Beranda > Uncategorized > Aktor Korea Favorit: Jo Seung-woo

Aktor Korea Favorit: Jo Seung-woo

Kalau ada yang bertanya siapa aktor Korea favorit saya, seperti yang sudah sering saya sebut di blog ini, maka di urutan pertama adalah . Dan setelah usai nonton drama terbarunya, Secret Forest, saya sadar bahwa saya memang memfavoritkan dia.

 

Sebenarnya, saya bukan jenis orang yang suka ngefans-ngefans pada seorang aktor atau aktris dalam waktu lama. Biasanya saya menyukai seorang aktor dalam waktu singkat saja, setelah melihat penampilannya yang bagus di drama/film dan seiring waktu biasanya rasa suka itu memudar. Apalagi kalau penampilan atau film/drama yang dibintanginya kemudian jelek. Tapi dengan agak berbeda.

Saya ‘jatuh cinta’ dengannya setelah menonton film pertamanya ‘ di awal tahun 2000an. Selain karena saya suka cerita dan karakter yang ia mainkan, harus saya akui, faktor suka saya juga karena wajahnya yang enak dilihat. Meski begitu, rasa kagum saya baru lengkap setelah melihat filmnya yang lain, , di mana ia berperan sebagai seorang pemuda autis dengan sangat meyakinkan. Dari situ saya berkesimpulan, bahwa dia bukan hanya enak dilihat, tapi memang memiliki bakat akting yang brilian. Dan begitulah, saya kemudian mengikuti film-filmnya dan tak pernah ‘kecewa’  hingga saat ini.

PDVD_007

Seung-woo di film Chunhyang (atas) dan Marathon (bawah)jsw-marathon

 

 

Bagi penggemar Korea di luar Korea, nama sepertinya memang kurang populer. Selain karena proyek-proyeknya (film dan drama) yang bisa dihitung dengan jari, film/drama yang dibintanginya juga bukan jenis film/drama yang terlalu mainstream/populer. Alih-alih ceritanya cenderung serius-serius. Dan hal lain, tentu dari segi fisik. Meski masuk kategori good looking, tapi sosok tidak masuk golongan pretty boy ala cowok-cowok boyband yang pesolek. Postur tubuhnya juga termasuk kategori kurang ideal untuk seleb Korea yang umumnya tinggi-tinggi dan gagah (kebanyakan aktor Korea tingginya 180-an cm). Dengan tinggi 173 cm, tergolong pendek. Tapi justru hal-hal itulah yang membuat sayasemakin  menyukainya. Dia menjadi aktor bukan hanya bermodal tampang tapi memang karena bakatnya. Selain itu, ia semakin keren karena selektif dan cenderung idealis dalam memilih peran-perannya.

jsw-covermagz

Seolah memang terlahir menjadi ‘aktor besar’, Jo mengawali karirnya di layar lebar lewat film yang diangkat dari legenda rakyat Korea, “ yang disutradarai . Perlu diketahui, ini adalah salah satu sutradara besar di Korea, yang dikenal dengan film-film qualified. Tak tanggung-tanggung, di film debutnya ini, Jo langsung dipercaya menjadi pemeran utamanya. Dan hasilnya sama sekali tak buruk. Jo bermain dengan apik sebagai sosok bangsawan belia, Lee Mong-ryong, yang meski agak kekanakan tapi juga berwibawa. Meski bisa dibilang “beruntung”, tapi sebenarnya Jo mendapatkan peran itu bukan semata karena faktor keberuntungan, tapi melalui proses casting yang konon melibatkan 800an orang. Meski film ini konon kurang sukses secara komersil (bisa dipahami karena formatnya yang terlalu ‘art’), tapi cukup sukses secara kualitas karena kemudian menjadi film pertama Korea yang masuk festival film Cannes.

jsw-h

Jo di film “H”, cakep kan? 🙂

Dengan modal bakat, ditunjang wajah yang cukup manis dan usia yang masih muda (umurnya baru 19 tahun waktu main ), saya pikir tak sulit bagi Jo kala itu untuk jadi bintang drama yang pasti akan melambungkan popularitasnya. Tapi Jo justru kemudian lebih memilih konsen di film dan dunia panggung musikal. Yups, menjadi aktor musikal memang adalah impian Jo sejak masih sangat muda. Dan meski dunia panggung tak semenjanjikan dunia layar (dari segi finansial terutama), agaknya hal itu tak menyurutkan impiannya. Ia aktif bermain musikal meski juga tetap membintangi beberapa film setidaknya sekali setahun.

jsw-cine21

Bersama aktor-aktor kawakan Korea dan Jo Seung-woo paling muda di sini

Sebuah ‘kejutan’ terjadi ketika tahun 2013, Jo akhirnya memutuskan untuk main drama. Konon, selama ini ia tak ingin bermain drama karena menganggap dunia drama yang syutingnya kejar tayang kurang manusiawi, hehe. Tentu tak ada yang lebih antusias menyambut debut dramanya selain fans seperti saya. Bagaimanapun, drama karena berbentuk seri, tentu akan ‘memuaskan’ fans seperti saya untuk menikmati aktingnya.

Sejak awal, saya sudah optimis dengan dramanya, karena seperti biasa, lagi-lagi ia selektif memilih perannya. Dramanya yang berjudul , konon diangkat dari kisah nyata tentang dokter di jaman kerajaannya Korea. Sutradaranya juga bukan sembarangan, ,  sutradara senior yang pernah menyutradarai drama “Jewel in the Palace” yang fenomenal itu. Konon karena sutradara ini pulalah yang menjadi salah satu alasan Jo memutuskan untuk main drama, karena ia pernah berjanji untuk pada sang sutradara untuk main di dramanya. Saya yang biasanya enggan nonton drama sampai puluhan episode, bela-belain nonton drama ini (drama ini mencapai 50 seri!).

jsw-horsedoctor2

Jadi dokter hewan di drama pertamanya, Horse Doctor

Dramanya cukup bagus, ceritanya inspiratif dan akting Jo juga bagus. Hanya saja, karena saya sudah nonton Jewel in the Palace sebelumnya, menemukan banyak sekali kemiripan dalam plot cerita drama ini sehingga terasa membosankan. Dan agaknya, banyak penonton yang merasakan hal yang sama karena kemudian drama ini ratingnya konon tidak terlalu bagus. Meski begitu, tak ada yang menyangkal kalau tentang kemampuan akting . Di acara penghargaan tahunan MBC, yang merupakan stasiun TV tempat drama itu ditayangkan, Jo dianugerahi penghargaan sebagai Best Actor dan Daesang (penghargaan tertinggi) sekaligus. Penghargaan ini, tentunya adalah wujud dari apresiasi atas akting Jo, dan kerennya, Jo secara spontan mengungkapkan bahwa ia merasa tak cukup pantas mendapatkannya. Dalam pidato penerimaannya, ia mengungkapkan bahwa penghargaan itu (terutama Daesang) terasa terlalu berlebihan, apalagi, itu kali pertama ia main drama.  Sementara banyak aktor lain yang lebih senior di drama (Ahn Jae-wook, misalnya). Meski begitu, ia mengaku sama sekali tak menyesali proyek yang dipilihnya.

jsw-godgift2

Tahun 2014, ia kembali main drama berjudul bersama aktris . Lagi-lagi, cerita drama ini bisa dibilang keluar dari mainstream karena bergenre thriller dan hampir tak ada romance-nya sama sekali (film dengan genre semacam ini belum semarak sekarang waktu itu). Di drama ini, ia berperan sebagai seorang detektif berkarakter pemarah dan cenderung menyebalkan, tapi di sisi lain, berhati lembut dan menyimpan luka masalalu. Dan yah, lagi-lagi ia menunjukkan kemampuan aktingnya yang lain. Banyak yang memuji-muji aktingnya di sini dan tak urung, meningkatkan popularitasnya di kalangan pencinta drama Korea. Banyak fans yang kemudian menjulukinya “Captain Awesome” berkat drama ini.

Meski ceritanya serius, tapi drama ini bagus dengan jajaran cast yagn bermain apik. Sayang, kenyarissempurnaan drama ini kemudian rusak oleh ending yang seolah menjadi antiklimaks dari semua hal bagus dari drama ini 😦 Meski begitu, menurut saya, drama ini tetap layak ditonton dan sama sekali tak mengurangi kenyataan bahwa berakting sangat bagus di sini. Karakternya di drama ini meninggalkan kesan begitu kuat.

asswv

Tetap karismatis meski hanya sebagai cameo di film Assasination

Usai God Gift’s Jo kembali ‘menghilang’ dari layar dan sibuk ke dunia panggung. Tapi ia sempat menjadi cameo di film ngehits, Asssasinations yang dbintangi Jeon Ji-hyun. Meski penampilannya hanya beberapa menit, tapi ia seperti biasa, menunjukkan sisi karismatisnya sebagai seorang pengusaha pro kemerdekaan Korea.

Tahun 2016, ia kembali ke dunia film, lewat yang ia bintangi bareng aktor kawakan, . dan . Konon, sebenarnya awalnya agak ogah-ogahan main di film ini karena merasa kurang percaya diri dengan peran yang akan ia mainkan. Hanya saja, sang sutradara ‘memaksanya’ dan ia pun setuju. Filmnya bagus dan sukses, meski harus saya akui, di film ini, Jo kurang bersinar dibanding (dalam sebuah wawancara Jo sendiri mengakui kalau ia merasa kurang maksimal berakting di film itu).

Dan yah, ketika akhirnya saya membaca berita kalau ia akan kembali main drama, Secret Forest , saya merasa senang dan tak sabar menantikannya. Apalagi, ia akan beradu akting dengan aktris . Dan makin senang ketika kemudian kemudian dramanya ini sukses. Bukan hanya ratingnya yang bagus, tapi secara keseluruhan dramanya juga bagus. Huu, jadi makin ngefans saya sama aktor satu ini. Tahun ini, ia juga akan main film, bagian dari triloginya yang sukses itu. Saya sudah nonton dan menurut saya filmnya bagus. Jadi saya juga berharap, kalau lanjutannya yang akan dibintangi Jo Seung-woo nanti juga bagus dan sukses secara komersil. Yeah, hope the best lah for him! 🙂

jsw-insidemen2

Inside Men, bareng Lee Byung-hun dan Baek Yoon-shik

All about

Jo Seung-woo, seperti kebanyakan aktor yang memang ‘aktor’ dan bukan ‘selebriti’, bisa dibilang jauh dari hingar bingar pemberitaan media. Terutama terkait kehidupan pribadinya. Karenanya, cukup sulit mengulik informasi tentang dirinya di internet, apalagi yang berbahasa Inggris. Ditambah lagi, notabene dia itu memang kurang populer secara internasional. Satu-satunya informasi yang cukup ‘lengkap” tentang dirinya saya temukan di forum soompi,  itu juga threadnya lebih sering sepi dan jarang diupdate. Paling-paling baru ada update-an kalau Jo Seung-woo main film atau drama baru. Itu juga paling 1-2 halaman. Wajar juga sih, karena memang mungkin mereka tak punya bahan buat update. Bahkan di Korea sendiri, konon ia memang jarang tampil di media kecuali berkaitan dengan promo film/dramanya.

jsw-beard2

Dari informasi yang sedikit itu saya menemukan beberapa fakta menarik tentang sosok seorang , yang saya rangkum di bawah ini:

  • besar tanpa ayah. Orang tuanya bercerai ketika ia masih berumur 3 tahun. Sang ayah, kemudian hijrah ke Amerika dan tak berhubungan dengannya. Jo tumbuh besar bersama ibu dan kakak perempuannya, Cho Seo-yoon, yang usianya lebih tua tiga tahun darinya. Tak heran kalau kemudian ibu dan kakaknya ini menjadi orang paling penting dalam hidupnya. Hampir dalam setiap kesempatan (wawancara atau ajang penghargaan) Jo selalu menyebut nama ibu dan kakaknya.  Konon, pada sekitar tahun 2005 (?), ketika Seung-woo sudah cukup sukses, ayahnya yang sudah kembali ke Korea, konon sakit dan meminta Seung-woo dan kakaknya menemuinya, tapi keduanya tak mau datang. Hmm, bisa kebayang lah gimana perasaan seorang anak yang ditinggal ayahnya ketika masih sangat kecil.
  • Dalam sebuah wawancara Seung-woo pernah mengungkapkan bahwa ketika kecil ia sangat benci dengan gitar karena hal itu mengingatkan rasa sakitnya pada sang ayah. Tapi ketika semakin besar, konon ia merasa kemarahannya pada sang ayah sudah semakin berkurang. Hanya saja, pasti sulit lah benar-benar memaafkan seorang ayah yang seperti itu. Meski ibunnya pastilah seorang perempuan yang kuat, tapi sebagai satu-satunya lelaki di rumah, pastilah Seung-woo juga memikul tanggung jawab yang tang ringan. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa ia sudah harus bertanggungjawab pada keluarganya sejak masih sangat muda. Dan yah, untunglah, hidup sepertinya cukup ‘adil’ terhadapnya, karena ia sudah menapaki kesuksesan di usia muda. Bagusnya juga meski mengalami masa kecil yang pahit, Seung-woo berhasil tumbuh sebagai pribadi yang positif. Buktinya, ia terus berkarya.
  • Ayah adalah seorang musisi. Dan darah seni ini agaknya yang mengalir dalam dirinya dan sang kakak (kakaknya seorang aktris musikal juga).
  • Meski pernah begitu benci pada gitar, akhirnya berhasil mengatasi kebenciannya karena tuntutan peran di film. Peran pertamanya yang mengharuskan main gitar adalah “?”. Namun ia baru serius mempelajari gitar untuk perannya seabgai musisi di film ““. Setelah itu, ia mengaku justru sangat menyukai gitar dan mengoleksinya. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan bahwa “gitar itu seperti seorang lelaki. Ia mengekspresikan bermacam emosi dan perasaan manusia.”
  • adalah salah satu dari sedikit aktor Korea yang mendapat penghargaan Best Actor di usia yang masih muda. Ia mendapat penghargaan ini untuk perannya sebagai pemuda autis yang lucu dan polos di film (usianya masih 25 tahun waktu itu). Sebagai gambaran, aktor yang sering dapat penghargaan ini adalah aktor-aktor senior seperti , , … aktor seperti , , atau bahkan baru belakangan ini dapat penghargaan ini.

marathon3 (2)

  • Ketika kecil, bercita-cita jadi pemain baseball. Beranjak remaja, setelah melihat pertunjukan musikal kakaknya di panggung sekolah, Seung-woo terinspirasi untuk jadi aktor musikal. Pertunjukan favoritnya adalah “Man of La Mancha.” Meski begitu, karir di panggung musikalnya baru dimulai tahun 2000, ketika ia main “Blood Brothers” bersama aktor-aktor senior seperti dan Jang Hyun-sung.
  • Tahun 2002, Jo mendapatkan penghargaan sebagai Best New Actor di ajang Korea Musical Awards untuk perannya di musikal “The Sorrow of Young Werthers.” Dua tahun kemudian, ia mendapat penghargaan Best Actor di ajang yang sama untuk musikal berjudul ” Jekyll & Hyde.” Dan setelah itu, hampir setiap tahun ia mendapat penghargaan di ajang musikal. Ia juga aktor pertama yang bermain di musikal “Hedwig & Angry Inch”, musikal yang sangat populer tapi sebelumnya masih kurang diterima masyarakat Korea karena mengangkat isu transgender. Belakangan, Hedwig justru menjadi pertunjukan paling populer (beberapa aktor populer yang pernah main musikal, memainkan pertunjukan ini seperti dan belakangan, ). Namun begitu, butuh waktu tujuh tahun bagi Jo untuk akhirnya memainkan pertunjukan favoritnya, Man of La Mancha. Pertunjukan yang lagi-lagi membuatnya diganjar pernghargaan Best Actor.

jsw-hedwig

  • Setahun sebelum main Jekyll & Hyde (yang disebut-sebut sebagai salah satu masterpiece-nya), Jo pernah ditolak ketika ikut casting musikal bertajuk “Phantom of the Opera”. Gara-garanya konon karena si pegawai salah mengirimkan surat. Gak kebayang bagaimana marah dan menyesalnya pemimpinya ya, begitu tahu kalau yang ditolak itu adalah seorang .

jsw-jekyll

  • Dalam beberapa wawancara, ketika diminta memilih antara film dan musikal, selalu mengatakan bahwa musikal lah passion terbesarnya. Di panggung musikal ia mengaku menemukan kebahagiaan terbesarnya. Sementara di depan kamera, ia justru sering nervous. Keinginan untuk menjadi aktor musikal agaknya memang tertanam kuat di hati Jo. Hal itu pula yang membuatnya memutuskan untuk masuk SMA yang sama dengan kakaknya, Kaywon Art High School, semacam sekolah kejuruan seni begitu. Ketika SMA pula, Jo sering bekerja sambilan sebagai pekerja bangunan demi untuk bisa membeli CD dan buku musik. Setiap ke sekolah, tasnya lebih sering berisi CD dan buku musik daripada buku-buku pelajaran. Yah, kecintaan Jo pada musikal sepertinya memang tidak main-main. Bahkan ketika hari libur sekolah, ia dan teman-temannya sibuk berlatih alih-alih liburan.

jsw-swenney

  • Meskipun kurang populer bagi fans internasional, tapi di Korea sono, ia memiliki nama ‘besar’ dan termasuk dalam daftar 30 orang yang paling berpengaruh di Korea. Namanya bisa disandingkan dengan aktor-aktor besar seperti , , , … sosok-sosok yang secara usia jauh lebih senior daripada dia. Konon pentas musikal yang ia bintangi tiketnya selalu ludes hanya dalam beberapa menit setelah penjualan online di buka. Pernah ada cerita katanya, ketika ia main musikal Dr. Zhivago. Awalnya, cast utama musikal ini adalah aktor Joo Ji-hoon. Tapi dua minggu menjelang pertunjukan, Joo sakit dan Seung-woo yang diminta menggantikan. Begitu nama Jo muncul, konon tiketnya langsung laku keras.

csw-ps4

  • Banyak yang mengira adalah pribadi pendiam dan serius. Kenyataannya, ia adalah orang yang humoris dan agak jahil. Kalau lihat-lihat video di Youtube, hal itu memang terbukti. Di behind the scene-nya drama Secret Forest misalnya, jauh dari karakter serius yang dimainkannya, di belakang layar ia terlihat begitu rileks bercanda dan tertawa keras-keras bersama rekan-rekan mainnya. Dalam setiap pidato penerimaan penghargaan, ia juga selalu melontarkan candaan-candaan yang mengundang tawa. Ohya, ada juga video di Youtube yang sepertinya candid kamera, menampilkan dan Jo Jung-seok yang bertingkah gokil sambil gitaran. Dalam sebuah wawancara Jo juga mengakui bahwa dirinya memang senang melakukan hal-hal yang konyol dan kekanakan. Ia juga menyebutkan bahwa ia hanya akan berhenti bersikap kekanakan kalau sudah ketemu cewek bijak yang mengatakan “sudah cukup” kepadanya, he.
  • pernah berpacaran dengan aktris , yang juga pasangan mainnya di film romantis,  . Saat itu, keduanya sama-sama aktor muda keren yang sedang naik daun dan karenaya disebut-sebut sebagai pasangan high class. Dan tak seperti kebanyakan seleb Korea yang cenderung tertutup soal hubungan asmaranya, keduanya berpacaran secara terang-terangan. Sayang, setelah tiga tahun pacaran (2004-20017), akhirnya mereka putus. Padahal mereka terlihat begitu serasi. Saya sempat ngulik video di Youtube ketika Jo dan Kang begandengan tangan menghadiri acara Baeksang tahun 2005. Dalam pidato kemenangannya, Jo juga menyebutkan nama Kang dengan begitu manis. Tapi yah, that’s life. kemudian menikah dengan musisi Tablo pada tahun 2009, dan sekarang sudah punya seorang anak. Sementara tak pernah ada kabarnya lagi pacaran dengan siapa. Setelah pengalaman masalalunya yang berakhir seperti itu, agaknya ia memang memilih kehidupan pribadi yang lebih tertutup. Sekitar tahun 2008, ia pernah digosipkan pacaran dengan aktris tapi kabar itu dibantah agensinya. Konon ia dan Jung berteman baik karena satu gereja.
photo15576

They looked so good being together, but, yeah, that’s life 😦

  • Jo mengatakan bahwa ia mungkin akan menikah ketika sudah berusia 40 tahun karena merasa masih ingin melakukan hal-hal yang dia inginkan di usia 30an. Ketika terlibat dalam sebuah proyek, konon ia sangat fokus sehingga sulit memikirkan hal lain . Sebelum wajib militer ia mengidealkan perempuan yang berkarakter kuat dan mandiri, tapi setelah dari wamil, ia mengidolakan perempuan yang dewasa dan keibuan. Ciri-ciri orang yang sudah ingin mapan? He

jsw-sharp2

  • Berbeda dengan penampilannya yang terkesan jahil dan cuek, bisa dibilang cukup relijius. Dalam sebuah wawancara ia menyebutkan kalau ia pergi ke gereja setiap hari Minggu. Ia juga pernah menyebutkan bahwa ketika begitu memimpikan jadi aktor musikal, ia selalu berdoa bahwa jika Tuhan mengabulkan keinginannya, ia berjanji untuk menjadi pemeluk yang taat. Dan yah, agaknya Tuhan memang mengabulkan keinginannya itu 🙂
  •   adalah pencinta binatang. Ia memelihara beberapa ekor anjing dan kucing.

jsw-dogs2

  • berteman baik dengan aktor-aktor kawakan Korea yang juga berasal dari panggung musikal seperti , , , … Terutama , yang pernah satu panggung dengannya. Konon, Seung-woo juga berperan dalam proses jadian sama istrinya. Di tahun 2002, ketika itu Kim yang belum punya mobil, berencana mengajak calon istrinya jalan-jalan. Ia kemudian meminjam mobil ke Seung-woo tanpa menyebutkan tujuannya. Ketika jalan, ia mendapati bahwa di dalam mobil sudah tersedia dua kopi kalengan. Ketika pulang, Seung-woo dengan jahil meledeki Kim tentang kopinnya. Hihi, kebayang gimana wajah dan senyum jahilnya. Waktu Seung-woo main film Perfect Game dimana dia harus menggunakan dialek daerahnya Kim, setiap hari ia datang ke rumah Kim untuk belajar dialek itu.

tazza_01

  • Dalam sebuah wawancara yang lain, Jo juga menceritakan kedekatannya dengan aktor . Ketika ia membeli sepeda motor, meledekinya dengan menulis pesan di atas sepeda motornya, mengatakan akan melaporkan ke ibunya bahwa ia main motor-motoran. Tidak hanya itu, Hwang juga usil menutupi sepeda motor Seung-woo dengan rumput. Hihi, konyol pasti ya. Saya pernah nonton beberapa variety show (Family Outing, Running Man), dengan bintang tamu dan dia memang kocak banget orangnya. Mm yah, senang saja sih membayangkan dikelilingi orang-orang yang secara usia lebih senior dan juga punya imej yang ‘bagus’ seperti mereka. Mungkin mereka adalah sosok-sosok yang bisa mengisi kekosongan akan sosok ayah pada dirinya.

csw-ride2

  • memang menyukai motor. Ia sering jalan-jalan pakai motor. Merek favoritnya adalah Ducati. Hobi motornya ini konon ditulari oleh aktor , yang barengan dia waktu wamil. Meski begitu, ia tak suka kebut-kebutan. Konon ia selalu berhati-hati ketika naik mobil atau motor sehingga hampir tak pernah kecelakaan. Jika ada waktu luang, ia senang mengendarai sepeda motor ke daerah pedesaan bareng teman-temannya, menikmati alam, cari makan enak dan kongkow-kongkow. Asyik ya?
  • Selain motor mahal, Jo juga punya beberapa mobil mewah. Yah, well, why not? Wajar lah ia memang kaya raya dan apa salahnya menikmati hasil jerih payahnya dengan menyenangkan diri sendiri?
  • dikenal senang membeli barang-barang pribadinya secara langsung daripada beli online atau suruh orang belanja. Ia tak segan pergi ke toko atau pasar untuk berbelanja.

jsw-casual6

  • Jo mengaku tak punya banyak teman selebriti. Teman-teman dekatnya adalah orang-orang di dunia musikal yang kebanyakan adalah teman-temanya sejak SMA. Ia juga ikut klub basseball yang isinya orang-orang biasa. Konon, ia menemukan kesenangan bisa berteman dan mengobrol dengan orang-orang biasa.
  • Tidak seperti kebanyakan seleb Korea yang umumnya sangat peduli penampilan, Jo cenderung santai dan kasual dalam berpakaian. Dari foto-foto keseharianya yang berhasil diambil para fans, penampilannya hampir selalu terlihat sama, cuek bebek dengan sendal jepit, kaos oblong/kemeja dan celana pendek dan wajah polos. Dalam beberapa acara seperti promo film atau drama, ia juga sering terlihat santai dengan celana jins, t-shirt dan sepatu kets. Soal gaya rambut, sepengamatan saya ia juga cenderung tak mengikuti mode. Ia lebih sering terlihat dengan rambut cepaknya yang biasa, yang membuat penampilannya menurut saya justru terlihat fresh dan cowok banget, hehe.
  • dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai kerja tim. Menurutnya, rekan kerja adalah hal paling penting karena akting menurutnya adalah sebuah harmoni.

jsw-camera

  • Dalam memilih peran di  film, Jo mengaku tak peduli jenis filmnya (indie atau film komersil), selama ia menyukai ceritanya yang salah satu ukurannya adalah ia merasa ‘deg-degan’ ketika membaca scriptnya.

jsw-secretforest2

  • Dalam film-filmnya nyaris selalu ada adegan yang memperlihatkan pantatnya. Konon, sampai-sampai ia dijuluki “National Ass” hihi. Dalam sebuah wawancara, ia pernah mengatakan bahwa hal itu membuat ibunya komplain, memintanya untuk berhenti menunjukkan pantatnya. Tapi bagaimana lagi? Namanya juga tuntutan peran. Dalam film , ia mengaku tak nyaman kalau menolak adegan seperti itu karena banyak aktor senior yang harus ia hormati (tahu sendirilah senioritasnya orang Korea bagaimana). Lagipula, itu juga hanya bagian dari film dan kalau dilihat film-film yang dibintangi Jo cenderung ‘bersih’ dari adegan-adegan yang terlalu vulgar dibanding film-film Korea kebanyakan.

jsw-smile5

  • – Menurut saya, Jo adalah salah satu aktor Korea yang memiliki senyum paling menawan (aktor lain adalah dan Kim Bum)

Yeah, he’s amazing right? That’s why I love him more and more 🙂

Biodata
Nama  :
Lahhir: Seoul, 21 Februari 1980
Tinggi: 173 cm
Golongan Darah: B
Pendidikan: Kaywon High School of Arts, Dankook Universit (Theater & Film), Dankook Graduate University Graduate School of Culture (Arts & Design)

Drama:
Secret Forest/Stranger (2017, tvN)
(SBS, 2014)
Lee Sang That Lee Sang (Drama Festival, MBC, 2013)
(MBC, 2012)

Film:
Grave Site (2018)| (2016) | (cameo, 2015) | The Peach Tree (2012) | Perfect Game (2011)| (2009)| (2008) | (2006)| (2006)| (2005)| Low Life/Raging Years (2004)| (2003)| H (2002)| (cameo, 2002)| ? (2002)| (2001)| (2000/1999)

Musikal:
Blood Brothers (2000)| The Last Empress (2000)| Subway Line 1 (2001, 2006)| The Sorrow of Young Werther (2002)| Carmen (2003)| Jekyll & Hyde (2004, 2005, 2006, 2010-2011)| Hedwig & the Angry Inch (2005, 2007, 2008, 2013, 2014)| Rent (2007)| Man of La Mancha (2007, 2013-2014) | I am Sam (2008)| Zorro (2011-2012)| Doctor Zhivago (2012) | Werther (2015-2016)| Hedwig: New Make Up (2016)| Sweeney Todd (2016)

Awards:
– Nominasi Best New Actor untuk film “” di ajang Grand Bell Awards & Blue Dragon Film Awards, 2000
Best Couple Awards (with , ): Moscow International Love Film Festival 2004
– Best Actor ( ): Baeksang Arts Awards 2005, Grand Bell Awards 2005, 1st Premiere Rising Star Awards 2005, Busan Critics Film Awards, Golden Roster & Hundred Flowers Film Festival, Korean Film Awards
– Nominasi Best Actor ( Blue Dragon Film Awards)
– Nominasi Best Actor (): Baeksang Art Awards, Korean Film Awards
– Best Actor (): Korea Movie Star Awards, Newport Beach Film Festival, Jury Award Best Actor: Newport Beach Film Festival 20017
– MBC Drama Awards 2012: Daesang/Grand Prize & Best Actor ()
– SBS Drama Awards 2014: Nominasi Best Actor in miniseries ()

In Musical:
– Best New Actor (The Sorrow of Young Werther) – Korea Musical Award 2002
– Best Actor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2004
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2005
– Popularity Award (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2007
– Best Musical Actor (Man of La Mancha) – Golden Ticket Awards 2007
– BestActor (Man of La Mancha) – Korea Musical Award 2008
– BestActor (Jekyll & Hyde) – Korea Musical Award 2011
– Best Musical Actor (Jekyll & Hyde) – Golden Ticket Awards 2011
– BestActor (Dr Zhivago) – Korea Musical Award 2012
– Korean Popular Culture & Art Awards 2012 – Prime Minister’s Citation
– Popularity Award (Hedwig and the Angry Inch) – Korea Musical Award 2013
– Yegree Musical Award 2016 – Popularity Award (Werther), Best Aktor (Nominasi)
– Korea Musical Awards 2017 – Best Actor (Sweeney Todd)

(sumber: forums-soompi (jo Seung-woo), wikipedia, asianwiki)

 

 

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: