Arsip

Archive for the ‘Dorama’ Category

Itazura na Kiss -Love in Tokyo 2

Juni 14, 2015 2 komentar

Seperti judulnya, Itazura na Kiss 2, ini memang lanjutan dari pertama yang sudah dibuat remake-nya oleh Jepang tahun 2013 lalu. Dan meskipun versi pertamanya dulu adalah Jepang, bisa dibilang bagian kedua ini justru Jepang yang me-remake dari versi Taiwan yang memang terlebih dahulu membuat season ke-2 nya. Agak sayang memang bahwa di versi pertama dulu, hanya berakhir pada bagian Kotoko-Naoki menikah. Padahal saya yakin pasti seru kalau Kotoko-Naoki versi dibuat season 2-nya. Tapi ya sudahlah  🙂

Naoki-Kotoko yang sudah menikah

Naoki-Kotoko yang sudah menikah

Bagi yang sudah pernah menonton versi Taiwan: , tentulah sudah tahu jalan ceritanya seperti apa karena bisa dibilang  Itazura na Kiss 2, secara jalan cerita sama persis dengan .

Bulan madu yang hampir gagal :D

Bulan madu yang hampir gagal 😀

Cerita diawali dengan bulan madu Naoki ( ) – Kotoko (() ke Okinawa. Dan bukan hubungan Naoki-Kotoko tentunya kalau semuanya baik-baik saja. Alih-alih menjalani liburan bulan madu yang romantis, mereka malah mendapat gangguan dari pasangan bulan madu lain, Mari yang berusaha menggoda Naoki. Tapi tenang saja, karena cerita drama ini sendiri memang selalu berakhir dengan menyenangkan, maka pada akhirnya bulan madu mereka juga berakhir dengan bahagia, dan yang jelas romantis.

Naoki yang mulai belajar kedokteran

Naoki yang mulai belajar kedokteran

Sekembali dari bulan madu, mereka mulai menjalani hari-hari sebagai pasangan suami istri di rumah baru mereka yang besar dan megah, dan tentu saja, bersama keluarga mereka yang selalu ramai dan hangat. Naoki mulai belajar kedokteran dan Kotoko diterima di sekolah perawat seperti impiannya demi mendampingi Naoki. Konflik-konflik kecil muncul seputar hubungan mereka seperti rasa cemburu dan egoisme, tapi juga keinginan untuk saling memahami satu sama lain. Hal-hal yang tentu saja, akan semakin membuat hubungan mereka menjadi dewasa. Terutama Naoki yang kemudian menyadari artinya mencintai dan dicintai.

Kotoko yang harus belajar keras jadi perawat

Kotoko yang harus belajar keras jadi perawat

Cerita akan makin ramai dengan tambahan beberapa tokoh. Ada teman-teman baru Kotoko di sekolah perawat: Keita yang naksir Kotoko, Motto-chan cs yang ramai; Christine, cewek bule yang naksir Kin-chan, dan Yuki yang beranjak remaja dan mulai naksir-naksiran cewek mirip Kotoko.

Teman-teman baru Kotoko yang sama gilanya

Teman-teman baru Kotoko yang sama gilanya

Yah, karena saya sudah lebih dulu nonton yang secara cerita sama dan menurut saya juga digarap dengan bagus dengan dua pemeran utamanya, dan yang juga lovable, menonton drama ini, bagi saya sudah tidak ada kejutan lagi. Di sisi lain, seperti juga Itazura na Kiss versi remake 1, saya masih merasa agak kurang sreg dengan sosok yang jadi Naoki (bagi penggemar Yuki, maaf ya :P). Entah bagaimana, menurut saya sosoknya kurang bisa mewakili karakter Naoki yang cool dan genius . Meski di versi ke-2 ini digambarkan kalau karakternya memang menjadi lebih hangat,tapi saya tetap mengharapkan sosok yang lebih gimana gitu (saya berharap sosok yang sedikit lebih manly). Tapi ya sudahlah, persoalannya hanya pada suka nggak suka kok. Secara keseluruhan, saya cukup menikmati drama ini.

Ujung-ujungnya romantis, tentu saja :)

Ujung-ujungnya romantis, tentu saja 🙂

menurut saya bermain dengan sangat baik sebagai Kotoko. Dia mampu menampilan sosok Kotoko yang ceroboh dan selalu melakukan hal-hal konyol tapi tetap memiliki sisi imut yang membuatnya dicintai, demikian juga dengan sosok-sosok di sekitarnya. Adegan-adegan lucunya juga tidak sampai terlalu komikal sepertik kebanyakan drama Jepang sehingga terasa lebih lembut. Selain itu, seperti biasa, drama-drama Jepang cenderung beralur cepat sehingga terasa tidak bertele-tele. Beberapa adegan di yang cenderung berlama-lama ditiadakan tapi menurut saya tetap tidak mengganggu cerita. Pendeknya, sebuah drama yang ringan, menghibur dan tentu saja, romantis. Bagi penggemar , sayang kalau dilewatkan! 😀

Cast:
– Kotoko Aihara
– Naoki Irie

Koura Kazumasa -Shigeki Irie
Tomomi Nishimura – Noriko Irie
Yuga Aizawa – Yuki Irie
Yoshiaki Miyagi – Yuki Irie (remaja)
Yoji Tanaka – Shigeki Aihara
Yuki Yamada – Kinnosuke Ikezawa
Sogen Tanaka – Odawara
Noemie Nakai – Christine Robins
Toshi Takeuchi – Seiichi Funatsu
Arata Horii – Keita Kamogari
Mirai Suzuki – Motoko Kikyo
Risako Ito – Tomoko Ogura
Juria Kawakami – Marina Shinagawa
Nanami Fujimoto – Jinko Komori
Kasumi Yamaya – Satomo Ishikawa
Kanna Mori – Yuko Matsumoto
Masaki Kaji – Sudo
Ayu Matsuura – Yoshimi Sagawa
Karin Ono – Yoshimi Sagawa (remaja)
Yuka Masuda – Mari
Nao Okabe – Takumi

Judul: Mischievous Kiss 2: Love in Tokyo/ Itazura na Kiss2-Love in Tokyo (イタズラなKiss2~Love in TOKYO)
Sutadara: Kazuya Konaka, Takashi Ninomiya
Penulis: (manga)
Tayang: Fuji TV, November 2014 – Februari 2015
Negara/Bahasa: Jepang

Iklan

Itazura na Kiss: ISWAK: Playfull Kiss

Februari 22, 2012 7 komentar

Awalnya adalah manga yang terdiri 23 volume tulisan Tada Kaoru. Ceritanya: adalah Kotoko, cewek kelas terendah (kelasnya murid-murid dalam kategori bodoh) yang naksir cowok paling pintar sesekolahan, Naoki. Semacam ‘keajaiban’ kemudian terjadi karena kemudian Kotoko pindah ke rumah Naoki setelah suatu bencana yang meruntuhkan rumahnya. Usut punya usut, ayahnya Kotoko ini sahabat baik orangtua Naoki.

Ibunya Naoki senang banget dengan kedatangan Kotoko karena impiannya untuk punya anak perempuan secara nggak langsung terwujud (saking penginnya dia punya anak perempuan, dia pernah dandanin Naoki kayak anak cewek). Tapi nggak demikian dengan Naoki dan adiknya, Yuki, (yang ngefans berat sama kakaknya dan karenanya ikut apa yang dilakukan kakaknya). Kotoko yang blak2an naksir Naoki membuat Naoki sebal. Apalagi kalau sudah kambuh annoyingnya. Hingga kemudian Naoki pun jatuh cinta sama Kotoko.

Itazura na Kiss: dorama

Tahun 2006, Jepang pun bikin versi doramanya dengan judul yang sama: Itazura na Kiss. Di bintangi sama Sato Aiko sebagai Kotoko dan Takashi Kashiwabara sebagai Naoki. Karena saya belum pernah baca manganya, saya nggak tahu sejauh mana kemiripan dorama dengan manganya. Tapi biasanya sih Jepang suka mengadopsi total versi manga ke drama live-nya dan mungkin itu yang membuat kesan komikal di beberapa adegan dorama-nya.

Naoki & Kotoko

Naoki & Kotoko

Saya ingat, nonton Itazura na Kiss sore-sore waktu diputar di tivi. Nggak mengikuti dari awal sih, tapi langsung merasa suka.Ceritanya lucu dan tokoh utamanya (Takashi Kashiwabara) yang jadi Naoki Irie, sumpah, imuuuut dan coool banget. Dan Kotoko? Hahaha, so annoying dan nggak tahu malu. Tapi saya agak kurang puas dengan endingnya yang menurut saya terlalu pendek untuk menunjukkan kalau Naoki itu akhirnya benar-benar jatuh cinta sama Kotoko.

PDVD_073

Beberapa adegan juga bikin gemes karena Naoki kadang keterlaluan cool-nya dan sama sekali nggak romantis. Scene waktu natal misalnya, waktu Kotoko nungguin Naoki, saya berharap Naoki sedikit hangat atau apa gitu, ada adegan sedikit romantis, tapi ternyata berlalu begitu saja. Pokoknya gregetan lah lihat Naoki, sedikit sekali digambarin kalau dia benar-benar mulai naksir Kotoko. Tapi mungkin inilah kekuatan dorama ini, membuat kita gemes dan penasaran.

Cast:
Sato Aiko – Aihara Kotoko
Kashiwabara Takashi – Irie Naoki
 Ozawa Maju – Matsumoto Reiko
Naitou Takashi – Aihara Shigeo
Asada Miyoko – Irie Machiko
Tokui Yuu – Irie Masaki
Akashi Ryotaro –  Irie Yuki
Aoki Shinsuke – Nakamura Kinnosuke

Original writing (manga): Itazura na Kiss: Tada Kaoru
Screenwriter: Kusumoto Hiromi, Mori Harumi
Produser: Morita Mitsunori, Sato Ryoichi, Uchiyama Seiko
Sutradara: Morita Mitsunori, Nemoto Minoki, Ikezoe Hiroshi
Musik: Nakamura Yukiyo
Episodes: 9
Tayang: TV Asahi, 1996-Oct-14 to 1996-Dec-16

It Started With a Kiss & They Kiss Again

Ini adalah Taiwan version. Terdiri dari dua bagian. Pertama: It Started With a Kiss yang secara garis besar ceritanya sama dengan versi Jepang. Kotoko versi ini namanya Xiang Qin, dimainin sama , sedangkan Naoki versi Taiwannya:Zhi Shu dimainin sama Joe Cheng.

Zhi Shu & Xang Qin, Taiwan version

Zhi Shu & Xang Qin, Taiwan version

Naoki versi Taiwan cukup cool, tapi tak sedingin Naoki versi Jepang. Cenderung angkuh dan ‘nakal’ karena merasa pintar. Sementara Xiang Qin, nggak se-annoying Kotoko, terkesan lebih imut, tapi  memang digambarin bodoh minta ampun, hingga sering melakukan hal-hal ceroboh. Dan seolah ingin ‘menutupi’ adegan-adegan yang bikin gregetan di versi Jepang, versi Taiwan jauh lebih ‘memuaskan’ untuk adegan romantisnya.

Nggak hanya itu, seolah ingin memuaskan penonton, Taiwan juga bikin lanjutannya, They Kiss Again, yang menceritakan kehidupan Zhi Shu & Xiang Qin setelah menikah ((saya rasa, bagian kedua ini bisa dibilang ‘asli Taiwan’ karena versi Jepangnya cuma sampai Naoki-Kotoko jadian).

iswak (2)

Menurut saya, They Kiss Again jauh lebih bagus daripada It Started With A Kiss. Chemistry kedua tokoh utamanya  sangat baik dan kita dibuat percaya bahwa mereka memang suami istri. Bagaimana mereka saling belajar untuk menjalani kehidupan sebagai suami istri di usia yang masih sangat muda, menyatukan begitu banyak perbedaan di antara mereka. Joe Cheng bermain sangat apik sebagai Zhi Shu, yang ‘perfect’ tapi sebenarnya nggak ‘perfect’ karena meski secara akademis pintar bukan main, tapi secara sosial payah. Nha, di bagian kedua ini diperlihatkan bagaimana Zhi Shu beranjak dewasa dari waktu ke waktu. Meski banyak adegan yang kadang terlalu bertele-tele, tapi They Kiss Again mengalir begitu baik (dan mungkin bisa dibilang salah satu drama seri Taiwan terbaik yang pernah dibuat).

It Started with a Kiss
Judul Taiwan: O Tso Chu Chih Wen (E Zuo Ju Zhi Wen)
Cast: 
-Yuan Xiang Qin
Joe Cheng – Jiang Zhi Shu
Jiro Wang – Jin Yuan Feng

Tiffany Xu – Pei Zi Yu
Cyndi Chao – Ah Li’s wife / Jiang Zhao Zi
Zhang Yong Zheng – Jiang Ah Li
Tang Tsung Sheng –  Yuan You Cai
Zhang Bo Han – Jiang Yu Shu

Producers: Chen Zhi Han, Jerry Feng, Qi Yang Lin, Wang Xin Gui
Sutradara: Qu You Ning
Screenwriter:Qi Yang Lin
Broadcast network: CTV / GTV

They Kiss Again
Episode: 20
Tayang: 2007-Dec-16 to 2008-Apr-27
Cast-nya tetap sama kecuali yang jadi adiknya Zhi Shu, Yu Shu yang sudah beranjak remaja, dimainkan sama aktor muda, Cong Yang yang meski tampangnya biasa banget tapi aktingnya lumayan 🙂

Playfull Kiss/Naughty Kiss/ Mischevious Kiss

Menyusul kesuksesan versi Jepang dan Taiwan, Korea pun bikin versinya (3 negara ini memang saling mengadopsi meski original story-nya biasanya dari Jepang). Sebenarnya, di awal saya agak kurang sreg waktu lihat castingnya:  yang bakal jadi si Naoki (saya kurang simpati sama dia gara-gara menurut saya dia nggak cukup cool waktu memainkan karakter ‘Hua Ce Lei’ di Boys Before Flower). Tapi berhubung saya penasaran, ya saya tonton juga.

Korean Version

Korean Version

Sementara yang jadi Kotoko, pemain pendatang baru Jung So-min dan namanya adalah Oh Ha-ni. Sementara Naoki versi Korea adalah Baek Seung-jo (). Dan meski kurang sreg dengan cast-nya, tapi saya cukup berharap banyak dari versi ini, mengingat drama Korea biasanya terkesan lebih sophiscated. Yah, cukup menghibur sih, tapi saya sendiri merasa kurang puas. Karakter Seung-jo menurut saya terlalu ‘hangat’ juga nggak terlalu terkesan pinter. Oh Ha-ni juga cukup cantik dan nggak terlalu bodoh sehingga bukan menjadi sesuatu yang unik kalau Seung-jo jatuh cinta sama dia (nggak seperti versi Kotoko-Naoki atau Zhi Shu- Xiang Qin).

playfull kiss2

Sama seperti Taiwan, Korea juga bikin part 2-nya. Tapi karena menurut cerita yang sudah nonton nggak bagus, saya pun malas menontonnya.

Judu Lainl: Jangnanseureon Kiss
Episode: 16 + 7 SP (Youtube version)
Tayang: MBC, 2010-Sep-01 to 2010-Oct-21

Cast:
 – Baek Seung-jo
Jung So-min – Oh Ha-ni
Lee Tae-sung – Bong Joon-gu
Lee Si-young – Yoon He-ra
Jung Hye Young –  Hwang Geum Hee (Seung Jo’s mother)
Oh Kyung Soo – Baek Soo Chang (Seung Jo’s father)
Choi Won Hong –  Baek Eun Jo (Seung Jo’s brother)
Kang Nam Gil – Oh Ki Dong (Ha Ni’s father)
Hong Yoon Hwa – Jung Joo Ri (Ha Ni’s friend)
Yoon Seung Ah – Dok Go Min Ah (Ha Ni’s friend)

Produser: Han Hee, Song Byung Joon
Sutradara: Hwang In Roe, Kim Do Hyung
Screenwriter: Go Eun Nim

Awards:
2010 MBC Drama Awards: Best New Actor Award (Lee Tae Sung)
2010 MBC Drama Awards: Popularity Award (Kim Hyun Joong

My Comment:
Kalau ditanya mana dari ketiga versi tersebut yang terbaik, menurut saya sih semua punya kelebihan dan kekurangannya. Tapi kalau ditanya mana yang lebih saya sukai, saya suka versi Jepang dan versi Taiwan yang part 2 (They Kiss Again). Versi Jepang, memang terasa banyak adegan yang ‘nggantung’ tapi justru di situ letak menariknya: bikin penasaran dan sepertinya penonton dibiarkan punya penafsiran sendiri. Sedangkan They Kiss Again, sangat memuaskan keinginan penonton.

iswak

Kelemahannya, menurut saya, versi Taiwan ini (juga versi pertama) terletak pada wardrobe-nya yang kadang terkesan norak (foto segede gaban di dalam kamar, dekorasi ruangan yang berlebihan, kostum yang kadang bikin sakit mata…)

Versi Korea, seperti biasa, selalu terkesan elegan untuk urusan kostum, setting segela macam. Tapi ya itu tadi, karakter tokoh-tokohnya terasa nanggung. Belum lagi adegan-adegan yang menentukan sering tidak dieksekusi dengan baik. Seperti adegan first kiss, kissing curi-curi dari Baek Seong-joo meski di setting dengan latar demikian asri, tapi entah bagaimana, adegan pentingnya sendiri terasa hambar. Aneh rasanya Seung-joo dateng menghampiri Ha ni cuma untuk nge-kiss dia. Lebih baik mungkin kalau dia pakai acara natapin Ha ni tidur lebih dulu. Ekspresi terkejut En ju (adiknya Seung-jo) dan Seung -jo yang ketangkap basah juga kurang dapat. Juga adegan kissing in the rain, waktu nikahan dan di ending 😦

The coolest and cutest Naoki :)

The coolest and cutest Naoki 🙂

Dan bagi saya, versi Taiwan jauh lebih baik untuk adegan-adegan semacam ini 🙂 Sementara, versi Jepang, seperti biasa, lebih ‘pelit’ untuk adegan semacam ini. Mungkin juga ingin menunjukkan betapa cool-nya Naoki.

Note:
Tada Kaoru, penulis manga Itazura na Kiss, keburu meninggal sebelum menyelesaikan cerita manga ini. Ketika pindah rumah, kepalanya kebentur meja marbel dan dia koma selama seminggu sebelum akhirnya meninggal (tahun 1999). Usianya baru 38 tahun. Hmm, tragis ya…:(

Nodame Cantabile (TV Drama)

November 29, 2011 Tinggalkan komentar

Saya memang sudah cukup terlambat nonton dorama ini. Euforianya pun sudah lama lewat (dorama ini dibuat tahun 2006). Masalahnya, waktu mau nonton pas booming-nya dulu, saya kesulitan mendapatkan cd-nya. Pernah juga waktu ada pemutaran filmnya di Pekan Film Jepang yang diadain Jurusan Sastra & Bahasa Jepang di kampus, karena satu dan lain hal saya nggak bisa nonton 😦

Nodame, yang punya karakter ajaib :)

Nodame, yang punya karakter ajaib 🙂

Ya sudah. Akhirnya saya pun ‘melupakannya’ hingga beberapa waktu lalu, pas saya ngubek-ubek cd di lapak, nemu dorama ini dan memutuskan untuk beli. Pun nggak langsung saya tonton karena penasarannya sudah menguap. Tertumpuk saja di koleksi cd dan mikir untuk nonton kapan-kapan kalo sempat saja.

Beberapa hari lalu, waktu mikir pengin nonton drama yang ringan dan menghibur, saya kepikiran untuk nonton dorama ini. Apalagi serinya juga nggak terlalu panjang. Dan mulailah saya nonton Nodame Cantabile.

Chiaki yang frustrasi karena nggak bisa ke luar negeri

Chiaki yang frustrasi karena nggak bisa ke luar negeri

Awalnya saya agak kurang bisa menikmati, karena genre-nya terlalu Jepang dimana karakter-karakternya terkesan begitu komikal. Tapi karena ceritanya semakin menarik plus musiknya yang enak didengar plus &  yang enak dilihat (^,^) saya malah nggak bisa berhenti nonton 😀

Shinichi Chiaki () punya impian untuk jadi konduktor hebat. Dia punya segalanya: dukungan finansial, bakat, kemampuan dan hasrat bermusik…tapi satu hal yang membuat impiannya sulit diwujudkan: ketakutannya naik pesawat terbang! Yups, Chiaki punya phobia naik pesawat dan juga phobia air! Padahal, jalan yang harus dilaluinya untuk menggapai mimpi adalah belajar ke luar negeri (impiannya adalah bejalar pada maestro idola masa kecilnya, Sebastian Vieira di Praha). Maka dengan segala ‘kesempurnaan’ yang dimilikinya, Chiaki cuma terjebak (dengan perasaan sangat tertekan) di sebuah akademi musik Momogaoka dimana ia belajar piano (dengan murid dan guru yang dianggapnya payah). Parahnya, di sini bakatnya juga tak bisa berkembang dengan baik dan impiannya jadi konduktor pun nyaris pupus.

Hahaha....

Hahaha….

Di akademi yang sama (sekaligus tetangga apartemen) adalah Noda Megumi/Nodame ( ) murid jurusan piano. Nodame punya bakat alam yang besar dalam bermain piano (Nodame bisa memainkan sebuah lagu hanya dari satu dua kali dengar). Tapi berbeda dari Chiaki yang punya impian besar, impian Nodame tak muluk-muluk. Nodame hanya ingin jadi guru TK. Nodame juga bermain musik untuk diri sendiri dan dia nggak bisa baca partitur. Di sisi lain, Nodame ini punya sifat yang ajaib serta joroknya minta ampun (jarang mandi, jarang keramas, kamarnya kayak sarang tikus), rakus (suka mencuri bekal makan siang teman)…

Siapa yang gak jatuh cinta diperlakukan cowok care kayak begini ^-^

Siapa yang gak jatuh cinta diperlakukan cowok care kayak begini ^-^

Awalnya, meski satu sekolah, Nodame dan Chiaki ini nggark saling kenal. Hingga suatu hari, Chiaki mendengar permainan piano Nodame yang unik dan merasa terpukau. Meski berantakan, tapi permainan Nodame sempurna. Malamnya, Nodame mendapati Chiaki di depan pintu apartemennya, mabuk berat karena frustasi dengan masa depan impiannya (mungkin phobia terdengar sepele, tapi bagi yang pernah merasakannya (seperti saya), you know how it feels…benar2 bisa bikin depresi! :D). Karena nggak tahu mau di bawa kemana, Nodame pun membawa Chiaki ke kamarnya. Dan Chiaki terkejut bukan main ketika bangun esok harinya dan mendapati dirinya tertidur di atas tumpukan sampah. Yeah, kamar Nodame ini memang benar-benar seperti gudang sampah 😀

PDVD_052

Sejak itu, mereka pun mulai ngeh kalau mereka tetanggaan dan komunikasi pun terjalin. Apalagi, kemudian Chiaki diminta main piano bareng Nodame sekaligus mementori Nodame. Meski awalnya kacau, akhirnya Chiaki berhasil mengimbangi permainan moody Nodame. Hal yang kemudian bikin Nodame naksir berat Chiaki. Apalagi kemudian Chiaki selalu berbaik hati membersihkan kamar atau mengeramasi Nodame (karena nggak tahan jorok 🙂 ) hingga memberi suaka makan enak di rumahnya. Chiaki, yang selama ini selalu sendirian, sepertinya juga merasakan kehadiran Nodame dengan sifat ajaibnya, meski kadang annoying, tapi juga menjadikan hari-harinya lebih ramai dan hangat.

Hmmm, kalo konduktornya sekeren ini sih pasti banyak yang nonton :D

Hmmm, kalo konduktornya sekeren ini sih pasti banyak yang nonton 😀

Dua orang yang berbeda sifat ini kemudian akan saling mengisi dan men-support dalam menggapai mimpi-mimpi mereka. Kehadiran Nodame membuat Chiaki berani mengatasi phobianya, dan kehadiran Chiaki membuat Nodame berani untuk bermimpi lebih tinggi. Di sekeliling mereka, akan ada karakter-karakter unik pecinta musik:

 

Mine Ryutaro, si pemain biola rock n roll :)

Mine Ryutaro, si pemain biola rock n roll 🙂

* Mine Ryutoro (), pemain biola bergaya rocker yang awalnya benci musik klasik karena penuh dengan aturan. Mine tinggal bareng ayahnya, Pak Mine, pemilik kedai makan dekat kampus yang akan selalu mendukung apapun yang dilakukan anaknya (seneng banget melihat hubungan Mine dan ayahnya ini). Sejak awal ketemu Nodame, Mine langsung merasa cocok (mungkin karena gaya musik mereka yang sesuka hati, hihi). Awalnya Mine sebel sama Chiaki yang dielu-elukan seluruh kampus (biasalah, sentimen cowok 🙂 ). Tapi akhirnya mereka malah jadi temen baik setelah Chiaki membantu Mine waktu ujian.

* Miki Kiyora (, dia yang jadi Eri di ) pemain violin juga. Kiyora ini sangat berbakat dan jadi master orchestra di A-Oke, orchestra no 1 di kampus. Dan impiannya adalah kembali ke Vienna dan jadi pemain solo di sana. Selain itu, Kiyora ini juga sangat baik. Dia adalah teman curhatnya Masumi-chan yang gay.

 

Miki Kiyora, violinist cantik, berbakat dan baik hati

Miki Kiyora, violinist cantik, berbakat dan baik hati

* Okuyama Masumi, biasa dipanggil Masumi-chan sama teman-temannya. Karena biarpun cowok dengan tampang agak garang (rambut kribo habis), dia memang kecewek-cewekkan. Dia adalah pemain timpani dan naksir berat sama Chiaki. Ketika tahu kalau Nodame sering jalan sama Chiaki, Masumi sebel banget dan berniat mencelakai Nodame. Tapi pada akhirnya, ia dan Nodame juga jadi teman baik.

Masumi-chan, yang naksir berat Chiaki, wkkk

Masumi-chan, yang naksir berat Chiaki, wkkk

*Saku Sakura pemain contrabass. Awalnya Sakura ini mainnya parah banget karena jarang latihan. Waktuna habis untuk kerja sampingan untuk biaya sekolahnya. Keluarganya jatuh miskin karena ayahnya gila mengkoleksi biola mahal dan awalnya nggak setuju Sakura memilih contrabass daripada biola.

*Franz Strezemann/ Milch Holstein (Takenaka Naoto, ternyata dia pernah main bareng sama  di  yang main jadi bapak-bapak aneh penggila musik jazz) . Strezemann adalah seorang maestro musik terkenal dari Jerman tapi punya tabiat buruk: cabulnya minta ampun. Meski sudah tua, kebiasaannya adalah menggodai para perempuan cantik. Namun begitu, ia datang ke Momogaoka dengan sebuah misi. Dan pada akhirnya, ia lah yang akan berperan banyak dalam membantu Chiaki dan Nodame untuk mewujudkan mimpi mereka.

Maestro cabul Franz Strezemann :)

Maestro cabul Franz Strezemann 🙂

Dipertengahan seri juga akan muncul tokoh-tokoh baru: Kuroki (pemain oboe), Kikuchi (cello) dan Kimura (violin). Kikuchi dan Kimura nggak akan diekspos terlalu banyak, tapi Kuroki yang pemalu tapi berbakat, bakal naksir Nodame 🙂

PDVD_197

Well, setelah nonton drama ini, saya pun paham kenapa Nodame Cantabile bisa booming banget. Memang, Nodame Cantabile adalah sebuah dorama yang sangat semarak, dengan musik berkelas dan cerita yang sangat menghibur! 🙂

Cast:
– Noda Megumi / Nodame
– Chiaki Shinichi

– Mine Ryutaro (Violin)
Koide Keisuke – Okuyama Masumi (Timpani)
– Miki Kiyora (Violin)
Saeko – Saku Sakura (Contrabass)
Uehara Misa – Tagaya Saiko (Vocal)
Endo Yuya – Okochi Mamoru (konduktor no 2)

Takenaka Naoto – Franz Strezemann (Milch Holstein)
Kichise Michiko – Elise
Ibu Masato– Mine Tatsumi
Nishimura Masahiko – Tanioka Hajime
Toyohara Kosuke – Eto Kozo
Shiraishi Miho – Eto Kaori

Fukushi Seiji – Kuroki Yasunori (Rising Star: Oboe)
Mukai Osamu – Kikuchi Toru (Rising Star: Cello]
Hashizume Ryo -Kimura Tomohito (Rising Star: Violin)

Penulis:  (manga)
Screenwriter: Etou Rin
Produser: Wakamatsu Hiroki, Shimizu Kazuyuki
Sutradara: Takeuchi Hideki, Kawamura Yasuhiro, Tanimura Masaki
Musik:
Tayang: Fuji TV, 16 Oktober 2006-25 Desember 2006
Episode: 11

Awards:
Television Drama Academy Awards 2007:
– Best Drama
– Best Actress: Ueno Juri
– Best Director: Takeuchi Hideki
– Best Musical Arrangement: Takeuchi Hideki
– Best Opening: Hattori Takayuki
Seoul Drama Awards:
– Best Miniseries
– Best Director:Takeuchi Hideki
– Best Music

Notes:
– Nodame Cantabile adalah manga buatan  (lahir 35 Mei 1969). Serinya muncul di majalah Kiss yang (Juli 2001- Oktober 2009) dan dibukukan dalam 23 volume. Tahun 2004, menerima Kodansha Manga Award untuk best shōjo manga, tahun 2005 & 2008 mendapat rekomendasi juri di Japan Media Arts Festivals, serta nominasi Tezuka Osamu Cultural Prize tahun 2005 & 2006.

nodame anime2

– Konon Ninomiya membuat karakter Nodame terinpirasi dari karakter nyata yang ditemukan Ninomiya di web-nya (ya tentunya nggak seajaib Nodame lah 🙂 ). Ninomiya kabarnya juga banyak konsultasi soal musik klasik sebagai bahan nulisnya dengan Noda asli ini. Noda asli ini kemudian menjadi guru di Fukuoka (kampung halaman Nodame di cerita), berkolaborasi nuli Onara o Taisou bareng Ninomiya dan sepertinya dua orang ini jadi sahabat (sumber; wikipedia.org)

– Seperti kebanyakan dorama sukses lain, Nodame Cantabile juga membuat special episode-nya (2 episode). Dua episode spesial ini menceritakan Chiaki dan Nodame yang sudah berada di Eropa.

– Tahun 2007, juga dibuat seri animenya sebanyak 23 (+1) yang disutradarai oleh Ken’ichi Kasai. Season 2-nya, Nodame Cantabile: Paris Chapter (2008) dibuat 11 episode disutradarai oleh Chiaki Kon. Season 3 (final), mulai diputar Januari 2010. Sementara live-action filmnya dibuat tahun 2009 dan 2010: Nodame Cantabile The Movie I – Nodame Kantabire saishu gakusho – Zenpen (2009)
, Nodame Cantabile The Movie II –  Nodame Kantabire saishu gakusho – Gopen (2010) yang menceritakan suka duka Nodame dan Chiaki dalam menggapai mimpi mereka di Eropa.

– Konon Nodame Cantabile akan segera dibuat versi Koreanya dengan Joo Won sebagai pemeran utamanya.

Last Friend

Oktober 19, 2011 Tinggalkan komentar

Waktu mutusin beli , alasannya karena di cover-nya, ada gambar  , yang karakternya sempat membuat saya kesengsem waktu main di dorama One Litre of Tears. Sebenarnya sih nggak terlalu ngefans sama dia, cuma karena sudah ‘kenal’ saja jadi pengin lihat ia main di dorama lain. Dan juga berpikir untuk selingan nonton di antara nonton drama-drama korea. Setelah dominannya drama korea, entah kenapa untuk beberapa waktu, saya merasa kurang suka sama dorama jepang. Meski mirip, tapi keduanya punya kekhasan yang berbeda. Drama Korea terasa lebih lembut dan hangat dengan cerita yang hampir selalu begitu. cinta segi banyak. cinta segitiga, segi empat, si kaya dan si miskin…terasa ringan dan segar.Tapi lama-lama kadang bosan juga karena ceritanya mirip-mirip.

last friend8

Sementara dorama jepang, ceritanya memang lebih variatif, tapi  kadang terlalu serius dan muram kalau nggak, terlalu komikal.

Saya sama sekali nggak punya referensi sebelum nonton Last Friend. Jadi saya mulai nonton tanpa berharap ini itu. Kalau bagus ya saya tonton terus sampai habis, tapi kalau nggak ya berhenti di tengah jalan saja atau dicepet-cepetin biar lekas sampai ending. Eh, begitu saya putar episode pertama…ceritanya memang serius tapi juga terasa kuat, dan saya pun kecanduan!

Last Friend bercerita tentang persahabatan yang rumit. Diceritakan dari tiga sudut, Michiru (), Ruka () dan Takeru () (tak tahu kenapa Michiru di info filmnya disebut sebagai tokoh utama, padahal menurut saya ketiga orang ini punya porsi yang sama sebagai tokoh utama).

Ueno Juri yang main beda

Ueno Juri yang main beda

Michiru dan Ruka adalah sahabat sejak SMP. Mereka pisah ketika Michiru pindah bersama ibunya dan selama 4 tahun mereka nggak pernah ketemu, juga nggak pernah komunikasi. Digambarkan kalau Michiru itu cuma tinggal sama ibunya yang kacau, alkoholik dan suka ganti-ganti pacar. Hal yang kemudian agaknya membentuk pribadi Michiru yang rapuh.

Michiru sekarang sudah kembali ke Tokyo dan bekerja jadi asisten di salon kecantikan. Ketika pacarnya, Sousuke () yang seorang pegawai negeri di dinas sosial mengajaknya tinggal bareng, Michiru merasa sangat senang. Apalagi ibunya juga merasa tak keberatan, (malah senang karena ia bisa lebih bebas dengan pacarnya. hmm…what kind of mother! 😦 ).

Antusias Michiru mempersiapkan ini itu untuk pindah ke tempat Sousuke dengan membeli perabotan. Ruka yang tengah membeli cangkir di tempat yang sama melihatnya ketika keluar toko. Ruka kaget dan mengejarnya hingga cangkirnya terjatuh, menyerempet seorang pengunjung lain, Takeru yang kemudian mengejar Ruka untuk memberikan mug yang jatuh, namun nggak kekejar.

last friend4

Michiru surprais melihat Ruka. Mereka pun melepas rindu untuk beberapa saat, mengenang masa-masa sekolah. Ruka kemudian menceritakan tempatnya tinggal yang menyenangkan dan menawari Michiru tinggal bareng kalau mau karena sewanya murah, tapi Michiru mengatakan kalau ia akan tinggal dengan pacarnya. Ekspresi Ruka tampak berubah. Dan saya pun mulai menebak nebak, kenapa ya? apakah…kemudian dalam narasi latar Ruka mengatakan ia merasa kaget melihat Michiru yang terlihat begitu kuat dan bahagia. Berbeda dengan Michiru yang ia kenal dulu. Bisa dipahami kalau sejak dulu mungkin Ruka jadi semacam ‘pelindung’ buat Michiru.

Rasa senang Michiru tinggal bareng pacarnya langsung luruh di pagi pertama ketika ia bangun tidur dan mendapati Sousuke tengah memeriksa isi hpnya dan kemudian Sousuke juga nggak segan-segan mukulin Michiru. Sousuke juga nggak senang kalau Michiru berhubungan dengan Ruka. Pokoknya, Sousuke ini psikopat banget deh. Bodohnya, Michiru meski merasa sakit tapi ia nggak tega meninggalkan Sousuke. Dikilaskan kemudian, kalau Sousuke itu berasal dari keluarga broken dan dia sudah nggak punya siapa-siapa.

last friend2

Ruka seorang gadis tomboy. Tidak hanya penampilannya, tapi juga sifat-sifatnya. Hobinya motor cross-an dan ia benci dengan tubuh perempuannya. Tinggal bersamanya adalah Eri (), seorang pramugari yang berkepribadian ramai tapi sebenarnya merasa kesepian (meski cantik, dia nggak punya pacar). Suatu hari Eri mengajak Ruka ke bar dimana ternyata pemiliknya adalah Takeru. Mereka kemudian mulai mengobrol dan merasa cocok satu sama lain. Takeru merasa menyukai Ruka sejak itu. Dan ketika Eri mengajaknya pindah ke rumah mereka, Takeru setuju.

Takeru bekerja sebagai make up artis. Dandannya nyentrik untuk seorang cowok dan orang-orang menganggapnya gay. Takeru sendiri sepertinya tak terlalu terganggu dengan anggapan itu. Ia terlihat santai dan nyaman dengan kondisinya (bahkan ia agaknya nyaris percaya kalau dirinya gay, sebelum akhirnya ketemu Ruka). Ia orang yang menyenangkan, memiliki unsur-unsur feminin seperti memasak, membuat kopi atau teh dan bersih-bersih rumah. Ia juga orang yang care pada teman-temannya.

last friend3

Penghuni berikutnya adalah Ogurin (), rekan Eri, cowok looser yang ditinggal selingkuh istrinya. Nah, Eri malah naksir sama Ogurin meski tahu itu hubungan yang rentan.

Perasaan yang complicated pun kemudian akan muncul antara Michiru-Ruka-Takeru. Ruka diam-diam memendam perasaan sama Michiru. Yups, she like a girl! Dan Takeru juga ternyata suka sama Ruka yang tentu saja, nggak akan dapat balasan yang sama (poor Takeru 😦 ). Masalah semakin rumit ketika Ruka tahu Michiru mengalami kekerasan dan berusaha menolongnya. Tapi nggak mudah karena Michiru sendiri terlalu naif dan lemah. Dia selalu percaya setiapkali Sousuke minta maaf.

Karakter tokoh homoseksual, mungkin bukan karakter yang akan mengundang simpati bagi para penggemar drama (saya pikir penulisnya cukup berani untuk ngangkat kisah semacam ini dalam drama). Tapi tenang saja, karakter Ruka sama sekali bukan yang akan mengundang kontroversi. Sebaliknya malah mengundang empati.  Dan meski dia suka sama Michiru, digambarkan kalau rasa sukanya itu adalah rasa suka yang tanpa pamrih, bukan ketertarikan secara seksual, tapi sebuah rasa sayang yang dalem dan tulus. Perasaan yang kemudian muncul antara ia danTakeru juga. Kind of great love.

last friend9.yasashiisekai.wordpress.com

Ini adalah dorama yang serius tapi juga dikemas dengan cukup segar. Karakter-karakternya begitu kuat, terutama Ruka yang dimainin . Lupakan Nodame yang freak di  (saya pikir itu bukan hal yang mudah mengingat begitu kuatnya karakter Nodame melekat sama dia), atau Tomoko yang imut-imut di , di sini  mampu bermetamorfosa jadi Ruka yang tomboy habis dan muram. Dan Takeru? Oh…sulit rasanya nggak jatuh cinta sama karakter Takeru ini. Nggak masalah dandananya aneh, tapi siapa yang nggak seneng sama orang yang demikian care dan ramah kayak Takeru? (I started love  from this Takeru character’s).

 juga mampu memerankan karakter Michiru yang begitu rapuh (meski karakternya bikin kita geregetan pengin nepuk pipinya sambil teriak: aih, c’mon Michiru, wake up and leave him soon!), pun karakter Sosuke (haha, kasian sih karena resiko karakter antagonis, keberhasilannya justru kalau berhasil bikin benci orang. Dan Ryo berhasil melakukannya).

Well, it’s really good dorama!

Note:

Saya suka scene ini karena menurut saya menyiratkan hubungan yang manis antara Ruka-Takeru. Ini adalah scene setelah malamnya Ruka balik lagi ke rumah, ngobrol sama Takeru. Semacam reunian gitu. Adegan ini adalah pagi harinya, ketika di syut semua masih terkapar tidur di ruang tengah. Posisi Takeru yang bersandar di sofa yang ditiduri Ruka dengan kepala menghadap ke wajah Ruka, membuat saya berpikir: semalaman, Ruka dan Takeru  masih nerusin ngobrol sampai ketiduran (best friend always do that), atau Takeru memandangi wajah his beloved Ruka sampai ketiduran…(ugh, he love Ruka that much 🙂 ) Mana yang benar, menurut saya adegan itu benar-benar manis.

Cast:
, Aida Michiru
, Kishimoto Ruka
,  Mizushima Takeru

, Oikawa Sosuke
, Takigawa Eri
, Ogura Tomohiko

Screenwriter: Asano Taeko
Produser: Nakano Toshiyuki
Sutradara: Kato Hiromasa (ep1-3,8,11), Nishisaka Mizuki (ep4-5,9-10), Endo Mitsutaka (ep6-7,SP)
Musik: Izutsu Akio, S.E.N.S.
Episode: 11
Tayang: Fuji TV, 2008-Apr-10 to 2008-Jun-19
Theme song: Prisoner Of Love, Utada Hikaru

Awards:
1st Tokyo Drama Awards: Best Actress –
57th Television Drama Academy Awards: Best Drama
57th Television Drama Academy Awards: Best Supporting Actress:
57th Television Drama Academy Awards: Best Supporting Actor:
57th Television Drama Academy Awards: Best Director: Kato Hiromasa, Nishisaka Mizuki, Endo Mitsutaka
57th Television Drama Academy Awards: Best Script: Asano Taeko
57th Television Drama Academy Awards: Best Theme Song
12th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2008): Best Supporting Actor:
12th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2008): Best Supporting Actress:

Hanazakari no Kimitachi e (Hanakimi)

Oktober 17, 2011 Tinggalkan komentar

Dulu, waktu pas baru rilisnya drama ini, nggak terlalu tertarik untuk nonton. Waktu itu saya nggak terlalu familiar sama cast dorama yang anak-anak muda. Maklum, referensi dorama saya kala itu cuma dari yang ditayangin di tivi dan kebanyakan dibintangi sama yang agak senior macam Takuya Kimura.

hanazakari_no_kimitachi_edit

Lalu kadang saya iseng kalau pas akses internet nyari-nyari referensi drama Asia yang dianggap the best. Dan Hanakimi masuk sebagai salah satunya. Sayangnya, waktu saya cari-cari di lapak sudah susah. Pernah saya dapat tinggal satu-satunya, eh sampai rumah saya putar nggak jalan. Untung sih masih bisa dikembaliin. Tapi tetep saja kecewa karena nggak jadi nonton. Waktu saya coba pesan sama si abang di lapak, dia bilang susah karena sudah agak lama.Yang ada sih Hanakimi versi Taiwan. Hmmm…:(

hanakimi3

Daripada terus penasaran saya coba nonton lewat internet (hal yang paling menyebalkan bagi saya karena akses internet saya lelet banget). Dari durasi per episode yang cuma sekitar 1 jam bisa jadi 3 jam. Tapi demi mengobati rasa penasaran, ya saya nekat-nekatin saja. Mungkin butuh waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Saya lupa.

Cerita Hanakimi sendiri ‘drama banget.’ Seorang cewek yang nyamar jadi cowok dan masuk sekolahan cowok. Adalah Ashiya Mizuki  () yang bela-belain pindah dari Amerika cuma demi, Sano Izumi (), seorang atlet lompat tinggi. Tidak hanya itu, dia juga rela nyamar jadi cowok demi bisa masuk sekolah khusus cowok, Osaka Gakuen.

hanakimi2

Masalahnya memang cukup masuk akal (meski bagi saya tetap nggak masuk akal seseorang sampai rela nyamar jadi cowok 🙂 ), Sano yang dulu atlet berprestasi itu nggak mau lompat tinggi lagi sejak sebuah kejadian di Amerika. Yups, waktu itu Sano ketemu Ashiya yang lagi diganggu preman dan dia nyelamatin Ashiya hingga kakinya terluka.

Ashiya berpikir bahwa berhentinya Sano dari lompat tinggi karena lukanya dan ia pun merasa sangat bersalah. Dengan kenaifannya, dia pengin deketin Sano dan mengembalikan semangat Sano (hei,memang siapa dia ? 🙂 )

Maka dimulailah hari-hari penuh warna Ashiya di Osaka Gakuen yang penuh dengan cowok-cowok ‘gila’ yang terbagi dalam 3 asrama. Ada asrama untuk murid yang suka beladiri diketuai oleh Tennouji Megumi (Ishigaku Yuma), asrama yang suka olahraga diketuai oleh Nanba Minami (Mizushima Hiro), dan murid-murid yang suka seni di ketuai oleh Himejima Masao (Kyou Nobuo). Ketiga ketua ini lebih dikenal dengan nama Sakura Comittee.

Para penghuni Osaka Gakuen

Para penghuni Osaka Gakuen

Sudah pasti, Ashiya bakal satu asrama sama Sano, satu kamar pula. Dan dia mulai ‘sok care‘ hal yang bikin Sano yang suka menyendiri sebel. Tentu nggak seru juga kalau nggak ada orang ketiganya, Nakatsu (), yang kemudian mengira dirinya gay 🙂

Kelucuan-kelucuan komikal terus mewarnai episode demi episode. Hal yang sebenarnya kurang saya suka karena terkesan nggak nyata. Tapi itu lah khas dorama Jepang (heran juga Orang Jepang ini kalau bikin film atau dorama, kalau nggak komikal ya terlalu muram). Meski begitu, perut saya cukup dibuat sakit karena terus tertawa, apalagi kalau para Sakura Comittee sudah beraksi 😀

hanakimi_edit

Tapi itu juga membuat saya terus berpikir, kok bisa sih Sano yang ‘normal’ tahan hidup di tengah ‘orang-orang aneh’ begitu? Saya pikir, karakter Sano dan orang-orang disekelilingnya jadi terlalu jomplang.

Whatever, ini adalah dorama yang sangat menghibur. Meski setelah nonton, saya nggak akan masukin dalam list ‘best drama ever’ saya 😦

Cast:
, Ashiya Mizuki
, Sano Izumi
, Nakatsu Shuichi
Ishigaki Yuma, Tennoji Megumi
Mizushima Hiro, Nanba Minami
Kyo Nobou, Himejima Masao
Iwasa Mayuko, Hanayashiki Hibari
Kurose Manami, Imaike Komari

Episode: 12
Periode Tayang: 2007-Juli-03 sampai 2007-Sep-18 (Fuji TV)
Sutradara: Matsuda Hidetomo, Tsuzuki Junichi, Sato Genta
Penulis: Muto Shogo, Yamaura Masahiro (screenwriter), Nakajo Hisaya (manga)
Produser: Goto Hiroyuki (Fuji TV), Moriyasu Aya (Kyodo TV)

Awards:
54th Television Drama Academy Awards: Best Drama
54th Television Drama Academy Awards: Best Actress – Horikita Maki
54th Television Drama Academy Awards: Best Supporting Actor – Ikuta Toma
TVnavi Magazine 2007 Drama Awards: Best Supporting Actor – Oguri Shun

Hard To Say I Love You

Maret 20, 2011 Tinggalkan komentar

Waktu menemukan cd film ini di lapak, saya memutuskan membeli tanpa berharap banyak. Sejak drama Korea membanjir, saya semakin jarang nonton dorama (drama Jepang). Entah kenapa, suatu ketika saya sampai pada kesimpulan dorama lebih sering terlalu serius (kadang sangat tragis) kalau tidak sangat komikal, pemain-pemainnya kadang kurang ‘menyegarkan’ mata. Sebaliknya, drama Korea terasa lebih ringan, lebih romantis dan lebih segar (baik pemain maupun ceritanya). Jadilah kemudian saya lebih suka nonton drama Korea daripada dorama. Saya pun kurang paham sama pemain-pemain dorama. Saya cuma tahu yang sudah agak berumur macam Takuya Kimura atau Youtaka Kenouchi (jadi ingat Beach Boys :P).

Jadi, ketika saya memutuskan untuk membeli cd ini, pertimbangannya: untuk penyeling kalau bosan nonton drama Korea atau film Barat, karena ceritanya sepertinya romantis, dan di atas semua itu, untuk sedikit-sedikit belajar Bahasa Jepang (saya agak terobsesi pengin bisa bahasa Jepang 🙂 ).

Sebagai konsekuensinya, cd film ini saya letakkan di paling bawah tumpukan cd siap tonton saya. Saya berpikir akan menontonnya ketika benar-benar senggang atau ketika saya sudah kehabisan film untuk ditonton. Intinya, film ini bukan prioritas tontonan saya.

Main Characters, ki-ka: Peach, Doctor, Nakaji, Haru, Rinda

Tapi kemudian hal ini berubah usai saya nonton Last Friend (yang ‘tanpa sengaja’ saya tonton waktu jenuh di sela waktu kerja di lapangan). Saya sangat terkesan dengan Last Friend (terutama akting & ). Penasaran, saya browsing di internet, siapa kedua aktor/aktris itu dan film apa saja yang sudah mereka mainkan. Dan saya menemukan kalau keduanya main bareng lagi di Hard to Say I Love You. What a coincidence! pikir saya. Saya sudah membeli cd-nya tanpa saya memperhatikan siapa pemainnya. Jadi begitu ada waktu luang, tak sabar saya untuk nonton dorama ini.

Seolah ingin memuaskan penonton atas hubungan Ruka & Takeru yang dimainin sama di Last Friend yang ‘tak kesampaian’, di Hard 2 Say I Love You, mereka dipasangkan sebagai semacam soulmate. Tapi karena judulnya juga melibatkan ‘hard’ maka ceritanya memang enggak mudah.

Sebagaimana kebanyakan dorama, cerita dorama ini dimulai dengan soal kesepian para orang muda urban. Adalah Haru, Nakaji, Doctor, dan Rinda yang berusaha melepaskan rasa kesepian mereka lewat twitter. Keempatnya menggunakan nama samaran (kecuali Nakaji) dan tak sepenuhnya jujur soal profesi mereka (yah, biasalah di dunia maya). Haru nama aslinya Tsukiko, mengaku sebagai guru tetap di sebuah sekolah menengah, padahal dia cuma semacam guru honor. Doctor, nama aslinya Park Seonsou, seorang migran Korea, mengaku sebagai dokter benaran padahal dia cuma sales peralatan kesehatan. Nakaji mengaku sebagai fotografer majalah bergengsi padahal cuma fotografer untuk majalah porno.Linda, nama aslinya Kaoru, seorang editor di redaksi majalah yang cukup bergengsi.

Suatu hari mereka memutuskan untuk kopi darat di sebuah kafe di kawasan shibuya. Haru kemudian mengajak sahabatnya, Hikari yang bekerja sebagai penjaga toko pakaian untuk menemaninya ketemuan. Haru agak nerves karena ia akan bertemu Nakaji, yang diam-diam ia sukai. Sebelum pertemuan, Haru mampir di sebuah kafe dan di tempat yang sama, Nakaji juga mampir. Nggak sengaja Haru menumpahkan kopi ke celana Nakaji dan karena merasa bersalah, berusaha mengelapinya dan nggak sengaja nyentuh daerah rawannya Nakaji. Nakaji tentu saja kaget dan nuduh kalau Haru itu pervert dan sengaja numpahin kopi cuma biar bisa megang Nakaji. Jelas saja Haru berang. Mereka berpisah dengan kesan yang nggak baik satu sama lain.

Acara kopi darat yang hangat

Kopi darat berjalan cukup menyenangkan, mereka merasa cocok satu sama lain. Hikari langsung dekat sama Linda, sementara Doctor diam-diam naksir Haru. Pertemuan berlangsung.Haru nggak mampu menyembunyikan rasa malunya ketika melihat kalau Nakaji adalah orang yang ia tumpahi kopi di kafe dan menuduhnya pervert.

Tapi yang namanya jodoh nggak kemanalah karena ternyata tempat tinggal mereka satu arah.Haru tetap jutek, sementara Nakaji sepertinya mulai suka sama Haru yang terlihat canggung tapi lucu. Sebuah insiden kecil kemudian terjadi, di mana Haru terjatuh waktu rebutan tas berisi celana Nakaji yang ternoda. Karena dekat tempat tinggalnya, Nakaji kemudian menggendong Haru ke tempatnya (adegan gendong menggendong ini kayaknya adegan wajib di drama2 asia deh 🙂 untuk diobati lukanya. Entah terbawa suasana atau bagaimana, waktu lagi ngasih perban ke lutut Haru, Nakaji tiba-tiba mencium Haru yang jelas saja membuat Haru kaget. Setelah diliputi rasa canggung sesaat, suasana kemudian mencair. Apalagi setelah ketahuan kalau wallpaper hp Haru adalah fotonya Nakaji. Sebuah foto matahari terbenam. Nakaji bilang, kalau ia sedang down waktu itu dan buat status di twitter. bikin foto itu lalu menguploadnya dan cuma Haru yang seolah paham apa yang dirasakannya wkatu itu dan menyemangatinya dengan mengatakan ‘ganbare’ (artinya: semangat!).

Persahabatan kelima orang itu terus berlanjut. Mereka mulai sering ketemuan di kafe kopi darat mereka. Dan akhirnya memutuskan untuk jujur satu sama lain dan kemudian menamai kafe Sunarere (kafe kejujuran). Hikari pun akhirnya memutuskan untuk ikut gabung dengan menggunakan akun name Peach, setelah ia nyaris bunuh diri karena ditinggal pacarnya.

Haru sama Nakaji: they seemed really good together.

Haru benar-benar menyukai Nakaji. Mereka mulai sering menghabiskan waktu bersama, selalu nyambung satu sama lain. Pokoknya cocok banget lah kalau sudah ketemu.Mereka seolah selalu bisa memahami satu sama lain. Nakaji pun sepertinya sadar akan hal itu. Ia terlihat begitu menikmati kebersamaannya sama Haru. Masalahnya, Nakaji sudah punya pacar, Kiriko yang sudah jadi istri orang. Meski hubungan mereka rentan, tapi Nakaji berusaha keras mempertahankannya. Hal yang membuat Haru kecewa.

Di sisi lain, Nakaji yang tahu kalau Doctor naksir Haru, berusaha untuk mencomblangi mereka. Doctor orang yang agak polos dan baik. Ia terus terang menyatakan kesukaannya sama Haru. Awalnya Haru yang memang nggak ada rasa sama Doctor, menolaknya. Namun setelah sebuah kejadian Doctor menyelamatkan Haru dari ancaman muridnya yang terlibat narkoba, akhirnya Haru memutuskan untuk menerima Doctor. Meski nggak mau ngaku, Nakaji terlihat kecewa mengetahui hal ini. Hubungannya dengan Kiriko sendiri semakin rapuh, karena Kiriko agaknya mulai sadar kalau hubungannya dengan Nakaji nggak ada masa depan dan juga sadar kalau Nakaji itu mulai naksir Haru. Kiriko akhirnya mutusin untuk putus sama Nakaji dan hidup tenang dengan suaminya yang kaya (keputusan yang saya pikir sangat masuk akal dan realistis).

Tentu saja Nakaji dua kali patah hati. Di tinggal Kiriko dan Haru pun sudah jadi pacar orang. Ia cuma bisa memendam sedih melihat kebersamaan Haru dan Doctor. Meski begitu ia dan Haru tetap berhubungan baik. Haru sendiri terlihat belum mampu membalas perasaan Doctor. Meski sangat baik,ia menemukan banyak ketidakcocokan pemikiran antara dirinya dan Doctor. Tapi ia juga nggak tega nyakitin Doctor.

Meski Doctor baik banget, tapi saya paham kalo Haru nggak bisa jatuh cinta sama dia

Masalah Linda lain lagi. Ia anak seorang dokter terkenal, tapi hubungannya kurang baik sama ortunya. Di tempat kerjanya, ia selalu diintimidasi bosnya, seorang perempuan tua kesepian, yang selalu memaksanya melayaninya. Meski membenci hal ini, Linda tak bisa melepaskan diri. Dan know what? Ternyata Linda diam-diam menyukai Nakaji! Yeah, Linda adalah gay. Tapi ia sendiri membenci keadaan dirinya seperti itu dan karenanya berusaha menyembunyikan rapat-rapat.

Peach adalah sosok yang rapuh dan selalu kesepian. Ketika pacarnya pergi dan ia hamil, si lelaki tak mau bertanggung jawab, malah menyuruhnya aborsi.Tapi Peach kemudian memilih untuk merawat bayinya. Semuanya baik-baik saja hingga kemudian dia keguguran. Di saat-saat sulit, Nakaji lah yang selalu ada untuk menolongnya, hal yang kemudian membuat Peach jatuh cinta sama Nakaji (hhmm, laris banget si Nakaji 😛 dan awalnya saya agak ngeri kalau kemudian Nakaji yang juga lagi kesepian itu menerima Peach, untungnya Nakaji cukup gentle lah :)).Dan meski sikap Peach terasa kurang simpatik, saya bisa memaklumi kenapa dia seperti itu dan bagaimana hubungannya dengan Haru.

Hmm, cinta memang sesuatu yang rumit ya 🙂 Meski saya berharap Haru dan Nakaji yang memang saling suka segera bersama, tapi saya pun maklum kalau mereka nggak bisa segera bersama. Dan hal-hal semacam itu sering banget terjadi dalam kehidupan nyata. Betapa sulitnya menemukan titik temu dalam cinta. Masalahnya adalah orang yang tepat di waktu yang tak tepat.

Mungkin ceritanya sih nggak terlalu istimewa, tapi saya sampai pada tahap suka banget sama dorama ini. Mungkin karena Eita sama Ueno Juri. Saya suka sama hubungan mereka sebagai Haru dan Nakaji yang begitu lembut. Kadang dalam sebuah drama romantis saya sering mikir, kenapa sih si A bisa cinta mati sama si B dan sebaliknya? Tapi di drama ini, saya bisa paham kenapa baik Haru maupun Nakaji bisa begitu terikat satu sama lain. Mereka memang benar-benar terasa sebagai soulmate. Nakaji selalu ada kalau Haru lagi sedih, juga sebaliknya. Haru bisa cerita apa saja sama Nakaji dan Nakaji selalu mendengarkan dengan penuh empati. Sebaliknya, Nakaji juga bisa cerita apa saja sama Haru dan selalu merasa lebih baik kalau sudah cerita sama Haru. Nggak ada yang perlu ditutup-tutupi dalam hubungan mereka. Mereka selalu membicarakannya, jujur satu sama lain, menerima satu sama lain…hubungan yang sangat indah bukan?

Sebagaimana drama romantis, saya berharap ada banyak adegan romantis sih. Tapi setelah nonton Last Friend, saya menyimpulkan kalau drama Jepang agak pelit untuk adegan semacam itu (sebenarnya drama-drama Asia memang agak ngirit untuk yang satu ini, tapi akhir-akhir ini saya pikir drama-drama Korea mulai agak boros dengan adegan-adegan romantis semacam kissing dst.). Bagi saya sih nggak masalah. Justru jadi terkesan lebih realistis. Yah, satu hal yang membuat saya begitu menyukai dorama ini juga karena kesan realistisnya yang kuat. Sosok Haru, Nakaji, Doctor, Peach, Linda…adalah sosok yang sangat biasa, sosok orang yang sehari-hari yang bisa kita temui di sekitar kita. Soal latar segala macam juga nggak ada kesan diindah-indahkan. Kayak kamar Nakaji, misalnya. Seperti layaknya kamar anak muda yang agak bebas: berantakan kayak gudang. Kostumnya juga biasa banget, sangat casual dan apa adanya (kalau nonton drama Asia kadang saya agak sakit mata dengan kostum2 yang dikenakannya, terutama untuk pemain cowok). Di drama ini, bahkan bisa dilihat bagaimana Nakaji pakaiannya ya itu-itu aja. Pokoknya kesannya sangat nyata lah.

Saya agak terganggu sih sama cerita menjelang akhir. Waktu Linda akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Saya pikir, seharusnya dia jadi lebih kuat dengan adanya teman-teman baru di sekelilingnya yang begitu mendukungnya. Dan meski endingnya adalah apa yang saya harapkan, saya juga merasa kurang puas karena begitu sedikitnya scene Nakaji sama Haru barengan. Tapi di atas semua itu, I Do Love This Dorama!:P

Cast:
, Nakajima Keisuke/”Nakaji”
, Mizuno Tsukiko/”Haru”
Seki Megumi, Nishimura Hikari/”Peach”
Tamayama Tetsuji, Ichihara Kaoru/”Linda”
, Park Seonsu/”Doctor”

Kinami Haruka, Park Minha
Nakamura Yuichi, Mizuno Shu
Fubuki Jun, Mizuno Sachiko
Sakamoto Shogo, Matsushima Kenta
Kikkawa Koji, Nakajima Ryosuke
Igawa Haruka,Yamamoto Kiriko
Judul Asli: Sunao ni Narenakute
Episodes: 11 Episode (Fuji TV 2010-Apr-15 to 2010-Jun-24)
Screenwriter:
Producer: Nakano Toshiyuki
Sutradara: Mitsuno Michio, Nishisaka Mizuki

Theme songs:
Hard to say I love you ~Ii Dasenakute~ ( )
– Sunao ni Narenakute ()
– Great DJ () – love this song much 😛

Awards:

14th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2010): Best Drama
– 14th Nikkan Sports Drama Grand Prix (Spring 2010): Best Supporting Actor – Hero JaeJoong

My Favourite Scene:


Waktu Haru mampir di tempat tinggal Nakaji sehabis kencan sama Doctor. Haru cerita soal muridnya yang dipenjara karena narkoba. Sebelumnya ia sudah cerita hal itu sama Doctor dan Doctor bilang kalau para pecandu itu adalah orang bodoh dan sampah. Hal yang bikin Haru sedih karena adiknya juga seorang pecandu. Haru mulai menangis dan Nakaji duduk di dekat Haru. Mereka saling membelakangi. Suasana terasa canggung dan menekan. Haru terkesan malu menangis di depan Nakaji, Nakaji pun agaknya bingung harus bagaimana meski dia merasa begitu berempati sama Haru (hal yang sering kita alami kalau ada teman menangis kan?). Ketika Haru benar-benar mulai menangis, tangan Nakaji terlihat sibuk di balik meja dan beberapa saat kemudian hp Haru bunyi. Haru gugup buka hp dan terkejut mendapati sms dari Nakaji berbunyi : Ganbare. Haru tambah tersedu dan bilang ke Nakaji, kenapa sih dia nggak ngomong langsung saja. Nakaji cuma nelan ludah beberapa saat sambil natap Haru dengan sedih, kemudian bangkit dan meluk Haru.

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar