Beranda > Uncategorized > Spirit’s Homecoming

Spirit’s Homecoming

Pedesaan Korea awal tahun ’40an. Ji-min adalah seorang gadis 14 tahun yang agak tomboy dan nakal. Ia sering usil pada teman-temannya dan senang berkeliaran di ladang dan semak-semak. Sebagai anak tunggal, ia sangat dimanjakan oleh sang ayah. Sementara ibunya, meski agak galak, tapi sebenarnya juga sangat menyayanginya.

Spirit Homecoming

Spirit Homecoming8

Suatu hari, segerombolan tentara Jepang datang dan membawa Ji-min pergi dengan paksa. Ji-min diangkut dengan menggunakan kereta bersama beberapa remaja sebayanya tanpa tahu hendak dibawa kemana. Dan yah, tentu saja kita tahu mereka akan dibawa kemana. Yups, para remaja ini akan dijadikan perempuan penghibur bagi para tentara Jepang yang kebiadabannya mengalah-ngalahi setan. Dan mengenai hal itu, rasanya tidak ada yang dilebih-lebihkan karena sejarah mencatatnya. Di Indonesia salah satunya. Ji-min dan gadis-gadis remaja polos yang masih bau kencur ini setiap hari harus menjadi budak nafsu para tentara dan juga menerima siksaan. Benar-benar biadab memang. Membuat kita yang menonton ikut geram bukan main.

Spirit Homecoming5

Korea pada masa sekarang. Ada seorang dukun yang mendapat seorang murid bernama Eunkyung, seorang remaja yang bisa bertemu dengan para roh. Suatu hari, Eun-kyung diajak berkenalan dengan seorang nenek tua yang ternyata adalah eks budak seks Jepang. Eun-kyung pun kemudian berhasil mempertemukan sang nenek dengan temannya yang sudah meninggal.

Spirit Homecoming3

Spirit Homecoming2

Miris dan merinding, itulah perasaan saya ketika nonton film ini. Karena judulnya, awalnya saya ogah-ogahan menonton karena berpikir ini cuma film horror belaka. Saya baru tertarik setelah membaca beberapa resensi dan menyatakan kalau film ini bagus dan yah memang bagus. Idenya terasa orisinil dan berbeda dari film-film Korea yang sudah-sudah. Meski ada unsur horornya, tapi horrornya sama sekali tak seram, alih-alih justru membuatnya terasa artistik karena memasukkan unsur yang sangat Korea melalui tradisi shamanismenya. Sementara untuk cerita utamanya, juga disajikan dengan begitu rapi dan solid. Kekejaman Jepang dan penderitaan para budak seks (jugun ianfu) sangat dapet, disajikan dengan proporsional tanpa unsur yang terlalu mendramatisir. Para castnya, terutama pemain remaja, meskipun adalah aktris-aktris baru yang belum punya nama, tapi bermain dengan pas. Dan yah, di atas semua itu, tentu pesan moral dari film ini yang kemudian membuat film ini terasa penting.

Spirit Homecoming7

Benar bahwa tak ada gunanya mengungkit-ungkit masalalu, tapi rasanya tragedi kemanusiaan semacam itu tak boleh dilupakan karena penting sebagai pengingat nurani kemanusiaan kita. Bagaimana para korban yang memang benar-benar adalah ‘korban’ dalam arti sesungguhnya setelah mengalami begitu banyak penderitaan dimasalu, tak cukup mendapat keadilan di masa sekarang. Adegan ketika si Nenek mendatangi kantor pemerintahan yang membuka layanan bagi para korban jugun ianfu misalnya, terasa sangat menggelitik. Bagaimana orang-orang (terutama generasi berikutnya yang tak mengalami kejadian itu) dengan begitu mudah memandang miring para korban adalah budak seks tentara. Menyedihkan sekali memang. Karena seperti digambarkan dalam film ini, para korban benar-benar adalah ‘korban’. Ia bisa siapa saja, gadis polos baik-baik yang tak tahu apa-apa seperti tokoh film ini, misalnya. Sehingga rasanya sungguh tak adil kalau kemudian mereka dipandang miring hanya karena (dipaksa) melakukan pekerjaan serupa pelacur. Miris, sedih, terharu, sesak… itulah perasaan saya ketika menonton film ini. Gambar-gambarnya juga disajikan dengan sinematik dengan beberapa suasana alam yang indah, mejadi penyeimbang cerita yang gelap, dipadu dengan soundtrack lagu-lagu tradisional Korea yang mendayu-dayu. Two thumbs up!

Cast:
Kang Ha-na – Jung-min
Choi Ri – Eun-kyung
Son Sook – Young-ok (Young-hee)
Seo Mi-ji – Young-hee
Oh Ji-hye – ibunya Jung-min
Jung In-gi – ayahnya Jung-min
Cha Soon-hyoung- Yoshimi
Baek Soo-ryun – Song-hee
Kim Si-eun – Bon-sook

Judul: Spirit’s Homecoming (Gwihyang)
Sutradara/Penulis/Produser: Cho Jung-rae
Rilis: 24 Februari 2016
Durasi: 127 menit
Distributor: WAW Pictures
Negara/Bahasa: Korea Selatan/Korea

Awards:
Daejong Film Awards 2016:
– Best New Director
– New Rising Award (Choi Ri)

 

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: