Omar

Omar, adalah seorang pemuda biasa yang sehari-hari bekerja sebagai penjual roti. Ia bersahabat baik dengan Tarek dan Amjad sejak kecil. Mereka tinggal di Tepi Barat. Omar tinggal di bagian Palestina, sementara Tarek dan Amjad di bagian Israel. Untuk bertemu kedua sahabatnya, setiap saat ia harus memanjat tembok pemisah dan berisiko ditangkap hingga ditembak oleh polisi Israel. Kesal dengan sikap arogan para tentara Israel, mereka pun kemudian bergabung dengan tim pemberontak. Dalam hal ini, Tarek lah yang menjadi pemimpinnya.

Omar-4

 

Omar-1

Omar kemudian jatuh cinta pada adik Tarek, Nadia, yang manis. Dan gayung bersambut, karena Nadia juga menyukai Omar. Karena situasi politik dan juga hidup di lingkungan yang relatif tradisional, mereka pun menjalin hubungan diam-diam, melalui surat menyurat yang manis. Di sisi lain, Amjad, juga menyukai Nadia.

Omar-3

Suatu hari, Omar, Tarek dan Amjad melakukan ‘misi’ melakukan serangan terhadap tentara Israel. Dalam pengejaran, Omar tertangkap. Di dalam penjara, ia kemudian bertemu Rami, seorang detektif simpatik yang menawarkan ‘perdamaian.’ Omar akan dibebaskan dengan syarat ia membantu Rami untuk menangkap Tarek. Tentu saja, ini adalah sebuah pilihan yang dilematis. Tapi Omar tak punya banyak pilihan karena satu-satu mimpinya adalah agar bisa hidup bersama Nadia. Meski kemudian, ia punya rencana sendiri.

Omar-8

Keluar dari penjara, situasi tidak menjadi baik. Omar dituduh berkhianat karena bisa keluar dengan mudah. Tarek dan Amjad, bahkan juga Nadia mencurigainya. Hubungannya dengan Nadia pun kemudian memburuk. Hal ini kemudian menjadi runyam karena Amjad seolah menjadi orang ketiga.

Omar-2

Another cliche romance story? Nanti dulu. Sekilas mungkin memang terkesan demikian, tapi yang membuat cerita film ini berbeda dengan film dengan cerita yang sejenis adalah latar ceritanya. Tepi Barat Palestina-Israel yang selalu penuh konflik. Meskipun film ini mengetengahkan tentang cinta, tapi sebenarnya tema besarnya adalah pengkhianatan. Dan di film ini, pengkhianatan bukanlah sesuatu yang disajikan secara hitam putih. Hidup di sebuah tempat yang terus bergolak oleh perang dan penuh ketidak pastian, adalah hal yang sangat manusiawi ketika setiap orang kemudian menjadi ‘egois’, dalam artian, ingin menjalani kehidupan yang baik untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang ia sayangi. Dan tema itu lah yang kemudian menjiwai seluruh karakter pokok dalam film ini. Meski di siini tokoh utamanya adalah Omar, tapi sebenarnya, semua karakter di sini digambarkan memiliki preferensi ‘egois’ dan ‘berkhianat’ semacam itu.

Omar-5

Di antara film-film tentang berlatar konflik Palestina-Israel, film ini adalah salah satu yang paling berkesan bagi saya. Saya menyukai film ini, karena menyajikan ‘drama’ dan konflik politik dengan pas sehingga terkesan lebih ‘hangat’ dan ‘lembut.’ Tapi juga tidak jatuh ke dalam sesuatu yang terlalu ‘cengeng.’ Meski mungkin cerita cintanya terkesan ‘klise’ tapi salutnya hal itu dibalut dengan konflik yang lebih ‘dalam’ dengan sangat baik, dan hal itu pula yang mungkin menjadikan film ini banyak menuai pujian. (Film ini masuk nominasi Best Foreign Language di Academy Awards dan juga seleksi kompetisi di Cannes). Recommended!

Cast:
Adam Bakri – Omar
Eyad Hourani – Tarek
Samer Bisharat – Amjad
Waleed Zuaiter – Agent Rami
Leem Lubany – Nadia

Sutradara/Penulis: Hany Abu-Assad
Produser: Hany Abu-Assad, Waleed Zuaiter, David Gerson
Sinematofrafi: Ehab Assal
Editing: Martin Brinkler, Eyas Salman
Rilis: 21 Mei 2013 (Cannes)
Durasi: 96 menit
Negara/Bahasa: Palestina/Arab

Awards:
Award/Festival Category Winner/Nominee Won
Academy Awards 2013:
– Nominas Best Foreign Language Film
Festival Film Cannes 2013:
– Un Certain Regard (Special Jury Pirzed)
Toronto Film Festival 2013:
– The Norwegian Peace Film Award

etc.

Iklan
Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

the talking cupboard

haunted by drama addicts' souls

gudangekspresi

say something

Budi SUFI

SUFI, Suka Film

Korean Lyric

get Korean and Japanese lyrics here!

At The Movies

Film reviews and discussion by Amir Syarif Siregar

%d blogger menyukai ini: