Arsip

Arsip Penulis

Because This Is My First Life

Desember 10, 2017 Tinggalkan komentar

Belakangan saya cenderung sangat pemilih dalam menonton drama Korea. Tapi berhubung drama bagus yang benar-benar menarik minat saya kadang keluarnya setahun sekali, untuk mengobati rindu saya menonton drama Korea, saya kadang coba-coba nonton salah satu drama yang sedang populer. Dan ketika membaca review yang bagus tentang drama ini, saya memutuskan menonton.

BIMFL12

Oh Ji-ho () adalah seorang perempuan berusia 30 tahun. Ia masih single dan tak punya pengalaman cinta sama sekali. Lebih buruknya, ia lulusan universitas terbaik tapi belum juga mendapatkan pekerjaan tetap sebagai penulis. Terakhir, ia malah harus kehilangan pekerjaannya karena konflik dengan atasannya. Dalam keadaan bokek, ia tak lagi bisa tinggal di apartemen yang dibelikan orang tuanya karena adik lelakinya mendadak harus menikah karena MBA. Ayahnya yang patriarkis sama sekali tak memahami kegalauannya.

BIMFL9

Dalam keadaan bingung mencari tempat tinggal, Ji-ho kemudian bertemu dengan Nam See-hee (), seorang lelaki super rasionalis yang ingin menyewakan kamar apartemennya demi menghemat pengeluaran. See-hee bekerja di sebuah perusahaan start up milik temannya, CEO Ma dan tak punya banyak penghasilan. Ia selalu mengkalkulasikan semuanya agar bisa hidup dengan layak dan tak suka terlibat hubungan yang emosional. Meski begitu, ia merasa cocok dengan Ji-ho yang bertindak sebagai penyewa yang baik.

BIMFL8

 

Masalah muncul ketika orang tua See-hee setengah memaksanya untuk segera menikah. Merasa jengah dan berpikir bahwa pernikahan bisa dilakukan hanya karena kebutuhan, ia pun melamar Ji-ho. Ji-ho yang juga berpikiran sama, juga menerima ajakan See-hee. Dan yah selanjutnya, bisa ditebaklah.

BIMFL3

 

Klise? Bisa dibilang begitu. Cerita tentang kawin kontrak rasanya memang familiar sekali dalam drama Korea. Mulai dari, ,… sebenarnya, saya sama sekali tak keberatan dengan cerita yang sama asal penyajian dan eksekusinya berbeda. Hal itu pula yang membuat saya tetap menonton drama ini. Di awal-awal, saya cukup menikmati drama ini. Meski ceritanya terasa standar, tapi penyajiannya terasa berbeda, lebih ‘smart’ dan realistis sehingga terasa relatable.

 

BIMFL6

Pemilihan dua pemain utamanya, dan awalnya, menurut saya juga terasa pas. Tapi sekitar pertengahan, entah kenapa saya mulai kehilangan antusiasme. Cerita menjadi terasa terlalu standar dan mudah ditebak. Saya juga mulai kehilangan antusiasme pada karakter tokoh utamanya. Sosok Ji-ho cukup realistis dan menarik di awal, tapi ternyata ke belakang, menjadi biasa-biasa saja. Masalah yang dihadapinya juga jadi tak terlalu ‘serius’ karena ia kemudian sibuk dengan kehidupan romance-nya. Sementara sosok See-hee yang awalnya cukup unik dan lucu, ke belakang justru terasa garing dan abnormal, sehingga menjadi membosankan. dan cukup lovable dan berakting bagus, tapi tidak cukup karimastisa sebagai pemeran utama. Dan saya pun kemudian berpikir kenapa ada aktor-aktor yang rasanya cukup ‘sempurna’ (fisik menarik, akting bagus) tapi sulit sukses jadi pemeran utama. Saya pikir, itulah yang dinamakan karisma. Sesuatu yang membuat si aktor/aktris terlihat ‘wow’ atau ‘menakjubkan’ di layar. Dan baik maupun , saya pikir kurang punya hal itu. Dan ‘lubang’ terbesar drama ini menurut saya pada bagian menjelang endingnya yang terasa agak ‘bodoh.’ Alasan kenapa Ji-ho tiba-tiba memutuskan pergi (sorry spoiler) rasanya sangat klise dan agak dipakasakan.

BIMFL1

Meski begitu, secara keseluruhan, drama ini tetap enak ditonton kok. Eksekusi ceritanya cukup memuasakan dan narasi off screen-nya juga bagus. Jajaran cast pendukung yang solid dengan cerita yang menarik pula. Persahabatan Ji-ho dengan Ho-rang dan Soo-ji () terasa sangat manis dan realistis.

Jika biasanya saya enggan mengikuti cerita para tokoh pendukung, tidak demikian dengan drama ini. Cerita hubungan teman-teman Ji-ho: Ho Rang & Won Seok (), Soo-ji & Ceo Ma sama menariknya dengan cerita utama (bahkan pada beberapa bagian menurut saya lebih menarik), dan akting para pemainnya juga bagus (tak heran jika aktris sekelas yang biasa jadi leading lady di film mau menerima peran pendukung di sini). Beberapa cast dan karakter pendukung seperti eksnya See-hee, Bo-mi atau Bok-nam, juga bermain bagus dan lovable.

BIMFL4
Bukan jenis drama yang membuat saya ingin menontonnya lebih dari sekali, tapi juga bukan drama yang buruk.

Note:

Drama ini konon memiliki  kemiripan dengan dorama Jepang berjudul “Nigeru haji” dan karena penulisnya tidak mencantumkan credit, sempat menimbulkan sedikit kontroversi. Saya belum nonton versi Jepangnya karenanya tak tahu sejauh mana kemiripannya.

Cast;
– Nam Se-hee
– Yoon Ji-ho

– Woo Soo-ji
Kim Ga-eun – Yang Ho-rang
Park Byung-eun – Ma Sang-goo
– Sim Won-seok
Yoon Bo-mi – Yoon Bo-mi
Kim Min-kyu – Yeon Bok-nam
Lee Chung-ah – Ko Jung-min
Moon Hee-kyung – ibunya Sehee
Kim Byung-ok -ayahnya Ji-ho
Kim Sung-young – ibunya Ji-ho
Noh Jung-hyun – adiknya Ji-ho
Jeon Hye-won – iparnya Ji-ho
Hwang Suk-jung – penulis Hwang

Judul: Because This Is My First Life/ This Life Is Our First/ Yibun Saengeun Cheoeumira
Sutradara: Park Joon-ha
Penulis: Yoon Nan-joong
Tayang: tvN, 9 Oktober – 28 November 2017
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Iklan

The Mayor

November 29, 2017 Tinggalkan komentar

Byun Joong-goo () adalah walikota Seoul yang sedang berkampanye untuk pemilihan berikutnya. Ia juga menggadang dirinya akan melangkah ke kursi presiden. Sebagai ketua tim kampanye, dipimpin oleh Sim Hyuk-soo () yang sudah senior di dunia periklanan. Dalam sebuah moment,debat Joong-goo bertemu Park Kyung (), gadis muda yang vokal yang bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Byun pun mengajak Park bergabung dengan tim kampanyenya. Kyung yang penuh semangat dan menyukai tantangan menerima tawaran itu. Dan ia pun menjadi saksi bagaimana proses kampanye yang melibatkan bermacam pencitraaan yang kadang kotor dan melibatkan banyak intrik.

the mayor5

Di tengah kampanye, Byun terlibat dengan berbagai masalah yang kemungkinan akan mengganjal karir politiknya.

the mayor2

Entah karena filmnya yang memang kurang bagus atau saya yang memang tak terlalu suka film bertema politik, tapi saya kurang bisa menikmati film ini. Apalagi ketika di pertengahan muncul masalah baru yang menurut saya, seharusnya tak terlalu perlu. Tema politik perkampanyean saja menurut saya sudah cukup berat, eh ini ditambah peristiwa dramatis segala macam. Ujung-ujungnya, saya menyerah mengikuti film ini.

Meski begitu, film ini digarap dengan cukup bagus kok dengan gambar-gambarnya yang memberi nuansa ‘serius.’ Dari segi akting aktor senior bermain bagus seperti biasa. Demikian juga . juga cukup mampu mengimbangi akting para seniornya sebagai gadis muda yang enerjik dan ambisius. Cast tambahan, juga ada dan Ryu Hwa-young yang juga bermain dengan pas.Ya, hanya sayang saja, dengan jajaran aktor sesolid itu, tidak didukung cerita yang solid pula.

Cast:
– Byun Jong-goo
– Sim Hyuk-soo
– Park Kyung
– Jung Jae-yi
– Yang Jin-joo
– Im Min-sun
Lee Ki-hong – Steve
Kim Soo-ahn – Yoon-hak
– cameo
-cameo

Judul: The Mayor/ Special Citizen
Sutradara: Park In-je
Penulis: Park In-je, Park Shin-kyu
Produser: Jung Byung-ok, Park Shin-kyu
Sinematografi: Kim Tae-sung
Rilis: 26 April 2017
Durasi: 130 menit
Distributor: Showbox
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Kategori:Uncategorized

Perfect Game

November 27, 2017 Tinggalkan komentar

Choi Dong-won () adalah pitcher andalan timnas baseball Korsel. Ia telah memetik banyak kemenangan dan meraih pernghargaan. Tapi seperti umumnya yang terjadi pada banyak atlet, seiring bertambahnya usia, karena didera berbagai cidera, prestasinya mulai menurun. Meski begitu, kecintaanya pada baseball tak pernah menurun. Baginya, baseball adalah segalanya. Ia bermain untuk timnya, Lotte.

perfect game-1

Di sisi lain, pemain baru muncul. Sun Dong-ryul. Awalnya, Dong-yeol adalah pengagum berat Dong-won. Tapi ketika ia sudah mengukir prestasinya sendiri, ia merasa terobsesi karena tak juga bisa meraih posisi besar seperti Dong-won. Di sisi lain, kemenangan-kemenangan Dong-yeol tak urung membuat Dong-won merasa bahwa Dong-yeol adalah rivalnya.

perfect game-10

Dan suasana makin panas karena media dan para pendukung seperti tak henti membakar isu persaingan di antara mereka. Ditambah lagi isu regionalitas karena keduanya berasal dari daerah yang memang punya sejarah chauvinisme: Busan dan Jeolla (ingat film Meet in the Laws).

Ketika mereka akhirnya dipertemukan di lapangan, tak urung rivalitas itu menjadi tak terbendung. Dan seperti umumnya pertandingan olahraga besar, rivalitas terjadi bukan hanya di dalam lapangan tapi juga di stadium oleh para supporter yang tak ayal sering berakhir ricuh.

Dan tak seperti film bertema olahraga pada umumnya,film ini ditutup bukan dengan kemenangan yang gempita oleh si tokoh utama, tapi justru oleh pecahnya rivalitas di antara keduanya.

perfect game-5

Yah, setelah sekian lama akhirnya saya berhasil menonton film ini, yang artinya, melengkapi ‘obsesi’ saya untuk menonton semua film-film Jo Seung-woo (sebenarnya saya belum nonton H sama Ahjimmong, tapi saya tak terlalu penasaran sama dua film itu). Sejak awal dirilis saya sudah mencari film ini kesana kemari tapi ternyata sulit sekali. Mulai dari warnet langganan yang biasanya selalu update film terbaru, hingga menelusuri hampir semua situs hasil pencarian google yang memuat keyword film ini. Hasilnya, nyaris nihil. Beberapa situs sudah menghapus link dunlutannya. Satu dua yang masih ada, sulit sekali didunlut.

perfect game-7

Rasanya tak perlu saya jelaskan kenapa film ini seolah menjadi film yang ‘wajib’ saya tonton. Yups, Jo Seung-woo tentu saja. Ketika ada orang yang tetap antusias menonton film atau drama jelek hanya demi melihat pemain favoritnya, saya kira saya memahaminya. Karena saya rasa, saya pun demikian. Saya bersedia nonton film atau drama apa saja yang dibintangi Jo Seung-woo! Meski sejauh ini drama atau filmnya sebenarnya tak ada yang bisa disebut benar-benar jelek. Tidak selalu berhasil memang, tapi tidak buruk kok. Apalagi, Jo memang dikenal sebagai aktor yang sangat selektif. Film atau drama yang dibintanginya memang tak selalu sukses, tapi kalau dari segi cerita hampir selalu dipastikan masuk kategori qualified.

perfect game-11

Termasuk film ini. Sejak masa penayangannya (tahun 2011), film ini memang tak banyak diapresiasi. Beberapa review yang saya baca menyebutkan kalau film ini jalan ceritanya membosankan. Mengingat jajaran aktor dan sutradaranya yang cukup qualified, saya juga sempat heran karena film ini seperti ‘terlupakan’ dan setahu saya tak masuk nominasi penghargaan apapun. Pun setelah menonton film ini sebenarnya saya masih agak heran juga. Memang plotnya agak membosankan karena sutradara sepertinya terlalu berlama-lama dengan adegan lempar melempar bola yang bagi orang yang tahu menahu baseball seperti saya, menjadi adegan yang tak menarik. Tapi kalau disebut ini adalah film yang buruk saya tak setuju.

perfect game-8

Mungkin saya agak subyektif, tapi menurut saya film ini digarap dengan bagus, kok. Pesan filmnya tersampaikan dengan baik. Dan karena ini didasarkan pada kisah nyata, wajar jika tak terlalu banyak adegan dramatis. Menurut saya ceritanya juga unik. Jika film tentang olahraga bisanya lebih berkisah pada bagaimana perjuangan tokoh utama dalam meraih kemenangannya, film ini justru memilih fase ketika bintang sudah mulai meredup dan bagaimana ia tetap setia bermain karena kecintaannya pada baseball. Munculnya sosok antihero menjelang akhir film juga cukup memberi keunikan cerita. Dari segi akting, semuanya bermain bagus. Agak sayang memang karena film lebih fokus pada isu rivalitas, kemudian tak banyak eksplorasi pada karakternya. Meski begitu, Jo dengan penampilannya cukup bisa membuat penonton memahami karakter seorang Choi Dong-won yang seolah mengabdikan seluruh hidupnya pada baseball. Di sisi lain, aktor Yang Dong-geun juga memerankan sosok Sun Dong-ryul dengan baik. Demikian juga dengan beberapa cast pendukung seperti dan Ma Dong-seok.

Catatan:
– Film ini memang didasarkan pada kisah nyata. Choi Dong-won meninggal pada tahun.. karena penyakit kanker kolon. Sementara Sun Dong-yeol masih hidup hingga sekarang.
– Dalam kehidupan nyata, dan Yang Dong-geun bersahabat akrab (keduanya sama-sama aktor musikal) dan konon lah yang merekomendasikan Yang untuk memerankan Sun Dong-ryul pada sang sutradara
dan sutradara film ini, Park Hee-kon, akan kembali berkolaborasi dalam film berjudul “Grave Site” yang rencananya akan rilis tahun 2018 (sepertinya Jo memang mennjalin hubungan baik dengan orang-orang yang pernah bekerja dengannya karena biasanya ia terlibat lebih dari satu proyek dengan mereka).
– Untuk perannya di film ini, konon Jo belajar dialek Jeolla pada aktor senior sekaligus teman baiknya, Kim Yun-seok yang memang berasal dari Jeolla.

Cast:
– Choi Dong-won
Yang Dong-geun – Sun Dong-ryul

Choi Jung-won – Kim Seo-hyun (reporter)
– Kim Young-chul
Ma Dong-seok – Park Man-soo
Choi Won-young – komentator
Oh Jung-se – komentator
Ji-ni – Minkyung

Judul: Perfect Game
Sutradara/Penulis: Park Hee-kon
Produser: Lee Bo-ra Kim Woo-sang
Sinematografi: Cho Sang-ho
Rilis: 21 Desember 2011
Durasi: 127 menit
Distributor: Lotte Entertaintment
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Film Festival:
Jeonju International FF 2012: Outdoor Screening
Tokyo International FF 2012: Film Panorama of Asia Middle East *International Premiere

Kategori:Uncategorized

Our Love Story

November 21, 2017 Tinggalkan komentar

Yoon-Joo adalah mahasiswa seni yang tengah sibuk menyiapkan pameran untuk kelulusannya. Tak seperti kebanyakan mahasiswa seni yang umumnya nyentrik dan menyukai kebebasan, Yoon-joo adalah sosok gadis manis, bahkan cenderung kuper. Ia tak pernah terlihat pacaran.

videoplayback.mp4_000220227

videoplayback.mp4_000704578

Lalu suatu hari, ia bertemu seorang cewek berkarakter tough, Ji-soo dan merasa tertarik padanya. Gayung bersambut, Ji-soo ternyata juga punya perasaan yang sama. Mereka kemudian mulai menjalin hubungan. Tapi kebersamaan itu membuat Yoon-joo ketetaran dengan tugas-tugas seninya. Di sisi lain, Ji-soo yang merupakan anak tunggal dan hanya tinggal dengan ayahnya, diharapkan segera menikah dengan lelaki mapan.

videoplayback.mp4_003547219

Tema homoseksualitas bisa dibilang jarang sekali atau malah nyaris tak pernah diangkat dalam sinema Korea. Sepertinya, tema itu memang masih sangat tabu dan tidak populer bagi publik di sana. Dan film ini bisa dibilang mengetengahkan situasi itu yang lumayan terpotret dengan cukup baik. Didukung permainan bagus dari aktris utamanya, Lee Sang-hee (dia dapat award Best New Actress di Baeksang Art Awards 2017). Meski sayangnya hal itu tak didukung akting 2nd leadnya. Aktris yang memerankan Ji-soo yang menurut saya masih kaku. Selain itu hubungan Yoon-joo dan Ji-soo menurut saya lebih terasa sebagai sahabat daripada romance nya. Tapi lumayanlah. Apalagi nuansa indie-nya juga terasa sekali.

Cast:
Lee Sang-Hee – Yoon -joo
Ryu Sun-Young – Ji-soo

Judul: Our Love Story/ Yeonaedam
Sutradara/Penulis: Lee Hyun-Ju
RIlis: 17 November 2016
Durasi: 99 menit
Distributor: Indie Plug
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards
– Baeksang Art Awards 2017: Best New Actress (Lee Sang-Hee) –

Kategori:Uncategorized

Age of Youth 2

November 17, 2017 Tinggalkan komentar

Saya suka . Tapi ketika mendengar bahwa drama ini akan dibuat sekuelnya, saya tak terlalu antusias. Salah satu hal yang membuat saya gemar mengikuti drama-drama Korea adalah karena hampir tidak pernah ada sekuelnya. Satu musim langsung habis. Berbeda dengan drama-drama Barat yang episodenya sering ditambah-tambah begitu satu musim sukses dan ceritanya menjadi tak jelas juntrungannya. Meski begitu, saya tetap memutuskan untuk menonton. Apalagi, cerita sendiri memang bisa dibilang ‘terbuka’ dalam artian, konflik-konfliknya tidak bulat. Selain itu, para pemainnya juga sebagian besar tak berubah.

AOY2-2

AOY2-5

Seperti bagian pertamanya, drama ini tetap mengambil latar di kos-kosan cewek Belle Epoque. Diceritakan kalau Jin-myung () si seonbae baru pulang dari China. Ia sudah lulus kuliah dan juga sudah pacaran dengan Jae-wan (chef ganteng di season 1). Ia kemudian mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan agensi artis. Di sana, ia bertemu dengan Heimdal, seorang idol yang gagal tapi tak bisa menerima kegagalannya. Kengototan Heimdal, mengingatkan Jin-myung pada usaha keras yang pernah dilaluinya, dan karenanya, membuatnya bersimpati. Maka terjalinlah hubungan ala noona-dongsaeng di antara keduanya.

AOY2-15

AOY2-4

Song Ji-won ()sudah menjadi mahasiswa akhir dan luntang-lantung tanpa tujuan hidup yang jelas. Ia masih dengan karakter uniknya yang ‘tak tahu malu’, hiperbolis dan suka berbohong. Beberapa hal kemudian membuatnya teringat pada masalalunya tentang teman masa kecilnya bernama Hyo-jin. Dengan dibantu ttm-nya, Seung-min, ia berusaha menggali rahasia masalalunya yang ternyata cukup mengejutkan. Cerita kemudian akan diwarnai hubungan platonis yang manis antara dirinya dan Seung-min () yang diam-diam mulai menyukai Ji-won. Di sisi lain, Ji-won yang terlalu tidak peka, membuat hubungan mereka menarik.

AOY2-23

AOY2-6

Jung Ye-eun ( ) harus kembali kuliah setelah masa penyembuhan traumanya dengan sang mantan pacar yang psiko. Ia belum sepenuhnya sembuh dan masih merasa takut menghadapi dunia ‘nyata.’ Ketika ia sudah mulai punya keberanian, tiba-tiba muncul teror demi teror. Di sisi lain, ia berkenalan dengan cowok culun korban bully, Kwon Ho-chang. Perasaan sama-sama pernah mendapat perlakuan kekerasan, membaut mereka nyaman satu sama lain.

AOY2-9

Si polos Yoon Eun-jae ( digantikan aktris sudah putus dengan seonbaenya tapi belum bisa move on. Eun-jae yang baru pertamakalai mengenal cinta dan patah hati, dibuat kelabakan. Ia berusaha keras untuk menarik perhatian si Sunbae berharap si Sunbae mau kembali kepadanya. Untuk itu, ia nekad melakukan hal-hal berani dan cenderung memalukan, keluar dari karakternya yang pemalu.

AOY2-28

Kang Yi-na () diceritakan pindah kerja ke kota lain. Meski begitu, karakternya masih memiliki keterikatan dengan Belle Epoque. Ia hanya sesekali mengunjungi Belle Epoque dan karenaya, tak ada eksplorasi cerita untuknya.

AOY2--3

Sebagai gantinya, muncul sosok baru, Jo Eun, cewek tomboy bertubuh bongsor yang datang ke Belle Epoqoe karena menemukan ssebuah surat kaleng berisi caci maki yang ditujukan pada penghuni kosan. Eun, meski secara penampilan sangat tomboy dan di permukaan terlihat dingin, tapi sebenarnya berkarakter lembut dan kekanakan. Ia merasa terluka karena ayahnya menikah lagi dan ibunya tak bahagia. Ia juga merasa tak nyaman dengan pertemannnya yang terlalu lengket dengan Ye-ji, yang sering membaut orang salah mengira dirinya lesbi. Pertemuannya dengan penghuni Belle Epoque membuatnya lebih ceria dan terbuka. Apalagi, ia kemudian mulai jatuh cinta pada Jang-hoon (), keponakanpemilik kosan yang hangat dan bertubuh pendek (saya suka melihat perbedaan tinggi badan ini menjadi olok-olok di antara mereka 🙂 ).

AOY2-17

AOY2-24

Jujur sih, di antara dua season ini, saya tetap lebih suka yang pertama. Meski tetap berusaha untuk tak terlalu terkesan menambah-nambah cerita, tapi tetap saja saya merasa bahwa sebenarnya bagian pertama saja sudah cukup danmenurut saya lebih baik kalau karakter-karakternya dibiarkan berkembang di belakang layar. Ada beberapa hal yang kurang sreg bagi saya.

AOY2-30

Pertama, cerita Jin-myung. Menurut salah satu tema kuat AoY adalah kehidupan mahasiswa ngekos. Dan cerita Jin-myung yang sudah kerja mapan, rasanya terlalu ‘serius’ dan ‘tua.’ Memang, kemudian cerita ini tertolong oleh munculnya Heimdal, tapi tetap saja, saya merasa ada gap cerita Jin-myung dengan penghuni kosan yang lain. Kedua, digantinya pemeran Yoon Eun-jae dari aktris oleh . Sebenarnya, saya cukup suka dengan Dia aktris muda yang kemampuan aktingnya cukup bagus. Hanya saja, ia sama sekali tak mirip baik dari segi wajah maupun gaya aktingnya.

AOY2-22

AOY2-18

Karenanya, menjadi cukup sulit bagi saya melihat Eun-jae di season 2 adalah Eun-jae yang sama di season 1. Selain itu, karakter Eun-jae di sini juga rasanya agak terlalu ‘bodoh’ dan agak annoying. Ketiga, cerita Song Ji-won yang rasanya terlalu ‘berat’ jika dibandingkan dengan permasalahan teman-temannya yang lain di Belle Epoque. Dan saya juga kurang suka karena kemudian tokoh utama drama ini seolah adalah Song Ji-won. Saya lebih suka kalau semua karakter mendapat eksplorasi dan peran yang sejajar. Keempat, ketiadaan Kang Yi-na. Sebenarnya sih tak terlalu mempengaruhi cerita. Hanya saja, kemunculannya yang hanya sesekali cukup memberi ‘nyawa’, yang menurut saya, tak lepas dari akting bagus pemainnya, . Agak sayang juga sih, karena konon tidak mainnya Hwa-young di sini karena dia terlibat skandal di kehidupan nyatanya.

AOY2-8

 

 

Tapi, meski begitu, ada juga kok hal-hal yang menurut saya menarik dari drama ini. Munculnya karakter baru Jo Eun cukup memberi warna dengan karakternya yang lucu. Belakangan, saya justru paling suka dengan cerita Jo Eun ini, yang dimainkan dengan sangat bagus oleh aktris pendatang baru, Choi A-ra (ini pertamakali saya lihat akting dia). Selain itu, karakter Jung Ye-eun juga cukup solid. Entah karakternya yang sudah berkembang atau akting yang juga lebih baik, menurut saya karakter Ye-eun menjadi salah satu karakter terbaik di season ini. Menambah seru , tentu munculnya sosok-sosok baru seperti Seo Jang-hoon yang dibawakan dengan pas oleh , Kwon Ho-chang dan Heimdal.
Yeah, overall tetap enak dinikmati kok.

Note:
Saya baca di internet, isunya drama ini kemungkinan akan dibuat sekuel ketiganya. Hmm, well, meski saya sebenarnya merasa sudah cukup di sini saja, tapi saya pikir, saya akan tetap menontonnya kalau memang sungguhan dibuat. Hehe. Saya harap sih ceritanya tak melantur kemana-mana. Dan mungkin akan lebih fresh kalau muncul karakter-karakter baru, menggantikan karakter yang sudah ‘tua’ seperti cerita Jin-myung yang rasanya tak nyambung lagi bahkan mungkin juga Ji-won karena diceritakan di sini memang sudah mau lulus. Bukan apa-apa, tapi kan temanya memang ‘youth’ jadi seharusnya ya memang cerita dunia anak muda, to?

Cast:
– Yoon Jin-myung
– Jung Ye-eun
– Song Ji-won
– Yoo Eun-jae
Choi A-ra – Jo Eun

– Seo Jang-hoon
Lee You Jin – Kwon Ho-chang
An Woo-yeon – Heimdal
– Im Seung-min
Shin Hyun-soo – Yoon Jong-yeol

Shin Se-hwi – An Ye-ji
Ha Eun-sul – HAn Yoo-kyung
Choi Bae-young – Song Kyung-a
– Kang Yi-na
Yoon Park – Park Jae-wan
Choi Yu-hwa – Moon Hyo-jin

Judul: Age of Youth 2/ Chungchoonshidae 2
Sutradara:
Penulis:
Tayang: JTBC, 25 Agustus – 7 Oktober 2017
Episode: 14 episode
Negara/bahasa: Korea Selatan/Korea

 

Kategori:Uncategorized

Girls’ Generation 1979

November 16, 2017 Tinggalkan komentar

Berlatar kota Daegu tahun ’70an. Jung-hee adalah remaja SMA yang agak naif. Ia tinggal bersama keluarganya, yang merupakan pengusaha tekstil kecil-kecilaan. Ayahnya sangat patriarkis. Saudara kembarnya Bong-soo lebih disayang karena cowok dan dianggap akan menjadi penerus keluarga. Ibunya seperti pembantu dan ayahnya diam-diam menjadlin kedekatan dengan si Bibi, pembantunya.

GG1979

GG1979-1

Di sekolah, Jung-hee jatuh cinta pada Son-jin, kakak kelas paling pintar dan paling populer di sekolah. Di sis lain, temannya, Bae Doong-moon ( ) yang culun naksir dirinya. Jung-hee pun berusahamelakukan berbagai cara untuk menarik perhatian Son-jin. Hingga kemudian muncul Hye-joo, murid pindahan dari Seoul yang cantik, pintar dan baik hati. Hye-joo membuat cowok-cowok terpukau, termasuk Son-jin. Meski cemburu, tapi Jung-hee tak bisa membenci Hye-joo karena kebaikannya. Di sisi lain, Hye-joo sebenarnya justru jatuh cinta pada Young-choon (), seorang cowok pekerja paruh waktu yang misterius. Ada juga Ae-sook (), teman sekolah Jung-hee yang jahat dan menyebalkan.

GG1979-2

Bad acting

GG1979-4

Ketika di awal baca cast drama ini, sebenarnya saya agak underestimate. Bintang utamanya adalah seorang idol, dan masih baru di dunia akting pula (ia main jadi salah satu pemain pendukung di drama The Best Hits dan aktingnya tak terlalu mengesankan). Tapi ketika kemudian baca baca review di internet yang rata-rata menyebutkan bahwa drama ini bagus, saya pun jadi penasara. Selain itu, temanya yang retro dan berlatar Daegu juga terdengar menarik. Ditambah lagi jumlah episodenya juga cuma 8.

GG1979-7

Jujur sih, setelah menonton saya agak kecewa karena ternyata tak sebagus yang disebut-sebut para reviewer. Saya benar-benar nggak paham bagiaman para netter memuji-muji drama ini dan menulis bahwa 8 episode rasanya tak cukup. Alih-alih bagi saya, 8 episode saja rasanya sudah kebanyakan untuk drama seperti ini. Ceritanya biasa banget, cenderung berputar-putar dan mudah ketebak, kompilasi dari berbagai cerita tentang cinta remaja dalam drama Korea: kakak kelas yang cakep, saingan yang lebih cantik, ditaksir cowok baik hati yang culun… Well, sebenarnya sih cerita semacam itu masih cukup enak dinikmati selama diramu dengan baik. Hanya saja, saya merasa drama ini digarap dengan kurang ‘smooth’ plus cast yang kurang solid dan pengkarakteran yang agak annoying.

GG1979-3

Choi Bona yang sempat saya ragukan kemampuan aktingnya, ternyata justru menjadi yang paling bersinar di sini. Ia dengan pas membawakan sosok Jung-hee, remaja naif lengkap dengan logat Daegunya yang terdengar pas (konon Bona memang aslinya dari Daegu). Male lead-nya, yang diperankan aktor muda juga cukup bagus. Saya pernah menulis tentang aktor satu ini, yang beberapa waktu lalu masih anak-anak dan sekarang ternyata sudah beranjak dewasa. Dan yah, karena memang ia aktor yang sudah cukup berpengalaman, tak heran kalau ia aktingnya di sini juga sama sekali tak sulit. Hanya saja, saya justru merasa dia agak wasted main di drama yang mediocre begini, apalagi karakternya di sini juga agak terlalu bodoh.

GG1979-8

GG1979-10

Aktris lain yang cukup saya harapkan adalah . Selama ini, ia selalu lovable dengan peran-perannya meski cuma di supporting role. Secara akting sih menurut saya Do-hee sudah bagus, hanya saya karakter yang diperankannya, Ae-sook rasanya terlalu annoying.

Aktris pendatang baru Chae Seo-jin juga berakting cukup bagus (dia yang main di film Will You Be There bareng dan juga adalah adik aktris ). Tapi menurut saya ia juga kurang ‘wah’ sebagai Hye-joo yang digambarkan sangat cantik dan jadi idola para cowok. Sementara sosok Young-choon yang diperankan terasa agak flat.
Dan bolong terbesar menurut saya adalah cast untuk Son-jin, si kakak kelas idola. Akting pemainnya masih terlihat kaku dan sama sekali tak ada karismanya. Sehingga rasanya kurang meyakinkan untuk jadi ‘obsesi’nya Jung-hee.

GG1979-11

Menonton drama ini agak mengingatkan saya sama drama Adolescence Medley yang dibintangi dan , karena temanya yang agak mirip. Dan menurut saya, jauh lebih bagus. Meski begitu nuansa retronya cukup dapet dan juga latar Daegu dengan logatnya yang unik.

Cast:
Bona – Lee Jung-hee
Chae Seo-jin – Jung Hye-joo
– Bae Dong-moon
– Joo Young-choon
Yeo Hoi-hyeon – Son-jin
– Sim Ae-sook

Kwon Hye-jo – ayahnya Jung-hee
Kim Sun-young – ibunya Jung-hee
Park Ha-na – bibinya Jung-hee
Jo Byeong-gyu – Lee Bong-soo
In Gyo-jin – Guru Oh
Kim Jae-hwa – guru

Judul: Girls’ Generation 1979 / Lingerie Girls’ Generation / Lanjeri Sonyeoshidae
Sutradara: Hong Seok-Ku
Penulis: Kim Yong-Hee (novel), Yoon Kyung-Ah
Produser: Moon Joon-Ha
Tayang: KBS2, 11 September – 3 Oktober 2017
Episode: 8
Negara/Bahasa: Korea Selata/Korea

Kategori:Uncategorized

Daddy You, Daughter Me

November 13, 2017 Tinggalkan komentar

Do-yeon (), seorang remaja SMA. Seperti umumnya remaja, ia sedang dalam masa transisi dan sikapnya cenderung jutek, terutama terhadap ayahnya. Sang Ayah () pun sering merasa kesal karena tak memahami sikap Do-yeon.

Daddy Daughter-2

Suatu hari, ia dan ayahnya mengalami kecelakaan dan hal itu membuat mereka mengalami pertukaran tubuh. Ayah anak ini pun kemudian harus bertukar peran. Sang ayah yang berada di tubuh Do-yeon, harus menjadi anak SMA. sementara Do-yeon menjadi ayahnya yang harus bekerja di kantor.

Daddy Daughter-4

Proses pertukaran peran ini pun kemudian membuat keduanya menjadi lebih memahami satu sama lain, dan akhirnya membuat hubungan mereka lebih baik.

Daddy Daughter-3

Sebuah film bertema keluarga yang ‘sederhana’ dan dikemas dalam cerita berbau fantasi. Plotnya sendiri terasa biasa saja dan jalinan ceritanya standar belaka. Tapi lumayan menghiburlah, apalagi aktris utamanya, , bagi saya cukup lovable. Dan aktor-aktor pendukunya, meski bukan nama-nama ‘besar’ tapi adalah aktor-aktor yang cukup sering wara-wiri di depan layar dan punya kemampuan akting yang solid, mulai dari , , Lee Mi-do, , , … Lumayan.

Cast:
– Won Do-yeon
– Won Sang-tae
– Ibu
Shin Goo – Kakek
Lee Mi-Do -Na Yoon-mi
– Joo Jang-won
– Bae Jin-young
Heo Ga-yoon – Ahn Kyung-mi

Judul: Daddy You, Daughter Me / Dad is Daughter / Abbaneun Ddal
Sutradara: Kim Hyung-Hyub
Penulis:Takahisa Igarashi (novel), Choi Yoon-Mi, Kim Ji-Sun, Jin Na-Ri, Jo Sung-Woo
Produser: Kim Yoon-Suk, Kim Se-Hoon, Kim Dong-Gyoon, Hwang Jung-Lim, Lee Hong-Suk, Jung Yoo-Dong
Sinematografer: Jung Ki-Won
Rilis: 13 April 2017
Durasi: 115 menit
Distributor: Megabox Plus M
Negara/Bahasa: Korea Selatan, Korea

Kategori:Uncategorized
the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar