam terbangnya juga cukup tinggi (secara usia juga lebih tua 6 tahun), tapi agaknya dia memang masih perlu banyak belajar untuk jadi aktris yang bagus.

Best New Actor diraih Koo Gyo-Hwan (Jane) dan Best New Actress diraih (). Yah, agaknya tahun ini adalah rising yearnya Choi , karena dia menyabet gelar ini di hampir semua ajang penghargaan film. Dan menurut saya memang sangat layak, karena penampilannya memang bagus banget di sana.

IMG_20180504_205322

Jung Hae-in yang lagi naik daun.

Kategori Most Popular Actor diraih sama aktor pendatang baru, . Karena drama romantisnya bareng aktris papan atas , aktor satu ini mendadak populer banget akhir-akhir ini, dan digadang bakal jadi next Hallyu Star seperti atau . Dengan berbekal tampang yang cakep, karakter romantis di drama yang ngehits, agaknya memang membuatnya banyak disukai fans. Saya sendiri kadang agak sinis sama aktor-aktor dengan label most popular, karena menurut saya kualitas seorang aktor dibuktikan dari seberapa bagus ia berkarya bukan cuma karena cakep dan populer. Untuk Most Popular Actress diraih sama. Yah, saya sudah sering baca kritik terkait aktingnya yang payah, tapi tetap saja, sepertinya banyak sekali fans yang tetap suka sama dia. Mungkin karena posisinya sebagai idol dan juga wajahnya yang dianggap cantik.

IMG_20180504_205334

yang langganan penghargaan paling populer.

Untuk Grand Prize kategori film diraih oleh film “1987: When The Day Comes” dan untuk kategori drama, diraih , yang memang juga sangat layak meraihnya. Meski secara rating nggak tinggi-tinggi amat (sekitar 7%, sebenarnya cukup tinggi untuk TV kabel, tapi sebagai perbandingan, Goblin kalau nggak salah ratingnya sampai 18%  ), tapi impact drama ini memang cukup fenomenal. Banyak orang memperbincangkannya dan memuji-mujinya (bahkan drama ini masuk Best Drama di media Amerika). Dan ya memang layak diapresiasi karena dari semua segi drama ini nyaris sempurna. Berbeda misalnya dengan beberapa drama yang juga pernah dapat Daesang seperti DoTs atau Goblin. Meski populernya minta ampun dan ratingnya juga tinggi, kedua drama ini memiliki lubang disana-sini. Kategori Best Drama diraih Mother dan Best Film diraih .

Sedikit catatan, untuk kategori TV, mayoritas pemenang dan nominasinya adalah dari TV kabel, karena memang belakangan, TV-TV kabel lah yang memproduksi drama-drama bagus dengan cast yang bagus pula. Dan harusnya sih hal ini jadi refleksi stasiun TV-TV besar untuk menghasilkan karya lebih bagus kalau nggak mau ditinggal penontonnya. Bahkan masuknya drama Fight My Way dan juga aktor di kategori nominasi Best Drama dan Best Actor saja menurut saya nggak layak, karena sebenarnya ada drama dan aktor yang lebih bagus. Tapi ya, mungkin sebagai bonus lah biar KBS nggak malu-malu amat, haha.

Overall, chukae untuk semua pemenang!

Daftar pemenang dan nominasi:
Kategori Film:
Grand Prize (Daesang): “1987: When The Day Comes”

Best Film: “ / 1987: When The Day Comes/ / / (

Best Director ( )/ Yang Woo-Seok (Steel Rain)/ Jang Joon-Hwan (1987: When The Day Comes)/ ( ()/ Hwang Dong-Hyuk ()

Best Screenplay: Kim Kyung-Chan (1987: When The Day Comes)/ ()/ Uhm Yoo-Na ( (/ Yang Woo-Seok & Jung Ha-Yong (Steel Rain)/ Hwang Sung-Goo ()

Best Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ ()/ (Steel Rain)

– Best Actress: ()/ ()/ ()/ (Be with You)/ ()

– Best Supporting Actor: (1987: When The Day Comes)/ ()/ ()/ Jo Woo-Jin (Steel Rain)/ ()

– Best Supporting Actress: ()/ Yum Hye-Ran ()/ (Warriors of the Dawn)/ ()/ ()

– Best New Director: ()/ (The Running Actress)/ Shin Joon (Yongsoon)/ Cho Hyun-Hoon (Jane)/ Jeon Go-Woon (Microhabitat)

– Best New Actor: Koo Gyo-Hwan (Jane)/ Kim Sung-Kyu ()/ ()/ Lee Ga-Sub (The Seeds of Violence)/ Heo Sung-Tae ()

– Best New Actress: ()/ Nana (The Swindlers)/ (Yongsoon)/ ()/ Lee Joo-Young (Jane)

Kategori TV:
– Grand Prize (Daesang):

Best Drama: Mother (tvN)/ Misty (JTBC)/ Fight for My Way (KBS2)/ My Golden Life (KBS2)

Best Director: Kim Yun-Cheol (The Lady in Dignity)/ Kim Cheol-Kyu (Mother)/ Mo Wan-Il (Misty)/ ()/ ()

Best Screenplay: ()/ Baek Mi-Kyeong (The Lady in Dignity)/ Im Sang-Choon (Fight for My Way)/ Jung Bo-Hoon ()/ Jung Seo-Kyoung (Mother)

– Best Actor: () / Kim Sang-Joong (Rebel: Thief Who Stole the People)/ (Fight for My Way)/ (Money Flower)/ Cheon Ho-Jin (My Golden Life)

Best Actress: (Misty)/ Kim Sun-A (The Lady in Dignity)/ Kim Hee-Seon (The Lady in Dignity)/ (My Golden Life)/ (Mother)

– Best Supporting Actor: ()/ Bong Tae-Gyu (Return)/ Ahn Jae-Hong (Fight for My Way)/ (), Jung Sang-Hoon (The Lady in Dignity)

– Best Supporting Actress: (Should We Kiss First)/ Na Young-Hee (My Golden Life)/ (Avengers Social Club)/ Song Ha-Yoon (Fight for My Way)/ Jeon Hye-Jin (Misty)

– Best New Actor: Yang Se-Jong (Temperature of Love)/ Kim Jung-Hyun (School 2017)/ ()/ Woo Do-Hwan (Save Me)/ ()

Best New Actress: Heo Yool (Mother)/ Dasom (Unni Is Alive)/ Kim Se-Jeong (School 2017)/ Seo Eun-Su (My Golden Life)/ Won Jin-A (Rain or Shine)

Most Popular Actor & Actress: &

Plus-plus:

Masih dari Baeksang, ada hal yang kurang menyenangkan terjadi. Gara-gara hal remeh temeh: posisi foto. dikritik netizen gegara foto di tengah barisan paling depan. Padahal dia cuma dapat penghargaan kategori populer yang nggak terlalu bergengsi. Sementara dan   yang dapat Best Actor/Actress saja berdiri di samping dan yang paling parah tentu yang bahkan berdiri di barisan kedua. Saya pribadi, sebelum kontroversi ini muncul, juga agak-agak nggak nyaman sih lihat posisi yang nyempil di belakang, padahal dia kan pemenang Best Actor Film dan juga adalah aktor yang jauh lebih senior kemanna-mana? Secara, posisi senior-juniornya orang Korea kan terkenal kental banget. Dan ternyata memang kemudian hal ini menyulut reaksi publik.

JHI pun kemudian dibanding-bandingkan sama aktor yang juga dapat penghargaan Most Popular sebelumnya, dan ketika disuruh foto di barisan paling depan bareng Jun Ji-hyun yang dapat Best Actress dan juga lawannya main di drama, ia malah sibuk nyari posisi di belakang (saya lihat videonya dan cukup lucu melihat bagaimana seperti nyari posisi yang bener-bener bisa membuatnya nggak narik perhatian). Perbandingan lainnya , yang jadi pasangannya JHI untuk kategori Most Popular. Dalam sesi foto ini dia  langsung ambil posisi di belakang yang agak nyempil. Meski saya nggak terlalusuka dia ketika berakting, tapi kayaknya dia memang punya nice personality dan mungkin hal itu pula yang membuatnya dicintai fansnya.

IMG_20180505_152717

Yah, sebenarnya kasus yang nggak penting sih, tapi memang agak menjadi persoalan karena berkaitan dengan imej, hal yang cukup penting bagi seorang public figure. Apalagi, belakangan ini memang lagi populer-populernya dan sepertinya juga jor-joran dipromo-in buat jadi bintang papan atas, dan dengan munculnya kasus ini, jadi agak ironis melihatnya. Baru juga mau populer, eh, kesandung kasus. Saya pribadi, bukan fansnya JHI jadi nggak tahu gimana-gimananya dia. Akting dia yang saya lihat cuma di dan menurut saya cukup bagus, meski nggak stellar. Saya baca, aktingnya di drama terbarunya, Pretty Noona juga nggak hebat-hebat amat, tapi menjadi populer karena berpasangan sama aktris besar .Dari segi face, dia memang cukup menarik: tinggi, cakep dan enak dilihat.

Dengan adanya kontroversi ini, saya juga jadi agak-agak heran kenapa dia melakukan hal itu. Konon sih karena dia di suruh sama staf. Nggak tahu, apa karena karena terburu-buru, jadi stafnya nyuruh dia cepat-cepat ambil posisi atau stafnya pengin promosiin dia yang memang lagi naik daun. Jika yang kedua, menurut saya agak aneh sih, karena stafnya kan juga orang Korea yang seharusnya tahu kalau posisi di tengah itu seharusnya bukan buat dia.

Terus lagi, JHI sendiri. Meski mungkin memang beneran di suruh di tengah, tapi masa iya dia begitu ‘polos’nya nggak tahu kalau posisi itu nggak cocok buat dia? Dia orang Korea tulen dan juga sudah cukup lama menekuni dunia akting (sekitar 6 tahun), secara usia juga sudah cukup matang (30 tahun) dan karenanya, seharusnya cukup tahu unggah-ungguh semacam itu. Banyak fans dia yang bela kalau hal itu terjadi karena suasananya cukup crowded sehingga mungkin dia nggak nyadar posisinya. Bukan bermaksud jadi hater sih, tapi kalau saya lihat cuplikan videonya sebelum sesi foto itu, sebenarnya suasananya nggak riuh-riuh amat. Dia termasuk yang berdiri di tempatnya sejak awal, dan kelihatan mager aja di posisinya sementara yang lain-lain sibuk ngatur posisi di belakang. Nggak noleh kiri kanan untuk melihat dimana posisi dia. Dia pasti tahulah kalau ada yang berdiri pas di belakang dia dan juga di samping, tapi kayaknya nggak ada tuh inisiatif dia nawarin atau seenggaknya bungkuk kanan kiri kasih hormat ke senior kek (sedikit membandingkan dengan sesi foto pas cuma , dan dengan gerakan sopan meminta untuk berdiri di tengah-tengah, padahal kelihatannya mereka cukup akrab lho). Entah karena JHI ini memang orangnya nggak peka atau mungkin terlalu bingung dengan situasinya (mungkin dia masih bingung karena mendadak jadi orang terkenal). Tapi tetap terasa aneh sih, karena kayaknya, orang-orang di sekitarnya juga ngeh dengan situasi itu dan kayak saling berbagi pandang gitu di belakang sementara JHI kelihatan tenang-tenang saja.

Whataver, ini cuma masalah kecil sih. Dan semoga saja ini jadi pelajaran buat dia karena kalau nggak, mungkin bisa ngefek ke karirnya ke depan. Popularitas itu biasanya hanya sekejap mata, karena bakal ada bintang-bintang baru yang menggantikannya. Dan untuk jadi aktor yang bisa bertahan bertahan di industri semacam itu, kayaknya juga nggak cukup cuma modal kemampuan akting belaka, tapi juga karakter personal yang membuat orang-orang di sekitarnya bakal nyaman kerja bareng.

Wise Prison Life

April 6, 2018 Tinggalkan komentar

Kim Je-hyuk adalah seorang atlet baseball yang sangat terkenal dan dikagumi banyak orang karena prestasinya. Bagi Jae-hyuk, hidupnya memang hanyalah baseball dan baseball. Meski pintar di baseball tapi untuk hal lain, ia cenderung agak bodoh dan lamban. Hingga suatu hari, hidupnya tiba-tiba berubahsetelah ia memukul hingga koma, orang yang hendak memerkosa adiknya. Je-hyuk pun kemudian masuk penjara dan harus menjalani hukuman selama setahun. Maka dimulailah hari-hari Je-hyuk di dunia yang benar-benar baru; kerasnya kehidupan penjara dan juga rasa frustasi dipisahkan dari dunia baseball yang dicintainya. Untungnya, kehidupan penjara ternyata tak selalu mengerikan. Di sana, ia kemudian bertemu teman-teman baru, penghuni penjara yang ternyata banyak juga orang-orang baik, para sipir dan juga teman baiknya, Joon-ho () yang selalu ada untuknya.

Wise Prison (8)

Sejak mendengar kabar kalau , si sutradara , hendak buat drama ini, saya sudah penasaran dan menetapkan sebagai salah satu drama yang wajib tonton. Meski nggak bisa dibilang ‘sempurna’ tapi serial Reply sudah menancapkan tonggak tersendiri bagi dunia drama Korea dan bisa dikategorikan sebagai qualified drama. Kelebihan utama dari drama-dramanya Pak Shin adalah bagaimana ia menyajikan drama slice of life dengan begitu realistis, pengkarakteran yang kuat dan juga humor yang terasa orisinal dan hangat. Genre drama yang saya sukai.

Wise Prison (7).jpg

Di awal, ketika melihat daftar castnya, ditulis setelah Park Hae-soo, yang bisa diartikan bahwa Jung adalah second lead, dan lead aktornya Park Hae-soo, saya sedikit ‘tak terima’. Park Hae-soo  mungkin aktor yang baik, tapi selama ini kurang populer (saya belum pernah lihat akting dia sebelumnya), sementara Jung sudah malang melintang didapuk sebagai lead actor di dunia drama. Tapi lagi, saya juga pernah melihat drama-dramanya Shin sebelumnya, dimana ia memang sepertinya senang membuat twist dengan castingnya (ingat di yang bukan siapa-siapa, dibanding atau ), dan saya pun berusaha untuk ‘percaya’ dengan castingnya kali ini. Dan agaknya ekspektasi saya benar adanya. Di drama, ini, meski sosok Kim Je-hyuk yang menempati posisi lead, tapi sebenarnya hampir semua karakter memiliki peran pentingnya sendiri-sendiri dan di eksplore dengan kedalaman yang berimbang. Tidak ada one man show, karena semua karakter memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Meski didapuk sebagai second lead, tapi sosok Jun-ho yang diperankan Jung memiliki peran yang signifikan dalam membangun cerita dan latar belakang karakternya juga dipaparkan dengan cukup baik.

Wise Prison (6)

Jon-hoo adalah sahabat baiknya Je-hyuk sejak masih kecil. Keduanya sama-sama menyukai baseball dan punya masadepan cerah sebagai atlet baseball. Hanya saja, karena kecelakaan yang membuat tangannya cedera, Joon-ho memutuskan menyerah pada mimpinya, menjalani hidup biasa dan kemudian sekarang bekerja sebagai sipir penjara. Karakternya digambarkan sebagai sahabat sejatinya Je-hyuk, lelaki yang baik tapi agak kasar, tidak terlalu puas dengan dirinya dan sedikit playboy. Ia punya seorang adik, Lee Joon-dol, yang merupakan fans beratnya Je-hyuk dan membuat hubungan kakak beradik ini seperti anjing dan kucing.

Wise Prison (10)

Wise Prison (3)

Karakter-karakter lain yang tak kalah penting tentunya adalah teman-teman Je-hyuk di penjara yang menurut saya justru sangat berperan penting dalam menghidupkan cerita. Ada Pak Min-chul, mantan gangster yang sudah menghabiskan hidup di penjara selama hampir 22tahun  karena kasus pembunuhan. Meski memiliki tampang sangar ala gangster, tapi Min-chul adalah lelaki yang lembut dan baik. Ia sudah tobat sepenuhnya dan ketika hari pelepasannya hampir tiba, ia justru takut karena sudah terlalu lama hidup di penjara. Sosok Pak Min-chul adalah salah satu karakter favorit saya di sini. Adegan-adegan emosionalnya selalu membuat saya ikut terharu melihatnya (kenangannya akan sang teman dengan latar belakang lagu Unfortunate Guy-nya Kwang Kae-suk, pengkhiatan Jeobaljan yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri dan juga momen ketika ia ketemu putrinya, so touching. . hiks… )Dan pemilihan castnya menurut saya juga sangat pas, Choi Moo-sung yang memang bisa dibilang sebagai aktor veteran di perfilman Korea, bermain dengan sangat baik (baru ngeh juga kalau dia ini pemeran ayahnya Taek di  ).

Wise Prison (11)

Penghuni lain adalah Pak Kaist (julukan karena dia pandai membuat penemuan-penemuan ‘canggih’ seperti lulusan Kaist, salah satu universitas terkenal di Korea), yang tak kalah menariknya. Ia dipenjara karena kasus penipuan. Pak Kaist dikenal sebagai sosok yang agak menyebalkan karena cenderung egois dan banyak omong, tapi sebenarnya juga adalah teman yang baik. Dan tentu saja, cara bicara cadelnya yang selalu membuat ngakak. Bagi saya yang nggak ngerti bahasa Korea saja mendengar cara bicaranya terasa lucu, haha.

Dr Go (Gobaksa) adalah penghuni yang paling berpendidikan dan karakternya selurus jalan tol. Ia pegawai perusahaan besar dan dipenjara karena tuduhan menggelapkan uang dalam jumlah yang sangat besar. Kenyataannya, ia hanya diperalat oleh perusahaannya demi menyelamatkan nama baik atasannya.

Wise Prison (4)

Yo Han-yang (Haerong) () adalah anak orang kaya yang dipenjara karena ngedrugs. Karena kebanyakan ngedrugs, kalau sedang kambuh otaknya jadi agak error dan bertingkah seperti orang sinting (Haerong). Cenderung kekanakan demi mencari perhatian, karena kenyataannya, ia kurang kasih sayang, Ibunya, yang pernah mengalami hidup susah, terobsesi dengan uang dan mengabaikan Han-yang. Meski sebenarnya, sang ibu diam-diam menyayangi Han-yang. Saya baca beberapa komen di internet, banyak yang menyukai karakter Haerong di sini karena lucu. Tapi kebalikannya, saya kok melihat karakter Haerong ini malah agak-agak terlalu dibuat-buat dan karenanya, saya jadi kurang bersimpati kepadanya.

Wise Prison (9)

 

Kapten Yoo adalah seorang tentara. Ia masuk penjara karena tuduhan penganiayaan hingga tewas seorang tentara, yang sebenarnya dilakukan oleh rekan-rekannya yang dikenal sebagai sosok yang memang suka membully. Tidak ada yang terlalu istimewa sih dengan karakter Yoo, tapi harus saya akui, Jung Hae-in memang enak dilihat, hehe… Penghuni yang lain adalah Janbaljang, pemuda pengangguran yang suka mencuri dan kemudian menjalin hubungan ayah-anak dengan Min-chul (saya suka hubungan mereka yang bagus chemistrynya), Beobja, si ceriwis yang selalu setia pada Je-hyuk, dan penghuni terakhir, Ddolmani, si botak kaki tangan gangster yang awalnya begitu membenci Je-hyuk tapi kemudian berbalik arah menjadi ‘pelayan’ yang sangat setia.

Wise Prison (2)

Wise Prison (14)

Dan karena drama ini mengetengahkan cerita tentang penjara, karakter yang diketengahkan nggak cuma para napi tapi juga para petugas yang ada di sana. Selain Jon-hoo BFF-nya Je-hyuk, juga ada Petugas Paeng () , yang kasar dan selalu mengumpat tapi sebenarnya adalah petugas paling baik dan hangat (another my fav character dan juga berakting dengan bagus). Petugas Song () yang sifat cerewetnya suka nyebelin tapi sebenarnya juga adalah petugas yang baik dan lucu (ingat, dia yang main jadi teman baiknya di :D) . Pak Ketua penjara yang agak bodoh, dan juga Petugas Na yang kaku dan saklek. Ohya, di awal, juga ada Pak Jo, petugas yang selalu kelihatan ramah dan murah hati tapi sebenarnya licik bukan main. Dan karakternya ini dimainkan dengan sangat baik oleh (menurut saya aktingnya bagus banget di sini, sayangnya dia cuma main di beberapa episode).

Wise Prison

Wise Prison (13)

Ohya, seperti karya Shin terdahulunya, unsur romance sepertinya tak lupa ia masukkan. Untuk romancenya, di sini ada hubungan Je-hyuk dengan Ji-ho (), anak pelatihnya. Meski entah kenapa, saya kok nggak bisa merasakan chemistry yang kuat antara keduanya. Hubungan mereka cuma seperti kakak-adik. Entah karena castnya atau memang karakternya. Idol girlband f(x), didapuk jadi Ji-ho di sini. Aktingnya nggak buruk, hanya saja saya kurang bisa menyukainya (sori, disini saya mungkin agak subyektif). Ditambah lagi  gap usia asli mereka yang ternyata cukup jauh, (13 tahun) Romance yang lain adalah Jon-hoo dengan Je-hee, adiknya Je-hyuk yang menurut saya lebih pas.

Wise Prison (1)

Aktris Lim Hwa-young menurut saya juga pas dengan karakternya sebagai Je-hee yang agak-agak witty . Romance yang cukup baik menurut saya juga ditunjukkan pasangan Han-yang-Ji-won (fyi, it’s queer romance, haha, tapi tenang saja, nggak diperlihatkan secara terbuka, kok), terutama skarena sosok Ji-won. Meski  scenenya nggak banyak dan karakternya nggak dieksplore, tapi menurut saya akting aktor yang memerankan Ji-won cukup meninggalkan kesan dengan ekspresi-ekspresinya yang memiliki kedalaman. Dan saya baru ngeh, kalau dia adalah , aktor yang sama yang memerankan Tatemasu, si investigator Jepang di dimana aktingnya di sana menurut saya cukup mencuri scene (dia dapat nominasi di beberapa ajang penghargaan untuk perannya itu, kalau nggak salah). Pantes saja…

Wise Prison (12)

Menambah seru cerita, tentu munculnya sosok antagonis. Karena namanya penjara, tentu saja banyak sekali napi yang memang aslinya penjahat dan karenanya selalu cari-cari masalah. Tapi mungkin karena drama ini sendiri memang lebih ingin memotret sisi humanis di penjara, kemunculan para antagonis ini hanya menjadi semacam selingan cerita dan menurut saya disajikan dengan pas.

Sedikit menganggu bagi saya adalah durasi per episodenya yang cenderung terlalu panjang (sekitar 1,5 jam). Ini sebenarnya agak khas drama-dramanya Shin sih, karena drama-drama dia sebelumnya juga begitu. Bagi saya yang menonton drama ini secara maraton, ini kadang agak melelahkan. Apalagi, alur drama ini cenderung lambat dan beberapa bagian agak bertele-tele. Tapi bagusnya memang Pak Shin ini pintar memasukkan humor-humor lucunya yang khas sehingga meski lamban tapi tetap tidak nggak terlalu wasted untuk diikuti.

Wise Prison (17)

Hal lain yang agak mengecewakan saya adalah bagian endingnya. Setelah pemaparan karakter-karakternya dari episode-episode, harapan saya sih akan ada closing bagi semua karakter utama (terutama Hanyang yang menurut saya endingnya paling ‘nggak fair’ 😦 ), tapi ternyata kemudian berakhir begitu saja. Tentu saja, happy ending untuk semua terasa terlalu biasa dan mungkin agak-agak nggak realistis dalam kehidupan nyata, tapi apa salahnya, toh ini juga cuma drama, yang tujuannya buat hiburan. Tapi overall, ini adalah drama yang bagus dan worthed to watch.

Cast:
Park Hae-soo – Kim Je-hyuk
– Lee Joon-ho
– Kim Ji-ho
Lim Hwa-young – Kim Je-hee
Kim Kyung-nam – Lee Joon-dol

Teman-teman Je-hyuk di penjara:
Choi Moo-sung – Kim Min-chul
Park Ho-san – Kaist
Jung Min-sung – Dr Go
Kim Sung-cheol – Beobja
Kang Seung-yoon – Janbaljang
Jung Hae-in – Kapten Yoo
Ahn Chang-hwang – Ddolmani

– Han-yang/Haerong

Para sipir:
– Petugas Paeng
Kang Ki-dong – Petugas Song
Ahn Sang-woo – Ketua Sipir
Park Hyoung-soo – wakil Na
– Petugas Jo
Choi Yeon-dong – Petugas Lee
Lee Hoon-jae – Soji
Kim Han-jong – Han-jong

Choi Sung-woon – Jeombaki
Joo Suk-tae – Yeom
Jung Jae-sung – Prof Myung
Lee Ho-cheol – Gundal
Yoo Jae-myung- manajernya Je-hyuk
Jung Moon-sung – abangnya Yoo
Shin Won-ho – Kopral Jo
Seo Ji-hoon – Min Sik
Shin Jae-ha – Min-sung
Ye Soo-jung – ibunya Je-hyuk
Jang Hyuk-jin – ayahnya Hanyang
Yum Hye-ran – ibunya Hanyang
Kim Joo-han – Ji-won
Kim Sun-yong – mantan istrinya Kaist
Kim Ji-min – Kim Eun-soo (anaknya Min-chul)
Choi Myung-bin – putrinya Paeng

Judul: Wise Prison Life/ Prison Playbook / Seulgirowoon Gambbangsaenghwal
Sutradara:
Penulis: Jung Bo-hoon
Tayang: tvN, 22 November 2017 – 18 Januari 2018
Episode : 16
Negara/Bahasa: Korea Selatan/ Korea

 

Lee Sang Lee Sang

Februari 24, 2018 Tinggalkan komentar

Yah, lagi-lagi karena ‘obsesi’ saya pada aktor kesayangan, , yang membuat saya ngubek-ubek internet demi mendapatkan drama ini. Dan lumayan sulit ternyata. Saya hanya menemukan satu situs yang menyediakan akses dunlutan, itu juga nggak ada subtitlenya. Saya cari-cari di situs penyedia subtitle juga nggak nemu. Sudah begitu, cari sinopsis dalam bahasa Inggrisnya juga ternyata sulit. Ya sudah, akhirnya saya ‘rela’ nonton drama ini dengan meraba-raba karena saya sama sekali nggak paham bahasa Korea selain gamsahamnida dan sarangheyo, hehe.

Lee Sang-1

Akting Jo Seung-woo yang tak pernah mengecewakan

Drama ini dibuat tahun 2012 (?), pasca membintangi drama pertamanya, , dan merupakan satu dari serangkaian drama specialnya MBC (drama yang hanya 1 episode). Sekilas saya baca dari sinopsis yang diterjemahkan dengan kurang jelas, saya baca kalau drama ini mengangkat sepenggal kisah hidup seorang penyair Korea yang hidup di tahun ’30-an, Lee Sang ( ). Meski begitu, dramanya sendiri bukan tentang proses kreatifnya Lee Sang, tapi kisah pencarian ‘harta karun’ oleh Lee Sang. Dramanya sendiri diceritakan lewat flashback oleh seorang lelaki penjaga galeri yang di masa mudanya pernah menjadi asistennya Lee Sang.

Lee Sang-4

Lee Sang dimasalalu adalah seorang penyair yang penyakitan. Hidup di tengah jaman perang oleh pennjahan Jepang, Lee Sang tidak ambil peduli dengan gerakan kemerdekaan. Hingga suatu hari, temannya, Hiroshi meninggal. Hiroshi pernah meninggalkan kertas berisi tulisan misterius. Lee kemudian bertemu dengan seorang perempuan pejuang kemerdekaan, Kyung He (). Lee Sang, lebih karena rasa penasarannya, kemudian terlibat penyelidikan mencari harta karun seperti yang tertulis di pesan rahasia Hiroshi. Harta karun itu adalah sebuah cincin peninggalan Raja Go Jong untuk permaisurinya. Untuk itu, ia harus berurusan dengan para tentara Jepang. Setelah menemukan cincin itu, Lee Sang menemukan filosofi untuk menjalani hidupnya.

Lee Sang-8

Hehe, agak bingung sih sebenarnya dengan ceritanya. Tapi mengabaikan semua itu, saya ‘hanya’ ingin menikmati aktingnya sebagai seorang seniman. Dan seperti dugaan saya, his acting is hilarious as always. Meski saya nggak paham dialognya, tapi dari bahasa tubuh dan mimik wajah Jo yang jadi Lee Sang, saya tahu bahwa aktingnya sangat bagus di sini. Ia bertransformasi jadi sosok Lee Sang yang konon dikenal sebagai penyair dengan karakter yang unik. Akting Jo terlihat begitu hidup dan meyakinkan. Salutnya lagi, konon untuk main drama ini, Jo rela nggak dibayar lho, karena sutradaranya adalah teman baik dia. Yeha, that’s and why I love him. Aktor yang dikenal sangat pemilih dan idealis. Meskipun sudah punya nama besar, konon dia memang nggak keberatan main di film/drama dengan bayaran rendah atau bahkan indie selama dia merasa sreg dengan cerita dan kualitasnya.

Lee Sang-16

Lee Sang-17

Ohya, selain juga ada aktor (yang jadi temannya Lee Sang) dan juga. Karena keduanya cuma pemain pendukung, akting dan karakternya biasa saja.

Note:
Lee Sang merupakan nama pena dari penyair yang bernama asli Kim Hae-gyeong. Lahir di Seoul 14 September 1910. Meski dikenal sebagai penyair, tapi latar belakang Lee Sang adalah arsitektur. Ia pernah bekerja sebagai pembuat draft di departemen pemerintahan dan pernah memenangkan lomba desain arsitektu. Pada tahun 1934 ia ikut bergabung dalam jurnal Circle of Nine (Guinhoe) dimana ia mulai mempublikasikan puisi-puisinya. Tahun 1936, ia pergi ke Jepang dan di tangkap di sana. Setahun kemudian, ia meninggal dunia di usia yang masih sangat muda, 26 tahun. Dan seperti kebanyakan ‘orang besar’ yang mati muda, karya-karya Lee baru dikenal setelah ia meninggal dunia. Karya-karyanya konon beraliran avant-garde yang memadukan latar belakang dunia arsitektur yang ditekuninya. (sumber: wikipedia.org)
karya-karyanya:

Cast:
– Lee Sang
– Kyung-he
– Bon Woong
Han Sang-jin – Jae Moon
Jo Min-ki – Soo Yeong
In Gyo-jin – Tae Won

Drama-Drama Korea Yang Tak Sanggup Saya Selesaikan

Januari 21, 2018 3 komentar

Belakangan, saya cenderung menjadi begitu pemilih ketika hendak menonton drama Korea. Dulu-dulu, biasanya saya memutuskan untuk mengikuti drama karena pemainnya saya suka atau karena popularitasnya. Tapi Setelah munculnya drama-drama berkualitas ala , , , Secret Forest atau drama-drama romcom bagus TvN seperti , Serial Reply, .. agaknya standar saya dalam menilai bagus tidaknya sebuah drama benar-benar berubah. Saya jadi malas menonton drama yang ceritanya terlalu klise, plotnya terlalu mudah ditebak atau ceritanya ‘nggak penting’. Sayangnya,munculnya drama-drama bagus ini hanya sesekali saja. Dan ketika saya merasa ‘rindu’ ingin nonton drama Korea, saya jadi agak bingung untuk memutuskan drama mana yang akan saya tonton. Setiap kali ada kabar drama yang akan segera rilis dengan jajaran cast yang menjanjikan dan premise cerita yang terdengar menarik, saya menjadi antusias dan berpikir, bahwa drama tersebut akan jadi watch list saya. Tapi ternyata ketika dramanya sendiri benar-benar mulai tayang dan ternyata respons netizen cenderung negatif, antusiasme saya langsung luruh dan malas mengikuti lagi. Beberapa drama, saya tontoon karena saya baca reviewnya yang positif, tapi ternyata setelah saya coba tonton, tak memenuhi krirteria menarik bagi saya. Berikut adalah beberapa drama yang coba saya tonton, tapi kemudian saya membuat saya ‘menyerah’ di tengah jalan:

1. You’re All Surrounded

ure all surrounded
Drama ini dipenuhi jajaran cast yang cukup menjanjikan: , , , , . Berdasarkan ulasan-ulasan yang ada, drama ini juga mendapat banyak apresiasi. Saya mengikuti episode-episode awal dan yah langsung bisa menebak jalan ceritanya yang memang mudah ditebak. Meski mengambil latar dunia kepolisian, tapi main story-nya tak jauh-jauh dari cinta.  Karakter-karakternya juga just so-so. Dan saya pun memutuskan berhenti menonton.

2. Let’s Fight Ghost

LFG4
Sejak awal, sebenarnya tak berminat mengikuti drama ini. Saya tak terlalu suka cerita fantasi. Cast-nya juga tak saya sukai. memang cakep, tapi kemampuan aktingnya, begitu-begitu saja. Dia sebagai aktor pendukung, saya bisa menerima, tapi sebagai lead actor, nanti dulu. Di tambah pasangannya adalah . Saya akui dia adalah aktris muda berbakat, tapi saya juga merasa dia terlalu ‘muda’ untuk jadi lead sebuah drama 16 episode, ditambah lagi bahwa di sini dia akan terlibat romance dengan cowok yang sudah dewasa. Aneh saja.

LFG3

Satu-satunya yang membuat saya pensaran justru adalah cast pendukungnya, , yang katanya main bagus di sini. Tapi yah, bagaimanapun cast pendukung tetaplah cast pendukung. Di drama, tak terlalu banyak yang diharapkan. Sebagus apapun akting mereka, peran mereka dalam membangun cerita tak terlalu penting. Di samping itu, cerita drama ini sendiri tidak jelas arahnya. Tidak ada klimaksnya. Dari episode ke episode ceritanya seolah tak kemana-mana. Menghabiskan waktu dengan menonton 16 episode benar-benar seperti hanya buang waktu dan energi.

3. Moon Lovers

Moon Lovers3
Ketika awal-awal pembuatan drama ini, melihat jajaran castnya yang terdiri dari 7 cowok-cowok tampan, saya pun mencatatnya dalam daftar untuk ditonton. Meski kemudian saya sedikit underestimate ketika membaca bahwa cast utama ceweknya adalah . cukup cantik dan bisa berakting, tapi tidak selalu ‘berhasil’ dan rasanya juga kurang karismatis sebagai seorang putri yang dikeliling begitu banyak cowok cakep. Meski begitu, saya tetap berekspektasi bahwa ini akan jadi drama yang neghits, apalagi promonya juga cukup santer. Sayangnya, begitu drama ini mulai tayang, saya langsung kehilangan selera ketika membaca ulasan tentang drama ini yang dianggap mengecewakan.

Meski begitu, demi mengobati rasa penasaran (terutama karena ), saya tetap coba-coba nonton dan langsung menyerah di episode pertama. Secara umum, akting cast utamanya tidak buruk-buruk amat (apalagi dan ), hanya saja seara keseluruhan, drama ini seperti digarap dengan asal-asalan. Mungkin bermaksud ‘fans service’ karena mengetengahkan aktor-aktor berwajah pretty boy populer, pengambilan gambar dalam drama ini sibuk dengan close up-close up yang justru membuat drama ini terasa murahan. Demikian juga dengan kualiatas gambarnya.

4. The Best Hits

TBH4
Meski tak bisa dibilang ngefans sama , tapi saya cukup memfavoritkan aktor satu ini. Wajahnya lovable dan aktingnya juga cukup solid. Selain itu, ada juga nama besar seperti dan juga aktris muda yang aktingnya tak perlu diragukan lagi (pertama kali saya nonton akting ketika dia masih aktris cilik di film dimana dia main dengan bagus). Ditambah lagi, kemudian saya membaca reviewnya yang  umumnya positif. Meski ceritanya dianggap just so-so, tapi drama ini disebut-sebut sangat menghibur karena memang genrenya yang komedi. Saya pun tambah penasaran. Di awal-awal episode, saya cukup menikmati drama ini. main bagus seperti biasa. Demikian juga , dan (juga aktor yang jadi roomatenya ). Unsur komediknya, meski tak sampai membuat terkekeh-kekeh, tapi cukup dapat.

Sayang, semakin ke sini, drama ini kemudian jadi lebih fokus pada cerita romance-nya yang sangat-sangat biasa. Saya juga merasa bahwa secara keseluruhan drama ini alurnya sangat lambat. yang ‘terjebak’ dalam cinta sejatinya pada Bo-ra yang menurut saya annoying, yang terlalu naif dengan mimpinya dan perjalanan waktu yang rasanya tak bermakna apa-apa. Dan saya pun menyerah.

5. Go Back Spouse


Mirip seperti ,   adalah juga aktris lovable dan hampir selalu berakting bagus. Pasangannya, , juga cukup potensial. Review drama ini juga cenderung positif meski ratingnya konon tak terlalu mengesankan (di bawa 10%). Tapi ketika saya mencoba episode pertamanya, entah kenapa saya tak terlalu tertarik untuk melanjutkan menonton lagi. Secara umum dramanya bagus.   dan bermain bagus. Ceritianya meski agak berbau fantasi tapi juga cukup realistis. Tapi jalan ceritanya sejak awal sudah terasa predictable dan karakter Sohn Ho-jun di awal-awal membuat saya kurang simpatik.

6. Six Flying Dragons
Saya membaca bahwa drama ini memiliki banyak hal bagus. Castnya sangat solid (, , , , , ) dan ceritanya juga disebut sangat bagus. Saya sudah berhasil mendapat kopian dramanya dan tersimpan di hard disk saya. Berkali-kali saya berpikir untuk menontonnya, tapi setiap kali saya putar episode pertama, setelah beberapa menit berlalu, saya memutuskan untuk menyerah. Membayangkan bahwa saya harus menghabiskan waktu mengikuti 50 episode langsung membuat saya merasa enggan.

Dan meski jajaran cast-nya adalah aktor yang cukup saya favoritin (terutama , dan ), tapi bintang utamanya bukanlah aktor favorit saya: dan .  adalah aktor yang bagus dan dulu sebenarnya saya cukup ‘suka’ sama dia, tapi nggak tahu kenapa, belakangan saya justru malas melihat aktingnya. Sementara , saya selalu kecewa dengan aktignya dan meski di drama ini konon dia sudah mulai menunjukkan akting yang bagus, saya tetap sulit untuk menyukainya.

7. Healer

healer
Sama seperti SFD, saya juga menndengar banyak hal bagus tentang drama ini. Bahkan di situs dramabeans yang biasa mengulas drama-drama Korea, reviewnya sangat positif. Tapi sama juga seperti SFD, saya berkali-kali berusaha untuk mulai menontonnya dan selalu tak berhasil ‘mengikat’ hati saya untuk meneruskan menonton. Saya suka , tapi saya lebih memilih menonton ketika ia main film daripada drama. Di sisi lain, saya tak terlalu suka . Saya dengar dia aktor yang cukup bagus, dan juga banyak dipuja-puji karena wajahnya yang memang ganteng. Tapi drama-drama yang dibintanginya secara kualitas biasa-biasa saja dan saya tak pernah tertarik untuk menonton. Dan , meski aktingnya lumayan, tapi juga tak bukan aktris favorit.

8. W
Sempat berpikir untuk menonton karena dan ketika membaca premis ceritanya yang terdengar unik: tokoh yang keluar dari komik. Tapi kemudian saya membaca review yang beragam. Banyak yang mengkritik aktingnya yang katanya overacting. Saya agak gusar juga. Masa sih? kan aktris yang sudah cukup matang dengan film-film berkualitas. Dan ia juga salah satu alasan yang membuat saya ingin menonton drama ini. Sementara , meski aktingnya cukup bagus, tapi saya tidak pernah bisa menyukainya lebih karena alasan subyektif: saya nggak suka wajahnya yang terlalu cantik.

w2

Meski begitu, saya tetap menyempatkan diri menonton. Kali saja saya berubah pikiran dan jatuh cinta pada karakternya. Tapi ternyata, benar komentar netizen tentang akting . Aktingnya terlihat tidak natural dan terlalu dipaksakan. Sementara , karena dia keluar dari komik, digambarkan sangat sempurna. Dan saya selalu benci dengan karakter yang terlalu sempurna. Dan begitulah saya pun menjadi tak berminat menontonnya.

9. Angry Mom


Saya penasaran sama drama ini ketika baca sinopsisnya yang menyebutkan tentang hubungan ibu-anak, alih-alih tentang romance seperti kebanyakan drama Korea. Reviewnya juga bagus dan castnya juga menarik: Kim Hee-sun, , . Saya pun mencoba menonton episode pertamanya. Satu hal yang sering saya keluhkan ketika nonton drama Korea adalah make upnya yang kadang terlihat tidak alami atau terlalu cantik untuk karakter yang seharusnya orang biasa saja. Dan itu juga yang saya rasakan ketika melihat sosok ‘Ibu’ yang diperankan Kim Hee-sun. Ia digambarkan sebagai perempuan ibu rumah tangga biasanya yang bahkan harus bekerja serabutan kesana kemari. Dan meski make upnya dibuat sedemikian rupa, tapi menurut saya justru terlihat tidak alami. Karakternya juga agak terlalu sinetron sehingga terasa melelahkan: istri, menantu dan ibu yang tertindas!

10. Mrs. Temper NamjungTki

mrs temper namjumki
Saya suka . Akting dan pilihan dramanya lumayan. Ditambahkan kemudian review yang bagus tentang drama ini. Kedengarannya sih ceritanya nggak mainstream. Selain itu, cast cowoknya, , juga lumayan. Saya coba nonton dua episode pertama dan tak sanggup lagi meneruskan. Ceritanya sih sebenarnya kelihatannya bagus, karakter-karakternya juga cukup berbeda dengan drama Korea kebanyakan. Hanya saja ada sesuatu dari drama ini yang membuat saya merasa ‘lelah’ mengikutinya. Entah plot atau cara pengambilan gambarnya.

11. The Good Wife
Saya setuju kalau adalah aktris terbaik dalam perfilman Korea saat ini. Dan seperti kebanyakan aktris/aktor yang mapan di film, jarang dari mereka yang kemudian main di drama. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal comeback ke drama, saya cukup berekspektasi. Meski saya sebenarnya tak terlalu suka drama bergenre hukum, tapi karena yang main adalah , saya jadi penasaran. Apalagi selain , ada dua nama besar lagi: dan . Sayang, ketika drama ini mulai tayang, ternyata banyak kritik dan ratingnya juga biasa-biasa saja.

the good wife

Karena drama ini adalah remake-nya drama Amerika, alih-alih membuatnya dengan sentuhan yang lebih khas, tapi justru nyaris plek dengan versi aslinya. Saya sendiri belum nonton versi ASnya, tapi demi baca itu, saya jadi ogah-ogahan. Salah satu alasan saya nonton drama Korea karena keunikan yang mereka miliki, yang berbeda dari drama-drama Barat. Menurut saya, drama Korea itu lebih ‘soft’ dan heartwarming dan tentu juga, lebih punya kedekatan secara budaya karena sama-sama Asia. Karenanya, ketika kemudian ada drama Korea yang terlalu mirip sama drama Barat, saya jadi tak tertarik. Meski begitu, saya menyempatkan nonton episode pertama dan beberapa episode berikutnya dengan cara fast forward. Dan yah, menurut saya memang dramanya terkesan kering dan membosankan.

12. Lucky Romance
Setelah dibuat termehek-mehek lewat karakter Jung-hwan di , saya penasaran mengikuti next projetnya . Apalagi, saya tahu kemudian kalau dia itu aktor pendatang baru yang memang bener-bener masih baru. Karenanya, ketika mendengar kalau dia bakal main drama dan tak tanggung-tanggung langsung jadi lead-nya pula, saya penasaran. Tapi ketika mulai diris berita tentang siapa pasangan mainnya dan bakal ditayangkan dimana, saya mulai agak pesimis. , pasangannya di sini, bukanlah aktris yang buruk dan saya sempat menikmati akting dia di beberapa dramanya (yang menurut saya bagus seperti  di bareng ). Tapi belakangan saya mulai merasa bahwa karakter yang dia mainkan tipikal dan aktingnya menjadi terasa annoying. Herannya, hampir semua drama-dramanya selalu jadi hits. Dan yah, mungkin hal ini pula yang menjadi pertimbangan kenapa dipasangkan dengan Ryu si pendatang baru.

Lucky Romance

Sebenarnya, drama ini punya potensi untuk tidak terlalu mainstream karena konon diadaptasi dari webtoon dengan karakter yang realistis tapi konon lagi, pihak produksi drama ini mengubah ceritanya ala karakter mainstream drama Korea: direktur perusahaan. Sementara karakter si cewek ya tak jauh-jauh dari karakter yang sudah ada, si gadis biasa, miskin, pekerja keras… hmmh… sudahlah. Demi mengobati penasaran, saya tetap mencoba untuk menonton drama ini . Tapi minat saya untuk mengikuti hilang setelah melihat 2-3 episode awal. Jalan ceritanya sudah ketebak. bermain bagus sebagai Jo Se-ho, si warkoholic, tapi saya selalu berpikir bahwa dia lebih cocok main di film atau drama-drama bernuansa indie saja (saya percaya bahwa kemampuan akting lebih utama daripada wajah, hanya saja, wajah yang ‘enak dilihat’ juga menjadi nilai tambahan. Bukannyasaya bilang wajah Ryu jelek, hanya saja, ‘terlalu biasa’ untuk aktor drama. Kecuali cerita dan karakternya yang sangat menarik seperti di Reply, rasanya sulit menikmati akting (dan wajah) Ryu di drama yang sampai belasan episode). Sementara seperti yang saya prediksikan, tak jauh beda dengan karakter yang pernah dia mainkan sebelumnya dengan gaya pakaian yang mirip-mirip juga, dan bagi saya tetap terasa annoying (maaf ya bagi penggemar Hwang Jung-eum). Cast pendukung dan cukup memberi warna, tapi ya bagaimanapun cerita 2nd lead di drama mainstream akan begitu-begitu saja.

13. Doctor Stranger

dr stranger
Saya nonton drama ini sebenarnya sebelum saya terlalu ‘pemilih’ dan cenderung nonton ‘apa saja’ asal castnya terkenal dan cukup saya ‘suka’. Dan di drama ini, ada nama . Meski saya nggak pernah menyukainya secara fisik, tapi saya cukup mengapresiasi aktingnya bareng   di . Saya sendiri tak nonton drama ini dengan blank, tanpa baca sinopsis atau review terlebih dahulu. Di episode-episode pertama, yang mengetengahkan kisah cinta di Korea Utara, rasanya masih menarik untuk diikuti. Tapi ketika kemudian tragedi demi tragedi terjadi, dan beralih ke dunia spionase pula, saya mulai garuk-garuk kepala dan kehilangan minat. Ditambah lagi, yang jadi aktris utama di sini, baik karakter maupun aktingnya kurang menarik. Justru , yang justru lebih terlihat mencuri screen plus punya chemistry yang bagus sama si tokoh utama.

13. Empire of Gold

Empire-of-Gold
adalah salah satu aktor yang punya soft spot di hati saya. Menurut saya dia cakep, dan aktingnya juga bagus. yang jadi pasangannya juga terkenal bagus. Di tambah lagi, review drama ini bagus karena konon ceritanya berbobot. Saya sudah mendapatkan full copy dramanya dan siap saya tonton. Tapi setiap kali saya nonton, saya tak pernah bisa melewatkannya lebih dari 10 menit sebelum kemudian menyerah karena merasa kelelahan. Saya nggak suka dengan penyajian dan cara pengambilan gambar drama ini yang terlalu banyak close up dan terlalu banyak omongan panjang lebar.

Because This Is My First Life

Desember 10, 2017 4 komentar

Belakangan saya cenderung sangat pemilih dalam menonton drama Korea. Tapi berhubung drama bagus yang benar-benar menarik minat saya kadang keluarnya setahun sekali, untuk mengobati rindu saya menonton drama Korea, saya kadang coba-coba nonton salah satu drama yang sedang populer. Dan ketika membaca review yang bagus tentang drama ini, saya memutuskan menonton.

BIMFL12

Oh Ji-ho () adalah seorang perempuan berusia 30 tahun. Ia masih single dan tak punya pengalaman cinta sama sekali. Lebih buruknya, ia lulusan universitas terbaik tapi belum juga mendapatkan pekerjaan tetap sebagai penulis. Terakhir, ia malah harus kehilangan pekerjaannya karena konflik dengan atasannya. Dalam keadaan bokek, ia tak lagi bisa tinggal di apartemen yang dibelikan orang tuanya karena adik lelakinya mendadak harus menikah karena MBA. Ayahnya yang patriarkis sama sekali tak memahami kegalauannya.

BIMFL9

Dalam keadaan bingung mencari tempat tinggal, Ji-ho kemudian bertemu dengan Nam See-hee (), seorang lelaki super rasionalis yang ingin menyewakan kamar apartemennya demi menghemat pengeluaran. See-hee bekerja di sebuah perusahaan start up milik temannya, CEO Ma dan tak punya banyak penghasilan. Ia selalu mengkalkulasikan semuanya agar bisa hidup dengan layak dan tak suka terlibat hubungan yang emosional. Meski begitu, ia merasa cocok dengan Ji-ho yang bertindak sebagai penyewa yang baik.

BIMFL8

 

Masalah muncul ketika orang tua See-hee setengah memaksanya untuk segera menikah. Merasa jengah dan berpikir bahwa pernikahan bisa dilakukan hanya karena kebutuhan, ia pun melamar Ji-ho. Ji-ho yang juga berpikiran sama, juga menerima ajakan See-hee. Dan yah selanjutnya, bisa ditebaklah.

BIMFL3

 

Klise? Bisa dibilang begitu. Cerita tentang kawin kontrak rasanya memang familiar sekali dalam drama Korea. Mulai dari, ,… sebenarnya, saya sama sekali tak keberatan dengan cerita yang sama asal penyajian dan eksekusinya berbeda. Hal itu pula yang membuat saya tetap menonton drama ini. Di awal-awal, saya cukup menikmati drama ini. Meski ceritanya terasa standar, tapi penyajiannya terasa berbeda, lebih ‘smart’ dan realistis sehingga terasa relatable.

 

BIMFL6

Pemilihan dua pemain utamanya, dan awalnya, menurut saya juga terasa pas. Tapi sekitar pertengahan, entah kenapa saya mulai kehilangan antusiasme. Cerita menjadi terasa terlalu standar dan mudah ditebak. Saya juga mulai kehilangan antusiasme pada karakter tokoh utamanya. Sosok Ji-ho cukup realistis dan menarik di awal, tapi ternyata ke belakang, menjadi biasa-biasa saja. Masalah yang dihadapinya juga jadi tak terlalu ‘serius’ karena ia kemudian sibuk dengan kehidupan romance-nya. Sementara sosok See-hee yang awalnya cukup unik dan lucu, ke belakang justru terasa garing dan abnormal, sehingga menjadi membosankan. dan cukup lovable dan berakting bagus, tapi tidak cukup karimastisa sebagai pemeran utama. Dan saya pun kemudian berpikir kenapa ada aktor-aktor yang rasanya cukup ‘sempurna’ (fisik menarik, akting bagus) tapi sulit sukses jadi pemeran utama. Saya pikir, itulah yang dinamakan karisma. Sesuatu yang membuat si aktor/aktris terlihat ‘wow’ atau ‘menakjubkan’ di layar. Dan baik maupun , saya pikir kurang punya hal itu. Dan ‘lubang’ terbesar drama ini menurut saya pada bagian menjelang endingnya yang terasa agak ‘bodoh.’ Alasan kenapa Ji-ho tiba-tiba memutuskan pergi (sorry spoiler) rasanya sangat klise dan agak dipakasakan.

BIMFL1

Meski begitu, secara keseluruhan, drama ini tetap enak ditonton kok. Eksekusi ceritanya cukup memuasakan dan narasi off screen-nya juga bagus. Jajaran cast pendukung yang solid dengan cerita yang menarik pula. Persahabatan Ji-ho dengan Ho-rang dan Soo-ji () terasa sangat manis dan realistis.

Jika biasanya saya enggan mengikuti cerita para tokoh pendukung, tidak demikian dengan drama ini. Cerita hubungan teman-teman Ji-ho: Ho Rang & Won Seok (), Soo-ji & Ceo Ma sama menariknya dengan cerita utama (bahkan pada beberapa bagian menurut saya lebih menarik), dan akting para pemainnya juga bagus (tak heran jika aktris sekelas yang biasa jadi leading lady di film mau menerima peran pendukung di sini). Beberapa cast dan karakter pendukung seperti eksnya See-hee, Bo-mi atau Bok-nam, juga bermain bagus dan lovable.

BIMFL4
Bukan jenis drama yang membuat saya ingin menontonnya lebih dari sekali, tapi juga bukan drama yang buruk.

Note:

Drama ini konon memiliki  kemiripan dengan dorama Jepang berjudul “Nigeru haji” dan karena penulisnya tidak mencantumkan credit, sempat menimbulkan sedikit kontroversi. Saya belum nonton versi Jepangnya karenanya tak tahu sejauh mana kemiripannya.

Cast;
– Nam Se-hee
– Yoon Ji-ho

– Woo Soo-ji
Kim Ga-eun – Yang Ho-rang
Park Byung-eun – Ma Sang-goo
– Sim Won-seok
Yoon Bo-mi – Yoon Bo-mi
Kim Min-kyu – Yeon Bok-nam
Lee Chung-ah – Ko Jung-min
Moon Hee-kyung – ibunya Sehee
Kim Byung-ok -ayahnya Ji-ho
Kim Sung-young – ibunya Ji-ho
Noh Jung-hyun – adiknya Ji-ho
Jeon Hye-won – iparnya Ji-ho
Hwang Suk-jung – penulis Hwang

Judul: Because This Is My First Life/ This Life Is Our First/ Yibun Saengeun Cheoeumira
Sutradara: Park Joon-ha
Penulis: Yoon Nan-joong
Tayang: tvN, 9 Oktober – 28 November 2017
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar