Arsip

Archive for the ‘Animasi’ Category

Stand By Me Doraemon

April 21, 2015 Tinggalkan komentar

Saya menyukai Doraemon meski tidak sampai pada tahap fans fanatik. Sejak kecil hingga sekarang, sesekali waktu saya mengikuti serinya yang tayang di TV dan cukup menikmatinya. Karenanya, ketika mendengar bahwa akan dibuat film layar lebarnya saya cukup penasaran. Apalagi saya baca di sinopsis kalau di sini, Doraemon akan meninggalkan Nobita. Selama ini, saya sering mendengar kritik tentang tayangan ini yang dianggap kurang mendidik karena Nobita menjadi selalu mengandalkan Doraemon. Dan membaca sinopsis film ini saya berpikir bahwa itu adalah jawaban atau tanggapan dari kritik itu.  Saya juga ingin melihat bagaimana Nobita bisa mengandalkan diri sendiri tanpa selalu harus dibantu Doraemon.
drmn2
Film sendiri dimulai dari kedatangan Doraemon dari masa depan ke abad ini. Jadi bagi yang tidak pernah menonton Doraemon pun bisa mengikuti cerita ini. Diceritakan, ia datang bersama Sobi, cicitnya Nobita yang menunjukkan gambaran masa depan Nobita. Bahwa hidupnya akan kacau dan ia bahkan akan menikah dengan Jaiko, adiknya Giant. Tentu saja, Nobita sangat sedih mendengarnya. Tapi untuk itulah Doraemon datang: membantu Nobita merubah masa depan.
drmnbh
Maka, dengan dibantu Doraemon menggunakan alat-alat “ajaibnya”, Nobita pun berusaha untuk memperbaiki diri. Terutama, agar ia bisa mengambil hati Shizuka dan di masa depan bisa menikahinya.
drmnoi
Hmm, jujur, filmnya agak tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Kenapa hubungan Nobita-Shizuka yang kemudian menjadi fokus cerita? Alih-alih jadi film anak-anak yang manis, film justru akan banyak mengulas hal-hal romantis. Ya, cukup menyenangkan sih mengetahui bahwa akhirnya Nobita dan Shizuka akhirnya bersama, tapi rasanya kok kurang pas ya kalau jadi fokus cerita apalagi ini adalah film anak-anak. Bahwa Nobita bertekad untuk berubah demi Shizuka, cukup masuk akal sih. Tapi saya pikir ada banyak hal yang lebih penting dari itu. Saya mengharapkan lebih banyak usaha keras Nobita dan bagaimana ia berhasil dengan usahanya sendiri tanpa bangtuan Doraemon. Juga bagaimana ia bisa menghadapi bully-an Giant dan Suneo.
drmnh
Walaupun begitu, cukup menghibur kok. Apalagi animasinya juga berformat 3D yang jernih. Tapi ya itu tadi, ceritanya agak di luar ekspektasi. Selain itu bagi saya pribadi, sedikit terganggu dengan pengisi suara Doraemon. Saya terbiasa dengan dubbingan versi Indonesia yang terasa lebih “cowok” sementara di film, suara dan ekspresinya kok terlalu imut-imut ya. Hihi. Whatever, bagi penggemar Doraemon, wajib tonton lah 🙂

Cast (dubbing):
Doraemon     – Wasabi Mizuta
Nobita Nobi – Megumi Ohara/ Satoshi Tsumabuki (dewasa)

Shizuka Minamoto – Yumi Kakazu
Suneo Honekawa – Tomokazu Seki
Takeshi “Giant” Goda – Subaru Kimura  
Sewashi / Soby – Sachi Matsumoto
Jaiko – Vanilla Yamazaki
Hidetoshi Dekisugi – Shihoko Hagino
Pak Guru – Wataru Takagi
Tamako Nobi – Kotono Mitsuishi
Nobisuke Nobi – Yasunori Matsumoto
Ibu Giant – Miyako Takeuchi
Yoshio Minamoto – Aruno Tahara

Judul: Stand By Me Doraemon
Sutradara: Takashi Yamazaki, Ryuichi Yagi
Penulis: Takashi Yamazaki (berdasar “Doraemon” nya Fujiko F. Fujio)
Musik: Naoki Sato
Produksi: Shirogumi, Robot Communications, Shin-Ei Animation Bang Zoom! Entertainment (US)
Distributor: Toho
Rilis: 8 Agustus 2014
Durasi: 95 menit
Negara/ Bahasa: Jepang

Awards:
Nikkan Sports Award 2014:
– Direction Award – Takashi Yamazaki
Japan Media Arts Festival-Animation 2014:
– Award of Examiners
Lumiere Japan Awards Grand Prix (2014)
Japan Academy Prize 2014:
– Outstanding Animation
Tokyo Anime Award Festival 2015
– Animation of the Year

(sumber: wikipedia.org)

The King of Pigs

Februari 23, 2015 Tinggalkan komentar

 

Kyung-min, usahanya mengalami kebangkrutan. Setelah membunuh istrinya, ia kemudian menghubungi teman masa SMAnya yang sudah 15 tahun tak bertemu, Jong-suk. Jong-suk sekarang menjadi penulis anonim dan juga terlihat tak bahagia.
king of pig7
Pada pertemuan dua sahabat lama ini, kemudian diceritakan kisah masalalu mereka. Di sekolah mereka terdapat dua kelompok, para preman sekolah yang disebut sebagai “anjing/dogs” mereka adalah anak-anak orang kaya, sedangkan golongan kedua adalah “babi/pigs” yang kebanyakan adalah anak-anak miskin yang menjadi bulan-bulanan bully para geng “dogs“. Termasuk di dalamnya adalah Jong-suk dan Kyung-min. Jong-suk karena berasal dari keluarga  miskin, sedangkan Kyung-min meski keluarganya cukup kaya, tapi berperilaku penakut dan dijuluki banci.
King of Pig6
Mereka menerima saja segala cemoohan dari para preman sekolah, hingga suatu hari, tiba-tiba Chul, sosok yang selama ini seolah terlupakan berani melawan para preman. Ia memukuli salah satu preman hingga babak belur. Chul sendiri adalah anak yang selalu bermasalah. Ayahnya kabur meninggalkan ia dan ibunya. Ibunya kemudian kerja di tempat karaoke untuk bertahan hidup.

Kyung-min dan Jong-suk pun kemudian berteman baik dengan Chul, merasa mendapat perlindungan dari sosoknya yang tak kenal takut. Ia pun dijuluki “King of Pig”. Meski begitu, para preman ini bukannya jera justru makin menjadi melakukan bully. Merasa geram, Chul dihinggapi ide gila untuk membuat para preman itu memiliki kenangan buruk di masa depan.
king of pig5
Tema bully-bullyan adalah tema yang cukup akrab pada film-film Korea. Hal yang menjadikan film ini unik tentulah bentuknya yang berupa animasi. Saya sendiri sebenarnya bukan penggemar animasi, karena rasanya tidak bisa menikmati akting yang sesungguhnya. Meski begitu, saya mengapresiasi film ini karena konon, pembuatan film animasi justru jauh lebih sulit dan mahal dibanding film biasa.
kp
Di sisi lain, tema film ini yang sangat serius, juga merupakan nilai tersendiri karena selama ini, film animasi cenderung pada film anak-anak. Dan ternyata, meski tidak bisa menikmati akting langsung, tapi nyawa film ini tereksplore dengan baik lho. Salut untuk sang sutradara lah. Untuk beberapa bagian cerita, ada yang terkesan terlalu ambisius, tapi menurut saya tidak terlalu menganggu lah. Apalagi twist menjelang endingnya cukup memberi kejutan.

Cast (dubber):
– Jong-suk (dewasa)
– Jong-suk (anak-anak)
Oh Jung-Se – Kyung-min (dewasa)
Park Hee-Von – Kyung-min (anak-anak)
Kim Hye-Na – Chul

Judul: The King of Pigs/ Dwaejiui Wang (돼지의 왕)
Sutradara/ Penulis: Yeon Sang-Ho
Rilis: Oktober, 2011 (Busan International Film Festival)
Durasi: 97 menit
Distributor: KT&G Sangsangmadang
Bahasa/ Negara: Korea/ Korea Selatan

 Film Festival:
– Busan International Film Festival 2011 – Korean Cinema Today: Vision
– Cannes Film Festival 2012 – Director’s Fortnight
– New York Asian Film Festival 2012 *New York Premiere
– Fantasia Film Festival 2012 *Canadian Premiere
– Korean Film Festival in Australia 2012 – Animation
– Osian’s-Cinefan Film Festival of Indian, Asian and Arab 2012 – Filmcraft-Animation
– Karlovy Vary International Film Festival 2012 – Another View
– Melbourne International Film Festival 2012 – Next Gen
– Fantastic Fest 2012
– Sitges Film Festival 2012 – Anima’t
– Hawaii International Film Festival 2012 – Spotlight on Korea *Hawaii Premiere
– San Diego Asian Film Festival 2012 *Discoveries

Awards:
– Busan International Film Festival 2011: NETPAC Award, Movie Collage Award, DGK Award – Director
– Fantasia Film Festival 2012: Special Mention (New Flesh Award for Best First Feature), Satoshi Kon Award for Achievement in Animation

Leafie

Februari 20, 2014 Tinggalkan komentar

Pertama, sebenarnya saya baca bukunya “Leafie, a Hen Into the Wild” yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Ceritanya bagus dan saya pun penasaran pengin nonton animasinya yang konon dapat beberapa penghargaan di festival film.

Leafie 1

Ceritanya sendiri persis sama dengan yang dibuku. Tentang Leafie, seekor ayam petelur yang ingin keluar dari kandang dan hidup bebas. Ketika kesempatan itu datang, ternyata hidup di alam bebas bukan hal yang mudah. Binatang-binatang lain di luar tak menyukainya, belum lagi ada musang kelaparan yang berusaha memangsanya.

Leafie 5
Meski begitu, Leafie menikmati pengalaman menakjubkan di alam bebas. Ia bertemu Bebek Pengembara yang kemudian meninggalkan sebutir telor yang bisa Leafie erami. Tidak hanya itu, karena Leafie juga berkesempatan menetaskan dan membesarkan si anak bebek di tengah perjuangannya menghindari serangan musang.

Leafie 3
Sebuah kisah yang mengharukan dan sangat indah. Animasinya juga bagus banget. Jauh dari klise animasi ala Hollywood, deh. Recommended!

Cast (dubbing):
– Leafie (Ip-Ssak)
– Greenie (Cho-rok, si anak bebek)
– Pengelana
berang-berang (Dal-soo)

Judul: Leafie / Leafie, a Hen Into the Wild (Madangeul Naon Amtak/마당을 나온 암탉)
Sutradara:
Penulis: Hwang Sun-Mi, Na Hyun, Kim Eun-Jung
Produser: Lee-Eun, Shim Jae-Myung
Sinematografi: Lee Jong-Hyuk
Rilis: 28 Juli 2011
Durasi: 93 menit
Bahasa/Negara: Korea/ Korea Selatan

Award & Film Festival:

– Film Festivals
Busan International Film Festival 2011 – Open Cinema
Sitges Film Festival 2011 – Sitges Family
Korean Film Festival In Paris 2011 – Classic *French Premiere
The London Korean Film Festival 2011 – Animation
Korean Film Festival in Australia 2012 – Animation

– Awards
KOFRA Film Awards Ceremony 2012 – Film Figure Award (Sim Jae-Myung)
Critics Choice Awards 2011 – Special Prize
Sitges Film Festival 2011 –     Best Sitges Family Film Diploma

Ponyo

Oktober 31, 2011 Tinggalkan komentar

Lagi-lagi karena ,. Waktu itu, begitu denger kalau dia bikin film baru lagi setelah sekian lama, langsung nyari-nyari di rental. Nggak ada! Nyari di lapak, nggak ada! 😦  Baru setelah dua tahun saya berhasil menemukannya di sebuah lapak CD di sebuah desa yang namanya tak tertera dalam peta, haha. Itu pun dalam versi combo dan kondisinya sudah lecek berdebu  sehingga saya sempat khawatir nggak bisa diputar. Untunglah, ternyata kualitasnya masih bagus.

Sosuke yang menemukan Ponyo yang terdampar

Sosuke yang menemukan Ponyo yang terdampar

Seperti film Miyazaki yang lain, juga berkisah tentang dunia anak-anak yang riang. Kali ini, latarnya adalah lautan. Ponyo sendiri adalah nama seekor anak ikan yang ingin menjadi bocah perempuan (nama pemberian ayahnya adalah Brunhilde). Ponyo tinggal di istana bawah air milik ayahnya, Fujimoto. Ketika diajak jalan-jalan di lautan luas sama ayahnya bersama saudara-saudaranya, Ponyo dilanda keingintahuan yang besar untuk melihat dunia yang lebih luas.

Ponyo yang ingin jadi anak manusia

Ponyo yang ingin jadi anak manusia

Ponyo kemudian terdampar di pinggir laut dan ditemukan oleh Sosuke, seorang bocah lelaki yang tinggal bareng ibunya di sebuah ruma pinggir laut (tempatnya terkesan asyik banget : ) ). Ketika Sosuke terluka, Ponyo mengobatinya. Dan mereka pun bersahabat. Sosuke lah yang kemudian memberi nama Ponyo.  Namun, Fujimoto yang berpikir kalau Ponyo diculik manusia, mendatangkan roh ombak besar untuk mengambil Ponyo.

Baik Ponyo maupun Sosuke merasa sedih dengan perpisahan itu. Ponyo berusaha berontak sama ayahnya dan mengungkapkan keinginannya untuk jadi manusia (dia sudah nelan darah manusia waktu nolong Sosuke). Hal yang kemudian menimbulkan kekacauan di lautan.

ponyo21

Hmm, jujur saja, di antara film-filmnya Miyazaki yang sudah saya tonton, jika diurutkan saya akan memasukkan Ponyo di list kesekian-sekian. Tak ada yang perlu diperdebatkan dengan kualitas filmnya. Gambar-gambarnya indah seperti biasa, ceritanya juga terasa orisinil seperti film Miyazaki yang lain. Tapi saya nggak tahu kenapa saya kurang suka dengan ide Ponyo yang ngotot ingin jadi manusia karena dia jatuh cinta sama Sosuke. Sulit bagi saya menerima ide jatuh cinta bocah umur 5 tahun, meski cinta adalah hal yang universal. Whatever, it’s worthed to be watched!

Note:
Konon tempat yang jadi latar Ponyo diinspirasikan dari sebuah tempat bernama Tomonoura, kota di Taman Nasional Setonaikai Jepang,tempat Miyazaki pernah tinggal. Beberapa latar dan ceritanya juga terinspirasi dari opera Wagner, Die Walküre. Sementara karakter Sosuke, konon didasarkan pada karakter putranya Miyazaki, Goro, ketika ia berumur 5 tahun. Sedangkan nama kapal tempat kerjanya ayah Sosuke adalah Koganeimaru, adalah lokasinya (studio yang memproduksi film ini dan film-film Miyazaki yang lain), Koganei di Tokyo.
(Sumber: wikipedia.org)

Cast (Voice):
Yuria Nara, Ponyo
Hiroki Doi, Sosuke
Tomoko Yamaguchi, Risa (ibu Sosuke)
Kazushige Nagashima, Koichi
Yuki Amami, Granmamare
Joji Tokoro, Fujimoto

Sutradara: 
Produser: Toshio Suzuki, Executive: Koji Hoshino
Screenplay: 
Cerita: 
Musik: 
Sinematografi: Atsushi Okui
Editing: Takeshi Seyama
Rilis: Jepang, July 19, 2008
Durasi: 101 menit
Bahasa: Jepang

Awards:
Annie Awards 2010:
– Nominasi Annie Award for Directing in a Feature Production (Hayao Miyazaki) dan Music in a Feature Production (Joe Hisaishi)
Asian Film Awards 2009:
– Penghargaan Best Composer (Joe Hisaishi)
– Nominasi Best Director & Best Film (Hayao Miyazaki)
Awards of the Japanese Academy 2009:
-Penghargaan Best Animation Film & Best Film Score
Hong Kong Film Awards 2010:
– Nominasi Best Asian Film
Mainichi Film Concours 2009:
– Penghargaan Ofuji Noburo Award
Venice Film Festival 2008:
– Penghargaan Future Film Festival Digital Award-Special Mention (Hayao Miyazaki), Penghargaan Mimmo Rotella Foundation Award (Hayao Miyazaki)
– Nominasi Golden Lion
etc.

Kiki’s Delivery Service

Oktober 30, 2011 Tinggalkan komentar

Saya nonton Kiki setelah nonton yang menurut saya, luar biasa. Dan kemudian membuat saya penasaran sama film-filmnya . Untunglah, di CD rental saya menemukan Kiki’s Delivery Service.

Kiki & si cerewet, Jiji. Asyiknya bisa terbang :)

Kiki & si cerewet, Jiji. Asyiknya bisa terbang 🙂

Berbeda dengan Spirited Away yang membawa kita bertualang ke negeri para roh, di Kiki’s, kita akan diajak ke dunia penyihir. Yups, Kiki, tokoh utama kita berasal dari negeri para penyihir. Di usianya yang menginjak 13 tahun, Kiki akan meninggalkan desanya untuk menimba pengalaman di kota. Ya, semacam merantau gitu ketika usia seseorang sudah dianggap cukup (hmm, 13 tahun sih masih terlalu kecil ya?  Tapi tak apalah, Kiki kan penyihir 🙂 ).

Kiki di Guchokipanya Bakery

Kiki di Guchokipanya Bakery

Dengan sapu terbangnya, radio transistor dan kucing kesayangannya yang cerewet, Jiji, pergilah Kiki ke kota Koriko yang indah dengan penuh semangat (konon, kota Koriko ini terinspirasi dari Kota Visby, di Gotland, Swedia sementara bangunan dan toko-tokonya adalah Stockhlom atau kota tua di Eropa Tengah semisal Munich). Namun, pengalaman pertama tiba di kota bukanlah hal yang menyenangkan bagi Kiki yang kemampuannya masih terbatas. Hingga ia kemudian bertemu Osono, si tukang roti. Akhirnya, dengan kemampuan terbangnya, Kiki membuka jasa antaran, Kiki’s Delivery Service dan berteman dengan seorang bocah lelaki, Tombo yang senang pada dunia penerbangan. Berbagai hal tak menyenangkan masih terus menimpa Kiki, namun Kiki tak pernah menyerah dan terus belajar untuk menjadi lebih baik. Sebuah coming age story yang menarik bukan? 🙂

Kiki dan Tombo yang menyukai dunia aviasi

Kiki dan Tombo yang menyukai dunia aviasi

Note:
Nama toko tempat Osono dan Kiki adalah Guchokipanya Bakery. Konon nama ini berasal dari Guchokipa, istilah lain untuk jankenpon: batu, gunting, kertas. Untuk versi bahasa Inggrisnya, nama toko ini adalah Good Baking Pan Bakery.

Kiki’s Delivery Service (魔女の宅急便 Majo no Takkyūbin? ) diproduksi tahun 1989 dan merupakan film ke-4 yang dirilis sama Studio Ghibli. Dan merupakan kerjasama pertama Studio Ghibli sama Disney. Disney merilis versi Bahasa Inggrisnya tahun 1997. (Kiki versi bahasa Inggris di dubbing sama Kirsten Dunst).

Cast (voice):
Minami Takayama, Kiki & Ursula
Rei Sakuma, Jiji
Kappei Yamaguchi, Tombo
Keiko Toda, Osono

Sutradara: 
Produser: , Toru Hara
Penulis: (based on ‘Kiki’s Delivery Service by Eiko Kadono)
Musik: 
Sinematografi: Shigeo Sugimura
Editing: Takeshi Seyama
Rilis: Jepang, July 22, 1989
Durasi: 102 menit
Bahasa: Jepang

Awards:
Mainichi Film Competition 1990: Best Animated Film
Kinema Junpo (Prestigious Japanese film magazine) 1990: Readers’ Choice Award
Japan Academy Award 1990: Popularity Award
Annual Golden Gross: Award Gold, Japanese Film
The Movie’s Day Special Achievement Award
The Erandole Award: Special Award
Japan Cinema Association Award: Best Film and Best Director
Japanese Agency of Cultural Affairs (a government agency under the Ministry of Education):  Excellent Movie
Annual Anime Grand Prix: Best Anime

Spirited Away

Oktober 28, 2011 Tinggalkan komentar

Ini adalah ‘perkenalan’ pertama saya dengan . Awalnya nggak terlalu ngeh karena ini film animasi (saya nggak terlalu suka film animasi). Tapi karena pas lihat katalog di CD rental, di cover-nya tercatat berbagai penghargaan, saya pun penasaran.

spirited-away

Nyatanya , adalah film yang sangat keren. Nggak masalah animasi, tapi gambarnya benar-benar indah dan ceritanya juga. Biasanya, film animasi (terbitan Hollywood terutama), ceritanya begitu-begitu saja. Tapi cerita benar-benar terasa spesial.

Adalah Chihiro, bocah perempuan yang sedang dalam perjalanan pindah rumah beserta kedua orangtuanya. Dalam perjalanan itu, kemudian mereka tersesat dan kedua orang tua Chihiro berubah jadi babi setelah menyantap makanan.

Petualangan Chihiro bersama Haku

Petualangan Chihiro bersama Haku

Chihiro kemudian bertemu bocah laki-laki bernama Haku (Dragon White) yang menolongnya untuk membebaskan orangtuanya, dengan membawa Chihiro ke tempat Yubaba,  semacam penginapan yang selalu dikunjungi makhluk-makhluk aneh setiap malam.

Chihiro bersama Faceless Devil, my favourite character :)

Chihiro bersama Faceless Devil, my favourite character 🙂

Di penginapan, Chihiro bertemu banyak teman: ada Kamaji si pembuat api, Rin dan juga Faceless Devil (Kaonashi), hantu ‘berwajah’ murung  yang ingin menjalin persahabatan dengan Chihiro. Yubaba, si perempuan tua penyihir dan bayi ‘ajaibnya’, Boh. Sebuah kisah yang sangat sangat memukau!

Cast (Voice):
Rumi Hiiragi – Chihiro/Sen
Miyu Irino – Haku
Mari Natsuki – Yubaba/Zeniba
Takashi Naitou – Ayah Chihiro
Yasuko Sawaguchi – Ibu Chihiro

Judul Lain: Sen to Chihiro no Kamikakushi (千と千尋の神隠し)
Sutradara: 
Produser : Toshio Suzuki
Penulis: 
Musik: ,
Sinematografi: Atsushi Okui
Penyunting: Takeshi Seyama
Rilis: 27 Juli 2001
Durasi: 125 menit

Awards:

Academy Awards, USA, 2003:
– Oscar Best Animated Feature , Hayao Miyazaki
Academy of Science Fiction, Fantasy & Horror Films, USA 2003:
Nominasi Saturn Award:Best Music :Joe Hisaishi, Best Writing: Hayao Miyazaki
Amsterdam Fantastic Film Festival 2003:
– Pneghargahaan Silver Scream Award (Hayao Miyazaki)
Awards of the Japanese Academy 2002:
– Best Film, Best Song (Youmi Kimura)
BAFTA Awards 2004:
-Nominasi Best Film not in the English Language (Hayao Miyazaki)
Berlin International Film Festival 2002:
– Golden Bear (Hayao Mizayaki)
César Awards, France 2003:
– Nominasi Best Foreign Film (Meilleur film étranger) : Hayao Miyazaki
Hong Kong Film Awards 2002:
– Best Asian Film
Kinema Junpo Awards 2002:
– Readers’ Choice Award, Best Film
Nikkan Sports Film Awards 2001:
-Best Film
Satellite Awards 2003:
– Best Motion Picture, Animated or Mixed Media
 and many more….

The Triplets of Belleville

Oktober 5, 2011 Tinggalkan komentar

Madame Souza,  perempuan tua yang hanya tinggal dengan cucunya yang selalu terlihat sedih dan murung, Champion. Sang nenek berusaha keras untuk membuat cucunya ceria: menonton teve yang menampilkan penyanyi Trio Belleville, membelikannya anak anjing yang kemudian diberi nama Bruno…tapi itu semua tak mampu membuat Champion tersenyum.

Si Pemurung Champion yang akhirnya bisa gembira setelah dibelikan sepeda

Tawa Champion baru muncul ketika Madame Souza membelikannya sepeda roda tiga. Sepeda kemudian menjadi kehidupan Champion hingga ia beranjak besar. Dengan latihan dari neneknya, Champion akhirnya ikut Tour de France (ajang balap sepeda yang sangat bergengsi di Perancis). Sayangnya, di tengah jalan, bersama dua orang pesepeda lainnya, Champion diculik oleh sekelompok mafia. Sedianya, para pesepeda ini akan disuruh untuk mengayuh mesin taruhan.

Akhirnya ikut Tour de France

Dan Madame Souza bersama Bruno pun melakukan segala upaya untuk menyelamatkan cucunya.Dalam upaya ini ia kemudian bertemu dengan idola masa mudanya, Triplets of Belleville, yang sekarang sudah sama-sama menjadi nenek-nenek seperti dirinya. Dipadu dengan permainan musik perkusi, para nenek ini kemudian berhasil menyelamatkan Champion.

Heroisme para nenek Trio Belleville

Sungguh kisah heroisme yang tidak biasa dan luar biasa! Meski dikemas dalam film kartun, tapi film ini keren banget, mampu membuat saya menangis sekaligus tertawa!

Sutradara: Sylvain Chomet
Produser:Didier Brunner, Paul Cadieux, Regis Ghezelbash, Colin Rose,  Viviane Vanfleteren
Penulis: Sylvain Chomet

Cast for Dubber:
Béatrice Bonifassi (Triplets, song)
Lina Boudreault (Triplets, suara)
Michele Caucheteux
Jean-Claude Donda
Mari-Lou Gauthier
Charles Linton
Michel Robin
Monica Viegas

Musik:Benoît Charest
Editing: Dominique Brune, Chantal Colibert Brunner, Dominique Lefever
Rilis: 11 June 2003 (France)
Durasi: 78 min.

Awards:
Academy Awards: nominasi: untuk Best Animated Feature (kalah dari FInding NEmo) dan Best Original Song (Benoît Charest and Sylvain Chomet for the song “Belleville Rendez-vous”, sung by Matthieu Chedid in the original version).
César FF:  Penghargaan Best Film Music,
Genie Award:  Best Motion Picture
BBC Four World Cinema Award in 2004

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar